P. 1
3. Kepuasan Konsumen

3. Kepuasan Konsumen

|Views: 150|Likes:
Published by eekha

More info:

Published by: eekha on May 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2011

pdf

text

original

KEPUASAN KONSUMEN

Consumer Satisfaction
Dr. John Suprihanto, MIM Agusta Ika P.N., SE, MBA

Kepuasan Konsumen ‡ Kepuasan pembelian setelah membelanjakan tergantung kepada penampilan yang ditawarkan dalam hubungannya dengan harapan pembeli ‡ Kepuasan pelanggan menurut Phillip Kotler adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang .

maka pelanggan akan merasa puas jika penampilan melebihi harapan. maka pelanggan akan merasa sangat puas atau senang .Teori Kepuasan Konsumen ‡ Teori yang paling dominan dalam Teori Kepuasan Konsumen adalah paradigma tentang ketidaksesuaian antara pengharapan dan kenyataan (perbedaan antara penampilan yang dirasakan dan harapan) ‡ Tingkat kepuasan dapat dibagi menjadi tiga jika penampilan kurang dari harapan. maka pelanggan akan merasa tidak puas jika penampilan sebanding dengan harapan.

artinya dituntut untuk lebih responsif terhadap konsumennya dan lebih mampu untuk menarik konsumen . rumah sakit dituntut untuk lebih bersifat customize.Consumer focus ‡ Agar mampu dan menang bersaing dalam persaingan yang semakin ketat ini.

dan keluhan mereka.Metode mengukur kepuasan pelanggan Kotler (2000) mengemukakan empat metode untuk mengukur kepuasan pelanggan: ‡ Sistem keluhan dan saran memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pelanggannya untuk menyampaikan saran. Informasi yang diperoleh dapat memberikan ide-ide baru dan masukan bagi rumah sakit sehingga memungkinkannya untuk memberikan respon secara cepat dan tanggap terhadap setiap masalah yang timbul ‡ Survei kepuasan pelanggan Dengan survei. pendapat. (pos. angket. maupun wawancara pribadi) rumah sakit akan memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan tanda positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap pelanggannya . telepon.

Lalu ghost shopper tersebut menyampaikan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produkproduk tersebut ‡ Lost Customer Analysis Perusahaan berusaha menghubungi para pelanggannya yang telah berhenti membeli atau yang telah beralih pemasok. Informasi ini akan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan selanjutnya dalam rangka meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.Metode mengukur kepuasan pelanggan ‡ Ghost shopping Mempekerjakan beberapa orang sebagai ghost shopper untuk berperan atau bersikap seperti pelanggan atau konsumen potensial produk perusahaan pesaing. . Yang diharapkan adalah akan diperolehnya informasi penyebab terjadinya hal tersebut.

. kualitas jasa menjadi elemen yang dominan dalam proses evaluasi konsumen dan kepuasan konsumen. ‡ Dalam jasa.Kualitas Jasa ‡ Komponen utama dalam persepsi konsumen adalah Service Quality atau kualitas pelayanan jasa. ‡ Menurut Kurtz (1998) terdapat tiga hal utama yang mendasari konsep kualitas jasa. yaitu Kualitas jasa lebih sukar dievaluasi daripada kualitas barang Kualitas jasa didasarkan pada persepsi konsumen terhadap hasil jasa (outcome of the service) dan mengevaluasi prosesnya dimana jasa tersebut dilakukan. Persepsi kualitas jasa merupakan hasil (result) dari perbandingan terhadap apa yang sebelumnya diharapkan konsumen pada jasa dan tingkat penerimaan jasa yang diterima.

atau oleh kebutuhannya akan pelayanan tertentu. Semua hal tersebut menimbulkan harapan-harapan konsumen tentang kualitas jasa yang mereka inginkan. atau karena pengalaman yang dimiliki oleh konsumen tentang kualitas pelayanan tertentu. .Kualitas Jasa ‡ Kualitas pelayanan tertentu yang diharapkan oleh konsumen dapat ditimbulkan oleh informasi dari mulut ke mulut. kemudian proses pelayanan akan dinilai oleh konsumen melalui dimensi kualitas jasa.

yaitu: ‡ Tangibles meliputi fasilitas fisik. ‡ Empathy Perhatian/atensi secara individual yang diberikan perusahaan kepada konsumen.Lima dimensi kualitas Jasa Terdapat lima dimensi dalam Kualitas Jasa. ‡ Reliability kemampuan untuk memberikan secara tepat dan benar jenis pelayanan yang telah dijanjikan kepada konsumen ‡ Responsiveness Kesadaran dan kemauan untuk bertindak cepat membantu konsumen dan memberikan pelayanan tepat waktu. dan penampilan karyawan serta materimateri yang tertulis. peralatan. ‡ Assurance Pengetahuan dan keramahan (sopan santun) karyawan serta kemampuan perusahaan dan karyawan untuk memberikan kepercayaan. .

‡ Tingkat pelayanan jasa dijabarkan dengan mengurangi skor pelayanan jasa yang diterima dari skor harapan konsumen untuk setiap pertanyaan. ‡ Dengan menggunakan Servqual. ‡ Servqual menggunakan 22 pertanyaan untuk mengukur lima dimensi kualitas jasa. ‡ Bagian pertama dari kuesioner tersebut menanyakan konsumen untuk mengindikasi tingkat pelayanan yang mereka harapkan dari sebuah perusahaan dalam industri tertentu. Metode ini disebut Gap Theory. . perusahaan dapat mengukur evaluasi konsumen atas kinerja pelayanan mereka.SERVQUAL ‡ Suatu instrumen yang dikembangkan untuk mengukur service quality (kualitas pelayanan). ‡ Dikembangkan atas dasar premis bahwa kualitas pelayanan adalah perbedaan antara harapan konsumen dengan evaluasi mereka atas pelayanan yang mereka terima. ‡ Bagian kedua dari kuesioner meminta konsumen untuk mengevaluasi kinerja pelayanan dari perusahaan tertentu.

Zeithaml dan Berry pada tahun 1988 ‡ Gap Model merupakan suatu prosedur analisis untuk mengetahui kesenjangan (gap) yang terjadi ‡ Metode analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan atau letak kesenjangan pada penyampaian produk jasa kepada konsumen ‡ Hasil yang didapat dari analisis gap ini sangat membantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang merupakan faktor penentu dalam kepuasan konsumen .Kesenjangan dalam Kualitas Jasa (Gap) ‡ Jika terjadi kesenjangan antara kualitas yang seharusnya diterima dengan kenyataan yang ada terjadi maka akan tercipta Gap ‡ Gap Model ini dikembangkan oleh Parasuraman.

Akhirnya perusahaan tidak dapat menunjukkan unjuk kerja seperti yang di janjikan kepada konsumen. Ketidaktahuan ini mengakibatkan desain dan standar jasa kurang baik sehingga mengakibatkan cara penyampaian jasanya pun tidak terstandar dengan baik. keengganan menanyakan harapan konsumen dan atau ketidaksiapan manajemen dalam mengakomodasikan keduanya. 2000) ‡ Gap 1 Perbedaan antara harapan konsumen terhadap kualitas dengan persepsi manajemen tentang harapan konsumen tersebut. muncul sebagai akibat dari ketidaktahuan manajemen tentang kualitas jasa macam apa yang sebenarnya diharapkan oleh konsumen.5 macam Gap dalam kualitas jasa (Zeithaml dan Bitner. . Gap ini merupakan sumber dari munculnya gap-gap yang lain. Antara lain terjadi karena tidak adanya interaksi langsung antara manajemen dengan konsumen.

.Gap 2 ‡ Perbedaan antara harapan konsumen terhadap pelayanan jasa dengan spesifikasi kualitas jasa. ‡ Manajemen mampu memahami keinginan konsumen namun gagal menyajikan harapan konsumen tersebut dalam spesifikasi kualitas jasa yang benar.

‡ Ada beberapa faktor yang menyebabkan gap 3 tersebut. 2000). maka kualitas dari pelayanan jasa tersebut sangat bergantung kepada unjuk kerja penyedia jasa tersebut.Gap 3 ‡ Perbedaan antara kualitas pelayanan yang diberikan dengan spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan (Zeithaml dan Bitner. . ‡ Jika karyawan melayani konsumen sesuai dengan spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan. kurangnya pelatihan karyawan dan desain pekerjaan yang tidak tepat. maka biasanya harapan konsumen terpenuhi dan akan merasa puas. ‡ Tetapi jika karyawan tidak dapat memberikan pelayanan sesuai dengan spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan. maka harapan konsumen tidak akan terpenuhi dan timbul ketidakpuasan. penyeleksian karyawan tidak menggunakan prinsip-prinsip seleksi yang baik. antara lain: kurangnya teamwork. ‡ Karena sebagian besar pelayanan jasa dilakukan oleh orang.

Gap 4 ‡ Perbedaan antara kualitas pelayanan dengan kualitas yang dijanjikan perusahaan dalam pemasarannya ‡ Janji-janji dari perusahaan disampaikan melalui iklan. . promosi penjualan dan staf penjualan. maka akan terjadi kesenjangan antara harapan konsumen dengan pelayanan yang diterima. ‡ Jika perusahaan tidak memenuhi janjinya kepada konsumen.

Gap 5 ‡ Perbedaan antara kualitas pelayanan yang diharapkan konsumen dengan kualitas pelayanan yang dirasakan atau persepsi konsumen. . ‡ Gap 5 merupakan akumulasi dari gap-gap yang lain yang berakhir pada terjadinya ketidaksesuaian antara harapan konsumen dengan kenyataan yang diterima konsumen.

Service Marketing : Integrating Customer-Focus Across the Firm. Valerie A. 2000 . and Mary Jo Bitner.Gaps Model of Service Quality CUSTOMER Expected Service Gap 5 (Customer gap) Percieved Service COMPANY Service Delivery External communications to customers Gap 4 Gap 3 Gap 1 Customer-driven service Designs and standards Gap 2 Company Perseptions of consumer expectation Sumber : Zeithaml.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->