P. 1
Teori Evolusi Dan Ateisme

Teori Evolusi Dan Ateisme

|Views: 1,077|Likes:
Published by filsafatus
“Some years ago, the story came to us in Toronto about man who was in the merchant marine and made his living on the sea. A muslim gave him a translation of the Qur’an to read. The merchant marine knew nothing about the history of Islam but was interested in reading the Qur’an. When he finished reading it, he brought it back to the muslim and and asked: “This Muhammad, was a sailor?”. He was impressed at how accurately the Quran describes a strom on a sea. When he was told: “No, as a matter of fact, Muhammad lived in the dessert”. That was enough for him. He embraced Islam on the spot.
“Some years ago, the story came to us in Toronto about man who was in the merchant marine and made his living on the sea. A muslim gave him a translation of the Qur’an to read. The merchant marine knew nothing about the history of Islam but was interested in reading the Qur’an. When he finished reading it, he brought it back to the muslim and and asked: “This Muhammad, was a sailor?”. He was impressed at how accurately the Quran describes a strom on a sea. When he was told: “No, as a matter of fact, Muhammad lived in the dessert”. That was enough for him. He embraced Islam on the spot.

More info:

Published by: filsafatus on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

TEORI EVOLUSI DAN ATEISME

Diajukan sebagai syarat mengikuti Tafiq III Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam

Oleh : Ismail Fajar Romdhon NPA : 00.1480

Ma¶had Usman Bin Affan Jakarta, 21-25 April 2011

TEORI EVOLUSI DAN ATEISME1 Oleh: Ismail Fajar Romdhon 2

1. Pendahuluan ³Some years ago, the story came to us in Toronto about man who was in the merchant marine and made his living on the sea. A muslim gave him a translation of the Qur¶an to read. The merchant marine knew nothing about the history of Islam but was interested in reading the Qur¶an. When he finished reading it, he brought it back to the muslim and and asked: ³This Muhammad, was a sailor?´. He was impressed at how accurately the Quran describes a strom on a sea. When he was told: ³No, as a matter of fact, Muhammad lived in the dessert´. That was enough for him. He embraced Islam on the spot.3 Cerita di atas adalah salah satu contoh bukti ilmiah yang terdapat dalam Al-Qur¶an. Seorang pelaut yang non muslim mengira bahwa Nabi Muhammad SAW. Adalah seorang pelaut melalui Al-Qur¶an yang dibacanya, yaitu:

³Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.´4

1

2

Makalah disampaikan sebagai syarat untuk mengikuti Tafiq III di Jakarta 21-25 April 2011 Penulis adalah Wakil Bendahara PP. Pemuda Persis Masa Jihad 2010-2015 3 Dikutip dari Dr. Gary Miller, The Amazing Quran. www.islamhouse.com 4 Q.S. An-Nur:40

1

Dia melihat gambaran badai yang diterangkan Al-Qur¶an sangat nyata dan sesuai dengan apa yang pernah dialaminya di tengah lautan. Gambaran sempurna tentang badai yang diterangkan Al-Qur¶an itu memaksa akalnya untuk menerima Islam pada saat itu juga. Bagaimana mungkin seorang Muhammad yang lahir dan hidup di daerah gurun pasir dapat memvisualisasikan proses badai yang terjadi di tengah lautan dengan sangat detil. "...seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap ....´. Suatu hal yang wajar jika gambaran badai itu diterangkan oleh seorang pelaut atau oleh orang yang pernah menghadapi badai di tengah laut. Tapi Muhammad, bukanlah seorang pelaut melainkan hanya seorang Quraisy yang hidup jauh dari lautan. Sehingga kemudian hidayah taufiq itu turun dan menerangi akalnya yang membuat dia menyadari akan kebenaran Risalah dan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Allah telah menciptakan manusia dengan akalnya yang sempurna serta panca indra untuk dapat menjangkau dan memahami apa yang ada di sekitarnya. Dan semua itu tidak ada tujuan lain, melainkan untuk menunjukkan sifat wujud Allah SWT. Tetapi manusia akan kesulitan untuk memahami keberadaan Allah itu dengan sendirinya. Ia memerlukan seorang guide yang membimbing dan mengarahkannya kepada Al-Yaqin . Maka dari itulah Allah mengutus seorang Rasul, sebagaimana firman-Nya:

Dan sungguh, Kami telah Mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ³Sembahlah Allah, dan jauhilah thaghut.´ kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam

2

kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). 5 Akan tetapi manusia dengan akal yang telah diberikannya juga berupaya untuk menjadikannya Tuhan dan meniadakan Tuhan yang sebenarnya yang wajib untuk disembah. Padahal pada hakekatnya logika berfikir seperti itu sangat bertentangan dengan standar keilmuan yang mereka buat sendiri. Masalah ketuhanan dan keraguan manusia tentang eksistensi Allah sebagai Tuhan semua manusia sudah terjadi semenjak zaman Mesir kuno dengan Fir¶aun sebagi figur sentral yang menolak da¶wah Nabi Musa untuk menyembah kepada Tuhan Yang Satu yaitu Allah SWT. Dengan yakin dan percaya diri Fir¶aun tidak hanya meniadakan Allah tetapi sekaligus mendeklarasikan dirinya sebagai seseorang yang berhak untuk disembah dan dipatuhi tanpa terkecuali. Dalam terminologi modern pandangan yang tidak mempercayai dan mengakui keberadaan Tuhan disebut dengan atheis.Istilah ateisme berasal dari Bahasa Yunani (atheos), yang secara peyoratif digunakan untuk merujuk pada siapapun yang kepercayaannya bertentangan dengan agama/kepercayaan yang sudah mapan di lingkungannya. 6 Dengan menyebarnya pemikiran bebas, skeptisisme ilmiah, dan kritik terhadap agama, istilah ateis mulai dispesifikasi untuk merujuk kepada mereka yang tidak percaya kepada tuhan. Atheisme terbagi menjadi dua, yang pertama adalah ateisme teoritis yang merupakan pandangan yang menolak dengan tegas keberadaan Tuhan serta menentang orang-orang yang menyembah Tuhan. Jenis ateisme yang kedua adalah ateisme praktis yang mengakui bahwa eksistensi Tuhan tidak dapat disangkal. Hanya saja faham ini menganggap bahwa Tuhan tidak berdaya dan tidak dapat berkuasa atas manusia dan alam. Faham ini menerima wujud Tuhan tapi menolak sifat qudroh-Nya.
5 6

Q.S. An-Nahl:36 Wikipedia.com diambil pada tanggal 18 April 2011tersedia [online] http://id.wikipedia.org/wiki/Atheisme

3

Ketidakjelasan dan ke-simpangsiur-an konsep ateis ini disebabkan oleh proses kelahiran faham ini yang tidak memiliki konsep yang jelas. Ditambahpaham kebebasan bagi para pemeluknya merangsang terjadinya inovasi dan inklusif terhadap semua jenis faham ateis. Orang yang pertama kali mengaku sebagai "ateis" muncul pada abad ke18. Pada zaman sekarang, sekitar 2,3% populasi dunia mengaku sebagai ateis, manakala 11,9% mengaku sebagai non-ateis. Sekitar 65% orang Jepang mengaku sebagai ateis, agnostik, ataupun orang yang tak beragama; dan sekitar 48%-nya di Rusia. Persentase komunitas tersebut di Uni Eropa berkisar antara 6% (Italia) sampai dengan 85% (Swedia). Data ini ibarat fenomena gunung es, karena dari beberapa survei yang dilakukan, banyak responden yang menyembunyikan identitas ke-atheisan-nya karena menghindati stigma negatif dari masyarakat atau juga konsekuensi hukum dari negara tempat dia tinggal.7 2. Paradigma Ilmu Pengetahuan Modern Kemajuan ilmu pengetahuan modern (baca:Barat) telah menguasai semua disiplin ilmu pasti maupun ilmu terapan. Hal ini karena prinsip ³aku berfikir maka aku ada´ (cogito ergo sum) yang dicetuskan oleh René Descartespada abad ke -17 telah menginspirasi ilmuwan-ilmuwan Barat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan filsafat materialisme. Prinsip ini menekankan bahwa kebenaran yang dapat diterima adalah kebenaran yang telah diuji oleh akal manusia dan dapat dibuktikan secara empiris.Pendapat ini kemudian diteruskan oleh para ilmuwan lain seperti Immanuel Kant, Sigmund Freud dan Charles Darwin.8Epistemologi Barat modern-sekular juga melahirkan faham ateisme. Akibatnya, paham ateisme, menjadi fenomena umum dalam berbagai disiplin

7 8

Ibid Adnin Armas dalam makalahnya Westerenisasi dan Islamisasi Ilmu

4

keilmuan, seperti filsafat, teologi Yahudi-Kristen, sains, sosiologi, psikologi, politik, ekonomi, dan lain-lain.9 AdalahImmanuel Kant seorang filosuf Jerman yang tidak mengakui kebenaran metafisika. Baginya pengetahuan adalah suatu kepastian sementara metafisik adalah suatu kemustahilan karena tidak dapat dijangkau oleh panca indra. Menurut Kant, pernyataan-pernyataan metafisis tidak memiliki nilai epistemologis (metaphysicial assertions are without epistemological value)10. Dalam bukuKritik der Reinen Vernunft, ia ³membatasi pengetahuan manusia´. Atau dengan kata lain ³apa yang bisa diketahui manusia.´ Ia menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan: Apakah yang bisa kuketahui?,Apakah yang harus kulakukan?Apakah yang bisa kuharapkan?. Pertanyaan ini dijawab sebagai berikut:Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indra. Lain daripada itu merupakan ³ilusi´ saja, hanyalah ide.11 Tidakberbedadengan Kant, Sigmund Freud pun memahami agama sebagaiilusi yang berdasarkepadakebutuhanemosianakuntukmemilikikekuatan (regarded the monotheistic god as an illusion based upon the infantile emotional need for a powerful). Freud menganggap bahwa Tuhan yang disembah manusia merupakan ilusi yang lahir dari desakan basic needs manusia untuk mencari perlindungan. Ibaratnya seorang anak yang membutuhkan bapaknya untuk dapat melindungi dan menjaganya dari semua mara bahaya. Sementara Karl Mark menganggap bahwa agama itu adalah candu masyarakat. Bagi Mark, agama adalah penyebab degradasi peradaban manusia. agama menyebabkan manusia stagnan dan statis. Manusia banyak yang bertindak irasional karena agama yang dianutnya. Tuhan yang digambarkanserba bisa dan
9

Ibid Ibid 11 Wikipedia.com, diambil pada Tanggal 19 April 2011 tersedia [online] http://id.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant
10

5

berkuasa atas manusia tidak dapat difahami oleh Mark. Baginya ketiadaan agama dan Tuhan dapat membantu membebaskan manusia dari sekat dan ikatan yang bersifat sakral dan irasional. Karl Mark juga sangat memuja Charles Darwin dalam bidang sains yang menyebutkan bahwa Tuhan tidak berperan dalam proses munculnya alam semesta. Teori Darwin menekankan bahwa semua benda dan spesies makhluk hidup berkembang dan bertahan hidup serta menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Dengan demikian, teori Darwin menghapus peran Tuhan sebagai Pencipta alam semseta. Teori ini jelas sangat mendukung filsafat materialisme yang mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.12 Semua ilmuwan Barat ini dengan latar belakang keilmuwan yang berbedabeda, yaitu latar belakang filsafat, sains, psikologi dan sosilogi satu kata dalam memahami metafisika. Bahwa hal yang dapat dipertanggungjawabkan secara empirislah yang memiliki nilai kebenaran. Segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh panca indra yang bisa dipercaya. Sementara agama dan Tuhan hanyalah ciptaan manusia. Faham ini akan relevan bila ditujukan kepada agama ahli kitab dan agama pagan. Karena agama-agama tersebut lahir dan tumbuh dari hasil pemikiran manusia yang mengandung banyak kontradiksi di dalamnya. Berbeda dengan Islam yang secara tegas mengajukan challenge kepada para pengingkarnya untuk dapat menciptakan ayat-ayat yang serupa dengan ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur¶an. Firman Allah SWT.:
12

Harun Yahya, Keruntuhan Teori Evolusi. Harun Yahya International 2004

6

Dan jika kamu meragukan (al-Quran) yang Kami Turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolongpenolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
13

Imam Ath-Thobari dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat ini merupakan ihtijaj (argumentasi) bagi Nabi SAW. Dalam menghadapi orang-orang Musyrik, kaum munafiq dan orang-orang ahli kitab, bahwa jika mereka ragu kepada kebenaran yang dibawa oleh Muhammad SAW. Ragu terhadap kebenaran Al Quran, maka hendaklah mereka mendatangkan hujjah yang menandingi kekuatan Al-Qur¶an. Karena baik kalian maupun orang-orang yang membantu kalian akan kesulitan dan mustahil dapat membuat satu surat yang menyerupai surat AlQur¶an. Dan jika kalian pada akhirnya menyerah, maka deklarasikanlah bahwa Al-Qur¶an bukanlah ciptaan maupun gubahan Muhammad, karena Muhammad hanyalah manusia biasa seperti halnya kalian. 14 3. Sejarah Lahir Teori Evolusi Teori evolusi ditemukan oleh naturalis amatir berkebangsaan Inggris bernama Charles Robert Darwin. Ia tidak pernah menempuh jalur formal di bidang biologi, tetapi ia memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap alam dan biota hidup. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengikuti sebuah ekspedisi pelayaran dalam sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle sebagai sukarelawan selama lima tahun. Dalam perjalanannya Darwin menemukan berbagai spesies burung dengan bentuk paruh yang berbeda-beda. Ia memiliki kesimpulan bahwa bentuk paruh itu dihasilkan dari adaptasi burung terhadap lingkungannya. Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap

13 14

Q.S. Al-Baqoroh ayat 23 Abu Ja far Ath-Thobari, Jamiul Bayan fi Ta wilil Qur an. Al-Maktabah Asy-Syamilah

7

habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan". Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.15 Dalam bukunya The Origin of Species, Darwin sebetulnya sudah mengungkapkan keraguannya terhadap teori yang ditemukannya. Ia menuliskan keraguannya itu dalam satu bab Difficulties of Theory. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuanpenemuan baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut.16 Teori evolusi mendapat dukungan dari para ilmuwan lainnya yang menamakan dirinya neo-Darwinis. Mereka memasukkan konsep mutant kepada teori evolusi, dengan mengemukakan bukti-bukti adanya penyimpangan genetik dari nenek moyangnya yang asal. Akan tetapi bukti-bukti mutasi yang ada pada
15 16

Harun Yahya, Ibid Ibid

8

manusia maupun hewan merupakan proses mutasi yang ³merugikan´. Sehingga selama beberapa dekade mereka melakukan eksperimen tentang mutasi yang ³menguntungkan´ yang pada akhirnya mengalami kegagalan dan kebuntuan. Teori yang penuh kebohongan ini masih hidup dan diterima oleh para ilmuwan bukan karena kebenarannya yang empiris. Tetapi lebih kepada kewajiban ideologis. Seorang ilmuwan akan diterima dan diakui jika dia mengadopsi teori evolusi sebagai dasar penelitiannya. Bagi para materialis, teori ini merupakan doktrin yang wajib untuk dilestarikan dan diwariskan, karena akan menghidupkan filsafat kebendaan yang sudah mendarah daging dan menjadi kehidupan mereka. Dan yang paling utama tentu saja karena teori ini sesuai dengan hawa nafsu mereka untuk menjadikan diri mereka sendiri sebagai Tuhan. Firman Allah SWT.:

Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? 17 4. Dampak Darwinisme Bagi Kehidupan Beragama Teori evolusi sampai kini masih dianggap sebagai teori yang diakui di dunia. Hal ini karena telah terjadi indoktrinasi dalam sistem pengajaran di sekolah-sekolah, terutama dalam mata pelajaran biologi dan sejarah. Secara terminologis, indoktrinasi berarti sebagai berikut: Indoktrinasi adalah sebuah proses yang dilakukan berdasarkan satu sistem nilai untuk menanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu. Praktik ini seringkali dibedakan dari pendidikan karena dalam tindakan ini, orang yang diindoktrinasi diharapkan untuk tidak mempertanyakan atau secara kritis menguji doktrin yang telah mereka pelajari. Instruksi berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, khususnya, tak dapat disebut indoktrinasi karena prinsip-prinsip dasar ilmu

17

Q.S. Al-Furqon ayat 43

9

pengetahuan menuntut evaluasi diri yang kritis dan sikap bertanya yang skeptis terhadap pikiran sendiri. Indoktrinasi merujuk kepada serangkaian kegiatan yang berbedabeda, sehingga upaya mencari definisi yang tunggal menjadi sulit. Di bidang psikologi, sosiologi, dan penelitian pendidikan, istilah-istilah yang lebih tepat seringkali lebih dipilih, termasuk (namun tak terbatas pada): sosialisasi, propaganda, manipulasi, dan cuci otak.18 Indoktrinasi ini menurut Harun Yahya dapat berdampak negatif pada perkembangan otak atau bahkan melumpuhkan kemampuannya dalam menilai sesuatu. Pada akhirnya otak yang terus dicecar pernyataan tentang kebenaran teori Darwin akan kewalahan dan akhirnya menerima doktrin tersebut.19 Kekhawatiran akan dampak Darwinisme tidak hanya menjadi mil k kaum i muslimin saja. Karena Darwinisme telah menghapus keberadaan Tuhan yang secara tidak langsung menyerang semua umat beragama di dunia dan tidak hanya Islam. Victor Bob, seorang staf pengajar di sebuah Gereja di Pekanbaru menulis dalam blog pribadinya20 sebagai wujud keprihatinannya terhadap dampak Darwinisme bagi ajaran kristen sebagai berikut: Sampai saat ini tema evolusi masih tetap di ajarkan di sekolah sekolah. Meskipun sebagian guru tidak percaya bahwa manusia berasal dari binatang, namun serpihan-serpihan konsep evolusi masih tetap exist di dalam pelajaran berbagai pelajaran di sekolah, terutama dalam pelajaran biologi dan sejarah. Serpihan-serpihan pikiran evolusi ini menjadi penghambat para pelajar untuk sungguh-sungguh beriman kepada Kitab Suci. Di satu sisi mereka percaya bahwa alam semesta dicipta oleh Allah dalam waktu 6 hari. Namun sisi lain mereka percaya bahwa proses terjadinya manusia dan makhluk-lainnya butuh waktu jutaan tahun. Da satu sisi mereka diajarkan untuk percaya sepenuhnya pada Alkitab yang
18

