BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN Fazlur Rahman dilahirkan pada tanggal 21 September 1919 di Hazara, suatu daerah

di Anak Benua Indo-Pakistan yang sekarang terletak di barat laut Pakistan. Wilayah Anak Benua Indo-Pakistan sudah tidak diragukan lagi telah melahirkan banyak pemikir Islam yang cukup berpengaruh dalam perkembangan pemikiran Islam, seperti Syah Wali Allah, Sir Sayyid Ahmad Khan, hingga Sir Muhammad Iqbal. Nama keluarga Fazlur Rahman adalah Malak, namun nama keluarga Malak ini tidak pernah digunakan dalam daftar referensi baik di Barat ataupun di Timur. Fazlur Rahman dilahirkan dalam suatu keluarga Muslim yang sangat religius. Kerelegiusan ini dinyatakan oleh Fazlur Rahman sendiri yang mengatakan bahwa ia mempraktekan ibadah-ibadah keisalaman seperti shalat, puasa, dan lainnya, tanpa meninggalkannya sekalipun (1992: 59). Dengan latar belakang kehidupan keagamaan yang demikian, maka menjadi wajar ketika berumur sepuluh tahun ia sudah dapat menghafal Alquran. Adapun mazhab yang dianut oleh keluarganya ialah mazhab Hanafi. Walaupun hidup ditengah-tengah keluarga mazhab Sunni, Fazlur Rahman mampu melepaskan diri dari sekat-sekat yang membatasi perkembangan intelektualitasnya dan keyakinan-keyakinannya. Dengan demikian, Fazlur Rahman dapat mengekspresikan gagasan-gagasannya secara terbuka dan bebas. Seperti pendapat mengenai wajibnya shalat tiga waktu yang dijalani oleh penganut mazhab Syi’ah, Fazlur Rahman beranggapan bahwa praktek tersebut dibenarkan secara historis karena Muhammad saw. pernah melakukannya tanpa sesuatu alasan (Rahman, 2003: 41). Orang tua Fazlur Rahman sangat mempengaruhi pembentukan watak dan keyakinan awal keagamaannya. Melalui ibunya, Fazlur Rahman memperoleh pelajaran berupa nilai-nilai kebenaran, kasih saying, kesetiaan, dan cinta. Ayah Fazlur Rahman merupakan penganut mazhab Hanafi yang sangat kuat, namun beliau tidak menutup diri dari pendidikan modern. Tidak seperti penganut mazhab Hanafi fanatik lainnya ketika itu, Ayahnya berkeyakinan bahwa Islam harus memandang modernitas sebagai tantangan-tantangan dan kesempatan-kesempatan. Pandangan ayahnya inilah yang kemudian mempengaruhi pemikiran dan keyakinan Fazlur Rahman (Rahman, 1992: 59). Selain itu, melalui tempaan ayahnya, Fazlur Rahman pada kemudian hari menjadi seorang yang bersosok cukup tekun dalam mendapatkan pengetahuan dari pelbagai sumber, dan melalui ibunyalah kemudian ia sangat tegar dan tabah dalam mengembangkan keyakinan dan pembaruan Islam (A’la, 2003: 34). Pada tahun 1933, Fazlur Rahman melanjutkan pendidikannya di sebuah sekolah modern di Lahore. Selain mengenyam pendidikan formal, Fazlur Rahman pun mendapatkan pendidikan atau pengajaran tradisinonal dalam kajian-kajian keislaman dari ayahnya, Maulana Syahab al Din. Materi pengajaran yang diberikan ayahnya ini merupakan materi yang ia dapat ketika menempuh pendidikan di Darul Ulum Deoband, di wilayah utara India. Ketika berumur empat belas tahun, Fazlur Rahman sudah mulai mempelajari filsafat, bahasa Arab, teologi atau kalam, hadis dan tafsir (A’la, 2003: 34). Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Fazlur Rahman kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil bahasa Arab sebagai kosentrasi studinya dan pada tahun 1940 ia berhasil mendapatkan gelar Bachelor of Art. Dua tahun kemudian, tokoh utama gerakan neomodernis Islam ini berhasil menyelesaikan studinya di universitas yang sama dan mendapatkan gelar Master dalam bahasa Arab. Menurut Amal (1996: 80), ketika telah menyelesaikan studi Masternya dan tengah belajar untuk menempuh program Doktoral di Lahore, Fazlur Rahman pernah diajak oleh Abul A’la Mauwdudi, yang kelak menjadi “musuh” intelektualitasnya, untuk bergabung di Jama’at al Islami dengan syarat meninggalkan pendidikannya. Pada tahun 1946, Fazlur Rahman berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studinya di Oxford University. Keputusannya untuk melanjutkan studinya di Inggris dikarenakan oleh mutu pendidikan di India ketika itu sangat rendah. Dibawah bimbingan Profesor S. Van den Berg dan H A R Gibb, Fazlur Rahman berhasil menyelesaikan studinya tersebut dan memperoleh gelar Ph. D pada tahun 1949 dengan disertasi tentang Ibnu Sina. Disertasi Fazlur Rahman ini kemudian diterbitkan oleh Oxford University Press dengan judul Avicenna’s Psychology.

Selama menempuh pendidikan di Barat, Fazlur Rahman menyempatkan diri untuk belajar pelbagai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang berhasil dikuasai olehnya diantaranya ialah Latin, Yunani, Inggris, Jerman, Turki, Arab dan Urdu (Sutrisno, 2006: 62). Penguasaan pelbagai bahasa ini membantu Fazlur Rahman dalam memperdalam dan memperluas cakrawala keilmuannya (khususnya studi keislaman) melalui penelusuran pelbagai literatur. Setelah menyelesaikan studinya di Oxford University, Fazlur Rahman tidak langsung ke negeri asalnya Pakistan (ketika itu sudah melepaskan diri dari India), ia memutuskan untuk tinggal beberapa saat disana. Ketika tinggal di tinggal di Inggris, Fazlur Rahman sempat mengajar di Durham University. Kemudian pindah mengajar ke Institute of Islamic Studies, McGill University, Kanada, dan menjabat sebagai Associate Professor of Philosophy sampai awal tahun 1960. Menurut pengakuan Fazlur Rahman, ketika menempuh studi pascasarjana di Oxford University dan mengajar di Durham University, konflik antara pendidikan modern yang diperolehnya di Barat dengan pendidikan Islam tradisional yang didapatkan ketika di negeri asalnya mulai menyeruak. Konflik ini kemudian membawanya pada skeptisisme yang cukup dalam, yang diakibatkan studinya dalam bidang filsafat (Rahman, 1992: 60). Setelah tiga tahun mengajar di McGill University, akhirnya pada awal tahun 1960 Fazlur Rahman kembali ke Pakistan setelah sebelumnya diminta bantunnya oleh Ayyub Khan untuk membangun negeri asalnya, Pakistan. Menurut Moosa (2000: 2), permintaan Ayyub Khan kepada Fazlur Rahman ialah bertujuan untuk membawa Pakistan pada khittah berupa negara yang bervisi Islam Selanjutnya pada tahun 1962, Fazlur Rahman diminta oleh Ayyub Khan untuk memimpin Lembaga Riset Islam (Islamic Research Institute) dan menjadi anggota Dewan Penasihat Ideologi Islam (The Advisory Council of Islamic Ideology). Motivasi Fazlur Rahman untuk menerima tawaran dari Ayyub Khan dapat dilacak pada keinginannya untuk membangkitkan kembali visi Alquran yang dinilainya telah terkubur dalam puing-puing sejarah (Rahman, 1992: 63). Kursi panas yang diduduki oleh Fazlur Rahman akhirnya menuai pelbagai reaksi. Para ulama tradisional menolak jika Fazlur Rahman mendudukinya, ini disebabkan oleh latar belakang pendidikannya yang ditempuh di Barat. Penentangan atas Fazlur Rahman akhirnya mencapai klimaksnya ketika jurnal Fikr-o-Nazar menerbitkan tulisannya yang kemudian menjadi dua bab pertama bukunya yang berjudul Islam. Pada tulisan tersebut, Fazlur Rahman mengemukakan pikiran kontroversialnya mengenai hakikat wahyu dan hubungannya dengan Muhammad saw. Menurut Fazlur Rahman, Alquran sepenuhnya adalah kalam atau perkataan Allah swt, namun dalam arti biasa, Alquran juga merupakan perkataan Muhammad saw. (Rahman, 2003: 33). Akibat pernyataan-pernyataannya tersebut, Fazlur Rahman dinyatakan sebagai munkir-i-Quran (orang yang tidak percaya Alquran). Menurut Amal (1994: 14-15), kontroversi dalam media masa Pakistan mengenai pemikiran Fazlur Rahman tersebut berlalu hingga kurang lebih satu tahun, yang pada akhirnya kontroversi ini membawa pada gelombang demonstrasi massa dan mogok total di beberapa daerah Pakistan pada September 1968. Menurut hampir seluruh pengkaji pemikiran Fazlur Rahman berpendapat bahwa penolakan atasnya bukanlah ditujukan kepada Fazlur Rahman tetapi untuk menentang Ayyub Khan. Hingga akhirya pada 5 September 1968 permintaan Fazlur Rahman untuk mengundurkan diri dari pimpinan Lembaga Riset Islam dikabulkan oleh Ayyub Khan. Pada akhir tahun 1969 Fazlur Rahaman meninggalkan Pakistan untuk memenuhi tawaran Universitas California, Los Angeles, dan langsung diangkat menjadi Guru Besar Pemikiran Islam di universitas yang sama. Mata kuliah yang ia ajarkan meliputi pemahaman Alquran, filsafat Islam, tasawuf, hukum Islam, pemikiran politik Islam, modernism Islam, kajian tentang al Ghazali, Shah Wali Allah, Muhammad Iqbal, dan lain-lain. Salah satu alasan yang menjadikan Rahman memutuskan untuk mengajar di Barat disebabkan oleh keyakinan bahwa gagasangagasan yang ditawarkannya tidak akan menemukan lahan subur di Pakistan. Selain itu, Rahman menginginkan adanya keterbukaan atas pelbagai gagasan dan suasana perdebatan yang sehat, yang tidak ia temukan di Pakistan (A’la, 2003: 40). Selama di Chicago, Fazlur Rahman mencurahkan seluruh kehidupannya pada dunia keilmuan dan Islam. Kehidupannya banyak dihabiskan di perpustakaan pribadinya di basement rumahnya, yang terletak di Naperville, kurang lebih 70 kilometer dari Universitas Chicago. Rahman sendiri menggambarkan aktitivitas dirinya tersebut laiknya ikan yang naik ke atas hanya untuk mendapatkan udara (Wan Daud, 1991: 108). Dari konsistensinya dan kesungguhannya terhadap dunia keilmuan akhirnya Rahman mendapatkan pengakuan lembaga keilmuan berskala

internasional. Pengakuan tersebut salah satunya ialah pada tahun 1983 ia menerima Giorgio Levi Della Vida dari Gustave E von Grunebaum Center for Near Eastern Studies, Universitas California, Los Angeles. Pada pertengahan dekade 80-an, kesehatan tokoh utama neomodernisme Islam tersebut mulai terganggu, dintaranya ia mengidap penyakit kencing manis dan jantung. Konsistensi Rahman untuk terus berkarya pun ditandai oleh lahirnya karya yang berjudul Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism. Walaupun baru diterbitkan setelah beliau wafat, namun pengerjaannya dilakukan ketika sakit beliau makin parah dengan dibantu oleh puteranya. Akhirnya, pada 26 Juli 1988 profesor pemikiran Islam di Univesitas Chicago itu pun tutup usia pada usia 69 tahun setelah beberapa lama sebelumnya dirawat di rumah sakit Chicago. Perkembangan Pemikiran dan Karya-Karya Pemikiran Fazlur Rahman dapat dibagi menjadi tiga fase atau periode, yakni periode awal, periode Pakistan, dan periode Chicago. Periode pertama belangsung sekitar dekade 50-an dan pada periode ini Rahman hanya menghasilkan karya-karya yang besifat historis, seperti Avicenna’s Psycology (1952), Avicenna’s De Anima, dan Propecy in Islam: Philosophy and Orthodoxy (1958). Melalui ketiga buku Rahman ini akan terlihat jelas concern pemikirannya, yakni kajian historis murni. Namun demikian, kajian yang dilakukan Rahman pada buku yang disebut terakhir mempengaruhi pandangannya tentang proses pewahyuan kepada nabi Muhammad saw (Amal, 1996: 116). Periode Pakistan merupakan tahapan kedua dari perkembangan pemikiran Rahman yang berlangsung sekitar dekade 60-an. Berbeda dengan periode pertama yang cenderung pada kajian historis dari pemikiran Islam, concern Rahman pada periode ini mengalami perubahan yang radikal, yakni pada kajian-kajian Islam normatif. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi perubahan concern pemikiran Rahman ini ialah. 1. Adanya kontroversi yang akut di Pakistan antara kalngan modernis disatu pihak dan kalangan tradisionalis dan fundamentalis di lain pihak. Kontroversi ini bermuara pada definisi Islam untuk negeri Pakistan ketika itu, 2. Kontak yang intens dengan Barat ketika menetap di sana, sangat berarti dalam penyadaran dirinya pada hakikat tantangan Islam pada periode modern, 3. Posisi penting sebagai Direktur Lembaga Riset Islam dan anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam Pemerintah Pakistan, yang kemudeian mendorong Rahman untuk turut aktif dalam meberikan definisi Islam bagi Pakistan dari kalangan modernis (Sutrisno, 2006: 71-72). Walaupun belum ditopang oleh metodologi yang sistematis, pada periode ini Rahman sudah mulai melakukan kajian Islam normatif dan terlibat dalam arus pemikiran Islam (Sibawaihi, 2007: 21). Selain itu, Rahman terlibat pula secara intens dalam upaya-upaya menjawab tantangan-tantangan serta kebutuhan-kebutuhan masyarakat Muslim kontemporer dengan cara merumuskan kembali Islam. Adapun pada periode ini, pemikiran Rahman dicurahkan dalam memenuhi tugasnya dalam merumuskan ajaran Islam yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Pakistan. Keterlibatan Rahman dalam arus pemikiran Islam dapat ditandai oleh beberapa artikel yang ia tulis pada jurnal Islamic Studies pada bulan Maret 1962 hingga Juni 1963. Menurut Açikgenç (dalam Saleh 2007: 27), sebenarnya pada periode kedua ini Rahman sudah berkeinginan mengembangkan metodologi yang menyerukan umat Islam untuk kembali kepada Alquran dan Hadis. Mutiara-mutiara pemikiran yang berhasil dihasilkan oleh Rahman pada periode ini diantaranya Islamic Methodology in History (1965), dan Islam (1966). Buku yang disebut pertama merupakan kumpulan dari beberapa tulisannya yang dipublikasikan di jurnal Islamic Studies. Artikel-artikel dalam buku ini ditulis dengan bertujuan untuk memperlihatkan, pertama, evolusi historis dari aplikasi keempat prinisp pokok pemikiran Islam, yakni Alquran, Sunnah, ijtihad, ijma’. Kedua, perranan aktual dari prinsip-prinsip tersebut bagi perkembangan Islam (Rahman, 1995: ix).

Buku kedua Rahman yang lahir pada peridoe kedua ini ialah berjudul Islam. Buku ini memaparkan perkembangan umum agama Islam selama empat belas abad, oleh karena itu menjadi wajar ketika buku ini menjadi dasar pengantar umum tentang studia Islam. Dua buah artikel pertama yang tersusun dalam buku ini , yakni artikel yang berjudul Muhammad dan Alquran, ketika dipublikasikan di Pakistan sempat menuai pelbagai kontroversi. Kontroversi terjadi berkenaan padangan Rahman mengenai hakikat Alquran dan proses pewahyuannya kepada Muhammad saw. Rahman memandang bahwa Alquran secara keseluruhannya adalah kalam Allah swt. dan dalam artian biasa merupakan perkataan Muhammad saw (Rahman, 2003: 33). Adapaun tulisan-tulisan Rahman yang difokuskan untuk memberi definisi Islam di Pakistan diantaranya ialah Some Reflection on the Reconstruction of Muslim Society in Pakistan, Implementation of the Islamic Concept of State in the Pakistan Milieu, dan The Qur’anic Solution of Pakistan’s Educational Problems. Perkembangan dan periode pemikiran Fazlur Rahman berikutnya ialah periode Chicago yang terhitung dari kepindahannya ke Chicago. Seluruh karya Rahman yang dihasilkan pada periode ini mencakup kajian Islam historis dan normatif. Adapun karya-karya yang berhasil ia hasilkan pada periode ini diantaranya The Philosophy of Mulla Shadra, Major Themes of The Qur’an, Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition, dan Health and Medicine in Islamic Tradition. Buku yang pertama penulis sebut di atas murni merupakan karya yang bertemakan Islam historis dan tidak memiliki hubungan dalam kajian-kajian Islam normatif. Sedangkan buku kedua karya Rahman pada periode kedua ini membahas mengenai delapan tema pokok Alquran, yakni Tuhan, Manusia sebagai Individu, Manusia Anggota Masyarakat, Alam Semesta, Kenabian dan Wahyu, Eskatologi, Setan dan Kejahatan, serta Lahirnya Masyarakat Muslim. Buku yang kerap kali disebut sebagai magum opus Fazlur Rahman ini mengkaji pelbagai ayat-ayat Alquran yang berhubungan dengan tema-tema yang telah disebut sebelumnya dan kemudian ditafsirkan dengan cara menghubungkan ayat-ayat tersebut. Selain itu, buku karya Rahman ini merupakan sikap atau tanggapannya atas pelabagai buku atau tulisan yang dibuat oleh para orientalis (seperti Richard Bell, Montgomery Watt, John Wansbrough, dal lain sebagainya) yang kerap kali menghubungkan atau beranggapan bahwa Alquran merupakan kelanjutan atau terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang pernah ada sebelumya (seperti Yahudi dan Nasrani). Melalui karya ini, Rahman berhasil membangun landasan filosofis yang terga untuk perenungan kembali makna dan pesan Alquran bagi kaum Muslim kontemporer. Buku berikutnya yang Rahman hasilkan pada periode Chicago ini ialah Islam and Modernity: Transformation of an Intelectual Tradition. Buku ini sangat jelas memperlihatkan intensitas Rahman dalam menata masa depan Islam dan umatnya. Dengan demikian, buku ini tidak melulu membahas Islam historis yang tidak memberikan solusi kongkrit bagi pembangunan umat Islam dan bekal untuk umat Islam dalam menghadapi periode modern. Berikutnya ialah buku yang berjudul Helath and Medicine in Islamic Tradition, buku ini berusaha menangkap kaitan organis antara Islam sebagai sebuah sistem kepercayaan dan Islam sebagai sebuah tradisi pengobatan manusia. Setelah mengkaji perkembangan pemikiran Rahman yang didasarkan pada buku-buku yang ia hasilkan sepanjang karir intelektualitasnya, maka dapat dikatakan bahwa Rahman mengalami perubahan concern pemikiran serta kajiannya. Perubahan yang cukup signifikan ini disebabkan oleh kesadaran Rahman bahwa Islam dewasa ini tengah menghadapi krisis yang sebagian akarnya terdapat dalam Islam sejarah, pengaruh-pengaruh Barat dengan tantangan-tantangan modernitasnya, kemudian membuatnya berupaya membuat atau merumuskan soluai terhadap krisis tersebut (Amal, 1996: 148-149). Secara keseluruhan buku-buku yang Rahman hasilkan berjumlah sepuluh buah. Namun demikian, bukan berarti bahwa Fazlur Rahman hanya menghasilkan buku-buku an sich. Sepanjang karir intelektualitasnya, doctor lulusan Oxford University tersebut menulis pelbagai artikel di beberapa jurnal ilmiah dan sebagian dari artikel-artikel tersebut dikumpulkan menjadi beberapa buku. Adapun buku-buku yang dihasilkan olehnya ialah sebagai berikut. 1. Avicenna’s Psycology 2. Propecy in Islam: Philosophy and Ortodoxy 3. Avicennas’s De Anima, being the Psycological Part of Kitab al Shifa

4. Health and Medicine in Islamic Tradition . Islam 7. Major Times of the Qur’an 8. Islam and Modernity: Transformation of an Intelectual Tradition 9. Islamic Methodology in History 6. The Philosophy of Mulla Shadra 5. Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism 10.

bahkan Ayahnya berkeyakinan bahwa islam harus memandang modernitas sebagai tantangan dan kesempurnaan. Pada awal tahun 60 an Fazlur Rahman kembali ke Pakistan. Fazlur Rahman dilahirkan dari keluarga miskin yang taat pada agama. Puncak dari segala kontroversialnya memuncak ketika 2 bab karya momumentalnya. Tafsir. Dengan demikian tidak dapat di pungkiri Fazlur Rahman juga rasional di dalam berfikirnya.BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN Fazlur Rahman lahir pada tanggal 21 September 1919 yang letaknya di Hazara sebelum terpecahnya India. Pada bulan Agustus 1946 Fazlur Rahman di tunjuk sebagai Direktur Riset Islam. Darul Ulum Deoband . Hadits. meskipun ia mendasarkan pemikirannya pada al-Qur’an dan sunnah. Setelah mempelajari ilmu-ilmu dasar ini. ia menguasai kurikulum Dares Nijami yang di tawarkan di lembaga tersebut dalam kajian privat dengan Ayahnya. milik filosof muslim kenamaan abad ke-7. Ilmu kalam. Pada tahun 1946 ia pergi ke Oxford dengan mempersiapkan disertasi dengan Psikologi Ibnu Sina di bawah pengawasan professor Simon Van Den Berg. dan Filsafat. Islam ( 1966 ) di tentang keras karena pernyataan Fazlur Rahman dalam buku tesebut “ Bahwa Al-Qur’an itu secara keseluruhan adalah kalam Allah dan dalam pengertian biasa juga seluruhnya merupakan perkataan Muhammad “ sehingga Fazlur Rahman di anggap orang yang memungkiri Al-Qur’an kemudian pada 5 September 1986 ia mengundurkan diri dari jabatan Direktur lembaga Riset Islam yang langsung di kabulkan oleh Ayyub Khan.[1] Fazlur Rahman di besarkan dalam madzhab Hanafi. ia melanjutkan ke Punjab University di Lahore dimana ia lulus dengan penghargaan untuk bahasa Arabnya dan di sana juga ia mendapatkan gelar MA-nya. pada tahun 1964 ia di tunjuk sebagai anggota dewan penasehat Ideologi Pemerintah Pakistan. Namun usaha Fazlur Rahman sebagai seorang pemikir modern di tentang keras oleh para ulama tradisional-findamentalis. [3] Dimana dia menjabat sebagai Associate Professor Of Philosophy. ini melengkapi latar belakangnya dalam memahami islam tradisional dengan perhatian khusus pada fikih. setelah sebelumnya menjabat sebagai staf lembaga tersebut. ia meninggalkan Inggris untuk menjadi Associate Professor pada kajian Islam di Institute Of Islamic Studies Mc. Meskipun Fazlur Rahman tidak belajar di Daril Ulum. [2] Ayahnya Maulana Shihabudin adalah alumni dari sekolah menengah terkemuka di India. kini merupakan bagian dari Pakistan. Madzhab Hanafi merupakan madzhab yang didasari al-Qur’an dan Sunnah. Disertasi itu merupakan terjemah kritikan dan kritikan pada bagian dari kitab An-Najt. akan tetapi cara berfikirnya lebih rasional. . setelah di Oxford ia mengajar bahasa Persia dan Filsafat Islam di Durham University Kanada dari tahun 1950-1958. Selain menjabat sebagai Direktur Lembaga Riset Islam. Mantiq. Gill University Kanada di Montreal. Ketika hendak mencapai usia 10 tahun ia sudah hafal al-Qur’an walaupun ia di besarkan dalam keluarga yang mempunyai pemikiran tradisional akan tetapi ia tidak seperti pemikir tradisional yang menolak pemikiran modern.

Prophecy in Islam. Islam and Modernity Transformative of on Intelektual Tradition ( 1982 ). Change and The Muslim World. j. Islamic Methodology in History 1965. Some Islamic Issues In the Ayyub Khan Era. Major Themes of The Qur’an ( 1980 ). Some Key Ethical Concept of the Qur’an. Divines Revelation and The Prophet. menyetujui atau menolak seluruh atau sebagian hasil pemikirannya untuk semua pada posisi penerimaan atau penolakan. b. b. Islam Legacy and Contemporary Challenges e. Interpreting the Qur’an. Karya-karya Fazlur Rahman a. l. seorang intelektual pencari kebenaran sudah . The Philosophy of Mulasadra. i. c. e. c. k. Operasi ini berhasil se tidak-tidaknya untuk beberapa minggu hingga ajal menjemputnya. The Qur’anic Concept of God. Method and Alternative. f. Artikel Fazlur Rahman : a. the Universe and Man. Forwards Reformulating The Methodology of Islamic Law : Syaikh Yamani on Public Interest in Islamic Low.[5] C. m. Islamic Modernism It’s Scope. h. Root of Islamic Neo Fundamentalism. Maka adalah hak kita untuk menerima. d. am Is l996. Islam in The Contemporary World f. d. The Impact of Modernity on Islam. Pemikiran Fazlur Rahman Fazlur Rahman dengan segala kemampuan intelektualnya sudah tentu tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan. Kepergian beliau merupakan suatu kehilangan bagi dunia Intelektual Islam.[4] B. Islamic Challenges and Opportunist.Tidak kurang dari 18 tahun lamanya Fazlur Rahman menetap di Chicago dan mengkomunikasikan gagasangagasannya baik lewat lisan maupun tulisan sampai akhir tahun memanggilnya pulang pada tahun 26 juli 1988 jauh sebelum ia sudah terkena penyakit diabetes yang kronis dan serangan jantung sehingga ia harus di operasi. g.

Ia menegaskan bahwa al-Qur’an bukanlah suatu karya misterius atau karya sulit yang memerlukan manusia berlatih secara teknis untuk memahami dan menafsirkan perintah-perintahnya.tentu akan mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan pendapat dan pemikiran yang di kemukakan untuk menilai pendapat Fazlur Rahman. Dalam karyanya Islam and Modernity 1982 Fazlur Rahman menekankan. Karya-karya yang begitu banyak mengajarkan kita segala ilmu pengetahuan tentang islam yang pertama kali di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. b. di samping Sunnah. Di antara pemikiran Fazlur Rahman antara lain : a. Seseorang harus mempelajari al-Qur’an dalam Ordo Histories untuk mengapresiasikan tema-tema dan gagasan-gagasannya. Tanpa usaha ini bisa terjadi penerapan ayat-ayatnya secara individual dan terpisah berbagai situasi akan menyesatkan. Hasil karyanya yang begitu banyak dapat memperluas pengetahuan tentang tasawuf dan juga filsafat. Sejarah Islam dan lain-lain. Dengan berbagai cara dan jalan yang di tempuh beliau untuk menyampaikan gagasannya yang bernilai sangat tinggi sebagai suatu gerakan Islam. orang harus memahami al-Qur’an sebagai sebuah ajaran yang utuh lebih dulu. di sini di jelaskan pula prosedur yang benar untuk memahami al-Qur’an. Tanpa memahami latar belakang mikro dan makronya secara memadai. hal ini tidak hanya berlaku untuk ayat-ayatnya secara individual tapi juga untuk al-Qur’an secara keseluruhan. Dalam pengembangan agamanya adalah perjuangan beliau selama hidup. KESIMPULAN .[6] ANALISIS Fazlur Rahman adalah sosok pemikir intelektual yang tinggi di mana ia dapat menghasilkan karya-karyanya yang begitu banyak dan bermanfaat penting bagi ilmu pengetahuan kita. Seseorang harus mengkajikan dalam konteks latar belakang social historisnya. Menurut Fazlur Rahman. c. Sebagaimana cara Fazlur Rahman menjelaskan tentang wahyu dan perjalanan Nabi Muhammad dalam menyebarkan islam. d. Fazlur Rahman juga menjelaskan apa itu al-Qur’an dan segala bentuk ajaran agama Islam. besar kemungkinan seseorang akan salah tangkap terhadap élan dan maksud al-Qur’an aktifitas Nabi baik di Mekkah atau di Madinah. akan mutlak perlunya mensistematiskan materi ajaran al-Qur’an. Serta asal-usul perkembangan tradisi sampai perkembangan modern juga tentang filsafatnya telah banyak di sampaikan.

1- 2 [2] Ali Safyan. Skripsi Kritik Fazlur Rahman Terhadap Uzlah. Islam. Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang. ia banyak memberikan warisan yang bermanfaat bagi manusia dari zaman ke zaman. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo Sufisme. hal. op. Ia juga meninggalkan sejarah kehidupan pribadinya yang dapat menjadi suatu dokumen penting bagi kita. 2001 [3] Fazlur [4] Ali [5] Rahman. Raja Grafindo Persada. hal. Gelombang Perubahan Dalam Islam.Segala bentuk pemikiran filsafat Fazlur Rahman sangatlah penting dan menjadi suatu arahan pengetahuan yang mengajarkan tentang islam. cit. 1999 Fazlur Rahman Dalam Islam. PT. 2001.33-34 [6] Fazlur Rahman. Bandung. Semarang. Skripsi Study Analisis Fazlur Rahman Tentang Manusia. 1994. Jakarta : PT. PENUTUP Fazlur Rahman adalah seorang intelektual yang tinggi. Pustaka. 2001. Persada. Jakarta. PT. hal.43-44 Fatah Rosihan Affandi. Gelombang Perubahan Ali Safyan. hal: vi-ix . Semarang : Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang. 2002 [1] Fazlur Rahaman. Raja Grafindo. Fakulatas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang. cit. Muhammad al-Qur’an dan sebagainya yang bermanfaat bagi kita semua.1-2 Shofyan. Skripsi Kritik Fazlur Rahman Terhadap Uzlah. Raja Grafindo Persada. Skripsi Study Analisis Fazlur Rahman Tentang Manusia. Semarang. Semarang : Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang. 2002.2001 Fatah Rosihan Affandi. DAFTAR PUSTAKA Rivay Siregar. filsafat. hal. op.

Ia apresiatif terhadap pendidikan modern. Al-Bayyinat. Sejak kecil sampai umur belasan tahun. dan lainnya. Sedangkan Dewan Penasehat Ideologi Islam bertugas meninjau seluruh hukum baik yang sudah maupun belum ditetapkan. A dalam sastra Arab. Pada masa ini seorang Rahman giat mempelajari bahasa-bahasa Barat.[5] Karena tugas yang diemban oleh kedua lembaga inilah Rahman intens dalam usaha-usaha menafsirkan kembali Islam untuk menjawab tantangan-tantangan masa itu. Kedua lembaga ini memiliki hubungan kerja yang erat. ia diangkat sebagai direktur pada Institute of Islamic Research. Ide-idenya di seputar riba dan bunga bank. Potret Seorang Intelektual Neomodernis 1. ia juga diangkat sebagai anggota Advisory Council of Islamic Ideology Pemerintah Pakistan. fatwa mengenai kehalalan binatang yang disembelih secara mekanis. ia secara eksplisit mengakui bahwa pemikirannya merupakan kelanjutan dari pemikiran pendahulunya. yakni India dan Pakistan. seperti Syah Wali Allah. Latar Belakang sosial dan Intelektual Fazlur Rahman dilahirkan pada tahun 1919 di daerah barat laut Pakistan. keluarga Rahman selain kondusif bagi perkenalannya dengan ilmu-ilmu dasar tradisional. ayahnya adalah seorang kyai tradisional yang memandang modernitas sebagai tantangan yang perlu disikapi. seperti disinggung di atas. dan berhasil meraih gelar doktor filsafat pada tahun 1951. Pada tahun 1942. pada 1946. Jerman. McGill University. media kaum fundamentalis. bukannya dihindari. Tentu saja gagasan-gagasan liberal Rahman. Misalnya. Rahman sangat apresiatif terhadap pemikiran pendahulunya. kemudian menjabat sebagai Associate Professor of Philosophy di Islamic Studies. suatu madzhab fiqih yang dikenal paling rasional di antara madzhab sunni lainnya. dengan tujuan menyelaraskannya dengan “Al-Qur’an dan Sunnah”. Akhirnya. Rahman mengambil studi bidang sastra arab di Departeman Ketimuran pada Universitas Punjab. ia dilahirkan dalam keluarga muslim yang amat religius. Bahkan pernyataan Rahman dalam karya magnum opusnya. yang menyatakan protes terhadap buku tersebut.[3] 2. Menurut Rahman. Ketika menginjak usia yang kesepuluh. Perancis. sehinga ia menguasai banyak bahasa. ia berhasil menyelesaikan studinya di Universitas tersebut dan menggondol gelar M. telah menghebohkan media massa selama kurang lebih setahun. juga bagi kelanjutan karier pendidikannya. Rahman juga menimba banyak ilmu tradisional dari ayahnya--seorang kyai yang mengajar di madrasah tradisional paling bergengsi di anak benua IndoPakistan. Yunani. Puncak kontroversi ini adalah demonstrasi massa dan aksi mogok total. Lembaga Islam tersebut bertujuan untuk menafsirkan islam dalam term-term rasional dan ilmiah dalam rangka menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat modern yang progresif. pada Agustus 1962. ia sudah bisa membaca Al-Qur’an di luar kepala. Turki. Islam. berbeda dengan kalangan tradisional pada umumnya. [2] Ia juga menerima ilmu hadis dan ilmu syariah lainnya. Rahman pun mengajukan pengunduran dirinya . Rahman melanjutkan studi doktoralnya ke Oxford University. latar sosial anak benua Indo-Pakistan yang telah melahirkan sejumlah pemikir Islam liberal. Anak benua ini terkenal dengan para pemikir islam liberalnya. Paling tidak ia menguasai bahasa Latin. Ketika itu anak benua Indo-Pakistan belum terpecah ke dalam dua negara merdeka. Belakangan. Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Setelah menamatkan sekolah menengah. Bahkan dalam pembahasannya mengenai wahyu ilahi dan nabi. Persia. tahun 1964. Ia dibesarkan dalam keluarga yang bermadzhab Hanafi. proses turunnya wahyu Al-Qur’an. selain mengenyam pendidikan formal. Pakistan. misalnya.[4] Ia mengajar beberapa saat di Durham University. Kanada. yakni Sah Wali Allah dan Muhammad Iqbal: Dengan demikian. bahwa “Al-Qur’an itu secara keseluruhannya adalah kalam Allah dan—dalam pengertian biasa—juga seluruhnya adalah perkataan Muhammad”. Inggris. Merasa tidak puas dengan pendidikan di tanah airnya. Sekembalinya ke tanah air. Arab dan Urdu. selalu mendapatkan serangan dari kalangan ulama tradisionalis dan fundamentalis di Pakistan. Sir Sayyid Ali dan Iqbal. telah meledakkan kontroversi-kontroversi berskala nasional yang berkepanjangan. yang merepresentasikan kaum modernis. Selain itu. juga merupakan benih-benih dari mana pikiran liberal Rahman dan skeptisisme Rahman tumbuh. sunnah dan hadis. Dalam bagian Pertama. [1] Menurut Rahman sendiri. menetapkan Rahman sebagai munkir al-Quran. Banyak media yang menyudutkannya. argumen saya tentang kemapanan karakter wahyu Al-Qur’an terdiri dari dua bagian. zakat.BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN A. karena Dewan Penasehat bisa meminta lembaga riset untuk mengumpulkan bahan-bahan dan mengajukan saran mengenai rancangan undang-undang. Inggris. saya telah menyetujui—dan tidak berbuat lebih lagi terhadap—pernyataan-pernyataan syah wali Allah dan Muhammad Iqbal yang menerangkan proses psikologis wahyu. Karena itu.

yang menyuguhkan—meminjam istilah Amin Abdullah—rekontruksi sistemik terhadap perkembangan Islam selama empat belas abad. Rahman berteori bahwa Nabi mengidentifikasikan dirinya dengan hukum moral. Bagi Rahman. pandangan ini cukup mempunyai pengaruh terhadap pandangan Rahman tentang proses “psikologis” nabi menerima wahyu. . Kalangan mutakallimun tidak begitu keberatan menerima kesempurnaan intelektual nabi. Memang. dan periode Chicago (dekade 70-an dan seterusnya).[7] Pada periode kedua (Pakistan). pada periode kedua bersifat hitoris sekaligus interpretatif (normatif). sebagai juru bicara neomodernis. Dalam kajian historisnya ini. Kelak. University of Chicago. Dua yang pertama merupakan terjemahan dan suntingan karya Ibn Sina (Avisena). Untuk melacak pandangan filosof. terhadap sunnah ideal nabi SAW yang kemudian menjelma menjadi ijma’ atau sunnah yang hidup. sementara menurut ortodoksi nabi menerima wahyu dengan mengidentifikasikan dirinya dengan malaikat. Rahman menyusun: The Philosophy of Mulla Sadra (1975). Rahman sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara posisi filosofis dan ortodoksi. Seperti halnya teori para filosof dan kaum ortodoks. Pada periode Chicago. doktrin mukjizat dan konsep dakwah dan syariah. Akhirnya. Sebab. 3. Rahman menemukan adanya hubungan organis antara sunnah ideal Nabi SAW dan aktivitas ijtihad-ijma’. ia menulis buku yang berjudul: Islamic Methodology in History (1965). Rahman mengambil sampel dua filosof ternama. Untuk mewakili pandangan ortodoksi. Rahman menyimak pemikiran Ibn Hazm. ortodoksi lebih suka meraup karakter ilahiah dari mukjziat wahyu ini. Secara berturut-turut. Rahman memutuskan hijrah ke Chicago untuk menjabat sebagai guru besar dalam kajian Islam dalam segala aspeknya pada Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Proyek Membuka Pintu Ijtihad Temuan historis Rahman mengenai evolusi perkembangan empat prinsip dasar (Al-Qur’an. sunnah kaum muslim awal merupakan hasil ijtihad personal. Baru pada periode ketiga Rahman mengakui dirinya. Taufik Adnan Amal membagi perkembangan pemikirannya ke dalam tiga babakan utama. Ibn Taymiyah dan Ibn Khaldun. Ijtihad dan Ijma’. Di sini. periode Pakistan (dekade 60-an). Sementara para filosof lebih menekankan kapasitas alami nabi sehingga menjadi “nabi-manusia”. Buku ini boleh dibilang sebagai advanced introduction tentang Islam. tampaknya tanah airnya belum siap menyediakan lingkungan kebebasan intelektual yang bertanggungjawab. Jabatan selaku anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam juga dilepaskannya pada 1969. Kalau karya-karya Rahman pada periode pertama boleh dikata bersifat kajian historis. nabi menerima wahyu dengan mengidentifikasikan dirinya dengan Intelek Aktif. yang di dasarkan pada perbedaan karakteristik karya-karyanya: (I) periode awal (dekade 50-an). yang dilatari oleh pergumulannya dalam upayaupaya pembaruan (hukum) Islam di Pakistan. secara tegas Rahman menarik garis yang membedakan antara sunnah ideal nabi SAW di satu sisi. Hasilnya adalah kesepekatan aliran ortodoks dalam menolak pendekatan intelektualis-murni para filosof terhadap fenomena kenabian. Al-Syahrastani. dalam bukunya Islamic Methodology in History (1965). Avicenna’s De Anima (1959).[6] Ada tiga karya besar yang disusun Rahman pada periode awal: Avicenna’s Psychology (1952). Sunnah. maka karya-karya pada periode ketiga ini lebih bersifat normatif murni. Al-Ghazali. B. proses psikologis wahyu tehnis atau imaninatif. dikemukakan pandangan kedua filosof tersebut tentang wahyu kenabian pada tingkat intelektual. setelah mebagi babakan pembaruan dalam dunia Islam. Pada periode awal dan kedua. Sementara yang terakhir mengupas perbedaan doktrin kenabian antara yang dianut oleh para filosof dengan yang dianut oleh ortodoksi. Ijtihad dan Ijma’). Rahman belum secara terang-terangan mengaku terlibat langsung dalam arus pembaruan pemikiran Islam. pada gilirannya telah mengantarkannya pada agenda yang lebih penting lagi: perumusan kembali penafsiran Al-Qur’an yang merupakan jantung ijtihadnya. dan (ii) peran aktual prinsip-prinsip ini dalam perkembangan sejarah Islam itu sendiri.dari jabatan Direktur Lembaga Riset Islam pada 5 September 1968. melalui instrumen qiyas. Perkembangan Pemikiran dan Karya-karyanya Dari selintas perjalanan hidup Fazlur Rahman di atas. Major Theme of the Qur’an (1980). Menurut para filosof. Penyusunan buku ini bertujuan untuk memperlihatkan: (I) evolusi historis perkembangan empat prinsip dasar (sumber pokok) pemikiran Islam—Al-Qur’an. Tapi mereka lebih menekankan nilai-nilai syariah ketimbang intelektual. perbedaan ada sejauh pada tingkat penekanan saja. Bagi Rahman. Buku kedua yang ditulis Rahman pada periode kedua ini adalah Islam. dan Prophecy in Islam: Philosophy and Orthodoxy (1958). Sunnah. dan Islam and Modernity:Transformatioan of an intellektual tradition (1982). Al-Farabi (870-950) dan Ibn Sina (980-1037).

dan ijtihad fil madzhab. Al-Qur’an secara keseluruhannya adalah kalam Allah. Al-Qur’an adalah respon ilahi. Rahman memberikan argumen yang sangat kokoh untuk menegaskan kemapanan karakter wahyu dari Al-Qur’an ini. Puncak dari proses reifikasi ini adalah tertutupnya pintu ijtihad. Bahwa AlQur’an itu adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. khususnya kepada masalah-masalah masyarakat dagang makkah pada waktu itu. menolak kualifikasi ganjil mengenai ilmu gaib misterius sebagai syarat ijtihad. Suatu penafsiran Al-Qur’an yang sistematis dan berani harus dilakukan. Kedua (2). Rahman mengajukan metodologi tafsirnya.[13] C.[9] Berpijak pada temuan historis ini. serampangan dan tidak bertanggung jawab. Al-Qur’an adalah kalam Allah. terhadap situasi moral-sosial arab pada masa nabi. tentu saja kembali keliang kubur. hingga ia menolak—atas dasar kuatnya keyakinan ini—beberapa klaim mendasar dari tradisi Yudeo-Kristiani mengenai Ibrahim dan nabi-nabi lainnya.pasti kita temui pemahaman yang hidup terhadap Al-Qur’an dan sunnah. [12] Akan tetapi. Rahman mengutip kembali apa yang telah ditulisnya dalam Islam: Bagi Al-Qur’an sendiri. sekitar abad ke empat Hijrah atau sepuluh masehi. Akibatnya. dan dalam pengertian biasa. Karena itu. demikian hebatnya.[10] Tetapi. merupakan kepercayaan pokok. Apa itu Al-Qur’an dan Apa Tujuan Metodologi Tafsir Pandangan Rahman mengenai Al-Qur’an merupakan landasan bagi perumusan metodologi tafsirnya. Rahman secara blak-blakan menolak doktrin tertutupnya pintu ijtihad. [16] . Hal ini selain didasarkan pada fakta bahwa Al-Qur’an sebagai sumber pokok ijtihad. menurut Rahman.[8] Namun demikian. Dan ketika kita kembali kepada generasi muslim awal .[14] Konsepsinya mengenai Al-Qur’an secara sederhana dapat dijabarkan ke dalam nuktah-nuktah sebagai berikut: 1. Kembali ke masa lampau secara sederhana. kreatif dan berorientasi ke depan. Dengan demikian. menegaskan bahwa ijtihad bukanlah hak privilise eksklusif golongan tertentu dalam masyarakat muslim. ataupun pemilahannya ke dalam ijtihad muthlaq. tidak seorang pun yang bahkan dapat menjadi muslim nominal (hanya nama saja). dan konsekwensinya juga bagi kaum muslimin.[15] 2. melainkan berkembang secara demokratis. ijma’ yang tadinya berorientasi ke depan menjadi statis dan mundur ke belakang: mengunci rapat kesepakan-kesepakatan muslim masa lampau. yang disusun belakangan pada periode Chicago. yang sepenuhnya lain. dan Ketiga (3). ijma’ pada asalnya tidaklah statis. Dan dalam konteks inilah metodologi tafsir Rahman yang dipandangnya sebagai “the correct prosedure for understanding the Qur’an” atau “ the correct methode of Interpreteting The Qur’an” [11] memainkan peran sentral dalam seluruh bangunan pemikirannya. Tanpa kepercayaan ini. memperluas cakupan ranah ijtihad klasik. Muhammad juga dengan tegas meyakinai bahwa ia adalah penerima risalah dari Tuhan. sewenangwenang. ijtihad fil masail. justru persoalannya terletak pada kemampuan kaum muslim untuk mengkonsepsi Al-Qur’an secara benar.dengan sunnah hidup kaum muslim awal atau ijma’ sahabat di sisi lain. proses ijtihad-ijma’ terjungkirbalikkan menjadi ijma’-ijtihad. Rahman pun tampaknya tidak ingin daerah teritorial kebebasan ijtihad yang telah dibukanya—sebagai hasil dari liberalisasinya terhadap konsep ijtihad—menjadi tempat persemaian dan pertumbuhan ijtihad yang liar. karena keberhasilan gerakan penulisan hadis secara besar-besaran yang dikampanyekan Al-syafi’I untuk menggantikan proses sunah-ijtihad-ijma’ tersebut. komprehensif dan berjangka panjang. juga seluruhnya adalah perkataan Muhammad. Hasilnya adalah satu kesimpulan Rahman: ijtihad baik secara teoritis maupun secara praktis senantiasa terbuka dan tidak pernah tertutup. Ijtihad yang diinginkan Rahman adalah upaya sistematis. Rahman mendobrak doktrin ini dengan beberapa langkah: Pertama (1). Untuk mencegah ijtihad yang sewenag-wenang dan merealisasikan ijtihad yang bertanggung jawab itulah. tetapi suatu pemahaman terhadap keduanyalah yang akan memberikan pimpinan kepada kita dewasa ini. Metodologi tafsir Rahman merupakan jantung ijtihadnya sendiri. melalui ingatan dan pikiran nabi. juga yang lebih penting lagi adalah didasarkan pada pandangannya bahwa seluruh bangunan syariah harus diperiksa dibawah sinaran bukti AlQur’an: Seluruh kandungan syari’ah mesti menjadi sasaran penilikan yang segar dalam sinaran bukti Al-Qur’an. Rahman menegaskan: bukan hanya kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah sebagai mana yang dilakukan pada masa lalu.

Gerakan ini secara sederhana mempunyai ciri-ciri umum: (a) keprihatinan yang mendalam terhadap degenarasi sosio-moral umat Islam.[18] Karenanya ia lebih berorientasi pada aksi moral ketimbang spekulasi intelektual. (b) imbauan untuk kembali kepada Islam yang sebenarnya. Untuk inilah Rahman sering menyebut-nyebut kasus ijtihad Umar bin Khaththab yang dinilainya sebagai preseden baik (uswah) untuk mengeneralisasikan prinsip-prinsip dan nilai-niali umum yang berada di bawah permukaan Sunah dan bahkan teks Al-Qur’an. ia adalah hukum Allah. tetapi terdapat pada Al-Qur. D. pembaruan sosial terutama pada bidang pendidikan dan status wanita. bukan pada ketentuan-ketentuan harfiahnya. Mereka lebih banyak mengadopsi isu-isu dari barat dan membungkusnya dengan bahasa “Qur’an”. dalam masalah hukum. metodologi yang diharapkan adalah metodologi yang. tanpa diimbangi infrastruktur tingkat pemahaman keagamaan yang memadai. Karena itu. tentu saja. dengan cara membiarkan Al-Qur’an berbicara sendiri. modernisme klasik. bagi Rahman. dasar pembaruan revivalisme pramodernis ini kemudian dikembangkan oleh gerakan kedua. Gerakan pertama adalah revivalisme pra modernis yang lahir pada abad ke 18 dan 19 di Arabia. Pengembangannya terletak pada usaha gerakan ini untuk memperluas isi ijtihad—dan juga agenda gerakan— seperti isu tentang hubungan akal dan wahyu. Al-Qur’an itu laksana puncak gunung es yang terapung: sembilan sepersepuluh darinya terendam di bawah permukaan air sejarah dan hanya sepersepuluh darinya yang tampak ke permukaan. [19] Sampai pada titik ini. bisa menembus endapan sejarah tersebut sampai lapisan terdalam. tujuan tafsirnya adalah untuk menangkap resiones logis yang berada di balik pernyataan formal Qur’an. gerakan ini samasekali tidak bisa lepas dari kesan barat . Rahman membagi gerakan pembaruan ke dalam empat gerakan. 4. Misalnya. keabadian kandungan legal spesifik Al-Qur’an terletak pada prinsip-prinsip moral yang menasarinya. Perhatian utama Al-Qur’an adalah perilaku manusia. semangat atau elan vital Al-Qur’an adalah semangat moral. dengan memberantas takhayul-takhayul dan dengan membuka dan melaksanakan ijtihad. Kepastian pemahaman tidaklah terletak pada arti dari ayat-ayat individual Al-Qur’an. pembaruan politik untuk membetuk pemerintahan yang representatif dan konstitusional.3. ada baiknya dikemukakan terlebih dahulu pandangannya mengenai dialektika perkembangan pembaruan yang muncul dalam dunia Islam.an secara keseluruhan. Tetapi. dapat pahami bahwa tujuan metodologi tafsir bagi Rahman adalah untuk menangkap kembali pesan moral universal Al-Qur’an yang obyektif itu. dan (d) imbauan untuk melaksanakan pembaruan ini lewat jihad jika diperlukan. Rahman menandaskan bahwa tujuan ideal-moral Al-Qur’an yang merupakan elan vitalnya itu telah terkubur dalam endapan geologis sebagai akibat dari proses reifikasi yang begitu panjang. Hukum moral adalah abadi. Tidak satupun dari orang-orang yang telah serius berupaya memahami al-Qur’an dapat menolak kenyataan bahwa sebagian besar Al-Qur’an mensyaratkan pengetahuan mengenai situasi-situasi kesejarahan yang baginya pernyataan-pernyataan Al-Qur’an memberikan solusi-solusi. India dan Afrika. bukan risalah mengenai Tuhan. [17] Al-Qur’an terutama sekali adalah sebuah prinsip-prinsip dan seruan-seruan keagamaan serta moral. yang muncul pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 di bawah pengaruh ide-ide barat. bukan sebuah dokumen legal. karenanya. 6. dalam kenyataannya. penafsiran mereka terhadap Qur’an dan sunnah ini tidak ditopang dengan metodologi yang memadai. komentar-komentar dan respon. Jasa modernisme klasik ini adalah usahanya untuk menciptakan hubungan harmonis antara pranata-pranata barat dengan tradisi Islam dalam kacamata Al-Qur’an dan sunnah. Hal ini merupakan harga yang harus dibayar (cost) dari perluasan wilayah islam yang terlalu cepat. (c) imbauan untuk membuang sikap fatalisme. 5. Metodologi Tafsir Rahman Metodologi tafsir Rahman tidak bisa lepas dari agenda pembaruan sebelumnya. Karenanya. bukan merupakan reaksi terhadap barat. Gerakan ini muncul secara orisinal dari dunia Islam. Dengan demikian. Akibatnya. yakni suatu satu set prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang koheren di mana keseluruhan ajarannya bertumpu. Al-Quran merupakan sosok ajaran yang koheren dan kohesif. darimana ia menekankan monoteisme dan keadilan sosial. untuk kemudian diterapkan pada realitas kekinian. tanpa ada paksaan dari luar dirinya. Hanya saja. Al-Qur’an adalah dokumen untuk manusia. Karenanya. di atas segalanya. Menurut Rahman.

Pertama. dan Rahman mengaku dirinya sebagai juru bicara gerakan ini. Di sela-sela pengaruh neorevivalisme inilah gerakan neomodernis muncul. dari dalam dunia Islam sendiri. karena sifatnya yang kontroversialis-apologetis terhadap barat. maka gerakan kedua ditempuh dari prinsip umum ke pandangan spesifik yang harus dirumuskan dan direalisasikan ke dalam kehidupan sekarang. Dengan metodologi ini Rahman menjanjikan bahwa metodologi yang ditawarkannya dapat menghindari pertumbuhan ijtihad yang liar dan sewenang-wenang.[21] Sebab. Gerakan kedua ini mengandaikan adanya kajian yang cermat atas situasi sekarang sehingga situasi sekarang bisa dinilai dan dirubah sesuai dengan priortitas-prioritas moral tersebut. Bila yang pertama merupakan tugas para ahli sejarah. baik individual maupun kelompok. Gerakan ganda ini. dalam konteks sekarang tidak bisa. sebagaimana yang terjadi sebelumnya. instrumentalis sosial muthlak diperlukan. neomodernisme harus mengembangkan sikap kritis baik terhadap barat maupun terhadap khazanah klasik warisan Islam. serta mengenai kehidupan menyeluruh Arab pada saat Islam datang.[20] Metodologi tafsir Fazlur Rahman merupakan gerakan ganda (bolak-balik). tidak mungkin bahwa sesuatu yang dulunya bisa dan sungguh-sungguh telah direalisasikan ke dalam tatanan spesifik di masa lampau. menurut Rahman juga harus ditopang dengan suatu kajian mengenai situasi makro dalam batasan-batasan agama. Namun karena sifatnya yang reaksioner. Bagi Rahman. Yang pertama dari dua gerakan ini terdiri dari dua langkah. Kedua. Momen gerakan kedua ini juga berfungsi sebagai alat koreksi terhadap momen pertama. bak kanker. yang dapat disarikan dari ayat-ayat spesifik dengan sinaran latar belakang historis dan rationes logis yang juga kerap dinyatakan oleh ayat sendiri. yakni neorevivalisme atau revivalisme pascamodernis. yakni terhadap hasil-hasil dari penafsiran. Yang harus diperhatikan selama langkah ini adalah ajaran Al-Qur’an sebagai keseluruhan. maka dalam pelaksanan gerakan kedua. gerakan ini tidak mampu melakukan interpretasi yang sistematis dan menyeluruh terhadap Islam. maka perintah Al-Qur’an akan menjadi hidup dan efektif kembali. Pertama. dengan mengkaji situasi atau problem historis dari mana jawaban dan respon Al-Qur’an muncul. adat-istiadat dan lembaga-lembaga. ingin membedakan dirinya dengan barat. yang memandang bahwa Islam itu mencakup segala aspek kehidupan manusia.sentris. Menurut Rahman. sehingga setiap arti yang ditarik. Langkah kedua dari gerakan pertama ini adalah menggeneralisasikan dari jawaban-jawaban spesifik. maka tentunya telah terjadi kegagalan baik dalam memahami Al-Qur’an maupun dalam memahami situasi sekarang. Ini sesuai dengan klaim Al-Qur’an sendiri bahwa ajarannya tidak mengandung kontradiksidalam dan koheren secara keseluruhan. Pandangan ini mirip dengan basis pemikiran modernisme klasik. Rahman mengungkapkan: Suatu pendekatan historis yang serius dan jujur harus digunakan untuk menemukan makna teks Al-Qur’an… Pertama-tama. ada dua kelemahan mendasar modrnisme klasik ini yang menyebabkan timbulnya reaksi dari neorevivalisme. (c) pemahaman dan penetapan sasaran Al-Qur’an dengan memperhatikan sepenuhnya latar sosiologis. Akibatnya. Mengawali dengan pemeriksaan terhadap bagian-bagian wahyu paling awal akan memberikan suatu persepsi yang cukup akurat mengenai dorongan dasar . Dalam konteks inilah ia mengatakan bahwa tugas yang paling mendasar dari kalangan neomodernisme ini adalah mengembangkan suatu metodologi yang tepat dan logis untuk mempelajari alQur’an guna mendapatkan petunjuk bagi masa depannya. masyarakat. Apabila hasil-hasil pemahaman gagal diaplikasikan sekarang. penafsiran mereka terhadap Al-Qur’an lebih bersifat ad hoc dan parsial. isu-isu yang mereka angkat berasal dari dan dalam dunia barat sehingga ada kesa kuat bahwa mereka terbaratkan atau agen westernisasi. (b) pembedaan antara ketetakpan legal dan tujuan Al-Quran. Berkaitan dengan butir pertama. Al-Qur’an harus dipelajari dalam tatanan historisnya. Reaksi terhadap modernisme klasik ini adalah gerakan ketiga. Langkah ini juga bisa dan selayaknya dibantu oleh pelacakan terhadap pandangan-pandangan kaum muslim awal. memahami arti atau makna suatu pernyataan Al-Qur’an. Bila gerakan yang pertama mulai dari hal-hal yang spesifik lalu ditarik menjadi prinsip-prinsip umum dan nilainilai moral jangka panjang. pernyataan-pernyataan yang memiliki tujuan-tujuan moral-sosial umum. apologetis dan tidak otentik. gerakan ini cenderung menutup diri. setiap hukum yang disimpulkan dan setiap tujuan yang dirumuskan koheren satu sama lain. tentu saja. Apabila kedua momen gerakan ini ditempuh secara mulus. meskipun kerja rekayasa etis yang sebenarnya dalah kerja ahli etika. atau bahkan dari tuduhan sebagai gerakan antek-antek barat yang ingin merusak Islam. Menurut Rahman. Mengetahui makna spesifik dalam sinaran latar belakang spesifiknya. digambarkan oleh Taufik Andnan Amal dengan tiga langkah metodologis utama: (a) pendekatan historis untuk menemukan makna teks al-Quran dalam bentangan karir dan perjuangan nabi. sampai sekarang sedikit sekali usaha yang dilakukan untuk memahami Al-Qur’an secara keseluruhan.

dengan tetap memberi perhatian sepenuhnya terhadap latar sosiologis—yakni lingkungan dimana nabi bekerja dan bergerak. di mana masyarakat muslim akan semakin tertinggal di belakang masyarakat kontemporer lain yang telah menjadi penguasa di bidang ekonomi. dan ilmu pengetahuan. Maka mereka meyakini diam adalah pilihan terbaik dalam menyikapi dilematika kehidupan. sebagaimana dibedakan dari pranata-pranata yang dibangun belakangan. telah mengantar Fazlur Rahman pada jajaran pemikir-pemikir Islam kontemporer ternama abad ke-20. dan Muawiyah. dan kemampuan unik menyatukan berbagai persoalan kompleks dalam gaya cerita yang koheren. Walaupun selanjutnya muncul reaksi dari golongan Qadariyah dan Mu'tazilah yang berpaham free will (kebebasan berkehendak) yaitu bahwa Tuhan tidak punya otoritas apa-apa dalam menentukan nasib seorang manusia. Islam Sunni tidak tahan terhadap sesuatu yang mungkin menganggu salah satu hati dan pikirannya. Fazlur Rahman dan lain-lain yang sealiran menganggap. mengarahkan perhatian pada fenomena modernisasi dan perubahan dunia yang dipahami dalam dunia Islam sebagai janus-faced (berwajah ganda. tetapi hal ini dapat direduksi seminimum mungkin dengan menggunakan Al-Qur’an itu sendiri. Mengenai pembedaan antara ketetapan legal dan tujuan moral Al-Qur’an. Walaupun nuansa sejarah terlihat sedikit kental. Utsman. Fazlur Rahman-lahir tahun 1919 di Pakistan dan meninggal tahun 1988 di Chicago-sebagaimana para pemikir muslim abad ke-20 lainnya. tetapi tidak menghalanginya untuk mengangkat sebuah pemikiran kritis tentang gelombang perubahan tersebut. Rahman menulis: Sasaran Al-Qur’an harus dipahami dan ditetapkan. Mengenai butir ketiga. sebagai kafir. namun kenyataannya Irja' semakin berkembang dan menjadi "ruh" kelahiran Sunni dan Syi'ah. Rahman menulis: Kemudian seseorang telah siap untuk membedakan antara ketetapan legal dan sasaran Al-Qur’an. Menurut pemahaman mereka. Bahkan benar-benar tanpa kesadaran terhadap hal tersebut dan berpegang (taqlid. tetapi juga ajaran-ajaran predeterminisme yang mempengaruhi sikap konkret (hal 138). serta tidak mengakomodasi radikalisme. ketundukan total) ke masa lalu. politik. dimana hukum diharapkan mengabdi kepadanya. Ini terangkum dalam julukan ahl as-sunnah wa-aljamaah (penganut tradisi asli (Sunnah) dan solidaritas ummat (jamaah). dan mengeluh pada realitas ulama masa kini (pasca-Al Gazali) yang cenderung membuang nilai-nilai kritis dan pembaharuan dari peninggalan tersebut. Semua pikiran. Fazlur mengagumi tradisi intelektual sophiscated yang diwariskan ulama masa lalu.gerakan Islam. tetapi di sisi lain berpengaruh besar pada nilai-nilai etis kebudayaan transenden. dan kemungkinan pembaharuan politis struktur sosial. menurut ajaran ini. Sudah terlalu sering diabaikan baik oleh kalangan non-muslim maupun muslim sendiri bahwa Al-Quran biasanya memberikan alasan-alasan bagi pernyataan-pernyataan legal spesifiknya. Berdasarkan pokok pikiran tersebut (kata pengantar oleh Ibrahim Moosa) melalui buku ini Fazlur mencoba menggali kembali wacana telaah historis gelombang perubahan yang dihasilkan para pemikir Islam masa lalu. Irja' merupakan penyebab utama kelesuan moral dan spiritual masyarakat Islam. . Dalam pandangan Fazlur Rahman. Persoalan apakah itu mundur dari Al Quran. seseorang harus mengikuti bentangan Al-Qur’an sepanjang karir dan perjuangan nabi…Metode ini akan menunjukkan secara jelas makna keseluruhan Al-Quran dalam suatu cara yang sistematis dan koheren. Di satu sisi ilmu pengetahuan dan teknologi membawa manfaat. Yang terakhir ini merupakan alasan kaum tradisional-konservatif muslim untuk menolak perubahan yang dihasilkan modernisasi budaya dan intelektual. yang nyata artifisial. tak jadi masalah. ingatan luar biasa. Dua penganut Irja' di atas tidak mampu mengetahui jiwa yang resah yang menuntut ruang untuk kreativitas. Di sekali lagi seseorang berhadapan dengan bahaya subyektivitas. tertuju kepada kesuksesan menjaga komunitas. Irja' lahir dari reaksi terhadap gerakan Khawarij yang men-"cap" Ali. yang bukan hanya mempengaruhi karakter teologi. khususnya moral dan spritual. Metodologi tafsir Rahman ini bisa dilihat dalam bagan sebagai KEBERANIAN mengungkapkan prinsip kebenaran yang dilandasi ketajaman berpikir. seperti wajah Dewa Janus). Dan demikianlah. segala keputusan ada dalam kekuasaan Tuhan. penolakan itu sebagai langkah "membabi-buta" yang hanya akan merugikan. Secara khusus Fazlur mengupas paham Irja' (paham penundaan segala keputusan dan dikembalikan kepada otoritas Tuhan) sebagai cikal-bakal kelahiran dua aliran Islam terbesar saat ini (Sunni dan Syi'ah).

kecuali di dalamnya terdapat teologi rasional. karena secara potensial selalu terdapat kemungkinan bagi pandangan minoritas untuk menjadi mayoritas melalui proses perdebatan. ijma’ – yang merupakan konsensus mayoritas masyarakat – lebih bersifat dinamis. Imam Syi'ah tidak ada yang memiliki . sepanjang hukum tersebut mencerminkan kehendak masyarakat. ide. *** TIDAK ketinggalan buku ini juga membahas perjalanan tasawuf yang-sebagaimana Asy'ariyah . Karya terakhir Fazlur Rahman ini merupakan cerminan kepribadiannya yang merepresentasikan rasionalitas ArabIslam dan pencerahan pemikiran Barat. ada kemungkinan untuk mengubah konsensus tersebut. Selama berabad-abad Syi'ah memberikan penghargaan yang sedikit kepada Alquran. * Pada periode modern. yang tertinggal hanya kekeringan hukum dan teologi kalam (hal 135). Rahman bahkan mengelaborasi konsepnya tentang lembaga syura-ijma’ ini ke dalam suatu majelis internasional yang beranggotakan majelis legislatif negeri-negeri Muslim. Selain itu. opini itu membentuk ijma’ baru dan menggantikan ijma’ lama. Tetapi. yang disebut Rahman sebagai lembaga syura-ijma’. keberadaannya tidak lebih baik dari masyarakat Sunni. Iqbal tentu saja tidak memberikan kualifikasi apapun untuk pelaksanaan ijtihad.Sedangkan masyarakat Syi'ah. dan perenungan. yang bisa saja beranggotakan Muslim awam atau bahkan nonmuslim. meskipun menghasilkan banyak komentar dan penafsiran yang luar biasa penuh kiasan. Dalam masalah-masalah pelik. misalnya. berorientasi ke depan. bahkan lebih berbahaya daripada Irja' (hal. dan kemajuan. ijtihad yang dihasilkan individu atau kelompok kerja akan mengkristal ke dalam ijma’ setelah melalui interaksi ide yang ketat. Tetapi. untuk menghindari kemungkinan terjadinya salah tafsir terhadap sumber-sumber Islam. kecuali memiliki wawasan yang tajam dalam masalah hukum. (hal 147). Aktivitas untuk menggalang konsensus masyarakat ini. ia tetap bersifat islami dan demokratis karena merepresentasikan ijma’ masyarakat. sebab harus diakui-terlepas dari pro-kontra terhadapnya Fazlur Rahman telah melengkapi khasanah intelektual Islam dengan satu sikap pasti terhadap pembaharuan ke arah yang lebih baik. tapi ketika imam dihilangkan. Namun demikian. tetapi pengaruh keseluruhan mereka pada kehidupan moral masyarakat sangat terasa. Dengan mentransfer ijtihad kepada lembaga legislatif. menurut Rahman.mengecilkan akal vis a vis wahyu. 150). Ibnu Taimiyah memberikan penilaian pahit dengan menyatakan bahwa ketika seorang sufi melepas pikirannya untuk mencurahkan dirinya secara utuh kepada Tuhan. sarjana pemikir neo-modernis asal pakistan. terbuka sepenuhnya untuk meyakinkan masyarakat akan kebenaran gagasannya. mengungkapkan gagasannya tentang ijma’ sebagai transfer kekuasaan ijtihad dari individu yang mewakili mazhab-mazhab yang terorganisasi ke dalam bentuk “institusi legislatif permanen” atau majelis perwakilan rakyat. Uraiannya memang menguatkan bahwa ia memang guru besar wacana Islam dengan tekanan pada pemikiran. Undang-undang atau hukun yang ditetapkan majelis bisa saja benar atau keliru. majelis dapat meminta advis kepada para ahli. maka setan datang mendiami kekosongan pikirannya dan bebas melalukan tugasnya di sana (hal. ijma’ masyarakat akan ditempa atau dirumuskan ke dalam bentuk hukum dan perundangundangan oleh lembaga legislatif. Muhammad Iqbal. Syi'ah telah menempatkan Al Quran ke dalam pelupaan sistematis dan bergantung kepada imam. 150). Baginya.pengaruh terhadap ahli-ahli hukum dan teologi Syi'ah. Walaupun para sufi tidak bisa disebut murji'ah dalam arti teknis. Apabila masyarakat telah menerima gagasan minoritas secara mayoritas. Akhirnya. Buku itu dalam dua bab terakhir mengulas gejolak pembaharuan akhir abad petengahan yang dimotori Ibnu Taimiyah serta pemikiran pembaharuan India oleh Syekh Ahmad Sirhindi dan Syekh Wali Allah. Melanjutkan alur pemikiran Iqbal. pembaharuan. Pada level negara. pemikir-pemikir Muslim mengembangkan konsep ijma’ dengan berbagai kemungkinan baru yang selaras dengan kondisi modern. Ia tidak begitu saja menerima istilah-istilah komoderenan. Ketika para sufi mengecilkan akal. majelis ini dipilih oleh rakyat tanpa kualifikasi teknis apapun. Dalam pandangan Rahman. penghargaan tinggi patut ditujukan kepada pemikir satu ini. Dengan demikian.bahkan tidak bisa memiliki . mereka mengangkat intuisi (rasa) sebagai pengetahuan yang dinyatakan bebas dari kesalahan karena tidak tertutup (kasyf). Fazlur Rahman mengungkapkan kemungkinan baru ijma’ dalam masyarakat kontemporer. dirujuk al-Quran dengan terma syura. dan tidak monolitik. Iqbal menyetujui masuknya ulama ke dalam majelis untuk membantu dan memimpin perbincangan-perbincangan bebas tentang masalah yang bertalian dengan Islam. khususnya Syi'ah 12. Tugasnya adalah memberi advis yang selanjutnya . Golongan minoritas yang merasa ijtihad-nya lebih mendekati kebenaran.

konsensus atau ijma’ masyarakat inilah yang kemudian diundangkan oleh lembaga perwakilan rakyat di tingkat lokal atau nasional. Mekanisme ijma’ yang telah diuraikan juga memberikan kemungkinan deliberasi dan perdebatan publik. sebagai himpunan orang terpilih. serta melakukan perbuatan baik akan selamat. Hasan al-Banna. berdasarkan sejumlah ayat al-Quran (2:62 dan 5:69). tetapi didasarkan terutama pada prinsip ijma’. termasuk bukan muslim. Menurut al-Banna. dan kesatuan keagamaan khusus umat Islam (al-wahdah al-diniyyah alkhassah). deliberasi. Sebagaimana disinggung di atas. Louay M. tanpa diskriminasi antara sesama warga. advokasi. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membentuk konsensus masyarakat atau untuk menakar kesepakatan masyarakat mengenai suatu hal adalah melalui referendum. Aktivitas semacam inilah yang dimaknai Rahman dengan istilah syura. sehingga berbagai sudut pandang yang berkembang dan dikembangkan secara individual ataupun kolektif mendapat kesempatan untuk didengar sebelum masyarakat akhirnya secara konsensus atau mayoritas memilih yang dianggap laik. karena – seperti ditegaskan para yuris klasik – legitimasi institusi negara tidak terambil dari sumber-sumber tekstual. yang – menurut tafsiran Rahman – mengungkapkan siapa pun yang percaya kepada monoteisme dan hari akhirat. maka hal ini berarti minoritas nonmuslim tidak dapat hidup di lingkungan umat Islam dan persatuan di antara berbagai unsur masyarakat tidak mungkin tercapai. penting dilakukan majelis. negara muslim tersebut terikat kesepakatan atau ber-ijma’ untuk melaksanakannya. Implementasi prinsip-prinsip ini. Dengan merativikasi konvensi semacam itu. Pandangan-pandangan kesarjanaan Muslim yang dikemukakan di atas dengan jelas menyepakati kesetaraan warga negara – baik Muslim atau nonmuslim – serta persamaan hak dan kewajibannya. dalam proses pengambilan keputusan.akan dirumuskan ke dalam undang undang oleh majelis nasional negeri-negeri Muslim berdasarkan sinaran perbedaan regional dan situasi social masing-masing negeri Survei singkat di atas memperlihatkan bahwa ijma’ bisa memberikan pijakan yang efektif untuk menerima kekuasaan mayoritas (majority rule). Senada dengan itu. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. Majelis semacam ini –yang dibentuk misalnya lewat pemilihan umum– tentunya merupakan representasi masyarakat yang menerjemahkan kepentingan masyarakat ke dalam kebijakan-kebijakan yang koheren dan konsisten (preference representation). jika suatu masalah dinilai laik untuk dirumuskan ke dalam kebijakan. Sejalan dengan ini. berdasarkan prinsip mayoritas. Tetapi. majelis ini juga bisa mempengaruhi preferensi publik (preference formation). kesatuan keagamaan umum (al-wahdah al-diniyyah al-’ammah). Agama Islam. . mensinyalir ada orang menganggap bahwa dengan menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan. seluruh warga negara harus dipandang setara satu sama lain. Fazlur Rahman menekankan sikap anti-eksklusivisme Islam sehubungan dengan komunitaskomunitas keagamaan lainnya. Karena itu. ia mengikat seluruh anggotanya tanpa kecuali. ijma’ bisa memberi kemungkinan legitimasi demokrasi bagi kaum Muslimin dan menawarkan format institusi dan prosedur untuk menjalankannya. Ketika putusan mayoritas tercapai. Dengan kata lain. menurutnya. Ijma’. Penggagas. menurut al-Banna. termasuk dalam proses pencapaian konsensus. konvensi-konvensi yang telah dirativikasi suatu negara muslim juga merupakan bentuk lain dari perluasan konsep ijma’. tidak akan menimbulkan perpecahan. pengajuan rancangan undang-undang. pengikut atau yang menyetujui pandangan minoritas juga harus menerima keputusan mayoritas dan berupaya mengimplementasikannya sebagai suatu konsensus. Mekanisme ijma’ semacam ini menggagaskan keterlibatan seluruh anggota masyarakat. Untuk pembentukan preferensi ini. ketika suatu ijma’ mengkristal atau berhasil dicapai dalam komunitas tersebut. jelas bisa mengambil bentuk referendum. malahan menjadikan persatuan berdimensi sakral dan religius. dalam risalah Nahwa an-Nur (1936). berdasarkan alur logika yang telah dikemukakan. Dalam negara modern. baik Muslim atau bukan Muslim. anggapan semacam itu berseberangan dengan prinsip persamaan dan pengakuan Islam terhadap minoritas nonmuslim. serta cara-cara lainnya yang melibatkan masyarakat. Safi juga mengemukakan bahwa legitimasi negara tergantung pada sampai sejauh mana organisasi dan kekuasaan negara merefleksikan kehendak masyarakat. mengkuduskan kesatuan kemanusiaan umum (al-wahdah al-insaniyyah al-’ammah). seluruh anggota masyarakat – baik Muslim ataupun non Muslim – harus berupaya mengejawantahkannya ke dalam praktik. Partisipasi masyarakat yang luas dalam penentuan suatu kebijakan sangat bisa diharapkan dalam implementasi ijma’-referendum ini Pada level regional atau internasional.

yaitu sumber data primer. Menurut Ma’arif seseorang baru mampu membaca membaca posisi pemikiran Rahman secara tepat dan jujur dalam mata rantai revolusi intelektual dunia Islam setelah seseorang memahami al-Qur’an sebagai sebuah ajaran yang utuh disamping asSunnah. dan dunia modern. Ebrahim Moosa menjadi editor dan pemberi kata pengantar pada karya Rahman yang berjudul ”Revival and Refrom in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism” inti dari kata pengantar ini adalah bahwa Rahman sangat antusias untuk mendaptkan kembali al-Qur’an. Dalam tulisan tersebut Ma’arif bermaksud menganalisis wawancara antara Fazlur Rahman dan profesor Hamid Algar dari Universitas California. Selain itu juga dapat dipandang sebagai sari pati penyimpulan yang dibuatnya berdasarkan pengetahuannya yang mendalam dan luas tentang pemikiran Islam. Nurcholish Madjid menulis dengan judul ”Fazlur Rahman dan Rekonstruksi Etika al-Qur’an”. al-Qur’an dan Pemikiran Islam”. Seluruh karya Rahman menurut Nurcholish dialirkan untuk bermuara kepada penyingkapan kandungan kitab suci. Malaysia. Fazlur Rahman. Ia berhasil bersikap kritis baik terhadap warisan Islam sendiri maupun terhadap tradisi barat. tentang berbagai persoalan Islam kontemporer. Metode Penulisan Buku Pada buku ini terdapat dua sumber data. terutama periode awal. Tinjauan Pustaka Ahmad Syafi’i Maarif menulis dengan judul ”Mengenal Fazlur Rahman dan Pemikirannya tentang Islam” di dalam tulisannya. Ia berhasil mengembangkan suatu metode yang dapat memberi solusi alternatif atas problem-problem umat Islam kontemporer. Di antara masalah teoretis konseptual yang paling memerlukan pemikiran lebih mendalam adalah persoalan epistemologi. Ia menilai bahwa Rahman sangat kritis terhadap pemikiran Islam yang tidak berakar dalam sejarah dan tidak relevan bagi perkrmbangan masyarakat. seorang pembaharu yang paling bertanggung jawab pada abad ke-20 yang berpengaruh besar dipakistan. Tulisan Maarif yang kedua adalah ”Fazlur Rahman. baik yang bersifat teoritis konseptual maupun praktis. serta di Chicago Amerika (di dunia barat) memiliki berbagai pemikiran yang terkait dengan persoalan tersebut. sejarah Islam. Yang paling penting untuk selalu dipegangi adalah bahwa alQur’an mengajarkan doktrin kesatuan kehidupan dan kesatuan ilmu pengetahuan.PENDIDIKAN PERSPEKTIF FAZLU RAHMAN BAB I PENDAHULUAN Bukan rahasia lagi bahwa pendidikan Islam masih menghadapi berbagai persoalan. dan sumber data sekundernya adalah karya- . Rahman dalam memahami Islam dan al-Qur’an selalu mengaitkan dengan bingkai peradaban masa depan. Indonesia dan Negara-negara lain (di dunia Islam). Oleh karena itu buku tersebut harus dipandang sebagai kelanjutan dari proyek pengembangan hermeneutika al-Qur’an oleh Rahman. yaitu karya-karya atau tulisan-tulisan yang ditulis sendiri oleh Fzlur Rahman yang relevan dengan tulisan ini. Moosa memandang bahwa pemikir-pemikir modern seperti Fazlur Rahman sangat penting karena mengartikan wahyu dalam term sejarah. Maarif mengategorikan Rahman sebagai salah seorang yang bertanggung jawab dalam masalah pembaharuan pemikiran Islam secara total dan tuntas. Tulisan Ma’arif yang ketiga berjudul ”Fazlur Rahman” yang dimuat dalam bukunya Islam Kekuatan Doktrindan Kegamangan Umat. Sampai di sini dapat diketahui bahwa menurut Ma’arif.

Pendidikan dalam keluarganya benar-benar efektif dalam membentuk watak dan kepribadiannya untuk dapat menghadapi kehidupan nyata. Pertama-tama ia dididik dalam sebuah keluarga muslim yang taat beragama. Sistematika penulisan buku Keseluruhan buku ini terdiri atas lima bab dan setiap bab terbagi atas beberapa subbab. Tema ini dipilih karena tema tersebut telah lama melekat pada diri Fazlur Rahman. metodologi. dan pendidikan Fazlur Rahman. pada bab empat dengan judul neomodernisme dalam pendidikan Islam. . tetapi juga berupa konsep atau teori-teori pendidikan Islam yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Rahman melanjutka studinya ke Lahore dan memasuki sekolah modern. kasih sayang. Pendidikan Fazlur Rahman Rahman lahir pada tanggal 21 september 1919 didaerah Hazara. Pembahasan ini didasarkan pada temuan struktur dasar dari tiga sistem epistemologi Islam yang terdapat pada bab 1. Dokumen-dokumen tersebut kemudian dibaca dan setelah itu diklasifikasikan. Menurut Rahman. yang tidak hanya berupa rumusan epistemologi dan metodologi pemikiran Fazlur Rahman. Bab kedua membahas biografi Fazlur Rahman yang merupakan titik sentral dari pembahasan buku ini. dan pendidikan Islam. terutama tentang kejujuran. (anak benua india) yang sekarang terletak disebelah barat laut Pakistan. Penulisan buku ini diakhiri pada bab lima yang berisi kesimpulan dan saran-saran. ada beberapa factor yang telah membentuk karakter dan kedalaman dalam beragama. Selanjutnya data yang sudah tersistematisasi dianalisis dengan analisis bahasa. konsep dan metode yang terkait dengan judul buku ini. Kerangka Teori Kerangka teori atau kerangka konseptual di sini berisi pengertian. Diantara factor-faktor tersebut yang penting adalah ketekunan ayahnya dalam mengajarkan agama padanya dirumah dengan disiplin tinggi sehingga dia mampu menghadapi berbagai macam peradaban dan tantangan dialam modern. dia menyelesaikan B. pada usia sepuluh tahun. pada tahun 1933. epistemologi.karya orang lain mengenai pemikiran Fazlur Rahman. Ayahnya. Kelima bab yang masingmasingnya terbagi menjadi beberapa subbab ini merupakan satu kasatuan yang bulat dan utuh. Subbab kesimpulan berisi berbagai temuan dalam penulisan buku ini. Pada tahun 1940. Maulana Sahab al-din adalah seorang alim terkenal lulusan Deoband. Hal penting lainnya bahwa ia dididik dalam sebuah keluarga dengan tradisi madzhab Hanafi. ia berhasil menyelesaikan masternya dalam bidang yang sama pada Universitas yang sama pula. rahman telah hafal al-Qur’an seluruhnya.-nya dalam bidang bahasa arab pada Universitas Punjab. Bab ketiga membahas epistemologi dan metodologi Fazlur Rahman. terutama dalam diskursus epistemologi.A. Ayahnya memperhatikan Rahman dalam hal mengaji dan menghafak al-Qur’an. hermeneutika. BAB II BIOGRAFI FAZLUR RAHMAN Penulisan biografi Rahman ini meliputi pendidikan. perkembangan pemikiran dan karya-karyanya. Sumber-sumber data yang sudah terkumpul baik sumber primer maupun sumber sekunder dijadikan sebagai dokumen. yang memberikan gambaran secara singkat mengenai keseluruhan buku ini dan memberikan ramburambu untuk masuk pada bab-bab seanjutnya. Rahman kecil beruntung memiliki seorang ayah yang betul-betul memperhatikan pendidikannya. Sehingga. Dalam pengumpulan data digunakan metode dokumentasi. Kemudian dua tahun berikutnya. Kemudian. serta kecintaan sepenuh hati darinya. dan sekaligus berfungsi sebagai alat analisis terhadap metodologi. dan koherensi internal. disamping pengajaran dari ibunya. Bab pertama dalah pendahuluan. deskripsi teori.

Pakistan. yaitu Islamic Studies dan Fikru-Nazhr (berbahasa Urdu). dan periode kematangan. Rahman terdorong untuk mendefinisikan Islam kembali . being the psychology part of kitab al-Shifa’ merupakan suntingan dari kitab al-Nafs yang merupakan bagian dari kitab al-Shifa’.-nya pada tahun 1949. setelah mengajar selama beberapa saat di Universitas Durham. McGill University Canada. periode perkembangan. Inggris. berisi kajian dari pemikiran Ibn Sina yang terdapat pada kitab al-Najat. University of Chicago. Inggris.(3) Prophecy in Islam: Philoshophy and Orthodoxy. Kemudian dua tahun berikutnya. lembaga ini berhasil menerbitkan dua jurnal ilmiah. Selain menjabat sebagai Direktur Lembaga Riset Islam. Selama kepemimpinannya. Periode kedua (Periode Perkembangan) Periode kedua disebut periode perkembangan karena pada periode ini Rahman mengalami proses menjadi. 1. pada tahun 1964 Rahman ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasehat Ideology Islam pemerintah Pakistan. Turki. dan selanjutnya di Institute of Islamic Studies. Los Angeles. Amerika. Rahman berhasil menulis tiga karya intelektualnya. i. Ia menetap di Chicago kurang lebih selama 18 tahun. pemikiran dan karya-karya Rahman pada periode ini didominasi oleh pendekatan historis. (2) Avecinna’s De Anima. Kemudian. ia diterima sebagai tenaga pengajar di Universitas California. Ketika itu. Setelah melepas kedua jabatannya di Pakistan. dan Urdu. Setelah selesai kuliah di Oxford ia tidak langsung pulang kenegerinya. dengan disertasi tentang Ibn Sina. Pada awal tahun 1960-an. Rahman menyelesaikan program Ph. 1. merupakan karya orisinil Rahman yang paling penting dalam periode ini. 1. Yunani. Jerman. tetapi Rahman mengajar selama beberapa tahun di Durham University. ia ditunjuk sebagai Direktur Lembaga Riset Islam setelah sebelumnya ia menjabat sebagai staf di lembaga tersebut selama beberapa saat. Perkembangan pemikiran dan Karya-Karya Fazlur Rahman Perkembanga pemikiran dan karya-karya Rahman dapat diklasifikasikan kedalan tiga periode. Karya ini dilandasi oleh rasa keprihatinannya atas kenyataan bahwa sarjana-sarjana muslim modern kurang menaruh minat dan perhatian terhadap doktrin-doktrin kenabian. ia mulai menjabat sebagai Guru Besar kajian Islam dalam berbagai aspeknya di Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Periode ini dimulai sejak Fazlur Rahman belajar sampai dengan menjelang kepulangan kenegerinya. yaitu: (1) Avecinna’s Psychology. Arab. Pakistan. 1. 1. Pada periode ini Rahman disibukkan oleh kedudukannya sebagai direktur lembaga riset Islam dan sebagai anggota dewan penasehat ideology Islam pemerintah Pakistan. Rahman pulang kenegerinya.Empat tahun kemudian Rahman berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studinya di Universitas Oxford. sampai akhirnya tuhan memanggilnya pulang pada tanggal 26 Juli 1988. Secara epistemologis. Rahman hijrah kebarat. Ketika kuliah di Universitas Oxford Rahman mempunyai kesempatan mempelajari bahasa-bahasa barat seperti bahasa Ltin. 1.D. Periode ini dimulai sejak kepulangan Rahman dari Inggris ke Pakistan sampai dengan menjelang keberangkatannya ke Amerika. yaitu proses berkembang dari pertumbuhan menuju ke kematangan. Penguasaan bahasa yang bagus sangat membantunya dalam memperdalam dan memperluas keilmuannya. pada tahun 1969. Periode pertama (Periode Pembentukan) Periode pertama disebut periode pembentukan karena pada periode ini Rahman mulai meletakkan dasar-dasar pemikirannya dan mulai berkarya. Inggris. i. Dengan dua kedudukan tersebut. Pada periode ini. yaitu periode pembentukan (formasi).

1. Oleh pihak penerbit. dalam buku ini. Ia banyak menulis artikel dalam berbagai jurnal internasional dan ensiklopedia. Karachi. kenabian dan wahyu. pertama. Penulisan buku inidmulai pada tahun 1977 dan selesai pada tahun 1978. i. judul buku tersebut diubah menjadi Islam and Modernity. karena ia memeng berbicara tentang pendidikan islam dalam perspektif sejarah dengan al-Qur’an sebagai kriterium penilai. yatu: Tuhan. Buku kedua yang dihasilkan oleh Rahman dalam periode ini adalah berjudul Islam. alam semesta. Dalam periode ini ia berhasil menyelesaikan beberapa buku. buku ini disusun dengan tujuan untuk memperlihatkan (a) evolusi historis perkembangan empat prinsip dasar pemikiran islam yang memberi kerangka bagi seluruh pemikiran islam yaitu al-Qur’an. yang pada mulanya merupakan bagian dari sebuah proyek lain yang lebih besar yang bernama “Islam and Social Change”. manusia sebagai anggota masyarakat. ia terlibat secara intens dalam upaya-upaya untuk merumuskan kembali islam dalam rangka menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat muslim kontemporer. Buku kedua adalah Major Themes of the Qur’an. setan dan kejahatan. 1. Maka. penafsiran hanya digunakan untuk “merangkaikan ideide”. Isi buku ini merupakan hasil dari sebuah proyek riset yang dilaksanakan di Universitas Chicago dan di biayai oleh ford Foundation dalam “Islamic Education”. Sunnah. Kalau dalam buku islam ia menyanggah bahwa tradisi filsafat islam telah mati setelah diserang bertubi-tubi oleh al-Ghazali pada abad ke 12. rangkaian artikel ini. Buku ini merupakan upaya Rahman dalam menyajikan sejarah perkembangan islam secara umum. Buku ini berisi delapan tema pokok al-Qur’an. 1. Buku ini merupakan kajian histories Rahman terhadap pemikiran Shdr al-Din al-Syrazi (Mulla Shadra). Tujuan penulisan buku ini adalah untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak akan sebuah pengantar tentang tema-tema pokok al-Qur’an. Dalam buku ini. belakang diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul Islamic Methodology in History. Ijtihad dan ijma’. Rahman tidak memprlihatkan minatnya untuk memahami kajian-kajian islam normatif. eskatologi. Bila perkataan “pendidikan” tetap bertengger pada judulnya. Keterlibatan Rahman dalam arus pemikiran islam ditandai dengan dipublikasikannya serangkaian artikel-artikelnya dalam jurnal Islamic Studies mulai bulan maret 1962 hingga Juni 1963. setelah itu masih banyak dilakukan perbaikan-perbaikan. disampinh sedikit memberikan harapan dan saran-saran. buku ini diberi judul Islamic Education and Modernity oleh penulisnya. Central Istitute of Islamic Research. Pengubahan ini menerut A. dan (b) peran actual prinsip-prinsip tersebut terhadap perkembangan islam itu sendiri. serta lahirnya masyarakat muslim. pada periode kedua ini.bagi Pakistan. Disamping itu. tesis tersebut kembali diungkapkan untuk membantah pandangan para sarjana barat modern yang keliru tentangnya. Syafi’i Ma’arif mungkin didasarkan pada pertimbangan pemasaran. Rahman lebih dominan mengemukakan kritik historis. dengan tambahan bab “Ijtihad pada abad-abad kemudian”. Buku ketiga yang ditulis Rahman pada periode ini adalah Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. yaitu kira-kira selama empat belas abad keberadaan islam. Periode ini ditandai oleh sesuatu perubahan yang radikal. Penelitian itu melibatkan selusin sarjana-sarjana berusia muda yang diketahui Rahman dan Leonard Binder. manusia sebagai individu. 1965. bagi Pakistan khususnya. Periode ketiga (Periode Kematangan) Karya-karya intelektual Rahman sejak kepindahannya ke Chicago (19670) mencakup hamper seluruh kajian islam normatif maupun historis. Dalam periode pertama. Philosophy of Mulla Sadra Shirazi. Sementara itu. . karya-karya yang ditelurkannya lebih menampakkan dirinya sebagai orientalis muslim yang cukup berkualitas. pemikiran dan karya-karya Rahman pada periode ini mulai beranjak dari pendekata historis menuju kependekatan normatif. Metode yang digunakan Rahman dalam buku ini mensintesiskan berbagai tema secara logis ketimbang kronologis dan membiarkan alQur’an berbicara mengenai dirinya sendiri. Pada mulanya. Secara epistemologis. the University of Chicago Press.

secara historis tidak dapat diragukan bahwa perkatan tersebut lahir dari kalangan tradisionalis dengan makna sebagaimana telah disebutkan tadi. Dalam buku yang berjudul Islamic Methodologi in History. 1. lebih diterima tradisionalis dari pada rasional. Menurut Rahman al-Qur’an berkali-kali menggunakan istilah ”ilm”. BAB III EPISTEMOLOGI DAN METODOLOGI FAZLUR RAHMAN Dari penulisan terhadap karya-karya rahman dapat diketahui keterlibatannya dalam epistemologi dan metodologi.” 1. Dengan menghilangkan perkataan pendidikan. Karakteristik Pengetahuan .menurut bahasa kata pengetahuan bisa bermakna sama dengan ilmu.mungkin akan menimbulkan kesan bahwa karya ini terlalu terbatas lingkup bahasannya. fazlur Rahman menjelaskan konsep pengetahuan kaum muslimin (the muslim’s concept of knowledge). yaitu pengetahuan mengenai agama dan pengetahuan mengenai tubuh manusia (selanjutnya terkenal dengan ilmu kedokteran). karya ini akan lebih mengesankan sebagai karya yang berlingkup luas sekalipun ia bertolak dari masalah pendidikan islam. Selanjutnya. Dengan membaca artikelnya yang berjudul ”The Qur’anic Solution Of Pakistan’s Educational Problems” disana dijelaskan berbagai hal yang terkait dengan epistemologi seperti sumber. Misalnya terdapat ungkapan yang terkenal. 1.ilmu(pengetahuan) dimaknai seperti itu. melainkan sebagai pengetahuan tersendiri . yaitu melulu soal pendidikan dalam artian yang sempit. atau menuntut ilmu.. Selanjutnya penggunaan istilah ”pengetahuan”semakin meluas. Pengertian Pengetahuan Kata ”pengetahuan ” (dalam bahasa inggris knowledge) adalah kata benda yang berasal dari kata kerja ”tahu” (to know) yang semakna dengan ”mengetahui”. istilah tersebut tidak banyak lagi digunakan sebagai proses untuk memahami masalah-masalah hukum. karakter dan kebenaran pengetahuan menurut al-Qur’an Epistemologi Fazlur Rahman 1. setelah sistem hukum muncul. Buku terakhir yang dihasilkan Rahman adalah Health and Medicine in Islamic Tradition. Proses memahami dan memikirkan materi-materi tradisional itu disebut fiqh. seperti”ada dua macam pengetahuan. kata ”ilmu” berasal dari bahasa arab”alima-ya’lamui’lam” yang juga berarti ”tahu” atau ”mengetahui”. istilah fiqh diterapkan padanya. Pada masa nabi muhammad saw. Sehubungan dengan itu.yang secara umum bermakna pengetahuan. pada awalnya. Sementara itu. terutama dalam sejarah islam. Kemudian setelah masa sahabat. perkataan tersebut dipergunakan secara umum. Selanjutnya. Rahman menjelaskan bahwa istilah ilmu itu. Kemudian dizaman sesudah islam (terutama pada zaman modern ini). Buku ini berusaha memotret kaitan organis antara islam sebagai sebuah system kepercayaan dan islam sebagai sebuah tradisi pengobatan manusia. Didalamnya Rahman menjelaskan konsep pengetahuan kaum muslimin dan perkembangannya. kata ilmu mulai digunakan dengan pengertian pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar. talabul ’ilmi berarti proses perjalanan yang lama dan sukar dari suatu tempat ketempat lain. arti kata ilm ini mengarah pada sabda nabi”talabul ’ilmi”. dari suatu negeri ke negeri lain duduk takzim menghadap seorang guru tradisional dan menerima tradisi dari sang guru. yaitu hasil-hasil dari proses berpikir tentang hukum. Akan tetapi. islam berkembang menjadi suatu tradisi.. Pada masa itu.

seperti pengetahuan fisik. Fazlur Rahman cenderung mengklasifikasikan pengetahuan manusia kepada tiga jenis. Yang dimaksudkan disini adalah penggolongan jenis pengetahuan menurut Fazlur Rahman. Mengenai karakter pengetahuan . Sombong mengakibatkan orang mati karena orang yang sombong merasa bahwa dirinya yang paling tahu. 1. Ilmu pengetahuan tidak mungkin dapat berkembang tanpa ilmu pengetahuan yang telah ada. dan pengetahuan tentang manusia. Dari orang yang paling tinggi ilmunya masih ada yang Maha lebih mengetahui. dan merupakan suatu proses kreatif yang tidak pernah mengenal akhir. Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang telah ada akan menemukan ilmu-ilmu pengetahuan baru. Dengan mendasarkan pada al-Qur’an. atau pembagian. yaitu pengetahuan tentang alam. pengembangan pengetahuan tidak pernah mengenal akhir. jenis yang krusial yaitu pengetahuan tentang sejarah (dan geografi). Umat islam harus selalu berdoa kepada Allah SWT. agar ditambahkan ilmu pengetahuan dan harus selalu disertai dengan upaya mempelajari dan mengembangkannya. baik induktif maupun deduktif. Fazlur Rahman menjelaskan dalam artikelnya yang berjudul ” The Qur’anic Solution Of Pakistan’s Educational Problems” bahwa semua pengetahuan (pertama) diperoleh melalui observasi dan Eksperimen. Kedua. Dan jika ilmu pengetahuan mati. Sehingga ia tidak mau lagi belajar dan mengembangkan ilmu yang telah dimilikinya. selalu berkembang dan dinamis. Setinggi-tinggi ilmu pengetahuan yang diketahui oleh seseorang. klasifikasi. Pengembangan pengetahuan tidak pernah berangkat dari ruang hampa (kosong). tidak ada lagi orang yang lebih tahu. Berakhirnya pengembangan pengetahuan sama dengan matinya ilmu pengetahuan. Yang dimaksud disini adalah sifat yang khas atau sifat dasar dari pengetahuan. Pengetahua tidak pernah berhenti dan stagnasi. Kata bendanya adalah ”karakter” yang berarti watak. tetapi selalu didasarkan pada pengetahuan yang sudah ada. Secara jelasnya. Diperintahkan untuk selalu memohon ditambah ilmu pengetahuan. Selanjutnya. Kedua. sehingga jelaslah bagi mereka . pengetahuan itu mempunyai sifat selalu berkembang. karakter sifat. Oleh karena itu. adalah orang yang paling tinggi ilmunya. menurut Rahman. Al-Qur’an mendorong manusia untuk mengadakan perjalanan dimika bumi dan menelaah apa yang telah terjadi pada peradaban masa lalu dan mengapa mereka bangkit kemudian jatuh. seseorang tidak boleh sombong. al-Qur’an tampaknya cenderung pada tiga jenis pengetahuan bagi manusia. pengetahuan tentang sejarah. huruf.Kata ”Karakteristik” berasal dari bahasa inggris ”characteristic(kata sifat)”yang berarti sifat yang khas. selalu didasarkan pada yang mendahuluinya. Yang menurut keyakinan orang islam. Stagnasi dan pengulangan merupakan tanda dari matinya pengetahuan. Akibatnya ilmu yang dimiliki akan mengalami stagnasi. Ketiga adalah pengetahuan tentang manusia sendiri. masih ada orang yang lebih mengetaui. Klasifikasi Pengetahuan Kata ”klasifikasi” berasal dari bahasa inggris classification yang berarti penggolongan (menurut jenis). Salah satu buktinya adalah bahwa pengembangan pengetahuan selalu didasarkan pada pengetahuan yang telah ada dan selalu terkait dengan temuan berikutnya. Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an menyebutkan. Pertama adalah pengetahuan tentang alam yang telah diciptakan untuk manusia. dapat dipahami bahwa Rahman sangat menekankan pada betapa pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan. Klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. peran. 1. Semua pengetahuan. yaitu Allah SWT. ”kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Oleh karena itu setinggi apapun ilmu yang dimiliki. Dengan dasar pemahaman bahwa pengetahuan itu selalu berkembang. dinamis dan berkelanjutan. Fazlur Rahman menempatkan indera dan akal pada posisi sentral dalam memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. akan berakibat mati atau mundurnya peradaban. masih diperintahkan untuk memohon agar ditambah ilmu pengetahuan. nabi muhammad saw. dikuasai. Pengetahuan yang dimaksudkan oleh Rahman itu bersifat empiris dan rasional. apalagi umatnya.

dan agama lain (tentunya) dapat menghasilkan berbagai arah yang positif. percaya diri. Semua pengetahuan didasarkan pada tiga sumber. Kata ”kebenaran” bisa bermakna keadaan yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. . Data-data yang diperoleh melalui penelitian ini terkait dengan kerja manusia dan motivasinya. Kedua adalah intelek perolehan. Kebenaran yang dimaksud disini adalah sesuatu yang sesuai dengan sesuatu yang sebenarnya. Fenomene-fenomena alam harus dipelajaridan penginvestigasian ini secara alami tidak pernah berhenti. Jika dikaji dengan jernih dan serius. moral juga jiwa harus digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan. dll. yaitu merujuk pada intelek penerimaan aktual Nabi secara umum.al-Qur’an itu adalah benar. sedangkan para filosof mencoba memahami realitas wahyu Illahi sebagai suatu kebenaran filosofis. dapat dikatakan bahwasejarah menghasilkan sosiologi” 1. perkenan. masyarakat. Oleh karena itu. hukum-hukum yang mengatur kerja alam dapat ditemukan dan diintegrasikan untuk menciptakan gambaran alam semesta secara total.”manusia (constitution of the human mind) harus diteliti dengan intensitas yang memadai. dapat dipecaya. dan kreatif”. Dalam diskursus epistemologi pemikiran islam. kelurusan hati. sesuatu yang sungguh-sungguh. pembuatan. Hal ini akan memperluas cakrawala umat manusia dan mengurangikefanatikan dan berpikiran sempit. betul. intelek aktif. dalam mencari kebenaran ia berangkat dari pembahasan mengenai hubungan antara wahyu. Al-Qur’an menekankan pada studi inner world. dan untuk membentuk standar moral umat manusia. truth (noun). Kata ”benar” bisa bermakna sesuai sebagaimana adanya. pembahasan kebenaran biasanya terkait dengan kebenaran wahyu dan kebenaran akal (rasio). Intelek perolehan adalah kekuatan memahami (intelektif) khusus yang merasuk kedalam alam pikiran Nabi sebagai hasil persenyawaannya dengan intelek aktif. Jadi maksudnya adalah pengetahuan yang sesuai dengan pengetahuan yang sebenarnya. Dalam persenyawaan ini intelek perolehan menerima pengetahuan transenden dari intelek aktif. Apresiasi secara benar pada budaya. Salah satu pilar dasar keimanan islam adalah percaya kepada wahyu Illahi. Dengan mendasarkan pada datadata ini. Ada tiga macam intelek dalam hubungannya dengan wahyu. yaitu pertama adalah physical universe. Ia (data penelitian) banyak membantu dalam membentuk standar moral individual dan masyarakat serta mengurangi kecenderungan tindak kriminal pada manusia. persetujuan. Tujuan utama dari pengetahuan ini adalah untuk menciptakan kepribadian manusia yang seimbang. subjek sejarah betul-betul mengarahkan padastudi komparatif atas masyarakat tertentu dengan masyarakat lain dan berfungsi sebagai instrumen penting untuk kritik dan penilaian atas diri sendiri. lurus (hati). Mengenai sumber yang ketiga Fazlur Rahman menjelaskan berikut ”al-Qur’an memberikan penekanan yang sama pada historical study of societies. kejahatan. Dan yang dimaksud sesuatu disini adalah pengetahuan. sehat. kejujuran. Manusia penerima wahyu dikenal sebagai nabi atau Rasul Allah. Sumber dan Proses Memperoleh Pengetahuan Sumber yang dimaksud disini adalah asal pengetahuan diperoleh atau dikembangkan. yakni intelek yang diperoleh nabi hanya jika jiwanya bersatu dengan intelek aktif. tidak berat sebelah. intelek dan akal.hal ini juga memungkinkan agar manusia tidak hanya menghakimi orang lain dengan sebutan berhasil atau gagal. atau pengolahan yang menghasilkan produk. seperti jiwa manusia (al-anfus). 1. Sumber yang kedua dijelaskan sebagai berikut. Kata ”proses”dapat berarti runtutan perubahan dalam perkembangan sesuatu. Orang awam cukup puas menerima kebenaran ajaran agamanya pada dataran iman. Kaum muslim percaya bahwa para Nabi dan Rasul adalah makhluk Allah yang terbaikdan termulia. yakni entitas kosmik yang bertindak sebagai perantara transenden antara Tuhan dan manusia. tidak salah. 1. Kebenaran Pengetahuan Kata ”kebenaran”adalah kata benda yang berasal dari kata sifat ”benar”. atau perkara dalam pengadilan. Kata ini merupakan terjemahan dari kata inggris true (adjective). Ketiga adalah intelek pasif. adil. rangkaian tindakan.menurut alfarabi. azin. Yang dimaksud disini adalah rangkaian tindakan yang dapat menghasilkan atau memperoleh pengetahuan. tetapi juga melihat kebaikan manusia sebagai kebaikan dan kejahatan manusia sebagai kejahatan. yaitu pertama. tidak bohong. Dan apakah tuhanmu tidak cukup bagimu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” 1.

kelihatan dengan jelas bahwa mereka harus memulai sekali lagi dari tingkat intelektual. Kedua adalah membedakan antara ketetapan legal dan sasaran serta tujuan al-Qur’an. kemudian sesekali Rahman melakukan komparasi diantara pendidikan di negara-negara tersebut. pendekatan historis untuk menemukan makna teks al-Qur’an dalam bentangan karier dan perjuangan nabi. koherensi. Metode kritik sejarah yang diterapkan oleh Rahman tidak menekankan pada kronologi berjalannya pendidikan didunia islam. Metode kritik sejarah.Dalam diskursus epistemologi yang berkembang sampai sekarang. 1. yang disebut dengan The Sistematic interpretation method. Metode Suatu Gerakan Ganda (a Double Movement) Metode ini bisa dilakukan dengan (1) membawa problem. yaitu: 1. Ignaz Goldziher. dan Indonesia. Henry Lamen.problem umat (sosial) untuk dicarikan solusinya pada alQur’an atau (2) memaknai al-Qur’an dalam konteksnya dan memproyeksikannya kepada situasi sekarang. pragmatis dan dogmatis atau skeptis. Resiko terbesar dalam pemahaman ini tentu akan menjadi proyeksi dari ide subyektif kedalam al-Qur’an dan menjadikannya sebagai objek penanganan secara arbitrer. Akan tetapi. yaitu: pertama. 1. Seluruh kandunga syari’ah harus diarahkan menjadi sasaran pengujian yang segar dalam sinaran bukti al-Qur’an. Metode Penafsiran Sistematis (The Sistematic interpretation method) Metode kritik sejarah yang telah lama diaplikasikan dalam menuliskan pikiran-pikirannya yang tajam dan kritis. Joseph Schact dll. walaupun ini mungkin sangat membahayakan tidaklah dapat dihindarkan. Iran. Fazlur Rahman menjelaskan metode ini terdiri atas tiga langkah utama. yaitu: pertama. sebagaimana yang dimaksudkan Fazlur Rahman. Metode Kritik Sejarah (The Critical Histori Method) William Montgomeri Watt menggunakan istilah The Critical Histori Method yang merupakan pendekatan kesejarahan yang pada prinsipnya bertujuan menemukan fakta-fakta objektifsecara utuh dan mencari nilai-nilai tertentu yang terkandung didalamnya. Lebih lanjut Fazlur Rahman menawarkan metode berfikir yang terdiri atas dua gerakan. jika orang-orang islam dengan keras dan gigih berbicara tentang kelangsungan hidup islam sebagai sistem doktrin dan praktek didunia dewasa ini sungguh-sungguh sejati (suatu pertanyaan yang jawabnya tidak mudah). Menurut Rahman. metode berpikir dari yang khusus kepada yang umum (induktif). Secara spesifik metode ini diterapkan dengan cara mendiskripsikan nilai-nilai sejarah pendidikan umat islam terutama yang terjadi di Turki. Sehubungan dengan metode berpikir pertama. telah banyak diterapkan dalam penelitian sejarah islam oleh para Orientalis seperti David S. Metodologi yang tepat untuk memahami dan menafsirkan al-Qur’an harus diterapkan. Mesir. metode berpikir dari yang umum kepada yang khusus (deduktif). Ketiga adalah memahami dan menetapkan sasaran alQur’an dengan memperhatikan secara penuh latar belakang sosiologisnya. Penelitian dari para orientalis tersebut menghasilkan berbagai tesis yang menghebohkan terutama bagi kalangan muslim tradisional. gerakan pertama melibatkan pemahaman . dan kedua. Pakistan. pembahasan mengenai kebenaran pengetahuan biasanya dikaitkan dengan teori kebenaran korespondensi. Hal inilah sebenarnya. menurut Rahman. yang menyebabkan metode kritik sejarah tidak dapat berkembang dengan baik dikalangan pemikir muslim sampai pertengahan abad ke-20 M. Mereka harus mendiskusikan dengan ikhlas dan tanpa menahan diri tentang apa yang mereka inginkan terhadap islam dewasa ini. kemudian dikembangkan menjadi metode yang lebih sistematis. Rahman banyak menerapkan metode kritik sejarah dalam melakukan penelitian terhadap pendidikan didunia islam. Suatu penafsiran secara sistematis dan berani terhadap al-Qur’an harus dilakukan. tetapi menekankan pada nilai-nilai yang terkandung dalam data-data sejarah pendidikan didunia islam. Margoliouth. Metodologi Fazlur Rahman Berikut adalah tiga metodologi yang dikembangkan oleh Rahman.

dapat dilakukan dengan menerima pendidikan sekuler modern. usahanya gagal karena tidak adanya doktor yang seperti itu. khalifah-khalifah tertentu. Selama dipimpin oleh fazlur Rahman (1962-1968) strategi yang dicoba diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah: mengangkat beberapa lulusan madrasah yang mempunyai pengetahuan bahasa inggris. dan memberikan mereka pengetahuan bahasa arab dan disiplin ilmu islam klasik yang penting seperti Hadia dan Hukum islam. maka situasi kontemporer juga harus dikaji untuk diambil darinya prinsip-prinsip tentang penerapan hukum terhadap situasi tersebut. kemudian berusaha memasukinya dengan konsep-konsep islam. Secara mendasar. Contoh penerapan metide Fazlur Rahman ini dapat dilihat dari berbagai pemikirannya seperti dalam masalah konsep Sunnah yang hidup. dan ketiga menumbuhkan etika al-Qur’an pada konteks masa kini. Sebagaimana dengan latar belakang ajaran alQur’an yang harus dikaji untuk memperoleh prinsip-prinsip umum al-Qur’an. perintah-perintah al-Qur’an muncul tidak dalam suatu kevakuman. tetapi selalu turun sebagai solusi terhadap masalah-masalah aktual. Selanjutnya yang dihadapi oleh institusi ini adalah masalah sumberdaya manusia. Kemudian pada masa abbasiyah.Rayid dan al-Makmun menekankan adu pendapat diantara para pelajar diistana mengenai persoalan logika. Rahman menerapkan tiga tahapan. Kedua sistem pendidikan ini sama-sama tidak beresnya. kedua. menurut Rahman. gramatika. membangkitkan idiologi umat islam tentang pentingnya belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan . Secara detail menurut Rahman. yang disebut ”sebab-sebab pewahyuan”. ada pendidikan modern (sekuler). riba dan bunga bank. kedua mensistematisasikan etika al-Qur’an. distribusi zakat. Kemudian untuk mengoprasikan metode ini. Pada satu sisi lain. dan aplikasi pemikiran Fazlur Rahman pada pendidikan islam di Indonesia. Disamping usaha-usaha itu. BAB IV APLIKASI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan islam menurut Fazlur Rahman. tetapi yang paling lazim adalah menghafal al-Qur’an dan al-Hadis. sepaerti Harun al. yaitu: pertama. pembaharuan pendidikan islam. memberikan mereka pelatihan teknik penelitian modern. Fazlur Rahman juga berusaha mengundang doktor-doktor dari barat untuk menjalin kerjasama dan mengawasi riset yang dilakukan oleh para mahasiswa.terhadap prinsip al-Qur’an dengan mana Sunnah merupakan bagian organisnya. perbudakan dalam islam dan dalam bidang pendidikan. pendidikan islam ketika masa Rasulullah menerapkan metode membaca dan menulis. pembaharuan pendidikan umat islam mendesak untuk segera dilakukan dengan cara: Pertama. dan sebagainya. kritis dan kreatif dalam pendidikan islam. hukum. harus diterapkan terhadap masyarakat muslim dalam konteks dewasa ini. Sektor sosial perintah-perintah alQur’an memiliki suatu latar belakang situasional. Karena itu. sebagaimana pewahyuan al-Qur’an sendiri yang memiliki latar belakang religio-sosial yang amat konkret dalam politeisme dan disekuilibrium sosio-ekonomi masyarakat Makkah pada awal islam. berusaha mengikis dualisme sistem pendidikan umat islam. merumuskan world-view (pandangan dunia) al-Qur’an. Kumpulan prinsip yang diperoleh dari al-Qur’an lewat cara yang dicandera diatas (yakni dalam gerakan pemikiran pertama). Latar belakang situasional ini. merekrut sarjana yunior lulusan unuversitas jurusan filsafat atau ilmu-ilmu sosial. Ketiga. dilakukan juga dengan cara mengirim beberapa orang keluar negeri untuk memperoleh pelatihan dan gelar dalam studi islam. Namun ada juga kelompok kecil yang berusaha mengembangkan kemampuan intelektual. perlu ada upaya untuk mengintegrasikan keduanya. Pendidikan Islam dalam perspektif sejarah menurut Fazlur Rahman Menurut Rahman. Namun. baik dinegara barat maupun timur. Gerakan pemikiran kedua adalah metode berpikir dari yang umum kepada yang khusus. menyadari betapa pentingnya bahasa dalam pendidikan dan sebagai alat untuk .

Disamping kritis pada diri Fazlur Rahman juga selalu mengalir sifat kreatif. Iran. Tahap (3) disebut tahap ilmunisasi dimana ide atau kesimpulan baru muncul tidak terduga. Dengan domonasinya. progresif. Pendidikan islam dapat mencakup dua pengertian besar. Bahakan. adil. yaitu beralih dari metode mengulang-ulang dan menghafal pelajaran ke metode memahami dan menganalisis. Pertama. mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. yang padanya terkumpul sifay-sifat seperti kritis. Bahkan ia katakan umat islam adalah masyarakat tanpa bahasa. tetapi masalah itu merasuk kealam pikir yang nantinya akan mengalir keluar dalam wujud iluminasi kreatif. dan keteraturan dunia. tidak terpikirkan secara sadar dan dinamis. Pada awalnya sifat kritis dan kreatif yang diperlukan adalah yang memungkinkan peserta didik berani dan memiliki rasa percaya diri untuk memahami wahyu secara langsung.mengeluarkan pendapat-pendapat yang orisinil. Mereka tidak lagi menganggap bahwa hasil pemahaman ulama terhadap wahyu pada masa lalu merupakan hasil yang sudah fnal. tujuan pendidikan menurut Fazlur Rahman adalah untuk mengembangkan manusia sedemikian rupa sehingga semua pengetahuan yang diperolehnya akan menjadi organ pada keseluruhan pribadi yang kreatif. Keempat. Untuk konteks Indonesia. pendidikan tinggi islam yang disebut dengan intelektualisme islam. Kemampuam memecahkan masalah terkait erat dengan kemampuan kritis dan kreatif. yang memungkinkan manusia untuk memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kebaikan umat manusia dan untuk menciptakan keadilan. kreatif. peradaban barat sangat besar pengaruhnya pada peradaban umat islam sekarang. dapat dikatakan bahwa menumbuhkembangkan kemampuan memecahkan masalah juga menumbuhkembangkan sifat kritis dan kreatif. Kemudian masalah dianalisis dan didefinisikan. Turki. dan diperguruan tinggi islam. Hal ini merupakan pertumbuhan suatu pemikiran islam yang asli dan memedai. kemajuan. Sudan. pendidikan islam menurut Rahman dapat juga dipahami sebagai proses untuk menghasilkan manusia (ilmuwan) integratif. pendidikan islam dalam pengertian praktis. Menurut Rahman umat islam lemah dibidang bahasa. dan sebagainya. Pemecahan masalah bergerak dari masalah sederhana yang hanya menggunakan akal sehat sampai pada pemecahan masalah muskil yang menuntut prosedur berpikir yang lebih kompleks. Kritis dan Kreatif dalam Pendidikan Islam Sifat kritis merupakan karakter utama Rahman. yaitu pendidikan yang dilaksanakan didunia islam seperti yang diselenggarakan dipakistan. (2) tahap inkubasi dimana masalah seakan-akan terbawa tidur. Lebih dari itu. Sifat kritis ini ditujukan oleh Rahman baik pada warisan islam sendiri maupun pada peradaban barat. Proses ini menyangkut klasifikasi dan penilaian masalah. Pendidikan Islan menurut Fazlur Rahman Pendidikan islam menurut Fazlur Rahman bukan sekedar perlengkapan dan peralatan fisik atau kuasi fisik pengajaran seperti buku-buku yang diajarkan ataupun struktur eksternal pendidikan. bahkan bisa juga pendidikan agama islam disekolah (sejak dari dasar sampai lajutan atas) dan pendidikan agama islam diperguruan tinggi umum. dinamis. Mesir. baik dengan menggunakan langkah-langkah logika maupun eksperimen. (4) akhirnya suatu usaha sadar dilakukan untuk mencoba menentukan keshahihan dari kesimpulan yang didapat tadi sesuai dengan kriteria atau aturan-aturan ilmiah. pembaharuan dibidang metode pendidikan islam. melainkan sebagai intelektualisme islam karena baginya hal inilah yang dimaksud dengan esensi pendidikan tinggi islam. dan sebagainya. Dengan mendasarkan pada al-Qur’an. Memecahkan masalah tidak hanya dalam konteks ilmu pengetahuan. jujur. meliputi pendidikan dipesantren. di madrasah (mulai dari ibtidaiyah sampai aliyah). yaitu: (1) tahap persiapan dimana masalah diselidiki dari segala arah sehingga semua informasi tentang masalah ditemukan. Hasil-hasil ijtihad ulama . Kritis terhadap peradaban barat menjadi penting karena peradaban ini telah mendominasi peradaban dunia selama beberapa abad terahir. Saudi. para pemikir muslim harus betul-betul kritis terhadap peradaban tersebut. Maroko. dan yang harus memberikan kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah sistem pendidikan islam. Kedua. tetapi dalam semua aspek kehidupan. inovatif. Oleh karena itu. Proses berpikir untuk memecahkan masalah berlangsung dalam empat tahap.

Kemudian pendidikan dasar-menengah islam di Indonesia dapat dibedakan lagi kedalam tiga jenis. masih merupakan impian belaka. harus bermula dari pendidikan. Sosok manusia seutuhnya. Diantara kegiatan pembelajara yang dapat mengembangkan daya kritis dan kreatif subyek didik adalah kegiatan yang meminta mereka. baru merupakan: (a) pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga islam. Bahkan. Masing-masing dari ketiganya memiliki keunggulan. yaitu pendidikan dasar-menengah islam. (3) menunjukkan kelancaran proses berfikir (fluency). bentuk. Paradigma-paradigma perguruan tinggi . dalam jangka pendek. Untuk meningkatkan kedudukannya. yang darinya dapat diharapkan berbagai alternatif solusi atas problem-problem yang dihadapi umat manusia. dan (c) perguruan tinggi yang bertujuan menghasilkan sarjana dibidang ilmu-ilmu agama Islam. atau model. Hal itu hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Mastuhu. Pendidikan tinggi Islam. menurut islam. Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia. dalam dunia yang terbuka paradigma-paradigma yang mendasari lahirnya perguruan tinggi Islam perlu ditinjau kembali. dalam arti bahwa subyek didik bisa secara leluasa mengadakan diskusi. dan sebagainya. menurut Zamrani. baik dengan guru maupun sesama temanteman mereka. sekolah. Pendidikan tinggi Islam harus memiliki tipe ideal manusia seutuhnya.insan alkamil. (b) pendidikan agama Islam yang disampaikan di perguruan tinggi. Sebaiknya. Melalui karangan bebas.masa lalu yang cocok untuk mengatasi persoalan pada waktu itu. Paradigma-paradigma yang mendasari perguruan tinggi Islam dewasa ini sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan pembangunan nasional. misalnya. sangat strategis untuk mengurai benang kusut krisis pemikiran dalam Islam yang berdampak pada stagnasi dan kemunduran peradaban umat islam. Perguruan tinggi Islam jumlahnya sangat banyak. yaitu pesantren. Perguruan tinggi Islam didirikan sesuai dengan kondisi waktu lembaga itu didirikan. Apakah mereka cenderung mencontoh karangan atau model yang sudah ada ataukah menciptakan sesuatu yang lain. kebanyakan menempati posisi dipinggiran. belum tentu cocok untuk mengatasi persoalan sekarang dan masa mendatang. Aplikasi pemikiran Fazlur Rahman pada Pendidikan Islam di Indonesia Pendidikan islam di Indonesia dapat dibedakan kedalam dua tingkatan. Tujuan dikembangkannya daya kritis dan kreatif dalam pendidikan islam adalah untuk menghasilkan output yang kritis dan kreatif. pembaharuan islam dalam bentuk apapun yang berorientasi pada kemajuan. menurut Rahman. mengubah warna. sebaliknya sekolah lemah dibidang ilmu-ilmu agama tetapi unggul dibidang ilmu-ilmu umum. guna untuk mengatasi persoalan-persoalan yang mereka hadapi. atau tidaknya mereka. Misalnya. IAIN merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam yang strategis untuk mengembangkan tradisi ilmiah umat Islam yang peduli terhadap persoalanpersoalan besar bangsa. mereka harus senantiasa melakukan ijtihad. Pendidikan islam dalam realitas. Menurut Mastuhu. menurut Fazlur Rahman. Atau dengan kata lain. dan madrasah. Oleh karena itu. Pada umumnya pesantren unggul dibidang ilmu-ilmu agama. tetapi dalam peta perguruan tinggi di Indonesia. Guru hendaknya bertugas membuat kondisi semacam itu. mereka disuruh membuat karangan bebas. anak didik yang kritis dan kreatif paling tidak mempunyai tiga ciri yang menonjol. (2) mempunyai keluwesan (flixibility). metode diskusi dilakukan dengan terbuka. pendidikan islam harus dapat mengembangkan anak didik yang kritis dan kreatif. disamping kelemahan. tetapi lemah dibidang ilmuilmu umum. dan pendidikan tinggi islam. menunjukkan kritis dan kreatif. Metode lain yang tidak kalah penting adalah metode diskusi. Dalam era globalisasi. adalah al. Madrasah didirikan untuk menampung keunggulan pesantren dan sekolah. tanpa ada rasa takut dan batasan untuk mengemukakan gagasan-gagasan mereka. disamping untuk menghilangkan kelemahan dari keduanya. Dapat juga dikembangkan dengan cara mengarang. disain. perguruan tinggi Islam harus mampu memperbarui kurikulumnya secara mendasar. guru dapat dengan mudah mengetahui tingkat kekritisan dan kreatifitas mereka. yaitu: (1) mempunyai pemikiran asli atau orisinil (originality).

baik secara lisan maupun tulisan. Karena itu.. Kedua. Saran-saran . termasuk problem pendidikan. baik bidang agama maupun bidang-bidang lain. dapat dibedakan kedalam tiga periode. mendikotomikan keduanya. Secara khusus. 4. dan alam semesta. dan metode suatu gerakan ganda. dll. dengan cara: pertama. 5. Karena itu. diperguruan tinggi Islam tidak perlu didikotomikan antara ilmu tradisional dan ilmu modern. perkembangan dan kematangan. metode penafsiran secara sistematis. perlu dikembangkan diperguruan tinggi Islam secara integratif. mengganti metode pendidikan secara mengulang-ulang dan menghafal dengan metode memahami dan menganalisis. tampaknya efektif untuk mencetak sumber daya manusia muslim yang handal. Paradigma yang sektoral tersebut menganut paham dualisme yang membedakan ilmu agama dari lmu pengetahuan umum. Ketiga. yaitu tuhan. dalam kehidupan ini. BAB V PENUTUP Kesimpulan Melalui penulisan buku ini dapat dihasilkan temuan-temuan sebagai berikut. yaitu periode pertumbuhan. 6. 1. dikotomi ilmu dikalangan umat islam akan semakin terkikis. Bahkan. visis dan misi perguruan tinggi Islam menjadi sangat sempit dan terbatas. menyadari akan pentingnya bahasa. maka motivasi umat islam terhadap pengembangan ilmu akan semakin kuat.antara ilmu agama dan ilmu sekuler. Peguruan tinggi Islam dimasa depan perlu diarahkan untuk memberikan solusi atas berbagai problem yang dihadapi umat manusia. metodenya observasi dan eksperimen. yang diikuti oleh semakin pudarnya dualisme dalam sistem pendidikan umat islam. Cara yang ditempuh Rahman ini. manusia. yang kedua-duanya dikembangkan secara bersama-sama dan terpadu. Pemikiran Fazlur Rahman jika dilihat dari prosesnya. alat yang digunakan adalah akal dan indra. 3.Islam itu sanagat sektoral dan mempunyai visi dan misi sangat terbatas. mengintegrasikan ilmu (antara ilmu agama dan ilmu umum) kedalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia untuk kemaslahatan umat manusia. membangkitkan kembali idiologi keharusan belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Keempat. dapat ditemukan bahwa pengetahuan itu bersumber pada teks dan realitas. Cara ini dilakukan oleh Rahman dengan memilih ahli-ahli islam muda yang potensial dengan mengajarkannya kepada mereka metodologi barat modern. Karena problem iti tidak selamanya berasal dari bidang agama. epistemologi-metodologi pemikiran Fazlur Rahman jika diterapkan pada pendidikan islam. pemikiran Fazlur Rahman. pendekatannya historis-filosofis. Barangkali hanya dapat memenuhi satu sektor tertentu saja didalam kebutuhan manusia Indonesia modern. cara pembaharuan pendidikan yang disarankan Rahman terhadap pendidikan di Pakistan dapat diaplikasikan pada pendidikan tinggi Islam di Indonesia. sifat kritis dan kreatif Fazlur Rahman didasarkan pada pandangan ontologinya tentang kebebasan berkehendak mnusia yang setelah dilacak lebih lanjut ternyata berangkat dari teori besarnya mengenai pandangan dunia al-Qur’an . 1. Hal ini terkait erat dengan inti neomodernisme yang menekankan sifat kritis dan kreatif. Dikotomi tersebut (pada akhirnya) menghasilkan alumni-alumni yang ketinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. metode suatu gerakan ganda Fazlur Rahman dapat diterapkan untuk memberi alternatif solusi atas problem-problem umat. kemudian mengembangkannya sebagai alat komunikasi. jika dilihat dari struktur dasar epistemologinya. Fazlur Rahman lebih cenderung mengembangkan ilmuwan-ilmuwan muslim dari pada Islamisasi ilmu pengetahuan. metodologi Fazlur Rahman dapat dikelompokkan kedalam tiga macam yaitu metode kritik sejarah.

. jenis. dan praktisi pendidikan islam agar dapat mengarahkan pendidikan umat islam untuk memperbaiki peradaban mereka secara mendasar dan menyeluruh. konseptor pendidikan islam disarankan dapat menyempurnakan pemikiran Fazlur Rahman tentang konsep pendidikan islam yang dapat menghasilkan alumni yang kritis dan kreatif. 5. 3. cara memperoleh. pemerhati epistemologi agar dapat mengkritisi lebih lanjut mengenai konsep epistemologi Fazlur Rahman terutama tentang sumber.Berdasarkan pada temuan-temuan sebagai mana tersebut diatas. sehingga mereka dapat menyelesaikan problem-problem mereka sendiri bahakan problem umat islam secara umum. praktisi pendidikan islam agar dapat mengupayakan langkah-langkah yang memungkinkan terjadinya integrasi ilmu dalam islam serta integrasi dalam sistem pendidikan umat islam dalam rangka dapat menghasilkan alumni yang berkualitas tinggi. pemegang kebijakan pendidikan islam agar dapat menentukan kebijakan yang memungkinkan dapat dihasilkan alumni dari pendidikan islam yang lebih kritis dan kreatif. 4. dan validitas kebenaran pengetahuan. konseptor pemegang kebijakan. 2. selanjutnya disarankan kepada: 1.

dia menyelesaikan gelar BA nya dalam bidang bahasa arab pada Universitas Punjab. dia tidak langsung pulang ke negrinya tetapi mengajak durkhem university. inggris.pada tahun 1940.rahman melanjutkan studinya ke lahore dan memasuki dunia modern.adalah seorang alim terkenal lulusan deoband e. inggris. jerman. Pakistan kemudian dua tahun berikutnya dia di tunjuk sebagai direktur lembaga riset islam setelah sebelumnya dia menjabat sebagai staf di lembaga tersebut selama beberapa saat selam kepemimpinan rahman lembaga ini berhasil menerbitkan dua jurnal ilmiah. ia belajar bahasa latin yunani. turki.SEJARAH DAN PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN A.pada tahun 1960 rahman pulang ke negrinya.pada usaia 10 tahun rahman telah hafal alquran seluruhnya .A. Pada saat mengajar di durkhem university rahman menyelesaikan karya originalnya yang berjudul probheji in islam : philoshophy and ordoksi.sehingga . Setelah tamat dari oxford university. Hal penting yang telah mempengaruhi keagamaan rahman adalah bahwa ia dididk dalam sebuah keluarga dengan tradisi madzab hanafi.Rahman menyelesaikan program phdnya pada tahun 1949 dengan disertasi tentang ibnu sina. yaitu Islamic studies dan fiqrun nazr berbahasa ordo. kemudian di institute of Islamic studies mc gill university kanada dan menjabat sebagai associate professor of philoshiphy.pada tahun 1942 dia berhasil menyelesaikan materinya dalam bidang yang sama di universitas yang sama.din . Dua tahun berikutnya disertasi tersebut diterbitkan oleh oxford unevesity press dengan judul avicinna’s psychology pada tahun 1959 karya suntingan rohman dari kitab annafs karya ibnu sina diterbitkan oleh penerbit yang sama dengan judul avecinna’s de anima.sebuah madzab sunni yang lebih banyak menggunakan rasio dibandingkan dengan madzab sunni lainnya.kemudian pada tahun 1933 .pendidikan dalam keluarganya benar –benar efektif dalam membentuk watak dan kepribadiannya untuk dapat alam menghadapi kehidupan nyata . Selama kuliah di barat. Pada tahun 1946 Rahman berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studinya di Universitas Oxford dibawah bimbingan Es Fande Bergh dan H.(anak benua india)yang sekarang terletak di sebelah barat Pakistan.ayahnya memperhatikan rahman dalam hal mengaji dan menghafal alquran.Gibb.ayahnya maulana sahib al. Selama jabatannya menjadi direktur rahman menjalankan dua strategi ganda yaitu mengangkat beberapa lulusan madrasah yang menguasai bahasa inggris bagi staf junior dan mencoba melatih mereka dalam teknik-teknik riset modern dan sebaliknya merekrut staf-staf senior dari kalangan lulusan universitas di . arab dan ordo.R. Biografi fazlur rahman Rahman lahir pada tgl 21 september 1919 didaerah hazarah .

Avecinna’s psychology 2. B. Islamic methodology in history 6. Univercity of Chicago. Pada tahun 1969 ia pergi ke Amerika sebagai tenaga pengajar di universitas California Los Angeles. Islamic : challenges and opportunities c. karya yang berupa artikel : a. pemerintah Pakistan setelah beberapa saat melepas jabatannya di lembaga research. Prestasi fazlur rahman 1. Major themes of the qur’an 8. Islam. Prophecy in islam : philosophy and orthodoxy 3.bidang filsafat atau ilmu social dan member mereka pelajaran bahasa arab serta disiplin-disiplin islam klasik yang utama seperti hadits dan ushul fiqh dia juga mengirim beberapa orang ke luar negri untuk mendapatkan training dan jika memungkinkan gelar-gelar dalam kajian keislaman baik di uneversitas barat maupun timur Pada tahun 1964 rahman ditunjuk sebagai dewan ideology islam pemerintahan islam. Toward reformulating the methology of Islamic law : syaikh yamnai on “public interest” in Islamic law . Avecinna’s de Anima. Health and medicine in Islamic tradition 2. Philosophy of mulla sadra shirazi 5. disamping itu ia juga menjadi guru besar kajian Islam di Departemen of Near Eastern Languages and Civilization. Ia ngajar selama 18 tahun di Chicago akhirnya ia kembali ke pangkuan Illahi Robi pada tanggal 26 Juli 1988. Islam and modernity : transformation of an intellectual tradition 9. Karya-karya yang berupa buku : 1. ‘some Islamic issue in the ayyub khan era’ b. 7. being the psychological part of kitab al-shifa 4.

Kedua. iran. bajhkan bisa juga pendidikan agama islam di sekolah dan pendidikan agama islam di perguruan tinggi umum. pendidikan islam dalam pendidikan praktis yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dunia islam seperti yang di selenggarakan di Pakistan. Some key etical concept of the qur’an PEMBAHASAN A. dinamis. Untuk Indonesia. the universe and man m. e. meliputi pendidikan di pesantren. maroko dan sebagainya. kreatif. The impact of modernity on islam i. Divine revelation and the prophet k. method and alternatives j. Corak Pemikiran Rahman Dalam Pendidikan Pendidikan islam menurut rahman bukan sekedar perlengkapan dan perlalatan fisik atau kuasi fisik pengajaran seperti buku-buku yang di ajarkan ataupun stuktur eksternal pendidikan. jujur dan sebagainya. Saudi. pendidukan islam yang di sebut dengan intelektual islam. Hal ini merupakan pertumbuhan suatu pemikiran islam yang asli dan memadai. Roots of islamics neo fundamentalism g. mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. pendidikan islam menurut rahman dapat juga di pahami sebagai proses untuk menghasilkan manusia integrative.d. dan yang harus memberikan kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah system pendidikan islam. progresif. . dan di perguruan tinggi islam. sudan. melainkan sebagai intelektualisme islam karena baginya hal inilah yang dimaksud dengan esensi pendidikan tingi islam. di madrasah. Lebih dari itu. Islamic modernism : its scope. yaitu pertama. Pendidikan islam dapat mencakup dua pengertian. Change and the muslim world h. inovatif. Islam : legacy and contemporary challenge. adil. yang padanya terkumpul sifat-sifat seperti kritis. Interpreting the qur’an l. The qur’anic consept of god. Islam in the contemporary world f.

Semula ia mengembangkan metode kritik sejarah. solusi atas problem-problem pendidikan umat Islam kontemporer. Tanggung jawab pendidik yang pertama adalah menanamkan pada pikiran-pikiran peserta didik dengan nilai moral. Al-qur’an menyuruh manusia mempelajari bumi seisinya dengan cermat dan mendalam serta mengambil pelajaran darinya agar dapat menggunakan pengetahuanya dengan tepat dan tidak berbuat kerusakan. Dalam berbagai bentuk menurut Fazlurr Rahman pendidiken Islam ketika jaman pertengahan menerapkan metode membaca dan menulis. padasaat itu sekolah tidak melaksanakan ujian akhir tahun tetapi peserta didik bias naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan rekomendasi guru-gurunya. dan astronomi. Tujuan pendidikan menurut Fazlur Rahman adalah untuk mengembangkan manusia sedemikian rupa sehingga . Dunia bernilai lebih rendah. Karena itu. al-hadits. Al-Qur’an. kemajuan dan keteraturan dunia. Tujuan pendidikan Islam menurut Fazlur Rahaman untuk memenuhi kewajiban terhadap Allah dan Rasul-Nya serta tercapainya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Al-qur’an sering kali berbicara tentang dunia dan akhirat. Pendidikan islam didasrkan pada ideology islam karena itu pada hakikatnya pendidikan islam tidak dapat meninggalkan keterlibatannya pada persepsi benar dan salah. Akhirat bernilai lebih tinggi. oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri. dan akhirnya disempurnakan menjadi metode gerakan ganda (a doble movement). yang memungkinkan manusia untuk memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kebaikan umat manusia dan untuk menciptakan keadilan. materialis serta hasil yang tidak memuaskan. namun ada juga kelompok kecil yang berusaha mengembangkan kemamp[uan intelektual. tujuan pendidikan menurut rahman adalah untuk mengembanngkan manusia sedemikian rupa sehigga semua pengetahuan yang di perolehnya akan menjadi organ pada keseluruhan pribadi yang kreatif. Ia berhasil mengembangkan suatu metode yang dapat member alternative. Materi pendidikan menurut Fazlur Rahman meliputi mebaca dan menulis. tetapi yang paling lazim adalah menghafal Al-Qur. Metode demikian ini menurut Fazlur Rahman dikenal dengan metode belajar secara mekanis. tujuan utama drai pendidikan adalah untuk menyelamatkan manusia dari dirin sendiri. komentar dan superkomentar. kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi metode penafsiran sistematis (the systematic interpretation method). adab. Illahiyah. Fazlur Rahman memiliki berbagai pemikiran yang terkait dengan pengan pendidikan umat Islam.Berdasarkan Al-qur’an. thobi’iyah. Evaluasi pendidikan digunakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan telah tercapai. lebih baik dan menjadi tujuan dari kehidupan. Metode pembelajaran abad pertengahan: membaca dan mengulang-ulang sampai hafal. berhitung. fiqih.an dan Al-hadits.

Menurut Fazlur Rahman. kemudian berusaha memasukinya dengan konsep-konsep Islam. 2. pembaharuan dilakukan dengan cara: 1. Secara mendasar pembaharuan pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman dapat dilakukan dengan menerima pendidikan.pengetahuan ynag diperolenhya akan menjadi pribadi yang kritis dan kreatif yang memungkinkannya pemanfaatan sumber-sumber alam untuk kebaikan. maka perlu dilakukan evaluasi terhadap performance peserta didik terutama dalam memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kebaikan manusia dan dari segi keberhaasilan menciptakan keadilan.Problem yang sangat pelik adalah timbulnya dualism dalam system pendidikan ini dikarenakan karena adanya dikotomi ilmuhal ini dapat diperhatikan secara seksama pendidikan islam yang berbentuk lembaga mulai dari tingkat MI sampai Perguruan tinggi hanya bias ncetak para generasi yang tahu nilai nilai agama islam . Berusaha mengikis dualism system pendidikan tradisional (agama). Menurut Rahman umat Islam adalah masyarakat tanpa bahasa karena lemah di bidang bahasa. Untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan itu telah tercapai.menurut fazlur rahman pembaharuan islam dalam bentuk apapun yang berorientasi pada kemajuan. kemajuan serta keteraturan dunia. dan pada sisi lain ada pendidikan modern (sekuler). untuk manusia dan untuk menciptakan keadilan dan kemajuan dunia.akibatnya adalah mereka tidak terdorong untuk belajar.IAIN merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam yang strategis untuk mengembangkan tradisi ilmiah umat islam yang peduli terhadap persoalanpersoalan besar bangsa.bahkan. Menyadari betapa pentingnya bahasa dalam pendidikan dan sebgai alat untuk mengeluarkan pendapat-pendapat yang orisinil. Karena itu perlu ada upaya mengintegrasikan keduanya.tapi tidak dapat menghadapi tantangan kehidupan modern. Membangkitkan ideologi umat Islam tentang pentingnya belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.Relevansi pemikiran pendidikan Fazlur rahman dengan pendidikan islam sekarang Pendidikan tinggi Islam menurut Fazlur Rahman sangat strategis untuk megurangi benang kusut krisis pemikiran dalam islam yang berdampak pada stagnasi dan kemunduran peradaban islam. Kedua system ini sama-sama tidak beresnya. Menurut Fazlur rahman .hal itu hampir sama dengan yang dikemukakan oleh matuhu.harus bermula dari pendidikan. 4. B. Pembaharuan di bidang metode pendidikan Islam yaitu dari metode mengulang-ulang dan menghafal pelajaran ke metode memahami dan menganalisis.problem pendidikan Islam yang paling mendasar dewasa ini adalah problem ideology.Sesuatu yang .bahkan mereka tidak sadar kalau berada di bawah perintah moral kewajiban islam untuk menuntut ilmu pengetahuan.umat islam tidak dapat secara efektif pentingnya pengetahuan dengan orientasi ideologinya.yang darinya dapat diharapkan berbagai alternative atas problem-problem yang dihadapi umat manusia.menurut Mastuhu. 3.

dan hasilnya dari proses tersebut baru dibuat dasar dalam pendirian dan pengembangan pendidikan islam. Walaupun gagasan rahman disini hanya bersifat teoritis dan belum selesai tapi para ilmuwan berikutnya berhasil mengembangkan konsep Rahman tersebut dengan adanya berbagai pendekatan keilmuan pendidikan islam mulai dari islamisasi ilmusampai intergarasi dan interkoneksi.berkebalikan juga terjadi pendidikan umum dari tingkat SD sampai perguruan tinggi umum hanya bias mencetak orang yang sanggup bersaing didunia modern tapi gersang dengan nilai nilai agama islam. melainkan sebagai intelektualisme islam karena baginya hal inilah yang dimaksud dengan esensi pendidikan tingi islam.dalam bidang menajemen pendidikan islam juga harus bersifat terbuka terhadap menajemen yang baru dan bersifat efektif .Ini dalam bidang keilmuan .akibatnya tidak pelik orang yang mengalami stess .Kemudian pelaku lembaga pendidikan harus menarik problem tersebut kedalam daerah sumber . Hal ini .padahal kita tahu sendiri bahwa di sumber agama islam di Kitab sucinya Alqur’an selalu tidak memisahkan antara ilmu agama dan umum.bunuh diri.Dalam wilayah ini pelaku pendidikan melakukan proses perenungan yang mendalam agar lembaga pendidikan dapat memadukan hal tersebut .kebutuhan masyarakat.Gerak ganda atau Doble movement yang dimaksud rahman yakni ada dua tempat yang harus di perhatikan yakni sumber yang dalam kategori rahman adalah al-quran dan assunnah sementara tempat yang kedua yakni realitas social atau social cultural masyarakat setempat. PENUTUP KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan Fazlur Rahman di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan tinggi Islam sangat strategis untuk megurangi benang kusut krisis pemikiran dalam islam yang berdampak pada stagnasi dan kemunduran peradaban islam. bahkan pembaharuan islam dalam bentuk apapun yang berorientasi pada kemajuan.oleh sebab itu fazlur rahman memberikan beberapa alternative yang sangat bagus baik melalui karya –karyanya maupun teorinya yakni double movement.Serta fungsi rahmatan lil alamin dapat meluas pendidikan islam haruslah melakukan teori gerak ganda sebelum menentukan target atau tujuan dari pendirian lembaga pendidikan tersebut. Pendidikan islam menurut rahman bukan sekedar perlengkapan dan perlalatan fisik atau kuasi fisik pengajaran seperti buku-buku yang di ajarkan ataupun stuktur eksternal pendidikan.dan tindakan amoral lainnya merkipun sudah berpendidikan.langkah yang harus ditempuh dalam pendidikan yakni selaku pihak yang ingin mendirikan lembaga pendidikan islam haruslah dapat melihat realitas.tantangan kedepan.yang darinya dapat diharapkan berbagai alternative atas problem-problem yang dihadapi umat manusia.kalau pendidikan islam diteruskan seperti ini dapat diprediksi beberapa tahun kemudian pendidikan islam akan menjadi pendidikan yang ketinggalan dan tidak diminti oleh masyarakat (stakeholder) Menurut rahman untuk memenuhi target yang telah didambakan oleh masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Sutrisno. 106-107. Pendidikan Islam yang menghidupkan. Fazlur . the University of Chichago Press. 18.(Yogyakarta: Kota Kembang. hal. Sutrisno. hal. op. the University of Chichago Press. Epistemology dan System Pendidikan. America.cit.merupakan pertumbuhan suatu pemikiran islam yang asli dan memadai. .hal 35-37. 1982 Sutrisno. Epistemology dan System Pendidikan.. Sutrisno. Islam and Modernity: Transformation of an Intellctual Tradition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar:2006 Rahman. 167. Fazlur Rahman Kajian Terhadap Metode.(Yogyakarta: Kota Kembang. +++++ Sutrisno. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar:2006). Pendidikan Islam yang menghidupkan. hal. America. 2006). 1982. 2006) Fazlur Rahman. Fazlur Rahman Kajian Terhadap Metode. Islam and Modernity: Transformation of an Intellctual Tradition. dan yang harus memberikan kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah system pendidikan islam.

Kedudukan Rahman ini mendapatkan banyak kritik dari para ulama tradisional Pakistan terlebih latar belakang pendidikannya dari Barat. Selain Rahman. Lebih-lebih pada periode ini Rahman menulis di sebuah jurnal bernama Fikr al-Nadzar yang menggugat . Karena itulah Aziz Al-Azmeh berkomentar. Rahman menerima pendidikan tradisional di samping pendidikan modern di Lahore yang mulai dijalani sejak 1933. Syekh Waliyullah. Bagaimana relevansi pemikiran Fazlur Rahman dalam konteks zaman ini? III. PEMBAHASAN 1. Bagaimana pembaruan pemikiran hukum Islam Fazlur Rahman? 2. Kecenderungan ini telah dimiliki oleh para pemikir kontemporer setelah berhasil mematahkan mitos tentang ketertutupan pintu ijtihad (‘insidad bab al-ijtihad) dan mengeliminir taklid. Pada tahun 1946 Fazlur Rahman berangkat ke Inggris untuk belajar di Universitas Oxford yang kemudian mendapatkan bimbingan dari Prof. sebuah daerah di Anak Benua Indo Pakistan. Latar belakang keluarga Rahman yang terbuka membuat ia tidak kesulitan untuk memperoleh pengetahuan baru dan pendidikan modern. Rahman dianggap berhasil melaksanakan rekonstruksi dan dekonstruksi dalam metodologi studi hukum Islam. RUMUSAN MASALAH 1. cases and general principles.PEMBAGARUAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM ( BELAJAR DARI FAZLUR RAHMAN ) PEMBARUAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM: BELAJAR DARI FAZLUR RAHMAN I. “islamic law is a repertoire of precedents. Kanada. Rahman mengajar di Universitas Durham yang semakin memperlihatkan kepadanya distingsi pendidikan modern di Barat dan Islam tradisional di negerinya. Dari sang ayah.[3] II. along with a body of well developer hermeneutical and paralogical techniques. Biografi dan Karya-karya Fazlur Rahman Pada 21 September 1919 Fazlur Rahman dilahirkan dari keluarga muslim religius di Hazara. dan Muhammad Iqbal.[2] Salah satu dari pemikir itu adalah Fazlur Rahman yang disebut-sebut sebagai tokoh neomodernis yang penting. PENDAHULUAN Secara natural dan historis.”[1] Bukti kompetensi dialektika wahyu dengan realitas adalah warisan ushul fiqh dan fiqh yang kaya dalam sejarah Islam. hukum Islam selalu dapat didesain untuk mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi. Meskipun demikian dialektika pemikiran Rahman tidak hanya dalam tradisi sunni tetapi juga syi’i. dari wilayah yang sekarang terletak di barat laut Pakistan ini telah melahirkan tokoh-tokoh sekaliber Sayyid Ahmad Khan. Van Den Berg dan HAR. Namun sebagaimana zaman yang tidak tetap dan dinamis. Pada awal 1960-an Rahman kembali ke negerinya setelah 3 tahun mengajar di Universitas McGill. Pendidikan doktor Rahman ini selesai pada 1949 dengan disertasi berjudul Avicenna’s Psychology yang kemudian diterbitkan oleh universitas tertua di Eropa itu. Pakistan. Gibb. Rahman melanjutkan pendidikan dengan konsentrasi bahasa Arab di Lahore dan memperoleh gelar Bachelor of Art pada 1940 dan menyelesaikan studi masternya dua tahun berikutnya. Maulana Syahab al-Dien. S. Kembalinya Rahman ini karena permintaan Ayyub Khan yang kemudian pada 1962 menyerahinya tanggungjawab sebagai pemimpin Islamic Research Institute dan The Advisory Council of Islamic Ideology. Selama belajar di Oxford. Meskipun sebagian umat merasa cemas dengan kehadiran modernitas. Rahman kecil hidup dalam tradisi Hanafi yang kuat dan praktis ritualitas keagamaan ia laksanakan dengan penuh ketaatan. Setelah lulus dari pendidikan menengahnya. orientasi hukum Islam perlu selalu diarahkan pada kemajuan (the idea of progress). hukum Islam telah membuktikan diri sebagai bagian dari kehidupan muslim yang inovatif.

Rahman kemudian pindah ke Chicago dan menghabiskan banyak waktu di sana untuk menuliskan karya-karyanya. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Ini berbeda dengan periode 1960-an ketika Rahman telah kembali ke Pakistan yang meskipun masih beraroma historis dalam kajiannya. karya-karya yang lain tetap penting untuk diketahui dan dianalisis. umat Islam sendiri memendam kekhawatiran jika al-Qur’an disajikan dengan cara di atas akan menyimpang dari pemahaman-pemahaman tradisional. Major Themes of The Qur’an. dan diangkat sebagai guru besar pemikiran Islam di universitas tersebut. Sebagaimana diketahui. dan Prophecy in Islam merupakan karya-karya historis secara umum. Metode kritik sejarah. Los Angeles. Nashr Hamd Abu Zayd menyebut ilmu asbab an-nuzul sebagai sebuah ilmu yang digunakan untuk memahami hubungan teks (nash. Dalam konteks inilah. Meskipun demikian Rahman sebetulnya tidak pernah lepas dari teks (beyond the text) sehingga pengembangan tafsirnya dianggap merupakan rekonstruksi atas pola tafsir bi al-ma’tsur[7] yang akan terlihat dalam penggunaan beberapa contohnya nanti. umat Islam kurang menghayati relevansi al-Qur’an untuk masa kini sehingga tidak mampu memberikan jawaban bagi masalah-masalah baru. pertama-tama menjadi landasan bagi konsepsi mengenai teks yang tidak terlepas dari konteksnya. di masa Rahman hidup masih didominasi oleh kalangan tradisional yang kokoh dalam penafsiran tekstualis atas al-Qur’an. dan tercakup di dalamnya hukum Islam sebagaimana karya-karya periode ini dalam uraian biografi di atas. Avicenna’s de Anima. Bahkan sentimen atas Barat cukup kuat. Sementara itu pada periode terakhir Rahman di Chicago semakin memberikan ruang yang luas bagi pemikiran Islam. pada akhir tahun 1969 Rahman berangkat ke Amerika menuju Universitas California. Avicenna Psycology.[4] Pakistan. Pada periode ini beberapa karya yang lahir antara lain The Philoshophy of Mulla Sadra. Rahman memulai keberangkatan pemikirannya pada apa yang disebut para sarjana sebagai “metode kritik sejarah” (critical historical method) dan kemudian lebih detail diurai dalam konsep double movement. Setelah beberapa saat memperoleh perawatan medis di Chicago. bukan hanya karena kebudayaan dan pemikirannya. Rahman merasakan kekhawatiran atas kondisi umat Islam kontemporer yang terpuruk sebagai akibat kejumudan berpikir. Sebuah buku yang terbit setelah ia wafat adalah Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism.[5] Pada pertengahan dekade 1980-an Rahman mulai menunjukkan penurunan kesehatan meskipun masih bersemangat dalam berkarya. 1.[6] Tawaran Rahman mengenai kontekstualisasi ini secara terus menerus disuarakan melalui karyakaryanya. Dalam periode ini dapat dilihat pada karya Islamic Methodology in History dan Islam. tetapi juga aspek politiknya. Tetapi banyak pengamat menilai sesungguhnya kritik dan demonstrasi itu bukan ditujukan kepada Rahman. dan Health and Medicine in Islamic Tradition. Gelombang protes terhadap Rahman mencapai puncak ketika terjadi pemogokan massal pada September 1968 di beberapa daerah yang membuatnya berpikir ulang tentang masa depan pemikirannya di Pakistan. tetapi untuk menentang Ayyub Khan. Sebagaimana para intelektual progresif yang lain. Sebagai guru besar di UCLA dan Chicago. dan kedua. Karena itulah diskusi mengenai pemikiran hukum Islam akan lebih banyak merujuk pada karya-karya Rahman periode kedua dan ketiga meskipun sebagai sebuah pemikiran seseorang secara keseluruhan. setiap teks selalu berangkat dari sebab-sebab eksternal dan kemudian mengakumulasi keadaan itu dalam “uraian” teks. Pada 5 September 1968 akhirnya Rahman mengundurkan diri dari Islamic Research Institute dan setahun berikutnya.eksistensi wahyu dalam pandangan tradisional. namun secara khusus tertuju pada pemikiran Islam dan Islam normatif. Tulisan di jurnal ini kemudian menjadi dua bab pertama dalam buku Islam. pertama.[8] Namun meskipun demikian sejumlah ayat memang diturunkan tidak dalam kondisi merespon lingkungan yang . Rahman mendapat pengakuan secara internasional dengan salah satunya menerima penghargaan prestisius Giorgio Levi Della Vida dari Gustave E. Mengenai hal ini Rahman menguraikan dua problem utama umat Islam. Von Grunebaum Center for Near Eastern Studies dari UCLA yang hingga saat ini dirinyalah sebagai satu-satunya muslim yang menerima award itu. Pemikiran Hukum Islam Fazlur Rahman Melalui sekilas biografi Rahman tertangkap pergeseran pemikiran dari satu masa ke masa lain yang dipengaruhi oleh gejolak kehidupannya. al-Qur’an) dan realitas tersebut. Karya-karya masa awal Rahman dipenuhi dengan kajian-kajian historis murni. Rahman menutup usianya pada 16 Juli 1988 saat berusia 69 tahun.

one must understand the import or meaning of a given statement by studying the historical situation or problem to which it was the answer. Untuk menemukan ideal law inilah maka Rahman menawarkan double movement itu untuk mendeteksi maksud wahyu dan menjalankan fungsi tersebut di masa ini. before coming to the study of specific text in the light of specific situation. dan (3) “geistige”.[14] Pilihan Rahman atas hermeneutika adalah karena ia lebih dekat dengan ilmu-ilmu kemanusiaan (Geisteswissenschaften) yang objeknya adalah ekspresi kehidupan (Lebensaeusserung).” . dibandingkan ilmu-ilmu kealaman yang cenderung mencari penjelasan atas hubungan kausalitas (erklaren). Dengan cara ini akan ditemukan ideal law (hukum ideal) yang berbeda dari aturan-aturan hukum (legal law) karena berisi prinsip-prinsip etika atau prinsip-prinsip umum (ratio legis). sebuah pemahaman yang dikaitkan dengan aspek kebahasaan. The first step of the first movement. Rahman sendiri tidak mencukupkan diri pada tradisi berpikir positivistik karena dianggap melahirkan dehumanisasi meskipun telah berjasa membuat peradaban Barat berkembang dan maju.[10] Hermenetika sendiri menjadi semacam klarifikasi karya “melalui pengembangan makna internalnya dan hubungan bagian-bagian dalamnya dengan masing-masing yang lain dan dengan spirit masa secara lebih luas”. penulis akan mengutipnya di bawah ini[16]: “first. then. tugas dari hermeneutika adalah bagaimana memahami teks maupun realitas sosial di masa lampau yang asing sama sekali menjadi milik orang yang hidup di zaman ini yang secara kultur jelas berbeda. sebuah pemahaman yang terkait dengan isi sebuah karya.eksternal yang jumlahnya sangat sedikit. pemahaman atas karya yang dikaitkan dengan pengetahuan utuh dari pengarang dan pandangan utuhnya (Geist) pada masa itu. dan kemudian ia memilih hermeneutika sebagai kerangka utama dalam membangun ilmu-ilmu keislaman. Mengenai proses double movement. sangat tampak sebenarnya Rahman menjadikan al-Qur’an sebagai sentral penelitian untuk merekonstruksi pemikiran Islam. tetapi pada perkembangan berikutnya. Sebagai salah satu metode dari “memahami” (verstehen). atau umum. yang dapat berupa artistik. The second step is to generalize those specific answers and enunciate them as statements of general moral-social objectives that can be “distilled” from specific text in light of sociohitorical back ground and the often-stated rationes legis. Karena alasan inilah Rahman lebih memilih post-positivistik yang memfokuskan diri pada fenomena sosial tanpa mengabaikan peran sentral subjek manusia.will have to the made. yang karya-karyanya dirujuk oleh tokoh hermeneutika Schleirmacher. baik dari aliran –mengutip Syahrastani– “filosof generasi awal” maupun “filosof generasi belakangan”. membagi tugas ini ke dalam tiga bagian atau pemahaman. (2) “gramatis”. Selain itu juga menolak epistemologi model Immanuel Kant yang justru usianya lebih tua dibandingkan positivisme. of life as a whole in Arabia on the eve of Islam and particularly in and around Mecca – not excluding the Perso-Byzantine wars. Rekonstruksi epistemologi Rahman berangkat dari penggunaan tradisi berpikir yang post-positivistik. Sehingga penting di sini untuk menegaskan berartinya pengetahuan akan sebuah realitas yang memproduksi teks guna menemukan makna dari sebuah teks. Dengan cara inilah Rahman melaksanakan fungsi ijtihad pada al-Qur’an agar kontekstual dan fungsional untuk masa ini. (1) “historis”.[13] Meskipun Islam sangat terinspirasi dari perkembangan filsafat terutama Yunani. a general study of the macrosituation in term society.[9] Dari sepintas eksplorasi di atas. indeed. Of course. saintis. consists of understanding the meaning of the qur’an as a while as well as in term of the specific tenets that constitute responses to specific situation. religion. customs. and institution. penafsiran “hermeneutika” (seperti digunakan oleh Mu’tazilah) tidak sedahsyat penggunaan penafsiran tekstual (burhani) ataupun irfani.[12] Khazanah keislaman yang mengakomodir gaya seperti ini dikategorikan al-Jabiri ke dalam “sistem burhani” yang memang langka ditemukan di dalam sejarah Islam.[11] Friedrich Ast.[15] Kontekstualisasi al-Qur’an dengan menggunakan prinsip-prinsip hermeneutika digunakan Rahman untuk tidak hanya membaca “teks horisontal” (ruang dan waktu manusia) tetapi juga “teks vertikal” (memahami kehendak Tuhan).

Karena itulah menurut Rahman pesan terdalam yang hendak diutarakan oleh alQur’an bahwa pernikahan itu berasas monogami. maka seharusnya idea moral itulah yang dijadikan sandaran untuk “menghukumi” perbuatan hukum saat ini.[17] Dengan demikian. memaksimalkan kreativitas manusia. tiga atau empat. tetapi perlu memahami “konteks makro” sebuah ayat.[21] ä-Í‘$¡¡9$#ur èps%Í‘$¡¡9$#ur (#þqãèsÜø%$$sù $yJßgtƒÏ‰÷ƒr& Lä!#t“y_ $yJÎ/ $t7|¡x. Tetapi di era ini mencuri hanyalah kejahatan ekonomi sehingga bentuk hukumannya harus berubah. bukan hukum Islam.” (QS. Yang paling penting adalah bagaimana cara mengamputasi segala kemungkinan yang membuat seseorang mengulangi perbuatannya itu dan menghargai kepemilikan pribadi seseorang. Selain itu. pertama. Tetapi bagi Rahman ayat ini perlu dipahami dalam nuansa etisnya secara komprehensif dengan melihat kondisi sosio kultural Arab dan sebab-sebab ayat ini turun. adil tidak mungkin dipenuhi oleh laki-laki. Bahkan sebetulnya ini bukanlah hal baru karena sebelumnya telah dipikirkan oleh Imam asy-Syatibi dalam al-Muwafaqat fi ushul al-shari’ah. Jika di dalam sebuah ayat terkandung yang legal spesific dan moral idea.[18] Sebagaimana telah sedikit disinggung. Al-Maidah: 38). Moral idea inilah yang merupakan pemikiran kembali (rethinking) atas konsep asy-Syatibi yang dengan brilian mengeksplorasi tentang “the moral religious bases of the law –‘the objective of the law (maqashid asysyar’) or ‘the intentions of the Shari’a obligations’ (asrar al-taklif)”. An-Nisa’: 3) Ayat di atas memang menunjukkan kebolehan pernikahan hingga 4 orang wanita dan telah dipraktikkan oleh masyarakat Arab sebelum ayat ini turun. Hal lain dari Rahman yang juga dipengaruhi oleh asy-Syatibi adalah pandangannya mengenai apa yang populer disebut “idea moral”. tetap menjaga kreativitas itu pada jalan moral yang benar. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.[19] Pemahaman Rahman di atas menjadi bagian penting dalam keinginannya untuk. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. Wx»s3tR z`ÏiB «!$# 3 ª! $#ur ͕tã ÒOŠÅ3ym ÇÌÑÈ Artinya: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. sementara gerakan kedua untuk memformulasikan dan merealisasikan “general view to the spesific view”. Dalam sejarah Arab. mencuri menurut kebudayaan adalah kejahatan ekonomi dan kejahatan melawan nilai-nilai dan harga diri manusia.[20] Untuk menjaga “jalan moral” inilah dianggap penting untuk merujuk pada nilai-nilai yang etis atas apa yang diwahyukan oleh Tuhan. sementara gerakan kedua dibutuhkan keahlian social scientist untuk memformulasikan “the social-moral objective” untuk kondisi saat ini. metodologi Rahman sangat membutuhkan kekayaan khasanah Islam klasik seperti ilmu asbab an-nuzul meskipun dengan perluasan paradigma. atau budak-budak yang kamu miliki.Pergerakan pertama double movement dimaksudkan untuk menarik prinsip-prinsip umum dan nilai-nilai. maka (kawinilah) seorang saja. Karena itulah hukuman potong tangan merupakan budaya Arab. maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua.[22] . gerakan pertama membutuhkan keahlian para sejarawan untuk menggali keadaan spesifik turunnya ayat maupun keadaan secara keseluruhan Mekah dan Arabia di masa itu. dan kedua. Dua contoh yang di antaranya diajukan oleh Rahman adalah ayat tentang poligami dan hukum potong tangan sebagaimana penjelasan sebagai berikut: ÷bÎ)ur ÷LäêøÿÅz žwr& (#qäÜÅ¡ø)è? ’Îû 4‘uK»tGu‹ø9$# (#qßsÅ3R$$sù $tB z>$sÛ Nä3s9 z`ÏiB Ïä!$|¡ÏiY9$# 4Óo_÷WtB y]»n=èOur yì»t/â‘ur ( ÷bÎ*sù óOçFøÿÅz žwr& (#qä9ω÷ès? ¸oy‰Ïnºuqsù ÷rr& $tB ôMs3n=tB öNä3ãY»yJ÷ƒr& 4 y7Ï9ºsŒ #’oT÷Šr& žwr& (#qä9qãès? ÇÌÈ Artinya: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya). Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. Bahwa tidak cukup memahami “maksud Syari’” hanya dengan melihat “konteks mikro” ayat al-Qur’an. Idea moral dari ayat ini adalah memotong kemampuan pencuri agar tidak mencuri lagi. Pemahaman (kebolehan 4 istri) ini tidak lagi sesuai dengan kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang sama.

Pada awalnya. Lalu turunlah ayat terakhir mengenai khamr itu[24]: $pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä $yJ¯RÎ) ã ヘ ôJsƒø:$# çŽÅ£øŠyJø9$#ur Ü>$|ÁRF{$#ur ãN»s9ø—F{$#ur Ó§ô_Í‘ ô`ÏiB È@yJtã Ç`»sÜø‹¤±9$# çnqç7Ï^tGô_$$sù öNä3ª=yès9 tbqßsÎ=øÿè? ÇÒÉÈ $yJ¯RÎ) ߉ƒÌ ヘ ムß`»sÜø‹¤±9$# br& yìÏ%qムãNä3uZ÷マ t/ nourºy‰yèø9$# uä!$ŸÒøót7ø9$#ur ’Îû Ì ヘ÷Ksƒø:$# ÎŽÅ£÷マ yJø9$#ur öNä. an-Nisa: 43). #‚qàÿtã #·‘qàÿxî ÇÍÌÈ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan . Lalu turun kemudian ayat di bawah ini: $pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#qç/t ヘ ø)s? no4qn=¢Á9$# óOçFRr&ur 3“t ヘ»s3ß™ 4Ó®Lym (#qßJn=÷ès? $tB tbqä9qà)s? Ÿwur $·7ãYã_ žwÎ) “Ì ヘ Î/$tã @@‹Î6y™ 4Ó®Lym (#qè=Å¡tFøós? 4 bÎ)ur LäêYä. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan” (QS. berjudi. ßûÎiüt7ムª!$# ãNä3s9 ÏM»tƒFy$# öNà6¯=yès9 tbrã ヘ©3xÿtFs? ÇËÊÒÈ Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. an-Nahl ayat 66 hingga 69 akan dikutip di sini salah satunya. (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub. Katakanlah: ‘Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia.” Setelah ayat di atas.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. al-Baqarah ayat 219: * y7tRqè=t«ó¡o„ ÇÆtã Ì ヘ ôJy‚ø9$# ÎŽÅ£÷マ yJø9$#ur ( ö@è% !$yJÎgŠÏù ÖNøOÎ) ׎ ヘ Î7Ÿ2 ßìÏÿ»oYtBur Ĩ$¨Z=Ï9 !$yJßgßJøOÎ)ur çŽt9ò2r& `ÏB $yJÎgÏèøÿ¯R 3 š チ tRqè=t«ó¡o„ur #sŒ$tB tbqà)ÏÿZムÈ@è% uqøÿyèø9$# 3 š チ Ï9ºx‹x. Akhirnya untuk mengenang sebuah peristiwa para sahabat Nabi saw. terkecuali sekedar berlalu saja. kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. sesungguhnya (meminum) khamar.[23] Dari QS. kemudian kamu tidak mendapat air.Lalu bagaimana cara mencapai “idea moral” itu? Dalam hal ini Rahman mencontohkannya dengan larangan meminum khamr yang diekspos oleh wahyu secara bertahap. an-Nahl: 66).`ÏB Èû÷üt/ 7^ö ヘ sù 5QyŠur $·Yt7©9 $TÁÏ9%s{ $Zóͬ!$y™ tûüÎ/Ì ヘ»¤±=Ïj9 ÇÏÏÈ Artinya: “Dan dari buah korma dan anggur. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci). #ÓyÌó ミ£D ÷rr& 4’n?tã @ヘ xÿy™ ÷rr& uä!$y_ Ó‰tnr& Nä3YÏiB z`ÏiB ÅÝͬ!$tóø9$# ÷rr& ãLäêó¡yJ»s9 uä!$| ¡ÏiY9$# öNn=sù (#r߉ÅgrB [ä!$tB (#qßJ£Ju‹tFsù #Y‰‹Ïè|¹ $Y7ÍhŠsÛ (#qßs|¡øB$$sù öNä3Ïdqã_âqÎ/ öNä3ƒÏ ‰÷ƒr&ur 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.ÏŒ «!$# Ç`tãur Ío4qn=¢Á9$# ( ö@ygsù LäêRr& tbqåktJZ•B ÇÒÊÈ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. adalah termasuk perbuatan syaitan.£‰ÝÁtƒur `tã Ì ヘ ø. Sebagai konsekuensinya maka diturunkanlah QS. mengadakan “pesta minum” yang kemudian terjadi percekcokan dan perselisihan hebat di antara mereka karena mabuk. terdapat sebuah kejadian dimana salah satu sahabat Anshar meminum khamr dan mabuk sehingga ia salah dalam membaca al-Qur’an. mengundi nasib dengan panah. janganlah kamu shalat.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir. yaitu ayat 66 dimana Tuhan awalnya tidak mempermasalahkan a’nab (anggur): ¨bÎ)ur ö/ä3s9 ’Îû ÉO»yè÷RF{$# ZouŽö9Ïès9 ( /ä3‹É)ó¡ン S $®ÿÊeE ’Îû ¾ÏmÏRqäÜç/ . dan beberapa sahabat mendorong Nabi saw untuk melarang alkohol. hingga kamu mandi. sapulah mukamu dan tanganmu. Keadaan kemudian berubah saat muslim mulai berpindah ke Medinah. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun” (QS. al-Qur’an menganggap minuman yang memabukkan dari anggur itu sebagai “kebesaran Tuhan”. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. (berkorban untuk) berhala. sedang kamu dalam keadaan mabuk.

[25] Pengaruh Rahman sendiri dalam dunia modern muslim cukup luas. bukan “reformer paradigmatik”. serta memberikan perlindungan terhadap wanita dan anak-anak. Berdasarkan ordonansi ini di Pakistan dibentuk Dewan-dewan arbitrase yang menangani masalah-masalah seperti memberikan sanksi kepada seseorang yang poligami. Rahman tetap menggunakan “ayat-ayat al-Qur’an” yang lain dan sumber-sumber periwayatan dalam penafsiran hukumnya sehingga dapat dikategorikan sebagai pengembangan atas tafsir bi al-ma’tsur. Misalnya saja. but rather upon an interpretation of the spirit and broad intention behind the spesific language of the texts. tetapi Rahman di sisi lain juga seorang muslim yang cukup keras mengritik tokoh-tokoh orientalis yang dianggapnya tidak tepat dalam menjelaskan pemikiran Islam. tetapi ketika Ayub Khan –yang secara emosional dekat dengan Rahman– menjadi presiden kedua Pakistan.[26] Mengenai kelompok liberalis ini Hallaq menguraikan di awal-awal penjelasan. Rahman merupakan salah satu tokoh yang cukup keras mengritik uraian-uraian konsep hadits yang diekspolorasi oleh Joseph Schact dan Ignaz Goldziher yang terkesan “mendiskreditkan” dan “meragukan” otentisitas hadits sebagai salah satu formula dalam hukum Islam. Di Pakistan sendiri. Apalagi pemikiran Rahman. Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman Kategorisasi Rahman sebagai seorang neo modernis sebenarnya lebih memperlihatkan ciri pemikirannya sebagai seorang “reformer metodologis”. apakah terdapat pengaruh dari pemikiran Rahman atau tidak. Hallaq mengkategorikan dirinya dalam kelompok “religious liberalism” bersama Said al-Asymawi dan Muhammad Syahrur. tafsir. telah ditemukan akarnya dari pemikiran as-Syatibi. Inilah yang merupakan prinsip-prinsip umum (the general principles) yang seharusnya direkomendasi dalam setiap formulasi hukum Islam. 1. tasawuf. pernah memperkenalkan hukum keluarga Islam (the Muslim Family Laws) melalui sebuah ordonansi pada tanggal 2 Maret 1961. sebuah waktu yang relatif dekat dengan kepulangan Rahman pada tahun 1960-an ke Pakistan dari McGill. baik literatur Islam maupun Barat-modern sehingga kritikkritiknya meliputi kedua-duanya. maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)” (QS. Selain itu tawaran metodologis Rahman merupakan perpaduan antara akar tradisional keilmuan muslim dengan keilmuan Barat (hermeneutika). pendidikan dan kajian-kajian modern keislaman. Sehingga dengan “kritik sejarah” itu paradigma Islam sedang mencoba digeser dari wilayah yang teologis-metafisik ke dalam wilayah etis antropologis. dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. hadits. Di sinilah universalitas hukum Islam itu sebenarnya akan ditemukan untuk merespon kenyataan-kenyataan baru dalam modernitas. Selain itu. Bahwa asas pernikahan memang monogami dan pidana pencurian adalah “membuat jera”. “the main thrust of the liberalist approach consists of understanding revelation as both text and context. Bukan saja karena tawaran metodologinya yang reformatif. sebagaimana eksplorasi sebelumnya. Di dalam konteks modern pemikiran Rahman bagi penulis cukup relevan meskipun kontekstualisasi pemikiran Islam telah banyak digelorakan. al-Maidah: 90-91). Tawaran Rahman yang terkesan “moderat” membuat banyak kalangan merasa ditemukan dengan revitalisasi yang tidak “ekstrim” sehingga dapat diterima oleh cukup banyak kalangan. Hal ini berbeda dengan pemikiran-pemikiran yang ditawarkan oleh Muhammad Syahrur ataupun Mahmud Muhammad Taha yang dalam batas-batas tertentu “melewati” arus paradigma Islam klasik. Dengan metodologi baru yang ditawarkan oleh Rahman ini ia agaknya sedang berusaha menjauhkan umat Islam dari fanatisme-fanatisme tekstual yang menjatuhkan siapapun ke dalam “bibiolatri” sebagai sebuah sikap yang “memberhalakan” teks tanpa melihat faktor-faktor eksternal yang membentuknya. selain menemukan “idea moral” sebagai tujuan utama pewahyuan.kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu.”[27] . The connection between the revealed text and modern society does not turn upon a literalist hermeneutic. “Perpaduan” ini membuat wajah pemikiran Rahman “eklektik” sehingga Wael B. sebagaimana yang sedikit disinggung di permulaan uraian. bersama Muhammad Mustafa A’dzami. Apalagi pemikiran Rahman cukup luas dan meliputi berbagai bidang keilmuan. Demikianlah bahwa memang al-Qur’an menurunkan hukum-hukumnya itu sebagai “pentahapan” untuk menuju sesuatu yang ideal. kalam. Pemikiran Rahman didasari atas pembacaan literatur. merekonsiliasi percekcokan rumah tangga.

Muhyar Fanani. Di sisi lain. perlu sebuah upaya “pembumian” sehingga dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari muslim. Upaya ini dilakukan untuk menemukan prinsip-prinsip umum atas wahyu Tuhan yang dieksplisitkan dalam teks al-Qur’an sehingga dialektika dengan problem baru tidak terputus. tawaran Rahman cukup baik untuk diimplementasikan terutama tentang berpikir secara etis. Abdul Wahab Khallaf dan tokoh revolusioner dari Sudan. Rahman memang belum tuntas dalam memperbincangkan konsepnya mengenai “idea moral” misalnya. 1993. hukum yang tercipta diharapkan mampu dikembangkan sesuai semangat zaman ini. Karena wawasan etis alQur’an. pembaruan pemikiran hukum Islam Fazlur Rahman didasarkan pemahamannya terhadap ayat-ayat al-Qur’an secara hermeneutis melalui “metode kritik sejarah” dan konsep “double movement”. yang telah diketahui menjadi perdebatan sejak lama oleh para ulama Islam klasik. Islams and Modernities. Meskipun begitu. terutama dari Bapak Dr. Meskipun demikian. Pemikiran Rahman. pemikiran Rahman dapat dipandang relevan dengan zaman ini yang telah “mengglobal” dimana pluralitas merupakan kenyataan dimana-mana. Kedua. kesetaraan gender. tetapi juga etika. IV. V. maka tidak akan terjebak pada formalisme sehingga dalam kehidupan masyarakat modern yang plural seperti di Indonesia. Namun begitu terasa cukup banyak kekurangan terutama terkait dengan ketersediaan referensi yang tidak mampu dihadirkan secara komplit. M. hlm. [28] Dalam kehidupan kontemporer ini. karena didasarkan pada nilai-nilai yang universal. Hasan Turabi. terutama yang terkait dengan hukum-hukumnya. demi sebuah karya yang memang layak diperiksa ulang.Ag selaku dosen pemikiran hukum Islam dan teman-teman pascasarjana IAIN Walisongo. semangat keadilan. Karena itu Hallaq mengritik pandangan-pandangan kelompok ini karena pada akhirnya akan jatuh pada subjektivitas dan relativitas. Rasyid Ridha. Apalagi sejatinya hermeneutika yang lahir dari peradaban Barat (Gereja) awalnya tidak dimaksudkan untuk “mendesakralisasi” Tuhan dan ayat-ayatnya dalam Bibel tetapi melakukan “reinterpretasi” atas Bibel sebagai upaya mendialektikan “suara Tuhan” dengan “suara manusia modern” yang sangat berbeda karakteristik dari respon-respon radikal-ekstrim seperti yang digelorakan oleh Karl Marx dan Nietzsche. [1] Aziz Al-Azmeh. pertama. PENUTUP Demikian makalah ini telah penulis susun dengan sebaik-baiknya. . Penanaman “idea moral” akan menjadikan umat Islam lebih terbuka dan tidak formalis tanpa harus menanggalkan semangat ketuhanan dan keislaman. Karena itulah saran dan kritik selalu terbuka bagi siapapun. Rahman melalui “metode kritik sejarah” dan “double movement” ibarat memberikan wadah sementara isi dan hasilnya menjadi tugas para pemikir berikutnya. dan sebagainya. hak asasi manusia. penggunaan hermeneutika oleh Rahman ternyata tidak selalu memberikan dampak buruk sebagaimana yang selama ini dikhawatirkan oleh sebagian umat Islam. Kelompok ini cukup kuat dalam memegang teks-teks hukum dan terkesan “deduktif” sehingga dialektika dengan modernitas kurang begitu mendapatkan tempat meskipun batu pertama tesis utilitarianis adalah maslaha. London & New York: Verso.Kelompok “religious liberalism” ini sendiri berbeda dengan kelompok “religious utilitarianism” yang diisi oleh tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh. dari setiap ayat al-Qur’an. demokrasi. tentu saja di samping ketidaksempurnaan pada aspek-aspek yang lain. Tetapi visi Rahman mengenai “kontekstualisasi” atau “pembumian” patut disambut baik –dan terbukti pemikirannya telah menginspirasi dan diperkenalkan oleh banyak pemikir sesudahnya– karena melihat aspek-aspek teologis ayat al-Qur’an tidak hanya dari sisi aspek hukumnya saja. KESIMPULAN Dari uraian pada makalah ini maka dapat disimpulkan dua hal utama. Selain dibutuhkan kajian yang cukup berat. sebagai manusia memiliki keterbatasan waktu. 11-12.

hlm. makalah seminar internasional Tajdid Pemikiran Islam oleh Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tekstualitas al-Qur’an: Kritik Terhadap Ulumul Qur’an. and Gadamer. II. “Formasi Nalar Arab: Kritik Tradisi Menuju Pembebasan dan Pluralisme Wacana Interreligius”. [6] Fazlur Rahman. . terj. [4] Fazlur Rahman. dan Fulaniyah (Afrika Barat). hlm. 21 Oktober 2009. Hermeneutics Interpretation Theory in Schleirmacher. Islam and Modernity…Op. hlm. Imam Khoiri. 2003. Islam. hlm. 2003. 247-248. 33-34. hlm. London and Chicago: Chicago University Press. Cit. [8] Nashr Hamd Abu Zayd. Yahya Birt. Hallaq. Takwin al-‘Aql al-‘Arabi. 248-249. Baca Wael B. dalam http://www.. [3] Istilah neo modernisme sendiri sebenarnya diutarakan oleh Rahman saat membedakan gerakan pembaruan Islam selama dua abad terakhir. Penolakan Rahman terhadap positivisme ini hampir mirip dengan penolakan yang dilakukan oleh Abduh. Op. Cit. Anas Mahyuddin.freerepublic. Ibid. memiliki karakteristik sintesis progresif dari rasionalitas modernis dengan ijtihad dan tradisi klasik. [9] Nashr Hamd Abu Zayd. Was the Gate of Ijtihad Closed?. 67.[2] Ijtihad baru tidak berarti sebagai upaya menafikan rumusan lama dalam pemikiran hukum Islam. xi. 1985. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yogyakarta: LKIS. dan bi al-isyari dalam Ali Asy-Shabuni. Neo-revivalisme diwakili oleh al-Maududi dengan Jama’at e Islami di Pakistan. Bandung: Penerbit Pustaka. Musnur Hery dan Damanhuri Muhammed. terj. dalam International Journal of Middle East Studies of Cambridge University. Ibid. Dilthey. Yogyakarta: Ircisod. hlm. [12] Richard E. 87. dalam Jurnal Asy-Syir’ah. [11] Richard E.. Beirut: Alam al-Kutub. No. 16. [10] Ilyas Supena. [5] Baca M. vol. Gerakan Islam Liberal di Indonesia. 1979. dan Ziauddin Sardar yang meragukan seluruh epistemologi Barat dapat digunakan untuk memajukan umat muslim. Heidegger. Epistemologi Hukum Islam dalam Pandangan Hermeneutika Fazlur Rahman.. 1983. 2-3. hlm. [13] Baca Muhammad Abed al-Jabiri. termasuk Rahman sendiri. at-Tibyan fi Ulum al-Qur’an. Atho Mudzhar. 1984). al-Afghani (Timteng). dan Abduh (Mesir). vol. hlm. selain istilah lain revivalisme dan neo-revivalisme serta modernisme Islam. [15] Ilyas Supena. Uraian ini dikutip dari Greg Barton oleh M. Neo modernisme. [7] Baca lebih lanjut mengenai tafsir bi al-ma’tsur. 42 No. 2001. Ibid. [16] Fazlur Rahman. “Tema Pokok al-Qur’an”.com/focus/fr/531762/posts (diakses tanggal 21/05/2010). bi al-ra’yi. Revivalisme direpresentasikan oleh Wahabiyah (Arab). The Massage of Fazlur Rahman. Karena itulah ketiga tokoh ini justru menginginkan adanya pembaruan Islam dari “dalam” yang berakar pada tradisi keislaman itu sendiri. Ali Syari’ati. hlm. Sedangkan modernisme diwakili oleh Ahmad Khan (India). hlm. [14] Muhammad Abed al-Jabiri. 1-2. 1982. Sanusiyah (Afrika Utara). tetapi mengevaluasi kembali dan mendialogkan rumusan-rumusan itu dan atau mengembangkannya dengan semangat zaman ini. 2009. “Hermeneutika: Teori Baru Mengenai Interpretasi”. 1 (Mar. 6. Major Themes of The Qur’an. Palmer. 125-126. Baca juga Fazlur Rahman. terj. Palmer. Chicago and London: University of Chicago Press.

Op. Ayat-ayat ini dapat diperbandingkan dengan 4:2. 1965. 97. A History of Islamic Legal Theories…... Hallaq. Ibid. [27] Wael B. Karachi: Central Institute of Islamic Research. A History of Islamic Legal Theories: An Introduction to Sunni Usul al-Fiqh. [18] Baca. [26] Baca Wael B. 231-253. [24] Wael B.com/2008/12/01/hermeneutika-al-qur%E2%80%99an-fazlur-rahman/ (diakses tanggal 21 Mei 2005). Hallaq. Islamic Methodology in History.wikipedia. hlm. 115. A History of Islamic Legal Theories…. [25] http://en. A History of Islamic Legal Theories….[17] Fazlur Rahman. . Cit. Fazlur Rahman. hlm. 4: 126. Op. [20] Fazlur Rahman. Cambridge: Cambridge University Press. Ibid. hlm.Cit. [23] Wael B.. hlm. Ibid. hlm. 1997. [21] http://jeryronggo.org/wiki/Ayub_Khan (diakses pada 21 Mei 2010).wordpress. [22] Ibid. 231. Islam and Modernity…. Ibid. [19] Fazlur Rahman. Islam. 242. Selain itu Rahman juga membahas Ibn Taimiyyah yang menguraikan persoalan sentral dalam filsafat hukum Islam adalah bagaimana kewajiban moral itu berkaitan dengan Divine Omnipotence dan Will serta bagaimana kebutuhan saat ini mampu dipenuhi oleh (warisan) masa lalu. Hallaq. dan 4: 127. Islam and Modernity…. hlm. Hallaq. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful