P. 1
Problematika Negara Islam Indonesia

Problematika Negara Islam Indonesia

|Views: 514|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on May 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

Problematika Negara Islam Indonesia

Friday, 06 May 2011 15:07 |

Menjelang peringatan Paskah 22 April 2011 aparat kepolisian disibukkan dengan berita yang mengagetkan adanya temuan bom dengan bahan peledak 150 kg di dekat gereja Christ Cathedral, Serpong, Banten. Dari opini media yang berkembang tuduhan di arahkan kepada jaringan NII (Negara Islam Indonesia). Hari-hari belakangan ini media massa baik cetak maupun elektronik heboh membahas tentang NII. Kalau kita ikuti dengan baik, sebetulnya, jauh sebelum temuan bom di Serpong, opini media sudah memberikan pemanasan tentang aktifitas NII. Lalu diikuti oleh serentetan kejadian bom. Dengan demikian pelaku dengan mudah diperoleh yaitu kelompok NII. Dari modus operandi seperti ini banyak yang bertanya; benarkah peristiwa demi peristiwa adalah perbuatan aktifis NII? Ataukah rekayasa aparat keamanan untuk mengalihkan isu besar yang sedang dihadapi oleh negara ini? Ataukah aktifitas NII sedang dijadikan kuda tunggangan politik? Pertanyaan liar seperti di atas wajar saja terjadi. Kita tentu masih ingat bagaimana rekayasa politik sebelum terjadi bom Bali 12 Oktober 2003. Beberapa bulan sebelum terjadi bom Bali banyak peringatan dari Amerika Serikat bahwa akan terjadi ledakan bom di Indonesia yang dilakukan oleh JI (Jemaah Islamiyah) dengan amirnya Abu Bakar Ba’asyir. Ketika peristiwa bom Bali benar-benar terjadi, Abu Bakar Ba’asyir dengan mudah dituduh lalu ditangkap. Dalam sidang pengadilan, ketika itu Suara Islam (SI) hadir, terungkap seorang saksi dari penerjemah CIA mengungkapkan bahwa 15 hari sebelum terjadi bom Bali, AS melalui aparat CIA-nya telah mendatangi rumah kediaman Presiden Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan meminta langsung kepada Presiden Megawati untuk menyerahkan Abu Bakar Ba’asyir dengan cara di”reinder” (seperti menangkap rusa di hutan, pen) untuk di bawa ke AS lalu dimasukkan ke neraka Guantanamo yang terkenal sangat menakutkan itu. Entah karena apa, saat itu Megawati tidak mau menyerahkan Ust Abu. Lalu aparat CIA itu mengancam bahwa akan terjadi peristiwa besar. Dua minggu kemudian, bom Bali benar-benar terjadi. Bali luluh lantak dihantam bom dengan korban ratusan orang. Tidak sampai 1 bulan setelah bom Bali, Abu Bakar Ba’asyir sudah ditangkap dan di dakwa sebagai otak pelaku bom Bali. Dalam persidangan berikutnya tudahan itu tidak bisa dibuktikan. Seandainya Megawati setuju untuk menyerahkan Ba’asyir, peristiwa bom Bali tidak pernah akan terjadi. Demikian kesaksian penerjemah CIA itu. Ketika hakim bertanya, andaikata Abu Bakar Ba’asyir benarbenar diserahkan oleh Megawati, apakah Bom Bali benar-benar tidak akan terjadi? Dengan tegas sang penerjemah menjawab dengan tegas seandainya Megawati menyerahkan Ba’asyir, dia yakin bom Bali tidak akan terjadi. Mengapa NII Eksis? Kembali kepada persoalan NII yang diributkan sekarang ini, apa sebenarnya yang membuat NII punya daya tahan sehingga tetap hidup bahkan berkembang mengikuti putaran zaman? Jawaban singkatnya adalah masalah ideologi dan ekonomi berjalin - berkelindan sehingga radikalisme tetap sulit untuk dihindari. NII lahir dari rahim politik, yaitu Negara Islam Indonesia dan bukan Republik Indonesia (RI). NII diproklamirkan oleh S.M. Kartosuwiryo di Jawa Barat 7 Agustus 1949 dengan nama Darul Islam

Written by Shodiq Ramadhan |

(DI). Persoalan DI baru bisa diselesaikan dengan tertangkapnya Kartosuwiryo tahun 1962. Setelah itu tokoh-tokoh DI turun gunung dan membaur di tengah masyarakat. Perkembangan sejarah menunjukkan dengan berakhirnya pemberontakan tokoh-tokoh DI ternyata membawa ideologi politik yang sangat erat dengan pemahaman agama Islam. DI ternyata tidak sama dangan pemberontakan lain seperti PRRI/Permesta yang bisa diselesaikan secara politik. DI tidak sesederhana itu. Meskipun secara politik mereka kalah, tapi akar ideologi mereka tidak pernah dibongkar dan dibasmi. Lalu dalam waktu singkat tumbuh dan kembali berkobar. Dalam pandangan dan keyakinan aktifis Darul Islam DI/NII adalah Negara karunia Allah yang akan membawa keamanan, keadilan dan ridho Allah Swt. Adapun RI adalah Negara kafir karena tidak berdasarkan Islam. Karenanya harus diperangi dan direbut sampai berdiri kembali NII sebagai Darul Islam. Untuk merebut tampuk kepemimpinan RI harus diikat dengan doktrin aqidah dan sejarah. Dalam doktrin NII ada tiga masalah yang digabungkan, tidak bisa dipisahkan. Satu sama lain akan berpengaruh. Pertama adalah masalah aqidah atau ideologi. Kedua, Sejarah Perjuangan Rasulullah (SPR), ketiga Sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia (SPUI). Aqidah merupakan roh yang memberikan jiwa pergerakan. Sementara SPR merupakan guide perjuangan, serta jawaban terhadap masalah hukum yang muncul. Adapun SPUI merupakan ajaran Islam yang telah dan akan ditegakkan di Indonesia. Dalam memahami aqidah DI memahami Negara Islam merupakan wujud keimanan yang paling penting dan utama.. Seseorang akan menjadi kafir kalau dia rela dan ridho hidup di bawah aturan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Negara RI yang berdasarkan PANCASILA bukan Negara Islam. Karena itu siapa yang menerima Negara Pancasila adalah Kafir. Dalil yang dipakai adalah ayat dalam surat al- Maidah: “Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka itulah orang kafir, fasiq dan musyrik (zholim)”. DI memahami bahwa antara iman dan amal sangat erat kaitannya. Seorang muslim harus mengamalkan ajaran agamanya. Amalnya bisa batal bila amal perbuatan tidak sesuai dengan iman. Untuk menguatkan pemahamannya, sering kali instruktur DI mengutip pendapat ulama dan tokoh-tokoh pergerakkan Islam yang ada kecocokan. Untuk tahap pemula mereka menggunakan buku yang ditulis oleh Sa’id Hawwa, Seperti buku Al-Islam. Tapi itu hanyalah tipuan saja. Karena pada tahap lanjutan banyak pendapat Sa’id Hawwa yang tidak sesuai dengan doktrin NII akan mereka campakkan. Di lain kesempatan DI juga akan mengutip pendapat tokoh Syi’ah. Tapi pendapat Syi’ah yang mensucikan imam, dan imam itu harus dari kalangan ahlul bait juga akan mereka buang. Karena Kartosuwiryo dan tokoh-tokohnya bukan dari kalangan ahlul bait, tapi orang Jawa dan Sunda. Dalam doktrin bernegara ini DI memakai istilah Tauhid Mulkiyah. Artinya tidak ada kekuasaan atau kerajaan kecuali kerajaan Allah. NII merupakan wujud kerajaan Allah di muka bumi. Selain NII mereka juluki sebagai regime thogut yang wajib dihancurkan. Adapun tauhid yang kita peroleh sepanjang sejarah Islam tidak ada yang mengatakan bahwa maksud tauhid mulkiyah itu artinya kekuasaan dalam bentuk negara semata, seperti yang dipahami NII.. Kata-kata mulk (kekuasaan) seperti yang terdapat dalam surat Al-Fatihah: Maliki yaumiddien. Artinya penguasa pada hari pembalasan. Ada ayat yang lain Allah akan memberikan kekuasaan kepada siapa yang dia kehendaki dan mencabutNya dari siapa yang dia kehendaki. Allah dengan kekuasaannya menguatkan siapa saja dan melemahkan siapa saja yang dia kehendaki karena Dialah Allah yang maha berkuasa. Dalam menafsirkan ayat-ayat tauhid ini DI tidak pernah mau merujuk kepada hadist-hadist, pendapat sahabat atau kitab-kitab tafsir yang utama. Ayat-ayat itu mereka tafsirkan dalam kerangka Negara Islam. Jadi disinilah letak kesesatan pemahaman DI dalam masalah tauhid. Ketika seseorang salah dalam memahami tauhid, maka dapat dipahami bagaimana implikasinya dalam semua gerak hidupnya. Suara Islam (SI) pernah bertemu dengan seorang penjual es keliling di terminal Pulo Gadung. Sambil menjajakan esnya, teman ini bersemangat bagaimana menegakkan negara yang berdasarkan Islam. Katanya perjuangan yang benar hanyalah perjuangan Kartosuwiryo dengan

menegakkan Negara Islam Indonesia. Selain itu adalah pejuang nasionalis yang kafir. Pernyataan ini tentu saja mengagetkan. Ketika ditanyakan kalau begitu perjuangan sahabat Rasulullah yang membawa dan mendakwahkan Islam ke Afrika dan Asia termasuk Indonesia dimana sebagian besar tidak dikenal namanya dalam sejarah. Apakah mereka-mereka itu akan dicap kafir? Teman ini tidak bisa menjawab, lantas pergi. Tapi sebelum pergi SI memberikan nasehat, “negara bukanlah tujuan utama dalam hidup seseorang. Islam memang membutuhkan negara untuk membela ajaran dan syari’atnya. Hanya saja itu sangat tergantung dengan perkembangan sejarah serta bakat dan kemampuan seseorang. Seorang petani dan masyarakat biasa tugasnya bukan untuk memikirkan masalah negara. Tugas utamanya adalah bagaimana menjadi individu yang baik serta mampu menjaga keluarganya dengan melaksanakan ajaran Islam. Teman ini tentu saja tidak berkenan mendengarkannya. Memang tugas utama seorang muslim adalah menjadi hamba Allah yang bebas dari kemusyrikan. Dalam menegakkan ajaran Islam sangat tergantung kepada kemampuan dan wawasan seseorang. Seorang kepala keluarga yang mempunyai kecerdasan dan pendidikan serba pas-pasan, tugas utamanya adalah bagaimana mencari nafkah secara halal. Soal negara bukanlah tugas dan kewajibannya. Seorang dokter yang bertugas di ruang prakteknya maka tugas utama sebagai amal shalehnya adalah berkhidmat membantu penyembuhan penyakit pasien secara baik dan benar. Itu sudah termasuk amal sholeh. Jadi dalam pikiran kader-kader NII, pengamalan agama ini baru akan sempurna jika sudah berdiri negara Islam. Karena itu siang malam mereka hanya berfikir bagaimana mencari pengikut sebanyak-banyaknya untuk menegakkan negara Islam. Alqur’an dalam pemahaman NII merupakan undang-undang negara. Untuk melengkapi penelusuran kita terhadap NII akan lebih pas dengan melihat pemahaman NII terhadap perjuangan Nabi Muhammad Saw. NII membagi sejarah perjuangan Nabi dalam dua fase: fase Makkah dan fase Madinah. Dalam pandangan NII pada fase Makkah syariat belum diberlakukan. Nabi hanya mengajak untuk mencari pengikut dengan mendakwahkan tauhid. Karena itu kader-kader NII tidak shalat dan tidak puasa. Begitu juga wanita-wanitanya tidak wajib berjilbab. Kalaupun mereka shalat hanyalah sekedar pura-pura sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Dalam fase Makkah juga belum dilarang meminum khamar dan minuman yang memabukkan lainnya. Pada fase Madinah dalam pemahaman NII adalah ketika Nabi Muhammad sudah berhasil mendirikan Negara Islam Madinah. Lalu semua hukum diterapkan. Qisas dilaksanakan, rajam diterapkan. Aturan-aturan lain juga diberlakukan Pemahaman seperti ini tentu saja sangat sesat dan menyesatkan. Pembagian fase perjuangan Nabi Muhammad ke dalam fase Makiah dan Madaniah hanyalah untuk menjelaskan periodesasi dakwah. Fase itu tidak berlaku dalam masalah hukum. Hukum Islam itu sudah berlaku secara sempurna setelah ayat Alqur’an diturunkan secara kaffah.. Selain itu sejarah perjuangan Nabi itu bukanlah suatu hukum. Karena sejarah itu merupakan “ibroh” (pelajaran). Karena itu, para ulama hukum Islam telah membuat kaedah hukum yaitu hukum itu sesuai dengan lafaz atau bunyi teks secara umum dan bukan karena sebab-sebab khusus. Misalnya nabi Muhammad menikah pertama umur 25 tahun dengan Khadijah seorang janda umur 40 tahun. Apakah ini juga hukum? Tentu saja tidak. Kalaulah hukum tentulah setiap umat Muhammad harus menikah pertama dengan seorang janda umur 40 tahun. Dalam surat Yusuf :111 ditegaskan bahwa sejarah itu hanya sebagai pelajaran yang perlu diambil hikmahnya dan bukan merupakan hukum. Tokoh-tokoh NII tentu saja tidak mau memperhatikan ayat-ayat seperti ini, karena akan merusak plat form perjuangannya. Tujuan dakwah Nabi bukan untuk menegakkan atau merampas tampuk kekuasaan politik dari masyarakatnya. Nagara Madinah hanyalah satu kemestian sejarah. Seandainya masyarakat Makkah mau menerima Dakwahnya, mungkin nabi Muhammad tidak akan hijrah ke Madinah. Karena dalam sejarah para nabi, ada nabi itu yang menjadi penguasa dan raja seperti kisah nabi Daud dan Sulaiman. Tapi juga tidak sedikit dari nabi dan rasul yang diutus Allah tidak berkuasa dan berasal dari kalangan rakyat biasa.

Tokoh NII mewajibkan kepada anggotanya yang baru direkrut untuk dibaiat> Karena dalam doktrin NII, kaum muhajirin yang datang menjumpai nabi juga melakukan bai’at terhadap Rasulullah. Bai’at memang ada dalam khazanah politik Islam. Bahkan dianggap salah satu wujud pengakuan dan loyalitas masyarakat Arab terhadap kepemimpinan seseorang. Tapi Bai’at atau tidaknya seseorang kepada pemimpin tidaklah membatalkan keislaman seseorang. Setelah nabi Muhammad wafat, lalu para Sahabat di Saqifah Bani Saidah membai’at Abu bakar sebagai khalifah. Pada saat itu sebagaian besar sahabat berbai’at terhadap Abu Bakar. Hanya saja sejarah juga mencatat, ada sahabat yang tidak ikut berbaiat terhadap Abu Bakar, diantaranya Saad bin Ubadah dan Fatimah putri Rasulullah. Apakah dengan demikian keislaman keduanya gugur? Tentu saja tidak. Dalam memahami Al Qur’an dan sirah nabi Muhammad, doktrin NII tidak pernah mau melihat bagaimana hadist-hadist seperti yang terdapat dalam hadist shahih Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tarmizi dan Nasa’i. Penafsiran para sahabat, dan kitab ulama salaf yang utama tidak pernah menjadi rujukan doktrin NII. Karena kalau mereka membuka kitab-kitab hadist maka serta merta kesesatan doktrin mereka akan segera terbongkar. Setelah kita telusuri dua fase kesesatan pemahaman NII terhadap Al Qur’an dan sunnah serta sejarah Nabi Muhammad, maka kesalahan ke tiga NII adalah tentang interpretasi terhadap sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia (SPUI). Menurut NII perjuangan umat Islam sebelum kedatangan Kartosuwiryo merupakan periode gelap atau sesat, karena perjuangan para umat Islam masa lampau masih berkonotasi sekuler dan jahiliyah. Barulah setelah era Kartosuwiryo perjuangan umat Islam murni dan sesuai sunnah. Jadi perjuangan dan pemberontakan Padri, Diponegoro dan Pergerakan Syarikat Islam adalah Jahiliyah. Begitu juga perjuangan kyai NU mendirikan Pesantren juga jahiliyah. Jahiliyah yang sama juga terjadapat pada pergerakan Muhammadiyah. Tokoh-tokoh NII memahami bahwa proklamasi DI/TII tahun 1949 merupakan awal periode Madinah dan pemberlakuan syariat Islam. Karena itu dalam surat-menyurat Kartosuwiryo kepada pemerintah RI dengan jelas disebutkan kata “Madinah Indonesia”. Lalu periode tertangkapnya Kartosuwiryo tahun 1962 diterjemahkan sebagai periode Hudaybiyah, yaitu periode penghentian saling menyerang. Lalu dimulai masa konsolidasi. Tahap berikutnya bagi NII adalah Futuh Makkah (penaklukkan Makkah). Maksudnya adalah NII akan mengambil alih kekuasaan politik di Indonesia. Terakhir yang menjadi persoalan kita adalah apakah tokoh-tokoh NII tidak menyadari kesesatannya? Sebagian besar sangat menyadarinya, tapi kebutuhan ekonomi dan ancaman internal niscaya memaksa mereka tidak mungkin lepas dari jaringan sesat itu. Wallahua’lamu bissawwab. (Tim Redaksi SI)

Proyek Menghadang Negara Islam
Friday, 06 May 2011 17:04 |

NII KW9 ternyata berhubungan dengan Pesantren Al Zaytun di Indramayu dan dengan pemimpin yang sama. Keresahan terjadi tapi kenapa polisi tak bertindak? Dr Azhari, Noordin Muhamad Top, Dulmatin, atau sejumlah tokoh teroris lainnya mati ditembak Densus 88. Yang lainnya ditangkap, diadili, dan mendekam di penjara. Pendek

Written by Shodiq Ramadhan |

kata, Densus 88 bukan main hebatnya. Hampir tak ada tempat yang aman bagi para penjahat untuk menyembunyikan diri. Karena itu menjadi tanda tanya besar kenapa pemerintah tak berhasil membongkar jaringan Negara Islam Indonesia (NII)? Padahal NII telah meresahkan masyarakat karena diketahui melakukan cuci otak kepada para pelajar dan mahasiswa yang menjadi korbannya di berbagai daerah dan kota. Lebih meresahkan setelah ternyata Pepi Fernando, 32 tahun, sutradara film dan otak teroris bom buku dan perencana peledakan bom di dekat pipa gas di Serpong, Tangerang, pernah pula menjadi anggota NII. Jaringan ini diketahui memeras, menipu, memoroti duit korbannya, dan itu menggunakan nama Islam. Sampai ada anak membenci atau melawan orang tua, remaja raib dan tak pulang ke rumah, dan banyak lagi cerita serupa lainnya. Yang menghebohkan adalah kasus Laila Febriani alias Lian, gadis yang ditemukan April lalu, dalam keadaan linglung di Masjid AtTaawun, Puncak, Bogor. Dia adalah korban cuci otak oleh NII. Nama negara Islam, atau bahkan nama Islam itu sendiri sudah hancur-hancuran, babak-belur, paling tidak menjadi amat jelek, karena perbuatan NII. Sebentar lagi orang akan takut mendengar nama negara Islam, bahkan mendengar nama Islam itu sendiri. Tapi mengapa pemerintah diam saja? Kenapa Densus 88 tak menunjukkan kebolehannya menyergap dan menembaki markas dan para anggota NII, seperti dilakukannya selama ini dalam memberantas terorisme? Ternyata karena intelijen berada di belakang dan selalu melindungi NII. Itulah yang diungkapkan secara terbuka kepada wartawan oleh Al Chaidar, peneliti dan penulis sejumlah buku tentang NII. Menurut Al Chaidar masalah NII sebenarnya sudah cukup jelas sejak lama karena sejumlah pihak telah melakukan penelitian, termasuk penelitian oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa tahun yang lalu. Dari penelitian itu diketahui bahwa NII KW 9 (Komando Wilayah 9) punya kaitan dengan Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, yang dipimpin A.S Panji Gumilang alias Abu Toto. ‘’Panji Gumilang itu adalah orang yang dilindungi pemerintah atau oleh oknum intelijen,’’ kata Al Chaidar yang beberapa kali pernah mengunjungi Pesantren Al Zaytun dan mewawancarai Abu Toto. Dalam operasionalnya NII berusaha mengumpulkan duit sebanyak-banyaknya dari para simpatisan dan para korban (yang tertipu). Menurut Al Chaidar hanya sekitar 10% uang itu digunakan untuk keperluan pesantren. Sisanya dibagi-bagi, termasuk dengan para oknum intelijen. Dengan cara seperti ini, Al Chaidar mengatakan bahwa tujuan NII ini (yang disebutnya gadungan) hanya untuk mencari duit dan sama sekali tak ada urusannya dengan rencana mendirikan negara Islam atau untuk kepentingan Islam lainnya. Pada tahun 1999, Al Chaidar pernah bertemu Letjen Z.A. Maulani, Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) – sekarang dikenal sebagai Badan Intelijen Negara (BIN). Ketika itu Z.A.Maulani berbicara untuk kepentingan Abu Toto alias Panji Gumilang, meminta agar Al Chaidar membatalkan rencana menerbitkan buku yang menyangkut Panji Gumilang. Tapi permintaan itu tak dipenuhi Al Chaidar. ‘’Kawan-kawan saya bilang, ditulis saja korbannya banyak, apalagi nggak ditulis,’’ kata Al Chaidar. Al Chaidar malah pernah melaporkan Kepala BIN Hendropriyono ke Mabes Polri pada 2003, untuk perbuatan mengancam dan penghinaan. Pada 13 Mei 2003, Hendro mengunjungi Pesantren Al Zaytun dan berpidato di sana. "Dia bilang akan menghajar siapa saja yang melawan Al Zaytun,’’ kata Al Chaidar. Selain itu Hendro mengatakan bahwa orang yang menghujat Al Zaytun adalah iblis. Semua pernyataan Hendro itu terekam dalam VCD dan dijadikan Al Chaidar barang bukti kepada polisi. Tapi maklum sajalah: mana polisi berani mengusut seorang Kepala BIN. RATUSAN MILYAR DI BANK CENTURY

Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin juga mengungkapkan bahwa pimpinan NII KW 9 dan pimpinan Pesantren Al Zaytun adalah orang yang sama. Dan selama 20 tahun beroperasi NII KW 9 dibiarkan saja oleh pemerintah. ‘’MUI sudah lama memberikan fatwa mau pun peringatan berdasarkan pengaduan banyak pihak yang menjadi korban. Dan itu disampaikan juga kepada pemerintah, namun tak ada tindakan pemerintah yang memuaskan,’’ kata Din. Pembiaran itu menyebabkan NII kemudian menyebar dengan mudah sampai ke sekolah menengah mau pun perguruan tinggi. Maka Din berpendapat masyarakat harus mencegah penyebaran NII karena pembiaran oleh pemerintah. ‘’Kalau tak dicegah, NII itu hanya akan mendiskreditkan ummat Islam,’’ kata Din. Hubungannya yang dekat dengan intelijen Indonesia menyebabkan Al Zaitun berkembang dengan cepat dan disebut-sebut sebagai pesantren terbesar di Asia Tenggara. Dan yang lebih menakjubkan ternyata pesantren itu atau NII amat kaya memiliki duit sampai puluhan milyar rupiah – sementara pesantren lain ngos-ngosan kesulitan dana. Tatkala heboh kasus Bank Century, 21 Desember 2009, Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Yunus Husein melaporkan kepada Panitia Khusus (Pansus) DPR tentang Bank Century bahwa seorang bernama Abu Maarik memiliki simpanan di bank itu sebesar Rp 46,2 milyar. Abu Maarik diduga nama lain dari Panji Gumilang alias Abu Toto, pemimpin Pesantren Al Zaytun dan pemimpin tertinggi NII KW 9. ‘’Kita minta negara segera melumpuhkan jaringan yang merusak negara seperti NII. Apalagi setelah ditemukan dana milyaran rupiah di Bank Century. Kenapa itu tak terendus dari dulu?’’ kata Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR. Malah sebenarnya dana yang dimiliki NII KW9 pernah lebih besar lagi, mencapai ratusan milyar rupiah dan didepositokan di Bank Century Cabang Senayan, Jakarta. Dana itu berasal dari sumbangan para pendukungnya yang militan. Hal itu diungkapkan bekas Menteri Peningkatan Produksi NII KW9 Imam Supriyanto kepada wartawan Detik.Com. Dari 1997 – 2003 yang menjadi Kepala Negara NII KW9 adalah Syamsul Alam yang diyakini oleh Imam Supriyanto tak lain dari Panji Gumilang, pimpinan Pesantren Al Zaytun yang dikenal sekarang. Pada 2002 terjadi gejolak internal ketika Syamsul Alam tak bisa mempertanggungjawabkan dana yang ia gunakan. Saat itu sekitar separuh anggota NII keluar. Lantas pimpinan NII membuat kewajiban bagi anggota untuk memberikan sumbangan dengan target tertentu. Sejak itulah menurut Imam Supriyanto, terdengar ada anggota NII yang melakukan pemerasan, penipuan, dan semacamnya, guna memenuhi target sumbangan yang telah ditentukan. Begitu pun Al Zaitun tetap berkibar. Soalnya selain Hendropriyono, cukup banyak pejabat penting yang membekingnya. Presiden BJ Habibie, bekas Panglima TNI Wiranto, Wapres Jusuf Kalla, adalah nama-nama pejabat penting yang pernah mengunjungi Al Zaytun. Karena itu sekali pun di berbagai tempat terjadi masalah tentang laporan anak sekolah atau mahasiswa yang dicuci otak, atau remaja yang menghilang, polisi tak bertindak ke Al Zaytun mau pun NII. Tampaknya menjadi jelas bahwa NII adalah proyek intel untuk menjelek-jelekkan Islam dan konsep negara Islam kepada rakyat. Hanya sekali, ketika Irjen Pol Susno Duadji menjadi Kapolda Jawa Barat di tahun 2008, dia bekerja sama dengan MUI menggerebek sebuah upacara pindah warga negara dari warganegara Indonesia menjadi warganegara Negara Islam Indonesia (NII) yang dilakukan di sebuah tempat di Kabupaten Bandung. Sekitar 20 orang NII itu sedang dilantik dan langsung diringkus polisi. Mereka kemudian terbukti melakukan perbuatan makar di pengadilan. Amran Nasution

NII Dibuat untuk Menghadang Islam Politik

Friday, 06 May 2011 14:57 |

Written by Shodiq Ramadhan |

KH M Al Khaththath Sekjen FUI Blow Up selama dua minggu lebih terhadap kasus “NII” (Negara Islam Indonesia) oleh media massa telah menenggelamkan berita pengadilan Ustadz ABB, bom-bom yang melibatkan awak media massa, dan kasus pemeriksaan KY terhadap hakim kasus Antasari Azhar yang dinilai berbau fitnah. Sekalipun media mengait-ngaitkan kasus penipuan ala mafia yang menamakan diri mereka sebagai “NII” dengan pengeboman, terorisme, gerakan radikal, gerakan penegakan syariah, daulah, dan khilafah, namun sejauh ini polisi belum menetapkan sebagai kasus makar. Polda Jatim yang menangani kasus tersebut menetapkan sebagai kasus penipuan semata, bukan sebagai kasus gerakan makar. Adapun baiat yang dilakukan oleh pengikut “NII” hanya sebagai alat untuk menghilangkan kesadaran para korbannya (26/4/2011). Kalau kita melihat baiat yang diucapkan dalam film dokumenter tentang “NII” dan pendekatan kelompok “NII” tampak seolah kelompok ini adalah hendak mendirikan negara Islam Indonesia untuk menggantikan NKRI yang dinilai telah penuh dengan kezaliman dan harus hijrah ke NII yang akan menerapkan syariat Islam. Namun, kalau diteliti lebih mendalam, ternyata itu hanyalah pengelabuan untuk suatu tipuan kepada korbannya. Sebab setelah didoktrin hijrah, maka sang korban, umumnya mahasiswa yang tidak punya pengetahuan tentang syariat Islam dalam bidang social politik dan kenegaraan, di-fait acomply untuk baiat dan hijrah dengan membayar sedekah istighfar (semacam penebusan dosa) yang jumlahnya bisa mencapai angka jutaan rupiah dan harus disetor pada keesokan harinya sebelum baiat. Dan mahasiswa yang kepepet dan sudah dicuci otak tersebut, diajari untuk menipu orang tuanya dengan cara mengaku menghilangkan laptop temannya, dan dibantu oleh agen-agen “NII” untuk bisa memeras orang tuanya untuk mendapatkan uang jutaan rupiah demi baiat pindah kewarganegaraan. Tentu saja tidak ada ajaran Islam yang mengajarkan baiat seperti itu. Sehingga dari awal sudah bisa kita pastikan bahwa “NII” bukanlah kelompok Islam, tapi pemalsu Islam yang dibuat oleh kelompok anti Islam (Islamophobia) dengan tujuan untuk memburukkan citra Islam, khususnya Islam Politik. Menurut penuturan orang yang pernah aktif di “NII” maupun orang tua yang kehilangan anaknya akibat ulah “NII” yang konon bisa merogoh hingga 15 milyar rupiah perbulan dari kantong umat Islam itu, sangat berbahaya bagi masa depan bangsa dan anak-anak umat Islam. Sebab di dalam “NII” tidak ada kehidupan Islam yang sebenarnya, tidak ada penerapan syariat, justru mereka dibolehkan tidak sholat dan minum minuman keras. Tak ada perintah sholat jamaah ke masjid, yang ada bagaimana berjamaah ke mal-mal untuk merekrut anggota baru. Tak ada bagaimana pengembangan profesi untuk kemaslahatan umat, tapi yang ada menghalalkan segala cara mencari uang setoran ke “NII”. Menurut para aktivis NII Crisis Center, sebenarnya masalah ini sudah lama dilaporkan ke Mabes Polri, tapi anehnya tidak ada tanggapan yang berarti. Lalu fenomena “NII” dengan perilaku penipuan dan penggendaman serta penghilangan orang dari keluarga itu tiba-tiba marak diberitakan media massa, jelas ini menjadi tanda tanya.

Ada analisis bahwa “NII” ini adalah organisasi yang dikendalikan intelijen yang sewaktu-waktu ditampilkan untuk tujuan menjaga keseimbangan. Artinya, kalau ditampilkan “NII” dengan format yang membuat orang antipati kepada Islam dan umat Islam, maknanya Islam atau gerakan umat Islam di Indonesia ini dianggap terlalu maju sehingga dinilai menimbulkan ketidak seimbangan. Maka untuk memundurkannya, perlu dibuka fenomena semacam “NII” tersebut. Ada hasil survey terbaru bahwa 91 persen masyarakat Indonesia setuju politik Islam, dukungan mereka terhadap ormas Islam semacam FPI semakin menguat, dan suara mereka untuk pembubaran Ahmadiyah semakin mendekati angka mayoritas mutlak. Artinya, jika para tokoh Islam memanfaatkan hasil survey tersebut untuk menampilkan parpol Islam yang berjuang secara terbuka dan elegan bagi formalisasi syariat Islam dalam berbagai perundangan di NKRI ini, maka jelas akan mendapatkan dukungan luas dari umat dan bisa diprediksikan akan menang dalam percaturan politik di negeri ini. Untuk mencegah hal itu, untuk menakut-nakuti semua pihak, dan untuk memancing perlawanan semua pihak, serta terutama untuk membatalkan dukungan umat, maka ditampilkanlah kasus “NII” tersebut. Sekarang tergantung para pimpinan umat Islam, para petinggi partai dan ormas Islam, petinggi MUI, petinggi pesantren, dan berbagai lembaga keislaman, apakah mereka masih bisa ditipu oleh para antek AS dan kaum kafir imperialis lainnya sehingga mereka tetap pada posisi obyek penderita (maf’ul bih) di negerinya sendiri, ataukah mereka bangkit untuk mengambil hak-hak konstitusional mereka menjadi pelaku (fa’il) di negeri mereka sendiri. Wallahua’lam!

MUI Sultra: Orang Bergabung Dengan NII Karena Kecewa Dengan Pemerintah
Thursday, 05 May 2011 15:19 |

Kendari (SI ONLINE) - Hebohnya kembali pemberitaan mengenai NII sangat meresahkan warga. Keberadaannya yang susah di deteksi dan modus penjaringan anggota yang tidak terlalu mencurigakan membuat beberapa pihak terkait angkat bicara. KH Marwan Aidid, Ketua MUI Sulawesi Tenggara, mengimbau kepada semua elemen masyarakat daerah ini untuk mewaspadai keberadaan gerakaan NII di Sulawesi Tenggara. "Kita tidak boleh lengah, dan harus selalu waspada terhadap gerakan NII di daerah ini," kata mantan anggota DPD RI itu, Kamis (5/5/2011). Marwan berpendapat bahwa keberadaan gerakan NII agak susah dideteksi karena organisasinya tidak terbuka, berbeda dengan gerakan organisasi Islam lainnya yang alamatnya jelas dan pusat kegiatannya ada. "Meskipun saat ini kita belum memiliki data keberadaan NII di Sulawesi Utara, namun tidak berarti daerah ini luput dari target gerakan NII dalam mencari pengikut," ujarnya.

Written by Jaka |

Marwan menyatakan, potensi keberadaan gerakan NII di daerah ini cukup besar, karena bisa saja orang-orang yang bergabung dengan NII itu adalah mereka yang kecewa terhadap pemerintah selama ini. "Misalnya orang-orang yang kecewa terhadap pemerintah yang belum membekukan keberadaan Jamaah Ahmadiyah, sehingga bisa jadi mereka bergabung ke NII untuk menyalurkan semangat keagamaan yang mereka miliki," tuturnya. Marwan menjelaskan,meskipun keberadaan NII susah dideteksi, tetapi ada beberapa perilaku anggotanya yang mudah terbaca yakni selalu meminta uang kepada keluarganya ketika dia memasuki organisasi baru. Yang lebih parah lagi mereka itu mengkafirkan orang lain di luar dari kelompok mereka, termasuk kedua orang tua mereka yang tidak mau bergabung dengan NII. Menurut Marwan, salah satu langkah untuk mematikan gerakan NII adalah membekukan segala aktifitas Jamaah Ahmadiyah di daerah ini, sehingga tidak ada orang-orang yang kecewa terhadap kebijakan pemerintah, kemudian mereka menyalurkan kekecewaannya ke NII. "Selain itu, peran orang tua dalam mengontrol setiap anak mereka yang terlalu aktif kegiatan organisasi di luar yang dinilai berlebihan, dan juga peran perguruan tinggi dalam mengontrol mahasiswanya karena untuk sementara gerakan NII ini banyak menyusup di kampus-kampus," ujarnya.

NII tak Mengancam NKRI
Wednesday, 04 May 2011 14:59 |

Sejatinya, Negara Islam Indonesia (NII) tidaklah mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Isu NII justru digunakan untuk menghantam Islam dan gerakan Islam yang berjuang untuk menegakkan negara Islam yang sesungguhnya. Koordinator liputan Komisi untuk Orang hilang dan Korban NII Zaytun (Kontra-Z), Taufik Hidayat, tak dapat menahan rasa harunya. Matanya berkaca-kaca saat memulai diskusi dengan redaksi tabloid Suara Islam (SI), Kamis malam (28/4/2011) di kantor Redaksi SI, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Pria yang lebih dari sepuluh tahun aktif dalam advokasi korban NII itu tak menyangka jika isu yang selama ini ia perjuangkan akhirnya diblow up secara gencar oleh media massa. Di sisi lain Taufik juga curiga. Menurutnya kasus-kasus yang berkaitan dengan NII sebenarnya telah lama ada. Hilangnya sejumlah mahasiswa yang di belakang hari diketahui bergabung dengan NII sudah banyak terjadi di kampus-kampus. Tapi baru sekarang, pasca hilangnya seorang staf di Kementerian Perhubungan Liana Febriani (26) dan sejumlah mahasiswa di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), isu NII kembali diangkat berbagai media. Apalagi kasus ini muncul bersamaan dengan mencuatnya rekayasa persidangan kasus Antasari Azhar dan berbarengan pula dengan penggodokan Rancangan Undang-undang Intelijen di DPR. Anehnya meski banyak kalangan mendesak agar NII dibubarkan, pemerintah seolah menutup mata. Nampaknya pemerintah melihat NII belum membahayakan NKRI. “Secara nasional itu

Written by Shodiq Ramadhan |

belum masuk kategori ancaman dan tidak menghawatirkan. Namun kalau disebut sudah mengkhawatirkan saya setuju,” ujar Menkopolhukam Jenderal (Purn) Djoko Suyanto, Jumat (29/4/2011). Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar juga mengatakan bahwa aktivitas NII belum dapat dikategorikan sebagai tindakan makar. Ia malah mendesak agar DPR segera merampungkan RUU Intelijen. "Terjadi ancaman mulai teror bom dimana-mana sampai NII. Apa ini (RUU Intelijen, red) tidak mendesak dibutuhkan?" kata Patrialis usai meresmikan Law and Human Right Center di Kantor Wilayah Menkum dan HAM, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Bali, Jumat (29/4/2011). Sejumlah pejabat negara lainnya juga mengatakan hal senada. Maka menjadi benarlah analisis dan kekhawatiran sejumlah pihak, bahwa isu NII diangkat untuk menggolkan RUU Intelijen yang dinilai bakal menghidupkan rezim represif. Bahkan dalam sebuah diskusi yang digelar Partai Demokrat di kawasan Cikini, Jakarta, pada Ahad (1/5/2011) muncul wacana untuk menerapkan Internal Security Act (ISA) di Indonesia, sebagaimana di negeri jiran Singapura dan Malaysia. NII KW IX, Asli Produk Intelijen Merebaknya kasus NII kemudian dikaitkan dengan keberadaan NII Komandemen Wilayah IX (NII KW IX) yang beroperasi di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang dan Banten. Ditengarai NII KW IX ini sejak puluhan tahun lalu telah berhasil diinfiltrasi oleh aparat intelijen. Sejumlah tokoh petinggi NII adalah binaan intelijen. Menurut politisi AM Fatwa, mantan Wakil Kepala BAKIN Ali Murtopo adalah aktor dibalik sepak terjang dan munculnya NII KW IX. Tokoh NII yang pada mulanya direkrut Ali Murtopo adalah Danu Mohammad Hasan. Penggarapan terhadap Danu terjadi sekitar 1966-1967. Pendekatan intelijen terhadap para tokoh NII sendiri secara resmi telah dimulai pada awal 1965, dengan menugaskan seorang perwira Operasi Khusus (Opsus) bernama Aloysius Sugiyanto. Setelah Danu, Ali Murtopo membidik Ateng Djaelani Setiawan. Selanjutnya pendekatan terhadap para mantan petinggi sayap militer Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) lainnya yang berpusat di Jawa Barat dilakukan Pangdam Siliwangi saat itu, Mayjen Ibrahim Aji. Petinggi NII yang digarap itu adalah Adah Djaelani dan Aceng Kurnia. Baik menurut kubu para mantan petinggi sayap militer maupun sayap sipil NII, politik pendekatan pemerintah orde baru melalui Ibrahim Aji, sangat diterima dengan baik, kecuali oleh beberapa individeu yang menolak uluran pemerintah tersebut, seperti Djadja Sudjadi dan Abdullah Munir. Para mantan tokoh sayap militer dan sayap sipil DI akhirnya makmur secara ekonomi. Hampir semua mantan tokoh DI mendapatkan modal cukup untuk menangani proyek Inpres, SPBU atau agen minyak tanah. Operasi ini dijalankan oleh anak buah Ali Murtopo, Letkol Pitut Suharto. Opsus dan intelijen kemudian meminta para mantan laskar NII tersebut mengkonsolidasikan kekuatan melalui reorganisasi NII ke seluruh Jawa dan Sumatra. Saat itu Ali Murtopo masih menjabat Aspri Presiden yang selanjutnya menjadi Deputi Operasi Ka BAKIN dan merangkap Komandan Opsus ketika mendekati detik-detik digelarnya 'opera' konspirasi dan rekayasa operasi intelijen dengan sandi “Komando Jihad” di Jawa Timur. Dalam waktu yang bersamaan Soeharto menyiapkan Renstra (Rencana Strategis) Hankam (1974-1978) sebagaimana dilakukan ABRI secara sangat terorganisir dan sistematis melalui penyiapan 420 kompi satuan operasional, 245 Kodim sebagai aparat teritorial dan 1300 Koramil sebagai ujung tombak intelijen dalam gelar operasi keamanan dalam negeri yang diberi sandi Opstib (operasi ketertiban) dan Opsus. Dari sinilah pendekatan itu makin serius dan signifikan. Ali Murtopo mengajukan ide pembentukan dan pembangunan kembali kekuatan NII, guna menghadapi bahaya laten komunis dari utara maupun dalam rangka mengambil alih kekuasaan. Ide Ali Murtopo ini selanjutnya dijalankan Danu Mohammad Hasan yang dipandu perwira Bakin Pitut Suharto, dan disambut Dodo Muhammad Darda, Tahmid Rahmat Basuki dan H. Isma'il Pranoto (Hispran).

Karena Pitut memiliki kedekatan hubungan pribadi dengan Andi Sele di Makassar dan dengan H. Rasyidi [ayah AS Panji Gumilang, red] di Gresik, Jawa Timur, pada tahun 1968 ia ditugaskan Ali Murtopo untuk mengolah hubungan dan keberadaan para mantan petinggi NII yang sudah dirintisnya sejak 1965 tersebut dengan kepentingan membelah mereka menjadi dua faksi. Faksi pertama diformat menjadi moderat untuk memperkuat Golkar, dan faksi kedua diformat bagi kebangkitan kembali organisasi Neo-NII. Keterlibatan Pitut yang akhirnya dinaikkan pangkatnya menjadi pejabat Direktur Opsus di bawah Deputi III BAKIN terus berlanjut. Pitut tidak saja bertugas untuk memantau aktifitas para mantan tokoh DI tersebut, ia juga terlibat aktif menyusun berbagai rencana dan program bagi kebangkitan NII, baik secara organisasi maupun secara politik termasuk aksi gerakannya. Berkat panduan Pitut, musyawarah dalam rangka reorganisasi NII yang meliputi Jawa-Sumatra pernah dilaksanakan di markas BAKIN saat itu di Jalan Senopati, Jakarta Selatan. Menurut Al Chaidar, pada 24 April 1971 juga dilaksanakan pertemuan para tokoh NII di rumah Danu Mohammad Hasan selama tiga hari di Jalan Madrasah 240 Bandung atas sponsor BAKIN. Pembicara yang hadir pada waktu itu Hispran, Djaja Sudjadi, Kadar Solihat, dan Maman Tsani. Pertemuan itu menghasilkan pembagian-pembagian kontak NII, seperti pengangkatan tugastugas. Penggalangan oleh BAKIN inilah yang dikemudian hari mengasilkan kelompok Komando Jihad (KOMJI). Sepeninggal Ali Murtopo, hubungan mesra NII KW IX dengan intelijen terus dibina. Hubungan itu bahkan terlihat sangat mesra, ketika Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dijabat Abdullah Mahmud Hedropriyono. Mantan Dandim Garuda Hitam Lampung yang terlibat dalam Peristiwa Lampung itu merupakan sahabat dekat Imam NII yang juga Syekh Ma’had Al Zaytun Abu Toto alias Abdus Salam Panji Gumilang (ASPG). Ketika mewakili Presiden Megawati Sukarno Putri berkunjung ke Ma’had Al Zaytun di Hergeulis, Indramayu, Jawa Barat pada 14-15 Mei 2003 silam, ASPG malah menyebut Hendro sebagai ‘pemilik’ Al Zaytun. Puji-pujian dan sanjungan juga keluar dari mulut ASPG untuk dedengkot BIN yang dia sebut sebagai sahabat karibnya itu. “…Selamat datang, kunjungannya ke Ma’had Al-Zaytun ini. Ini sebenarnya bukan satu kunjungan. Tapi pemiliknya datang kembali; yang sudah agak lama. Kami, kalau sahabat tidak ketemu sepekan, …itu rasanya, Subhanallah,” ujar ASPG. Merasa tersanjung dengan pujian selangit dari ASPG, Hendropriyono tak kalah tingginya dalam menyanjung Panji Gumilang. Ia bahkan terang-tarangan melamar menjadi bagian dari Keluarga Besar Ma’had Al Zaytun. “Ini semua Badan Intelijen Negara adalah saudara-saudara Bapak/Ibu sekalian, diterima atau tidak diterima, mendaftar sebagai saudara dan pengikut AlZaytun,” ujar Hendro disambut tepuk-tangan amat riuh dari para hadirin. Dalam kesempatan itu, Hendro juga menceritakan tentang sepak terjangnya dalam membela Al Zaytun. Ia malah mengatakan bahwa kalangan yang menganggap Al Zaytun sesat adalah orang yang sesat dan membaca buku-buku iblis. “Bukunya orang yang iri hati. Bukunya orang yang iri hati!! Mudah-mudahan dia segera bertobat,” kata Hendro. Pembelaan Hendropriyono terhadap Al Zaytun juga tidak main-main. Dalam pidatonya mewakili Presiden Megawati itu pula Hendro menyatakan akan menghajar siapapun yang menghujat Al Zaytun. “Semasa saya masih kuat dan ada kuasa –begitu harusnya iman kita bukan?– dengan tangan!. Kalau ini nanti tidak bisa, dengan mulut. Kalo tidak bisa baru dengan doa. Tapi semasa masih bisa dengan tangan, saya hajar siapa yang mau menghujat terus!,” katanya sambil mengepalkan tangan kanannya memperagakan gerakan memukul dengan tangan kanannya, di hadapan para hadirin, diikuti dengan gemuruh tepuk-tangan yang amat riuh. Terbukti, hingga kini Hendro masih membela keberadan NII KW IX yang bersembunyi di belakang Ma’had Al Zaytun. "Al Zaytun itu pesantren dengan nuansa pendidikan, tidak ada politik. Yang datang itu sejak Presiden Soeharto, BJ Habibie dan Presiden Megawati yang diwakilkan oleh saya. Jangan menuduh (Al Zaytun terkait NII KW 9), lebih baik diusut saja," kata Hendro saat ditanya wartawan tentang keterkaitan Al Zaytun dengan NII.

Hendro juga membantah bila intelijen membekingi NII. "Tidak benar (dibekingi intelijen, red). Kita harusnya mengerti, kita sedang dalam panggung apa. Kita sekarang perang psikologi, perang memutarbalikkan fakta dan fitnah memfitnah," kata Hendropriyono di Jakarta, Jumat (29/4/2011). NII, Lebih Liberal dari Kaum Liberal Mantan anggota NII Imam Solahudin mengatakan bahwa dalam praktik ibadah dan muamalah NII ternyata lebih liberal dari pada kelompok Jaringan Islam Liberal. Imam yang berbaiat pada tahun 1989 itu menceritakan awal mula menyimpangnya pemahaman NII terjadi pada tahun 1993, saat kepemimpinan NII KW IX berpindah dari Abi Karim kepada Abu Totok alias Abdus Salam Panji Gumilang. “Sebelumnya Abu Toto telah mengikuti pengajian Lembaga Kerasulan atau Isa Bugis (paham ingkar sunah, red)”, jelas Imam yang pernah menjadi aparat kecamatan NII sebagai Kepala Bagian Keuangan di Tambelang Bekasi Utara itu. Menurut Umar Abduh dalam buku “Membongkar Gerakan Sesat NII Di Balik Pesantren Mewah Al Zaytun” terdapat sejumlah penyimpangan dalam tubuh NII KW IX yang berbungkus Ma’had Al Zaytun. Pertama, Penyimpangan Aqidah. Kedua, Penyimpangan Syariah dan Ibadah dan ketiga, penggunaan istilah shadaqah untuk pemerasan. Syirik yang diciptakan NII KW IX sejak 1984 hingga saat ini adalah penyusunan tauhid menjadi menjadi tauhid rububiyah, tauhid mulkiyah dan tauhid uluhiyah. Tauhid rububiyah mereka samakan dengan akar kayu, mulkiyah adalah batang kayu dan uluhiyah adalah buahnya. Mereka juga menafsirkan ketiganya sebagai undang-undang, negara dan umatnya. Mereka juga meyakini bahwa setiap orang yang menyampaikan dakwah Islam pada hakukatnya adalah Rasul Allah. NII KW IX pimpinan ASPG juga menggunakan nama-nama Nabi untuk hirarki kepangkatan, sehingga menimbulkan kesan bahwa Nabi yang satu bisa diperintah oleh Nabi lainnya yang berada pada struktur yang lebih tinggi. Al Qur’an ditafsirkan secara serampangan sesuai dengan kepentingan organisasi. Yang paling fatal, NII KW IX menyatakan semua orang di luar mereka kafir, yang halal darah dan hartanya. Dalam bidang ibadah, NII KW IX tidak mewajibkan anggotanya untuk shalat. Menurut mereka shalat itu terbagi dua, shalat ritual dan shalat universal. Inti dari shalat menurut mereka adalah tilawah. Zakat mereka bagi menjadi harakah ramadhan dan harakah kurban. Harakah Ramadhan adalah zakat yang harus dibayar dengan uang, sementara harakah kurban adalah kurban Idul Adha yang juga harus dibayar dengan uang. Haji dilaksanakan ke ibu kota NII, yakni Ma’had Al Zaytun di Indramayu. Untuk meraih targetnya, mereka menggunakan segala cara. Semua kesesatan itu, menurut Kontra-Z, jika dimasukkan dalam matrikulasi 10 kritera aliran sesat versi MUI, NII KW IX memenuhi 5 kritera aliran sesat. “Mereka lebih liberal dari kaum liberal,” kata Imam yang kini aktif di NII Crisis Center. NII KW IX juga melakukan pemerasan terhadap para pengikutnya dengan modus operandi ‘shadaqah’. Bahkan menurut Imam Sholahudin, anggota NII juga bisa membayar denda atas berbagai ‘kemaksiyatan’ yang telah mereka lakukan. “Semua bisa dibayar dengan uang”, katanya singkat. Banyak sekali modus-modus pemerasan yang dilakukan NII KW IX terhadap anggotanya. Menurut data yang dimiliki Kontra-Z, perolehan infak NII KW IX dengan anggota sekitar 151.884 orang pada bulan Oktober 2007, adalah sebesar Rp. 30.941.562.000.-, (tiga puluh milyar sembilan ratus empat puluh satu juta lima ratus enam puluh dua ribu rupiah) dengan perincian pemasukan harakah idikhar sebesar Rp. 745.662.000.-, Infak sebesar Rp. 21.6636.250.000.- dan harakah ramadhan sebesar Rp. 8.559.000.-. Saat ini, dengan anggota sekitar dua ratus ribu orang, NII KW IX diperkirakan mampu meraup dana sebesar enam trilyun dalam setahun.

Dana sebesar itu diperoleh para anggota mereka dengan berbagai cara, mulai dari menipu orang tua, menggelapkan uang SPP/biaya sekolah, mencuri uang kotak masjid, meminta-minta di depan ATM dan mall-mall, hingga membentuk yayasan-yayasan sosial, seperti Yayasan Dulur Salembur dan Yayasan Rahmatan Lil Alamin di Jakarta Timur, Yayasan Cahaya Alam di Bekasi, Yayasan Fikri Akbar di Malang Jawa Timur dan sebagainya. Karena itu tak heran jika dikabarkan bahwa ASPG dengan nama Abu Maariq memiliki simpanan ratusan milyar di Bank Century. Apalagi ASPG juga diketahui dekat dengan pemilik Bank Century, Robert Tantular. "Dana obligasi sebagai dana awal pembangunan Al Zaytun sebesar Rp 250 miliar didepositokan ke Bank Century pada tahun 1992, waktu itu masih CIC. Pak Panji memang dekat dengan Robert Tantular pemilik Bank Century," ujar mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW IX tahun 1997-2003, Imam Supriyanto, Senin (2/5/2011). Bahkan menurut Supriyanto, ASPG sering mendapat hadiah dari Robert Tantular, seperti mobil Mercedez Benz, Baleno, dan banyak kepingan emas. NII Bukan Ancaman NKRI Ketua MUI KH Amidhan menilai pemerintah tak memiliki keseriusan dalam mengatasi masalah NII. "Setelah ada penculikan atau pencucian otak, setelah ada warga yang melapor kehilangan baru dicari, padahal itu kan ada peran intelijen, intelijen pasti tahu, tak mungkin tidak terdeteksi," ujarnya. Dugaan serupa juga muncul dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia mensinyalir ada sikap pembelaan, pembiaran, bahkan pemeliharaan dari pejabat atau mantan pejabat tinggi negara terhadap NII. "Si pejabat atau mantan pejabat itu sering datang ke acara-acara yang diindikasikan diadakan NII. Tapi kami tidak bisa menyebut satu per satu mantan pejabat itu," kata Din dalam keterangan pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2011). Menurut Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, sejak awal NII memang sengaja dipelihara. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat menjadi anti negara Islam. "Negara memanfaatkan isu untuk melakukan black propaganda. Mestinya masyarakat tahu bahwa ini bagian dari upaya pembusukan Islam," kata Munarman. Ala kulli hal, sejatinya NII bukanlah ancaman bagi NKRI, karena NII diproduksi intelijen untuk mendiskreditkan Islam dan perjuangan umat Islam. NII justru dipelihara intelijen untuk kepentingan penguasa. Isu NII juga menjadi santapan lezat musuh-musuh Islam yang tidak rela dengan perjuangan penegakan syariah dan negara Islam. (shodiq ramadhan, dari berbagai sumber) BOX:

Profil Imam Negara Islam Indonesia (NII)/Syaikh Ma’had Al Zaytun Abdul Salam Panji Gumilang
Nama asli : Abdul Salam bin Rasyidi Nama alias : Prawoto, Abu Toto, Toto Salam, Syamsul Alam, Syamsul Ma’arif, Nur Alamsyah, Abu Ma’ariq, Panji Gumilang – Syaikh Ma’had Al Zaytun Tempat/tanggal lahir: Desa Dukun, Sembung Anyar, Gresik, Jawa Timur 27 Juli 1946 Pendidikan : SR (Sekolah Rakyat), Lulus Tahun 1958/9; Siswa Pondok Modern Gontor, masuk Tahun 1961; Mahasiswa Fak. Adab IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Istri : Khotimah Binti Efendy Said alias Maysaroh Lahir : Menes, 25 April 1944.

Lulus : Tsanawiyah Mathla’ul Anwar Th 1963. Pegawai Negeri, yang ditugas -kan sebagai Guru di Perguruan MA (Mathla’ul Anwar) Menes Pandeglang. Anak-anak: Imam Prawoto, Wushtho, Iwan, Anis dan 2 adiknya. Gelar Abu Toto sendiri menurut para mantan kawannya di KW IX adalah mengambil bagian belakang nama tokoh Masyumi Prawoto Mangkusasmito yang pada saat dibai’at sebagai nama samaran Abdus Salam atas permintaan sendiri dan akhirnya ketika anak pertamanya lahir diberi nama Imam Prawoto. Pengalaman Organisasi dan Sepak Terjang: 1. Menjadi anggota Perguruan Mathla'ul Anwar dan menjadi guru 'Aliyah sejak tahun 1969/70 di Menes. Dan menjadi anggota HMI sejak kuliah di IAIN Ciputat. 2. Tahun 1971 -1978 Anggota / Ketua GPI Cabang Menes, Pandeglang - Banten. 3. Tahun 1978 dibai'at menjadi anggota NII KW9 sebagai mas'ul Imarah (Pendidikan) dan berganti nama menjadi Prawoto. 4. Tahun 1978 ditahan Laksusda Bandung (selama 8 bulan), dalam kasus GPI (SU MPR) dan keluar pada tahun yang sama. 5. Tahun 1979 meminta surat tugas dakwah sebagai muballigh Rabithah Alam Islami ke negeri Sabah Malaysia atas rekomendasi Pak Natsir (Alm). Pada tahun ini ia non aktif dari organisasi Perguruan Mathla'ul Anwar. 6. Tahun 1981-1987 menjadi buron sekaligus menjadi Da'i/Muballigh di Sabah Malaysia sambil membawa lari dana (kas) NII sebesar Rp 2 miliar. 7. Tahun 1987 atas komitmen Himawan Sutanto yang saat itu sebagai pejabat atase militer RI di Malaysia. Abu Toto kembali dari Sabah Malaysia, langsung bergabung kembali dengan NII KW-9/LK (Lembaga Kerasulan) pimpinan H Abdul Karim untuk di daerah Menes, Pandeglang (Banten), dengan nama panggilan Syamsul Alam atau Abu Toto alias Toto Salam. 8. Tahun 1989, Abu Toto secara langsung di bawah struktur H. Abdul Karim, Komandan KW-9 (bertugas sebagai kepercayaan H Karim). 9. Tahun 1990, diangkat sebagai orang ke-3 dalam struktur KW-9 membidangi urusan penggalian dana umat. 10. Tahun 1993, mengangkat diri sebagai Mudabir bin Yabah (pejabat sementara) Komandan tertinggi KW-9. 11. Nama panggilan (gelar) diganti Abu Toto atau Abu Ma'arif (Abu Ma'ariq) dan mulai membuat aturan serta paham atau ta'wil baru terhadap fiqh maupun tafsir dan syari'at melalui qoror-qoror. Pada tahun ini memberlakukan program pembuatan KTP NII yang dihargakan sebesar Rp 500 ribu untuk setiap warga, namun sampai sekarang tidak ada realisasinya sedang uang yang telah disetor tidak ada kabar beritanya. 12. Tahun 1994 untuk kedua kalinya digerebeg aparat Kodim, namun Toto Abdus Salam lolos dari penangkapan, sejak saat itu rumahnya di Menes ditinggalkan sampai sekarang dalam keadaan rusak, namun tetap dijaga salah seorang keponakannya. Namun dalam masa pelarian itulah Abu Toto justru memperoleh suntikan dana besar dari Cendana melalui ICMI sebanyak 1,3 Trilliun rupiah. 13. Tahun 1996, diangkat Adah Djaelani, menggantikan posisi ke Imamahan dirinya dalam struktur NII (sekalipun Toto pada dasarnya sama sekali tidak memiliki latar belakang garis maupun latar kesejarahan pada struktur NII) 14. Tahun 1997, mencanangkan pembangunan Ma'had Al-Zaytun. Berganti gelar (Abdus Salam) AS Panji Gumilang, nama Abu Toto tidak dipakai lagi 15. Tahun 1999, menjadi Syaikh Al Ma'had Al-Zaytun. 16. Tahun 2001, mendapat gelar Prof dan Ph.D yang konon diperoleh dari Universitas di New Zealand. 17. Tahun 2002 didaulat menjadi Ketua Perhimpunan alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 18. November 2003 ikut serta dalam deklarasi pendirian Partai Karya Peduli Bangsa (Partai Antek Soeharto) pimpinan HR, Hartono dan Tutut. 19. Maret 2004 AS Panji Gumilang selaku Syaikhul Ma’had Al-Zaytun dan sebagai pimpinan tertinggi gerakan NII menetapkan, seluruh anggota dan keluarga dari warga NII dan segenap komunitas Ma’had Al-Zaytun wajib mendukung dan memberikan suara kepada partai PKPB dalam pemilu 5 April 2004.

Sumber: Konspirasi BIN, Hendro & Al-Zaytun (2004), Penerbit: LPDI-SIKAT & CeDSoS

Heboh Mesin Uang NII
Friday, 06 May 2011 17:31 |

Mereka semua menggambarkan kelompok ini sebagai kawanan predators yang membilas otak korbannya dengan doktrin-doktrin melenceng, lalu menjadikan mereka layaknya mesin pencetak uang yang setiap saat bisa diambil manfaatnya. Heboh Negara Islam Indonesia (NII) berawal dari seorang perempuan Laela Febriani (26) alias Lian pegawai pangkat rendah di Kementerian Perhubungan diberitakan hilang pada Kamis (7/4/2011). Lian diketemukan oleh petugas Keamanan Masjid At –Ta’awun Puncak Bogor pada Jum’at (8/4/2011) dalam keadaan lemas dan kelihatannya bingung. Lian adalah seorang ibu muda kebanyakan, mendadak berubah. Seseorang seperti telah mengkapuri otaknya, Lian tidak bisa mengenal dirinya, anaknya dan keluarganya. Perubahan yang sangat mencolok secara mendadak Lian memakai cadar dan mengaku bernama Mariam. Lian yang dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan luwes setelah menghilang hanya beberapa hari kondisinya berubah total menjadi pribadi tertutup dan tidak mengenali orang-orang disekelilingnya. Lian disebut-sebut sebagai korban “pencucian otak” NII. Seperti tembakan Salvo, pemberitaan mengenai Lian menggema di berbagai media elektronik, televisi maupun surat kabar di seantero Indonesia. Berita-berita tersebut disusul dengan laporan berbagai media mengenai banyak korban penculikan dan pencucian otak diberbagai kota di Pulau Jawa. Di sejumlah media banyak orang yang mengklaim pernah menjadi korban seperti Lian dan mengarahkan telunjuknya ke NII. Mereka semua menggambarkan kelompok ini sebagai kawanan predators yang membilas otak korbannya dengan doktrin-doktrin melenceng, lalu menjadikan mereka layaknya mesin pencetak uang yang setiap saat bisa diambil manfaatnya. Sumber Suara Islam (SI) yang juga pernah menjadi korban NII, sebut saja Alfian menuturkan bahwa pertama kali dirinya terlibat dengan NII pada masa kuliah. Kala itu, Alfian kuliah pada tingkat pertama bertemu kembali dengan kawan masa SMA-nya. Teman itulah yang merekrutnya masuk NII. Awalnya Alfian hanya diajak berdiskusi mengenai isu-isu sosial politik yang terjadi di Indonesia. Belakangan Alfian merasa banyak yang janggal dari kegiatan NII. Menurut doktrin NII, siapapun yang tidak bergabung dalam kelompok ini seperti orang tua, keluarga dan teman disebut kafir, fasik, dan zalim dan bersentuhan kulit dengan mereka dianggap najis. Kemudian orang-orang yang diajak berhijrah diwajibkan membayar dan menyerahkan uang dengan jumlah tertentu untuk penyucian jiwa. Melihat kejanggalan itu, Alfian memutuskan menolak berhijrah karena tidak masuk akal. Namun anehnya Alfian tetap diperbolehkan ikut berhijrah dengan dana talangan dari Ketua RT Desa NII sebutan untuk wilayah territorial. Dalam perjalanan hijrah Alfian memutuskan untuk mundur dan keluar dari prosesi pembaiatan. Ketika melihat peristiwa yang menimpa Lian, Alfian terperangah, karena menurut pengalamannya, NII tidak mewajibkan menggunakan jilbab, apalagi cadar yang sempat dipakai oleh Lian. NII justru merekrut untuk di jadikan anak-anak yang ‘supel’ dan gaul agar

Written by Shodiq Ramadhan |

bisa melakukan perekrutan lebih mudah. Menurut Ken Setiawan aktivis NII Crisis Center, gerakan pencucian otak yang dilakukan NII sangat rapi dan terorganisir. NII Crisis Center adalah sebuah lembaga yang mendedikasikan kegiatannya untuk menyoroti aliran sesat NII. Ken juga menuturkan pada sekitar tahun 20002002 heboh pembantu rumah tangga melakukan pencurian dirumah majikannya, ini juga bagian dari modus NII. Korban cuci otak NII sudah sangat banyak dan meliputi berbagai kelas sosial. Jadi tujuan mendirikan negara Islam versi NII itu semuanya bohong, NII hanya mengumpulkan uang bagi para pemimpinnya. Daftar korban dalam kasus dugaan "cuci otak" semakin panjang. Korbannya kebanyakan dari kalangan mahasiswa. Di Malang, Jawa Timur korban cuci otak bertambah menjadi 15 orang, yaitu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebanyak 13 orang, dan mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) dua orang. Mereka yang mengaku dicuci otaknya pada tahun 2011 adalah Maya Mazesta, Agung Arief Perdana Putra, Mahathir Rizki (yang masih hilang), Fitri Zakiyah, M Hanif Ramdhani, Wahyu Darmawan, Reviana Efendi, Reza Yuniansyah Nur Ilmi, dan M Recky Kurniawan. Adapun dua korban lain dari Universitas Brawijaya adalah Desy, mahasiswa angkatan 2010 Jurusan Psikologi, dan Ezra, mahasiswa angkatan 2010. Adapun pelaku aksi pencucian otak itu diduga adalah Veriansyah alias Dhani alias Fery alias Dadi, yang mengaku mahasiswa Stikom Yogyakarta; M Muhayyin dari Lampung; dan Najib, yang mengaku mahasiswa dari Bandung. UMM kini sudah membentuk tim untuk mencari pelakunya. Namun, hingga kini belum terbongkar. Kasus ini bukan hanya menimpa UMM, tapi juga terjadi diberbagai universitas di Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia juga ada kasus serupa. (BOX)

Modus Operandi NII
1. Ketika mengincar target buruan, mereka mengajak bicara soal isu sosial politik yang dikaitkan dengan isu agama yang ditafsirkan secara bebas (tidak sesuai dengan kaidahkaidah Islam) untuk mencapai keinginan mereka sehingga target terperangkap dan bisa digunakan untuk mengambil keuntungan (uang) dengan dalih untuk mendirikan Negara Islam Indonesia. Calon target yang direkrut umumnya memiliki pemahaman agama yang relatif rendah. 2. Pola doktrin (dibungkus dalam kegiatan dakwah) yang relatif singkat hanya beberapa kali pertemuan. Dalam kurun waktu tersebut sang target di jejali dengan penafsiran Al-Qur’an yang lompat-lompat dan ditafsirkan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam. 3. Istilah yang paling menonjol setelah pola doktrin berhasil dilakukan adalah “Hijrah” dengan wajib menyerahkan uang dengan jumlah tertentu untuk penyucian jiwa. Jika tidak mampu membayar maka tetap diperbolehkan hijrah biasanya diberikan talangan oleh RT NII atau masuk menjadi hutang yang harus dibayar. 4. Ketika melakukan hijrah sang target buruan harus menutup mata baik dengan penutup mata maupun diperintahkan memejamkan mata dan baru akan dibuka setelah sampai tujuan. 5. Mengkafirkan orang yang berada di luar kelompok mereka.

6. Menghalalkan mencuri barang milik orang lain. Ibadah orang Islam di luar NII tidak diterima. 7. Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, seperti menipu atau berbohong kepada orang tua, misalnya menghilangkan barang milik kawannya dan harus mengganti dengan sejumlah uang sehingga orang tua terpaksa harus menggantinya. 8. Ada infaq yang dipaksakan dibayar setiap bulan. Menjadi hutang bagi yang tidak mampu berinfaq. 9. Mewajibkan qiradh (uang yang dikeluarkan untuk dijadikan modal usaha) yang diwajibkan walaupun anggota tidak memiliki uang, bila perlu berutang kepada kelompoknya. Namun, pembagian bagi hasil qiradh tidak kunjung datang. 10. Belum berlakunya syari’at Islam diantara mereka sehingga perbuatan apa pun tidak mendapatkan hukuman. Ini yang menjadi dalil melakukan tindakan kriminal. (Jaka Setiawan)

FUUI : Pemerintah Biarkan NII Gadungan Hidup
Saturday, 30 April 2011 10:08 |

Written by Shodiq Ramadhan |

Bandung (SI ONLINE) - Ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI), KH. Athian Ali M. Da’i, menyatakan siap menyerahkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan tindakan hukum tegas bagi Negara Islam Indonesia (NII) KW IX. Athian mengatakan, setidaknya sudah 17 tahun ada negara di dalam negara yang dibiarkan hidup oleh Pemerintah.

Menurut Athian, ada kepentingan politik di belakang aksi pembiaran NII. “Dan umat Islam yang menjadi korban,’’ kata Athian seperti dikutip Republika, Jumat (29/4/2011). Athian menyatakan, FUUI tak akan mengutak-atik masalah politik itu. Tapi, hal terpenting adalah umat Islam yang terjebak NII itu harus diselamatkan. Pada 2001 saja, Athian menyebut sudah ada sekurangnya 168 ribu orang yang direkrut NII pimpinan Panji Gumilang. Pesantren megah Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang di Indramayu disebut mantan “Menteri NII KW9″ Imam Supriyanto sebagai pusat NII KW9. Dalam sebuah perbincangan eksklusif TV One (27/4), Imam Supriyanto mengatakan, dalam sebulan ia dulu bisa menyetor Rp 10 Milyar ke “pusat”. Reporter TV One menanyakan, pusatnya di mana, yang ditanya menjawab, “ya ke Al Zaytun” sebagai pusatnya.

Uang itu bisa didapat melalui upaya mencuri dari orang tua atau majikan yang dianggap sebagai harta Fai. Sang mantan menteri akhirnya menyadari bahwa apa yang dilakukannya sangat jauh dari perjuangan Islam. Lalu terkuaklah bahwa istilah negara Islam dalam kasus NII yang diisukan sebagai KW9 ini hanya untuk mengumpulkan uang. Pengamat gerakan Islam, Al Chaidar, mempertanyakan, mengapa polisi tidak mengusut bukti-bukti yang sudah mengarah kepada NII KW6 dan Al Zaytun, sebuah lembaga pesantren di Indramayu. Menurutnya, kalau bicara Al Zaytun, berarti mengarah kepada mantan kepala BIN, AM Hendropriyono, Karena ia adalah pelindung lembaga itu. Red: M Syah Agusdin Sumber: ddhk/JPNN

• • •

Add New Search RSS

Comments (1)

|2011-04-30 22:26:41 abu.icanimovic - NII KW9 beda dengan NII Kartosuwiryo

Media Islam harus membedakan NII Asli dan Gadungan (KW9) biar umat tidak bingung, kalau tidak, apa bedanya Media Islam ama TVOne dll? Mau liat NII Asli silakan ke : www.abuicanimovic.blogspot.com -->NII Asli (sebelah kanan)

NII KW IX Jadi Alat Militer dan Intelijen
Saturday, 30 April 2011 04:57 | Written by Shodiq Ramadhan |

Jakarta (SI ONLINE) - Pernyataan anggota DPD AM Fatwa yang mengatakan tidak heran jika pimpinan Ponpes Al Zaytun identik dengan pimpinan NII Komandemen Wilayah IX (NII KW

IX) dekat dengan TNI dan Intelijen, dibenarkan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), H Chep Hernawan. Sebagaimana dikutip dari www.mediaindonesia.com, Rabu (27/4), AM Fatwa menegaskan intelijen sengaja memelihara NII untuk disusupi. Mantan tahanan politik Orde Baru itu meyakini kedekatan pimpinan NII KW IX Abu Toto atau Panji Gumilang dengan Intelijen dimulai sejak Orde Baru. “Ya ini memang unik, pemimpin NII KW IX Panji Gumilang memang pemimpin Tentara Islam Indonesia (TII), dia mendapat bantuan dari militer era Suharto dan luar biasa asetnya itu. Memang ada hubungan emosional antara Panji Gumilang dengan TNI dan Intelijen,” ungkap tokoh Islam yang pernah 9 tahun meringkuk dalam tahanan Orde Baru itu. Sementara itu H Chep Hernawan kepada SI Online menegaskan, NII KW IX memang selalu menari-nari diatas genderang orang lain, dalam hal ini Intelijen. “NII KW IX memang selalu dimainkan pihak Intelijen. Jadi mereka menari bukan diatas genderangnya sendiri tetapi genderang Intelijen. Mereka bertujuan untuk menjerat, menyudutkan dan memporakporandakan strategi serta menghancurkan dan memperburuk citra umat Islam Indonesia,” tegas H Chep Hernawan, Jum’at (29/4). Menurut H Chep Hernawan, selama ini Panji Gumilang dikenal sebagai orangnya Ali Moertopo dan Hendropriyono. Mereka orangnya pemerintah yang sengaja mencari orang Islam yang masih istiqomah dan eksis dalam pergerakan dibujuk untuk mendirikan Negara Islam. Namun setelah itu mereka akan dibantai. Jadi Abu Toto ini spionnya pemerintah. “Jadi kita jangan mendeklarasikan diri sebagai pejuang Islam di NII KW IX. Lebih baik mendeklarasikan diri diluar saja. Kita sudah tahu siapa dia sesungguhnya,” ungkap H Chep Hernawan yang memimpin 11.000 laskar Garis tersebut. (*)

Ada Intelijen Di Balik NII
Tuesday, 26 April 2011 13:20 |

Written by Shodiq Ramadhan |

Jakarta (SI ONLINE) - Kepolisian RI menduga organisasi bawah tanah sempalan Negara Islam Indonesia (NII), melakukan kegiatan cuci otak dan penipuan terhadap mahasiswa di berbagai daerah. “Kemudian yang terkait dengan NII itu ya diduga jaringan NII melakukan aksi peipuan, cuci otak,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (25/4/2011). Boy menghimbau, para korban kejahatan dari gerakan penipuan bermodus agama ini melapor ke polisi, agar dapat diproses secara hukum. Dia menguraikan, kejahatan yang dilakukan kelompok ini sudah terjadi dan pernah diungkap polisi sejak tahun 2008 lalu. Dalam data yang dipaparkan Boy, di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat tercatat 17 anggota NII telah diproses hukum pada tahun

2008. Wilayah Jawa Barat, kata Boy, menjadi salah satu basis terbesar perekrutan anggota pergerakan ini. “Terutama di Jawa Barat.” Boy menjelaskan, mereka yang menjadi target sasaran umumnya adalah kalangan pemuda-pemudi yang baru masuk perguruan tinggi. “Modusnya mencuci otak saat mahasiswa baru mengikuti orientasi kegiatan tertentu,” kata Boy. Mereka yang direkrut biasanya diwajibkan menyetor sejumlah dana untuk pendanaan aktivitas NII. Bahkan perekrutan gerakan terlarang ini dilakukan juga sampai ke penculikan. “Mereka merampas kemerdekaan seseorang,” imbuh Boy. Lebih jauh Boy mengatakan, pergerakan NII selain di Cirebon dan Bogor Jawa Barat, juga berkembang di sejumlah kota seperti Yogya dan Malang. Namun sayang, polisi belum memiliki data rinci mengenai jumlah korban perekrutan anggota mereka. NII Sekarang Bukan Gerakan Islam

Pada kesempatan terpisah, Pembantu Rektor II IAIN Sunan Ampel, Surabaya Prof Dr. Abdul A’la, Surabaya menegaskan bahwa NII yang sekarang itu bukan gerakan Islam. “Yang pasti, cuci otak NII bukan merupakan gerakan Islam. NII itu gerakan politik yang ujung-ujungnya pada kekuasaan,” katanya. Fenomena cuci otak (brain wash) kembali menjadi perhatian publik, menyusul hilangnya sejumlah orang yang diduga menjadi korbannya. Ada dugaan, isu yang mengusung pendirian Negara Islam Indonesia (NII) merupakan bagian politik rezim yang berkuasa. Dikatakan Abdul A’la, isu global tersebut sengaja digulirkan dengan skenario metode cuci otak. Padahal, doktrin NII dengan cuci otak sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam. Terkait itu, pemerintah diminta lebih tegas menyikapi persoalan yang terus bergulir dan sudah menggunakan simbol agama ini. “Pemerintah menurut saya memang tidak tegas,” lanjut lelaki yang menghabiskan studi S3-nya di UIN Jakarta, jurusan Teologi Islam itu. Abdul A’la menguraikan, simultan yang dimasukkan dalam model rekrutmen anggota tidak jauh beda dengan gerakan NII yang pernah tumbuh sebelumnya tahun 1991-an silam. Ketidaktegasan pemerintah tersebut terlihat dari proses pembiaran yang terus menggelinding pada proses cuci otak tersebut.

Pemikiran tersebut, tidak jauh beda dengan paparan yang disampaikan aktivis Islam, Zulqornaen. Lelaki berjenggot ini mengatakan, program cuci otak merupakan konsep dalam skenario besar pemerintahan. Zulqornaen malah menduga itu adanya campur tangan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam proses doktrinisasi tersebut. “Tidak ada yang tidak terkonsep dalam sebuah tujuan. Model seperti ini (cuci otak) tidak lepas dari sebuah pekerjaan intelijen. Tujuan cuci otak sangat beragam,” ungkap Zulqornaen. Zul mengingatkan, sebenarnya secara institusi, NII sudah tidak lagi ada di bumi Indonesia. Namun, secara ideologi, masih ada pengikut dan pelaku yang memang menginginkan adanya perubahan dalam status negara berdasarkan syariat Islam. “Yang paling ditakutkan adalah, NII ini akan bermetafora dan menjadi sebuah jaringan mengakar ke Al Qaidah. Dan itu akan terjadi jika tidak segera dilakukan antisipasi dini,” tegas Zul. Dia kemudian menyarankan, perlu ada pemahaman secara kaffah dalam mempelajari sebuah ajaran, khususnya Islam. Selain itu, butuh kecermatan dalam memahami substansi dari modus cuci otak. Disebutkan, yang patut disoroti adalah doktrin yang berbalut agama. Karena untuk bisa memahami sebuah ajaran dibutuhkan waktu yang tidak sedikit apalagi untuk memahami pokok dasar beragama. “Yang ini lain, cuci otak ini sifatnya instan untuk bisa mengendalikan pengikutnya,” katanya. INI Bukan NII Jum'at, 06 Mei 2011 | 21:44 WIB

Oleh : Habi b Muh a m m a d Rizi e q Syih a b

NII (N e g a r a Isla m Indo n e s i a ) ad al a h na m a ind a h yan g m e nj a d i "su m b e r ins pir a s i" unt u k m e m b a n g u n Ind o n e s i a m e nj a d i ne g a r a yan g m e n e r a p k a n "Huku m Isla m". Kela hir a n NII pad a aw a l n y a m er u p a k a n reak s i logi s terh a d a p "Aksi Pe n g k h i a n a t a n " Kau m Se k u l e r pad a tan g g a l 18 Agu s t u s 19 4 5 , ya n g tel a h m er u b a h s e c a r a s e p i h a k Kon s e n s u s Nasi o n a l ber u p a Pia g a m Jakart a 2 2 Juni 19 4 5 dari Da s ar Ne g a r a "Ket u h a n a n de n g a n ke w aji b a n m e nj al a n k a n Syari a t Isla m ba gi pe m e l u k - pe m e l u k n y a" m e nj a d i "Ketu h a n a n Yan g Mah a Esa". Tatkala NII dideklar a sik a n dan diprokla mirk a n oleh SM. Kartoso e wiryo pad a tang g al 7 Agustus 1949, mak a NII berub a h menja di gerak a n perlaw a n a n yang mela hirka n DI / TII di Jawa. Selanjut ny a, lahir DI / TII Daud Beureu h di Aceh, lalu DI / TII Ibnu Hajar di Kaliman t a n dan DI / TII Kahar Muzakkar di Sulaw e si. Sejak saat itu, NII menja di targ e t mus u hmus u h n y a , disus u pi dan diadu- dom b a , sehingg a terjadi pengk hi a n a t a n dima n a- man a , akhirny a NII dihanc urk a n . Sekali pun NII telah dikalahk a n dan dilump u h k a n , nam u n "Ideologi NII" ma sih tet a p menja di "mo m ok" yang sang a t men a k u t k a n bagi kau m SEPILIS (Sekularis m e , Pluralism e dan Liberalis m e). Karen a n y a , hingg a kini "pe m b u s u k a n " terh a d a p NII masih terus berlan g s u n g . Pemb u s u k a n NII telah mela hirka n anek a NII GADUNGAN : Ada NII Tidak Wajib Shalat, ada NII yang men g h al alka n penc uria n dan pera m p o k a n , ad a NII yang melakuk a n penc ulika n, ada NII tukan g tipu yang rakus hart a, ada NII yang men gk afirka n um at Islam di luar kelomp ok n y a , bahk a n ada NII Intel, sehing g a NII ASLI teng g el a m dala m kuba n g a n pe m b u s u k a n . Pemb u s u k a n NII tidak hany a men a r g e t k a n NII se m a t a , tapi juga me n a r g e t k a n se m u a Gerak a n Islam yang ingin me n e r a p k a n "Huku m Islam" di Indon e si a, bahk a n targ e t seb e n a r n y a adala h meno h o k Islam itu sen diri. Karen a n y a , perlu dipert e g a s bahw a Negar a Islam Indone sia seb a g ai kons e p orga nis a si NII tidak sam a deng a n cita- cita mulia uma t Islam Indone sia yang ingin menj a dik a n Indone sia seb a g ai Negar a Islam yang se m p u r n a . Bagi Gerak a n Islam, seb e n a r n y a Indon e si a sec ar a "de jure" mau pun "de facto" sejak kem e r d e k a a n n y a sud a h menja di "Negar a Islam", den g a n fakta dan data ant ar a lain : Perta m a , pe m b u k a a n UUD 1945 tertulis "Atas berka t rah m a t Allah Yang Maha Kuasa". Kedua, ses u ai Dekrit Presid e n Soekarn o 5 Juli 1959 bahw a Panc a sila dan UUD 1945 dijiwai Piaga m Jakarta yang berintika n Syariat Islam. Ketiga, mayorita s pen d u d u k Indon e si a adala h um a t Islam. Keem p a t, se m u a Presid e n dan Wakil Preside n yang pern a h me mi m pin Indone si a adala h dari kalang a n

um a t Islam. Kelima, seb a gi a n bes ar Hukum Islam yang berkait a n den g a n perora n g a n sep e r ti Shalat, Zakat, Puas a dan Haji, yang berk ait a n deng a n rum a h tang g a sep e rti Nikah, Thalaq dan Warisa n, yang berkait a n deng a n Sosial Kemas y a r a k a t a n sep e rti pendidika n, pernia g a a n dan perb a n k a n , suda h berjala n deng a n leluas a di Indon e si a. Da'wa h Islam pun di Indon e si a beb a s dan se m a r a k. Selanjut ny a , keen a m , seb a gi a n lainnya dari Hukum Islam yang belu m berjalan sep e rti huku m pidan a , mak a tidak ada larang a n pe m b e rl ak u a n n y a dala m konstitu si Indon e si a, sehing g a pen er a p a n n y a tet a p bisa diperju a n g k a n sec ar a konstitu sion al. Ketujuh, seb elu m penjaja h dat a n g di Indon e si a suda h berdiri "Keraja a n- Keraja a n Islam" yang hingg a kini masih tet a p berdiri di sea n t e r o Nusant a r a walau pun wew e n a n g n y a sud a h dipan gk a s habis. Kedela p a n , Indon e si a adala h ang g o t a Organis a si Konfere n si Islam (OKI). Kese m bilan, Barat dan Timur me n g a n g g a p Indone sia seb a g ai Negar a Islam. Kesep ulu h, di Istan a Negar a ada ma sjid. Alham d ulillah. Karen a n y a , issue NII tidak boleh me m b u a t langk a h perjua n g a n um at Islam terh e n ti. Kini, mari kita kam p a n y e k a n sec ar a bes ar- bes a r a n bahw a Indon e si a Negar a Islam (INl) yang harus diisi deng a n Hukum Islam. Carany a, se m u a Hukum Islam yang suda h bisa berjalan, mak a wajib kita jalanka n sep e n u h n y a , sed a n g yang belum bisa berjala n, mak a wajib kita perjua n gk a n pen e r a p a n n y a . Tiada hari tanp a perju a n g a n pen er a p a n Syariat Islam. Ingat, neg ar a kita adala h NEGARA ISLAM, na m a n y a Republik Indon e si a, ben d e r a n y a Merah Putih, das ar neg ar a n y a Panca sila dan UUD 1945, presid e n n y a saat ini adala h SBY, huku m n y a Hukum Islam tapi belu m sem p u r n a . Jika kita tidak meny a t a k a n Indone si a seb a g ai Negar a Islam, nanti ada kelom p ok lain yang men gkl ai m Indone si a seb a g ai "neg a r a n y a ". Jadi, perju a n g k a n INI buk a n NII. Allah u Akbar. MUQODIMAH Sejak Front Pembela Islam ( FPI ) mencanangkan Gerakan Nasional Anti Ma´siat pada saat deklarasi pendirian organisasi, tanggal 25 Robî ´uts Tsâni 1419 Hijriyyah / 17 Agustus 1998 Mîlâdiyyah, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan, fitnah dan caci maki, bahkan teror, ancaman dan intimidasi, kerap kali dialamatkan ke organisasi ini. Selanjutnya, berbagai ujian dan cobaan menghantam FPI dan para aktivisnya. Pada tanggal 3 Sya´ban 1419 H / 22 November 1998 M, terjadi Peristiwa Ketapang, yang menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia.

Dan pada tanggal 25 Dzul Hijjah 1419 H / 11 April 1999 M, saya selaku Ketua Umum FPI ditembak orang tak dikenal, dan dengan pertolongan Allah SWT saya selamat dari usaha percobaan pembunuhan tersebut. Sedang pada tanggal 21 Robi'ul Akhir 1421 H / 23 Juli 2000 M, Al-Habib Sholeh Alattas, salah seorang penasihat DPP-FPI, terbunuh ditembak orang tak dikenal di depan halaman rumahnya, usai mengimami sholat Shubuh di masjid. Esoknya, tanggal 22 Robi'ul Akhir 1421 H / 24 Juli 2000 M sore hari, KH. Cecep Bustomi, salah seorang deklarator FPI, ketika keluar dari Markas Group I Kopassus di Serang, usai bertemu Wakil Komandan Group I, dikejar sejumlah orang tak dikenal dengan mengendarai motor tril, sambil terus memberondong tembakan hingga Pasar Rawu - Serang, Banten. Akhirnya beliau terbunuh secara tragis. Sepanjang tahun 2000 ini pulalah, terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI di berbagai wilayah. Bahkan pada tanggal 15 Ramadhan 1421 H / 11 Desember 2000 M, menjelang sahur, aparat kepolisian dengan sangat brutal menembaki Tim Monitoring Laskar FPI Pusat secara membabi buta, sepanjang jalan S. Parman - Katamso - K.S. Tubun. Penembakan tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan dan sakit hati sejumlah oknum kepolisian, karena lahan setoran judinya diserang salah satu Posko Laskar FPI di wilayah Jakarta Barat. Dua hari kemudian, tanggal 17 Ramadhan 1421 H / 13 Desember 2000 M, Al-Habib Sholeh Al-Habsyi, Ketua Majelis Syura FPI Jawa Barat diserang segerombolan preman, rumah tinggalnya dijarah dan dibakar. Beliau dan keluarga berhasil meloloskan diri. Puncaknya, pada tanggal 28 Ramadhan 1421 H / 24 Desember 2000 M, malam Natal, di SCTV lewat suatu acara dialog dengan Presiden RI ke 4, yang didampingi dan dipandu oleh salah seorang presenter SCTV. Entah akibat masukan dari setan pembisik yang mana, Presiden menyatakan bahwasanya FPI harus bubar karena melanggar hukum, mendirikan negara dalam negara, dan mengganggu kesejahteraan rakyat. Batas waktu yang diberikan adalah sampai akhir Januari tahun 2001. Duka FPI tampaknya menjadi suka sementara pihak. Derita FPI justru menjadi kesenangan sejumlah orang. Karenanya, ultimatum Presiden RI ke - 4 terhadap FPI disambut antusias oleh musuh-musuh FPI. Sederetan "orang cerdas" dari kalangan tokoh nasional menyatakan bahwasanya aksi-aksi FPI biadab dan merusak citra Islam. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Ulama menuding FPI sebagai aliran sesat yang haram didekati. Sejumlah organisasi dan LSM yang berkolusi dengan tempat-tempat ma'siat mendatangi DPR / MPR RI untuk menuntut pembubaran FPI. Lembaga yang menyebut dirinya sebagai "Komnas HAM" pun tak ketinggalan mengusulkan pembubaran organisasi yang pada tanggal 22 Robi'ul Awwal 1421 H / 24 Juni 2000 M pernah menyerbu gedung kantornya ini, saat kecewa kepada sikap

diskriminatif mereka terhadap persoalan umat Islam. Dalam laporan tahunan yang dikeluarkan lembaga ini untuk masa kerja tahun 2000 M, pada halaman 25, menyatakan : " Front Pembela Islam yang secara semena-mena merusak lokasi-lokasi hiburan ", tanpa penjelasan tentang jenis hiburan yang dimaksud dan akar permasalahan perusakannya. Namun, Allah SWT menghendaki lain. Ternyata pada tanggal 3 Jumadil Ula 1422 H / 24 Juli 2001 M, Sang Presiden RI ke - 4 dilengserkan musuh-musuh politiknya, pemerintahan dan kekuasaannya dihancurkan oleh Sang Maha Kuasa. Sedang FPI, dengan izin Allah SWT dan pertolongan-Nya, hingga saat ini tetap ada dan diakui eksistensinya. Alhamdulillah. Sikap permusuhan terhadap FPI tidak hanya datang dari dalam negeri, sejumlah negara barat yang anti Islam seperti Amerika Serikat dan Inggris pun melakukan propaganda licik untuk memojokkan FPI. Dimuat dalam majalah TIME, edisi 25 Sya'ban 1422 H / 12 November 2001 M, dalam Special Report, laporan Departemen Luar Negeri AS yang menyatakan bahwa FPI adalah salah satu jaringan " teroris " Usamah bin Ladin yang mendapat sokongan dana besar dalam tiap gerakannya. Sebagaimana Usamah dituduh oleh AS dan Inggris sebagai teroris yang berbahaya dan harus diperangi, maka FPI sedang digiring oleh AS dan Inggris ke arah yang sama. Padahal, semua orang tahu bahwa AS dan Inggris adalah the biggest terroris yang selalu memusuhi Islam. Tanpa rasa malu, dengan dalih memerangi teroris, Amerika Serikat berencana untuk menginvasi Indonesia. Harian USA Today edisi Rabu, 6 Muharram 1423 H / 20 Maret 2002 M, memberitakan dari sumber Gedung Putih dan Pentagon, bahwa AS akan melakukan operasi inteligen dan militer di Indonesia untuk menumpas teroris. Sebenarnya yang menjadi target adalah semua kelompok yang selama ini aktif melakukan gerakan anti AS di Indonesia, termasuk FPI. Karena itulah, saat ini segenap aktivis FPI harus ekstra hati-hati jika ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. Amerika Serikat dan sekutunya telah menjadikan banyak negara di dunia sebagai kaki tangannya, tidak terkecuali negara-negara Arab dan Kaum Muslimin. Pada tanggal 11 April 2003, saat saya dan seorang kawan berangkat ke Yordania, dengan tujuan untuk masuk ke Iraq membawa bantuan kemanusiaan. Namun ternyata, di Bandara 'Amman ibukota Yordania kami berdua ditahan dan tidak diizinkan masuk. Padahal, kami telah mendapat Multiple Visa untuk keluar masuk Yordania beberapa kali selama 6 bulan. Visa tersebut kami peroleh dari Kedutaan Besar Yordania di Jakarta pada tanggal 21 Maret 2003. Sempat terjadi perdebatan antara kami dengan pihak imigrasi dan inteligen Kerajaan Yordania, karena alasan penolakan mereka terhadap kami tidak jelas. Setelah ditahan beberapa jam, akhirnya mereka mengakui jika penolakan kami dilakukan demi Keamanan Nasional. Kami pun dialihkan ke penerbangan menuju Dauhah - Qathar, selanjutnya diterbangkan ke Kuala Lumpur - Malaysia.

Hal tersebut terjadi karena tidak terlepas dari posisi Yordania yang telah mengabdikan diri kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Sehingga mereka harus menolak kedatangan siapa pun yang tidak disukai Sang Tuan. Belakangan, pada pertengahan tahun 2004, seorang koresponden televisi Al-Jazeerah untuk Indonesia, Ustman Al-Bathiri, saat ke Yordania beliau ditahan dan dinterogasi oleh pihak Intelijen Kerajaan. Dalam interogasi tersebut antara lain beliau ditanyakan tentang hubungannya dengan saya selaku Ketua Umum Front Pembela Islam ( FPI ) dan Ust. Abu Bakar Ba'asyir selaku Amir Majelis Mujahidin Indonesia ( MMI ). Dan dimintai keterangan pula tentang pandangan dan peranan kami seputar perlawanan terhadap hegemoni Amerika serikat di Asia Tenggara. Info ini saya dengar langsung dari yang bersangkutan pada awal bulan Ramadhan 1425 H. Selain itu, pada pertengahan 2004, Al-Habib Muhsin bin Ahmad Alattas, Ketua Majelis Syura DPP FPI, selaku Dewan Penasihat Forum Arimatea secara bersama-sama dengan pengurus Arimatea lainnya mengajukan permohonan visa kunjungan sosial ke beberapa negara Eropa. Menariknya, seluruh anggota rombongan dikabulkan permohonan visanya, sedang beliau ditolak tanpa alasan yang kuat. Namun demikian, saya bersyukur pada tanggal 19 Sya'ban 1425 H / 3 Oktober 2004 M, saya bersama isteri, Syarifah Fadlun Yahya, berhasil memasuki Saudi Arabia untuk melaksanakan 'Umrah. Setelah 13 tahun saya tidak pernah punya kesempatan 'Umrah, dan isteri saya yang belum pernah 'Umrah, karena memang kami tidak punya kemampuan finansial yang memadai. Dengan rahmat dan berkah Allah SWT, kami berdua diajak dan dibiayai oleh seorang kawan untuk ber'umrah. Sempat terjadi sedikit kekhawatiran saat menghadapi pemeriksaan imgrasi di Bandara Jeddah Internasional, tapi alhamdulillah tidak ada halangan yang berarti, akhirnya kami diizinkan masuk hanya untuk ber'umrah. Jadi jelas, Amerika serikat dan sekutunya akan terus mendorong kaki tangannya untuk melakukan tekanan terhadap pihak mana pun yang tidak disukainya. Ketidaksukaan Amerika Serikat terhadap FPI berawal dari Gerakan Anti Ma'siat yang makin marak di tanah air. Warga AS yang banyak berkeliaran di Indonesia merasa terusik, karena kehadiran mereka di sini bukan sekedar bertujuan wisata. Mereka banyak ikut menyemarakkan kema'siatan, bahkan mereka adalah sumber ma'siat. Puncak kebencian Amerika serikat terhadap FPI adalah mencuatnya issu "sweeping" warga AS beberapa jam setelah penyerangan biadab AS terhadap Afghanistan, pada 19 Rajab 1422 H / 7 Oktober 2001 M. FPI mengkampanyekan secara besar-besaran "Aksi Anti AS", termasuk issu sweeping tersebut ke seantero negeri, sehingga ribuan turis bule serta merta lari meninggalkan Indonesia, dan ribuan lainnya membatalkan rencananya ke Indonesia. Para bule yang berdomisili di Indonesia merasa takut keluar dari rumah tinggalnya. Sedang seluruh aset AS yang ada di Indonesia mendapat pengawalan ketat

dari aparat atas tuntutan AS. Padahal, issu sweeping tadi baru sampai taraf wacana sebagai psy war, namun mereka sudah ketakutan setengah mati. Amerika Serikat selama ini selalu menuding berbagai kelompok Islam di dunia, termasuk FPI, sebagai pelanggar HAM. Ternyata Human Right Watch ( HRW ), sebuah Lembaga Pemantau HAM Internasional yang berkedudukan di New York - USA, lewat laporan tahunannya yang dituangkan dalam Human Right Report 2002, menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah pelanggar HAM terbesar di dunia. Laporan itu diterbitkan pada 2 Dzul Qa'dah 1422 H / 16 Januari 2002 M setelah mengkaji aneka pelanggaran HAM dunia sepanjang tahun 2001. Benar kata pepatah : "Semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang". Begitulah yang dialami FPI, puluhan aktivisnya keluar masuk penjara, tidak terkecuali saya selaku Ketua Umumnya. Pada tanggal 9 Sya'ban 1423 H / 16 Oktober 2002 M, saya dipenjara dalam Rumah Tahanan Polda Metro Jaya tanpa alasan yuridis yang jelas. Kemudian dilanjutkan dengan Tahanan Rumah, lalu Penangguhan Penahanan hingga 18 Shafar 1423 H / 20 April 2003 M. Dan pada tanggal 19 Shafar 1423 H / 21 April 2003 M, saya kembali dijebloskan ke penjara. Kali ini ke Rumah Tahanan Salemba. Ini pun tanpa alasan hukum yang benar Namun, dengan pertolongan Allah SWT ternyata sampai hari ini FPI tetap eksis dan tetap konsisten dengan perjuangan amar ma'ruf nahi munkar. Alhamdulillâh. Saat saya merampungkan risalah ini, saya berada di sel no. 19 Blok R dalam Rutan Salemba di Jakarta Pusat. Saya sangat paham dan mengerti bahwa penahanan itu merupakan bagian dari upaya pemberangusan FPI dan gerakan amar ma'ruf nahi munkarnya. Alasan dibuat, pasal berlapis disiapkan dan kezholiman atas nama hukum dilakukan. Kedahsyatan badai tudingan terhadap perjuangan FPI dalam ber-amar ma'ruf nahi munkar telah mendorong kami untuk membuat sebuah risalah yang menghimpun berbagai tuduhan tersebut dalam bentuk dialog tanya jawab. Sekaligus untuk berbagi informasi dan pengalaman sesama ikhwan yang concern terhadap perjuangan amar ma'ruf nahi munkar. Risalah ini bukan dialog imajiner. Semua pertanyaan yang ada dalam risalah ini bukan sekedar imajinasi penulis. Tapi merupakan pertanyaan dan pernyataan riil yang penulis dapatkan dari berbagai kalangan dalam aneka ragam kesempatan. Harapan kami semoga Risalah ini bisa menjadi panduan bagi para pejuang amar ma'ruf nahi munkar di mana pun mereka berada, dan menjadi obat mujarab bagi mereka yang menderita penyakit keraguan, serta menjadi hujjah yang kuat terhadap para penghujat.

Kekurangan dan kekhilafan yang ada dalam risalah ini semata-mata karena kelemahan dan kebodohan penulis. Ada pun kelebihan dan kesempurnaan yang terdapat di balik risalah ini semata-mata karena pertolongan Allah SWT, Dia lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Sempurna.
Rumah Tahanan Salemba, 18 Jumadits Tsani 1424 H 17 Agustus 2003 M

Fachri Hamzah: "Negara Islam adalah ide kampungan"
Rasul Arasy Sabtu, 7 Mei 2011 09:29:02 Hits: 806

JAKARTA (Arrahmah.com) – Isu tentang kedekatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan NII KW 9 membuat petinggi PKS gerah juga. PKS merasa disudutkan dengan tudingan tersebut. Sebelumnya mantan menteri NII KW 9, Imam Supriyanto, menuding PKS dekat dengan NII KW 9. PKS yang awalnya adalah PK disebutkan membawa ajaran Ikhwanul Muslimin dari Mesir yang dipelajari oleh Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin yang tak lain adalah putra Danu Muhammad yang menjadi panglima DI/TII wilayah Pantura. “Danu Muhammad itu memang bapaknya Pak Hilmi, tapi tak ada masalah dengan itu. Jangan membuat pelabelan-lah. Jangan menyudutkan PKS,” pinta Ketua DPP PKS, Fachri Hamzah, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011). Fachri menuturkan, PKS tak pernah mengusung ideologi Islam. PKS adalah partai yang menganut asas nasionalis dan religius. “Siapa pun konsep negara agama tak ada, PKS juga sudah menegaskan itu. Tak ada negara Islam, Kristen, atau Hindu. Itu ide kampungan sekali,” paparnya.

Begitu hebatnya godaan dunia membalikkan niat partai Islam yang satu ini. Partai yang dulunya kita kenal begitu menjunjung tinggi nilai Islam, kini dengan jelas menyatakan diri bukan partai Islam melainkan partai nasionalis, serupa dengan partai sekuler lain. Terlebih lagi statement yang mengatakan bahwa ide tentang Negara Islam adalah ide kampungan, hal tersebut sungguh disayangkan. Apakah dalam hal ini Fachri Hamzah hendak mengatakan bahwa ide yang dicontohkan oleh Rasulullah berlandas Al Qur’an adalah kampungan? Kalau partai Islam saja sudah seperti demikian pandangannya, bagaimana kiranya pandangan partai nasionalis sekuler yang notabene pemahaman Islamnya kurang. Kalau sudah seperti ini, masih adakah alasan bagi kaum muslimin untuk menjadikan mereka wakil dalam pemerintahan? Pemerintahan seperti apa yang kelak diharapakan dari para pemimpin yang menghina ajaran Islam sebagai “ide kampungan”?. Wallohua’lam. (rasularasy/arrahmah.com)

Fitnah keji terkait pernyataan pengkhianatan oleh Dr. Ayman terhadap Syaikh Usamah
Hanin Mazaya Jum'at, 6 Mei 2011 22:47:15 Hits: 3325

(Arrahmah.com) – Selepas kabar mengenai kematian Syaikh Usamah bin Ladin menyebar luas, berbagai berita bohong dibuat oleh propaganda Barat untuk melemahkan semangat Mujahidin dan kaum Muslimin, salah satu berita tersebut adalah adanya pengkhianatan oleh Dr. Ayman Az-Zawahiri terhadap Syaikh Usamah bin Ladin.

Sebuah kabar menyebutkan bahwa pasukan khusus AS bisa menemukan keberadaan Syaikh Usamah karena diberitahu oleh wakil Syaikh Usamah sendiri, Dr. Ayman alZawahiri. Hal itu disebabkan adanya perebutan kekuasaan di internal Al Qaeda. Kabar tersebut diterbitkan oleh koran Arab Saudi, Al-Watan. Koran itu mengutip seorang sumber orang dalam yang tidak disebutkan namanya. Sumber tersebut mengatakan, dua orang teratas Al Qaeda tersebut memiliki “perbedaan pandangan” dan seorang kurir, yang diklaim AS pada akhirnya menuntun pasukan AS menemukan Syaikh Usamah adalah kurir yang bekerja untuk Dr. Ayman. Seperti diketahui, Dr. Ayman Az Zawahiri adalah seorang dokter dan ahli bedah kelahiran Mesir. Selama ini ia dikenal sebagai orang terdekat Syaikh Usamah dan orang kedua di Al Qaeda setelah Syaikh Usamah. Zawahri juga dikenal sebagai otak di belakang operasi militer yang diperintahkan Syaikh Usamah selama ini. Dia juga pernah beberapa kali menampilkan wajahnya ke publik saat mencela AS dan sekutunya dalam video. Pesan terakhir yang ia keluarkan dialamatkan untuk pemberontakan di dunia Arab, khususnya di Libya. Ia mendesak Muslim untuk memerangi NATO dan pasukan salibis AS yang mengintervensi Libya. “Saya ingin langsung memberikan perhatian kepada saudara-saudara Muslim di Libya, Tunisia, Aljazair dan negara-negara Islam lainnya, bahwa jika pasukan AS dan NATO masuk ke Libya, lalu ke tetangga mereka di Mesir dan Tunisia dan Aljazair dan negara Muslim lainnya, kita seharusnya bangkit dan melawan baik tentara bayaran Khadafi maupun NATO,” ujar az-Zawahri. Lalu, apakah mungkin, seorang sekaliber Dr. Ayman Az Zawahiri yang memiliki pandangan dan cita-cita yang sama dengan saudara seimannya, Syaikh Usamah, dapat begitu tega melakukan pengkhianatan terhadap orang yang selama ini berjuang bersama dan selalu berada dekat dengannya? Sungguh itu merupakan fitnah terkeji yang diucapkan oleh kafirin semata-mata untuk memecah belah kesatuan Mujahidin dan menjatuhkan mental mereka. Fitnah ini dibuat oleh salibis sebagai salah satu strategi mereka untuk mengalahkan Mujahidin, untuk memecah belah barisan Mujahidin. Semua propaganda yang dibuat oleh kaum kafir akan terus berlanjut demi mencapai citacita mereka untuk memadamkan cahaya Allah di muka bumi ini, namun cahaya Allah tidak akan bisa dipadamkan begitu saja, karena makar Allah lebih hebat dari makar yang mereka buat. (haninmazaya/arrahmah.com) Pro & Kontra AKKBB : Eep Saefulah Fatah, Jebakan AKKBB, Insiden Monas, dan Permintaan Agar MUI Menghormati Ulil Rabu, 29 Oktober 2008 | 12:31 WIB

Pada sebuah acara yang diselenggarakan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bali, di Hotel NIKKI Denpasar tanggal 19 Oktober 2008 lalu, Bambang Santosa Takmir Masjid Baitul Makmur Denpasar mengajukan pertanyaan kepada Eep Sefulloh Fatah (ESF), yang namanya ikut berbanjar bersama-sama sejumlah ratusan penandatangan petisi AKKBB beberapa waktu lalu. Ketika itu, Bambang bertanya tentang JIL (Jaringan Islam Liberal) dan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). ESF kala itu menjelaskan, bahwa ia bukan anggota JIL. Namun, ESF mengakui dirinya ikut menjadi salah satu penandatangan dari iklan (petisi) AKKBB yang dimuat harian KOMPAS. Keterlibatannya, karena diajak oleh seseorang. Meski mengaku tidak ikut merumuskan (materi petisi AKKBB), namun ESF mengakui bahwa ia terlibat diskusi dan kemudian sepakat dengan tiga gagasan pokok di dalam deklarasi itu Gagasan pertama, konstitusi harus dijaga, karena sekali konstitusi dibiarkan dicederai, maka setiap orang akan bergantian melanggar konstitusi tanpa perasaan berdosa apapun. Kedua, kebebasan beragama harus dihargai, sampai kemudian muncul putusan final tentang satu kelompok agama tertentu –yang dengan atas nama hukum maupun politik– keputusan final harus dihargai; maka kebebasan beragama siapapun harus dihargai. Ketiga, tidak dibolehkan siapapun menggunakan cara-cara kekerasan yang tidak beradab untuk melakukan tindakan tertentu yang mereka sebut sebagai menegakkan syariat Islam, sementara pada saat yang sama syariat itu menegaskan betapa kita harus berpolitik dan bertindak secara dewasa, lebih dewasa dari siapapun sehingga kita disebut sebagai rahmat bagi semua alam, bagi sekalian alam. Ketiga gagasan itulah yang disetujui oleh para penandatangan iklan (petisi) AKKBB. Namun kemudian mengalami politisasi akibat peristiwa Monas (01 Juni 2008). Menurut ESF, "… peristiwa Monas itu tidak mewakili saya, peristiwa Monas itu belum mewakili semua kelompok orang yang menandatangani atas nama pribadi-pribadi… Jadi, politisasi itulah yang kemudian menyebabkan seolah-olah semua orang yang ikut tanda tangan adalah mereka yang sepaham dengan mereka yang artikulatif." Pasca peristiwa Monas, sejumlah tokoh dengan mengatasnamakan AKKBB memberikan komentar terhadap aksi pemukulan FPI pada peristiwa Monas. Menurut ESF "Saya tidak sepaham dengan semua yang mereka katakan." Dari penjelasan ESF di atas, terkesan adanya manipulasi: sejumlah orang dibuat tertarik dengan ketiga gagasan di atas, sehingga mau menandatangani petisi AKKBB. Namun, mereka sama sekali tidak menduga adanya aksi kekerasan sebagaimana terjadi di Monas pada tanggal 01 Juni 2008 lalu. Kalau itu yang terjadi, mengapa orang-orang seperti ESF tidak memprotes anasir AKKBB yang merubah rute, sehingga berpapasan dengan massa FPI yang sedang berdemo dengan tema berbeda. Pertanyaan lain, mengapa orang-orang seperti ESF tidak meng-counter komentar-komentar tokoh AKKBB seperti –antara lain– Syafi'i Ma'arif yang memberikan kesan begitu negatif terhadap FPI, seolah-olah kesalahan utama peristiwa Monas adalah akibat FPI dan Laskar Islam? Padahal, bila korlap AKKBB kala

itu mematuhi rute yang telah disepakati bersama (antara AKKBB dengan pihak kepolisian), niscaya bentrokan itu tidak akan terjadi. Mengapa anggota AKKBB seperti ESF tidak memprotes anggota AKKBB lainnya yang menggunakan kata-kata kasar untuk dilekatkan kepada Islam, agama ESF sendiri? Sebagaimana diberitakan Hidayatullah. com, Saidiman korlap aksi AKKBB mendukung Ahmadiyah, mengeluarkan umpatan, ketika bentrokan terjadi. Ketika itu, Saidiman yang juga merupakan aktivis komunitas utan kayu itu mengeluarkan sumpah serapahnya, "Dasar binatang-binatang. Islam anjing, orang Islam anjing…" Menurut 'laporan' Anwar Bachtiar, selain Guntur Romli, Saidiman termasuk yang babak belur ketika terjadi bentrokan antara massa FPI dengan AKKBB di Monas. Ketika peristiwa Monas itu masuk ke tahapan persidangan, "… Saidiman sepanjang persidangan FPI sejak sidang pertama selalu melontarkam hinaan terhadap Islam dan FPI," tulis Anwar Bachtiar pada sebuah milis. Ternyata, kebencian Saidiman kepada Islam diungkapkannya juga di sebuah milis. Saidiman yang juga ketua Forum Muda Paramadina ini, pada milis tersebut kerap menuturkan keburukan Islam dan Rasul-Nya. Namun, secara formal ia mengaku masih Islam. Nah, inilah contoh nyata dari sosok neo-komunis muda yang sedang menyembunyikan identitas aslinya dengan cara berlindung di balik baju Islam. Seraya terus mengenakan baju Islam, ia terus menjelek-jelekkan Islam. ESF juga menyarankan agar umat Islam tidak perlu menganggap AKKBB atau JIL sebagai bagian pemecah belah umat, namun lebih baik mereka diajak untuk menguatkan umat. Karena, menurut ESF, "… tidak mungkin di Indonesia ini umat Islam diperkuat sambil mengabaikan keragaman yang begitu rupa sudah terbangun, itu namanya ahistoris dalam istilah ilmu sosial, mengabaikan sejarah, mengabaikan fakta." Menurut ESF pula, "Jadi menurut saya yang terpenting adalah bersikap inklusif dengan ketegasan tertentu yang kita yakini, jangan bersikap eksklusif dengan ketegasan yang kita yakini. Jadi inklusifisme itulah yang menurut saya yang terpenting." Pernyataan ESF justru yang mengabaikan fakta, bahkan memutar balikkan fakta. Umat Islam tidak pernah memusuhi AKKBB, karena kenal saja tidak. AKKBB yang merupakan massa cair, yang datang tiba-tiba, out of the blue, sekonyong-konyong tampil arogan di berbagai media massa melalui pemasangan iklan berjudul MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA! Selain berisi dukungan terhadap Ahmadiyah, iklan AKKBB itu jelas-jelas mengandung pesan yang provokatif dan insinuatif: Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi keIndonesia- an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan

berdampingan damai dengan umat lain. Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia- an itu. Marilah Kita jaga republik kita. Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita. Marilah kita kembalikan persatuan kita. Bagaimana mungkin umat Islam bisa mengajak mereka menjadi bagian yang layak untuk memperkuat Islam, lha wong mereka merasa lebih kuat dan menganggap umat Islam lebih lemah dari mereka. Apalagi, AKKBB hanyalah massa cair (bukan institusi yang solid), yang sebagian (besar?) dari mereka yang jumlahnya ratusan itu mau menandatangani petisi AKKBB setelah melalui tahapan manipulasi. Sosok AKKBB selain tidak jelas, juga tidak konsisten. Kalau mereka membela Ahmadiyah dengan dalih kebebasan beragama dan berkeyakinan, mengapa mereka tidak membela Sandrina Malakiano yang dilarang tampil membacakan berita di Metro TV, setelah ia memutuskan berjilbab? Apalagi, kini Sandrina sudah menjadi istri ESF. Bukankah berjilbab merupakan kebebasan beragama dan berkeyakinan? Di teve swasta lain, wanita berjilbab tidak dilarang tampil membacakan berita, sebagaimana terjadi di Metro TV. Padahal, Metro TV selama ini menjadi media ekspresi para liberalis, sekularis, pluralis, inklusifis, yang juga pendukung AKKBB. Siapa yang sesungguhnya memulai permusuhan? Eep Membela Ulil ESF selain membela AKKBB, ia juga condong membela Ulil Abshar Abdalla, dedengkot JIL. Menurut ESF pula, JIL sebetulnya tidak homogen, terdiri dari 3 kelompok. Kelompok pertama, adalah mereka yang memiliki basis pendidikan Islam yang kuat, kemudian mengalami liberalisasi pemikiran. Dari liberalisasi pemikiran itulah yang mendorong mereka berinisiatif untuk melakukan "ijtihad" yang mereka sebut Islam Liberal. Ulil menurut ESF, masuk ke dalam kelompok pertama ini. Oleh karena itu ESF berpendapat, orang seperti Ulil tidak perlu didemo, jangan pula dibunuh. Tetapi, undanglah dia ke sebuah forum, sehingga dia bisa menjelaskan kaidah-kaidah fikih yang dia yakini, tentang apa yang dia katakan dan tulis. Bahkan ESF lebih menginginkan agar orang seperti Ulil itu disandingkan dengan sosok lain yang menentangnya yang kira-kira

tatarannya serupa. Karena, menurut ESF, "… orang seperti Ulil bisa diajak diskusi dalam konteks semacam itu. Jadi anda harus menghormati orang seperti Ulil dalam kapasitasnya, jangan disamakan dengan dua kelompok yang lain." Kelompok kedua, sebagaimana dijelaskan ESF, adalah mereka yang tidak memiliki basis pendidikan Islam yang kuat, tetapi mengalami kemajuan yang luar biasa di dalam liberalisasi pemikiran, sekulerisasi dan seterusnya. Kebetulan, identitasnya sebagai cendekiawan muslim secara formal sudah terbentuk, sehingga masyarakat melihatnya bisa masuk ke dalam barisan Jaringan Islam Liberal juga. Terhadap mereka yang masuk ke dalam kelompok kedua ini, menurut ESF, jangan ajak mereka berdiskusi tentang Fikih Islam Liberal, karena mereka tidak menguasai hal itu. Jangan pula ajak mereka berdiskusi tentang Teologi Islam, karena mereka tidak menguasai hal itu. Sesungguhnya, yang mereka kuasai adalah pemikiran-pemikiran sekuler, teori-teori sosial dan konsep-konsep sosial yang kemudian dibumbui sedikit demi sedikit dengan gagasan-gagasan Islam yang dikenalnya. Kelompok ketiga, menurut ESF, adalah anggota Jaringan Islam Liberal yang tidak memiliki persentuhan apapun dengan Islam dalam pengertian praktek, ritual dan seterusnya. Karena, keislaman mereka adalah keislaman yang formal (untuk memenuhi kolom identitas pada KTP), dan betul-betul orang Liberal. Terhadap kelompok yang ketiga ini, tidak mungkin diajak diskusi tentang Islam Liberal. Kepada mereka, diskusi yang cocok adalah tentang Liberalisme pada umumnya. Namun dalam prakteknya, mereka menggunakan cara pandang Islam Liberal. Begitu penjelasan ESF. Bila untuk kelompok pertama ESF memberi contoh pada figur Ulil, namun untuk dua kelompok lainnya dia tidak menyebutkan contoh yang mewakili kelompok-kelompok tersebut. Menyudahi penjelasannya tentang JIL, ESF memberi saran, akan lebih baik dan lebih positif bila kalangan Islam untuk mengajak berdiskusi dengan orang-orang JIL dari kelompok pertama, ketimbang dua kelompok lainnya. Karena, "… dari situ kita bisa belajar. Ijtihad sekalipun salah, kan sudah berpahala; dan orang seperti inilah justru dihargai melakukan itu." Dari penjelasan ESF soal JIL dan Ulil, kita bisa merasakan ada perubahan 'paradigma' pada diri ESF. Meski bukan anggota JIL, namun ESF nampaknya mendukung Ulil dan JIL. Bahkan ESF meminta kita untuk menghormati Ulil. Bagaimana umat Islam mau menghormati Ulil, sementara Ulil tidak menghormati ulama. Ulil memposisikan dirinya sebagai mujtahid yang segar sembari memposisikan ulamaulama saleh berada dalam kubang kejumudan. Begitu juga dengan umat Islam yang mengikutinya.

Perlu diketahui pula oleh ESF, pemikiran 'progresif' atau 'pluralis' atau 'inklusif' gaya Ulil, bukan baru beberapa tahun belakangan ini saja muncul dari para 'pembaharu' pemikiran Islam di Indonesia. Bahkan, gaya seperti itu, sudah ada sejak awal-awal perkembangan Islam. Ibnu Arabi hanyalah salah satu contoh di antaranya. Dan pendapatpendapatny a banyak dikutip oleh orang-orang seperti Ulil dan orang-orang sebelumnya, seperti Harun Nasution, Mukti Ali, Nurcholish Madjid, dan sebagainya. Ibnu Arabi bagi mereka adalah seorang mujathid. Sementara para ulama memvonisnya sebagai kafir, mulhid atau murtad. Oleh karena itu, tidak selayaknya ESF memposisikan Ulil sedemikian tinggi, seolah-olah Ulil adalah 'ulama' otentik yang pemikiran atau ijtihadnya dapat memberi pencerahan kepada kita semua termasuk para ulama. Bisa saja ESF sebagai sarjana politik begitu terkesima dengan argumen-argumen Ulil, karena ia berada di ranah yang tidak sepenuhnya dia kuasai. Dari sini, tidak bisa disalahkan bila ada yang berkesimpulan, bahwa ESF masuk ke dalam kategori kedua, pada pengelompokkan yang dibuatnya sendiri berkenaan dengan JIL di atas. Meski secara formal ia tidak (atau belum) menjadi bagian dari JIL, namun sepertinya ia sudah berada dalam millah yang sama dengan komunitas JIL. Bahaya ungkapan Eep Ada ungkapan-ungkapan Eep yang berbahaya di antaranya: 1. MUI yang telah berfatwa Juli 2005 tentang haramnya faham sepilis (sekulerisme, pluralisme agama alias menyamakan semua agama, dan liberalisme) –yang di antara dedengkotnya adalah Ulil— malah Eep menyarankan agar MUI menghormati Ulil. Ini sama dengan membiarkan MUI pusat mengeluarkan fatwanya, namun Eep cukup menggerilya MUI daerah seperti yang ia lakukan terhadap MUI Bali itu. 2. Eep menganjurkan bersikap inklusif, dengan menagatakan: "Jadi menurut saya yang terpenting adalah bersikap inklusif dengan ketegasan tertentu yang kita yakini, jangan bersikap eksklusif dengan ketegasan yang kita yakini." Perkataannya itu berbahaya, karena inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi Islam. Apa itu inklusivisme? Berikut ini penjelasan dari pihak mereka sendiri: Yang dikembangkan dalam Islam Liberal adalah inklusivisme dan pluralisme. Inklusivisme itu menegaskan, kebenaran setiap agama harus terbuka. Perasaan soliter sebagai penghuni tunggal pulau kebenaran cukup dihindari oleh faksi inklusif ini. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat kekeliruan pada agama yang kita anut. Tapi, paradigma ini tetap tidak kedap kritik. Oleh paradigma pluralis, ia dianggap membaca agama lain dengan kacamata agamanya sendiri. Sedang paradigma plural (pluralisme) : Setiap agama adalah jalan keselamatan. Perbedaan agama satu dengan yang lain, hanyalah masalah teknis, tidak prinsipil. Pandangan Plural ini tidak hanya berhenti pada sikap terbuka, melainkan juga sikap paralelisme. Yaitu sikap yang memandang semua agama sebagai jalan-jalan yang sejajar. Dengan itu, klaim kristianitas bahwa ia adalah satu-satunya jalan (paradigma eksklusif) atau yang melengkapi jalan yang lain (paradigma inklusif)

harus ditolak demi alasan-alasan teologis dan fenomenologis (Rahman: 1996). Dari Islam yang tercatat sebagai tokoh pluralis adalah Gus Dur, Fazlurrahman (guru Nurcholish Madjid, Syafi'I Ma'arif dll di Chicago Amerika, pen), Masdar F Mas'udi, dan Djohan Effendi. (Abdul Moqsith Ghazali, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jakarta, Media Indonesia, Jum'at 26 Mei 2000, hal 8). (Lihat Hartono Ahmad Jaiz, Tasawuf, Pluralisme dan Pemurtadan, Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, cetakan pertama, 2001, hal 116-117). Inklusivisme itu menganggap ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat kekeliruan pada agama yang kita anut. Itu jelas meragukan benarnya Islam, maka di situlah rusaknya keislaman seseorang ketika sudah meragukan benarnya Islam; berarti dia telah keluar dari Islam alias murtad. Bagaimana bisa terjadi, MUI Bali ini kok mengundang orang untuk diangsu (diambil) ilmunya, padahal anjuran darinya justru mengandung masalah yang sangat berbahaya bagi Islam. Menganggap ijtihad itu lanjutan dari liberalisasi, hingga Eep mengatakan: "Dari liberalisasi pemikiran itulah yang mendorong mereka berinisiatif untuk melakukan "ijtihad" yang mereka sebut Islam Liberal." Lalu dia tumpangi alasan yang karena konteksnya adalah memuji orang liberal, maka jelas ungkapan berikutnya ini adalah ngawur-ngawuran: Ijtihad sekalipun salah, kan sudah berpahala; dan orang seperti inilah justru dihargai melakukan itu." Yang perlu ditanyakan, sebenarnya Eep ini mengerti tentang ijtihad atau tidak? Kalau tidak, kenapa bicara di hadapan ulama, dan kalau mengerti, kenapa sangat ngawur? Ijtihad menurut bahasa adalah berasal dari kata jahada ( ‫ )جهد‬yang artinya: mencurahkan segala kemampuan, atau menanggung beban kesulitan. Jadi arti ijtihad menurut bahasa adalah mencurahkan semua kemampuan dalam segala perbuatan. Kata ijtihad ini tidak dipergunakan kecuali pada hal-hal yang mengandung kesulitan dan memerlukan banyak tenaga. Seperti dalam kalimat:

Foto terbaru mayat yang diduga Syaikh Usamah kembali muncul
Fadly Kamis, 5 Mei 2011 22:09:03 Hits: 10991

(Arrahmah.com) – Foto mayat yang diduga jenazah Syaikh Usamah bin Ladin kembali beredar di dunia maya. Kali ini bersama tiga foto lainnya yang diduga pengawalnya beliau yang ada di tempat kejadian saat penyerbuan. Dalam foto yang tersebar tersebut, satu foto berupa foto close up wajah yang mirip dengan Syaikh Usamah, dengan kondisi kepala yang hancur. Sementara tiga foto lainnya, terlihat tiga orang tergeletak di lantai dengan berlumuran darah. Tiga orang tersebut diduga sebagai pengawalnya Syaikh Usamah. Menurut informasi, foto tersebut merupakan foto yang dibeli oleh kantor berita Reuters dari pihak intelijen Pakistan. Ada juga yang mengatakan bahwa foto tersebut merupakan rilis resmi dari pemerintah Amerika Serikat. Namun hal tersebut bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Obama, bahwa AS menolak untuk mempublikasikan foto Syaikh Usamah. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi tentang foto-foto yang beredar tersebut, baik yang membenarkan atau membantah. Namun Forum Syamikh al Islam menghimbau kepada kaum Muslimin untuk tidak mempercayai satu sumber pun dari orang kafir. Kaum Muslimin juga dihimbau untuk tidak tergesa-gesa menuntut penjelasan resmi dari Mujahidin. Karena petinggi Mujahidin pasti harus memperhitungkan maslahat dan madharat ketika mengeluarkan pernyataan. Bisa jadi ini adalah strategi Amerika untuk memancing reaksi para pimpinan Mujahidin. Apapun yang terjadi, insya Allah tidak melemahkan semangat para Mujahidin. Bahkan, sepertinya, hidup atau mati, Syaikh Usamah bin Ladin akan selalu menjadi masalah bagi Amerika Serikat. Dalam hidupnya, seruan untuk membela kaum Muslimin yang tertindas dan menghancurkan AS selalu digemakan. Membunuh beliau hanya akan menjadikan beliau pahlawan dan menambah kebencian kaum Muslimin terhadap Amerika, khususnya di daerah pendudukan dan para pendukung serta simpatisan Al Qaeda. Wallahua’lam. (fadly/arrahmah.com)

Bagaimana jika Syaikh Usamah tertangkap atau terbunuh?
M. Fachry Kamis, 5 Mei 2011 19:37:53 Hits: 4782

Syaikh Usamah Bin Ladin selalu mengulang pernyataan bahwa beliau tidak ingin tertangkap hidup. Amerika telah mengeluarkan miliaran dollar dan kehilangan ribuan tentara untuk menangkap Syaikh Usamah Bin Ladin dengan menghancurkan Al Qaeda. Tapi dari hari ke hari Syaikh Usamah Bin Ladin dan Syaikh Aiman Al Zawahiri menunjukkan kemenangan politik dan propaganda Al Qaeda. Tak seorang pun sungguh-sungguh mengetahui dimana kedua pria tersebut bersembunyi, hanya sekedar teori yang beredar. Sebagian percaya bahwa keduanya selalu berpindah

lokasi dari satu suku ke suku lain di perbatasan Afghan-Pakistan yang terbentang sekitar 1.500 mil. Wilayah ini di luar wilayah hukum Pakistan yang memandangnya sebagai “Pahlawan Mujahid” yang berperang untuk membebaskan Afghanistan dan telah menyerahkan kekayaan dan kenyamanan hidup bagi saudara-saudara seiman yang berperang melawan musuh-musuh Islam. Jendral Asad Durrani, kepala Badan Intelijin Pakistan menyakini bahwa kota besar adalah tempat terbaik bagi Syaikh Usaman Bin Ladin untuk bersembunyi. Kota-kota seperti Karachi, Faisalabad, Peshawar, Quetta dan Rawalpindi adalah tempat persembunyian yang baik dan melahirkan tokoh-tokoh kunci Al Qaeda. Dikatakan oleh orang dekat Syaikh Usamah Bin Ladin bahwa beliau tinggal di rumah yang sama dengan Abu Zubaydah yang tertangkap di Faisalabad pada bulan Maret 2002. Sumber tersebut mengatakan bahwa Syaikh Usamah Bin Ladin meninggalkan rumah tersebut tiga hari sebelum penyergapan terjadi. Penyergapan dilakukan pasukan gabungan Amerika-Pakistan. Ketika Syaikh Usamah mengirimkan rekaman audio-tape bulan terakhir ini, beliau tidak memberi indikasi dimana beliau bersembunyi. Statemen beliau menunjukkan bahwa beliau beserta Syaikh Aiman Al Zawahiri berada di tempat yang nyaman dan aman, dan dapat mengikuti perkembangan politik jazirah Arab dan seluruh dunia. Syaikh Usamah mengatakan bahwa sejak kembali ke Afghanistan setelah di deportasi dari Sudan, beliau tidak lagi menggunakan peralatan modern untuk berkomunikasi seperti HP ataupun telpon satelit serta Internet maupun e-mail. Beliau memilih berkomunikasi dengan tulisan tangan yang diantar oleh kurir. Beliau mendapat seluruh berita terbaru dari kurir yang mendownload dan mengkopi dari kafe Internet. Syaikh Usamah dan Syaikh Aiman Al Zawahiri sangat sulit dilacak karena kecerdikannya. Mereka membuat sistem keamanan mereka sendiri. Beliau selalu dikawal seorang bodyguard dan sekelompok kecil pasukan kepercayaan. Indikasi kesuksesan beliau dalam membuat sistem keamanan adalah bahwa persembunyian dua istri dan hampir dua puluh putra-putrinya di Afghan pun tak pernah diketahui. Begitu juga keberadaan keluarga Syaikh Aiman Al Zawahiri, tak seorangpun tahu. Syaikh Usamah Bin Ladin dan Syaikh Aiman Al Zawahiri berpindah-pindah di wilayah yang penduduknya mendukung Al Qaeda dan pengikutnya bersedia mati demi membela beliau. Hal ini berbeda dengan Saddam Hussein yang arogan, ceroboh dan bergerak di wilayah yang sama. Meskipun dalam pelarian Saddam masih berlagak seperti penguasa. Saddam mengunjungi beberapa kepala suku dan berhubungan dengan pengikut-pengikut yang berkhianat dan bodyguard yang tidak setia. Padahal di sana ada 14.000 personil dari tentara Amerika dan tiga perempat dari penduduk Irak melawannya. Sepertinya, hidup atau mati, Syaikh Usamah Bin Ladin akan selalu menjadi masalah bagi Amarika. Jika dia tertangkap hidup-hidup, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana menurut beliau, akan menjadikan beliau syahid dan harus lewat operasi berdarah.

Membunuh beliau hanya akan menjadikan beliau pahlawan dan menambah kebencian kaum muslimin, khususnya di daerah pendudukan dan para pendukung Al Qaeda, terhadap AS. Kematian Syaikh Usamah Bin Ladin tidak akan merubah kekuatan Al Qaeda, sebagaimana kematian Syaikh Abu Musab Al Zarqawi yang tidak berpengaruh pada kondisi Al Qaeda. Pola-pola serangan terbaru Al Qaeda menunjukkan bahwa organisasi tersebut memiliki kehidupan dan kekuatannya sendiri dan tidak bergantung kepada pemimpin atau sosok tertentu dalam organisasi. Hanya Ideologi Islam semata yang menjadikan gerakan ini semakin solid, semakin kuat dan mampu berjuang setelah kematian pemimpinnya sekalipun. Jadi, hidup atau mati, Syaikh Usamah Bin ladin tetap menjadi figur panutan dan inspirasi bagi organisasi Al Qaeda. Kematian Syaikh Usamah Bin ladin tidak akan berpengaruh pada serangan-serangan Al Qaeda karena setiap amir wilayah memiliki hak penuh untuk menentukan taktik dan target serangan. Para amir ini tidak perlu ijin atau instruksi langsung dari Syaikh Usamah Bin Ladin maupun Syaikh Aiman Al Zawahiri sebelum melakukan operasi maupun menarik perhatian media. Di samping itu, yang membuat Al Qaeda berbeda dengan organisasi Islam lain adalah keterbukaannya menerima penggabungan dari berbagai madzhab kecuali syiah. Jadi, tidak mungkin menunjukkan musuh yang tidak terlihat atau terpahami. Al Qaeda adalah hal baru dalam sejarah, tidak memiliki wilayah geografi dan anggotanya tersebar di seluruh penjuru dunia. Al Qaeda memang sebuah fenomena. Wallahu’alam bis showab! Dikutip dari buku “In The Heart of Al Qaeda ; Biografi Usamah Bin Ladin & Organisasi Jihad Al-Qaeda”, Ar Rahmah Media, Maret, 2008

Al Qaeda akan meneruskan perjuangan selepas syahidnya amir mereka
Hanin Mazaya Sabtu, 7 Mei 2011 07:13:05 Hits: 1397

(Arrahmah.com) - syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin, amir pergerakan Al Qaeda, telah dikonfirmasikan secara resmi oleh Tanzhim Qoidatul Jihad atau yang dikenal dengan sebutan Al Qaeda. Rilis resmi tersebut dikeluarkan pertama kali oleh forum Syumukh al Islam semalam (6/5/2011). Dalam pernyataannya, Al Qaeda berjanji kepada Allah SWT akan terus berjalan di atas jalan Jihad yang telah dilalui oleh para komandan mereka di bawah kepemimpinan Syaikh Usamah bin Ladin tanpa ragu dan bimbang, walau saat ini amir mereka telah memeluk syahid. “Kami tidak akan pernah berhenti atau jenuh hingga Allah memberi keputusan antara kami dan musuh dengan benar dan Allahlah sebaik-baik pembuat keputusan. Setelah itu, tidak menjadi masalah apakah kami akan melihat kemenangan, penaklukan dan tamkin ataupun kami mati karenanya,” tulis statemen Al Qaeda. Mereka juga menegaskan bahwa darah Syaikh Mujahid Usamah bin Muhammad bin Ladin rahimahullah, lebih berat dan lebih berharga di sisi mereka dari pada beliau meninggal begitu saja. Dan dengan idzin Alloh, darah tersebut akan terus menjadi laknat yang akan menghantam orang-orang Amerika dan para jongos mereka, serta akan mengejar mereka baik di luar maupun di dalam negeri mereka sendiri. Dalam statemen resmi tersebut juga dikatakan bahwa Syaikh Usamah merasa enggan untuk meninggalkan dunia ini sebelum ikut merasakan kebahagiaan Ummat Islam dengan kebangkitan Islam buah dari keberanian melakukan perlawanan terhadap kedzoliman orang-orang yang dzolim. Disebutkan, bahwa satu minggu sebelum Syaikh Usamah rahimahullah syahid, beliau melakukan rekaman suara yang berisi ucapan selamat, nasehat dan arahan-arahan. Pihak Al Qaeda berjanji akan merilis-dengan izin Allah-rekaman tersebut yang ditutup oleh beliau dengan bait-bait berikut : Mengatakan kebenaran kepada thoghut ### Adalah kemuliaan dan kabar gembira Yang merupakan jalan menuju dunia ### Dan juga jalan menuju akherat

Jika anda mau, matilah sebagai budak ### Tet

Pernyataan Dewan Pimpinan Imarah Islam Afghanistan tentang kesyahidan Syaikh Usamah bin Ladin
Hanin Mazaya Sabtu, 7 Mei 2011 06:12:58 Hits: 1833

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (Al Ahzab : 23). Penyeru untuk Jihad Islam melawan orang-orang kafir penjajah, Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, telah mendapatkan nikmat mati syahid sesuai dengan kehendak Allah SWT selama serangan mendadak oleh tentara penjajah Amerika. (Kita adalah ciptaanNYA dan akan kembali kepada NYA). Imarah Islam Afghanistan mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, untuk pengikutnya dan untuk para pejuang Mujahidin di jalan kebenaran dan untuk Ummat Islam pada kesempatan ini, sebuah tragedi besar. Kami meminta kepada Allah SWT agar menerima dia disisiNYA, pengorbanannnya. Semoga Allah SWT menyelamatkan ummat Islam dari situasi krisis karena dampak dari pengorbanan Jihad dan kesyahidannya. Sang syuhada telah mengambil bagian dalam Jihad melawan invasi Uni Soviet dengan kejujuran dan keberanian besar, bahu-membahu dengan rakyat Afghan. Ia menawarkan persembahan dengan caranya dan bahwa sejarah Ummat Islam akan selalu bangga selamanya terhadap Syaikh Usamah. Syaikh Usamah bin Ladin adalah seorang penasehat yang berapi-api yang mengesahkan kiblat pertama kaum Muslim, Mesjid Al Aqsa dan Palestina. Dia adalah seorang pejuang

yang tak kenal lelah melawan agresi Kristen dan Yahudi di dunia Islam dan tidak berupaya menghemat dalam kasus ini. Kehidupan Mujahid ini yang merasakan antagonis terhadap Islam, penuh dengan kepenatan, pengorbanan dan kesulitan. Sejarah Islam akan selalu menjaga ingatan mereka untuk tetap hidup. Jalan Jihad dan jalan mempertahankan Islam adalah cara yang penuh dengan pengorbanan dan mati syahid. Seperti pengikut lain dari jalan ini, Syaikh Usamah telah bercita-cita tinggi untuk mencapai syahid di jalan Allah SWT. Ia meraih ambisinya dengan penuh keberaniah, dedikasi dan komitmen pada saat-saat terakhir hidupnya. Jika menyerang Amerika dan sekutunya, mereka berkubang dalam optimisme bahwa moral dan jajaran Mujahidin akan lemah di Afghanistan dan wilayah lain yang terjajah setelah syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin, itu hanya akan menunjukkan kurangnya wawasan. Jihad akan selalu berkembang, menyebar dan mencapai hal yang membuahkan sesuatu yang manis melalui darah murni. Kesyahidan seorang Syaikh Usamah akan memimpin ratusan lebih untuk berangkat ke medan Jihad dan memberikan pengorbanan. Gerakan Jihad di Afghanistan saat ini bermula dari kalangan massa dan merupakan perwakilan dari aspirasi rakyat yang bangga. Di dalam negeri ini, serangan oleh kolonialisme menghasilkan suatu dorongan untuk kembali menyerang. Realitas di lapangan menujukkan bahwa penggunaan kekuatan membawa konsekuensi yang berlawanan di sini. Gerakan populer dapat ditandai dengan awal musim semi ini, ketika Anda menekan, maka pantulannya akan kembali dengan intensitas yang sama. Imarah Islam Afghanistan percaya syahidnya Syaikh Usamah akan memberikan dorongan baru untuk Jihad melawan penjajah dalam fase kritis. Pasang surut Jihad akan mendapatkan kekuatan dan kelebaran. Waktu yang akan datang akan membuktikan hal ini baik untuk teman dan musuh, jika Allah berkehendak. Imarah Islam Afghanistan 2 Jumadil Akhir 1432 H.

Statemen lengkap Al Qaeda tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin
Fadly Sabtu, 7 Mei 2011 04:03:20 Hits: 3243

(Arrahmah.com) – Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya dirilis. Pimpinan pusat Tanzhim Qo’idatul Jihad, atau yang lebih dikenal dengan Al Qaeda, akhirnya merilis pernyataan resmi tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin -rahimahullah-. Tercatat dalam pernyataan tersebut dibuat pada tanggal 3 Mei 2011, sehari setelah penyerangan Amerika. Namun, baru tersebar di media-media Jihad beberapa jam yang lalu. Berikut pernyataan lengkapnya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Forum Al-Busyro. ================================================= ‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ [Tanzhim Qo’idatul Jihad – Pimpinan Umum] Engkau hidup Terpuji dan Mati sebagai Syuhada Statement seputar Pertempuran Keengganan dan Syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah diterjemahkan oleh:

================================================= Segala Puji bagi Allah yang telah Berfirman : {‫}ولئن قتلتم في سبيل ال أو متم لمغفرة من ال ورحمة خير مما يجمعون‬ َ ُ َ ْ َ ّ ِ ٌ ْ َ ٌ َ ْ َ َ ّ َ ِ ٌ َ ِ ْ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ِ ََ ِ ِ “Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan”. (QS. Ali Imran : 157) Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi-Nya yang telah bersabda : “Aku benar-benar berhasrat untuk bisa terbunuh di jalan Alloh, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi” beserta Keluarga dan Para Sahabat Beliau yang telah menyebarkan Al-Haq dengan Keadilan mereka, menjaga Dien ini dengan leher-leher mereka, dan mengalirkan darahdarah mereka untuk meninggikannya. {‫}فما وهنوا لما أصابهم في سبيل ال وما ضعفوا وما استكانوا‬ ُ َ َْ َ َ ُ ُ َ َ َ ّ ِ َِ ِ ْ ُ َ َ َ َ ِ َُ َ َ َ ِ “Lalu mereka tidak merasa lemah dengan apa yang menimpa mereka dijalan Alloh, tidak melemah dan berputus asa” (QS. Ali Imron : 146) dan siapa saja yang menapaki jalan mereka, berjihad seperti Jihad mereka dan bersabar sebagaimana Kesabaran mereka hingga Hari Kiamat kelak. Amma Ba’du. Pada hari yang bersejarah bagi Ummat Islam yang Agung, bukan hal yang baru bagi para pahlawan dan tokoh sepanjang usianya yang berbarokah, dan di atas jalan yang terhampar yang ditapaki oleh Para Pendahulu maupun Penerusnya yang terbaik, terbunuhlah Syaikh Mujahid Komandan yang Zuhud Al Muhajir Abu Abdillah Usamah bin Muhammad bin Laden semoga Allah merahmati Beliau di medan kejujuran, dimana beliau telah membenarkan Ucapannya dengan Perbuatan dan seruan dengan bukti, untuk

menyusul rombongan Ummat terhormat, yang prosesinya sambung menyambung, antara para komandan agung, para pasukan yang jujur dan para Kesatria yang Mulia, beliau enggan untuk memberikan kehinaan dalam agamanya, melepaskan kepemimpinannya dan menghinakan diri kepada mereka yang tertimpa kehinaan dan kenistaan dari kalangan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat. Beliau melawan senjata dengan senjata, kekuatan dengan kekuatan. Dan siap berhadapan dengan kekuatan besar yang angkuh yang keluar dengan semua peralatan perang, Perbekalan, Pesawat-pesawat dan para sekutunya dengan Sombong dan pamer kepada Manusia. Tekad beliau tidak melemah di hadapan mereka dan tidak merosot nyalinya, bahkan beliau hadapi mereka secara langsung (berhadapan) seperti gunung yang kokoh, dan memang beliau laksana gunung yang kokoh. Beliau terus mengikuti jalannya pertempuran yang semakin dahsyat dan orang yang melihatnya akan ciut padahal beliau telah berusia udzur, dan beliau tetap menunaikan amanah hingga terkena tembakan pengkhianatan dan kekufuran, untuk kemudian beliau serahkan ruh kepada sang penciptannya, seraya bergumam: Barang siapa yang mengorbankan ruh yang mulia kepada Robbnya ### Untuk melawan kebatilan mereka, lalu bagaimana dia bisa dicela ?? Agar beliau tutup hidupnya yang bercahaya terang dengan kemuliaan yang telah dia cari selama bertahun-tahun. Beliau merentas daratan untuk mencari dan berhasrat untuk mendapatkannya, hingga beliau menjumpainya dengan gembira ketika hal itu datang kepadanya : itulah kesyahidan di jalan Alloh : {‫}وما يلقاها إل الذين صبروا وما يلقاها إل ذو حظ عظيم‬ ٍ ِ َ ّ َ ُ ّ ِ َ ّ َُ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ّ َ ُ َ َ “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat : 35) Dan Kata-kata beliau akan sentiyasa bergema di langit : “Orang yang bahagia adalah orang yang Allah pilih sebagai Syahid”. Anggapan beliau ini bukanlah anggapan orang yang lemah semata…!!!” Siapa yang beranggapan bahwa orang yang terjun dalam kancah pertempuran ### Adalah tidak akan tertimpa kematian, berarti dia memiliki anggapan yang lemah Maka, selamat wahai umat Islam atas kesyahidan sang anak yang berbakti, Usamah. Setelah melewati kehidupan yang penuh dengan kesungguhan dan pengorbanan, tekad dan kesabaran, tahridh dan jihad, kebaikan dan kedermawanan, hijrah dan safar, nasehat dan organisir yang baik, hikmah dan pengalaman, usia Syeikhul Jihad pada abad ini telah ditutup agar darah, kata-kata, peran dan penutupan usia beliau tetap menjadi ruh yang mengalir di dalam setiap rongga tubuh generasi Islam, dari generasi ke generasi.

Mereka telah belajar dari beliau bahwa kemuliaan tidak dibangun dengan angan-angan dan khayalan, bahwa keqiyadahan itu bukanlah kebanggaan dan pajangan, bahwa aqidah dan prinsip itu bukanlah sekedar kata-kata yang terucap di lidah, bahwa agama itu tidak akan menang dengan membuang-buang waktu, kerja dan obrolan, bahwa jalan kemuliaan – di dunia dan akherat – itu terbuka bagi siapa yang mau membayar harganya dan menanggung deritanya, bahwa kepemimpinan dalam agama tidak akan diperoleh kecuali dengan sabar dan yakin, dan bahwa modal utama seseorang itu adalah kejujuran dan keikhlasan. Jika Amerika berhasil membunuh Syeikh Usamah maka itu bukanlah hal yang memalukan. Bukankah para pejuang dan pahlawan itu hanya terbunuh di medan laga ?? dan setiap ajal itu telah ditentukan. Tetapi apakah Amerika dengan media, antek-antek, persenjataan, para tentara, intelegen dan semua sarana mereka mampu untuk mematikan jihad yang syeikh Usamah telah hidup karenanya dan terbunuh dijalannya ??? Sekali-kali tidak…. Syeikh Usamah tidak pernah membangun tandzim yang akan mati dengan kematian beliau, dan lenyap sepeninggal beliau : ّ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ِ ّ َ ُ َ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ََ ِ ِ ُ ّ ِ ُ ّ َ ْ ِ ِ َ ْ َِ ّ َ ُ ُ ِ ْ ُ ِ َ ُ ِ ُ ‫}يريدون ليطفئوا نور ال بأفواههم وال متم نوره ولو كره الكافرون * هو الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق‬ ُ ِ {‫ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون‬ َ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ ُّ ِ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ “Mereka hendak memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka, dan Alloh akan menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah yang telah mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya diatas semua agama yang ada meskipun orang-orang musyrik tidak suka”. (QS. Shoff : 8-9) Ayat-ayat ini akan menjadi panah yang menancap di leher-leher mereka yang bisu dan tuli lagi tidak berakal. Dan agama Alloh Ta`ala – termasuk jihad di jalan Alloh – akan tetap tegak berdiri selamanya, yang aqidahnya akan dibawa oleh hati-hati yang suci, dihidupkan oleh tangan-tangan bersih, dan eksistensinya akan diraih oleh sekelompok orang yang jujur, yang tidak terpengaruh oleh orang yang hendak menyelisihi dan menghinakan mereka hingga datang janji Alloh. Sesungguhnya Syeikh Usamah bin Ladin – semoga Alloh merahmati beliau – bukanlah seorang Nabi yang diutus di abad 20, tetapi beliau hanya seorang lelaki muslim dari umat Islam yang mulia ini, yang telah mengambil kitab dengan kekuatan, dan menjual dunia untuk mendapat akherat, serta berusaha untuk mencapainya sebagaimana yang kami sangkakan … maka Alloh pun mengangkatnya ketika beliau mau mengangkat agamaNya, memuliakannya ketika beliau berusaha untuk memuliakan kalimat-Nya, dan membuat gentar bangsa-bangsa kafir dengan beliau ketika beliau hanya takut kepada Robbnya.

Sungguh, umat yang telah melahirkan Usamah adalah umat yang subur, dan akan muncul dari padanya para ksatria dan pahlawan seperti beliau, diantara orang-orang yang

menikmati pengorbanan, merasa tersiksa dengan kesabaran dan tenggelam dalam kehidupan musuh-musuh mereka dan dibukakan bagi mereka pintu-pintu negaka jahim, atau menggiring mereka menuju surga dengan borgol. Jadi, universitas iman, qur`an dan jihad yang telah meluluskan Syeikh Usamah bin Ladin tidak dan tak akan pernah tertutup pintu-pintunya. Kitabulloh akan terus terjaga, ayat-ayatnya akan selalu dibaca di tengah malam dan siang, dan tak akan pernah terhapus meskipun seluruh penghuni bumi bersatu. Bagaimana tidak …?? Sedangkan umat kita yang muslim pada hari ini sangat antusias menyambut agamanya, sangat besar pengorbanannya demi membela aqidahnya dan begitu kuat menghadapi musuh-musuhnya serta sangat tahu tentang hakekat yang akan dicapainya, setelah tumbuh generasi bertaqwa nan suci di dalamnya, Syeikh Usamah – semoga Alloh merahmati beliau telah menanamkan saham yang baik bersama para rekan beliau, yaitu para komandan yang baik dan para da’i yang sholih dan pilihan. Sebuah generasi yang semakin tinggi dengan imannya, semakin mulia dengan islmanya, dan mampu menghinakan Barat yang kafir, dan arogansi peradabannya yang menipu, sebuah peradaban asusila, kotor, bobrok, dan tidak masuk akal.. sebuah generasi yang menjadikan kematian komandannya sebagai sebuah keuntungan yang akan memupuk loyalitasnya kepada agama bukan kerugian yang menjadikannya mundur ke belakang. Dengan penuh iman dan yakin beliau terus mengulang firman Alloh Ta`ala : ّ ِ ُ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ِ ُ َ َ َ َ ٌ ِ َ َ ّ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ّ ِ َ ْ ِ ْ ّ ََ َ ‫}وكأين من نبي قاتل معه ربيون كثير فما وهنوا لما أصابهم في سبيل ال وما ضعفوا وما استكانوا وال يحب‬ ُ ِ ‫الصابرين * وما كان قولهم إل أن قالوا ربنا اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم‬ ِ ْ َ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ َ َ ْ َِ َ َ ُ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ّ َ ُ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ّ {‫الكافرين * فآتاهم ال ثواب الدنيا وحسن ثواب الخرة وال يحب المحسنين‬ َ ِِ ْ ُ ْ ّ ِ ُ ّ َ ِ َ ِ ْ ِ َ َ َ ْ ُ َ َْ ّ َ َ َ ّ ُ ُ َ َ َ ِ ِ َ ْ ُ ُ “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (*) Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (*) Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imron : 146 – 148) Jika cahaya Islam dan Jihad bisa padam dengan terbunuh atau meninggalnya seseorang, niscaya cahaya tersebut akan lenyap sejak hari meninggalnya pemimpin manusia Muhammad SAW sehingga banyak bangsa Arab yang murtad, atau niscaya lembarannya akan dilipat sejak hari Amirul Mukminin Umar bersimbah darah di mihrabnya, Utsman di hadapan mushhafnya dan Ali di tengah jalan -semoga Alloh meridhoi mereka semua-. Berapa… Dan berapa banyak Para Komandan yang berjalan diatas petunjuk mereka, yang telah memenuhi bumi dengan penyebutan, penaklukan dan jihad mereka baik di belahan timur maupun barat. Cahaya kebenaran tidak akan pernah padam dengan kematian mereka ataupun berbaliknya para pengikut mereka sepeninggal mereka. Tetapi sebaliknya, dengan terbunuhnya mereka, justru mereka semakin marah terhadap para

musuh dan akan terus melakukan aksi pembalasan, dan Panji Kebenaran berada di tangan mereka seraya melantunkan firman Robb mereka : {‫}من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا ال عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدلوا تبديل‬ ً ِ ْ َ ُّ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ َ ٌ َ ِ َ ِِ ْ ُ ْ َ ِ “Di antara orang-orang beriman itu ada orang-orang yang berlaku jujur dengan apa yang mereka janjikan kepada Alloh, maka diantara mereka ada yang terbunuh dan diantara mereka juga ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya” (QS. Al-Ahzab : 23) Berangkat dari ayat di atas, kami dari Tanzhim Qo`idatul Jihad berjanji kepada Alloh subhanah –dan kami memohon pertolongan, bantuan dan keteguhan kepada Alloh– untuk terus berjalan di atas jalan jihad yang telah dilalui oleh para komandan kita di bawah pimpinan Syeikh Usamah tanpa ragu dan bimbang. Kami tidak akan pernah berhenti atau jenuh hingga Alloh memberi keputusan antara kami dan musuh dengan benar dan Allohlah sebaik-baik pembuat keputusan. Setelah itu, tidak menjadi masalah apakah kami akan melihat kemenangan, penakhlukan dan tamkin ataupun kami mati karenanya : {‫فل ُقاتل في سبيل ال الذين يشرون الحياة الدنيا بالخرة ومن يقاتل في سبيل ال فيقتل أو يغلب فسوف نؤتيه أجرا‬ ً ْ َ ِ ِ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ َ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ّ َ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ‫َ ْي‬ ِ ِ ‫}عظيما‬ ً َِ “Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar” (QS. An Nisa : 74) Begitu juga, kami menegaskan bahwa darah Syeikh Mujahid Usamah bin Ladin -semoga Alloh merahmati beliau- lebih berat dan lebih berharga di sisi kami dan di sisi setiap muslim dari pada beliau meninggal begitu saja. Dan dengan idzin Alloh, darah tersebut akan terus menjadi laknat yang akan menghantam orang-orang Amerika dan para jongos mereka, serta akan mengejar mereka baik di luar maupun di dalam negeri mereka sendiri. Sebentar lagi –dengan pertolongan Alloh– kami akan benar-benar merubah kesenangan mereka menjadi kesedihan, kami akan campur adukkan darah mereka dengan air mata mereka, dan kami akan benar-benar mewujudkan sumpah Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau- : “Amerika tidak akan pernah merasa aman, begitu juga siapa saja yang hidup di Amerika hingga keluarga kami yang berada di Palestina merasa aman. Dan para tentara Islam akan terus bergerak, baik secara bergerombol maupun sendirisendiri, mereka akan terus mengatur dan menyusun langkah tanpa lelah, bosan, putus asa, menyerah, lemah dan futur hingga mereka melakukan serangan dahsyat yang akan membuat seorang anak kecil beruban sebelum waktunya”. Kami juga menyeru rakyat kami Umat Islam yang berada di Pakistan, di mana Syeikh Usamah terbunuh di bumi mereka, untuk segera bergerak dan bangkit untuk membersihkan kotoran yang ditorehkan oleh sekelompok pengkhianat dan pencuri kepada mereka ini, yang telah menjual segala sesuatu kepada para musuh umat ini, dan

tidak peduli dengan perasaan masyarakat mulia yang berjihad ini, dan hendaklah mereka melakukan gerakan Intifadhoh (perlawanan) besar-besaran untuk membersihkan negeri mereka (Pakistan) dari najis orang-orang Amerika yang telah melakukan kerusakan di dalamnya : {‫}إن ال ل يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ُ ّ َ ُ ّ َ ٍ ْ َ ِ َ ُ ّ َ ُ َ ّ ّ ِ َ “Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka melakukan perubahan terhadap diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra`du : 11) Begitulah, Syeikh enggan untuk meninggalkan dunia ini sebelum ikut serta merasakan kebahagiaan Umat Islam dengan kebangkitannya dengan berani melakukan perlawanan terhadap kedholiman dan orang-orang dholim, dan beliau –semoga Alloh merahmati beliau– melakukan rekaman suara satu minggu sebelum beliau terbunuh yang berisi ucapan selamat, nasehat dan arahan-arahan. Yang akan kami rilis sebentar lagi dengan idzin Alloh, dan beliau menutupnya dengan bait-bait berikut : Mengatakan kebenaran kepada thoghut ### Adalah kemuliaan dan kabar gembira Yang merupakan jalan menuju dunia ### Dan juga jalan menuju akherat Jika anda mau, matilah sebagai budak ### Tetapi jika anda mau, maka matilah sebagai orang yang merdeka Kemudian kami memperingatkan Amerika, jangan berani menyentuh jasad Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau– atau memperlakukannya dengan tidak layak, ataupun kepada anggota keluarga beliau yang mulia baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dan hendaklah Amerika menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya. Jika tidak, maka tindakan buruk apapun yang kalian lakukan akan kami balas dengan keburukan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian mencela kecuali diri kalian sendiri. Dan kami menyeru umat Islam semuanya untuk melaksanakan kewajiban mereka dalam hal faridhoh yang benar ini. Milik Alloh lah segala urusan, baik sebelum dan sesudahnya, dan orang-orang dholim akan mengetahui kemana mereka akan kembali. Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Semoga sholawat dan salam yang banyak terlimpah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarga beliau. Tandzim Qo`idatul Jihad / Pimpinan Umum Selasa 29 Jumadil Ulaa 1432 H =======================

Alhamdulillah, cita-cita Syaikh Usamah bin Ladin akhirnya terkabul
Fadly Jum'at, 6 Mei 2011 23:01:00 Hits: 3314

(Arrahmah.com) – Alhamdulillah, setelah berjihad bertahun-tahun, dengan perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan kesungguhan, keteguhan dan kesabaran, akhirnya Syaikh al-Mujahid al-Muhajir Abu Abdillah Usamah bin Muhammad bin Ladin mencapai apa yang dicita-citakannya selama ini yaitu syahid di jalan Allah. Terbunuhnya beliau telah dikonfirmasi oleh Pimpinan Pusat Tanzhim Qo’idatul Jihad, yang lebih dikenal dengan Al Qaeda, dalam statemen resmi yang telah disebarkan beberapa jam lalu di forum-forum Jihad. Beliau terbunuh dalam serangan Amerika di Abbottabad, Pakistan awal Mei 2011. “Walaupun Amerika berhasil membunuh Syaikh Usamah, itu bukanlah hal yang memalukan. Bukankah para pejuang dan pahlawan itu hanya terbunuh di medan laga?? Sungguh setiap ajal telah ditentukan,” lansir statemen Al Qaeda. “Namun, apakah Amerika mampu, dengan media, antek-antek, peralatan, pasukan, dan intelijen mereka untuk mematikan apa yang Syaikh Usamah hidup untuknya dan terbunuh di jalannya? Sangat sangat tidak mungkin. Sungguh Syaikh Usamah tidaklah membangun organisasi yang akan mati dengan terbunuhnya beliau, dan hilang dengan ketiadaan beliau.” “Jika saja cahaya Islam bisa hilang dengan terbunuhnya atau meninggalnya seseorang, pasti ia sudah hilang saat wafatnya nabi yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atau saat terbunuhnya Amirul Mukminin Umar, Utsman, dan Ali.”

“Syaikh Usamah rahimahullah bukanlah seorang nabi yang diutus pada abad ke-20, namun hanyalah seorang lelaki muslim dari kalangan umat Islam yang mulia, yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan menjual dunia untuk mendapatkan akhirat dengan usaha yang sungguh-sungguh, sebagaimana yang kami lihat.” “Maka Allah meninggikannya saat dia meninggikan agama-Nya, dan memuliakannya saat dia berusaha memuliakan kalimat-Nya, dan membuat kaum kafir gentar terhadapnya saat beliau tidak takut kepada siapa pun kecuali Rabb-nya.” Rahimakallah ya Usamah… Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang mulia di sisi-Nya bersama para nabi dan shiddiqin, sebagaimana yang telah dijanjikan dalam AlQuran untuk para syuhada.

Muslim babak belur meski tidak terbukti "teroris"
Rasul Arasy Jum'at, 6 Mei 2011 17:57:31 Hits: 1858

LONDON (Arrahmah.com) - Polisi London memukuli Babar Ahmad dan menghina agamanya (Islam) saat melakukan penggerebekan ke rumahnya di selatan London pada Desember 2003. Polisi menggerebek rumah Ahmad dengan mengatasnamakan antiterorisme. Fakta ini terungkap dalam persidangan di pengadilan Southwark Crown, Rabu (4/5/2011). Pengadilan menuding empat polisi dari London’s Territorial Support Group (TSG) telah melakukan kekerasan terhadap Ahmad saat melakukan penangkapan. Jaksa penuntut Jonathan Laidlaw mengungkapkan, sebelum melakukan penggerebekan, keempat anggota polisi itu diberitahu bahwa Ahmad menerima pelatihan terorisme dan melakukan jihad ke sejumlah negara. Nyatanya Ahmad tidak pernah dikenakan dakwaan. Ia ditahan untuk menunggu ekstradisi ke AS dengan tuduhan terkait aktivitas terorisme. Ahmad memang seorang muslim AS yang berprofesi sebagai ahli komputer.

Lebih lanjut Laidlaw mengatakan, polisi mengaku khawatir Ahmad melawan saat ditangkap di rumahnya, tapi kenyataannya, Ahmad tidak melakukan perlawanan. “Dengan hanya menggunakan piyama dan kaki telanjang, Ahmad mengangkat tangan setinggi kepalanya, untuk menunjukkan bahwa ia tidak akan melawan atau akan membahayakan, atau akan mengancam petugas,” kata Laidlaw di persidangan. Tapi polisi tetap melayangkan tinjunya pada Ahmad, hingga ia terpental ke kaca jendela kamarnya hingga pecah berantakan. Sambil berteriak dan memaki, polisi menonjok dan memukuli Ahmad yang sudah terjatuh ke lantai. Polisi lalu memborgol tangan Ahmad dan membawanya ke ruang tempat salat di lantai bawah rumahnya. Ahmad kemudian diposisikan seperti orang salat dan empat petugas polisi itu lalu mengejek Ahmad dengan mengatakan “Dimana Tuhanmu sekarang?” Pukulan dan ejekan terhadap Ahmad terus berlangsung selama perjalanan ke kantor polisi, hingga tubuh Ahmad lebam-lebam. Sesampainya di kantor polisi, ungkap Laidlaw, polisi yang memukuli Ahmad mengatakan bahwa Ahmad mencoba melawan saat ditangkap. “Apa yang dikatakan keempat polisi itu tentang kejadian hari itu, bohong semuanya,” tandas Laidlaw. Sementara itu, Babar Ahmad menyatakan banding atas keputusan hakim pengadilan bahwa dirinya akan diekstradisi ke AS. Sebegitu takutnya pemerintahan AS pada Islam, bahkan seorang ahli computer pun dikaitkan dengan “terorisme”. Adanya aturan tentang praduga tak bersalah dalam hukum penangkapan, rasanya hanya sebuah lelucon yang dibesar-besarkan. Faktanya sudah berapa banyak penangkapan “tidak jelas” pada kaum muslimin di Negara sekuler yang mengatas namakan “terorisme” ternyata salah tangkap, meskipun “para tahanan” itu telah babak belur dijadikan wadah penampung amarah kaum kafir yang ketakutan. Semoga kaum muslimin selalu diberi kekuatan dan kesabaran dalam “menggenggam bara” ini.

Jafar Umar Tholib: "Usamah itu sesat"
Rasul Arasy Jum'at, 6 Mei 2011 15:13:52 Hits: 6781

Berita tentang syahidnya Syaikh Usamah mengundang reaksi dari berbagai pihak. Baik itu pihak yang pro maupun kontra. Bahkan pihak yang kontra kerap kali menjelekjelekkan Syaikh Usamah apabila pemahaman tak sejalan. Mantan Panglima Laskar Jihad Ja’far Umar Tholib yang mengaku pernah bertemu Syaikh Usamah Bin Ladin pada 1987 di kota Peshawar, menganggap apa yang dilakukan Syaikh Usamah adalah perbuatan sesat. Syaikh Usamah di mata Ja’far bukanlah orang yang berlatar belakang agama Islam yang kuat, melainkan seorang sarjana teknik sipil yang kaya karena mewarisi kekayaan dinasti Bin Ladin. Pernyataan tersebut dilontarkan dalam wawancara Jafar dengan Tempo di pondok pesantren Ihya’ As Sunnah di Jalan Kaliurang Kilometer 15, Yogyakarta. Berkaitan dengan hal tersebut Arrahmah.com berusaha meluruskan statement-statement yang menyerang Syaikh Usamah. Jafar mengungkapkan alasan ia tak mau bergabung dengan Syaikh Usamah karena Syaikh Usamah meyakinkan dirinya “untuk mengusir Soviet dari Afganistan tidak lain kecuali harus ada bantuan Amerika Serikat. Kami menentang itu. Kami tidak setuju. Kemudian kami keluar dari diskusi. Kami tak sependapat dengan para ekstrimis ini”.

Pernyataan tersebut perlu dipertanyakan. Mujahidin Afghan dan Syaikh Usamah tak pernah meminta atau berharap bantuan AS selama di Afghanistan. Dan beliau tidak pernah meminta sekalipun kepada Amerika. Bahkan menurut sumber Arrahmah.com Syaikh Usamah sendiri tak pernah sampai berdiskusi panjang dengan Jafar. Jafar mengklaim bertemu dengan Syaikh Usamah tanpa ada bukti yang akurat. Bagaimana mungkin Usamah setuju dengan bantuan Amerika, bahkan kepada rezim Saudi pun beliau mengkafirkan, karena memperbolehkan Amerika menjadikan Saudi sebagai pangkalan militernya? Ketika ditanya apa maksud ekstrimis, Jafar menjawab “Kelompok ekstrimis ini adalah kelompok berpemahaman Khowarij Takfiriyah. Kelompok ini menempel dia karena dana yang ia punyai. Khowarij adalah kelompok sesat di dunia Arab, yaitu yang banyak di Mesir dan Irak.yang meyakini bahwa seorang muslim yang berbuat salah dan dosa dianggap kafir dan keluar dari Islam dengan perbuatan dosa itu. Dari prinsip ini lalu berkembang semua orang di luar kelompoknya adalah kafir”. Kenyataan yang sebenarnya Usahmah dan para pejuang di Al Qaida tidak menganggap orang yang berbuat salah dan dosa sebagai kafir. Bahkan dalam buku-buku Aiman Az Zawahiri, buku al Zarqawi bahkan Imam Samudera sekalipun, pemahaman bahwa yang melakukan salah dan dosa adalah kafir merupakan hal yang ghuluw atau berlebihan. Titik tengah bersandar pada hadist dan Quran yang dilakukan Usamah, Taliban ataupun Al Qaida adalah bahwa orang yang melakukan dosa selama dosa itu tidak membatalkan keimanannya maka ia tetap muslim. Titik tekan dari Al Qaida dan pemahaman Usamah adalah membela kaum muslimin dan melanjutkan risalah kenabian, wahyu Al Quran yang dengan tegas mengatakan bahwa barang siapa yang berhukum, mempercayai pengaturan manusia berdasarkan hukum di luar hukum Allah adalah kafir. Apakah ini yang dinamakan Khawarij? Tentu tidak. Hanya manusia yang berlebihan, tidak memahami atau memiliki afiliasi politik dengan pihak yang berkuasa tanpa legitimasi syar’i lah yang akan mengatakan hal seperti itu. Dari hal ini saja Jafar Umar benar-benar tidak memahami apa itu khawarij apa itu Ahlusunnah Wal Jama’ah. Jafar lebih jelasnya mengatakan bahwa pemahaman Syaikh Usamah sesat “karena yang diperjuangkan adalah daulah Islamiyah almaqsudah, yaitu negara Islam yang diangan-angankan. Yaitu semacam Khilafah Islamiyah yang berkuasa di seluruh wilayah negara Islam. Menjalankan syariah Islam seperti zaman Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali”. Lantas apa yang salah? Sementara Rasulullah, dan para Khulafaurrasyidin sesudahnya paham bahwa Khilafah adalah kewajiban.

Jafar pun mengatakan “banyak negara Islam yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa yang dikukung dengan berbagai aturan. Aturan itu bertentangan dengan Islam. Maka Usamah dan kelompoknya menganggap negara-negara Islam itu menjadi kafir dan harus diperangi”. Permasalahan ini (memerangi Negara di luar Negara Islam) sebenarnya bisa didiskusikan dalam kerangka ijtihad. Ada yang mengatakan bahwa Negara kafir harbi-lah yang berhak diperangi. Adalagi ulama yang menganggap bahwa memerangi bisa dilakukan jika kita diperangi. Tetapi, di luar itu semua ulama ahlusunnah waljamaah menyepakati, berdasarkan hadist, ijma dan al quran bahwa penegakan syariat islam adalah kewajiban. “Maka demi Rabb mu mereka pada hakikatnya sekali-kali tidak beriman, hingga mereka menjadikanmu (Muhammad) hakim, dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan. Dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS Annisa:65). “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang kafir” (QS Al Maaidah: 44) “Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus” (QS Al Isra:9) Apakah Jafar meyakini bahwa Negara ini mendasarkan hukumnya pada petunjuk yang lurus (Al Quran)? Apakah ia tidak bisa melihat bahwa undang-undang yang dibuat berdasarkan warisan hukum Belanda, berdasarkan deklarasi Hak Asasi Manusia, juga berdasarkan amandemen para wakil rakyat yang melegalisasikan apa-apa yang diharamkan oleh Allah? Apakah dia tidak mengetahui atau menutup mata, telinga dan hati untuk itu? Dalam wawancara yang sama, Jafar mengatakan bahwa Indonesia sudah menjadi Negara Islam. Mari kita perhatikan. Apakah benar Indonesia sudah menjadi Negara Islam? Mungkin Jafar khilaf dalam hal ini. Bisa jadi karena memang dia tidak faham? Mari kita sama-sama lihat apakah negeri ini merupakan negeri yang menerapkan syariat Islam? Bagaimana dengan sistem sanksi yang diberlakukan di negeri ini? Bagaimana dengan pezinah? Jangankah menghukum dengan syariat Islam, perzinahan pun dilegalisasi bukan? Bagaimana dengan hukum mendirikan pabrik minuman keras semacam Bir Bintang? Apakah dibenarkan dalam sistem Islam pendirian pabrik-pabrik minuman keras semacam itu? Bagaimana dengan sumber daya alam yang dikeruk oleh Caltex, Exxon Oil, Free Port, Bumi Resources dan lain sebagainya yang diambil oleh swasta, padahal di dalam syariat Islam, sumber daya alam dimiliki oleh Negara dan dikelola untuk kemakmuran rakyat.

Ekonomi Indonesia berjalan dengan ekonomi riba. Padahal dengan jelas Allah berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah: 275) Apakah ini yang disebut dengan Negara Islam? Bagaimana dengan izin tayangan-tayangan yang diberlakukan? Mari kita lihat saja televisi kita. Metro TV, Trans TV, TV One dan lain sebagainya, tidakkah kita melihat tayangan-tayangan dan video klip syahwat, acara debat, klenik yang menjadikan seseorang bisa jatuh ke dalam kekafiran? Ada seribu satu macam fakta yang membuktikan ketidakpahaman Jafar ketika mengatakan bahwa Negara ini adalah Negara Islam. Bahkan pemerintah sekalipun jelasjelas mengatakan bahwa ini bukan Negara Islam. Yang ada adalah negeri yang mayoritasnya umat Islam. Jafar menjelaskan bahwa “Indonesia kan sudah negara Islam menurut piagam Jakarta 5 Juli 1959. Dimana negara Indonesia dibentuk dengan dasar Islam. Dan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya. Sekarang saja itu dingkari oleh pemerintah”. Dalam perjalanannya sebuah Negara Islam bisa saja menjadi Negara Ingkar Syariat Islam, Ingkar Allah. Sebagai contoh Andalusia dulu berada di dalam Kekhilafahan tetapi setelah dihancurkan, diekspansi oleh Spanyol, Andalusia menjadi Negara tempat hukum non Islam karena yang diberlakukan bukan hukum Islam. Ingat melakukan riba, berzinah, bahkan membunuh manusia bukanlah hal yang menjadikan seseorang murtad dari agama ini, melainkan dosa besar, tetapi membuat aturan yang menghalalkan riba, menghalalkan berzinah, melegalisasikan minuman keras menjadikan sebuah Negara menjadi Negara yang memusuhi Islam. Mengatasnamakan romantisme masa lalu (Piagam Jakarta) yang saat ini penerapannya hanya berkisar di duit (pernikahan dan haji) justru akan memisahkan Jafar Umar terhadap al wala wal bara bagi kaum muslimin yang merindukan aturan Allah ditegakkan. Mengatasnamakan romantisme masa lalu dengan mengabaikan fakta bahwa aturan-aturan yang diterapkan bukan berdasarkan aturan Allah, maka dengan landasan apa Jafar mengatakan Indonesia Negara Islam selain hawa nafsu dan kedengkian dia terhadap

manusia yang menginginkan bahwa firman Allah bisa dijalankan dinegeri ini suatu saat nanti? Dalam memperjuangkan penegakan syariat Islam, ulama berijtihad sehingga gerakangerakan yang rindu tegaknya syariat Islam ada yang memilih jalur kekerasan ada pula yang memilih jalur non kekerasan. Apa yang disampaikan Jafar bukan dalam rangka mendiskusikan metode yang layak untuk digunakan dalam menegakkan Islam, akan tetapi mundur kebelakang: menghantam dan memfitnah kalangan yang rindu pada Allah dan Rasulnya, dengan mengatasnamakan piagam Jakarta yang dalam realitanya tidak dilaksanakan bahkan diganti dengan undangundang yang menghambakan manusia pada hukum selain hukum Allah. Bukan hanya itu, bahkan Jafar membidik tentang pendidikan dan kekayaan yang dimilik Syaikh Usamah, bahwa beliau adalah “sarjana sipil dan kaya karena warisan keluarga Bin Ladin”. Lho, memang kenapa kalau seorang pejuang Islam memiliki ijasah sebagai sarjana teknik sipil, dan kenapa jika beliau kaya karena warisan? Toh beliau pun tidak hidup hura-hura dengan menikmati kekayaan. Beliau lebih memilih mencerai dunia dan menjalani hidup terlunta-lunta dan berdarah-darah dalam medan peperangan. Nabi Muhammad SAW pun pada kenyataannya adalah orang kaya, kalau dilihat dari jumlah ghanimah yang diperuntukkan untuk beliau, tetapi beliau lebih memilih membagibagikannya pada orang fakir dan hidup zuhud. Pribadi Abdurrahman Bin Auf pun adalah lelaki kaya raya yang meskipun dengan kekayaannya toh beliau tidak hidup mewah dan tidur di kasur empuk layaknya ulama di Indonesia. Sumber Arrahmah.com yang pernah berjihad di Afghanistan mengatakan bahwa Jafar hanya beberapa hari di Afghanistan dan hanya datang untuk berkomentar dan mengejek pejuang yang berjihad di sana. Dengan dalih bahwa jihad Afghanistan adalah jihad antara orang musrik dengan ahli bi’dah. Jadi mana mungkin beliau ketemu Syaikh Usamah, sedangkan dia sendiri tidak pernah masuk akademi jihad dan berlatih. Wallohua’lam.

Al Qaeda ancam akan menyerang Amerika dalam waktu dekat
Fadly Sabtu, 7 Mei 2011 03:01:26 Hits: 0

(Arrahmah.com) – Al Qaeda mengancam akan menyerang Amerika dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir dalam statemen resmi tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin oleh Pimpinan Pusat Tanzhim Qo’idatul Jihad (Al Qaeda, -red). “Kami menegaskan bahwa darah Syeikh Mujahid Usamah bin Ladin -semoga Allah merahmati beliau- lebih berat dan lebih berharga di sisi kami dan di sisi setiap muslim dari pada beliau meninggal begitu saja. Dan dengan izin Allah, darah tersebut akan terus menjadi laknat yang akan menghantam orang-orang Amerika dan para jongos mereka, serta akan mengejar mereka baik di luar maupun di dalam negeri mereka sendiri,” tulis statemen tersebut. “Sebentar lagi –dengan pertolongan Allah– kami akan benar-benar merubah kesenangan mereka menjadi kesedihan, kami akan campur adukkan darah mereka dengan air mata mereka, dan kami akan benar-benar mewujudkan sumpah Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau- :” “Amerika tidak akan pernah merasa aman, begitu juga siapa saja yang hidup di Amerika hingga keluarga kami yang berada di Palestina merasa aman. Dan para tentara Islam akan terus bergerak, baik secara bergerombol maupun sendiri-sendiri, mereka akan terus mengatur dan menyusun langkah tanpa lelah, bosan, putus asa, menyerah, lemah dan futur hingga mereka melakukan serangan dahsyat yang akan membuat seorang anak kecil beruban sebelum waktunya”. Al Qaeda juga menyeru kepada kaum Muslimin di negeri Pakistan, tempat terbunuhnya Syaikh Usamah, untuk membersihkan kotoran yang ditorehkan oleh sekelompok pengkhiat, yang rela menjual apa saja kepada musuh Islam. Dan bangkit melakukan

perlawanan besar-besaran untuk membersihkan negeri Pakistan dari najis orang-orang Amerika yang telah membuat kerusakan di dalamnya. Syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah dikonfirmasi dalam statemen resmi Tanzhim Qo’idatul Jihad yang disebar di forum-forum Jihad beberapa jam yang lalu. Beliau terbunuh dalam serangan Amerika ke sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan, awal Mei 2011. Rahimakallah ya Usamah. Pro & Kontra Sidang Dagelan : Adnan Buyung, Pengacara Berakhlak Buruk atau Wantimpres Penjual Jabatan ? Selasa, 14 Oktober 2008 | 12:06 WIB

Masih ingat proses jatuhnya vonis hukuman mati bagi Amrozi Cs ?. Terlepas pro-kontra metode perjuangan Amrozi, satu hal yang patut dihargai adalah sasaran perjuangannya yang terfokus pada upaya penegakan syariat Islam di Indonesia. Masih ingat siapa Jaksanya, siapa Hakimnya ? Jaksanya adalah Urip Tri Gunawan, kini ia di vonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor karena kasus korupsi. Hakimnya adalah I Made Karna, yang malah mati duluan sebelum Amrozi dieksekusi hukuman mati. I Made Karna meninggal pada 29 Oktober 2007 setelah jatuh sakit saat melakukan perjalanan dinas ke Korea, sebelum meninggal ia sakit-sakitan dan dirawat di berbagai rumah sakit berpindah-pindah dari Singapura, Jakarta dan terakhir di Denpasar. Kita memang bukan sedang berbicara soal 'karma', karena memang Islam tidak mengenal istilah tersebut, tapi bisa jadi hal itu merupakan balasan langsung atas dosa atau kezhaliman, yang ditimpakan oleh Allah SWT terhadap pelakunya saat masih hidup. Masih di dunia saja sudah dibalas segala perbuatan, terlebih lagi nanti di alam barzakh dan di akhirat. Wallahu 'alam bishawab. Masih ingat siapa Pengacara yang paling getol dalam melakukan pembelaan terhadap Ahmadiyah? Siapa lagi kalau bukan Adnan Buyung Nasution. Pengacara yang satu ini telah diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) beberapa saat setelah naiknya SBY sebagai Presiden. Dan sejak itu banyak sekali kelakuannya yang melebihi kapasitas jabatannya. Yang paling membuat kesal umat Islam adalah saat ikut campurnya mempengaruhi berbagai pihak untuk menolak pelarangan Ahmadiyah di Indonesia. Dengan 'menjual' jabatannya sebagai anggota Wantimpres diberitakan ia

pernah 'mengatur' pertemuan 3 Menteri Kabinet SBY untuk membahas soal Ahmadiyah bersama dirinya. Kemudian tanggal 6 Mei 2008 ia mengaku siap memasang badan menghadapi organisasi Islam pendukung pembubaran Jemaah Ahmadiyah dan menyatakan rela mati demi membela Ahmadiyah. Seminggu kemudian, 15 Mei 2008, ratusan massa gabungan berbagai ormas Islam mendatangi kantor Buyung untuk menjawab tantangannya, namun ia kabur tak berani muncul. Buyung Diprotes Puluhan Pengacara Yang jelas kini nasib pengacara ubanan ini mulai tersudut. Hari Senin, 13 Oktober 2008, sekitar 30 sampai 60 pengacara yang tergabung dalam organisasi Ikatan Advokat Indonesia atau Ikadin mengajukan protes kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Gedung Sekretariat Negara, Jakarta. Menurut Wakil Ketua Umum DPP Ikadin Achiel Suyanto, DPP Ikadin menilai Adnan Buyung Nasution, selaku anggota Dewan Pertimbangan Presiden, telah mencampuri, memotori, dan membiarkan namanya dipergunakan untuk memecah belah kehidupan organisasi advokat dengan cara turut serta dalam persiapan dan penyelenggaraan Kongres Advokat Indonesia (KAI) pada 30 Mei 2008 di Gedung Balai Sudirman, Jakarta. Ada disebutkan dalam Pasal 12 Ayat 1 huruf d UU Dewan Pertimbangan Presiden yang melarang anggota Dewan Pertimbangan Presiden menjadi pimpinan organisasi profesi. Nyatanya, dalam urusan pembentukan KAI, Adnan Buyung Nasution justru menjadi dalang pemecah belah kesatuan dan persatuan advokat Indonesia dalam wadah tunggal Peradi dengan memosisikan diri sebagai Board of Trustee. “Adnan Buyung Nasution juga telah menjadi panitia ujian yang diadakan KAI”, kata Achiel. Ikadin di dalam suratnya kepada Presiden juga mempersoalkan nama Adnan Buyung Nasution yang masih dipergunakan dalam menangani perkara. Hal ini terungkap dalam persidangan perkara korupsi atas nama Artalyta Suryani, kop surat dan nama Buyung telah dipergunakan sebagai wadah pemberitahuan ketidakhadiran obligor Sjamsul Nursalim untuk memenuhi panggilan Kejaksaan Agung. "Padahal, dalam Pasal 3 huruf i Kode Etik Advokat Indonesia yang berbunyi, seorang advokat yang kemudian diangkat untuk menduduki jabatan negara tidak dibenarkan untuk berpraktik sebagai advokat dan tidak diperkenankan namanya dicantumkan atau dipergunakan oleh siapa pun atau oleh kantor mana pun dalam suatu perkara yang sedang diproses / berjalan selama ia menduduki jabatan tersebut," kata Achiel. Apa Kata Munarman ? Dari balik jeruji penjara Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Munarman SH, mantan Ketua YLBHI sekaligus mantan orang dekat Buyung, yang kini menjabat sebagai Panglima Komando Laskar Islam yang memimpin ratusan laskar berbagai ormas Islam saat terjadi 'Insiden Monas' , memberi komentar sbb :

"Saya kira aksi 60 orang advokat itu sangat wajar dan sudah semestinya, karena memang Buyung Nasution punya watak dan akhlak yang manipulatif, hipokrit (munafik) dan egois. Sudah sangat sering dia menyalahgunakan jabatan sebagai Wantimpres dan bahkan perlu dicek izin kartu advokatnya. Lagi pula sangat berbahaya kalau pengacara Syamsul Nursalim tersebut tetap sebagai Wantimpres, karena bisa menjadi calo bagi para koruptor perampok uang umat Islam. Jadi memang harus dipecat dia itu baik sebagai anggota Wantimpres maupun sebagai advokat/pengacara." Pandangan Para Pengacara Habib Rizieq dan Munarman Habib Rizieq dan Munarman termasuk para pengacaranya termasuk yang sangat marah dengan kelakukan Buyung ini. Berkali-kali Buyung terlihat hadir tanpa alasan yang jelas di ruang lain kantor Pengadilan Jakarta Pusat saat sidang Habib Rizieq dkk berlangsung. Bahkan kabarnya ia sempat menulis surat kepada Ketua Pengadilan soal kekisruhan sidang Habib Rizieq namun akhirnya surat itu dibatalkannya. Ari Yusuf Amir SH, anggota Tim Pembela Habib Rizieq dan Munarman dkk, sekaligus Ketua BHF (Badan Hukum Front- FPI) menyampaikan pendapatnya soal kelakukan Buyung ini pada reporter www.fpi.or.id bahwa tidak pantas bagi seorang profesional, apalagi yang merasa dirinya sebagai tokoh reformasi, namun tidak mau menjaga etika berprofesi, dengan tingkah lakunya yang bertolak belakang dengan profesi yang ia sandang. Pengacara Habib Rizieq Syihab, Sugito SH menyampaikan tanggapannya, "Ini resiko dari Buyung yang selalu memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan sendiri, dulu dia selalu mengkritik Yusril Irza Mahendra sebagai menteri yang tapi juga punya kantor pengacara. Sekarang di Watimpres pun, dia berkeliling ke Lembaga Pengadilan seolaholah sebagai pendekar hukum, tapi sebenarnya ia punya agenda yang bersifat pribadi. Seperti kasus Ahmadiyah yang melibatkan Habib Rizieq di PN Jakarta Pusat, beberapa kali menemui Ketua Majelis bahkan Ketua PN Jakarta Pusat juga di datangi. Ada urusan apa Buyung intervensi terhadap Lembaga Peradilan, bukankah lembaga hukum harus Netral & Independen, seperti sering Buyung loar-koarkan" ujarnya. Ahmad Michdan SH juga menyampaikan pendapatnya, bahwa adanya upaya-upaya intervensi Buyung pada majelis hakim persidangan Habib Rizieq dkk, campurtangan dalam proses-proses penolakan SKB Ahmadiyah di masa sebelumnya, sangat tidak profesional dan diluar wewenangnya. Ahmad Michdan SH mempertanyakan pula kehadiran Buyung di sela-sela pengadilan Habib Rizieq untuk urusan apa, dan ada kepentingan apa seorang anggota Wantimpres datang menemui Ketua Pengadilan atau wakilnya. Kalaupun Buyung datang dalam kapasitas sebagai Pengacara, berarti ia telah menggunakan jam kerja kantornya sebagai anggota Wantimpres untuk berprofesi sebagai Pengacara. Lantas para anggota keamanan Wantimpres yang ikut mengawal ia ke kantor pengadilan itu berarti dimanfaatkannya untuk urusan kerja nyambi-nya sebagai Pengacara ?

Jadi benar kata Munarman, Buyung pantasnya memang dipecat dari Wantimpres sekaligus dipecat sebagai Pengacara.

Jelang pengesahan RUU Intelijen, pejabat Polri diganti
Althaf Jum'at, 6 Mei 2011 13:34:02 Hits: 0

JAKARTA (Arrahmah.com) – Mutasi sejumlah perwira tinggi di Mabes Polri kembali dilakukan. Jabatan Kabaintelkam yang semula dipegang Komjen Pol Wahyono kini dijabat Irjen Pratiknyo. Berdasarkan surat telegram rahasia dengan nomor TR Mutasi no ST/933/V/2011 tanggal 5 Mei 2011, Komjen Pol Drs Wahyono, Kabaintelkam Polri dimutasi sebagai Pati Mabes Polri dengan dalih pensiun. Sementara jabatan Kabaintelkam baru selanjutnya diteruskan oleh Irjen Pol Drs Pratiknyo yang sebelumnya menjabat Waka Baintelkam Polri. Kapolda Jabar Irjen Pol Suparni Parto dimutasi menjadi Wakabaintelkam. Sementara jabatan Kapolda Jabar akan diisi Brigjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten. Sementara jabatan Kapolda Banten akan diisi Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo yang sebelumnya menjabat Karowatpers SSDM Polri. AKBP Tri Handoyo yang saat ini menjabat Kabagjiankumham Bid PPITK dimutasi sebagai Karowatpers SSDM Polri. Selain itu Gubernut Akpol Irjen Pol Drs Boedhi Santoso Moestary dimutasi sebagai Pati Mabes Polri dalam rangka pensiun. Irjen Pol Drs M Amin Saleh, Wakabarhakam dimutasi sebagai Gububernur Akpol

Irjen Pol Drs Bambang Suparno yang saat ini menjabat, Analis Kebijakan Utama Bidang Kajian Pengembangan dimutasi sebagai Wakabaharkam Polri. Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan mutasi tersebut adalah hal yang wajar dan sesuai prosedur. “Penyegaran organisasi karena kan ada pensiun,” dalihnya Boy saat dihubungi, Jumat (6/5/2011). Pergantian sejumlah orang dalam tubuh Polri ini dilakukan di tengah maraknya usaha sejumlah kalangan untuk menggolkan RUU Intelijen. (dtk/arrahmah.com)

Sebarkan!
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

Related Posts
• • •

indonesia intelijen polri

Indonesia
• • • • •

Di tengah gembar-gembor media soal NII, PKS pun tersangkut Puisi untuk Syaikh Usamah Enam bom milik kelompok Syarif ditemukan DPR jadi bahan tertawaan JAT: Amerika akan hancur

intelijen
• • • • •

Menjual teror bom: “Siaga satu” yang gagal Eks Menteri NII bantah organisasinya sengaja dipelihara intelijen Pengguna ponsel dipantau diam-diam Pelesiran Komisi I berdalih komparasi UU Intelijen dan Alutsista? Konsep intelijen Rasulullah SAW

polri
• • • • •

Polri ajak masyarakat proaktif deteksi pelaku paket bom TNI siapkan satuan khusus bantu Polisi ungkap pengirim paket bom Polisi: Kaitan tiga paket bom belum jelas 1.000 polisi amankan sidang Ba'asyir, sniper kembali siaga "Belum Pernah Ada Sosok Begitu 'Perkasa' Layaknya Gayus

Sponsored Links

Puisi untuk Syaikh Usamah
Rasul Arasy Kamis, 5 Mei 2011 15:35:14 Hits: 0

JAKARTA (Arrahmah.com) – Beribu cara dilakukan Amerika untuk membuat stigma negatif pada pejuang yang membela agama Allah ini, beribu kali pula Allah membuka tabir kebohongan musuh-musuh Nya. hingga stigma buruk yang terlontar menjelma kecintaan dalam diri kaum muslimin pada sosoknya. Syaikh Usmah Bin Ladin, adalah pribadi yang tak akan tergantikan. Namun demikian, semangat juangnya telah meregenari dan mendarah daging dalam jiwa-jiwa pejuang Islam yang tersebar di seluruh semesta. Berita syahid beliau tidak membuat ummat Islam kendor dalam jihad dan dakwah, malah sebaliknya. Mereka semua merindukan untuk bisa bertemu dengan Sang Kekasih dalam keadaan bersimbah darah karena berjuang membela agama Nya. Syaikh Usamah adalah inspirator bagi setiap jiwa yang merindukan kesyahidan dan Islam. Nama beliau melekat dalam setiap kata jihad. Nama beliau juga mengiringi perjuangan Islam yang ada di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu tokoh pengagum perjuangan Syaikh Usamah adalah Anis Matta Lc, ustadz dan politikus yang sekarang menjabat Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Syaikh Usamah bin Laden adalah teladan mujahid yang gagah berani melawan tirani bangsabangsa adidaya. Keberaniannya melawan kesewenang-wenangan AS menginspirasi para aktivis di seluruh penjuru dunia untuk memberontak terhadap kesewenang-wenangan bangsa adidaya yang arogan.

Pujian Anis Matta terhadap sosok Syaikh Usamah bin Ladin itu dituangkan dalam dua puisi berjudul “Surat untuk Osama” dan “Jawaban Osama” yang digubahnya pada tahun 2001. Dalam bentuk imajiner, Anis Mata melakukan koresponden perjuangan secara tertulis dengan Syaikh Usamah. Puisi ini pernah dibacakan oleh penulisnya dalam acara Konser Amal “Indahnya Kebersamaan” dalam rangka Milad ke-11 Daarut Tauhid di Plenary Hall JHCC (Jakarta Hilton Convention Center), pada 12 Oktober 2001 silam yang dihadiri sekitar 7000 hadirin. Dari konser amal yang dibuka oleh KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) itu, terkumpul dana perjuangan yang disalurkan ke Afghanistan. Inilah puisi ‘imajiner’ Anis Matta tentang Osama bin Laden:

Surat Untuk Osama” Osama, Kamu tidak pernah bilang padaku Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang Jadi aku memilih percaya Pada cinta yang terpancar Di balik keteduhan matamu Pada semangat pembelaan yang tersimpan Di balik lebat janggutmu. Osama, Kamulah yang mengajar Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara Maka mereka berteriak. Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian, Di ladang jiwa orang-orang penakut Maka mereka melawan. Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan, Di renung kalbu orang-orang tertindas Maka mereka berjuang. Kamulah yang mengobarkan harapan di langit Hati orang-orang terjaga Maka mereka memberontak.

Osama… Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya, Supaya mereka terdiam Maka mereka hanya bisa mengamuk. Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan Dari jidat bangsa-bangsa arogan Maka mereka terbungkam. Kamulah yang merampas rasa aman Dari jiwa bangsa-bangsa tirani Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak. Kamulah yang merenggut selera hidup Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu Maka mereka tak lagi menikmati hidup. Osama oh Osama… Osama oh Osama… Mari kita nyanyikan lagu kemenangan Bersama nurani anak-anak manusia Yang telah menemukan kehidupannya. Osama oh Osama… Osama oh Osama… Mari kita senandungkan lagu keabadian Bersama nurani anak-anak manusia Yang merindukan taman surga. “Jawaban Osama” Saudaraku, Surat ini sudah kuterima Aku baik-baik saja di sini Aku masih minum teh di pagi hari Dan menikmati sunset di sore hari Aku juga masih mengendalikan bisnis Dan mengontrol jaringan Al-Qaidah Dari balik gua-gua Afghanistan. Tenanglah saudaraku, Karena jadwal kematianku Tidak ditulis di Pentagon atau Gedung Putih. Saudaraku, Aku menonton aksi-aksi kalian di TV Al-Jazirah Aku senang kalian mulai berani berbicara Aku suka kalian sudah bisa bikin Bush marah-marah

Aku gembira kalian sudah bisa bilang tidak Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa Aku terharu kalian miskin-miskin tapi mau nyumbang… Aku terheran-heran kalian kecil-kecil Tapi mau jihad ke Afghanistan Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib. Saudaraku aku mau buka rahasia sama kamu Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa. Kamu tahu nggak, Kenapa orang-orang Taliban sayang sama aku Kata mereka ternyata karena aku lucu Bocah-bocah Afghan juga senang padaku Kata mereka karena aku bawa mainan Pesawat-pesawat Amerika untuk mereka Para pemulung Afghanistan juga suka padaku Kata mereka karena roda-roda lama mereka itu Bisa jadi besi tua yang laris. Orang-orang Amerika itu terlalu serius Padahal kita cuma sedang bermain di halaman surga. Saudaraku, Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid Utusanku akan datang menemuimu Membawa sebuah pundi kecil Itulah darahku, Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini Aku akan datang ke Indonesia Kamu tahu apa yang akan aku lakukan Aku hanya mau investasi di negerimu. Pro & Kontra FPI : Peta Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia. Jum'at, 25 Januari 2008 | 10:36 WIB Karakter Islam Indonesia, makalah dari Marzuki Wahid (Peneliti Fahmina Institute Cirebon), narasumber pada Workshop Islam dan Pluralisme V di Kantor The WAHID Institute Jl. Taman Amir Hamzah No. 8 Matraman Jakarta, Jum’at (25/01/2008) malam. Islam di Indonesia pada dasarnya memiliki corak dan karakter yang beragam, baik dari sisi pemikiran maupun gerakan. Keragaman ini tercermin dari jumlah organisasi keislaman dan kelompok kepentingan atas nama Islam yang dari waktu ke waktu semakin bervariasi. Dari sisi gerakan dan organisasi massa, kita mengenal ada Nahdlatul Ulama,

Muhammadiyah, Persis, al-Washliyyah, al-Irsyad, Nahdlatul Wathan, Perti, DDI, alKhairat, Ijabi, dan lain-lain. Dalam organisasi kepemudaan, ada PMII, HMI, IMM, Hima Persis, PII, KAMMI, dan sejenisnya. Sedangkan dalam kelompok kepentingan, ada Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jama’ah (pimpinan Ja’far Umar Thalib), DDII, FPI, Hizbut Tahrir, KISDI, Lasykar Jihad, PPMI, Ikhwanul Muslimin, Majlis Mujahidin, dan lain-lain. Dalam partai politik, ada PKB, PNU, PKNU, PKS, PPP, PSI, PMB, PAN, PBB, dan lain-lain. Sedangkan dari sisi pemikiran, kita mengenal ada sejumlah kategori yang biasa dilekatkan dalam pemikiran Islam di Indonesia, yakni Islam tradisionalis, Islam modernis, Islam neo-tradisionalis, Islam neo-modernis, Islam liberal, Islam posttradisionalis, Islam radikal, Islam ekstrim, Islam moderat, Islam fundamentalis, Islam kanan, Islam kiri, dan sebagainya. Semua varian yang disebutkan di atas dalam sejarah keindonesiaan tidak jarang satu sama lain mengalami benturan, ketegangan, pergesekan, dan persaingan yang sangat dinamis. Dinamika itu terjadi didorong oleh banyak faktor. Di antara faktor yang dominan adalah perebutan kekuasaan (akses) politik dan ekonomi. Relasi antar organisasi ini juga tidak simetris atau paralel, tetapi seperti sarang laba-laba yang satu titik dengan titik lain bisa saling berhubungan. Jaring laba-laba ini bukan untuk memperkuat atau melemahkan, melainkan semata-mata untuk memperjuangkan kepentingan masing-masing. Tidak selalu orang NU memilih atau mendukung partai PKB, meski PKB secara resmi didirikan oleh orang-orang PBNU. Banyak orang NU yang mendukung PPP, Golkar, PDIP, bahkan PKS. Begitu juga orang Muhammadiyah tidak dapat diidentikkan dengan PAN atau PMB. Di beberapa daerah, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, DI Aceh, Sumatera Utara, NTB, tidak sedikit orang NU adalah orang Perti, al-Washliyah, al-Khairat, DDI, Nahdlatul Wathan. Satu orang aktif di dua organisasi sosial keagamaan sekaligus. Bahkan, ada orang NU yang menjadi aktivis Muhammadiyyah, Lasykar Jihad, FPI, dan Hizbut Tahrir. Ini betapa cair dan dinamisnya organisasi sosial keagamaan di Indonesia, yang sekaligus juga menandai betapa sulitnya membuat identifikasi dan kategorisasi berdasarkan organisasi keagamaan. Ragam gerakan dan pemikiran tersebut secara makro dan simplistis dapat dikategorikan menjadi dua saja, yakni, Pertama, Islam yang orientasi perjuangan dan cita-cita sosialnya menjunjung tinggi keluruhan Islam dan kaum muslimin (‘izzul Islâm wal Muslimîn), yakni ”Islam eksklusif”. Dalam bacaan saya, masuk dalam kategori ini secara umum adalah organisasi DDII, LDII, FPI, MMI, HTI, HT, Persis, dan sebagian orang Muhammadiyyah. Kedua, Islam yang berorientasi pada kerahmatan semesta (rahmatan lil ‘âlamîn), yakni ”Islam inklusif”. Masuk dalam kategori inklusif secara umum adalah organisasi NU, orang-orang (bukan keorganisasiannya) Muhammadiyyah, alWashliyyah, Perti, al-Kahirat, dan Nahdlatul Wathan. Dua kategori makro paradigmatik ini dapat diidentifikasi secara tipologis dan karakteristik sebagai berikut:

Islam ‘Izzul Islâm wal Muslimîn

Islam Ra hmatan lil ‘Alamîn

A. Paradigma Pemahaman terhadap Kitab Suci 1. Al-Qur’an dan al-Sunnah hanya untuk umat Islam belaka Al-Qur’an dan alSunnah diperuntukkan seluruh umat manusia, tidak terbatas pada umat Islam (petunjuk bagi manusia, hudan li an-nas) 2. Tekstualis (skripturalis): mengutamakan naql atau teks ketimbang konteks dan maqashid Kontekstualis: mengutamakan konteks dan maqashid ketimbang teks (naql), yang tersurat 3. Keseluruhan body (mushhaf) al-Qur’an adalah wahyu yang sakral (menyentuhnya harus suci, tidak boleh ditempatkan pada posisi yang merendahkan, tidak boleh dibaca sembarang orang dan tempat) Penulisan dan pembukuan (teks dan mushhaf) al-Qur’an adalah produk sejarah, sebagai bagian dari kebudayaan tulis manusia. Dimensi wahyu ada pada makna substantif dan gagasan yang terkandung di dalamnya 4. Menolak ta’wîl (atau hermeneutika) Menggunakan ta’wîl (atau hermeneutika) 5. Ayat yang turun belakangan dapat menghapus ayat sebelumnya, yakni ayat-ayat madaniyyah dapat menghapus (nâsikh) ayat-ayat makkiyyah (mansukh) Ayatayat yang universal dan prinsipal dapat menghapus ayat-ayat yang partikular dan kasuistik, yakni ayat-ayat makkiyyah dapat menghapus (nâsikh) ayat-ayat madaniyyah (mansukh) 6. Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah satu-satunya sumber utama ajaran Islam. Seluruh persoalan manusia harus dikembalikan pada dua sumber itu Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah sumber utama ajaran Islam, tetapi sumber ajaran Islam lebih besar dari sekadar teks al-Qur’an dan as-Sunnah. Ada banyak sumber ajaran Islam yang bisa digunakan, di antaranya adalah realitas kealaman dan realitas sosial B. Pandangan Politik 1. Mengidealisasi Piagam Madinah sebagai prototipe ideal negara Islam Piagam Madinah tidak lebih sebagai kreatifitas dan eksperimentasi politik Nabi Muhammad saat itu 2. Muhammad sebagai nabi merupakan pemimpin agama sekaligus pemimpin negara Muhammad sebagai nabi hanya pemimpin agama. Kepemimpinannya dalam politik tidak terkait dengan kenabian (nubuwwah) 3. Mendukung negara Islam karena keberadaanya wâjib syar’iy. Setiap Muslim harus mendukung keberadaan Negara Islam Menolak negara Islam karena tidak mengakui konsep tunggal negara dalam Islam 4. Anti demokrasi, anti pluralisme, dan anti kesetaraan gender, karena semua itu produk Barat Demokrasi, pluralisme, dan kesetaraan gender tidak bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan selaras. Memperjuangkannya adalah ibadah

5. Perempuan tidak boleh menjadi kepala negara atau pemimpin politik Perempuan sederajat dengan laki-laki berpeluang menjadi kepala negara atau pemimpin politik 6. Orang yang keluar dari Islam (murtad) harus dibunuh Keluar atau masuk Islam adalah hak asasi manusia, tidak ada sangsi agama 7. Memperjuangkan formalisasi dan legislasi Syari’at Islam ke dalam tubuh negara (menjadi hukum negara) Menolak formalisasi dan legislasi Syari’at Islam ke dalam tubuh negara. Negara harus memilah urusan publik dan urusan privat. Agama adalah bagian dari urusan privat 8. Semua warga negara harus tunduk atau menghargai /menghormati hukum Islam (syari’at) yang berlaku dalam kekuasaan negara Setiap warga negara berlaku hukum agamanya masing-masing, tanpa ada paksaan atas hukum agama lain C. Pandangan Kebudayaan 1. Senantiasa menjaga kemurnian dan keaslian Islam seperti pada masa Nabi Muhammad, sehingga menolak pergumulannya dengan kebudayaan lokal. Pergumulan Islam dengan kebudayaan lokal dianggap bid’ah, khurafat, dan tahayyul. Islam selaras dengan perkembangan kebudayaan lokal 2. Anti multikulturalisme Sangat menghargai multikulturalisme 3. Cenderung pada kebudayaan Arab (Arabisme). Kebudayaan Arab adalah Islam. Mengikutinya menjadi sunnah (berpahala) Cenderung pada kebudayaan lokal di mana Islam berkembang (living). Kebudayaan Arab bukan bagian dari Islam, semata-mata ekspresi kebudayaan orang Arab 4. Cenderung berpandangan dan bersikap eksklusif (tertutup) atas realitas sosial Cenderung berpandangan dan bersikap inklusif (terbuka) atas realitas sosial 5. Mengakui kebenaran tunggal dan bersifat mutlak. Dirinya adalah satu-satunya yang benar. Yang lain adalah salah (sesat) dan harus diluruskan Mengakui ragam kebenaran dan kebenaran bersifat relatif. Dirinya benar, tetapi yang lain juga benar sesuai dengan ukuran dan pandangannnya masing-masing D. Pandangan Sosial 1. Tidak mengakui pluralisme dan multikulturalisme Mendukung dan menghargai pluralisme dan multikulturalisme 2. Tidak toleran pada perbedaan Sangat menjunjung tinggi toleransi atas perbedaan 3. Sangat kuat menggunakan simbol dan slogan Islam (misalnya, ekonomi Islam, politik Islam, masyarakat Islam, negara Islam, dll) Lebih mementingkan substansi ajaran Islam daripada simbol dan slogan agama 4. Cenderung menolak segala sesuatu yang datang dan diproduksi oleh Barat, atau anti Barat Menerima hasil pemikiran dan peradaban dari manapun, termasuk

dari Barat atau Timur, asal tidak bertentangan dengan keadilan, kemaslahatan, kerahmatan E. Pandangan Ekonomi 1. Memperjuangkan sistem ekonomi Islam, menolak kapitalisme, sosialisme, dan lain-lain Menerima sistem ekonomi apapun asalkan berorientasi pada keadilan sosial, kemaslahatan, dan kesejahteraan masyarakat 2. Mendukung ekonomi dan perbankan Islam dan anti perbankan konvensional Tidak mempersoalkan keberadaan dan fungsi perbankan konvensional

Membaca varian di atas dewasa ini, sulit bagi kita untuk menyebut kekhasan dari karakter Islam Indonesia. Tetapi, apabila kita membaca dari sisi waktu kemunculan, tampak bahwa Islam yang memiliki akar kuat dalam masyarakat Indonesia adalah Islam tradisional yang sejak awal bergumul dengan tradisi dan kebudayaan lokal dalam mereproduksi Islam Indonesia. Islam ini sering disebut Islam pribumi. Islam tradisional memiliki karakter: akrab dengan tradisi dan kebudayaan lokal, sinkretis, toleran, moderat, pluralis, dan kontekstual. Pada dasarnya jumlah penganut Islam tradisional ini mayoritas, tersebar di berbagai organisasi Islam besar di Indonesia, seperti NU, Perti, al-Washliyah, Nahdlatul Wathan, DDI, al-Khairat, Mathla’ul Anwar, yang umumnya bermadzhab Syafi’iyyah dan berfaham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah. Akan tetapi, pada umumnya mereka mayoritas-diam dan teguh dengan ritualisme, tidak agresif, ofensif, dan ekspansif sebagaimana kelompok Islam minoritas yang muncul belakangan seperti FPI, KISDI, Lasykar Jihad (alm.), MMI, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, DDII, dan lain sebagainya. Akibatnya, karakter khas yang melekat pada Islam tradisional dewasa ini menjadi kabur ketika Islam radikal dan Islam ekstrimis yang cenderung fundamentalistik itu mulai memasuki wilayah pertarungan di panggung politik dan kebudayaan, terutama pasca runtuhnya rezim otoritarian Orde Baru. Mereka bersuara nyaring-keras (bila perlu dengan ancaman dan kekerasan), melakukan gerakan terbuka, menggunakan media massa sebagai sarana, dan memiliki kader-kader yang militan (siap mati dalam berjihad, memperjuangkan ideologi mereka). Kekuatan Baru NGO’s Islam Organisasi sosial keislaman yang disebutkan di atas, meski memiliki pemikiran yang tipikal dan distingtif satu sama lain, tetapi secara dominan semangat politik mereka untuk berkuasa dan mendominasi di dalam tampuk kekuasaan negara sangat tinggi, ketimbang

mengembangkan gerakan sosial kebudayaan dan pemikiran keislamannya. Di sinilah, peran dan fungsi NGO’s sangat penting diperhatikan. Dalam lima tahun terakhir ini, dinamika pemikiran Islam di Indonesia hampir keseluruhannya dipimpin oleh NGO’s Islam. Organisasi sosial keagamaan lebih sibuk memberikan reaksi dan responsi atas gerakan pemikiran kalangan NGO’s Islam. Sebut saja misalnya LKiS dengan pemikiran kiri Islamnya; JIL (Jaringan Islam Liberal) yang menghebohkan wacana keislaman, dengan percikan-percikan gagasan liberalnya; P3M dengan pemikiran Islam pembebasannya (emansipatoris); The Wahid-institute dengan wacana pluralisme dan dialog-kerjasama antaragama dan keyakinan; Fahmina-institute dengan gagasan kesetaraan gender dalam Islam. (Ntah, masuk dalam kategori NGO’s atau kelompok kepentingan Islam) yang tak kalah penting disebut dalam menggelegarkan wacana keislaman adalah HTI dengan perjuangan khilafah dan negara Islamnya, serta MMI dengan formalisasi syari’at Islam ke dalam tubuh kekuasaan. Banyak kalangan NGO’s Islam ”melontarkan bola pemikiran” ke sidang publik, dan organisasi keislaman hanya memberikan reaksi dan responsi, kadang proporsional, kadang berlebihan. NGO’s Islam adalah kekuatan baru yang layak diperhitungkan, karena gerakan pemikiran dan gerakan kebudayaannya kini menyentuh lapis masyarakat akar rumput. Pengorganisasian dan dialog-dialog praksisnya intensif dilakukan. Publikasi dan sosialisasi gagasannya merambah hingga ke jantung masyarakat. Yang penting diperhatikan adalah advokasi (pembelaan) tehadap problem kemanusiaan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat bawah. Dalam konteks ini, kita juga harus memberikan pengelompokkan secara cermat, baik dari sisi pandangan terhadap teks suci, pandangan politik, pandangan kebudayaan, pandangan sosial, dan pandangan ekonominya. Dengan dua kategori makro paradigmatik di atas, secara umum NGO’s Islam, terutama yang dekat dengan kultur keagamaan NU dan Muhammadiyyah, masuk dalam kategori Islam rahmatan lil ’alamin. Islam ’izzul islam wal Muslimin pada umumnya tidak menggunakan NGO’s sebagai pilihan wadah, mereka kebanyakan menggunakan organisasi massa dan media massa sebagai sarana perjuangannya. Demikian. Jakarta, 25 Januari 2008

Pengguna ponsel dipantau diam-diam
Althaf Senin, 25 April 2011 09:08:30 Hits: 1421

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah iPhone keluaran Apple dikabarkan diam-diam merekam informasi lokasi keberadaan penggunanya, aksi itu ternyata juga dilakukan juga oleh ponsel lain dengan sistem operasi Android Google. Demikian terungkap dari hasil penelitian analis keamanan Samy Kamkar. Dalam laporan itu disebutkan bahwa iPhone dan ponsel Android secara rutin mengirim data tersebut ke Apple dan Google. Data ini selanjutnya digunakan untuk keperluan database yang membantu mereka dalam meraup pasar layanan berbasis lokasi. Dilansir Wall Street Journal dan dikutip detikINET, Senin (25/4/2011), Kamkar yang menggunakan ponsel HTC Android dalam penelitiannya, memaparkan bahwa ponsel tersebut mengirimkan informasi beberapa kali setiap jamnya setelah mengumpulkan data pengguna setiap beberapa detik. Baik Google maupun Apple belum mau berkomentar mengenai hal ini. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa iPhone dan ponsel Android mengirimkan informasi mengenai jaringan internet wireless di suatu wilayah. Sementara iPhone, menurut analisa Kamkar, mengirimkan data tentang lokasi pengguna dan jaringan Wifi yang digunakannya untuk perusahaan Steve Jobs ini setiap 12 jam sekali. (dtk/arrahmah.com)

JAT: Amerika akan hancur
Rasul Arasy Kamis, 5 Mei 2011 11:15:47 Hits: 3108

JAKARTA (Arrahmah.com) - Berita gugurnya Syaikh Usmah Bin Laden tidak serta merta membuat masyarakat percaya mengenai berita tersebut. Baik dari masyarakat awam maupun aktivis gerakan dakwah. Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) termasuk pihak yang meragukan tewasnya Syaikh Usamah. Namun, kalau pun benar Syaikh Usamah tewas JAT tetap menganggap beliau sebagai syuhada. “Ada dua kemenangan, jika benar Osama Bin Laden tewas. Pertama dia meninggal sebagai syahid. Kedua kami yakin setelah ada mujahid tewas, pembunuh mereka (Amerika) akan segera hancur,” ujar juru bicara JAT, Sonhadi, Kamis (5/5/2011). Sonhadi mencontohkan saat pasukan Soviet membunuh Syaikh Abdullah Azam, salah seorang pejuang Hizbullah di Afganistan, beberapa saat kemudian Rusia hancur. Demikian halnya saat pejuang Irak Syaikh Abu Mushaf Azzarkawi tewas dan diakui oleh kelompoknya, mujahidin Irak langsung berhasil menguasai kedaulatan Irak. “Karena itu kami yakin tidak lama lagi Amerika akan hancur berkeping-keping. Sekarang juga ekonomi mereka (Amerika) sudah kalang kabut,” ujarnya. Mengenai banyak pihak yang meragukan kematian Syaikh Usamah, Sohadi mengaku tidak yakin sebab Amerika justru terkesan menghilangkan bukti-bukti forensik tentang Osama. “Dasar kami tentunya akidah. Kalau ada berita dari orang fasik, sebaiknya kita melakukan tabayun (cek ricek). Harus dilakukan. Tapi sangat beralasan untuk tidak

percaya karena Amerika seperti menyembunyikan bukti-bukti forensik, dengan dibuang ke laut dan lain-lain. Ini akan aneh,” jelasnya

Pernyataan juru bicara resmi Imarah Islam Afghanistan (IIA) menaggapi pemberitaan "syahidnya" Syaikh Usamah bin Ladin
Saif Al Battar Rabu, 4 Mei 2011 00:36:41 Hits: 8827

(Arrahmah.com) – Berita tentang “terbunuhnya” Syaikh Usamah bin ladin yang diberitakan oleh media sekuler telah beradar luas dan membuat hati orang-orang beriman sedih dengan propaganda yang mereka lakukan. Namun semua propaganda tersebut tak akan menggoyahkan perjuangan jihad melawan musuh-musuh Islam dimuka bumi ini. Imarah Islam Afghanistan dibawah kepimpinan Mullah Muhammad Umar melalui juru bicaranya merilis pernyataan singkat mengenai “syahidnya” Syaikh Usamah bin Ladin yg diklaim oleh Amerika telah dibunuh oleh mereka di Pakistan, berikut pernyataan resmi yg dikutip dari situs resmi IIA: “Di satu sisi, Amerika tidak mampu memberikan bukti yang meyakinkan untuk membuktikan klaim mereka, di sisi lain, sumber yang terdekat dengan Syaikh Usamah bin Laden belum mengumumkan pernyataannya -baik itu membenarkan maupun membantah- terhadap apa yang diumumkan Obama berkenaan dengan syahidnya beliau. Oleh karena itu Imarah Islam Afghanistan akan menanggapi permasalahan ini setelah adanya pernyataan resmi dari sumber terdekat dengan beliau (Syaikh Usamah bin Laden).” Semoga kebenaran akan segera terungkap, dan kemenangan selalu milik orang-orang beriman yang berjihad dijalan Allah. Andai sekalipun syaikh Usamah telah syahid, maka jihad akan terus dan tetap akan berlanjut sampai hari kiamat, dan Allah akan selalu

menggantikan dengan Usamah-usamah lainya untuk memimpin pasukan Jundullah melawan musuh-musuh Islam. Wallahu a’lam bish showab.

Pemakaman di laut adalah trik kebohongan
Rasul Arasy Selasa, 3 Mei 2011 16:04:52 Hits: 11125

KAIRO (Arrahmah.com) – Dalam waktu 24 jam sejak kabar syahidnya Syaikh Usamah, Selasa (3/5/2011) seorang pejabat AS mengatakan telah “menguburkan” jenazah Syaikh Usamah di laut, demikian yang dikutip Time.com. AS mengklaim gugurnya Syaikh Usama dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan oleh pasukan elit AS, SEAL Team (ST) 6 pada Senin (2/5) dini hari waktu Pakistan di sebuah rumah kota Abbottabad, Pakistan. Bangunan megah itu dikelilingi oleh tembok yang tingginya mencapai 12 – 18 kaki atau sekitar 3,5 – 5,4 meter. Bangunan tersebut memiliki dua gerbang keamanan. Meski demikian, AS menyatakan pasukan ST 6 hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk melumpuhkan Syaikh Usama dengan tembakan tepat di kepala. Berita tentang gugurnya Syaikh Usamah langsung menempati poling atas dunia internet. Selain kehebohan kabar penyekapan yang menonjolkan “kehebatan” pasukan ST 6, belakangan diketahui foto jenazah Syaikh Usama yang beredar adalah foto palsu. Sekarang, Amerika kembali mencari cara untuk menyembunyikan kebohongan dengan “menguburkan” jenazah di laut. Seorang pejabat AS beralasan, hal tersebut untuk menghormati praktek dan tradisi Islam yang menyerukan jasad orang meninggal harus dikuburkan dalam waktu 24 jam. Kenapa harus dilaut? Sungguh janggal. Setelah lebih dari sepuluh tahun AS menghabiskan waktu dan uangnya untuk memburu “teroris” sekaliber Syaikh Osama, setelah ditangkap jenazah langsung ditenggelamkan. Ada apa gerangan? Kami tidak menemukan Negara yang mau menerima jasad Syaikh Usamah, sehingga dibuatlah keputusan membenamkan di laut, demikian yang dilansir Time.com.

Hal ini bertentangan dengan berita yang dikutip AFP yang menulis, “Kami ingin menghindari pengultusan tempat itu menjadi tempat suci,” kata pejabat kepada AFP, dengan menambahkan bahwa tidak ada waktu untuk berunding dengan negara lain untuk mengatur pemakaman. Perhatikan, tidak ada waktu untuk berunding dengan tidak menemukan Negara yang mau menerima jenasah. Jadi yang mana yang benar? Menanggapi berita tersebut juru bicara Al-Azhar mengecam Amerika Serikat atas pemakaman jenazah Usamah bin Ladin yang dilakukan di perairan. Tindakan ini bertentangan dengan Islam yang sangat menghormati jenazah manusia. Islam menentang pemakaman di laut, kata juru bicara Al-Azhar, pewenang tertinggi Islam, pada Senin (2/5) setelah pejabat Amerika Serikat menyatakan pemimpin Al Qaidah tersebut dimakamkan di perairan. “Jika betul bahwa jasadnya dibuang ke laut, maka Islam benar-benar menentang,” kata Mahmud Azab, penasihat imam besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, kepada kantor berita Prancis AFP. “Setiap jenazah, korban pembunuhan atau meninggal secara alamiah, harus dihormati. Jasad orang beriman dan tidak, Islam atau Kristen, semua wajib dihormati,” tambahnya. Sungguh sangat aneh, dan memang patut dicurigai. Keputusan menenggelamkan jenazah “orang yang paling dicari abad ini” adalah salah satu skenario kebohongan yang direncanakan setelah foto-foto palsu disebarkan. Sangat menggelikan! RAMBU PERTAMA: JIHAD AKAN TERUS BERLANGSUNG (ADA) HINGGA HARI KIAMAT Hari ini, seluruh dunia –kecuali yang dirahmati Alloh— berdiri satu barisan dengan kekuatan ediologinya, politiknya, ekonominya, informasinya, teknologi dan nasionalismenya, dan dengan segala kekuatannya, di hadapan salah satu syiar agama kita yang hanif (lurus), syiar itu adalah jihad fi sabilillah. Sebuah syiar yang Alloh wajibkan kepada kita dengan firman-Nya: “Diwajibkan atas kalian berperang, padahal perang itu kalian tidak suka; bisa jadi kalian tidak suka kepada sesuatu padahal itu lebih baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Dan Alloh Maha tahu sedangkan kalian tidaklah mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 216) Dan dengan firman-Nya:

“Wahai Nabi, jihadlah melawan orang kafir dan munafik dan bersikap keras-lah kepada mereka, tempat tinggal mereka adalah jahannam, dan sungguh itu sejelek-jelek tempat kembali.” (QS. At-Taubah: 73) Orang-orang kafir berusaha menghapus syiar jihad ini dan memberikan label kepadanya dengan label terorisme dan tindak kejahatan, menjuluki para pelakunya sebagai kaum teroris, orang-orang ekstrim, fundamentalis dan radikal. Ditambah lagi, orang-orang mu-nafik ikut membantu mereka dengan menjelekkan dan menghalang-halangi jihad dengan cara-cara syetan, ada yang mengatakan jihad dalam Islam hanya bersifat membela diri (defensive), tidak ada jihad ofensiv (menyerang terlebih dahulu). Ada juga yang mengatakan bahwa jihad disya-riatkan hanya untuk membebaskan negeri terjajah. Ada juga yang mengatakan bahwa jihad menjadi wajib kalau sudah ada perintah dari penguasa –padahal penguasa itu menjadi antek yahudi dan salibis—. Sekali waktu ada yang mengatakan bahwa jihad sudah tidak relevan untuk zaman kita sekarang, zaman kedamaian dan undang-undang baru internasional, Na`udzubillah min dzalik, kita berlindung kepada Alloh dari kesesatan-kesesatan ini. RAMBU KEDUA: JIHAD TIDAK BERGANTUNG DENGAN TOKOH Yang menjadi fokus kami dalam pembahasan ini adalah menegaskan bahwa jihad tidak bergantung dengan pimpinan atau tokoh-tokoh tertentu. Menggantungkan jihad dengan tokoh, baik itu komandan (qiyadah) ataupun mujahidin merupakan bahaya besar yang mengancam kekokohan akidah tentang syiar jihad dalam hati kaum muslimin di sepanjang zaman. Ini akan melemahkan keyakinan diri bahwa jihad akan tetap berlangsung dan relevan di setiap zaman. Bahkan, ini akan menjadi penghalang utama secara psikologis dan manhaj ketika seseorang hendak menapaki jalan jihad serta ingin mengkonsentrasikan diri terhadap syiar agama yang agung ini. Alloh Ta‘ala telah mendidik shahabat Muhammad SAW untuk hanya bergantung kepadaNya jua dan kepada agama- Nya. Alloh menerang-kan kepada mereka bahwa menggantungkan diri dengan tokoh adalah cara yang tidak benar, akan berdampak kepada tergantungnya perjuangan dengan orang tersebut sehingga bisa jadi perjuangan berhenti dengan meninggalnya seorang tokoh. Alloh Ta‘ala melarang para shahabat –Radhiyallohu ‘Anhum— menggantungkan diri kepada tokoh-tokoh tertentu, belum pernah Alloh melarang orang lain seperti larangan ini kepada mereka, Alloh melarang shahabat menggantungkan syiar-syiar agama dengan makhluk terbaik yang pernah Alloh ciptakan, dialah Muhammad bin Abdulloh SAW. Alloh melarang mereka bergantung dengan pribadi Nabi Muhammad SAW, Alloh berfirman: “Muhammad tidak lain adalah seorang rosul yang telah lewat sebelumnya para rosul. Apakah ketika ia meninggal atau terbunuh, kalian berbalik ke belakang? siapa yang

berbalik ke belakang, tidaklah ia membahayakan Alloh sedikitpun, dan Alloh akan memberi balasan kepada orang-orangyang bersyukur.” (QS. Ali Imron: 143) Ayat ini turun untuk mendidik shahabat –Ridhwanulloh ‘Alaihim—, melarang mereka untuk menggunakan methode (manhaj) yang rusak, yang bisa merusak ibadah; yaitu menggantungkan amal kepada orang tertentu. RAMBU KE TIGA: JIHAD TIDAK BERGANTUNG DENGAN NEGERI Di antara kekeliruan memahami jihad sehingga pemahanam itu menyimpang adalah menggantungkan jihad dengan negeri tertentu, ketika di bumi tersebut jihad telah runtuh atau mengalami kehancuran maka secara otomatis akan mengakibatkan ibadah jihad ditinggalkan,ahami jihad yang ke ini akibat menggunakan cara memliru seperti ini, selanjutnya pemahaman itu akan mengkaburkan arti jihad, atau orang yang memiliki pemahaman tersebut akan mengatakan jihad belum waktunya dilakukan. Sebelum kita lebih dalam menyelami apa itu ibadah jihad, ada satu pemahaman agung yang mesti kita tancapkan dengan kokoh dalam rangka menggembleng diri dengan ibadah yang satu ini, yaitu bahwa jihad ini bersifat ‘alami (global, mendunia), tidak dibatasi oleh garis negara dan sekat-sekat tertentu. Harus dipahami juga bahwa orang Islamlah yang memerlukan ibadah jihad ini jika ia konsisten dalam menyampaikan agama Alloh Ta‘ala dan menyeru manusia untuk kembali kepada robbnya. Seperti yang dilakukan para shahabat –Radhiyallohu ‘Anhum— ketika mereka merambah berbagai pelosok dunia sejak dari ujung barat hingga ujung timur. Mereka membawa risalah yang isinya seperti yang diungkapkan seorang sahabat bernama Rib‘i bin ‘Amir ketika ia ditanya panglima Rustum dari Romawi: “Apa yang mendorong kalian datang ke mari?” Rib‘i menjawab: “Allohlah yang mengirimkan kami, Allohlah yang menakdirkan kami datang dalam rangka membebaskan orang-orang yang Dia kehendaki dari peribadatan kepada sesama hamba menuju peribadatan kepada Alloh saja,membebaskan mereka dari sempitnya dunia menuju keluasannya, dari kezaliman agama-agama menuju keadilan Islam, kami dikirim Alloh dengan mengemban agama-Nya untuk kami ajak manusia memeluknya, jika ia menerima maka kamipun terima dia, siapa yang tak mau terima kami perangi dia sampai kapanpun hingga kami menjumpai janji Alloh.” “Apa itu janji Alloh?” tanya Rustum, “Surga bagi yang mati ketika meme-rangi orangorang yang membang-kang masuk Islam, dan kemenangan bagi yang masih hidup.” Jawab Rib‘i. Jadi, para shahabat datang dengan membawa pedang sekaligus Al-Qur’an untuk menaklukkan negeri-negeri di dunia. Karena seorang muslim harus selalu sadar kalau dirinya mengemban risalah Nabi Mu-hammad, maka ia juga harus paham bahwa jihad ini cocok untuk segala zaman dan tempat.

RAMBU KE EMPAT: JIHAD TIDAK TERGANTUNG DENGAN HASIL PERTEMPURAN Di antara musibah yang merusak keyakinan banyak umat Islam adalah mengkaitkan jihad dengan pertempuran, artinya jika kita menang dalam pertempuran tersebut berarti prinsip dan landasan jihad kita benar, tapi jika kita mengalami kekalahan berarti prinsip dan manhaj kita keliru. Keyakinan seperti ini tentu saja batil, baik secara akal maupun syar‘i. Keyakinan ini lahir dari lemahnya kepercayaan diri, minimnya iman dan ketidak mampuan untuk bersabar dan mempertahankan kesabaran tersebut. Mengapa secara akal batil? Karena tidak ada hubungan baik menurut pendapat orang dan akal antara prinsip dan hasil yang dicapai, sehingga kegagalan hasil sebuah perjuangan tidak bisa menunjukkan batil tidaknya suatu prinsip atau manhaj. Adapun kebatilannya secara syar‘i, ditunjukan oleh sebuah hadits Nabi SAW di dalam Shohih Bukhori Muslim bahwa beliau bersabda: “Ditampakkan kepadaku umat-umat manusia, ada nabi yang lewat hanya dengan beberapa kelompok orang, bahkan ada nabi yang tidak membawa pengikut sama sekali.” Lihat, nabi yang tidak membawa pengikut sama sekali, ia datang tanpa membawa hasil sedikitpun dari dak-wahnya. Tidak adanya seorangpun yang masuk Islam bersamanya tentu tidak menunjukkan bahwa dakwah yang ia emban itu batil atau salah –Mahatinggi Alloh dari itu—ketika ia diutus pada waktu dan tempat yang sudah sesuai. Keyakinan kalau berarti dakwah Nabi ini batil tidaklah diyakini selain oleh orang zindiq. RAMBU KE LIMA : KEMENANGAN TIDAK SELALUNYA BERUPA KEMENANGAN DI MEDAN TEMPUR Banyak sekali kaum muslimin menyangka bahwa orang yang melakukan ibadah jihad ini pasti akan meraih kemenangan di medan pertempuran yang bisa dilihat mata, mereka menyangka bahwa Alloh mensyariatkan jihad dan pasti di belakangnya nanti Alloh akan memberi kemenangan yang nampak mata saja. Ini dikarenakan kebanyakan orang memahami makna kemenangan terbatas dengan kemenangan militer dan kemenangan di medan tempur saja. Padahal Alloh Ta‘ala mensyariat-kan jihad ini kepada kita dan tidak memberikan jaminan kepada orang yang mengalami suasananya yang mencekam untuk selalu menang, bahkan Alloh menetapkan kekalahan bagi kaum muslimin sekali waktu, seperti dalam firman-Nya: “Jika kalian mendapatkan luka maka musuhpun mendapatkan luka, dan hari-hari itu Kami pergilirkan antar manusia…” (QS. Ali Imron:140)

TENTANG MAKNA-MAKNA KEMENANGAN Makna kemenangan pertama: Makna terbesar dari sebuah kemenangan –yang pasti telah dicapai oleh siapa saja yang mau berjihad, baik sendirian atau bersama sama umat — adalah ketika seorang mujahid berhasil mengalahkan nafsunya, mengalahkan syetan yang menggodanya serta mengalahkan ‘delapan perkara yang disukai semua manusia’ dan kesukaan-kesukaan yang menjadi cabangnya, menga-lahkan urusanurusan duniawi yang menarik dirinya, di mana dalam hal ini banyak sekali kaum muslimin yang gagal, bahkan bisa dibilang hampir seluruh umat gagal untuk mengalahkan perkara-perkara ini. Alloh menyebutkan kedelapan perkara ini dalam firman-Nya: Katakanlah:“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Alloh dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah: 24) Makna kemenangan kedua: Jika seorang hamba keluar untuk berangkat berjihad, berarti ia telah mewujudkan kemenangan atas syetan yang senantiasa mengintai dan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara untuk menghalanginya dari jihad. Sebagaimana tercantum di dalam Shohih Bukhori dari Abu Huroiroh t bahwasanya Rosululloh SAW bersabda: “Syetan duduk menghadang anak Adam di atas jalan iman, syetan itu berkata kepadanya: “Apakah kamu mau beriman dan meninggalkan agamamu dan agama ayahmu?” Anak Adam itu tidak memperdulikannya dan terus beriman. Kemudian syetan duduk di jalan hijrah, ia berkata kepa-danya: “Apakah kamu mau berhijrah dengan meninggalkan harta dan keluargamu?” ia tidak memperdulikannya dan terus berhijrah. Kemudian syetan duduk di atas jalan jihad, ia berkata kepadanya: “Apakah kamu mau berjihad? Nanti kamu terbunuh dan isterimu akan dinikahi orang, hartamu akan dibagibagikan kepada orang lain.” Ia kembali tidak memperdulikannya dan terus berjihad hingga terbunuh. Siapa yang seperti ini keadaannya, menjadi hak Alloh untuk memasukkannya ke surga.” Jadi, hanya dengan jihadlah kemenangan atas syetan itu tercapai dan seorang hamba bisa menggapai surga Alloh Yang Mahapengasih. Makna kemenangan ketiga: Jika seorang hamba keluar untuk berjihad, ia telah mencapai kemenangan dan termasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh Alloh dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Perhatikan firman Alloh dibawah ini: “Dan orang-orang yang berjihad di (jalan) Kami, pasti akan Kami tun-jukan kepadanya jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh bersama or-ang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Ankabuut: 69)

Makna kemenangan ke-empat: Ketika seorang telah berhasil keluar untuk berjihad, berarti ia telah menang atas orang-orang yang menghalanginya yang mana mereka ini berasal dari saudara sekulit dan sebahasanya sendiri, bahkan di antara mereka ada yang menggunakan nash-nash syar‘i untuk melegitimasi sikap menghalangi mereka terhadap umat dari jihad. Alloh Ta‘ala telah hinakan mereka dalam firman-Nya: “Kalaulah mereka keluar bersama kalian, mereka tidak akan menambah-kan apapun bagi kalian selain keka-cauan, mereka mencari-cari fitnah di dalam tubuh kalian dan di antara kalian ada yang suka mendengarkan mereka. Dan Alloh Mahamengetahui akan orang-orang dzalim.” (QS. At-Taubah: 47) Di antara orang-orang yang menghalangi jihad adalah yang ter-cantum dalam firman Alloh: “Orang-orang yang tidak ikut berjihad itu merasa senang dengan kedudukan mereka di belakang Rosululloh dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Alloh serta mengatakan: “Janganlah kalian berperang dalam terik panas.” Katakanlah (Hai Muhammad): “Neraka Jahannam itu jauh lebih panas,” kalau mereka mengetahui.” (QS. At-Taubah: 81) Makna kemenangan kelima: Ketika seorang mujahid teguh di atas jalan dan prinsip jihad, apapun yang menimpa dirinya, baik kepayahan dan kegoncangan dan komentarkomentar yang melemahkannya, pada dasarnya ini sudah merupakan satu kemenangan. Alloh Ta‘ala berfirman: “Alloh meneguhkan orang-orang beri-man dengan perkataan yang kokoh ketika di dunia maupun di akhirat. Dan Alloh menyesatkan orang-orang dza-lim dan Alloh mengerjakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrohim: 27) Makna kemenangan ke-enam: Ada kemenangan lain yang dicapai seorang hamba ketika ia keluar untuk pergi berjihad, yaitu ketika ia korbankan jiwa, waktu dan hartanya dalam rangka mempertahankan prinsip-prinsip yang ia pe-gang, dalam rangka membela keya-kinan dan agamanya. Karena berkorban demi agama pada dasarnya adalah kemenangan itu sendiri, entah kemenangan (militer) berada di fihaknya ataukah di fihak musuhnya. Ia dikatakan menang karena ia menjadi tinggi dengan prin-sip yang ia pegang teguh, ia rela berperang demi membela prinsip tersebut, ia rela mengorbankan nyawanya dengan murah demi menebusnya, itulah kemenangan hakiki walaupun ia menelan kekalahan di medan pertempuran. Alloh Ta‘ala berfirman kepada Rosul-Nya SAW dan para shahabatnya ketika mereka kalah di medan Uhud: “…dan janganlah kamu merasa hina dan sedih sedangkan kalian adalah lebih tinggi…” (QS. Ali Imron: 139)

Makna kemenangan ke-Tujuh: Kemenangan yang selanjutnya adalah kemenangan yang Alloh berikan berupa kemenangan hujjah dan dalil. Ini dekat dengan makna kemenangan sebelumnya. Bedanya, keme-nangan ini tidak hanya dirasakan pela-ku yang mendapat kemenangan ini, tapi meluas kepada orang lain, baik ketika orang itu masih hidup atau sudah meninggal. Yang penting hujjah dia tersampaikan dan memuaskan hati orang walaupun dirinya sendiri lemah dan tidak meraih kemenangan di medan tempur. Hal ini sebagaimana firman Alloh Ta‘ala mengenai kemenangan hujjah yang diraih Nabi Ibrohim AS atas kaumnya setelah sebelumnya mela-kukan perdebatan, firman-Nya: “Dan itulah hujjah-hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim atas kaumnya, Kami mengangkat derajat siapa saja yang Kami kehendaki, sesungguhnya robbmu adalah Maha- bijaksana lagi Mahamengetahui.” (QS. Al-An‘am: 83) Pengangkatan derajat di sini maknanya adalah kemenangan. Alloh juga memenangkan Nabi Ibrohim atas raja Namrud ketika ia membantah dakwah beliau, Alloh berfirman: “Tidakkah engkau perhatikan orang yang mendebat Ibrohim mengenai robbnya, orang itu diberi kekuasaan oleh Alloh, ketika Ibrohim menga- takan: Robbku adalah yang menghi- dupkan dan mematikan. Orang itu berkata: Aku juga bisa mematikan dan menghidupkan. Ibrohim berkata: Sesungguhnya Alloh menerbitkan matahari dari timur, maka terbit-kanlah matahari itu dari barat,” maka heran terdiamlah orang kafir itu. Dan Alloh tidak memberi petunjukkepada orang-orang dzalim.” (QS. Al-Baqoroh: 258) Makna kemenangan ke-delapan: Di antara bentuk kemenangan yang Alloh berikan kepada para muja-hidin adalah dengan menghancurkan musuh mereka dengan menimpakan musibah dari sisi-Nya, musibah ini terjadi disebabkan karena jihad yang dilakukan para mujahidin. “Betapa banyak kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak dengan izin Alloh, dan Alloh bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqoroh: 249) “Dan Kami hancurkan apa yang diper-buat Firaun dan kaumnya serta apa yang mereka bangun.” (QS. Al-A‘roof: 137) Makna kemenangan ke-sembilan: Bentuk kemenangan lain, jihad menjadi penyebab fakirnya orang kafir dan sebab matinya mereka di atas kekufurannya serta terhalanginya me-reka dari memperoleh hidayah. Ini termasuk kemenangan terbesar. “Dan Musa berkata: Duhai robb kami, sesungguhnya Engkau telah membe- rikan kepada Firaun dan pengikutnya perhiasan dan harta benda di dunia, ya robb kami mereka mengguna- kannya untuk menyesatkan manusia dari jalan- Mu, ya robb kami hancur-kanlah harta mereka dan keraskanlah hati mereka sehingga mereka tidak akan beriman sampai melihat adzab yang pedih.” (QS. Yunus: 88)

Permintaan Nabi Musa ‘Alaihis Salam terhadap perkaraperkara ini menunjukkan jika perkara-perkara yang beliau minta tersebut terwujud berarti kemenangan hakiki berada di tangan. Kekalahan apakah yang lebih besar daripada ketika Alloh keraskan hati orang kafir sampai mereka jumpai adzab yang pedih? Ketika kaum mukminin nanti berbahagia dengan posisi yang diceritakan Alloh dalam Al-Quran ketika mereka mengatakan kepada para pemimpin orang-orang kafir: “Rasakanlah (siksa neraka) sesung-guhnya kamu itu maha perkasa lagi maha mulia.” (QS. Ad-Dukhon: 49) Jadi, kesombongan, keangkuhan dan keangkara murkaan orang-orang kafir serta klaim bahwa merekalah pembela kebebasan, pembela perada-ban dan orang yang memerangi tero-risme, itu semua akan berakhir de-ngan habisnya masa kehidupan mere-ka yang barangkali tidak akan ber-langsung lama. Setelah itu, mereka akan berpindah ke suatu tempat yang kaum mukminin merasa terobati hatinya dengan melihat mereka ada di tempat tersebut, ketika dikatakan kepada mereka: “(Penduduk surga itu) berkata: Tidak- kah kamu mau melihat teman kamu itu? Maka iapun melihat dan menjumpai ia berada di tengah-tengah neraka jahim.” (QS. AshShoffat: 54-55) Makna kemenangan ke-sepuluh: Di antara bentuk kemenangan adalah ketika Alloh mengambil seba-gian hamba-Nya sebagai syuhada. Maka setiap hamba yang berjuang dan terluka karena Alloh Ta‘ala semua itu sebenarnya agar ia bisa memperoleh tiket masuk surga. Oleh karena itu, Alloh Ta‘ala berfirman: “Dan hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia dan agar Alloh mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman serta mengambil seba-gian dari kalian sebagai syuhada. Dan Alloh tidak menyukai orang-orang yang dzalim.” (QS. Ali Imron: 140) Makna kemenangan ke-sebelas: Bentuk kemenangan lain adalah kemenangan di medan tempur. Inilah makna kemenangan yang difahami oleh hampir seluruh umat manusia. Kebanyakan orang hanya membatasi kemenangan pada makna ini saja. Ini tentu pemahaman yang timpang. Kemenangan di medan tempur tak lain hanya salah satu dari sekian bentuk kemenangan. “Apabila datang pertolongan dan ke-menangan dari Alloh, dan engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Alloh dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji robbmu dan meminta ampun-lah kepada-Nya, sesungguhnya Alloh Maha menerima taubat.” (QS. An-Nashr: 1- 3) RAMBU KE ENAM: KETIKA SEORANG MUSLIM TERBUNUH, BUKAN BERARTI IA KALAH Menegaskan tentang makna ke-kalahan, kami katakan: Permusuhan yang terjadi di kalangan umat manusia di panggung dunia ini pada hakekatnya adalah per-musuhan

prinsip yang selanjutnya diterjemahkan oleh bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk peperangan fisik. Khususnya, permusuhan yang terjadi antara orang Islam dan orang kafir. Tetapi lebih dari itu, Alloh memerin-tahkan kita orang Islam untuk mengadakan bentrok fisik (baca: perang) dengan orang kafir. Mengingat asal permusuhan ini adalah permusuhan prinsip dan keyakinan, maknanya siapa saja yang menanggalkan prinsip dan keyakinan yang ia pegang berarti ia kalah, meskipun secara fisik tetap segar bugar. Tidak berguna lagi keberadaan fisik ketika prinsip dan keyakinan lenyap. MAKNA-MAKNA KEKALAHAN: Makna kekalahan pertama: Mengikuti agama dan hawa nafsu orang kafir “Orang yahudi dan nashrani tidak akan pernah rela kepada kamu (Hai Mu-hammad) sampai kamu mengikuti agama mereka, katakanlah (Hai Muhammad): Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (sebenarnya), dan jika kalian mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang ilmu kepada kamu maka tidak ada lagi pelindung dan penolong bagi kamu.” (QS. Al-Baqoroh: 120) “Dan jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang ilmu kepadamu, maka sesungguhnya eng-kau termasuk orang-orang dzalim.” (QS. Al-Baqoroh: 145) Makna kekalahan ke-Dua: Ber-mudahanah (kompromi) de-ngan orang kafir “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang yang mendustakan, mereka ingin kamu berkompromi dan mereka berkompromi.” (QS. Al-Qalam: 9) “Maka janganlah kamu mentaati or-ang-orang yang mendustakan.” (QS. Al-Qalam: Makna kekalahan yang ke-Tiga: Cenderung dan condong kepada orang kafir dan orang-orang yang mengikuti kebatilan “Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka me-ngambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-ham-pir condong sedikit kepada mereka. Kalau terjadi demikian, benar-benar-lah, Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.” ((QS. AlIsro’ : 73-75)) “Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang dzalim sehingga kamu akan dijilat api neraka dan tidak ada pelindung bagimu selain Alloh kemu-dian kamu tidak akan ditolong.” (QS. Huud: 113)

Demikianlah, dan akhirnya… Bagi orang yang mau menghayati makna kemenangan dan kekalahan yang telah kami terangkan di atas, ia akan mengerti dengan jelas betapa jahilnya orang yang menganggap Pemerintahan Islam Taliban kalah. Dan juga bagi orang yang mau menghayati hakekat kemenangan dan kekalahan diatas, ia akan mengerti bahwa PERJUANGAN NEGARA ISLAM INDONESIA TERUS AKAN BERJALAN SAMPAI TERCAPAINYA CITA-CITA NII YANG TERMAKTUB DALAM PENJELASAN PROKLAMASI NII. Suka Be the first to like this post.

19 Tanggapan ke “Yang Tegar Di Jalan Jihad”

1.

Abu Assyamil Berkata:
Oktober 16, 2009 at 10:09 am

Af1, ijin Copas ya Ahk……. Balas

2.

Dare Devil Berkata:
Oktober 16, 2009 at 12:19 pm

kalo Indonesia jadi Negara Islam sepenuhnya yang non Muslim kemana kan?? Menurutmu Agama yang lain sesat ya? Abuqital1: 1. Ya, agama selain Islam tidak akan diridhoi oleh Alloh dan amalnya tidak akan diterima. 2. Bagi yang NON MUSLIM jangan ketakutan bahwa hidup mereka tidak tentram jika berada di Negara Islam Indonesia. Semuanya sudah diatur, silakan baca BAB X tentang Warga Negara Pasal 27-28 klik saja http://www.geocities.com/darul1slam/qa1948.htm Balas

1.

corpsegrinder Berkata:
Oktober 17, 2009 at 1:07 am

BAGIMU AGAMAMU, BAGIKU AGAMAKU.. KAMU BEBAS… MAU PILIH YANG MANA.. Balas

3.

abu Berkata:
Oktober 18, 2009 at 2:17 am

Agama yg diridhoi disisi Allah Islam.. Hukum dan Undang2 yg paling baik adalah Hukum Allah swt dan sunah Rosulnya Balas

1.

anti menyerah Berkata:
November 12, 2009 at 1:27 pm

nah itu tw, tp susah ya merealisasikannya..? Balas

4.

abu Berkata:
Oktober 18, 2009 at 2:19 am

Jihad akan terus berjalan Sampai hukum Allah swt Tegak dimuka bumi Balas

5.

aku Berkata:
Oktober 20, 2009 at 4:11 am

Ini berita ya: Ktnya NII itu, al Zaitun ke NII mana ke itu adalah alat ato bneka BIN, apapun pergerakan mrka sdh ada dlm genggaman Pemerintahan RI. Dan pengikutnya hanya orang yg diambil manfaatnya oleh oknum petinggipetinggi NII ,cuman ngga nyadar aja…gmana ya? Aku pernah baca novel “JIHAD TERLARANG” ceritra mantan aktifs NII yg sadar dan tobat, benar ngga sih isi novel tersebut? Balas

6.

Marx Berkata:
Oktober 20, 2009 at 5:30 am

do more talk less. . tegar dijalan jihad. . NII : menyiapkn SDM, SDA,militer NKRI: jg menyiapkn SDM,SDA, militer apakh NII bs menang melawan NKRI yg pasti akan dibantu PBB USA,dll? dengan militer? hil yg mustahal bg ku ktk memikirkanya. . tragedi batharayuda akan terulang kmbali. .. dah mending bekerjasama dgn kaum sosialis utk menghancurkn Nasionalis n pr salibis. . go SOSIALIS segera bngkit! Balas

7.

Tazza Berkata:

Oktober 25, 2009 at 8:36 am

mengapa umat muslim sekarang seperti ‘takut’ memaknai makna jihad? sepertinya ‘jihad’ sesuatu yang salah dan menakutkan. bagaimana menanggapi orang-orang seperti itu? Balas

1.

anti menyerah Berkata:
November 12, 2009 at 1:30 pm

wajar, “wa lamma yadkhulil iman fii qulubikum” baca QS 49:14 Balas

8.

rafi Berkata:
Oktober 28, 2009 at 12:44 pm

sedikit banyaknya tidakalah menentukan ukuran dihadapan Allah.. karena ini merupakan ujian yang diberikan kepada ummat islam yang benar2 istiqomah dalam perjuangan.. karena coaba kita lihat aya ini.. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS 2:155) dan jumlah sedikit adalah sunnatullah “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.2:249) dan ingatlah ketika terjadi perang ahzab…

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya[1204]. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.” itulah gambaran keadaan ahzab.. begitu beratnya perjuagan mereka tapi Allah sedang menguji mereka agar benar2 nampak keyakinan dan tawakkal mereka kepada Allah… Aamiin… Balas

9.

altoi Berkata:
November 4, 2009 at 9:39 pm

pusing..pusing,klo meliat saudara kt cuman koreksi saudara mrk yg sedang melawan yahudi dan kafirin..bila kamu pengen liat seseorang maka liat teman karibnya..jadi siapun dia klo keterpihaan ada pada yahudi dan kafirin meski cuman sama pemahaman dalam memandang sesuatu keadaan,sebenarnya mrk berteman karib,meski fisiknya tdk. Balas

10.

altoi Berkata:
November 4, 2009 at 9:47 pm

lebih jelasnya “perang melawan teroris” ini adalah konsep pemahaman yahudi dan kafir(usa,nato dll) dan orang setuju dgn konsep itu maka mrk SEJENIS meskipun pengakuan pemahamanya islam Balas

11.

idhamibnuali Berkata:
November 14, 2009 at 8:44 pm

janganlah kamu kira orang yang berjuang dijalan ALLAH itu mati, mereka itu hidup bahkan mereka diberi rezki. ALLAHU AKBAR Balas

12.

kristina Berkata:
Maret 6, 2010 at 3:07 pm

UNTUK MARX….ISLAM TIDAK BUTUH BANTUAN ORANG KAFIR U MEMENANGKAN AGAMA ISLAM….CUKUP BANTUAN ALLOH AJA….SILAHKAN KAMU BEKERJA SAMA DG SETAN ….!! Balas

1.

faqih dnllh Berkata:
Mei 23, 2010 at 8:54 am

barang siapa yang pandai mengerti faseh ginius masalah politik islam, sari,ah islam, atau membaca al,qur,an, tidak dilandasi kranka negara, maka akan runtuh juga. Balas

13.

Chaedar Berkata:

Juli 21, 2010 at 1:22 pm

Subhanallah…ternyata selama ini pemikiran ana jauh panggang dari api…. Jazakallah abu, smoga sgera futuh… Balas

14.

Abu prang Berkata:
September 26, 2010 at 12:46 am

Semoga Allah slalu melindungi dan memberi ketegaran di hati para mujahid2 yang ikhlas dalam perjuangan demi tegaknya hukum Allah dimuka bumi ini..Amin ya Allah.. Balas 15. Statemen resmi Al Qaeda: Allahu Akbar! Syaikh Usamah bin Ladin telah syahid (Insya Allah) « Perjuangan Ummat Islam Indonesia Yang Sebenarnya Berkata:
Mei 6, 2011 at 3:07 pm

[...] karena itu sikap seorang Muballigh, Mujahid dan Muwahhid: Selalu tegar dalam Jihadnya dan harus senantia istiqomah menjalankan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla dengan semaksimal [...]

Sekedar Menjalankan Perintah Alloh ‘Azza Wa Jalla Dengan Semaksimal Kemampuan Berusaha
Posted by abuqital1 under Furqon di Indonesia [2] Comments 1. Perintah dari Allah Tidak Bisa Dianalisa Dengan Akal yang Tanpa Keimanan Kepada-Nya Menghayati hidup ini yang mana tujuan kita untuk menghambakan diri kepada Allah SWT. Sudah tentu tujuan berjuang pun sekedar mengemban tugas dari-Nya. Perhatikan kembali ayat yang bunyinya : …‫وأن احكم بينهم بما أنزل ال ول تتبع أهواءهم‬ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ّ َ َ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ََ ُ

“Dan hendaklah kamu menghukum di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka….”. (QS. Al Maidah : 49) Dengan ayat diatas itu kita diberi amanat (tugas) menjalankan undang-undang AlQur’an. Karena itu yang merasa diberi amanat sedemikian, maka tidak berpangku tangan sebelum Kitabbullah itu bertegak secara nyata sebagai Konstitusi Kerajaan Allah dimuka bumi. Adapun supaya diri merasa diberi tugas dari Allah, maka membutuhkan rasa keimanan yang mendalam, harus “benar-benar yakin” terhadap ke-Agungan/keKuasaan-Nya ; yang paling berkuasa dalam segala hal. Sehingga hukum-hukum AlQur’an itu dirasakan mutlak harus dilaksanakan dalam segala segi kehidupan. 2. Akal yang Disertai Keimanan Menyadari Hakekatnya Kemenangan Bagi yang meyakini bahwa ketetapan dari Allah itu, tidak bisa ditawar lagi, maka menegakkannya pun merupakan perintah mutlak. Dia masuk ke dalam barisan perjuangan itu tidaklah karena atas dasar memastikan dirinya bakal menang dalam arti fisik. Menang atau kalah, bukanlah persoalan utama bagi selaku petugas yang sejak semula menyatakan diri menerima tugas, dan menyadari tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah. Jadi, persoalan kalah juga diserahkan kepada yang telah memerintah-Nya. Apa saja yang akan menimpa dirinya tidak akan lebih dari akan kembali kepada Allah SWT. Suatu kemenangan dalam Islam pada hakekatnya bukanlah kemenangan dalam arti fisik semata, melainkan yaitu adanya kesuksesan menghadapi ujian dalam rangka mematuhi tugas beribadah. Sebagaimana Firman Allah yang bunyi-Nya : ‫إن ال اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل ال فيقتلون ويقتلون وعدا عليه حقا‬ ّ َ ِ ْ َ َ ً ْ َ َ ُ َ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ِ َ ِ َ ُ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ َ ّ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ََ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ َ ْ ّ ّ ِ ِ َ ) ‫في التوراة والنجيل والقرءان ومن أوفى بعهده من ال فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم‬ ُ ِ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ّ ُ ُ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ ْ ِْ َ ِ َ ْ ّ ِ ِ (111 “Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta orang-orang beriman dengan memberikan surga untuk mereka ; mereka berperang pada jalan Allah kemudian mereka membunuh dan dibunuh, sebagai janji yang benar dari Allah, di dalam Taurat, Injil dan Qur’an. Siapakah yang menepati janjinya daripada Allah ? Bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah : 111). 3. Kekalahan Fisik Bagi yang Beriman Merupakan Peluang untuk Mati Syahid Setelah menyadari “sekedar menjalankan tugas”, kita renungkan mengenai tugas yang telah diberikan kepada Nabi Saw beserta umatnya yang mana jumlahnya masih beberapa belas orang. Diberi tugas mengamalkan perintah-perintah Ilahi di tengah-tengah bangsa yang penuh dengan kebiadaban dan kemusyrikan. Dalam situasi seperti itu, maka tidak sedikit pengorbanan dalam penderitaan. Namun, segalanya itu dapat diatasi. Tentu dalam

hal itu tidak didasarkan perkiraan akan meraih kemenangan yang di mengerti oleh akal belaka, melainkan pula dengan keyakinan terhadap “perintah Allah” beserta kekuasaanNya. Juga berpedomankan “sekedar pengabdian diri” yang kesudahan urusannya diserahkan kepada Allah. Dalam Al-Qur’an maupun hadist tidak didapat keterangan harus menang. Yang ada hanyalah perintah menyusun kekuatan setinggi batas kemampuan (QS. Al Anfal : 60). Perintah menyusun kekuatan tetap berlaku walau dimulai dengan beberapa orang. Sebab, bilamana telah konsisten terhadap perintah tersebut itu, maka tentu tidak terpaku oleh persoalan hidup atau mati. Disitulah letak tawakkal. Berbuat, kemudian berserah diri kepada Allah SWT. Belum terpisah dari uraian itu, kita lihat petikan ayat yang bunyinya :

… ‫وتلك اليام نداولها بين الناس وليعلم ال الذين ءامنوا ويتخذ منكم‬ ْ ُ ْ ِ َ ِ ّ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ َ َ ْ َ ِ َ ِ ّ َ ْ َ َ ُِ َ ُ ُ ّ َْ َ ْ ِ َ ُ َ ََ ُ ‫شهداء‬
“…..dan masa-masa kemenangan itu Kami pergilirkan di antara manusia, supaya jelas diketahui oleh Allah, orang-orang yang beriman itu, dan dijadikan-Nya sebagian di antara kamu mati syahid…” (QS. Ali Imron : 140). Ayat di atas itu diturunkan setelah terjadinya perang Uhud. Pihak muslimin telah mengalami kemenangan fisik pada “Perang Badar”. Kemudian menemui kekalahan dalam “Perang Uhud”. Maka, dengan kekalahan itu diperingatkan jangan berkecil hati. Sebab, bahwa kekalahan pun kemenangan, pada hakekatnya adalah dipergilirkan Allah. Yang mana dari kekalahan itu dapat dijadikan pelajaran guna mengoreksi di mana letaknya kelemahan. Juga, supaya sebagian mu’min didapat yang mati syahid. Dan tersedia pula generasi penerusnya, kesempatan melanjutkan perjuangan. 4. Tidak Sirna oleh Ocehan Musuh, Tidak Membeku Terpendam Waktu, Tidak Mengandalkan Anak-Cucu Keunggulan, pula kekalahan ; diputarkan Allah SWT (QS. Ali Imron : 140), maka kekalahan fisik yang pernah dialami umat Islam Indonesia juga bukanlah kepastian untuk terus kalah, meski dalam hal itu telah sekian lama keadaannya dipaksa bernaung di bawah hukum-hukum peninggalan manusia-manusia kafir. Bagi pihak pancasilais bisa saja beranggapan bahwa ideologi mereka itu sakti dan tahan uji. Padahal berapa pun lamanya sesuatu kekuasaan itu bercokol, maka pada hakekatnya belum menjadi kepastian untuk terus berkuasa. Sebab bahwa masa mendatangnya pun belum diketahui. Yang mana bisa juga bila kekuasaan thagut itu telah ditumbangkan, kemudian kekuasaan Islam (penterapan hukum-hukum Islam) akan lebih lama bertegak dari pada yang dialami oleh pemerintah RI — Pancasila.

Walhasil, karena “Sekedar mematuhi tugas”, maka tekad perjuangan tidak akan membeku terpendam waktu, juga tidak menyusut oleh teriakan berbagai slogan jahiliyah versi modern. Perhatikan ayat yang bunyinya : (65) ‫ول يحزنك قولهم إن العزة ل جميعا هو السميع العليم‬ ُ ِ َ ْ ُ ِ ّ َ ُ ً ِ َ ّ َ ّ ِ ْ ّ ِ ْ ُ ُْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ “Dan janganlah ocehan-ocehan mereka menggusarkan hati engkau ; karena sesungguhnya kemenangan dan kebesaran, adalah kepunyaan Allah semuanya, Dialah yang senantiasa mendengar dan senantiasa mengetahui.” (QS. Yunus : 65). Yang akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, hanyalah dalam kehidupan kita. Karena itu kita tidak usah mengutamakan berhitung mengenai masa mendatang yang belum tentu menjadi kehidupan kita. Tegasnya, kita tidak dapat melepaskan diri dari kancah perjuangan dengan mengandalkan anak-cucu yang belum ketentuan. Itu adalah tanggung jawab mereka. Hanya kita kewajiban mendidik dan mengarahkan mereka sebagai penerus. Akan tetapi, ingatlah jangan mengharap generasi setelah kita menjadi pelanjut perjuangan, bila hal itu hanya untuk alasan ma’af bagi diri tidak aktif dalam perjuangan sekarang. Allah Maha Mengetahui hati seseorang. Jika anda merasa gentar…, maka tak usah mengutarakan tentang kehidupan anak-anak anda. Nanti bisa-bisa syaitan semakin berani menggoda diri anda. Adakah dibenarkan oleh Islam bila anda mengandalkan anak-cucu, sedang diri sendiri tidak berbuat ? Siapakah yang harus didahulukan dalam mengabdi kepada Allah, serta bertanggungjawab kepada-Nya, kita atau mereka ? Bayangkan saja bahwa sebagian pengikut Nabi Saw pada waktu dahulu pun mempunyai anak-cucu toh kewajiban berperang tetap berjalan. Mengenai masa yang akan datang tidak dapat kita ketahui dengan pasti, “….Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok….”.(QS. 31 : 34). Apakah kita akan tahu datangnya hari ketentuan dari Allah sehingga anak-anak kita tidak sempat berjihad ? Atau seandainya jangka tempo itu masih panjang, bisakah kita memastikan mereka akan hidup sesudah kita mati ? Sudahkah kita memastikan bahwa keturunan kita itu akan menjadi wakil dalam jihad fiisabilillah ? Dapatkah kita mempertanggungjawabkan diri kepada Allah dengan dalil bahwa tugas menegakkan hukum-hukum Allah itu sudah kita serahkan kepada anak-cucu ? Suka Be the first to like this post.

2 Tanggapan ke “Sekedar Menjalankan Perintah Alloh ‘Azza Wa Jalla Dengan Semaksimal Kemampuan Berusaha”

1.

deden Berkata:
Februari 1, 2010 at 8:10 am

ass wr wb,apakah hanya dengan konfrontasi langsung(zihad suci) yg akan menyatukan seluruh mujahid dr berbagai unsur/faksi dalam satu komando? terus terang ana sangat merindukan dimana momen bergabungnya seluruh mujahid bahu membahu dalam mengobarkan cahaya Alloh, akhi saya dulu pernah bertanya tentang estafeta kpmpnan paska imam awal bukankah dr beliau ke AFW kemudian ke MYT terus ke AM sampe skrg, dan akhi telah membalas lewat email saya tapi filenya ga ada, Abuqital1: sudah dikirim via email akhi, maaf baru sekarang membalasnya. Balas 2. Statemen resmi Al Qaeda: Allahu Akbar! Syaikh Usamah bin Ladin telah syahid (Insya Allah) « Perjuangan Ummat Islam Indonesia Yang Sebenarnya Berkata:
Mei 6, 2011 at 3:07 pm

[...] seorang Muballigh, Mujahid dan Muwahhid: Selalu tegar dalam Jihadnya dan harus senantia istiqomah menjalankan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla dengan semaksimal kemampuan berusaha. SukaBe the first to like this [...]

Fakta-fakta yang Terkuak Saat Penyerbuan Markas Usamah
Diposting pada Rabu, 04-05-2011 | 09:15:43 WIB Gedung Putih memang harus merevisi cerita tentang penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, demikian harian yang terbit di Inggris, Guradian, melaporkan. Media ini mencatat, banyak fakta yang berbelok tentang operasi penyerbuan itu, dan tentang Osama bin Laden sendiri. Kini, rumah persembunyian Osama dijaga ketat aparat kepolisian Pakistan. Namun, banyak jejak Osama di sana yang sudah dihapuskan. Setidaknya, para prajurit Amerika yang telah menjelajahi bangunan tiga lantai itu membawa serta harddisk komputer dan dokumen berharga- termasuk juga tubuh Bin Laden yang berlumuran darah, yang kemudian dikubur di laut.

Keesokan harinya, intelijen Pakistan - marah karena tidak menerima informasi tentang penyerbuan itu. Mereka datang mengangkut furnitur dan barang-barang lain. Tapi itu tidak mungkin untuk menghapus setiap jejak drama yang menjadi akhir perburuan tersebut. Apa saja fakta yang dibelokkan dari penyerbuan itu? Berikut data-data dari Guardian: * "Ini adalah perak!" Yasser, bocah 12 tahun, menyatakan. Apa yang dipegangnya hanyalah potongan dari sebuah knalpot mobil biasa. Gambaran AS bahwa Osama tinggal di mansion mewah ikut mempengaruhi publik Pakistan, bahwa pimpinan Al Qaeda itu bergelimang kekayaan di akhir hayatnya. Seorang intelijen yang berkeliaran di dekatnya tampak gugup, sebelum menyambar anak dengan tangan dan membawanya pergi. * Beberapa jam setelah kematian Bin Laden, para pejabat AS memberitahu bahwa ia melawan dan karenanya ditembak oleh tim khusus AL Amerika Serikat yang menyerbu lantai kedua dan tiga dari tempat persembunyiannya. Fakta itu ternyata tidak benar. Bin Laden tidak bersenjata, ditembak di kepala dan dada. * Rincian lain menyebutkan ia menggunakan salah seorang istrinya sebagai tameng hidup. Faktanya, istrinya telah terluka di kaki sambil bergegas ke arah pasukan khusus sebelum ia terbunuh. * Disebut-sebut, rumah persembunyian Osama bin Laden adalah sebuah mansion dekat markas tentara Pakistan berharga sewa jutaan dolar AS. Faktanya, rumah bertembok tinggi itu jauh dari gambaran itu; setidaknya terlihat dari cat bangunan yang terkelupas dan tak terawat, serta tak ada satupun AC di lantai-lantainya. * Berbagai rincian, bagaimanapun, tetap kabur. Para pejabat Amerika mengubah versi awal mereka untuk mengungkapkan bahwa seorang perempuan yang tewas dalam serangan terhadap kompleks itu bukan istri Bin Laden. Hal ini juga tidak jelas bagaimana Bin Laden, yang terpojok dalam ruangan di lantai tiga yang ditandai dengan kaca jendela hancur, melawan saat tentara AS menerobos ke kamarnya

Bedah Buku Seruan Tauhid ; Sidang Bak Seorang Dokter Yang Dihakimi Oleh Pasien Rumah Sakit Jiwa
Tuesday, 03 May 2011 21:43 | Written by saveabb.com/red | | |

Statement SyahidStatement Syahidnya Syaikh Usamah bin Laden oleh Tandhim Al Qaeda Pusat
Bismillahirrahmanirrahim [Tandhim Qo’idatul Jihad – Pimpinan Umum]

Engkau hidup Terpuji dan Mati sebagai Syuhada

Keterangan Resmi Seputar Syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin Rahimahullah.

Segala Puji bagi Allah yang telah Berfirman :

{‫}ولئن قتلتم في سبيل ال أو متم لمغفرة من ال ورحمة خير مما يجمعون‬ َ ُ َ ْ َ ّ ِ ٌ ْ َ ٌ َ ْ َ َ ّ َ ِ ٌ َ ِ ْ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ِ ََ ِ ِ

“Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan”. (QS. Ali Imran : 157) Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi-Nya yang telah bersabda : “Aku benar-benar berhasrat untuk bisa terbunuh di jalan Alloh, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi” beserta Keluarga dan Para Sahabat Beliau yang telah menyebarkan Al-Haq dengan Keadilan mereka, menjaga Dien ini dengan leher-leher mereka, dan mengalirkan darahdarah mereka untuk meninggikannya.

{‫}فما وهنوا لما أصابهم في سبيل ال وما ضعفوا وما استكانوا‬ ُ َ َْ َ َ ُ ُ َ َ َ ّ ِ َِ ِ ْ ُ َ َ َ َ ِ َُ َ َ َ ِ

“Lalu mereka tidak merasa lemah dengan apa yang menimpa mereka dijalan Alloh, tidak melemah dan berputus asa” (QS. Ali Imron : 146) dan siapa saja yang menapaki jalan mereka, berjihad seperti Jihad mereka dan bersabar sebagaimana Kesabaran mereka hingga Hari Kiamat kelak. Amma Ba’du

Pada hari yang bersejarah bagi Ummat Islam yang Agung, bukan hal yang baru bagi para pahlawan dan tokoh sepanjang usianya yang berbarokah, dan di atas jalan yang terhampar yang ditapaki oleh Para Pendahulu maupun Penerusnya yang terbaik, terbunuhlah Syaikh Mujahid Komandan yang Zuhud Al Muhajir Abu Abdillah Usamah bin Muhammad bin Laden semoga Allah merahmati Beliau di medan kejujuran, dimana beliau telah membenarkan Ucapannya dengan Perbuatan dan seruan dengan bukti, untuk menyusul rombongan Ummat terhormat, yang prosesinya sambung menyambung, antara para komandan agung, para pasukan yang jujur dan para Kesatria yang Mulia, beliau enggan untuk memberikan kehinaan dalam agamanya, melepaskan kepemimpinannya dan menghinakan diri kepada mereka yang tertimpa kehinaan dan kenistaan dari kalangan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat. Beliau melawan senjata dengan senjata, kekuatan dengan kekuatan. Dan siap berhadapan dengan kekuatan besar yang angkuh yang keluar dengan semua peralatan perang, Perbekalan, Pesawat-pesawat dan para sekutunya dengan Sombong dan pamer kepada Manusia. Tekad beliau tidak melemah dihadapan mereka dan tidak merosot nyalinya, bahkan beliau hadapi mereka secara langsung (berhadapan) seperti gunung yang kokoh, dan memang beliau laksana gunung yang kokoh.

Beliau terus mengikuti jalannya pertempuran yang semakin dahsyat dan orang yang melihatnya akan ciut padalah beliau telah berusia udzur, dan beliau tetap menunaikan

amanah hingga terkena tembakan pengkhianatan dan kekufuran, untuk kemudian beliau serahkan ruh kepada sang penciptannya, seraya bergumam:

Barang siapa yang mengorbankan ruh yang mulia kepada Robbnya ### Untuk melawan kebatilan mereka, lalu bagaimana dia bisa dicela ??

Agar beliau tutup hidupnya yang bercahaya terang dengan kemuliaan yang telah dia cari selama bertahun-tahun. Beliau merentas daratan untuk mencari dan berhasrat untuk mendapatkannya, hingga beliau menjumpainya dengan gembira ketika hal itu dating kepadanya : itulah kesyahidan di jalan Alloh :

{‫} َما يلقاها إل الذين صبروا وما يلقاها إل ذو حظ عظيم‬ ٍ ِ َ ّ َ ُ ّ ِ َ ّ َُ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ّ َُ َ ‫و‬

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat : 35) Dan Kata-kata beliau akan sentiyasa bergema di langit : “Orang yang bahagia adalah orang yang Allah pilih sebagai Syahid”. Anggapan beliau ini bukanlah anggapan orang yang lemah semata…!!!”

Siapa yang beranggapan bahwa orang yang terjun dalam kancah pertempuran ### Adalah tidak akan tertimpa kematian, berarti dia memiliki anggapan yang lemah

Maka, selamat wahai umat Islam atas kesyahidan sang anak yang berbakti Usamah. Setelah melewati kehidupan yang penuh dengan kesungguhan dan pengorbanan, tekad dan kesabaran, tahridh dan jihad, kebaikan dan kedermawanan, hijrah dan safar, nasehat dan organisir yang baik, hikmah dan pengalaman, usia Syeikhul Jihad pada abad ini telah ditutup agar darah, kata-kata, peran dan penutupan usia beliau tetap menjadi ruh yang mengalir di dalam setiap rongga tubuh generasi Islam, dari generasi ke generasi.

Mereka telah belajar dari beliau bahwa kemuliaan tidak dibangun dengan angan-angan dan khayalan, bahwa keqiyadahan itu bukanlah kebanggaan dan pajangan, bahwa aqidah dan prinsip itu bukanlah sekedar kata-kata yang terucap di lidah, bahwa agama itu tidak akan menang dengan membuang-buang waktu, kerja dan obrolan, bahwa jalan kemuliaan – di dunia dan akherat – itu terbuka bagi siapa yang mau membayar harganya dan menanggung deritanya, bahwa kepemimpinan dalam agama tidak akan diperoleh kecuali dengan sabar dan yakin, dan bahwa modal utama seseorang itu adalah kejujuran dan keikhlasan.

Jika Amerika berhasil membunuh Syeikh Usamah maka itu bukanlah hal yang memalukan. Bukankah para pejuang dan pahlawan itu hanya terbunuh di medan laga ?? dan setiap ajal itu telah ditentukan. Tetapi apakah Amerika dengan media, antek-antek, persenjataan, para tentara, intelegen dan semua sarana mereka mampu untuk mematikan jihad yang syeikh Usamah telah hidup karenanya dan terbunuh dijalannya ??? Sekali-kali tidak…. Syeikh Usamah tidak pernah membangun tandzim yang akan mati dengan kematian beliau, dan lenyap sepeninggal beliau :

َ َ ْ َ ِ ّ َ ُ َ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ََ ِ ِ ُ ّ ِ ُ ّ َ ْ ِ ِ َ ْ َِ ّ َ ُ ُ ِ ْ ُ ِ َ ُ ِ ُ ‫}يريدون ليطفئوا نور ال بأفواههم وال متم نوره ولو كره الكافرون * هو الذي أرسل‬ ُ ِ {‫رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولوْ كره المشركون‬ َ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ َ َ ِ ُّ ِ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ُ َ

“Mereka hendak memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka, dan Alloh akan menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah yang telah mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya diatas semua agama yang ada meskipun orang-orang musyrik tidak suka”. (QS. Shoff : 8-9)

Ayat-ayat ini akan menjadi panah yang menancap di leher-leher mereka yang bisu dan tuli lagi tidak berakal. Dan agama Alloh Ta`ala – termasuk jihad di jalan Alloh – akan tetap tegak berdiri selamanya, yang aqidahnya akan dibawa oleh hati-hati yang suci, dihidupkan oleh tangan-tangan bersih, dan eksistensinya akan diraih oleh sekelompok orang yang jujur, yang tidak terpengaruh oleh orang yang hendak menyelisihi dan menghinakan mereka hingga dating janji Alloh.

Sesungguhnya Syeikh Usamah bin Ladin – semoga Alloh merahmati beliau – bukanlah seorang Nabi yang diutus diabad 20, tetapi beliau hanya seorang lelaki muslim dari umat Islam yang mulia ini, yang telah mengambil kitab dengan kekuatan, dan menjual dunia

untuk mendapat akherat, serta berusaha untuk mencapainya sebagaimana yang kami sangkakan … maka Allohpun mengangkatnya ketika beliau mau mengangkat agamaNya, memuliakannya ketika beliau berusaha untuk memuliakan kalimat-Nya, dan membuat gentar bangsa-bangsa kafir dengan beliau ketika beliau hanya takut kepada Robbnya.

Sungguh, umat yang telah melahirkan Usamah adalah umat yang subur, dan akan muncul dari padanya para ksatria dan pahlawan seperti beliau, diantara orang-orang yang menikmati pengorbanan, merasa tersiksa dengan kesabaran dan tenggelam dalam kehidupan musuh-musuh mereka dan dibukakan bagi mereka pintu-pintu negaka jahim, atau menggiring mereka menuju surga dengan borgol. Jadi, universitas iman, qur`an dan jihad yang telah meluluskan Syeikh Usamah bin Ladin tidak dan tak akan pernah tertutup pintu-pintunya. Kitabulloh akan terus terjaga, ayat-ayatnya akan selalu dibaca di tengah malam dan siang, dan tak akan pernah terhapus meskipun seluruh penghuni bumi bersatu.

Bagaimana tidak …?? Sedangkan umat kita yang muslim pada hari ini sangat antusias menyambut agamanya, sangat besar pengorbanannya demi membela aqidahnya dan begitu kuat menghadapi musuh-musuhnya serta sangat tahu tentang hakekat yang akan dicapainya, setelah tumbuh generasi bertaqwa nan suci di dalamnya, Syeikh Usamah – semoga Alloh merahmati beliau telah menanamkan saham yang baik bersama para rekan beliau, yaitu para komandan yang baik dan para da`I yang sholih dan pilihan.

Sebuah generasi yang semakin tinggi dengan imannya, semakin mulia dengan islmanya, dan mampu menghinakan Barat yang kafir, dan arogansi peradabannya yang menipu, sebuah peradaban asusila, kotor, bobrok, dan tidak masuk akal.. sebuah generasi yang menjadikan kematian komandannya sebagai sebuah keuntungan yang akan memupuk loyalitasnya kepada agama bukan kerugian yang menjadikannya mundur ke belakang. Dengan penuh iman dan yakin beliau terus mengulang firman Alloh Ta`ala :

‫}وكأين من نبي قاتل معه ربيون كثير فما وهنوا لما أصابهم في سبيل ال ومضضا ضضعفوا‬ ُ ُ َ َ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ِ ُ َ َ َ َ ٌ ِ َ َ ّ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ّ ِ َ ْ ِ ْ ّ ََ َ ِ ‫وما استكانوا وال يحب الصابرين * وما كان قولهم إل أن قالوا ربنضضا اغف ضر لنضضا ذنوبنضضا‬ َ َ ُ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ّ َ ُ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ َْ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ّ ّ ِ ُ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ‫وإسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين * فآتاهم ال ثواب ال ضدنيا‬ َ ْ ّ َ َ َ ّ ُ ُ َ َ َ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ َ َ ْ َِ ُ {‫وحسن ثواب الخرة وال يحب المحسنين‬ َ ِِ ْ ُ ْ ّ ِ ُ ّ َ ِ َ ِ ْ ِ َ َ َ ْ ُ َ ُ

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (*) Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (*) Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imron : 146 - 148)

Jika cahaya Islam dan Jihad bisa padam dengan terbunuh atau meninggalnya seseorang, niscaya cahaya tersebut akan lenyap sejak hari meninggalnya pemimpin manusia Muhammad SAW sehingga banyak bangsa Arab yang murtad, atau niscaya lembarannya akan dilipat sejak hari Amirul Mukminin Umar bersimbah darah di mihrabnya, Utsman di hadapan mushhafnya dan Ali di tengah jalan -semoga Alloh meridhoi mereka semua-. Berapa… Dan berapa banyak Para Komandan yang berjalan diatas petunjuk mereka, yang telah memenuhi bumi dengan penyebutan, penaklukan dan jihad mereka baik di belahan timur maupun barat. Cahaya kebenaran tidak akan pernah padam dengan kematian mereka ataupun berbaliknya para pengikut mereka sepeninggal mereka. Tetapi sebaliknya, dengan terbunuhnya mereka, justru mereka semakin marah terhadap para musuh dan akan terus melakukan aksi pembalasan, dan Panji Kebenaran berada di tangan mereka seraya melantunkan firman Robb mereka :

ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ََ ّ ‫}من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الض عليضه فمنهضم مضن قضضضى نحبضه ومنهضم مضن‬ َ ُ َ َ َ ُ َ َ ٌ َ ِ َ ِِ ْ ُ ْ َ ِ {‫ين َظر وما بدلوا تبديل‬ ً ِ ْ َ ُّ َ َ َ ُ ِ ‫َ ْت‬

“Diantara orang-orang beriman itu ada orang-orang yang berlaku jujur dengan apa yang mereka janjikan kepada Alloh, maka diantara mereka ada yang terbunuh dan diantara mereka juga ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya” (QS. Al-Ahzab : 23(

Berangkat dari ayat diatas, kami dari Tanzhim Qo`idatul Jihad berjanji kepada Alloh subhanah –dan kami memohon pertolongan, bantuan dan keteguhan kepada Alloh– untuk terus berjalan di atas jalan jihad yang telah dilalui oleh para komandan kita di bawah pimpinan Syeikh Usamah tanpa ragu dan bimbang. Kami tidak akan pernah berhenti atau jenuh hingga Alloh memberi keputusan antara kami dan musuh dengan benar dan Allohlah sebaik-baik pembuat keputusan. Setelah itu, tidak menjadi masalah

apakah kami akan melihat kemenangan, penakhlukan dan tamkin ataupun kami mati karenanya :

‫}فليقاتل في سبيل ال الذين يشرون الحيضضاة الضدنيا بضضالخرة ومضن يقاتضل فضضي سضبيل الض‬ ِ ّ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ َ َ ِ َ ِ ْ ِ َْ ّ َ ََ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َِ ِ ْ ِ َ َُْ ِ {‫فيقتل أو يغلب فسوف نؤتيه أجرا عظيما‬ ً ِ َ ً ْ َ ِ ِ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ِْ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ
“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar” (QS. An Nisa : 74)

Begitu juga, kami menegaskan bahwa darah Syeikh Mujahid Usamah bin Ladin -semoga Alloh merahmati beliau- lebih berat dan lebih berharga di sisi kami dan di sisi setiap muslim dari pada beliau meninggal begitu saja. Dan dengan idzin Alloh, darah tersebut akan terus menjadi laknat yang akan menghantam orang-orang Amerika dan para jongos mereka, serta akan mengejar mereka baik di luar maupun di dalam negeri mereka sendiri. Sebentar lagi –dengan pertolongan Alloh– kami akan benar-benar merubah kesenangan mereka menjadi kesedihan, kami akan campur adukkan darah mereka dengan air mata mereka, dan kami akan benar-benar mewujudkan sumpah Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau- : “Amerika tidak akan pernah merasa aman, begitu juga siapa saja yang hidup di Amerika hingga keluarga kami yang berada di Palestina merasa aman. Dan para tentara Islam akan terus bergerak, baik secara bergerombol maupun sendirisendiri, mereka akan terus mengatur dan menyusun langkah tanpa lelah, bosan, putus asa, menyerah, lemah dan futur hingga mereka melakukan serangan dahsyat yang akan membuat seorang anak kecil beruban sebelum waktunya”.

Kami juga menyeru rakyat kami Umat Islam yang berada di Pakistan, di mana Syeikh Usamah terbunuh di bumi mereka, untuk segera bergerak dan bangkit untuk membersihkan kotoran yang ditorehkan oleh sekelompok pengkhianat dan pencuri kepada mereka ini, yang telah menjual segala sesuatu kepada para musuh umat ini, dan tidak peduli dengan perasaan masyarakat mulia yang berjihad ini, dan hendaklah mereka melakukan gerakan Intifadhoh (perlawanan) besar-besaran untuk membersihkan negeri mereka (Pakistan) dari najis orang-orang Amerika yang telah melakukan kerusakan di dalamnya :

{‫}إن ال ل يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ُ ّ َ ُ ّ َ ٍ ْ َ ِ َ ُ ّ َ ُ َ ّ ّ ِ َ

“Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka melakukan perubahan terhadap diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra`du : 11) Begitulah, Syeikh enggan untuk meninggalkan dunia ini sebelum ikut serta merasakan kebahagiaan Umat Islam dengan kebangkitannya dengan berani melakukan perlawanan terhadap kedholiman dan orang-orang dholim, dan beliau –semoga Alloh merahmati beliau– melakukan rekaman suara satu minggu sebelum beliau terbunuh yang berisi ucapan selamat, nasehat dan arahan-arahan. Yang akan kami rilis sebentar lagi dengan idzin Alloh, dan beliau menutupnya dengan bait-bait berikut :

Mengatakan kebenaran kepada thoghut ### Adalah kemuliaan dan kabar gembira Yang merupakan jalan menuju dunia ### Dan juga jalan menuju akherat Jika anda mau, matilah sebagai budak ### Tetapi jika anda mau, maka matilah sebagai orang yang merdeka

Kemudian kami memperingatkan Amerika, jangan berani menyentuh jasad Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau– atau memperlakukannya dengan tidak layak, ataupun kepada anggota keluarga beliau yang mulia baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dan hendaklah Amerika menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya. Jika tidak, maka tindakan buruk apapun yang kalian lakukan akan kami balas dengan keburukan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian mencela kecuali diri kalian sendiri. Dan kami menyeru umat Islam semuanya untuk melaksanakan kewajiban mereka dalam hal faridhoh yang benar ini.

Milik Allohlah segala urusan, baik sebelum dan sesudahnya, dan orang-orang dholim akan mengetahui kemana mereka akan kembali. Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Semoga sholawat dan salam yang banyak terlimpah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarga beliau.

Tandzim Qo`idatul Jihad / Pimpinan Umum Selasa 29 Jumadil Ulaa 1432 H

yang bertepatan 3 Mei 2011 M
Sumber : Markas Pusat Al-Fajr

Tak Ada Sejarah NII di Sulsel
Ahad, 01 Mei 2011

Hidayatullah.com -- Putra pejuang Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) Abdul Kahar Muzakkar, Bukhari Kahar Muzakkar, menyatakan bahwa tidak pernah ada sejarah Negara Islam Indonesia (NII) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini di Makassar, Sabtu, mengemukakan bahwa selama tidak pernah ada sejarah NII di Sulsel, tetapi bergerak di Pulau Jawa. "Sejauh ini NII tidak pernah sampai di sini. Dinamika baru NII tidak ada, spirit yang ada adalah penegakan syariat Islam," ucapnya dikutip Antara, Sabtu (30/4). Menurut dia, napas Islam yang ada di Sulsel adalah Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) yang semangatnya di landaskan pada konstitusi negara Indonesia. Gaung KPPSI yang dipelopori oleh Azis Kahar Muzakkar yang sekarang menjadi anggota DPD RI, menurut dia, surut mengingat urusan agama ada di pemerintah pusat. "KPPSI semangatnya tetap konstitusional. Urusan agama ada di pusat," ucapnya. Dengan adanya isu yang menyebut NII merekrut mahasiswa, Bukhari meminta Kantor Wilayah Kementrian Agama di Sulses untuk menyelidikinya. Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel itu menegaskan, jika semangat KPPSI bukan konteks bernegara. Syariat Islam pernah berjalan baik di beberapa daerah di Sulsel, seperti Kabupaten Bulukumba di era Bupati Patabai Pabokori. Saat itu, menurut dia, banyak kabupaten di Indonesia melakukan studi banding ke Bulukumba, mengingat tingkat kriminal di daerah tersebut menurun drastis. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, secara terpisah juga mengharapkan tidak ada kelompok NII, karena sebelumnya memang tidak pernah ada. Seluruh unsur kepala daerah, katanya, berusaha keras untuk menjaga kondisi daerah tetap aman dan damai dengan melakukan deteksi dini sampai tingkat desa. "Semua wilayah berpotensi tapi sampai saat ini deteksi kita di Sulsel kondisinya aman dan damai saja. Kita terus bekerja, kita menggerakkan seluruh kekuatan yang ada baik pemerintah maupun TNI dan kepolisian untuk terus bersama-sama dengan rakyat hingga tingkat paling bawah," katanya menambahkan.*

Tak Ada Sejarah NII di Sulsel
Ahad, 01 Mei 2011

Hidayatullah.com -- Putra pejuang Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) Abdul Kahar Muzakkar, Bukhari Kahar Muzakkar, menyatakan bahwa tidak pernah ada sejarah Negara Islam Indonesia (NII) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini di Makassar, Sabtu, mengemukakan bahwa selama tidak pernah ada

sejarah NII di Sulsel, tetapi bergerak di Pulau Jawa. "Sejauh ini NII tidak pernah sampai di sini. Dinamika baru NII tidak ada, spirit yang ada adalah penegakan syariat Islam," ucapnya dikutip Antara, Sabtu (30/4). Menurut dia, napas Islam yang ada di Sulsel adalah Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) yang semangatnya di landaskan pada konstitusi negara Indonesia. Gaung KPPSI yang dipelopori oleh Azis Kahar Muzakkar yang sekarang menjadi anggota DPD RI, menurut dia, surut mengingat urusan agama ada di pemerintah pusat. "KPPSI semangatnya tetap konstitusional. Urusan agama ada di pusat," ucapnya. Dengan adanya isu yang menyebut NII merekrut mahasiswa, Bukhari meminta Kantor Wilayah Kementrian Agama di Sulses untuk menyelidikinya. Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel itu menegaskan, jika semangat KPPSI bukan konteks bernegara. Syariat Islam pernah berjalan baik di beberapa daerah di Sulsel, seperti Kabupaten Bulukumba di era Bupati Patabai Pabokori. Saat itu, menurut dia, banyak kabupaten di Indonesia melakukan studi banding ke Bulukumba, mengingat tingkat kriminal di daerah tersebut menurun drastis. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, secara terpisah juga mengharapkan tidak ada kelompok NII, karena sebelumnya memang tidak pernah ada. Seluruh unsur kepala daerah, katanya, berusaha keras untuk menjaga kondisi daerah tetap aman dan damai dengan melakukan deteksi dini sampai tingkat desa. "Semua wilayah berpotensi tapi sampai saat ini deteksi kita di Sulsel kondisinya aman dan damai saja. Kita terus bekerja, kita menggerakkan seluruh kekuatan yang ada baik pemerintah maupun TNI dan kepolisian untuk terus bersama-sama dengan rakyat hingga tingkat paling bawah," katanya menambahkan.*

Tak Ada Sejarah NII di Sulsel
Ahad, 01 Mei 2011

Hidayatullah.com -- Putra pejuang Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) Abdul Kahar Muzakkar, Bukhari Kahar Muzakkar, menyatakan bahwa tidak pernah ada sejarah Negara Islam Indonesia (NII) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini di Makassar, Sabtu, mengemukakan bahwa selama tidak pernah ada sejarah NII di Sulsel, tetapi bergerak di Pulau Jawa. "Sejauh ini NII tidak pernah sampai di sini. Dinamika baru NII tidak ada, spirit yang ada adalah penegakan syariat Islam," ucapnya dikutip Antara, Sabtu (30/4). Menurut dia, napas Islam yang ada di Sulsel adalah Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) yang semangatnya di landaskan pada konstitusi negara Indonesia. Gaung KPPSI yang dipelopori oleh Azis Kahar Muzakkar yang sekarang menjadi anggota DPD RI, menurut dia, surut mengingat urusan agama ada di pemerintah pusat. "KPPSI semangatnya tetap konstitusional. Urusan agama ada di pusat," ucapnya. Dengan adanya isu yang menyebut NII merekrut mahasiswa, Bukhari meminta Kantor Wilayah Kementrian Agama di Sulses untuk menyelidikinya.

Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel itu menegaskan, jika semangat KPPSI bukan konteks bernegara. Syariat Islam pernah berjalan baik di beberapa daerah di Sulsel, seperti Kabupaten Bulukumba di era Bupati Patabai Pabokori. Saat itu, menurut dia, banyak kabupaten di Indonesia melakukan studi banding ke Bulukumba, mengingat tingkat kriminal di daerah tersebut menurun drastis. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, secara terpisah juga mengharapkan tidak ada kelompok NII, karena sebelumnya memang tidak pernah ada. Seluruh unsur kepala daerah, katanya, berusaha keras untuk menjaga kondisi daerah tetap aman dan damai dengan melakukan deteksi dini sampai tingkat desa. "Semua wilayah berpotensi tapi sampai saat ini deteksi kita di Sulsel kondisinya aman dan damai saja. Kita terus bekerja, kita menggerakkan seluruh kekuatan yang ada baik pemerintah maupun TNI dan kepolisian untuk terus bersama-sama dengan rakyat hingga tingkat paling bawah," katanya menambahkan.*

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->