3.1 Ejaan 3.1.

1 Pengertian Ejaan Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran, dan bagaimana menghubungan lambang-lambang, dan memisahkan lambing-lambang. Secara teknis, ejaan adalah aturan penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan penulisan tanda baca. 3.1.2 Fungsi Ejaan Fungsi ejaan adalah: a. sebagai landasan pembakuan tata bahasa, b. sebagai landasan pembakuan kosa kata dan peristilahan, serta c. sebagai alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia. 3.1.3 Aspek-Aspek Ejaan a. Pengaturan Huruf Huruf yang dipakai dalam karya tulis ilmiah adalah jenis huruf Latin. Huruf Latin terdiri atas bermacam-macam bentuk. Bentuk huruf Latin yang banyak digunakan dalam bahasa-bahasa di dunia adalah huruf Romawi (tegak) dan huruf Italic (miring). Kedua bentuk huruf Latin tersebut diuraikan sebagai berikut. Berdasarkan bentuknya huruf Romawi sangat dikenal dengan bentuknya yang berdiri tegak. Karakteristik bentuk huruf Romawi yang demikian seringkali disebut huruf cetak, karena secara konsisten digunakan di bidang percetakan. Meskipun bentuknya tegak, huruf Romawi dapat dipakai untuk penulisan yang memerlukan nilai-nilai artistik. Penggunaan huruf Romawi dalam penulisan karya ilmiah ditetapkan dengan menggunakan jenis huruf Time New Roman dengan ukuran 12 point. Huruf Time New Roman merupakan salah satu jenis huruf yang memiliki karakteristik bentuk huruf Romawi. Bentuk huruf Latin yang lain adalah huruf Italic. Huruf Italic berdasarkan bentuknya memiliki karakteristik cetak miring. Bentuk huruf yang tercetak miring sering disebut dengan huruf kursif. Penggunaan huruf Italic dalam karya ilmiah mengikuti ketentuan sebagai berikut. 1) Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan. Contoh: a. buku Reformasi Sosial Budaya dalam Era Globalisasi b. majalah Trubus c. surat kabar Media Indonesia 2) Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata. Contoh: a. Huruf ketiga dalam abjad bahasa Indonesia adalah c. b. Subbab berikutnya tidak menguraikan pemilihan kata (diksi). c. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata berperilaku!

(bukan communication) b. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. maka tidak akan terjadi kesalahan pengejaan kata. Misalnya: dalam matematika dapat menggunakan huruf q dan x untuk menandai sesuatu. Pengejaan Kata Bahasa Indonesia dalam sejarah perkembangannya telah menggunakan beberapa ejaan. Nama ilmiah tumbuhan padi adalah Oryza sativa. kecuali kata-kata yang sudah disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. . Sebagai upaya mengurangi kesalahan tersebut. Misalnya. diubah ditulis dirubah atau dirobah. Hal itu menyebabkan pemakaian bahasa Indonesia sering menyerap unsur asing sebagai langkah praktis dari sikap ingin maju dan berkembang dalam segala bidang. nama barang Xerox. 4) Ungkapan asing yang sudah disesuaikan ejaannya tidak perlu ditulis miring. Kenyataan tersebut dapat dilihat lebih lanjut pada buku Bahasa Indonesia Profesi karangan Imam Syafi’ie tahun 1990. Sejak saat pengejaan bahasa Indonesia mengikuti ketentuan EYD yang diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Maqful. antara lain ejaan van Ophuijsen dan ejaan Soewandi. kreativitas bukan kreatifitas atau kreatipitas. nama orang Baihaqi. Akan tetapi. 2) Pemakaian huruf f dan v yang dalam bahasa Indonesia dieja dan diucapkan atau dilafalkan sama. Negara itu telah mengalami beberapa kali kudeta. Contoh: a. sinar-X. Apabila pedoman itu dipelajari dan ditaati. kreatif bukan kreativ atau kreatip.3) Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing. Contoh: positif bukan positip atau positive. telah ditetapkan dan diberlakukan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Contoh: a. xerxes. perlu dicermati dengan berpedoman pada penulisan unsur serapan. (bukan coup d’etat) b. Kesalahan-kesalahan tersebut wajar meskipun harus dihindari karena usia bahasa Indonesia masih muda. Kenyataan menunjukkan bahwa penulisan karya ilmiah yang dilakukan di kalangan akademik ternyata masih ditemukan kesalahan-kesalahan dalam pengejaan kata. b. Iqbal. tepatnya pada 16 Agustus 1972. sejak 1972. pengejaan kata perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Bahasa adalah alat komunikasi. Weltanschauung antara lain diterjemahkan dengan ‘pandangan dunia’. Huruf f dan v sering juga dipertukarkan dengan huruf p. provinsi bukan propinsi. Perhatikan tulisan berikut. 1) Pemakaian huruf q dan x dibatasi hanya untuk keperluan ilmu dan pemakaian nama. Pengaturan lebih rinci dapat dipelajari pedoman penulisan nama ilmiah sesuai bidang studi dan unsur ungkapan asing dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD). menerapkan ditulis mentrapkan.

