PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Apakah makna intelegensi yang sesungguhnya ?

Masyarakat umumnya mengenal intelegensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran ataupun kemampuan untuk memecahkan problem yang dihadapi. Gambaran tentang anak yang berintelegensi tinggi adalah gambaran mengenai siswa yang pintar, siswa yang selalu naik kelas dengan nilai baik atau siswa yang jempolan di kelasnya. Bahkan gambaran ini meluas pada citra fisik, yaitu citra anak yang wajahnya bersih, berpakaian rapi, matanya bersinar atau berkacamata. Sebaliknya gamabran anak yang berintelegensi rendah membawa citra seseorang yang lamaban berfikir, sulit mengerti, prestasi belajarnya rendah dan mulutnya lebih banyak menganga disertai tatapan mata bingung. Pengertian awam seperti itu sudah sedikit menggambarkan apa itu intelegensi dan umumnya tidak berbeda jauh dari pengertian intelegensi. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai intelegensi secara lebih dalam, juga teori-teori intelegensi dari berbagai tokoh.

2. Tokoh A. Howard Gardner Howard Gardner lahir 11 Juni 1943, ia masuk Harvard pada tahun 1961, dengan keinginan awal, masuk Jurusan Sejarah, tetapi di bawah pengaruh Erik Erikson, ia berubah mempelajari Hubungan-sosial (gabungan psikologi, sosiologi, dan antropologi), dengan kosentrasi di psikologi klinis. Lalu ia terpengaruh oleh psikolog Jerome Bruner dan Jean Piaget. Setelah Ph.D di Harvard pada tahun 1971 dengan disertasi masalah ³Sensitivitas pada anak-anak´, Gardner terus bekerja di Harvard, di Proyek Zero. Didirikan pada tahun 1967, Proyek Zero dikhususkan kepada kajian sistematis pemikiran artistik dan kreativitas dalam seni, serta humanistik dan disiplin ilmu, baik di tingkat individu dan kelembagaan. Kecerdasan menurutnya, merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nilai IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.

sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. adegan ini. Max Planc. ini yang mesti keluar dengan pakaian jenis ini. Sejarah Perkembangan A. Teori Intellgensi Binet & Simon Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Diego Maradona adalah jenius-jenius dilapangan. Disinilah Howard Gardner mengeluarkan teori baru dalam buku Frame of Mind. demikian juga dengan para sutradara film. kemudian setelah itu. Stephen Howking.B. Kita bisa mencontohkan apakah Einstein akan sukses seperti itu bila dia masuk di Jurusan Biologi atau belajar main bola dan Musik? jelas masalah fisika-teoritis Einstein. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. dimana dia mengatakan bahwa era baru sudah merubah dari Test IQ yang melulu hanya test tulis (dimana didominasi oleh kemampuan Matematika dan Bahasa). Dengan demikian. Purwacaraka adalah jenius-jenius dibidang music dan seterusnya. Thopati. Alfred Binet dan Theodore Simon Hhhhhh 3. Juga Thomas Alfa Edison adalah jenius lain. Kalimat itulah yang menjadi definisi intelegensi menurut Howard Gardner. B. . tetapi bab olahraga maka Zinedine Zidane. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. dan bahkan dialog seperti itu. bagaimana mereka mampu membayangkan harus disyuting bagian ini. ini adalah jenius-jenius bentuk lain. menjadi Multiple Intelligences. Kecerdasan Majemuk Howard Gardner Intellegence (Kecerdasan) adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata (Gardner. Newton adalah jenius-jenius. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.1993). Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. 1983. juga Mozart. Michael Jordan. latar suara ini. tentang Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk). Bach.

tidak terjadi perkembangan lagi. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. maka akan diperoleh skor 1. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa.Skor IQ mula-mula diperhitungkan engan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Lewis Terman. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Tahun 1916. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anakanak yang kurang pandai). Alfred Binet dan Theodor Simon. Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Seorang tokoh dalam bidang ini. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. .

kematangan. Selain gizi. b. Oleh karena itu. Definisi Intelegensi Intelegensi berasal dari bahasa Inggris yaitu intelligence. kita dapat mengambil kesimpulan yang akan menjelaskan ciriciri intelegensi: 1. Faktor Lingkungan Perkembangan otak dangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. tetapi dapat tumbuh dan berkembang. Intelegensi memiliki beberapa factor yang mempengaruhinya diantaranya adalah factor pembawaan.PEMBAHASAN A. Oleh karena itu ada hubungan antara pemberian makanan bergizi dangan intelegensi seseorang. sedangkan penggunaan kekuatan disebut Noesis. dan factor lingkungan. Kematangan Kecerdasan tidak tetap atau statis. a. Intelligence sendiri adalah terjemahan dari bahasa Latin yaitu intellectus dan intelligentia. Diantara korelasi sangat tinggi (± 0. melainkan harus di simpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berfikir rasional. sedangkan dianatara individu yang tidak bersanak keluarga kolerasinya sangat rendah sekali(± 0. c.02). Intelegensi merupakan suatu kemepuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional.09). nilai dalam tes IQ brkolerasi tinggi (±0. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut Nous.05). Dari defenisi diatas. 2. atau bersanak saudara. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951 Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul dari padanya. rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peran . Faktor Pembawaan Banyak penelitian yang menunjukan bahwa individu-individu yang berasal dari suatu keluarga. intelegensi tidak dapat diamati secara langsung.

sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford-Binet. Alfred Binet dan Theodore Simon merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus atau anak-anak yang kurang pandai. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. Tahun 1916. Di samping alat-alat tes di atas. B. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Pengukuran intelegensi dibuat spesifik tergantung hal apa yang akan diukur dan tujuan pengukuran tersebut. Tes ini kemudiandirevisi pada tahun 1911. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. sesuai dengan tujuan dan budaya dimana alat tes tersebut dibuat. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Pada tahun 1904. Lewis Terman. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Seorang tokoh dalam bidang ini. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ.yang sangat penting. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Berbagai penelitian menunjukan bahwa intelegensi dapat berkurang karena tidak ada bentuk rangsangan tertentu dalam awal-awal kehidupan individu. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). berikut ini adalah beberapa tes intelegensi yang populer: . Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Jenis-jenis Tes Intelegensi Tes intelegensi cukup anyak jenisnya.Di samping alat-alat tes di atas.

The Wechsler Intellegence Scale For Children ³ Revised (WISC-R). The Wechsler Adult Intellegence Scale³ Revised (WAIS-R). Salah satu bentuk skala intelegensi yang dapat diberikan secara individual atau kelompok.Diterbitkan tahun 1974.5 tahun. 2. Tesnya bersifat nonverbal. 3. untuk digunakan subjek (orang) yang berusia antara 16 sampai 64 tahun. 5. Diterbitkan pada tahun 1972. C. dimaksudkan untuk mengukur intelegensi anak-anak usia 6 sampai dengan 16 tahun. Mirip baterai (rangkaian) tes yang relatif baru yang di peruntukkan bagi anak-anak usia 2. 4.1.5 tahun sampai 12. mulai dari usia 11 tahun sampai dengan usia dewasa³ superior. Multiple Intellegences Howard Gardner . The Standard Progresive Matrices (SPM). Stanford Binet Intellegence Scale. Tes-tes dalam skala ini dikelompokkan menurut berbagai level usia. The Kaufman Assesment Battery For Children (K-ABC).Terdiri dari skala verbal dan skala performasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful