PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN MIPA

A. Pendekatan Pembelajaran MIPA a. Pengertian Pendekatan Pendekatan artinya usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk

mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, atau metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. b. Pendekatan-pendekatan Dalam Pembelajaran Walaupun hitungannya tidak sebanyak metode, pendekatan juga memilikiki banyak alternatif. Ada pendekatan Sejarah, pendekatan nilai, pendekatan lingkungan dan sebagainya.Untuk mengajarkan Matematika dan ilmu pengetahuan Alam (MIPA), ada tiga pendekatan utama. Pendekatan pertama memberikan tekanan kepada proses-proses pembelajaran di manfaatkan untuk mengungkapkan fakta dan mengembangkan model. Ketiga Pendekatan itu adalah 1. Pendekatan faktual. Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan pendekatan-pendekatan Faktual terutama bermaksud untuk menyodorkan hasil dapat memperoleh informasi seperti: Sumber Daya Alam (SDA) terbagi dua yaitu dapat diperbaharuidan yang tidak dapat diperbaharui. 2. Pendekatan Konseptual. Konsep adalah benda-benda, kejadian-kejadian, situasi-situasi atau ciri-ciri yang memiliki ciri khas dan mewakili dalam setiap budaya oleh suatu beda atau simbol. Jadi, konsep merupakan abstraksi dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah komunikasi antara manusia dan yang memungkinkan manusia berputar (bahasa atau alat berpikir).

Pendekatan dan metode belajar hendaknya sesuai dengan tujuan . memperoleh dan memproses data. 4. pengukuran. menyusun grafik. Siswa harus benarbenar melakukan observasi. Pendekatan dengan metode belajar hendaknya dengan psikologi belajar . menganalisis secara operasional. menarik kesimpulan. Keterampilan terintegrasi meliputi: mengidentifikasi variabel. menyusun tabel data. Pendekatan dengan metode belajar hendaknya di sesuaikan dengan bahan pengajaran . guru tidak memberitahukan gejala-gejala tersebut sebelumnya. 2. ketika kita hendak memilih pendekatan dan metode tertentu. usia berpengaruh terhadap penentuan pendekatan metode belajar. Mengajar IPA dengan pendekatan proses kepada siswa.3. Pendekatan Keterampilan Proses. merancang. Pendekatan dan metode belajar hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa . prediksi. c. faktor usia. dan penarikan kesimpulan. 1. Keterampilan proses mencakup dua kelompok keterampilan yaitu: keterampilan dasar dan keterampilan terintegrasi. investigasi dan melakukan eksperimen. berarti memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan segala objek dan gejala peristiwa alam seperti halnya yang dilakukan oleh seorang Ilmuwan. Di bawah ini akan kita uraikan garis besar faktor faktor yang perlu menjadi bahan pertimbangan bagi kita. 3. mengambarkan hubungan diantara variabel-variabel. mengukur. . memanipulasi variabel dan seterusnya. klasifikasi. komunikasi. Keterampilan dasar terdiri dari observasi. Memilih pendekatan dan metode belajar untuk pembelajaran Apabila kita hendak menggunakan suatu metode dan pendekatan tertentu maka kita harus memperhatikan banyak hal.

Vygotsky dalam teori kontruktivismenya menjelaskan perlu adanya peran budaya dan masyarakat sebagai pengalaman awal proses belajar. Pendekatan dan metode belajar hendaknya sesuai dengan pribadi guru.Pendekatan dan metede belajar hendaknya disesuaikan dengan alokasi waktu dan sarana prasarana yang tersedia . belajar MIPA sebagai sesuatu yang membosankan. Siswa hanya menghafal rumus. Catat. Akhirnya pembelajaran MIPA berdasarkan budaya mensyaratkan adanya perubahan tradisi pembelajaran yang semula hanya dilakukan dengan satu metode saja yaitu DECAPA (Dengar. Memang. Bikin pusing karena harus menghafal rumus-rumus yang panjang sedangkan belum tahu gunanya untuk apa. Sehingga perlu ada sebuah pembelajaran MIPA berbasis budaya dimana siswa didorong untuk dapat memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitarnya. Namun kenyataannya. Memang disadari kalau MIPA sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. 6. istilah-istilah tanpa tahu guna dan aplikasinya di lingkungannya. Selanjutnya. Ruang belajar pun menjadi sempit karena hanya pada ruang kelas saja. sebagai titik awal proses penciptaan makna. Vygotsky juga menjelaskan penciptaan makna hanya akan terjadi melalui negosiasi makna antara siswa dengan guru dan siswa yang lain yang disebut dengan interaksi. B. Hafal) menjadi tradisi mengeksplorasi berbagai sumber belajar dalam bentuk metode ceramah. diskusi dan Tanya jawab. kegiatan pembelajaran MIPA beberapa daerah (bahkan beberapa negara) hanya mengajarkan asumsi-asumsi saja yang akhirnya melahirkan siswa yang tidak memiliki pemahaman dan pengertian tentang manfaat MIPA bagi kehidupannya.5. Kemajuan MIPA akan berdampak bagi kemajuan transformasi masyarakat yang juga berhubungan dengan ekonomi dan sosial suatu bangsa. Dengan demikian pembelajaran MIPA berdasarkan budaya memerlukan interaksi aktif dari siswa dan guru dengan berbagai sumber belajar dalam suatu komunitas budaya. Bisa saja misalnya belajar MIPA . Metode-metode dalam Pembelajaran MIPA MIPA dikenal sebagai suatu bidang yang harus dipelajari di sekolah.

Misalnya. logam memuai bila dipanaskan). Metode Dalam Pembelajaran Matematika 1. Tampaknya . secara singkat dapat dikatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu meliputi guru berbicara dan siswa mendengarkan. Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah melalui metoda ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. ukiran. dan lain-lain. Sementara itu. hukum Boyle. upaya siswa menunjukkan keberhasilannya dalam proses penciptaan makna tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara wujud media. laporan i lmiah penelitian pribadi. a. siswa pun mengekspresikan keberhasilannya dalam berbagai bentuk. Bergantung dengan konteks dan keberagaman sumber belajar yang ada. Postulat Kock). patung. pengamatan. MIPA sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. atau bahkan dalam menggambar kartun/komik. lukisan. analisis data) teori. banyak siswa yang takut menghadapi tes. Siswa diberi kebebasan dalam mengekspresikan hasil kegiatan belajarnya tersebut. atau mungkin dengan musik. (misalnya: teori evolusi. Sebelumnya guru memang harus mengetahui titik awal ketika belajar dan titik akhir belajar setiap siswa per individu.dengan menggunakan metode permainan anak-anak. catatan harian. Metode ceramah Dengan metode ceramah. konsep ( misalnya: udara yang dihirup ke dalam paru-paru lebih banyak kandungan oksigennya dibandingkan udara yang dikeluarkan dari paru-paru. Produk MIPA terdiri atas fakta (misalnya: orang menghirup udara dan mengeluarkan udara dari hidungnya. Konsep penilaian hasil belajar pembelajaran MIPA berdasarkan budaya adalah multiple representations yang berarti hasil belajar siswa dinilai melalui beragam tekhnik dan alat ukur. benda tak hidup tidak mengalami pertumbuhan). pengukuran. tetapi sangat baik dalam mengarang atau menulis prosa. komik strip. puisi. prosedur (misal. tabulasi data. prinsip (misalnya: kehidupan memerlukan energi. Archimedes. Misalnya dengan poster. hukum dan postulat ( m isal. teori asal mula kehidupan). biji kacang hijau muncul hipokotil dan dan ep ikotilnya dan akan bertambah panjang ukurannya saat ditanam pada kapas yang disiram air).

ialah bahwa sejumlah besar bahan pelajaran dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat . Suatu ceramah akan berhasil jika penceramah terus menerus mempunyai kontak dengan mahasiswa.metode ceramah ini mempunyai kentungan yang jelas. guru perlu mempunyai kepekaan terhadap bagaimana para siswa menanggapi apa yang dikatakan guru Setelah ceramah selesai sekali lagi guru dapat membagikan tugas kepada siswa utnuk membaca melakukan pengamatan . walaupun aplikasinya terbatas merupakan tekhnik atau metode belajar yang paling penting. Diskusi mempunyai kedudukan yang penting dalam pendidikan MIPA. Untuk hampir semua bentuk perbincangan yang terjadi di dalam kelas. melakukan percobaan dan sebagainya. kurang lama. dalam pada itu kesempatan bagi siswa untuk menyatakan sesuatu secara verbal amat terbatas. Padahal prinsip belajar lewat mendegarkan memerlukan aktivitas siswa. Dalam suatu ceramah. Ini merupakan suatu sarana untuk menyoroti adanya berbagai silang pendapat. Untuk hal-hal tertentu para siswa diminta untuk membikin laporan. . 2. kesempatan bagi para siswa utnuk berpartisipasi tidak begitu sering. Diskusi kelas yang sebenarnya. dan tidak merata. Bagaimanapun peran serta para siswa dengan metode ceramah ini harus ada. Diskusi bebas adalah ideal untuk rangkuman verbal. Diskusi bebas merupakan cara yang paling efektip untuk mengajukan berbagai permasalahan yang menantang bagi para siswa. Untuk mengatasi keterbatasan ini. Metode diskusi Diskusi merupakan suatu perbincangan mengenai subjek di tinjau dari berbagai sudut pandangan. Sayangnya para guru sering menyebut diskusi .

3. Metode Tanya jawab Metode tanya jawab adalah salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan yang terdapat dalam metode ceramah ini disebabkan karena guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang telah diceramahkan. Dari uraian diatas terlihat bahwa metode Tanya jawab bukan sekedar pengisi waktu. Materi pengajaran sudah disusun oleh pengajaran secara sistematik dan hierarkis namun bermakna (istilah Ausubel) . pengajaran ide/gagasan atau informasi dan pserta didik menerimanya. baik ya gdiajukan oleh guru maupun yang diajukan pleh siswa diharapkan dapat memperlancar proses belajar mengajar. Pada umumnya metode ini berlangsung satu arah. Uraian mengenai pertanyaan dalam bentuk tesi ini akan disajikan belakangan. Metode ekspositori Metode ini merupakan suatu cara untuk menyamapaiakan ide/gagasan atau meberikan informasi dengan lisan atau tulisan. Pertanyaan guru dapat pula berbentuk tertulis. Guru juga perlu membuat pertimbangan yang serius mengenai macam pertanyaan yang akan di ajukan dan jangka waktu yang sebainya di gunakan. sementara jumlah pembicaraan guru dikurangi y y Mengajukan pertanyaan berturut maupun pertanyaan terbuka Mengajukan pertanyaan utnuk memeratakanj peran serta para siswa. Pertanyaan. berupa tes yagn berkaitan dengan evaluasi. 4. ialah y Mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan peran serta verbal pada para siswa. Kita mengenal adanya tiga strategi bertanya.

6. Metode ceramah Dengan metode ceramah. Keterangaketerangan yng harus dipelajari peserta didik tidak disajikan dalam bentuk final. Tampaknya metode ceramah ini mempunyai kentungan yang jelas.peserta didik diwajibkan melakukan aktivitas mental sebelumketerangan yang dipelajari itu dapat dipahami. Peserta didik menemukan sendiri pola-pola dan struktur matematika melalui sederetan pengalaman belajar yang lampau. ialah bahwa sejumlah besar bahan pelajaran dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat . belajar sambil mengobservasi. Namun dapat menarik minat peserta didik terhadap matematika yang abstrak. Metode dalam Pembelajaran IPA 1. Metode ini khusus untuk mengabaikan keabstrakan hakikat matematika. secara singkat dapat dikatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu meliputi guru berbicara dan siswa mendengarkan. dan memulai dari yang konkrit ke yang abstrak. Metode penemuan Metode ini merupakan suatu cara untuk menyampaiakan ide/gagasan melalui proses menemukan. Metode laboratorium Metode laboratorium ini sebagai tempat untuk menemukan fakta-fakta matematika.5. Peserta didik belajar dengan objek -objek yang kemudian digeneralisasikan. Prinsip metode laboratorium adalah peserta didik belajar sambil bekerja. . Metode laboratorium ini sejalan dengan metode induktif bahkan merupakan perluasan dari metode induktif. b.

