METABOLISME MIKROORGANISME Mikroorganisme terdiri dari beberapa kelas. Bakteri dan yeast adalah contoh mikroorganisme.

Mikroorganisme dalam hidupnya melakukan aktivitas metabolisme. Metabolisme mikroorganisme merupakan proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh mikroorganisme. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Dalam metabolisme mikroorganisme, energi fisik atau kimiawi dikonversi menjadi energi melalui metabolisme mikrorganisme dan disimpan dalam bentuk senyawa kimia yang disebut adenosine 5′-triphospate (ATP). Berikut ini adalah struktur ATP.

Energi yang tersimpan dalam bentuk senyawa ATP dapat diperoleh oleh mikroorganisme melalui hidrolisa. Energi yang diperoleh dari melalui proses atau reaksi kimia disebut sebagai free energy atau energi bebas (G). Pada reaksi yang melepaskan energi, maka harga G adalah negatif, sedangkan pada reaksi yang memerlukan energi, maka harga G adalah positif. Energi hasil metabolisme disimpan oleh mikroorganisme dalam bentuk senyawa phosporyl. ATP terbentuk dari reaksi antara adenosine 5′-diphospate (ADP) dengan phospat anorganik, membentuk ikatan phosporyl sebagai berikut (Horan, 1991): ADP3- + Pi + H+ → ATP4- +H2O ΔG= +30 kJ/mol (1) Reaksi diatas menunjukkan proses katabolisme, yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia sebesar 30 kJ yang tersimpan dalam senyawa organik. ATP yang telah tersintesa tersebut disimpan di dalam sel untuk digunakan bila diperlukan. Energi yang tersimpan tersebut dikeluarkan melalui hidrolisa ikatan phosporyl dalam suatu reaksi yang merupakan kebalikan dari reaksi (1), yaitu sebagai berikut: ATP4- +H2O → ADP3- + Pi + H+ ΔG= -30 kJ/mol (2) Reaksi diatas merupakan proses anabolisme, yaitu pembentukan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi sebesar 30 kJ/mol. Kedua reaksi di atas terjadi karena katalisa enzim ATPase.

Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan

 Enzim dipengaruhi oleh pH.  Banyak enzim yang dapat bekerja bolak-balik  Enzim tidak tahan temperature yang agak tinggi. pembentukan karbohidrat yang membutuhkan energi dan sintetis protoplasma. Bahan baku proses anabolisme adalah zat makanan. Anabolisme : penyusunan/pengambilan zat makanan. Terdapat dua tipe enzim : eksoenzim(enzim ekstraseluler) dan endoenzim (enzim intraseluler) Fungsi utama dari eksoenzim adalah melangsungkan perubahan-perubahan pada nutrien di sekitarnya sehingga memungkinkan nutrien tersebut memasuki sel. Metabolisme sendiri didefinisikan sebagai semua reaksi kimia yang terjadi dalam sel (endoenzim) dan luar sel (eksoenzim) dimana pada luar sel.  Enzim merupakan protein  Enzim bekerja secara khusus.Metabolisme Bakteri Seperti yang tertulis sebelumnya bakteri dalam hidupnya melakukan aktivitas metabolisme. Bila bergabung. Khasnya satu molekul enzim dapat mengkatalisa perubahan 10 sampai 1000 molekul substrat per detik. bakteri menggunakan enzim yang dari dalam bakteri untuk bermetabolisme. Contoh: Enzim amilase menguraikan zat pati menjadi unit-unti gula yang lebih kecil sedangkan endoenzim mensintesis bahan seluler dan menguraikan nutrient untuk menyediakan energi yang dibutuhkan oleh sel. Di bawah ini merupakan sifat-sifat umum biokatalisator. dan oleh hasil akhir  Banyak enzim memerlukan pembantu yang disebut koenzim. beberapa jenis bakteri diekspresikan melalui didnding sel dan dapat berfungsi di luar sel. Mg dan Fe. setiap enzim yang dihasilkan makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang sama. Kegiatannya sangat dipengaruhi oleh suhu. untuk pengubahan suatu zat tertentu diperlukan enzim yang tertentu pula. Katabolisme: penguraian bahan organic kompleks menjadi bahan organic yang lebih sederhana. substrat. Anabolisme Proses anabolisme disebut juga proses biosintesis. Berikut adalah komponen-komponen yang terdapat dalam proses anabolisme. Enzim dan zat makanan Enzim merupakan substansi yang ada dalam sel dalam jumlah yang amat kecil dan mampu menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang berkaitandengan proses-proses seluler dan kehidupan. Nama lain dari enzim adalah fermen. Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . hal ini berbeda dengan nutrisi karena di dalam proses biosintesis diperlukan sumber energy. suhu. Bagian proteinnya disebut apoenzim. Tujuan metabolisme agar bakteri dapat bertahan melangsungkan fungsi hidup. Perlu diketahui. Selain dihasilkan di dalam sel. pembentukan energi dengan menguraikan karbohidrat melalui reaksi oksidasi substrat 2. Metabolisme mikroorganisme dapat dibagi dalam dua kelompok. Enzim adalah katalis hayati yang berfungsi untuk mempercepat berlangsungnya reaksi kimiawi tanpa enzim itu sendiri terkonsumsi atau berubah setelah reaksi selesai dan katalis bekerja secara spesifik yakni hanya untuk suatu jenis reaksi tertentu saja. yaitu: 1. konsentrasi. kedua bagian tersebut membentuk enzim yang lengkap dinamakan holoenzim. yang dapat berupa zat anorganik seperti K. misalnya heksokinase mengkatalisis fosforilasi glukosa dan heksosa (senyawa gula sederhana) di dalam sel.

Enzim dehidrogenase mengubah zat-zat organic menjadi hasil-hasil oksidasi. esterase. enzim yang menguraikan pectin menjadi asam pectin. dan proteinase Karbohidrase Karbohidrase adalah enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat. Ion-ion ini dianggap koenzim organik atau kofaktor Koenzim+Kofaktor → enzim aktif Enzim bersifat tidak stabil. Enzim oksidase terbagi dalm kelompok kecil enzim dehidrogenase dan katalase. fosfat. enzim yang menguraiakan selulosa menjadi selobiosa Esterase. Transferase Enzi mini mentransfer gugusan fungsional meliputi amino. dll. 2(CHO)n + nH₂O → nC₂H₄O₃ Maltase. misalnya kalau dibiarkan di dalam suhu kamar dalma waktu yang relatif cepat. Beberapa diantaranya menjadi tidak aktif oleh karena perubahan-perubahan yang amat kecil di sekitarnya. enzim yang mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa Pektinase. enzim yang menguraikan maltose menjadi glukosa CHO + H₂O → 2CHO Laktase. reaksi di bawah ini. Mn²+. enzim hidrolase terbagi atas kelompok kecil enzim karbohidrase. enzim katalase menguraikan hydrogen peroksida menjadi air c. Sukrase. Aktivitasnya dapat berkurang dengan nyata atau hancur oleh berbagai kondisi fisik atau kimiawi. Hidrolase Merupakan sekumpulan enzim yang menguraikan suatu zat dengan pertolongan air. Fe²+) untuk menjadi teraktivitasi. Esterase adalah enzim-enzim yang memecah golongan ester       Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . Enzim ini terbagi menjadi enzim oksidase dan enzim reduktase. Jadi terdapat banyak enzim yang membutuhkan penambahan ion logam (Mg²+. Macam-macam enzim yang terdapat dalam reaksi anabolisme a. enzim yang menguraikan amilum menjadi maltose. Berdasarkan substrat yang diuraikan. metal. Menurut jenis karbohidrat yang diuraikannya. Oksidareduktase Reaksi katalitiknya adalah dalam reaksi transfer elektron.Dalam beberapa kasus. b. kelompok ini di bagi dalam beberapa bagian: Amilase. Contoh enzim ini adalah enzim transaminase yang bertugas memindahkan gugusan amina dari suatu asam amino ke suatu asam organic sehingga hasil terakgir ini berubah menjadi suatu asam amino. bagian non-protein enzim dapat berupa logam misalnyabesi pada enzim katalase. enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa Selulase.

Ligase Enzi mini berperan dalam pembentukan ikatan disertai pemecahan atau penambahan ATP (adenosine trifosfat) f. Dalam melakukan katabolisme maupun anabolisme. mikroorganisme membutuhkan energi. Energi yang digunakan bakteri dalam metabolismenya diperoleh melalui reaksi redoks. Isomerase Enzi mini berperan dalam reaksi pengubahan suatu senyawa menjadi isomer (isomerasi) Katabolisme Katabolisme merupakan reaksi kimiawi yang membebaskan energi melalui perombakan nutrient disebut juga reaksi disimilasi. enzim yang menguraikan peptide menjadi asam amino Renin. enzim yang menguraiakan kasein dari susu Gelatinase. seperti: Peptidase. enzim yang menguraikan lemak menjadi asasm lemak dan gliserol Protease Protease adalah enzim-enzim yang menguraikan golongan protein. Pada reaksi oksida. Liase Enzim ini adalah reaksi katalitik penambahan ikatan ganda pda molekul dan juga pengusiran gugusan kimiawi e. Terdapat dua macam energi yang digunakan oleh makhluk hidup 1. Pada umumnya reaksi oksidasi dikatalis oleh enzim dehidrogenase secara biologi. enzim yang menguraikan suatu ester sehingga terlepas dari asam fosfat Lipase. Mikroba heterotrofik non fotosintetik memperoleh energinya dari proses oksidase senyawasenyawa anorganik. serta sitokrom. Terdapat carier yang mentransfer elektron menuju oksigen seperti quinon. Dalam kehidupan sehari-hari makhluk hidup memerlukan energi. flavoprotein. Sinar Matahari disebut dengan Organisme fotosintetis Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . hal ini dikarenakan elektron yang dilepaskan pada reaksi oksidasi tidak dapat bebas sehingga reaksi reduksi pun terjadi dengan tujuan menangkap elektron bebas sehingga terjadilah pembentukan energi. Pada reaksi oksidasi ini terjadi fosforilasi oksidatif dimana pada saat elektron mengandung energi tinggi ditransfer ke dalam serangkaian transport elektron sampai pada akhirnya ditangkap oleh oksigen atau oksidan anorganik lainnya sehingga oksigen akan tereduksi menjadi H₂O. Reaksi reduksi terjadi ketika reaksi oksidasi terjadi. enzim yang menguraikan gelatin d. terjadi pelepasan elektron. Enzim dehidrogenase mentransfer proton dan elektron kepada aseptor elektron intermediate misalnya NAD+ dan NADP+ yang selanjutnya diubah menjadi NADH dan NADPH. Mikroba fotosintetik memperoleh energinya dari cahaya.  Fosfatease. energi yang dilepaskan menjadi tersedia dalam melangsungkan kerja biologis. Bila sel merombak ikatan-ikatan kimiawi tertentu selama metabolisme.

Reaksi yang terjadi. Berdasarkan senyawa oraganik yang dioksidasinya untuk menghasilkan energi. Pada type ini diperlukan suplai senyawa organik sebagai donor hidrogennya. Nitrosomonas : 2NH₄Cl + 3O₂ → 2HNO₂ + 2HCl + 2H₂O Oksidasi senyawa mengandung Fe. Setelah ATP masuk ke dalam sel.Siderocapsa:4FeCO₃+O₂ + 6H₂O→ 4Fe(OH)₃ + 4CO₂ Oksidasi sulfur. Thiobacillus : 2S + 3O₂ + 2H₂O → 2H₂SO₄ Oksidasi nitrit. Nitrobacter : 2NaNO₂ + O₂ → 2NaNO₃ Terdapat beberapa bakteri yang dapat melakukan metabolisme heterotrof. Pada oksidasi senyawa kimia. air tidak digunakan dalam fotosistem II untuk memfotolisis H₂O. reaksinya. yang dihasilkan oksidasi sulfut dan amino. yaitu: Oksidasi Hidrogen : 2H₂ + O₂ → 2H₂O Oksidasi Amonia. Oksidasi senyawa kimia disebut dengan Organisme Kemosintetis atau Aututrofik. bakteri kemoautotrof dapat dikelompokkan menjadi beberapa generasi. yang diperlukan untuk mengubah CO₂ menjadi material sel. H₂O dikenal sebagai reduktan sehingga O₂ tidak pernah dihasilkan dalam fotosintetis. Bakteri menggunakan CO₂ sebagai sumber karbon. Bakteri melakukan metabolisme dengan bantuan senyawa kimia. Klorofil → H₂O + (CH₂O)n + O₂ CO₂ + 2H₂O + Sinar matahari  Pada reaksi ini terjadi dua fotosistem(PS). yakni I dan II. Fotosintetis terdiri dari dua tipe: Fotosintesis tipe Cyanobacteria Terjadi pada tanaman tingkat tinggi. Energi dan NADPH. proses penangkapan energi terjadi dengan proses transfer elektron. Potensial pH yang terjadi pada reaksi ini dikonversi di dalam ikatan fosfat dan kemudian proton tersebut masuk kembali ke dalam sel melalui chanel proton pada saat terdapat energi yang tinggi. Aliran elektron dari PS II ke PS I (noncyeclic phosphorilation): NADP+ →NADPH Fotosintesis type Noncyanobacteria Pada tipe ini. Peristiwa ini terjadi pada keadaan anaerob. pola biosintesis dalam sel analog dengan organisme fotosintesis. diperoleh melalui oksidasi senyawa kimia. Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . Metabolisme Heterotrof oleh Bakteri Bakteri heterotrof artinya bakteri yang kehilangan kemampuan untuk mensintesis protoplasma dari senyawa anorganik sehingga bergantung sepenuhnya pada senyawa organik sebagai makanannya. Klorofil → H₂O + (CH₂O)n + 2B CO₂ + 2H₂B + Sinar matahari 2. Di bawah ini akan diuraikan proses metabolisme heterotrof oleh bakteri. melalui serangkaian transpor elektron yang menyebabkan proton keluar dari sel. Tipe nutrisi dari bakteri heterotrof ini adalah heterotrofik.

Perbedaan kedua jalur ini terletak pada reseptor elektron terakhir yang digunakan. Jalur metabolisme bakteri juga dapat dibedakan menjadi dua kelompok. yaitu: o Bakteri obligat aerob: bakteri yang harus menggunakan oksigen sebagian reseptor terakhir. o Bakteri fakultatif: bakteri yang hanya dapat menggunakan oksigen atau senyawa anorganik sebagai aseptor elektron terakhir. Senyawa yang mengandung energi tinggi tersebut selanjutnya dapat ditransfer ke ADP untuk dibentuk menjadi ATP sebagaimana.  Respirasi terjadi pada saat elektron yang dibebaskan akan bereaksi oksidasi melalui serangkain elektron yang menyebabkan keluarnya proton melalui membran sel dan energi dialirkan melalui fosforilasi oksidatif.  Fermentasi adalah proses yang berlangsung dalam keadaan anaerob dimana proses ini tidak melibatkan serangkaian transfer elektron yang dikatalis oleh enzim yang terdapat dalam membran sel. Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . bakteri dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Fermentasi Dalam proses fermentasi. Berdasrkan kebutuhan bakteri akan oksigen atau senyawa organik. Dalam hal ini senyawa intermediet dioksidasi. Pada proses fermentasi. o Bakteri mikroaerofilik yang dapat tumbuh dengan baik pada kondisi terdapat kandungan oksigen. Dalam hal ini elektron dan proton ditransfer langsung dari senyawa yang oksidatif menuju senyawa organik intermediate yang lain yang pada akhirnya terbentuk hasil fermentasi yang stabil. produk intermediet yang terbentuk dari katabolisme senyawa organik seperti glukosa memiliki peran sebagai aseptor elektron terakhir menyebabkan senyawa produk akhir fermentasi yang stabil terbentuk. Bila pada proses fermentasi tidak terjadi transfer elektron maka ikatan fosfat berenergi tinggi akan terbentuk melalui fosfolirasi substrat. energi yang dilepaskan dikonversi langsung ke dalam ikatan yang mengandung energi tinggi. Pada dasarnya hasil akhir dari metabolisme menunjukkan aseptor elektron terakhir dalam jalur metabolisme dimana yang berperan sebagai aseptor elektron terakhir adalah enzim dari bakteri tersebut. Misalnya. Sedangkan. o Bakteri obligat anaerob :akteri yang hanya hidup dalam kondisi bebas udara (oksigen). Selama proses ini juga mikrooragnisme akan membentuk NHDA dan jika mikroorganisme ingin melakukan metabolisme lebih lanjut harus melepaskan elektronnya kepada aseptor yakni menggunakan asam piruvat atau beberapa produk sebagi aseptor elektron terakhir. terjadi pengumpulan hasil akhir dimana oleh bakteri tidak dapat dioksidasi lebih lanjut. yaitu sebagai fermentatif dan respirasi.Pola Metabolisme Bakteri heterotrof dapat dikelompokkan berdasarkan hasil akhir dari metabolisme. dapat berupa oksigen bebas atau senyawa oraganik maupun anorganik. mikroorganisme pada umumnya mengubah glukosa menjadi gula dan asam piruvat.

6 biP Dihidropsi asepton P → gliseraldehid 3P(2) 1.6 biP dipecah menjadi 3 senyawa 3C yang seimbang.ADP dibentuk menjadi ATP ini dapat dilihat dalam skema berikut di bawah: Glukosa Glukosa 6P Frukrosa 6P Frukrosa 1. Jalur-jalur Fermentasi Pada skema di atas. sehingga senyawa dihidroksi aseton P dikonversi menjadi giseraldehid dikonversi menjadi gliserardehid 3P(2). sesui dengan tipe organism asam piruvat dapat dimetabolisme lebih lanjut untuk menghasilkan produk akhir fermentasi seperti ditunjukkan di bawah ini: 1.3 bifosfogliserat(2) 3P gliserat (2) PEP (2) H₂O Berakhir berproduksi Keterangan skema Skema di atas adalah jalur Embden-Meyerhof yakni untuk disimilasi glukosa. terdapat asam piruvat sebagai hasil akhir. Fermentasi Asam homolaktat Dilakukan oleh beberapa bakteri Streptococcus dan lactobacillus Asam piruvat NADH NAD+ → asam laktat Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . Melalui skema di atas juga diketahui bahwa molekul ATP dibutuhkan untuk mengawali reaksi. Pada setiap molekul fruktosa 1. Senyawa gliseraldehid 3P dioksidasi. Di lai hal juga terbentuk 2 molekul NADH yang dioksidasi dengan pelepasan proton dan elektron pada aseptor elektron terakhir. akan tetapi 4 molekul ATP terbentuk selama disimilasi 1 molekul glukosa menjadi dua molekul piruvat.

2. Energi diperoleh melalui fosporilasi oksidatif tetapi dalam prosesnya bisa menggunakan oksigen sebagai aseptor elektron terakhir (respirasi aerob) atau senyawa anorganik lain (respirasi anaerob). Pada respirasi aerob senyawa-senyawa Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan .3 butilen glikol 2 5. Pseudomonas. butanol. Fermentasi alkohol Dilakukan oleh Yeast Asam piruvat CO2 → asetaldehid NADH NAD+ → Etil alcohol 3. Dalam hal fermentasi asam laktat atau alcohol hanya satu macam. Fermentasi Asam propionat Dilakukan oleh Propioniacterium dan Veillonela CO2 3 asam piruvat → asam asetat 6. dan aseton Bakteri yang melakukan fermentasi tersebut adalah Clostridium 4CO2 4 asam piruvat → 4 asetil CoA → asam asetat Kesimpulan bahwa berbagai macam senyawa dapat berperan sebagai aseptor elektron terakhir sehingga produk akhir dari fermentasi juga berbeda-beda.Fermentasi Asam Campuran Dilakukan oleh Escherichia coli dan beberapa bakteri anterik lainnya NADH NAD+ → Asam laktat Asam piruvat 4. Fermentasi Asam Butirat. Respirasi Aerob Seperti yang disebutkan diatas terdapat banyak bakteri yang mampu menggunakan oksigen sebagai aseptor elektron terakhir. Respirasi Mikroba Respirasi merupakan penggunaan serangkaian transfor elektron untuk mentrasnfer elektron menuju aseptor elektron terakhir. dan Bacillus CO2 piruvat → CO2 asam asetolaktat → NADH NAD+ asetoin → 2. Dalam kasus ini tidak diperlukan reduksi senyawa intermediator seperti dalam proses fermentasi. Fermentasi butelyn glikol Dilakukan oleh Enterobacter. Tidak semua bakteri melakukan metabolisme gula melalui jalur embden-meyerhof.

Dengan kata lain. Di bawah ini merupakan jumlah energi yang diperoleh dari fermentasi dan respirasi dari satu molekul glukosa: Glikolisis Anaerob / Fosforilasi subsrat Metabolisme Aerob / Fosforilasi oksidatif Glikosis Metabolisma asetil COA (2NADH) TCA cycle Metabolisma suksinil COA Oksidasi 6 NADH Oksidasi 2 FADH Total Energi 2 ATP 6 ATP 6 ATP 2 ATP 18 ATP 4 ATP =38 ATP Respirasi Anaerob Selain metabolisme aerob dan fermentasi terdapat metabolisma lain yang pada umumnya bersifat anaerob. Dalam setiap putaran akan menghasilkan serangkaian oksidasi menyebabakan terjadinya reduksi NAD atau FAD dan membebaskan 2 molekul CO₂. Selanjutnya akan dijelaskan bagaimana piruvat diubah menjadi CO₂ dan H₂O dan bagaimana proses pengubahan tersbut dapat menghasilkan energi pada oksidasi sempurna. Bakteri tersebut menggunakan senyawa anorganik sebagai aseptor elektron terakhirnya. elektron mengalir dari NADH ke O₂ melalui serangkain reaksi dengan sitokrom menghasilkan 3 ATP. elektron yang dibebaskan melalui reaksi oksidasi ditransfer melalui serangkaian transfer elektron dan energi dihasilkan melalui fosforilasi Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . Proses oksidasi sempurna yaitu. Akhirnya semua senyawa NADH dan FADH mengalami fosforilasi oksidatif dengan melepaskan elektron melalui sitokrom ke oksigen menghasilakan air dan 3 molekul ATP untuk setiap pasang elektron dari NADH.intermediate dapat dioksidasi sempurna menjadi air dan karbon dioksida. Hanya saja mikroorganisma tersebut tidak melakukan fermentasi. Bila dibandingkan dengan energi hasil fermentasi pada skema diatas energi pada fermentasi lebih kecil daropada melalui oksidasi sempurna. 36 ATP ini merupakan hasil metabolisme glukosa menjadi CO₂ dan H₂O. Jumlah energi yang dihasilkan dari oksidasi sempurna satu molekul glukosa lebih besar dibandingkan melalui proses fermentasi. Energi yang dihasilkan tersebut bereaksi dengan energi yang dari oksidasi piruvat menjadi asetil CoA menghasilkan 36 ATP. Proses terjadinya piruvat diubah menjadi CO₂ dan H₂O dan dapat menghasilkan energi untuk sel adalah proses degradasi atau disebut tricarboxylic Acid Cycle (TCA Cycle) atau dikenal dengan siklus asam sitrat maupun siklus krebs. reducer nitrat dan bakteri metan. Meskipun tipe metabolismenya adalah anaerob.Oksaloasetat bergabung dengan asetil CoA yang berasal dari piruvat masuk kedalam siklus akan membentuk senyawa enam karbon yang dikenal dengan asam sitrat. Organisme tersebut dapat dibagai dalam 3 kelompok yaitu : reducer sulfat. jadi senyawa enam karbon asam sitrat kembali ke bentuk semula yaitu senyawa empat karbon oksalo asetat yang siap bergabung kembali dengan asetat/aetil CoA.

+ 8 H+ →S²ˉ + H ₂O Nitrat Reducer Kebanyakan mikroorganisma yang dapat menggunakan nitrat sebagai aseptor elektron terakhir adapat dikatakan sebagai fakultatif. Jika tidak. Bakteri ini dapat menghasilkan gas metan sebanyak 60 L setiap hari.Reaksinya adalah : SO ₄²ˉ+ 8 e. Enterobakter. bukan oksigen. Organisma ini membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon. Reaksinya. Merry Sianipar/15307120/Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan . Oleh karena itu disebut dengan bakteri heterotrof. Sulfat Reducer Kelompok bakteri yang mereduksi sulfat adalah desulfofibrio dan desulfhotomaculum yang merupakan bakteri pembentuk spora. Kedua bakteri tersebut merupakan mikroorganisme anaeorob obligat dimana yang berperan sebagai aseptor elektron terakhir adalah sulfat yanmereduksi menjadi sulfit. Reaksinya : 2NO₃ˉ+ 12 eˉ + 12 H+ → N2 + 6 H₂0 Proses ini disebut dengan Denitrifkasi yang merupakan masalah serius bagi pertanian karena menyebabkan hilangnya nitrat dari tanah. Setiap bakteri tidak memiliki proses yang sama dalam metabolisme tersebut sesuai dengan karakteristik dan kemampuan bakteri tersebut. Bacillus. Mikroorganisme ini terdapat dalam usus binatang ruminansia. Bakteri Metan Kelompok bakteri ini dapat menggunakan CO2 sebagai aseptor elektron dan mereduksinya manjadi metan. mikroorganisma akan melakukan metabolisma aerob ataupun permetasi. Akan tetapi proses tersebut sangat bermanfaat untuk mengambil nitrogen dari limbah tinja atau limbah yang lain.oksidatif. CO₂ + 8eˉ + 8 H+ → CH₄ + 2 H₂O Sebagai kesimpulan Bakteri memelukan energi untuk melakukan metabolisme untuk kelangsungan hidupnya. bakteri menggunakan enzim sebagai pendukung metabolisme. Mikroorganisam tersebut mereduksi nitrat menjadi nitrogen bebas. Jadi dalam keadan anaerob dapat menggunakan nitrat jika tersedia. Pseudomonas. Perbedaan antara respirasi aerob dan anerob adalah bahwa pada respirasi anaerob yang berperan sebagai aseptor elektron terakhir adalah senyawa anorganik. Kelompok bakteri ini antara lain: Escherichia. Mikrocoocus dan Rhizobium.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful