Pengentasan Kemiskinan di Kalimantan Tengah

1. Latar Belakang Masalah Secara geografis Kalimantan Tengah terdiri atas hutan, sungai dan danau. Sungai merupakanurat nadi transportasi masyarakat yang berada di daerah pedalaman dan hulu-hulu sungai. Sedangkan prasarana jalan darat yang sangat minim dan dewasa ini sedang diintensifkan pembangunannya. Kondisi inilah yang memperlambat proses pembangunan di daerah-daerah terpencil dan terisolasi karena alasan transportasi yang lambat dan mahal apabila harus melalui sungai. Akibatnya masyarakat yang berada di daerah pedalaman, hulu dan pinggir-pinggir sungai ikut terkena imbas dari keterbelakangan pembangunan tersebut, yaitu berupa serba terbatasnya pelayanan sosial, ekonomi, budaya, dan politik bagi masyarakat setempat. Kemiskinan adalah fenomena utama yang sangat menarik dan kasat mata pada masyarakat yang kebetulan bermukim jauh dari pusat pemerintahan atau di pinggir kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan lain-lain. Kemiskinan (ekonomi) lebih didominasi oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang DAS, tepi pantai(nelayan) dan daerah pedalaman. Alasan utama penyebab kemiskinan menurut masyarakat setempat adalah tidak adanya lapangan usaha yang menetap atau menjanjikan, terutama setelah kegiatan penebangan liar dilarang oleh pemerintah. Usaha pertanian tanaman pangan seperti perladangan berpindah sulit diandalkan karena keterbatasan lahan yang subur, harga karet dan rotan kuranmg stabil, sementara harga kebutuhan pokok merangkak naik setiap tahunnya. Dari hasil observasi di lapangan, khususnya di sepanjang DAS dan daerah pedalaman Kalimantan Tengah, jumlah penghasilan dan pengeluaran sangat tidak sebanding. Banyak keluarga miskin yang makan dua kali sehari, makan hanya dengan daun singkong(ubi kayu) atau sarapan pagi hanya dengan nasi dan teh panas. Kebiasaan hemat masih belum membudaya. Hal ini dapat dilihat dari pola hidup masyarakat yang hura-hura, minum tuak/baram, main judi, dan pemakaian listrik yang berlebihan. Di samping itu dalam satu rumah pada umumnya dihuni oleh 2-4 KK yang sama-sama miskin, dan kondisi sanitasi yang sangat memperihatinkan. Ketergantungan masyarakat pada mata pencaharian yang bersifat instan seperti illegal logging danillegal mining dan judi sangat tinggi, dan sebaliknya kegiatan ekonomi yang lamban seperti peladang berpindah kurang dapat diandalkan lagi karena lahan semakin terbatas dan kurang subur. Demikian juga rotan dan karet sudah mulai menurun hasilnya. Dana BLT dan Kompensasi BBM juga kurang bermanfaat bagi masyarakat karena tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan masyarakat.

dan tahun 2005(41. Berdasarkan data dari Badan Statistik Kalimantan Tengah 2006. kelompok masyarakat yang tinggal di daerah pesisir relatif lebih mudah dijangkau bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman dan hulu-hulu sungai.2. angka keluarga miskin selalu meningkat.70%).48%). dan lain-lain.35%).356. Dari data yang ada setiap tahunnya. Peningkatan yang mencolok yaitu tahun 2005 dan 2006.5 kali luas pulau Jawa dengan jumlah penduduk 1.567 km²(15.25 atau mencapai 87. Hal ini kemungkinan karena adanya BLT(SLT) dan Kompensasi BBM(KKB). Hutan inilah yang menjadi sumber kehidupan bagi warga masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman. Sungai Lamandau. misalnya sejak tahun 2001. 2002(28.87% dari luas wilayah Kalimantan Tengah sangat dikenal dengan hasil hutannya terutama kayu.669(hampir 2 juta jiwa) atau 553. Sungai Mentaya. 123 kelurahan. 2003(31. sedangkan 6 kabupaten lainnya dan 1 kota berada di daerah dataran rendah. Sedangkan di daerah pedalaman dan hulu-hulu sungai didominasi oleh etnis Dayak yang berprofesi sebagai petani peladang berpindah dan perambah hutan. namun sedikit berbukit serta dilalui oleh aliran sungaisungai besar Sungai Barito. jumlah Keluarga Miskin di Kalimantan Tengah mencapai 43. Sungai Arut.61%). Dari ke 13 kabupaten tersebut.700 Ha) atau 1.057 KK. Hutan tropis dengan luas 134. 1. Di daerah pesisir umumnya didominasi oleh etnis Melayu(Banjar. Perbandingan luas wilayah dengan jumlah penduduk adalah 12 jiwa /km². dan Madura) yang berprofesi sebagai nelayan. 7 kabupaten sebagian wilayahnya bersentuhan dengan pesisir laut Jawa.935.937. Sungai Kapuas. Kondisi Umum Provinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2003 total luas wilayah Kalimantan Tengah adalah 153. Bugis. 95 kecamatan. Sungai Kahayan.183 desa dan 66 buah kedamangan. Secara umum kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan pedalaman serta hulu-hulu sungai dapat dikategorikan sebagai keluarga miskin(Gakin). Kemudian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 Provinsi Kalimantan Tengah memiliki 13 kabupaten dan 1 kota. Misalnya persentase Keluarga Miskin selama 5 tahun terakhir adalah: 2001(28.68 %.58%) . 2004(27.

852 170. maka kita dapat merujuk pada Peta Kemiskinan Indonesia Tahun 1999(berdasarkan Susenas Mini Bulan Agustus 1999. Kotawaringin Barat Kotawaringin Timur Kapuas Barito Selatan Barito Utara Sukamara Lamandau Seruyan Katingan Pulang Pisau Gunung Mas Barito Timur Murung Raya Palangka Raya Kalimantan Tengah 35. selama kurun waktu 30 tahun.889 32.081 RTM penerima BLT 44.058 16.925 12.83 44.407 30.620 18. 5. Kabupaten/Kota Jumlah RUTA 47. baik sosial-budaya ekonomi. masalah kemiskinan akhir-akhir ini muncul sebagai bentuk respon terhadap perkembangan perekonomian yang tidak berimbang.241 48.520 27. 4.38 36.432 68.98 33.68 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah 3. 13.640 48.670 36.981 10. Konsep Tentang Kemiskinan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa semua rakyat Indonesia berhak memperoleh pendidikan. 2.96 50.631 29.082 112.345 37.099 10.378 57.240 10. tidak perlu ada rakyat yang buta huruf. Perkembangan itu menimbulkan berbagai bentuk kesenjangan.658 20.456 761.797 4.946 20.42 24.11 52. maka tidak perlu ada rakyat yang kelaparan.210 36.314 13. Apalagi sejak tahun 1969 Indonesia telah melakukan pembangunan dalam tahap Pelita(Pembangunan Lima Tahun).309 32. tuna wisma. 7.72 51. Kenyataannya. .28 43.444 10. 3.191 52.158 15.636 10.408 11.95 53. berhak mendapatkan pekerjaan.667 210. 8. 10. 11.218 21.194 22.90 47.32 52.78 46. maupun politik antar kelompok masyarakat. Kalau amanat ini bisa dijalankan. 12. dan berhak mendapatkan kebutuhan pokok hidup lainnya.156 18. Kondisi ini memunculkan pertanyaan.234 59.550 Keluarga Miskin (GAKIN) 17.035 482. 9.033 11. apakah kemiskinan semakin menurun atau bahkan sebaliknya semakin meningkat ? Miskin menurut difinisi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang tidak memiliki harta benda atau serba berkekurangan dan berpenghasilan sangat rendah.25 56.453 13.928 75. 6. dan tuna karya dan lain-lain. 14.Berikut data selengkapnya tentang angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2006 No.894 3.906 29.32 37.592 Persentase(%) 1.977 82. Bila kita diminta untuk memetakan kemiskinan di Indonesia.

Persentase tersebut cukup tinggi dan memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius untuk menyikapinya.68% yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se Kalimantan Tengah. Banyak ahli ekonomi berpendapat bahwakemiskinan berhubungan erat dengan pola pembagian pendapatan. menurut keterangan masyarakatnya. Sulawesi Utara. Misalnya antara daerah perkotaan dan perdesaan. usia perkawinan muda. Jateng. ikatan adat-istiadat. 15 -19 % = Sumut. pada tahun 2006 keluarga miskin berjumlah 43. Bengkulu. Persentase kemiskinan yaitu antara 15-19 %. Sulteng dan Sultra 06. satu kelompok dengan Sumatera Utara. KALTENG. Sulut dan Sulsel 05. karena kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan sambilan sangat terbatas. distribusi pendapatan di daerah perdesaan yang mayoritas penduduknya adalah petani lebih merata dibandingkan dengan perkotaan. jumlah keluarga yang besar. Penduduk perdesaan sebagian besar berprofesi sebagai petani menderita kemiskinan yang lebih parah dibandingkan dengan penduduk perkotaan. Maluku dan Irian Jaya. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata telah membawa kemerosotan tingkat hidup golongan miskin. Jawa Barat. dan tidak adanya kreativitas untuk mencari terobosan di bidang perbaikan kehidupan ekonomi keluarga. Lampung. Banyak data menarik di lapangan seperti rendahnya tingkat pendidikan. > 35 % = NTT. Contohnya. kebiasaan minum tuak/baram. Pada peta di atas tampak bahwa peta kemiskinan di Kalimantan Tengah berada pada urutan nomor 04. adalah sejak kegiatan Penebangan Liar(illegal logging) dilarang oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil pengamatan tim peneliti Komunitas Adat Terpencil(KAT) di beberapa Kabupaten sejak tahun 2001-2006.Adapun petanya adalah sebagai berikut: 01. dan Sulawesi Selatan. Riau dan Kalsel 04. DIY. Jabar. Sumbar. Bertambahnya keluarga miskin ini. Di Kalimantan Tengah sendiri berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Tengah. penguasaan tanah oleh sebagian kecil kelompok masyarakat perupakan salah satu faktor yang terkait dengan terjadinya kemiskinan. Kalbar. Selain itu. < 5 % = DKI Jakarta 02. sehingga masyarakat seolah kehilangan mata pencaharian mereka yang menjanjikan. Untuk. Jumlah keluarga miskin di Kalimantan Tengah bisa melebihi persentase tersebut. Bengkulu. 10 -14 % = Aceh. Tidak dapat dipungkiri. laju pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan yang semakin besar antara berbagai golongan penerima pendapatan. Jatim. Jumlah ini masih belum akurat karena sistem pendataan keluarga miskin yang kurang akurat dan tergesa-gesa dan dibuat untuk keperluan pendistribusian Kartu Kompensasi BBM. 20 ± 29 % = Jambi. 5 ± 9 % = Bali 03. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan dapat dikatakan 80% masyarakatnya dikategorikan sebagai keluarga miskin. antara satu wilayah dengan wilayah lainnya dan antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya. ada bermacam-macam . Tak hanya itu. 30 ± 34 % = NTB 07.

fasilitas WC. lantai rumah. untuk menghitung kemiskinan secara SUSENAS yakni berdasarkan kemampuan dalam mengkonsumsi makanana. 4. pakaian. 2100 kalori per bulan dikategorikan MISKIN. Sajogyo(1982) menetapkan tingkat kemiskinan sebagai berikut: Nyaris cukup pangan: apabila pendapatan perkapita pertahun setara dengan <240 kg beras di desa dan < 360 kg beras di kota. makan. Ketiga. Indikator Kemiskinan Ada beberapa indikator yang bersifat kuantitatif untuk menentukan kemiskinan dalam masyarakat. Tidak miskin apabila pendapatan perkapita pertahun di atas 480 kg beras di desa atau di atas 720 kg beras di kota. penguasaan teknologi dan informasi) Modal terbatas Tingkat pendapatan rendah. dinding rumah. Nilai tukar produksi orang miskin rendah Kualitas sumber daya yang dimilikI rendah Produktivitas kerja rendah(rendahnya pendidikan. seluruh keluarga tidak mampu makan dua kali sehari. lantai rumah dari tanah. 4. jumlah keluarga yang besar. 2. sistem adat-istiadat yang mengikat. dan lembaga-lembaga pembangunan di perdesaan belum berfungsi dengan baik. dan 2100 ± 2300 kalori perbulan termasuk kategori HAMPIR MISKIN Sedangkan yang bersifat kualitatif diajukan oleh Soekartiwi(1993) bahwa ciri-ciri orang miskin ialah: 1. 3. dan Tingkat partisipasi terhadap pembagunan rendah. air bersih. tidak mampu untuk berobat di kala sakit. tidak memiliki pakaian berbeda untuk di rumah. dan tabungan. Miskin apabila pendapatan perkapita pertahun 360480 kg di desa dan 540-720 kg beras di kota.900 kalori perbulan dikategorikanSANGAT MISKIN. Miskin sekali apabila pendapatan perkapita pertahun 240-360 kg di desa dan 360-540 kg di kota. yaitu: Pertama. misalnya: mengkonsumsi sebesar 1. seperti: luas rumah. rendahnya tingkat pendidikan sehingga sulit untuk mendapatkan pekerjaan. penerangan. 5.000/hari) Kelima. 8. tingkat pendidikan. misalnya kurangnya tanah subur sebagai sumber penghasilan. .sumber yang menyebabkan orang miskin. bekerja/sekolah dan bepergian. Keempat. Kedua. sumber penghasilan. mudahnya berkembang rentenir dan sistem ijon. proses pembangunan yang terpusat di perkotaan. Bank Dunia menyatakan bahwa orang miskin apabila penghasilannya kurang dari US$ 1/hari (sekitar Rp. Biro Pusat Statistik(BPS) menentukan 14 kriteria Rumah Tangga Miskin. BKKBN menyatakan bahwa orang miskin atau keluarga miskin apabila ia tidak dapat melaksanakan ibadah menurut agamanya. konsumsi daging. bahan bakar untuk memasak. 6.

budaya. manusia dan sarana prasana) yang saling pengaruh mempengaruhi. papan. hasil penambangan tradisional. perikanan.Masyarakat selama ini hanya mengandalkan transportasi sungai dan laut yang memakan waktu cukup lama dan berbahaya. Untuk mencoba mengalisis faktor penyebab kemiskinan di Kalimantan Tengah. seperti pertambangan.Keterbatasan sumber ekonomi baik kualitas maupun kuantitas. maka semakin rumitlah lingkaran kemiskinan. kegiatan pertambangan. kebijakan ekonomi yang tidak adil. 5.Hal ini penting karena tiap-tiap daerah dan tiap suku bangsa memiliki latar belakang penyebab kemiskinan yang berbeda.Kemudian dominasi para tengkulak dalam pembelian hasil karet. perkebunan. serta tatatanan perekonomian dunia yang cendrung menguntungkan kelompok masyarakat tertentu. perkebunan. Faktor lainnya yang juga berpengaruh adalah kurangnya tenaga penyuluh pertanian.Akibatnya masyarakat masih mengelolanya secara tradisional dan hasilnyapun kurang memuaskan bahkan sering rugi dan tidak kembali modal. Illegal Mining. saya akan menggunakan ketiga pendekatan tersebut. 5. . membuat kurangnya sumber-sumber usaha produktif.Keterisolasian tersebut disebabkan belum tersedianya infrastruktur jalan darat. kehutanan. dan perkebunan kelapa sawit.Tentang penyebab kemiskinan ini perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam melalui penelitian ilmiah. menimbulkan pengangguran yang terbuka dan terselubung. kesehatan dan pendidikan. dan perikanan. Illegal Fishing. ekonomi dan politik. Kemiskinan Struktural Kemiskinan Struktural kemiskinan yang berpangkal dari keterbatasan sumber(alam.Rendahnya produktivitas dan rendahnya pendapatan membuat rendahnya investasi di samping rendahnya kemampuan memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan. Faktor lainnya adalah akibat kegiatan Illegal logging. dan hasil nelayan. yaitu pendekatan budaya(cultural approach).Namun dari beberapa kriteria kemiskinan di atas belum ada yang secara gamblang menyatakan tentang penyebab kemiskinan itu sendiri. pendekatan struktural(structural approach) dan pendekatan alamiah(natural approach).Disamping itu kemiskinan struktural juga disebabkan oleh struktur masyarakatnya yang berpengaruh pada pemerataan dan keadilan dalam menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.1. sandang. Faktor utama penyebab kemiskinan struktural ini di Kalimantan Tengah adalah keterisolasian masyarakatnya dari berbagai akses sosial.Sebaliknya. rotan.Perbedaan ini pula sangat penting digarisbawahi untuk menentukan strategi pengentasan kemiskinan dimaksud. Misalnya Revisond Baswir(1999) mengatakan bahwa kemiskinan struktural adalah bentuk kemiskinan buatan manusia seperti distribusi aset produktif yang tidak merata.Selanjutnya. transmigrasi dan lain-lain. berbagai kebijakan pembangunan dari pemerintah yang justru memiskinkan dan memarjinalkan masyarakat. korupsi dan kolusi. rendahnya pendidikan dan kesehatan menyebabkan rendahnya pendapatan dan seterusnya. peternakan. Faktor Penyebab Kemiskinan Di Kalimantan Tengah Menurut Suprapta(2003) paling sedikit ada tiga pendekatan untuk memahami bentuk kemiskinan dalam masyarakat.

Di samping itu hutan tropis dan lahan gambut sebagai sumber mata pencaharian hidup masyarakat setiap tahun.Aspek alam yaitu bencana alam. membuat rendahnya pendapatan di pedesaan dan akhirnya mengakibatkan kemiskinan.2. perkebunan. manja pada alam dan lain-lain merupakan contoh lain penyebab kemiskinan kultural. sakit kronis dan menahun. kemiskinan Natural(alamiah) lebih banyak disebabkan oleh semakin terbatasnya lahan pertanian(ladang berpindah) oleh kegiatan HPH. berbatu-batu. sikap apatis dan ciri-ciri negatif lainnya. yaitu aspek alam dan aspek alamiah fisik manusia.3. Di samping itu kemiskinan secara kultural juga disebabkan oleh mentalitas dan budaya masyarakatnya yang sulit berubah dan diubah. taraf kesehatan juga rendah. Sedangkan dari aspek alamiah fisik manusia.Orientasi nilai budaya demikian dipengaruhi oleh budaya ekonomi subsisten. kurang kreatif dan inovatif. sikap kurang berani mengambil resiko. tanah tandus. pertambangan. khususnya pada musim kemarau banyak yang terbakar sehingga ikut memusnahkan kebun rotan. sikap apatis dan ciri-ciri negatif lainnya. terlalu banyak santai. berpasir sehingga lahan kurang mendukung untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. tidak bisa bersaing.Seperti Orientasi nilai budaya. budaya mengalah masih kuat. menyebabkan program pembangunan dan upaya peningkatan taraf hidup di pedesaan kurang berhasil. kurang tahan/berani untuk bekerja keras membuat beban ketergantungan tinggi. Sikap kurang mandiri. yaitu manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar manusiawinya akibat cacat tubuh. Di samping itu kebun karet dan kebun rotan banyak dikorbankan untuk perkebunan kelapa sawit. Illegal Logging. serta dan lanjut usia. ikatan keluarga besar. berorientasi sistem nilai budaya ke masa lalu dan masa kini. tidak memiliki bakat berbisnis dan spekulasi. Kemudian sifat boros. Seharusnya mereka memiliki oreintasi nilai budaya ke masa yang akan datang sehingga ada upaya untuk rajin dan tekun untuk bekerja keras. bahwa kebanyakan masyarakat tradisional/pedesaan masih berorientasi ke masa lalu dan masa kini. rendah pendidikan. banjir. malas.Kurangnya kepercayaan dan kecurigaan terhadap birokrasi.5. Kemiskinan Kultural Kemiskinan yang bersifat kultural disebabkan karena masih terdapat sikap kurang mandiri. Kemudian terlalu banyak santai atau kurang kreatif memanfaatkan waktu luang. tercermin dalam aksesibilitas pada program-program pembangunan. apatis dan pasrah dan lain-lain. Di Kalimantan Tengah. Faktor penyebab kemiskinan kultural di Kalimantan Tengah sudah tentu dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang mereka wariskan dari nenek moyang mereka. Kemiskinan Natural Dapat dilihat dari dua aspek. . dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup. keluarga besar(banyak anak). rajin menabung. kebun karet. tidak disipilin. masih terikat pada tradisi lama. lahan kritis. dan kekayaan fauna dan flora. dan transmigrasi.Ketergantungan pada alam sangat tinggi dengan mengandalkan pertanian dengan sistem perladangan berpindah di mana hasilnya dari tahun ketahun semakin menurun. tersisih oleh kegiatan pembangunan. kurang percaya terhadap birokrat. suka main judi dan minum baram/tuak. 5. tanah longsor. tidak bisa menabung.

SH dan Ir. perumahan dan prasarana pendukung. Semua undang-undang ini tidak memihak pada masyarakat. undang-undang No. pemberdayaan dan pengembangan kemampuan manusia yang berkaitan dengan perbaikan aspek usaha. adat-istiadat dan tradisi kearifan lokal masyarakatpun tergusur. lapangan kerja dan lain-lain untuk meningkatkan pendapatan. kawasan hutan untuk kegiatan pertanian dan perburuan semakin menyempit dan kesuburan lahan menurun drastis. 5 Tahun 1967 tentang Undang-Undang Pokok Kehutanan. pemberdayaan dan pengembangan kemampuan manusia yang berkaitan dengan aspek pendidikan. sehingga masyarakat selalu hidup dalam kemiskinan. Pengentasan Kemiskinan Di Kalimantan Tengah Upaya penanggulangan kemiskinan telah diatur dalam Keputusan Presiden(Keppres) No. Apa yang mereka rasakan adalah kepahitan dan kesengsaraan akibat ³pencurian´ kekayaan SDA yang dimiliki oleh masyarakat. Kekayaan SDA berkurang secara drastis. terisolasi dan jauh dari pusat pemerintahan masih belum menikmati hasil pembangunan secara merata dan adil. . dan perbaikan kebutuhan dasar tertentu lainnya. Pembangunan Infrastruktur. sungai dan danau sebagai sumber ikan tercemar. serta pembangunan yang tidak berpihak kepada masyarakat sehingga berakibat pemiskinan pada masyarakat. namun sebaliknya memiskinkan dan menyengsarakan masyarakat secara keseluruhan di seluruh pelosok tanah air. pemberdayaan dan pengembangan kemampuan manusia yang berkaitan dengan perbaikan aspek lingkungan. maka untuk Kalimantan Tengah beberapa bentuk program pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan adalah sebagai berikut: y PERTAMA. ´Membuka isolasi menuju Kalimantan Tengah yang sejahtera dan bermartabat´ adalah visi Pasangan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 yaitu Agustin Teras Narang.6. fluktuasi harga rotan dan harga karet adalah beberapa contoh nyata yang memiskinkan dan menyengsarakan masyarakat. Ketiga. hewan buruan di hutan berkurang. Jepang. dan Pemerintahan Orde Baru pada umumnya masyarakat lokal yang tinggal di daerah. 5 tahun 1960 tentang Agraria. Beberapa contoh kebijakan pemerintahan Orde Baru adalah berupa sejumlah undang-undang seperti Undang-Undang No. dan illegal mining. Kebijakan Pemerintah Yang dimaksud dengan kebijakan pemerintah adalah berbagai bentuk kebijakan politis dan pemerintahan. Sesuai dengan Keppres Nomor 8 Tahun 2002 tersebut. UndangUndang No. permukiman. hutan dan tanah gundul. Pemerintahan Orde Lama. Semua ini menghasilkan penderitaan dan kemiskinan bagi masyarakat. Kapankah pemerintah mengentaskan mereka dari kemiskinan yang sungguh sangat kronis ini? 7. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Sejak masa kolonial Belanda. Kedua. juga kebiasaan masyarakat seperti minum tuak/baram dan main judi. Tiga langkah yang disarankan oleh pemerintah: Pertama. dan lain-lain. Undang-undang No. H Achmad Diran. 8 Tahun 2002. Kasus illegal logging. 11 Tahun 1968 tentang pertambangan dan lainlain. Tujuan Keppres ini adalah untuk mengurangi angka kemiskinan di seluruh wilayah Republik Indonesia. kesehatan.

Akibat belum terbukanya jalan darat secara maskimal. Permasalahan ini dapat diatasi dengan program GURU KUNJUNG atau SD KECIL. Diharapkan di setiap desa/kelurahan yang cukup memadai jumlah penduduk dan kemajuannya harus sudah memilki Puskesmas Pembantu(PUSTU).y y y Saya rasa visi ini sangatlah tepat dan sangat vital karena infrastruktur. Keluarga Berencana. Pembangunan infrastruktur. Jalan darat juga akan mempercepat dan mempermudah akses pelayanan dasar(pendidikan. dan kritis terhadap masalah kehidupan yang ia hadapi. maka pelayanan di bidangpendidikanpun mengalami keterlambatan dan masalah. Misalnya sekali seminggu atau sekali sebulan tim medis berkunjung ke desa sasaran dengan pemberitahuan sebelumnya atau terjadwal agar masyarakat yang memerlukan pemeriksaan medis bisa berkumpul di sebuah tempat yang telah disepakati bersama. inisiatif. maka air akan mengalir ke mana-mana. Dengan dibukanya infrastruktur jalan darat. Kesehatan jasmani sangat penting bagi setiap orang agar ia mampu melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Pendidikan. pelayanan kesehatan perlu Gratis bagi masayarakat miskin yang terpencil. kecamatan dan hingga ke desa-desa sangat vital. Namun sesungguhnya Program KB ini berlaku untuk semua orang sebagai upaya untuk membangun suatu keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Pendidikan sangat penting untuk membuka wawasan seseorang. perekonomian) bagi masyarakat seluruh wilayah pedesaan di Kalimantan Tengah. membuat seseorang menjadi kreatif. Jalan darat juga membuka akses bagi para petani dan nelayan untuk memasarkan hasil produksi mereka. Jalan darat juga membantu memperlancar dan mempercepat arus barang dan jasa dari kota ke desadesa dan sebaliknya. Keterpencilan dan keterisolasian merupakan kendala mendasar bagi upaya pemerataan pelayanan kesehatan. pelayan di bidang kesehatan juga ditentukan oleh infrastruktur jalan darat. khususnya jalan darat yang menghubungkan ibukota provinsi dengan kabupaten. Program Keluarga Berencana selama ini seolah-olah hanya berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil. bantuan buku sekolah. Sama halnya dengan pelayanan pendidikan. Sama halnya dengan pelayanan pendidikan. Salah satu indikator Kemiskinan di Kalimantan Tengah adalah akibat terlalu banyak anak sehingga menemui kesulitan untuk memberi napkah dan membiyai . kesehatan. KEDUA. khususnya jalan darat ibarat membuka pintu air. Jalan darat merupakan urat nadi mobilitas sosial dan integrasi sosial yang sangat efektif. seragam dan sepatu(Pendidikan Gratis). Kesehatan. KEEMPAT. Kemudian penyuluhan juga harus gencar diberikan kepada masyarakat miskin di tepi pantai dan daerah pedalaman untuk memberikan nilai-nilai bahwa pendidikan itu penting bagi masa depan anak-anak mereka. Keterisolasian dan keterpencilan merupakan masalah khas bagi pelayanan pendidikan di Kalimantan Tengah. maka pelayanan di bidang pendidikan diharapkan mengalami pemerataan secara menyeluruh dan adil. Pelayanan pendidikan dasar bagi anak-anak kurang mampu di daearh terpencil/terisolasi harus menjadi prioritas dan mendapat bantuan secara khusus berupa beasiswa. KETIGA. Pustu juga bisa di bangun untuk beberapa desa yang berdekatan. Untuk desa-desa sangat terpencil/terisolasi bisa di lakukan dengan Dokter Kunjung.

dan di padukan dengan budaya modern dewasa ini. gotong royong dan lain-lain. Dengan menerapkan Program PM2L ( Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu ) Program Unggulan pemerintah untuk pengentasan Kemiskinan di Kalimantan Tengah. dan hukum adat dan hukum nasional. sehingga terwujud masyarakat desa sebagai pelaku pembangunan dapat menikmati hasil-hasil pembangunan sesuai dengan kerja dan sumbangan yang diberikannya pada proses pembangunan yang tengah berlangsung. (d)tidak ada buruh dan tidak ada majikan. Pendekatan yang dilakukan bisa melalui jalur pendidikan. Oleh karenanya setiap orang. mandiri. bersama. dikembangkan. (b)dikelola dengan cara-cara swadaya.y y y pendidikan bagi anak-anak mereka. Karena lingkup pekerjaannya mencakup kabupaten dan kota. Kearifan Budaya Lokal. sehingga penampung ikan hasil nelayan dibeli secara langsung oleh tengkulak di tengah laut dan harga ditentukan secara sepihak oleh tengkulak. Dan Program baru ini satu-satunya Program Pengentasan Kemiskinan yang dapat . menjaga kesehatan. dan terbuka. Misalnya beberapa desa Nelayan di Kalimantan Tengah masih belum memiliki koperasi. Pengembangan Ekonomi Rakyat yang didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang mengutamakan partisipasi aktif dari masyarakat pedesaan(miskin). Saya rasa koperasi sebagai wadah ´gotong royong´ para petani dan nelayan perlu digalakkan agar mereka secara bertahap terlatih mengelola suatu bisnis kecil-kecilan secara jujur. kerbau. Koperasi Petani dan Nelayan. Keraifan budaya lokal perlu didukung. dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya beserta keluarganya. agama. Kearifan budaya lokal merupakan tradisi yang diwariskan dari nenek moyang sebagai upaya untuk mempertahankan hidup. yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan dan taraf kehidupan masyarakat sekaligus menurunkan angka kemiskinan di Kalaimnatan Tengah. Menurut Mubyarto(1996) ekonomi rakyat memiliki ciri-ciri: (a) dilakukan oleh rakyat tanpa modal besar. KELIMA. terutama masyarakat miskin perlu di berikan kesadaran yang tinggi untuk membangun Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera melalui Program KB. Koperasi dewasa ini kelihatannya mengalami stagnasi karena banyak kegiatan Koperasi yang mengecewakan masyarakat. kambing.(c)bersifat mandiri. Misalnya bagaimana memelihara ikan di tambak/beje. Terbentuknya Ekonomi Rakyat di pedesaan merupakan prakondisi dari terciptanya masyarakat pedesaan yang maju. dan (e)tidak mngejar keuntungan. Program ini telah diuji coba selama satu tahun belakangan ini dan hasilnya sungguh luar biasa menggembirakan. kearifan budaya lokal di bidang ekonomi disebut dengan istilah Ekonomi Rakyat. memenuhi kebutuhan pokok. babi. Dalam istilah ekonomi. Kejujuran merupakan kunci utama pengelolaan koperasi. Memberikan penyuluhan bagi pertanian peladang berpindah untuk meningkatkan produksi dan lain-lain. Kesadaran untuk ber KB bagi semua orang harus dibangun melalui kesadaran dan beberapa kondisi objektif yang ada di sekitar mereka. KEENAM. memelihara ternak ayam. sejahtera dan adil. itik dan lain-lain. KETUJUH. sapi. Ekonomi rakyat adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat dengan swadaya mengelola sumber daya apa saja yangdapat dikuasainya setempat.

lebih dapat diterima oleh masyarakat pedesaan di Kalimantan Tengah. Achmad Diran . . Teras Narang SH dan Wakil Gubernur Ir. Oleh karenanya agak sulit bila menggeneralisasikan faktor penyebab kemiskinan pada semua suku bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia. Program dari Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yaitu A. budaya. misalnya. Namun demikian berbagai konsep dan teori tentang kemiskinan akan sangat bermanfaat untuk memahami kemiskinan itu sendiri sebagai acuan untuk penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan secara adil dan meningkatkan kesejahtaraan hidup masyarakat. Kemudian program pembangunan harus sinergi dengan potensi sosial. karena sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. dan tindak lanjut program. dan ekonomi masyarakat setempat. mungkin ada kesamaan dan mungkin pula banyak perbedaannya bila dibandingkan dengan faktor penyebab kemiskinan di Kalimantan Timur. Penutup Faktor penyebab kemiskinan beranekaragam. evaluasi program. Demikian bila ingin merumuskan strategi pengentasan kemiskinan. pelaksanaan. 8. Kegiatan pembangunan dalam era Otonomi Daerah adalah meningkatkan partisipasi aktif seluruh masyarakat mulai dari perencaan.mengakomodir semua permasalahan tentang kemiskinan kearah perubahan yang lebih baik yaitu pemenuhan kebutuhan yang memadai. Pembangunan secara umum dalam era Otonomi Daerah ini seharusnya mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal(kearifan lokal) agar program pembangunan yang dilaksanakan betul-betul sesuai dengan aspirasi dan budaya masyarakat setempat dan pada akhirnya pembangunan itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. H. Faktor penyebab kemiskinan di Kalimantan Tengah.

SARAGIH RAMLY FREDY CKRISWANTO (150510100110) (150510100125) (150510100129) (150510100136) AGROTEKNOLOGI-C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2011 .Program pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan di Kalteng Tugas untuk memenuhi Mata Kuliah Sosiologi Pertanian Oleh : Kelompok III MUHAMMAD RAJAB S MUHAMMAD FAUZI CHRISTYANDO R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful