Hasan Muslih Hadi (2715086655

)

Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Unsur ekstrinsik ini meliputi: latar belakang kehidupan penulis, keyakinan dan pandangan hidup penulis, adat istiadat yang berlaku pada saat itu, situasi politik (persoalan sejarah), ekonomi, dsb. Sementara unsur intrinsik terdiri atas: A. Tokoh Adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa/kejadian dalam berbagai peristiwa cerita. Tokoh bisa berwujud manusia, binatang, tumbuhan atau benda-benda yang diinsankan. (Pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita disebut tokoh menurut Aminuddin, 2004:79) Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi : 1. Tokoh sentral Tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita, yang dibagi lagi menjadi : a. Tokoh sentral protagonis. Tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif. b. Tokoh sentral antagonis. Tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif. 2. Tokoh bawahan Tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu : a. Tokoh andalan. Tokoh bawahan yang menjadi kepercataan tokoh sentral (protagonis atau antagonis). b. Tokoh tambahan. Tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita. c.Tokoh lataran. Tokoh yang berfungsi sebagai latar cerita saja. B. Penokohan Adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. (Albertime Minderop (2005:2) mengartikan penokohan sebagai karakterisasi yang berarti metode melukiskan watak para tokoh yang terdapat dalam suatu karya fiksi). Beberapa metode penyajian :
Universitas negeri jakarta (2011)

seperti: mereka dan dia. antara lain: minat pribadi. Tema ada yang dinyatakan secara eksplisit (disebutkan) dan ada pula yang dinyatakan secara implisit (tanpa disebutkan tetapi dipahami). b. Universitas negeri jakarta (2011) . pengarang dipengaruhi oleh beberapa faktor.  Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata ‘kamu’ atau ‘Anda. Dalam menentukan tema. Tema dalam banyak hal bersifat ”mengikat” kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. Sudut pandang (point of view) Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya. Atau gampangnya. tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Metode dramatik/tak langsung/ragaan. terutama bagaimana ia bersikap dalam situasi kritis. ide. percakapan. Adapun menurut Jakob Sumardjo dan Saini KM. 4) Melalui pikiran-pikirannya 5) Melalui penerangan langsung C. dan keinginan penerbit atau penguasa. Penyajian watak tokoh dengan cara memaparkan watak tokoh secara langsung. yaitu penyajian watak tokoh melalui pemikiran. tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. Karena itu.’ Teknik ini jarang dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita. termasuk pula berbagai unsur intrinsik yang lain. 3) Melalui penggambaran fisik tokoh. Metode analitis/langsung/diskursif. konflik serta situasi tertentu. selera pembaca.  Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti orang ketiga. Dari ucapan kita dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua. orang berpendidikan. kasar atau halus. 2) Melalui ucapana-ucapannya. sesuatu yang menjiwai cerita. Tema Gagasan.  Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita. wanita atau pria. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca tidak mengetahui segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. yaitu: 1) Melalui apa yang diperbuatnya. Tema merupakan jiwa dari seluruh bagian cerita. Keuntungan dari teknik ini adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita. ada lima cara menyajikan watak tokoh. atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita.Hasan Muslih Hadi (2715086655) a. D. ini ditandai dengan penggunaan kata “aku”. dan lakuan tokoh yang disajikan pengarang. Bahkan dapat pula dari penampilan fisiknya serta dari gambaran lingkungan atau tempat tokoh. tindakan-tindakannya.

konflik ini ditandai dengan gejolak yang timbul dalam diri sendiri mengenai beberapa hal seperti nilai-nilai. Latar (setting) Latar adalah segala keterangan. serta status sosial. disamping ada tema sentral. keyakinan. cara berpikir dan bersikap. ruang. Plot (Alur) Jalan cerita dari awal sampai selesai  Eksposisi : penjelasan awal mengenai karakter dan latar( bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan)   Klimaks : puncak konflik/ ketegangan Falling action: penyelesaian H.Hasan Muslih Hadi (2715086655) Dalam sebuah karya sastra. Konflik Konflik adalah pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita dan . Latar sosial bisa mencakup kebiasaan hidup. mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Konflik ini merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot. mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Universitas negeri jakarta (2011) . pengacuan yang berkaitan dengan waktu. Contoh: burung gagak (kematian). Latar waktu. seringkali ada pula tema sampingan. Latar tempat. adat istiadat. b. Latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok: a. Tema sentral adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita. Latar sosial. tradisi. pandangan hidup. suasana. yang dibagi dalam dua garis besar: Konflik internal Individu-diri sendiri: Konflik ini tidak melibatkan orang lain. petunjuk. E. Adapun tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema sentral. berhubungan dengan masalah ‘kapan’ terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Simbol Simbol digunakan untuk mewakili sesuatu yang abstrak. Kekuatan karakter akan terlihat dalam usahanya menghadapi gejolak tersebut Konflik eksternal Individu – Individu: konflik yang dialami seseorang dengan orang lain Individu – alam: Konflik yang dialami individu dengan alam. Ada empat macam konflik. F. Konflik ini menggambarkan perjuangan individu dalam usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran alam. dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. G. c.

Gaya bahasa dapat menciptakan suasana yang berbeda-beda: berterus terang.Hasan Muslih Hadi (2715086655) Individu. amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam tingkah laku atau peristiwa yang terjadi pada tokoh menjelang cerita berakhir. adegan peperangan dan lain-lain. dan sebagainya. J.Lingkungan/ masyarakat : Konflik yang dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya. anjuran. simpatik. menjengkelkan. nasehat. karena pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada di sekitamya. Sebagaimana tema. peringatan. Amanat Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. saran. diksi bukanlah satu-satunya hal yang membentuk gaya bahasa. atau larangan yang berhubungan dengan gagasan utama cerita. Pengolahan bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Universitas negeri jakarta (2011) . Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan yang khas bagi setiap pengarang. I. Bahasa dapat menciptakan suasana yang tepat bagi adegan seram. dan dapat pula disampaikan secara eksplisit yaitu dengan penyampaian seruan. Namun. emosional. satiris. Gaya seorang pengarang tidak akan sama apabila dibandingkan dengan gaya pengarang lainnya. adegan cinta. Gaya bahasa Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful