Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Cahaya merupakan faktor penting terhadap berlangsungnya fotosintesis, sementara fotosintesis merupakan proses yang menjadi kunci dapat berlangsungnya proses metabolisme yang lain di dalam tanaman (Kramer dan Kozlowski, 1979). Setiap tanaman atau jenis pohon mempunyai toleransi yang berlainan terhadap cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat teduh/bernaungan. Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang berbeda sepanjang periode hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan cahaya dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya dengan intensitas tinggi (Soekotjo, 1976 dalam Faridah, 1995).

Banyak spesies memerlukan naungan pada awal pertumbuhannya, walaupun dengan bertambahnya umur naungan dapat dikurangi secara bertahap. Beberapa spesies yang berbeda mungkin tidak memerlukan naungan dan yang lain mungkin memerlukan naungan mulai awal pertumbuhannya. Pengaturan naungan sangat penting untuk menghasilkan semai-semai yang berkualitas. Naungan berhubungan erat dengan temperatur dan evaporasi. Oleh karena adanya naungan, evaporasi dari semai dapat dikurangi. Beberapa spesies lain menunjukkan perilaku yang berbeda. Beberapa spesies dapat hidup dengan mudah dalam intensitas cahaya yang tinggi tetapi beberapa spesies tidak. (Suhardi et al, 1995) Sebagian dari jenis-jenis dipterocarpaceae terutama untuk jenis kayu yang mempunyai berat jenis tinggi atau tenggelam dalam air atau sebagian lagi tergolong jenis semi toleran atau gap appertunist yaitu jenis-jenis yang memiliki kayu terapung atau berat jenis rendah. Kebutuhan cahaya untuk pertumbuhannya diwaktu muda (tingkat anakan) berkisar antara 50 85 % dari cahaya total.

dkk. Jenis tanaman peneduh yang dapat digunakan antara lain Albizia falcataria (Sengon) atau jenis lain yang memiliki tajuk ringan dan memiliki persyaratan tempat tumbuh yang sama dengan jenis Dipterocarpaceae yang akan ditanam ditempat tersebut. ahli botani Inggris. seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia). Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Jan van Helmont. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari atmosfer dan . grafik kecepatan fotosintesis bergerak linear positif. alga.A dkk (1991) Penanaman jenis Diperocarpaceae di lapangan terbuka harus mempergunakan peneduh. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa sampai intensitas 10. Sedangkan untuk jenis-jenis toleran lebih lama lagi yaitu 5 8 tahun. Pada tempat terbuka kondisi permudaan semai umumnya berdaun kecil dan lemah. karbondioksida. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Menurut Rasyid H. Suhardi (1995) mengemukakan Hopea gregaria yang termasuk dalam jenis Dipterocarpaceae. A. Data penelitian tersebut adalah untuk tanaman dewasa.Untuk jenis-jenis semitoleran naungan untuk anakan diperlukan sampai umur 3 4 tahun atau sampai tanaman mencapai tinggi 1 3 meter. Namun. 1991). di tempat penuh memberikan pertumbuhan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tempat cahaya masuk sebahagian. Pada umumnya anakan meranti khususnya pada tingkat seedling kurang tahan terhadap defisit air tanah.000 lux. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Pada awal tahun 1600an. persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Pengurangan intensitas sinar sampai 60% berpengaruh positif nyata terhadap pertumbuhan awal tinggi dan diameter semai kapur. Pada bagian hutan yang bercelah lebar umumnya banyak dijumpai tumbuh pancang dan tiang. A. Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. pada tahun 1727. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. intensitas cahaya merupakan faktor yang paling berperan terhadap kecepatan berjalannya fotosintesis. Dari penelitiannya. Selain itu. kecuali permudaan dari jenis-jenis meranti berat/tenggelam. sedangkan untuk tanaman muda (tingkat semai-sapihan) belum diperoleh data. penelitian mengenai kekhususan sifat akan kebutuhan cahaya pada jenis-jenis tanaman tertentu juga belum dikerjakan. Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Dibandingkan dengan lama penyinaran dan jenis cahaya. Sangat sedikit jenis yang tergolong intoleran antara lain Shorea concorta (Rasyid H. kecuali anakan Shorea leprosula. seorang dokter dan ahli kimia. Permudaan tingkat semai dari jenis-jenis meranti ringan umumnya kurang tahan terhadap naungan berat. Sejarah Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami. 1. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.

Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida. Demikian semoga ada yg mau membantu menambahkannya. dapat diketahui bahwa intensitas cahaya memengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak". Hal ini dapat terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrum cahaya. faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak mampu melakukan proses fotosintesis. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah dirusak oleh lilin tersebut dapat dipulihkan oleh tumbuhan. Tidak lama kemudian. Pada tahun 1771. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Jean Senebier. menunjukkan bahwa udara yang dipulihkan dan merusak itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Pigmen Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel. Akhirnya di tahun 1782. termasuk batang dan buah yang belum matang. tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. tikus itu akan mati lemas. dokter kerajaan Austria. Jan Ingenhousz. menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples terbalik. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin.1 Kloroplas Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau. Pada kedua jaringan ini. Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya. Di samping adanya perbedaan energi tersebut. seorang pastor Perancis. Joseph Priestley. Pada tahun 1778. Pigmen ininmerupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting dalam menyerap energi matahari. Thank's diberitahukan oleh miftahul fauza 2. Dari kedua percobaan itu. seorang ahli kimia dan pendeta berkebangsaan Inggris. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara.cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. Pada saat itu belum diketahui bahwa udara mengandung unsur gas yang berlainan. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung pada jaringan daun. Di dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar. Pada percobaan Jan Ingenhousz. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. mengulangi eksperimen Priestley. . Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa). tetapi juga oleh pemberian air. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma. 2.

stroma 5. klorofil b. pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma. pati 10. DNA. dan karoten yang berwarna kuning sampai jingga. Di dalam kloroplas terdapat beberapa macam klorofil dan pigmen lain. membran luar 2. ruang antar membran 3. gula fosfat. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapa komponen seperti protein. dan lipid.Membran stroma ini disebut tilakoid. Pigmenpigmen tersebut mengelompok dalam membran tilakoid dan membentuk perangkat pigmen yang berperan penting dalam fotosintesis. enzim. besi (Fe). seperti klorofil a yang berwarna hijau muda. yang didalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang disebut lokuli. dan akseptor elektron. DNA plastida 12. maupun perak (Cu). lumen tilakoid (inside of thylakoid) 6. Sedangkan. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem Hasilmikroskopelektrondarikloroplas Struktur kloroplas: 1. ribosom 11. stroma berisi protein. dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn). Secara keseluruhan. Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. tilakoid (lamella) 9. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). membran tilakoid 7. vitamin-vitamin. kompleks antena. membran dalam (1+2+3: bagian amplop) 4. Fotosistem Fotosistem adalah suatu unit yang mampu menangkap energi cahaya matahari yang terdiri dari klorofil a. RNA. klorofil a. ribosom. karetonoid. Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. granum (kumpulan tilakoid) 8. plastoglobula 3. . klorofil b berwarna hijau tua.

Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Sejumlah Angiospermae efisien dalam melakukan fotosintesis pada intensitas cahaya rendah daripada intensitas cahaya tinggi. Pada fotosistem I ini penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm sehingga klorofil a disebut juga P700. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Oleh karena itu. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Elektron ini selanjutnya masuk ke sistem siklus elektron. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Dengan potensial redoks yang lebih besar. Gymnospermae seringkali menimbun sebagian berat keringnya pada musim dormansi. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. 4. sedangkan banyak Gymnospermae lebih efisien pada intensitas cahaya tinggi. Energi yang diperoleh P700 ditransfer dari kompleks antena. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. air. Perbandingan antara kedua kelompok tanarnan tersebut pada intensitas cahaya rendah dan tinggi seringkali dapat memberikan tekanan-tekanan pada kapasitas fotosintesis terutama pada pe-nimbunan makanan. menuju mesofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. P680 yang teroksidasi merupakan agen pengoksidasi yang lebih kuat daripada P700. akan cukup elektron negatif untuk memperoleh elektron dari molekul-molekul air. dan energi kimia. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. suatu Gymnospermae dengan kecepatan fotosintesis yang sedikit lebih rendah daripada Angiospermae yang deciduous selama musim pertumbuhan . tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Fotosistem sendiri dapat dibedakan menjadi dua.Klorofil a berada dalam bagian pusat reaksi. Pada fotosistem II penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap panjang gelombang 680 nm sehingga disebut P680. Klorofil ini berperan dalam menyalurkan elektron yang berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Elektron yang dilepaskan klorofil a mempunyai energi tinggi sebab memperoleh energi dari cahaya yang berasal dari molekul perangkat pigmen yang dikenal dengan kompleks antena. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. sedangkan species Angiospermae dari jenis deciduous kehilangansebagian berat keringnya melalui respirasi. Pada respirasi. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof.

fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. kimia.dapat menimbun totalberat kering lebih banyak selama satu tahun karena aktivitas fotosintesisnya lebih lama (Kramer dan Kozlowski. maupun biologi sendiri. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). biru (410 . Pada dasarnya.500 nm) dan violet (< 400 nm). Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. hijau kuning (510 600 nm). Dalam reaksi terang. (1992) bahwa terhambatnya pertumbuhan diameter tanaman karena produk fotosintesisnya serta spektrum cahaya matahari yang kurang merangsang aktivitas hormon dalam proses pembentukan sel meristematik kearah diameter batang. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Proses fotosintesis Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. 5. tanaman tidak mampu menambah hasil fotosintesis walaupun jumlah cahaya bertambah. tepatnya pada bagian stroma. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Akan tetapi pada titik jenuh cahaya. 6. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. et al. seperti fisika.700 nm). meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Pernyataan Daniel. 1979). semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Namun secara umum. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Selain itu produk fotosintesis sebanding dengan total luas daun aktif yang dapat melakukan fotosintesis. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Tourney dan Korstia (1974) dalam Simarangkir (2000) mengemukakan pertumbuhan diameter tanaman berhubungan erat dengan laju fotosintesis akan sebanding dengan jumlah intensitas cahaya matahari yang diterima dan respirasi. terutama pada intensitas cahaya yang rendah. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya . Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Fotosintesis pada alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Pada tumbuhan.

Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. yaitu fotosistem I dan II. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. yang dinamakan plastosianin (PC). sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. Untuk menstabilkan kembali. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid.1 Reaksi Terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut sitokrom b6-f kompleks. Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang.yang memiliki panjang gelombang tertentu. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid.] Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: 2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Dengan menggunakan elektron dari air. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. 6.4H+ + O2 + 2PQH2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+) . Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH2 + 4PC(Cu2+) 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I.

5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. terletak di permukaan luar membran tilakoid. 6. ion H+ ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O ATP + NADPH + 3H+ + O2 Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid 6. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+.2 Reaksi Gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur.Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Pertama. yaitu siklus CalvinBenson dan siklus Hatch-Slack. Reaksinya adalah: 4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ 4Fd (Fe3+) + 2NADPH + Ion H yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+.1 Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Kedua. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1. RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Jika kloroplas diberi cahaya. jika . Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase.2. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco.

tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. sebagian lainnya dibawa keluar. Secara bersamaan. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. kemudian daur dimulai lagi. dan regenerasi.kloroplas diberi cahaya. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati.3-bisPGA terbentuk. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4.2. Kemudian pada fase reduksi. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. Ketiga. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. yang menyumbang 2 elektron. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul . ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas.3-Pgaldehida. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. Siklus Calvin-Benson 6.3-bifosfogliserat (1. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. reduksi. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP.2 Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. Pada fase regenerasi. Pada akhir reaksi Calvin. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1.

Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. Dalam keseluruhan proses ini. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan menjadi oksaloasetat. suhu lingkungan. digunakan 5 ATP. di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. Faktor penentu laju fotosintesis Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapat memengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagai faktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya matahari. Namun. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. Selain itu. Hal ini dapat terjadi jika ada fotorespirasi. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. faktor-faktor seperti translokasi .glukosa. konsentrasi karbondioksida (CO2). yang terjadi di sel mesofil. Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisi optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan. inilah sebabnya faktorfaktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum fotosintesis. Siklus Hatch-Slack 7.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang lingkup tumbuhnya lebih memadai untuk pertambahan diameter tanaman. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis : a) Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. Apabila hal seperti ini cukup lama berlangsung maka.8% pada lebar jalur tanaman 4 m dan pada lebar jalur tanam 2 m besarnya 43. Sudut percabangan tanaman lebih besar di tempat ternaung daripada di tempat terbuka. Tingginya suhu udara akan meningkatkan laju transpirasi. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Pengujian pengaruh naungan terhadap pertumbuhan diameter semai Shorea pauciflora dan Shorea selanica secara keseluruhan menunjukkan bahwa antara perlakuan tanpa naungan riap diameter lebih besar daripada sarlon satu lapis dan sarlon dua lapis. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. permukaan tajuk dan sistem perakaran juga dipengaruhi iklim dan kondisi tanah. Menurut Soekotjo (1976) pertumbuhan diameter batang tergantung pada kelembaban nisbi. c) Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. laju fotosintesis akan berkurang. f) Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. umur daun. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh.2% sehinga nilai riap diameter pada jalur tanam 4 m lebih tinggi 5. dapat menyebabkan keseimbangan air tanaman terganggu dan dapat menurunkan pertumbuhan tanaman termasuk diameter tanaman. laju fotosintesis akan naik. pertumbuhan diameter lebih cepat pada tempat terbuka dari pada tempat ternaung sehingga tanaman yang ditanam pada tempat terbuka cendrung pendek dan kekar. Penelitian Simarangkir (2000) memperlihatkan perbandingan besar riap diameter jenis Dipterocarpaceae Dryobalanops Lanceolata pada lebar jalur tanaman sebesar 56. Sebaliknya.karbohidrat. hal ini antara lain dapat ditandai dengan turunnya kelembaban udara relatif. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. e) Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang.6%) dari riap diameter dilebar jalur tanam 2 m. b) Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. pertumbuhan tinggi lebih cepat pada tempat ternaung daripada tempat terbuka. disebabkan besarnya intensitas cahaya yang diterima telah cukup dan juga lebih bebas dari himpitan atau gangguan tanaman dari bagian samping atau sekitarnya mengakibatkan pertumbuhan tanaman kearah bagian samping terganggu/tertekan. d) Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Diameter dan Tinggi Tanaman Marjenah (2001) yang mengadakan penelitian untuk jenis Shorea pauciflora dan Shorea selanica mengemukakan. B. Hal ini membuktikan .7 mm (13. serta ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsi organ yang penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju fotosintesis. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman dipengaruhi oleh cahaya.

80 satuan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ducrey (1992) bahwa morfologi jenis memberikan respon terhadap intensitas cahaya juga terhadap naungan. 2001). Daun yang terbuka. Jumlah Klorofil Daun Marjenah (2001) mengemukakan jumlah daun tanaman lebih banyak di tempat ternaung daripada di tempat terbuka. C.49 satuan dan naungan sarlon dua lapis 40. Tanaman cukup mengambil air. Ditempat terbuka mempunyai kandungan klorofil lebih rendah dari pada tempat ternaung. evaporasi dan transportasi yang rendah. sedangkan Shorea smithiana pada tempat terbuka kandungan klorofilnya 32. Sedangkan Soekotjo (1976) berpendapat bahwa pengaruh cahaya terhadap pembesaran sel dan diferensiasi sel berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi. D. lebih kecil.05 satuan. atau dari tumbuhan toleran dan intoleran. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada di tempat terbuka. hal ini membuktikan bahwa telah terjadi perubahan morfologi pada tanaman sebagai akibat dari perbedaan intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman. . ukuran daun serta batang. Jenis yang diteliti memberikan respon terhadap perbedaan intensitas cahaya. Transpirasi Mayer dan Anderson (1952) dalam Simarangkir (2000) menyatakan bahwa tanaman yang tumbuh dengan intensitas cahaya nol persen akan mengakibatkan pengaruh yang berlawanan. sedangkan dengan naungan sarlon satu lapis berjumlah 42. Ketebalan dan Luas Daun Shorea pauciflora dan Shorea selanica yang ditanam pada bedengan dengan naungan sarlon mempunyai luas daun yang lebih besar daripada yang ditanam di bedengan tanpa naungan. kelembaban tinggi.01 satuan. lebih tebal dan lebih menyerupai kulit daripada daun ternaung pada umur dan jenis yang sama. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada jika berada pada tempat terbuka. Tanaman yang ditanam ditempat terbuka mempunyai daun yang lebih tebal daripada di tempat ternaung. tumbuhan sangat memerlukan cahaya (sinar). tumbuhan cenderung melakukan pertumbuhan ke samping (pertumbuhan diameter). Fitter dan Hay (1992) mengemukakan bahwa jumlah luas daun menjadi penentu utama kecepatan pertumbuhan. Pada umumnya cahaya yang diperlukan oleh setiap jenis tanaman berbeda-beda.21 satuan dan naungan sarlon dua lapis 48.91 satuan.bahwa dalam pertumbuhannya. yaitu suhu rendah. Keadaan seperti ini dapat dilihat pada hasil penelitian dimana daundaun yang mempunyai jumlah luas daun yang lebih besar mempunyai pertumbuhan yang besar pula (Marjenah. mempunyai morfologi yang sangat bervariasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Daniel et al (1992) bahwa daun--daun yang berasal dari posisi terbuka dan ternaung. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. Jumlah daun tanaman lebih banyak di tempat ternaung daripada di tempat terbuka. sehingga pada kondisi dimana tumbuhan cukup mendapatkan cahaya untuk aktivitas fisiologisnya. Dewi (1996) dalam Marjenah (2001) mengemukakan bahwa kandungan klorofil Shorea parvifolia pada tempat terbuka mempunyai kandungan klorofil lebih rendah yaitu 34. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. E. tetapi proses fotosintensis tidak dapat berlangsung tanpa cahaya matahari. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada di tempat terbuka. naungan sarlon satu lapis 36. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun.

Ross CW.com (11 April 2011) http://www.com Salisbury FB.Daftar Pustaka http://www. 31-40 .wikipedia. Jakarta: Erlangga.19-38. Lehninger AL.FisiologiTumbuhanJilid 2. Dasar-DasarBiokimiaJilid 1. 1992. Hal. 1982. Hal.silvikultur. Bandung: InstitutTeknologi Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful