P. 1
Osteoarthritis

Osteoarthritis

3.0

|Views: 3,896|Likes:
Published by Intan Cantika

More info:

Published by: Intan Cantika on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

Osteoarthritis Osteoarthritis adalah gangguan yang terjadi pada satu sendi atau lebih, awalnya oleh adanya gangguan

yang bersifat lokal pada kartilago dan bersifat progresif degeneratif dari kartilago, hipertrofi, remodelling pada tulang subkondral dan inflamasi sekunder membran sinovial. Gangguan ini bersifat lokal dengan efek non sistemik. Osteoarthritis terbagi atas dua bagian : 1. Osteoarhritis primer adalah degeneratif artikular sendi yang terjadi pada sendi tanpa adanya abnormalitas lain pada tubuh. Penyakit ini sering menyerang sendi penahan beban tubuh(weight bearing joint), atau tekanan yang normal pada sendi dan kerusakkan akibat proses penuaan. Paling sering terjadi pada sendi lutut dan sendi panggul, tapi ini juga ditemukan pada sendi lumbal, sendi jari tangan, dan jari pada kaki. 2. Osteoarthritis sekunder adalah paling sering terjadi pada trauma atau terjadi akibat dari suatu pekerjaan, atau dapat pula terjadi pada kongenital dan adanya penyakit sistem sistemik. Osteoarthritis sekunder biasanya terjadi pada umur yang lebih awal daripada osteoarthritis primer.

II. Insiden dan Epidemiologi Osteoarthritis merupakan penyakit reumatik sendi yang paling banyak mengenai terutama pada orang-orang 50 tahun. Di atas 85% orang berusia 65 tahun menggambarkan osteoarthritis pada gambaran x-ray, meskipun hanya 35%-50% hanya mengalami gejala. Umur di bawah 45 tahun prevaleensi terjadinya Osteoarthritis lebih banyak terjadi pada pria sedangkan umur 55 tahun lebih banyak terjadi pada wanita. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terjadinya Osteoarthritis pada obesitas , pada sendipenahan beban tubuh. III. Etiologi Faktor resiko Osteoarhtritis antara lain umur, obesitas, trauma, genetik, hormone, sex, penyakit otot, lingkungan : 1. Umur Dari semua faktor untuk timbulnya Osteoarthritis , faktor ketuaan adalah yang terkuat. Prevalensi, dan beratnya Osteoarthritis semakin meningkat dengan bertambahnya umur. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan antara umur dengan penurunan kekuatan kolagen dan proteoglikan pada kartilago sendi. 2. Jenis kelamin Pada orang tua yang berumur 55 tahun lebih, prevalensi terkenanya Osteoarthritis pada wanita lebih tinggi daripada pria. Usia kurang dari 45 tahun Osteoarthritis lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. 3. Suku bangsa Osteoarthritis primer dapat menyerang semua ras meskipun terhadap perbedaan prevalensi pola terkenanya sendi pada osteoarthritis. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidupmaupun perbedaan pada frekuensi pada kelainan kongenita dan pertumbuhan. l 4. Genetik

rawan sendi hanya dapat menanggung perubahan sebab fisis sedikit yaitu sebesar 25kg/cm3. IV. Fungsi utama rawan sendi yaitu disamping memungkinkan gesekan pada gerakan. Kolagen ini berfungsi sebagai kerangka dan mencegah pengembangan berlebihan dari agregat proteoglikan. Agar tetap berfungsi dengan baik. Patofisiologi Pada Osteoarthritis terjadi perubahan-perubahan metabolisme tulang rawan sendi. 6. Sesudah kekuatan kompresi hilang maka air akan kembali pada matriks dan kartilago kembali seperti semula. Jaringan kolagen merupakan molekul protein yang kuat. Cedera sendi (trauma). disertai penurunan sintesis proteoglikan dan kolagen. Rawan sendi hanya mempunyai sedikit kemampuan untuk penyembuhan (reparasi). 5. Demikian juga cederan sendi dan olah raga yang sering menimbulkan cedera sendi berkaitan resiko Osteoarthritis yang lebih tinggi. V. berkaitan dengan peningkatan resiko Osteoarthritis tertentu. maupun tidak dapat bergerak satu sama lain. Perubahan tersebut berupa peningkatan aktifitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang rawan sendi.pada sendi sinovial dilapisi oleh suatu kartilago yang terbagi atas dua bagian yaitu kondrosit dan matriks ekstraseluler.matriks ekstraseluler yang mengandung banyak kolagen tipe II. proteoglikan berperan dalam timbulnya kecenderungan familial pada osteoarthritis. Kegemukan dan penyakit metabolik Berat badan yang berlebih ternyata dapat meningkatkan tekanan mekanik pada sendi penahan beban tubuh. pekerjaan dan olahraga Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian suatu sendi yang terus menerus. dan lebih sering menyebabkan Osteoarthritis lutut. Adanya mutasi dalam gen prokolagen atau gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur tulang rawan sendi seperti kolagen. juga menyerap energi beban dengan mengubah bentuk dan dengan efektif menyebarkan beban tersebut pada suatu daerah yang luas. Hal ini menyebabkan penuru nan kadar proteoglikan. dan hipertensi. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan osteoarthritis pada sendi yang menanggung beban tetapi juga dengan Osteoarthritis sendi lain. IX. perubahan sifat-sifat kolagen dan berkurangnya kadar air tulang rawan sendi. Pada proses degenerasi dari kartilago artikular menghasilkan suatu substansi atau zat yang dapat menimbulkan suatu reaksi inflamasi yang merangsang makrofag untuk menhasilkan IL-1 yang akan meningkatkan enzim proteolitik untuk degradasi matriks ekstraseluler. diabetes melitus. Anatomi Sendi adalah semua persambungan tulang. Agregat adalah hubungan antara terminal sentral protein dengan asam hialuronat mebentuk agreratyang dapat menghisap air. .Faktor herediter juga berperan pada timbulnya Osteoarthritis. baik yang memungkinkan tulang -tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain. dan XI serta proteoglikan (terutama agregat). diduga terdapat faktor lain (metabolik) yang berperan pada timbulnya kaitan tersebut antara lain penyakit jantung koroner.

dan apabila lebih berarti ada hubungan dengan penyakit inflamasi rheumatoid arthritis. 4. hanya bertahan selama beberapa menit. Lesi akan meluas dari pinggir sendi sepanjang garis permukaan sendi. Gambaran klinis: OA umumnya berupa nyeri sendi. Adanya pengikisan yang progresif menyebabkan tulang yang dibawahnya juga ikut terlibat. osteofit diharapkan dapat memperbaiki perubahan-perubahan awal tulang rawan sendi pada Osteoarthritis. Pada akhirnya rawan sendi menjadi aus. Pada level teratas dari tempat degradasi kolagen memberikan tekanan yang berlebihan pada serabut saraf dan tentu saja menimbulkan kerusakan mekanik. dan deformitas. Dektruksi kartilago yang progresif Terbentuknya kista subartikular Sklerosis yang mengelilingi tulang Terbentuknya osteofit Adanya fibrosis kapsul Perubahan dari proteoglikan menyebabkan tingginya resistensi dari tulang rawan untuk menahan kekuatan tekanan dari sendi dan pengaruh-pengaruh yang lain yang merupakan efek dari tekanan. Dapat pula terjadi kekakuan sendi setelah sendi tersebut tidak digerakkan beberapa lama. Pertumbuhan baru dari tulang. Kondrosit sendiri akan mengalami kerusakan. tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan timbulnya pembesaran sendi dan perubahan bentuk sendi (deformitas) akibat kontraktur yang lama dan . rusak dan menimbulkan gejala-gejala Osteoarthritis seperti nyeri sendi. Selanjutnya akan terjadi perubahan komposisi molekuler dan matriks rawan sendi. Penurubab kekuatan dari tulang rawan disertai perubahan yang tidak sesuai dari kolagen. Hilangnya tulang rawan akan menyebabkan penyempitan rongga sendi. akibatnya tulang menjadi tebal dan padat (eburnasi). Melalui mikroskop terlihat permukaan mengalami fibrilasi dan berlapis-lapis. Melihat adanya proses perbaikkan yang sekaligus terjadi maka Osteoarthritis dapat dianggap sebagai kegagalan sendi yang progresif. yang diikuti oleh kelainan fungsi matriks rawan sendi. biasanya kurang dari 30 menit. VI. Diagnosis Diagnosis OA biasanya didasarkan gambaran klinis dan radigrafis. 3. Kekakuan pada pagi hari biasanya singkat dan terlokalisir. kaku. Nyeri tumpul ini berkurang bila penderita beristirahat dan bertambah bila sendi digerakkan atau bila memikul beban tubuh. terutama apabila sendi bergerak atau menanggung beban.Gambaran utam pada Osteoarthritis adalah : 1. Sehingga tulang subkondral merespon dengan meningkatkan selularitas dan invasi vaskular. Dengan menambah luas permukaan s endi yang dapat menerima beban. Pada tepi sendi akan timbul respons terhadap tulang rawan yang rusak dengan pembentukan osteofit. 5. Pembentukan tulang baru (osteofit) dianggaop suatu usaha untuk memperbaiki dan membentuk kembali persendian. Hilangnya tulang-tulang tersebut merupakan usaha untuk melindungi permukaan yang tidak terkena. tetapi kekakuan ini akan menghilang setelah sendi digerakkan. 2.

selain itu tulang rawan yang kasar bisa menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan. VII. . Pemeriksaan Penunjang.perubahan permukaan sendi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->