P. 1
Dualitas Dan Analisis Post Optimal

Dualitas Dan Analisis Post Optimal

|Views: 208|Likes:
Published by Artta Wibawa

More info:

Published by: Artta Wibawa on May 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2015

pdf

text

original

BAB VI.

DUALITAS DAN ANALISIS POSTOPTIMAL
HUBUNGAN PRIMAL-DUAL
Dual adalah permasalahan PL yang diturunkan secara matematik dari primal PL tertentu. Setiap permasalahan primal selalu mempunyai pasangan dual dan sebaliknya. Solusi optimal pada dual secara otomatis akan menghasilkan solusi optimal pada primal dan sebaliknya. Hal yang harus selalu diingat, penyelesaian baik menggunakan metode primal maupun dual dilakukan dari bentuk standar. Bentuk standar PL secara umum adalah: Maksimumkan atau minimumkan z = Σcjxj Terhadap Σaijxj = bi xj ≥ 0 variabel xj termasuk variabel keputusan, slack, surplus dan artificial. Konversi dual dari primal dilakukan dengan memperhatikan hubungan seperti yang ditunjukkan tabel berikut: Variabel primal x1
Nilai kanan pembatas dual

x2 c2 a12 a22 . . . am2

… … … … …

xj cj a1j a2j . . . amj

… … … … …

xn cn a1m a2m . . . amn b1 b2 . . . bm y1 y2 . . . ym
Variabel dual

c1 a11

Koefisien dual

a21 pembatas . . . am1

Dualitas dan Analisis Postoptimal

1

ym) dan sejumlah n pembatas (sesuai dengan x1. 3.002x2 ≤ 0. x2.001x1 + 0. Untuk setiap pembatas primal ada variabel dual. …. koefisien fungsi tujuan variabel yang sama dari primal menjadi nilai kanan pembatas dual. Untuk setiap variabel primal ada pembatas dual.9 Tujuan Dual Pembatas Variabel Dualitas dan Analisis Postoptimal 2 . Aturan di atas menunjukkan bahwa permasalahan dual akan mempunyai sejumlah m variabel (y1. Koefisien pembatas variabel primal membentuk koefisien pembatas dual. Elemen lain dari permasalahan dual ditentukan dengan cara seperti yang ditunjukkan tabel di bawah. 2. …. tentukanlah bentuk dual yang sesuai!! Minimumkan z = 2 x1 + 5.5 x2 Kendala: x1 + x2 = 90 0. y2. Tujuan standar primal Maksimisasi Minimisasi Minimisasi Maksimisasi ≥ ≤ Tidak terbatas Tidak terbatas Contoh: 1.Koefisien pembatas dual ke-j Koefisien tujuan dual Tabel di atas menunjukkan bahwa dual didapatkan secara simetris dari primal sesuai dengan aturan berikut: 1. xn). Diberikan bentuk primal di bawah.

y2. yaitu: Minimumkan z = 2 x1 + 5.6x2 + 0x3 – x4 + 0x5= 27 0. y4 tidak terbatas atau Maksimumkan w = 90y1 + 0.02x1 + 0.5 x1.5 y2.9y2 + 27y3 + 4.09x1 + 0.9y2 + 27y3 + 4.09y3 + 0.5 x2 + 0x3 + 0x4 + 0x5 Terhadap: x1 + x2 + 0x3 + 0x4 + 0x5 = 90 0.y3 + 0y4 ≤ 0 0y1 + 0y2 + 0y3 + y4 ≤ 0 y1. x5 ≥ 0 Bentuk dualnya terdiri dari 4 variabel dan 2 pembatas.001y2 + 0.5 0y1 + y2 + 0y3 + 0y4 ≤ 0 0y1 + 0 y2 .6x2 ≥ 27 0.001y2 + 0. x2.5 x1.0. x4.09x1 + 0.06y4 ≤ 5.06x2 ≤ 4.02x1 + 0. y4 ≤ 0 y1 tidak terbatas y3 y4 y1 y2 Dualitas dan Analisis Postoptimal 3 .5y4 Terhadap y1 + 0.5y4 Terhadap y1 + 0.02y4 ≤ 2 y1 + 0.002x2 + x3 + 0x4 + 0x5= 0. x3.6y3 + 0. yaitu: Maksimumkan w = 90y1 + 0.002y2 + 0.6y3 + 0.02y4 ≤ 2 y1 + 0. -y3.9 0. bentuk umum di atas diubah menjadi bentuk baku/standar.06y4 ≤ 5. y3.09y3 + 0. x2 ≥ 0 Penyelesaian Pertama.002y2 + 0.06x2 + 0x3 + 0x4 + x5 = 4.001x1 + 0.

