P. 1
Sarjito Bridge

Sarjito Bridge

|Views: 234|Likes:
Published by Munirst Akhromi

More info:

Published by: Munirst Akhromi on May 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

ANALISIS BEBAN JEMBATAN

JEMBATAN SARJITO II YOGYAKARTA

DATA JEMBATAN
A. SISTEM STRUKTUR

PARAMETER Klasifikasi Jembatan Tipe Jembatan Jumlah bentang Panjang bentang tengah Panjang bentang tepi Panjang total jembatan

KETERANGAN Klas I Bina Marga Rangka beton portal lengkung 3 75 35 145 bentang m m m

1. Struktur Atas (Upper Structure)
Terdiri atas : Slab lantai kendaraan, yang menjadi kesatuan monolit dengan balok dan kolom yang membentuk rangka beton portal lengkung.

2. Struktur bawah (Sub Structure)
Terdiri atas Abutment dengan Fondasi Footplat dan Pier dengan sistem fondasi Borpile.

Beban Jembatan

1

3. Dimensi Jembatan

Potongan Slab lantai kendaraan, Balok induk (Girder) dan Balok anak (Beam) Tebal slab lantai jembatan Tebal lapisan aspal + over-lay Tebal genangan air hujan Jarak antara kolom penyangga Jarak antara balok lantai Lebar jalur lalu-lintas Lebar trotoar Lebar median Bentang jembatan tengah Bentang jembatan tepi

h ta th Lx s b1 b2 b3 L1 L2

0.25 0.10 0.05 5.00 1.70 6.00 1.50 0.50 75.00 35.00

m m m m m m m m m m

Penampang memanjang rangka beton portal lengkung

Beban Jembatan

2

20 Beban Jembatan 3 .80 17. fy = 240 Specific Gravity Berat beton bertulang Berat beton tidak bertulang Berat aspal Berat jenis air Berat timbunan tanah dipadatkan U .Penampang melintang rangka beton portal lengkung 4.0E-05 / ºC Mutu baja : Untuk baja tulangan dengan Ø > 12 mm : Tegangan leleh baja. fy = 390 Untuk baja tulangan dengan Ø ≤ 12 mm : Tegangan leleh baja.00 22.2 Angka poisson Modulus geser G = Ec / [2*(1 + u)] = 10555 MPa Koefisien muai panjang untuk beton.350 fc' = 0.00 9.05 MPa Ec = 4700 * √ fc' = 25332 MPa Modulus elastik u = 0. ε = 1. Bahan Struktur Mutu beton : Kuat tekan beton K .83 * K / 10 = 29.24 MPa kN/m3 25.00 24.39 MPa U .

Metode perencanaan ultimit dengan pemilihan faktor beban ultimit sesuai peraturan yang berlaku. angin. Program komputer yang digunakan untuk analisis adalah SAP2000 V-11. yaitu : a. beban lalu-lintas kendaraan (beban lajur. Oleh karena itu diperlukan Analisis Struktur yang akurat dengan metode analisis yang tepat guna mendapatkan hasil perencanaan yang optimal. Metode perencanaan struktur yang digunakan ada dua macam. Pd. Metode perencanaan tegangan ijin dengan beban kerja. T-04-2004-B : Pedoman Perencanaan Beban Gempa Untuk Jembatan 2. beban mati tambahan. yaitu : 1.5. gempa) dengan pemodelan struktur 3-D (space-frame ). Metode Perhitungan Struktur Perencanaan struktur jembatan yang ekonomis dan memenuhi segi keamanan serta rencana penggunaannya. merupakan suatu hal yang sangat penting. SNI-03-1725-1989 : Tatacara Perencanaan Pembebanan Jalan Raya b. dan beban pengaruh lingkungan (temperatur. Dalam program tersebut berat sendiri struktur dihitung secara otomatis. rem pedestrian). Model struktur 3 D (Space Frame) Beban Jembatan 4 . Perhitungan struktur jembatan rangka beton portal lengkung dilakukan dengan komputer berbasis elemen hingga (finite element ) untuk berbagai kombinasi pembebanan yg meliputi berat sendiri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier metode matriks kekakuan langsung (direct stiffness matriks ) dengan deformasi struktur kecil dan material isotropic. SNI-03-2833-1992 : Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Jembatan Jalan Raya c.

ANALISIS BEBAN JEMBATAN 1. Berat sendiri elemen struktural dihitung secara otomatis oleh Program SAP2000. plat dinding. kolom. 1. balok lantai. ditambah dengan elemen non-struktural yang dipikulnya dan bersifat tetap. Elemen struktural jembatan Elemen struktural terdiri dari balok lengkung. BERAT SENDIRI ( MS ) Faktor beban ultimit : KMS = 1.00 24.I.1. dan plat lantai jembatan.00 kN/m3 kN/m3 Beban Jembatan 5 . Berat sendiri yang tidak termasuk elemen struktur adalah trotoar dan pemisah jalur (median). BERAT SENDIRI TROTOAR Berat beton bertulang : Berat beton tidak bertulang : wc = w'c = 25.3 Berat sendiri ( self weight ) adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemen struktural.

25 0.800 kN/m Beban Jembatan 6 .5 1 1 w (kN/m ) 25.00 25.00 24.60 0.2.800 1 0.20 0.250 6 Railing pipa galvanis ∅ Berat sendiri trotoar.20 0.40 Berat sendiri median (pemisah jalur).000 1.25 0.5" QMS = 16.313 3.50 0.20 Shape 1 1 0. BERAT SENDIRI PEMISAH JALUR (MEDIAN) No Lebar (m) Tinggi (m) 1 Shape w (kN/m ) 24.00 3 Berat (kN/m) 5.00 25.00 25.565 kN/m 1.30 Tinggi (m) 0.125 3. 2.No 1 2 3 4 5 Lebar (m) 0.438 2.440 1.85 0.85 0. QMS = 4.55 0.00 3 Berat (kN/m) 4.

BEBAN MATI TAMBAHAN PADA TROTOAR Berat tiang listrik (lights) untuk penerangan merupakan beban terpusat pada bagian tepi jembatan (trotoar) yang dipasang pada setiap jarak 25 m.10 0. adalah berat seluruh bahan yang menimbulkan suatu beban pada jembatan yang merupakan elemen non-struktural.200 2 2.2. BEBAN MATI TAMBAHAN PADA LANTAI JEMBATAN No 1 2 Jenis beban tambahan Lapisan aspal + overlay Genangan air hujan Tebal (m) 0. dan mungkin besarnya berubah selama umur jembatan.00 9. BEBAN MATI TAMBAHAN ( MA ) Faktor beban ultimit : KMA = 2.690 kN/m 0. PMA = 5. Jembatan direncanakan mampu memikul beban tambahan sebagai berikut.80 3 Berat (kN/m2) 2. 2.1.00 kN Beban mati tambahan pada lantai jembatan Beban mati tambahan pada lantai jembatan yang didistribusikan ke balok lantai Beban Jembatan 7 .490 qMA = 2.0 Beban mati tambahan ( superimposed dead load ).2.05 w (kN/m ) 22.

0 *( 0.00 75.0 q = 8.4 DLA = 0.00 35.00 75. KEL seperti terlihat pada gambar.5 + 15 / L ) KEL mempunyai intensitas. UDL dan beban garis (Knife Edge Load). Panjang bentang jembatan bagian tengah.4 .0025*(L . Panjang bentang jembatan bagian tepi. Panjang bentang maksimum.0 kN/m untuk L ≤ 50 m untuk 50 < L < 90 m untuk L ≥ 90 m Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut : DLA = 0.00 55.3 Lebar jalur lalu-lintas.0. UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yang dibebani dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : q = 8.50) DLA = 0.Beban mati tambahan pada trotoar 4.0 Beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi merata (Uniformly Distributed Load).00 m m m m m Beban Jembatan 8 . kPa kPa untuk L ≤ 30 m untuk L > 30 m p = 44. b1 = L1 = L2 = Lav = Lmax = 6. BEBAN LAJUR "D" ( TD ) Faktor beban ultimit : KTD = 2. Panjang bentang rata-rata.

0025*(LE .17 kN/m kN/m DLA = 0.868 kPa 2 5.0.5 * q * 100% + ( b1 .5 + 15 / LE ) = 5. p= p = [ 5.00 42. Untuk LE > 30 m : LE = √ ( Lav * Lmax ) = 64.4 .624 kN/m Beban merata (UDL) pada lantai jembatan : qTD = [ 5.226 m q = 8.5337 kN/m Beban merata (UDL) pada lantai jembatan Beban merata (UDL) pada lantai jembatan yang didistribusikan ke balok lantai Beban garis (KEL) pada lantai jembatan Beban Jembatan 9 .0 *( 0.5 ) * p * 50% ] / b1 = 44.Panjang bentang ekivalen.5.5.5 ) * q * 50% ] / b1 = Beban garis (KEL) pada lantai jembatan : Faktor beban dinamis untuk 50 < L E < 90 m.5 * p * 100% + ( b1 .50) = 0.364 PTD = ( 1 + DLA ) * p = 57.

GAYA REM ( TB ) Faktor beban ultimit : KTB = 2.06 kN Gaya rem pada lantai jembatan Beban Jembatan 10 .5.0 5% x Beban lajur "D" penuh tanpa faktor beban dinamis : 5% * TD = [ 0.5 * (Lt . n= TTB = 270 3. didistribusikan ke setiap joint pertemuan balok lantai jembatan dengan jumlah joint.2 kN TTB > 5% * TD Karena.80) ] * 2 = Beban lajur "D" tanpa reduksi akibat panjang bentang (penuh) : 825 kN kN q= 8. TTB = 250 kN Gaya rem.0 kPa p= 44. Untuk 80 m < Lt < 180 m maka : Besarnya gaya rem yang bekerja (untuk 2 jalur lalu-lintas). dan dianggap bekerja pada permukaan lantai jembatan.5*(Lt . TTB = 500 kN Panjang total jembatan.05 * (q * b1 * Lt + 3 * p * b1) ] * 2 = 775. untuk Lt ≤ 80 m untuk 80 < Lt < 180 m untuk Lt ≥ 180 m Lt = L1 + 2 * L2 = 145 m TTB = [ 250 + 2.80) kN Gaya rem. Besarnya gaya rem arah memanjang jembatan tergantung panjang total jembatan (L t) sebagai berikut : Gaya rem.0 Pengaruh pengereman dari lalu-lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang. TTB = 250 + 2. Gaya rem pada setiap joint. TTB = 825 kN Gaya rem tsb. Maka diambil gaya rem.

diambil perbedaan temperatur yang besarnya setengah dari selisih antara temperatur maksimum dan temperatur minimum rata-rata pada lantai jembatan.0.10 ) kPa 2 Untuk A > 100 m : q= 2 kPa LE = 64.6.6785 Luas bidang trotoar. °C Tmax = Temperatur maksimum rata-rata 40 °C Tmin = Temperatur minimum rata-rata 25 T = Tmax . QTP = q * b2 = 3. Koefisien muai panjang untuk beton. Intensitas beban pada trotoar. berikut : A = luas bidang trotoar yang dibebani pejalan kaki (m2) Beban hidup merata pada trotoar : Untuk A ≤ 10 m2 : 2 q= 5 kPa Untuk 10 m < A ≤ 100 m : q = 5 . T= α = 1.Tmin Perbedaan temperatur pada lantai jembatan.00 2 m m m2 kPa kN/m Beban pedestrian (pejalan kaki) 6.50 A = 2 * ( b2 * LE ) = 192.2 Untuk memperhitungkan tegangan maupun deformasi struktur yang timbul akibat pengaruh temperatur.033 * ( A .226 Panjang bentang ekivalen. q= 2 Pembebanan jembatan untuk trotoar. PENGARUH TEMPERATUR (ET) Faktor beban ultimit : KET = 1.0E-05 15 / ºC ºC Beban Jembatan 11 . Lebar satu trotoar. PEMBEBANAN UNTUK PEJALAN KAKI ( TP ) Faktor beban ultimit : KTP = 2.0 Trotoar pada jembatan jalan raya direncanakan mampu memikul beban sbg. b2 = 1.

Beban perbedaan temperatur 15° C 7.2 Gaya akibat angin dihitung dengan rumus sebagai berikut : TEW = 0.2 TEW = 0.0012*Cw*(Vw)2 kN/m dengan 1.0012*Cw*(Vw) 2. T'EW = 1.25 35 m/det Gaya angin didistribusikan merata pada bidang samping setiap elemen struktur yang membentuk portal lengkung pada arah melintang jembatan.75 m T'EW = [ 1/2*h / x * TEW ] Transfer beban angin ke lantai jembatan.0006*Cw*(Vw) * b = 2 1. 2 = h= 1. Beban angin pada rangka jembatan lengkung untuk.008 kN/m Beban Jembatan 12 .00 m di atas lantai jembatan.00 kN/m m Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi Jarak antara roda kendaraan x= 1. BEBAN ANGIN ( EW ) Faktor beban ultimit : KEW = 1.75 m kN/m TEW = 0. b= 1.608 Beban garis merata tambahan arah horisontal pada permukaan lantai jembatan akibat angin yang meniup kendaraan di atas jembatan dihitung dengan rumus : Cw = TEW = 0.0006*Cw*(Vw)2*Ab kN Cw = koefisien seret Vw = Kecepatan angin rencana 2 Ab = luas bidang samping jembatan (m ) = = 1.764 2. Lebar bidang kontak vertikal untuk setiap elemen rangka samping struktur jembatan diambil yang terbesar.

Beban Jembatan 13 .81 m/det2) KP = kekakuan struktur yang merupakan gaya horisontal yang diperlukan untuk menimbulkan satu satuan lendutan (kN/m) Waktu getar struktur jembatan dihitung dengan komputer menggunakan Program SAP2000 dengan pemodelan struktur 3-D (space frame ) yang memberikan respons berbagai ragam (mode ) getaran yang menunjukkan perilaku dan fleksibilitas sistem struktur. METODE STATIK EKIVALEN Beban gempa rencana dihitung dengan rumus : TEQ = Kh * I * Wt Kh = C * S TEQ = Gaya geser dasar total pada arah yang ditinjau (kN) Kh = Koefisien beban gempa horisontal I = Faktor kepentingan W t = Berat total jembatan yang berupa berat sendiri dan beban mati tambahan = PMS + PMA kN C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa. Beban angin samping dan transfer beban angin 8.0 8.1.Distribusi beban angin pada bidang rangka samping jembatan dan transfer beban angin akibat kendaraan di atas lantai jembatan adalah seperti gambar berikut. Waktu getar struktur dihitung dengan rumus : T = 2 * π * √ [ WTP / ( g * KP ) ] W TP = berat sendiri struktur dan beban mati tambahan (kN) g = percepatan grafitasi (= 9. BEBAN GEMPA ( EQ ) Faktor beban ultimit : KEQ = 1. dan kondisi tanah S = Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan kapasitas penyerapan energi gempa (daktilitas) dari struktur jembatan. waktu getar.

sehingga beban gempa rencana statik ekivalen yang berbeda harus dihitung untuk masing-masing arah. Dari hasil analisis diperoleh waktu getar struktur sebagai berikut : Arah melintang jembatan.90442 detik (mode-1) (mode-2) Beban Jembatan 14 .43127 detik T = 0. Arah memanjang jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jembatan mempunyai waktu getar struktur yang berbeda pada arah memanjang dan melintang. T = 1.

0 0. C 0.5 3. T = 1.1.43127 detik Beban Jembatan 15 .15 Tanah sedang Tanah lunak 0.5 Waktu getar.05 0.5 1. Kondisi tanah dasar sedang (medium).0 1.1. T (detik) 2. KOEFISIEN GEMPA ARAH Y (MELINTANG) JEMBATAN Waktu getar alami.00 0.20 Tanah keras Koefisien geser dasar.0 2.10 0.0.0 Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa 3 (Yogyakarta) 8.

5. METODE DINAMIK RESPONSE SPECTRUM Metode Dinamik (Response Spectrum) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.2. I= 1. tetapi terdapat route alternatif.2. Koefisien beban gempa horisontal. I= 1. jembatan pada jalan raya utama atau arteri. Massa total struktur terdiri dari berat sendiri struktur dan beban hidup yang dikalikan dengan faktor reduksi 0. TEQx = 0.10 Untuk struktur jembatan dengan daerah sendi plastis berupa beton bertulang dan bangunan atas bersatu dengan bangunan bawah).14 Untuk struktur jembatan dengan daerah sendi plastis berupa beton bertulang dan bangunan atas bersatu dengan bangunan bawah). Koefisien beban gempa horisontal. Percepatan gempa diambil dari data zone 4 Peta Wilayah Gempa Indonesia menu- Beban Jembatan 16 .200 *Wt 8.1.90442 detik C= 0. KOEFISIEN GEMPA ARAH X (MEMANJANG) JEMBATAN Waktu getar alami. maka diambil faktor tipe bangunan. tetapi terdapat route alternatif. tetapi waktu getar strukturnya cukup pendek sehingga struktur hanya dapat berperilaku daktail terbatas (semi daktail).20 Untuk jembatan yang memuat > 2000 kendaraan / hari.0 TEQ = Kh * I * Wt TEQy = 0. C= 0. maka diambil faktor kepentingan.Lokasi di wilayah gempa : Zone-3 maka. maka diambil faktor kepentingan. Lokasi di wilayah gempa : Zone-3 maka. Besar beban gempa ditentukan oleh percepatan gempa rencana dan massa total struktur. T = 0. maka diambil faktor tipe bangunan. S= Kh = C * S = 2 0. jembatan pada jalan raya utama atau arteri.280 *Wt Gaya gempa arah memanjang maupun arah melintang jembatan didistribusikan secara 8. Kondisi tanah dasar sedang (medium).0 TEQ = Kh * I * Wt otomatis ke setiap joint oleh Program SAP2000. S= Kh = C * S = 2 0. tetapi waktu getar strukturnya cukup pendek sehingga struktur hanya dapat berperilaku daktail terbatas (semi daktail).28 Untuk jembatan yang memuat > 2000 kendaraan / hari.

g = 981 cm/det 2.5 1.30 1. maka perlu faktor +1 dan –1 untuk mengkombinasikan dengan response statik.5 3.15 0.45 Cement content = 3. w = 0.0 1.0 2. Nilai spectrum Waktu Nilai getar 0.00 1.10 0. yaitu 0. dengan mengambil response maksimum dari 4 arah gempa. εcr = ( fc / Ec) * kb * kc * kd * ke * ktn kb = koefisien yang tergantung pada pemakaian air semen (water cement ratio).75 kc = koefisien yang tergantung pada kelembaban udara. untuk perhitungan diambil kondisi kering dengan kelembaban udara < 50 %. 90.05 9.18 0.50 2. Digunakan number eigen NE = 3 dengan mass partisipation factor ≥ 90 % dengan kombinasi dinamis (CQC methode). 1992 dg memakai spektrum respons seperti pada Tabel 1. Karena hasil dari analisis spectrum response selalu bersifat positif (hasil akar). PENGARUH RANGKAK (CREEP) Regangan akibat creep.00 0. Percepatan grafitasi diambil. C 0. Dari Tabel 6. Tabel 1.00 0. dan 135 derajat.10 0. 45.80 1.10 0.1 (NAASRA Bridge Design Specification) diperoleh : kb = 0.15 0. PENGARUH SUSUT DAN RANGKAK (SR) Faktor Beban Ultimit : KSR = 1.18 0.00 3. Analisis dinamik dilakukan dengan metode superposisi spectrum response.00 spectrum 0.5 kN/m3 Dari Kurva 6.20 0.5 Waktu getar.5 (NAASRA Bridge Design Specification) diperoleh : Beban Jembatan 17 .10 0.1.0 3.0 Koefisien geser dasar.rut Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan. T (detik) 2.10 0.0 0.13 0.50 0. Untuk beton normal dengan faktor air semen.

549 m Dari Kurva 6. em = 2 * A / K = Dari Kurva 6. εb = regangan dasar susut (basic shrinkage strain ).40 5.4 (NAASRA Bridge Design Specification) diperoleh : Beban Jembatan 18 . Dari Tabel 6.549 m2 m m Keliling penampang balok yang berhubungan dengan udara luar. sedangkan temperatur rata-rata di Indonesia umumnya lebih dari 20° C. suhu rata-rata di sekelilingnya selama pengerasan beton.938 ke = koefisien yang tergantung pada tebal teoritis (em) Luas penampang balok 800/1750. Karena grafik pada gambar 6.2 (NAASRA Bridge Design Specification) diperoleh : ke = 0.4 (NAASRA Bridge Design Specification) untuk semen normal tipe I diperoleh : ktn = 0.2 Kuat tekan beton.kc = 3 kd = koefisien yang tergantung pada derajat pengerasan beton saat dibebani dan pd. Temperatur udara rata-rata.4 (NAASRA Bridge Design Specification) untuk semen normal tipe I diperoleh : kd = 0. t= T= 28 27. PENGARUH SUSUT (SHRINKAGE) εsu = εb * kb * ke * kp Regangan akibat susut. A= K= 1. Modulus elastik beton.734 ktn = koefisien yang tergantung pada waktu ( t ) dimana pengerasan terjadi dan tebal teoritis (em). maka perlu ada koreksi waktu pengerasan beton sebagai berikut : Jumlah hari dimana pengerasan terjadi pada suhu rata-rata T.08 MPa εcr = ( fc' / Ec ) * kb * kc * kd * ke * ktn = 0.5 35 hari °C hari Umur pengerasan beton terkoreksi saat dibebani : t' = t * (T + 10) / 30 = Dari Kurva 6. fc' = 29.100 0. Regangan akibat creep. Untuk.00036 3. t= 28 hari em = 0.1.05 MPa Ec = 25332.4 didasarkan pada temperatur 20° C. Untuk kondisi kering udara dengan kelembaban < 50 %.

45 3.995 εsu = εb * kb * ke * kp = 0.5 kN/m3 Dari Kurva 6.50% kp = 100 / (100 + 20 * p) = 0.εb = 0. Presentase luas tulangan memanjang terhadap luas tampang balok rata-rata : kb = ke = 0.00038 kb = koefisien yang tergantung pada pemakaian air semen (water cement ratio) untuk beton dengan faktor air semen.1 (NAASRA Bridge Design Specification) diperoleh : ke = koefisien yang tergantung pada tebal teoritis (em) 0.00021 Beban Jembatan 19 .75 p = 2. w= Cement content = 0.000208 Regangan akibat susut dan rangkak.734 kp = koefisien yang tergantung pada luas tulangan baja memanjang non prategang. εsr = εsh + εcr = 0.

Aksi Transien Beban Lajur "D" Gaya Rem Beban Trotoar C.00 2.30 2.00 1.00 1.00 1.00 3 1. Aksi Tetap Berat sendiri Beban Mati Tambahan Pengaruh susut dan rangkak B.20 1.00 2 1.00 1. Aksi Lingkungan Pengaruh Temperatur Beban Angin Beban Gempa Faktor Beban KMS KMA KSR KTD KTB KTP KET KEW KEQ 0% 25% 40% KOMBINASI 1 1.00 1.00 1.00 1. Aksi Transien Beban Lajur "D" Gaya Rem Beban Trotoar C. KOMBINASI BEBAN KERJA Aksi / Beban A.00 KOMBINASI 1 1.00 1.00 1.00 2 1.00 1. KOMBINASI PADA KEADAAN ULTIMIT Aksi / Beban A.00 50% Kelebihan Tegangan yang diperbolehkan Beban Jembatan 20 .00 1.00 1.30 2.00 1.00 4 1.00 1.00 1.00 4 1.00 10.00 2.00 1.00 1. Aksi Lingkungan Pengaruh Temperatur Beban Angin Beban Gempa Faktor Beban KMS KMA KSR KTD KTB KTP KET KEW KEQ 1.00 1.00 1.00 1.20 3 1. Aksi Tetap Berat sendiri Beban Mati Tambahan Pengaruh susut dan rangkak B.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.30 2.00 1.00 2.00 1.30 2.00 1.00 1.00 1.10.00 1.20 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->