P. 1
Penelitian Hasil Belajar Fisika (PHBF)

Penelitian Hasil Belajar Fisika (PHBF)

|Views: 683|Likes:
Published by Jerriagustinus

More info:

Published by: Jerriagustinus on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2015

pdf

text

original

A.Pengertian Evaluasi

Dari segi harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation;
dalam bahasa Indonesia berarti: penilaian. Akar katanya adalah value; yang
dalam bahasa Indonesianya berarti: nilai. Dengan demikian secara harfiah,
evaluasi pendidikan (educational evaluation = Evaluasi Pendidikan).
Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar,
karena dengan evaluasi dapat ditentukan tingkat keberhasilan suatu program
sekaligus juga dapat diukur hasil-hasil yang dicapai oleh suatu program.
Evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai jarak antara
situasi yang ada dan situasi yang diharapkan untuk mendapatkan kejelasan
mengenai jarak yang menggambarkan situasi yang diharapkan. Dengan
demikian salah satu ciri yang penting dalam evaluasi adalah adanya kriteria
yang dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan mengenai objek yang
dievaluasi yakni evaluasi dapat diartikan sebagai proses pembanding situasi
yang ada dengan kriteria, karena evaluasi adalah suatu proses mendapatkan
informasi dan menggunakannya untuk menyusun suatu keputusan.
Evaluasi dapat dilakukan dengan cara pengukuran dan tes. Proses
penentuan angka-angka yang menggambarkan sifat seseorang, benda atau
suatu kejadian disebut pengukuran. Pengukuran dimungkinkan sekali tanpa
menggunakan tes. Sedang tes adalah proses untuk menilai sifat orang, benda
atau kejadian. Adapun dari segi istilah, sebagaimana dikemukakan oleh
Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977): Evaluation refer to the act or
process to determining the value of something.
Menurut definisi ini, maka
istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu
tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Dengan
demikian, evaluasi dapat diartikan sebagai kegiatan yang terencana untuk

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 1

mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrument dan
hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.
Pengertian evaluasi lebih ditekankan lagi dengan batasan sebagai proses
memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu
kriteria tertentu (Nana Sudjana,1990:3). Dengan berdasarkan batasan-batasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan
sebagai tes sistematis untuk menentukan nilai sesuatu berdasarkan kriteria
tertentu melalui penilaian.

Berbicara tentang pengertian istilah Evaluasi Pendidikan, di tanah air
kita, Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai
Evalusi Pendidikan sebagai berikut:
1.Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan
dengan tujuan yang telah ditentukan.
2.Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi
penyempurnaan pendidikan
Bertitik tolak dari uraian di atas, maka apabila definisi tentang Evaluasi
Pendidikan itu dituangkan dalam bentuk bagan, kurang lebih adalah seperti
terlihat dibawah ini.

Pengertian evaluasi lebih ditekankan lagi dengan batasan sebagai proses
memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 2

kriteria tertentu (Nana Sudjana,1990:3). Dengan berdasarkan batasan-batasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan
sebagai tes sistematis untuk menentukan nilai sesuatu berdasarkan kriteria
tertentu melalui penilaian.

Ada beberapa istilah yang sering digunakan untuk pengertian yang
serupa dengan evaluasi , yaitu measurement atau pengukuran, assessment
atau penaksiran dan test. Ketiga istilah ini kadang-kadang sering digunakan
secara bergantian dan dianggap memiliki pengertian yang sama, padahal
ketiganya terdapat perbedaan. Measurement atau pengukuran diartikan
sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu (Wondt, Edwin
and G.W. Brown, 1957:1) dengan kata lain pengukuran adalah suatu usaha
untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan,
hal ini dapat diperoleh dengan jalan tes atau cara lain. Hasil pengukuran
belum banyak memiliki arti sebelum ditafsirkan dengan jalan
membandingkan hasil pengukuran dengan standar atau patokan yang telah
ditentukan sebelumnya.

Walaupun tidak semua proses evaluasi melalui pengukuran, seorang
calon guru atau guru harus tahu tentang pengukuran dan penilaian.
Pengukuran lebih menekankan kepada proses penentuan kuantitas sesuatu
melalui membandingkan hasil yang diperoleh dengan satuan ukuran tertentu,
sedangkan penilaian menekankan kepada proses pembuatan keputusan
terhadap sesuatu ukuran baik-buruk yang bersifat kualitatif. Pengukuran
dilakukan apabila kegiatan penilaian membutuhkannya, jika tidak dibutuhkan
maka pengukuran tidak perlu dilakukan. Sedangkan pengertian test lebih
ditekankan pada penggunaan alat pengukuran. Menurut Sumadi Suryabrata
“Tes adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-
perintah yang harus dijalankan, yang mendasarkan harus bagaimana pelaku
tes (testee) menjawab pertanyaan- pertanyaan atau melakukan perintah-
perintah itu, penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara
membandingkannya dengan standar atau pelaku tes (testee) yang lain.”
(Sumadi Suryabrata, 1984:22)

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 2

Dilihat dari pengertian diatas, tes memiliki arti yang sama dengan
evaluasi dan memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan dengan
pengukuran. Adapun untuk membedakannya ialah:

Unsur-unsur pokok yang harus ada dalam kegiatan pengukuran

adalah:
1.adanya objek yang diukur
2.adanya tujuan pengukuran
3.adanya alat ukur
4.proses pengukuran, dan
5.hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif

Sedangkan unsur pokok dalam penilaian selain mencakup kegiatan
pengukuran mencakup pula :
1.adanya standar yang dijadikan pembanding
2.adanya proses perbandingan antara hasil pengukuran dengan standar
3.adanya hasil penilaian yang bersifat kualitatif.

Penelitian sendiri memiliki pengertian yang lebih luas daripada
evaluasi. Oleh karena itu evaluasi pendidikan dapat berfungsi sebagai bagian
dari penelitian yang sering disebut action research yaitu suatu proses
penelitian yang hasil-hasilnya selalu dipakai untuk memperbaiki pelaksanaan
proses, kemudian diadakan penelitian ulang, yang hasilnya dipakai
menyempurnakan lagi kegiatan tersebut.
Alasan diadakannya evaluasi dalam pendidikan diantaranya adalah
karena evaluasi memiliki dua kepentingan, yakni untuk mengetahui apakah
tujuan pendidikan telah tercapai dengan baik, dan yang kedua untuk
memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar-mengajar.
Selanjutnya karena kegiatan evaluasi terhadap hasil belajar merupakan tugas
seorang pendidik profesional yang mana pekerjaan tersebut memerlukan
pendidikan lanjut dan latihan khusus, dan yang terakhir karena bila dilihat
dari pendekatan kelembagaan, kegiatan pendidikan merupakan kegiatan

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 1

manajemen yang mana salah satunya meliputi kegiatan controlling dan
evaluating, sehingga fungsi control dan evaluasi pada setiap proses termasuk
pendidikan.

A.Tujuan dan Fungsi Evaluasi

Tujuan evaluasi dalam pendidikan meliputi tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umum evaluasi dalam pendidikan adalah:
1.Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai
bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh
para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam
jangka waktu tertentu.
2.Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari metode-metode pengajaran yang
telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu
tertentu (Muchtar Buchori, 1980:6)
3.Menentukan tindak lanjut hasil evaluasi, yakni melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta
strategi pelaksanaannya.
4.Memberikan pertanggung jawaban (accountability) dari pihak sekolah
kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah, masyarakat,
dan para orang tua siswa. Laporan disampaikan kepada pihak yang
berkepentingan, misalnya Kanwil Depdikbud, melalui petugas yang
menanganinya. Sedangkan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan
orangtua disampaikan kepada masyarakat dan orangtua disampaikan
melalui laporan kemajuan belajar siswa (raport) pada setiap akhir program,
semester dan caturwulan.

Dengan kemajuan belajar peserta didik dapat diketahui pula kedudukan
mereka dalam kelompoknya, dan dapat dipakai pula untuk mengadakan
perencanaan yang realistik dalam mengarahkan dan mengembangkan masa
depan mereka. Sedangkan dengan mengetahui efektifitas dan efisiensi
metode-metode yang digunakan, guru mendapatkan pelajaran untuk

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 2

menyempurnakan metode-metode yang sudah baik dan mengatasi
kekurangan-kekurangan metode yang tidak efektif.

Sedangkan tujuan evaluasi secara khusus dalam pendidikan adalah :
1.Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program
pendidikan. Tanpa adanmya evaluasi maka tidak mungkin timbul
kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untulk memperbaiki dan
meningkatkan prestasinya masing-masing.
2.Untuk mengetahui perbedaan kemampuan peserta didik
3.Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan
ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan,
sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara
perbaikannya.
4.Untuk mengukur keberhasilan mereka baik secara individual maupun
kelompok.

Selain itu evaluasi juga bertujuan untuk melakukan diagnosis terhadap
kesulitan belajar peserta didik yang selanjutnya dipakai sebagai upaya untuk
mengadakan perbaikan terhadap cara belajar dan mengajar yang ada, juga
untuk memperoleh informasi tentang potensi peserta didik sehingga
penempatannya dapat disesuaikan dengan bakat dan minatnya. Dapat juga
dipakai sebagai alat dalam mengadakan seleksi terhadap penerimaan siswa, dan
hasilnya berfungsi sebagai bahan dalam mengadakan bimbingan dan
penyuluhan. Bertujuan pula melakukan penilaian total terhadap pelaksanaan
kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, sehingga dengan demikian dapat
dilakukan usaha perbaikan, mencari faktor penghambat dan pendukung
terhadap pelaksanaan kurikulum.
Melalui evaluasi kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diukur
keberhasilannya secara operasional, sehingga dapat dilakukan penilaian
terhadap efektifitas kelembagaan pendidikan tersebut.

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 2

Menurut Sumadi Suryabrata, Ph.D, tujuan evaluasi pendidikan dapat
dikelompokkan dalam tiga klasifikasi, yaitu:
1.Klasifikasi berdasarkan fungsinya, yang mana bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan;
a.psikologik, evaluasi dapat dipakai sebgai kerangka acuan ke mana dia
harus bergerak menuju tujuan pendidikan
b.didaktik/instruksional, tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta
didik, memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan pengajaran
dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-
bimbingan secara khusus kepada peserta didik
c.administrasi/manajerial, bertujuan untuk pengisian buku rapor,
menentukan indeks prestasi, pengisian STTB dan tentang ketentuan
kenaikan siswa.

2.Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan, tujuan evaluasi dapat
digunakan untuk:
a.keputusan individual
b.keputusan institusional
c.keputusan didaktik instruksional
d.keputusan-keputusan penelitian

3.Klasifikasi formatif dan sumatif
a.evaluasi formatif diperlukan untuk mandapatkan umpan balik guna
menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar.
b.evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program
pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar-
mengajar (akhir semester atau tahun ajaran).

Evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses, memiliki tiga macam

fungsi pokok yaitu:
1.Mengukur kemajuan
2.Menunjang penyusunan rencana dan,

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 1

3.Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.

Fungsi Evaluasi pendidikan bila dilihat dari kepentingan masing-
masing pihak, dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.Fungsi evaluasi pendidikan bagi guru, antara lain :
1.Mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
2.Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam
kelompoknya.
3.Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar dalam
proses belajar mengajar.
4.Memperbaiki proses belajar mengajar.
5.Menentukan kelulusan peserta didik.

b.Fungsi evaluasi pendidikan bagi peserta didik, antara lain :
1.Mengetahui kemampuan dan hasil belajar
2.Memperbaiki cara belajar
3.Menumbuhkan motivasi dalam belajar

c.Fungsi evaluasi pendidikan bagi sekolah, antara lain:
1.Mengukur mutu hasil pendidikan
a.Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah
b.Membuat keputusan kepada peserta didik
c.Mengadakan perbaikan kurikulum

d.Fungsi evaluasi pendidikan bagi orang tua peserta didik, antara lain :
1.Mengetahui hasil belajar anaknya
2.Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada
anaknya dalam usaha belajar
3.Mengarahkan pemilihan jurusan, atau jenis sekolah pendidikan
lanjutan bagi anaknya

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 1

e.Fungsi evaluasi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa
pendidikan
, antara lain:
1.Mengetahui kemajuan sekolah.
2.Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum
pendidikan pada sekolah tersebut.
3.Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya
membentuk lembaga pendidikan.

A.Prinsip-Prinsip Evaluasi

1.Keterpaduan

Evauasi harus dilakukan dengan prinsip keterpaduan antara tujuan
intrusional pengajaran, materi pembelajaran dan metode pengjaran.
2.Keterlibatan peserta didik
Prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak, karena keterlibatan peserta
didik dalam evaluasi bukan alternatif, tapi kebutuhan mutlak.

3.Koherensi

Evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang telah dipelajari
dan sesuai dengan ranah kemampuan peserta didik yang hendak diukur.

4.Pedagogis

Perlu adanya tool penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan
sikap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu menjadi
motivator bagi diri siswa.
5.Akuntabel

Hasil evaluasi haruslah menjadi alat akuntabilitas atau bahan
pertnggungjawaban bagi pihak yang berkepentingan seeprti orang tua
siswa, sekolah, dan lainnya.

B.Teknik Evaluasi

Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non

Tes.
1.Teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner, daftar cocok,
wawancara, pengamatan, riwayat hidup.

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 1

a.Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam
bentuk angka. Angka-angka diberikan secara bertingkat dari anggka
terendah hingga angka paling tinggi. Angka-angka tersebut
kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan
terhadap angka yang lain.
b.Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa
kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, kuesioner dibagi
menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung.
Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab langsung oleh
orang yang diminta jawabannya. Sedangkan kuesioner tidak
langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat
dan mengetahui si penjawab seperti contoh, apabila yang hendak
dimintai jawaban adalah seseorang yang buta huruf maka dapat
dibantu oleh anak, tetangga atau anggota keluarganya. Dan bila
ditinjau dari segi cara menjawab maka kuesioner terbagi menjadi
kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertututp adalah
daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si
penjawab hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada
jawaban yang ia anggap sesuai. Sedangkan kuesioner terbuka adalah
daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan
jawaban dan pendapat nya secara terperinci sesuai dengan apa yang
ia ketahui.
c.Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta
dengan kolom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk
memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia
anggap sesuai.
d.Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan
pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang
hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama,
wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan
untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia
diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 1

wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun
pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk
menggiring penjawab pada informsi-informasi yang diperlukan saja.
e.Pengamatan atau observasi, adalah suatu teknik yang dilakuakn
dengan mengamati dan mencatat secara sistematik apa yang tampak
dan terlihat sebenarnya. Pengamatan atau observasi terdiri dari 2
macam yaitu :
(1)Observasi partisipan yaitu pengamat terlibat dalam kegiatan
kelompok yang diamati.
(2)Observasi sistematik, pengamat tidak terlibat dalam kelompok
yang diamati. Pengamat telah membuat list factor-faktor yang
telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh terhadap sistem
yang terdapat dalam obejek pengamatan.
a.Riwayat hidup, evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data
dan informasi mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup
objek evaluasi tersebut.

1.Teknik tes. Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu :

a.tes diagnostic

b.tes formatif

c.tes sumatif

A.Prosedur Melaksanakan Evaluasi

Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara
sistematis dan terstruktur. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya
bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input,
proses dan out put.

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 2

Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur
tersebut maka dikhawatirkan hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak
mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses
pembelajaran. Langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi
pendidikan secara umum adalah sebagai berikut :
a.Perencanaan (mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi,
tujuan evaluasi, teknik apa yang hendak dipakai, siapa yang hendak
dievaluasi, kapan, dimana, penyusunan instrument, indikator, data apa
saja yang hendak digali, dsb)
b.Pengumpulan data ( tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya sesuai
dengan tujuan)
c.Verifiksi data (uji instrument, uji validitas, uji reliabilitas, dsb)
d.Pengolahan data ( memaknai data yang terkumpul, kualitatif atau
kuantitatif, apakah hendak di olah dengan statistic atau non statistik,
apakah dengan parametrik atau non parametrik, apakah dengan manual
atau dengan software (misal : SAS, SPSS )
e.Penafsiran data, ( ditafsirkan melalui berbagai teknik uji, diakhiri dengan
uji hipotesis ditolak atau diterima, jika ditolak mengapa? Jika diterima
mengapa? Berapa taraf signifikannya?) interpretasikan data tersebut
secara berkesinambungan dengan tujuan evaluasi sehingga akan tampak
hubungan sebab akibat. Apabila hubungan sebab akibat tersebut muncul
maka akan lahir alternatif yang ditimbulkan oleh evaluasi itu.

Penilaian Hasil Belajar Fisika

Page 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->