P. 1
Teknik Penilaian Kelas

Teknik Penilaian Kelas

|Views: 927|Likes:
Published by Jerriagustinus

More info:

Published by: Jerriagustinus on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

MAKALAH TEKNIK PENILAIAN KELAS

Disusun Oleh : Nama Nim Prodi : Jerriagustinus : 0805035046 : Pend. Fisika Reguler

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA 2010

i

§ ¦ ¢¡   ¥

¤¥ ¥ 
b

¨¦¡¤ ¨ ¨ 

¤ ¦ ¥ § ¦ ¥ ¨ ¨ ¦ £ ¦ ¨¦ ¨§ ¨£ ¨  ¥   ¢ ¢ ¢¡   ¢  ¢  ¡ ¡ ¡ ¦ ¤  ¦  § £   ¦ £ ¦  § ¦ £ ¤ £ ¡ ¨ ¨    ¥ ©¨ ¨ ¡ ¡ ¨ ¨ ¨ ¨ ¥¢ ¨ ¨    ¥ ¢¡   ¥ ¨©¨ ¡
A y , p b y b c p p p b b 

¦ ¦ ¨  ¥ ¦ ¨ ¦ ¨¤ ¨ ¦ ¨   ¢ £ ¤£ ¦ ¨£ ¨¤ ¨ ¦ ¥ § ¦ ¥ ¦ ¤ £  §" ¦ ¨¦ ¨¤ £ ¥£ ¦ ¨ ¦ ¨ ¨§ ¨ ¥£ ¨ ¨   ©¡ ¨ ¥ ¨ ¥   ¢¡   ¢ ¡ ©¡  ¨ ¦ £ ¦  ¦  ¨§ ¨£ ¨ ¦ ¨ ¨  ¥  ¨§ ¨ ¨  ¨ ¤¨ ¨ ¦ ¥ § ¦ ¥   ¡ ¡ ¢¡   ©   ¡¢ ¡ ¡
P y b w p b , p p 

¨§ ¨£ ¨ ¦ ¦   ¨§ ¨ ¦ ¨¤ ¨  ¨  ¨ ¦ ¥ ¦ ¨ ¤ ¤ £   ¢  ¥ ¢  ©¡ ¢ ¨ ¨ ¥ ¥ ¨© ¥¢     ¡ ¦ ¨ ¨£ ¦ ¨ ¨ ¦ £ ¨£  ¦ ¨£  ¦ ¦ ¨£ ¥¤ ¦ ¨£ ¥¤ ¨ ¨¤ ¥ ¥ ¦    ¨ ! ¢  ¢  © ¡ ¢¡ ¡ ¡ ¥ ¦ ¨ ¦ ¥  ¨ ¦ ¨¤ ¨ ¦ ¨  ¦ ¦ ¨§ £ ¨ ¦  ¦ ¦ § ¤ ¦  § £   ¢ ¢ © ¡ ¡ ©     ¨    ¢ ¨ ¨ ¨ ¥¢ ¡ ¡ ¨ ¨ ¨ ¦ ¦ ¦   ¨§ ¨ § ¦ ¥ ¦ ¤ ¦ ¥ ¦ ¨ £ ¨ £ ¨ ¦ ¨  ¦  ¨§ ¨£ ¨ ¦ ¨¦   ¢  ¥   ¢  ¥ ¢¡   ¡ ¡ ¡  ¨§ ¨ ¦    ¨§ ¥ ¦ ¨ £ ¨ ¨  ¥¢ ¨ ¨ ¥£ ¨ ¦¤ ¨¢¥ ¤ ¨¢¥ ¥¢  © ¨ ¥ © ¡ ¦ ¨ ¡ ¢¨£ ¨¡¤ ¥© £ ¨ ¦ ¨ ¦ ¨£ ¨   ¦ ¥ ¦  ¢  ¦ ¥ ¡¦¡ ¦ ¨©¨  ¥¢¥£ ¨ ¨
B p y ,MP Penilaian Hasil Belajar isika   

¥§  ¦ ¨£ ¤ ¥  ¦ ¨ ¡ ¡ ¢¨©¨
SWT, b 

¨§§ 

¨ § £ ¨ ¨  ¨§ ¨    ¨ ¦ ¨   ¤ £ ¨ ¨ ¢ ¢ ¡  ©  § ¦  § £  ¦¦ ¨£ ¨ ¥§ ¥ ¤ ¥ ¢¨  ©   ©¨¢ ¨ ¨¢ ¡ ¨¨ ¥¢ ¡ ¡ ¨ ¨ ¨ ¨ ¡ ¢ ¢ © ¤   £ ¦ ¨£ ¨ ¦ ¨ § ¦ ¤ £     ¢ ¡  ¢¡   ¥ ©¨ ¡ ¨ ¥ ©
P j y y p p b j

b

p

b

y

P

-

-b

b b

P

c

y

p

p

p

B

p

y

y

KATA PENGANTAR

y

p

p

j

y

p

ii
y S P c p y b b , , 2 p y N v A y y p b y 2 1 b b y y p 

¦ ¡ ¡

$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$ 4 (% (2%4 1 4 (% 0 154 1 ) B $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$ & B A $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 4 (@ 98 1 (46 554 1 4 (0 ( ( 7 $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ 63 54% 54 (6 $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 4 (6 6 $$$$$$$$$$$$$$$$ $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 54 (3 (2 1 0 $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$
B L ASAR PENILAIAN KELAS P P p P Kelas 2 2 1

DA TAR ISI

#

KATA PENGANTAR

% $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$

A TAR ISI

%% $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $

BAB II KONSEP

BAB I PEN AHULUAN

B Manfaat Penilaian Kelas

C $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $

$

()( &

A P

$

$&
C

$ $

A L

$

C

B T j

R

S

ngsi Penilaian Kelas

C $ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $

P insip-P insip Penilaian Kelas

D $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $

0

0

$&

6' $

E

Ramb -Ramb Penilaian Kelas

$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ F E $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$
1

BAB III TEKNIK PENILAIAN

$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $

6

A Penilaian Unj

Ranah Penilaian

Kerja (Performance)

$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$

36

$

$

$' $

6

B

Penilaian Sikap

A $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $
1 11

$

C

Penilaian Tertulis (Paper & Pendidikan)

C $ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $
1

Penilaian Penugasan (proyek/Project)

$ $$$ $$ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$

$& $

E

Penilaian Hasil Kerja (Produk/Product)

E $ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $
1 17

Penilaian Portofolio (Portfolio)

$$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $

G Penilaian

iri (Self Assesment)

A $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$
2 19

BAB IV LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN

D $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $
2

A Penilaian Unjuk Kerja

2

D

$ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $

B Penilaian Tertulis

A $$$ $$ $$$ $$ $ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$ $$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$ $$ $$$

iii

$

11

1

2

$

$

&

$

$' $

$

$

' &

I H HHH H HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H P

C

Penilaian Sikap

H HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HH HH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH P R H HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH H HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H P HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HH HH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH H HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH H P HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HH P H HH HHH HH HHH HH HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HH Q PP H HHH HH H HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HH HH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH HH HHH P RI HHHHHHHHHHHHHHH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
iri 9 7 7 1

RE ERENSI

BAB V PENUTUP

B Saran

A Kesimpulan

HQ G

E

Penilaian

Penilaian Penugasan

Penilaian Portofolio

iv

S

H

H

H

HS H

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem Pendidikan Nasional membawa implikasi terhadap model dan teknik penilaian yang dilaksanakan di kelas. Penilaian terdiri atas penilaian eksternal dan penilaian internal. Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak lain yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. Penilaian eksternal dilakukan oleh suatu lembaga, baik dalam maupun luar negeri dimaksudkan antara lain untuk pengendali mutu. Sedangkan penilaian internal ada lah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian kelas merupakan bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. Tujuannya adalah untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi peserta didik yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan akhir pembelajaran. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh guru untuk memantau proses, kemajuan, perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan secara berkesinambungan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses pembelajaran. Penyusunan perencanaan, pelaksanaan proses, dan penilaian

merupakan rangkaian program pendidikan yang utuh, dan merupakan satu

1

U

Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2

TT

tentang

kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Untuk itu, perlu ada model penilaian yang dapat dijadikan sebagai salah satu acuan atau referensi oleh guru dan penyelenggaranya di jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah.

B. Tujuan Pedoman Penilaian Kelas ini bertujuan untuk : 1. Memberikan orientasi baru tentang Penilaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. 2. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian yang dilaksanakan pada tingkat kelas. 3. 4. Memberikan rambu-rambu penilaian kelas. Memberikan prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.

C. Ruang Lingkup Isi pedoman ini meliputi konsep dasar penilaian kelas, teknik penilaian, pengembangan indikator pencapaian hasil belajar sebagai alat penilaian, pengelolaan hasil penilaian dan pemanfaatan serta pelaporan

dengan penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian dan rambu-rambu penilaian. Teknik penilaian akan menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian. Pengelolaan hasil penilaian memberikan arahan dalam

menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. Pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian dan

penentuan kenaikan kelas.

V

hasil penilaian.

alam konsep penilaian, akan dijelaskan apa yang dimaksud

2

D. Sasaran Pengguna Pedoma Pedoman ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut :   Para guru di sekolah untuk menyusun program penilaian di kelas. Pelaksana pengawas pendidikan (pengawas dan kepala sekolah) untuk merancang program supervisi pendidikan di sekolah.  Instansi terkait di daerah yang membuat kebijakan dalam penilaian kelas yang seharusnya dilakukan di sekolah.

3

BAB II KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS

A. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. ata yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring

dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan

potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didi k menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar

4

W

kompetensi atau indikator yang akan dinilai.

W

ari proses ini, diperoleh

seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya dan tidak

demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.

B. Manfaat Penilaian Kelas Manfaat penilaian kelas antara lain adalah: 1. Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung. 2. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi. 3. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. 4. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan. 5. Untuk memberikan piliha alternatif penilaian kepada guru. 6. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.

1. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi. 2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah

Y

C.

ungsi Penilaian Kelas Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:

5

X

dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya.

engan

berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan). 3. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang

membantu guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. 4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 5. Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan

perkembangan peserta didik.

D. Prinsip-Prinsip Penilaian Kelas 1. Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan

mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, misalnya kompetensi µ mempraktikkan gerak dasar jalan..µ, maka penilaian valid

tertulis maka penilaian tidak valid.

2. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Misal, guru menilai dengan unjuk kerja, penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila unjuk kerja itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan unjuk kerja dan penskorannya harus jelas.

6

a

apabila mengunakan penilaian unjuk kerja.

ika menggunakan tes

`

menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.

alam

3. Menyeluruh Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam

kompetensi peserta didik, sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik.

4. Berkesinambungan Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

5. Obyektif Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor.

6. Mendidik Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi guru, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

7. Penilaian Hasil Belajar Masing-Masing Kelompok Mata Pelajaran a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

kepribadian dilakukan melalui:

7

1) Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. 2) Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. c. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. d. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,dan kesehatan dilakukan melalui: 1) Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; dan 2) Ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

E. Rambu-Rambu Penilaian Kelas Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:  Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.  Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat p enilaian sebagai cermin diri.  Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.  Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.

8 

Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik.  Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.  Mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin.  Melakukan Penilaian kelas secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Ulangan harian dapat dilakukan bila sudah

menyelesaikan satu atau beberapa indikator atau satu kompetensi dasar. Pelaksanaan ulangan harian dapat dilakukan dengan penilaian tertulis, observasi atau lainnya. Ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa kompetensi dasar, sedangkan ulangan akhir semester dilakukan setelah menyelesaikan semua kompetensi dasar semester bersangkutan. Ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan menilai semua

kompetensi dasar semester ganjil dan genap, dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap. Guru menetapkan tingkat

pencapaian kompetensi peserta didik berdasarkan hasil belajarnya pada kurun waktu tertentu (akhir semester atau akhir tahun).

9

Agar penilaian objektif, guru harus berupaya secara optimal untuk: (1) memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dan tingkah laku dari sejumlah penilaian, (2) membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja (karya).

. Ranah Penilaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari stándar isi dan stándar kompetensi lulusan. Di dalamnya memuat kompetensi secara utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran. Muatan dari stándar isi pendidikan adalah stándar kompetensi dan kompetensi dasar. Satu stándar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil relajar yang dirumuskan atau dikembangkan oleh guru dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah/daerah masing-masing. Indikator-indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan. Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan

b

karakteristik indikator, standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian, hal ini karena memuat domain kognitif, psikomotor dan afektif.

10

BAB III TEKNIK PENILAIAN

Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian statu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil relajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

A. Penilaian Unjuk Kerja (Performance) 1. Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek OR, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dll. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

11

a. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. b. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. c. Kemampuan-kemampuan menyelesaikan tugas. d. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati. e. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. khusus yang diperlukan untuk

2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan

wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. Daftar Cek (Check-list) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi

peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati, baik-tidak baik. Dengan

12

c

tertentu dapat diamati oleh penilai.

ika tidak dapat diamati,

demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.

b. Skala Penilaian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Untuk memperkecil faktor subjektivitas, perlu

dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang, agar hasil penilaian lebih akurat.

B. Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. a. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang

kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.

13

Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. Selain itu, dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu.

b. Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung atau wawancara tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah, guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.

c. Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap. Misalnya, peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antaretnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. Untuk menilai perubahan

14

perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan, khususnya kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan jasmani, semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan.

C. Penilaian Tertulis (Paper/Pend) 1. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1) pilihan ganda 2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3) menjodohkan 4) sebab-akibat

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1) isian atau melengkapi 2) jawaban singkat atau pendek 3) uraian

15

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benarsalah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai

kemampuan mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak

mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik

mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji;

16

b) materi,

misalnya

kesesuian

soal

dengan

standar

kompetensi,

kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum; c) konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas; d) bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.

D. Penilaian Penugasan (Proyek/Project) 1. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan,

pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:  Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.  Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam

pembelajaran.  Keaslian

17

Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

2. Teknik Penilaian Proyek Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti

penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat

menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

E. Penilaian Hasil Kerja (Produk/Product) 1. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:  Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan

mendesain produk.

18 

Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.  Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.

2. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. b) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.

. Penilaian Portofolio (Portfolio) 1. Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut,

d

19

guru

dan

peserta

didik

sendiri

dapat

menilai

perkembangan

kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, catatan perkembangan

pekerjaan, hasil diskusi, hasil membaca buku/ literatur, hasil penelitian, hasil wawancara, dsb.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain: a. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut

merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. b. Saling percaya antara guru dan peserta didik

Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. c. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik

Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. d. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.

20

e. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. f. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. g. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. h. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal

yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.

2. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: a. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. b. Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda.

21

c. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah. d. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi

perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. e. Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa -kata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut. f. Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. g. Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan guru perlu dibuat ´kontrakµ atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. h. Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya.

22

G. Penilaian Diri (Self Assesment) 1. Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kogni if, t afektif dan psikomotor. a. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri oeserta didik didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. b. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. c. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan

penilaian diri di kelas antara lain: 1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;

23

2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya; 3) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

2. Teknik Penilaian Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: a) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. b) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. c) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian. d) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. e) Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk

mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. f) Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.

24

Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan sikap seseorang. Lagi pula, interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena anak terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya.

25

BAB IV LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN

A. Penilaian Unjuk Kerja (performance) Langkah-langkah pelaksanaan penilaian : 1. Menetapkan indikator pencapaian kompetensi Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri ciri, perbuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, dan

mendeskripsikan. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan peserta didik. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian kompetensi. Hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar yang terkait. Indikator pencapaian kompetensi, yang menjadi bagian dari silabus, dijadikan acuan dalam merancang penilaian.

2. Pemetaan standar kompetensi : kompetensi dasar dan indikator Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian.

26

3. Penetapan teknik penilaian Dalam indikator :  Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu, maka teknik penilaiannya adalah Unjuk Kerja (performance).  Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, maka teknik penilaiannya adalah Penilaian Tertulis (Paper/Pend).  Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan, maka teknik penilaiannya adalah Penilaian Penugasan (Proyek/Project). memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri

4. Alat dan penskoran dalam penelitian Alat dan cara penskoran dalam penilaian untuk berbagai mata pelajaran. Penilaian tersebut dapat diadaptasi atau dimodifikasi sesuai kebutuhan.

5. Pelaksanaan Pelaksaan dalam penilaian untuk berbagai mata pelajaran. Penilaian kebutuhan. tersebut dapat diadaptasi atau dimodifikasi sesuai

6. Menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan Dalam menarik kesimpulan dalam penilaian untuk berbagai mata pelajaran. Penilaian tersebut dapat diadaptasi atau dimodifikasi sesuai kebutuhan.

27

(Penulis : Ir. Marthen Kanginan, M.Sc.)

Penilaian unjuk kerja dalam praktikum fisika

Kelas/Semester Standar Kompetensi

: IX/1 : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapanyan dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar

: 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

Indikator

: => Menunjukkan sifat kutub magnet. Menjelaskan cara membuat magnet dan sebab-sebab kehilangannya sifat kemagnetan suatu bahan. Memaparkan teori kemagnetan bumi.

Aspek

: => Kinerja ilmiah Pemahaman dan penerapan konsep

Teknik Penilaian Kegiatan

: Unjuk Kerja (performance) : Melakukan percobaan untuk melihat garis-garis gaya magnetik yang dihasilkan oleh sebuah magnet batang

q

Mata Pelajaran

: isika / SMP/MTs

28

p

ihh

KTSP Standar Isi 2

IPA isika SMP Kelas IX

g

g

Catatan : p nilaian yang ibahas berikut ini

erupakan

ateri pembelajaran

f

e

No 1 2 3 4

Komponen yang digunakan kor yang di e roleh sis a tidak otomatis men adi nilai teta i harus

dikon ersi dulu. anyak cara untuk mengkon ersikan skor men adi nilai, salah satu kon ersi yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam e ntuk resentase. kor total yang di e roleh sis a

aka nilai Jerriagustinus adalah 6.

„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„„

6.

†

„„„„„„„

†

ƒ

ƒ

ƒ

on ersi Nilai

skor maksimum 8 x 10

12

29

…



x

w

v

w

x

s

Komponen yang digunakan eheman 4 ahyudi 4 Jerriagustinus 3 D y Ryo 3 Nama siswa

Ke epatan me angkai 4 3 2 4

y

r

Estetika 4 4 3 3

Total skor 12 11 8 10

t

v

€

w

y ‚

v y

u t

y

‡

t w

10

Rubrik :

Komponen yang digunakan: Skor 4 jika menggunakan komponen : Sebuah magnet batang, dua buku tebal identik, selembar kertas folio putih, dan serbuk besi secukupnya. Skor 3 jika menggunakan komponen : Sebuah magnet batang, dua buku tebal tapi tidak indentik, selembar kertas folio putih, dan serbuk besi secukupnya. Skor 2 jika menggunakan komponen : Sebuah magnet batang, selembar kertas folio putih, dan serbuk besi secukupnya. Skor 1 jika menggunakan komponen : Sebuah magnet batang, dan serbuk besi secukupnya.

Ketepatan susunan benda: Skor 4 jika ketepatan susunan alat komponen dan kerapian bentuk gaya magnet. Skor 3 jika ketepatan susunan alat komponen tetapi bentuk gaya magnet tidak rapih. Skor 2 jika tidak tepat susunan alat komponen dan rapih bentuk gaya magnet. Skor 1 jika tidak rapih susunan komponen dan tidak rapih bentuk gaya magnet. magnet.

30

Estetika Kriteria estetika : pengaturan susunan komponen alat rapih, bentuk garis garis lengkung yang terbentuk oleh serbuk-serbuk besi bagus, dan bentuknya menarik. Skor 4 jika memenuhi tiga kriteria Skor 3 jika memenuhi dua kriteria Skor 2 jika memenuhi satu kriteria Skor 1 jika tidak memenuhi salah satu kriteria

31

Catatan : penilaian yang dibahas berikut ini merupakan materi pembelajaran

(Penulis : Ir. Marthen Kanginan, M.Sc.)

B. Penilaian Tertulis (paper/pend)

Penilaian tertulis dalam praktek fisika

Kelas/Semester Standar Kompetensi

: IX/1 : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapanyan dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar

: 4.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator

: => Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda bermuatan listrik.

. Aspek Teknik Penilaian Kegiatan : => Pemahaman dan penerapan konsep : Penilaian Tertulis (paper/pend) : Melakukan pengamatan terhadap soal dan Menjawab

‘

Mata Pelajaran

: isika / SMP/MTs

32



‰ˆˆ

KTSP Standar Isi 2

IPA isika SMP Kelas IX

1. Ebonit yang digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif karena .... a. elektron dari ebonit ke kain wol b. proton dari ebonit ke kain wol c. elektron dari wol ke ebonit d. proton dari wol ke ebonit

Penilaian Tertulis No. 1 2 3 Nama Yudi Jerri Suhe Aspek yang dinilai Pengertian Ingatan Pemahaman Jawaban 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 1 Skor Nilai 12 16 11 75

Keterangan : 1 = tidak tepat 2 = kurang tepat 3 = tepat 4 = sangat tepat

Skor perolehan Nilai siswa = -------------------- x 1 Skor maksimum 12 Jadi, nilai Yudi = ------ x 1 16

= 75

’’
33

’’

Catatan : penilaian yang dibahas berikut ini merupakan materi

diedit kembali)

C. Penilaian Penugasan (Proyek/Project).

Penilaian penugasan dalam praktikum fisika

Mata Pelajaran Kelas/Semester

Aspek SK

: Kinerja Ilmiah : Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi

KD Indikator Judul Kegiatan

: Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat : Pengaruh kalor terhadap perubahan suhu suatu zat cair : Pengaruh kalor terhadap zat cair : Melakukan percobaan untuk menentukan hubungan antara kalor yang diserap dan perubahan suhu zat cair : Bagaimana hubungan kalor yang diserap zat cair dengan perubahan suhu zat cair

Masalah

Hipotesis Variabel

: : Variabel bebas : Variabel tetap : Variabel kontrol :

“

pembelajaran

isika SMA yang diambil dari internet dan

: Fisika / SMA/MA :X

. ..

..

34

1.Statif 2. termometer 2 1 3 5 4 6 7 3.gelas kimia 4.Zat cair

Pengamatan Penugasan :
Aspek Yang Di nilai NO Mempersiap kan alat dan Bahan Pelaksanaan Menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan Total skor Nilai

Nama Kelompok 1 2 3 4 J.J. Thompson Victor Hess Coulomb Kirchoff

4

3

2

1

4

3

2

1

4

3

2

1

v v v v

v v v v

v v v v

11 1

9,2

9 1

Keterangan : 1 = kurang 2 = cukup 3 = baik 4 = amat baik

35

” ”

Rubrik:

Mempersiapkan alat dan bahan : skor 4 jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, statif, lampu spirtus, kaki tiga dan kasa, stop watch skor 3 jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, , lampu spirtus, kaki tiga dan kasa, stop watch skor 2 jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, statif, lampu spirtus, kaki tiga dan kasa skor 1 jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, , lampu spirtus, kaki tiga.

Pelaksanaan : skor 4 jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, menggunakan kasa, termometer digantung tidak menyentuh gelas kimia, lampu dekat spirtus (tidak menyentuh) kasa. skor 3 jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, mengunakan kasa, termometer digantung tidak menyentuh gelas kimia, lampu spirtus terlalu jauh atau menyentuh gelas kimia. skor 2 jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, mengunakan kasa, termometer menyentuh gelas , lampu spirtus terlalu jauh atau menyentuh gelas kimia. skor 1 jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, tidak mengunakan kasa, termometer menyentuh gelas , lampu spirtus terlalu jauh atau menyentuh gelas kimia.

36

Menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan : skor 4 jika menggunakan tabel, membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan dari bentuk grafik. skor 3 jika menggunakan tabel, tidak membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan dari data dalam tabel. skor 2 jika tidak menggunakan tabel, membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan dari bentuk grafik. skor 1 jika tidak menggunakan tabel, tidak membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan

Skor total yang diperoleh siswa Konversi Nilai = ---------------------------------------skor maksimum X1

11 = ------- x 1 12 = 9,16

Maka nilai kelompok J.J. Thompson adalah 9,2

37

•

•

D. Penilaian Sikap 1. Pengolahan Hasil Belajar

Data Penilaian Sikap :

Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik berdasarkan pengamatan/observasi guru mata pelajaran. Data hasil pengamatan guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian

berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi. Seperti telah diutarakan sebelumnya, hal yang harus dicatat dalam buku Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol, yang berkaitan dengan sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik, baik positif maupun negatif. Yang dimaksud dengan kejadian-kejadian yang menonjol adalah kejadian-kejadian yang perlu mendapat perhatian, atau perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta didik. Pada akhir semester, guru mata pelajaran merumuskan sintesis, sebagai deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik dalam semester tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Deskripsi tersebut menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan Guru pada rapor peserta didik untuk semester dan mata pelajaran yang berkaitan. Selain itu, berdasarkan catatancatatan tentang peserta didik yang dimilikinya, guru mata pelajaran dapat memberi masukan pula kepada Guru Bimbingan Konseling untuk merumuskan catatan, baik berupa peringatan atau rekomendasi tentang peserta didik, yang selanjutnya dijadikan bahan bagi wali

kelas dalam mengisi kolom Pengembangan Diri dalam rapor. Catatan Guru mata pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan

38

peserta didik berkaitan dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. Demikian juga catatan dalam kolom

Pengembangan Diri, menggambarkan perilaku peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan.

2. Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas. Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar (KD) ditetapkan antara % ² 1 %. Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 60%. Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung guru serta ketersediaan sarana dan prasarana. Namun, kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Melalui pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria pencapaian indikator semakin mendekati 100%. Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih besar dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan bahwa peserta didik itu telah menuntaskan indikator itu. Apabila semua indikator telah tuntas, dapat dikatakan peserta didik telah menguasai KD bersangkutan. Dengan demikian, peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas lebih dari 50%, peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Sebaliknya, apabila nilai indikator dari suatu KD lebih kecil dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan indikator itu. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum tuntas sama atau lebih dari 50%, peserta didik belum dapat mempelajari KD berikutnya.

39

––

–

Penghitungan nilai kompetensi dasar dan ketuntasan belajar pada suatu mata pelajaran.

Kompetensi Dasar Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan dimuka bumi Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

Indikator 1. Menganalisis keterkaitan teori tektonik lemeng terhadap persebaran gunung api, gempa bumi dan pembentukan relief muka bumi 2. Mengidentifikasi ciri bentang lahan sebagai akibat proses pengikisan dan pengendapan 3. Mengidentifikasi degradasi lahan dan dampaknya terhadap kehidupan 1. Mengidentifikasi ciri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfaatannya 2. Menganalisis unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran, suhu, angin, kelembaban, awan, curah hujan) 3. Mengklasifikasikan berbagai tipe iklim

Kriteria Ketuntasan 60%

Nilai peserta didik 60

Ketuntasan Tuntas

60%

59

Tidak Tuntas Tuntas

50%

59

60% 70%

61 0

Tuntas Tuntas

60%

90

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai indikator pada kompetensi dasar 1 cenderung 60. Jadi nilai kompetensi dasar 1 adalah 60 atau 6. Nilai indikator pada kompetensi dasar ke 2 bervariasi, sehingga dihitung nilai rata-rata indikator. Jadi nilai kompetensi dasar ke 2 :

61  80  90 ! 77 atau 7,7 3

Pada kompetensi dasar 1, indikator ke- 2 belum tuntas. Jadi peserta didik perlu mengikuti remedial untuk indikator tersebut.

40

—

Tuntas

E. Penilaian Portofolio Langkah-langkah pelaksanaan penilaian portofolio : Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilakukan dalam

melaksanakan penilaian portofolio, diantaranya yaitu :

1. Menentukan Tujuan Portofolio. Pembelajaran adalah suatu proses yang bertujuan. Oleh karena itulah tahapan pertama dalam pelaksasnaan penilaian portofolio adalah merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Dengan tujuan yang jelas dan terarah, akan memudahkan bagi guru untuk mengelola pembalajaran.

2. Penentuan Isi Portofolio. Isi dalam portofolio harus yang dapat sesuai dalam menggambarkan dengan kurikulum. standar Untuk

perkembangan kompetensi

kemampuan yang

siswa

seperti

dirumuskan

menghasilkan kompetensi tersebut, tentu saja proses pembelajaran yang dilakukan guru harus sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Siswa didorong untuk menghasilkan karya, bukan hanya berperan sebagai penerima informasi dari guru.

Kriteria penilaian disusun sebagai standar patokan untuk guru dalam menentukan keberhasilan proses dan hasil pembelajaran pada setiap aspek yang dinilai. Selanjutnya kriteria itu disusun dalam sebuah format penilaian yang jelas. Kriteria penilain ditentukan dalam dua aspek pokok, yaitu kriteria untuk proses belajar dan kriteria untuk hasil belajar. Proses belajar misalnya ditentukan kriteria penilaian dari aspek kesungguhan menyelesaikan tugas,

˜

3. Menentukan Kriteria dan

ormat Penilaian.

41

motivasi belajar, ketepatan waktu penyelesaian, dan lain sebagainya; sedangkan kriteria dilihat dari hasil belajar disesuaikan dengan isi yang menggambarkan kompetensi. Apabila kompetensi yang

diharapkan berupa produk atau hasil karya siswa, maka kriteria dan format penilaian ditetapkan sesuai dengan aspek-aspek yang

terkandung dalam kompetensi itu sendiri.

4. Pengamatan dan Penentuan Bahan Portofolio Portofolio biasanya hanya memuat evidence yang dianggap dapat mewakili dan menggambarkan suatu perkembangan dan

perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, sebelum ditentukan evidence mana yang dianggap dapat dimasukkan ke dalam portofolio, terlebih dahulu perlu dilakukan pengamatan. Pengamatan dan

penentuan evidence sebaiknya dilakukan oleh guru dan siswa secara bersama-sama. Siswa perlu dimintai pertimbangan-pertimbangan serta alasan-alasannya evidence mana yang harus dimasukkan.hal ini penting untuk menjamin objektivitas penilaian portofolio.

