P. 1
Smp9ipa AlamSekitar Diana

Smp9ipa AlamSekitar Diana

|Views: 24,355|Likes:
Published by Jejen Jaelani

More info:

Published by: Jejen Jaelani on May 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

Penerapan bioteknologi sudah dilakukan orang sejak
dulu, misalnya dalam pembuatan makanan fermentasi dan
pembuatan obat. Makanan dan minuman hasil fermentasi,
seperti tempe, tape, bir, yoghurt, dan cuka. Dengan biotek-
nologi dihasilkan obat-obatan, seperti vaksin hepatitis,
antibiotik, dan hormon insulin. Tahun 1797, Edward Jenner
menggunakan mikroorganisme hidup untuk menghasilkan
vaksin penyakit cacar. Beberapa penerapan bioteknologi oleh
para ahli dapat kamu lihat pada tabel berikut.
Tabel 6.1 Perkembangan Penerapan Bioteknologi

Info

Vaksin adalah bibit
penyakit yang sudah
dilemahkan untuk
digunakan sebagai obat
vaksinasi.

No.

Tahun

Penerapan Bioteknologi

1.

1750 - 1850

Orang telah menggunakan cara penanaman kacang-kacangan
secara bergantian sehingga tanah menjadi subur.

2.

1850

Makanan hewan dan baja kimia telah dihasilkan.

3.

1856

Gregor Mendel berhasil menyilangkan sifat-sifat tanaman
kacang kapri.

4.

1864

Louis Pasteur menemukan bahwa mikroorganisme bisa dima-
tikan.

5.

1893

Robert Koch menciptakan teknik mengkultur bakteri.

6.

1928

Alexander Fleming menemukan penisilin.

7.

1953

Watson dan Crick mengemukakan struktur DNA

8.

1973

Gen diambil dan dipisahkan dari sel.

9.

1996

Ian Wilmut dan teman-teman berhasil mengkloning hewan.

Bab 6 - Bioteknologi

93

Saat ini, bioteknologi dapat digunakan untuk mendeteksi
penyakit pada seseorang secara dini. Bioteknologi dibagi
menjadi dua macam, yaitu bioteknologi sederhana (konven-
sional) dan bioteknologi modern.
Dalam bioteknologi, manusia memanfaatkan sel hewan
dan sel tumbuhan atau mikroorganisme, misalnya jamur,
bakteri, dan kapang. Penerapan bioteknologi didukung
oleh berbagai ilmu, seperti mikrobiologi (cabang biologi
yang mempelajari mikroba atau jasad renik), biologi sel
(mempelajari sel), genetika (cabang biologi yang mempelajari
sifat-sifat keturunan), dan biokimia (cabang ilmu kimia yang
mempelajari aspek kimia pada makhluk hidup).

1. Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang
menggunakan organisme atau mikroba untuk menghasilkan
suatu senyawa kimia atau produk dengan aktivitas-aktivitas
mikroba dan belum menggunakan enzim.
Ciri-ciri bioteknologi konvensional adalah:
a) Dikenal sejak awal peradaban manusia.
b) Menggunakan secara langsung hasil yang diproduksi
organisme atau mikroorganisme berupa senyawa kimia
atau bahan pangan tertentu yang bermanfaat bagi
manusia.
c) Peralatan yang digunakan sederhana.
d) Pemanfaatan mikroorganisme terbatas.

2. Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern merupakan bioteknologi
yang memanfaatkan biologi molekuler dan sel untuk
menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia.
Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada rekayasa
genetika dan rekayasa biokimia.
Rekayasa genetika adalah teknik pengambilan gen
tertentu untuk menghasilkan organisme yang memiliki
keunggulan secara genetik. Sedangkan, rekayasa biokimia
seperti penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan
mikroorganisme untuk proses biologis tertentu supaya tidak
terkontaminasi mikroorganisme lain.
Ciri-ciri bioteknologi modern adalah:
a) Mulai berkembang sejak ditemukan DNA.
b) Organisme atau mikroorganisme digunakan untuk
memperbaiki serta meningkatkan kinerja genetik suatu
organisme yang bermanfaat bagi manusia.

Pikirkanlah

Jelaskan perbedaan
antara bioteknologi
modern dan bioteknologi
konvensional!
Diskusikanlah dengan
teman sebangkumu!

!

Sahabatku,
Ilmuwan

Louis Pasteur (1822
- 1895) dilahirkan
di Dôle pada 27
Desember 1822.
Pada 1847, ia
mendapat gelar
doktor di ÉCole
Normale di Paris,
dengan fokus pada
ilmu fisika dan
ilmu kimia. Pasteur
merupakan ahli
ilmu biologi dan ahli
kimia dari Prancis
yang menemukan
ilmu pengetahuan
mikrobiologi,
membuktikan
teori penyakit,
menemukan proses
sterilisasi, dan
mengembangkan
vaksin untuk
beberapa penyakit,
termasuk penyakit
rabies.

Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX

94

c) Peralatan yang digunakan sudah modern.
d) Pemanfaatan mikroorganisme ditambah dengan
teknologi modern.

B. Peranan Mikroorganisme dalam Bioteknologi

Penerapan bioteknologi dalam kehidupan, biasanya
menggunakan mikroorganisme. Mikroorganisme memiliki
peranan yang sangat penting dalam pengembangan
bioteknologi di berbagai bidang kehidupan. Peranan
mikroorganisme dalam berteknologi adalah sebagai
berikut.

1. Penghasil Makanan atau Minuman

Mikroorganisme dapat dimanfaatkan untuk membuat
tempe, oncom, makanan, tuak, cuka, dan kecap. Saat ini,
pembuatan bahan makanan tersebut dikembangkan secara
ilmiah dengan menggunakan teknologi yang lebih maju
sehingga menghasilkan produk yang berkualitas, seperti
bir, anggur, yoghurt, roti, keju, dan nata de coco. Proses
pembuatan tempe masih perlu ditingkatkan dengan berbagai
penelitian karena tempe memiliki kandungan zat gizi tinggi,
terutama protein nabati dan memiliki beberapa khasiat
antara lain menurunkan kolesterol darah.

Gambar 6.2 Makanan yang dihasilkan dengan bioteknologi

Sumber: google.co.id

Beberapa jamur juga dapat digunakan menghasilkan zat
warna, misalnya jamur Neurospora sitophila sebagai penghasil
warna merah dan orange, digunakan untuk membuat
oncom. Bahan pewarna yang alami untuk makanan lebih
aman dibandingkan pewarna sintetik karena pada umumnya
pewarna sintetik dapat menyebabkan keracunan.
Contoh mikroorganisme yang berperan dalam
pembuatan produk makanan, antara lain:
a. Rhizopus oligospurus (pembuatan tempe)
b. Acetobacter xylinum (pembuatan nata de coco)

Bab 6 - Bioteknologi

95

c. Saccharomyces cerevisiae (pembuatan roti dan tapai)
d. Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti (keju)
e. Aspergillus wentii (pembuatan kecap)
f. Lactobacillus bulgaricus (keju dan yoghurt)

Gambar 6.3 Mikroorganisme yang membantu pembuatan
produk makanan

Saccharomyces cerevisiae

Lactobacillus bulgaricus

Sumber: google.co.id

2. Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)

Mikroorganisme, seperti ganggang, jamur, maupun
bakteri, dapat menghasilkan protein. Protein ini berada di
dalam sel, bukan merupakan bahan yang disekresikan oleh
sel.

a. Kelebihan PST

PST sangat menguntungkan karena dapat digunakan
sebagai sumber protein. Hal ini disebabkan karena:
1) Secara umum, organisme dapat membelah diri dengan
cepat.
2) Tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.
3) Dapat hidup di tempat limbah buangan, seperti selulosa,
limbah minyak bumi, atau limbah organik yang lain.
4) Mikroorganisme fotosintetik seperti ganggang dapat
memanfaatkan energi cahaya untuk digunakan sebagai
penghasil PST.
Contoh protein sel tunggal adalah Spirulina dan

Chorella.

Info

PST dapat hidup
di tempat limbah
buangan, seperti
selulosa, limbah minyak
bumi, atau limbah
organik yang lain.

Gambar 6.5 Chlorella

Gambar 6.4 Spirulina

Sumber: google.co.id

Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX

96

b. Kekurangan PST

Ada beberapa kekurangan PST, antara lain:
1) PST mempunyai dinding sel yang terdiri atas selulosa,
khususnya ganggang, sedangkan manusia tidak dapat
mencerna selulosa.
2) PST yang dihasilkan kurang menarik, seperti jeli.
3) Kandungan asam nukleat (DNA dan RNA) dari PST
cukup tinggi dan sulit dicerna serta dapat menimbulkan
asam urat.

3. Penghasil Zat-Zat Organik

Beberapa mikroorganisme dapat menghasilkan zat-zat
organik, seperti etanol, asam cuka, asam sitrat, aseton, dan
gliserol. Zat-zat organik itu dapat digunakan untuk berbagai
keperluan, misalnya sebagai bahan minuman.

Gambar 6.6 Zat-zat organik

Sumber: google.co.id

(a) Etanol

(b) Aseton

Untuk menghasilkan etanol (alkohol) dibutuhkan sel-sel
ragi dengan bahan baku karbohidrat, seperti singkong dan
beras. Adapun proses pembuatannya sering disebut dengan
istilah fermentasi (proses peragian). Proses ini berlangsung
secara anaerobik dan menghasilkan karbon dioksida dalam
bentuk gelembung udara.

4. Penghasil Obat

Berbagai macam mikroorganisme bermanfaat sebagai
penghasil obat-obatan, contohnya Penicillium menghasilkan
zat antibiotik yang mematikan mikroorganisme lain, disebut
penisilin. Penisilin sangat penting karena dapat memberantas
berbagai penyakit infeksi. Namun, ada beberapa jenis bakteri
yang kebal terhadap penisilin karena dapat menghasilkan
enzim yang dapat menghambat kerja penisilin.

Gambar 6.7

Penicillium

Sumber: google.co.id

Bab 6 - Bioteknologi

97

5. Pemisahan Logam dari Bijihnya

Bakteri kemolitotrof merupakan salah satu bakteri
yang mampu memisahkan logam dari bijihnya. Bakteri ini
hidup dari zat-zat anorganik, seperti besi dan belerang, dan
memperoleh energi dari pemecahan bahan kimia tersebut.
Energi tersebut digunakan untuk sintesis karbon dioksida
dan air menjadi zat-zat organik. Proses sintesis ini dikenal
dengan sebutan kemosintesis. Salah satu contoh bakteri
pemisah logam ini adalah bakteri Thiobacillus ferooxidans
yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga dari bijih
tembaga. Bakteri ini tumbuh subur dalam suasana asam
dan tanpa zat organik.
Proses pemisahannya sebagai berikut:
1) Bijih logam tembaga berkualitas rendah yang dikenal
sebagai larutan peluluh, ditimbun. Disinilah banyak
ditemukan bakteri.
2) Kemudian, ke dalam larutan itu ditambahkan larutan
asam sulfat sehingga terjadi reaksi antara tembaga dan
asam sulfat membentuk tembaga sulfat (CuSO4).
3) Setelah itu, logam besi ditambahkan ke dalam larutan
tersebut sehingga besi akan bereaksi dengan tembaga
sulfat untuk melepaskan tembaga tersebut.
4) Melalui proses tersebut diperoleh tembaga murni yang
telah terpisah dari bijihnya. Seluruh proses itu dibantu
oleh bakteri Thiobacillus ferrooxidans.

6. Penghasil Energi

Saat ini, persediaan bahan bakar makin menipis.
Oleh karena itu, para ahli berusaha mencari solusi untuk
menyelesaikan masalah energi melalui bioteknologi
sehingga dapat diperoleh energi yang aman dan tersedia
secara lestari.

Salah satu energi yang dikembangkan melalui
bioteknologi saat ini adalah biogas. Biogas merupakan gas
metana yang diproduksi oleh mikroorganisme di dalam
medium kotoran ternak.
Kotoran ternak dicerna oleh mikroorganisme menjadi
gas metana yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah
sebagai penghasil energi. Sedangkan, limbahnya dapat
digunakan sebagai pupuk.
Cara pembuatannya adalah campuran kotoran ternak
dan air dimasukkan pada tangki pengumpul, kemudian
diaduk. Setelah rata, tangki pengumpul dimasukkan ke
dalam tangki pencerna.

Gambar 6.8

Thiobacillus ferooxidans

Sumber: google.co.id

Gambar 6.9

Biogas

Sumber: google.co.id

Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX

98

7. Pengurai Limbah

Pengolahan limbah secara biologis merupakan
pengolahan limbah dengan menggunakan bakteri untuk
mencerna limbah tersebut. Pengolahan limbah dengan cara
ini tidak membutuhkan biaya yang besar dan lebih ramah
lingkungan.

Limbah industri harus diolah terlebih dahulu melalui
Unit Pengolahan Limbah (UPL) sebelum dikeluarkan ke
lingkungan agar tidak terjadi pencemaran. Dalam UPL
biologis, bakteri pencerna dimasukkan ke dalam bak berisi
limbah yang diberi aerator (alat pemasok udara) untuk
memasukkan oksigen yang berguna untuk pernapasan
bakteri secara aerobik. Limbah akan terurai dan dapat
dibuang ke lingkungan setelah air dipisahkan dari endapan
limbah yang tidak berbahaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->