P. 1
Pemilihan Mesin Penggerak Generator Pada Sistem

Pemilihan Mesin Penggerak Generator Pada Sistem

|Views: 195|Likes:
Published by Rdym Rika Matnie

More info:

Published by: Rdym Rika Matnie on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2014

pdf

text

original

PEMILIHAN MESIN PENGGERAK GENERATOR PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS (PLTBG

)
Awaludin*, Wahyu Panuntun*, Wiji Setia Alam*, Nazaruddin Sinaga**
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Tembalang, Semarang, 50239 Abstrak

PLTBG adalah instalasi pembangkit listrik dengan pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar yang dapat diperbaharui. Kotoran sapi sebagai media penghasil biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar PLTBG sehingga mengurangi pencemaran lingkungan dan efek rumah kaca. Jawa Tengah dengan kapasitas peternakan yang besar mempunyai potensi yang cukup baik untuk pembangunan PLTBG. PLTBG dapat dibangkitkan dengan penggunaan motor bakar berbahan bakar biogas tetapi mesin berbahan bakar biogas di Indonesia belum ada. Mesin diesel dan bensin secara teknis dapat digunakan sebagai penggerak generator PLTBG tetapi efisiensinya yang dihasilkan rendah sehingga perlu dilakukan modifikasi.Pemilihan mesin dalam penulisan ini untuk menghasilkan efisiensi maksimal dari mesin dengan memodifikasi mesin berbahan bakar diesel dan bensin. Berdasarkan hasil analisa mesin diesel dan bensin memerlukan penambahan conversion kit dan mixer. Conversion kit berfungsi mengatur debit bahan bakar supaya mengalir konstan dan penambahan mixer bertujuan untuk pencampur biogas dengan udara. Mesin diesel yang dimodifikasi ini menggunakan sistem dualfuel engine dimana bahan bakar solar digunakan bersama-sama dengan biogas, dengan komposisi sekitar 20 % solar dan 80% biogas. Mesin bensin dapat menggunakan 100% biogas untuk bahan bakar. Kata kunci : biogas; dual fuel; listrik; PLTBG Pendahuluan Peternakan sapi dari tahun ke tahun semakin besar jumlahnya, penambahan jumlah tersebut menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan yang tinggi antara lain menyebabkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, endemik bibit penyakit, dan air resapan tanah dan sungai menjadi beracun dan bau. Dalam kotoran sapi terkandung gas metana (CH4) apabila dibuang secara bebas ke atmosfir akan menyebabkan efek rumah kaca, proses ini berakibat suhu bumi menjadi tinggi, ini adalah yang disebut dengan pemanasan global (global warning), yang secara langsung meningkatkan intensitas frekuensi angin topan, merubah komposisi hutan , mengurangi produksi pertanian, menghancurkan biota laut sehingga ikan mengalami kekurangan makanan dan ekosistem laut menjadi hancur.

yaitu suatu energi yang dihasilkan dari proses biodegradasi dengan bantuan bakteri dalam kondisi anaerob pada material organik (kotoran sapi). PLTBG dapat dibangkitkan dengan penggunaan mesin diesel atau bensin. Data pada tahun 2002. ini merupakan cara untuk mengatasi tidak adanya mesin berbahan bakar biogas di Indonesia dan apabila mendatangkan dari luar negeri biaya pembangunan instalasi PLTBG menjadi besar. * Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ** Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP . Beberapa cara pemanfaatan kotoran sapi antara lain dengan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik maupun biogas. Keuntungan yang didapat dari proses pemanfaatan kotoran sapi bagi pemilik peternakan sapi adalah menambah penghasilan dari penjualan pupuk organik dan menghemat pengeluaran biaya penggunaan listrik.Alasan diatas dapat dijadikan bahan pertimbangan bahwa kotoran sapi lebih baik dimanfaatkan daripada dibiarkan menumpuk. Sebagai contoh Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan PLTBG karena memiliki peternakan yang besar. Biogas memiliki kandungan gas metana yang cukup besar yaitu sekitar 60 % sehingga dapat dijadikan sebagai bahan bakar untuk kendaraan dan mesin penggerak generator pada pembangkit listrik. Sebenarnya pemanfaatan kotoran sapi dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi jika dilakukan dengan cara membangun pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG). Permasalahan yang muncul dengan penggunaan mesin diesel dan bensin dengan bahan bakar biogas adalah efisiensi yang dihasilkan rendah dan cara untuk mengatasi masalah ini dengan cara memodifikasi mesin diesel atau bensin dan dilakukan pemilihan mesin yang sesuai dengan daya yang dapat dibangkitkan oleh penghasil gas (digester) yang dimiliki oleh peternakan. sapi potong sebesar 13344495 ekor dan sapi perah sebesar 119026 ekor.

Karakteristik Sistem instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) dapat dibuat skema sebagai berikut : Gambar 1. dari mixer bahan bakar bersama dengan udara masuk kedalam mesin dan terjadilah pembakaran yang akan menghasilkan daya untuk menggerakkan generator yang menghasilkan energi listrik. Karakteristik pembakaran bahan mesil disel Perubahan biogas menjadi energi listrik dilakukan dengan memasukkan gas dalam tabung penampungan kemudian masuk ke conversion kit yang berfungsi menurunkan tekanan gas dari tabung sesuai dengan tekanan operasional mesin dan mengatur debit gas yang bercampur dengan udara didalammixer. Karakterisrik . Bagan sistem instalasi pembangkit listrik dari biogas kotoran sapi.

maka mesin diesel umumnya digunakan secaradualfuel dengan rasio kompresi sekitar 15 – 18. Bahan bakar solar dimasukkan lewat nosel pada saat mendekati akhir langkah kompresi. Karakteristik pembakaran biogas didalam mesin diesel Bahan bakar biogas membutuhkan rasio kompresi yang tinggi untuk proses pembakaran sebab biogas mempunyai titik nyala yang tinggi 6450C – 7500C dibandingkan titik nyala solar 2200C. Temperatur awal kompresi tidak boleh lebih dari 800C karena akan menyebabkan terjadinyakno cking dan peristiwaknocking yang terjadi pada mesindualfuel hampir sama dengan yang terjadi pada mesin bensin. a) b) Gambar 2. Hal ini disebabkan karena bahan bakar biogas masuk bersama-sama dengan udara ke ruang bakar. Proses pembakaran pada mesin dualfuel. sehingga yang dikompresikan tidak hanya udara tapi juga biogas. dekat titik mati atas (TMA) sehingga terjadi pembakaran. bahan bakar biogas dan udara masuk ke ruang bakar pada saat langkah hisap dan kemudian dikompresikan didalam silinder seperti halnya udara dalam mesin diesel biasa. . yaitu terjadinya pembakaran yang lebih awal akibat tekanan yang tinggi dari mesin diesel.pembakaran yang terjadi pada mesin diesel berbeda dengan pembakaran pada mesin bensin.

Grafik performance pada mesin a) a sfc biogas dalamdualfuel. c sfc solar dalamdualfuel b) a mesin diesel dengan solar yang diritkan. b efisiensi mesin diesel. c efisiensidualfuel * Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ** Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP . b sfc solar dalam mesin diesel.

pembakaran ini terjadi karena bantuan loncatan bunga api dari busi.5 tidak cukup untuk melakukan pembakaran biogas karena titik nyala biogas yang tinggi 6450C 7500C. ) Diagramperformanc e mesin bensin dengan bahan bakar bensin (____ ) dan biogas 1) daya. untuk itu dilakukan penambahan rasio kompresi mesin menjadi 10 – 12.Karakteristik pembakaran biogas didalam mesin bensin Mesin bensin dengan rasio kompresi yang hanya berkisar antara 6 – 9.__ 3. yaitu biogas dan udara masuk ke ruang bakar dan pada akhir langkah kompresi terjadi pembakaran. Gambar ( __. 3) konsumsi bahan bakar spesifik . 2) torsi. Proses pembakaran biogas sama seperti pada mesin bensin normal.

94 0.5 Pemilihan Mesin Penggerak Berdasarkan hasil survey lapangan bahwa mesin yang dapat digunakan untuk mesin penggerak generator PLTBG adalah mesin diesel dan bensin.2 366.05 15.5 282 Daya yang dihasilkan (kW) 3.Daya listrik yang dapat dihasilkan dari PLTBG Tabel 1. Penggunaan kedua jenis mesin tersebut dalam kenyataannya menghasilkan efisiensi yang rendah sehingga perlu adanya modifikasi.94 Biogas yang dihasilkan dari peternakan (m3/hari) 70.27 Energi yang dihasilkan (kWh) 73. Daya listrik yang dapat dihasilkan dari peternakan sedang dan besar Peternakan sedang Peternakan besar Jumlah sapi (ekor) 60 300 Biogas yang dihasilkan (m3/ekor/hari) 0. Modifikasi yang perlu dilakukan untuk mengubah mesin diesel menjadi mesin berbahan bakar biogas adalah dengan cara menambahkan conversion kit danmixer. Fungsi conversion kit adalah untuk mengatur debit dan menurunkan tekanan aliran bahan . Di pasaran untuk mesin bensin harganya jauh lebih mahal dari mesin diesel dengan daya yang sama dan untuk daya yang besar hanya mesin diesel yang dapat digunakan sebab tidak adanya mesin bensin dengan daya besar di pasaran.

Hal ini dilakukan karena titik nyala pembakaran biogas sangat tinggi yaitu sekitar 645C750C. * Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ** Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP . Pemasanganmixer terletak pada saluran masuk udara dan conversion kit terpasang antaramix er dan tabung gas (Gas holder).bakar sesuai dengan tekanan operasional yang diinginkan sedangkanmixer berfungsi sebagai pencampur bahan bakar dengan udara. Sistem modifikasi ini menggunakan sistemdualfuel yaitu mesin menggunakan dua bahan bakar yang dilakukan secara bersamaan dengan komposisi 20% solar dan 80% biogas .

Gambar 4 Skema pemasanganmix er dan conversion kit pada mesin diesel Modifikasi mesin bensin hampir sama dengan mesin diesel yaitu dengan cara menambahConv ersion .

00 Conversion kit + Mixer . dan dibandingkan dengan keuntungan listrik yang dihasilkan yang disesuaikan dengan tarif dasar listrik PLN. Perkiraan biaya investasi PLTBG pada peternakan sedang dan besar Peternakan sedang Peternakan besar Mesin bensin (3KW) Mesin diesel (3 KW) Mesin bensin Mesin solar (15 KW) Harga mesin 8.000.00 2.00 Tidak ada 51. Perkiraan biaya untuk pembelian Conversion kitdan mixer yaitu sekitar Rp.000. hal ini dikarenakan adanya busi sehingga bahan bakar biogas akan cepat terbakar. Pemasanganmixer terletak antara saringan udara dan karburator. 4.500.kitdan mixer.000.800. Perhitungan ekonomi Perhitungan ekonomi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) untuk peternakan sedang dan besar dengan pemakaian mesin diesel dan bensin . sedangkanConversion kit terpasang antaramixer dan tabung gas(gas holder).00 untuk kondisi alat baru.000.500. Perbedaannya adalah pada mesin bensin bahan bakar biogas dapat digunakan 100%. Tabel 2.000.

000.600.300.00 7.000.) 12.008.000.00 13.00 Perawatan rutin / tahun (0.000.00 2.000.000.000.300.300.00 .800.000.000.300.00 125.000.000.00 4.00 4.575.800.891.00 7.00 Biaya operator mesin / tahun 7.800.00 Tabel 3.000.05x harga mesin) 400.00 56.4.800.00 Total investasi (Rp. Perkiraan biaya operasi PLTBG pada peternakan sedang dan besar Peternakan sedang Peternakan besar Mesin bensin (3KW) Mesin diesel (3 KW) Mesin bensin Mesin solar (15 KW) Kebutuhan bahan bakar selain biogas/ tahun Tidak ada 2.

00 Biaya investasi dari mesin diesel lebih kecil dari pada mesin bensin.300.) 7.700.7.00 10.00 Total operasi (Rp.000. Di lain sisi dari aspek perawatan mesin diesel dan mesin bensin dapat * Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ** Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP Mixer Tabung gas Conversion Kit Biogas Saringan udara Udara Solar Ruang bakar mesin Mixer Tabung gas Conversion Kit Biogas Saringan .000. sehingga mesin diesel lebih menguntungkan dari segi ekonomi.000.600.316.883.00 22.

687.00 / 10 = Rp.00 x 19% = Rp. 868.000.000. 7. 7.300. Hal ini dapat dijadikan alasan bahwa mesin diesel lebih menguntungkan sebagai mesin penggerak pada PLTBG.762. Dilihat dari aspek operasi mesin diesel lebih mudah.000. 8.udara Udara Solar Ruang bakar mesin dikatakan sebanding dan membutuhkan biaya yang relatif sama.000.700. 30.687.00.00/kVA.00 Umur teknis ekonomis 10 Tahun Depresiasi = Rp.00 + Rp. jika bunga investasi untuk kredit dari bank 19 % adalah : Total investasi = Rp. Analisa ekonomi pembangkit listrik tenaga biogas dengan mesin penggerak dari mesin diesel untuk peternakan skala sedang. Harga listrik Rp. mempunyai umur operasi yang lama dan menggunakan sedikit bahan bakar untuk penyediaan daya yang sama dibandingkan dengan mesin bensin. Nilai rupiah yang dapat dihasilkan dari membangkitkan listrik dari biogas pada peternakan sedang dengan daya 3 kW (4 kVA) dalam satu tahun dengan penggunaan tiap hari 24 jam adalah Rp.600.000. 545/kWh dan biaya beban Rp. Keuntungan dari membangkitkan listrik dari PLTBG adalah energi listrik yang dapat hasilkan dikalikan dengan harga listrik yang harus dibayar pemakai jika menggunakan listrik dari PLN. 8.300. 15.00 Cash flow .

sesuai harga listrik dari PLN. 78.00 Cash flow = Keuntungan + Depresiasi.453.220.700.000.00 IRR(Initial Rate of Return) = 72 % NPV (Net Present Value) = Rp.00 +Rp.762.00 – Rp.000. 61. 868. 6.997. dari membangkitkan listrik dengan biogas pada peternakan besar dengan daya 15 kW (19 kVA) dalam satu tahun dengan penggunaan tiap hari 24 jam adalah Rp. 15. 56.45 PB ( Pay back) = 1 tahun 5 bulan Nilai rupiah yang dapat dihasilkan.700.000.= Keuntungan + Depresiasi. 66.00 / 10 = Rp.00 + Rp.000.300.00 .726.316.453. 6.00 BCR (Benefit Cost Ratio ) = 1.00 Umur teknis ekonomis 10 Tahun Depresiasi = Rp.300.699.400.00 = Rp.699.00.997.600. 78.00 – Rp.biaya operasional = Rp.00 x 19% = Rp. 10. 22.000.00 + Rp. 66.537.618. 15. 6. 56.700.biaya operasional = Rp.883. Jika bunga investasi untuk kredit dari bank 19 % maka analisa pembangkit listrik tenaga biogas untuk peternakan skala besar adalah Total investasi = Rp.000.200.600.000.00 = Rp.

IRR(Initial Rate of Return) = 93 % NPV (Net Present Value) = Rp. pemberian kucuran dana untuk penelitian dari pemerintah.743. harga mesin.335. 2. disamping ekonomis aspek operasi mesin diesel lebih mudah dibandingkan dengan mesin bensin. Kendala yang dihadapi untuk pembangunan PLTBG adalah modal awal yang besar. kurangnya penguasaan ilmu tentang pembangunan PLTBG. Umur operasi mesin diesel mempunyai jangka waktu yang lama.00 BCR (Benefit Cost Ratio ) = 2. adanya keraguaan dari pemilik peternakan tentang berhasil tidaknya PLTBG.Mesin penggerak generator pada PLTBG untuk skala peternakan sedang dan besar lebih baik dengan . kurangnya perhatian pemerintah tentang penelitian PLTBG dan kurangnya pemberian bantuan dana bagi pemilik peternakan. perlunya mempelajari lebih dalam modifikasi yang perlu dilakukan pada mesin untuk PLTBG. 170. Saran untuk mengatasi kendala diatas adalah peminjaman modal ke bank atau pemberian kredit lunak oleh pemerintah kepada pemilik peternakan. biaya modifikasi dan aspek operasi dan pemeliharaan. perlunya adanya penyuluhan terhadap peternak sapi sehingga tidak adanya keraguan lagi dari para peternak untuk pembangunan PLTBG. Kesimpulan 1. Pemilihan mesin harus berdasarkan daya yang dapat dihasilkan oleh digester.87 PB ( Pay back) = 1 tahun 1 bulan DiskusiBerdasarkan hasil perhitungan diatas dapat diambil kesimpulan untuk skala peternakan sedang dan besar lebih baik menggunakan mesin diesel.

. operasi dan pemeliharaan lebih baik dibanding dengan mesin bensin. Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penggunaan dan pemodifikasian mesin diesel dan bensin dengan bahan bakar biogas untuk mendapatkan efisiensi mesin yang lebih baik. Perlu adanya kerjasama antara pemerintah maupun pihak swasta dengan peternakan sapi untuk pembangunan PLTBG. * Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ** Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP Saran 1. 2.penggunaan mesin diesel karena dari aspek ekonomis .

hal 27-52. Klaus Von. M. Colin. C. V.L. Ferguson.J.Daftar Pustaka Barker. M. Jakarta. Moskow. Dhanpat Rai & Sons.. Mallev. PLN. PLN. New York. Edward. hal. Deutsche Gesell schoft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ). “A Cource in Internal Combustion Engines”. Obert. 1-8. “Engines for Biogas”. A. Mitzlaff.. * Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ** Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP . hal vi. Mir Publishers. Eschborn. Hartford. dan Sharma. hal 209-220.. N. Inc. “ Tarif Dasar Listrik 2003”. Erlangga. North Carolina Cooperative Extension Service. A.P.. Moskow. “Internal Combustion Engine Applied Thermosciences”. (1973). R. Troitsky.(1995). John Wiley & Sons. (1986).L. hal 393-398. New York.. (2001).. (1980). State of Connecticut Department of Environmental Protection. “Methane Fuel Gas from Livestock Wastes A Summary”. Petrovsky. James. Rocque. (1979). hal 589-614.(1991). Nai Sarak Delhi. (2003). “ Marine Internal Combustion Engine”. (1979). Mathur. “Connecticut’s Greenhouse Gas Emissions Inventory 1990 and 1995 Calendar Years”. “Internal Combustion Engine and Air Pollution”. (1988).. “Operasi dan Pemeliharaan Mesin Diesel”. F. dan Samdkhvalov. “ Motor Vehicle Engines”. R. Harper & Row Publishers.. hal 1-133. Mir Publishers.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->