P. 1
Teori disonansi kognitif

Teori disonansi kognitif

|Views: 1,304|Likes:
Published by Arbiansyah Muhsin

More info:

Published by: Arbiansyah Muhsin on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

Teori disonansi kognitif

Teori disonansi kognitif merupakan sebuah teori komunikasi yang membahas mengenai perasaan ketidaknyamanan seseorang yang diakibatkan oleh sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidak konsisten dan memotivasi seseorang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut. [1]

Asumsi
Teori disonansi kognitif memiliki sejumlah anggapan atau asumsi dasar diantaranya adalah:

Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada keyakinan, sikap, dan perilakunya.[1] Teori ini menekankan sebuah model mengenai sifat dasar dari manusia yang mementigkan adanya stabilitas dan konsistensi. [1] Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi biologis. [1] Teori ini merujuk pada fakta-fakta harus tidak konsisten secara psikologis satu dengan lainnya untuk menimbulkan disonansi kognitif. [1] Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan dengan dampak-dampak yang tidak dapat diukur. [1] Teori ini menekankan seseorang yang berada dalam disonansi memberikan keadaan yang tidak nyaman, sehingga ia akan melakukan tindakan untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut. [1] Disonansi akan mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi. [1] Teori ini beranggapan bahwa rangsangan disonansi yang diberikan akan memotivasi seseorang untuk keluar dari inkonsistensi tersebut dan mengembalikannya pada konsistensi. [1]

Tingkat Disonansi
Merujuk kepada jumlah inkonsistensi yang dialami seseorang. tingkat disonansi seseorang:

[1]

Tiga hal yang merujuk kepada

Tingkat kepentingan, yaitu seberapa signifikan tingkat masalah tersebut berpengaruh pada tingkat disonansi yang dirasakan. [1] Rasio disonansi, yaitu jumlah disonansi berbanding dengan jumlah konsistensi. [1] Rasionalitas merupakan alasan yang dikemukakan oleh seseorang yang merujuk mengapa suatu inkonsistensi muncul. [1]

• •

sosiolog George Homans (1961). [1] Menambahkan keyakinan yang konsonan. Kemungkinan pengujian berarti kemampuan untuk membuktikan apakah teori tersebut benar atau salah. pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). perkawinan. [1] Kritik Terhadap Teori • Teori ini dinilai kurang memiliki kegunaan karena teori ini tidak menjelaskan secara menyeluruh kapan dan bagaimanaseseorang akan mencoba untuk mengurangi disonansi. pemuka utama dari teori ini menyimpulkan teori ini sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”. persahabatan – hanya akan langgeng manakala kalau semua pihak . dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Richard Emerson (1962). pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan. dan Peter Blau (1964). Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Thibaut dan Kelley. [1] Teori Pertukaran Sosial Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959). Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi. namun cara yang paling efektif untuk ditempuh adalah: • • • Mengurangi pentingnya keyakinan disonan kita. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan. percintaan. maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward). Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orangorang lain. Berdasarkan teori ini. Misalnya. pola-pola perilaku di tempat kerja. [1] • Kemungkinan pengujian tidak sepenuhnya terdapat dalam teori ini. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.Mengatasi Disonansi Ada banyak cara untuk mengatasi disonansi kognitif. [1] Menghapus disonansi dengan cara tertentu.

yang terlibat merasa teruntungkan. dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menghabiskan sumber kekayaan individu atau dapat menimbulkan efek-efek yang tidak menyenangkan. Bagi Homans. Biaya adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Makin bahagia ia pada hubungan interpersonal sebelumnya. Bantuan Anda (biaya) ternyata lebih besar daripada nilai persahabatan (ganjaran) yang Anda terima. Homans dalam bukunya “Elementary Forms of Social Behavior. Tingkat perbandingan menunjukkan ukuran baku (standar) yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. dalam suatu hubungan interpersonal. ia akan mengukur hubungan interpersonalnya dengan kawan pria lain berdasarkan pengalamannya dengan kawan pria terdahulu. hubungan anda dengan sahabat pelit itu mudah sekali retak dan digantikan dengan hubungan baru dengan orang lain. laba. prinsip dasar pertukaran sosial adalah “distributive justice” – aturan yang mengatakan bahwa sebuah imbalan harus sebanding dengan investasi. Proposisi lain yang juga memperkuat proposisi tersebut berbunyi : “Makin tinggi nilai hasil suatu perbuatan bagi seseorang. penerimaan sosial atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. Proposisi ini secara eksplisit menjelaskan bahwa satu tindakan tertentu akan berulang dilakukan jika ada imbalannya. tetapi hanya sekedar supaya persahabatan dengan dia tidak putus. Bila seorang gadis pernah berhubungan dengan kawan pria dalam hubungan yang bahagia. makin besar pula kemungkinan perbuatan tersebut diulanginya kembali”. makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadi “. biaya. tingkat perbandingannya turun. hubungan interpersonal yang dapat mengatasi kesulitan ekonominya lebih memberikan ganjaran daripada hubungan yang menambah pengetahuan. Bila seorang individu merasa. Anda mempunyai kawan yang pelit dan bodoh. Nilai suatu ganjaran berbeda-beda antara seseorang dengan yang lain. Hasil atau laba adalah ganjaran dikurangi biaya. kecemasan. Misalnya. Menurut teori pertukaran sosial. Anda rugi. Ukuran baku ini dapat berupa pengalaman individu pada masa lalu atau alternatif hubungan lain yang terbuka baginya. Proposisi yang terkenal sehubungan . Ganjaran berupa uang. biaya pun berubah-ubah sesuai dengan waktu dan orang yang terlibat di dalamnya. Empat Konsep pokokGanjaran. 1974 mengeluarkan beberapa proposisi dan salah satunya berbunyi :”Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang. demikian pula sebaliknya jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan. dan tingkat perbandingan merupakan empat konsep pokok dalam teori ini. Bila pada masa lalu. makin tinggi tingkat perbandingannya. bahwa ia tidak memperoleh laba sama sekali. seorang individu mengalami hubungan interpersonal yang memuaskan. ia akan mencari hubungan lain yang mendatangkan laba. Anda banyak membantunya. makin sering satu bentuk tindakan tertentu memperoleh imbalan. berarti makin sukar ia memperoleh hubungan interpersonal yang memuaskan. • • • • Ganjaran ialah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. usaha. Jadi perilaku seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya. Biaya itu dapat berupa waktu. Seperti ganjaran. Buat orang kaya mungkin penerimaan sosial lebih berharga daripada uang. Buat si miskin. konflik. akan menguntungkan bagi dirinya. dan berlainan antara waktu yang satu dengan waktu yang lain.

kalau mahasiswa lebih rajin belajar. Misalnya. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu-individu sebagai bagian dari struktur sosial (misalnya sebagai suatu kelompok) cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain. orang lain (mungkin) akan ramah kepada kita. makin tinggi keuntungan”. Teori Heider merupakan penjelasan yang sangat menarik tentang gejala-gejala . dan pembau). perilaku-perilaku dan peristiwa-peristiwa eksis di suatu dunia yang dapat diamati oleh pancaindra (penglihatan. mereka (mungkin) akan bercerai. Teori Pertukaran sosial beranggapan orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Pada pendekatan obyektif cenderung menganggap disebabkan manusia yang mereka amati di sebagai luar pasif dan perubahannya kekuatan-kekuatan sosial diri mereka.dengan prinsip tersebut berbunyi ” seseorang dalam hubungan pertukaran dengan orang lain akan mengharapkan imbalan yang diterima oleh setiap pihak sebanding dengan pengorbanan yang telah dikeluarkannya – makin tingghi pengorbanan. Pendekatan ini disebut “obyektif” berdasarkan pandangan bahwa objek-objek. bila suami isteri sering bertengkar. makin tinggi imbalannya – dan keuntungan yang diterima oleh setiap pihak harus sebanding dengan investasinya – makin tinggi investasi. dapat diukur dan diramalkan. yaitu semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu-individu dan objek-objek lain. pendengaran. Teori Heider memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi (intrapersonal) yang berfungsi sebagai “daya tarik”. Sumber: Modul 4 & Modul 6 Teori Komunikasi Farid Hamid M Si TEORI KESEIMBANGAN (HEIDER) Teori Keseimbangan dari Heider Ruang lingkup teori keseimbangan (balance theory) dari Heider adalah mengenai hubungan-hubungan antarpribadi. kalau kita ramah kepada orang lain. hukum-hukum yang berlaku pada perilaku manusia bersifat mungkin (probabilistik). hingga derajat tertentu perilaku manusia dapat diramalkan. Inti dari teori pembelajaran sosial dan pertukaran sosial adalah perilaku sosial seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati. meskipun ramalan tersebut tidak setepat ramalan perilaku alam. Semua teori yang dipengaruhi oleh perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku yang teramati dengan lingkungan. Pendekatan ini juga berpendapat. peraba. Pendekatan ObyektifTeori Pertukaran sosial ada di pendekatan objektif. perasa. mereka (mungkin) akan mendapatkan nilai lebih baik. Dengan kata lain. bukan oleh proses mentalistik (black-box).

Pada tingkat antarpribadi. Model dari Newcomb melibatkan tiga unsur. dapat diterangkan melalui kebutuhan mereka untuk mencapai keseimbangan atau keadaan simetris antara satu sama lain dan juga terhadap X. Teori ini mungkin juga bermanfaat untuk menerangkan beberapa kehadiran komunikasi terbuka di dalam kelompok. Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penurunan. Diposkan oleh denontarr di 07:19 SISTEM A . pendapat. jika muncul ketidaksetujuan yang berkaitan dengan suatu kejadian atau peristiwa. Dalam teori perbandingan sosial ini.B . . teori menjelaskan beberapa motivasi dan tekanan yang akan menimbulkan beberapa tindakan komuniaksi. Selain itu. para anggota kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung atau membuat individu-individu dalam kelompok lebih merasa senang dengan keputusan yang dibuat tersebut. Menurut Newcomb tingkah laku komunikasi terbuka antara A dan B. tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami peningkatan. dan kemampuannya dengan individu-individu lainnya. setelah keputusan kelompok dibuat. dan X sebagai objek pembicaraan (komunikasi). TEORI PERBANDINGAN SOSIAL Teori Perbandingan Sosial (Social Comparison Theory) Tindak komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhankebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap.kelompok dan menyediakan bagi para sarjana komunikasi beberapa cara yang bermanfaat untuk melihat kelompok yang mempunyai hubungan dengan kejadiankejadian intra-pribadi yang berkaitan dengan dimensi-dimensi struktural dari perasaan suka. kalau tingkat pentingnya peristiwa tersebut meningkat dan apabila hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) juga menunjukkan peningkatan. Teori dari Newcomb dapat membantu ahlikomunikasi kelompok dalam menjelaskan dan memperkirakan tingkah laku kelompok-kelompok yang beranggotakan 2 orang. Teori ini juga menguraikan dan menjelaskan kegiatan itu sendiri. walau tidak secara langsung berhubungan dengan tingkah laku pesan.X (NEWCOMB) Sistem A-B-X dari Newcomb Sistem A-B-X dari Newcomb memperluas teori hubungan intrpribadi Heider sampai kepada interaksi yang terjadi di antara anggota dari kelompok yang hanya terdiri dari dua orang anggota. yaitu A dan B yang mewakili dua orang individu yang berinteraksi.

terutama jika perilaku itu membawa keuntungan. Kemungkinan akan munculnya sebuah perilaku tertentu lebih ditentukan oleh konsekuensi yang diharapkan dengan melakoni perilaku tersebut. Jika sebuah perusahaan mengenali prestasi dan memberi keuntungan kepada karyawan yang melakukan kerja terbaik dalam melayani dan memuaskan konsumen. Psikologi sosial. orang-orang public relations bisa melakukan antisipasi bahwa karyawan yang belum berpengalaman akan mencontoh perilaku dari karyawan yang sudah berpengalaman. Jika kita setuju bahwa perilaku tersebut berpotensi memberi kita keuntungan. Ingat : Anda akan berperilaku sesuai dengan apa yang menguntungkan Anda. kita akan memperhatikan apakah perilaku tersebut memberi keuntungan kepada pelakunya atau tidak. Dengan mengetahui hal ini. Teori pembelajaran sosial menjelaskan salah satu rute menuju peilaku ini. Bandura berpendapat bahwa kita mengujicobakan perilaku tersebut di pikiran kita. Teori ini membantu kita memahami bahwa contoh dari personal tertentu atau media massa dapat menjadi penting dalam usaha memperoleh perilaku yang baru. mengatakan bahwa kita bisa mempelajari sebuah perilaku baru hanya dengan mengamati perilaku orang lain. akan semakin mungkin perilaku tersebut muncul. seperti mendapatkan pujian. seperti “kelihatan keren”. atau internal. maka pemikiran ini akan bersemayam dalam masa cukup lama di dalam pikiran kita sampai kita membutuhkannya. Keuntungan ini dapat berupa keuntungan eksternal. Semakin positif dan semakin banyak keuntungan yang kita peroleh. Sumber Buku : . Teori pembelajaran sosial berusaha menjelaskan dan memprediksi perilaku dengan melihat cara lain yang dilakukan individu dalam memproses informasi.Teori Pembelajaran Sosial Sejauh ini kita telah mendiskusikan teori yang memandang penerima pesan yang aktif terlibat dalam memproses informasi. Albert Bandura. Ketika kita melihat sebuah perilaku yang menarik hati kita. Anda dapat memperkirakan bahwa mereka yang juga ingin maju dan sukses akan mencontoh perilaku ini.

dibahas. itu ada. Sebagai contoh. bila negara dalam keadaan tidak stabil. Konsisten dengan teori-teori yang menekankan pada pemirsa sebagai penentu media. dimana porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang. Adopter. Kedua. anda akan lebih bergantung/ percaya pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak keamanan dan pengunjuk rasa. bila anda menyukai gosip. pemberitaan media membosankan karena segala sesuatu tidak bebas untuk digali. Dan Lattimore. • Pertama. tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip kesukaan anda. model ini memperlihatkan bahwa individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai tujuannya. tetapi mereka tidak bergantung pada banyak media dengan porsi yang sama besar. sehingga masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka. individu akan condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Difusi Inovasi.institusi negara atau masyarakat untuk informasi. 2009 Komunikasi Pembangunan 20 Comments Tag:Adopsi inovasi.( Public Relations Profesi dan Praktik. 58-59) Teori ketergantungan media Teori Ketergantungan Media (bahasa Inggris: Dependency Theory) adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya. Suzette T. maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu [1] . Rogers. Mereka memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa. persentase ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu. Otis Baskin. Hal. atau dibesarbesarkan. Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh besar atas pendapat rakyatnya. media dan sistem sosial yang besar. Teori ini diperkenalkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Sebagai contoh. katakanlah acara Cek dan ricek. Elizabeth L. sedangkan bila keadaan negara stabil.Toth. Everett M. anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas. ia pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi.Heiman. Keputusan inovasi Latar Belakang Teori . ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih bergantung pada institusi . Besarnya ketergantungan seseorang pada media ditentukan dari dua hal. dan orang ini kemungkinan sama sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas. • TEORI DIFUSI INOVASI Diterbitkan 25 Januari.

Rogers (1983) mengatakan. mempublikasikan hasil penelitian difusi tentang jagung hibrida pada para petani di Iowa. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu. Bryce Ryan dan Neal Gross. memperkenalkan Kurva Difusi berbentuk S (S-shaped Diffusion Curve). budaya. ketika seorang sosiolog Perancis. Salah satu kesimpulan penelitian Ryan dan Gross menyatakan bahwa “The rate of adoption of the agricultural innovation followed an S-shaped normal curve when plotted on a cumulative basis over time. di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer. dan sebagainya. Brown yang menulis Innovation Diffusion: A New Perpective (1981). Di sinilah muncul tokoh-tokoh teori Difusi Inovasi seperti Everett M. Floyd Shoemaker yang bersama Rogers menulis Communication of Innovation: A Cross Cultural Approach (1971) sampai Lawrence A.” Perkembangan berikutnya dari teori Difusi Inovasi terjadi pada tahun 1960. Pemikiran Tarde menjadi penting karena secara sederhana bisa menggambarkan kecenderungan yang terkait dengan proses difusi inovasi. Gabriel Tarde. Pada tahun 1940. tepatnya tahun 1903. Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu. Tarde’s S-shaped diffusion curve is of current importance because “most innovations have an S-shaped rate of adoption”. Esensi Teori . dua orang sosiolog.Munculnya Teori Difusi Inovasi dimulai pada awal abad ke-20. seperti dengan bidang pemasaran. Amerika Serikat. Dan sejak saat itu tingkat adopsi atau tingkat difusi menjadi fokus kajian penting dalam penelitianpenelitian sosiologi. Rogers dengan karya besarnya Diffusion of Innovation (1961). F. Hasil penelitian ini memperbarui sekaligus menegaskan tentang difusi inovasimodel kurva S.

kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. tindakan. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. sumber paling tidakperlu memperhatikan (a) tujuan diadakannya komunikasi dan (b) karakteristik penerima. proses keputusan inovasi. dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya. adalah media massa. . yaitu: (1) Inovasi. (3) Jangka waktu. Hal tersebut sejalan dengan pengertian difusi dari Rogers (1961). atau barang yang dianggap baru oleh seseorang.” Sesuai dengan pemikiran Rogers. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam (a) proses pengambilan keputusan inovasi.” Lebih jauh dijelaskan bahwa difusi adalah suatu bentuk komunikasi yang bersifat khusus berkaitan dengan penyebaranan pesan-pesan yang berupa gagasan baru. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali. atau dalam istilah Rogers (1961) difusi menyangkut “which is the spread of a new idea from its source of invention or creation to its ultimate users or adopters. dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu.Teori Difusi Inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan (dikomunikasikan) melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial. yaitu “as the process by which an innovation is communicated through certain channels over time among the members of a social system. cepat dan efisien. Dalam hal ini. maka saluran komunikasi yang lebih tepat. (b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi. dan (c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial. gagasan. (2) Saluran komunikasi. Dalam memilih saluran komunikasi. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal. dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok. ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas. maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.

lainnya ketika seorang individu terhadap atau unit itu tahapan dari proses pengambilan keputusan inovasi untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan mencari penguatan keputusan penerimaan atau penolakan inovasi yang sudah dibuat sebelumnya. dan (5) peran agen perubah (change agents). Variabel yang berpengaruh terhadap tahapan difusi inovasi tersebut mencakup (1) atribut inovasi (perceived atrribute of innovasion). Sementara mencakup: 1. Tahap Keputusan (Decisions) muncul ketika seorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya terlibat dalam aktivitas yang mengarah pada pemilihan adopsi atau penolakan sebuah inovasi. Tahapan pengambil Konfirmasi keputusan (Confirmation). Tahap Munculnya Pengetahuan (Knowledge) ketika seorang individu (atau unit pengambil keputusan lainnya) diarahkan untuk memahami eksistensi dan keuntungan/manfaat dan bagaimana suatu inovasi berfungsi 2. 4. (4) kondisi sistem sosial (nature of social system).(4) Sistem sosial. Tahap Persuasi (Persuasion) ketika seorang individu (atau unit pengambil keputusan lainnya) membentuk sikap baik atau tidak baik 3. Teori tersebut antara lain menggambarkan tentang variabel yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi suatu inovasi serta tahapan dari proses pengambilan keputusan inovasi. (3) saluran komunikasi (communication channels). Tahapan Implementasi (Implementation). Kategori Adopter . (2) jenis keputusan inovasi (type of innovation decisions). 5. kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama bersama Lebih lanjut teori yang dikemukakan Rogers (1995) memiliki relevansi dan argumen yang cukup signifikan dalam proses pengambilan keputusan inovasi. ketika sorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya menetapkan penggunaan suatu inovasi.

interaksi internal tinggi. bukan opinion leaders. Innovators: Sekitar 2. terisolasi. teori Difusi Inovasi senantiasa dikaitkan dengan proses pembangunan masyarakat. terlalu hati-hati. Perubahan sosial terjadi dalam 3 (tiga) tahapan. yang telah duji oleh Rogers (1961). (2) difusi (diffusion). Gambaran tentang pengelompokan adopter dapat dilihat sebagai berikut: 1. Laggards (Kelompok Kolot/Tradisional): 16% terakhir adalah kaum kolot/tradisional. Cirinya: skeptis. Penerapan dan keterkaitan teori Pada awalnya. mobile. . Penemuan adalah proses dimana ide/gagasan baru diciptakan atau dikembangkan. Early Majority (Pengikut Dini): 34% yang menjadi pera pengikut awal.Anggota sistem sosial dapat dibagi ke dalam kelompok-kelompok adopter (penerima inovasi) sesuai dengan tingkat keinovatifannya (kecepatan dalam menerima inovasi).sumberdaya terbatas. 4. Late Majority (Pengikut Akhir): 34% yang menjadi pengikut akhir dalam penerimaan inovasi. dan (3) konsekuensi (consequences). dan perubahan sosial pada dasarnya merupakan inti dari pembangunan masyarakat. sedangkan konsekuensi adalah suatu perubahan dalam sistem sosial sebagai hasil dari adopsi atau penolakan inovasi. Inovasi merupakan awal untuk terjadinya perubahan sosial. Cirinya: tradisional. Salah satu pengelompokan yang bisa dijadikan rujuakan adalah pengelompokan berdasarkan kurva adopsi. wawasan terbatas. Early Adopters (Perintis/Pelopor): 13.5% individu yang pertama kali mengadopsi inovasi. berani mengambil resiko. kemampuan ekonomi tinggi 2. Difusi adalah proses dimana ide/gagasan baru dikomunikasikan kepada anggota sistem sosial. Rogers dan Shoemaker (1971) menjelaskan bahwa proses difusi merupakan bagian dari proses perubahan sosial. bahkan dalam beberapa perkembangan berikutnya. yaitu: (1) Penemuan (invention). orang yang dihormati. Cirinya: penuh pertimbangan. 5. cerdas. akses di dalam tinggi 3. Cirinya: petualang. Perubahan sosial adalah proses dimana perubahan terjadi dalam struktur dan fungsi sistem sosial. menerima karena pertimbangan ekonomi atau tekanan social. Cirinya: para teladan (pemuka pendapat).5% yang menjadi para perintis dalam penerimaan inovasi.

London: The Free Press. Everett M. Menurutnya difusi merupakan suatu tahapan dimana keuntungan dari suatu inovasi berlaku umum. Diffusion of Innovations. Rogers. Bahan Referensi Hanafi. . yaitu insitusi. 1995. Dimensi Sumber (SOURCE) diseminasi.seperti perspektif ekonomi. Dari inovator. Salah satu definisi difusi inovasi dalam taraf perkembangan ini antara lain dikemukakan Parker (1974). yang mendefinisikan difusi sebagai suatu proses yang berperan memberi nilai tambah pada fungsi produksi atau proses ekonomi. Diffusions of Innovations. yaitu pengetahuan dan produk baru dimaksud yang juga termasuk bahan dan informasi pendukung lainnya.M. Dimensi Isi (CONTENT) yang didiseminasikan.F. inovasi diteruskan melalui pengguna lain hingga akhirnya menjadi hal yang biasa dan diterima sebagai bagian dari kegiatan produktif.. teori difusi inovasi berkembang lebih jauh di mana fokus kajian tidak hanya dikaitkan dengan proses perubahan sosial dalam pengertian sempit. menyebutkan ada 4 (empat) dimensi pemanfaatan pengetahuan (knowledge utilization).Sejak tahun 1960-an. atau individu yang bertanggunggung jawab dalam menciptakan pengetahuan dan produk baru.. Forth Edition. yaitu 1. 2. Abdillah. London: The Free Press. 1981). 1996. dan Shoemaker. 1987. F. New York: Tree Press. 1983. Topik studi atau penelitian difusi inovasi mulai dikaitkan dengan berbagai fenomena kontemporer yang berkembang di masyarakat. 1971. Dimensi Media (MEDIUM) Diseminasi. E. Dimensi Pengguna (USER). yaitu pengguna dari pengetahuan dan produk dimaksud. Communication of Innovations. Memasyarakatkan Ide-Ide Baru. yaitu cara-cara bagaimana pengetahuan atau produk tersebut dikemas dan disalurkan. Everett M. 4. Berkaitan dengan proses difusi inovasi tersebut National Center for the Dissemination of Disability Research (NCDDR). Rogers. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional Rogers. organisasi. Berbagai perpektif pun menjadi dasar dalam pengkajian proses difusi inovasi. Dia juga menyebutkan bahwa difusi merupakan suatu tahapan dalam proses perubahan teknik (technical change). perspektif ’market and infrastructure’ (Brown. 3.

New York: Methuen and Co .Brown. Innovation Diffusion: A New Perpevtive.. Lawrence A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->