5. Menyusun Dokumen Poerofolio. Manakala bahan-bahan portofolio telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menyusun bahan itu dalam dokumen portofolio,

dengan: a) Identitas siswa; b) Mata pelajaran; c) Daftar isi dokumen; dan d) Isi dokumen beserta komentar-komentar baik guru maupun orang tua.

42

™

misalnya dalam bentuk folder.

older itu sendiri perlu dilengkapi

Penilaian Portopolio

Alokasi Waktu Nama Siswa : Yanto Sumaedi SK : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari KD : 3.4 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari Mahami dan menanggapi sebuah sekring listrik yang dapat dilewati oleh arus listrik dan memutuskan arus listrik. Dst Total Skor

: 1 Semester Kelas : IX/1

Skor

No.

(1-10)

1. 2.

7

7

Catatan ; Setiap Standar Kompetensi / Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. Kemudian guru menjelaskan bobot daari setiap portofolio yang dibuat.

43

d

Mata Pelajaran

: isika

Prestasi Keterangan T TB 

Tuntas

Tuntas

F. Penilaian Diri

Nama Siswa Mata Pelajaran Kelas

: Grescela : Fisika/SMP : IX

Aspek Alokasi waktu

: Kognitif : 1 semester

SK : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari. No. KD : 3.1 Mendeskripkan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik Tanggapan Keterangan

statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari 1. a. Muatan Listrik a. Plastik bermuatan listrik negatif jika digosok dengan kain wol b. Ebonit bermuatan listrik negatif jika digosok dengan kain wol c. Kaca bermuatan listrik positif jika digosok dengan kain sutra 2. Dst 1 1 1 1 0 1 = Paham 0 = Tidak Paham

44

3.

Catatan : Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan secara jujur sesuai kemampuan yang dimilikinya, karena tidak berpengaruh terhadap nilai akhir. Hanya bertujuan untuk perbaikan proses pembelajaran.

Penilaian diri dalam bentuk kelompok :

PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : Jerri Nama-nama anggota kelompok : Yudi, Suhe dan Amir, & Jerri Kegiatan kelompok : Mendiskusikan cara membuat magnet butan.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur. Untuk No. 1 s.d. 5, tulislah huruf A,B,C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu B : sering 1. 2. A C C : kadang-kadang D : tidak pernah

Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd kel. untuk didiskusikan Ketika kami berdiskusi, tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu

45

3. 4. 5.

B A B

Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya Selama kerja kelompok, saya mencoba berbagai bahan untuk dijadikan magnet

C A D C D D

mendengarkan orang lain mengajukan pertanyaan mengorganisasi ide-ide saya mengorganisasi kelompok mengacaukan kegiatan melamun

6. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan? Jawaban : Mendiskusikan dan membuat magnet dengan cara induksi, menggosok, dan dengan cara menggunakan arus dc.

46

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Penilaian hasil belajar peserta didik harus memperhatikan prinsipprinsip sebagai berikut: a. Sahih (valid), b. Objektif, c. Adil, d. Terpadu e. Terbuka, f. Menyeluruh dan berkesinambungan, g. Sistematis, h. Menggunakan acuan kriteria i. Akuntabel.

Dalam

pembelajaran

berbasis

konstruktivisme,

penilaian

pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif semata, tetapi mencakup seluruh aspek kepribadian siswa, seperti: perkembangan moral, perkembangan emosional, perkembangan sosial dan aspek-aspek kepribadian individu lainnya. Demikian pula, penilaian tidak hanya bertumpu pada penilaian produk, tetapi juga mempertimbangkan segi proses. Kesemuanya itu menuntut adanya

perubahan dalam pendekatan dan teknik penilaian pembelajaran siswa. Untuk itulah, Depdiknas (2006) meluncurkan rambu-rambu penilaian pembelajaran siswa, dengan apa yang disebut Penilaian Kelas.

47

B. Saran Dengan mempelajari penilaian penerapan hasil belajar diharapkan seorang guru mampu memberikan penilaian yang baik dan menguasai teknik-teknik penilaian yang telah ditentukan, Sehingga adanya

perubahan dalam pembelajaran dan teknik penilaian pembelajaran siswa.

48

REFERENSI

Sanjaya, Dr. Wina,M.Pd, (2005). Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: Kencana Kanginan, Ir. Martin, M.Sc. (2006). IPA isika untuk SMP Kelas IX. Jakarta: Erlangga

http://www.penilaiankelas.com/ce6/sci/A0831159.html http://www.teknik penilaian kelas.ac.uk/emr/Phil/Phil_1/p_1.html

49

e

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->