)س‬shad ( ‫ . zuhud bukan ditulis dan dieja jakat. zebra. hasil. khusus. Misalnya: zakat. Huruf s dari huruf tsa’ antara lain missal. metode 5) Pemakaian huruf sin ( ‫ . sebab. nasihat. Huruf kh dari huruf kha? antara lain makhluk.)س‬dan tsa’ ( ‫ )س‬yang berasal dari bahasa Arab ditulis dan dieja seperti huruf s. syarat. Huruf s dari huruf shad antara lain pasal. kwantitas. 6) Pemakaian huruf h? ( ‫ . masyarakat. jadwal. Contoh: ta-bu ka-wan bu-nyi ka-bar c) Jika di tengah kata ada huruf konsonan yang berurutan (K/KV). juhud 4) Pemakaian huruf h yang berada pada gugus gh. hasil. 8) Pemakaian akhiran yang berasal dari unsur serapan asing mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.3) Pemakaian huruf z pada unsur asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia ditulis dan dieja seperti huruf dan bunyi aslinya. Contoh: Huruf h dari huruf h? dan ha? antara lain sehat. 1) Kata Dasar a) Jika di tengah kata ada huruf vokal yang beruntun (V/V). rhitme. zat. jebra. ritme. ziarah. projektor menjadi kwalitas. methode menjadi sorgum. dan th harus dicermati dengan baik. salju. pemenggalan dilakukan sebelum konsonan. Misalnya:shorgum. Kata-kata yang tidak dapat ditulis lengkap perlu dipenggal menurut suku katanya. Misalnya: tidak ada pengejaan dalam bahasa Indonesia seperti kualitas. jadual. varietas. sedangkan huruf kha? ( ‫ )س‬ditulis dan dieja seperti huruf kh. rh. pemenggalan dilakukan di . senin. c. khayal. Contoh: Huruf s dari huruf sin antara lain selamat. sedangkan huruf syin (‫ )ش‬dieja dan ditulis seperti huruf sy.)س‬ha? ( ‫ )س‬yang berasal dari bahasa Arab ditulis dan dieja seperti huruf h. proyektor. Huruf sy dari huruf syin antara lain syahbandar. varitas. sahabat. khalik. Contoh: ta-at ma-af bu-ah b) Jika di tengah kata ada huruf konsonan dan gabungan konsonan di antara dua vokal (KV/KV) (KV/KKV). morphologi. Vokal beruntun tersebut tidak termasuk huruf diftong. ph. Berikut ini diuraikan cara-cara pemenggalan kata. jiarah. maksud. Seringkali kata yang dituliskan tidak dapat ditulis lengkap karena melebihi batas bidang tulis (margin kanan). Pemenggalan Kata Berdasarkan pedoman umum EYD pemenggalan kata dalam penulisan karya ilmiah dilakukan sesuai aturan bidang tulis yang dipersyaratkan. jat. kuantitas. 7) Pemakaian kata-kata yang seringkali tidak diketahui etimologi atau asal-usulnya oleh penulis. morfologi. insan. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut.

...... pada kata jadian disarankan sedapat-dapatnya untuk tidak memenggal bentuk dasar............ maka pemenggalannya dilakukan dengan: (a) di antara unsur-unsur itu atau (b) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah pemenggalan butir (a)..... sedangkan huruf tebal tidak pernah diatur dalam pedoman EYD............. Pekerjaan itu belum selesai............... Contoh :in-struk-si kon-klu-si e) Pada kata jadian... b) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pertikan langsung.... .. g) Hindarilah pemenggalan pada kata yang berimbuhan (-i) dan kata yang diawali vokal....... Uraian secara rinci kedua pemakaian huruf tersebut sebagai berikut. Pemenggalannya dilakukan dengan mengikuti aturan pemenggalan kata dasar. imbuhan yang berupa awalan dan akhiran.... Contoh: per-ubah-an Contoh: ge-ri-gi Contoh salah: mengakhir-i Contoh salah: deng-an pa-da meski-pun te-lun-juk a-nak da-ri meng-gali ge-me-tar i-kan f) Kata berimbuhan sisipan pemenggalan dilakukan sebagai berikut.. i) Imbuhan yang berasal dari bahasa asing tidak dianggap sebagai imbuhan...... d..... h) Disarankan untuk tidak memenggal kata tugas........antara kedua huruf konsonan tersebut..... Contoh: Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras............ Contoh: Ap-ril han-dal per-gi d) Jika di tengah kata ada tiga atau lebih huruf konsonan (K/KK)..... melainkan sebagai suku kata........ Sebagai tambahan....... 1) Huruf Kapital atau Huruf Besar a) Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.............. Contoh: ......... pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan kedua. Contoh: bio-da-ta pasca-sarjana atau atau bio-data pas-ca-sar-ja-na 2) Kata turunan (belum ada materi!) .... pemenggalan dilakukan dengan memenggal imbuhan tersebut dari kata dasarnya...... termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai..... Pemakaian Huruf Pemakaian huruf yang lazim dalam bahasa Indonesia adalah huruf kapital atau huruf besar dan huruf miring.. Contoh: stan-dar-di-sa-si bukan stan-dar-disasi j) Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat digabung dengan unsur lain....................

Nak!” “Kemarin engkau terlambat. Contoh: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. suku. Contoh: bangsa Indonesia. keturunan. Perdana Menteri Nehru. d) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Nabi Ibrahim Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Profesor Supomo. Contoh: Mahaputra Yamin. Contoh: Allah Yang Mahakuasa dan Maha Pengasih menurunkan wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad. Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya. Wage Rudolf Supratman. atau nama tempat. Haji Agus Salim. “kata Ibu. Imam Syafii. nama nabi/rasul. “Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. “Berhati-hatilah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. atau nama tempat. “Besok pagi. “dia akan berangkat”. e) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. suku bangsa. Tahun ini ia pergi naik haji. Contoh: mesin diesel. dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. f) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang.” katanya. dan kitab suci. 10 volt. Bimbinglah hamba-Mu. Gubernur Irian Jaya Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. suku Sunda. dan bahasa yang dipakai . nama instansi. Sultan Hasanuddin. dan bahasa. Contoh: Ampere. nama instansi. keturunan. Dewi Sartika. Halim Perdanakusumah. termasuk kata ganti untuk Tuhan. bahasa Inggris Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. c) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan.Adik bertanya. Contoh: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. ya Tuhan. Amir Hamzah. Contoh: Wakil Presiden Adam Malik. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. 5 ampere g) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa.

pisang ambon j) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. . Contoh: mengindonesiakan kata asing. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. mandi di kali. Contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa. Contoh: garam inggris. bulan Agustus. Contoh: Asia Tenggara. tarikh Masehi. hari. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. hari Natal. Jalan Diponegoro. beberapa badan hukum. Jazirah Arab.sebagai bentuk dasar kata turunan. Kali Brantas. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. hari Jumat. Dataran Tinggi Dieng. Banyuwangi. badan. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Terusan Suez. Perang Candu. majalah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 Tentang … Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara. dan peristiwa sejarah. Gunung Semeru. gula jawa. hari Galungan. menurut undang-undang yang berlaku k) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. kacang bogor. dan judul karangan kecuali kata seperti di. Cirebon. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Contoh: Republik Indonesia. serta dokumen resmi. Selat Lombok. hari Lebaran. Contoh: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian l) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. Majelis Permusyawaratan Rakyat. hari raya. Contoh: tahun Hijriah. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Contoh: Berlayar ke teluk. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Danau Toba. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pegunungan Jayawijaya. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. menyeberangi selat. Tanjung Harapan. serta dokumen resmi. i) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Lembah Baliem. Teluk Benggala. Ngarai Sianok. Contoh: menjadi sebuah republik. Bukit Barisan. bulan Maulid. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. surat kabar. bulan. keinggris-inggrisan h) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan.

S. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. “Silakan duduk. Contoh: Huruf pertama kata abad ialah a. kata. tetapi ditipu. ibu.H. dan paman yang dipakai dalam penyepaan dan pengacuan. majalah. Contoh: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Dik!” kata Ucok.S.P. Dia bukan menipu. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. saudara. Ia menyelesaikan makalah Asas-Asas Hukum Perdata. S. . Contoh: “Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto. m) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. adik.A. buku Negarakertagama karangan Prapanca. yang. Contoh: Dr. bagian kata. Ny. surat kabar Suara Karya b) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. S. Contoh: majalah Bahasa dan Kesusateraan. Adik bertanya.E. Tn. dari. n) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. Prof. atau kelompok kata. Sdr. o) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. “itu apa. pangkat.ke.. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. kakak. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. = doktor = sarjana hukum = profesor = nyonya S. dan sapaan. = master of arts Catatan: untuk gelar dokter singkatannya dr. 2) Huruf Miring a) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. dan. Contoh: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. = sarjana pertanian = sarjana ekonomi = sarjana sastra = tuan = saudara M.

tritunggal. ekstrakurikuler. penetapan. Contoh: menggarisbawahi. awahama. dan partikel yang akan diuraikan sebagai berikut. inkonvensional. dwiwarna. atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. demoralisasi. e. multilateral. dekameter. subseksi. dasawarsa. antarkota. Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kudeta. kata turunan. menganak sungai. transmigrasi. telepon. Pancasila. sisipan. purnawirawan. nonkolaborasi. di antara kedua . ultramodern Catatan: a) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kaptal. menyebarluaskan. mempermainkan. ekawarna. dilipatgandakan d) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi.Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. aerodinamika. prasangka. biokimia. Penulisan Kata Dalam penulisan karya ilmiah. instropeksi. awalan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. infrastruktur. b) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. kosponsor. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. semiprofessional. Contoh: bertepuk tangan. caturtunggal. reinkarnasi. Buku itu sangat tebal. audiogram. paripurna. mancanegara. swadaya. garis bawahi. Contoh: bergeletar. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. anumerta. gabungan kata. dikelola. mahasiswa. penulisan kata harus mengikuti kaidah-kaidah baku sesuai dengan tata bahasa baku bahasa Indonesia. bikarbonat. Penulisan kata tersebut terdiri atas: kata dasar. kolonialisme. bentuk ulang. narapidana. pramuniaga. 1) Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.. gabungan kata itu ditulis serangkai. c) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. menengok. Contoh: adipati. kata ganti. poligami. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Kata Turunan a) Imbuhan (awalan. sebarluaskan c) Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Contoh: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Kantor pajak penuh sesak. panteisme. kata depan. elektroteknik. saptakrida.

alhamdulillah. pan-Afrikanisme b) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar. darmabakti. bagaimana. kura-kura. mesin-hitung tangan. matahari. buku sejarah-baru. antarwaktu. biri-biri. syahbandar. menulis-nulis. ultrasonik. Contoh: anak-anak. kuda-kuda.unsur itu dituliskan tanda hubung (-). kup-kupu. bumiputra-bumiputra 4) Gabungan Kata a) Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. dan nya Tuhan Yang Mahabesar Tuhan Yang Mahaagung . porak-poranda. manakala. olahraga. c) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata dasar. gabungan itu ditulis serangkai. hulubalang-hulubalang. puspawarna. padahal. sia-sia. laba-laba. hati-hati. rumah sakit umum. termasuk istilah khusus. centang-perenang. manasuka. sebagaimana. sayur mayor. b) Gabungan kata. daripada. Pascasarjana. keratabasa. titimangsa. sediakala. terusmenerus. Contoh: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. gabungan itu ditulis terpisah. kepada. peribahasa. Contoh: non-Indonesia. kereta api cepat luar biasa. mata-mata. beasiswa. bismillah. kacamata. lauk-pauk. halalbihalal. silaturahmi. kau. dibesar-besarkan. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. berjalan-jalan. meja tulis. termasuk istilah khusus. buku-buku. model linear. radioaktif. gerak-gerik. tukar-menukar. Contoh: Tuhan Yang Mahaadil Tuhan Yang Mahakuasa 3. bilamana. undang-undang. Contoh: acapkali. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegas-kan pertalian unsur yang bersangkutan. mahasiswa. tunggang-langgang. paramasastra. orang-tua muda istri pejabat-yang nakal itu c) Gabungan kata berikut ditulis serangkai. simpang empat. kilometer. mondar-mandir. belasungkawa. Bentuk Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. mu. mangkubumi. ramah-tamah. segitiga. huru-hara. anak-istri saya. orang tua. hulubalang. wasalam. sukacita. unsur-unsurnya ditulis terpisah. bumiputra. darmawisata. sukaria. kasatmata. 5) Kata Ganti ku. ibu-bapak kami. darmasiswa. saptamarga. mata pelajaran. astagfirullah. saripati. persegi panjang. kambing hitam. ultraviolet. dukacita. Contoh: duta besar. Contoh: alat pandang-dengar. barangkali. saputangan. watt-jam. akhirulkalam. sukarela. adakalanya. sekalipun.

kendatipun. kalaupun. ku. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim 8) Partikel a) Partikel -lah. -kah. Si Amin lebih tua daripada Si Ahmad. andaipun. sekalipun. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. mu. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. dan dari Kata depan di. sungguhpun. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Initah balasan anak kepada orang tua? b) Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. walaupun. Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. misalnya adapun. biarpun.Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. ke. ia tetap kurus. bagaimanapun. Tanggung jawab > dipertanggungjawabkan Dipertaruhkan < taruh 7) Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contoh: Bacalah buku itu baik-baik. Bermalam sajalah di sini. Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis serangkai. meskipun. ataupun. Jangankan dua kali. dan bukunya tersimpan di perpustakaan 6) Kata Depan di. dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. ke. Contoh: Apa pun yang dimakannya. Contoh: Apa yang kumiliki boleh kauambil Bukuku. Contoh: Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. bukumu. maupun. Contoh: Kain itu terletak di dalam lemari. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. ditulis . Di mana Siti sekarang ? Mereka ada di rumah. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

a) Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis .00 per helai. = dan lain-lain = dan seterusnya dsb. demi. = untuk perhatian (d) Lambang kimia. Harga kain itu Rp9. Baik para mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemontrasi.000. Yamin Suman Hs. badan atau organisasi. Contoh: A.serangkai. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. 9) Singkatan dan Akronim a) Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas tiga huruf atau lebih huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. hlm. Contoh: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. Contoh: dll. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. dst. Contoh: Cu TNT cm = kuprum = trinitrotoluen = sentimeter kVA kg l = kilovolt-ampere = kilogram = liter b) Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. (a) Singkatan nama orang. S. = dan sebagainya = halaman = Yang terhormat sda. singkatan satuan ukuran. takaran. nama gelar. Sukanto S.p. dan tiap ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. Yth. c) Partikel per yang berarti mulai. sapaan. timbangan. = atas nama u. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. A. Contoh: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. Kramawijaya Muh.n. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.= sama dengan atas a. (b) Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. gabungan suku kata. Contoh: DPR PGRI RUU = Dewan Perwakilan Rakyat = Persatuan Guru Republik Indonesia = Rancangan Undang-Undang (c) Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.

IX. 3. berat.5 sentimeter 5 kilogram 4 meter persegi 1 jam 20 menit pukul 15. (iii) nilai uang. (ii) satuan waktu. Pasal 5. II. dan isi. 9 : I. Contoh: ABRI LAN PASI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara Persatuan Atletik Seluruh Indonesia b) Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. . 8. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. atau kamar pada alamat. rumah. Contoh: Bab 10. VIII. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia c) Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf. L (50) pemilihan umum radio detecting and ranging rapat pimpinan rapat kerja b) Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang.seluruhnya dengan huruf kapital. Kamar 189 d) Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 1. VI. suku kata. apartemen. dan (2) akronim dibentuk dengan mempertimbangkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim. 10) Angka dan Lambang Bilangan a) Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. dan (iv) kuantitas. halaman 252 Surat Yasin: 9 e) Penulisan lambang bilangan yang dengan huruf dilakukan sebagai berikut. 6. 7. Contoh: Angka Arab Angka Romawi : 0. Jember Hotel Indonesia. Contoh: 0. 2. hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut: (1) jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia.00 tahun 1928 c) Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan. Contoh: Pemilu radar rapim raker Catatan: Jika dianggap perlu membentuk akronim. X. 5. luas. 4. IV. Contoh: Jalan Karimata VII Nomor 11. III. VII.

52 orang setuju. di tingkat ke-2 itu. Contoh: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. Di antara 72 anggota yang hadir. Ayah memesan tiga ratus 303 ekor ayam. Contoh: Paku Buwono X. Contoh: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. k) Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam . Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 120 juta orang. seperti dalam perincian dan pemaparan. di tingkat kedua h) Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa dipakai secara berurutan. di daerah tingkat II itu. Contoh: tahun ’50-an uang 5000-an lima uang 1000-an atau tahun lima puluhan atau uang lima ribuan atau lima uang seribuan ke-20 ini. kantor di tingkat II itu 2000–2005 g) Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. Bukan: 15 orang tewas dalam kecelakaan itu. j) Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. dan 5 orang memberikan suara blangko. Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Jika perlu susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. lihat Bab II. 15 orang tidak setuju.(a) Bilangan utuh Contoh: dua belas dua puluh dua dua ratus dua puluh dua 12 22 222 (b) Bilangan pecahan Contoh: setengah tiga perempat seperenam belas ½ ¾ 1 /16 f) Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Pasal 5 dalam bab ke-2 buku itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu. i) Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. pada awal abad XX. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. dalam kehidupan pada abad gedung itu.

dan objektif diserap secara utuh di samping kata standar. practisch . shuttle cock. Misalnya: standardisasi.75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah). dan objek. unsur asing yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia diusahakan ejaan asingnya hanya diubah seperlunya hingga ejaan atau bentuk Indonesianya sesuai dengan kaidah EYD dan masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya (lihat kolom di bawah). l) Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Di samping itu. implemen.dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai.75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. Berikut daftar kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia Kata Asing Penyerapan yang Salah Penyerapan yang Benar Risk system effective technique.techniek chelon method kharisma frequency practical. Contoh: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp 999. 11) Penulisan Unsur Serapan Unsur serapan atau pinjaman berdasarkan taraf integrasinya dibagi dalam dua golongan. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara ucapan asing. unsur yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia tetap dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. Misalnya: reshuffle. Kedua. Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. implementasi. Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. akhiran yang berasal dari bahasa asing diserap sebagai bagian yang utuh. Pertama. l’exploitation de l’homme par l’homme. penulisannya harus tepat. Contoh: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.

methoda karisma. tehnologi esselon metoda. formal rationeel. solidariteit complex psychology efficient presidential contungent taxi latex apotheek February November resiko sistim efektip. kharisma . quality formeel. activiteit solidarity. ideaal management coordination survey carier mass media ambulance hypotesis analysis patient activity. effektif tehnik. rational directeur. director ideal.percentage stratosfeer description conduite trotoir kwitantie qualiteit.

kwalitet formil rasionil directur idial managemen kordinasi survei karir mass media ambulan hipotesa analisa pasen aktip.frekwensi praktikal prosentase stratosfir diskripsi kondite trotoir kwitansi kwalitas. teknologi eselon . apothek Pebruari Nopember risiko sistem efektif teknik. aktifitas solidariteit komplek psikology effisien presidential kontingent taxi latek apotik.

praktik persentase stratosfer deskripsi konduite trotoar kuitansi kualitas formal rasional direktur ideal manajemen koordinasi survai karier media massa ambulans hipotesis analisis pasien aktif. aktivitas solidaritas kompleks psikologi efisien presidensial kontingen taksi lateks apotek Februari November .metode karisma frekuensi praktek.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful