Originally Posted by Arie_69 gan ada yg tau cara konversi dari kg ke m3 (meter kubik).

misal semen 50 kg trs dijadiin m3 (meter kubik ) ada yg tau gag gan??? coba bantu bos.. klo mau konversi berat ke vol, tergantung jenis material nya bos.. klo untuk semen 50kg = ... kg berat jenis semen 3,1ton/m³ untuk 50 kg semen = 50/3100 = 0.0161290322580645 m³
BIASA KISARAN 2,7 - 3,1 T/M³ (diambil yang terberat) berat buat M3 smen ditentukan sesuai kararestik beton yang mau kita bikin seperti k250 pc 320kg pasir 876 kg koral 949 kg dan air 195lt konversi berat ke vol gunakan berat jenis dunkz. 50 kg semen = brp m3...? <== ente hrs tau berat jenis semen. Bj = berat/volume <== volume = berat/Bj.

beban kantor jika kantor 250 kg/m2 beban plafond 18 kg/m2 beban plester sebelum keramik 21kg/m2 beban keramik 18 kg/m2 beban air hujan pada atas atap datar beban angin beban aksessoris jika ada Berikut ini adalah rangkuman yang ada didalam peraturan pembebanan gedung di Indonesia (SNI,red). Kombinasi Pembebanan : - Pembebanan Tetap : M + H - Pembebanan Sementara : M + H + A :M+H+G - Pembebanan Khusus : M + H + G :M+H+A+K :M+H+G+K dengan, M = Beban Mati, DL (Dead Load) H = Beban Hidup, LL (Live Load)

700 kg/m3 Pasangan batu belah. lempung dan lanau (basah) : 2. getaran mesin. batu bulat. Baja : 7.200 kg/m3 Pasangan batu cetak : 2. gaya rem dari keran. maka beban tersebut perlu dikalikan dengan faktor beban. perhitungan Daya Dukung Tanah (DDT) izin dapat dinaikkan (lihat tabel). Perencanaan komponen struktural gedung direncanakan dengan kekuatan batas (ULS).0 5.700 kg/m3 Tanah.450 kg/m3 Pasir (kering udara sampai lembap) : 1.0 .400 kg/m3 Kayu (Kelas I) (3) : 1.000 kg/m3 . batu belat.600 kg/m3 Pasir (jenuh air) : 1. koral (kering udara sampai lembap. susut.850 kg/m3 Batu Alam : 2. penurunan pondasi.0. Beban Mati.000 kg/m3 Kerikil.200 kg/m3 Beton bertulang (2) : 2.5 0 Note : 1 kg/cm2 = 98.800 kg/m3 Pasir kerikil.250 kg/m3 Beton (1) : 2. beban akibat selisih suhu. WL (Wind Load) G = Beban Hidup. BAHAN BANGUNAN. koral (kering udara sampai lembap) : 1.600 kg/m3 Batu belah.0 0 . pengangkatan dan pemasangan. Jenis Tanah Pondasi Pembebanan Tetap DDT izin (kg/cm2) Pembebanan Sementara kenaikan DDT izin (%) Keras 5.450 kg/m3 Besi tuang : 7. batu gunung : 2.A = Beban Angin.30 Sangat Lunak 0.0 30 Lunak 0.0 50 Sedang 2. lempung dan lanau (kering udara sampai lembap) : 1. tanpa diayak) : 1. batu gunung (berat tumpuk) : 1.500 kg/m3 Batu karang (berat tumpuk) : 700 kg/m3 Batu pecah : 1.200 kg/m3 Pasangan batu karang : 1.0665 kPa (kN/m2) Faktor keamanan (SF 1. berat sendiri bahan bangunan komponen gedung.5 2. E (Earthquake) K = Beban Khusus Beban Khusus.5) tinjauan terhadap guling.650 kg/m3 Pasangan bata merah : 1. gelincir dll. gaya sentrifugal. Pada peninjauan beban kerja pada tanah dan pondasi.850 kg/m3 Tanah.

tebal dinding 10 cm : 200 kg/m2 Langit-langit dan dinding (termasuk rusuk-rusuknya.s minimum 0.dari kapur. termasuk bahan-bahan mineral tambahan.dari semen : 21 kg/m2 . Beban Hidup pada lantai gedung. sudah termasuk perlengkapan ruang sesuai dengan kegunaan dan juga dinding pemisah ringan (q 100 kg/m').Tanah hitam : 11. (3) Nilai ini adalah nilai rata-rata. tanpa penggantung langit-langit atau pengaku). dan untuk beban hidup maksimum : 200 kg/m2 Penggantung langit-langit (dari kayu). beton kejut. dengan tebal 3 4 mm 10 kg/m2 Lantai kayu sederhana dengan balok kayu. untuk jenis kayu tertentu lihat Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia.tebal dinding 15 cm : 300 kg/m2 . terdiri dari : .satu batu : 450 kg/m2 .tebal dinding 20 cm (HB 20) : 200 kg/m2 .kaca. dengan bentang maksimum 7 kg/m2 5m dan jarak s. per cm tebal Semen asbes gelombang (tebal 5 mm) : 11 kg/m2 Catatan : (1) Nilai ini tidak berlaku untuk beton pengisi (2) Untuk beton getar. berat sendirinya harus ditentukan sendiri.setengah batu : 250 kg/m2 Dinding pasangan batako : Berlubang : . 24 kg/m2 tanpa adukan.8 m Penutup atap genting dengan reng dan usuk/kaso per m2 50 kg/m2 Bidang atap Penutup atap sirap dengan reng dan usuk/kaso per m2 : 40 kg/m2 Penutup atap seng gelombang (BWG 24) tanpa gordeng : 10 kg/m2 Penutup lantai dari ubin semen portland.tebal dinding 10 cm (HB 10) : 120 kg/m2 Tanpa lubang . teraso dan beton. Beban berat dari lemari arsip.k. tanpa langit-langit dengan bentang maksimum 5m : 40 kg/m2. Bata merah : . per cm tebal : . beton mampat dan beton padat lain sejenis. dengan tebal maksimum 4 mm : 11 kg/m2 . semen merah atau tras : 17 kg/m2 Aspal.semen asbes (eternit dan bahan lain sejenis). per cm tebal : 14 kg/m2 Dinding Pas. . alat dan mesin harus ditentukan tersendiri.400 kg/m3 KOMPONEN GEDUNG Adukan.

untuk . f dan g. yang dapat dicapai dan dibebani oleh orang. ruang rapat. Atap dan/atau bagian atap yang tidak dapat dicapai dan dibebani oleh orang. Balok tepi atau gordeng tepi dari atap yang tidak cukup ditunjang oleh dinding atauvpenunjang lainnya dan pada kantilever harus ditinjau kemungkinan adanya beban hidup terpusat sebesar minimum 200 kg. ruang arsip. 250 kg/m2 d Lantai ruang olah raga 400 kg/m2 e Lantai ruang dansa 500 kg/m2 f Lantai dan balkon dalam dari ruang-ruang untuk pertemuan yang lain dari pada yang disebut dalam a s/d e. bengkel. kg/m2 (min. bioskop dan panggung penonton 400 kg/m2 g Panggung penonton dengan tempat duduk tidak tetap atau untuk penonton yang berdiri. * Beban terpusat berasal dari seorang pekerja atau seorang pemadam kebakaran dengan peralatannya sebesar minimum 100 kg. bordes tangga dan gang dari yang disebut dalam d. gudang. perpustakaan. seperti masjid. Beban Hidup Horizontal perlu ditinjau akibat gaya desak orang yang nilainya berkisar 5% s/d 10% dari beban hidup vertikal (gravitasi). dengan minimum 400 kg/m2 l Lantai gedung parkir bertingkat: . 500 kg/m2 h Tangga. 500 kg/m2 j Lantai ruang pelengkap dari yang disebut dalam c. d. 250 kg/m2 k Lantai untuk: pabrik. ruang alat-alat dan ruang mesin. toko buku. kantor.untuk lantai bawah 800 kg/m2 . 200 kg/m2 b Lantai dan tangga rumah sederhana dan gudang-gudang tidak penting yang bukan untuk toko. harus diambil yang menentukan (terbesar) dari: * Beban terbagi rata air hujan. Wah atau 20 kg/m2). bordes tangga dan gang dari yang disebut dalam c 300 kg/m2 i Tangga. a Lantai dan tangga rumah tinggal. Reduksi Beban Hidup pada perencanaan balok induk dan portal (beban vertikal/gravitasi). toko. e.Tabel Beban Hidup pada Lantai Gedung. f dan g. toserba. harus diambil minimum sebesar 100 kg/m2 bidang datar.Wah = beban air hujan.0. asrama dan rumah sakit. gereja. restoran. harus direncanakan terhadap beban hidup yang ditentukan tersendiri.8 dengan = sudut kemiringan atap. kecuali yang disebut dalam b. e. dengan minimum 300 kg/m2 Beban Hidup pada atap gedung. pabrik atau bengkel. hotel. Wah = 40 . 125 kg/m2 c Lantai sekolah. ruang pagelaran.untuk lantai tingkat lainnya 400 kg/m2 m Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar harus direncanakan terhadap beban hidup dari lantai ruang yang berbatasan. derajat ( jika > 50o dapat diabaikan). toko besi. ruang kuliah.

beban hidup merata tersebut dapat dikalikan dengan koefisien reduksi. No Nama Material Berat jenis 1 Pasir 1400 kg/m3 2 Kerikil. gunung 2200 kg/m3 11 Pasangan batu cetak 2200 kg/m3 12 Pasangan batu karang 1450 kg/m3 13 Kayu (kelas I) 1000 kg/m3 14 Beton 2200 kg/m3 15 Beton bertulang 2400 kg/m3 16 Besi tuang 7250 kg/m3 17 Baja 7850 kg/m3 18 Timah hitam/ timbel 11400 kg/m3 . batu gunung 1500 kg/m3 7 Batu karang 700 kg/m3 8 Batu pecah 1450 kg/m3 9 Pasangan bata merah 1700 kg/m3 10 Pasangan batu belah. bulat. lempung (kering/lembab) 1700 kg/m3 4 Tanah.memperhitungkan peluang terjadinya nilai beban hidup yang berubah-ubah. koral. batu bulat.split (kering/lembab) 1800 kg/m3 3 Tanah. lempung (basah) 2000 kg/m3 5 Batu alam 2600 kg/m3 6 Batu belah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful