HATI MENURUT PANDANGAN AL-QUR͛AN DAN SUNNAH

SERTA PENGARUHNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Makalah
Dipresentasikan dalam Diskusi Kelas
Mata Kuliah Tafsir dan Hadits Tematik



Dosen Pengasuh
PROF.DR.H. YUSERAN SALMAN,Lc.







Oleh
Zuhriyah
NIM : 10.0213.735


PROGRAM PASCASARJANA IAIN ANTASARI
KONSETRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2011

BAB I
PENDAHULUAN

Masalah hati adalah masalah yang sangat besar dan penting untuk dibicarakan oleh
setiap manusia, juga di masyarkat. Karena hati adalah tempat akal dan nafsu yang menjadi
motor penggerak dan sumber keinginan manusia. Bila hati tidak selalu dijaga dengan baik,
maka akibatnya akan menimbulkan berbagai penyakit yang amat berbahaya bagi orang yang
bersangkutan dan seterusnya akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya.
Disebutkan dalam kitab Shohih Muslim, dari hadits An-Nu¶man bin Basyir R.A
secara, secara marfu¶ ³ Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah, jika ia baik,
maka baik pula seluruh jasadnya, dan ji ka ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya.
Ketahuilah ia adalah hati ( Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim )
Perkataan-perkataan hati, yaitu pembenaran dan pengakuannya, amal dan
gerakannya seperti takut, berharap,cinta, tawakal dan lain-lain merupakan bagian rukun iman
yang paling agung menurut ahli sunnah waljamaah, yang semua itu tidak akan ada jika iman
itu tidak ada.
1

Banyak orang yang sangat antusias hendak mengetahui tujuan dan keinginan yang
terpendam di dalam hati manusia. Mereka membebani diri dengan hal-hal yang sebenarnya di
luar kesanggupan dan mengabaikan hal-hal yang dhahir. Mereka membuat aturan-aturan
hukum untuk dapat mengungkap amal hati yang tidak diketahui kecuali Allah yang Maha
Mengetahui.

-------------------------------------------------------------------------------------------
1.Nashir bin Sulaiman Al-Umar,Ujian Hati, hal.21, Darul Falah, Jakarta

1

BAB II
HATI MENURUT AL-QUR¶AN DAN AS-SUNNAH
SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM

A.Pengertian
Kata Qalbu (bentuk masdar) berasal dari kata Qalaba yang artinya berubah-ubah,
berbolak-balik, tidak konsisten, atau berganti-ganti. Pokoknya, qalbu merupakan tempat di
dalam wahana jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala awal yang
menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan dan keburukan.
Qalbu merupakan hamparan yang menerima suara hati yang berasal dari ruh dan
sering pula disebut dengan nurani (bersifat cahaya) yang menerangi atau memberikan arah
pada manusia untuk bertindak dan bersikap berdasarkan keyakinan atau prinsip yang
dimilikinya.
Allah menempatkan qalbu sebagai sentral kesadaran manusia. Allah tidak
memandang apa yang tampak, tetapi melihat yang lebih esensial, yaitu qalbu manusia karena
dari sinilah berangkat segala tindakan yang autentik. Di dalam qalbu terhimpun perasaan
moral mengalami dan menghayati tentang salah benar, baik buruk serta berbagai keputusan
yang harus dipertanggungjawabkannya secara sadar sehingga kualitas qalbu akan
menentukan apakah dirinya bisa tampil sebagai subyek bahkan sebagai wakil Tuhan di muka
bumi. Qalbu merupakan awal dari sikap sejati manusia yang paling autentik yaitu kejujuran,
keyakinan dan prinsip-prinsip kebenaran.

2

Perasaan moral tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tindakan yang berorientasi
pada prestasi. Dengan pemahaman ini , tumbuhlah kecerdasan rohaniah yang paling awal,
yaitu kesadaran untuk bertanggung jawab. Sehingga seorang karyawan yang datang terlambat
dengan sengaja, pada hakikatnya dia sedang mengkhianati hati nuraninya sendiri, merusak
keyakinan moralnya, yaitu iman, dan sekaligus tidak memiliki rasa tanggung jawab.
Dengan demikian yang dimaksud dengan kecerdasan rohaniah ialah kemampuan
seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang Ilahi yang
menjadi alasannya bertindak untuk meraih ridha Ilahi sebagai puncak kebermaknaan hidup.
Untuk itu, kecerdasan rohaniah sangat ditentukan oleh upaya untuk membersihkan dan
memberikan pencerahan qalbu (tazkiyah, tarbiyatul qulub) sehingga mampu memberikan
nasihat dan arah tindakan serta cara kita mengambil keputusan.
Rasul ull ah Saw Bersabda : DzIstafti nafsaka, istafti qal baka, mintal ah nasihat
pada dirimu, mintalah nasihat pada hati nuranimu, wahai Habishah (Nabi
mengul anginya tiga kali) Kebaikan adalah sesuatu yang membuat j iwa
tentang dan membuat hati tenang. Dosa adalah sesuatu yang membuat jiwa
tidak tentram dan terasa bimbang didal am hati (HR. Ahmad).
Salah satu fungsi qalbu adalah merasakan dan mengalami, artinya, dia mampu
menangkap fungsi indrawi yang dirangkum dan dipantulkan kembali ke dunia luar dan proses
ini di sebut sebagai menghayati. Dalam proses mengalami dan menghayati itu sadar akan
tanggung jawab perbuatannya. Pengalaman bersifat kuantitatif phyisical (badani,nafsiyah),
sedangkan penghayatan bersifat kualitatif physical spiritual (ruhiyah).
Pada tubuh manusia terdapat tiga rasa yang melekat. Pertama ; rasa indrawi
(badaniah), Misalnya; pahit, manis, dan asin. Kedua ; rasa vital (nafsiyah) ; segar dan bugar.
Ketiga ; rasa qalbiyah ; cinta, benci, bahagia, dan derita (sa¶adah dansaqowwah).
3

Termasuk didalam rasa qolbiyah ini adalah rasa yang paling luhur,yaitu rasa
Ruhiyah yang mencakup kearifan dan kebenaran Ilahiyah atau yang sering kita kenal dengan
istilah ma¶rifat. Rasa Ruhiyah merupakan rasa yang paling fitrah, sebuah potensi yang secara
hakiki ditiupkan ke dalam tubuh manusia ruh kebenaran yang selalu mengajak kepada
kebenaran. Pada ruh tersebut terdapat potensi ber-Tuhan. Firman Allah :
´ó´ó ´=H´¬´´ ´HA´´ò." ´=T´´ ¬´ÿ
´´=´="´H P ´V´´´¬." ´ò´NO ´´´o´´OBb
´M´÷´´)1.Bb." `×´P´´´´1.Bb." P dAM´1C
B´ÿ ´."´M´P´´`V ´´´
Artinya :´ Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh
(ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi)
kamu sedikit sekali bersyukur.´ (As-Sajdah:9)
Dengan demikian , di dalam qalbu, selain memiliki fungsi indrawi di dalamnya ada
rohani, yaitu moral dan nilai-nilai etika. Artinya, dialah yang menentukan tentang rasa
bersalah, baik-buruk, sertamengambil keputusan berdasarkan tanggung jawab moralnya
tersebut
2
.
Hati harus kita tempatkan sebagai raja. Hati menjadi pusat dari segala tindakan
kita. Dialah yang memimpin seluruh potensi spiritualitas kita yang terdiri dari potensi akal
(fu¶ad), potensi kesadaran emosi (shadr),dan potensi dorongan (hawwa). Untuk
memudahkannya kita singkat dengan FUSAHA (Fu¶ad, Shadr, Hawwa). Membandingkan
dengan filsafat Yunani yang mengenal, eros = cinta, pathos = emosi dan logos = akal pikiran,
hati nurani adalah pusat dari ketiga potensi tersebut. Fu¶ad berperan sebagai logos yang
tugasnya adalah berfikir, menganalisis, berinovasi, dan mengambil keputusan. Shadr seperti
juga pathos, adalah potensi untuk merasakan suasana emosi (empati), kerja sama, dan saling
menghormati. Sedangkan Hawwa adalah dorongan atau keinginan yang seringkali begitu
kuatnya sehingga harus diwaspadai karena kekuatannya yang mampu melumpuhkan potensi
lainnya. 4

Pemimpin spiritual adalah pemimpin yang mengambil segala keputusan dengan
terlebih dahulu mendengarkan suara hatinya. Sehingga mereka melihat apa yang
dilakukannya dalam kaitannya dengan kebermaknaan yang paling tinggi (the ultimate
meaning) yaitu menebarkan benih-benih cinta yang disebut dengan Rahmatan lil µalamiin.
Itulah sebabnya kita mengenal istilah hati nurani (nur, cahaya), hati yang tercerahkan oleh
cahaya kebenaran ilahiyah yang bersifat universal
3
.

B. HATI MENURUT AL-QUR¶AN DAN SUNNAH
Banyak ayat al-qur¶an dan sunnah Rasulullah Saw, yang membicarakan masalah hati.
Menurut Ilmi Zadah Faidullah Al-Husainy Al-Muqaddasy, lafal qalbdalam berbagai
bentuknya disebut sebanyak 126 kali, qalbun, al-qalbu, dan qalbaini disebut 7 kali, quklbun
dan al-qulub disebut 20 kali, qalby,qalbahu, qalbaha disrbut sebanyak 4 kali, qulubana, dan
qulubukum disebut sebanyak 21 kali, qulubuhum dan qulubina disebut sebanyak 64 kali.
(Faturrahman: 367-369)
4
.
Banyak penyebutan mengenai masalah hati, menandakan bahwa hati adalah masalah
yang amat penting, mengingat keberadaannya sebagai pusat dan penggerak tubuh manusia.
Dia antara firman Allah dalam QS. Ali Imran : 159.
ϢϬϟ ΖϨϟ Ϳ΍ Ϧϣ ΔϤΣέ ΎϤΒϓ
ϰϠλ
Ύϓ ϚϟϮΣ Ϧϣ ΍Ϯπϔϧ ϻ ΐϠϘϟ΍ φϴϠϏ Ύψϓ ΖϨϛ Ϯϟϭ ϢϫέϭΎηϭ ϢϬϟ ήϔϐΘγ΍ϭ ϢϬϨϋ ϒϋ
ϻ΍ ϲϓ
˯
ήϣ
ϰϠλ
Ύϓ
˯
Ϳ΍ ϰϠϋ Ϟϛ ϮΘϓ Ζϣΰϋ΍Ϋ
Ν
ϦϴϠϛϮΘϤϟ΍ ΐΤϳ Ϳ΍ ϥ΍ ) ϥ΍ήϤϋ ϝ΍ ( :

--------------------------------------------------------------------------------------
2.Toto Tasmara, Spiritual Centered Leadershif,Gema Insani,Jkrt 2006,h.231
3. Ibi d,h.234
4. Moh.Saifullah Al-Aziz,Cahaya Penerang Hati, h. 15






5


Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka,
sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu
ma¶afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan
itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali-Imran: 159)
ϭ ϥϮϬϘϔϳ ϻ ΏϮϠϗ ϢϬϠϯϠμδϧ ˯ϻ΍ϭ ϦΠϟ΍ Ϧϣ΍ήϴΜϛ ϢϨϬΠϟΎϧ˯΍έΫ ΪϘϟ ϭ ΎϬΑ ϢϬϟϭ ΎϬΑ ϥϭήμΒϳϻ Ϧϴϋ΍ ϢϬϟ ϻ Ϟϧ ΍Ϋ΍˯
ΎϬΑ ϥϮόϤδϳ
Ν
ϥϮϠ ϔϐϟ ΍ Ϣϫ Ϛϯϟ ϭ΍ Ϟο΍ ϢϬϠ Α Ϣόϧ ϻ Ύϛ Ϛϯϟ ϭ΍ ) ϑ΍ ήϋϻ΍ ( :
Artinya :Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakaannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah), mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan
lebih sesat lagi, mereka orang-orang yang lalai (Al-Araf;179)
Perkembangan ilmu dan akal itu dalam pendidikan islam bergantung pada individu
yang bersangkutan. Sebagian orang yang telah mampu memanfaatkan akal pikirannya untuk
sesuatu yang positif, maka qalbunya mudah mendapatkan ilham dari Allah. Sesungguhnya
setiap orang yang suluk, yaitu menmpuh jalan menuju Allah akan mengetahui kondisi pada
permulaan dan pada saat akhir
5
. Itulah keunikan hati sebagaimana firman Allah dalamQS.Al-
Anfal :2.
ϮϤϟ΍ ΎϤϧ΍
˯
Α ϮϠϗ ΖϠΣϭ Ϳ΍ήϛΫ ΍Ϋ΍ Ϧϳάϟ΍ ϥϮϨϣ Ϭ ϨϤϳ΍ ϢϬΗΩ΍ί ϪΘϳ΍ ϢϬϴϠϋ ΖϴϠΗ ΍Ϋ΍ϭ Ϣ ϥϮϠϛϮΘϳ ϢϬΑέ ϰϠϋϭ Ύ ) ϝΎϔϧϻ΍ :
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah
bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan
hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Al-Anfal: 2)
Dan diantara Hadits Rasulullah Saw:
ΐϠ Ϙϟ ΍ Ϡ ϛ ϲϫϭϻ΍ Ϫ ΪδΠϟ ΍Ϊδϓ ΕΪδϓ ΍Ϋ΍ϭ ϪϠ ϛ ΢Ϡ λ ΖΤϠ λ ΍Ϋ΍ ΔϐπϣΪδΠϟ ΍ ϰϓ ϥ΍
) ήθΑ ϦΑ ϥ ΎϤόϧ Ϧϋ ϯέΎ ΨΒ ϟ ΍ ϩ΍ϭέ (
Artinya : Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka
baiklah seluruh tubuh, tetapi apabila ia rusak, maka akan rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa ia ada;ah
qalbu.HR.Al-Bukhari dan Nu¶man ibn Basyir)
Secara fisik qalb yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah jantung yang letaknya
di dada, sekalipun makna qalb yang dimaksudkan dalam itu lebih mengarah kepada makna
psikis.
6
ΓήΜϛ ϥΎϓ Ϳ΍ήϛΫ ήϴϐΑ ϡϼϜϟ΍΍ϭήΜϜΗ ϻ αΎϘϟΎΒϠϘϟ΍ Ϳ΍ Ϧϣ αΎϨϟ΍ ϥ΍ϭ ΐϠϘϟ΍ ΓϮδϗ Ϳ΍ήϛΫ ήϴϐΑ ϡϼϜϟ΍ ) ϯάϣήΘϟ΍ ϩ΍ϭέ (
Artinya : Janganlah memperbanyak ucapan selain dzikir kepada Allah, karena sesungguhnya
banyak ucapan yang bukan dzikir kepada Allah itu akan menjadikan hati keras dan sesungguhnya orang yang
paling jauh dari Allah adalah orang yang hatinya keras. (HR.Tirmidzi).
Ϫϓ ϼϏ ϰϠϋ ρϮϳήϣ ϖϠϏ΍ ΐϠϗϭήϓΎϜϟ΍ ΐϠϗ Ϛϟ΍άϓ αϮϜϨϣΩϮγ΍ ΐϠϗϭ ϦϣϮϤϟ΍ ΐϠϗ Ϛϟ ΍άϓ ήϫΰϳ Ν΍ήγ Ϫϴϓ ΩήΟ΍ ΐϠϗ ΔόΑέ΍ ΐϠϘϟ΍
ΎϤϳ΍ Ϫϴϓ ΢Ϡμϣ ΐϠϗϭ ϖϓΎϨϤϟ΍ ΐϠϗ Ϛϟ΍άϓ ϕΎϔϧϭ Ε
Artinya : Qalbu itu ada empat yaitu : qalbu yang bersih, di dalamnya ada pelita yang
bercahaya. Yang demikian itu adalah qalbu orang mukmin. Qalbu yang hitam dan berbalik, yaitu qalbu orang
kafir. Qalbu yang tertutup dan terikat tutupnya, yaitu qalbu orang munafik. Qalbu yang dilapis, yaitu qalbu
didalamnya terdapat iman dan infaq (HR. Ahmad dan ath-thabrani dari Abu Said al-Khudri)

ϤϜΑ ϮϠϗ ϰϟ΍ ήψϨϳ ϦϜϟϭ ϢϜϟ ΍Ϯϣ΍ ϻϭ Ϣϛέ΍Ϯλ ϰϟ΍ ήψϨϳ ϻ Ϳ΍ ϥ΍ ϢϜϟΎϤϋ΍Ϯ ) ϣ ϩ΍ϭέ ϪΠϣ ϦΑ΍ϭ ϢϠδ (
Artinya : Bahwasanya Allah Ta¶la tidak melihat kepada rupamu dan hartamu, tetapi hanya
melihat kepada hatimu dan amalmu. (HR,Muslim dan Ibnu Majah).
Firman Allah : ³ Belumlah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati
mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) (QS. Al-Hadid ;57:16)
Sabda Rasulullah Saw :´ Sesungguhnya Allah memiliki wadah-wadah, yakni hati. Karenanya hati
yang paling dekat dengan Allah adalah hati yang lembut, jernih dan keras.
Berkenaan dengan hadits diatas Abu Abdullah At-Tirmidzi mengatakan,
³Kelembutan adalah rasa takut kepada Allah, kejernihan hati adalah diperuntukkan bagi yang
karena Allah, dan kerasnya hati diperlukan dalam berpegang teguh terhadap asma Allah.
Ada yang mengatakan bahwa hati iti diibaratkan bagaikan wadah. Hati orang yang
kafir bagaikan wadah yang terbalik sehingga tidak bisa dimasuki kebaikan sedikitpun. Hati
orang munafik bagaikan wadah yang pecah, sehingga jika dituangkan sesuatu dari atas ia
akan keluar dari bawah.. Adapun hati orang beriman bagaikan wadah yang bagus dan stabil.
Apabila kebaikan dituangkan kedalamnya, maka kebaikan itu akan sampai kedalamnya.
Kehidupan hati adalah dengan iman, dan kematiannya adalah dengan kekufuran.
Kesehatannya didasarkan atas ketaatan, dan sakitnya hati adalah akibat melakukan maksiat.
7

Iman itu di ilhamkan oleh Allah ke hati, dan hati adalah merupakan lokus
(kedudukan) yang mempunyai perangai yang tidak tetap, yakni berada pada dua sisi, yaitu
cahaya dan kegelapan, petunjuk dan kesesatan. Petunjuklah yang mengalihkan hati menuju
kearah yang benar. Fifman Allah dalam surat Al-Mujadalah : 22 yang artinya ³ Keimanan telah
ditetapkan Tuhan ke dalam hatinya, serta dikokohkan pula dengan ruh dari diri-Nya.
Makna dasar dari kata qalb adalah membalik, kembali, pergi maju mundur,
berubah, naik turun ( Sachiko Murata,1998 :377) Karena manusia terikat erat dengan Tuhan,
maka pusat ini merupakan tempat mereka dimana bertemu dengan Tuhan
5
.
Berpijak pada ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah Saw, maka kita hendaknya
benar-benar menjada hati dan anggota tubuh kita dari segala macam perbuatan buruk dan
jangan lupa pula, hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allah agar kita dimasukkan ke
dalam golongan orang-orang yang lurus dan suci lahir batin.
Hati dan seluruh anggota tubuh merupakan nikmat-nikmat Allah yang utama
bagi hamba-hamba-Nya. Barangsiapa menggunakan untuk mentaati Allah dan
menyemarakkannya dengan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan kasih sayang-Nya,
maka ia mensyukuri nikmat Allah SWT, memelihara seluruh anggota tubuh dan meletakan
pengkhidmatannya pada tempat yang baik, yang karena itu seluruh anggota tubuh diciptakan
dan dijadikan oleh Tuhan. Barangsiapa yang membiarkan hati anggota tubuh melanggar
larangan Allah SWT, tanpa adanya tarbiyah yang sudah dituangkan dalam al-qur¶an dan as-
sunnah serta mengabaikan dan menyia-nyiakan perintah-Nya, maka ia telah mengkufuri
nikmat Allah pada anggota-anggota itu, dan karenanya ia akan menerima siksa Allah SWT.

5.
Ahmad Zayadi,Tadzkirah, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,PT.Raja Grafindo Persada,2005,h.79.
8

Keseluruhan sikap manusia bersumber dari spiritual center yang merupakan
suara hati yang ilahiah. Kebebasan memilih adalah kelebihan yang diberikan Allah kepada
manusia. Namun setelah kita mengenal dan mempelajari suara-suara hati ilahiah tersebut,
alangkah baiknya bila keputusan atau sikap yang kita ambil, selalu berdasarkan pada suara
hati spiritual yang memiliki kebenaran hakiki
6
.
C. KECERDASAN QALB
Menurut Abd. Mujib, kecerdasan qabiyah adalah sejumlah kemampuan diri secara
cepat dan sempurna, untuk mengenal qalbu dan aktifitas-aktifitasnya, mengelola dan
mengekspresikan jenis-jenis qalbu secara benar, motifasi qalbu untuk membina hubungan
moralitas dengan orang lain dan hubungan ubudiyah dengan Tuhan
7
.
Tingkatan kecerdasan yang dimiliki manusia antara lain :
1. Dimensi suara hati (HQ)
2. Dimensi Spiritual (SQ)
3. Dimensi Emosi (EQ)
4. Dimensi Fisik (IQ)
Keempat kecerdasan itu dimiliki oleh manusia, karena manusia adalah makhluk
yang diciptakan oleh Allah sebagai makhluk terbaik (Ahsani Taqwiim) dibandingkan dengan
makhluk lainnya
8
.
6 . Ari Ginanjar Agustian,ESQ Power, Penerbit Arga,2003,jkrt,h.156

7. M.Usman Najati,Belajar EQ dari Sunah Nabi, Jkrt;Hikmah,2003,cet -ke-5,h.100

8 . Choirul Fu¶ad Yusuf,Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (SMP),PT.Erdino
Mutiara Agung 2007, cetakan ke-1,h. 143.




9


Adapun kecerdasan qalb dapat dijabarkan dalam beberapa jenis kecerdasan,
antaranya adalah sebagai berikut :
Kecerdasan intelektual yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan penerimaan dan
pembenaran pengetahuan yang bersifat intuitif-ilahiah seperti wahyu (untuk para Rasul dan
Nabi) dan ilham atau firasat (untuk manusia biasa yang saleh). Adanya intuitif-intuitif
ilahiyah ini sebagai pembeda dengan kecerdasan intelektual yang ditimbulkan oleh akal
fikiran yang bersifat irasional-insaniah.
Kecerdasan emosional , yaitu kecerdasan qalbu yang berkaitan dengan
pengendalian nafsu-nafsu impulsif dan agresif. Kecerdasan ini mengarahkan seseorang untuk
bertindak secara hati-hati, waspada, tenang, sabar dan tabah ketika mendapat musibah, dan
berterima kasih ketika mendapat kenikmatan.
Kecerdasan moral, yaitu kecerdasan qalbu yang berkaitan dengan hubungan
kepada sesama manusia dan alam semesta. Kehidupan ini mengarahkan orang untuk berbuat
dengan baik, sehingga orang lain merasa senang dan gembira, dan tidak membencinya.
Kecerdasan spiritual, yaitu kecerdasan qalbu yang berhubungan dengan kualitas
batin seseorang. Kecerdasan ini mengarahkan orang berbuat lebih manudiawi,sehingga dapat
menjangkau nilai-nilai luhur yang mungkin belum tersentuh oleh akal fikiran manusia,
puncaknya menghasilkan ketakwaan secara mendalam, dengan dilandasi oleh enam
kompetensi keimanan, lima kompetensi keislaman, dan multi kompetensi keihsanan
9
.
-----------------------------------------------------------------------------------------------

9.
Opcit,h.109
10

D. PENGARUHNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan diartikan sebagai latihan mental, moral dan fisik yang bisa
menghasilkan manusia berbudaya tinggi, maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas
(kepribadian) serta menanamkan rasa tanggung jawab. Usaha kependidikan bagi manudia
menyerupai makanan yang berfungsi memberikan vitamin bagi pertumbuhan manusia.
Tujuan dan sarana pendidikan berbeda-beda menurut pandangan hidup masing-
masing pendidik atau lembaga pendidikan. Oleh karenanya perlu dirumuskan pandangan
hidup Islan yang mengarahkan tujuan dan sasaran pendidikan Islam.
Untuk tujuan itulah , manusia harus di didik melalui proses pendidikan Islam.
Pendidikan islam berarti sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang
untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai Islam yang telah
menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya
10
.
Tujuan pembelajaran adalah meningkatkan kecerdasan hati pada mata pelajaran
pendidikan agama yang dititik beratkan pada materi akhlak. Proses pembelajaran itu antara
lain ;
1.Hati mampu mengendalikan seluruh bentuk perilaku manusia, karena ³Hati-lah´
yang dapat melahirkan perilaku atau akhlak seseorang. Pengertian hati menurut
Al-Ghazali dapat diartikan menjadi dua macam :
-------------------------------------------------------------------------------------------
10.H.M.Arifin,Ilmu Pendidikan Islam,Edisi Revisi,Bumi Aksara,Jkrt 2003,h.7.
11

a. Hati dalam arti Jasmani (lahiriyah), yaitu sepotong daging yang berbentuk
buah berwarna merah yang berada disebelah kiri dada manusia.

b. Hati dalam arti Rohani (bathiniyah), yaitu sebuah lathifah, sesuatu yang sangat
lembut dan halus, tidak kasat mata, tidak berupa dan tidak dapat diraba.
2. Pelatihan tentang ³Mensinergikan Tiga Kecerdasan Manusia´ yaitu ; Kecerdasan
Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ),
yang diselenggarakan oleh HQ training center yang telah mempopulerkan
istilah Heart Quetient (kecerdasan hati) pada bulan Agustus 2005.
Pada dasarnya kecerdasan hati merupakan proses yang mampu membangkitkan
dan meningkatkan kecerdasan lainnya yang telah dimiliki oleh manusia (IQ,EQ, dan SQ)
dimana secara umum hati memiliki tiga fungsi :
1. Sebagai pembangkit atau pendorong naluri, Ghadhab (marah atau emosi),
keinginan dan kehandak (iradat).
2. Sebagai penggerak anggota tubuh demi mencapai beberapa tujuan yang di
sebut Qudrat.
3. Sebagai instrumen yang menyerap atau mempersepsi dan mencari tahu tentang
segala sesuatu. Fungsi hati yang ketiga inilah yang seolah-olah menjadi tolok
ukur kepandaian dan keberhasilan manusia
11
.
11.
Opci t
.h.144

12

Pendidikan adalah usaha untuk membantu atau menolong pengembangan manusia
sebagai makhluk individu sosial, makhluk susila dan makhluk keagamaan
12
.
Islam adalah agama ilmu dan cahaya, bukanlah suatu agama kebodohan dan
kegelapan. Wahyu yang pertama diturunkan, mengandung perintah membaca kepada
Rasulullah Saw. Pengulangan atas perintah tersebut dan penyebutan kembali mengenal
masalah ilmu dan pendidikan itu, dapat kita rasakan dalam menghubungkan soal pendidikan
dengan Allah dalam Surat Al-Alaq ayat 1-5, dapat disimpulkan bahwa islam memerintahkan
supaya belajar karena belajar adalah kewajiban utama bagi setiap insan baik laki-laki maupun
perempuan dan merupakan sarana peningkatan terbaik untuk mencerdaskan umat dan
kebangunan dunia ini, khususnya bila ilmu itu disertai dengan amal.
Dalam pandangan islam, seorang yang berilmu itu memiliki kedudukan tinggi
sekalipun ia berasal dari golongan rendah, karena islam tidak memandang darah dan
keturunan, tetapi menggaris bawahi ilmu, amal, takwa,kejujuran,dan kesucian.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Az-Zumar : 9 yang artinya:͟ Apakah sama
orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu͟.
Dan Surat Al-Mujadilah ayat 11 : ͞ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat͟.

Dalam proses pembudayaan umat manusia adanya kelembagaan pendidikan
dalam masyarakat merupakan syarat mutlak dengan tugas dan tanggung jawabnya yang
kultural edukatif terhadap anak didik dan masyarakatnya yang semakin berat. Tanggung
jawab lembaga-lembaga pendidikan dalam segala jenisnya, menurut pandangan islam,
adalah berkaitan dengan usaha mensukseskan misi dan 3 macam tuntutan hidup seorang
muslim yaitu : -------------------------------------------------------------------------------------
12.
Imam Burnadib, Filsafat Pendidikan tinggi,h.4.

1. Pembebasan manusia dari ancaman api neraka, sesuai denganh perintah Allah
´Jagalah dirimu dan keluargamu dari ancaman api neraka´.
2. Pembinaan umat manusia menjadi hamba Allah yang memiliki keselarasan dan
keseimbangan hidup bahagia di dunia dan di akhirat sebagai realisasi cita-cita
seorang yang beriman dan bertakwa yang senantiasa memanjatkan doa sehari-
hari. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 201 :
³ Wahai Tuhanku, berilah aku kehidupan di dunia yang sejahtera dan kehidupan di akhirat yang
bahagia dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka´.

3. Membentuk diri pribadi manusia yang memancarkan sinar keimanan yang
kaya dengan ilmu pengetahuan, yang satu sama lain saling ,engembangkan hidupnya untuk
menghambakan dirinya kepada Khaliq-Nya.
Menurut Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani bahwa konsep tujuan
pendidikan islam adalah ³ Perubahan yang di inginkan dan diusahakan pencapainanya oleh proses
pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat
dan pada alam sekitar tentang individu itu hidup, atau pada proses pendidikan sendiri dan proses pengajaran
sebagai suatu aktivitas asasi sebagai proporsi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat
13
.


Bertitik tolak dari pengertian tersebut maka tujuan yang dipaparkan oleh
Omar Muhammad AlToumy Al-Syaibani mencakup beberapa perubahan yang diinginkan
dalam tiga aspek : 1). Tujuan Individual yang berkaitan denagn individu, pelajaran dengan
pribadi-pribadi mereka. Perubahannyang diinginkan meliputi : tingkah laku, aktivitas dan
pencapaiannya, dan pertumbuhan pribadi mereka dan persiapan untuk kehidupan mendatang.
----------------------------------------------------------------------------------------

13.
Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani, Falsafah Tarbiyah Al Islamiyah,alih
bahasa Hasan Langgulung (Jakarta;Bulan Bintang, 1979), h.399.

14

2. Tujuan Sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, baik tingkah laku
masyarakat pada umumnya, maupun pertumbuhan, memperkaya pengalaman dan kemajuan-
kemajuan yang diinginkan.
3. Tujuan Profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai
ilmu, seni, profesi dan sebagai suatu aktivitas diantara aktivitas-aktivitas masyarakat.
Mengingat pendidikan adalah proses hidup dan kehidupan umat manusia, maka
tujuannya pun mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan dan
perkembangan zaman. Dalam ha; ini, tujuan khusus sebagai pedoman operatif praktis dituntut
untuk senantiasa siap memberi hasil guna, baik baqgi keperluan menciptakan dan
mengembangkan ilmu-ilmu baru, lapangan-lapangan kerja baru, maupun membina sikap
hidup kritis dan pola tingkah laku baru serta kecenderungan-kecenderungan baru.
Agar fungsi tujuan tetap berhasil guna-sebagai self realization maupun pemberi
jawaban terhadap hidup dan kehidupan masa depan, maka penetapannya diperlukan
pendekatan yang terpadu yang mencakup :
1. Pendekatan melalui analisa historis lembaga-lembaga sosial.
2. Pendekatan melalui analisa ilmiah tentang realita kehidupan yang aktual.
3. Pendekatan melalui normative philosophy nilai filsafat yang normatif
14
.
Pendekatan melalui tiga aspek itu secara terpadu diperlukan untuk memperoleh
penetapan tujuan yang realistis.
_-------------------------------------------------------------------------------------------

14
. Muhammad Noor Syam,Pengantar Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan
Pancasila (Malang,FIP-IKIP,1973), h.143

15


Karena kalau dilakukan secara terpisah, misalnya melalui pendekatan historis,
hasilnya dianggap tidak mampu untuk mempridiksi dan merencanakan tentang bagaimana
bentuk nilai-nilai sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama yang dikehendaki oleh generasi
mendatang. Lembaga-lembaga sosial yang ada sekarang adalah perwujudan dan warisan
masa silam. Sampai seberapa jauh efektifitas perkembangan ilmu dan tehnologi, sosial dan
budaya yang begitu pesat dan sukar untuk di jangkau
15
.
Pendekatan ilmiah, dalam hal ini memberikan kenyataan kehidupan sekarang
yang sebenarnya lewat analisa deskriptif tentang keseluruhan hidup masyarakat dan aktivitas
anak-anak serta orang dewasa, motif dan latar belakang aktivitas tersebut, bahkan juga minat
dan tujuan kegiatan itu.Sehinnga dapat dijabarkan perwujudan pendidikan, seperti kurikulum,
kegiatan yang menujangnya, analisa proses belajar-mengajar, analisa kebutuhan sosial,
analisa jabatan dimana pendidikan ikut aktif mempersiapkan. Pendekatan normatif filosofis,
mendasari komitmen dan orientasi nilai-nilai fundamental daripada suasana ideal yang
diinginkan. Dengan semua iti, tujuan pendidikan yang lebih representatif dapat ditetapkan.
Muhammad Athiyah Al Abrosyi dalam kajiannya tentang pendiikan Islam telah
menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam :
1. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia.
2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
3. Persiapan untuk mencari rizki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan.

15
.Abd.Malik Fajar,´Pandangan Is
lam Tentang Tujuan Pendidikan dan Pokok-Pokok Strategi Pelaksanaannya´ Dalam Sistem
Pendidikan Nasional (Surabaya:IAIN Sunan Ampel,1986), h.156.


16


4. Menumbuhkan ruh ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan
keinginan arti untuk mengetahui (cuuriosity) dan memungkinkan ia mengkaji
ilmu sebagai ilmu.
5. Menyiapkan pelajar dari segi profesional, tehnis dan perusahaan supaya ia
dapat menguasai profesi tertentu, dapat mencari rezki dalam hidup, dan hidup
dengan mulia di samping memelihara segi kerohanian dan keagamaan
16
.
Sedang fungsi pendidikan menurut Noeng Muhadjir mempunyai tiga fungsi,
yaitu : 1. Menumbuhkan kreatifitas subyek-didik.
2. Menjaga lestarinya nilai-nilai insani dan nilai-nilai Ilahi.
3. Menyiapkan tenaga kerja produktif
17
.
Tugas pendidikan adalah menyiapkan generasi berikutnya menjadi kreatif, dan
lebih kreatif. Kreasilah yang menjadikan masyarakat lebih maju kemudian memiliki sesuatu
yang lebih baru daripada masyarakat sebelumnya.
Secara sosiologis dijumpai kenyataan bahwa perubahan sosial setelah abad 20
ininmenjadi semakin cepat. Keluasan dan kedalaman interaksi manusia menjadi semakin
bertambah dengan berkembangnya tehnologi informasi.
Keragaman informasi menantang anudia untuk menyaring validitas isinya,
terpercaya salurannya, dan sebagainya. Kemampuan tersebut menuntut kemampuan
mengeneresasikan, mengabstraksikan, dan menemukan hubungan uniknya untuk akhirnya
menampilkan pendapat, sikap, dan wawasan yang tepat.
-------------------------------------------------------------------------------------------

16.
Omar Muhammad Al Thoumiyah Al Syaibany, Op.Cit
,
h, 416.

17.
Noeng Muhadjir, Ilmu Pendidikan dan Pembinaan Sosial Suatu Teori Pendidikn (Yogyakarta:
Rake Sarasin,1987), h.26.

17




Tujuan hidup manusia di dalam alam ininadalah beribdah dan tunduk kepada
Allah, serta menjadi khalifah di muka bumi untuk memakmurkannya dengan melaksanakan
syari¶at dan mentaati Allah
18
. Tujuan inilah yang disebutkan dalam surat Adz-Dzariyat ayat
56 : ³ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manudia melainkan supaya mereka menyembah-Ku´.
Itulah tujuan kejadian manusia, dan segala usaha untuk menjadikan manusia
menjadi µabid inilah tujuan tertinggi pendidikan dalam islam. Sebagaimana ditegaskan oleh
Al Ghazali tentang tujuan akhir ataual-adhaf al-µulya adalah kesempurnaan manusia yang
bertujuan mencapaimendeatkan diri kepada Allah. Juga kesempurnaan manuia yang
bertujuan kebahagiaan di dunia dan akhirat
19
.
Tugas seorang guru adalah merupakan ibadah dan melaksanakan tugas
kekhalifahan yang paling utama.Hal ini diulang-ulang Al Ghazali, antara lain :
³ Sebaik-baik makhluk di atas bui adalah manusia, dan sebaik-baik bagian tubuh
Manusia adalah hati, sedang guru berusaha untuk menyempurnakan, membersih
Kan dan mengarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wajalla.
Maka mengajarlan ilmu adalah salah satu bentuk ibadah dan termasuk memenu
Hi tugas ke-khalifah-an di bumi bahkan merupakan tugas ke-khalifah-an yang
Paling utama´
20
.

Untuk merealisir hal di atas, Al-Ghazali berpendapat, seorang guru yang
sempurna akalnya, terpuji budi pekertinya dan layak menjadi pengemban tugas guru, seara
umum harus meiliki sifat-sifat ; kasih sayang, lemah lembut, jujur, tidak kasar, berbudi luhur,
dapat mengukur kemampuan murid, mempelajari kejiwaan murid, konsekuen terhadap apa
yang diajarkan, dan penuh dengan keikhlasan
21
.

19.
Fathiyah Hasan Sulaiman, Bahts fi al-Tarbawy µIndia al-Ghazali (Mesir: Maktabah
Nadlah, 1964), h.19 dan lihat; Mecari Tipologi,Format Pendidikan Ideal,Pustaka
Pelajar, Ygy 2005, h.68.

20.
Ghazali,Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad Ibn Muhammad al, Ihya¶ Ulum al-
Din, (Mesir: al-Mathba¶ah al-Usmaniyah al-Misriyah,1933), h.13, Ibid, h.68.

21.
Fathiyah Hasan Sulaiman, Op.Cit, h. 43-51, dan lihat Ibid, h. 69.




18



BAB III
KESIMPULAN
Qalb atau hati adalah suatu yang lembut, halus, dan tidak tampak oleh penglihatan
manusia, tetapi keberadaannya dapat dirasakan dan diyakini. Oleh karena itu ia harus
memperoleh perhatian yang sangat penting, karena ia merupakan pintu masuknya cahaya
keTuhanan dan kebenaran. Memelihara hati ini dapat diibaratkan dengan merawat seorang
bayi yang sangat sensitif terhadap hal-hal yang berada di sekitarnya. Ia sangat membutuhkan
perlindungan, pengawasan, hati-hati dan penuh kasih sayang.
Apabila kita ibaratkan dalam kehidupan ini, maka hidup adalah ruh, kehidupan ini
adalah jiwa, qalbu adalah raja, akal fikiran adalah perdana menteri, indrawi adalah materi -
materi, dan tubuh dengan segala unsur-unsur luar dan dalamnya adalah rakyat.
Hidup dan kehidupan akan menjadi besar, mulia dan agung dan tidakmtergantung
kepada sang raja itu. Jika ia memiliki power, kekuatan, daya pengaruh, dan kharisma yang
besar, maka orang yang ada dibawah kekuasaannya secara otomatis mereka mengakui
keberadaan rajanya itu dan segera mengikuti dengan tulus, hormat dan tawadhu¶.
Seluruh perilaku dan karakter kita berangkat dan terus berputar bagaikan sebuah
spiral yang ujungnya tidak berhenti mencari keridhaan Allah. Seperti halnya Quality kita
terjemahkan sebagai endelsss improvement, demikian juga qalbu harus menjadi dasar untuk
terus menerus dan tanpa akhir meningkatkan mutu kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip
kebenaran.

19
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Malik Fajar, Pandangan Islam Tentang Tujuan Pendidikan dan Pokok-Pokok
Strategi Pelaksanaannya Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Surabaya:IAIN
Sunan Ampel 1986).
Ahmad Zayadi, Tadzkirah, Pembelajaran Pendidikan Islam,PT.Grafindo Persada,Jkt
2005.
Ari Ginanjar Agustian, ESQ Power, Penerbit Arga, Jakarta,2005.
Choirul Fu¶ad Yusuf, Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (SMP), PT.
Erdino Mutiara Agung, Jakarta 2007.
Imam Burnadib, Filsafat Pendidikan Tinggi,
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta 2003.
M. Noor Syam, Pengantar Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan
Pancasila, Malang,FIP.KIP, 1973.
M.Ridwan Nasir, Mencari Tipologi, Format Pendidikan Ideal, Editor Adib
Abdushomad, Pustaka Pelajar, Yogyakarta 2005.
Muh. Syafullah Aziz,Tanwiru al-Qalb (cahaya penerang hati) Terbit Terang
Surabaya 2004.
M. Usman Najati, Belajar EQ dari Sunnah Nabi, Hikmah Jakarta 2003.
Nashir bin Sulaiman al-Umar, Ujian Hati, Darul Falah, Jakarta 2001.
Noeng Muhajir, Ilmu Pendidikan dan Pembinaan Sosial Suatu Teori Pendidikan
Yogyakarta, Rake Sarasin 1987.
Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur¶an (dibawah naungan Al-qur¶an), Gema Insani,
Jakarta 2003.
Toto Tasmara, Spiritual Centered Leadershif, Gema Insani, Jakarta 2006.
Umar Muhammad al Thoumy al Syaibany, Falsafah Tarbiyah al Islamiyah, alih Bahasa
Hasan Langulung, Jakarta, Bulan Bintang 1979.
20















































Oleh
Zuhriyah
NIM : 10.0213.735





PROGRAM PASCASARJANA IAIN ANTASARI
KONSENTRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2011



BAB I PENDAHULUAN

Masalah hati adalah masalah yang sangat besar dan penting untuk dibicarakan oleh setiap manusia, juga di masyarkat. Karena hati adalah tempat akal dan nafsu yang menjadi motor penggerak dan sumber keinginan manusia. Bila hati tidak selalu dijaga dengan baik, maka akibatnya akan menimbulkan berbagai penyakit yang amat berbahaya bagi orang yang bersangkutan dan seterusnya akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya. Disebutkan dalam kitab Shohih Muslim, dari hadits An-Nu¶man bin Basyir R.A secara, secara marfu¶ ³ Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah,jika ia baik,
maka baik pula seluruh jasadnya, dan ji ka ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah ia adalah hati ( Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim )

Perkataan-perkataan hati, yaitu pembenaran dan pengakuannya, amal dan gerakannya seperti takut, berharap,cinta, tawakal dan lain-lain merupakan bagian rukun iman yang paling agung menurut ahli sunnah waljamaah, yang semua itu tidak akan ada jika iman itu tidak ada.1 Banyak orang yang sangat antusias hendak mengetahui tujuan dan keinginan yang terpendam di dalam hati manusia. Mereka membebani diri dengan hal-hal yang sebenarnya di luar kesanggupan dan mengabaikan hal-hal yang dhahir. Mereka membuat aturan-aturan hukum untuk dapat mengungkap amal hati yang tidak diketahui kecuali Allah yang Maha Mengetahui.

------------------------------------------------------------------------------------------1.Nashir bin Sulaiman Al-Umar,Ujian Hati, hal.21, Darul Falah , Jakarta 1

atau berganti-ganti. qalbu merupakan tempat di dalam wahana jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala awal yang menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan dan keburukan. Di dalam qalbu terhimpun perasaan moral mengalami dan menghayati tentang salah benar. Qalbu merupakan awal dari sikap sejati manusia yang paling autentik yaitu kejujuran. tidak konsisten. berbolak-balik. Qalbu merupakan hamparan yang menerima suara hati yang berasal dari ruh dan sering pula disebut dengan nurani (bersifat cahaya) yang menerangi atau memberikan arah pada manusia untuk bertindak dan bersikap berdasarkan keyakinan atau prinsip yang dimilikinya. baik buruk serta berbagai keputusan yang harus dipertanggungjawabkannya secara sadar sehingga kualitas qalbu akan menentukan apakah dirinya bisa tampil sebagai subyek bahkan sebagai wakil Tuhan di muka bumi.BAB II HATI MENURUT AL-QUR¶AN DAN AS-SUNNAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM A.Pengertian Kata Qalbu (bentuk masdar) berasal dari kata Qalaba yang artinya berubah -ubah. Pokoknya. keyakinan dan prinsip-prinsip kebenaran. Allah tidak memandang apa yang tampak. tetapi melihat yang lebih esensial. Allah menempatkan qalbu sebagai sentral kesadaran manusia. 2 . yaitu qalbu manusia karena dari sinilah berangkat segala tindakan yang autentik.

nafsiyah). dan asin. Ketiga . manis. Kedua . bahagia. mintalah nasihat pada hati nuranimu. cinta. wahai Habishah (Nabi mengulanginya tiga kali) Kebaikan adalah sesuatu yang membuat jiwa tentang dan membuat hati tenang. Sehingga seorang karyawan yang datang terlambat dengan sengaja. tarbiyatul qulub) sehingga mampu memberikan nasihat dan arah tindakan serta cara kita mengambil keputusan. tumbuhlah kecerdasan rohaniah yang paling awal. istafti qalbaka. benci. Pada tubuh manusia terdapat tiga rasa yang melekat. 3 . mintalah nasihat pada dirimu. Dalam proses mengalami dan menghayati itu sadar akan tanggung jawab perbuatannya. segar dan bugar. Pengalaman bersifat kuantitatif phyisical (badani. Untuk itu. Salah satu fungsi qalbu adalah merasakan dan mengalami. Rasulullah Saw Bersabda : Istafti nafsaka. dan sekaligus tidak memiliki rasa tanggung jawab. dan derita (sa¶adah dan saqowwah). merusak keyakinan moralnya. rasa qalbiyah .Perasaan moral tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tindakan yang berorientasi pada prestasi. kecerdasan rohaniah sangat ditentukan oleh upaya untuk membersihkan dan memberikan pencerahan qalbu (tazkiyah. artinya. Misalnya. Dengan pemahaman ini . Pertama . pahit. rasa indrawi (badaniah). pada hakikatnya dia sedang mengkhianati hati nuraninya sendiri. yaitu kesadaran untuk bertanggung jawab.Ahmad). yaitu iman. rasa vital (nafsiyah) . Dengan demikian yang dimaksud dengan kecerdasan rohaniah ialah kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang Ilahi yang menjadi alasannya bertindak untuk meraih ridha Ilahi sebagai puncak kebermaknaan hidup. dia mampu menangkap fungsi indrawi yang dirangkum dan dipantulkan kembali ke dunia luar dan proses ini di sebut sebagai menghayati. sedangkan penghayatan bersifat kualitatif physical spiritual (ruhiyah). Do sa adalah sesuatu yang membuat jiwa tidak tentram dan terasa bimbang didalam hati (HR.

Untuk memudahkannya kita singkat dengan FUSAHA (Fu¶ad. Membandingkan dengan filsafat Yunani yang mengenal.dan potensi dorongan (hawwa). berinovasi. dan mengambil keputusan. Shadr seperti juga pathos. selain memiliki fungsi indrawi di dalamnya ada rohani. sebuah potensi yang secara hakiki ditiupkan ke dalam tubuh manusia ruh kebenaran yang selalu mengajak kepada kebenaran. menganalisis. yaitu moral dan nilai-nilai etika. 4 . Rasa Ruhiyah merupakan rasa yang paling fitrah.´ (As-Sajdah:9) Dengan demikian .yaitu rasa Ruhiyah yang mencakup kearifan dan kebenaran Ilahiyah atau yang sering kita kenal dengan istilah ma¶rifat. adalah potensi untuk merasakan suasana emosi (empati). (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. penglihatan dan hati.Termasuk didalam rasa qolbiyah ini adalah rasa yang paling luhur. Hati menjadi pusat dari segala tindakan kita.  0 U 9Zl U  PQ[j 4WT O S[ 1 1 "[ [AWT O OT r (]WT n ^ (]WT ET n  P"  $ Artinya :´ Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. hati nurani adalah pusat dari ketiga potensi tersebut. Firman Allah : B $ Ok [hZ [ . Pada ruh tersebut terdapat potensi ber-Tuhan. eros = cinta. sertamengambil keputusan berdasarkan tanggung jawab moralnya tersebut2. Shadr. dan saling menghormati. potensi kesadaran emosi (shadr). dialah yang menentukan tentang rasa bersalah. Fu¶ad berperan sebagai logos yang tugasnya adalah berfikir. kerja sama. Dialah yang memimpin seluruh potensi spiritualitas kita yang terdiri dari potensi akal (fu¶ad). Hati harus kita tempatkan sebagai raja. pathos = emosi dan logos = akal pikiran. di dalam qalbu. Hawwa). Artinya. Sedangkan Hawwa adalah dorongan atau keinginan yang seringkali begitu kuatnya sehingga harus diwaspadai karena kekuatannya yang mampu melumpuhkan potensi lainnya. baik-buruk.

menandakan bahwa hati adalah masalah yang amat penting.Jkrt 2006.h.Saifullah Al-Aziz. qalby. B.234 4. quklbun dan al-qulub disebut 20 kali. qalbaha disrbut sebanyak 4 kali.Gema Insani. qalbun. mengingat keberadaannya sebagai pusat dan penggerak tubuh manusia. Menurut Ilmi Zadah Faidullah Al-Husainy Al-Muqaddasy.h. Spiritual Centered Leadershif.231 3. ( : ) -------------------------------------------------------------------------------------2. Dia antara firman Allah dalam QS. dan qalbaini disebut 7 kali. dan qulubukum disebut sebanyak 21 kali. cahaya).Toto Tasmara. lafal qalbdalam berbagai bentuknya disebut sebanyak 126 kali.Pemimpin spiritual adalah pemimpin yang mengambil segala keputusan dengan terlebih dahulu mendengarkan suara hatinya.qalbahu. h.Cahaya Penerang Hati. al-qalbu. Ali Imran : 159. (Faturrahman: 367-369)4. Banyak penyebutan mengenai masalah hati. Sehingga mereka melihat apa yang dilakukannya dalam kaitannya dengan kebermaknaan yang paling tinggi (the ultimate meaning) yaitu menebarkan benih-benih cinta yang disebut dengan Rahmatan lil µalamiin. qulubuhum dan qulubina disebut sebanyak 64 kali. Itulah sebabnya kita mengenal istilah hati nurani (nur. 15 . yang membicarakan masalah hati. qulubana. Moh. HATI MENURUT AL-QUR¶AN DAN SUNNAH Banyak ayat al-qur¶an dan sunnah Rasulullah Saw. Ibid . hati yang tercerahkan oleh cahaya kebenaran ilahiyah yang bersifat universal3 .

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. mereka itu sebagai binatang ternak. sekalipun makna qalb yang dimaksudkan dalam itu lebih mengarah kepada makna psikis. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ketahuilah bahwa ia ada. maka qalbunya mudah mendapatkan ilham dari Allah. maka baiklah seluruh tubuh. Itulah keunikan hati sebagaimana firman Allah dalam QS. mereka mempunyai hati. tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakaannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). maka akan rusaklah seluruh tubuh. . maka bertawakkallah kepada Allah.Al-Bukhari dan Nu¶man ibn Basyir) Secara fisik qalb yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah jantung yang letaknya di dada. bahkan lebih sesat lagi.AlAnfal :2. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.ah qalbu.5 Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. mereka orang-orang yang lalai (Al-Araf. (Al-Anfal: 2) Dan diantara Hadits Rasulullah Saw: ( ) Artinya : Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. (Ali-Imran: 159) ( : ) Artinya :Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Sesungguhnya setiap orang yang suluk.179) Perkembangan ilmu dan akal itu dalam pendidikan islam bergantung pada individu yang bersangkutan. tetapi apabila ia rusak. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. apabila ia baik. : ) Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka. yaitu menmpuh jalan menuju Allah akan mengetahui kondisi pada permulaan dan pada saat akhir5. Sebagian orang yang telah mampu memanfaatkan akal pikirannya untuk sesuatu yang positif. Karena itu ma¶afkanlah mereka. dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya). mohonkanlah ampun bagi mereka.HR.

yaitu qalbu orang kafir.57:16) Sabda Rasulullah Saw :´ Sesungguhnya Allah memiliki wadah-wadah. maka kebaikan itu akan sampai kedalamnya. Adapun hati orang beriman bagaikan wadah yang bagus dan stabil.Tirmidzi). dan kematiannya adalah dengan kekufuran. Qalbu yang dilapis. ³Kelembutan adalah rasa takut kepada Allah. karena sesungguhnya banyak ucapan yang bukan dzikir kepada Allah itu akan menjadikan hati keras dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang hatinya keras. (HR. Hati orang yang kafir bagaikan wadah yang terbalik sehingga tidak bisa dimasuki kebaikan sedikitpun. 7 . Firman Allah : ³ Belumlah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman. Apabila kebaikan dituangkan kedalamnya. dan sakitnya hati adalah akibat melakukan maksiat. untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) (QS.6 ( ) Artinya : Janganlah memperbanyak ucapan selain dzikir kepada Allah. Kehidupan hati adalah dengan iman. yaitu qalbu orang munafik. Berkenaan dengan hadits diatas Abu Abdullah At-Tirmidzi mengatakan. Ada yang mengatakan bahwa hati iti diibaratkan bagaikan wadah. sehingga jika dituangkan sesuatu dari atas ia akan keluar dari bawah. (HR. di dalamnya ada pelita yang bercahaya. tetapi hanya melihat kepada hatimu dan amalmu. Karenanya hati yang paling dekat dengan Allah adalah hati yang lembut. dan kerasnya hati diperlukan dalam berpegang teguh terhadap asma Allah. Kesehatannya didasarkan atas ketaatan. kejernihan hati adalah diperuntukkan bagi yang karena Allah. Ahmad dan ath-thabrani dari Abu Said al-Khudri) ( ) Artinya : Bahwasanya Allah Ta¶la tidak melihat kepada rupamu dan hartamu. yakni hati. Al-Hadid . Qalbu yang hitam dan berbalik. yaitu qalbu didalamnya terdapat iman dan infaq (HR. Artinya : Qalbu itu ada empat yaitu : qalbu yang bersih. Qalbu yang tertutup dan terikat tutupnya. jernih dan keras. Yang demikian itu adalah qalbu orang mukmin.. Hati orang munafik bagaikan wadah yang pecah.Muslim dan Ibnu Majah).

Barangsiapa yang membiarkan hati anggota tubuh melanggar larangan Allah SWT. maka kita hendaknya benar-benar menjada hati dan anggota tubuh kita dari segala macam perbuatan buruk dan jangan lupa pula. Fifman Allah dalam surat Al-Mujadalah : 22 yang artinya ³ Keimanan telah ditetapkan Tuhan ke dalam hatinya.Iman itu di ilhamkan oleh Allah ke hati. maka pusat ini merupakan tempat mereka dimana bertemu dengan Tuhan5. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. dan karenanya ia akan menerima siksa Allah SWT.Tadzkirah. 5. Barangsiapa menggunakan untuk mentaati Allah dan menyemarakkannya dengan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan kasih sayang-Nya.79.PT. yaitu cahaya dan kegelapan.h.2005. petunjuk dan kesesatan. 8 . serta dikokohkan pula dengan ruh dari diri-Nya.Raja Grafindo Persada. yang karena itu seluruh anggota tubuh diciptakan dan dijadikan oleh Tuhan. pergi maju mundur. Hati dan seluruh anggota tubuh merupakan nikmat-nikmat Allah yang utama bagi hamba-hamba-Nya. hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allah agar kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang lurus dan suci lahir batin. maka ia mensyukuri nikmat Allah SWT. Ahmad Zayadi. tanpa adanya tarbiyah yang sudah dituangkan dalam al-qur¶an dan assunnah serta mengabaikan dan menyia-nyiakan perintah-Nya. kembali. Makna dasar dari kata qalb adalah membalik. Berpijak pada ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah Saw.1998 :377) Karena manusia terikat erat dengan Tuhan. memelihara seluruh anggota tubuh dan meletakan pengkhidmatannya pada tempat yang baik. naik turun ( Sachiko Murata. dan hati adalah merupakan lokus (kedudukan) yang mempunyai perangai yang tidak tetap. yakni berada pada dua sisi. berubah. Petunjuklah yang mengalihkan hati menuju kearah yang benar. maka ia telah mengkufuri nikmat Allah pada anggota-anggota itu.

7.ESQ Power.h. motifasi qalbu untuk membina hubungan moralitas dengan orang lain dan hubungan ubudiyah dengan Tuhan7.cet -ke-5. 143.Hikmah. Tingkatan kecerdasan yang dimiliki manusia antara lain : 1. karena manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah sebagai makhluk terbaik (Ahsani Taqwiim) dibandingkan dengan makhluk lainnya8.PT. 8.2003.100 Choirul Fu¶ad Yusuf. selalu berdasarkan pada suara hati spiritual yang memiliki kebenaran hakiki6. Dimensi Fisik (IQ) Keempat kecerdasan itu dimiliki oleh manusia. alangkah baiknya bila keputusan atau sikap yang kita ambil.2003.156 M. mengelola dan mengekspresikan jenis-jenis qalbu secara benar. Jkrt.Erdino Mutiara Agung 2007.h.Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (SMP). Dimensi Spiritual (SQ) 3. Dimensi Emosi (EQ) 4. cetakan ke-1. Penerbit Arga. Namun setelah kita mengenal dan mempelajari suara-suara hati ilahiah tersebut. 6. 9 . Dimensi suara hati (HQ) 2.jkrt.Usman Najati.Belajar EQ dari Sunah Nabi. Kebebasan memilih adalah kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia. untuk mengenal qalbu dan aktifitas-aktifitasnya.Keseluruhan sikap manusia bersumber dari spiritual center yang merupakan suara hati yang ilahiah. KECERDASAN QALB Menurut Abd. kecerdasan qabiyah adalah sejumlah kemampuan diri secara cepat dan sempurna. Ari Ginanjar Agustian. Mujib. C.h.

yaitu kecerdasan qalbu yang berkaitan dengan hubungan kepada sesama manusia dan alam semesta. Kehidupan ini mengarahkan orang untuk berbuat dengan baik. yaitu kecerdasan qalbu yang berkaitan dengan pengendalian nafsu-nafsu impulsif dan agresif. tenang. sabar dan tabah ketika mendapat musibah. Kecerdasan ini mengarahkan seseorang untuk bertindak secara hati-hati. dan berterima kasih ketika mendapat kenikmatan. waspada. yaitu kecerdasan qalbu yang berhubungan dengan kualitas batin seseorang.Adapun kecerdasan qalb dapat dijabarkan dalam beberapa jenis kecerdasan.sehingga dapat menjangkau nilai-nilai luhur yang mungkin belum tersentuh oleh akal fikiran manusia. dengan dilandasi oleh enam kompetensi keimanan. antaranya adalah sebagai berikut : Kecerdasan intelektual yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan penerimaan dan pembenaran pengetahuan yang bersifat intuitif-ilahiah seperti wahyu (untuk para Rasul dan Nabi) dan ilham atau firasat (untuk manusia biasa yang saleh). ----------------------------------------------------------------------------------------------9. Kecerdasan moral. Adanya intuitif-intuitif ilahiyah ini sebagai pembeda dengan kecerdasan intelektual yang ditimbulkan oleh akal fikiran yang bersifat irasional-insaniah.h. lima kompetensi keislaman.109 10 . Opcit. dan multi kompetensi keihsanan9. dan tidak membencinya. Kecerdasan emosional . Kecerdasan spiritual. puncaknya menghasilkan ketakwaan secara mendalam. sehingga orang lain merasa senang dan gembira. Kecerdasan ini mengarahkan orang berbuat lebih manudiawi.

M.h. manusia harus di didik melalui proses pendidikan Islam. 1. 11 .7. Pengertian hati menurut Al-Ghazali dapat diartikan menjadi dua macam : ------------------------------------------------------------------------------------------10.Jkrt 2003.Ilmu Pendidikan Islam. Usaha kependidikan bagi manudia menyerupai makanan yang berfungsi memberikan vitamin bagi pertumbuhan manusia.Bumi Aksara. Tujuan pembelajaran adalah meningkatkan kecerdasan hati pada mata pelajaran pendidikan agama yang dititik beratkan pada materi akhlak. Oleh karenanya perlu dirumuskan pandangan hidup Islan yang mengarahkan tujuan dan sasaran pendidikan Islam.D. Pendidikan islam berarti sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai Islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya10.H.Arifin. PENGARUHNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan diartikan sebagai latihan mental. Proses pembelajaran itu antara lain .Edisi Revisi. Tujuan dan sarana pendidikan berbeda-beda menurut pandangan hidup masingmasing pendidik atau lembaga pendidikan.Hati mampu mengendalikan seluruh bentuk perilaku manusia. maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas (kepribadian) serta menanamkan rasa tanggung jawab. karena ³Hati-lah´ yang dapat melahirkan perilaku atau akhlak seseorang. moral dan fisik yang bisa menghasilkan manusia berbudaya tinggi. Untuk tujuan itulah .

yaitu sepotong daging yang berbentuk buah berwarna merah yang berada disebelah kiri dada manusia. Sebagai pembangkit atau pendorong naluri. 2. Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Sebagai instrumen yang menyerap atau mempersepsi dan mencari tahu tentang segala sesuatu. b. dan SQ) dimana secara umum hati memiliki tiga fungsi : 1.EQ.h.a. yang diselenggarakan oleh HQ training center yang telah mempopulerkan istilah Heart Quetient (kecerdasan hati) pada bulan Agustus 2005. Kecerdasan Intelektual (IQ). keinginan dan kehandak (iradat). 3. Pelatihan tentang ³Mensinergikan Tiga Kecerdasan Manusia´ yaitu . Hati dalam arti Rohani (bathiniyah).144 Opcit 12 . yaitu sebuah lathifah. Pada dasarnya kecerdasan hati merupakan proses yang mampu membangkitkan dan meningkatkan kecerdasan lainnya yang telah dimiliki oleh manusia (IQ. tidak berupa dan tidak dapat diraba. Sebagai penggerak anggota tubuh demi mencapai beberapa tujuan yang di sebut Qudrat. Ghadhab (marah atau emosi). tidak kasat mata. Fungsi hati yang ketiga inilah yang seolah-olah menjadi tolok ukur kepandaian dan keberhasilan manusia11. 11. . Hati dalam arti Jasmani (lahiriyah). 2. sesuatu yang sangat lembut dan halus.

takwa.kejujuran. Islam adalah agama ilmu dan cahaya. Wahyu yang pertama diturunkan. makhluk susila dan makhluk keagamaan12. Filsafat Pendidikan tinggi. tetapi menggaris bawahi ilmu. amal. Imam Burnadib. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Az-Zumar : 9 yang artinya: Apakah sama orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu . adalah berkaitan dengan usaha mensukseskan misi dan 3 macam tuntutan hidup seorang muslim yaitu : ------------------------------------------------------------------------------------12. mengandung perintah membaca kepada Rasulullah Saw. Dan Surat Al-Mujadilah ayat 11 : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat . karena islam tidak memandang darah dan keturunan.h. seorang yang berilmu itu memiliki kedudukan tinggi sekalipun ia berasal dari golongan rendah. dapat disimpulkan bahwa islam memerintahkan supaya belajar karena belajar adalah kewajiban utama bagi setiap insan baik laki-laki maupun perempuan dan merupakan sarana peningkatan terbaik untuk mencerdaskan umat dan kebangunan dunia ini. menurut pan dangan islam.dan kesucian.Pendidikan adalah usaha untuk membantu atau menolong pengembangan manusia sebagai makhluk individu sosial. bukanlah suatu agama kebodohan dan kegelapan. Tanggung jawab lembaga-lembaga pendidikan dalam segala jenisnya.4. Pengulangan atas perintah tersebut dan penyebutan kembali mengenal masalah ilmu dan pendidikan itu. khususnya bila ilmu itu disertai dengan amal. . Dalam pandangan islam. dapat kita rasakan dalam menghubungkan soal pendidikan dengan Allah dalam Surat Al-Alaq ayat 1-5. Dalam proses pembudayaan umat manusia adanya kelembagaan pendidikan dalam masyarakat merupakan syarat mutlak dengan tugas dan tanggung jawabnya yang kultural edukatif terhadap anak didik dan masyarakatnya yang semakin berat.

atau pada kehidupan masyarakat dan pada alam sekitar tentang individu itu hidup. Tujuan Individual yang berkaitan denagn individu. dan pertumbuhan pribadi mereka dan persiapan untuk kehidupan mendatang. 2.399. Perubahannyang diinginkan meliputi : tingkah laku. aktivitas dan pencapaiannya. 3. Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani. 1979). baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya. ---------------------------------------------------------------------------------------13. Menurut Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani bahwa konsep tujuan pendidikan islam adalah ³ Perubahan yang di inginkan dan diusahakan pencapainanya oleh proses pendidikan. pelajaran dengan pribadi-pribadi mereka.1. h. Pembebasan manusia dari ancaman api neraka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 201 : ³ Wahai Tuhanku.alih bahasa Hasan Langgulung (Jakarta.engembangkan hidupnya untuk menghambakan dirinya kepada Khaliq-Nya. sesuai denganh perintah Allah ´Jagalah dirimu dan keluargamu dari ancaman api neraka´. Falsafah Tarbiyah Al Islamiyah. Pembinaan umat manusia menjadi hamba Allah yang memiliki keselarasan dan keseimbangan hidup bahagia di dunia dan di akhirat sebagai realisasi cita-cita seorang yang beriman dan bertakwa yang senantiasa memanjatkan doa sehari hari. Membentuk diri pribadi manusia yang memancarkan sinar keimanan yang kaya dengan ilmu pengetahuan. atau pada proses pendidikan sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi sebagai proporsi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat13. berilah aku kehidupan di dunia yang sejahtera dan kehidupan di akhirat yang bahagia dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka´. yang satu sama lain saling . 14 .Bulan Bintang. Bertitik tolak dari pengertian tersebut maka tujuan yang dipaparkan oleh Omar Muhammad AlToumy Al-Syaibani mencakup beberapa perubahan yang diinginkan dalam tiga aspek : 1).

143 maka penetapannya diperlukan 15 . baik baqgi keperluan menciptakan dan mengembangkan ilmu-ilmu baru. h. Mengingat pendidikan adalah proses hidup dan kehidupan umat manusia. Pendekatan melalui analisa historis lembaga-lembaga sosial. tujuan khusus sebagai pedoman operatif praktis dituntut untuk senantiasa siap memberi hasil guna. Tujuan Profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu.Pengantar Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila (Malang. maka tujuannya pun mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan dan perkembangan zaman. Pendekatan melalui normative philosophy nilai filsafat yang normatif14. Tujuan Sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. ini. Pendekatan melalui tiga aspek itu secara terpadu diperlukan untuk memperoleh penetapan tujuan yang realistis. Agar fungsi tujuan tetap berhasil guna-sebagai self realization maupun pemberi jawaban terhadap hidup dan kehidupan masa depan. Muhammad Noor Syam.2. maupun membina sikap hidup kritis dan pola tingkah laku baru serta kecenderungan-kecenderungan baru. 3. 3. _------------------------------------------------------------------------------------------14 . Pendekatan melalui analisa ilmiah tentang realita kehidupan yang aktual. baik tingkah laku masyarakat pada umumnya. pendekatan yang terpadu yang mencakup : 1. seni. Dalam ha. lapangan-lapangan kerja baru. memperkaya pengalaman dan kemajuankemajuan yang diinginkan.1973). maupun pertumbuhan.FIP-IKIP. profesi dan sebagai suatu aktivitas diantara aktivitas-aktivitas masyarakat. 2.

´Pandangan Is lam Tentang Tujuan Pendidikan dan Pokok-Pokok Strategi Pelaksanaannya´ Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Surabaya:IAIN Sunan Ampel. dalam hal ini memberikan kenyataan kehidupan sekarang yang sebenarnya lewat analisa deskriptif tentang keseluruhan hidup masyarakat dan aktivitas anak-anak serta orang dewasa. analisa proses belajar-mengajar. analisa jabatan dimana pendidikan ikut aktif mempersiapkan Pendekatan normatif filosofis.Malik Fajar. . Muhammad Athiyah Al Abrosyi dalam kajiannya tentang pendiikan Islam telah menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam : 1. h.Abd. Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Persiapan untuk mencari rizki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. Dengan semua iti. Lembaga-lembaga sosial yang ada sekarang adalah perwujudan dan warisan masa silam. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. kegiatan yang menujangnya. 3.Karena kalau dilakukan secara terpisah.1986). mendasari komitmen dan orientasi nilai-nilai fundamental daripada suasana ideal yang diinginkan. tujuan pendidikan yang lebih representatif dapat ditetapkan. Sampai seberapa jauh efektifitas perkembangan ilmu dan tehnologi. politik. analisa kebutuhan sosial. 2. .156. seperti kurikulum. ekonomi. budaya dan agama yang dikehendaki oleh generasi mendatang. Pendekatan ilmiah. hasilnya dianggap tidak mampu untuk mempridiksi dan merencanakan tentang bagaimana bentuk nilai-nilai sosial. sosial dan budaya yang begitu pesat dan sukar untuk di jangkau15. bahkan juga minat dan tujuan kegiatan itu. misalnya melalui pendekatan historis. 16 15 . motif dan latar belakang aktivitas tersebut.Sehinnga dapat dijabarkan perwujudan pendidikan.

dan sebagainya. Menumbuhkan ruh ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan arti untuk mengetahui (cuuriosity) dan memungkinkan ia mengkaji ilmu sebagai ilmu. dapat mencari rezki dalam hidup.4. Keragaman informasi menantang anudia untuk menyaring validitas isinya. Kreasilah yang menjadikan masyarakat lebih maju kemudian memiliki sesuatu yang lebih baru daripada masyarakat sebelumnya.26. ------------------------------------------------------------------------------------------16. dan wawasan yang tepat. tehnis dan perusahaan supaya ia dapat menguasai profesi tertentu. Menumbuhkan kreatifitas subyek-didik. Kemampuan tersebut menuntut kemampuan mengeneresasikan. Menjaga lestarinya nilai-nilai insani dan nilai-nilai Ilahi. Sedang fungsi pendidikan menurut Noeng Muhadjir mempunyai tiga fungsi. 2. dan hidup dengan mulia di samping memelihara segi kerohanian dan keagamaan16. Noeng Muhadjir. 17 . Menyiapkan tenaga kerja produktif17. 3. h. Op. dan lebih kreatif. Omar Muhammad Al Thoumiyah Al Syaibany. yaitu : 1. Keluasan dan kedalaman interaksi manusia menjadi semakin bertambah dengan berkembangnya tehnologi informasi. Secara sosiologis dijumpai kenyataan bahwa perubahan sosial setelah abad 20 ininmenjadi semakin cepat. Tugas pendidikan adalah menyiapkan generasi berikutnya menjadi kreatif. 17. 416. mengabstraksikan. Ilmu Pendidikan dan Pembinaan Sosial Suatu Teori Pendidikn (Yogyakarta: Rake Sarasin. sikap. Menyiapkan pelajar dari segi profesional. terpercaya salurannya.1987). 5.Cit. dan menemukan hubungan uniknya untuk akhirnya menampilkan pendapat. h.

dan lihat Ibid. Itulah tujuan kejadian manusia.1933). Al-Ghazali berpendapat.68.Hal ini diulang-ulang Al Ghazali. 1964). Fathiyah Hasan Sulaiman. antara lain : ³ Sebaik-baik makhluk di atas bui adalah manusia. h. Mecari Tipologi.Cit. 19. seara umum harus meiliki sifat-sifat . dapat mengukur kemampuan murid.13. Fathiyah Hasan Sulaiman. membersih Kan dan mengarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wajalla.Tujuan hidup manusia di dalam alam ininadalah beribdah dan tunduk kepada Allah. Op. 69. Untuk merealisir hal di atas. Ygy 2005. Juga kesempurnaan manuia yang bertujuan kebahagiaan di dunia dan akhirat19. 21. lemah lembut. dan segala usaha untuk menjadikan manusia menjadi µabid inilah tujuan tertinggi pendidikan dalam islam.19 dan lihat. h. seorang guru yang sempurna akalnya. Ihya¶ Ulum alDin. konsekuen terhadap apa yang diajarkan.Pustaka Pelajar. dan sebaik-baik bagian tubuh Manusia adalah hati. serta menjadi khalifah di muka bumi untuk memakmurkannya dengan melaksanakan syari¶at dan mentaati Allah18. terpuji budi pekertinya dan layak menjadi pengemban tugas guru. 18 . Sebagaimana ditegaskan oleh Al Ghazali tentang tujuan akhir ataual-adhaf al-µulya adalah kesempurnaan manusia yang bertujuan mencapaimendeatkan diri kepada Allah. Ghazali. h. sedang guru berusaha untuk menyempurnakan. tidak kasar. (Mesir: al-Mathba¶ah al-Usmaniyah al-Misriyah. h.Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad Ibn Muhammad al. kasih sayang.Format Pendidikan Ideal. 43-51.68. jujur. Bahts fi al-Tarbawy µIndia al-Ghazali (Mesir: Maktabah Nadlah. 20. Tugas seorang guru adalah merupakan ibadah dan melaksanakan tugas kekhalifahan yang paling utama. h. Tujuan inilah yang disebutkan dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 : ³ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manudia melainkan supaya mereka menyembah-Ku´. h. berbudi luhur. mempelajari kejiwaan murid. dan penuh dengan keikhlasan21. Maka mengajarlan ilmu adalah salah satu bentuk ibadah dan termasuk memenu Hi tugas ke-khalifah-an di bumi bahkan merupakan tugas ke-khalifah-an yang Paling utama´20. Ibid.

halus. dan tubuh dengan segala unsur-unsur luar dan dalamnya adalah rakyat. kehidupan ini adalah jiwa.BAB III KESIMPULAN Qalb atau hati adalah suatu yang lembut. dan tidak tampak oleh penglihatan manusia. Seperti halnya Quality kita terjemahkan sebagai endelsss improvement. hati-hati dan penuh kasih sayang. Jika ia memiliki power. tetapi keberadaannya dapat dirasakan dan diyakini. karena ia merupakan pintu masuknya cahaya keTuhanan dan kebenaran. Apabila kita ibaratkan dalam kehidupan ini. demikian juga qalbu harus menjadi dasar untuk terus menerus dan tanpa akhir meningkatkan mutu kehidupan berdasarkan prinsip -prinsip kebenaran. Hidup dan kehidupan akan menjadi besar. daya pengaruh. 19 . qalbu adalah raja. hormat dan tawadhu¶. mulia dan agung dan tidakmtergantung kepada sang raja itu. akal fikiran adalah perdana menteri. dan kharisma yang besar. maka orang yang ada dibawah kekuasaannya secara otomatis mereka mengakui keberadaan rajanya itu dan segera mengikuti dengan tulus. indrawi adalah materi materi. Ia sangat membutuhkan perlindungan. kekuatan. pengawasan. Seluruh perilaku dan karakter kita berangkat dan terus berputar bagaikan sebuah spiral yang ujungnya tidak berhenti mencari keridhaan Allah. Memelihara hati ini dapat diibaratkan dengan merawat seorang bayi yang sangat sensitif terhadap hal-hal yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu ia harus memperoleh perhatian yang sangat penting. maka hidup adalah ruh.

Ridwan Nasir. Jakarta. M. Editor Adib Abdushomad. Gema Insani.FIP. Nashir bin Sulaiman al-Umar. Pembelajaran Pendidikan Islam. M. Hikmah Jakarta 2003. Jakarta 2003. Falsafah Tarbiyah al Islamiyah. Toto Tasmara. Jakarta 2007. 20 . Usman Najati. Penerbit Arga. M. M. 1973.Jkt 2005. Jakarta 2001. alih Bahasa Hasan Langulung.Grafindo Persada. Noeng Muhajir.BAB III DAFTAR PUSTAKA Abdul Malik Fajar. Format Pendidikan Ideal. Choirul Fu¶ad Yusuf. ESQ Power. Pandangan Islam Tentang Tujuan Pendidikan dan Pokok-Pokok Strategi Pelaksanaannya Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Surabaya:IAIN Sunan Ampel 1986). Mencari Tipologi. Pustaka Pelajar. Tadzkirah. Arifin. Jakarta.PT. Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (SMP).KIP. Jakarta 2006. Yogyakarta 2005. Edisi Revisi. Sayyid Quthb. Erdino Mutiara Agung. Bulan Bintang 1979. Muh. Jakarta 2003. Syafullah Aziz. Gema Insani. Malang. Noor Syam. Ilmu Pendidikan Islam. Imam Burnadib. Ilmu Pendidikan dan Pembinaan Sosial Suatu Teori Pendidikan Yogyakarta.2005. Ari Ginanjar Agustian. Belajar EQ dari Sunnah Nabi. Rake Sarasin 1987. Ujian Hati. Bumi Aksara. PT. Pengantar Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. Umar Muhammad al Thoumy al Syaibany. Ahmad Zayadi. Spiritual Centered Leadershif. Filsafat Pendidikan Tinggi. Darul Falah. Tafsir Fi Zhilalil Qur¶an (dibawah naungan Al-qur¶an).Tanwiru al-Qalb (cahaya penerang hati) Terbit Terang Surabaya 2004.

.

Oleh Zuhriyah NIM : 10.735 .0213.

PROGRAM PASCASARJANA IAIN ANTASARI KONSENTRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BANJARMASIN 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful