PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN JAMINAN PERJANJIAN FIDUSIA DI KOPERASI SYARIAH ³ALFA DINAR´ SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat memerlukan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi dan berusaha dengan bermacam-macam cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, antara lain dengan menjalin hubungan kerjasama dengan manusia lain. Salah satu upaya dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat diperlukan suatu badan perekonomian seperti koperasi. Pemerintah mununjuk koperasi sebagai salah satu organisasi ekonomi rakyat yang perlu dikembangkan peran sertanya dalam membantu masyarakat ekonomi lemah agar dapat meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karena itu pemerintah memberikan landasan hukum yang dijelaskan dalam UU No 25 tahun 1992 yang menyatakan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang perorangan atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan pada asas kekeluargaan. Begitu besar peranannya dan harapan yang diemban dan dibebankan kepada koperasi, maka wajar bila pembangunan perkoperasian diarahkan untuk mengembangkan koperasi menjadi makin maju, makin mandiri, dan makin berakar dalam masyarakat serta menjadi badan usaha yang sehat dan mampu berperan disemua bidang usaha, terutama dalam kehidupan ekonomi rakyat dalam upaya mewujudkan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Salah satu keistimewaan koperasi antara lain kredit uang dalam koperasi dilakukan dengan jalan bersatu dan bekerja sama untuk dapat memperoleh kredit yang dibutuhkan dan memberi manfaat dengan syarat-syarat yang mudah serta bunga yang rendah atas dasar kepercayaan para pihak yang bekerja sama dalam meringankan beban hidupnya. Dalam pelaksanaan pemberian kredit sangat diperlukan jaminan. Hal ini dimaksudkan agar pihak debitur akan benar-benar melunasi utang. Selain itu apabila pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya (wanprestasi) dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka kreditur dapat melakukan penuntutan. Adapun dasar dari penuntutan adalah Pasal 1266 KUHPerdata, yang menyatakan bahwa bila salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya, maka pihak yang lain berhak menuntut pembatalan dimuka hakim. Sedang mengenai apa yang dapat dituntut ditentukan oleh Pasal 1267 KUHPerdata. Dengan demikian, wanprestasi ini tidak membebaskan debitur dari tanggung jawabnya. Adapun sifat hukum dari fidusia sebagaimana halnya dengan bentuk-bentuk jaminan yang lain adalah bersifat accessoir (tambahan) karena fidusia mengikuti perikatan pokok yang telah ada antara kreditur dan debitur, yaitu utang-piutang. Pada fidusia, sebagai jaminan kepada kreditur adalah hak milik sedang barangnya tetap dikuasai oleh debitur. Dalam hal ini dapat kita ketahui bahwa fidusia lebih menguntungkan pihak debitur dimana selain mendapatkan kredit, debitur juga masih dapat menguasai barangnya. Pengaturan mengenai lebaga jaminan fidusia di Indonesia sudah dimulai sejak jaman Belanda dari hasil adopsi yurisprudensi di Negara Belanda yang tidak diatur dalam KUHPerdata. Jaminan fidusia ini merupakan perkembangan dari kebutuhan kredit dari masyarakat yang tidak tertampung pada lembaga jaminan yang ada pada waktu itu yaitu gadai dan hipotek (sekarang Hak Tanggungan). Karena pengaturan mengenai lembaga jaminan fidusia yang

berdasarkan yurisprudensi dirasa kurang memberikan kepastian hukum bagi para pihak, oleh karena itu untuk memberikan kepastian hukum dalam lembaga fidusia, maka dikeluarkan UU No.42 Tahun 1999 tentang fidusia. Dan untuk memberikan perlindungan kepada para pihak, maka perjanjian fidusia ini harus dibuatkan dalam akta notaris dan didaftarkan pada kantor pendaftaran fidusia sesuai dangan Pasal 5 UU No.42 Tahun 1999. Berdasarkan uraian diatas, maka untuk mengetahui perjanjian fidusia lebih lanjut, penulis mengambil judul : ³ PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN JAMINAN PERJANJIAN FIDUSIA DI KOPERASI SYARIAH ³ALFA DINAR´ SURAKARTA´. B. Pembatasan Masalah Keterbatasan penulis dari segi waktu, biaya, dan tenaga tidak memungkinkan penulis menjelaskan semuanya, maka perlu kiranya ditentukan batasan dan ruang lingkup yang akan diteliti, agar sesuai dengan arah dan tujuan penulisannya yaitu tentang pemberian kredit dengan jaminan fidusia yang berupa BPKB Mobil di Koperasi Syariah µAlfa Dinar´Surakarta. C. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka penulis menitik beratkan permasalahan dan memberikan perumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pelaksanaan fidusia sebagai jaminan kredit di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta? 2. Kelemahan apa yang ada pada perjanjian fidusia sebagai jaminan kredit di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´ Surakarta? 3. Bagaimanakah cara penyelesaian dari perjanjian fidusia sebagai jaminan kredit di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´ Surakarta? D. Tujuan Penelitian Penelitian ini berdasarkan atas masalah-masalah yang timbul dalam kenyataannya di lapangan untuk mencari dan mendapatkan alternatif penyelesaian baik secara teoritis maupun praktis. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah 1. Tujuan Obyektif : a) Untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian fidusia sebagai jaminan pemberian kredit di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta. b) Untuk mengetahui hambatan-hambatan dan kelemahan-kelemahan yang dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian fidusia di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta. c) Untuk mengetahui cara penyelesain dari perjanjian fidusia di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta. 2. Tujuan Subyektif : a) Memperoleh data yang penulis perlukan sebagai bahan penyusunan skripsi. b) Melengkapi persyaratan guna mencapai gelar kesarjanaan dalam bidang ilmu hukum Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi Surakarta. E. Manfaat Penelitian Ada dua macam manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini, antara lain manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis dengan uraiannya sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Diharapkan penelitian ini dapat menambah Ilmu Pengetahuan dalam praktek dibidang Hukum Perdata pada umumnya, terutama masalah hukum jaminan yang berhubungan dengan fidusia pada khususnya.

artinya tidak ada paksaan. dimana perjanjian merupakan ³Suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih´. Persetujuan itu sifatnya sudah mantap. 2000 : 225) Dari beberapa perumusan tersebut diatas. 2. Persetujuan kehendak itu sifatnya bebas.´(Purbacaraka. a. SH memberikan rumusan bahwa perjanjian adalah´ Suatu persetujuan dengan mana dua orang atau lebih saling mengikatkan diri untuk melaksanakan suatu hal mengenai harta kekayaan´. SH memberikan pengertian bahwa perjanjian adalah´Suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada seorang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. sedangkan syarat yang ketiga dan keempat disebut syarat objektif. Dewasa (Abdulkadir. Keempat syarat tersebut adalah : a. apa yang dikehendaki oleh pihak yag satu dikehendaki pula oleh pihak yang yang lainnya. Selain itu ada beberapa tanggapan dari para sarjana hukum kita antara lain: Menurut Prof. Pengertian Perjanjian Mengenai pengertian perjanjian. Cakap Pada umumnya orang dikatakan cakap melakukan perbuatan hukum apabila ia sudah dewasa. tekanan dari pihak manapun juga. Sepakat mereka yang mengikatkan diri. Suatu sebab yang halal. Sepakat Sepakat diartikan sebagai persetujuan kehendak. Syarat pertama dan kedua disebut syarat subjektif. Suatu hal tertentu. dapat dilihat pada Pasal 1313 KUHPerdata. d. menurut Prof.(Abdulkadir. c. Dalam pengertian persetujuan kehendak termasuk juga tidak ada kehilafan dan tidak ada penipuan. karena berhubungan dengan objek perjanjiannya. Dikatakan tidak ada kehilafan atau kekeliruan atau kesesatan apabila salah satu pihak tidak hilaf atau tidak keliru mengenai pokok perjanjian atau sifat-sifat penting objek perjanjian atau mengenai orang dengan siapa diadakan perjanjian itu.´(Subekti. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan. b. Manfaat Praktis Memberikan informasi kepada masyarakat guna mengetahui proses dan ketentuan -ketentuan fidusia dalam prakteknya serta perannya dalam melindungi kepentingan kreditur. 1987 : 1) Menurut Purnadi Purbacaraka. Subekti. dapat disimpulkan bahwa Perjanjian pada hakekatnya mengikat para pihak berdasar pada kesepakatan diantara mereka.2. Dikatakan tidak ada paksaan apabila orang yang melakukan perbuatan itu tidak berada dibawah ancaman baik dengan kekerasan jasmani maupun dengan upaya menakut-nakuti. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. karena berhubungan dengan subjek perjanjian. b. betul-betul atas kemauan sukarela pihak-pihak. seia sekata pihak-pihak mengenai pokokpokok perjanjian. 1987 : 47). Syarat Sahnya Perjanjian Pasal 1320 KUHPerdata merumuskan empat syarat sahnya perjanjian. 1993 : 231) artinya mereka yang: . dan tidak lagi dalam perundingan. SH memberikan pengertian bahwa perjanjain adalah ³Suatu sikap tindak beberapa pihak tertentu ( yang mengadakan perjanjian). Tinjauan Umum Tentang Perjanjian 1. Abdulkadir Muhammad. Selain itu.

Beberapa asas tersebut antara lain : a. Asas obligator . Selain itu. Sebab yang halal Sebab adalah suatu yang menyebabkan orang membuat perjanjian. tidak jelas. Sejak saat itu perjanjian mengikat dan mempunyai akibat hukum. sulit. 3) Orang-orang perempuan. Menurut ketentuan Pasal 1330 KUHPerdata. Tetapi kebebasan tersebut dibatasi oleh tiga hal yaitu : 1) Tidak dilarang oleh Undang-undang. Akibat hukum ketidakcakapan membuat perjanjian ialah bahwa perjanjian yang telah dibuat itu dapat dimintakan pembatalannya kepada hakim. dikatakan tidak cakap membuat perjanjian ialah : 1) Orang-orang yang belum dewasa. baik yang sudah diatur atau belum diatur dalam Undang-undang. 2) Mereka yang ditaruh dibawah pengampuan. Tetapi apabila dalam perjanjian yang mereka buat tidak ditentukan lain. objek perjanjian. dan apakah bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan atau tidak ( Pasal 1337 KUHPerdata). bahkan tidak mungkin dilaksanakan. Asas ± Asas Perjanjian Hukum perjanjian mengenal beberapa asas penting yang merupakan dasar kehendak pihakpihak dalam mencapai tujuan. Jika pembatalan tidak dimintakan oleh pihak yang berkepentingan. Asas ini hanya mengenai hak dan kewajiban saja. 3) Tidak bertentangan dengan kesusilaan. Prestasi itu harus tertentu atau sekurang-kurangnya dapat ditentukan. Asas pelengkap Asas ini mengandung arti bahwa ketentuan Undang-undang boleh tidak diikuti apabila pihakpihak menghendaki dan membuat ketentuan-ketentuan sendiri yang menyimpang dari ketentuan Undang-undang. c. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjianperjanjian tertentu. 3. dalam hal yang ditetapkan oleh undang-undang. c. yang diperhatikan atau diawasi oleh Undang-undang ialah ³isi perjanjian itu´. perlu diperhatikan pula bahwa sebab yang halal merupakan sebab yang tidak bertentangan dengan Undang-undang. yang menggambarkan tujuan yang hendak dicapai oleh pihak-pihak. 2) Tidak bertentangan dengan ketertiban umum. maka perjanjian itu batal. b. Asas konsensual Asas ini mengandung arti bahwa perjanjian itu terjadi sejak saat tercapainya kata sepakat (konsessus) antara pihak-pihak mengenai pokok perjanjian.1) Sudah mencapai umur 21 tahun 2) Sudah kawin walaupun belum berumur 21 tahun. prestasi yang wajib dipenuhi. Undang-undang tidak mempedulikan apa yang menjadi sebab orang mengadakan perjanjian. maka berlakulah ketentuan Undang-undang. atau prestasi itu kabur. Kejelasan mengenai pokok perjanjian atau objek perjanjian ialah untuk memungkinkan pelaksanaan hak dan kewajiban pihak-pihak. d. atau objek perjanjian. d. sepanjang tidak dimungkiri oleh pihak yang berkepentingan. perjanjian itu tetap berlaku bagi pihak-pihak. apakah dilarang oleh Undangundang atau tidak. Suatu hal tertentu Suatu hal tertentu merupakan pokok perjanjian. Asas kebebasan berkontrak Setiap orang bebas mengadakan perjanjian apa saja. Jika pokok perjanjian. yang mendorong orang membuat perjanjian.

. R. menjadi tanggungan untuk segala perikatannya perorangan´. e) Karena percampuran tangan . i) Karena berlakunya syarat-batal. (Subekti. hal mana akan diatur suatu bab tersendiri. 4. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari. Berakhirnya perjanjian Mengenai hapusnya perjanjian. 3) Perjanjiamn garansi. yang berbunyi : ³Segala kebendaan si berutang. Ia dapat diadakan diluar (tanpa) pengetahuan siberutang tersebut.Asas ini mengandung arti bahwa perjanjian yang dibuat oleh pihak-pihak itu baru dalam taraf menimbulkan hak dan kewajiban saja. Macam-Macam Jaminan Menurut Prof. b) Jaminan kebendaan Jaminan kebendaan dapat diadakan antara kreditur dengan debiturnya. f) Karena pembebasan utang . tetapi juga dapat diadakan antara kreditur dengan seorang ketiga yang menjamin dipenuhinya kewajiban kewajiban siberutang (debitur). yang berbunyi sebagai berikut : ³Semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai Undang-undang bagi yang membuatnya´. Subekti. yang serupa dengan tanggung renteng. 2) Tanggung menanggung. atau karena alasan-alasan yang oleh Undang-undang dinyatakan cukup untuk itu´. B. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan . baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. ³Persetujuan-persetuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak. 2. memberikan rumusan mengenai asas kekuatan mengikat. h) Karena kebatalan atau pembatalan . SH.1989 :15) yaitu : a) Jaminan perorangan Jaminan perorangan adalah selalu suatu perjanjian antara seseorang berpiutang(kreditur) dengan seorang ketiga yang menjamin dipenuhi kewajiban-kewajiban siberutang (debitur). ada dua macam jaminan. Tinjauan Umum Tentang Jaminan 1. yang diatur dalam Bab I buku ini . e. dapat kita temukan dalam Pasal 1381 KUHPerdata. Yang termasuk jaminan perorangan adalah : 1) Penanggung (borg) adalah orang lain yang dapat dapat ditagih. d) Karena perjumpaan utang atau konpensasi . Hak milik baru berpindah apabila dilakukan dengan perjanjian yang bersifat kebendaan yaitu melalui penyerahan (livering). dapat dilihat pada Pasal 1131. g) Karena musnahnya barang yang terutang . belum memindahkan hak milik. j) Karena lewatnya waktu. b) Karena penawaran pembayaran tunai. antara lain sebagai berikut : a) Karena pembayaran . Asas pacta sun servanda (asas kekuatan mengikat) Asas kekuatan mengikat adalah suatu asas yang menentukan bahwa suatu perjanjian yang dibuat secara sah akan mengikat parapihak dalam perjanjian yang bersangkutan sebagaimana mengikatnya Undang-undang. Dalam Pasal 1338 ayat 1 dan 2 KUHPerdata. Pengertian Jaminan Mengenai pengertian jaminan. c) Karena pembaharuan utang .

c. Mudah dan pasti melakukan eksekusi Tidak dapat dibagi-bagi artinya bahwa hak tanggungan memebebani dan setiap bagiannya.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria berikut atau tidak berikut bendabenda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan utang tertentu. b. merumuskan bahwa fidusia adalah´pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya diadakan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda itu´. biay-biaya mana harus didahulukan´. Pemegang gadai berhak menjual sendiri benda gadai dalam hal si berutang wanprestasi. Droit de suite yaitu selalu mengikutio obyek yang dijaminkan dalam tangan siapapun benda itu berada Memenuhi asas spesialitas dan publisitas sehingga dapat mengikat pihak ketiga dan memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Bersifat Accesoir (tambahan).Yang termasuk jaminan kebendaan adalah: 1) Gadai (pand) a. yang dimaksud Hak Tanggungan adalah ³Hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagai mana yang dimaksud dalam UU No. dan yang memberikan kekuasaan kepada si berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang berpiutang lainnya . benda yang menjadi obyek gadai adalah benda bergerak baik berwujud maupun tidak berwujud. Bersifat Kebendaan. maka dapat dilihat ciri-ciri hak tanggungan antara lain sebagai berikut : Memberikan kedudukan yang diutamakan atau mendahului kepada pemegangnya. Subyek Gadai Pemberi Gadai adalah pihak yang menggadaikan yaitu debitur. Jaminan Yang Baik (ideal) Adapun jaminan yang baik (Subekti. Tujuan sifat kebendaan adalah untuk memberikan jaminan bagi pemegang gadai bahwa dikemudian hari piutangnya pasti dibayar dari nilai barang jaminan. Sifat Gadai Gadai adalah untuk benda bergerak . Hak menjual sendiri benda gadai. 3) Jaminan Fidusia Dalam pasal 1 ayat 1 UU No. 3.4 Tahun 1996. dengan kekecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan. yang diserahkan kepadanya oleh seorang lain atas namanya. . Benda gadai harus diserahkan oleh pemberi gadai pada Pemegang gadai. Pengertian Mengenai pengertian gadai. Penerima Gadai atau Pemegang Gadai adalah pihak yang menerima atau memegang gadai yaitu kreditur. yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur kreditur lainnya Dari pengertian hak tanggungan tersebut. dapat dilihat dalam Pasal 1150 KUHPerdata yang berbunyi : ³Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak. Debitur bisa terdiri dari orang perorangan dan badan hukum. Dari hasil penjualan ini pemegang gadai berhak untuk mengambil pelunasan piutangnya beserta bunga dan biaya dari penjualan itu. Benda gadai dikuasai pemegang gadai ( inbezitstelling). 2) Hak Tanggungan Didalam Pasal 1 ayat 1 UU No.42 Tahun 1999. 1989 : 19) adalah: a) Yang dapat secara mudah membantu memperoleh kredit itu oleh pihak yang memerlukannya.

fidusia merupakan suatu bentuk jaminan atas benda-benda bergerak disamping gadai yang dikembangkan oleh yurisprudensi. Akan tetapi setelah berlakunya UU No. merumuskan bahwa fidusia adalah´pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya diadakan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda itu´. Benda tidak bergerak. 1984: 21) 2. C.b) Yang tidak melemahkan potensi (kekuatan) si pencari kredit untuk melakukan (meneruskan) usahanya. kuasa atau wakilnya mengajukan permohonan pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia. c) Droit de suite Jaminan fidusia tetap mengikuti benda yang menjadi obyek jaminan fidusia dalam tangan siapapun benda tersebut berada. Sedangkan yang menjadi subjek dari jaminan fidusia adalah pemberi dan penerima fidusia. c) Yang memberikan kepastian kepada si pemberi kredit. 4. Pemberi fidusia adalah orang-perorangan atau korporasi pemilik benda yang menjadi objek jaminan fidusia. khususnya bangunan yang tidak dibebani Hak Tanggungan. kecuali pengalihan atas benda persediaan yang menjadi obyek jaminan fidusia. Adapun prosedur dalam pendaftaran jaminan fidusia. dengan melampirkan pernyataan pendaftaran fidusia. Hak yang didahulukan dari penerima fidusia ini tidak hapus karena adanya kepailitan dan atau likuidasi pemberi fidusia.(Oey Hoey. Pendaftaran Jaminan Fidusia Pendaftaran jaminan fidusia diatur dalam Pasal 11 sampai dengan Pasal 18 UU No. Sifat Jaminan Fidusia a) Bersifat Accesoir Yaitu berupa perjanjian tambahan atau ikutan dari suatu perjanjian pokok yang menimbulkan kewajiban bagi para pihak untuk memenuhi suatu prestasi b) Droit de Preferenca atau Hak mendahului Hak mendahului adalah hak penerima fidusia untuk mengambil pelunasan piutangnya atas hasil eksekusi benda yang menjadi obyek Jaminan fidusia. antara lain sebagai berikut : a) Penerima fidusia. Untuk pertama kalinya Kantor Pendaftaran Fidusia didirikan di Jakarta dengan wilayah kerja mencakup seluruh wilayah RI. yaitu bila perlu dapat mudah diuangkan untuk melunasi utangnya si penerima (pengambil) kredit. Apabila benda yang sama menjadi obyek jaminan fidusia. Tinjauan Umum Tentang Fidusia 1. Pendaftaran dilakukan pada Kantor Pendaftaran Fidusia. Menurut Oey Hoey Tiong. 42 Tahun 1999 yang menjadi objek jaminan fidusia adalah benda bergerak yang terdiri dari benda dalam persediaan. wajib mengganti obyek yang setara.42 Tahun 1999. d) Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya 3. Kantor Pendaftaran Fidusia berada dalam lingkup tugas Departemen Hukum dan Perundangundangan. Pemberi jaminan fidusia yang telah mengalihkan obyek jaminan atas benda persediaan.SH. Objek dan Subjek Jaminan Fidusia Sebelum berlakunya UU No. baik berwujud maupun tidak berwujud b. sedangkan penerima fidusia adalah orang perorangan atau korporasi yang mempunyai piutang yang pembayarannya dijamin dengan jaminan fidusia. peralatan mesin dan kendaraan bermotor. Benda bergerak. Pengertian Fidusia Dalam pasal 1 ayat 1 UU No. Benda yang dibebani jaminan fidusia wajib didaftarkan. .42 Tahun 1999 tentang fidusia. piutang. maka objek jaminan fidusia diperluas dan dibedakan menjadi dua macam yaitu: a..42 Tahun 1999. maka hak yang didahulukan tersebut diberikan kepada hak yang lebih dahulu pendaftarannya pada kantor pendaftaran fidusia. dalam arti bahwa barang jaminan setiap waktu tersedia untuk dieksekusi. benda dagangan.

b) Penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima fidusia sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan. Yang dimaksud dengan titel eksekutorial adalah kekuatan eksekusi yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. maupun jasa´. d) Kantor Pendaftaran Fidusia menerbitkan dan menyerahkan kepada penerima fidusia sertifikat jaminan fidusia pada tangal yang sama dengan penerimaan permohonan pendaftaran. b) Pelepasan hak atas jaminan fidusia oleh penerima fidusia. Hapusnya Jaminan Fidusia Yang dimaksud dengan hapusnya jaminan fidusia adalah tidak berlakunya lagi jaminan fidusia. kesanggupan) . uang. Muhammad Djumhana memberikan pengertian kredit adalah ³ Penundaan pembayaran dari prestasi yang diberikan sekarang. Sedangkan menurut Pasal 1 Butir 11 UU No. D. Capacity (kemampuan. b. 1991 : 23 ). jika dengan cara demikian dapat diperoleh harga tinggi yang menguntungkan para pihak.42 Tahun1999 tentang Jaminan Fidusia yang memberi rumusan bahwa eksekusi jaminan fidusia adalah penyitaan dan penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia. yaitu: a) Hapusnya utang yang dijamin dengan fidusia antara lain karena pelunasan dan bukti bukti hapusnya utang berupa keterangan yang dibuat kreditur. Menurut Drs. 5. antara lain sebagai berikut : a) Pelaksanaan titel eksekutorial oleh penerima fidusia. Syarat-syarat Kredit Syarat-syarat kredit mengacu pada asas 5C. 1996 : 229). c) Musnahnya benda yang menjadi objek jaminan fidusia ( Pasal 25 UU No. karena debitur tidak memenuhi prestasinya. Tinjauan Umum Tentang Kredit 1. yang timbul dari persetujuan kredit yang akan diadakan.´ 2.10 Tahun 1998 tentang Perbankan menyatakan bahwa kredit adalah ³penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. baik dalam bentuk barang. e) Jaminan fidusia lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal dicatatnya jaminan fidusia dalam Buku Daftar Fidusia. Ada tiga sebab hapusnya perjanjian fidusia. c) Membayar biaya pendaftaran fidusia.b) Kantor Pendaftaran Fidusia mencatat jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran. moral dan kejujuran dari calon nasabah perlu diperhatikan sehubungan untuk mengetahui apakah ia dapat memenuhi kewajibannya dengan baik. watak) Kepribadian . Ada tiga cara eksekusi benda jaminan fidusia.(Djumhana. c) Penjualan dibawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima fidusia. 6.42 Tahun 1999). Eksekusi Jaminan Fidusia Eksekusi jaminan diatur dalam Pasal 29 sampai dengan Pasal 34 UU No. Carakter ( kepribadian. yaitu: a. (Badrulzaman. Pengertian Kredit Kredit berasal dari bahasa Romawi ³Credere´ yang berarti percaya .

c. 2) Kredit Jangka Menengah Kredit yang berjangka waktu antara satu sampai tiga tahun kecuali kredit tanaman musiman. Capital (modal. 3) Kredit Jangka Panjang Kredit yang berjangka waktu lebih dari tiga tahun. Kredit dilihat dari jangka waktunya: 1) Kredit Jangka Pendek Kredit yang berjangka waktu maksimal satu tahun dan kredit ini termasuk untuk tanaman musiman yang jangka waktu lebih dari satu tahun. kekayaan) Modal usaha dari calon nasabah yang telah tersedia/telah ada sebelum mendapatkan fasilitas kredit. c. Keadaan struktur dan sifat permodalan tersebut akan menentukan seberapa besar fasilitas kredit bank yang akan menentukan seberapa besar fasilitas kredit bank yang akan diberikan sebagai tambahan modal. 2) Kredit Dengan Jaminan Kredit ini diberikan kepada nasabah yang sanggup menyediakan benda yang dapat dijadikan jaminan. 2) Kredit Produktif Kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperlancar proses produksi. e. d. jaminan) Agunan merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan kredit karena sebagai jaminan kredit. Kredit dilihat dari cara pemakaiannya 1) Kredit dengan uang muka (persekot) Pada kredit dengan uang muka ini. Kredit dilihat dari penggunaannya 1) Kredit Eksploitasi Kredit jangka pendek yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk pembiayaan kebutuhan modal kerja perusahaan sehingga dapat berjalan lancar. 3. dalam arti kata maksimum kredit pada waktu penarikan pertama. yaitu : a. penarikan kredit dilakukan sekaligus. 2) Kredit rekening Koran Dalam sistem ini debitur menerima seluruh kreditnya dalam bentuk rekening koran dan kepadanya diberikan blanko cek. 2) Kredit Investasi Kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan bank kepada perusahaan untuk . bank mendapat kepastian bahwa kredit yang diberikan dapat diberikan dapat diterima kembali pada suatu saat yang telah ditentukan. Kredit dilihat dari jaminannya: 1) Kredit Tanpa Jaminan Kredit ini jarang digunakan karena mengandung resiko yang besar bagi bank. Macam-macam Kredit Ada lima macam penggolongan dari kredit. d. Conditional of Economic (kondisi ekonomi) Seorang kreditur dalam memberikan kredit harus memandang prospek usaha debitur karena mempengaruhi dalam pengembalian kredit. Dengan adanya jaminan. Collateral (agunan.Kemampuan calon nasabah dalam mengembangkan dan mengendalikan usahanya serta kesanggupannya dalam menggunakan fasilitas kredit yang diberikan. Kredit dilihat dari tujuannya: 1) Kredit Konsumtif Kredit yang diberikan dengan tujuan untuk membeli barang-barang kebutuhan lainnya yang bersifat konsumtif. sepenuhnya dipergunakan oleh nasabah untuk usahanya. e. b.

tetapi juga berdasarkan perimbagan jasa usaha anggota terhadap koperasi. d. . memberikan rumusan bahwa ³Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan´. seperti yang tercantum dalam pasal 5 UU No. c. Menurut Revrisor Baswir. Kemandirian. 3) Kredit Perdagangan Kredit yang diberikan dengan tujuan untuk membeli barang-brang untuk dijual kembali. Muhammad Djumhana.1994 : 227). b. yaitu : a. Hapusnya Perjanjian Kredit Dalam prakteknya. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. Modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kemanfaatan anggota.melakukan investasi penanaman modal. 1997 : 3). 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. selain itu seorang anggota dapat mengundurkan diri dari Koperasinya sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Koperasi. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.(Baswir. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. Prinsip Koperasi Koperasi dalam menjalankan fungsi dan peranannya melaksanakan prinsip-prinsipnya. Ketentuan yang demikian ini merupakan wujud dari nilai kekeluargaan dan keadilan. Tinjauan Umum Tentang Koperasi 1. Para anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi. b) Adanya pembatalan oleh salah satu pihak terhadap perjanjiannya. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. yang dimaksud dengan koperasi adalah ³Suatu bentuk perusahaan yang didirikan oleh orang-orang tertentu untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu berdasarkan aturan-aturan dan tujuan tertentu pula´. Kemandirian mengandung pengertian dapat berdiri sendiri. 2.25 Tahun 1992. keputusan. perjanjian kredit bank hapus karena (Tje¶Aman.´(Djumhana. Sifat sukarela dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun. c) Adanya pernyataan penghentian perjanjian secara sepihak. Sedangkan sifat terbuka mengandung arti bahwa dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk apapun. E. e. Oleh karena itu. Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada para anggota juga terbatas dan tidak didasarkan semata-mata atas besarnya modal yang diberikan. Pengertian Koperasi Menurut Drs. tanpa bergantung pada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan. kemampuan dan usaha sendiri. Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi. 1989 :36): a) Ditentukan oleh para pihak didalam perjanjian. 4. dan bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Sedangkan menurut Pasal 1 UU No. SH memberikan pengertian bahwa koperasi adalah ³ Bagian integral dari perekonomian baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat.

untuk kemudian dipinjamkan kembali kepada anggota-anggotanya yang memerlukan bantuan modal. Berdasarkan Jenis Komoditi 1) Koperasi Ekstratif Koperasi Ekstratif adalah Koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber-sumber alam tersebut. penggolongan-penggolongan tersebut antara lain : a. . 4) Koperasi Kredit Koperasi Kredit atau Koperasi Simpan pinjam adalah Koperasi yang bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dari para anggotanya. Bentuk Koperasi Menurut Revrisond Baswir (Baswir. 3) Koperasi Pemasaran Koperasi Pemasaran adalah Koperasi yang dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang yang dihasilkannya. Berdasarkan Profesi Anggota 1) Koperasi Karyawan (Kopkar) 2) Koperasi Pegawai (KP) 3) Koperasi Angkatan Darat (Kopad) 4) Koperasi Mahasiswa (Kopma) 5) Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) 6) Koperasi Veteran Republik Indonesia (Koveri) 7) Koperasi Nelayan dan sebagainya d. yang biasanyaq didirikan sebagai pemusatan dari beberapa koperasi primer dalam lingkup suatu wilayah tertentu. 3) Koperasi Pusat Koperasi Pusat adalah Koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer. Berdasarkan Bidang Usaha 1) Koperasi Konsumsi Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang berusahabidang penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan para anggotanya 2) Koperasi Produksi Koperasi Produksi adalah Koperasi yang kegiatan utamanya melakukan pemrosesan bahan baku menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. dan beranggotakan orang-seorang. Sedangkan Koperasi Peternakan adalahKoperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu. Berdasarkan Daerah Kerja 1) Koperasi Primer Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh.4. 3) Koperasi Industri dan Kerajinan Koperasi Industri dan Kerajinan adalah jenis koperasi yang melakukan usahanya dalam bidang usaha industri atau kerajinan tertentu. 2) Koperasi Pertanian dan Peternakan Koperasi Pertanian adalah Koperasi yang melakukan usaha sehubungan dengan komoditi pertanian tertentu.1997 : 97). c. b. 2) Koperasi Sekunder Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi. 4) Koperasi Jasa-Jasa Koperasi Jasa-jasa adalah Koperasi yang mengkhususkan usahanya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu. bentuk-bentuk koperasi digolongkan kedalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan criteria dan karakteristik-karakteristik yang tertentu pula.

7 Tahun 1992 tentang Perbankan.4) Koperasi Gabungan Koperasi Gabungan adalah Koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi pusat 5) Koperasi Induk Koperasi induk adalah Koperasi yang beranggotakan koperasi pusat atau koperasi gabungan. Oleh karena itu. Bahan/Materi Penelitian Adapun bahan dalam penelitian ini adalah 1. d) UU No. yaitu: a) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. e) UU No.572 Surakarta B. Fungsi Koperasi Koperasi dalam menjalankan usahana sebagai gerakan ekonomi rakyat mempunyai beberapa fungsi. Slamet Riyadi No. Metode ini mengaitkan hukum kepada usaha untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan kongkrit dalam masyarakat. c) UU No. 2. Adapun metode penelitian dalam rangka penulisan skripsi ini diuraikan sebagai berikut: A. C. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian yuridis sosiologis yaitu pendekatan secara kenyataan dalam praktek. Bahan Hukum Primer b) KUHPerdata. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian. . Sifat Penelitian Sifat penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Hukum Jaminan terutama Fidusia dan karangan sarjana terkemuka dalam bentuk buku teks ilmiah maupun artikel-artikel. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang merupakan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta yang tampak. metode ini memusatkan perhatiannya pada pengamatan mengenai efektifitas dari hukum. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No. 42 Tahun 1999 tentang Fidusia. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara kerja yang digunakan untuk mengumpulkan data dari objek yang menjadi sasaran penelitian. b) Berperan secara aktif dalam upaya mempertinngi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. yang berkedudukan di ibu kota negara. D. d) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. c) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta yang beralamat di Jl. Bahan Hukum Sekunder Meliputi buku-buku atau literatur ilmiah yang berkaitan dengan materi yang dibahas yaitu tentang Perjanjian. 5.

Dalam hai ini adalah data yang diperoleh dari Koperasi Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta. pendapat ataupun penemuan yang berhubungan erat dengan pokok permasalahan. Surakarta merupakan salah satu kantor cabang dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah BMT ³Alfa Dinar´ Karanganyar yang beralamat di Jalan Lawu No. tanggal 22 juli 2003 Akta Perubahan No. Bahan Hukum Tersier Meliputi bahan-bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang diperoleh dari Kamus Hukum. b.305. Penelitian Lapangan a.1986:250) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS A.1/VII/2003. teori-teori. Metode analisis data yang dipakai adalah analisis kualitatif yaitu suatu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif baik secara lisan maupun tertulis dan perilakunya yang nyata diteliti dan dipelajari sebagai sesuatu yang utuh.(Soekanto. maka metode analisis data. tertanggal 19 januari 2004 . 2. Identitas Kelembagaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ³Alfa Dinar´ Surakarta yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi No. tulisan-tulisan dalam buku yang membahas masalah hukum. 2. NPWP : 02. dokumen-dokumen. Sumber Data 1. Tipe wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan agar hasil wawancara sesuai dengan yang diteliti dan tidak menyimpang dari pokok permasalahan. 01/BH/PAD/KOK. Cara Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini akan diupayakan dengan cara sebagai berikut: 1. Data primer Merupakan data pokok berupa data-data yang diperoleh dari lokasi penelitian. Penelitian Kepustakaan Metode ini merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan melalui data tertulis dari literatur dan peraturan perundang-undangan.3. Kamus Bahasa Indonesia. F. 1. Pengamatan (Observasi) Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara meneliti dan mengamati secara langsung objek yang diteliti. E.95 Karanganyar dengan ijin usaha No.006. Wawancara (Interview) Yaitu metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan tanya jawab secara langsung pada pihak yang bersangkutan. Data Sekunder Merupakan data yang terlebih dahulu dikumpulkan atau dilaporkan oleh orang diluar penulisan sebagai keterangan pendukung dan penunjang kelengkapan data primer. Metode Analisis Setelah data terkumpul. buku-buku yang berkaitan baik secara langsung dan tidak langsung dengan objek yang diteliti.5-526.572 Jajar. Gambaran Umum Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´ Surakarta.444/BH/285. G. Cara ini dimaksudkan untuk mencari konsepkonsep.II/I/2004. meliputi perundang-undangan.000 .

Munggut. Kantor Cabang Dinar Mulia yang beralamat di Jalan Raya Solo-Tawangmangu km. 5) Sistem pembinaan Sumber Daya Manusia yang terintegrasi.Ag 2) Pengawas Syariah Ketua/Anggota : Ustadz. teller.58 Laweyan.SIUP : 503/646/11. c. dapat digambarkan seperti dibawah ini : Keterangan : 1) Dewan Pengurus Ketua : Drs. Kantor Cabang Alfa Dinar yang beralamat di Jalan Raya Solo-Purwodadi km. Adapun beberapa sistem penunjang dalam Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Alfa Dinar antara lain sebagai berikut : 1). Mojogedang. Direktur Utama yang membawahi Direktur. kantor pusat operasional yang berada di Karanganyar tersebut juga memiliki beberapa anak cabang lagi.30 Karangpandan e. H. Dewan Pengurus.1 Gemolong Sragen. Joelarso b) Manager Area : Area I : Bawa Setyanta. Dewan Pengawas Syariah. 2) Telah menerapkan teknologi komputerisasi di semua kantor untuk seluruh transaksi dan layanannya. b. antara lain sebagai berikut : a. Kantor Cabang Alfa Dinar yang beralamat di Depan PTP IX Kerjo Arum. S. Joelarso Sekretaris : Bambang Haryanto.58 Manahan Banjarsari. S. g.dari organ-organ tersebut. marketing funding. SP ( Area Solo dan Simo Boyolali) Area II : Ali Mahfut. 6) Kwalitas Sumber Daya Manusia yang amanah dan professional. TDP :113426500310 Selain itu. Direktur membawahi Manager Area. 3) Telah memiliki Job Description (Gambaran Kerja) dan Job Decission (Keputusan Kerja). Kantor Cabang Dinar Nur Ummah yang beralamat di Jalan Samratulangi No. f. Performa semua Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Alfa Dinar (8 Kantor ) sudah terstandar dan representative (memadai). 2. Sas (Area Gondangrejo dan Area . acconting. Struktur Kelembagaan Dalam suatu badan usaha diperlukan organ-organ usaha untuk menjalankan kegiatan usahanya. d.11 Papahan Tasikmadu. Kepala Kantor membawahi marketing Finance. SE Bendahara : Murdadi. Adapun stuktur organisasi Koperasi Simpan Pinjam (KPS) Syariah Alfa Dinar meliputi : Rapat Anggota Tahunan. Kantor Cabang Alfa Dinar yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No. Solo. Kantor Cabang Alfa Dinar yang beralamat di Jalan Raya Solo-Tawangmangu km.34/SIUP-PK/IX/2008. Kantor Cabang Dinar AL-Musanni yang beralamat di Jalan Raya Gemolong-Sragen km. Kantor Cabang Alfa Dinar yang beralamat di Suroboyo. Kerjo. Mustaqim LC Anggota : Ustadz Kasori Mujahid 3) Pengelola Pengelola Kantor Pusat : a) Direktur Utama : Drs.12 Gondang Rejo. h. Manager Area membawahi Kepala Kantor. 4) Telah memiliki SOP (Standard Operational Procedure).

maupun tahunan. A. bulanan. bersikap tanggung jawab.Akt Tasikmadu : Daru Kartiko Karangpandan : Sriyono Mojogedang : Dwi Setyo Nugroho. motivasi. SE. Hari Nugroho. 2) Melaksanakan kegiatan penarikan angsuran ataupun pengembalian pembiayaan yang diberikan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar. 4) Menandatangani dan mendisposisi surat menyurat perjanjian atau kontrak ataupun akad memvalidasi pewenangan (otorisasi) laporan keuangan. 5) Bersama kepala kantor cabang senantiasa melakukan koordinasi untuk mengendalikan dan menjaga kesehatan rasio-rasio keuangan. c. SE Karanganyar : N. maupun keperluan audit dan investigasi. 2) Melakukan ferivikasi dan validasi data-data dan bukti-bukti transaksi dengan kebenaran faktual. Abdul Ghafur. SH. saran. nasehat. inventaris personalia dan kearsipan kantor cabang. Accounting d. Marketing Finance c. Tugas Kepala Kantor 1) Sebagai panutan.Gemolong Sragen) Area III : Sri Yono. 2) Melaksanakan rencana baik harian. Kerjo : Sunarno Sedangkan stuktur organisasi dari kelembagaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar Surakarta terdiri dari : a. 4) Melayani atau memberikan data laporan kepada petugas dari kantor pusat baik dalam rangka pelaporan rutin. . mingguan. Kepala Kantor b. 5) Menjalin hubungan dengan masyarakat nasabah koperasi. adil dan tegas. SE Gondangrejo : Safari Muh. Marketing Funding Adapun tugas dari masing-masing organ Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar Surakarta adalah sebagai berikut : a. berprakarsa. 6) Memberikan arahan. 3) Melaksanakan fungsi enterpreneurship ditingkat cabang. Tugas Accounting 1) Melaksanakan kegiatan teknis administrasi korespondensi. penilaian dan pengawasan kepada staf bawahannya. SE. b. Area Karangpandan dan Area Tasikmadu ) 4) Kepala Kantor Solo I : Supri Hartono Solo II : Slamet Riyadi.(Area mojogedang dan Area Kerjo) Area IV : Nanang Hari Nugroho.(Area Karanganyar. Tugas Marketing Finance 1) Melaksanakan kegiatan survey bagi calon nasabah debitur yang mengajukan pembiayaan atas tugas atau rekomendasi dari kepala kantor. SH.Md Simo : Mustaqim. 3) Melakukan pembukuan akuntatif dan membuat laporan keuangan serta laporan lainnya yang diperlukan oleh lembaga.Akt. Teller e. pengawasan rutin.

kerja cerdas. 2) Melayani transaksi funding maupun financing 3) Meneliti secara cermat alat dan bukti transaksi tentang kelengkapannya. yaitu : a. financing. Tujuan utama kami adalah beribadah kepada Allah SWT. terdapat pula budaya perusahaan (corporate culture) dan nilai dasar (corporate value) yaitu Budaya perusahaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´ adalah ³Kami senantiasa mengutamakan kerja ikhlas. kebenarannya. 4. 3. 5) Kami harus meningkatkan produktivitas. 4) Membuat laporan funding. d) Kewajiban kami adalah meningkatkan kesejahteraan hidup. keabsahannya. Kegiatan Simpanan Kegiatan simpanan ini terdiri dari tiga. kerja keras. e. 4) Kami harus menjalin kemitraan jangka panjang. Jenis Kegiatan Setiap badan usaha pasti memiliki kegiatan usahanya. dan legalitasnya. Selain visi dan misi. b). 2) Kami harus mengutamakan kejujuran dan kedisiplinan.d. 3) Kami harus menciptakan produk-produk berkualitas. Fungsi utama kami adalah menjadi khalifatullah c) Tugas utama kami adalah dakwah amar ma¶ruf nahi munkar. adapun kegiatan usaha yang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´ Ada dua jenis. serta kerja tuntas´. Tugas Teller 1) Melayani dan memberikan informasi tentang produk-produk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar kepada customer. 5) Mengajukan otorisasi dan aprovement pencairan kas dan peneriamaan kas yang diluar kewenangannya kepada pejabat yang berwenang memiliki otoritas itu. dan lainnya serta rekapannya kepada bagian accounting. 2) Simpanan Isy Karima Simpanan Isy Karima adalah suatu simpanan dimana jumlah nominal yang disetor setiap . 2) Melaksanakan kegiatan pemasaran atas produk-produk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar kepada masyarakat sesuai dengan target sasaran dan stegtement yang telah ditentukan atau telah diprogramka. prosedur yang telah ditetapkan dan berlaku serta sesuai dengan kewenangannya. antara lain sebagai berikut : 1) Simpanan Dinar Simpanan Dinar adalah jenis simpanan yang flexibel sehingga dapat diambil sesuai kebutuhan dan nasabah yang akan memperoleh bagi hasil dari saldo rata-rata harian simpanan tersebut tiap bulan. 6) Kami harus meningkatkan efisiensi dan efektifitas.sedangkan nilai dasarnya adalah a). Tugas Marketing Funding 1) Melaksanakan kegiatan keagenan atau mewakili Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar dilapangan dalam melayani nasabah yang membutuhkan transaksi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah Alfa Dinar seperti setoran atau penarikan simpanan atau tabungan ataupun deposito sesuai dengan syarat. kas. b) Misi 1) Kami harus mengedepankan akhlakul karimah. Visi dan Misi dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´Surakarta a) Visi Kami harus menjadi lembaga keuangan syariah yang sehat melalui layanan terbaik serta terdepan dalam inovasi produk oleh sumber daya islam professional dan diridhoi Alaah SWT.

Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anngota. b. 3) Pembiayaan Ijaroh Pembiayaan Ijaroh adalah akad pemindahan hak guna antara Koperasi dengan anggota atas barang ataupun jasa melalui pembayaran upah sewa atau jasa. Simpanan Pokok Khusus Simpanan Pokok Khusus adalah sejumlah uang yang dimiliki oleh para pendiri koperasi dan selanjutnya dijadikan modal usaha dari koperasi tersebut. Laba/ SHU Ditahan Laba/SHU Ditahan adalah keuntungan usaha dari koperasi yang masih belum cair ataupun masih dipegang oleh debitur maupun nasabah. c. Simpanan Pokok Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan Wajib Simpanan Wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. g. Cadangan Resiko Cadangan Resiko adalah dana yang sifatnya sekunder ataupun dana tambahan yang digunakan pada waktu koperasi benar-benar membutuhkan dana selain simpanan pokok dan simpanan wajib. d. Permodalan Permodalan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´ berasal dari beberapa hal.bulan ditentukan besarnya dan hanya dapat diambil apabila sudah jatuh tempo pengambilan sesuai dengan isi perjanjian yang telah disepakati. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota. Laba dari pembiayaan ini dibagi antara nasabah dengan Koperasi dalam bentuk bagi hasil yang kompetitif. Kegiatan Pembiayaan (Kredit) Kegiatan pembiayaan ini juga terdiri dari empat. antara lain : a. 2) Pembiayaan Murabahah Pembiayaan Murabahah adalah akad jual beli barang antara Koperasi dengan anggota pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. 5. Cadangan Umum Cadangan Umum adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimaksudkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi jika diperlukan. f. Laba/SHU Tahun Berjalan . b. e. 3) Simpanan Berjangka Simpanan Berjangka adalah simpanan akan produktif dengan cara dibiayakan secara professional. antara lain sebagai berikut : 1) Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara koperasi dengan anggota dimana pihak pertama (shohibul mal) menyediakan seluruh modal sedangkan anggota menjadi pengelola usaha. 4) Pembiayaan Qard Pembiayaan Qard adalah akad peminjaman uang atas dasar kebajikan antara Koperasidengan kaum dhu¶afa potensial untuk membantu permodalan usaha ataupun kebutuhan yang sangat penting dan mendesak. Hasil usaha ini dibagi sesuai dengan kesepakatan pada waktu akad pembiayaan ditandatangani yang dituangkan dalam bentuk nisbah misalnya 50 : 50.

manager menandatangani surat persetujuan pembiayaan dan diserahkan ke bagian accounting. Data-data yang harus dilampirkan pemohon antara lain : . Manager menganalisa permohonan dan mewawancarai calon nasabah kemudian dilanjutkan dengan registrasi permohonan pembiayaan. sedangkan dalam prosedurnya. Bagian Accounting membuatkan akad. Sedangkan menurut prosedur. Pada saat pemohon datang.000.000 4 Cadangan Umum 95. Tahap selanjutnya adalah manager menyetujui atau menolak pembiayaan. Tabel Permodalan No Modal Jumlah 1 Simpanan Pokok 125.410 5 Cadangan Resiko 160. 5.000 2 Simpanan Wajib 24. Formulir diserahkan kembali setelah diisi dan ditandatangani serta dilengkapi dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´.885. kemudian meminta tanda tangan kepada debitur. 2. pemberian kredit dengan jaminan fidusia harus melewati proses yang panjang.589 B.676 6 Laba/SHU Ditahan 0 7 Laba/SHU Tahun Berjalan 760. Selain itu. kemudian menyerahkan buku angsuran.Laba/SHU Tahun Berjalan adalah keuntungan usaha dari koperasi selama satu tahun melakukan kegiatan usahanya. Apabila ditolak.450. Pelaksanaan Pemberian Kredit dengan Jaminan Fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ³Alfa Dinar´ Surakarta. ditemukan beberapa perbedaan antara prosedur pemberian kredit dengan praktek dilapangan. Tahap Permohonan Pemohon yang akan mengajukan permohonan pembiayaan harus datang sendiri ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah³ALFA DINAR´ untuk mengisi formulir surat permohonan pembiayaan yang telah disediakan. Berdasarkan uraian tersebut. 3. Tahapan-tahapan itu antara lain sebagai berikut : 1.286.230. Bagian teller melakukan pemeriksaan keabsahan dokumen dan melakukan pembayaran kepada nasabah. kemudian mengisi formulis permohonan dengan dilampiri fotokopi identitas (KTP) yang selanjutnya diserahkan ke manager. pelaksanaan pemberian kredit dengan jaminan fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ sangatlah sederhana. Dalam praktek dilapangan. maka pelaksanaan pemberian kredit dalam prakteknya dapat digambarkan seperti bagan pada lampiran.000 3 Simpanan Pokok Khusus 1. Adapun tahapan-tahapan dalam prakteknya antara lain : 1. pihak koperasi memanggil nasabah dan menjelaskan alasan penolakan. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan. sedangkan apabila disetujui.190. pemohon diberikan penjelasan (sosialisasi) tentang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ sehingga meluruskan pemahaman-pemahaman yang mungkin masih salah pengertian mengenai jalannya KSP atau BMT banyak masyarakat yang belum tahu. pelaksanaan pemberian kredit dengan jaminan fidusia seharusnya melalui beberapa tahapan. bagian accounting membuat kartu pembiayaan. Nasabah ataupun debitur datang sendiri ke koperasi. buku angsuran dan kwitansi tanda terima yang selanjutnya diserahkan ke bagian teller.024. 4.

a.= Rp. 6) Data objek pembiayaan. sedangkan data-data yana lainnya tidak dilampirkan. Berdasarkan prektek dilapangan. 7) Data jaminan dan objek pembiayaan. 4) Fotokopi Surat Ijin Usaha perdagangan (SIUP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). semakin lama tahun pembuatannya dan semakin tidak bagus kondisinya. data-data yang dilampirkan dalam permohonan pembiayaan hanyalah fotokopi KTP.-. jarang sekali badan hukum yang mengambil kredit dengan jaminan fidusia (BPKB mobil). 7) Data jaminan. Calon nasabah adalah perorangan 1) Surat permohonan pembiayaan. 5) Laporan keuangan minimal 2 tahun terakhir.. 3) Akta pendirian usaha berikut perubahannya yang sesuai dengan ketentuan pemerintah dan company profile. maka pemohon menunggu konfirmasi dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ untuk melaksanakan penilaian serta ferifikasi ke lapangan dan rapat pengurus.000. kemudian pihak Koperasi melihat seberapa besar jumlah pembiayaan yang diajukan oleh debitur. biasanya penaksiran dari Koperasi itu tergantung dari kondisi mobil dan tahun pembuatan dari mobil itu sendiri. besarnya . kegunaan dari kredit tersebut. Tahap Analisis Pembiayaan Berdasarkan surat permohonan pembiayaan yang telah diisi dan dilengkapi persyaratan lainnya serta data hasil penilaian dan ferifikasi yang dilakukan oleh bagian pemasaran pembiayaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´.000. Menurut hasil penelitian dilapangan. Proses penaksiran ini tidak mengacu pada harga pasaran dari mobil yang dijadikan jaminan. maka bagian . pihak kreditur dalam hal ini Koperasi tidak mendapatkan untung. yang diperlukan untuk mendukung data-data awal. dalam pelaksanaan penilaian terhadap barang jaminan ditaksir berapa harga jualnya. Selain itu.15. jangka waktu. kebanyakan adalah perseorangan. 10. 5) Surat persetujuan suami-istri diatas materai.500. Semakin baru tahun pembuatannya dan semakin bagus kondisi mobil.3. 6) Data penghasilan nasabah.000. hal ini dikarenakan apabila lebih dari pada itu. maka dalam pemberian kredit di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ membatasi besarnya kredit sesuai permohonan asalkan tidak melebihi 70% dari harga jual yang ditaksirkan oleh Koperasi. 4) Proposal pengajuan pembiayaan. maka batas maksimal pembiayaan yang diterima adalah 70% X Rp. Dalam proses pemberian kredit. penghasilan nasabah ataupun debitur dan barang yang dijadikan jaminan.000. cara pembayaran. b. Legalitas usaha nasabah. maka semakin tinggi pula taksiran harga dari mobil tersebut. semakin kecil taksiran harga mobil tersebut. 2. 2) Proposal pengajuan pembiayaan. agunan ataupun jaminan yang dipakai. Adapun isi dari permohonan kredit adalah identitas nasabah. misalnya harga jual dari mobil yang telah ditaksirkan adalah Rp. 2) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon nasabah dan istri sebanyak 2 buah 3) Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah. begitu pula sebaliknya. jumlah pembiayaan. Calon nasabah adalah badan hukum 1) Surat permohonan pembiayaan. Kegiatan penilaian dan ferifikasi ini untuk menyesuaikan data-data yang telah diajukan oleh pemohon dalam formulir permohonan pembiayaan dengan kondisi usaha yang sebenarnya maupun untuk memperoleh data-data lain yang relevan. batas maksimalnya adalah 70% dari harga jual yang telah ditaksirkan oleh Koperasi. Tahap Penilaian dan Ferifikasi Setelah data-data dan persyaratan-persyaratan tersebut telah dilengkapi dan sudah diserahkan kembali kepada KSP. 15.000.

prospek usaha. yang timbul dari persetujuan kredit yang akan diadakan. c) Pribadi pemilik usaha harus memenuhi prinsip dasar yang dikenal dengan istilah ³5C´. kemampuan. 3. Keadaan struktur dan sifat permodalan tersebut akan menentukan seberapa besar fasilitas kredit bank yang akan menentukan seberapa besar fasilitas kredit bank yang akan diberikan sebagai tambahan modal. kekayaan) Modal usaha dari calon nasabah yang telah tersedia/telah ada sebelum mendapatkan fasilitas kredit. Carakter ( kepribadian. 4. 2. Untuk memperoleh keyakinan tersebut. yaitu : 1. watak) Kepribadian . jaminan) Agunan merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan kredit karena sebagai jaminan kredit. Akan tetapi. moral dan kejujuran dari calon nasabah perlu diperhatikan sehubungan untuk mengetahui apakah ia dapat memenuhi kewajibannya dengan baik. pembukuan (pencatatan). Untuk memperhitungkan keuangan yang ada dengan penyaluran dana pada pemohon dan penyaluran dana tersebut akan mempengaruhi kondisi perusahaan atau tidak. Dari hasil analisis tersebut kalau memungkinkan dapat dilakukan pembiayaan. Dalam hal analisis pembiayaan ini sudah sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang berbunyi : ³Dalam memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah. Kemudian data hasil penilaian dan ferifikasi ini akan dibuat analisis perhitungan besarnya pinjaman. Akan tetapi kalau permohonan dana melebihi dari batas kemampuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ ALFA DINAR´. modal. b) Nasabah mempunyai kemampuan return of investment atau mampu mengembalikan uang dengan baik. 5. Bank Umum wajib mempunyai keyakinan berdasarkan analisis yang mendalam atas itikad baik dan kemampuan serta kesanggupan Nasabah Debitur untuk melunasi utangnya atau mengembalikan pembiayaan dimaksud sesuai dengan yang diperjanjikan. Conditional of Economic (kondisi ekonomi) Seorang kreditur dalam memberikan kredit harus memandang prospek usaha debitur karena mempengaruhi dalam pengembalian kredit. bank mendapat kepastian bahwa kredit yang diberikan dapat diberikan dapat diterima kembali pada suatu saat yang telah ditentukan. Collateral (agunan. sehingga dalam pelaksanaannya bank harus memperhatikan asas-asas perkreditan atau pembiayaan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah dalam arti keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan Nasabah Debitur untuk melunasi kewajibannya sesuai dengan yang diperjanjikan merupakan factor penting yang harus diperhatikan oleh bank. maka dilakukan pembiayaan. sebelum memberikan kredit bank harus melakukan penilaian yang seksama terhadap watak. bagian marketing. maka rapat tersebut mengundang manager untuk pemutusannya.´ Dalam Pasal 8 tersebut dijelaskan bahwasanya kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah yang diberikan oleh bank mengandung resiko. kesanggupan) Kemampuan calon nasabah dalam mengembangkan dan mengendalikan usahanya serta kesanggupannya dalam menggunakan fasilitas kredit yang diberikan. laba rugi dan alur kas untuk diajukan ke manager. Capital (modal. pemasaran produk. Capacity (kemampuan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai jenis usaha. sebelum dilakukan pembiayaan terlebih dahulu diadakan rapat umum antara bagian keuangan. bagian accounting. Dengan adanya jaminan.pemasaran melakukan rapat untuk menganalisis apakah calon nasabah itu : a) Pemilik usaha dan menguasai bidang usahanya dengan baik. analisis proyeksi. .

Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. persetujuan pembiayaan dari manager diserahkan kepada bagian Accounting untuk selanjutnya menandatangani kolom persetujuan pada permohonan dan membuat akad perjanjian serta membuatkan kartu pembiayaan. calon nasabah membawa barang jaminan yang akan digunakan sebagai jaminan pembiayaan. Proses akad pembiayaan ini bisa dilakukan manager operasional atau marketing finance. maka nasabah datang ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ untuk diberi surat persetujuan. Dalam persetujuan pembiayaan berisi bahwa pihak Koperasi menyetujui permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah atau debitur dan biaya-biaya seperti administrasi. c) Doa dan penutup. isi dari perjanjian kredit dengan jaminan fidusia dibacakan oleh manager operasional atau bisa juga dibacakan oleh marketing finance. Komite Pembiayaan merupakan tingkat paling akhir persetujuan sebuah proposal pembiayaan. Dalam proses ijab qobul ada dua saksi yaitu suami ataupun istri dari debitur bagi debitur yang sudah menikah dan bagian administrasi dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´. dimana seharusnya jaminan fidusia dibuatkan akta Jaminan Fidusia yang memuat identitas pihak pemberi dan penerima fidusia. materai. kemudian pihak debitur dan kreditur menandatangani surat tanda terima agunan dan surat kuasa menjual. karena dalam kedua hal ini dirasa sudah cukup mewakili semua data yang dibutuhkan untuk menganalisa calon debitur. yang menjadi dasar pertimbangan analisis hanyalah Collateral (jaminan) dan Conditional of Economic (keadaan ekonomi) saja. data perjanjian pokok yang dijamin fidusia. Tahap Persetujuan Permohonan dan Realisasi Pembiayaan Proses persetujuan adalah proses penentuan disetujui atau tidaknya sebuah pembiayaan usaha. Isi dari surat kuasa ini adalah dimana pihak debitur memberikan kuasa menjual kepada pihak Alfa Dinar yang diwakili oleh manager. . Setelah pembacaan isi perjanjian selesai dibacakan. Dalam tahap ini. asuransi ditanggung oleh debitur. buku angsuran dan kwitansi tanda terima. 4. Proses persetujuan ini juga tergantung kepada pihak Koperasi Simpan Pinjam Syariah ³ALFA DINAR´yang biasanya disebut dengan Komite Pembiayaan. Oleh karena itu hasil akhir dari Komite Pembiayaan adalah penolakan atau penundaan ataupun persetujuan pembiayaan. nilai penjaminan dan nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia. hanya dilakukan penandatangan dari akad tersebut.-. maka pihak pihak yang bersangkutan yang ikut dalam akad tersebut menandatangani isi perjanjian diatas meterai Rp. dan prospek usaha dari nasabah debitur. dalam praktek dilapangan jaminan fidusia juga tidak didaftarkan dan pihak koperasi hanya membuat surat kuasa menjual saja yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Selain itu. maka akan diberikan surat persetujuan. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan. Dalam prakteknya. Selain itu debitur harus memenuhi persyaratan lainnya yang telah ditentukan oleh pihak koperasi sebelum melakukan akad. 6. Tahap Akad atau Perjanjian dan Penyerahan Barang Jaminan (BPKB Mobil) Apabila hasil disetujui. Adapun kegiatan dalam akad ini antara lain : a) Melakukan akad pembiayaan kepada nasabah b) Ijab qobul Dalam ijab qobul ini. 5. Apabila hasil dari Komite Pembiayaan diterima. Setelah itu baru terjadi akad atau perjanjian. Setelah proses akad selesai.agunan. Setelah itu. maka akan diberikan surat penolakan. Akan tetapi di dalam prakteknya pembacaan perjanjian ini tidak dilakukan. Sebaliknya jika hasilnya ditolak. Akan tetapi hal ini bertentangan ataupun tidak sesuai dengan Pasal 5 dan dan Pasal 11 Undang. untuk menjual barangnya apabila debitur wanprestasi.000. prosedur analisis seperti ini tidak dijalankan. uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia. kemudian dilanjutkan penyerahan barang yang dijadikan jaminan ( BPKB Mobil).

Sedangkan pembacaan akad tersebut terkadang tidak dilakukan. surat persetujuan suami-istri diatas materai. 2. Apabila semua persyaratan telah dilengkapi. Dalam praktek di lapangan. fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah. 3. Adapun perbedaan itu dapat dilihat pada tabel dibawah ini : No Tahapan Prosedur Praktek 1. proposal pengajuan pembia-yaan. harus dilakukan pemeriksaan kembali semua kelengkapan yang harus dipenuhi. Data jaminan dan objek pembiayaan. Sebagai dasar pertimbangan analisis adalah 5 C (Caracter. kemudian dibawa keruang akad dan diminta untuk menandatangani akad tersebut. data penghasilan nasabah. Tahap Pencairan Proses selanjutnya setelah akad adalah tahap pencairan fasilitas. Collateral. setelah itu. 5. 6. Capacity. Isi perjanjian dibacakan semua.Berdasarkan praktek di lapangan. fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon nasabah dan istri sebanyak 2 buah. Dilakukan oleh marketing finance. Capital dan Conditional of Economic. 4. Setelah akad dibuatkan akta notaris dan didaftarkan Data yang dilampirkan : Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). barulah debitur diberi buku angsuran. Ditolak ataupun disetujui pembiayaan ini tergantung Komite Pembiayaan. maka proses pencairan dana dapat dilakukan. pada tahap akad ini debitur disuruh datang sendiri ke koperasi. . tahap pencairan ini dilakukan oleh bagian teller dimana teller memberikan kwitansi tanda terima kepada nasabah ataupun debitur dan memeriksa keabsahan dokumen serta melakukan pembayaran kepeda debitur. Sebelum melakukan proses pencairan. Berdasarkan uraian diatas. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pemberian kredit dalam praktek dengan prosedur koperasi sendiri maupun ketentuan perundangundangan sangat berbeda. Permohonan Penilaian dan Ferifikasi Analisis pembi-ayaan Persetujuan pembiayaan Akad atau Per-janjian Data yang dilampirkan: Surat permohonan pembiayaan.

dimana pemilik barang dapat memindahkan barang yang dijadikan jaminan kepada orang lain tanpa sepengetahuan debitur maupun kreditur. Dengan jalan perdamaian ataupun pendekatan terhadap debitur . yaitu : a) Debitur terkadang menggunakan bukti kepemilikan barang orang lain. Setelah akad. Isi perjanjian hanya dibacakan sebagian. pihak koperasi meminta debitur untuk menandatangani surat kuasa menjual. C. dimana pihak kreditur tidak mengetahuinya. pihak kreditur tidak mempunyai kekuatan hukum yang kuat untuk mengeksekusi barang yang dijadikan jaminan. Ditolak ataupun disetujui pembiayaan ini tergantung manager. Dalam proses perjanjian kredit dengan jaminan fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ Surakarta tidak selalu berjalan lancar sesuai yang diinginkan. Walaupun barang yang dijadikan jaminan tersebut merupakan barangnya sendiri.Dilakukan oleh manager dan dibantu oleh marketing finance.5 % per-tahun terjadi kredit macet. yang menjelaskan bahwasanya jaminan fidusia harus didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia yang mengeluarkan sertifikat jaminan fidusia. Oleh karena itu. Dengan tidak adanya sertifikat jaminan fidusia sehinnga membawa konsekuensi apabila debitur wanprestasi. sehingga pada saat debitur wanprestasi. D. Kelemahan-kelemahan yang ada pada perjanjian kredit dengan jaminan fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ adalah sebagai berikut: 1. walaupun pihak kreditur memegang ataupun mempunyai surat kuasa menjual yang disetujui ataupun ditandatangani oleh pihak debitur dan kreditur. Sebagai dasar pertimbangan adalah Collateral dan Conditional of Economic saja. Kelemahan-Kelemahan dari Pemberian Kredit dengan Jaminan Fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´ Surakarta. Kelemahan terhadap perlindungan kreditur Dalam kelemahan terhadap kreditur ini diakibatkan oleh kesalahan kreditur sendiri dimana seharusnya menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Fidusia. dalam prakteknya ada sekitar 2. 2. bahkan terkadang tidak dibacakan. Dalam perjanjian kredit dengan jaminan perjanjian fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ Surakarta dalam praktek dilapangan berbeda ataupun tidak sama dengan apa yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia seperti tidak didaftarkannya jaminan fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia. pihak Koperasi melakukan beberapa cara untuk mengatasinya. Penyelesaian dari Perjanjian Kredit dengan Jaminan Fidusia di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³Alfa Dinar´ Surakarta. adapun cara-cara tersebut adalah : 1. akan tetapi debitur bisa saja mengalihkan barangnya kepada orang lain tanpa sepengetahuan kreditur dimana kreditur tidak mungkin mengawasi barang yang dijadikan jaminan sehingga hal ini berakibat debitur mengalami kesulitan dalam penguasaan barang karena harus mancari barang yang telah dijaminkan tersebut. dengan kata lain debitur tidak menguasai barang yang dijaminkan dan barang tersebut dikuasai oleh pemilik barang. sehingga dalam pelaksanaannya terdapat kelemahan-kelemahan terhadap barang jaminan ataupun terhadap kreditur. Kelemahan terhadap jaminan Dalam kelemahan terhadap jaminan ada dua kelemahan. pihak kreditur akan kesulitan menyita barang karena barang yang dijaminkan sudah berpindah tangan. b) Kreditur sulit membuktikan apakah barang yang dijadikan jaminan masih dikuasai oleh debitur.

Proses persetujuan ini juga tergantung kepada pihak Koperasi Simpan Pinjam Syariah ³ALFA DINAR´yang disebut dengan Komite Pembiayaan. maka barang jaminan disita dari debitur kemudian dijual dipelelangan untuk menutup hutang dan biaya-biaya administrasi maupun denda-denda selama debitur wanprestasi. antara lain : a. Apabila penyelesaian dengan jalan perdamaian tidak membuahkan hasil. Dari hasil analisis tersebut kalau memungkinkan. kemudian pihak debitur dan kreditur menandatangani surat tanda terima agunan dan surat kuasa menjual. bagian marketing. Dalam pelaksanaan pemberian kredit. maka nasabah datang ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ untuk diberi surat persetujuan. maka dengan terpaksa pihak menyita barang dan menjual barang yang dijadikan jaminan. Setelah itu baru terjadi akad atau perjanjian. calon nasabah membawa barang jaminan yang akan digunakan sebagai jaminan pembiayaan. hal ini dikarenakan pihak debitur tidak mengindahkan ataupun mengabaikan teguran dari pihak kreditur. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pelaksanaan pemberian kredit dengan jaminan fidusia. Tahap Pencairan Dana. Tahap Permohonan dengan mengisi formulir permohonan kredit dan melengkapi ataupun melampirkan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ³ALFA DINAR´. bagian accounting. BAB V PENUTUP A. dapat dilakukan pembiayaan. maka pihak Koperasi melakukan analisis dari semua data-data yang baik pada proses permohonan maupun data-data dari tahap penilaian dan ferifikasi. d. Dengan jalan penyitaan barang dan menjual barang yang dijadikan jaminan untuk melunasi hutang debitur. Sebelum dilakukan pembiayaan terlebih dahulu diadakan rapat umum antara bagian keuangan. e. maka harus dilakukan pemeriksaan kembali semua . Tahap Akad atau Perjanjian dan penyerahan barang jaminan yaitu Apabila hasil disetujui. b. dilakukan pihak Koperasi sebanyak tiga kali. Setelah proses akad selesai. Sebelum melakukan proses pencairan. kemudian dilanjutkan penyerahan barang yang dijadikan jaminan ( BPKB Mobil). Tahap penilaian dan ferifikasi yaitu setelah data-data dan persyaratan-persyaratan tersebut telah dilengkapi dan sudah diserahkan kembali kepada KSP. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. Tahap Analisis Pembiayaan yaitu setelah data dari hasil penilaian dan ferifikasi didapat. Dalam tahap ini. maka pemohon menunggu konfirmasi dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah ³ALFA DINAR´ untuk melaksanakan penilaian serta ferifikasi dan rapat pengurus. Karena pihak debitur tidak mau rugi. Dalam pemberian surat teguran ataupun surat peringatan.Penyelesaian dengan jalan perdamaian ini dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat yaitu dengan cara mendatangi rumah debitur dan membicarakan pokok-pokok permasalahan ataupun menanyakan mengapa debitur wanprestasi serta kesanggupan pihak debitur untuk melunasi hutangnya. Tahap Persetujuan Permohonan dan Realisasi Permohonan yaitu proses penentuan disetujui atau tidaknya sebuah pembiayaan usaha. f. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Dengan jalan pemberian surat teguran ataupun surat peringatan. 3. Pelaksanaan pemberian kredit dengan jaminan fidusia. ada beberapa tahapan yang ditempuh. c. Penyelesaian dengan jalan pemberian surat teguran ataupun surat peringatan dikarenakan pihak debitur dengan jalan musyawarah tidak menemukan titik temu.

Cara penyelesaian jika debitur wanprestasi. 3. yaitu : a. B. Dalam pelaksanaan pemberian kredit dengan jaminan perjanjian fidusia. Ada dua kelemahan dari perjanjian kredit dengan jaminan fidusia. yaitu a. Kelemahan terhadap jaminan b. . janganlah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh kreditur karena barang yang dijadikan jaminan tetap dikuasai oleh debitur. Kelemahan terhadap perlindungan kreditur. Dengan jalan pemberian surat teguran atau surat peringatan. Kelemahan-kelemahan perjanjian kredit dengan jaminan fidusia. ada beberapa cara yang dapat ditempuh. Dengan jalan penyitaan barang dan menjual barang yang dijadikan jaminan untuk melunasi hutang debitur. Bagi pihak kreditur. disarankan supaya dibuatkan akta notaris dan didaftarkan di kantor pendaftaran fidusia agar memberikan kepastian hukum bagi para pihak 2. maka proses pencairan fasilitas dapat diberikan. Saran-Saran 1.kelengkapan yang harus dipenuhi. c. Apabila semua persyaratan telah dilengkapi. Dengan jalan perdamaian ataupun pendekatan terhadap debitur b. janganlah terlalu merugikan dan memberatkan debitur dalam pembuatan perjanjian dan dalam memberikan kredit hendaknya memberikan kredit itu sesuai dengan barang yang dijadikan jaminan 3. Bagi pihak debitur. 2. Dalam proses penyelesaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful