BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.

Kemajuan teknologi alat diagnostik yang pesat saat ini sudah sangat dirasakan manfaatnya dalam mendiagnosis adanya gangguan strutur morfologis organ tubuh. Dalam mendiagnosis struktur morfologi organ tubuh sangat diperlukan modelitas radiologi sesuai dengan kemampuan alat dan karakteristik organ yang akan dinilai. Modalitas yang digunakan dalam bidang radiologi seperti radiologi konvensional (foto rontgen/sinar ± X ), computed tomografi scanning (CT - Scan), magnetic resonansi imaging (MRI), ultrasonography (USG) 2D, 3D, 4D dan pencitraan nuklir. Semuanya berkembang pesat. Pemanfaatan radiasi yang sudah begitu meluas dalam berbagai bidang pemanfaatan yaitu kesehatan, industri, penelitian dan pendidikan dan bervariasinya aktivitas yang digunakan yang disesuaikan dengan tujuan pemanfaatan. Resiko yang berhubungan dengan penggunaan sumber radiasi yang terencana umumnya telah dapat diprediksi sehingga persyaratan keselamatan telah dapat ditentukan. Walaupun begitu kecelakaan masih juga terjadi dan bahkan terjadi juga kecelakaan yang serius dan mematikan. Oleh karena itu perhatian dari masyarakat proteksi radiasi mengupayakan pada usaha untuk pencegahan daripada melakukan penanggulangannya. Salah satu cara yaitu dengan dilakukan pengenalan terhadap peralatan yang menggunakan sumber radiasi dan zat radioaktif tersebut. Obyekpengawasan dalam bidang FR-ZR dalam bidang kesehatan dan industri dicoba disajikan dalam makalah ini yang meliputi jenis dan gambaran fisik peralatan, kegunaan serta prinsip kerja/ prosedur pengoperasian, aspek keselamatan dan potensi bahaya dalam pengoperasiannya. 1.2. Tujuan Instruksional Umum Mengetahui tentang jenis peralatan sumber radiasi yang digunakan dalam pemanfaatan bidang kesehatan dan industri, prinsip kerja dan sistem serta aspek keselamatan peralatan dalam pengoperasiannya.

Tujuan Instruksional Khusus 1. Mengetahui tentang jenis dan gambaran fisik peralatan yang digunakan dalam pemanfaatan di bidang kesehatan dan industri 2. Mengetahui tentang prinsip kerja dan sistem keselamatan peralatan sumber 3. Memahami potensi bahaya yang ada bagi pekerja, masyarakat dan lingkungan

1.3.

Metode Penulisan Dalam penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode pustaka yaitu penulis mencari dan mengkaji dari buku sebagai referensi.

2.sinar ini dapat menembus bendabenda lunak seperti daging dan kulit tetapi tidak dapat menembus benda-benda keras seperti tulang.Lempeng logam yang letaknya di dekat tbung katode memencarkan sinar flueresens selama electron di alirkan.gigi.karena tidak di kenal dalm ilmu.Pada waktu itu.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. metarulugi.dan logam. Celah atau lubang pada wadah tabung tidak boleh lebih besar dari yang diperlukan untuk menghasilkan berkas sinar dengan ukuran maksimum. prosedur pengoperasian secara benar dengan memperhatikan norma keselamatan radiasi dan penahan radiasi perlu mendapat perhatian dengan seksama. Di dalam wadah juga terdapat alat pendingin seperti minyak. dan biologi. Rumah tabung sinar-X harus mempunyai penahan radiasi dan mekanisme pengontrol berkas yang bekerja dengan baik. mineralogy. Sinar x di temukan secara tidak sengaja oleh Wilhelm Conrad Rontgen (18451923).1.1. Persyaratan ruang dan keselamatan dari fasilitas radiasi harus diperhatikan sejak awal sebelum instalasi pesawat didirikan.Ilmuwan Jerman pada November 1895. Wadah tabung biasanya terdiri dari timbal atau uranium susut kadar yang dilapisi logam. fisika. Definisi Sinar-X Sinar ±x adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 10-8 -10-12 m dan frekuensi sekitar 1016 -1021 Hz.1.Oleh sebab itu. . Wadah tabung sinar-X Setiap tabung sinar-X harus ditempatkan dalam wadah atau perisai pelindung lain.Rontgen menyimpulkan bahwa sinar tersebut di sebabkan oleh radiasi dari suatu atom.maka Rontgen memberikan nama dengan sebutan sinar-X.Sinar x sering di gunakan di berbagai bidang seperti bidang kedokteran.Rontgen sedang mempelajari pancaran electron dari tabung katode. Penggunaan pesawat sinar-X secara tepat yang meliputi perancangan dan pemasangan. kimia.

Bagian-bagian tabung pesawat sinar-X Gambar I.2. Ketika berkas elektron menubruk target akan terjadi proses eksitasi pada atom-atom target. sehingga akan dipancarkan sinar-X karakteristik. c. d. Tegangan (kV) di antara katoda (negatif) dan anoda (positif) akan menyebabkan elektron-elektron bergerak ke arah anoda.Gambar I. b.2. Tabung sinar-X 2. dan proses pembelokan (pengereman) elektron sehingga akan dipancarkan sinar-X bremstrahlung. Arus listrik akan memanaskan filamen pada katoda sehingga akan terjadi awan elektron disekitar filamen (proses emisi termionik).1. Fokus (focusing cup) berfungsi untuk mengarahkan pergerakan elektron-elektron (berkas elektron) menuju target.1. . Proses pembentukan sinar-X pada pesawat sinar-X adalah sebagai berikut : a.

Adapun jenis pesawat yang digunakan adalah : 1. sehingga apabila diafragma tertutup rapat maka laju kebocoran radiasinya tidak melebihi batas yang diizinkan. yaitu sinar-X karakteristik dan bremstrahlung.1. konvensional Pesawat sinar-X harus memiliki sistem diafragma atau kolimator pengatur berkas radiasi. dipancarkan keluar tabung melalui jendela. Gambar II. f. Pesawat sinar-X a. Pendingin diperlukan untuk mendinginkan target karena sebagian besar energi kinetik elektron pada saat menumbuk target akan berubah menjadi panas.e. Pesawat sinar-X yang tetap (fix) . Berkas sinar-X yang dihasilkan.

2. 70 kV 70 ± 100 kV Di atas 100 kV Aspek keselamatan dalam Pengaturan dan pembatasan waktu penyinaran 1. tempat terjadinya sinar-X.Gambar II. biasanya antara 0. Harus ada penunjukan tegangan tabung. Nilai filter permanen tersebut harus dinyatakan secara tertulis pada wadah tabung sinar-X.0 mmAl 2. . Tingkat kebocoran radiasi pesawat sinar-X Pemeriksa an Laju kebocoran yang diizinkan ” 100 mR/jam pada jarak 1 m Diagnostik dari fokus dalam kondisi maksimum Filtrasi permanen minimal untuk diagnostik ditetapkan seperti dalam tabel II.5 mmAl 2. Pesawat sinar-X mobile Tabel II.2.1. Ukuran titik focus (focal spot). Filtrasi Permanen Total filtrasi minimal 1. arus tabung dan waktu penyinaran yang dipilih.22 mm s/d 2 mm.2. Untuk pengatur penyinaran otomatis cukup ada penunjukan tegangan tabung. Tabel II.5 mmAl Tegangan maksimum tabung s/d. penunjukan jumlah muatan listrik (mAs) dapat dipakai sebagai pengganti penunjukan arus tabung dan waktu penyinaran secara terpisah.2. untuk tegangan tabung dan arus tabung dengan nilai tetap perlu ada penunjukan pada panel pengatur dan dijelaskan dalam dokumen penyerta.

4.5 mm Pb untuk tegangan s/d 70 kV. 6. sehingga dapat dijalankan dari tempat yang aman (2m dari susunan tabung dan dari pasien). Untuk memperkecil radiasi pada pasien dan radiasi hambur dalam kamar sinar-X ukuran berkas radiasi harus dibuat sekecil mungkin sesuai dengan kebutuhan diagnostik dari pemeriksaan tersebut. dan 3) tambahan 0. faktor-faktor penyinaran ini hendaknya tersedia dekat atau pada panel pangatur. Pesawat harus dilengkapi dengan peralatan untuk membatasi berkas Sinar Guna (misalnya dengan diafragma berkas cahaya yang dapat diatur dan kerucut yang dapat diganti-ganti).1 mm Pb / kV untuk tegangan di atas 100 kV . a.0 mm Pb untuk tegangan 70 ± 100 kV. pesawat harus dilapisi kaca Pb dengan ketebalan setara dengan: 1) 1. 7. di belakang bangunan pelindung atau b. b. 8. Fluoroskopi Untuk keselamatan radiasi pada pesawat fluoroskopi untuk pekerja radiasi. Waktu penyinaran biasanya sangat pendek dengan maksud untuk memperkecil kemungkinan kaburnya bayangan akibat gerakan bagian yang difoto. Sakelar penyinaran harus terpasang sedemikian. 2) 2. harus ada suatu cara untuk menjaga agar arus tabung berada dalam + 25 % dari nilai yang ditetapkan sebelumnya. 5. Jika pembangkit sinar-X ini juga dapat digunakan untuk fluoroskopi. Rangkaian penyinaran yang ditetapkan sebelumnya harus diperlihatkan dengan jelas dalam sebuah tabel dalam dokumen penyerta.3. di dalam ruangan dengan menggunakan apron pelindung dan jika perlu sarung tangan memegang film pada pasien anak kecil).

5 ± 1. dapat diatur oleh dokter ahli yang melakukan fluoroskopi b. ukuran berkas mempengaruhi penerimaan radiasi pada pasien. 3) Sakelar penyinaran harus terletak sedemikian rupa. kedua tangan dan lengan bagian depan berada dalam daerah yang terlindung terhadap radiasi hambur 4) Waktu kumulatif tidak boleh lebih dari 10 menit Prinsip Kerja Peralatan Fluoroskopi adalah seperti pada gambar di bawah ini : y Pembatasan ukuran berkas radiasi 1) Usahakan ukuran berkas radiasi sekecil mungkin.0 mm Pb. terlindung terhadap kemungkinan tertekan/terputar tanpa sengaja c.3. 3) Untuk proteksi radiasi hamburan di bawah tabir fluoroskopi ketebalan tabir setara dengan 0.Gambar II. . sehingga : a. 2) Berkas yang sempit juga memperbaiki kualitas bayangan. sehingga tidak dapat dibuka sampai luas tertentu yang dapat menyebabkan berkas langsung melebihi batas tabir. Pesawat Fluoroskopi Pengaturan dan pembatasan waktu penyinaran : 1) Sakelar penyinaran dari jenis tekan terus (clep presroom) 2) Sakelar memberikan peringatan yang berbunyi sebelum akhir selang waktu dan secara otomatik mematikan alat sesudah beberapa menit. 4) Diafragma harus diatur sedemikian. karena mengurangi radiasi hamburan pada tabir fluoroskopi. ukurannya tidak boleh kurang dari 45 x 45 cm.

Mamografi . 5) Untuk diingat pada tegangan (kVp) yang sama. 4) Penguat bayangan juga memungkinkan fluoroskopi dilakukan dengan cahaya ruangan. 3) Penguat bayangan yang dipasang secara benar dan digunakan hati-hati dapat memperkecil keluaran sinar-X yang dibutuhkan sampai dengan faktor 10. 2) Kesetaraan aluminium untuk filter total (filter inheren + filter tambahan) yang secara permanen terdapat dalam berkas Sinar Guna harus mempunyai nilai minimum seperti tertera dalam Tabel II. y Pemilihan Alat Fluoroskopi 1) Pesawat harus mempunyai jarak folus-kulit yang panjang (minimum 40 cm). penyinaran radiografi dengan 60 mAs adalah sama dengan fluoroskopi pada 1 mA untuk jangka waktu 1 menit. arus listrik yang dipakai tidak boleh melebihi 4 mA pada tegangan 100 kV.y Prosedur Pengoperasian 1) Hanya petugas yang diperlukan boleh berada dalam kamar penyinaran. 2) Mereka harus menggunakan apron pelindung dan jika perlu sarung tangan pelindung. 4) Fluoroskopi dapat dianggap sebagai alat radiografi murni. c. 5) Dengan penguat bayangan arus listrik tidak boleh melebihi 1 mA pada 100kV. 2) Dosimeter untuk pasien yang dapat memberikan peringatan dengan bunyi terhadap kombinasi waktu.2. y Alat Keselamatan 1) Tanda yang sederhana pada pintu (lampu merah menyala) dan kunci untuk mencegah dibukanya pintu selama fluoroskopi. 3) Untuk fluoroskopi konvensional penting dilakukan adaptasi keadaan gelap selama 20 menit. sebaik mungkin pemanfaatan penahan radiasi tetap yang tersedia di tempat itu. ukuran berkas dan output.

gigi dan rahang. meskipun tegangan tabung lebih rendah. Karena jarak fokus-kulit yang lebih pendek. Kepatuhan terhadap peraturan ditentukan dengan memasang beda tegangan pada tabung dan perkalian antara arus tabung dan waktu pada nilai maksimum dan merupakan hasil pengukuran rata-rata pada daerah seluas 100 cm persegi dengan dimensi linier yang tidak lebih besar dari 20 cm. Peralatan ini harus mempunyai kerucut pengaman yang baik. Kerucut plastik runcing harus dilengkapi dengan kolimator yang efektif .6. Apron pelindung harus tersedia untuk menutupi pasien dari bagian leher ke bawah selama penyinaran berlangsung. Pesawat sinar-X untuk Gigi Pada pesawat sinar-X untuk pemeriksaan mulut. dosis yang diterima pada kulit akan lebih tinggi.1 Gy untuk tiap kali tabung diaktifkan. d. Ada 2 jenis kerucut : kerucut plastik runcing dan kerucut ujung terbuka.5 mm Al. Gambar II. Pengukuran penyinaran dilaksanakan dengan mengoperasikan sistim pada jarak sumber-bayangan (SID) minimum sesuai desain. transmisi dari radiasi primer melalui alat penyangga penerima bayangan harus dibatasi sedemikian rupa sehingga penyinaran pada jarak 5 cm dari permukaan yang dapat dicapai setelah melalui alat penyangga penerima bayangan tidak lebih besar dari 0. berlaku semua ketentuan yang berhubungan dengan pesawat sinar-X diagnostik. Susunan Pesawat Mamografi Pesawat untuk mammografi yang beroperasi pada tegangan di bawah 50 kV harus memiliki filter permanen minimal 0.Untuk sistem pesawat sinar-X yang didesain hanya untuk mamografi.

b) Sakelar penyinaran sebaiknya jenis tekan terus. .dengan sebuah diafragma logam dan tabung logam yang berada dalam kerucut. Pesawat sinar-X untuk gigi dengan kerucut ujung terbuka Gambar II. pemotretan ulang tidak mungkin dilakukan tanpa melepaskan tekanan jari pada sakelar dan mengembalikan pengatur waktu penyinaran ke kedudukan semula.5 mm Al.5 mm Al. sehingga pesawat tidak dapat dipakai untuk fluoroskopi. harus dibuat sedemikian rupa. Gambar II. Untuk tegangan di atas 70 kV saringan total pada pesawat setara dengan 2.7. Untuk tegangan kurang dari 70 kV saringan (filter) total pada pesawat setara 1.8. Pesawat sinar-X untuk gigi dengan kerucut plastik runcing Ketentuan tambahanKetentuan tambahan untuk keperluan radiografi dental 1) Untuk pemotretan gigi umum a) Rangkaian listrik pengendalian khusus untuk pemotretan gigi.

5 mm Pb) 2) Untuk pemotretan gigi dengan film dalam mulut a) Penyinaran harus dikendalikan dengan sakelar tekan terus b) Pengatur waktu penyinaran harus dapat menghentikan penyinaran secara otomatis setelah selang waktu dan lamanya tidak boleh kurang dari 5 detik.5 mm (sebaiknya tabir dilengkapi kaca intip kaca Pb setara dengan 0. e. ukuran maksimum berkas sinar guna harus sesuai dengan luas kerucut dental pada ujung kerucut. b. jarak minimum fokus-kulit harus terjamin oleh kerucut dental dengan ukuran diameter di atas seperti ditentukan dalam tabel berikut : Pesawat untuk tomografi dental panoramik lapangan 1) Pengaturan dan pembatasan penyinaran . sehingga tidak melampaui ukuran maksimum yang diperkenankan. d. berdiri pada jarak lebih dari 2 m dari pas b. f. berdiri di belakang tabir Pb yang tebalnya tidak kurang dari 0. diafragma harus memberikan tingkat perlindungan yang sama seperti yang diharuskan untuk susunan tabung Sinar-X c. diameter berkas sinar guna pada ujung bawah kerucut dental harus tidak lebih dari 7. untuk kerucut yang silindris dan divergen dengan/tanpa ujung terbuka. untuk penggunaan kerucut dental yang dapat ditukar harus dijamin diafragma selalu berada di tempatnya dan membatasi ukuran berkas sinar guna. di luar berkas sinar guna. c) Harus dilengkapi dengan kerucut dental untuk menjamin jarak minimum fokus-kulit seperti yang dikehendaki diafragma permanen berukuran tetap : a.c) Operator yang berada di kamar yang sama dengan pasien harus : a.5 cm dan sebaiknya tidak lebih dari 6 cm. tempat kedudukan fokus dan arah sumbu berkas sinar guna harus diketahui dengan mudah.

c) Di luar berkas sinar guna. Gambar II. Fluoroskopi pada interventional radiology biasanyamembutuhkan waktu lebih lama dengan daerah paparan radiasi yang lebih luas. stents. diafragma celah yang dipasang tetap pada susunan tabung sinar±X harus memberikan pelindung yang sama tingkatnya seperti yang dikehendaki untuk susunan tabung sinar-X. Sehingga dosis radiasi yang diterima pasien. Untuk melihat pembuluh darah digunakan media yang kontras. Pesawat X-ray panoramic tomografi e. Pesawat Sinar-X Intervensional Peralatan sinar-X yang biasa digunakan dalam Intervensional adalah peralatan fluoroskopi dan CT-Scan.a) Selama penyinaran jarak minimum fokus-kulit harus 15 cm.9. Hasil foto sinar-X digunakan untuk pedoman dalam penempatan kateter. dll dalam pembuluh darah dan organ tubuh untuk tujuan perbaikan atau pengobatan pada kondisi khusus/tertentu. dokter dan petugas proteksi radiasi menjadi tinggi. b) Penyinaran harus dikendalikan dengan sakelar tekan-terus.Karena paparan radiasi yang diterima pasien cukup tinggi maka peralatan fluoroskopi yang digunakan perlu ditambahkan alat yang dapat mengukur dosis yang diterima pasien secara kontinyu (seperti alat dose-area product meter). dalam segala hal diusahakan agar jarak fokus-kulit minimal 20 cm. alat tersebut harus menunjukan waktu selama fluoroskopi dilakukan dan dilengkapi dengan . teknik yang digunakan adalah digital subtraction angiography (DSA).

Gambar II. CT-Scan (Computed Tomography) CT-Scan (computed tomography) pertama kali digunakan untuk diagnosa kedokteran pada awal tahun 1970-an. lebih baik jika lama penyinaran tidak lebih dari 5 menit. Berdasarkan perbedaan respon detektor pada berbagai posisi penyinaran kemudian dibuat suatu rekonstruksi ulang untuk mendapatkan gambar bidang tomografi dari objek (pasien) yang disinari. Teknik diagnosa ini dilakukan dengan melewatkan seberkas sinar-X terkolimasi (lebar 2 mm) pada tubuh pasien dan berkas radiasi yang diteruskan ditangkap oleh suatu sistem detektor. Sumber sinar-X berikut detektor bergerak di suatu bidang mengitari tubuh pasien. .alarm peringatan untuk dokter pada interval waktu tertentu.10 DAP (Dose Area Product meter) f.

Gambar bidang tomografi yang ditampilkan pada layar monitor komputer selanjutnya dapat dibuatkan film fotografi (seperti pada diagnostik konvensional). Penggunaan . sehingga dari proses rekonstruksi akan didapatkan hasil tomografi yang benar. Prinsip pencitraan akuisisi pada alat CT-Scan Peralatan CT-Scan terdiri dari : a. TV-monitor berikut panel kontrol Gambar II.12. Komputer. akurat dan nyaman. Meja tempat pasien b. Peralatan pesawat CT-Scan Meja pasien dan gantry scanning harus dapat menempatkan posisi pasien pada posisi yang tepat. Gantry scanning yang berisi sumber sinar-X terkolimasi dan susunan detector c. dicetak pada printer ataupun disimpan dalam disket (floppy disk).Gambar II. Perangkat elektronik untuk akuisisi data d.11. Generator sinar-X e. Tegangan sinar-X yang digunakan bervariasi dari 50-150 kV dengan kuat arus antara 0-600 mA.

kemudian dilakukan pengambilan data yang diatur dari panel kontrol. Setelah didapatkan posisi yang dikehendaki. seorang bisa menerima dosis radiasi sampai dengan 10 mSv (1 rem) pada bagian tubuh yang sangat sempit. operator/radiografer tidak diperkenankan berada di dalam ruang pemeriksaan. Proses rekonstruksi ini merupakan suatupekerjaan yang sangat komplek dan hanya dilakukan dengan komputer. Seperti halnya pada diagnostik sinar-X konvensional. PEMANFAATAN DALAM BIDANG KESEHATAN A. sehingga teknik diagnosa ini dikenal computerized tomography atau computed tomography. Menggunakan peralatan yang sesuai . Sehingga sampai saat ini CT-scan lebih banyak digunakan untuk pemeriksaan bagian kepala. Karena dapat memberikan dosis cukup tinggi. CT-scan ini juga kurang baik untuk pemeriksaan bagian/organ tubuh yang bergerak. Panel kontrol ini harus terletak di ruang pemeriksaan. BAB III PEMBAHASAN 3. DIAGNOSTIK Dalam pemberian paparan radiologi diagnostik harus dipastikan bahwa : 1. kemudian dilakukan proses rekonstruksi untuk mendapatkan gambar. Selama pengambilan data. Aspek Proteksi Radiasi Untuk setiap pemeriksaan. Para praktisi medik yang meminta atau melaksanakan diagnosis radiologi : a. Disain dinding penahan radiasi adalah seperti halnya pada pesawat sinar-X konvensional. tergantung dari jenis pemeriksaan dan tipe pesawat CT-scan yang digunakan.1. Ruangan perlu diberikan tanda-tanda/lampu ketika pemeriksaan sedang berlangsung. Pengambilan data ini bisa memakan waktu beberapa menit. maka pesawat CT-scan harus ditempatkan pada ruang khusus yang berpenahan radiasi cukup.CT-scan ini paling banyak digunakan untuk melihat potongan penampang lintang dari susunan syaraf pusat (otak) manusia. Pasien yang akan diperiksa harus tidur di meja pasien. Setelah data terkumpul.

Area yang diperiksa. Teknik-teknik penyimpanan citra dalam pencitraan dinamis (misal jumlah citra per detik). 4. dan c. 6. Kolimasi berkas utama sinar-X untuk memperkecil volume jaringan yang terirradiasi dan memperbesar kualitas bayangan. arus dan waktu atau hasil kalinya). dan f. c. 7. disediakan pelindung organ yang peka terhadap radiasi seperti gonad. Jenis penerima citra (misal film kecepatan rendah atau tinggi). 5. teknisi dan staf pencitraan lainnya memilih parameter sedemikian rupa sehingga kombinasinya memberikan paparan sekecil mungkin pada pasien dengan kualitas citra dan tujuan pemeriksaan tetap tercapai. Setiap pemeriksaan radiologi pada daerah perut atau panggul wanita usia subur harus direncanakan sehingga memberikan dosis minimal pada janin yang mungkin ada.b. a. jumlah dan ukuran proyeksi penyinaran (misal jumlah film atau potongan Tomografi) dan waktu pemeriksaan (misal waktu fluoroskopi). payudara dan tiroid. Memperhatikan informasi hasil pemeriksaan sebelumnya guna menghindari pemeriksaan berulang yang tidak diperlukan. pemilihan parameter berikut harus lebih diperhatikan. . yakni : 3. kecuali adanya alasan klinis yang sangat kuat. 2 Praktisi medik. Pemeriksaan radiologi yang mengakibatkan paparan pada perut atau panggul wanita hamil atau yang diduga hamil harus dihindari. Penggunaan grid anti hamburan. Peralatan mobile radiology digunakan hanya untuk pemeriksaan khusus atau bilamana pasien tidak mungkin dibawa ke ruang pesawat sinar-X stasioner dan ini dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai proteksi radiasi. untuk radiologi anak dan intervensional radiologi. b. lensa mata. Bilamana mungkin. Faktor-faktor pengolah citra (misal suhu developer dan algoritma rekonstruksi citra). Nilai-nilai parameter operasional (misal tegangan tabung. e. Mengusahakan paparan sekecil mungkin pada pasien dengan tetap memperhitungkan norma kualitas citra yang ditetapkan oleh organisasi profesi dan batas pengendalian paparan medik. d.

. Terdapat dua pengaturan pada pesawat sinar-X yaitu pengaturan arus berkas elektron (mA) yaitu dengan pengatur arus filamen dan pengaturan tegangan di antara anoda dan katoda (kV). Semakin besar kV akan menghasilkan energi dan intensitas sinar-X yang semakin besar pula. Hal ini menyebabkan energi sinar-X dan intensitas sinar-X yang dihasilkan akan mengalami perubahan. Semakin besar mA akan menghasilkan sinar-X yang semakin besar.Dari pembahasan di atas terlihat bahwa sinar-X yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X terdiri atas sinar-X karakteristik yang memiliki spektrum energi ´diskrit´ dan sinar-X bremstrahlung yang memiliki spektrum energi kontinyu. Pengaturan arus filamen akan menyebabkan perubahan jumlah elektron yang dihasilkan filamen dan intensitas berkas elektron (mA) sehingga mempengaruhi intensitas sinar-X. Pengaturan tegangan kV akan menyebabkan perubahan ´gaya tarik´ anoda terhadap elektron sehingga kecepatan elektron menuju (menumbuk) target akan berubah.

KARYA ILMIAH PENGGUNAAN SINAR-X DALAM MENDETEKSI BERBAGAI PENYAKIT OLEH .

TASEKEB : 0601060041 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG 2011 .NAMA NIM : DEBRINA O.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful