P. 1
Ibadah Dan Muamalah

Ibadah Dan Muamalah

|Views: 3,903|Likes:
Published by Crypto Zoid's

More info:

Published by: Crypto Zoid's on May 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

IBADAH DAN MUAMALAH

 Ibadah dalam Pandangan Islam
A. Definisi Ibadah
Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), definisi ibadah banyak sekali, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi ibadah tersebut, antara lain :
1. Ibadah adalah taat kepada Allah SWT SWT dengan melaksanakan

perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah SWT Azza wa Jalla, yaitu

tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3. Ibadah dalam pengertian khusus,yaitu “Lima Rukun Islam” yang wajib

dilakukan oleh setiap muslim dengan beberapa pengecualian pada kondisi khusus.
4. Ibadah dalam pengertian luas atau umum, adalah segala perbuatan yang

dilakukan seseorang dengan niat untuk mencari keridaan Allah SWT Dalam buku Majmuu'ul Fataawaa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga disebutkan definisi ibadah. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa ibadah adalah suatu nama yang mencakup setiap apa-apa yang Allah SWT cintai dan ridhai dari ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang zhahir maupun yang bathin. Maksud dari perbuatan zhahir adalah ibadah yang nampak yang bisa disaksikan oleh kita. Contoh dari ibadah ini adalah membaca Al-Qur`an, shalat dan sebagainya. Sedangkan maksud dari perbuatan yang bathin adalah ibadah yang berkaitan dengan amalan hati seperti cinta kepada Allah SWT, takut, berharap, tawakkal kepada-Nya dan lain-lain.

A. Pembagian Ibadah
Dengan melihat beberapa definisi ibadah yang telah disebutkan di atas, maka ibadah itu sendiri dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian. Menurut Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, ibadah dapat dikelompokkan ke dalam

dari do'a. shaum. rasul-rasul-Nya. Selain itu. serta Dia adalah Dzat yang disifati dengan sifat-sifat kemuliaan.tiga bagian. membaca Al-Qur`an. tawakkal (ketergantungan). hijrah. yaitu : 1. Menurut beliau. raja’ (mengharap). mahabbah (cinta). 'Ibaadah Badaniyyah 'Ibaadah Badaniyyah merupakan ibadah yang berkaitan dengan badan. kesempurnaan. menyembelih. dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Disamping itu. keagungan. Yang Mengatur seluruh urusan hamba-hamba-Nya. seperti zakat. tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). kitab-kitab-Nya. seperti melafazhkan/mengucapkan dua kalimat syahadat. Yang Menghidupkan. agama-Nya. sedangkan shalat. 5. 3. shadaqah dan lainnya. nadzar dan sebagainya. kesombongan. 4. seperti berdiri. hari akhir dan taqdir yang baik maupun yang buruk. tahlil. 'Ibaadah I'tiqaadiyyah Seorang muslim meyakini bahwasanya Allah SWT 'Azza wa Jalla adalah Pencipta. beberapa ulama juga berpendapat bahwa ibadah terbagi dalam lima macam. 'Ibaadah Tarkiyyah . Pemberi Rizki. takbir. yaitu : ibadah hati. dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). jihad dan yang lainnya dari ibadah-ibadah badaniyyah. ibadah lisan. 2. Tasbih. dan ibadah anggota badan. raghbah (senang). malaikat-malaikat-Nya. 'Ibaadah Lafzhiyyah 'Ibaadah Lafzhiyyah adalah ibadah yang berkaitan dengan ucapan lisan. Yang Mematikan. dan yang lainnya dari macam-macam keyakinan tentang Allah SWT. berdo'a. 'Ibaadah I'tiqaadiyyah juga meyakini bahwasanya Dia adalah Dzat yang berhak diibadahi satu-satunya yang tidak ada sekutu bagi-Nya. zakat. 'Ibaadah Maaliyyah 'Ibaadah Maaliyyah adalah ibadah yang berkaitan dengan harta. rasa khauf (takut). membaca dzikir-dzikir Nabawiyyah dan lain-lainnya dari jenis-jenis ibadah lafzhiyyah. haji. amalanamalan haji. ruku' dan sujud di dalam shalat.

diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. kesyirikan dan bid'ah dalam rangka melaksanakan syari'at Allah SWT. lagi Maha Mengetahui. khauf (takut). Itulah karunia Allah.” [QS. sedangkan khauf harus diimbangi dengan raja’.Pengertian dari ibadah ini adalah seorang muslim meninggalkan seluruh hal-hal yang haram. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. sehingga menurut ibadah ini diri seorang muslim akan mendapatkan pahala jika ia meninggalkan sesuatu yang haram jika dalam pelaksanaannya dalam rangka mengharapkan ridha Allah SWT. Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri. Al-Maa-idah: 54] . maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). A. yaitu : hubb (cinta). yang berjihad dijalan Allah. Dalam setiap ibadah harus terkumpul ketiga unsur ini. raja’ (harapan). Allah SWT berfirman tentang sifat hambahamba-Nya yang mukmin: Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Pilar-Pilar Ubudiyyah Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok.

maka ia adalah haruriy. Pengertian dari murji’ adalah orang murji’ah. Al-Anbiya’: 90] Sebagian Salaf berkata. yaitu golongan yang menyatakan bahwa amal bukan bagian dari iman.” [QS. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. khauf. dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. dan raja’. maka ia adalah zindiq. sesat.Artinya : “ Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. maka ia adalah murji’. maka ia adalah mukmin muwahhid. siapa yang beribadah kepadaNya dengan raja’ saja.” Maksud dari zindiq adalah orang yang munafik. iman hanya dalam hati.” [QS. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). Al-Baqarah: 165] Artinya : “ Maka Kami memperkenankan do'anya. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Sedangkan . Barang siapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb. “ Siapa yang beribadah kepada Allah SWT dengan rasa cinta saja. dan mulhid.

maka ibadah itu sangat luas tidak terbatas hanya shalat.  Peran dan Fungsi Ibadah Peran dan fungsi ibadah terbagi menjadi 2 yaitu peran dan fungsi ibadah secara umum dan secara khusus. puasa. maka kita harus merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan bimbingan ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Jenis-jenis ibadah ini dapat dikelompokkan menjadi lima bagian atau biasa disebut Rukun Islam yang terdiri dari syahadat. dan tujuan dalam kehidupan manusia. fungsi. dan pergi haji bagi yang mampu. Peran dan fungsi ibadah secara khusus Peran dan fungsi ibadah secara khusus ini meliputi fungsi masingmasing dari jenis ibadah. Hal ini jelas disebutkan dalam Al Qur’an surat Az Zariyat ayat 56 Artinya : “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku ” [QS. yang berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa besar adalah kafir B. a. Selain itu juga harus diperhatikan bahwa ucapan dan perbuatan tersebut dilakukan dengan ikhlas. Fungsi dan Tujuan Ibadah Ibadah mempunyai peran. bukan berdasarkan pendapat atau kemauan sendiri.pengertian dari haruriy adalah orang dari golongan khawarij yang pertama kali muncul di Harura’. zakat. Adz-Zariyat: 56] b. zakat. haji dan lainnya akan tetapi semua ucapan dan perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah SWT adalah ibadah. shalat. hanya mengharap ridha Allah SWT semata. Jika kita memperhatikan definisi ibadah yang telah disebutkan pada subbab sebelumnya. puasa. Untuk mengetahui apakah ucapan dan perbuatan kita dicintai dan diridhai oleh Allah SWT. Peran. Peran dan fungsi ibadah secara umum Secara umum ibadah dapat berperan sebagai alat untuk menumbuhkan kesadaran pada diri manusia bahwa manusia sebagai insan diciptakan Allah SWT khusus untuk mengabdi kepada diri-Nya. .

Allah SWT Maha Kaya. mampu mensucikan diri kita dari kotoran jiwa. shalat. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. tidak membutuhkan ibadah mereka. Para ulama dan para pakar agama kita yang kompeten di bidangnya merumuskan minimal ada 2 (dua) tujuan yang mutlak harus diraih oleh kita dari pelaksanaan ibadah yang kita lakukan. maka barang siapa yang menolak beribadah kepada Allah SWT. Adz-Dzaariyaat : 56-58] Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah SWT Azza wa Jalla. dengan seringnya kita puasa . yaitu : 1. akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya. maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Takhliyyah / tazkiyatul qolbi. Dan barang siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya. karena ketergantungan mereka kepada Allah SWT.” [QS. yakni kebersihan hati Ibadah yang kita lakukan. ia adalah sombong. Diharapkan dengan rajinnya kita shalat maka bersihlah hati kita dari sifat sombong. Sesungguhnya Allah SWT Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh. Tujuan Ibadah Allah SWT SWT berfirman : Artinya : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. dan lain-lain hendaknya mampu membersihkan diri kita dari berbagai macam penyakit hati. dan dari virus-virus qolbu yang sangat berbahaya dalam kehidupan. maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah SWT). haji. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkan-Nya. puasa.

tidak lagi bermanfaat anak keturunan. [QS. akan sangat sangat ditentukan oleh kwalitas kebersihan hati itu. Disisi lain. فويصل للمصصلين‬ َ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ َّ ‫. pada hari dimana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah SWT. َ ْ ّ َ ُ ِْ ٌ ْ َ َ ‫. kikir dan pelit dalam hati kita. kebahagiaan kita di akhirat kelak. Didalam kitab At-Targhib wat-Tarhib karya Al – Imam Zakiyyuddin al-Mundziri.maka hilanglah penyakit serakahnya. orang shalat bisa celaka salah satu penyebabnya adalah riya’ (sombong). dengan banyaknya berzakat/shadaqoh berkuranglah bakhil. Ibadah yang kita lakukan harus mampu menumbuh kembangkan sikap dan perilaku yang baik . Assyu’ara : 88 – 89] 2. Ayat selanjutnya menjelaskan. Dalam Al-Quran surah al-Maa’uun diterangkan.الذين هم يرائون‬ yang artinya : ”Celaka bagi orang shalat !”. terdapat sebuah hadits qudsi yang menerangkan bahwa salah satu ciri orang yang shalatnya diterima oleh Allah SWT : yaitu orang yang sholat tapi masih memiliki penyakit hati yang bernama ‫ولم يستطل بها علي خلقي‬ ِ ْ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ْ َ ْ ََ Artinya : “ Mereka tidak menyombongkan diri kepada Makhluq-Ku “ Sehingga esensi shalat seseorang akan diterima oleh Allah SWT SWT ketika orang tersebut hatinya bersih dari penyakit yang bernama sombong. Tahliyyah Tujuan dari pelaksanaan ibadah kita adalah hiasan. Allah SWT berfirman : Artinya : “ Pada hari dimana tidak lagi berguna harta kekayaan. kecuali mereka yang datang keharibaan Allah SWT dengan membawa hati yang bersih “.

A. kualitas moral dan kasih sayang kepada sesama. maka amalan tersebut tertolak. Syarat-syarat Ibadah Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah. ibadah disyaratkan harus benar. Dalam sebuah hadits diriwayatkan. Adapun syaratsyarat ibadah adalah sebagai berikut : a. ketika kita memiliki nilai nilai akhlaqul karimah. dengan seringnya kita puasa. Dengan sering dan rajinnya kita shalat. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya : “ Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami. maka muncullah ketawadhu’an dalam pergaulan. dan antara niat karena Allah SWT dengan niat karena yang lain-lain. dan sebagainya. Muslim dan Ahmad] Agar dapat diterima. karena ‘amal kita sebanyak apapun tidak sebanding dengan keni’matan surga yang Allah SWT sediakan. Rahmat Allah SWT itu hanya akan bisa kita dapatkan. yaitu menuruti perintah Allah SWT. tambah sayang kepada fakir miskin. maka kita harus berniat dengan benar. Hal ini juga untuk membedakan antara amal ibadah dengan amalan adat. Rasulullah SAW melanjutkan bahwa berhak atau tidaknya seseorang masuk kedalam surga adalah karena semata mata rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Niat orang mukmin itu adalah lebih baik daripada amalannya”. Supaya setiap perlakuan menjadi ibadah.dalam kehidupan. Pelaksanaan niat karena . bahwa yang menyebabkan manusia masuk kedalam surga itu bukan karena amal yang banyak. Niat Niat merupakan hal penting sebelum melaksanakan sesuatu. b. maka tumbuhlah sifat pemaaf kita.” [HR.

Setiap amalan yang berasas kepada 2 (dua) perkara ini merupakan amalan yang paling wajib. Tidak Meninggalkan Asas Ibadah Dua perkara utama yang menjadi asas ibadah ialah rukun iman dan rukun islam. Perkara (subjeknya) diperbolehkan oleh syariat. Hasil tersebut semestinya baik karena ia merupakan pemberian Allah SWT. Allah SWT memberi peringatan melalui firman-Nya : Artinya : “ Dan jika mereka berjuang pada jalan Kami (ikut peraturan Kami) sesungguhnya Kami akan tunjukkan jalan Kami (jalan keselamatan) bahwasanya Allah SWT beserta orang-orang yang berbuat baik. maka ibadah kita menjadi sia-sia. d. [HR. Dalam pelaksanaannya harus mengikuti landasan yang telah Allah SWT tetapkan. Tarmizi] Rasulullah SAW amat menekankan perkara yang berkaitan dengan makanan kerana hati yang merupakan raja dalam tubuh manusia dibina dari makanan.Perlaksanaan ibadah harus mengikuti peraturan supaya kita benar-benar mengikuti syariat. Jika tidak berdasarkan pada rukun iman dan rukun islam. artinya tidak boleh ditinggalkan sama sekali. maka Neraka adalah yang lebih patut dengannya “. maka natijah tersebut harus bermanfaat bagi orang lain. Sabda Rasulullah SAW : “Tiap2 daging yang tumbuh daripada benda yang haram. Supaya natijah tersebut menjadi ibadah. e. Al Ankabut: 69] c. . Kedua hal ini merupakan tapak atau platform untuk menegakkan amalanamalan yang lain. Perkara (subjek) yang hendak dilaksanakan merupakan perkara yang dibolehkan oleh syariat.” [QS. Hati yang dibina dari makanan yang haram akan menjadi sulit menerima kebenaran. Natijahnya Memberi Manfaat Natijah merupakan hasil usaha seseorang. terutama perkara yang melibatkan makanan dan minuman.

B. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Allah SWT berfirman : Artinya : “ Katakanlah: "Hai kaumku. Pengertian Muamalah Manusia dijadikan Allah SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Termasuk dalam hal ini adalah jasa dan juga penggunaan alat tukar seperti uang. jual beli adalah penukaran harta (dalam pengertian luas) atas dasar saling rela atau tukar menukar suatu benda (barang) yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan (akad) tertentu atas dasar suka sama suka. hutang piutang. Menurut istilah hukum syara. Penjual atau pembeli harus dalam keadaan sehat akalnya dan baligh . Dalam pengertian lainnya disebutkan bahwa jual beli adalah suatu kegiatan tukar menukar barang dengan barang lain dengan tata cara tertentu. Az Zumar: 39] Muamalat adalah tukar menukar barang. urunan atau patungan. Pengertian Jual Beli Jual beli dalam bahasa Arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna berlawanan yaitu Al Bai’ yang artinya jual dan Asy Syira’a yang artinya beli. Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan sedikit mengenai muamalat jual beli. bekerjalah sesuai dengan keadaanmu. Beberapa kategori yang termasuk dalam muamalat yakni : jual beli. serikat usaha. dan lain-lain. yaitu : 1. Rukun dan Syarat Jual Beli Dalam pelaksanaan kegiatan jual beli. manusia harus berusaha mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber ekonomi. C. sesungguhnya aku akan bekerja (pula). maka kelak kamu akan mengetahui ” [QS. pemberian upah. jasa atau sesuatu yang memberi manfaat dengan tata cara yang ditentukan. minimal ada tiga rukun yang perlu dipenuhi. Muamalah dalam Islam A.

Barang yang diperjualbelikan harus diteliti lebih dulu c. jual beli dilakukan dengan cara memesan lewat telepon. Suci atau bersih dan halal barangnya b. Sebelum akad terjadi. Di zaman modern saat ini. Contoh : Ijab Kabul : Saya menjual mobil ini dengan harga 30 juta rupiah. tidak ada paksaan kepada keduanya. Ada benda yang diperjualbelikan Barang yang diperjualbelikan harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Berlaku Benar (Lurus) . aku beli. aku berikan. 3. Penjual atau pembeli melakukan jual beli dengan kehendak sendiri.Orang gila tidak sah jual belinya. Barang yang dijual adalah milik sendiri atau yang diberi kuasa g. biasanya telah terjadi proses tawar menawar terlebih dulu. Jula beli seperti ini sah saja. maka jual beli tersebut tidak sah. Kabul adalah ucapan si pembeli sebagai jawaban dari perkataan si penjual. Barang yang diperjualbelikan tidak berada dalam proses penawaran dengan orang lain d. Syarat Ijab dan Kabul Ijab adalah perkataan untuk menjual atau transaksi menyerahkan. Ijab kabul jual beli juga sah dilakukan dalam bentuk tulisan dengan sarat bahwa kedua belah pihak berjauhan tempat. Perilaku atau Sikap yang Harus Dimiliki oleh Penjual 1. Barang itu dapat diserahterimakan A. Barang yang diperjualbelikan bukan hasil monopoli yang merugikan e. Yang perlu diperhatikan dalam ijab kabul adalah saling rela (ridha) yang direalisasikan dalam bentuk kata-kata. Pernyataan ijab kabul tidak harus menggunakan kata-kata khusus. Barang yang diperjualbelikan tidak boleh ditaksir (spekulasi) f. apabila si pemesan sudah tahu pasti kualitas barang pesanannya dan mempunyai keyakinan tidak ada unsur penipuan. seperti : aku jual. aku ambil. : Saya membeli mobil ini dengan harga 30 juta rupiah. Apabila ada paksaan. 2. atau salah satu diantara keduanya. atau orang yang melakukan transaksi itu diwakilkan. dan aku terima.

Menepati Amanat Menepati amanat merupakan sifat yang sangat terpuji. salah satu karakter pedagang yang terpenting dan diridhai Allah adalah berlaku benar. kualitas. Sebaliknya. Hal itu dimaksudkan agar pembeli tidak merasa tertipu dan dirugikan. Orang yang tidak melaksanakan amanat dalam islam sangat dicela. orang tua renta yang berzina. Jujur Selain benar dan memegang amanat. yaitu penjual yang suka bersumpah. dan harga barang dagangannya kepada pembeli tanpa melebih-lebihkannya. Hal-hal yang harus disampaikan ketika berdagang adalah penjual atau pedagang menjelaskan ciri-ciri. Yang dimaksud amanat adalah mengembalikan hak apa saja kepada pemiliknya. Oleh karena itu. ukuran kualitas. orang miskin yang congkak. Berdusta dalam berdagang sangat dicela terlebih jika diiringi sumpah atas nama Allah. dusta merupakan perilaku orang munafik. 3. Firman Allah : . seorang pedagang harus berlaku jujur. baik dari segi promosi barang atau penetapan harganya. Sikap jujur dalam hal timbangan. seperti dalam jual beli. dan pemimpin yang zalim. Seorang muslim dituntut untuk berlaku benar. dan kuantitas barang yang diperjual belikan adalah perintah Allah SWT.Berperilaku benar merupakan ciri utama orang yang beriman. “Empat macam manusia yang dimurkai Allah. Kejujuran merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam jual beli karena kejujuran akan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan salah satu pihak.”(HR Nasai dan Ibnu Hibban) 2.

b. Al A’raf : 85] Sikap jujur pedagang dapat dicontohkan seperti dengan menjelaskan cacat barang dagangan. kuantitas.”(HR Muslim) 4. Khiar Majelis Khiar majelis adalah si pembeli dan penjual boleh memilih antara meneruskan akad jual beli atau mengurungkannya selama keduanya masih tetap ditempat jual beli. maka jual beli harus ditegaskan untuk . selalu diingatkannya jangan menipu. Ia berkata: “Hai kaumku. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya. timbangan. Khiar ada tiga macam yaitu : a. sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Hadis lain meriwayatkan dari Umar bin Khattab r. seperti mengurangi takaran.” [QS. baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. kualitas.a berkata seorang lelaki mengadu kepada rasulullah SAW sebagai berikut “Katakanlah kepada si penjual. Khiar majelis ini berlaku pada semua macam jual beli. Syu’aib. jangan menipu! Maka sejak itu apabila dia melakukan jual beli. sembahlah Allah. Khiar Khiar artunya boleh memilih satu diantara dua yaitu meneruskan kesepakatan (akad) jual beli atau mengurungkannya (menarik kembali atau tidak jadi melakukan transaksi jual beli). Setelah hari yang ditentukan tiba. Lawan sifat jujur adalah menipu atau curang. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu.Artinya : “Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman. Khiar Syarat Khiar syarat adalah suatu pilihan antara meneruskan atau mengurungkan jual beli setelah mempertimbangkan satu atau dua hari. atau menonjolkan keunggulan barang tetapi menyembunyikan cacatnya.

Masa khiar syarat selambat-lambatnya tiga hari c. Kecacatan itu sudah ada sebelumnya. Menghambat orang lain mengetahui harga pasar agar membeli barangnya. e. c. Khiar Aib (cacat) Khiar aib (cacat) adalah si pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya. Menjual atau membeli barang haram.dilanjutkan atau diurungkan. 3. . Menyembunyikan cacat barang kepada pembeli. f. g. Hadis Nabi Muhammad SAW. Mubah Jual beli secara umum hukumnya adalah mubah. Menimbun barang yang dijual agar harga naik karena dibutuhkan masyarakat. Membeli barang yang sudah dibeli atau dipesan orang lain. maka masing-masing boleh melakukan khiar selama mereka belum berpisah dan mereka masih berkumpul. Hukum Jual Beli 1. maka jual beli yang demikian itu sah. h. apabila barang tersebut diketahui ada cacatnya. yaitu seperti menjual harta anak yatim dalam keadaaan terpaksa. Wajib Jual beli menjadi wajib hukumnya tergantung situasi dan kondisi. 2. Menyakiti penjual atau pembeli untuk melakukan transaksi. kemudian mereka sepakat dengan khiar tersebut. Larangan dalam Jual Beli a. namun tidak diketahui oleh si penjual maupun si pembeli. Memjual atau membeli barang dengan cara mengecoh/menipu (bohong). Menjual barang dengan cara kredit dengan imbalan bunga yang ditetapkan i. yang artinya : “Jika dua orang laki-laki mengadakan jual beli. B.” (HR Mutafaqun alaih) A. d. atau salah satu melakukan khiar. Haram Jual beli haram hukumnya jika tidak memenuhi syarat/rukun jual beli atau melakukan larangan jual beli. Membeli barang di atas harga pasaran b.

hanya ditentukan dengan sifat dan barang dalam tanggungan penjual. Rukun Salam sama seperti jual beli pada umumnya. 2. • Syarat Salam : 1.j. baik bentuk. Jual Beli Barang Tidak Terlihat (Salam) Definisi/pengertian salam adalah penjual menjual sesuatu yang tidal terlihat atau tidak di tempat. dan sebagainya MAKALAH AGAMA IBADAH DAN MUAMALAH . jumlah. A. mencelakai para pesaing dan lain-lain. Pembayaran dilakukan di muka pada majelis akad. takaran. 3. seperti : untuk merusak ketentraman umum. menyempitkan gerakan pasar. Barang yang disalam jelas spesifikasinya. Jual beli tujuan buruk. Penjual hutang barang pada si pembeli sesuai dengan kesepakatan.

Ahmad Imanullah Zakariya Tingkat III Teknik Kripto NPM.Oleh : R. 0706100739 SEKOLAH TINGGI SANDI NEGARA 2011 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->