P. 1
ASUHAN KEBIDANAN

ASUHAN KEBIDANAN

|Views: 489|Likes:

More info:

Published by: Lina SiUtrytunggal Bae on May 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2012

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN | yiyi

Jumat, 02 Juli 2010
askeb IUFD
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Kematian bayi dalam kandungan (Intra Uterine Fetal Death)dapat dikarenakan berbagai hal seperti terkena lilitan tali pusat, pendarahan serta akibat tekanan darah tinggi si ibu yang mengandung. Kematian janin dalam kandungan dapat dicegah dengan cara memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter. Kalaupun terjadi kelainan pada masa kehamilan, bisa ditanggulangi sedini mungkin. Bayi yang ada dalam kandungan selalu bergerak dan sebagian besar kasus bayi mati dalam kandungan karena kesalahan aktivitas yang dilakukan seperti berolahraga dengan gerakan-gerakan yang cukup giat/berlebihan. Karena itu dianjurkan selama masa kehamilan sebaiknya mengurangi aktivitas yang membahayakan janin dalam kandungan. Hal ini untuk mengantisipasi bayi yang dililit lehernya.Ibu hamil hendaknya selalu berhati-hati jika beraktivitas dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur. B. Tujuan Untuk memenuhi salah satu tugas ASKEB IV.¬ Untuk memberikan informasi tentang IUFD pada masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya.¬ Untuk menambah¬ referensi perpustakaan

BAB II TINJAUAN TEORI

Partus lama c. ETIOLOGI Penyebab IUFD antara lain: 1. Penyakit jantung g. Infark plasenta c. Inkompatability rhesus j. Faktor ibu a. Plasenta previa 2. Perdarahan antepartum b.¬ Bila hasil konsepsi yang sudah mati tidak dikeluarkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut missed abortion. PENGERTIAN IUFD adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu (Rustam Muchtar. Faktor plasenta a. 1998) IUFD adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari rahim ibunya tanpa memandang tuanya kehamilan (Sarwono. Shipilis f. Faktor intrapartum a. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian dalam rahim. Insufisiensi plasenta b. B. Penyakit paru atau TBC i. Nefritis kronis d. Polihidramnion dan oligohidramnion e. Partus macet e. AIDS 3. Preeklampsi dan eklampsi c. 2005) IUFD atau stilbirth adalah kelahiran hasil konsepsi dalam keadaan mati yang telah mencapai umur kehamilan 28 minggu (atau berat badan lahir lebih atau sama dengan 1000gr) IUFD Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan. Persalinan presipitatus . sering dijumpai baik pada kehamilan dibawah 20 minggu maupun sesudah kehamilan 20 minggu Sebelum 20 minggu : Kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau intra uterine fetal deadth (IUFD). Solusio plasenta d. Anastesi d. Diabetes mellitus b. Sesudah 20 minggu : Biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu¬ dan seterusnya.A. Hipertensi h.

janin tak akan tertolong lagi. maka tali pusat yang menghubungkan janin dengan ibu akan terpelintir. Tali pusat pendek Kecuali itu. menjadi rhesus positif." Sebab. ada berbagai penyebab yang bisa mengakibatkan kematian janin di kandungan. Bila darah janin tidak cocok dengan darah ibunya." Kalau janin sampai memberontak.¬ Akan timbul masalah bila ibu memiliki rhesus negatif. Kalau tali pusat terpelintir. "Akibatnya antara ibu dan janin mengalami ketidakcocokan rhesus. dan lain-lain. Sebenarnya. Faktor janin a. Obat-obatan 4.B. Persalinan sungsang g. Perdarahan otak 5. Misalnya. Bisa karena kelainan darah. Akibat penimbunan cairan yang berlebihan tersebut. seringkali tidak dilakukan otopsi pada janin yang mati tersebut. dapat terjadi hidrops fetalis. penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung. Karena memang janinnya pasti mati. Prolapsus tali pusat b. maka pembuluh darah yang mengalirkan plasenta ke bayi jadi tersumbat. Sehingga anak akan mengikuti yang dominan. atau kelainan genetik. . "Padahal dengan mengetahui penyebabnya bisa untuk tindakan pencegahan pada kehamilan berikutnya. pembengkakan kulit janin.¬ Terutama pada golongan darah A." Biasanya kalau sudah demikian. Karena itu. atau makanan. terlebih satu arah saja. "Yang kerap terjadi antara golongan darah anak A atau B dengan ibu bergolongan O atau sebaliknya. Gerakan sangat "liar"." Sayangnya.¬ Gerakan bayi dalam rahim yang sangat berlebihan. suatu reaksi imunologis yang menimbulkan gambaran klinis pada janin. diantaranya: Ketidakcocokan rhesus darah ibu dengan janin. harus segera dilakukan tindakan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan janin. Faktor tali pusat a. "Bahkan darahnya pun bisa tercampur air." Ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin. antara lain pembengkakan pada perut akibat terbentuknya cairan berlebih dalam rongga perut (asites). karena gerakannya berlebihan. rhesus. terutama jika terjadi gerakan satu arah saja." Ketidakcocokan ini akan mempengaruhi kondisi janin tersebut. maka tak ada manfaatnya kehamilan dipertahankan. darah ibu dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. "Biasanya bila kasusnya hidrops fetalis. Misalnya. sementara bapak rhesus positif. maka ibu akan membentuk zat antibodinya. yang ditandai gerakan "liar". entah itu karena kekurangan oksigen. Vassa praevia d. pada saat masih dalam kandungan. Prematuritas b. Lilitan tali pusat c. hidrops fetalis merupakan manifestasi dari bermacam penyakit. maka tubuh janin akan membengkak. terang Nasdaldy. sehingga tidak bisa diketahui penyebab hidrops fetalis.O. Kelainan bawaan d. Postmaturitas c.f. biasanya karena kebutuhannya ada yang tidak terpenuhi.

misalnya. maka gizi dan zat makanan hanya dikonsumsi ibunya sendiri. jarang sekali dilakukan pemeriksaan kromosom saat janin masih dalam kandungan. sehingga timbul perdarahan di plasenta atau plasenta lepas sebagian.¬ Trauma bisa mengakibatkan terjadi solusio plasentae atau plasenta terlepas. dengan aktivitas berlebihan. Kelainan kromosom. sehingga janin relatif kekurangan. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar terinfeksi. umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun d.¬ Ibu hamil sebaiknya menghindari berbagai infeksi. karena anemia adalah kejadian kekurangan FE maka jika ibu kekurangan Fe dampak pada janin adalah irefersibel. bisa engakibatkan kematian di kandungan. yaitu dari otopsi bayi. tingkat pendidikan ibu yang rendah c. karena benturan pada perut.¬ Bisa disebut penyakit bawaan. "Bahkan demam tinggi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin tak tahan akan panas tubuh ibunya. "Sebab. "Benturan ini bisa saja mengenai pembuluh darah di plasenta. paritas pertama atau paritas kelima atau lebih e. kehamilan di luar perkawinan . entah karena kecelakaan atau pemukulan. Kecuali kalau memang ada keganjilan dalam kehamilan tersebut yang dicurigai sebagai kelainan kromosom. seperti infeksi akibat bakteri maupun virus. kelainan genetik berat trisomy. C.hal tersebut menjadi berbahaya karena suplai makanan yang di konsumsi ibu tidak mencukupi kebutuhan janin. status social ekonomi yang rendah b. FAKTOR PREDISPOISISI 1. Akhirnya aliran darah ke bayi pun jadi tak ada. "Selain biayanya mahal. "Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian udah terjadi. Sehingga pertumbuhan janin terhambat dan dapat mengakibatkan kematian." Infeksi pada ibu hamil.¬ Salah satu contohnya preeklampsia dan diabetes. Trauma terjadi. juga bisa lahir prematur.¬ Kelainan bawaan pada bayi sendiri. Begitu pula dengan anemia." Kelainan bawaan bayi. factor ibu (High Risk Mothers) a. Kerja organ – organ maupu aliran darah janin tidak seimbang dengan pertumbuh janin ( IUGR) D. seperti jantung atau paru-paru. ungkap Nasdaldy. tinggi dan BB ibu tidak proporsional f. PATOFISIOLOGI Janin bisa juga mati di dalam kandungan (IUD) karena beberapa factor antara lain gangguan gizi dan anemia dalam kehamilan." Sebab. Itulah mengapa pada ibu hamil perlu dilakukan cardiotopografi (CTG) untuk melihat kesejahteraan janin dalam rahim.apakah oksigen dan gizinya cukup? Kalau ibu punya riwayat sebelumnya dengan janin meninggal. risikonya juga tinggi. maka sebaiknya aktivitas ibu jangan berlebihan. misalnya." Berbagai penyakit pada ibu hamil." Trauma saat hamil.

Ibu tidak merasakan gerakan janin Diagnosis : Nilai DJJ.berarti bayi tidur.ϖ Rangsang janin dengan rangsangan suara (bel) attau denganϖ menggoyangkan perut ibu sehingga ibu merasakan gerakan janin. pastikan adanya kematian janin dengan stetoskop ( Doppler).lihat penatalaksanaan DJJ abnormal. Gerakan janin tidak dirasakan lagi Diagnosis : Gejala dan tannda selau ada Gejala dan tanda kadang – kadang ada Diagnosis kemungkinan Gerakan janinberkurang atau hilang. bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital b. bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) c. Bila DJJ meningkat frekuensinya sesuai dengan gerakan janin. genitourinaria E. factor yang berhubungan dengan kehamilan a. Gawat janin atau DJJ tidak terdengar. bayi dalam keluarga yang mempunyai problema social 3. Nyeri perut hilang timbul atau menetap Perdarahan pervaginam sesudah hamil 22 minggu. Syok Uterus tegang / kaku. kehamilan lama g.ϖ Bila DJJ tidak terdengar. tunggu hilangnya pengaruh obat. infeksi i. ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan i. abrupsio plasenta b. factor Bayi (High Risk Infants) a. inkompatibilitas golongan darah f. polihidramnion e. Bila DJJ cenderung turun saat janin bergerak. pre eklamsi / eklamsi d.ϖ Bila ibu mendaptkan sedatif. ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati j. TANDA DAN GEJALA 1. kehamilan ganda h.ϖ Bila DJJ abnormal. Solusio plasenta Gerakan janin dan DJJ tidak ada .ϖ Bila DJJ baik. kemudian nilai ulang. diabetes j. kehamilan tanpa pengawasan antenatal h. maka dapat disimpulkan adanya gawat janin. plasenta previa c.g. riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu 2.ϖ 2. maka janin dapat dikatakan normal.

Golongan lV : Kematian yang tidak dapat di golongkan pada kertiga golongan diatas. JENIS – JENIS PERSALINAN UNTUK JANIN MATI Kematian janin dapat di bagi menjadi 4 golongan: Golongan l : Kematian sebelum masa hamil mencapai 20 minggu penuh.¬ Pemeriksaan HCG urin menjadi negatif.bahkan jiniin mengecil sehingga TFU menurun. maka tindakan proferasi dan kraioklasi sudah jarang dilakukan.Perdarahan Nyeri perut hebat Syok Perut kembung / cairan bebas intra abdominal Kontur uterus abnormal Abdomen nyeri Bagian – bagian janin teraba Denyut nadi bu cepat Rupture uteri Gerakan janin berkurang atau hilang DJJ abnormal(<100/menit atau >140/ menit) Cairan ketuban bercampur mekonium Gawat janin Gerakan janin / DJJ hilang Tanda – tanda kehamilan berhenti Tinggi fundus uteri berkurang Pembesaran uterus berkurang Kematian janin F.¬ USG : untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda kehidupan. trauma jalan lahir dan yang paling berat ruptira uteri( pecah robeknya jalan lahir). Pertolongan persalinan dengn dekapitasi .¬ Bunyi DJJ tidak terdengar dengan stetoskop dan pastikan dengan Doppler.¬ G. Golongan ll : Kematian sesudah ibu hamil 20 minggu hingga 28 minggu. PENILAIAN KLINIK Pertumbuhan janin (-). Bahaya tindakan proferasi dan kraniioklasi adalah perdarahan infeki. Pertolongan persalinan dengan perforasi kronioklasi Perforasi kronioklasi merupakan tindakan beruntun yang dilakukan pada bayi yang meninggal di dalam kandunagan untuk memperkecil kepala janin dengan perforation dan selanjutnya menarik kepala janin ( dengan kranioklasi) tindakan ini dapat dilakukan pada letak kepala oleh letak sungsang dengan kesulitan persalinan kepala. Jenis – jenis pertolongan persalinan untuk janin mati¬ 1.¬ Dapat terjadi koagulopati bila kematian janin berlangsung lebih dari 2 minggu.¬ Keluhan ibu n.¬ Berat badan ibu menurun.¬ Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah.¬ Tulang kepala kolaps.¬ Komplikasi :¬ Trauma emosional yang berat menjadi bila watuu antara kematian janin dan persalinan cukup lama. 2. Golongan lll :Kematian sesudah kehamilan lebih dari 28 minggu (Late Fetal Death).Dngan kemajuan pengawasan antenatal yang baik dan system rujukan ke tempat yang lebih baik .

3. Rontgen Foto Abdomen Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah besar janin Tanda Nojosk : adanya angulasi yang tajam tulang belakang janin.Letak lintang mempunyai dan merupakan kedudukan yang sulit untuk dapat lahir normal pervaginam. 4. situasi kehamilan dengan letek lintang selalu dapat di atasi dengan versi luar atau seksio sesaria. Pertolongan persalinan dengan eviserasi Eviserasi adalah tindakan operasi dengan mengeluarkan lebih dahulu isi perut dan paru (dada) sehingga volume janin kecil untuk selanjutnya di lahirkan. Anamnesis Ibu tidak merasakan gerakan janin dalam beberapa hari. bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya. oleh karena itu kematian janin tidak layak dilkukan dengan seksio sesaria kecuali pada keadaan khusus seperti plasenta previa totalis. Pertolongan persalinan dengan kleidotomi Kleidotomi adalah memotong tulang klavikula (tulang selangka) sehingga volume bahu mengecil untuk dapat melahirkan bahu. Dengan palpasi yang teliti. Gegagalan pertolongan pada letak lintang menyebabkan kematian janin. 3. 5. Perslinan di lakukan dengan jalan dekapitasi yaitu dengan memotong leher janin sehingga badan dan kepala janin dapat di lahirkan. Palpasi Tinggi fundus > rendah dari seharusnya tua kehamilan. 2. Inspeksi Tidak terlihat gerakan-gerakan janin. Eviserasi adalah operasi berat yang berbahaya karena bekerja di ruang sempit untuk memperkecil volume janin bahaya yang selalu mengancam adalah perdarahan. PENANGANAN PERTOLONGAN PERTOLONGAN PERSALINAN IUFD Penangan umum¬ .infeksi dan trauma jalan lahir dengan pengawasan antalnatal yang baik. 4. Tidak terlihat DJJ dan gerakan-gerakan janin. H. I. bila diperlukan pada keadaan gangguan persalinan bahu pada anak yan besar. Ibu merasakan perutnya tidak bertambah besar. Kleidotomi masih dapat dilakukan pada anak hidup. 6. kesempitan panggul absolute. Atau wanita belakangan ini merasakan perutnya sering menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan. tidak teraba gerakanan janin. dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin. 7. DIAGNOSIS 1. yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus. Ultrasonografi 8. atau gerakan janin sangat berkurang. Tanda Gerhard : adanya hiperekstensi kepala tulang leher janin Tanda Spalding : overlaping tulang-tulang kepala (sutura) janin Disintegrasi tulang janin bila ibu berdiri tegak Kepala janin kelihatan seperti kantong berisi benda padat. Reaksi kehamilan Reaksi kehamilan baru negatif setelah beberapa minggu janin mati dalam kandungan. Auskultasi Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone akan terdengar DJJ.

lakukann induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin. waspadai koagulopati− Berikan kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut. matangkan serviks dengan misoprostol: Tempatkan misoprostol 25mcg di puncak vagina. USG adalah sarana penunjang diagnostic yang baik untuk memastikan− kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda hidup: tidak ada denyut jantung janin. vertebralis. Yakinkan bahwa besar kemungkinan dapat jhir per vaginal. dapat di ulani sesudah 6 jam− Jika tidak ada respon sesudah 2x25mcg misoprotol. naikan dosis menjadi 50mcgmenjadi setiap 6 jam. Catatan: janagan lakukan amniotomi Karena beresiko infeksi. berikan antibiotic untuk metritis− Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7 menit atau bekuan mudah pecah.Berikan dukungan emosional pada ibu− Nilai DJJ− Nilai ibu mendapa sedative. perlu dibicarakan dengan pasien dan keluarganya sebelum keputsan diambil.− Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan setetoskop dopler. BAB III . Tandatandanya berupa overlapping tulang engkorak. kemudian nilai ulang. gawat janin. ukuran kepala janin dan cairan ketuban berkurang. gelembung udara didlam jantung dan edema scalp. o Jika trombosit dalam 2 minggu menurun tanpa persalinan spontan. Persalinan dengan seksio sesarea merupakan alternative terakhir Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2 minggu. lakukan pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley.lakukan penaganan aktif o Jika penanganan aktif akan dilakukan. konfirmasi kematian janin setelah lima hari. nilai serviks: o Jika serviks matang. Jika pemeriksaan radiologic tersedia. Pilihlah cra persalinan dapat secara aktif dengan induksi maupun ekspektatif. Pemerikasaan patologi plasenta adalah untuk mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi. atau kelainan bawaan atau akibat infeksi yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak terobati. Dukungan mental emosional perlu diberikan kepada pasien selalu− didampingi oleh orang terdekatnya. Bila pilihan penangasalinan nan adlah akspetif: o Tunggu persalinan spontan hingg dua minggu o Yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.− Penanganan pada masa persalinan¬ Kematian janin− Kematian dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin.− Catatan: jangan biarkan lebih dari 50mcg setiap kali dan jangan melebihi 4 dosis Jika ada tanda infeksi. tungg hilangnya pengaruh obat. o Jika serviks belum mtang. trombosit menurun dan serviks belum matang. hiperfleksi kolumna.

SARAN Sebagai tenaga kesehatan dalam hal ini penolong persalinan alangkah lebih baiknya apabila melaksanakan tugas harus sesuai dendan protaps atau standar pelayanan yang berlaku Mengingatkan kepada keluarga apabila terjadi hal-hal yang tidak normal pada kehamilannya segera memeriksakan kepelayanan kesehatan yang terdekat Sebagai penolong persalinan agar selalu siap dalam menghadapi situasi apapun DAFTAR PUSTAKA http://nisaulya. Golongan lV : Kematian yang tidak dapat di golongkan pada kertiga golongan diatas 3. Kematian janin dapat di bagi menjadi 4 golongan: Golongan l : Kematian sebelum masa hamil mencapai 20 minggu penuh. Etiologi Penyebab iufd antara lain: Faktor plasenta Factor ibu Factor intra partum Factor janin Factor tali pusat Factor predisposisi Factor ibu Factor bayi Factor yang berhubungan dengan kehamilan Tanda dan gejala Ibu tidak merasakan gerakan janin Gerakan janin tidak di rasakan lagi. Pengertian IUFD adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu (Rustam Muchtar.friendster.g-excess.blog. indikasi untuk induksi persalinan Induksi dan pemberian estrogen untuk mengurangi efek progesterone atau dengan oksitosin drip atau dengan amniotomi B. KESIMPULAN 1. 1998) IUFD adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari rahim ibunya tanpa memandang tuanya kehamilan (Sarwono. 2005) 2. Golongan ll : Kematian sesudah ibu hamil 20 minggu hingga 28 minggu. Penatalaksanaan IUFD Observasi dalam 2-3 minggu untuk mencari kepastian diagnosa Biasanya selama menunggu. Golongan lll :Kematian sesudah kehamilan lebih dari 28 minggu (Late Fetal Death).PENUTUP A. 70-90 % akan terjadi persalinan spontan Bila belum partus.com/ http://info.com/id/Askeb_%28Asuhan_Kebidanan%29/IUFD_ .

Diposkan oleh ASUHAN KEBIDANAN | yiyi di 22:57 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Mengenai Saya URIP KUSWARDANI Lihat profil lengkapku kunjungan Arsip Blog • Daftar Blog Saya ▼ 2010 (6) .125.info http://74.153.com/2009/03/20/pre-neklampsi-episiotomiiufdpost-partumspontan/ Abdul.html+tanda+dan+gejala+iufd&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id http://ade86.com/2009/07/kematian-janin-dalamkandungan-iufd.2002.Bari saifudin.%28Intrauterin_Fetal_Death%29_Dalam_Kehamilan.132/search? q=cache:wQKIw67n4gUJ:dokterrosfanty. Abdul.2006.jakarta:yayasan bina pustaka Sarwono Prawirohardjo.blogspot. Ilmu kebidanan.pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.dkk.Bari saifudin.wordpress.jakarta:yayasan bina pustaka Sarwono Prawirohardjo.dkk.

• ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GLUKOMA .. penggaungan papil saraf optik dengan defek . DEFINISI Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peninggian tekanan bola mata.A. penggaungan papil saraf optik dengan defek . DEFINISI Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peninggian tekanan bola mata.. 1 minggu yang lalu • o ▼ Juli (4)  polio  askeb IUFD  RUBELLA  hipertensi ► Juni (2) o askep | Jager Blog ASKEP GLUKOMA . 8 bulan yang lalu website Search Engine Optimization and SEO Tools MAU TAMBAHAN UANG? KILK DISINI ...A.

KLIK DISINI DAPAT UANG Join NegeriAds. Didukung oleh Blogger. .Com Feedjit Pengikut Template Simple.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->