PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN MIPA

A. Pendekatan Pembelajaran MIPA a. Pengertian Pendekatan Pendekatan artinya usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk

mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, atau metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. b. Pendekatan-pendekatan Dalam Pembelajaran Walaupun hitungannya tidak sebanyak metode, pendekatan juga memilikiki banyak alternatif. Ada pendekatan Sejarah, pendekatan nilai, pendekatan lingkungan dan sebagainya.Untuk mengajarkan Matematika dan ilmu pengetahuan Alam (MIPA), ada tiga pendekatan utama. Pendekatan pertama memberikan tekanan kepada proses-proses pembelajaran di manfaatkan untuk mengungkapkan fakta dan mengembangkan model. Ketiga Pendekatan itu adalah 1. Pendekatan faktual. Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan pendekatan-pendekatan Faktual terutama bermaksud untuk menyodorkan hasil dapat memperoleh informasi seperti: Sumber Daya Alam (SDA) terbagi dua yaitu dapat diperbaharuidan yang tidak dapat diperbaharui. 2. Pendekatan Konseptual. Konsep adalah benda-benda, kejadian-kejadian, situasi-situasi atau ciri-ciri yang memiliki ciri khas dan mewakili dalam setiap budaya oleh suatu beda atau simbol. Jadi, konsep merupakan abstraksi dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah komunikasi antara manusia dan yang memungkinkan manusia berputar (bahasa atau alat berpikir).

memperoleh dan memproses data. berarti memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan segala objek dan gejala peristiwa alam seperti halnya yang dilakukan oleh seorang Ilmuwan. Keterampilan terintegrasi meliputi: mengidentifikasi variabel. menyusun tabel data. Mengajar IPA dengan pendekatan proses kepada siswa. Di bawah ini akan kita uraikan garis besar faktor faktor yang perlu menjadi bahan pertimbangan bagi kita. faktor usia. komunikasi. guru tidak memberitahukan gejala-gejala tersebut sebelumnya. Siswa harus benarbenar melakukan observasi. Pendekatan dengan metode belajar hendaknya dengan psikologi belajar . Pendekatan dengan metode belajar hendaknya di sesuaikan dengan bahan pengajaran . mengukur. Pendekatan dan metode belajar hendaknya sesuai dengan tujuan .3. c. Pendekatan dan metode belajar hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa . klasifikasi. usia berpengaruh terhadap penentuan pendekatan metode belajar. memanipulasi variabel dan seterusnya. menyusun grafik. mengambarkan hubungan diantara variabel-variabel. 1. merancang. . prediksi. ketika kita hendak memilih pendekatan dan metode tertentu. dan penarikan kesimpulan. Keterampilan proses mencakup dua kelompok keterampilan yaitu: keterampilan dasar dan keterampilan terintegrasi. Keterampilan dasar terdiri dari observasi. menarik kesimpulan. Pendekatan Keterampilan Proses. pengukuran. investigasi dan melakukan eksperimen. Memilih pendekatan dan metode belajar untuk pembelajaran Apabila kita hendak menggunakan suatu metode dan pendekatan tertentu maka kita harus memperhatikan banyak hal. menganalisis secara operasional. 4. 3. 2.

Kemajuan MIPA akan berdampak bagi kemajuan transformasi masyarakat yang juga berhubungan dengan ekonomi dan sosial suatu bangsa. Akhirnya pembelajaran MIPA berdasarkan budaya mensyaratkan adanya perubahan tradisi pembelajaran yang semula hanya dilakukan dengan satu metode saja yaitu DECAPA (Dengar. belajar MIPA sebagai sesuatu yang membosankan. Metode-metode dalam Pembelajaran MIPA MIPA dikenal sebagai suatu bidang yang harus dipelajari di sekolah. 6. Catat. Ruang belajar pun menjadi sempit karena hanya pada ruang kelas saja. Vygotsky juga menjelaskan penciptaan makna hanya akan terjadi melalui negosiasi makna antara siswa dengan guru dan siswa yang lain yang disebut dengan interaksi. diskusi dan Tanya jawab. Dengan demikian pembelajaran MIPA berdasarkan budaya memerlukan interaksi aktif dari siswa dan guru dengan berbagai sumber belajar dalam suatu komunitas budaya. sebagai titik awal proses penciptaan makna. Bikin pusing karena harus menghafal rumus-rumus yang panjang sedangkan belum tahu gunanya untuk apa. Bisa saja misalnya belajar MIPA . Namun kenyataannya. Memang.5. Selanjutnya. istilah-istilah tanpa tahu guna dan aplikasinya di lingkungannya.Vygotsky dalam teori kontruktivismenya menjelaskan perlu adanya peran budaya dan masyarakat sebagai pengalaman awal proses belajar. Memang disadari kalau MIPA sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.Pendekatan dan metede belajar hendaknya disesuaikan dengan alokasi waktu dan sarana prasarana yang tersedia . Hafal) menjadi tradisi mengeksplorasi berbagai sumber belajar dalam bentuk metode ceramah. Sehingga perlu ada sebuah pembelajaran MIPA berbasis budaya dimana siswa didorong untuk dapat memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitarnya. B. Siswa hanya menghafal rumus. Pendekatan dan metode belajar hendaknya sesuai dengan pribadi guru. kegiatan pembelajaran MIPA beberapa daerah (bahkan beberapa negara) hanya mengajarkan asumsi-asumsi saja yang akhirnya melahirkan siswa yang tidak memiliki pemahaman dan pengertian tentang manfaat MIPA bagi kehidupannya.

dengan menggunakan metode permainan anak-anak. Bergantung dengan konteks dan keberagaman sumber belajar yang ada. biji kacang hijau muncul hipokotil dan dan ep ikotilnya dan akan bertambah panjang ukurannya saat ditanam pada kapas yang disiram air). teori asal mula kehidupan). ukiran. catatan harian. hukum dan postulat ( m isal. Tampaknya . hukum Boyle. laporan i lmiah penelitian pribadi. Produk MIPA terdiri atas fakta (misalnya: orang menghirup udara dan mengeluarkan udara dari hidungnya. prosedur (misal. banyak siswa yang takut menghadapi tes. Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah melalui metoda ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. MIPA sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. dan lain-lain. Postulat Kock). Misalnya dengan poster. Sebelumnya guru memang harus mengetahui titik awal ketika belajar dan titik akhir belajar setiap siswa per individu. komik strip. Metode ceramah Dengan metode ceramah. atau mungkin dengan musik. lukisan. pengamatan. secara singkat dapat dikatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu meliputi guru berbicara dan siswa mendengarkan. Konsep penilaian hasil belajar pembelajaran MIPA berdasarkan budaya adalah multiple representations yang berarti hasil belajar siswa dinilai melalui beragam tekhnik dan alat ukur. a. patung. prinsip (misalnya: kehidupan memerlukan energi. upaya siswa menunjukkan keberhasilannya dalam proses penciptaan makna tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara wujud media. Metode Dalam Pembelajaran Matematika 1. pengukuran. analisis data) teori. (misalnya: teori evolusi. Siswa diberi kebebasan dalam mengekspresikan hasil kegiatan belajarnya tersebut. Sementara itu. siswa pun mengekspresikan keberhasilannya dalam berbagai bentuk. Misalnya. Archimedes. tetapi sangat baik dalam mengarang atau menulis prosa. tabulasi data. konsep ( misalnya: udara yang dihirup ke dalam paru-paru lebih banyak kandungan oksigennya dibandingkan udara yang dikeluarkan dari paru-paru. puisi. logam memuai bila dipanaskan). benda tak hidup tidak mengalami pertumbuhan). atau bahkan dalam menggambar kartun/komik.

dalam pada itu kesempatan bagi siswa untuk menyatakan sesuatu secara verbal amat terbatas. Untuk hampir semua bentuk perbincangan yang terjadi di dalam kelas. kesempatan bagi para siswa utnuk berpartisipasi tidak begitu sering. Diskusi mempunyai kedudukan yang penting dalam pendidikan MIPA. Suatu ceramah akan berhasil jika penceramah terus menerus mempunyai kontak dengan mahasiswa. ialah bahwa sejumlah besar bahan pelajaran dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat . Diskusi kelas yang sebenarnya. Metode diskusi Diskusi merupakan suatu perbincangan mengenai subjek di tinjau dari berbagai sudut pandangan. kurang lama. Ini merupakan suatu sarana untuk menyoroti adanya berbagai silang pendapat.metode ceramah ini mempunyai kentungan yang jelas. Bagaimanapun peran serta para siswa dengan metode ceramah ini harus ada. Sayangnya para guru sering menyebut diskusi . melakukan percobaan dan sebagainya. Padahal prinsip belajar lewat mendegarkan memerlukan aktivitas siswa. Dalam suatu ceramah. 2. Diskusi bebas adalah ideal untuk rangkuman verbal. Untuk hal-hal tertentu para siswa diminta untuk membikin laporan. Diskusi bebas merupakan cara yang paling efektip untuk mengajukan berbagai permasalahan yang menantang bagi para siswa. Untuk mengatasi keterbatasan ini. . dan tidak merata. walaupun aplikasinya terbatas merupakan tekhnik atau metode belajar yang paling penting. guru perlu mempunyai kepekaan terhadap bagaimana para siswa menanggapi apa yang dikatakan guru Setelah ceramah selesai sekali lagi guru dapat membagikan tugas kepada siswa utnuk membaca melakukan pengamatan .

Kita mengenal adanya tiga strategi bertanya. Materi pengajaran sudah disusun oleh pengajaran secara sistematik dan hierarkis namun bermakna (istilah Ausubel) . Pertanyaan. ialah y Mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan peran serta verbal pada para siswa. 4. sementara jumlah pembicaraan guru dikurangi y y Mengajukan pertanyaan berturut maupun pertanyaan terbuka Mengajukan pertanyaan utnuk memeratakanj peran serta para siswa. Pada umumnya metode ini berlangsung satu arah. berupa tes yagn berkaitan dengan evaluasi. Dari uraian diatas terlihat bahwa metode Tanya jawab bukan sekedar pengisi waktu. Guru juga perlu membuat pertimbangan yang serius mengenai macam pertanyaan yang akan di ajukan dan jangka waktu yang sebainya di gunakan.3. Metode ekspositori Metode ini merupakan suatu cara untuk menyamapaiakan ide/gagasan atau meberikan informasi dengan lisan atau tulisan. Uraian mengenai pertanyaan dalam bentuk tesi ini akan disajikan belakangan. baik ya gdiajukan oleh guru maupun yang diajukan pleh siswa diharapkan dapat memperlancar proses belajar mengajar. Metode Tanya jawab Metode tanya jawab adalah salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan yang terdapat dalam metode ceramah ini disebabkan karena guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang telah diceramahkan. Pertanyaan guru dapat pula berbentuk tertulis. pengajaran ide/gagasan atau informasi dan pserta didik menerimanya.

belajar sambil mengobservasi. Metode laboratorium Metode laboratorium ini sebagai tempat untuk menemukan fakta-fakta matematika. Keterangaketerangan yng harus dipelajari peserta didik tidak disajikan dalam bentuk final. b. ialah bahwa sejumlah besar bahan pelajaran dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat .peserta didik diwajibkan melakukan aktivitas mental sebelumketerangan yang dipelajari itu dapat dipahami. Tampaknya metode ceramah ini mempunyai kentungan yang jelas. Metode ini khusus untuk mengabaikan keabstrakan hakikat matematika. Metode dalam Pembelajaran IPA 1. Peserta didik menemukan sendiri pola-pola dan struktur matematika melalui sederetan pengalaman belajar yang lampau. Metode laboratorium ini sejalan dengan metode induktif bahkan merupakan perluasan dari metode induktif. dan memulai dari yang konkrit ke yang abstrak. Prinsip metode laboratorium adalah peserta didik belajar sambil bekerja. . Namun dapat menarik minat peserta didik terhadap matematika yang abstrak. 6. Metode ceramah Dengan metode ceramah. Metode penemuan Metode ini merupakan suatu cara untuk menyampaiakan ide/gagasan melalui proses menemukan. secara singkat dapat dikatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu meliputi guru berbicara dan siswa mendengarkan. Peserta didik belajar dengan objek -objek yang kemudian digeneralisasikan.5.

Ini merupakan suatu sarana untuk menyoroti adanya berbagai silang pendapat. melakukan percobaan dan sebagainya. Untuk hal-hal tertentu para siswa diminta untuk membikin laporan. Metode diskusi Diskusi merupakan suatu perbincangan mengenai subjek di tinjau dari berbagai sudut pandangan. Diskusi bebas adalah ideal untuk rangkuman verbal. Diskusi kelas yang sebenarnya. Dalam suatu ceramah. . Untuk mengatasi keterbatasan ini. kurang lama. Metode Tanya jawab Metode tanya jawab adalah salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan yang terdapat dalam metode ceramah ini disebabkan karena guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang telah diceramahkan. guru perlu mempunyai kepekaan terhadap bagaimana para siswa menanggapi apa yang dikatakan guru Setelah ceramah selesai sekali lagi guru dapat membagikan tugas kepada siswa utnuk membaca melakukan pengamatan . Untuk hampir semua bentuk perbincangan yang terjadi di dalam kelas. 3. walaupun aplikasinya terbatas merupakan tekhnik atau metode belajar yang paling penting. kesempatan bagi para siswa utnuk berpartisipasi tidak begitu sering. dan tidak merata. Padahal prinsip belajar lewat mendegarkan memerlukan aktivitas siswa. Diskusi mempunyai kedudukan yang penting dalam pendidikan MIPA.Suatu ceramah akan berhasil jika penceramah terus menerus mempunyai kontak dengan mahasiswa. Diskusi bebas merupakan cara yang paling efektip untuk mengajukan berbagai permasalahan yang menantang bagi para siswa. Sayangnya para guru sering menyebut diskusi . dalam pada itu kesempatan bagi siswa untuk menyatakan sesuatu secara verbal amat terbatas. Bagaimanapun peran serta para siswa dengan metode ceramah ini harus ada. 2.

ialah. Karena itu. (1)merumuskan masalah. Orang dapat memulai dari tahap awal. Salah satu tujuan pendidikan ilmu pengetahuan alam ialah berkembangnya pengertian tentang meetode eksperimen. namun pada hakekatnya kita mengenal ada tiga tahapan utama. Metode Eksperimen Eksperimen adalah bagian yang tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan alam. Guru juga perlu membuat pertimbangan yang serius mengenai macam pertanyaan yang akan di ajukan dan jangka waktu yang sebainya di gunakan. hukum atau kaidah. (2) melakukan percobaan diikuti observasi dan (3) menarik kesimpulan. Biasanya orang tidak berhenti pada mernaik kesimpulan atau kemajuan teory / hukum karena setiap kesimpulan patut selalu diuji lagi. Orang dapat menyebut bermacam-macam tahapan (mungkin dengan urutan yang sedikit berbeda. ialah y Mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan peran serta verbal pada para siswa. Dari uraian diatas terlihat bahwa metode Tanya jawab bukan sekedar pengisi waktu. Metode eksperimen mempunyai beberapa tahap. baik ya gdiajukan oleh guru maupun yang diajukan pleh siswa diharapkan dapat memperlancar proses belajar mengajar. Terdiri atas lima tahap ialah (1) melakukan observasi (2) merumuskan masalah (3) menyusun hipotesis (4) melakukan eksperimen dan (5) menarik kesimpulan. Pertanyaan guru dapat pula berbentuk tertulis. 4. Pertanyaan.Kita mengenal adanya tiga strategi bertanya. berupa tes yagn berkaitan de ngan evaluasi. Uraian mengenai pertanyaan dalam bentuk tesi ini akan disajikan belakangan. . di bab I dikemukakan baha metode ilmiah dapat di batasi secara sempit sebagai metode eksperimen. dalam pendidikan ilmu pengetahuan alam tentu saja kedudukan eksperimen sangat penting. yang terakir ini dapat disertai dengan mengajukan teoy. sementara jumlah pembicaraan guru dikurangi y y Mengajukan pertanyaan berturut maupun pertanyaan terbuka Mengajukan pertanyaan utnuk memeratakanj peran serta para siswa.

Masalah yang ada amat banyak dan beraneka ragam.5. 7. bagi siswa tertenntu. mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Demonstrasi tidak selayaknya selalu banyak dilakukan. Metode demonstrasi Demonstrasi berarti memperlihatkan. Bentuk penuggasan ini berbeda dari siswa yang satu dengn nyang lainnya . demonstrasi justru banyak merusak tujuan program ilmu pengetahuan alam .sehingga mendesak peranan yekhnik mengajar yang lain. Fungsi demonstrasi antara lain y y y y Utnuk memunculkan suatu masalah Untuk memberikan gambaran tentang sesuatu dengan lebih jelas Untuk membantu memecahkan suatu masalah Untuk secara singkat mengulangi apa yang telah di pelajari 6. Bagi siswa yang lain mungkin kerjasama dengna ayahnya membuat model tata surya lebih menarik. Demonstrasi mempuynai beberapa keterbatasan. Metode pemecahan masalah Berbagai tekhnik pemecahan masalah dapat diterapkan dalam program ilmu pengetahuan alam. barang kali penuggasan yang paling disukainya ialah membaca jenis buku ilmu pengetahuan alam tertentu. Apabila dilakukan dengan tidak benar. Metode penugassan Penuggasan atau pemberian tuagas yang amat berarti ialah yang menyebabkan siswa melakukan kegiatan ilmu pengetahuan alam di rumah agak terasa penting bagi mereka. Siswa yang lain lagi lebih suka mempelajari hal-hal lain . contohnya bagaimana asam sulfat bereaksi dengan gula hal itu telah menyajikan suatu demonstrasi. Dari apa yang dibaca siswa dapat memunculkan pertanyaan atau masalah yang akan melaksakannya kepada kegiatan-kegiatan lanjutan karena ingin memecahkan masalah ini. Seorang guru yang memperlihatkan.

Pengalaman-pengalaman itu berlangsung berasal dari situasi belajar yang baik.8. Metode hendaknya disesuaikan dengan bahan pengajaran . Metode hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa 3. Metodfe hendaknya disesuaikan dengan physikologi belajar 4. dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat tertentu yang re levan untuk memperoleh sejumlah pengalaman empiris. Widyawisata Widyawisata diartikan sebagai suatu strategi belajar mengajar. Pengalaman-pengalaman yang dapat diperoleh para siswa ketika melakukan widyawisata merupakan pengalaman tangan pertama. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Metode 1. Metode hendaknya sesuai dengan tujuan 2. Tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwapengalaman lapangan mempunyai peranan yang lebih sama dengan eksperimen atau dalam belajar dengan demonstrasi ilmu pengetahuan alam.

demonstrasi. diperlukan patokan yang bersumber dari berbagai faktor.diskusi. ada juga beberapa factor yang mempengaruhi metode. Untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yaitu metode ceramah. atau metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian.laboratorium.penemuan. Selain itu.widyawisata.Beberapa metode yang digunakan untuk pembelajaran MIPA. Makin baik metode ini.eksposileri.penugasan.Tanya jawab. makin baik pencapaian tujuan.Tanya jawab. Untuk menetapkan apakah itu dapat disebut baik.pemecahan masalah. pendekatan konseptual dan pendekatan ketranpilan proses. faktor utama yang menentukan adalah tujuan yang ingin dicapai. untuk mata pembelajaran matemaatika yaitu metode ceramah.diskusi.KESIMPULAN: Pendekatan artinya usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti. pendekatan pertama memberi tekanan kepada proses. Metode adalah Cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. proses oleh sains dimanfaatkan untuk mengungkapkan fakta dan mengembangkan model.Ada tiga pendekatan utama. ketiga pendekatan itu adalah : pendekatan faktual.(1) Metode hendaknya sesuai dengan tujuan(4)Metode hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa (3)Metodfe hendaknya disesuaikan dengan physikologi belajar(4)Metode hendaknya disesuaikan dengan bahan pengajaran .eksperimen.

friendster. Diambil tanggal 12 April 2011 dari http://adeeeeseptiyani.com/2009/10/metode -danpendekatan-dalam-pembelajaran -ipa/ .blog.blog. Jakarta: Metode-metode Dalam Pembelajaran Matematika.friendster.1988.DAFTAR PUSTAKA Subiyanto. Diambil tanggal 12 April 2011 dari http://adeeeeseptiyani. PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM.com/2009/10/metode -danpendekatan-dalam-pembelajaran-ipa/ Pendekatan dan Metode Dalam Pembelajaran IPA.

Metode Tanya Jawab «««««««««««««««««««««««««««.«««««««««««.Metode Ceramah«««««««««««««««««««««««««««««.««««««««««««««««««««««««4 2.«««««««««««.Pendekatan-pendekatan Dalam pembelajaran ««««««««««««««««««2 1.Metode Diskusi«««««.Metode Pemecahan Masalah ««««««««««««««««««««««««10 7...Metode Tanya Jawab «««««««««««««««««««««««««««.««««««««««««««««««««.2 B..Metode dalam Pembelajaran Matema tika««««««««««««««««««««4 1. Metode Ceramah «««««.««««««««««««««««««««7 b.Metode dalam Pembelajaran IPA «««««««««««««««««««««««7 1..Metode Demonstrasi «««««««««««««««««««««««««««..5 3.6 4...««««««««««««««««««««««««««««9 5.2 2..Pengertian Pendekatan ««««««««««««««««««««««««««««2 b..Pendekatan Pembelajaran Mipa«««««««««««««««««««««««««2 a.10 6..1 A.7 5.Metode Eksperimen.7 6.«««««««««««««««««««««««««««8 3.Pendekatan Keterampilan Proses ««««««««««««««««««««««.«««««««««««««.Metode-metode dalam Pembelajaran MIPA ««««««««.DAPTAR ISI PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN MIPA«««««««««««««««.Pendekatan Konseptual ««««««««««««««««««««««««««.Metode Penugasan««««««««««««««««««««««««««««..Metode Diskusi«««.8 4..Metode Laboratorium «««««««.2 3.Metode Eksposilari ««««««««««««««««««««««««««««.Pendekatan Faktual ««««««««««««««««««««««««««««.10 ..3 a.7 2.Metode Penemuan ««««««««.

Metode Widyawisata «««««««««««««««««««««««««««11 Faktor-faktor yang mempengaruhi metode «««««««««««««««««««.8.11 Kesimpulan««««««««««««««««««««««««««««««««..12 Daftar Pustaka«««««««««««««««««««««««««««««««..13 .

RIVAI (ACB 109 032) TRI RAHAYU NINGSIH (ACB 109 045) EVA YANTI N (ACB 109 069) LIDIAWATI (ACB 109 071) YUSNIARTI (ACB109 014) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS PALANGKARAYA 2011 .DASAR-DASAR PENDIDIKAN MIPA ³ARTIKEL TENTANG PENDEKATAN DAN METODE MIPA´ Disusun oleh: TRISIA VINOLIA (ACB 106 006) FITRIA (ACB 107 026) ELY YUWINDA (ACB 108 032) AHMAD SUHENDRA (ACB 109 062) M.