MAKALAH

OLEH
KELOMPOK II
NAMA : 1. MARISA 2. NOVA LUKITA 3. SYAMSURI 4. SUDARYANTI 5. CAMELLIA PROGRAM STUDI MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU (4007059) (4007215) (4007194) (4007055) (4007062)

: PENDIDIKAN MATEMATIKA : GEOMETRI TRANSFORMASI : FADLI, S.Si.,M.Pd.

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU TAHUN 2009/2010
1

karena itu T suatu isometri. ’ B B’ A A’ g Gambar Ambil A ∈ g dan B ∈h ' maka A ' = T ( A) ∈ h B ' = T ( B) ∈ h : melalui garis. XB = X ' B ' . memetakan garis menjadi garis b. X . c. Dengan perkataan lain isometri adalah suatu transformasi yang mempertahankan jarak (panjang suatu ruas garis). jadi AX + XB = AB Berarti bahwa A. jadi suatu transformasi ' maka ada X sehingga T ( X ) = X ' .1. maka AX = A ' . Isometri mempertahankan besar sudut. misalnya h ' : h A ' dan B ' ada satu Akan kita buktikan h ' = h . Bukti : a. ISOMETRI Isometri Transformasi U merupakan Isometri jika dan hanya jika untuk setiap pasang titik P dan Q dipenuhi P' Q' = PQ dengan P' = U(P ) dan Q' = U(Q ) . Isometri mengawetkan kesejajaran. Andaikan g sebuah garis dan T suatu isometri Kita akan membuktikan bahwa T(g) = h adalah suatu garis juga . Bukti h ' ⊂ h Ambil X ' ⊂ h ' oleh karena bidang kita adalah bidang Euclides kita andaikan (A XB ) artinya ' ' A ' X ' + X ' B ' = A ' B ' . berarti lagi bahwa X = T ( X ) ⊆ h .B segaris pada g . Teorema : Isometri adalah kolineasi Sebuah isometri bersifat : a. 2 .untuk ini akan dibuktikan h ⊂ h dan h ⊂ h ' .

dengan Y misalnya ( AYB) Artinya Y ∈ g dan AY + YB = AB .Y ' B ' = YB. Ambil sebuah ∠ ABC A A’ B C B’ C’ Andaikan A ' = T ( A) . jadi 3 . Oleh karena ∠ ABC = BA ∪ BC maka ∠ A ' B 'C ' = B ' A' ∪ B ' C ' sedangkan A ' B ' = AB. jadi ∠ A ' B ' C ' = ∠ ABC Sehingga suatu isometri mengawetkan besarnya sebuah sudut. C ' = T (C ) Menurut (a) maka A ' B ' dan A ' B ' adalah garis lurus. A ' B ' = AB.B ' segaris yang melalui A ' dan B ' maka Y ∈ h ' ' haruslah h ⊂ h' . a b a’ b’ Kita harus memperlihatkan bahwa a ' // b ' .C ' A ' = CA . oleh karena T sebuah transformasi maka ada p sehingga T ( P ) = P dengan Pε a dan Pε B . berarti A ' .Y . karena T sebuah isometri maka A 'Y ' = AY .B ' C ' = BC . sehingga ∠ ABC dan ∆ A ' B ' C ' . Sehingga h = h ' . andaikan a ' memotong b ' disebuah titik p ' jadi p 'ε a ' dan pε b . Bukti serupa berlaku untuk keadaan (YAB ) atau ( ABY ) .Bukti h ⊂ h ' Maka ada Y ∈ g sehingga T (Y ) = Y . . jika g sebuah garis maka h ' = T ( g ) adalah sebuah garis. sehingga A 'Y + Y ' B = A ' B ' . ini berarti bahwa a memotong b di P . B ' = T ( B) .

dimana y = 0 Garis h ' akan melalui titik potong antara h dan g misalnya R sebab M g ( R ) = R 4 . y ) y = − x} dan garis h = {( x. y ) y = 2 x − 3} apabila M g adalah refleksi pada garis g tentukanlah persamaan garis h ' = M g ( h) ? Penyelesaian : Oleh karena M g sebuah refleksi pada g jadi suatu isometri maka menurut teorema adalah sebuah h ' garis y h g 0 Q R(1.-1) P(0. -3) x g = {( x. y ) y = − x} y = −x x=0→ y=0 x = 1 → y = −1 h = {( x.bertentangan dengan yang diketahui bahwa a // b . maka pengandaian bahwa a ' memotong b ' salah jadi haruslah a ' // b ' Contoh : Diketahui garis g = {( x. y ) y = 2 x − 3} y = 2x − 3 x = 0 → y = −3 y = 2x − 3 0 = 2x − 3 2x = 3 x=3 2 .

3 ) R(1. y ) y = x ) y=x x=0→ y=0 x =1→ y =1 h = (( x. − 3 2 ) y = −x x = −y y = 2x − 3 − x = −2 y − 3 − x + 2y + 3 = 0 x − 2y − 3 = 0 Dengan demikian persamaan h ' adalah : h ' = {( x.−1) : h akan pula melalui Q = M g (Q ) Oleh karena Q = (3 2. dimana y = 0 y h P(0. y ) y = 3 − 2 x ) y = 3 − 2x x=0→ y=3 y = 3 − 2x 0 = 3 − 2x 2x = 3 x = 3/ 2 .1) g 0 x Garis h ' akan melalui titik potong antara h dan g 5 . y ) x − 2 y − 3 = 0} SOAL ' 1. y ) y = x dan g = ( x. y ) y = x tentukan persamaan garis h = M g (h ) ? ( ) ( ) Penyelesaian : g = ((x.0) maka Q ' = (0.Jelas bahwa R = (1. Jika g = ( x.

y ) x + 2 y − 3 = 0} 2.2) x (1. y ) 2 y = x + 3 selidikilah apakah titik A(− 2.jadi h ' = ( x.Jelas bahwa R = (1. y ) 2 y = x + 3) y = −x x=0→ y=0 x =1→ y = 2 y g h (1. Jika g = ( x.-1) 0 2y = x + 3 y = −x x = −y (-2. y ) 2 x − y + 3 = 0 { } Substitusikan nilai x dan y : jadi Jadi titik A(− 2. y ) y = − x dan h = ( x. y ) y = − x ) y = −x x=0→ y=0 x = 1 → y = −1 h = (( x.1) y=x y = 3 − 2x x = 3 − 2y x + 2y − 3 = 0 Maka dengan demikian persamaan h ' adalah : h ' = {( x.-4) .−4) terletak pada h ' = M g (h ) − 2x = − y + 3 − 2x + y − 3 = 0 2x − y + 3 = 0 ISOMETRI LANSUNG DAN ISOMETRI LAWAN 6 .−4) terletak pada garis h ' = M g (h ) ? Penyelesaian : ( ) ( ) g = (( x.

P3 dan akhirnya kembali ke P . maka dikatakan 1 bahwa ganda lima titik (P1 .P3 ) 7 memiliki orientasi yang berlawanan dengan putaran arah jarum jam.P3 ) ganda titik yang tak segaris.P3 ) memiliki orientasi yang sesuai dengan putaran jarum jam (atau orientasi yang negative). Lihat gambar (a) C1 A1 C2 B2 C A B Gambar (a) B1 A2 C B A 0 Gambar (a) Tampak bahwa segitiga ABC urutan keliling adalah A → B → C adalah berlawanan arah dengan putaran jarum jam. Pada segitiga ABC urutan A → B → C adalah berlawanan arah dengan putaran jarum jam maka petanya pada yaitu pada segitiga A2B2C2 urutan keliling A2 → B2 → C 2 tetap berlawanan dengan putaran jarum jam. maka pada petanya yaitu segitiga A1 B1C1 urutan keliling A → B → C adalah sesuai dengan putaran jarum jam.P2 .P2 . Maka melalui P1 .P2 .P2 .P3 ada tepat satu lingkaran l kita dapat mengelilingi l misalnya pada p1 kemudian sampaidi P2 . Apabila arah keliling itu berlawanan dengan arah putaran jarum jam. maka dikatakan bahwa ganda tiga titik (P1 . apabila arah keliling ini sesuai dengan putaran jarum jam. Andaikan (P1 . . KONSEP ORIENTASI TIGA TITIK YANG TAK SEGARIS. Pada gambar (a) diatas ada juga suatu isometri yaitu suatu rotasi yang mengelilingi sebuah titik O.Suatu transformasi dari segitiga ABC pada segitiga A1 B1C1 yang di cerminkan pada garis g .( orientasi yang positif ) .

P '' = T3 ( P '' ) Maka [T3 (T2 . T3 transformasi – transformasi.P ' = T2 ( P ' ). 2.Jadi pada gambar (a) ( ABC ) memiliki orientasi positif sedangkan orientasi negatif.T1 ) Jadi andaikan P = T1 ( P ). Kita dapat menyusun terlebih dahulu hasil kali T2οT1 kemudian dikalikan dengan T3 . Hasil Kali Transformasi Definisi : Misalkan F dan G dua transformasi dengan F : V → V dan G :V → V maka komposisi dari F dan G ditulis sebagai F o G yang didefinisikan (G o F )(P ) = G(F (P )). ∀P ∈ V . Salah satu yang penting dalam geometri transformasi kita.T1 )]( P ) = T3 [T2T1 ( P )] = T3 [T2 (T1 (1))] = T3 T2 ( P ' ) [ ] = T3 ( P " ) = P '' Kita juga dapat mengalikan sebagai berikut : 8 . ( A1 B1C1 ) memiliki ( ABC ) adalah positif dan orientasi ( A2 B2 C2 ) tetap Jadi pencerminan pada gambar (a) mengubah orientasi sedangkan putaran pada gambar (b) mengawetkan orientasi . untuk hasil kali transformasi ini kita tulis sebagai T3 (T2 . Andaikan T1 . T2 . Definisi : Suatu transformasi dinamakan langsung apabila transformasi itu mengawetkan orientasi: suatu transformasi dinamakan transformasi lawan apabila transformasi itu mengubah orientasi. Pada gambar (b) orientasi positif.

kita dapat juga mengatakan bahwa T3 (T2 T1 ) = (T3 T2 )T1 = T3 T2 T1 9 .((TT )T )( P ) = T3T2 T1 ( P ' ) = (T3T3 )( P ' ) = T3 T2 ( P ' ) ( [ ]) [ ] = T3 ( P " ) = P " Jika hasil kali bersifat asosiatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful