P. 1
Pembagian Tabung Lpg 3 Kg Di Dusun Karang Mloko

Pembagian Tabung Lpg 3 Kg Di Dusun Karang Mloko

|Views: 244|Likes:

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Atikasillas Fernandez on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2014

pdf

text

original

PEMBAGIAN KARTU KENDALI LPG TABUNG 3 KG DI DUSUN KARANG MLOKO KELURAHAN DADAPREJO KOTA BATU

A. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana gambaran Kartu Kendali LPG tabung 3 kg? 2. Bagaimana proses pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg? B. FOKUS PENELITIAN 1. Gambaran Kartu Kendali LPG tabung 3 kg a. Pengerian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg b. Fungsi pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg c. Undang-undang tentang pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg 2. Proses pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg a. Yang berhak menerima Kartu Kendali LPG tabung 3 kg b. Aktor yang terlibat dalam pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg c. Pelaksanaan Kartu Kendali LPG tabung 3 kg C. METODE MENGHIMPUN DATA Metode menghimpun data disusun secara sistematis dan terarah yang digunakan sebagai suatu kerangka dalam sebuah penelitian ilmiah. Adapun tahapan dalam penelitian ini adalah : 1. Tahap Identifikasi Masalah Tahap ini adalah tahap awal dalam pelaksanaan penelitian yang terdiri dari tahap identifikasi masalah, perumusan masalah, penentuan fokus penelitian, dan studi lapangan. Pada tahap identifikasi awal ini dilakukan pengumpulan informasi mengenai situasi pada pembagian Kartu Kendali LPG 3 kg untuk mengidentifikasi permasalahan yang sedang terjadi pada pendistribusian Kartu Kendali LPG 3 kg. 2. Metode Wawancara Tahap ini adalah tahap lanjutan dari identifikasi maslash. Setelah masalah sudah diketahui, maka dilakukan wawancara untuk menghimpun data dari

1

Narasumber. Dalam penelitian kali ini, peneliti melakukan wawancara pada Ketua RT 02 RW 05 yang merupakan pihak yang terlibat secara langsung dalam proses pembagian Kartu Kendali LPG 3 kg. Daftar pertanyaan:
y y y y y y

Apa tujuan pembagian Kartu Kendali ini? Siapa yang terlibat dalam pembagian Kartu Kendali? Siapa yang berhak menerima Kartu Kendali? Kapan Kartu Kendali mulai dibagikan? Mulai kapan Kartu Kendali ini bisa diberlakukan? Apakah dengan adanya Kartu Kendali pembelian LPG 3 kg menjadi lebih efektif?

y

Di Dusun Karang Mloko sendiri sudah adakah agen resmi penyalur LPG 3 kg?

y y y

Adakah sosialiasi dalam penggunaan Kartu Kendali ini? Bagaimana respon masyarakat dalam pembagian Kartu Kendali ini? Adakah dampak positif atau negatif dalam pembagian Kartu Kendali?

3. Metode Observasi Observasi adalah cara penelitian dengan cara mengamati secara langsung hal yang kita teliti. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi tentang pembagian Kartu Kendali LPG 3 kg yang dilakukan di Dusun Karang Mloko, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu.

D. LANDASAN TEORI Pemerintah berkewajiban untuk menjaga dan mengawasi penggunaan LPG tertentu agar dapat ³TEPAT GUNA´ dan ³TEPAT SASARAN´. Kewajiban ini telah dimanfaatkan dalam perundang-undangan, sehingga perlu diterapkan melalui mekanisme yang efektif dan efisien. Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah melakukan kegiatan Implementasi Sistem Distribusi Tertutup LPG Tertentu seperti yang telah diatur dalam peraturan Menteri ESDM No. 26 tahun 2009 dalam Bab I Pasal 1 ayat 11, 14, dan 15 yang berbunyi:

2

Pasal 1 ayat 11: Wilayah Distribusi LPG Tertentu adalah wilayah tertentu berdasarkan batasan geografis yang diberikan kepada Badan Usaha pemegang lzin Usaha Niaga LPG untuk melaksanakan penugasan penyediaan dan pendistribusian LPG Tertentu. Pasal 1 ayat 14: Sistem Pendistribusian Tertutup LPG Tertentu adalah sistem pendistribusian LPG Tertentu untuk rumah tangga dan usaha mikro yang mengggunakan LPG Tertentu yang terdaftar dengan menggunakan Kartu Kendali. Pasal 1 ayat 15: Kartu Kendali adalah tanda pengenal resmi yang diberikan kepada rumah tangga dan usaha mikro pengguna LPG Tertentu sebagai alat pengawasan dalam pendistribusian LPG Tertentu. Pada distribusi tertutup memiliki kekurangan yaitu ketidakpastian supply akan lebih tinggi karena hanya boleh mendapatkan pasokan dari 1 upstream (risiko kekurangan pasokan akan lebih tinggi). Sehingga agen akan menggunakan buffer (safety stock) yang lebih tinggi. Namun, kenaikan safety stock akibat ketidakpastian supply yang lebih tinggi akan dioffset oleh penurunan kebutuhan safety stock akibat ketidakpastian demand yang lebih rendah (kepastian yang lebih tinggi dari sisi demand) sehingga secara total mungkin tidak terjadi kenaikan safety stock. Kekurangan dari distribusi tertutup akan tertutupi oleh keuntungan dari sistem distribusi tertutup. Adapun keuntungan dari distribusi tertutup, yaitu : 1. Administrasi data akan lebih rapi (lebih mudah menangani sistem informasi penjualannya). Hal ini akan memudahkan pada pemberlakuan kartu kendali untuk pembelian LPG 3 kg. 2. Selain itu traceability data lebih tinggi sehingga mudah untuk memonitor data penjualan (misalnya, kalau ada pola pemakaian yang tidak wajar akan mudah dilacak). 3. Persaingan antar pelaku (misalnya antar agen) dengan tersendirinya hilang karena area pasar mereka tidak bersinggungan. Dan keteraturan pasokan bisa

3

dijaga karena pasar lebih stabil sehingga jumlah permintaan di masingmasing agen akan predictable (demand uncertainty lebih rendah). 4. Permintaan yang lebih predictable dengan pola yang lebih teratur akan memudahkan menentukan stocking policy dan harapannya service level lebih tinggi namun stock level lebih rendah. Berdasarkan Peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), terdapat dua kategori masyarakat pengguna yang berhak menggunakan LPG 3 kg yaitu Rumah Tangga dan Usaha Mikro, dengan kriteria sebagai berikut: 1. Memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu penduduk musiman dan kartu keluarga (KK); 2. Mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan dengan dibuktikan melalui slip gaji atau pengeluaran tidak lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan atau dengan surat keterangan tidak mapu dari kelurahan atau desa setempat. Fungsi Kartu Kendali 1. Sebagai bukti identitas bagi masyarakat yang berhak menggunakan LPG 3 kg. 2. Sebaai lat bagi Pemerintah untuk pengawasan dalam pendistribusian LPG 3 kg. 3. Sebagai lat transaksi LPG 3 kg. Bertransaksi Menggunakan Kartu Kendali 1. Pengguna LPG 3 kg mendapat Kartu Kendali dari pemerintah. Kartu Kendali harus dibawa saat membeli LPG 3 kg di tempat yang ditentukan. Kartu Kendali tidak dapat digunakan oleh pihak lain di luar anggota keluarga Penerima Kartu Kendali . Setiap pemegang Kartu Kendali hanya dapat membeli LPG 3 kg di tempat-tempat yang telah ditentukan. 2. Pengguan LPG 3 kg mendatangi tempat-tempat pembelian yang telah ditentukan untuk membeli LPG 3 kg denga membaw Kartu Kendali.

4

Penjual mencatat pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan Mesin Pembaca Kartu Kendali EDC atau mencatatnya dalam Lembar Catatan Transaksi (Logbook). Setelah transaksi tercatat, penjual memberikan LPG 3 kg yang dibeli. 3. Setelah penguna LPG 3 kg mendapatkan tabung LPG 3 kg, pengguna melakukan pembayaran dengan mengnakan uang tunai. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunakan Kartu Kendali: 1. Kartu Kendali tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak mananpun, oleh karena itu Kartu Kendali hanya digunakan oleh pemegang Kartu Kendali (dan anggota keluarhanya). 2. Kartu Kendali tidak dapat dipergunakan untuk tujuan-tujuan lain selain untuk melakukan transaksi LPG 3 kg. 3. Apabila Kartu Kendalibermasalah atua hilang, Pemegang Kartu dapat menghubungi Pusat Pelayanan Kartu Kendali. Pelayanan Kartu Kendali Pelayanan Kartu Kendali meliputi: 1. Pengajuan Kartu Kendali bagi Pengguna baru LPG 3 kg 2. Pengajuan penggantian Kartu Kendali yang hilang 3. Pengajuan penggantian Kartu Kendali yang rusak 4. Pengajuan pindah domisili tempat tinggal pengguna Kartu Kendali Cara Pengajuan Kartu Kendali bagi Pengguna Baru LPG 3 kg: 1. Mengisi form Pengajuan Kartu Kendali Baru di Pusat Pelayanan Kartu Kendali setempat. 2. Melampirkan fotocopy KTP/Kartu Keluarga/Surat Keterangan Domisili dari kelurahan setempat. 3. Melampirkan fotocopy Slip Gaji/Surat keterangan Tidak Mampu atau Surat Keterangan Penghasilan dari kelurahan setempat.

5

Cara Pengajuan penggantian Kartu Kendali Yang Hilang: 1. Mengisi form Pengajuan Penggantian Kartu Hilang di Pusat Pelayanan Kartu Kendali setempat. 2. Melampirkan fotocopy KTP/Kartu Keluarga/Surat Keterangan Domisili dari kelurahan setempat. 3. Melampirkan Surat Kehilangan Kartu Kendali dari kepolisian setempat. Cara Pengajuan penggantian Kartu Kendali Yang Rusak: 1. Mengisi form Pengajuan Penggantian Kartu Kendali Yang Rusak di Pusat Pelayanan Kartu Kendali setempat. 2. Melampirkan fotocopy KTP/Kartu Keluarga/Surat Keterangan Domisili dari kelurahan setempat. 3. Menyerahkan Kartu Kendali yang rusak. Cara Pengajuan pindah domisili tempat tinggal pengguna Kartu Kend ali: 1. Mengisi form Pindah Domisili Tempat Tinggal Pengguna Kartu di Pusat Pelayanan Kartu Kendali setempat. 2. Melampirkan fotocopy KTP/Kartu Kendali/Surat Keterangan Domsili dan Surat Keterangan Pindah Domisili dari kelurahan setempat. 3. Menyerahkan Kartu Kendali untuk dipersonifikasi ulang. Hal-hal Yang Merusak Kartu Kendali 1. Kartu Kendali dilarang terkena panas atau dekat sumber api. 2. Kartu Kendali dilarang terkena medan magnet besar. 3. Kartu Kendali dilarang dibengkokkan atau dilipat. Cara Memfungsikan Kartu Kendali Sebagai Kartu Pembayaran Elektronik Untuk dapat melakukan transaksi pembayaran elektronik, pemegang Kartu Kendali harus melakukan aktivasi dengan mengisi saldo dalam kartu (Top Up) terlebih dahulu. Top Up adalah menyimpan nilai sejumlah uang ke dalam salso dalam chip Kartu Kendai. Pemegang Kartu Kendali melakukannya dengan menyetor langsung sejumlah uang yang diinginkan di tempat ang di tentukan.

6

Proses Transaksi Isi Ulang (Top Up) dilakukan melalui mesin Electronic data Capture (EDC) yang berada di Agen/Penyalur atau Sub Penyalur yang ditunjuk. Pemegang Kartu Kendali dapat melakukan pengecekan saldo Kartu Kendali yang dimiliki melalui EDC.

Kartu Kendali Elpiji 3 Kg Diluncurkan
Citra Listya Rini JAKARTA - Pemerintah akan meluncurkan kartu kendali untuk pendistribusian tabung elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram. Peluncuran kartu kendali diharapkan akan membuat distribusi tabung elpiji bersubsidi jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Kartu kendali akan dibagikan kepada mereka yang tergolong kurang mampu atau yang berhak menerima subsidi. Pemerintah daerah setempat akan ikut dilibatkan dalam pembagian kartu kendali. Sebagai tahap awal, pemberlakuan kartu kendali ini akan diujicobakan di beberapa kota di Indonesia. Pimpinan Program Edukasi dan Sosialisasi Konversi Mitan-LPG Tiga Kilogram dari PT Kencana Mandiri Ulinusantara, Irsan Thaslimie, mengungkapkan, pihaknya siap melakukan uji coba distribusi tertutup tabung tiga kilogram ini. "Nantinya akan dilakukan di Pekanbaru, Purbalingga, Sumedang, Surakarta, Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang," ujar Irsan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/1). Uji coba distribusi tertutup tabung gas elpiji tiga kilogram itu akan dilakukan secara bertahap. Irsan menuturkan, proses penataannya sendiri sudah dilangsungkan sejak tahun lalu, namun baru akan dilaksanakan pada tahun ini. "Dengan kartu kendali ini diharapkan distribusi tertutup akan terkontrol. Jadi, subsidi tidak lari ke mana-mana-tepat pada sasaran, sehingga orang kaya tidak bisa memiliki tabung gas elpiji bersubsidi," tutur Irsan. Pelaksanaan pembagian kartu kendali akan ditangani oleh pemerintah di masingmasing daerah. Sedangkan, pengawasan akan dilakukan oleh tim monitoring bagian kota tersebut, termasuk juga kepolisian. Ia mengungkapkan, otoritas yang berwenang melakukan pembagian kartu kendali ada di tingkat kelurahan. "Para pemegang kartu ini bisa membeli tabung gas elpiji di agen-agen tertentu," papar Irsan. Pembagian tabung gas elpiji tiga kilogram telah berjalan selama tiga tahun. Sebelumnya, pejabat lokal di tingkat RT RW serta desa telah dilibatkan untuk mendata warga yang berhak menerima tabung bersubsidi itu. Namun, kenyataannya banyak warga yang tak berhak menerima tabung bersubsidi. (Sumber: Republika online)

7

E PE B Dalam rangka pengawasan LPG 3 kg agar hanya masyarakat yang berhak yang dapat menggunakannya, maka Pemerintah telah menetapkan bagi masyarakat pengguna LPG 3 kg untuk menggunakan Kartu Kendali dalam setiap pembelian / transaksi isi ulang LPG 3 kg. Pada tahap awal, distribusi tertutup dengan pembagian Kartu Kendali elpiji 3 kg ini diuji bakan di tujuh daerah, yakni Kota Pekanbaru, Kota Purbalingga, Kota Sumedang, Kota Surakarta, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Dalam Penelitaian tentang pembagian Kartu Kendali kali ini, penulis akan meneliti proses pembagian Kartu Kendali yang ada di Dusun Karang Mloko, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu. Penduduk Karang Mloko sendiri berjumalah kurang lebih 800 kepala keluarga. 1. Gambaran Kartu Kendali LPG tabung 3 kg a. Pengerian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg Kartu Kendali adalah tanda pengenal resmi yang diberikan kepada Rumah Tangga dan Usaha Mikro pengguna LPG 3 kg sebagai lat pengawasan dalam pendistribusian LPG 3 kg. Bentuk Kartu Kendali

b. Fungsi pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg Fungsi Kartu Kendali 1. kg. Sebagai bukti identitas bagi masyarakat yang berhak menggunakan LPG 3

8

2.

Sebagai alat bagi Pemerintah untuk pengawasan dalam pendistribusian

LPG 3 kg. 3. Sebagai alat transaksi LPG 3 kg. Selain itu, Implementasi sistem distribusi tertutup ini akan memberikan banyak manfaat baik untuk masyarakat, penyalur, maupun pemerintah. Bagi masyarakat penerima program subsidi, akan memperoleh kejelasan pasokan dan ketersediaan karena tata niaga LPG 3 kg akan lebih tertata sehingga kebutuhan di setiap wilayah tertentu dapat diperkirakan. Bagi penyalur, dengan ditunjuknya sebagai agen LPG 3 kg yang sah, maka tidak terjadi persaingan yang begitu besar antar agen karena tiap agen sudah ditetapkan masing-masing oleh pemerintah daerah. Sementara bagi pemerintah, lanjutnya, sistem distribusi tertutup ini akan mempermudah penataan maupun pengawasan distribusi LPG 3 kg sehingga akan memberikan kepastian terhadap jumlah subsidi yang akan dikeluarkan. c. Undang-undang tentang pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg Sejauh ini dalam proses pembagian Kartu Kendali , Undang-undang yang digunakan adalah Undang-undang Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang berbunyi Bab I Pasal 1 ayat 11, 14, dan 15 yang berbunyi: Pasal 1 ayat 11: Wilayah Distribusi LPG Tertentu adalah wilayah tertentu berdasarkan batasan geografis yang diberikan kepada Badan Usaha pemegang lzin Usaha Niaga LPG untuk melaksanakan penugasan penyediaan dan pendistribusian LPG Tertentu. Pasal 1 ayat 14: Sistem Pendistribusian Tertutup LPG Tertentu adalah sistem pendistribusian LPG Tertentu untuk rumah tangga dan usaha mikro yang mengggunakan LPG Tertentu yang terdaftar dengan menggunakan Kartu Kendali.

9

Pasal 1 ayat 15: Kartu Kendali adalah tanda pengenal resmi yang diberikan kepada rumah tangga dan usaha mikro pengguna LPG Tertentu sebagai alat pengawasan dalam pendistribusian LPG Tertentu. 2. Proses pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg a. Yang berhak menerima Kartu Kendali LPG tabung 3 kg Kartu Kendali ini diberikan kepada warga yang terutama telah memperoleh bantuan kompor dan tabung LPG 3 kg. Menurut Undang-undang Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), terdapat dua kategori masyarakat pengguna yang berhak menggunakan LPG 3 kg yaitu Rumah Tangga dan Usaha Mikro, dengan kriteria sebagai berikut: 1. Memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu penduduk musiman dan kartu keluarga (KK); 2. Mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan dengan dibuktikan melalui slip gaji atau pengeluaran tidak lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan atau dengan surat keterangan tidak mapu dari kelurahan atau desa setempat. Sedangkan di Dusun Karang Mloko sendiri Kartu Kendali ini diberikan kepada kurang lebih 800 kepala keluarga atau dengan kata lain hampir semua kepala keluarga di Dusun Karang Mloko memperoleh Kartu Kendali LPG tabung 3 kg. Hal ini sendiri dikarenakan hampir semua warga di Dusun ini berpenghasilan kurang dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan. Tapi meski sebenarnya Kartu Kendali diberikan pada warga yang kurang mampu, nyatanya masih ada juga warga yang dengan penghasilan lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan diberikan Kartu Kendali. Hal ini termasuk dalam penyelewengan dan penyimpangan yang

10

pasti sering terjadi. Ini karena pembagian Kartu Kendali berdasarkan data pembagian Kompor dan Tabung LPG 3 kg. Seperti yang kita tahu, bahwa pembagian Kompor dan Tabung LPG 3 kg tersebut oleh pemerintah diberikan kepada semua warga di Indonesia, termasuk warga dengan kategori mampu. b. Aktor yang terlibat dalam pembagian Kartu Kendali LPG tabung 3 kg Kartu Kendali dibuat oleh Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi sesuai amanat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kemudian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral meyerahkan Kartu Kendali kepada Pemerintah Daerah (Bupati/Walikota) yang ditunjuk sebagai Daerah Percontohan. Selanjutnya Pemerintah Daerah(Bupati/Walikota) membagikan pada Kelurahan yang ada di wilayahnya untuk kemudian dibagikan kepada Ketua RW yang ada di masing-masing Dusun. Ketua RW tidak langsung memberikan kepada kepala keluarga, tapi melalui Ketua RT. Selanjutnya Ketua RT mendatangi rumah masing-masing warganya dan langsung membagikan Kartu Kendali tersebut. Di sini sudah terjadi desentalisasi dan dekonsentrasi. Desentralisasi atau penyerahan wewenang diberikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada Pemerintah Daerah (Bupati/Walikota) dan dari Pemerintah Daerah (Bupati/Walikota) kepada Kelurahan. Selanjutnya Lurah melakukan dekonsebtrasi atau pelimpahan wewenang untuk membagikan Kartu Kendali kepada Ketua RW di masingmasing Dusun, kemudian Ketua RW juga melimpahkan wewenang tersebut kepada Ketua RT. c. Pelaksanaan Kartu Kendali LPG tabung 3 kg Kartu Kendali ini mulai dibagikan pada bulan November tahun 2010 kemarin. Pembagian dilakukan oleh Ketua RT langsung kepada kepala keluarga. Pembagian pun tidak berlangsung lama karena dilakukan oleh masing-masing Ketua RT. Dalam pembagian ini, Ketua RT juga memberikan sosialisasi kepada setiap kepala keluarga tentang penggunaan Kartu Kendali. Kartu Kendali di Dusun Karang Mloko belum bisa diberlakukan seperti di

11

daerah lain, karena belum ada instruksi langsung dari PT Pertamina yang sebelumnya telah mensurvey Dusun Karang Mloko ini. Selain itu, belum adanya Mesin Pembaca Kartu Kendali EDC juga menjadi salah satu faktor belum diberlakukannya Kartu Kendali. Sosialisasi terhadap pembagian Kartu Kendali ini juga sudah dilakukan oleh Pemerintah setempat (dalam hal ini adalah Ketua RT yang membagikan Kartu Kendali langsung kepada warga). Selama ini dari sosialisasi yang telah disampaikan pihak kelurahan pada RW dan RT mengatakan, setiap keluarga dibatasi mengisi sebanyak 3 hingga 4 kali tabung per bulan. Sementara untuk pengusaha makanan seperti warung diperbolehkan mengambil 6-7 tabung per bulan. Pada kenyataanya belum ada sarana yang bisa mengatur dan membatasi warganya untuk membeli berapa dan dimana. Namun dapat diakui bahwa pembagian Kartu Kendali ini cukup efektif karena subsidi LPG 3 kg akan dicabut oleh pemerintah yang akan mengakibatkan harga LPG 3 kg akan naik. Tapi untuk warga yang sudah memiliki Kartu Kendali masih bisa membeli harga LPG 3 kg yang bersubsidi. Selama ini masih belum ada dampak yang timbul dengan pembagian Kartu Kendali, karena Kartu Kendali ini belum dapat diberlakukan sampai sekarang di Dusun Karang Mloko. Pemerintah juga berharap semoga tidak ada dampak negatif yang timbul dari pembagian Kartu Kendali ini. Apalagi respon warga Dusun Karang Mloko dengan pembagian Kartu Kendali ini juga sangat bagus, jadi diharapkan apabila Kartu Kendali ini sudah berfungsi bisa memudahkan warga dalam bertransaksi LPG 3 kg. F. KESIMPULAN Dalam rangka pengawasan LPG 3 kg agar hanya masyarakat yang berhak yang dapat menggunakannya, maka Pemerintah telah menetapkan bagi masyarakat pengguna LPG 3 kg untuk menggunakan Kartu Kendali dalam setiap pembelian / transaksi isi ulang LPG 3 kg. Pada tahap awal, distribusi tertutup dengan pembagian Kartu Kendali elpiji 3 kg ini diujicobakan di tujuh daerah,

12

yakni Kota Pekanbaru, Kota Purbalingga, Kota Sumedang, Kota Surakarta, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Berdasarkan Peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), terdapat dua kategori masyarakat pengguna yang berhak menggunakan LPG 3 kg yaitu Rumah Tangga dan Usaha Mikro, dengan kriteria sebagai berikut: 1. Memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu penduduk musiman dan kartu keluarga (KK); 2. Mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan dengan dibuktikan melalui slip gaji atau pengeluaran tidak lebih dari Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan atau dengan surat keterangan tidak mapu dari kelurahan atau desa setempat. Di Kota Batu, tepatnya di Dusun Karang Mloko Kartu Kendali juga sudah disebar kepada kurang lebih 800 kepala keluarga. Namun sayang, pelaksanan Kartu Kendali ini belum dapat dilakukan karena belum ada instruksi lebih lanjut dari Pemerintah Daerah, selain itu di Dusun ini juga belum tersedia Mesin Pembaca Kartu Kendali EDC juga menjadi salah satu faktor belum diberlakukannya Kartu Kendali. Namun masyarakat sangat merespon baik untuk pembagian Kartu Kendali ini, sehigga diharapkan apabila Kartu Kendali ini sudah berfungsi sebagai mana mestinya bisa memudahkan warga dalam bertransaksi LPG 3 kg dan subsidi LPG 3 kg ini tidak salah sasaran dan jath pada masyarakat yang membutuhkan. G. SARAN 1. Pemerintah harus lebih tegas dalam pemberian Kartu Kendali agar tidak salah sasaran dan jatuh pada masyarakat yang membutuhkan. 2. Agen yang ditunjuk sebagai agen resmi LPG 3 kg tidak menyalahgunakan wewenangnya dan menaikkan harga seenaknya sendiri. 3. Masyarakat diharapkan mendukung kebijakan ini agar semua dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami banyak kendala.

13

DAFTAR PUSTAKA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2010. Buku Petunjuk Kartu Kendali. Batu Rini, Citra Listya. 2011. Kartu Kendali Elpiji 3 Kg Diluncurkan. http://republika.co.id:8080/koran/16/126433/Kartu_Kendali_Elpiji_3_Kg_ Diluncurkan (online), diakses tanggal 28 Desember 2010. Sumarwoto . 2010. Purbalingga Dijadikan Percontohan Sistem Distribusi Tertutup LPG . http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=37555 (online), diakses tanggal 8 Januari 2011 Widad, Faizatul dan I Nyoman Pujawan. Rancangan Konfigurasi Jaringan Logistik Dengan Pendekatan Sistem Tertutup (Studi Kasus: Distribusi Lpg 3 Kg Di Kab./Kota Malang Dan Kota Batu). http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-10667-Paper.pdf (online), diakses tanggal 28 desember 2010. _____. 2010. 192.945 Kartu Kendali LPG 3 kg Disebar. http://www.malangpost.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5668&Itemid= 71(online), diakes tanggal 28 Desember 2010. ______. 2011. Waduh, Elpiji 3 Kg Tak Akan Dijual Bebas Lagi. http://www.desamodern.com/?r=site/content/detail/16/1951 (online), diakses tanggal 8 Januari 2011.

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->