P. 1
Buku LBasah Buatan Indonesia

Buku LBasah Buatan Indonesia

3.0

|Views: 32,886|Likes:
Published by MAliAkbar

More info:

Published by: MAliAkbar on May 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2015

pdf

text

original

Bab 3. Sawah

3

Lahan Basah Buatan
di Indonesia

17

Sawah Irigasi menerima pasokan air dari berbagai sumber, antara
lain waduk, sungai, mata air, dan sumur (Soerjani et al.,1987).
Berdasarkan tipe jaringan irigasinya, sawah irigasi dapat
digolongkan menjadi 3 tipe, yaitu (Departemen Pertanian -
Direktorat Perluasan Areal Pertanian, 1982):

!

Sawah Berpengairan Teknis, yaitu sawah yang jaringan
irigasinya memungkinkan untuk mengukur dan mengatur
debit air. Penggunaan jaringan irigasi ini seluruhnya diatur
dan dikelola oleh pemerintah. Air irigasi di Sawah
Berpengairan Teknis ini mengalir terus menerus sepanjang
tahun, sehingga keberadaan sawah ini tidak tergantung pada
musim dan dalam satu tahun dapat ditanami padi sebanyak
dua hingga tiga kali.

!

Sawah Berpengairan Setengah Teknis, yaitu sawah yang
jaringan irigasinya memungkinkan untuk mengatur debit air
tetapi tidak dapat mengukur debit air. Pengelolaan jaringan
irigasi pada Sawah Berpengairan Setengah Teknis ini tidak
seluruhnya diatur oleh pemerintah.

!

Sawah Berpengairan Non Teknis/Sederhana, yaitu
sawah yang jaringan irigasinya tidak memungkinkan untuk
mengatur dan mengukur debit air, sehingga sistem
pengairannya tidak teratur.

b.

Sawah bukan Irigasi, yaitu sawah yang pengairannya tidak berasal
dari jaringan irigasi, sehingga sistem pengairannya tidak teratur.
Tipe-tipe sawah yang tergolong Sawah bukan Irigasi antara lain:

!

Sawah Pasang Surut di daerah pesisir

Sawah jenis ini keberadaannya sangat tergantung pada
kondisi pasang surut air (air laut maupun tawar). Sawah
Pasang Surut seperti ini banyak dijumpai di daerah pesisir
Sumatera (Riau, Jambi, Palembang) dan Kalimantan. Sawah
Pasang Surut memerlukan metode penyiapan lahan dan
pengelolaan yang berbeda dibanding sawah tipe lain karena
kondisi lingkungannya yang unik. Bagi masyarakat Banjar

Bab 3. Sawah

18

4

Lahan Basah Buatan
di Indonesia

(Kalimantan Selatan), Sawah Pasang Surut dikenal dengan
nama Sawah Bayar dan sistem pertaniannya dikenal
dengan nama Sistem Surjan atau Sistem Surjan Banjar
(Soerjani et al., 1987; Djamhari, 1999; Muslihat, 2004)

Sawah Pasang Surut tergenangi air secara keseluruhan pada
musim hujan dan muka air biasanya mencapai ketinggian
maksimum pada bulan Januari sampai April. Jaringan
pengairan di sawah pasang surut dibuat sedemikian rupa
agar air tawar dapat tetap masuk ke area sawah; air tawar
ini berfungsi untuk mencuci bahan-bahan beracun pada tanah
sehingga kondisi tanah sesuai untuk ditanami padi (Soerjani
et al., 1987). Sistem Parit/Handil, Sistem Saluran Model
Garpu, dan Sistem Aliran Satu Arah merupakan beberapa
teknik pengelolaan air lahan rawa yang telah lama
dikembangkan (Muslihat dan Suryadiputra, 2004).

Gambar 3.3 Sistem pengelolaan air pada Sawah Pasang Surut dengan
Sistem Parit/Handil (dari Muslihat dan Suryadiputra, 2004)

Bab 3. Sawah

3

Lahan Basah Buatan
di Indonesia

19

Gambar 3.4 Sistem pengelolaan air pada Sawah Pasang Surut
dengan Sistem Garpu (dari Muslihat dan Suryadiputra, 2004)

Gambar 3.5 Sistem pengelolaan air pada Sawah Pasang Surut dengan
Sistem Aliran Satu Arah (dari Muslihat dan Suryadiputra, 2004)

Bab 3. Sawah

20

4

Lahan Basah Buatan
di Indonesia

!

Sawah Lebak

Sawah Lebak adalah sawah yang terbentuk di daerah dataran
banjir (lebak). Sawah Lebak ini banyak ditemui di Sumatra
Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi
Tengah, dan Jawa. Sawah Lebak memanfaatkan pasang
surut air sungai untuk pengairannya; karena fluktuasi airnya
tidak teratur maka pengelolaan sawah jenis ini cukup sulit
dibandingkan sawah jenis lainnya. Daerah lebak selalu
mengalami banjir pada musim hujan; di Sumatera Selatan
daerah lebak terkadang bisa tergenangi air setinggi 1-3 meter
pada bulan Oktober sampai April, air mulai surut pada bulan
Mei sampai Juli, dan tanah akan benar-benar mengering pada
bulan Agustus sampai September.

KOTAK 3.5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->