Wikipedia.com diambil tanggal 20 April 2011 tersedia [online] http://id.wikipedia.org/wiki/Indoktrinasi 19 Harun Yahya, Keruntuhan Teori Evolusi. Harun Yahya International 2004 20 Victor Bob,Dampak Darwinisme Bagi Kehidupan, tersedia [online] http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/dampak-darwinisme-bagi-kehidupan.html tanggal 20 April 2011

10

adalah firman Tuhan. Namun sisi lain mereka juga harus menerima pengajaran sekolah yang isinya bertentangan dengan firman Tuhan. Seorang murid saya dengan kebingungan bertanya kepada guru biologinya yang mengajarkan teori evolusi. Dia mempertanyakan perbedaan antara Alkitab dengan pelajaran pelajaran biologi mengenai asal mula manusia. Guru biologi tersebut menjawab, "Kebenaran dalam Alkitab tidak bisa diterapkan di dalam illmu biologi. Ini dua bidang yang berbeda." Dalam benak siswa kebenaran itu telah terkoyak-koyak. Tidak ada kesatuan di dalam kebenaran. Ketika kebenaran sudah saling berkontradiksi maka logika tidak lagi butuhkan. Memang benar demikian, sekularisme adalah dalil pamungkas bagi para pendukung Darwinisme. Karena dengan memisahkan ilmu pengetahuan dari jangkauan firman Tuhan manjadi sebuah kekuatan tersendiri baginya untuk dapat terus diterima dan mandapat pengakuan dunia secara umum. Hal ini ditegaskan juga oleh Adnin Armas bahwa ilmu pengetahuan Barat telah memberikan pengaruh terhadap ajaran kristen dan memasukkan faham sekuler ke dalam doktrin agamanya. Telah terjadi pergeseran paradigma teologi kristen di mana para teolog Kristen telah memodifikasi teologi Kristen supaya sesuai dengan paradigma sains modern yang sekular.21 5. Eksistensi Ateisme di Indonesia Hukum di Indonesia sudah mengatur sikap hidup beragama bagi pemeluknya dan tidak memayungi penduduk yang tidak beragama. Karena di UUD 45 pasal 29 ayat 1 dan 2 yang berbunyi : ³Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa´ dan ³Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu´. Pada pasal ini negara mengatur tentang kebebasan seseorang untuk menjadi theist dan bukan Atheist. Untuk itu, tidak ada jaminan dari negara

21

Adnin Armas M.A. ibid

11

Indonesia terhadap penganut Atheist. Inilah yang menjadi faktor para penganut Atheist menjadi komunitas yang ³underground´.22 Kelompok ateis di Indonesia sendiri sudah mulai memperlihatkan pengaruh dan eksistensinya di dunia dan maya. Situs seperti http://atheisindonesia.blogspot.com/, http://indonesianatheists.wordpress.com, http://ateisindonesia.wikidot.com/, http://www.sea-

atheists.org/indonesia/, merupakan situs dengan konten ateisme yang masih aktif. Sementara dalam situs jejaring sosial facebook, kelompok ateis ini berintegrasi dalam grup adalah ³Indonesian Atheist Society´ yang memiliki 665 anggota, ³Indonesian society of humanits´ yang beranggotakan 335 orang, dan ³Indonesian Freethinkers´ yang beranggotakan 554 orang. Jumlah ini sudah mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan dari tahun 2010 yaitu, ³Indonesian Atheist Society´ memiliki 465 anggota, ³Indonesian Freethinkers´ beranggotakan 431 orang.23 Bila kita melihat perkembangan atheis di negara-negara maju yang lebih pesat dibandingkan dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia, hal ini disebabkan oleh dukungan kemajuan teknologi informasi yang sudah merata yang memungkinkan mereka untuk bertemu dan bertukar fikiran di dunia maya tanpa terlihat atau terpantau secara terbuka oleh orang lain. Hal ini juga mulai dijajaki oleh komunitas ateis di Indonesia dengan membentuk Forum Diskusi Ateis Indonesia dengan alamat http://ateis.multiply.com/journal/item/13/atheis. Dalam forum ini mereka saling memberi komentar dan mencoba meyakinkan dirinya dan orang-orang yang sefaham dengannya dengan mengatakan bahwa saya tidak percaya Tuhan dan saya bahagia, aya tidak percaya mistis, ghaib dan cinta perdamaian.