x2 ≥ 0 Penyelesaian Bentuk baku/standar primal adalah: Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 + 0x3 + 0x4 + 0x5 Terhadap : 10x1 + 5x2 + x3 = 600 6x1 + 20x2 + x4 = 600 8x1 + 15x2 + x5 = 600 x1. x2. Ubahlah bentuk dual di bawah ini ke dalam bentuk primalnya!!! Maksimumkan w = 100y1 + 200y2 + 150y3 + 150y4 Terhadap 2y1 + 2y2 + y3 + y4 ≤ 5 Dualitas dan Analisis Postoptimal 4 . x3. x5 ≥ 0 Bentuk dualnya adalah: Minimumkan w = 600y1 + 600y2 + 600y3 Terhadap 10y1 + 6y2 + 8y3 ≥ 2 5y1 + 20y2 + 15y3 ≥ 3 y1 ≥ 0 y2 ≥0 y3 ≥0 3.2. tentukanlah bentuk dual yang sesuai!! Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 Terhadap : 10x1 + 5x2 ≤ 600 6x1 + 20x2 ≤ 600 8x1 + 15x2 ≤ 600 x1. Diberikan bentuk primal di bawah. x4.

Diberikan bentuk dual di bawah ini. x2. x6 ≥ 0 atau dalam bentuk umum PL-nya: Minimumkan z = 5x1 + 10x2 + 10x3 Terhadap 2x1 + x2 + 2x3 ≤ 100 2x1 + 2x2 + 2x3 ≥ 200 x1 + 3x2 + 4x3 ≤ 150 2x1 + x2 + x3 = 150 Minimumkan z = 5x1 + 10x2 + 10x3 + 0x4 + 0x5 + 0x6 Terhadap 2x1 + x2 + 2x3 + x4 + 0x5 + 0x6 + 0x7 = 100 2x1 + 2x2 + 2x3 + 0x4 . x2. y3 ≤ 0 y2 ≥ 0 y4 tidak terbatas Penyelesaian Minimumkan z = 5x1 + 10x2 + 10x3 + 0x4 + 0x5 + 0x6 Terhadap 2x1 + x2 + 2x3 + x4 + 0x5 + 0x6 + 0x7 = 100 2x1 + 2x2 + 2x3 + 0x4 .x5 + 0x6 = 200 x1 + 3x2 + 4x3 + 0x4 + 0x5 + x6 = 150 2x1 + x2 + x3 + 0x4 + 0x5 + 0x6 = 150 x1. x4.0x5 + 0x6 = 200 x1 + 3x2 + 4x3 + 0x4 + 0x5 + x6 = 150 x1. x3 ≥ 0 4. x3. rubahlah ke dalam bentuk primalnya!!! Dualitas dan Analisis Postoptimal 5 .y1 + 2y2 + 3y3 + 2y4 ≤ 10 2y1 + 2y2 + 4y3 + y4 ≤ 10 y1. x5.

x3. x2 ≥0 SOLUSI DUAL OPTIMAL Solusi optimal dual dapat diperoleh secara langsung dari tabel primal optimal. x4 ≥ 0 atau bentuk umum PL-nya adalah: Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 Terhadap x1 + x2 ≤ 10 x1 + 2x2 ≥ 20 x1.Minimumkan w = 10y1 + 20y2 Terhadap y1 + y2 ≥ 2 y1 + 2y2 ≥ 3 y1. -y2 ≥ 0 Penyelesaian Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 +0x3 + 0x4 Terhadap x1 + x2 + x3 + 0x4 = 10 x1 + 2x2 + 0x3 . Bentuk matriks primal adalah: Maksimumkan/minimumkan z = CIXI + CIIXII Terhadap AXI + IXII = b XI. Hal ini dapat diperhatikan dari bentuk matriks di bawah ini.x4 = 20 x1. x2. XII ≥ 0 dan bentuk matriks dualnya adalah: Minimumkan/maksimumkan w = Yb Terhadap Dualitas dan Analisis Postoptimal 6 .

maka Y = CBB-1 Adalah solusi dual optimal. x2.YA ≤ / ≥ CI Y ≤ / ≥ CII Y adalah vektor tidak terbatas Misalkan B adalah basis primal optimal dan CB adalah koefisien fungsi tujuan variabel basis tersebut. Hal ini menjadi dasar pengembangan dual simpleks yang sudah anda pelajari pada bab 4.5 PL dari bab 2 dan solusi optimalnya pada bab 4. Perhatikan kasus 2. x2 ≥ 0 Bentuk baku/standar: Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 + 0s1 + 0s2 + 0s3 10x1 + 5x2 + s1 = 600 6x1 + 20x2 + s2 = 600 8x1 + 15x2 + s3 = 600 x1. s3 ≥ 0 VB X1 X2 S1 S2 S3 Solusi Dualitas dan Analisis Postoptimal 7 . sedangkan permasalahan dual mencari solusi layak. Solusi optimal fungsi tujuan dual adalah w = Yb = CBB-1b dan solusi optimal fungsi tujuan primal adalah z = CBXB = CBB-1b. s2. Permasalahan primal mencari solusi optimal. Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 Terhadap : 10x1 + 5x2 ≤ 600 6x1 + 20x2 ≤ 600 8x1 + 15x2 ≤ 600 x1. s1.

x2.2857 -17/7 85.1329 2/7 42. dimana Y = CBB-1.7155 -3/35 17.857 Bentuk dual dari primal di atas adalah: Minimumkan w = 600y1 + 600y2 + 600y3 Terhadap 10y1 + 6y2 + 8y3 ≥ 2 5y1 + 20y2 + 15y3 ≥ 3 y1 ≥ 0 y2 ≥0 y3 ≥0 Solusi dual adalah w = Yb. x3 ≥ 0 Bentuk dualnya adalah: Maksimumkan w = 200y1 + 180y2 + 150y3 Terhadap 90y1 + 30y2 + 10y3 ≤ 21 20y1 + 80y2 + 20y3 ≤ 18 Dualitas dan Analisis Postoptimal 8 . Perhatikan kasus primal berikut: Min z = 21x1 + 18x2 + 15x3 Terhadap 90x1 + 20x2 + 40x3 ≥ 200 30x1 + 80x2 + 60x3 ≥ 180 10x1 + 20x2 + 60x3 ≥ 150 x1. y2 = 9/70 dan y3 = 1/35 Solusi optimal primal juga dapat diperoleh dari solusi optimal dual. y1 = 0.z S1 X2 X1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 9/70 11/7 8/70 -3/14 1/35 94.

x2 = -0.03 S3 5.2 -3.40y1 + 60y2 + 60y3 ≤ 15 y1.04 Solusi 70. dan y3 = 0.02 -0. y1 = 0. x2 = -0.01 0.06.1 0.8.3 -0. Solusi optimal dualnya adalah: W = 70.4 .8 9.2 Solusi optimal primal berdasarkan solusi optimal dual di atas adalah: x1 = 0. x3 = 5. y2 = 0. y3 ≤ 0 Solusi awal VB w S1 S2 S3 Iterasi-1 VB w S1 y2 S3 Iterasi-2 VB w S1 y2 y1 y1 0 0 0 1 y2 0 0 1 0 y3 154 -146 -1/5 9/5 S1 0 1 0 0 S2 -0.06 y1 -130 165/2 1/4 25 y2 0 0 1 0 y3 -80 5/2 1/4 45 S1 0 1 0 0 S2 7/2 -3/8 1/80 -3/4 S3 0 0 0 1 Solusi 63 57/4 9/40 3/2 y1 -200 90 20 40 y2 -280 30 80 60 y3 -150 10 20 60 S1 0 1 0 0 S2 0 0 1 0 S3 0 0 0 1 Solusi 0 21 18 15 Tabel sudah optimal.8 Dualitas dan Analisis Postoptimal 9 .8.4. x1 = 0.21 0. x3 = 5. Solusi optimal primalnya adalah: Z = w = 70.2.4 2. dan z = 70. y2.21.3 0.

menyediakan pemahaman fundamental model PL sebagai sistem output-input ekonomis.. i = 1. . n Dual Minimumkan w = Σ biyi Terhadap Σ aijyi ≥ cj . 2. 2. Hubungan primal-dual untuk menunjukkan arti ekonomis sebenarnya dari harga dual dan biaya terkurangi. Interpretasi harga dual dan biaya terkurangi akan dibuktikan sangat berguna pada dua aspek. m xj ≥ 0. Ingat kembali bentuk baku/standar primal dan dual dalam model matematik PL (bukan dalam bentuk matriks). . seperti yang ditunjukkan di bawah ini untuk maksimisasi.. i = 1. m Dualitas dan Analisis Postoptimal 10 . j = 1. .... 2..... yaitu: 1. Biaya terkurangi menunjukkan peningkatan pengembalian marjinal atau pengurangan biaya per unit sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat satu aktifitas PL lebih menguntungkan. . j = 1. 2.. 2..INTERPRETASI EKONOMIS PERMASALAHAN DUAL Harga dual menunjukkan kegunaan per unit sumber daya produksi. n yi tidak terbatas. memungkinkan implementasi efisien analisis sensitivitas atau postoptimal. Primal Maksimumkan z = Σ cjxj Terhadap Σ aijxj = bi..

Dengan konsisten. Untuk menjelaskan biaya terkurangi. Model tersebut mempunyai sejumlah m sumber daya. sehingga satuan di kiri persamaan menjadi sama dengan satuan di kanan persamaan. Variabel dual yi oleh karenanya menunjukkan kegunaan per unit sumber daya ke-i.cj = Σ aijyi – cj. yaitu : zj – cj = CBB-1Pj . unitnya mungkin ditunjukkan sebagai jumlah uang per unit aktivitas j. ingat kembali koefisien persamaan fungsi tujuan variabel xj pada setiap iterasi. Hubungan ini menunjukkan bahwa koefisien persamaan tujuan zj – cj variabel xj pada tabel primal sama dengan perbedaan antara sisi kiri dan kanan pembatas dual ke-j. kita dapatkan: zj – cj = YPj . adalah yi. analisis dimensional.cj atau alternatifnya menggunakan Y= CBB-1 sebagai variabel dual yang bersesuaian. Karena cj dan Σ aijyi mempunyai tanda persamaan ini menghasilkan interpretasi ekonomis yang menarik model PL. yang akan ditunjukkan menggunakan Σ aijxj menunjukkan penggunaan sumber Variabel dual dari persamaan di atas daya ke-i oleh semua aktivitas. Fungsi objektif oleh karenanya menunjukkan keuntungan total yang dapat diperoleh dari semua aktivitas. Sisi kiri persamaan menunjukkan uang (pengembalian) dan bi menunjukkan unit (jumlah) sumber daya ke-i. Dualitas dan Analisis Postoptimal 11 . kuantitas Σ aijyi pasti sama dengan dimensi jumlah uang per unit aktivitas j.Koefisien cj pada primal menunjukkan keuntungan marjinal aktivitas j dengan level sama dengan xj unit. maka yi dengan demikian pasti menunjukkan jumlah uang per unit sumber daya ke-i. dimana sumber daya ke-i mempunya level bi yang dialokasikan pada laju aij per unit untuk aktivitas j. Sebelumnya telah ditunjukkan bahwa z = w atau Σ cjxj= Σ biyi. Karena cj primal menunjukkan pengembalian per unit aktivitas j.

Dengan demikian. kondisi optimal memaksa bahwa (biaya yang dikenakan untuk penggunaan sumber daya per unit j – pengembalian per unit j) < 0 atau biaya yang dikenakan untuk penggunaan sumber daya per unit j < pengembalian per unit j. sebagai hasilnya. penjelasan di atas mengarahkan analisis dimensional persamaan zj . yi. pasti menunjukkan biaya yang dikenakan per unit sumber daya i dan kita dapat pikirkan Σ aijyi sebagai total biaya yang dikenakan untuk semua sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan 1 unit aktivitas j. selama pengembalian per unit melebihi biaya yang dikenakan dialokasikan ke aktivitas untuk mengambil keuntungan potensial. Ini sama dengan mengekploitasi aktivitas ke pemberdayaan paling penuh. Sekarang. karena peningkatan selanjutnya akan menghasilkan peningkatan biaya yang dikenakan di luar pengembalian potensial aktivitas. aij adalah jumlah sumber daya i yang dikonsumsi 1 unit aktivitas j. Kondisi optimal maksimisasi metode simpleks (simpleks yang direvisi) menunjukkan bahwa level aktivitas j saat ini yang tidak digunakan (variabel non basis xj = 0) akan dinaikkan di atas level 0 hanya jika koefisien tujuannya zj – cj bernilai negatif. maka kuantitas Σ aijyi pasti menunjukkan “biaya”. Ketika kita memasukkan aktivitas j ke solusi (membuat variabelnya menjadi variabel basis). tergantung pada apakah biaya zj = Σ aijyi melebihi pengembalian cj. kita meningkatkan levelnya ke titik dimana zj – cj nya berkurang menuju 0. lebih banyak sumber daya oleh harus karena itu.berlawanan. Kondisi ini dipenuhi secara ekonomis dengan cara berikut: dari interpretasi zj – cj . xj. Hal ini berarti bahwa level aktivitas j.cj berikut: Jumlah uang per unit keuntungan/kerugian = jumlah uang per unit biaya – jumlah uang per unit pengembalian. harus dinaikkan di atas level 0. Dualitas dan Analisis Postoptimal 12 . sumber daya yang digunakan.

Aktivitas yang mempunyai level 0 pada solusi optimal (variabel non basis).Sekarang anda dapat melihat mengapa pada model maksimisasi suatu aktivitas dengan zj – cj > 0 akan berada pada level 0. pilihan kedua berhubungan dengan ketidakefisienan operasi sistem yang kemungkinan Dualitas dan Analisis Postoptimal 13 . Berdasarkan penjelasan di atas. karena yi menunjukkan biaya terkurangi dari penggunaan 1 unit sumber daya i per unit aktivitas j. harus mendapatkan prioritas dalam perbaikan. Pilihan pertama mungkin tidak akan selalu layak. Fakta bahwa biaya yang dikenakan penggunaan sumber daya lebih tinggi dari pengembaliannya membuatnya secara ekonomis tidak menarik. Σ aijyi. Menurunkan konsumsi aktivitas akan sumber daya terbatas. penghilangan dipertimbangkan. kuantitas zj – cj menunjukkan biaya terkurangi per unit aktivitas j. karena marjin keuntungan secara normal ditentukan oleh kondisi pasar dan persaingan. Meningkatkan pengembalian marjinal aktivitas. kuantitas ini menunjukkan jumlah dimana secara ekonomis aktivitas harus diperbaiki untuk membuat aktivitas lebih atraktif secara ekonomis (menaikkan levelnya dari 0 ke nilai positif). Nilai dual yi dapat digunakan sebagai indikator untuk menentukan dimana pilihan kedua harus diimplementasikan. Pilihan kedua hanya merefleksikan komitmen entitas ekonomis untuk peningkatan operasinya terutama melalui pengurangan penggunaan sumber daya terbatas. yaitu: 1. Hasil seperti itu dapat terjadi dalam dua cara. Artinya. Pengaruhnya. cj. sumber daya yang mempunyai nilai tinggi secara relatif yi. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->