y Pertempuran Merah Putih di Manado Berita proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersiar juga samapi ke Manado.

Rakayat Manado khususnya para pemuda menyambutnya dengan hangat. Di sisi lain, pasukan NICA untuk mengamankan kepentiangan segera mempersenjatai bekas pasukan KNIL yang menjadi tawananan Jepang. Mereka disambut sebagai Pasukan Tangsi Putih. Pada bulan Desember 1945, pasukan Sekutu menyerahkan kekuasaan kota Manado kepada NICA. Stelah mendapat mandate itu, pasukan NIca segera melakukan penagkapan terhadap sejumlah tokoh RI untuk mengamankan kedudukannya RI. Para bekas pasukan KNIL yang mendukung RI dikenal sebagai Pasukan Tangsi Hitam. Para pejuang itu membentuk Pasukan Pemuda Indonesia (PPI). PPI sering melakukan pertemuan rahasia untuk mengoordinasikan kegiatan melawan NICA. Akan tetapi, kegiatan tersebut diketahui NICA. Akibatnya, beberapa pemimpin PPI ditangkap. Senjata pasukan KNIL pendukung RI dilucuti. Namun, tindakan NICA tersebut tidak menyrutkan tekad para pejuang Indonesia. Pada tanggal 14 Febuari 1946, PPI menyerbu NICA dimarkas Tangsi Putih di Teling. Dengan senjata seadanya, PPI mampu melepaskan para tawanan dan melawan komandan NICA dan pasukannya. Secara spontan para pejuang merobek warna riru pada Bendera Belanda di markas itu dan mengibarkan bendera Merah putih. Para pejuang juga berhasil menguasai markas NICA di Tomohon dan Tondano. Para pendukung RI segera membentuk pemerintah sipil. B.W Lapian terpilih sebagai residennya. Berita penegak kedaulatan Indonesia di Manado segera dikirim ke Yogyakarta.

Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946
Oleh Ben Wowor PADA 7 Februari 1946 seluruh rencana telah rampung sampai pada tindakan-tindakan darutat serta pengamanan bilamana terjadi sesuatu kemacetan. Rencana ini telah pula diberitahukan kepada BW Lapian dalam suatu rapat rahasia yang diadakan pada hari itu di rumahnya di Singkil, Manado Utara. Juga turut dalam perundingan PM Tangkilisan, juga telah dihubungi No Ticoalu dan dr Tumbelaka. Situasi Markas Besar KNIL di Tomohon senantiasa diberitahukan oleh AS Rombot melalui FW Sumanti yang bertindak sebagai ordonans umum. Pembagian tugas yang ditetapkan oleh Ch Taulu dan SD Wuisan sebagai berikut: 1. Kompi-VII dijadikan combat troop, dipimpin Mambo Runtukahu, Yus Kotambunan, Gerson Andris, Mas Sitam, Lengkong Item dan Niko Anes. Mereka menguasai dan mengamankan perwira-perwira Belanda KNIL dan NICA. 2. Yang pertama harus dikuasai bahan makanan, senjata, mesiu dan pakaian. 3. Kompi-148 dibawah pimpinan Wim Waney, dibantu Wim Tamburian, Wangko Sumanti, Frans Lantu, Yan Sambuaga, Bert Sigarlaki, Samel Kumaunang, Oscar Rumambi, setelah dapat dikuasai tempat-tempat suplai tersebut, harus menjalankan -aksi penangkapan terhadap anggota tentara Belanda dan pejabat-pejabat NICA di rumah mereka. 4. SD Wuisan menguasai Kompi-143 dan akan mengawasi kamp tawanan Jepang di GirianBitung; Sigar Mende dan Polet Malonda Kompi-144 di Manado dan Suparmin Kompi-142 di Tomohon. 5. Pengamanan markas besar di Tomohon dan telekomunikasi ditugaskan kepada telegrafis-

markonis AS Rombot yang selanjutnya akan menguasai semua dinas radio. No Tooy menguasai semua dinas telepon dan Maurits Rotinsulu dinas pengangkutan. 6. Kurir-kurir istimewa untuk menghubungi pemuda-pemuda di Manado, Tondano dan pedalaman Minahasa adalah No Korompis, Gustaf Sumarauw, Jan Sambuaga dan Wim Tamburian. Penangkapan di Kalangan Militer Pada 28 Januari 1946, Freddy Lumanauw dan Mantik Pakasi dipanggil Komandan Garnisun, Kapten Blom, dan langsung dibawa ke penjara karena ada laporan bahwa mereka sedang mengatur komplot untuk menggulingkan kekuasaan KNIL di tangan Belanda. Pada 31 Januari Lumanauw dan Mantik dibawa di bawah pengawalan MP ke Tomohon dan langsung diperiksa oleh Oditur Militer Mr OE Schravendijck. Pada hari itu mereka dikembalikan ke penjara Manado karena mereka tidak bersedia mengungkapkan sebab dan latarbelakang sehingga mereka mulai berkomplot. Selama dalam tahanan ini mereka diberitahu oleh Frans Korah tentang perkembangan rencana persiapan kup yang diatur oleh Taulu, Wuisan dan Sumanti. Pada 6 Februari 1946 mereka kembali diperiksa di Tomohon, dimana kepada mereka dinyatakan oleh Oditur Militer bahwa sudah diperoleh bukti yang jelas menunjukkan, bahwa mereka pada 1944 telah dikirim ke Sulut dengan tugas khusus dari Dr Ratulangi yang kini berada di Makassar untuk melaksanakan revolusi kemerdekaan Indonesia. Lumanauw yakin bahwa mata-mata Belanda telah mengikuti pembicaraan dalam perundingan-perundingan rahasia dari pasukan Tubruk dan Schravendijck telah mengadakan pengecekan dengan atasannya di Jakarta. Proses pengusutan ini akan membawa mereka ke sidang mahkamah militer, namun mereka tidak bersedia menuturkan mission yang diberikan oleh Ratulangi pada waktu mereka diberangkatkan dari Jakarta itu. NICA menjadi gelisah karena setelah gerakan-gerakan pemuda berhasil ditekannya, malah tubuh dan aparatnya sendiri, yakni KNIL, telah disusupi oleh musuh-musuh Republik yang berpemerintahan pusat di Jogyakarta. Kemudian pribadi-pribadi Taulu dan Wuisan semakin besar mendapat perhatian dan sorotan dari pimpinan KNIL. Opsir-opsir Belanda telah beberapa kali mengadakan pertemuan antara mereka sendiri, yakni Blom, Verwaayen, De Leeuw, Molenburgh, Brouwers dan lain-lain untuk menemukan jalan, cara bagaimana mereka dapat menumpas gerakan-gerakan bawah tanah dalam tubuh KNIL, supaya tidak menjalar ke seluruh jajaran KNIL. Mereka semakin bingung, karena setelah penangkapan pemuda-pemuda pada 9 Januari lalu dan kemudian pada 28 Januari Lumanauw dan Pakasi diamankan di penjara, sebenarnya sudah tidak ada lagi anasir-anasir Republik yang mereka harus takuti. Pada 9 Februari pimpinan KNIL mengambil tindakan pengamanan di kompleks tentara Teling dengan menangkap anggota komplotan Wangko Sumanti, Frans Lantu, Yan Sambuaga dan Wim Tamburian. Mereka ini dikunci dalam sel Tangsi Putih. Bukti kegiatan mereka, termasuk menghubungi pemuda-pemuda ekstremis dan pejabat-pejabat tertentu yang dicurigai, sudah cukup jelas bagi NICA setelah dicek dengan laporan-laporan yang masuk.

Kaum nasionalis yang selama ini meringkuk dalam tahanan semuanya dibebaskan. OH Pantouw. Mas Sitam. yang menanyakan kepadanya bagaimana dengan keadaan Kompi VII. Tidak berapa lama Sersan Bisman dipanggil oleh Kapten Blom. Selanjutnya Komandan Kompi VII. Tampak di antara mereka tokoh-tokoh perintis nasional seperti GE Dauhan. Angg regu IV dan Wehantouw Verkenner. Mambi Runtukahu Memelopori Aksi Yang memelopori aksi adalah Peleton I: Mambi Runtukahu. yang berdiam di Sario dibangunkan oleh ajudannya dengan kata-kata: µ¶Kapten diminta datang segera ke Teling karena keadaan agak berbahaya. Kapten Blom. Dr Sabu. Max Tumbel. Furir Taulu dipanggil komandan Kapten Blom dan setelah senjatanya dilucuti oleh sersan-mayor Brouwers.Taulu dan Wuisan Masuk Sel Namun. Karena mereka juga telah diberitahu tentang saat dan awal aksi ini sebelumnya melalui titipan surat yang disembunyikan dalam makanan. Kapten Blom. Lumanauw dan Pakasi diberikan masing-masing senapan dan pistol. Mereka amat cemas dan hampir saja putus asa ketika mendengar bahwa unsur-unsur pimpinan pemberontakan sudah tertangkap. Semuanya lalu bersorak-sorak gembira. NP Somba dan juga pemimpinpemimpin pemuda BPNI. Melalui trali-trali sel tampaklah pada mereka bukanlah Polisi Militer (PM) yang muncul melainkan kawan-kawan Frans Lantu dan Yus Kotambunan. FH Kumontoy. CP Harmanses. Bisman dalam Perang Dunia ke-2 mendapat latihan intelejen di Australia dan sering turut dalam kapal selam Sekutu untuk dilepaskan di perairan daerah musuh untuk mencari tahu kekuatan tentara Jepang. karena mereka harus melanjutkan tugas untuk menyelesaikan aksi kup itu yang tengah berjalan dan masih berbentuk tanda tanya. Dijawab oleh Letnan Carlier bahwa Kompi VII dapat mengamankan seluruh Sulut. Kmd Verkenner. maka ia dimasukkan dalam sel tahanan. tetapi ia tidak ditahan. jam 9 pagi. Lengkong Item. Mereka memasuki halaman penjara dengan menyandang beberapa perlengkapan senjata serta didampingi oleh sipir yang membawa kunci-kunci. Wkl Kmd Regu II. A Manoppo. HC Mantiri. lagipula kompi ini adalah pemberani. . Komandan Garnisun Manado. Kota Manado Dikuasai Di penjara Manado para tahanan nasionalis pada tengah malam itu dengan hati berdebar-debar menunggu saat dimulaikan aksi di Teling. Ketegangan memuncak ketika pintu besi dari penjara berbunyi gemerincing: Apakah aksi telah gagal dan Belanda akan memperkeras tindakan-tindakan penekanan? Demikianlah Lumanauw dan Pakasi bertanya-tanya. John Rahasia dan Mat Canon. Wkl Kmd Regu I. Gerson Andris. Wkl Kmd Regu III. karena prajurit-prajuritnya banyak berpengalaman dalam perang yang baru lampau. namun patuh dan setia pada atasannya. seperti yang dilakukannya di Tarakan dan di Manado pada 1944. Yus Kotambunan. Carlier. keadaan menjadi makin tegang. dipanggil oleh Komandan Korps. mungkin karena ia memiliki tanda jasa dari Tentara Sekutu. Pada 13 Februari.

maka Wangko Sumanti yang memberikan perintah. demikian nama sersan Belanda itu. Secara hikmat bendera Merah Putih digerek oleh Kotambunan dan Sitam untuk kemudian berkibar pada saat fajar menyingsing di bumi Sulut. Gelaerts. sewaktu aksi penangkapan sedang berjalan. menyusul jeep kedua dengan perlengkapan dan pengawalan yang sama. namun tak ada kerusakan apaapa. Sang Saka Merah Putih Berkibar Pada jam 03. yang ditempati oleh Freddy Lumanauw. Samsuri menempuh jarak duaratus meter lebih menuju ke Markas De Vries. Perintah dan persiapan dilakukan oleh Wangko Sumanti untuk meneruskan aksi kup ini di Tomohon dan Girian.Letnan Verwaayen mendesak agar segera datang!¶¶ Juga ditegaskan oleh ajudannya. yaitu 2 jeep dan 2 truck/power. bahwa para pengawal sudah siap menunggu di luar dengan sebuah jeep. Ultimatum Kepada Komandan KNIL Komandan Polisi Samsuri yang menjadi penghubung antara Pasukan Bisman dan Komandan KNIL De Vries. bahwa perjalanan aman dan penjagaan cukup kuat. Dengan dua tangannya diangkat ke atas. Pada jam 04. membawa ultimatum dari Bisman agar De Vries dengan seluruh pasukanpasukannya di Tomohon ialah Kompi-142 dan satu kompi stafnya menyerahkan diri. Pada subuh hari semua tentara Belanda dimasukkan dalam tahanan di Teling dan selebihnya dibawa ke penjara untuk menggantikan para tahanan nasionalis yang telah dibebaskan. mengambil bendera Belanda (merah-putihbiru) yang disimpan di rumah jaga. berada di Manado waktu terjadi kup tengah malam dan ia langsung mengendarai motornya ke Tomohon untuk memberitahukan kejadian ini kepada Komandan De Vries setelah hubungan telepon terputus. Ternyata pasukan-pasukan KNIL yang ada di Tomohon dan Girian masih dikuasai oleh perwiraperwira Belanda dan perlu mendapat penyelesaian dari Manado. di mana komandan ini sudah siap dengan stellingnya. Tomohon Diserbu: Korban di Kedua Belah Pihak Segera Frans Bisman dan Freddy Lumanauw ditugaskan dengan dua peleton siap tempur untuk menuju Tomohon. Jeep depan berbendera Merah-Putih dikendarai oleh Frans Bisman dengan beberapa pengawal penembak bren.30 14 Februari mereka berangkat dengan empat kendaraan. merobek helai birunya dan menyerahkan bagian dwi-warna kepada Mambi Runtukahu yang sudah siap sebagai inspektur upacara menunggu dekat tiang bendera. Samsuri menjelaskan kepada De Vries bahwa pasukan dari Manado telah tiba di persimpangan jalan di depan kantor polisi Tomohon dan meminta Overste De Vries bersama pasukannya di . Di luar Kota Manado konvoi ini sedikit mengalami hambatan karena jeep terdepan terjerumus dalam selokan. sehingga agak memakan waktu untuk menariknya.00 di markas tentara di bukit Teling. Sewaktu mau kembali ke Manado pagi itu dan berada di pompa bensin untuk mengisi minyak ia berpapasan dengan pasukan penyerbu dari Bisman.

Suatu peristiwa yang menegangkan yang diceritakan Freddy Lumanauw kemudian. karena buatan Jepang. Samsuri kembali untuk menyampaikan jawaban ini dan untuk kedua kalinya Bisman memerintahkan Samsuri untuk memberitahukan De Vries bahwa pasukan dari Manado akan segera mengadakan serangan. Penyelesaian di Kamp Tawanan Jepang Pada subuh 14 Februari 1945. berlangsung di instansi-instansi pemerintah dan polisi setempat di bawah pimpinan Freddy Lumanauw. Komandan KNIL itu terharu dan bercucuran air mata ketika bendera merah-putih-biru disobek helai birunya dan dwi-warna Merah-Putih dinaikkan pada tiangnya. selesai upacara bendera dilakukan penertiban seperlunya di kalangan pamong-praja dengan mendapat bantuan penuh dari pasukan-pasukan pemuda. Mendengar akan ultimatum terakhir ini maka De Vries memutuskan dan menyampaikan kepada Samsuri bahwa ia akan menyerahkan diri bersama pasukan-pasukan di Tomohon. Langowan dan Kawangkoan. Berturut-turut di Tondano. begitu anggota-anggota Staf NICA lainnya yang berada di Kaaten-Tomohon dikumpulkan di kantor polisi dan dengan sebuah truk mereka langsung dibawa ke tempat penampungan di Manado. diambil dari tempat kediamannya di rumah sakit RK Gunung Maria.Tomohon menyerahkan diri. ialah ketika dalam persiapan untuk menyerbu markas De Vries. Atas permintaan Bisman maka De Vries menuju ke kendaraan yang tersedia dan bersama-sama mereka menuju ke kantor polisi untuk meneruskan perjalanan ke Manado. Suatu pasukan kecil di bawah pimpinan Freddy Lumanauw masih harus meneruskan tugas operasi ke pedalaman Minahasa. berhasil menangkap anggota-anggota tentara Belanda di asrama Girian dengan bantuan Samel . juga suatu pasukan dari Manado di bawah pimpinan Maurits Rotinsulu yang ditugaskan ke Girian untuk menguasai kamp tawanan Jepang. termasuk para penguasa sipil NICA kepada pasukan Bisman. Residen Coomans de Ruyter. kedapatan olehnya bahwa peluru-peluru yang dibawa pasukan tidak cocok dengan senjata Lee Enfield. Komandan NICA. Pengemudinya Oscar Pandeiroth menggantikan Alo Porayouw yang telah gugur sebagai seorang pahlawan kemerdekaan dan menjadi pahlawan 14 Februari 1946 yang pertama. Remboken. Seandainya ada terjadi penyerbuan dan pertempuran maka senapan-senapan yang dibawa akan tidak berdaya dan tidak ada gunanya. Pengamanan di kota-kota kecamatan di Minahasa disertai dengan penurunan bendera Belanda dan diganti dengan penaikan bendera Merah-Putih. Wangko Sumanti di Teling Manado segera dihubungi melalui telepon dan ternyata memang ada kekeliruan dan diakui Sumanti sebagai keteledoran akibat kesibukan pada waktu pasukan disiapkan di malam buta untuk dikirim ke Tomohon. Kup Berhasil dan Penguasa-penguasa Belanda Tertawan Upacara penyerahan berlangsung dengan pelbagai campuran perasaan bagi kedua pihak masingmasing. Kakas.

yaitu menunggu saatnya mereka berdua memegang pos di kamp tawanan di lokasi Wangurer. maka Taulu bersama Sumanti pergi ke Sario untuk meminta perintah tertulis dari Kapten Blom buat Van Emden. mengingat tubuhnya yang besar dan kekar akan dapat menguasai perwira Belanda itu. kini di bawah kekuasaan Tentara Nasional Indonesia. Waktu ia turun dari kendaraannya menuju ke pos. Setelah kegagalan ini dilaporkan kepada Taulu. Letnan Van Emden. Kemudian rombongan yang dipimpin oleh Kumaunang mengantar Van Emden ke Manado.00 pagi kedua pejuang ini masuk dalam kelompok jaga. badannya condong jatuh ke depan dan setelah tangannya itu diputar. sedangkan ia adalah komandan dari Sekutu. jawab Van Emden. disusuli rombongan dari Sumanti yang ditugaskan oleh Taulu dengan maksud yang sama. mengikat kedua tangan kakinya dan menyeretnya ke dalam jeep. Green bizonderheden!¶¶ (tidak kurang apa-apa dalam penjagaan). Ia dibiarkan dalam keadaan terikat dan di bawah pengawasan. Mereka ini sepakat untuk menunjuk Samel Kumaunang yang akan menangkap Van Emden.Kumaunang dan Hans Lengkoan. sampai seluruh kampemen tawanan dan penjagaan telah ditertibkan dan dapat berjalan normal kembali. bertahan dan tetap menguasai seluruh kamp tawanan itu. Perwira ini tidak mengakui penyerahan pimpinan KNIL kepada pihak pemberontak. bila terpaksa harus adu kekuatan. Setelah surat dari Blom dibacanya. stegun jatuh ke tanah dan kedua pistolnya dapat dilucut oleh Kumaunang. Bert Sigarlaki yang adalah ordonans tetap untuk Van Emden diterima untuk masuk ke dalam kampemen dan menemui Van Emden. Ketika ia menyampaikan sebatang rokok sambil menyiapkan apinya kepada Kumaunang. maka secepat kilat tangan letnan yang diulurkan itu ditarik dengan sekuat-kuatnya. Di sepanjang jalan rakyat menyambut kemenangan ini dengan sorak-sorakan µ¶Hidup Merah . seluruhnya terdiri dari 8 orang. tentu saja¶¶. kenapa kami tidak dapat jatah rokok dari Manado. Kumauang berseru: 'µKomandan. namun disambungnya lagi: µ¶Letnan. Pada saat itu kawan-kawan lain menyergap perwira itu. agar ia segera menyerahkan diri kepada pasukan Sumanti yang akan dikirim ke Girian. maka surat itu diludahinya dengan melemparkan kata-kata kotor kepada alamat Blom seraya menyentak bahwa semua mereka sebangsa di Manado adalah pengecut dan bukan militer. Begitulah pada 17 Februari 1946 pada jam 06. lengkap dengan senjata dua pistos pada masing-masing pinggangnya dan satu stegun yang disandang. namun komandan kampemen tawanan yang bermarkas di Wangurer. apakah saya boleh merokok?¶¶ µ¶Oh. Kumaunang dan Lengkoan yang menguasai asrama tentara di Girian memikirkan suatu siasat lain untuk menangkap Van Emden. Malah ia sempat menahan seorang anggota pasukan Rotinsulu yang bernama Makalew. dan tangannya sibuk memeriksa dan mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya. Para anggota tentara Belanda lainnya sudah lebih dahulu diangkut secara terpisah dari komandan kampemen dengan adanya berita: µ¶Perintah dari korps komandan supaya para perwira dan perwira bawahan harus segera berkumpul di Manado tanpa membawa senjata¶¶. Tidak lama kemudian muncul komandan itu dengan jeepnya.

. yang coba melarikan diri dengan perahu kecil ke Ternate. Dalam kup selama beberapa hari ini semua warga Belanda dari KNIL maupun dari NICA berhasil ditawan. Seorang pengusaha perkebunan Belanda. terpaksa harus kembali di pantai Likupang dan ia langsung menyerahkan diri.Putih¶¶. Van Loon.

pasukan pejuang republik menangkap Komandan KNIL Sulawesi Utara Letkol de Vries dan Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. ditangkap dan diteruskan oleh kapal perang Australia SS "Luna" ke Allied Head Quarters di Brisbane. Provokasi Belanda gagal total. Mereka melucuti senjata semua pimpinan militer Belanda di tangsi itu dan memasukkannya ke sel sebagai tahanan. pimpinan tangsi militer Teling. Perjuangan kemerdekaan Indonesia versi Belanda cuma sebatas di Jawa. juga di tanah Minahasa masih dalam genggamannya. kekuasaan di daerah-daerah. Siangnya.00. Kapten Blom. Peristiwa ini diberitakan berulang-ulang melalui siaran radio dan telegrafi oleh Dinas Penghubung Militer di Manado. Para pejuang itu merobek warna biru bendera Kerajaan Belanda. menyisakan dwi warna Merah Putih dan mengibarkannya di tangsi itu. dunia . Bangkitnya warga Manado. Peristiwa itu berlanjut dengan pengibaran sang saka Merah Putih di tangsi yang terkenal angker karena pasukan yang menempati kompleks milter itu dikenal sebagai pasukan pemberani andalan Belanda. jam 01. sebab lewat peristiwa 14 Februari 1946. tepatnya tanggal 14 Februari 1946. Sejumlah tentara KNIL yang setia kepada Republik Indonesia di tangsi militer Teling Manado bangun dari tidur.00. sebab menurut Belanda. perebutan tangsi militer Teling dan penurunan bendera merah putih biru digantikan Sang Saka Merah Putih oleh kalangan pejuang Indonesia merupakan pukulan telak. Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Proses ini kemudian diakui mempercepat pengakuan internasional terhadap kemerdekaan RI. menurut Belanda yang berkampanye di berbagai forum internasional.000 serdadu. setelah lebih dulu menahan Letnan Verwaayen. para pejuang menaklukkan kamp tahanan Jepang yang berkekuatan 8. Bagi Belanda. Selanjutnya Radio Australia menjadikannya sebagai berita utama dan ikut disebar-luaskan oleh BBC-London dan Radio San Fransisco Amerika Serikat. bergerak menuju lokasi sasaran di dalam tangsi dengan formasi huruf "L". Sehari kemudian. bukan perjuangan seluruh rakyat Indonesia.MERAH PUTIH DI MANADO PATAHKAN PROVOKASI BELANDA DI LUAR NEGERI LIMA puluh tahun lalu. pemimpin Garnisun Manado ditangkap sekitar pukul 03. Bahkan kekalahan militernya di Manado secara otomatis melumpuhkan provokasinya di luar negeri bahwa perjuangan kemerdekaan di Indonesia cuma terbatas di pulau Jawa. Minahasa dan seluruh rakyat Sulut merebut kekuasaan dari tangan penjajahan Belanda yang bersumber pada jiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 bermakna sangat positif bagi upaya diplomasi Indonesia di luar negeri.

Di dalam asrama.30 (14 Februari). Tepat pukul 01. pergerakan dimulai. Padahal ketika itu. Wadanru II Gerson Andris. Sekitar pukul 24.menjadi yakin. perjuangan kemerdekaaan Indonesia milik seluruh rakyat dari Sabang sampai Marauke. kedua tentara Belanda itu menemukan. Sebab. Belanda gagal memanfaatkan mitos persahabatan Belanda-Minahasa yang dikenal dengan Verbond Minahasa . tepatnya jam 18. Sebagian pasukan dipimpin Runtukahu dan Kotambunan keluar dari pintu kiri. di saat sepi dan tenang.30. kompi pemberani. Pasukan menuju tangsi putih dalam formasi huruf "L". di depan kantin sedang berkumpul sejumlah anggota peleton CPM. Semangat perjuangan nasional di tanah Minahasa seperti ditulis Ben Wowor dalam buku Sulawesi Utara Bergolak juga termotivasi surat rahasia yang dikirimkan Pahlawan Nasional DR GSSJ Ratulangi yang menegaskan. saat apel malam. Wadanru III Mas Sitam.00. seluruh anggota kelompok yang mempersiapkan aksi militer itu memeriksa persiapan akhir. Sersan Piket Sutarkun menginformasikan agar seluruh anggota yang masih di berbincang di luar asrama masuk tidur karena Komandan Kompi VII Letnan Carlier dan Komandan Peleton Serma Wijszer akan mengadakan pemeriksaan malam. Pukul 00. Kurir pembawa surat Nona Politon yang dititipi surat itu lolos melalui empat pos pemeriksaan. Tepat pukul 00. Komandan Verkenner Jus Kotambunan. *** TEKAD menaklukkan tangsi militer Teling yang juga markas Garnisun Manado dicetuskan tanggal 13 Februari 1946. bagi putra-putri Indonesia di tanah Minahasa. masing-masing menyatakan siap mempertaruhkan nyawa bagi RI.00.Nederland (10 Januari 1679) sebagai senjata untuk meninabobokkan warga Minahasa. Surat itu dibawa sekelompok pemuda yang tiba dari Makassar 11 Januari 1946. Anggota Regu IV Lengkong Item dan Verkenner Wehantouw. Pada jam 21. Kelompok itu terdiri dari Wakil Komandan Regu I Mambi Runtukahu. .45. seluruh anggota Kompi VII sudah lelap tidur. persatuan dan kesatuan dalam kemerdekaan Indonesia tidak bisa ditawar-tawar.00 di kantin tangsi itu seusai apel sore oleh sekelompok prajurit pemberani dipimpin Wakil Komandan Regu I Kompi VII Mambi Runtukahu. namun tidak ada yang berani mendekat karena mengetahui anggota-anggota yang berkumpul di kantin adalah anggota-anggota Kompi VII yang dikenal sebagai kompi macan. agar pemimpin rakyat menjauhkan diri dari pikiran dan tindakan provinsialistis dan hendaknya menggabungkan diri ke dalam satu perjuangan kemerdekaan Indonesia. kembali seluruh anggota aksi berkumpul dan menyatukan tekad. kelompok pencinta RI itu mulai mempersiapkan diri.

dua pemimpin aksi yang ditangkap beberapa hari sebelumnya. Selain itu kelompok pejuang menguasai kantor Dinas Telegrafi Manado. pasukan pro Belanda itu berhasil ditaklukkan. Wangko Sumanti memerintahkan perobekan helai biru dari bendera Belanda dan menyerahkan kepada Mambi Runtukahu yang selanjutnya bertindak sebagai inspektur upacara penaikan Sang Saka Merah Putih. Alo Porawouw tertembak dan tewas. Sigar Rombot. Mereka muncul satu demi satu di depan pos jaga dengan senjata terkokang tanpa peluru sebab siangnya seluruh peluru milik anggota yang dicurigai telah disita petugas atas perintah atasannya. Pasukan Runtukahu menaklukkan pos jaga dan sekaligus membebaskan CH Taulu dan Wuisan. FH Kumontoy. mereka dihadang seorang serdadu Belanda dengan sejumlah tembakan. pasukan pejuang dipimpin Freddy Lumanauw dan Bisman menuju Tomohon. G Sumendap serta beberapa staf lain. Kantor Telepon sejak aksi dimulai dikuasai pegawai yang pro Indonesia seperti oleh No' Tooy. tetapi dengan kemahiran menyerbu. Untuk meyakinan De Vries. Dalam perjalanan menuju tangsi hitam. CP Hermanses. bahwa melawan kehendak para pejuang sama saja dengan mati konyol. Di Tomohon. Pasukan pejuang lalu menguasai seluruh tangsi militer Teling dan berhasil menangkap seluruh pimpinan militer yang tinggal di luar tangsi. Dengan dua tangan terangkat ke atas. Setelah menguasai Manado. Mereka juga berhasil membebaskan teman-temannya yang sempat ditahan di penjara Manado. NP Somba dan juga pemimpin politik lainnya seperti John Rahasia dan Mat Canon yang meringkuk di tahanan dibebaskan. anggota pasukan pejuang juga menjelaskan kepada De Vries. . OH Pantouw. lalu bersama pasukan Bisman menaklukkan serdadu Belanda itu.00. A Manoppo. seperti Freddy Lumanauw dan Pakasi. Samsuri menjelaskan. Kepada Komandan KNIL Sulut De Vries. pasukan pejuang siap menerkamnya bila tidak segera menyerahkan diri. De Vries akhirnya berhasil diyakinkan dan menyerah. sedangkan Freddy Lumanauw yang duduk di sampingnya berhasil lolos.sedangkan Andris dan Sitam memimpin pasukan keluar dari pintu kanan. Pukul 03. Sitam dan Lantu menangkap Komandan Peleton I Wijszer dan Komandan Kompi Carlier serta Komandan CPM Belanda. Dr Sabu. para pejuang yang terdiri dari Kotambunan. Di tangsi putih. Samsuri berjalan sepanjang 200 meter menuju markas De Vries. Komandan Polisi Samsuri yang menjadi penghubung antara Pasukan Bisman dan Komandan KNIL De Vries menyampaikan ultimatum dari Bisman agar De Vries menyerah. mengendarai dua mobil jeep dan dua truk. Kaum nasionalis yang bergerak dalam perjuangan politik seperti GE Dauhaan. sementara aksi berlangsung. Max Tumbel. HC Mantiri. pasukan pejuang dihadang peleton KNIL yang setia kepada Belanda.

toko-toko. *** MENYUSUL kemenangan itu. SD Wuisan (kepolisian). oleh pejuang-pejuang KNIL dibantu para pemuda telah merebut kekuasaan dari pemerintahan Belanda (NICA) Sulawesi Utara dalam rangka mempertahankan Kemerdekaan RI yang diproklamirkan Ir Soekarno dan Mohammad Hatta. (6) Kegiatan ekonomi harus tetap jalan seperti biasa (pasar-pasar. Bert Supit. Dr Ch Singal (kesehatan). Pemimpin-pemimpin dan Pemuka-Pemuka Indonesia".00 tanggal 14 Februari 1946. pemimpin perjuangan Ch Taulu kemudian pada tanggal 15 Februari 1946 mengeluarkan Maklumat Nomor 1 yang berisi. AF Nelwan dan F Bisman. Pemimpin perjuangan selanjutnya mengeluarkan Maklumat Nomor 2 berisi. seluruh kantor instansi pemerintah menurunkan di tanah Minahasa bendera Belanda menggantikannya dengan Merah Putih. penculikan. E Katoppo (PPK). (1) Kemarin malam jam 01. Max Tumbel (pelabuhan/pelayaran). BW Lapan dibantu oleh DA Th Gerungan (keprintahan). Bersamaan dengan peringatan Valentine's Day. Hidayat kehakiman). "Semangat 14 februari itu perlu dilestarikan berhubung orang-orang yang bergerak dalam peristiwa itu mengikuti perjuangan dari Sam Ratulangi. Bila ada pasar atau toko tidak buka akan disita. Untuk melaksanakan pemerintahan sipil. J Kaseger. Hari yang menunjukkan komitmen perjuangan orang Manado ini dalam membela dan mempertahankan Pancasila hampir dilupakan publik Manado yang lebih fokus pada perayaan kasih sayang. (2) Rakyat diminta membantu sepenuhnya perjuangan itu. . masyarakat Manado memperingati hari Merah Putih. SD Wuisan. Raja dari Bolaang Mongondow." ujar Dr. (4) Keamanan di seluruh Sulut dijamin Tentara RI Sulawesi Utara. AIA Ratulangi (keuangan). (5) Kantor-kantor pemerintahan harus bekerja seperti biasa. Kepala daerah Gorontalo. akademisi dan budayawan Sulawesi Utara lewat telepon Senin (14/1) kepada SUARAMANADO. Drh Ratulangi (perekonomian). Wolter Saerang (penerangan). "Dimaklumkan bahwa pada tanggal 16 Februari sudah diadakan rapat umum di gedung Minahasa Raad (DPR) yang dipimpin pucuk pimpinan Ketentaraan Indonesia di Sulawesi Utara dihadiri oleh Kepala-Kepala Distrik dan onderdistrik di Minahasa. sekolah-sekolah). Rapat ini telah menetapkan BW Lapian menjadi Kepala Pemerintahan Sipil Sulawesi Utara.Sejak itu. (7) Barangsiapa yang berani melakukan pengacauan berupa penganiayaaan. (3) Kepada pejuang untuk mengambil alih pemerintahan Belanda. pembunuhan dan sebagai akan segera dihukum mati di muka umum. Maklumat itu ditandatangani Letkol Ch Taulu. perampokan.

Lengkong Item dan Niko Anes. SD Wuisan menguasai Kompi-143 dan akan mengawasi kamp tawanan Jepang di Girian- . Yan Sambuaga. Kejadian itu benar-benar merupakan ekspresi orang Manado yang µmenelanjangi¶ kolonial Belanda. Situasi Markas Besar KNIL di Tomohon senantiasa diberitahukan oleh AS Rombot melalui FW Sumanti yang bertindak sebagai ordonans umum. Oscar Rumambi. Yang pertama harus dikuasai bahan makanan. Jadi. Wangko Sumanti. harus menjalankan -aksi penangkapan terhadap anggota tentara Belanda dan pejabat-pejabat NICA di rumah mereka." tegasnya. "Tetapi. 3. Juga turut dalam perundingan PM Tangkilisan. Kontrak 17 Agustus harus tetap murni. Frans Lantu. tidak ada lagi pertentangan-pertengan tentang ideologi yang sudah disusun sejak negara ini didirikan. Samel Kumaunang. mesiu dan pakaian. Kompi-148 dibawah pimpinan Wim Waney. Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 Oleh Ben Wowor PADA 7 Februari 1946 seluruh rencana telah rampung sampai pada tindakan-tindakan darutat serta pengamanan bilamana terjadi sesuatu kemacetan. maka semua ideologi agama itu harus dilarang. 4. tambahnya lagi. Mereka menguasai dan mengamankan perwira-perwira Belanda KNIL dan NICA. penerapan Pancasila sebagai ideologi negara semakin tidak menentu. senjata. Mas Sitam. juga telah dihubungi No Ticoalu dan dr Tumbelaka. kalau negara ini mau tetap setia. Semangat merah putih adalah semangat mempertahankan ideologi Pancasila. Peristiwa Merah Putih terjadi pada tanggal 14 Februari 1946 merupakan bukti komitmen orang Manado terhadap negara Republik Indonesia yang pada saat itu dianggap pro Belanda. Bert Sigarlaki. terang Bert. Gerson Andris. Rencana ini telah pula diberitahukan kepada BW Lapian dalam suatu rapat rahasia yang diadakan pada hari itu di rumahnya di Singkil. dipimpin Mambo Runtukahu. Manado Utara. "Jika demikian yang terjadi di tanah air ini." tegasnya.Perjuangan Sam Ratulangi didasarkan atas kesetiaan pada proklamasi yang berdasarkan Pancasila. Saat ditanya apa yang dimaksud dengan ideologi agama Bert mencontohkan beberapa organisasi di bawah agama dengan ideologi tertentu yang sudah berani membuat peraturan-peraturan yang berdasarkan asas-asas tertentu. Sudah kacau. sekarang ini. Pembagian tugas yang ditetapkan oleh Ch Taulu dan SD Wuisan sebagai berikut: 1. Kompi-VII dijadikan combat troop. maka semangat 14 Februari itu tidak berlaku lagi. Kalau tidak. 2. Yus Kotambunan. Supit mengaku miris melihat kondisi pemimpin dan para elit politik saat ini yang terkesan abuabu. setelah dapat dikuasai tempat-tempat suplai tersebut. dan dapat dikatakan tidak lagi setia dengan kontrak kemerdekaan yang oleh Supit diindikasikan lebih membela kepentingan kekuasaan atau partai politik. dibantu Wim Tamburian. maka semangat Pancasila tidak berlaku lagi.

Tondano dan pedalaman Minahasa adalah No Korompis. Pada 9 Februari pimpinan KNIL mengambil tindakan pengamanan di kompleks tentara Teling dengan menangkap anggota komplotan Wangko Sumanti. namun mereka tidak bersedia menuturkan mission yang diberikan oleh Ratulangi pada waktu mereka diberangkatkan dari Jakarta itu. De Leeuw. Kurir-kurir istimewa untuk menghubungi pemuda-pemuda di Manado. malah tubuh dan aparatnya sendiri. Pengamanan markas besar di Tomohon dan telekomunikasi ditugaskan kepada telegrafismarkonis AS Rombot yang selanjutnya akan menguasai semua dinas radio. cara bagaimana mereka dapat menumpas gerakan-gerakan bawah tanah dalam tubuh KNIL. Kemudian pribadi-pribadi Taulu dan Wuisan semakin besar mendapat perhatian dan sorotan dari pimpinan KNIL. Freddy Lumanauw dan Mantik Pakasi dipanggil Komandan Garnisun. Pada 31 Januari Lumanauw dan Mantik dibawa di bawah pengawalan MP ke Tomohon dan langsung diperiksa oleh Oditur Militer Mr OE Schravendijck. Brouwers dan lain-lain untuk menemukan jalan. Pada 6 Februari 1946 mereka kembali diperiksa di Tomohon. Selama dalam tahanan ini mereka diberitahu oleh Frans Korah tentang perkembangan rencana persiapan kup yang diatur oleh Taulu. Opsir-opsir Belanda telah beberapa kali mengadakan pertemuan antara mereka sendiri. Gustaf Sumarauw. Wuisan dan Sumanti. Kapten Blom. Verwaayen. yakni Blom. Jan Sambuaga dan Wim Tamburian. NICA menjadi gelisah karena setelah gerakan-gerakan pemuda berhasil ditekannya. sebenarnya sudah tidak ada lagi anasir-anasir Republik yang mereka harus takuti. dan langsung dibawa ke penjara karena ada laporan bahwa mereka sedang mengatur komplot untuk menggulingkan kekuasaan KNIL di tangan Belanda.Bitung. Mereka semakin bingung. Pada hari itu mereka dikembalikan ke penjara Manado karena mereka tidak bersedia mengungkapkan sebab dan latarbelakang sehingga mereka mulai berkomplot. Penangkapan di Kalangan Militer Pada 28 Januari 1946. 6. Molenburgh. dimana kepada mereka dinyatakan oleh Oditur Militer bahwa sudah diperoleh bukti yang jelas menunjukkan. Frans Lantu. karena setelah penangkapan pemuda-pemuda pada 9 Januari lalu dan kemudian pada 28 Januari Lumanauw dan Pakasi diamankan di penjara. Sigar Mende dan Polet Malonda Kompi-144 di Manado dan Suparmin Kompi-142 di Tomohon. supaya tidak menjalar ke seluruh jajaran KNIL. Proses pengusutan ini akan membawa mereka ke sidang mahkamah militer. Lumanauw yakin bahwa mata-mata Belanda telah mengikuti pembicaraan dalam perundingan-perundingan rahasia dari pasukan Tubruk dan Schravendijck telah mengadakan pengecekan dengan atasannya di Jakarta. telah disusupi oleh musuh-musuh Republik yang berpemerintahan pusat di Jogyakarta. Yan Sambuaga dan Wim . bahwa mereka pada 1944 telah dikirim ke Sulut dengan tugas khusus dari Dr Ratulangi yang kini berada di Makassar untuk melaksanakan revolusi kemerdekaan Indonesia. No Tooy menguasai semua dinas telepon dan Maurits Rotinsulu dinas pengangkutan. 5. yakni KNIL.

Kaum nasionalis yang selama ini meringkuk dalam tahanan semuanya dibebaskan. termasuk menghubungi pemuda-pemuda ekstremis dan pejabat-pejabat tertentu yang dicurigai. sudah cukup jelas bagi NICA setelah dicek dengan laporan-laporan yang masuk. Mambi Runtukahu Memelopori Aksi Yang memelopori aksi adalah Peleton I: Mambi Runtukahu. Selanjutnya Komandan Kompi VII. John Rahasia dan Mat Canon. namun patuh dan setia pada atasannya. Mereka ini dikunci dalam sel Tangsi Putih. seperti yang dilakukannya di Tarakan dan di Manado pada 1944. Lumanauw dan Pakasi diberikan masing-masing senapan dan pistol. Taulu dan Wuisan Masuk Sel Namun. Kmd Verkenner. Kota Manado Dikuasai Di penjara Manado para tahanan nasionalis pada tengah malam itu dengan hati berdebar-debar menunggu saat dimulaikan aksi di Teling. Furir Taulu dipanggil komandan Kapten Blom dan setelah senjatanya dilucuti oleh sersan-mayor Brouwers.Tamburian. karena mereka harus melanjutkan tugas untuk menyelesaikan aksi kup itu yang tengah berjalan dan masih berbentuk tanda tanya. Tampak di antara mereka tokoh-tokoh perintis nasional seperti GE Dauhan. karena prajurit-prajuritnya banyak berpengalaman dalam perang yang baru lampau. Lengkong Item. Angg regu IV dan Wehantouw Verkenner. tetapi ia tidak ditahan. Gerson Andris. yang menanyakan kepadanya bagaimana dengan keadaan Kompi VII. Melalui trali-trali sel tampaklah pada mereka bukanlah Polisi Militer (PM) yang muncul melainkan kawan-kawan Frans Lantu dan Yus Kotambunan. mungkin karena ia memiliki tanda jasa dari Tentara Sekutu. jam 9 pagi. Dijawab oleh Letnan Carlier bahwa Kompi VII dapat mengamankan seluruh Sulut. Pada 13 Februari. dipanggil oleh Komandan Korps. Dr Sabu. Karena mereka juga telah diberitahu tentang saat dan awal aksi ini sebelumnya melalui titipan surat yang disembunyikan dalam makanan. . Mas Sitam. keadaan menjadi makin tegang. Wkl Kmd Regu II. Bisman dalam Perang Dunia ke-2 mendapat latihan intelejen di Australia dan sering turut dalam kapal selam Sekutu untuk dilepaskan di perairan daerah musuh untuk mencari tahu kekuatan tentara Jepang. lagipula kompi ini adalah pemberani. maka ia dimasukkan dalam sel tahanan. NP Somba dan juga pemimpinpemimpin pemuda BPNI. Yus Kotambunan. Semuanya lalu bersorak-sorak gembira. Mereka amat cemas dan hampir saja putus asa ketika mendengar bahwa unsur-unsur pimpinan pemberontakan sudah tertangkap. Wkl Kmd Regu I. Kapten Blom. Mereka memasuki halaman penjara dengan menyandang beberapa perlengkapan senjata serta didampingi oleh sipir yang membawa kunci-kunci. OH Pantouw. Wkl Kmd Regu III. CP Harmanses. Ketegangan memuncak ketika pintu besi dari penjara berbunyi gemerincing: Apakah aksi telah gagal dan Belanda akan memperkeras tindakan-tindakan penekanan? Demikianlah Lumanauw dan Pakasi bertanya-tanya. Bukti kegiatan mereka. HC Mantiri. Max Tumbel. Tidak berapa lama Sersan Bisman dipanggil oleh Kapten Blom. A Manoppo. Carlier. FH Kumontoy.

sehingga agak memakan waktu untuk menariknya. sewaktu aksi penangkapan sedang berjalan. Gelaerts. Tomohon Diserbu: Korban di Kedua Belah Pihak Segera Frans Bisman dan Freddy Lumanauw ditugaskan dengan dua peleton siap tempur untuk menuju Tomohon. yaitu 2 jeep dan 2 truck/power. bahwa perjalanan aman dan penjagaan cukup kuat. Di luar Kota Manado konvoi ini sedikit mengalami hambatan karena jeep terdepan terjerumus dalam selokan. menyusul jeep kedua dengan perlengkapan dan pengawalan yang sama. Ternyata pasukan-pasukan KNIL yang ada di Tomohon dan Girian masih dikuasai oleh perwiraperwira Belanda dan perlu mendapat penyelesaian dari Manado. Letnan Verwaayen mendesak agar segera datang!¶¶ Juga ditegaskan oleh ajudannya. maka Wangko Sumanti yang memberikan perintah. Pada subuh hari semua tentara Belanda dimasukkan dalam tahanan di Teling dan selebihnya dibawa ke penjara untuk menggantikan para tahanan nasionalis yang telah dibebaskan. Kapten Blom. berada di Manado waktu terjadi kup tengah malam dan ia langsung mengendarai motornya ke Tomohon untuk memberitahukan kejadian ini kepada Komandan De Vries setelah hubungan telepon terputus.Komandan Garnisun Manado. Sang Saka Merah Putih Berkibar Pada jam 03.00 di markas tentara di bukit Teling. namun tak ada kerusakan apaapa. demikian nama sersan Belanda itu. Jeep depan berbendera Merah-Putih dikendarai oleh Frans Bisman dengan beberapa pengawal penembak bren. yang ditempati oleh Freddy Lumanauw. di mana komandan ini sudah siap dengan stellingnya. Sewaktu mau kembali ke Manado pagi itu dan berada di pompa bensin untuk mengisi minyak ia berpapasan dengan pasukan penyerbu dari Bisman.30 14 Februari mereka berangkat dengan empat kendaraan. Ultimatum Kepada Komandan KNIL Komandan Polisi Samsuri yang menjadi penghubung antara Pasukan Bisman dan Komandan KNIL De Vries. Samsuri menempuh jarak duaratus meter lebih menuju ke Markas De Vries. Secara hikmat bendera Merah Putih digerek oleh Kotambunan dan Sitam untuk kemudian berkibar pada saat fajar menyingsing di bumi Sulut. Pada jam 04. Perintah dan persiapan dilakukan oleh Wangko Sumanti untuk meneruskan aksi kup ini di Tomohon dan Girian. merobek helai birunya dan menyerahkan bagian dwi-warna kepada Mambi Runtukahu yang sudah siap sebagai inspektur upacara menunggu dekat tiang bendera. mengambil bendera Belanda (merah-putihbiru) yang disimpan di rumah jaga. . membawa ultimatum dari Bisman agar De Vries dengan seluruh pasukanpasukannya di Tomohon ialah Kompi-142 dan satu kompi stafnya menyerahkan diri. yang berdiam di Sario dibangunkan oleh ajudannya dengan kata-kata: µ¶Kapten diminta datang segera ke Teling karena keadaan agak berbahaya. Dengan dua tangannya diangkat ke atas. bahwa para pengawal sudah siap menunggu di luar dengan sebuah jeep.

ialah ketika dalam persiapan untuk menyerbu markas De Vries. Seandainya ada terjadi penyerbuan dan pertempuran maka senapan-senapan yang dibawa akan tidak berdaya dan tidak ada gunanya. Berturut-turut di Tondano. Kakas. Suatu pasukan kecil di bawah pimpinan Freddy Lumanauw masih harus meneruskan tugas operasi ke pedalaman Minahasa. Komandan KNIL itu terharu dan bercucuran air mata ketika bendera merah-putih-biru disobek helai birunya dan dwi-warna Merah-Putih dinaikkan pada tiangnya. Suatu peristiwa yang menegangkan yang diceritakan Freddy Lumanauw kemudian. Pengamanan di kota-kota kecamatan di Minahasa disertai dengan penurunan bendera Belanda dan diganti dengan penaikan bendera Merah-Putih. Komandan NICA. karena buatan Jepang. termasuk para penguasa sipil NICA kepada pasukan Bisman. begitu anggota-anggota Staf NICA lainnya yang berada di Kaaten-Tomohon dikumpulkan di kantor polisi dan dengan sebuah truk mereka langsung dibawa ke tempat penampungan di Manado. diambil dari tempat kediamannya di rumah sakit RK Gunung Maria. Langowan dan Kawangkoan. Samsuri kembali untuk menyampaikan jawaban ini dan untuk kedua kalinya Bisman memerintahkan Samsuri untuk memberitahukan De Vries bahwa pasukan dari Manado akan segera mengadakan serangan. Atas permintaan Bisman maka De Vries menuju ke kendaraan yang tersedia dan bersama-sama mereka menuju ke kantor polisi untuk meneruskan perjalanan ke Manado. Remboken. Kup Berhasil dan Penguasa-penguasa Belanda Tertawan Upacara penyerahan berlangsung dengan pelbagai campuran perasaan bagi kedua pihak masingmasing. Penyelesaian di Kamp Tawanan Jepang . Mendengar akan ultimatum terakhir ini maka De Vries memutuskan dan menyampaikan kepada Samsuri bahwa ia akan menyerahkan diri bersama pasukan-pasukan di Tomohon. Wangko Sumanti di Teling Manado segera dihubungi melalui telepon dan ternyata memang ada kekeliruan dan diakui Sumanti sebagai keteledoran akibat kesibukan pada waktu pasukan disiapkan di malam buta untuk dikirim ke Tomohon. berlangsung di instansi-instansi pemerintah dan polisi setempat di bawah pimpinan Freddy Lumanauw.Samsuri menjelaskan kepada De Vries bahwa pasukan dari Manado telah tiba di persimpangan jalan di depan kantor polisi Tomohon dan meminta Overste De Vries bersama pasukannya di Tomohon menyerahkan diri. kedapatan olehnya bahwa peluru-peluru yang dibawa pasukan tidak cocok dengan senjata Lee Enfield. Pengemudinya Oscar Pandeiroth menggantikan Alo Porayouw yang telah gugur sebagai seorang pahlawan kemerdekaan dan menjadi pahlawan 14 Februari 1946 yang pertama. Residen Coomans de Ruyter. selesai upacara bendera dilakukan penertiban seperlunya di kalangan pamong-praja dengan mendapat bantuan penuh dari pasukan-pasukan pemuda.

juga suatu pasukan dari Manado di bawah pimpinan Maurits Rotinsulu yang ditugaskan ke Girian untuk menguasai kamp tawanan Jepang. Tidak lama kemudian muncul komandan itu dengan jeepnya. jawab Van Emden. Green bizonderheden!¶¶ (tidak kurang apa-apa dalam penjagaan). agar ia segera menyerahkan diri kepada pasukan Sumanti yang akan dikirim ke Girian. Letnan Van Emden.00 pagi kedua pejuang ini masuk dalam kelompok jaga. Mereka ini sepakat untuk menunjuk Samel Kumaunang yang akan menangkap Van Emden. kenapa kami tidak dapat jatah rokok dari Manado. mengikat kedua tangan kakinya dan menyeretnya ke dalam jeep. seluruhnya terdiri dari 8 orang. Kemudian rombongan yang dipimpin oleh Kumaunang mengantar Van Emden ke Manado.Pada subuh 14 Februari 1945. stegun jatuh ke tanah dan kedua pistolnya dapat dilucut oleh Kumaunang. Ketika ia menyampaikan sebatang rokok sambil menyiapkan apinya kepada Kumaunang. bila terpaksa harus adu kekuatan. Setelah kegagalan ini dilaporkan kepada Taulu. sedangkan ia adalah komandan dari Sekutu. mengingat tubuhnya yang besar dan kekar akan dapat menguasai perwira Belanda itu. sampai seluruh kampemen tawanan dan penjagaan telah ditertibkan dan dapat berjalan normal kembali. namun disambungnya lagi: µ¶Letnan. namun komandan kampemen tawanan yang bermarkas di Wangurer. maka secepat kilat tangan letnan yang diulurkan itu ditarik dengan sekuat-kuatnya. . yaitu menunggu saatnya mereka berdua memegang pos di kamp tawanan di lokasi Wangurer. Malah ia sempat menahan seorang anggota pasukan Rotinsulu yang bernama Makalew. Setelah surat dari Blom dibacanya. badannya condong jatuh ke depan dan setelah tangannya itu diputar. lengkap dengan senjata dua pistos pada masing-masing pinggangnya dan satu stegun yang disandang. dan tangannya sibuk memeriksa dan mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya. Ia dibiarkan dalam keadaan terikat dan di bawah pengawasan. Waktu ia turun dari kendaraannya menuju ke pos. Begitulah pada 17 Februari 1946 pada jam 06. Pada saat itu kawan-kawan lain menyergap perwira itu. Para anggota tentara Belanda lainnya sudah lebih dahulu diangkut secara terpisah dari komandan kampemen dengan adanya berita: µ¶Perintah dari korps komandan supaya para perwira dan perwira bawahan harus segera berkumpul di Manado tanpa membawa senjata¶¶. berhasil menangkap anggota-anggota tentara Belanda di asrama Girian dengan bantuan Samel Kumaunang dan Hans Lengkoan. maka Taulu bersama Sumanti pergi ke Sario untuk meminta perintah tertulis dari Kapten Blom buat Van Emden. bertahan dan tetap menguasai seluruh kamp tawanan itu. Bert Sigarlaki yang adalah ordonans tetap untuk Van Emden diterima untuk masuk ke dalam kampemen dan menemui Van Emden. apakah saya boleh merokok?¶¶ µ¶Oh. tentu saja¶¶. Perwira ini tidak mengakui penyerahan pimpinan KNIL kepada pihak pemberontak. maka surat itu diludahinya dengan melemparkan kata-kata kotor kepada alamat Blom seraya menyentak bahwa semua mereka sebangsa di Manado adalah pengecut dan bukan militer. Kumaunang dan Lengkoan yang menguasai asrama tentara di Girian memikirkan suatu siasat lain untuk menangkap Van Emden. Kumauang berseru: 'µKomandan. kini di bawah kekuasaan Tentara Nasional Indonesia.

yang coba melarikan diri dengan perahu kecil ke Ternate. Kebanggaan akan kejayaan masa lampau merupakan modal utama untuk menghargai warisan budaya bangsa. Monumen Perjuangan Rakyat Bali memvisualisasikan kehidupan perjuangan masa lampau dalam bentuk diorama. Budaya bangsa memiliki nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan dan dapat memberikan keteladanan. Keanggunan dan kewibawaannya sangat ditunjang oleh wujud simbolik dan ornamentiknya.disusuli rombongan dari Sumanti yang ditugaskan oleh Taulu dengan maksud yang sama. dan bagian bawah (Nista) . Kemonumentalan wujud monumen ini diperlihatkan oleh wujud yang tinggi menjulang di atas pelataran yang luas. Van Loon. terpaksa harus kembali di pantai Likupang dan ia langsung menyerahkan diri. sehingga menimbulkan konsep ruang dan waktu. Seorang pengusaha perkebunan Belanda. Secara struktural vertikal. yang dapat memberikan inspirasi dalam mengisi pembangunan. Munculnya pahlawan-pahlawan dalam masa-masa merebut kemerdekaan. serta memberi kekuatan dalam sejarah perjuangan rakyat Bali dan kehidupan yang sejahtera. Bagian atas (Utama Angga) monumen merupakan wujud bajra. Monumen Perjuangan MONUMEN Perjuangan Rakyat Bali memang merupakan monumen yang memiliki simbol-simbol yang mengabadikan jiwa perjuangan rakyat Bali dari zaman ke zaman. Di sepanjang jalan rakyat menyambut kemenangan ini dengan sorak-sorakan µ¶Hidup Merah Putih¶¶. monumen ini tersusun dalam Tri Angga atau tiga struktur badan. sebagai pencerminan jalannya sejarah rakyat Bali dari masa prasejarah sampai masa pembangunan di zaman kemerdekaan. Unsur-unsur dari kisah pemutaran Mandhara Giri ini kemudian diwujudkan ke dalam berbagai bentuk dalam satu-kesatuan wujud arsitektur monumen. Wujud arsitektural monumen ini mengkombinasikan falsafah lingga-yoni dan pemutaran Mandhara Giri di Ksirarnawa. Keabadian akan bisa diperoleh jika orang mampu menemukan intisari ajaran Tuhan. Bentuk dan perwujudan monumen ini mencerminkan falsafah kehidupan rakyat Bali yang disinari keagungan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) sebagai pencipta alam semesta. bagian tengah (Madya) berwujud bangunan segi delapan. melalui proses pelaksanaan dan pemahaman ajaran-Nya dalam siklus kehidupan. Dalam kup selama beberapa hari ini semua warga Belanda dari KNIL maupun dari NICA berhasil ditawan. tidak terlepas dari masa-masa sebelumnya. serta terjadinya siklus kehidupan. Falsafah pemutaran Mandhara Giri ini identik dengan perputaran bumi pada sumbangan yang juga sekaligus mengelilingi matahari.

Tiang Agung dan jalan tangga naik simbol tapak dara (tanda keramat penolak bala). Sedangkan dalam struktur horisontal. Pada zona Nista Mandala (lantai gedung terbawah) dilengkapi ruang informasi. yang memajang miniatur perjuangan rakyat Bali. Nilai-nilai perjuangan rakyat Bali digali dari makna yang terkandung dari keberhasilan para Dewa memperoleh Tirta Amerta dari kisah pemutaran Mandhara Giri di Ksirarnawa yang dilakukan oleh para Dewa dengan para Daitya dengan kerja keras. setinggi 45 meter. Diorama ini berjumlah 33 buah. Dan jumlah anak tangga Kori Agung monumen yang berjumlah 8 buah. simbol bulan kemerdekaan Indonesia (Agustus). tanpa mengenal lelah. Sedangkan wujud-wujud simbolik nasionalisme bangsa Indonesia. administrasi dan toilet. Kelima ujung bajra di atas monumen adalah simbol Panca Dewa yang dalam kesatuannya disebut Hyang Tunggal (Tuhan Yang Maha Esa). Madia Mandala merupakan pelataran tengah monumen berupa jalan setapak yang dibatasi tembok halaman dan dilengkapi empat candi bentar pada keempat sisinya. Simbol Tuhan Yang Maha Esa juga diwujudkan ke dalam bentuk bangunan segi delapan dan teratai berdaun delapan (Asta Iswarya). *** Wujud bajra (genta) di bagian atas monumen merupakan simbol senjata Dewa Iswara yang juga disebut Dewa Siwa. merupakan simbol tahun kemerdekaan Indonesia 1945. Sedangkan Nista Mandala merupakan pertamanan dan tempat duduk santai. Utama Mandala (pelataran atas) monumen berwujud gedung pusat monumen yang dikelilingi telaga dan jalan setapak. delapan. antara lain diwujudkan dalam ukuran tinggi monumen dari dasar sampai puncak. . Di pelataran tengah monumen inilah dibangun ruang diorama berjumlah 33 unit. Di luar gedung induk. Sedangkan semangat kepahlawanan rakyat Bali tercermin dari diorama yang diwujudkan di dalam bangunan monumen. ruang pertemuan.berwujud bangunan segi empat. parkir di pelatan luar/bagian depan dari momumen. Jiwa kepahlawanan akan tampak apabila kita mencermati dengan seksama diorama yang melukiskan Perang Jagaraga di Buleleng (16 April 1949). salah satu manifestasi Tuhan dalam Tri Murti atau Tri Sakti. menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa pra sejarah sampai pada pembangunan di zaman kemerdekaan sekarang. ruang pameran. Di tengah-tengah ruang terdapat telaga Puser Tasik. pengunjung bisa menikmati suasana lingkungan akan sekitar. tekun dan ulet. perpustakaan. serta dibatasi tembok sekelilingnya dan dilengkapi kori agung.

monumen ini juga secara simbolik memvisualkan bahwa perjuangan rakyat Bali tersebut diberkati oleh keagungan Tuhan Yang Maha Esa dan dijiwai oleh budaya Bali. Urutan 3 sampai 15 memajang perjuangan rakyat Bali periode Bali kuno sampai kerajaankerajaan setelah masuknya pengaruh Majapahit (900 M . Demikianlah di dalam rapat M. Pada unit-unit ini dapat dilihat diorama peperangan kerajaan-kerajaan di Bali melawan Belanda. Bali merupakan pulau yang terkenal karena keindahan alam serta ketinggian seni budayanya. termasuk Puputan Margarana dan terakhir berkaitan dengan rakyat Bali mengisi kemerdekaan.Abad ke-16). Daerah Buleleng merupakan daerah Bali bagian utara yang pertama kali didatangi oleh pasukan NICA (Belanda) pada tanggal 27 Oktober 1945. dengan pembangunan di segala bidang.000 SM . Puputan Klungkung (28 April 1908) dan Puputan Margarana (20 November 1946). terutama dalam konteks mengisi kemerdekaan dalam pembangunan di segala bidang. kemudian terjadi pertempuran di berbagai tempat di Buleleng.searah jarum jam.1945. Leretan putaran diorama ini terdiri dari dua lapis. ke barat. monumen yang dilengkapi diorama ini berupaya mengabadikan peristiwa perjuangan rakyat Bali dalam bentuk monumen. diharapkan pengunjung dapat mencermati peristiwa perjuangan-perjuangan rakyat Bali dengan mudah. perjuangan para pemuda-pemuda Bali melawan Belanda. Urutan ke 16 sampai 33 memajang perjuangan rakyat Bali periode 1945 . kebudayaan Bali dan masalah Ketuhanan. Sergapan ± sergapan secara gerilya dilakukan terhadap iringan (konvoi) pasukan Belanda oleh masyarakat pribumi. Proses pengamanan diorama ini dilakukan dari arah timur memutar ke selatan. Dengan mengunjungi monumen ini. Dengan demikian. Urutan 1 dan 2 memajang kehidupan rakyat Bali masa pra sejarah (300.800 M). Hadangan. Proklamasi 17 Agustus memanggil setiap putra Bali untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan itu. berkaitan dengan perjuangan rakyat Bali. Bali . Leretan putaran luar terdiri dari unit 1 sampai 21. memajang 33 unit adegan peristiwa dalam bentuk miniatur.B. Kemudian leretan putaran tengah dimulai dari unit 22 sampai 33. ke utara dan kembali ke timur -. Setiap unit menghabiskan lantai 3x2 meter dan tinggi 3 meter. Selain bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan dan jiwa patriotisme rakyat Bali.Puputan Badung (20 September 1906). sehingga dapat dihayati dan nilai-nilainya dapat diwarisi. *** Diorama yang terdapat di dalam gedung di zona tengah (Maha Mandala).O. Karena itulah wujud monumen ini memiliki nilai-nilai simbolik yang bersifat sosial religius. Sejak saat pendaratan Belanda tersebut. Peperangan ini terjadi karena rakyat Bali berjuang untuk membela Nusa dan Bangsa dan rela mati demi membela kebenaran. getaran revolusi 17 agustus 1945 mengisi setiap dada rakyat Bali.

Sehingga dari gambaran umum diatas. Mataram dan lain-lain. nanti para pejuang akan membangun sebuah pura republik³. Mereka bergerak.R. Seputra. Untuk daerah ini dikoordinir oleh antara lain : Pak Cilik. Pejuang Gde Muka Pandan gugur pada tanggal 3 April 1946 saat pengurungan di kota Singaraja. keberadan monumen dan pura Bhuwana Kerta sangatlah penting.D.U seksi Buleleng serta dibantu oleh masyarakat buleleng secara gotong royong.yang antara lain dihadiri oleh : Ketut Wijana. Nyoman Oka (Api) dan lain-lainnya. Menyadari bahwa di dalam suatu gerakan diperlukan suatu organisasi yang sempurna maka oleh segenap pejuang di Buleleng dibentuklah Markas Besar Dewan Perjuangan Republik Indonesia (M. Tindakan lebih lanjut adalah pembentukan panitia pembangunan. Keadaan yang demikian ini menyebabkan para pemuda pejuang mejalankan perang gerilya. Tetapi karena tembakan dari kapal serta sederhananya persenjataan yang dimiliki sehingga usaha untuk menahan pendaratan pasukan Belanda itu menjadi gagal. V. Seiring berjalannya waktu. Maka dari itu. 2) Staf Selatan meliputi daerah Sukasada yang dikoordinir oleh Ida Komang Utara.R. Untuk memudahkan pengaturan serta komunikasi maka wilayah Buleleng dibagi atas 4 staf yaitu : 1) Staf Timur yang terdiri dari daerah Tejakula. I Dewa Made Suwija. Made Wijakusuma. 3) Staf Barat yang meliputi daerah Banjar. maka pada tanggal 17 januari 1948 di tanah milik Bapak Wirta tersebut dilakukan upacara penyampain Ikrar.R. hadangan. berpindah-pindah dari daratan yang satu ke daratan yang lain atau dari puncak bukit yang satu ke puncak bukit yang lain. Seririt (Pengastulan).I) yang dipimpin oleh Ida Bagus Indra.G.setiap menyelesaikan suatu penyergapan terhadap konvoi Belanda.I. Buleleng (Singaraja) guna membicarkan kemungkinan pelaksanaan pembangunan Pura Republik yang diiklarkan. Sejak saat pendaratan Belanda tersebut. Setelah mulai musyawarah-musyawarah maka para pejuang bersepakat untuk berkaul. Dalam pertempuran tersebut telah gugur 9 (sembilan) orang pejuang yaitu : 1) Ketut Mas 2) Made Sukedana . Perlu dicatat bahwa pada penyerbuan pasukan yang mendarat di Pelabuhan Buleleng telah gugur seorang pejuang bernama Ketut Mertha. Wayan Nur Rai. Juga telah disepakati bahwa di pura tersebut akan ditanam dua buah batang pohon beringin sebagai lambang Sang Saka Merah Putih yang di taman masing-masing di jeroan dan di jabaan. Pada tanggal 27 Oktober 1946 konvoi Belanda dihadang oleh para pejuang di Pangkung Bangka di jalan yang dilalui oleh konvoi berbelok-belok dan menanjak serta berjuang dalam di kanan-kirinya. Seperti yang dijelaskan bahwa pasukan Buleleng tergabung dalam Resimen Sunda Kecil di bawah pimpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai.B. dimana puncak acaranya ialah penanaman dua batang pohon beringin yang berjarak 17 meter arah utara selatan. bahwa : ³Bila perjuangan R. Tahun 1946 merupakan tahun terbanyak terjadi pertempuran-pertempuran di Buleleng karena semangat yang berkobar-kobar. sergapan-sergapan secara gerilya dilakukan terhadap iringan (konvoi) pasukan Belanda. Para pejuang yang terlibat dalam pertempuran tersebut antara lain: I Gusti Ngurah Mayor. dikoordinir oleh Mertha Pastima. kapal perang Belanda mendekati Pelabuhan Buleleng dan kemudian menurunkan pasukannya didahului oleh tembakan-tembakan gencar ke arah pantai. Pelaksana pembangunannya adalah C.P. 4) Staf Kota yang meliputi daerah sekitar kota Singaraja dikoordinir oleh Ketut Serutu. Setelah semua akan diperkirakan berjalan lancar maka pada tanggal 28 maret 1966 diundanglah para tokoh-tokoh untuk mengadakan rapat di gedung D.P. Wayan Mudana. Daerah Buleleng yang merupakan daerah Bali bagian utara pertama kali didarati oleh pasukan NICA (Belanda) pada tanggal 27 Oktober 1945. dimana pada tanggal 31 maret 1966 merupakan peletakan batu pertama dalam pembuatan pura dan monumen Bhuwana Kerta. timbullah ide dari seorang pejuang untuk berkaul kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang merupakan pegangan satu-satunya bagi para pejuang saat seperti itu. Intaran. Siasat perang gerilya ini cukup menyulitkan pihak Belanda walaupun mereka memiliki persenjataan yang lebih lengkap. Dharma dengan pengawas teknis P. kami berusaha untuk mengkaji lebih lanjut mengenai keberadaan dan sejarah pendirian monumen Bhuwana Kerta dalam tulisan yang kami beri judul ³Sejarah Pembangunan Monumen Bhuwana Kerta´. Hartawan. menang. kemudian terjadi pertempuran di berbagai tempat di Buleleng. mereka kemudian secepatnya berpindah untuk menghindari kejaran pasukan Belanda. Para pejuang Buleleng telah siap untuk menyerbu mereka. Kubutambahan dan Sawan. yang bertempat tinggal di Muduk Pengorengan.

yaitu : 1) Pan Kayun 2) Pan Wenten 3) I Gulem 4) Pan Rajeng Di daerah Buleleng bagian timur misalnya di Bondalem terjadi juga pertempuran yang mengakibatkan 29 orang pejuang gugur. Setelah melakukan ikrar tersebut dan memberikan penghormatan terakhir. Tokoh-tokoh yang mengkordinir Pusat Perjuangan itu antara lain: Ketut Wijana. dimana terlibat beberapa pejuang antara lain I Gusti Ngurah Partha. Kendatipun demikian semangat rakyat untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap menyala dan hidup dalam di kalangan rakyat. Hal ini dikarenkan para pejuang tidak mempunyai tanah untuk melakukan hal tersebut. Tetapi dibalik kegembiraan ini kondisi serta situasi tidak memungkinkan bagi para pejuang untuk mengimbangi semangat yang diperlihatkan oleh rakyat Buleleng. Pada saat para pejuang kehilangan pegangan akibat kelumpuhan materiil serta fisik maka mereka berharap satu-satunya kepada Tuhan. para pejuang ini lalu membubarkan diri karena ada berita bahwa tentara Belanda mencium adanya kejadian ini. Juga disepakati bahwa di Pura tersebut akan ditanam dua batang pohon beringin sebagai lambang Sang Saka Merah Putih yang masing-masing ditanam di Jeroan dan di Jabaan. Buleleng menggabungkan diri dengan M.P.R. Kejadian ini adalah sebagai bukti bahwa perjuangan masih tetap mendapat dukungan dari rakyat. Dua orang telah gugur dalam pertempuran itu yaitu Bagus Ketut Gelgel dan Moch.3) Gede Natih 4) Wayan Kenak 5) Wayan Jirna 6) Ketut Putra 7) Pan Subandra 8) Toyang 9) Ketut Suka Kini di di tempat pertempuran tersebut didirikan sebuah monumen untuk memperingati jasa para pahlawan tersebut. Namun dalam rapat tersebut diketahui oleh Bapa Wirta yang merupakan seorang petani dan beliau menawarkan sebidang tanah milik keluargannya yang nantinya akan dijadikan tempat untuk keperluan ikrar tersebut. Dewa Made Suwija dan lain-lain. Beberapa pertempuran yang patut diketengahkan ialah : pertempuran di Patas. Walaupun para demonstran dihadang oleh pasukan Belanda bersenjata lengkap namun semangat rakyat tidak pernah dikendorkan oleh senjata yang serba modern. Bali dipimpin oleh Dewan Raja-raja yang merupakan alat kolonialisme Belanda sehingga menyebabkan keadaan para pejuang menjadi sulit. Hal ini terbukti dari adanya demostrasi rakyat di Buleleng pada Raja Buleleng yang menuntut agar Bali tetap masuk Republik yang berpusat di Yogya. Seperti diketahui sejak pertempuran Margarana maka Pusat Perjuangan (MBO) di Bali dipindahkan ke Bali yaitu di Munduk Pengorengan. Timbulah ide dari seorang pejuang untuk berkaul kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang merupakan pegangan satu-satunya bagi para pejuang saat itu. Wayan Nur Rai.B. bahwa: ³Bila perjuangan RI menang. Kemudian terjadi pula pertempuran di Sekumpul dimana gugur empat orang pejuang.B. Bali. Setelah itu mereka mulai berkaul. Pada tanggal 17 Januari 1948 ditanah tersebut dilakukanlah upacara ikrar tersebut. sehingga atas Rahmat-Nya mereka berhasil menggapai cita-citanya.D. Sanusi dan lain-lain.I. Mereka amat terjepit akibat hasil perjanjian diatas dan yang mereka perbuat hanyalah menunggu ketentuan dari pusat serta tetap berusaha memelihara semangat juangnya. Namun disini permasalahannya yaitu untuk mengucapkan kaul tersebut atau diikrarkan harus dilakukan dimana dan juga harus dilanjutkan dengan menanam dua pohon beringin ini. Oleh sebab itu M. Ajir. nanti para pejuang akan membangun sebuah pura republik´.O. Sejarah Perjuangan Bersenjata di Bali . Ruang gerak makin sempit setelah terbentuknya Negara Indonesia Timur sebagai akibat perjanjian Renville.

Situasi pun semakin buruk setelah Belanda ingin membentuk Indonesia Timur. Pemimpin pasukan Letkol I Gusti Ngurah Rai memerintahkan para pejuang untuk mengadakan perang puputan yang artinya secara habis-habisan. Kemudian Sekutu melakukan gempuran secara besar-besaran dengan menggunakan pesawat tempur. Sekutu datang dengan diboncengi pasukan Belanda.Tidak lama setelah mendengar berita proklamasi kemerdekaan. Letkol I Gusti Ngurah Rai akhirnya gugur bersama dengan anak buahnya. rakyat Bali dikejutkan dengan kedatangan Sekutu. .