22

http://tongsampah.dagdigdug.com/2010/06/01/era-kebangkitan-atheist-di-indonesia/ pada tangal 18 April 2011 23 Data diambilpadatanggal 18 April 2011

12

Tetapi sifat forum ateis yang terbuka ini menjadi ruang bagi para teis untuk masuk dan memberi komentar. Bahkan lebih dari itu banyak juga yang berani menentang langsung faham ateis dan mengatakannya sebagai faham yang ³banci´ karena tidak memiliki komitmen atas apa yang diyakininya. Terlepas dari fakta yang terjadi di lapangan seperti dijelaskan di atas, faham ateis jelas merupakan musuh Islam dan jangan sampai diberi kesempatan untuk terus tumbuh dan berkembang. Untuk itu diperlukan langkah langkah sistematis sebagai counter attack bagi Darwinisme. 6. Islamisasi Ilmu Pengetahuan Sebagaimana telah diterangkan di atas bahwa teori evolusi memiliki dampak yang merusak akal sehat bahkan menghancurkan kehidupan beragama. Dan tentu saja musuh terbesarnya adalah umat Islam. Oleh karenanya perlu adanya penanaman nilai-nilai keislaman dalam bidang pendidikan. Darwinisme adalah produk peradaaban Barat dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan modern. Darwinisme juga telah menjadi icon bagi peradaban Barat. Ismail Raji Al-Faruqi menjelaskan pengertian islamisasi sains sebagai usaha yaitu memberikan definisi baru, mengatur data-data, memikirkan lagi jalan pemikiran dan menghubungkan data-data, mengevaluasi kembali kesimpulankesimpulan, memproyeksikan kembali tujuan-tujuan, dan melakukan semua itu sedemikian rupa sehingga disiplin-disiplin itu memperkaya wawasan Islam dan bermanfaat bagi cause (cita-cita) Islam. Menurutnya, Islamisasi dibangun di atas konsep Tauhid, Penciptaan, Kebenaran dan Ilmu Pengetahuan Kehidupan dan Kemanusiaan. Sementara menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, islamisasi sains adalah pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kulturnasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa. Juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab
13

manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, dan berbuat tidak adil terhadapnya. Ini bermakna Islamisasi adalah satu proses pembebasan individu dari pandangan alam tahayul dan sekuler. Justeru itulah kita dapat melihat bagaimana dalam konteks umat Melayu-Indonesia, proses Islamisasi berlaku dengan membebaskan mereka dari pandangan hidup animis, Hindu, Budha yang mereka anut sebelum Islam tiba. Apabila dipahami secara mendalam, dari berbagai ide Islamisasi sains yang berkembang saat ini, paling tidak ada lima metode yang dapat didekati. Kelima metode tersebut senantiasa berkembang dan mempunyai pengikut yaitu pendekatan konsep Intrumentalistik, Justifikasi, Sakralisasi, Integrasi, dan Paradigma. Konsep Islamisasi sains dengan pendekatan instrumentalistik merupakan suatu konsep yang menganggap ilmu atau sains sebagai alat (instrumen). Bagi mereka yang berpandangan bahwa sains, terutama teknologi adalah sekedar al t a untuk mencapai tujuan, tidak memperdulikan sifat dari sains itu sendiri. Yang penting sains tersebut bisa membuahkan tujuan bagi pemakainya. Tokoh metode ini adalah Jamaluddin al-Afghani, kemudian Muhammad Abduh, Rasyid Ridho, Sir Sayyid Ahmad Khan. Islamisasi sains yang paling menarik bagi sebagian ilmuwan dan kalangan awam adalah Islamisasi sains dengan metode justifikasi. Maksud justifikasi adalah penemuan ilmiah modern, terutama di bidang ilmu-ilmu alam diberikan justifikasi (pembenaran) melalui ayat Al-Quran maupun Al-Hadits. Tokoh yang kerapkali mengemukakan masalah kesesuaian ayat-ayat AlQuran dengan penemuan ilmiah modern adalah Maurice Bucaille, dan mempengaruhi banyak pemikir muslim, di antaranya Harun Yahya.

14

Konsep Islamisasi sains berikutnya menggunakan pendekatan sakralisasi. Artinya, sains modern yang sekarang ini bersifat sekular dan jauh dari nilai-nilai spiritualitas, diarahkan menuju sains mempunyai nilai sakral. Ide ini dikembangkan pertama kali oleh Seyyed Hossein Nasr. Dilanjutkan oleh muridmuridnya di antaranya yang paling aktif adalah Osman Bakar. Dalam sains sakral, iman tidak terpisah dari ilmu dan intelek tidak terpisah dari iman. Rasio merupakan refleksi dan ekstensi dari Intellek. Ilmu pengetahuan pada akhirnya terkait dengan Intelek Ilahi dan Bermula dari segala yang sakral. Nasr menegaskan, Sains Sakral bukan hanya milik ajaran Islam, tetapi dimiliki juga oleh agama Hindu, Budha, Confucious, Taoisme, Majusi, Yahudi, Kristen dan Filsafat Yunani klasik. Ide Islamisasi sains yang paling populer adalah metode integrasi, yaitu mengintegrasikan sains Barat dengan ilmu-ilmu Islam. Ide Islamisasi ini diusung oleh Ismail Raji Al-Faruqi. Islamisasi ilmu pengetahuan, kata Al-Faruqi, adalah solusi terhadap dualisme system pendidikan kaum Muslimin saat ini. Baginya, dualisme sistem pendidikan harus dihapuskan dan disatukan dengan paradigma Islam, yaitu tauhid. Paradigma tersebut bukan imitasi dari Barat, bukan juga untuk semata-mata memenuhi kebutuhan ekonomis dan pragmatis pelajar untuk ilmu pengetahuan profesional, kemajuan pribadi atau pencapaian materi. Namun, paradigma tersebut harus diisi dengan sebuah misi, yang tidak lain adalah menanamkan, menancapkan serta merealisasikan visi Islam dalam ruang dan waktu. Konsep Islamisasi sains yang dirasakan paling mendasar dan menyentuh akar permasalahan sains adalah konsep dengan pendekatan yang berlandaskan paradigma Islam. Ide Islamisasi sains seperti ini yang disampaikan pertama kali secara sistematis oleh Al-Attas. Bahkan secara khusus ia menyebut permasalahan Islamisasi adalah permasalahan mendasar yang bersifat epistemologis.

15

Islamisasi sains atau ilmu pengetahuan kontemporer secara Paradigma digagas oleh Syed M. Naquib Al-Attas. Beliau mengemukakan pikirannya tentang tantangan terbesar yang sedang dihadapi kaum Muslimin adalah sekularisasi ilmu pengetahuan. Proses Islamisasi sains itu sendiri dilakukan menurut Al-Attas dengan dua cara yang saling berhubungan dan sesuai urutan, yaitu pertama ialah melakukan proses pemisahan elemen-elemen dan konsep-konsep kunci yang membentuk kebudayaan dan peradaban Barat, dan kedua, memasukan elemen -elemen Islam dan konsep-konsep kunci ke dalam setiap cabang ilmu pengetahuan masa kini yang relevan. Jelasnya, ilmu hendaknya diserapkan dengan unsur-unsur dan konsep utama Islam setelah unsur-unsur dan konsep pokok dikeluarkan dari setiap ranting. Islamisasi sains tidak bisa tercapai hanya dengan menempeli

(melabelisasi) sains dan prinsip Islam atas sains sekular. Usaha yang demikian hanya akan memperburuk keadaan dan tidak ada manfaatnya selama "virus"nya masih berada dalam tubuh sains itu sendiri sehingga sains yang dihasilkan pun jadi mengambang, Islam bukan dan sekularpun juga bukan. Padahal tujuan dari Islamisasi itu sendiri adalah untuk melindungi umat Islam dari sains yang sudah tercemar yang menyesatkan dan menimbulkan kekeliruan. Islamisasi sains dimaksudkan untuk mengembangkan kepribadian muslim yang sebenarnya sehingga menambah keimanannya kepada Allah, dan dengan Islamisasi tersebut akan terlahirlah keamanan, kebaikan, keadilan dan kekuatan iman. Menurut Al-Attas, sebelum melakukan islamisasi ilmu pengetahuan, ada dua tahap yang harus diprioritaskan oleh umat Islam. Pertama, menguasai ilmu pengetahuan modern. Ini berarti bahwa para ilmuwan muslim hendaknya memiliki penguasaan yang komprehensif terhadap sains modern. Mereka harus mengerti tentang isu dan metode yang tepat untuk melakukan pendekatan terhadap sains. Mereka juga harus memahami aspek-aspek analisis, kritis dan objektivitas sain menurut paradigma Barat dan menurut pandangan Islam. Melalui

16

penguasaan ilmu pengetahuan modern, umat Islam akan mudah untuk mengakses dan melakukan kritik terhadap konsep-konsep yang bertentangan dengan Islam. Kedua, umat Islam harus menguasai warisan ilmu dari Nabi SAW. Penguasaan ini akan memberikan kemampuan baagi umat Islam untuk membangun persepsi baru dari sebuah pengetahuan. Yaitu ilmu pengetahuan dalam pandangan Al-Qur¶an dan As-Sunnah. Dia harus memahami berbagai teks keagamaan yang terkandung dalam Al-Qur¶an dan Sunnah.24 7. Penutup Peradaban Barat melalui ilmu pengetahuan modernnya telah menguasai dunia sejak masa kebangkitan di abad 17 pada masa rennaissance. Peradaban ini telah mengubah muka dunia khususnya konsep hidup beragama. Pengetahuan modern telah menggeser peran keagamaan dan menggantinya dengan paham yang lebih sekular, ateis dan materialis. Keadaan ini akan memperburuk keadaan dan membawa peradaban manusia kepada jahiliyyah modern yang lebih tidak memanusiakan manusia. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan globalisasi di sekitar kita, memunculkan kekhawaatiran terhadap generasi umat di masa yang datang. Saat ini saja tantangan pemikiran kontemporer telah mengorbankan banyak kaum muda Islam yang terjebak ke dalam paradigma sekular dan plural. Oleh sebab itu, jalan untuk mengcounternya adalah melalui jalur pendidikan. Dalam setiap perjuangan tentunya memerlukan pengorbanan. Umat Islam harus berjuang keras mengembangkan semua potensi yang dimilikinya, baik itu pemikiran, fininsial dan fisik jika diperlukan untuk membangun kembali peradaban Islam yang lebih maju dan maslahat. Karenanya perjuangan sudah menjadi keniscayaan. Dan kita sebagai kaum muda pantang menyatakan mundur atau lebih menghadapkan wajah kita kepada pemenuhan hasrat keduniaan dan

24

Syed Mohammad Naquib Al-Attas, The Islamization of Knowledge. Hal 88

17

menerapkan skala prioritas yang salah dan tidak berimbang. Sebagai pelopor dan lini depan perjuangan Islam, kaum muda hendaknya berani bertaruh dengan keimanan yang dimilikinya sebagaimana pertaruhan yang dilakukan oleh sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika menginfakkan semua hartanya demi kepentingan Islam. Khalaftu lahum iddatallahi wa iddata Rasulihi, aku tinggalkan bagi keluargaku janji Allah dan Rasulnya. Begitulah perkataan Abu Bakar saat ditanya oleh Rasul apa yang dia sisakan bagi keluarganya. Sudah saatnya kita menempuh jalan yang mengantarkan Islam dan umat Islam pada kejayaan yaitu General Islamization. Al-Qur¶an telah cara mengintegrasikan pola hidup bermasyarakat umat Jahiliyyah, dengan

pemurnian ajaran Nabi Ibrahim AS., pengesahan sistem muamalah dan pergaulan yang sesuai dengan konsep Islam, serta pembersihan segala praktek dan tata cara ibadah kepada Allah SWT. Dan langkah ini harus kita mulai lagi dari sekarang dengan tantangan yang lebih besar karena Rasul tidak di samping kita. SUMBER Al-Qur¶anul Karim Armas, Adnin Westerenisasi dan Islamisasi Ilmu [Makalah tanpa tahun] Ath-Thobari, Abu Ja¶far, Jamiul Bayan fi Ta¶wilil Qur¶an. Al-Maktabah AsySyamilah Miller,Dr. Gary, The Amazing Quran. www.islamhouse.com Wikipedia.com, Ateisme diambil pada tanggal 18 April 2011 tersedia [online] http://id.wikipedia.org/wiki/Atheisme Wikipedia.com, Immanuel Kant, diambil pada Tanggal 19 April 2011 tersedia [online] http://id.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant

Yahya,Harun.Keruntuhan Teori Evolusi. Harun Yahya International 2004

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->