Bagaimanapun peran serta para siswa dengan metode ceramah ini harus ada. 3. Untuk mengatasi keterbatasan ini. dalam pada itu kesempatan bagi siswa untuk menyatakan sesuatu secara verbal amat terbatas. . walaupun aplikasinya terbatas merupakan tekhnik atau metode belajar yang paling penting. Padahal prinsip belajar lewat mendegarkan memerlukan aktivitas siswa. Metode diskusi Diskusi merupakan suatu perbincangan mengenai subjek di tinjau dari berbagai sudut pandangan. kesempatan bagi para siswa utnuk berpartisipasi tidak begitu sering. Diskusi bebas merupakan cara yang paling efektip untuk mengajukan berbagai permasalahan yang menantang bagi para siswa. Ini merupakan suatu sarana untuk menyoroti adanya berbagai silang pendapat. Diskusi mempunyai kedudukan yang penting dalam pendidikan MIPA. guru perlu mempunyai kepekaan terhadap bagaimana para siswa menanggapi apa yang dikatakan guru Setelah ceramah selesai sekali lagi guru dapat membagikan tugas kepada siswa utnuk membaca melakukan pengamatan . Untuk hal-hal tertentu para siswa diminta untuk membikin laporan. kurang lama. Untuk hampir semua bentuk perbincangan yang terjadi di dalam kelas. Diskusi kelas yang sebenarnya. Dalam suatu ceramah. melakukan percobaan dan sebagainya. Sayangnya para guru sering menyebut diskusi .Suatu ceramah akan berhasil jika penceramah terus menerus mempunyai kontak dengan mahasiswa. Diskusi bebas adalah ideal untuk rangkuman verbal. dan tidak merata. 2. Metode Tanya jawab Metode tanya jawab adalah salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan yang terdapat dalam metode ceramah ini disebabkan karena guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang telah diceramahkan.

Guru juga perlu membuat pertimbangan yang serius mengenai macam pertanyaan yang akan di ajukan dan jangka waktu yang sebainya di gunakan. yang terakir ini dapat disertai dengan mengajukan teoy. berupa tes yagn berkaitan de ngan evaluasi. baik ya gdiajukan oleh guru maupun yang diajukan pleh siswa diharapkan dapat memperlancar proses belajar mengajar. Pertanyaan. . (1)merumuskan masalah. namun pada hakekatnya kita mengenal ada tiga tahapan utama. Orang dapat memulai dari tahap awal. Metode Eksperimen Eksperimen adalah bagian yang tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan alam. ialah. Uraian mengenai pertanyaan dalam bentuk tesi ini akan disajikan belakangan. di bab I dikemukakan baha metode ilmiah dapat di batasi secara sempit sebagai metode eksperimen. Metode eksperimen mempunyai beberapa tahap. Dari uraian diatas terlihat bahwa metode Tanya jawab bukan sekedar pengisi waktu. Karena itu. Pertanyaan guru dapat pula berbentuk tertulis.Kita mengenal adanya tiga strategi bertanya. ialah y Mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan peran serta verbal pada para siswa. Terdiri atas lima tahap ialah (1) melakukan observasi (2) merumuskan masalah (3) menyusun hipotesis (4) melakukan eksperimen dan (5) menarik kesimpulan. (2) melakukan percobaan diikuti observasi dan (3) menarik kesimpulan. hukum atau kaidah. Biasanya orang tidak berhenti pada mernaik kesimpulan atau kemajuan teory / hukum karena setiap kesimpulan patut selalu diuji lagi. Salah satu tujuan pendidikan ilmu pengetahuan alam ialah berkembangnya pengertian tentang meetode eksperimen. dalam pendidikan ilmu pengetahuan alam tentu saja kedudukan eksperimen sangat penting. 4. sementara jumlah pembicaraan guru dikurangi y y Mengajukan pertanyaan berturut maupun pertanyaan terbuka Mengajukan pertanyaan utnuk memeratakanj peran serta para siswa. Orang dapat menyebut bermacam-macam tahapan (mungkin dengan urutan yang sedikit berbeda.

mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. bagi siswa tertenntu. Bentuk penuggasan ini berbeda dari siswa yang satu dengn nyang lainnya . Metode pemecahan masalah Berbagai tekhnik pemecahan masalah dapat diterapkan dalam program ilmu pengetahuan alam. Bagi siswa yang lain mungkin kerjasama dengna ayahnya membuat model tata surya lebih menarik. 7.5. Demonstrasi tidak selayaknya selalu banyak dilakukan. barang kali penuggasan yang paling disukainya ialah membaca jenis buku ilmu pengetahuan alam tertentu. Siswa yang lain lagi lebih suka mempelajari hal-hal lain . demonstrasi justru banyak merusak tujuan program ilmu pengetahuan alam . Masalah yang ada amat banyak dan beraneka ragam. Demonstrasi mempuynai beberapa keterbatasan. Dari apa yang dibaca siswa dapat memunculkan pertanyaan atau masalah yang akan melaksakannya kepada kegiatan-kegiatan lanjutan karena ingin memecahkan masalah ini. Apabila dilakukan dengan tidak benar. Seorang guru yang memperlihatkan. Metode penugassan Penuggasan atau pemberian tuagas yang amat berarti ialah yang menyebabkan siswa melakukan kegiatan ilmu pengetahuan alam di rumah agak terasa penting bagi mereka. contohnya bagaimana asam sulfat bereaksi dengan gula hal itu telah menyajikan suatu demonstrasi.sehingga mendesak peranan yekhnik mengajar yang lain. Fungsi demonstrasi antara lain y y y y Utnuk memunculkan suatu masalah Untuk memberikan gambaran tentang sesuatu dengan lebih jelas Untuk membantu memecahkan suatu masalah Untuk secara singkat mengulangi apa yang telah di pelajari 6. Metode demonstrasi Demonstrasi berarti memperlihatkan.

Metode hendaknya sesuai dengan tujuan 2.8. Metodfe hendaknya disesuaikan dengan physikologi belajar 4. Widyawisata Widyawisata diartikan sebagai suatu strategi belajar mengajar. Tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwapengalaman lapangan mempunyai peranan yang lebih sama dengan eksperimen atau dalam belajar dengan demonstrasi ilmu pengetahuan alam. Pengalaman-pengalaman yang dapat diperoleh para siswa ketika melakukan widyawisata merupakan pengalaman tangan pertama. Metode hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa 3. Metode hendaknya disesuaikan dengan bahan pengajaran . dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat tertentu yang re levan untuk memperoleh sejumlah pengalaman empiris. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Metode 1. Pengalaman-pengalaman itu berlangsung berasal dari situasi belajar yang baik.

penemuan. pendekatan konseptual dan pendekatan ketranpilan proses.diskusi. Untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yaitu metode ceramah. atau metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian.penugasan.KESIMPULAN: Pendekatan artinya usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti. pendekatan pertama memberi tekanan kepada proses.Beberapa metode yang digunakan untuk pembelajaran MIPA. makin baik pencapaian tujuan. untuk mata pembelajaran matemaatika yaitu metode ceramah. ada juga beberapa factor yang mempengaruhi metode.laboratorium. Selain itu.widyawisata.Ada tiga pendekatan utama.(1) Metode hendaknya sesuai dengan tujuan(4)Metode hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa (3)Metodfe hendaknya disesuaikan dengan physikologi belajar(4)Metode hendaknya disesuaikan dengan bahan pengajaran . Metode adalah Cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Untuk menetapkan apakah itu dapat disebut baik. ketiga pendekatan itu adalah : pendekatan faktual.Tanya jawab.eksposileri. proses oleh sains dimanfaatkan untuk mengungkapkan fakta dan mengembangkan model.Tanya jawab.eksperimen. faktor utama yang menentukan adalah tujuan yang ingin dicapai.pemecahan masalah. Makin baik metode ini. diperlukan patokan yang bersumber dari berbagai faktor.diskusi.demonstrasi.

Jakarta: Metode-metode Dalam Pembelajaran Matematika.com/2009/10/metode -danpendekatan-dalam-pembelajaran-ipa/ Pendekatan dan Metode Dalam Pembelajaran IPA. PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM.friendster.com/2009/10/metode -danpendekatan-dalam-pembelajaran -ipa/ .1988. Diambil tanggal 12 April 2011 dari http://adeeeeseptiyani.blog. Diambil tanggal 12 April 2011 dari http://adeeeeseptiyani.DAFTAR PUSTAKA Subiyanto.blog.friendster.

.Pendekatan Faktual ««««««««««««««««««««««««««««..«««««««««««.««««««««««««««««««««««««««««9 5.««««««««««««««««««««.10 .Metode Demonstrasi «««««««««««««««««««««««««««..10 6.Metode Laboratorium «««««««.DAPTAR ISI PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN MIPA«««««««««««««««. Metode Ceramah «««««.2 2.««««««««««««««««««««««««4 2.Metode Pemecahan Masalah ««««««««««««««««««««««««10 7.«««««««««««««««««««««««««««8 3...6 4.«««««««««««.Metode Penugasan««««««««««««««««««««««««««««...Pendekatan Konseptual ««««««««««««««««««««««««««.Metode Tanya Jawab «««««««««««««««««««««««««««.1 A.Metode Eksposilari ««««««««««««««««««««««««««««..««««««««««««««««««««7 b.Pendekatan Pembelajaran Mipa«««««««««««««««««««««««««2 a.2 3..Metode Diskusi«««..Metode Eksperimen.2 B.3 a..7 5.Pendekatan Keterampilan Proses ««««««««««««««««««««««.7 2.7 6..«««««««««««««.Metode-metode dalam Pembelajaran MIPA ««««««««.8 4.Metode Tanya Jawab «««««««««««««««««««««««««««.Pendekatan-pendekatan Dalam pembelajaran ««««««««««««««««««2 1..5 3.Metode dalam Pembelajaran Matema tika««««««««««««««««««««4 1.Metode Penemuan ««««««««.Metode dalam Pembelajaran IPA «««««««««««««««««««««««7 1.Metode Ceramah«««««««««««««««««««««««««««««.Metode Diskusi«««««.Pengertian Pendekatan ««««««««««««««««««««««««««««2 b.

.11 Kesimpulan««««««««««««««««««««««««««««««««.13 .Metode Widyawisata «««««««««««««««««««««««««««11 Faktor-faktor yang mempengaruhi metode «««««««««««««««««««.12 Daftar Pustaka«««««««««««««««««««««««««««««««..8.

DASAR-DASAR PENDIDIKAN MIPA ³ARTIKEL TENTANG PENDEKATAN DAN METODE MIPA´ Disusun oleh: TRISIA VINOLIA (ACB 106 006) FITRIA (ACB 107 026) ELY YUWINDA (ACB 108 032) AHMAD SUHENDRA (ACB 109 062) M. RIVAI (ACB 109 032) TRI RAHAYU NINGSIH (ACB 109 045) EVA YANTI N (ACB 109 069) LIDIAWATI (ACB 109 071) YUSNIARTI (ACB109 014) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS PALANGKARAYA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful