P. 1
musik

musik

|Views: 352|Likes:
Published by imajik_cr

More info:

Published by: imajik_cr on May 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

Mkmlj,p

Pemerintah kabupaten kutai kartanegara
DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 2 TENGGARONG Jln. H. Ahmad Dahlah No.50 Telp.0541-6667788 Tenggarong

Makalah Musik Non Klasik

Disusun Oleh Kelas

: Siti Fatimah : X’ Musik Non Klasik

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas bimbingan dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Modul ini di susun berdasarkan pengetahuan dari media massa yang saya baca, yang berkaitan dengan “Seni Budaya”. Modul ini dapat dijadikan bahan untuk membaca dan mengembangkan seni dan budaya. Sebagai bentuk upaya partisipasi dalam rangka mewujudkan tujuan di atas, kami berupaya menyusun Modul ini sebagai acuan kegiatan belajar dan keterampilan yang kami pilih dari materi tersebut guna melengkapi sarana belajar bagi kita. Dalam penyusunan modul ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan saran maupun masukanmasukan guna penyempurnaan Modul ini. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Akhir kata, perkenankanlah kami mengutip pepatah lama yang berbunyi ”Tak ada gading yang tak retak, tak ada mawar yang tak berduri” kami sadar sepenuhnya bahwa Kliping ini masih banyak kekurangan.oleh karena itu, kami minta maaf yang sebesarbesarnya. Terima kasih.

Penyusun DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii Pembahasan A. Jaman Pra sejarah 1 a. Imigrasi pra melayu 2 b. Imigrasi Proto Melayu 2

B. Jaman Sejarah 4 C. Jaman Modern / Masa Kini 7 1. Musik Daerah 9 2. Musik Keroncong 9 3. Musik Dangdut 10 4. Musik Perjuangan 10 5. Musik Populer (Pop) 10 Penutup 11 Daftar Pustaka 12

SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA
Prasejarah Musik Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu ternyata perkembangan musik Indonesia sudah ada, sehingga musik itu dikatakan telah melampaui batas bahasa, kebudayaan bahkan agama. Bagi orang barat, India sering disamakan dengan Indonesia. Mereka menyebut India dengan Indie (Nedherland-Oost) yang maksudnya Indonesia. Anggapan semacam itu mengakibatkan kekayaan alat seni maupun kesenian di Indonesia tidak diperhitungkan oleh bangsa lain, terutama waktu penjajahan Belanda masih bercokol di bumi Indonesia. Khasanah seni di Indonesia adalah sangat kaya dan bermutu tinggi dan dapat disejajarkan dengan seni klasik di negeri yang berkembang. A. Jaman Prasejarah (sebelum abab 1 Masehi) Ternyata prasejarah Indonesia belum banyak diteliti dengan kata lain diselidiki oleh para arkeolog , sejarawan atau yang lain. Padahal justru waktu antara tahun kira-kira 2500 Sebelum Masehi dan abad ke-1 Masehi menemukan perkembangan kebudayaan termasuk musik sampai saat ini. Menurut Alec Robertson dan Denis Stevens (penulis buku Geschichte der Musik 1 dari Munchen, Germany), pada jaman Mesolitikum kira-kira tahun 5000 Sebelum Masehi di Asia Tenggara terdapat 3 ras besar: orang Australide (penduduk asli), orang Melanesia (berasal dari Asia Tengah) dan orang Negrito (mungkin dari India). Lapisan bawah ini di tumpangi lapisan baru dengan dua arus imigrasi besar : 1. Imigrasi Pra-Melayu Antara tahun 2500 dan 1500 Sebelum Masehi kiranya terjadi suatu perpindahan bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara. Dalam perjalanannya mereka mengutip juga unsur dari Kaukasus dan Mongolia. Mereka membawa serta kebudayaan bambu serta teknik pengolahan lading. Terutama di Annam (Cina Selatan) mereka memperkenalkan semacam lagu pantun dimana putra dan putri bernyanyi dengan cara sahut menyahut. Mereka memakai sebuah alat tiup bernama Khen terdiri dari 6 batang bambu yang ditiup bersama dalam kelompok d atau 3 nada. Alat ini dikenal pula di CinaSheng dan di Kalimantan dengan nama Kledi. dengan nama Alat ini hanya merupakan salah satu alat dari sejumlah besar alat musik

bambu yang sampai sekarang terdapat di Asia Tenggara. Sejumlah batang bambu dengan ukuran yang berbeda-beda di tanam di tanah. Tiupan angin menimbulkan bunyi bagaikan Kledi raksasa yang cukup indah (terdapat di Bali sampai sekarang). Alat musik bambu lain seperti suling, angklung dan lain sebagainya. Telah mengalami suatu proses perkembangan pada waktu kemudian. Seperti xylofonAsia Tenggara dalam bentuk berbeda-beda: sebagai’tatung’ di Annam, ‘rangnat’ di Kamboja, ‘ranat’ di Thailand, ‘pattalar’ di Birma, ‘gambang’ di Jawa, ‘kolintang’ di Sulawesi dan Kalimantan. Xylofon malah diekspor dari Asia Tenggara ke Afrika pada abad 5 Masehi. yang tersebar diseluruh 2. Imigrasi Proto-Melayu pada jaman perunggu (abad 4 Sebelum Masehi) Menurut para ahli sejarah terjadi lagi suatu gelombang imigrasi ke Indonesia di sekitar abad 4 Sebelum Masehi berpangkal dari suatu daerah Cina SelatanAnnam. Menurut R. von Heine-Geldern perpindahan suku-suku dari daerah tersebut lewat Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia ke Indonesia dan berjalan terus ke Filipina, Melanesia dan Polynesia. Hal ini dibuktikan pula oleh P. Wilhelm Schmidt (1868-1954) yang menemukan bahwa para penduduk Indonesia, Melanesia dan Polynesia berdasarkan satu bahasa yang sama (yang memang kemudian berkembang sendiri-sendiri). Teori ini pada jaman sekarang didukung oleh hampir semua ahli sejarah. bernama Karena ini terjadi pada zaman perunggu maka kedatangan mereka mempengaruhi juga kebudayaan musik. Diperkirakan bahwa gong-gong pertama berasal pula dari Asia Selatan, karena di dekat Annam, pada tahun 1930-an ditemukan banyak sekali alat dari perunggu, sehingga terbukti bahwa dari sinilah kebudayaan perunggu tersebar tidak hanya ke Indonesia tetapi ke seluruh Asia Tenggara. Maka kebudayaan ini juga disebut “kebudayaan Dong-son”. Kebudayaan ini berlangsung dari abad 7-1 Sebelum Masehi dan mencapai puncaknya pada abad 3-2 Sebelum Masehi. Bagaimana dengan musik dalam kebudayaan Dong-son? Kita tidak tahu apa-apa tentang musik mereka. Diperkirakan bahwa gong mereka berukuran besar, maka musiknya berat. Menurut ahli sejarah tertentu tangga nada Pelog ikut dibawa ke Indonesia oleh kelompok Proto-Melayu. Menurut Alec Robertson dan Denis StevensPelog mula-mula tersebar di seluruh Asia Tenggara, namun kemudian terutama dipelihara di Jawa dan Bali. Karena tidak ada catatan maka tidak dapat diketahui teori musik yang melatarbelakangi tangga nada yang unik ini. tangga nada Gong-gong yang dibawa oleh Proto-Melayu dari Cina Selatan ke IndonesiaJawa. Rupa-rupanya mula-mula dipakai untuk upacara mendatangkan hujan secara magig (mistik). ternyata ditemukan dalam penggalian di Pengaruh dari kebudayaan Dong-son ke Indonesia tidak berarti bahwa di Indonesia waktu itu tidak terdapat kebudayaan sendiri, tetapi terjadilah

suatu perkembangan : benda-benda dari perunggu dan besi yang masuk “kasalisator”: meski sebelumnya di Indonesia diperkirakan tidak ada perunggu (timah dan kuningan), namun kemudian terbukti bahwa orang Jawa waktu abad-abad pertama Masehi menjadi ahli dalam hal mengolah logam, terutama perunggu. B. Jaman Sejarah (Hindu-abad 4-12) Suatu ‘revolusi’ terjadi pada abad 1 Sebelum Masehi di waktu dibuat kapal besar-besar di teluk PersiaLaut Cina. Maka lalu lintas ke Indonesia pun menjadi intensif (sebelumnya diperkirakan lalu lintas terjadi terutama lewat daratan). Terutama pedagang India mendatangi daerah-daerah Indonesia sejak abad 2 dan 3 Masehi untuk perdagangan. Maka pengaruh India di Indonesia dan tambah besar, baik dari segi perdagangan dan politik maupun agama dan kebudayaan. Dari dokumen-dokumen dan penemuan nampak bahwa agama Budha masuk kepulauan IndonesiaSumatera pada awal abad 7 Masehi dalam kerajaan Sriwijaya dan kemudian di Jawa dengan kerajaan Syailendra (750850 Masehi). Pengaruh kebudayaan India mencapai puncaknya dari pertengahan abad 8 Masehi sampai abad 11 Masehi dimana fase kreativitas yang sangat tinggi. Pada masa itu berkembanglah kebudayaan Jawa berupa musik dan tari, arsitektur dan seni rupa, pada waktu itu dibangunlah Candi Borobudur dan Candi PrambananIndonesia dari masa lalu sampai sekarang. pada abad 4 Masehi. Mereka mendirikan pusatnya di pulau yang menjadi kebanggaan bangsa Selain tangga nada Pelog dipakai juga tangga nada Slendro yang bentuk dan rupanya diperkenalkan oleh Dinasti Syailendra pada abad 8 Masehi. Menurut cerita tangga nada ini ditemukan oleh dewa Barata Endra atas petunjuk dewa Shiva. Merurut teori, satu oktaf dibagi dalam 5 interval yang sama (6/5 dari sekon besar). Namun ternyata tidak selalu demikian. Malah dalam penggalian di JawaCina dan musik India. ditemukan alat-alat kuno dengan tangga nada yang mirip dengan tangga nada pentatonic (dengan interval sekon-sekon dan terts kecil), sama halnya dengan tangga nada Perkembangan musik sangat dipengaruhi oleh drama Hindu dalam bahasa Sansekerta Ramayana. Drama ini diterjemakan dan diolah bebas dalam banyak bahasa di Asia Tenggara. Pementasan dari fragmen-fragmen drama ini sangat disukai. Sesudah abad 9 Masehi terdapat terjemahan dalam bahasa Jawa dan paling sedikit sejak abad 11 Masehi dipentaskan di Jawa. Selain Pementasan tari berkembanglah pula versi wayang, suatu tradisi yang nampaknya berasal dari jaman pra-Hindu. Waktu orang Hindu datang ke Jawa, maka mereka telah menemukan bermacam-macam alat musik. Dalam relief pada Borobudur terdapat alat musik local maupun alat musik yang diimpor dari India seperti gendamg, termasuk gendang dari tanah dengan kulit hanya di satu sisi, kledi, suling, angklung, alat tiup (semacam hobo), xylofon (bentuknya setengah gambang, setengah calung), sapeq, sitar dan harpa dengan 10 dawai,

lonceng dari perunggu dalam macam-macam ukuran, gong, saron, bonang. Tidak dapat disangkal bahwa alat musik mula-mula dimainkan menurut kebiasaan India. Selain itu dari penggalian-penggalian di Jawa Tengah telah ditemukan sejumlah besar kumpulan bonang, nada-nada gender dan saron, lonceng, gendang, gong-gong, namun tidak jelas dari abad berapa. Tidak semua alat musik tersebut di atas bertahan di Jawa dalam perkembangan waktu selanjutnya. Namun nampak bahwa alat musik ini telah dipakai sebelum jaman Hindu. Perlu diketahui bahwa musik gamelan sebagai musik herefon dengan pola ritme yang kaya, keindahannya terletak justru dalam bunyi bersama dari lagu dan irama yang saling melengkapi menjadi satu ‘simfoni nada dan irama’. Sedangkan musik India termasuk musik solotis (vocal maupun instrumental) meskipun dimainkan juga dalam ansambel sebagai iringan. Namun aneka ragam alat musik di India tidak digabungkan dalam satu orkes, untuk memberi kebebasan pada penyanyi dan pemain. Bahwa seni musik sejak dulu di Jawa mendapat suatu penghargaan tinggi, dapat disimpulkan dari banyaknya gambar alat musik dalam relief-relief dari jaman itu serta dari naskah-naskah kuno yang rajin menyebut nama alat musik dan sebagainya. Jadi Gamelan sebagai orkes mengalami suatu perkembangan alat musik yang berasal dari India diintergrasikan ke dalam musik tradisional Jawa: gong-gong dalam macam-macam bentuk dan ukuran, gambang ditambah sejumlah alat lain yang sebagian ditinggalkan dalam perkembangan jaman. Bahwa terjadilah suatu perkembangan musik gamelan (sampai sekarang) membuktikan betapa tinggi musik ini hingga tidak ada bandingnya di Negara lain di Asia Tenggara. Pada masa abad 11 pusat politik pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dengan Kerajaan Airlangga yang berhasil menaklukkan seluruh Jawa (1037), Setelah itu dilanjutkan oleh kerajaan Singasari pada abad 13. Wilayah kekuasaan sampai Kerajaan Majapahit (didirikan oleh Raden Wijaya dengan patihnya yang tersohor Gajah Mada). Dengan patihnya Gajah Mada pada tahun 1350-1389 merupakan puncak kejayaan Majapahit dengan Pemerintahan Hayam Wuruk. Seluruh kepulauan (termasuk kerajaan Sriwijaya) masuk dalam wilayah Nusantara (itu nama wilayah kerajaan Majapahit di luar pulau Jawa). Maka tidak mengherankan bahwa pada waktu itu pun gong yang di Jawa di bawa ke seluruh Nusantara. Namun itu tidak berarti bahwa semua pulau memakai juga musik gamelan. Meskipun tangga nada Pelog dikenal juga di daerah lain, namun umumnya musik di luar Jawa dan Bali mengikuti pola lain: ritmik yang kaya serta melodic yang agak sederhana berdasarkan tangga nada pentatonic tanpa setengah nada (pentatonic anhemitonis) adalah ciri khasnya. Pada akhir jaman Hindu gamelan sudah lengkap seperti jaman sekarang. Hanya satu alat belum ada: rebab. Meskipun demikian, menurut Jaap Kunst belum tentu semua alat dimainkan selalu bersama-sama. Mungkin sekali terdapat suatu ansambel dengan alat musik lembut yang terutama dipakai di

dalam ruang dengan gender, gambang dan suling. Selain itu terdapat ansambel dengan alat musik keras dengan gendang, cymbal (di Jawa sudah tidak ada), macam-macam gong yang dipakai terutama diluar gedung untuk pesta dan pawai. Ansambel alat yang keras seperti di Jawa terdapat terdapat pula di pulau-pulau lain misalnya di Nias dan Flores Barat. Gamelan Munggang, ansambel orkes gamelan tertua, ternyata merupakan ansambel macam ini juga. Menurur Kurst, kedua ansambel baru digabung menjadi satu orkes gamelan sesudah jaman Hindu. Dan inipun terjadi dalam perkembangan waktu. 1389 – 1520 merupakan jaman kemunduran dan kehancuran kerajaan Majapahit. Sementara itu di Malaka terjadi perkembangan kerajaankerajaan Islam yang berkuasa sampai Sumetera. 1511 Malaka direbut Portugis dan masuk pula ke Kepulauan Maluku(1522). Sementara itu di Jawakerajaan Demak, Kerajaan Islam (1500-1546). berdiri Kesultanan Demak menguasai seluruh Jawa dan sebagian besar kepulauan di luar Jawa. Bersama dengan agama Islam masuk ke Indonesia pula alat musik Arab: misalnya rebana, rebab, gambus. Namun alat musik ini berkembang di Indonesia : berbedalah bentuk dan cara bermain rebab: di Jawa,Bali, Sulsel, Sumba (di Sumba rebab ini disebut ‘dunggak roro’) dengan dua dawai; di Sumatera, Kalimantan, Sulut dan Maluku dengan satu dawai; di Aceh dengan tiga dawai. Berbedalah pula nama rebana: terbang, trebang, robana, rabana. Sedangkan gambus {sejenis gitar/mandolin) biasanya dilengkapi dengan alat seperti biola, akordeon, gendang, seruling, bas menjadi orkes gambus. Dengan kata lain: alat musik ini mengalami suatu proses pengintegrasian ke dalam tradisi musik Indonesia. C. Jaman Modern / Masa Kini Banyak tema legu dalam bermusik. Sehingga karya para musisi terdahulu masih enak dan layak di perkembangan dunia musik modern yang semakin meningkat telah merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat serta berkesinambungan dari generasi ke generasi sehingga telah menghasilkan begitu banyak karya yang patut di banggakan. Pesatnya kemajuan industri musik di tanah air pada saat ini di imbangi dengan banyak bermunculannya insan – insan musik yang mendatangkan angin segar bagi industri tersebut. Seperti halnya dunia film, dunia musik juga mempunyai pasar serta penggemar yang banyak dengan aliran musik yang di anutnya, maka berlombalah grup grup musik, duo, maupun solo untuk meniru. Dengan banyak bermunculannya pendatang baru di dunia musik, maka banyak pula karya- karyaserya penghargaan – penghargaantentang musik yang sudah di hasilkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ditingkatkan dandikembangkan bakat generasi muda Indonesia di bidang musik,

khususnya mengenai sejarah, perkembangan serta pengetahuan tentang dunia musik yang sifatnya universal tersebut. Selain itu mereka juga diharapkanmampu untuk memperkenalkan karya – karyake kancah nasional maupun internasional, sebagai hal yang patutdibanggakan, dikembangkan, dipertahankan serta di lstarikankeberadaannya. Mengingat untuk perkembangan dunia musik modern itu sendiri di Indonesia belum ada wadah yang dapat memberi informasi yang akurat tentang segala hal tentang dunia musik moderndi Indonesia. Sedangkan fasilitas untuk mleakukan pelestarian terhadap karya- karya serta penghargaan musik tersebut belum benar – benar ada. Oleh karena itu diharapkan adanya suatu wadah yang dapat menampung karya, penghargaan, minat serta aspirasi yang dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan tentang musik modern yang merupakan salah satu warisan khasanah budaya Indonesia. Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop. Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musikmusik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis. Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop. 1. Musik Daerah/Tradisional Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari : 1. Instrumen Musik Perkusi. Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang. 2. Instrumen Musik Petik Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek. 3. Instrument Musik Gesek Antara lain : Rebab dan Ohyan. 4. Instrument Musik Tiup Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.

2. Musik Keroncong Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik. 3. Musik Dangdut Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya. 4. Musik Perjuangan Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak. 5. Musik Populer (pop) Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

PENUTUP
Musik nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang menunjukkan ciri keindonesiaan. Musik memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang dapat dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop. Deikianlah Modul yang sederhana ini saya buat untuk memenuhi syarat pembelajaran di sekolah dan untuk para siswa-siswi yang mudah-mudahan dijadikan sebagai satu inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan semangat kita dalam belajar. Apabila ada kesalahan dan kekurangan baik isi dan pengungkapannya kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya, kritik dan saran juga kami harapkan dari para penyimak dan pembaca agar kami bisa membuat yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Penyusun

JENIS JENIS MUSIK TRADISIONAL

1. Musik Tradisional Jakarta Jakarta atau dikenanl dengan nama Betawi merupakan pusat pemerintahan dan ibu kota. Kebudayaan betawi sendiri terbentuk dari interaksi antar budaya sejak abad ke-18, seperti budaya Belanda, Cina, Portugis, Bugis, Makasar, dan Bali. Seni budaya tradisional khas Betawi yaitu

a. Gambang Kromong Adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat musik umum (barat) misalnya alat tiup dan alat gesek . Tangga nada yang digunakan pentatonis Cina. Instrumennya; gong, gendang suling, bonang, kecrek, dan rebab sebagai melodi. Dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan. Lagunya berbentuk pantun. b. Tanjidor Adalah kesenian tradisional khas Betawi (Jakarta). Ciri khasnya pada macam-macam alat musik tiup dari kuningan (trompet dll) dan dilengkapi genderang besar (bas drum) sperti pada drum band. Semua personilnya bermain sambil berdiri.

JENIS JENIS MUSIK TRADISIONAL 1. Musik Tradisional Jakarta Jakarta atau dikenanl dengan nama Betawi merupakan pusat pemerintahan dan ibu kota. Kebudayaan betawi sendiri terbentuk dari interaksi antar budaya sejak abad ke-18, seperti budaya Belanda, Cina, Portugis, Bugis, Makasar, dan Bali. Seni budaya tradisional khas Betawi yaitu : a. Gambang Kromong Adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat musik umum (barat) misalnya alat tiup dan alat gesek . Tangga nada yang digunakan pentatonis Cina. Instrumennya; gong, gendang suling, bonang, kecrek, dan rebab sebagai

melodi. Dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan. Lagunya berbentuk pantun. b. Tanjidor Adalah kesenian tradisional khas Betawi (Jakarta). Ciri khasnya pada macam-macam alat musik tiup dari kuningan (trompet dll) dan dilengkapi genderang besar (bas drum) sperti pada drum band. Semua personilnya bermain sambil berdiri.

2. Musik Tradisional Jawa Tengah dan Jawa Timur
Salah satu musik Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menonjol atau populer adalah musik gambelan. Arti gembelan adalah seperangkat alat musik yang cara membunyikannya dengan cara dipukul atau ditabuh, dimainkan dengan cara bersamaan dan merupakan suatu asambel atau simphony. Tangga nada yang digunakan adalah laras selendro dan pelog. Media (bahan) gambelan dibuat dari logam, seperti besi, kuningan, dan perunggu serta kayu. Fungsi gambelan adalah untuk menriringi pagelaran wayang kulit, wayang orang, ketoprak, tari-tarian Jawa, upacara sekaten, dan klenengan untuk upacara adat. Musik tradisional yang lain, di antaranya : a. Musik kentrung, dengan menggunakan terbang b. Gong gumbeng, demgan alt musik sederhana c. Terbang jidor, sebegai pengaruh budaya islam d. Musik lesung e. Musik kentongan, menggunakan alat kentongan f. Musik calung, terdapat di daerah Banyumas/Purwekerto g. Musik terbang Satu perangkat (unit) gambelan yang lengkap terdiri atas instrumen (alat musik) sebagai berikut : a. kelompok kendang,

b. kelompok pencon, c. kelompok blimbingan, d. Kelompok balungan, e. Kelonpok pelengkap. 2.1.Bentuk dan susunan tangga nada(laras pada musik gambelan) Tangga nada dalam gambelan Jawa disebut laras. Laras gambelan terdiri atas dua macam, yaitu laras slendro dan laras pelog. .

3. Musik Tadisional Minahasa
Musik tradisional Minahasa Memiliki alat musik khas yang yang disebut kolintang, semacam gambang yang terbuat dari kayu dan tangga nada yang digunakan adalah nada diatonis. Musik kolintang merupakan musik tradisional dari daerah Minahasa, Sulwesi Utara. Musik ini berjenis idiophone, yaitu instrumen yang ditabuh atau diketuk. Musik kolintang termasuk musik perkusi melodis. Tangga nada yang dipakai adalah diatonis yang mampu membawakan lagu jenis minor dan mayor serta mampu membawakan berbagai macam lagu daerah berbagai macam nada dan irama, serta lagu-lagu daerah, lagu pop Indonesia, lagu wajib Indonesia, dan keroncong.

Bentuk alat musik kolintang sama seprti gambang, saron, dan gender pada gambelan, yang setiap instrumennya terdiri atas bilahan yang dibunyikan dengan ditabuh . Perbedaannya adalah pada musik gambelan bilahnya terbuat dari logamdan dimainkan dengan duduk. Tangga nada yang dipakai adalah pelog dan selendro, yang terbatas dalam membawakan lagu-lagu. Seni musik kolintang saat ini sudah banyak dikenal masyarakat seluruh Indonesia dan dijadikan kekayaan budaya nasional.

4. Musik Tradisional BalI
Musik tradisional Bali hampir sama dengan music Jawa (gamelan). Hanya resonator pada gamelan Bali lebih tinggi dari pada resonator gamelan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Gamelan Bali lebih ekspresif dan dinamis iramanya. Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pentatonis. 1.2 Contoh Musik Tradisional Bali a. Gamelan

b. Jegog c. Rindik/tingklik d. Gong

5. Musik Tradisional Sulawesi Selatan
Musik tradisional Sulawesi Selatan terdiri atas dua jenis, yaitu musik Makasar dan musik Bugis. Instrumen musik keduanya terdiri atas : a. Gendang (genderang dan terbang atau rebana), b. Keso, yaitu rebab dengan dua dawai yang digesek (Makasar), c. Kecapi (Makasar) dan kecaping (Bugis), d. Popondi atau talindo (musik satu dawai dipetik), Alat musik tiup yang terdiri atas puwi-puwi (hobo), basing Bugis (suling kembang), dan basing-basing (klarinet).
e.

6. Musik Tradisional Sulawesi Utara

Instrumen musik dari daerah Sulawesi Utara Terdiri atas : a. Garpu tara dari bambu dan suling bambu, b. Tegonggong (gendang kulit), c. Salude dan arababu dengan dawai. Musik Daerah ini mendapat pengaruh dari agama Kristen

7. Musik Tradisional Kalimantan
Musik tradisional kalimantan merupakan musik khas suku Dayak dengan instrumen yang terdiri atas : a. Kasapi atau sampek (alat musik petik), b. Suling yang disebut juga dengan kedire, kledi, atau keruni, c. Gendang besar dan kecil, d. Gong (tawah).

8. Musik Tradisional Jawa Barat (sunda)
a. Gamelan Degung adalah seperangkat alat musik /gamelan yang mempunyai ciri tertentu dalam warna musiknya. Instrumen yang digunakan; bonang, rincik, saron, jengglong, suling, kecapi, dan rebab. Tangga nada digunakan adalah pentatonis (pelog dan slendro). Pada awalnya musik ini untuk acara keagamaan, tetapi sekarang digunakan untuk mengiringi sendratari, mengiringi gending karesmen (nyanyian resmi), dan sarana hiburan. Keberadaannya telah di kenal sejak zaman Pakuan Pajajaran. b. Calung Adalah seperangkat alat musik terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Tanga nada yang digunakan mulanya pentatonis slendro yang kemudian dikembangkan menjadi laras pelog. Menurut sejarahnya berasal dari alat yang digunakan untuk menghalau burung di sawah yang terbuat dari belahan bambu yang disebut kekeprak. Kekeprak ini digunakan untuk menakuti sero (binatang pemakan ikan peliharaan di kolam atau sawah). Kekeprak ini dibunyikan dengan cara digerakkan dengan air yang jatuh dari pancuran. Alat tersebut berkembang menjadi calung dan sekarang terdiri dari bentuk dan nama berbeda seperti calung gambang, calung gamelan, dan calung jinjing. c. Angklung Adalah seperangkat alat musik terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dikocok. Dulu menggunakan tangga nada pentatonis dan sekarang menggunakan diatonis. Menurut sejarahnya angklung digunakan untuk memeriahkan pesta padi disawah.Tokoh musik angklung yaitu Daeng Sutisna. d. Tarling Berasal dari Cirebon yang ambil dari singkatan gitar dan suling, yakni alat yang mendominasi pada jenis musik ini. Semula alatnya adalah gamelan bambu lalu meningkat pada kecapi kemudian gamelan yang terbuat dari besi atau perunggu, kemudian setelah dikenal gitar maka digunakan untuk menggantikan kecapi. Tokohnya antara lain ; Jon Jayana, H. Abdul Ajid dan Uun S.

e. Arumba Adalah singkatan dari alunan rumpun bambu. Prinsipnya hampir sama dengan angklung hanya dilengkapi dengan susunan bambu mirip gambang/saron yang dibunyikan dengan cara dipukul. Tokohnya antara lain ; Yos Rosadi, Rahmat, Bill Saragih dan Sukardi. f. Gending Cianjuran Adalah jenis musik yang menonjolkan vokal khas Cianjur. Vokal/nyanyian diiringi dengan kecapi, suling dan rebab. Musik ini digunakan sebagai sarana hiburan para bangsawan Sunda. g. Klenengan Adalah suatu pertunjukkan atau permainan gamelan yang menggunakan vokal atau nyanyian. Gamelan ini dilengkapi dengan seperangkat gendang yang berfungsi untuk mengiringi tarian klasik maupun modern. h. Celempungan Adalah jenis musik yang mengutamakan vokal/nyanyian atau gending. Instrumennya terdiri atas kecapi, rebab, dan celempungan (bambu besar yang diberi dawai). Kini celempungan telah diganti dengan perangkat gendang dan gong.

9. Musik Tradisional Batak
Musik daerah Batak disebut dengan musik gondang atau musik tataganing yang membawa penanaman kesadaran musik diatonis yang harmonis, yang mendapat pengaruh dari gereja. a. Seruling (salonat, salodap, tarafat, dan sordam) b. Gendang (tataganing atau gondang) c. Kulcapi, hapetan, hasapi, dan arbab yang dapat dilaras atau distem d. Tanggetong atau nungneng e. Gerantung (semacam gambang) dan gong.

10. Musik Tradisional Minangkabau, Sumatra Barat
Musik yang terkenal di Minangkabau adalah talempong. Talempong berupa campuran alat musik daerah setempat dengan alat musik barat, seperti: a. Alat musik Perkusi yang terdiri atas ketipung, gendang sedang, gendang besar. b. Alat musik tiup atau puput tanduk, puput batabg padi,suling, dan serunai. c. Alat musik Barat (gitar,biola,terompet).

Jenis Jenis Musik Traisiomal

Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel This is a private document.

Info and Rating
Reads: 2,818 Uploaded: 09/08/2010 Category: Uncategorized. Rated: Copyright: Attribution Non-commercial gamelan betawi salonat daerah betawi gending cianjuran dan tokohnya musik betawi daerah jakarta (more tags) gamelan betawi salonat daerah betawi gending cianjuran dan tokohnya musik betawi daerah jakarta daerah sulawesi gending jawa daerah jawa (fewer) Follow

MaNk ArIck Emmo EoTa

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.

p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.

p.

p.

p.

6.

p.

p.

p.

7.

p.

p.

More from this user
PreviousNext 1.

2 p.

8 p.

Add a Comment

Submit Characters: 400

Print this document High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required). Download and Print

Sign up
Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing. Other login options Login with Facebook

Signup
I don't have a Facebook account email address (required) create username (required) password (required) Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications. Sign Up Privacy policy You will receive email notifications regarding your account activity. You can manage these notifications in your account settings. We promise to respect your privacy.

Why Sign up?
Discover and connect with people of similar interests. Publish your documents quickly and easily. Share your reading interests on Scribd and social sites.

Already have a Scribd account? email address or username password Log In Trouble logging in?

Login Successful

Now bringing you back...

« Back to Login

Reset your password
Please enter your email address below to reset your password. We will send you an email with instructions on how to continue. Email address:
þÿ

Submit Upload a Document
þÿ

Search Documents
• • • • • • • • • • • • • • • • • •

Follow Us! scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd About Press Blog Partners Scribd 101 Web Stuff Scribd Store Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright Privacy

Copyright © 2011 Scribd Inc. Language: English Choose the language in which you want to experience Scribd:
• • •

English Español Português (Brasil)

scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. Jenis Jenis Musik Traisiomal Aminuddin adalah anak Baginda Diatas KONSEP RUANG

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->