BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan

1

2. seperti bidang politik. seperti budaya berpakaian. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil.3 Bagaimana tindakan yang mendorong timbulnya globalisasi kebudayaan dan cara mengantisipasi adanya globalisasi kebudayaan? 1. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana dengan teknologi internet.2.1 Mengapa perlahan-lahan budaya asli atau cirri khas budaya Indonesia itu hilang dan terjadinya erosi nilai-nilai budaya? 1.menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan. parabola dan TV.seperti kebudayaan gotong royong.4 Bagaimana perubahan budaya dalam globalisasi .2. gaya rambut dan sebagainya 1.lebih baik secara budaya.2. kesenian yang bertahan dan yang tersisihkan? 2 . orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. budaya dan lain-lain. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas. di antaranya adalah : 1. Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. sosial.2 Mengapa terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa? 1. terutama pada kebudayaan daerah.2 RUMUSAN MASALAH Adanya globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. ekonomi.

4 Agar cirri khas budaya kita tidak terakulturasi dengan budaya global yang mempengaruhi kehidupan dan juga budaya itu sendiri. 1.3.3. 1.2 Untuk meningkatkan kesadaran remaja untuk menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa.3.3. 3 . sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 1.1.3 Agar masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru.1 Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah.3 TUJUAN Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : 1.

Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian. yang mencakup gagasan atau ide. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan. bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis. Kesenian rakyat. hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi. yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam. termasuk keseniannya. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari. kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat).1 GLOBALISASI DAN BUDAYA Gaung globalisasi. yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara 4 . yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20.BAB II PEMBAHASAN 2. termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. telah membuat masyarakat dunia. yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya. kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal.

termasuk kesenian kita. sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. menurut Simon Kimoni.maju. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Akibatnya. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Tetapi. negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. ekonomi. bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan 5 . Simon Kemoni. seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain. berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka. Dalam proses alami ini. dalam proses ini. bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. sosial. Dalam rangka ini. 2. negara-negara berkembang.2 GLOBALISASI DALAM KEBUDAYAAN TRADISIONAL DI INDONESIA Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. budaya.

dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. dan wilayah geografisnya. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar. seperti anekaragaman budaya. KESENIAN YANG BERTAHAN DAN YANG TERSISIHKAN Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional. globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. 2. padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi. dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi.mempengaruhi.3 PERUBAHAN BUDAYA DALAM GLOBALISASI . yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka. Pada hakekatnya bangsa Indonesia. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. lingkungan alam. Dengan perkataan lain. Oleh karena itu. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat.. berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal. hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Ilmu pengetahuan dan 6 . juga bangsa-bangsa lain. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan.

Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Korea. Sementara itu. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Sekalipun demikian. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam. dan globalisasi informasi. yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar. dll melalui stasiun televisi di tanah air. makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu 7 .teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Jepang. maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal. keseniankesenian populer lain yang tersaji melalui kaset. vcd. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita.

4 PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya. dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Di sisi lain. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya. bukan ketoprak panggung. anak-anak remajanya masih banyak 8 . duapuluh tahun yang lalu. ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata. misalnya pergaulan bebas. terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri. misalnya saja kesenian tradisional ³Ketoprak´ yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Telekomunikasi. 2. Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat.saja. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh. Perkembangan 3T (Transportasi. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolaholah tak ada pengunjungnya. gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat.

Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut.yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Bu. bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). ironisnya kebudayaankebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat. iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. ketika teknologi semakin maju. Saudara. Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK. No problem dan Yes¶. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu). Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film. Pak. Saat ini. bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Ibu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang 9 . juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak. bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat.

mengungkapkan kebijakan kultural di Asia Tenggara saat ini secara efektif mengubah dan merusak seni-seni pertunjukan tradisional. baik melalui campur tangan.5 TINDAKAN YANG MENDORONG TIMBULNYA GLOBALISASI KEBUDAYAAN DAN CARA MENGANTISIPASI ADANYA GLOBALISASI KEBUDAYAAN Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Derasnya arus informasi. maupun penanganan yang berlebihan. tari cokek. Jennifer Lindsay (1995) dalam bukunya yang berjudul µCultural Policy And The Performing Arts In South-East Asia¶. misalnya kesenian asli daerah Betawi yaitu.ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . 2. dan sebagainya sudah diatur dan disesuaikan oleh aparat pemerintah untuk memenuhi tuntutan dan tujuan kebijakan-kebijakan politik pemerintah. tari lenong. yang juga ditandai dengan hadirnya internet. sehingga kesenian Betawi tersebut tidak lagi terlihat keasliannya dan cenderung dapat membosankan. Aparat pemerintah di sini turut mengatur secara normatif. Sebagai contoh dari permasalahan ini dapat kita lihat. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. 10 . turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.

Selama ini pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional yang dilakukan lembaga pemerintah masih sebatas pada unsur formalitas belaka. Dengan demikian. Memang diakui bahwa kesenian rakyat saat ini membutuhkan dana dan bantuan pemerintah sehingga sulit untuk menghindari keterlibatan pemerintah dan bagi para seniman rakyat ini Oleh karena itu pemerintah harus µmelakoni¶ dengan benar-benar peranannya sebagai pengayom yang melindungi keaslian dan perkembangan secara estetis kesenian rakyat tersebut tanpa harus merubah dan menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan politik. namun justru semakin dijauhi masyarakat. Kita harus beradaptasi dengannya karena banyak manfaat yang bisa diperoleh. Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. maka pemerinta h perlu mengembalikan fungsi pemerintah sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. khususnya pemerintah. baik dalam menentukan kualitas maupun selera. politik dsb. Karena pada era teknologi dan komunikasi yang sangat canggih dan modern ini masyarakat dihadapkan kepada banyaknya alternatif sebagai pilihan. tanpa menyentuh esensi kehidupan kesenian yang bersangkutan. Akibatnya. tantangan yang dihadapi oleh kesenian rakyat cukup berat. Hal ini sangat memungkinkan keberadaan dan eksistensi kesenian rakyat dapat dipandang dengan sebelah mata oleh masyarakat. dalam rangka keperluan turisme.Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dikehendaki terhadap keaslian dan perkembangan yang murni bagi kesenian rakyat tersebut. jika dibandingkan dengan kesenian modern yang merupakan imbas dari budaya pop. 11 . Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan. kesenian tradisional tersebut bukannya berkembang dan lestari.

dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau danadana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja 12 . mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung. Selain itu. yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) bagi para seniman rakyat.Untuk menghadapi hal-hal tersebut di atas ada beberapa alternatif untuk mengatasinya.

BAB III PENUTUP 3.2. sebagai generasi muda. hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu.2 SARAN ± SARAN 3. Dengan demikian agar budaya kita tetap terjaga kemurrniannya dan ciri khasnya masing -masing. masihkah ada ciri khas kebudayaan kita.1 Indonesia merupakan Negara kesatuan yang memiliki berbagai macam kebudayaan. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. 13 . Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Apabila timur dan barat bersatu. 3. yang membuat kita kaya akan kebudayan. Oleh sebab itu. telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. yang merupakan pewaris budaya bangsa. oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya Indonesia sebagai identitas bangsa.1 KESIMPULAN Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia . Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya. Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun sistem nilai kita. tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Caranya adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern.

pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa.2 Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya. dan masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru. hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya.2.2. 3. karena segala budaya itu sangat erat hubungannya dangan masyarakat itu sendiri yang bisa terus menjaga eksistensi cirri khas budaya yang terus berdarah daging secara turun temurun dari nenek moyang. 3.oleh karena itu. sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.3 Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru. begitu juga dengan para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita. 14 .

Black coffe wifi.22. Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia.35.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah. 3. 1990.htm .id/rub_budaya. 4. Mizan 1997. http://www. Koenjaraningrat. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. 2.DAFTAR PUSTAKA 1.22/5/10. http://alhuda. 15 .com/ Sabtu. Jakarta: Gramedia. Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Black coffe wifi. Kuntowijoyo. 5. Sapardi Djoko Damono. 22/5/10.or. Sabtu. Mizan 1997.35.22.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful