P. 1
Proposal Proyek Perangkat Lunak

Proposal Proyek Perangkat Lunak

Views: 1,645|Likes:
Published by Achmad Rawi Bayhaqi

More info:

Published by: Achmad Rawi Bayhaqi on May 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2014

pdf

text

original

Proposal Proyek Perangkat Lunak “Sistem Gudang On-Line”

A. LATAR BELAKANG
PT.SWEETYKUHH GRUP merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam persewaan peralatan tangga-tangga besi (scaffolding) untuk mendukung pembangunan, perbaikan maupun renovasi rumah-rumah dan gedung-gedung. Setidaknya ada 18 jenis item barang yang direntalkan oleh PT. Rahayu Scaffoldings, seperti pipe support (TS-70, TS-90), main frame (t-190, t-170), stair, cat walk, jack base (t-60, t-40), U-Head (t-60, t-40), cross brace (p-200, p-193), join pin, leader frame (90, 60), swimple clamp, horry beam dan pipe 6 meter. Mengingat banyaknya item yang harus dikelola oleh bagian gudang (inventory), berkaitan dengan keluar-masuknya barang akibat transaksi peminjaman, pengembalian, penambahan item baru, pengurangan barang akibat rusak maupun hilang, maka perlu kiranya dibuat sistem kontrol barang “on-line” sehingga kondisi terbaru (terakhir) mulai dari jumlah barang tersisa, jumlah barang tersewa, jumlah barang rusak maupun tambahan barang baru bisa diketahui secara cepat dan akurat.

B. PERMASALAHAN
PT. Rahayu Scaffolding sebenarnya telah memiliki sistem inventory yang belum online. Namun seiring dengan perkembangan bisnisnya yang kian maju, menyebabkan volume transaksi bisnisnya kian meningkat, sehingga pihak pemilik (owner) memandang perlu untuk mengubah sistem inventory yang ada menjadi sistem yang bersifat “on-line” dengan kemampuan sebagai berikut :
• • • •

Mendapatkan laporan (report) yang dikehendaki secara on-line Menampilkan inventaris barang-barang secara on-line Menampilkan deskripsi barang-barang secara on-line File maintenance secara on-line.

C. TUJUAN
Proyek perangkat lunak “Sistem Gudang On-Line” ini dimaksudkan : 1. Menghasilkan perangkat lunak untuk aplikasi Sistem Gudang On-Line yang memiliki fitur-fitur standar seperti menambah barang, menghapus barang, menampilkan inventarisasi barang dan pembuatan laporan dan sebagainya. 2. Memudahkan pekerjaan administrator gudang, karena bisa mendapatkan informasi barang secara cepat dan akurat.. 3. Memudahkan pekerjaan up-date barang, karena ada penambahan barang baru dan pengurangan barang akibat rusak maupun hilang.

D. RUANG LINGKUP
Mengingat kendala berbagai macam media penyimpanan (storage), kinerja (performance) dan waktu responnya (time response), master file barang yang sudah ada tidak akan digunakan dalam sistem on-line yang baru. Namun sistem lama tersebut masih dipakai dalam batch system. Sebagai gantinya, beberapa bagian file tersebut disimpan dalam File Pilihan Barang. Barang-barang yang terdapat dalam file ini akan dipilih dari master file barang dan biasanya sering diakses.

Gambar 1. Diagram Alir Sistem Gudang On- Line Dalam sistem gudang on-line yang akan dibuat, pengguna dapat mengetahui informasi barang yang ada seperti persediaan barang tertentu, jumlah barang dipesan, tanggal dipesan dsb. Juga tersedia fasilitas untuk menambahkan barang baru maupun

Rahayu Scaffoldings. Laporan ini bisa diminta melalui terminal operator. Berikut ini adalah suatu metodologi untuk merealisasikan proyek perangkat lunak “Sistem Gudang On-Line” pada PT. Rahayu Scaffoldings. Laporan ini terdiri dari bagian rincian dan ringkasan. Laporan ini minimal terdiri dari header dan rincian yang. akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : 1. mengidentifikasi fungsi-fungsi bisnis yang diperlukan sehingga bisa disimpulkan kebutuhan aplikasi perangkat lunak secara pasti. Jumlah baris coding ini turut menentukan besar-kecilnya harga perangkat lunak yang dibuat. E. relasi tabel dsb sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi bisnis yang dikehendaki. Kedua operasi terakhir dilakukan melalui Tabel Pilihan Barang yang menghubungkan itemitem yang ada di File Pilihan Barang ke master dan mengontrol suatu perhitungan record terakhir. Pengujian (Testing) Dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan pemrograman telah dilakukan secara benar sehingga bisa menghasilkan fungsi-fungsi yang dikehendaki. METODOLOGI Metodologi merupakan elemen yang paling mendasar dari suatu proses bisnis. desain file. Pengujian juga dimaksudkan untuk mengetahui keterbatasan dan kelemahan program aplikasi yang dibuat untuk sebisa mungkin dilakukan penyempurnaan. 2.menghapus barang yang sudah tidak dikehendaki ke File Pilihan Barang. mulai dari Context Diagram. Bagian rincian berisi penambahan barang. memuat daftar barang persediaan dan yang dipesan. Pemrograman (Programming) Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat. Laporan Kontrol Pilihan juga bisa diberikan untuk membuat daftar semua perubahan pada File Pilihan Barang akibat transaksi bisnis yang terjadi. 4. desain tabel. penghapusan barang dan jumlah permintaan yang salah. 3. Data Flow Diagram (DFD). laporan ukuran dan status terakhirnya. . Sedangkan bagian ringkasan berisi rekapitulasi jumlah barang yang ditambahkan maupun dihapus. Studi Kelayakan (feasibility study) Mempelajari proses bisnis yang berlangsung di PT. Suatu Laporan Inventory Barang bisa disajikan dalam sistem gudang on-line ini. Desain Fungsi (Design Function) Melakukan desain sistem secara detail.

tetapi masih berlanjut hingga tenggat waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti. Pada setiap akhir kegiatan.5. laporan kemajuan akan disiapkan oleh pimpinan tim untuk memberikan gambaran tentang status proyek kepada pihak-pihak yang berkepentingan . pihak developer proyek perangkat lunak bertanggung jawab melatih user atau operator PT. 6. Dokumentasi (Dokumentation) Dalam sebuah proyek bisa terdiri dari beberapa dokumen. Pelatihan (Training) Sebelum diserahterimakan ke user. sebagai pedoman operasional dsb. Rahayu Scaffoldings yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat. Pemeliharan (Maintenance) Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserahterimakan. Dokumen dibuat untuk melihat kemajuan proyek yang sedang dikembangkan. 7. sebagai referensi untuk troubleshooting bila terjadi kendala. JADWAL PROYEK Untuk merealisasikan pekerjaan proyek perangkat lunak “Sistem Gudang On-Line” kurang lebih memerlukan waktu 3 bulan dengan pengaturan wakturti berikut ini : Catatan : • • Pada setiap awal kegiatan. Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna di kemudian hari. jadwal yang lebih rinci akan didiskusikan di antara para anggota tim. F.

000 4.000 250.000 500.000 2000.G.000 .000 750. Biaya untuk implementasi “Sistem Gudang On-Line” diperkirakan sebagai berikut: No Kegiatan 1 Studi Kelayakan 2 Desain Fungsi 3 Pemrograman 4 Pengujian 5 Pelatihan 6 Pemeliharaan 7 Dokumentasi (50 hal) Jumlah Total Jumlah (Rp) 300.000 100.000 600.500. SUMBER DAYA MANUSIA Untuk melaksanakan proyek perangkat lunak “Sistem Gudang On-Line” disiapkan SDM 4 orang dengan peran rangkap seperti dalam tabel di bawah ini.

Keunggulan metodologi kerja berorientasi obyek dibandingkan dengan metodologi prosedural yang banyak dipakai di era jadul (jaman dahulu) adalah setiap kegiatan yang termasuk di dalamnya dapat dilakukan secara paralel. Berhubung sangat luasnya ruang lingkup pekerjaan yang ada dalam proyek pengembangan sistem berbasis teknologi informasi maka saya batasi hanya pada proyek pengembangan aplikasi perangkat lunak komputer. pengembangan perangkat lunak dibagi ke dalam 4 tahapan yang memiliki fokus yang erbeda-beda. Metodologi kerja yang digunakan dalam pengembangan aplikasi perangkat lunak ini adalah RUP (rational unified process).Manajemen Proyek Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak Komputer Seorang rekan mengirimkan e-mail tentang manajemen proyek teknologi informasi. setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan dan dievaluasi kapanpun secara paralel. Sedangkan dalam metodologi berorientasi obyek. Sehingga dapat mempersingkat waktu dan menghemat sumber daya yang ada dibandingkan dengan metodologi berorientasi prosedural yang menuntut diselesaikannya dengan baik dari setiap tahapan kegiatan. RUP termasuk dalam metodologi berorientasi obyek sehingga dalam implementasinya pun diarahkan pada pemograman berorientasi obyek (object oriented programming/OOP). Jika kemudian terdapat kekurangan/kesalahan di fase sebelumnya maka kemungkinan besar harus diulang dari awal dalam proses pekerjaannya. Empat tahapan Metodologi RUP adalah sebagai berikut: . Dalam RUP.

dan konfigurasi akhir. Configuration and Change Management: pengelolaan dokumentasi.1. Elaborasi: Melakukan penjabaran analisa kebutuhan dan menetapkan arsitektur serta kerangka aplikasi. 4. menetapkan ruang lingkup. sarana. dan evaluasi tim kerja. pelaksanaan. Konstruksi: Melakukan analisa dan desain teknis diikuti dengan pengkodean ke dalam kode sumber aplikasi. Analisa dan desain sistem mulai dilakukan. konversi data. desain visual. pengelolaan sumber daya. Dimana di dalam setiap fase ini ada beberapa bidang kegiatan yang akan berlangsung secara paralel yang terdiri atas: • • • • • • • Business modeling: mendokumentasikan proses bisnis. pembagian tugas. instalasi. Desain di sini meliputi desain alur. Test: melakukan uji coba untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul. uji coba oleh pengguna. Requirements: mendeskripsikan secara detil apa yang akan dilakukan oleh aplikasi. 2. guidelines yang diperlukan pada saat pengembangan. Uji coba terdiri dari dua jenis. konfigurasi aplikasi. konversi data. meliputi pemaketan. pelatihan. 3. pengontrolan. Project management: meliputi kegiatan perencanaan. yaitu uji coba proses yang dilakukan secara otomatis oleh software dan uji coba antar muka yang dilakukan oleh tester. Transisi: Melakukan transisi dari pengembangan dan testing menuju penggunaan sesungguhnya. kode. hal ini dilakukan dengan penyusunan dokumen use-case dan business rules. Implementation: merealisasikan desain ke dalam kode komputer yang dapat dieksekusi oleh komputer. yaitu cara kerja pengguna dalam memanfaatkan aplikasi ini (baik tanpa aplikasi maupun cara kerja yang diinginkan dengan menggunakan aplikasi). prosedur. dan aplikasi yang dihasilkan dalam pengerjaan proyek terutama berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. serta analisis dan desain awal. Insepsi: Melakukan pengumpulan data. 2007 pada 10:48 am (proyek sistem informasi) . Deployment: melakukan pemaketan. Sistem Informasi Manajemen berbasis web di DIY Desember 18. Environment: pengelolaan alat. Analysis and Design: mendeskripsikan solusi teknis yang akan digunakan untuk mencapai perilaku yang sudah ditetapkan dalam kegiatan requirement. desain interaksi. dan desain teknis. instalasi.

Sempat tercengang juga. Akhirnya dikembangkan Simpeg berbasis web yang datanya diambil dari PUPNS tahun 2003. Yang menarik adalah adanya SIMPEGDA (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Daerah) yang berbasis web. Di DIY. Setelah data dasar masuk di database. Sebenarnya kalo ditilik lebih lanjut peran kesuksesan Teknologi Informasi Komunikasi lebih dominan dari faktor di luar TIK itu sendiri. Memang syaratnya harus ada tenaga yang ahli di bidang itu. kemudian ditunjuklah seorang operator dari masing-masing SKPD. penulis ada acara kunjungan ke Biro Kepegawaian Setda DIY. sedemikian kentalnya budaya yang berbau e. S1 komputer sih banyak… Ya. Komponen TIK adalah: • • • hardware software jaringan . Dan sulit. kok di sini pihak pemerintah kok mau mengalah. Di sana semua SKPD sudah terkoneksi dalam satu jaringan intranet. Teknologi Informasi dan Komunikasi hanya berperan sekitar 20%. Banyak alur yang harus disesuaikan dengan berbagai macam peraturan. Aneh ya. karena urusan pegawai adalah urusan yang kompleks. Uniknya lagi. di daerah lain kalau urusan pemanfaat frekuensi ini pemerintah ya nomor satu. Karena alasan teknis. implementasi Teknologi Informasi 86% gagal. Dengan swakelola maka dapat diperoleh program sesuai dengan kebutuhan. Yang bagus adalah infrastruktur jaringan antar SKPD dan sistem prosedur yang sudah bagus. Yang lain harus mengalah. Menurut penulis memang seharusnya begitu. karena kalah start. Awalnya pihak dari BID (Badan Informasi Daerah) DIY membentuk jaringan antar SKPD. jadi mau tidak mau harus mengalah. Dan trilyunan rupiah terbuang sia-sia karena perencanaan yang kurang matang. Setelah jaringan terbentuk dan muncul gagasan untuk membangun Sistem Informasi Kepegawaian. BID memutuskan memakai layanan kabel dari salah satu ISP yang ada di sana. Uniknya mereka menyewa layanan kabel dari suatu Internet Service Provider. Alasannya di DIY jaringan wireless sudah terlalu crowded. di sini pembangunan Simpeg dilakukan dengan cara swakelola.Tanggal 30 Juni 2007 kemarin. Belum lagi keragaman pemahaman dan ketidaksamaan pelaksanaan di tiap daerah. Dari segi tampilan dan fasilitas sih biasa saja. Operator di sini bertanggung jawab atas data di SKPDnya sendiri. begitulah Indonesia… Dari yang penulis pernah baca. Simpeg dikembangkan secara bertahap. memang mencari tenaga ahli pemrograman di pemerintahan.

Mungkin hanya asal dapat proyek. Dalam hal ini karena simpeg di daerahnya ditambahkan fasilitas absen. Di sana para petugas diberikan SK. entry. Kalau di DIY sepertinya sudah tahu faktor yang 80%. Sistem dan prosedur di sana juga jelas. Banyak kasus software yang dikembangkan hanya asal-asalan. di satu sisi pengembang buta masalah kepegawaian dan di sisi lain tidak ada dukungan dari end user. dan lainnya karena takutnya perubahan budaya karena adanya sistem yang baru. Beberapa bingung karena tidak ada petunjuk atau pengetahuan yang mencukupi.. Data menjadi tanggungan tiap-tiap SKPD. tinggal modif CMS dan tambal sulam dikit-dikit dan wallaa. jadilah suatu website pemda. Contohnya di Simpeg. Di sini developer hanya membuat software dan tampilan tanpa menyediakan isinya.• database Sedangkan 80% sisanya adalah faktor-faktor berikut: * Sumber Daya Manusia * organisasi * budaya kerja * sistem prosedur * sistem / payung hukum * dukungan pimpinan. Studi kasus di suatu daerah yang stafnya tidak mau mendampingi karena jika simpeg berjalan maka semua tindakannya bisa direkam. Dan konsekuensi dari SK itu mereka mempunyai hak dan kewajiban sehingga jelas. guest : bisa melihat data tertentu saja 2. ya memang mudah. atau tanpa perencanaan yang matang. Ada suatu kasus lagi di suatu daerah website pemdanya hanya dibuat dalam waktu 2 hari. Hal ini karena tidak ada kontrak yang jelas antara developer dan end user. operator: bisa melihat. edit data di SKPDnya sendiri 3. Sementara acoount ke simpeg dibagi menjadi 3 kelompok: 1. Kok seperti membuat candi Sewu saja. admin : memiliki akses penuh ke program simpeg . meliputi: dana dan kesinambungan * integrasi antar sistem Lebih parahnya lagi faktor yang cuma 20% ini kebanyakan juga sering bermasalah.

Walaupun dari pihak pemda-DIY mengatakan bahwa sistem di sana masih jauh dari sempurna dan masih perlu dikembangkan lagi namun menurut saya sudah sangat layak untuk dicontoh. Tips mendesain atau memilih software yang bagus. dan lain-lain.2. PHP Tutorial I : Installasi web server dan database server. Proses Perencanaan SistemProses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga prosesutama. mereka bersedia sharing untuk mengimplementasi IT di daerah-daerah. Kebijakan SistemKebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah)3. Dan yang membuat saya kagum lagi. 2007 pada 10:45 am (proyek sistem informasi) Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakandan perencanaan telebih dahulu. Perencanaan sistem terdiri dari : • • Perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang (periode sampai 5 tahun).id. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak. Artikel yang sesuai: Perpanjangan Domain web. Tinggalkan sebuah Komentar Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi Desember 18. Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem.2. perencanaan strategi dan taktik perusahaan Mengidentifikasi proyek-proyek sistem Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data. Perencanaan SistemPerencanaan sistem menyangkut estimasi sumberdaya (kebutuhan-kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya. maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut. waktu. umur ekonomis. Pemandangan yang jarang saya lihat di sini. 14 hal untuk membuat website yang cepat diload. Tanpa adanya perencanaan sistem yangbaik. yaitu :1. pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.1. peraturan yang berlaku) Menetukan prioritas proyek-proyek sistem Membuat laporan perencanaan sistem .2. 3.3. gecko diggest. Batasan biaya.Kejelasan sitem dan prosedur juga dapat dilihat dari koordinasi yang bagus antara BID dan Biro Kepegawaian.2. 3. Merencanakan proyek-proyek sistemTahapan proses perencanaan sistem yaitu : • • • • • • Mengkaji tujuan.

Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan.non-manajer. aplikasi tersebut diikuti oleh empat aplikasi lain . spesialist jaringan (network specialists). Aplikasi utama komputer adalah pengelolaan data akutansi. dan perhatian pada topik ini bersumber dari dua pengaruh. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumberdaya lain. pengelola database (database administrator). Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan4. Perrtama.Perusahaanperusahaan membentuk suatu organisasi jasa informasi yang terdiri dari para spesialis informasi untuk menyediakan keahlian dalam pengembangan system berbasis komputer. dan system berbasis pengetahuan (knowledge-based system). Tahapan yang dilakukan yaitu : • • • • • Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem Melakukan studi kelayakan Menilai kelayakan proyek sistem Membuat usulan proyek sistem Meminta persetujuan manajemen Tinggalkan sebuah Komentar Sumber daya SI Desember 18.Kelima aplikasi ini membentuk system informasi berbasis komputer (computer-based information system). system pendukung keputusan (decision support system). Dalam beberapa tahun terakhir.• Meminta persetujuan manajemen 2.Para spesialis ini mencakup analisis system(system analyst ). Persiapan ini meliputi : • • • Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan) Mengumumkan proyek pengembangan sistem 3. 2007 pada 10:43 am (proyek sistem informasi) Siklus hidup sistem Komunikasi rantai tradisional type of information system Informasi adalah salahsatu jenis utama sumberdaya yang tersedia bagi manajer dan merujuk pada suatu perusahaan ataupun organisasi baik para pemimpinnya maupun anggota lainya. programmer dan operator. atau CBIS.Output informasi dari komputer digunakan oleh para manajer.Sulit untuk membuktikan nilai ekonomis dari suatu aplikasi . serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan. fpara pemakai telah mulai melakukan sebagian besar para spesialist-suatu fenomena yang disebut end-user computing. system informasi manajemen (management information system). komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik. bisnis telah menjadi semakin rumit dan kedua. Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan. kantor visual (virtualovicee).

manufaktur dan keuangan.Sebagian system dapat mengendalikan operasi mereka sendiri. direktur produk. Pengelolaan meliputi pengambilan data .merubah menjadi informasi. Perhatian Pada Manajemen Informasi· Meningkatnya kerumitan Kegiatan Bisnis· Pengaruh Ekonomi Internasional· Persaingan Dunia· Meningkatnya Kerumitan Teknologi· Batas waktu yang semakin singkat· Kendala kendala Sosial· Kemampuan Komputer yang Semakin baik Informasi semakin ke bawah maka semakin terstruktur Informasi semakin ke atas semakin tak terstruktur Di Mana Para Manajer Ditemukan Tingkat Manajemen Manajer pada puncak hirarki organisasi.Istilah ekskutif sering digunakan untuk menggambarkan seorang manajer pada tingkat perencanaan strategis.Semua system meliputi tiga elemen utama : · input. keahlian manajemen. Tingkat mereka dinamakan tingkat pengendalian manajemen (management control level) yang menyadari bahwa tanggung jawab mereka mengubah rencana menjadi tindakan dan memastikan agar tujuan tercapai.· transformasi dan· output. istilah sumber daya konseptual untuk menggambarkan informasi dan data.data yang akan diambil dan lain-lain.dan juga pengetahuan manajemen. Apa yang dilakukan para manajer· Fungsi manajemen · Peran manajerial Seorang manajer harus memiliki kemampuan dalam hal. manajer juga terdapat pada berbagai bidang functional tiga bidang functional yang tradisional adalah pemasaran. dan disebut system .komunikasi. Manajer tingkat bawah menyangkut kepala departemen . Jenis Jenis Sumber Daya Utama· Manusia· Material· Mesin(termasuk fasilitas dan energi)· Uang· Informasi (termasuk data) Lima Sumberdaya dasar system informasi · Manusia· Hardware· Software· Data· Networks Sumberdaya diatas dikelola oleh manager seefektif mungkin.penyelia (supervisor). dan kepala divisi. Hal itu sangat mendukung pengolahan maupun pemanfaatan dari sumber daya informasi.komputer. Sistem dan manajerSystem adalah suatu integrasi elemen -elemen. yang bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer di tingkat yang lebih tinggi. Bidang fungsional disamping berada dalam berbagai tingkat organisasi. Tingkat terendah ini disebut tingkat pengendalian operasional (operational contral level) . pemecahan masalah. seperti direktur dan wakil direktur. dan pimpinan proyek. Setelah berjalan proyek tersebut berkembang melalui suatu siklus hidup system (system life cycle).Kita gunakan istilah sumber daya fisik untuk menggambarkan sumberdaya yang dapat disentuh. sering disebut berada pada tingkat perencanaan strategis (Straregic planning level). membuang data yang tidakdiperlukan .Belakangan ini ada duabidang tambahan yaitu sumberdaya manusia dan jasa informasi. Bagaimana Informasi Dikelola Seluruh aktivitas pengelolaan informasi disebut sebagi manajemen informasi.karena disinilah operasi perusahaan berlangsung. yang semuanya bekerja menuju satu tujuan. Manajer tingkat menengah mencakup manajer wilayah. tetapi banyak analisis yang dilakukan umtuk menjustifykasi tiap proyek potensial. Istilah ini menunjukan pengaruh atas keputusan-keputusan yang diambil pada seluruh organisasi selama beberapa tahun mendatang.

Perusahaan adalah suatu contoh system terbuka dan tertutup. 6. pekerjaan. mesin dan uang. orang.Para manajer harus memandang unit organisasi mereka dengan pandangan system.Manajer mengelola suatu system fisik yang terdiri dari orang . Sistem konseptual menyediakan informasi yang menggambarkan keadaan kedaan system fisik perusahaan dan lingkungannya.Sistem yang tidak mempunyai kemampuan pengendalikan disebut system terbuka ( open system) . dalam arti semua system atau berhubungan dengan lingkunganya. tujuan dan ligkaran umpan balik ( feedback loop) di samping tiga elemen utama. Pentingnya faktor manusia dinyatakan dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (a people management capability maturity model/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima. 4. tujuan. yaitu : manusia. Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan tujuan yang . Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan penting dalam suksesnya manajemen proyek. Manajer memantau system fisik tersebut dengan menggunakan system konseptual. Dasar-Dasar Organisasional Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. pelatihan. struktur. 7. struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut. Yaitu. memberi penilaian yang tinggi pada informasi mpan balik yang hanya dapat dicapai dengan cara system lingkaran tertutup. Organisasi merupakan sistem maka terdiri dari beberapa elemen yaitu : 1. Komponen dari system informasiFour major concepts yang dapat siaplikasikan pada semua tipe sistem informasi Tinggalkan sebuah Komentar proyek sistem informasi Desember 18. 3. memilih. setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau kedudukannya masing-masing. organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim. mencegah manajer tersesat dalam kerumitan struktur organisasi dan rincian pekerjaan. merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan (job) masing-masing sesuai dengan posisinya. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi. misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang organisasi. teknologi. masalah dan proses. kinerja manajemen. 5. Sistem lingkaran tertutup mencakup suatu mekanisme pengendalian.material. mengakui keterkaitan organisasi dan lingkungan. 2.lingkaran tertutup (closed-loop system). Sehingga dengan sistem ini dapat meyakinkan apakah sistem telah memenuhi tujuan. pengembangan karier. 2007 pada 10:03 am (proyek sistem informasi) Konsep Manajemen Proyek Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor. lingkungan luar. dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah satunya ada yang memimpin organisasi tersebut. posisi. menyadari perlunya memiliki tujuan yang baik. kompensasi. menekankan akan pentingnya kerjasama dari semua bagian dalam organisasi. dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai.

dan meramalkan kebutuhankebutuhan sumberdaya dimasa datang untukmeminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan produktivitas. departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data. yaitu : 1. manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas (strategik). Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak. dan sangat tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan pengguna on-line terbesar.time agar dapat melakukan pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai standar. Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis. kondisi pasar dan strategi perusahaan-perusahaan pesaing). – Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi menjalankan tugas dan tujuan organisasi. maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut. Manajemen tingkat bawah (operasional) – Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila diterapkan dengan benar. kontrol inventaris. – Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahanperubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui peraturan pemerintah. Perencanaan sistem terdiri dari : perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang (periode sampai 5 tahun).kebijakan perekonomian. Proses Perencanaan Sistem Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga proses utama. – Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan membutuhkan sangat besar informasi real. – Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak pasti. Batasan biaya. – Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif. pembagian tugas yang adil 4. Manajemen tingkat atas (strategik) – Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing manajer operasional dan manajer tingkat menengah.telah disepakati. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik. umur ekonomis. Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan telebih dahulu. pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. adanya koordinasi dan integrasi Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional). 2. Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem. penerimaan. – Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja. penempatan posisi yang tepat 5. Merencanakan proyek-proyek sistem Tahapan proses perencanaan sistem yaitu : Mengkaji tujuan. karena tugas kesehariannya adalah pengarahan dan perencanaan. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi : 1. peraturan yang berlaku) . waktu. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) – Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional. sumberdaya-sumberdaya informasi real-time. tujuan organisasi yang jelas 2. Kebijakan Sistem Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah) Perencanaan sistem menyangkut estimasi sumberdaya (kebutuhan-kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya. 1. tugas yang dilakukan harus jelas 3. 3. dan pengontrolan prosesproses seperti produksi. perencanaan strategi dan taktik perusahaan Mengidentifikasi proyekproyek sistem Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem Menetapkan kendala proyekproyek sistem (mis.

untuk itu butuh pengalaman dalam memperkirakan waktu yang diperlukan. 2. karena : – Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas – Mudah mengidentifikasi jalur kritis dan kegiatan-kegiatan kritis – Mudah menentukan waktu kendur 3. yang bertugas mendefinisikan permasalahan-permasalahan bisnis dan sangat berpengaruh pada proyek tersebut. adalah orang yang membutuhkan sistem informasi (PL) tersebut. karena banyak variabel (manusia. teknikal. Praktisi. digunakan pilihan sebagai berikut : – Memperkirakan waktu yang paling lama dari pengerjaan proyek – Perkiraan berdasarkan pada proyek yang sama – Menggunakan teknik dekomposis – Menggunakan satu atau lebih model empiris Memperkirakan waktu untuk menyelesaikan setiap kegiatan merupakan bagian yang paling sulit. http://hamsahthefutureleader. Penjadwalan tugastugas (kegiatan) dapat menggunakan : 1. Penjadwalan proyek berbasis komputer menggunakan PC untuk membuat jadwal proyek lebih praktis dan menguntungkan. memotivasi. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan. mengorganisasi dan mengontrol orang-orang yang bekerja dalam proyek tersebut (praktisi). Perkiraan biaya yang salah atau kurang tepat dapat mengurangi keuntungan atau malah kerugian. orang yang berinteraksi dengan sistem informasi (PL) yang dikaitkan dengan penggunaan produk. 5. Proses pengembangan sistem informasi (PL) dikembangkan oleh pelaku-pelaku yang dapat dikatagorikan dalam 5 kelompok : 1. Manajer proyek (teknik). Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Persiapan ini meliputi : Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan) Mengumumkan proyek pengembangan sistem 1. Contoh program penjadwalan yaitu Ms Project.Menetukan prioritas proyek-proyek sistem Membuat laporan perencanaan sistem Meminta persetujuan manajemen 1. Diagram PERT (Program Evaluation and Review Techniques) Suatu program (proyek) diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting. Pelanggan. Pengguna akhir. adalah orang yang mempunyai kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk sistem informasi (program aplikasi). Diagram PERT lebih baik dari Gantt. 2. Grafik Gantt Merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas (kegiatan) dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan panjang relatif tugas-tugas yang dikerjakan. Symantec’s Timeline dan Computer Associates’ CA-Super Project. meningkatkan jadwal yang diperlukan dan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah dijalankan. 3.wordpress.com/category/proyek-sistem-informasi/ . yang merencanakan. 4. Manajer senior. Untuk mencapai perkiraan biaya dan usah yang dapat diandalkan. lingkungan) yang mempengaruhinya. Perkiraan biaya sistem informasi dan usaha tidak dapat dihitung dengan tepat. Tahapan yang dilakukan yaitu : Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem Melakukan studi kelayakan Menilai kelayakan proyek sistem Membuat usulan proyek sistem Meminta persetujuan manajemen Perkiraan Proyek Sistem Informasi Sekarang biaya merupakan elemen yang paling penting dan mahal dalam pengembangan sistem berbasis komputer.

Bismillaahirrohmaanirrohiim My Notes … catatan lebih tahan lama daripada ingatan . kode. controlling  POAC) Proyek  kegiatan/aktivitas yang memiliki batasan waktu.Komp. biaya. objective) Perangkat lunak  program-program komputer dan dokumentasi yang berkaitan (kumpulan instruksi.. dokumen. mengelola (planning. action.T 1 Manajemen Proyek Perangkat Lunak (MPPL) Manajemen  kegiatan mengatur. biaya. organizing. M. resource. resource. data) . S. objective Lawan dari proyek adalah rutinitas (tidaka ada batasan waktu. Nama : Martasari Widiastuti NRP : 5106201809 Prodi : S2 Teknik Informatika ITS Materi : Topik Dalam Manajemen Proyek Perangkat Lunak Dosen : Fajar Baskoro..

resource SDM berlebih.Latar Belakang mempelajari MPPL: karena adanya sesuatu yang negatif (software crisis). improving. integrasi antar software serta optimasi 2 Software Project vs Software Process . mengatur waktu pembuatan proyek. visibiltas teknis /non teknis & mengelola resource. suatu proyek tidak memiliki kemajuan. on time. Fungsi mempelajari MPPL adalah transparasi. spesifik produk sesuai spesifikasi. keterlambatan delivery. Tujuan mempelajari MPPL: sesuatu yang positif dari latar belakang dimana efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Ex: inefisiensi. performansi. kegagalan mencapai tujuan yang menyebabkan kegagalan proyek. tujuan dapat tercapai. mengestimasi biaya. product tidak spesifik.

designer). time. laporan perkembangan proyek Planning. teknologi 3 Hasil source code. user. tool. jadual/planning. proposal. controlling (evaluasi). time. maintenance Latar belakang (alasan negative/ kelemahan dari kejadian yang tidak diharapkan)  mengapa ada software project: over time . human capital. tool. direktur). innovating (solusi baru). designer). design. costumer. staffing (job desk). Waterfall  Requirement analysis. keuangan. human capital. monitoring. Eksternal team di dalam organisasi (manager. manual data.dll) SDM (analyzer.No Perbedaa n Software Project Software Process K 2T Resource 1 SDM [Internal team (analyzer. deployment. directing. desain SRS 4 Activity Tergantung model proses yang digunakan: ex. representing (komunikasi dengan client. teknologi Anggaran. coding. testing. organizing (struktur organisasi). Eksternal team di luar organisasi (customer)].

Project time size  ukuran/jumlah personel yang terlibat dalam proyek Software Metric: Linux vs Windows N Software Metric Definisi Perbedaan . proyek membuat word processor (pengolah kata) Tujuan  alat verifikasi/validasi 3 Project Phase 4 Software Metric Pengukuran pada software meliputi: 1. Specific  jelas.Word lebih besar dari pada Notepad (dilihat dari fitur/fungsi yang ada) 2. 5. software size dari Ms. Project size  banyaknya kebutuhan yang harus diakomodasi  ex. to the point Measurable  terukur Achieveble  kemampuan/ketercapaian Relevant  sesuai dengan konteks Time Constrain  batasan/lama waktu Ex. 4. 3. 2.over budget  akibat lemahnya estimasi low quality versi seragam/tim pecah lemahnya teknik  rule tidak jelas Tujuan (dampak positif yang diharapkan)  formatnya harus memenuhi criteria SMART: 1. Project duration  waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek 3.

o Pr Project Size oj ec t D ur ati on W ak tu ya n g di b ut u hk an u nt uk m el ak sa na ka n pr oy ek .L e bi h p an ja n g Banyaknya kebutuhan yang harus diakomodir (dipenuhi) banyaknya fungsi yang ada Linux Lebih kecil fitur lebih sedikit Windows Lebih besar fitur lebih lengkap .

 sif at o p en so ur ce se hi n g g a w ak tu m el ak sa na ka n pr oj ec t ti d ak te rb at as Le bi h p en d ek  .

brainware Ada beberapa metode untuk mengestimasi biaya diantaranya adalah Bottom-Up  pembiayaan berdasarkan detil dari aktivitas yang akan dijalankan. hardware.org/wiki/Comparison_of_Windows_and_Linux 5 Creating the Budget Pembiayaan dalam IT project mencakup beberapa komponen: software.wikipedia. .d ur as i w ak tu te rb at as u nt uk se ti a p ve rs io ni n g 1 32 Project Team Size Banyaknya orang (personel) yang terlibat dalam proyek Karena linux bersifat open souce maka project team sizenya tidak dibatasi Lebih sedikit  jumlah personel dibatasi sesuai kebutuhan Sumber lain: http://en. network.

database. analisis/report 2. maintenance. software  ex. . hardware  puchase total implementasi system (mencakup detail untuk spesifikasi. otomatisasi/customisasi Less costly Beli Ada  lebih mudah 2 Less costly  dipertimbangkan harganya Pengembang/develop tidak ada Small volume work Transfer resiko lebih kecil Available vendor Allows project to focus on other work item 3 4 5 6 7 Ada SDMnya  use in house skill Control work Learn new skill Available staff Focus on core project work Software License  biaya yang dikeluarkan berdasarkan jumlah mesin dan durasi waktu yang digunakan. kabel. Alasan membeli atau membuat software sendiri No 1 Buat sendiri Availability  keberadaan. eksternal (time base: lama cash/jam. jumlah acces point/harga satuan). model parametrik  user terkait. prosesnya menggunakan model waterfall. 2 jt ). network  internal (a. 2.1. b. wire: panjang/luasan. Brainware  biaya operasional Top-Down  pembiayaan berdasarkan pengalaman/produk/hasil 1. 3G  Rp.1/kh. estimasi analogi Budget at Completion  jumlah biaya dari setiap fase proyek. sewa UND) 4. maka dialokasikan biaya untuk setiap tahapnya yaitu: requirement (pada fase ini melibatkan personel dengan kualifikasi S1 fee/bulan ex. costumer. desain. merupakan petunjuk operasional berdasarkan ketentuan anggaran. …. volume dedicate: GDRS. WCDMA. jumlah dan harga hardware untuk total software) 3. analysis. jumlah station. wireless: luasan area.

establish plan step by step. payment system .Licensing modes: 1. Per Per Per Per station  instalasi conection  workstation yang berhubungan dengan service station (server-based)  berdasarkan server yang digunakan usage  catatan/log penggunaan Sumber: IT Project Management: On Track from Start to Finish. bagan e-commerce/perdagangan secara elektronik (e-payment. kekuatan masyarakat (keahlian dalam IT) 2. Bisnis scope  ruang lingkup yang akan dikerjakan  terdiri dari: analisa infrastruktur IT. dokumen detail. budgeting. biaya) • Perencanaan  set scope. Integrated Data Center. database). establish project scope. e-procurement  payment system store) 3. chapter 4. analisa bisnis proses. Bisnis Strategi • Bencmark  best practice analysis  studi kelayakan (infrastruktur. union member database. merubah kebiasaan masyarakat. 4. bagan smart card system. develop. set survey • Do  ex. maintenance. Bisnis need dan objektif  kebutuhan bisnis sekarang  ex. ekonomi baru berdasarkan network (kemudahan informasi). Company Profile Company overview  hal yang pernah dikerjakan agar costumer percaya Bisnis area  ex. operation Referensi  yang pernah dikerjakan akhir-akhir ini. smart card. jadwal. consulting. set project. Visi  gambaran total/tujuan paling awal  ex. data senter. bagan internet data senter (pusat operasi. orang. succes story 5. uraian & prototipe Beberapa point penting: 1. data base. establish schedule dan budget  ex. 3. e-commerce. bisa merealisasikan ekonomi berbasis jaringan 4. 6 Project Proposal Proposal Proyek Perangkat Lunak  Strategi/gambaran system kerja. 2.

otomatisasi  manual orang & keahlian  system 2. Project proposal  cara / strategi implementasi IT bersifat borderless  tidak ada batasan so baca the word is flat (Thomas fredman)  look bisnis google (ad sense  web yang link google. e-commerce & smart cart  peluang teknologi yang bisa dikembangkan 7. angka akses web fantastic) Intangible  susah dihitung Resiko yang paling serius adalah kegagalan mengukur manfaat: 1. service. Master plan IT (information system planning)  criteria  blueprint. waktu tenaga kerja ketelitian  jumlah eror yang bisa dieliminir hasil volume keterlibatan SDM  kompetensi . Project planning • Planning  fase 1 (desain IDC)  fase 2 (e-commerce)  fase 3 (payment sistem) • Struktur detail perusahaan  preparing (environment)  analysis AS/IT (proses/infrastruktur) defining to be model  planning work • Teknologi  total system overview. 5. 6. bisnis project reengineering  perubahan bisnis proses & organisasi  system Detail dokumen: 1. 3. schedule. 4. Construction strategy Total service  optimize proposal  improve reability  close partnership deskripsi proposal: membaca organisasi  kasus  detail  strategi  aplikasi / hardware  example step by step. data center  kumpulan CPU. cara teknis/panduan 2.6. 2. proses improvement  kontinu project sebelumnya 3. 7 Proyek Software Berdasarkan Kondisi System: 1. data base.

wordpress.Basic implementasi IT  dimulai dari penataan/pemahaman ke orang  penetapan rule dan etika  buat wadah organisasi  implementasi IT Solusi buat prioritas.its.ac. gunakan jembatan (agen) Permasalah e-gov Top-down approach eksekutive  model populasi  model manusia  model kebiasaan Sekian dulu.com Email : martasari@cs.martasari.id TERIMAKASIH Alhamdulillahirobbil’alamiin . apabila ada info yang kurang tepat penulis mohon maaf dan bisa langsung dikonfirmasikan kepada penulis melalui: Blog : www.

2. gunakan jembatan (agen) Permasalah e-gov Top-down approach eksekutive  model populasi  model manusia  model kebiasaan Sekian dulu. 6.Detail dokumen: 1. apabila ada info yang kurang tepat penulis mohon maaf dan bisa langsung dikonfirmasikan kepada penulis melalui: Blog : www. service. Project proposal  cara / strategi implementasi IT bersifat borderless  tidak ada batasan so baca the word is flat (Thomas fredman)  look bisnis google (ad sense  web yang link google. 3. 4.id .its. cara teknis/panduan 2. angka akses web fantastic) Intangible  susah dihitung Resiko yang paling serius adalah kegagalan mengukur manfaat: 1.com Email : martasari@cs.wordpress.ac. schedule.martasari. Master plan IT (information system planning)  criteria  blueprint. waktu tenaga kerja ketelitian  jumlah eror yang bisa dieliminir hasil volume keterlibatan SDM  kompetensi Basic implementasi IT  dimulai dari penataan/pemahaman ke orang  penetapan rule dan etika  buat wadah organisasi  implementasi IT Solusi buat prioritas. 5.

TERIMAKASIH Alhamdulillahirobbil’alamiin .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->