P. 1
Mencoba memahami Yohanes

Mencoba memahami Yohanes

5.0

|Views: 3,137|Likes:
Published by Justinus Darmono

More info:

Published by: Justinus Darmono on May 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2013

pdf

text

original

8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu
tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan
mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:33 Jawab
mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun.
Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang
berbuat dosa, adalah hamba dosa. 8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi
anak tetap tinggal dalam rumah. 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu,
kamupun benar-benar merdeka."

Dalam pemahaman penulis, selama ini tanpa kita sadari kita hidup sebagai hamba dosa. Kita
selalu dibelenggu oleh keinginan berbuat dosa dan kita dijajah olehnya. Perbuatan salah dan
dosa membuat kita merasa begitu jauh dari Tuhan. Namun apabila kita berbuat benar sesuai
ajaran-Nya maka akan tumbuh perasaan plong, lega, walaupun mungkin secara kasat mata
menyengsarakan. Perasaan lega itulah yang memerdekakan kita dari segala macam belenggu
dunia. Yang bisa memutuskan rantai tersebut hanyalah Tuhan Yesus sendiri. Kita bukan apa-
apa dan tidak bisa berbuat apa-apa tanpa penyertaan Roh-Nya.

Kita diajar untuk berani berbuat jujur apa adanya, sehingga kebenaran tidak diselimuti oleh
berbagai alasan pembenaran. Kita diajar untuk bebas dan merdeka dari segala macam

59

perbuatan yang selama ini menjadi beban di dalam hati dan jiwa kita. Kita tahu bahwa
kemerdekaan itu cukup sulit untuk dicapai, dan untuk itu memerlukan perjuangan yang keras.
Penjajah yang mungkin kita sebut roh kejahatan, selalu ingin menarik kita di bawah
pengaruhnya. Kita tidak bisa berjuang sendiri karena kelemahan kita, maka kita
membutuhkan Sang Penyelamat untuk membebaskan kita.

Dalam keluarga Yahudi pada zaman waktu itu, sepertinya hanya anak-anak yang akan tinggal
di rumah orang tuanya. Seorang hamba atau pembantu rumah tangga, sesuai dengan
pekerjaannya tidak akan dibolehkan masuk sampai ke dalam kamar. Mereka masuk hanya
untuk membersihkan saja, namun tidak akan boleh untuk tinggal di situ. Dalam
perkembangannya, apabila sianak sudah merasa begitu dekat dengan hamba pengasuh, hanya
karena keinginan si anak maka si hamba boleh tinggal menemaninya.

Mungkin kita bisa membayangkan bagaimana Allah Bapa sudah menyerahkan segala
sesuatunya kepada Allah Putera. Jadi apa saja yang dilakukan Anak, hal tersebut akan sama
saja dengan yang dilakukan Bapa. Penulis mungkin mengandaikan yang umum saja, sewaktu
penulis bekerja di kantor bahwa penulis sedang berperan sebagai pekerja. Pada waktu di
rumah sedang berkumpul dengan keluarga, maka sedang berperan sebagai bapak, sebagai
kepala rumah tangga. Demikian juga sewaktu sedang rapat di gereja, saat itu sedang berperan
sebagai wakil umat di lingkungan. Orangnya yang dibicarakan ya hanya penulis sendiri,
bukan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebenaran itu sendiri sering digradasikan, malahan sering
dibelokkan. Sewaktu sekolah kita akan mendengar bahwa ada nilai benar sepuluh, benar
tujuh, benar lima dan sebagainya. Kebenaran untuk saat itu, bisa jadi akan berubah di saat
selanjutnya. Ajaran di sekolah tentang jumlah planet yang mengelilingi matahari kita,
nyatanya mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Yang konyol apabila sang guru tidak
mengikuti wacana perkembangan pengetahuan, sedangkan murid malah rajin karena
minatnya.

Tidak jarang kita mencari atau mempertahankan benarnya sendiri dan kemudian menyalahkan
orang lain. Sangat sulit untuk belajar menyangkal diri di hadapan orang lain. Padahal betapa
indahnya kalau berani menyangkal diri sebelum disalahkan pihak lain. Mungkin konflik
keluarga, atau konflik yang lebih besar dapat dihindari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->