KATA PENGANTAR Salah satu pola atau cara untuk membantu masyarakat, khususnya kepada petani/kelompok tani dilaksanakan melalui mekanisme bantuan sosial. Untuk lancarnya kegiatan tersebut, dipandang perlu menerbitkan buku Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian. Buku pedoman ini agar dapat dijadikan rujukan penyusunan Pedoman Teknis, Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial ini menjelaskan bantuan sosial dengan pola transfer uang serta pola transfer barang/jasa. Secara singkat pedoman ini menjelaskan ruang lingkup kegiatan bantuan sosial, kriteria, pola transfer bantuan, tatacara pencairan, pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawabannya. Dengan disusunnya pedoman ini diharapkan para pelaksana di lapangan dapat memanfaatkan anggaran secara berdaya guna dan berhasil guna serta memperhatikan kaidah administrasi dan peraturan yang berlaku. Disadari bahwa buku pedoman ini masih belum sempurna, sehingga diharapkan adanya saran dan masukan dari berbagai pihak guna perbaikan serta penyempurnaannya. Demikian kiranya Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Lingkup Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab. Jakarta, Januari 2011

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,

Sumarjo Gatot Irianto NIP. 19601024 198703 1 001

i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... I. PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang .............................................................................. B. Tujuan ........................................................................................... C. Pengertian dan Istilah .................................................................... RUANG LINGKUP DAN KRITERIA .................................................... A. Ruang Lingkup ................................................................ .............. B. Kriteria Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial ................... POLA TRANSFER BANTUAN SOSIAL .............................................. A. Transfer Uang ................................................................ ............... B. Transfer Barang/Jasa .................................................................... PERSIAPAN ADMINISTRASI .............................................................. i ii iii 1 1 3 3 7 7 9 10 10 10

II.

III.

IV.

A. Identifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL) ................... B. Penetapan Kelompok Sasaran Penerima Manfaat Bantuan Sosial ... ................................................................. C. Pembukaan Rekening Kelompok dan Penyusunan RUKK .. D. Pembuatan dan Penandatanganan Naskah Kerjasama ..... A. Transfer Dana Bantuan Sosial ............................ ................. B. Penerbitan SPP dan SPM.................................................. ... C. Pemanfaatan dan Pembelanjaan .........................................

12 12 13 14 15 16 19
20 20 20 21 15

12

V.

PENCAIRAN DAN PEMANFAATAN DANA BANTUAN SOSIAL .......

VI.

PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN .......................... A Pelaksanaan Pekerjaan Fisik ..................................... ................... B. Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan ................................... C. Pertanggungjawaban Keuangan ....................................................

Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial

ii

VII.

PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN BANTUAN SOSIAL ................. A. Pembinaan..................................... ................................................ B. Pengendalian ................................... .............................................

23 23 24 27

VIII. P E L A P O R A N ............................................................................... LAMPIRAN

Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial

iii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Contoh Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen tentang Penetapan Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial ........ ............................................................. Lampiran 2 : Contoh Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen tentang Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial ................................................................................ ..... Lampiran 3 : Contoh RUKK Kegiatan Perluasan Areal Sawah .................... Lampiran 4 : Contoh RUKK Kegiatan Optimasi Lahan ................................. Lampiran 5 : Contoh RUKK Kegiatan Rehabilitasi JIDES ............................. Lampiran 6 : Contoh RUKK Bantuan Kepemilikan Alat dan Mesin Pertanian Kerjasama ............................................ ................. Lampiran 7 : Contoh Perjanjian Kerjasama.................................................... Lampiran 8 : Contoh Ringkasan Kontrak ....................................................... Lampiran 9 : Contoh Surat Usulan /Permohonan Pencairan Dana Bantuan Sosial ........... .................................................. Lampiran 10 : Contoh Kuitansi Tanda Terima Bantuan Sosial ...................... Lampiran 11 : Contoh Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan ............. Lampiran 12 : Contoh Berita Acara Serah Terima Pengelolaan .................

34

37 41 42 43 44 45 50 51 52 53 54

Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial

iv

Kemudian hal penting lainnya. barang atau jasa yang diberikan langsung kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial. Hal mendasar dalam pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian melalui pola bantuan sosial adalah adanya perubahan paradigma pembangunan dengan menempatkan masyarakat selaku penerima manfaat bantuan sosial sebagai subyek dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan (tidak lagi ditempatkan sebagai obyek pembangunan).BAB I PENDAHULUAN A. utamanya dalam rangka mengejar peningkatan produksi. maksimal. Pola yang dimaksud adalah dengan memanfaatkan jenis belanja bantuan sosial yang didefinisikan sebagai bantuan melalui transfer uang. Untuk itu peran dan partisipasi petani/kelompoktani sebagai pelaksana kegiatan di lapangan diarahkan agar lebih Dengan demikian diharapkan petani/kelompoktani sebagai pelaku utama sepenuhnya dapat memanfaatkan anggaran yang dialokasikan. pembangunan pertanian secara umum. maka dimungkinkan adanya penyaluran suatu dana APBN ke masyarakat secara langsung guna membiayai program pembangunan.05/2007 tentang Bagan Akun Standar. Pola pendekatan yang digunakan dalam rangka pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian saat ini diarahkan sekaligus sebagai katup pengaman untuk mengatasi masalah tenaga kerja di pedesaan. Seiring dengan Prasarana dan Sarana Pertanian memegang peranan penting dan merupakan bagian integral sebagai 1 . nilai tambah dan kesejahteraan petani. Menunjuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 91/PMK. penanganan pendukung pembangunan pertanian secara keseluruhan. Latar Belakang Pembangunan pertanian terus dipacu. bahwa pola bantuan sosial diharapkan membawa dampak bahwa dana yang disalurkan kepada masyarakat selaku penerima manfaat menjadi stimulan serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat itu sendiri dalam proses pembangunan sehingga menumbuhkan rasa memiliki atas output yang dihasilkan.

mekanisme transfer melalui penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP).Sesuai dengan definisinya. Prasyarat yang dibutuhkan antara lain melalui pembukaan rekening kelompok. Penyaluran bantuan sosial baik melalui pola transfer uang maupun pola transfer barang/jasa dalam pelaksanaannya dibutuhkan adanya pengawalan. Barang/jasa yang sudah diadakan oleh KPA/PPK untuk selanjutnya disalurkan atau diserahkan kepada kelompok penerima 2 . dimana pola bantuan sosial Namun terdapat beberapa kegiatan dilaksanakan melalui transfer kebijakannya barang/jasa. Sedangkan bantuan sosial melalui pola transfer barang/jasa dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan barang/jasa sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 yang dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ataupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). pendampingan dan bimbingan oleh petugas lapangan tersebut tidak terbatas dari aspek teknis tetapi juga mencakup aspek adminstrasi dan pertanggungjawabannya. pendampingan serta pembinaan oleh Koordinator Lapangan/Tim Teknis sebagai petugas lapangan. penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK). Surat Perintah Membayar (SPM) dan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) serta pemanfaatan dana bantuan sosial oleh kelompok penerima manfaat. dalam situasi bahwa komponen kegiatan yang dimaksud memang benar-benar tidak dapat ditangani oleh petani/kelompoktani selaku kelompok penerima manfaat bantuan sosial. Pengawalan. Untuk itu Buku Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial diharapkan dapat sebagai petunjuk dan panduan bagi para petugas di lapangan dengan harapan akan dapat meminimalisir kekeliruan serta kesalahan dalam pertanggungjawaban pengelolaan anggaran. Bantuan sosial melalui pola transfer uang dilaksanakan dengan mentransfer dana bantuan sosial langsung kepada kelompok penerima manfaat sehingga secara langsung dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang telah diprogramkan. Berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian. bantuan sosial yang dimaksud sebagian besar diarahkan pada pola transfer uang melalui rekening kelompok sebagai pelaksana kegiatan di lapangan. barang atau jasa tergantung pada kebijakan yang diambil. manfaat bantuan sosial. penganggaran menggunakan Akun Bantuan Sosial dapat direalisasikan melalui transfer dalam bentuk uang.

untuk selanjutnya ditetapkan melalui Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Mengupayakan terciptanya tertib administrasi keuangan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan. C. 3. untuk selanjutnya dalam buku pedoman ini disebut dengan Kepala Dinas Kabupaten/Kota. 3 . 2. Memberikan acuan dan panduan administrasi serta pertanggungjawaban keuangan pada setiap tahap pekerjaan. oleh karena itu perlu dijabarkan lebih lanjut berkaitan dengan istilah-istilah yang dimaksud. Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial Masyarakat atau kelompok masyarakat termasuk petani/kelompoktani penerima dana bantuan sosial yang terpilih melalui identifikasi calon petani/calon lokasi (CP/CL). Memberikan petunjuk pemanfaatan dana dari Akun Belanja Bantuan Sosial (Sub Akun Belanja Lembaga Sosial Lainnya). Pengertian dan Istilah Dalam buku pedoman ini akan dijumpai istilah-istilah yang memiliki pengertian menyangkut aspek teknis maupun aspek administrasi keuangan. Tujuan Maksud dan tujuan penyusunan Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial ini adalah untuk : 1.B. 1. Penanggungjawab Kegiatan Bantuan Sosial Kepala Dinas yang membidangi Pertanian Tingkat Kabupaten/Kota dan bertanggungjawab untuk wilayah kerjanya masing-masing. Koordinator Lapangan/Tim Teknis Petugas/staf teknis yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Memberikan petunjuk bagi petugas di lapangan berkaitan dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan meliputi penyiapan usulan kegiatan dan dokumen serta blanko-blanko yang diperlukan. 2. 4. 3. dengan tugas melakukan pengawalan dan memberikan arahan baik teknis maupun administrasi kepada kelompok penerima manfaat bantuan sosial.

jalan produksi. perkebunan maupun peternakan. spesifikasi barang dan jumlah dana serta keterangan mengenai sumber pendanaan dan metoda pelaksanaan kegiatan tersebut. Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) Merupakan rincian usulan kegiatan. 5. perluasan kawasan hijauan makanan ternak. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian. hasil musyawarah kelompok. pupuk dan pestisida serta prasarana lainnya yang berguna untuk mendukung pembangunan pertanian baik subsektor tanaman pangan. barang atau jasa. 9. 7. Bantuan Sosial atau disingkat Bansos Merupakan jenis Akun yang pelaksanaannya melalui transfer uang. volume/jumlah satuan. diberikan langsung kepada masyarakat dan atau lembaga kemasyarakatan non pemerintah guna melindungi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya resiko sosial. Bantuan Sosial Kegiatan Aspek Prasarana dan Sarana Pertanian Bantuan dalam rangka mendukung program dan kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian melalui transfer uang. 6. yang disusun dalam bentuk tabulasi dengan mencantumkan mengenai uraian kegiatan/pembelanjaan. Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan SPM 4 . hortikultura. hamparan perluasan areal pertanian. harga satuan. alat dan mesin pertanian pembiayaan pertanian. jaringan irigasi desa (JIDES).4. bangunan konservasi lahan. jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT). 8. Prasarana dan Sarana Pertanian Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian di tingkat desa/tingkat usaha tani baik berupa jalan usaha tani. barang atau jasa kepada kelompok penerima manfaat sebagai pelaksana kegiatan di lapangan. sumur resapan.

14. membayarkan. 11. Pembukuan Kegiatan pencatatan baik penerimaan maupun pengeluaran uang atau barang. 15. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pejabat yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian yang tugasnya membantu Kuasa Pengguna Anggaran dalam melaksanakan anggaran sesuai dengan bidang tugasnya. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Suatu dokumen yang dibuat/diterbitkan oleh pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk selaku pemberi kerja untuk selanjutnya diteruskan kepada pejabat Penguji Tagihan/ Penandatanganan SPM guna diterbitkan SPM berkenaan. Bendahara Pengeluaran Orang yang ditunjuk dengan Keputusan Menteri Pertanian untuk menerima. menyimpan. 5 . menerima. 13. 10. Surat Perintah Membayar (SPM) Dokumen yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. menatausahakan. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka pelaksanaan APBN pada kantor/satuan kerja perangkat daerah. dan membayar/penyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang negara/daerah. menyimpan.Pejabat yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian untuk melakukan pengujian SPP yang diterima dari bendahara pengeluaran dan menerbitkan/menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM). 12. Bendahara Orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah.

20. 17. 19. pakan ternak. 18. pestisida. peralatan dan mesin. 6 . Insentif Kerja Upah Kerja sebagaimana dalam dokumen DIPA/POK diartikan sebagai insentif kerja yang standarnya tidak perlu menyesuaikan besaran UMR setempat. karena untuk mendorong adanya partisipasi masyarakat khususnya kelompok penerima manfaat bantuan sosial. merupakan bagian anggaran kementerian/lembaga yang dialokasikan berdasarkan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi. pupuk. Saprodi/Sapronak Saprodi/Sapronak sebagaimana tertulis dalam dokumen DIPA/POK diartikan sebagai sarana penunjang dalam proses produksi pertanian/peternakan (bibit/benih. merupakan bagian anggaran kementerian negara/lembaga yang dialokasikan berdasarkan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga dalam rangka pelaksanaan tugas pembantuan. serta sarana penunjang lainnya). Dana Dekonsentrasi Merupakan dana yang berasal dari APBN. SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) Dokumen yang dikeluarkan oleh KPPN setelah melakukan pengujian terhadap SPM yang diterima dari Satker.16. Dana Tugas Pembantuan Merupakan dana yang berasal dari APBN.

Consolidated Farming (komponen Perbaikan infrastruktur dan Saprodi) 20. 5. Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (komponen Saprodi dan Insentif Petani) 18. 6. Cetak Sawah 7 . Kegiatan bantuan sosial tersebut antara lain berkaitan dengan batasan serta ruang lingkup sebagai berikut : 1. 4. Konservasi Lahan (komponen Pengembangan Pertanian) 16. Pengembangan Jalan Usaha Tani 12. Optimasi Lahan 14. Pengembangan SRI (komponen Pengadaan APPO dan Benih) 15. 2. 9. 3. Pengembangan Irigasi Partisipatif (PIP) 11. Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu (komponen Pengembangan Pertanian ) 19. Pengembangan Jalan Produksi 13.BAB II RUANG LINGKUP DAN KRITERIA A. Reklamasi Lahan 17. Jenis dan macam kegiatan dengan pola bantuan sosial 1. Ruang Lingkup Buku pedoman ini disusun sebagai acuan pola bantuan sosial dalam lingkup kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian. 7. Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) Pengembangan Jaringan Irigasi Pedesaan (JIDES) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) Pengembangan Embung Pembangunan Cubang Pengembangan Sumur Resapan Pengembangan Irigasi Tanah Dangkal Pengembangan Air Permukaan Bantuan Pompa Air 10. 8.

Bantuan Pupuk dan Pestisida 29. Pembukaan Padang Penggembalaan 25. Bantuan Alat dan Mesin Pertanian 28. Transfer uang ke rekening kelompok penerima manfaat. Pembukaan Lahan Hortikultura (Mangga. Pembukaan Lahan Perkebunan (Kopi. Transfer barang/jasa kepada kelompok penerima manfaat.21. Entres Karet) 24. Pola transfer bantuan sosial Bantuan sosial dalam lingkup kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian dilaksanakan melalui pola transfer kepada kelompok penerima manfaat dalam bentuk : a. Selain itu pendanaan bantuan sosial dimaksudkan sebagai stimulan untuk mendorong partisipasi masyarakat khususnya bagi kelompok penerima manfaat bantuan sosial dalam rangka program Prasarana dan Sarana Pertanian. Rambutan) 23. Manggis. Pembukaan Kebun HMT untuk Sapi/Kerbau 27. Perluasan Areal Lahan Kering 22. Penguatan modal Gapoktan PUAP 2. 8 . Pembukaan Kebun HMT untuk Kambing/Domba 26. Durian. Kakao. Tindak lanjut pemanfaatan bantuan sosial Bantuan sosial dalam lingkup program Prasarana dan Sarana Pertanian tidak menggunakan pola perguliran mengingat bahwa bantuan tersebut sifatnya adalah dalam rangka investasi. Pisang. Penguatan UPJA berkembang 31. Penguatan UPJA Profesional 32. Jeruk. Penguatan UPJA pemula 30. 3. Rumah Kompos 33. b. Pilihan bentuk transfer yang dimaksud disesuaikan dengan kebijakan teknis sebagaimana dituangkan dalam Pedoman Teknis masing-masing kegiatan. Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) (komponen Rumah Kompos dan sapi) 34. Karet.

Dalam melaksanakan kegiatannya. Kriteria Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial Penerima manfaat bantuan sosial adalah masyarakat dan atau kelompok masyarakat/petani/kelompoktani yang ditetapkan melalui Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan rekomendasi Kepala Dinas Kabupaten/Kota sesuai dengan kriteria sebagaimana ditetapkan dalam Pedoman Teknis masing-masing kegiatan. penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan. 9 . kelompok penerima manfaat bantuan sosial dibimbing dan didampingi oleh Koordinator Lapangan/Tim Teknis agar tercapai output yang diharapkan. Untuk itu diperlukan kecermatan dalam penetapan batasan dan kriteria menyangkut penetapan kelompok penerima manfaat ini. bantuan sosial dalam lingkup pembangunan dan pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian ditujukan dalam rangka investasi pada usaha-usaha produktif bidang pertanian guna peningkatan produktivitas. Tahapan identifikasi CP/CL sebagai langkah penetapan kelompok penerima manfaat menjadi sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan kegiatan pengelolaan dana bantuan sosial serta keberhasilan kegiatan secara keseluruhan. peningkatan produksi.B. Kelompok terpilih penerima manfaat bantuan sosial didapatkan melalui proses seleksi (identifikasi CP/CL) dengan kriteria bahwa tujuan bantuan sosial tersebut dalam rangka mengatasi kemungkinan terjadinya resiko sosial seperti kekeringan. pengangguran. Oleh karena itu. kekurangan pangan serta kemiskinan. penambahan luas baku lahan peningkatan intensitas pertanaman (IP).

9. 6. Pemanfaatan dan Pembelanjaan dana bantuan sosial. A. transfer Berbeda dengan pola transfer uang. 3. Pelaksanaan pekerjaan fisik. Transfer dana bantuan sosial. B. 8. 5. 10. Pertanggungjawaban keuangan. Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. Pembuatan dan penadatanganan naskah perjanjian kerjasama antara KPA/PPK dengan Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. 7. Pencairan dana bantuan sosial. 4. Transfer Barang/Jasa Bantuan sosial melalui pola transfer barang/jasa mempunyai sasaran akhir yang sama dengan pola transfer uang yaitu memberikan bantuan langsung kepada kelompok penerima manfaat dalam rangka mengantisipasi adanya resiko sosial di masyarakat. Transfer Uang Prinsip bantuan sosial melalui pola transfer uang pada dasarnya adalah penyampaian bantuan berupa uang kepada kelompok penerima manfaat. Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan. Pembukaan rekening kelompok dan penyusunan RUKK. bantuan sosial dengan pola dilaksanakan dengan cara pengadaan barang/jasa barang/jasa 10 . maka dalam hal kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian terdapat 2 (dua) pola transfer yaitu melalui transfer uang dan transfer barang/jasa.BAB III POLA TRANSFER BANTUAN SOSIAL Seperti telah diuraikan secara singkat menyangkut pola transfer bantuan sosial. Identifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL). Pola transfer uang ini dilaksanakan melalui 10 (sepuluh) tahapan administrasi sebagai berikut : 1. Bantuan uang tersebut untuk selanjutnya dibelanjakan oleh kelompok penerima manfaat sesuai dengan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) yang telah mendapatkan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 2.

Pola transfer barang/jasa dalam rangka bantuan sosial sedikit berbeda dengan pola transfer uang. Pemanfaatan paket bantuan sosial oleh kelompok penerima manfaat. 6. Pertanggungjawaban dan pelaporan kegiatan. Sedangkan untuk bantuan sosial melalui transfer barang/jasa penjelasannya secara rinci dijelaskan pada buku pedoman pengadaan 11 . barang/jasa. uraian pada Bab IV. Jenis barang/jasa yang disalurkan kepada kelompok penerima manfaat tergantung pada kebutuhan di lapangan serta Dalam buku pedoman ini. 3. Pengadaan yang dimaksud dapat melalui pola Pengadaan Langsung. Proses pengadaan paket bantuan sosial oleh KPA/PPK. program yang direncanakan. Tahapan administrasi yang harus ditempuh antara lain meliputi : 1. Serah terima pengelolaan paket bantuan sosial kepada kelompok penerima manfaat. Sedangkan mekanisme pengadaan barang/jasa dalam rangka bantuan sosial adalah sesuai dengan Pedoman Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.terlebih dahulu oleh Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) yang untuk selanjutnya disalurkan/diserahkan kepada kelompok penerima manfaat sebagai bantuan sosial. Pelangan Sederhana ataupun Pelelangan Umum sesuai dengan nilai/pagu anggarannya serta kriterianya. 2. Identifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL). Bab V dan Bab VI akan menjelaskan mekanisme dan tata urutan administrasi yang harus dilakukan berkaitan dengan bantuan sosial melalui pola transfer uang. 4. 5. Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial.

Sedangkan kriteria teknis pelaksanaan identifikasi CP/CL seluruhnya disesuaikan dengan pedoman teknis 12 . Identifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL) Kegiatan persiapan yang sangat menentukan adalah berkaitan dengan identifikasi calon petani dan calon lokasi (CP/CL). antara lain meliputi kegiatan identifikasi CP/CL (calon petani/calon lokasi). pembukaan rekening kelompok dan penyusunan rencana usulan kegiatan kelompok serta pembuatan dan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama. Keberhasilan pelaksanaan CP/CL sangat tergantung pada kecermatan dan ketelitian petugas lapangan dalam memilih petani serta lokasi guna melaksanakan kegiatan yang direncanakan. Untuk legalitasnya maka Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial ini ditetapkan melalui Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen setelah ada rekomendasi dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota. penetapan kelompok penerima manfaat. masing-masing kegiatan. Kata kunci keberhasilan penetapan CP/CL ini apabila petugas lapangan bekerja semata-mata dilandasi dengan profesionalime dan obyektif. Contoh Surat Keputusan PPK tentang Penetapan Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial dan Surat Keputusan PPK tentang Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial sebagaimana dalam lampiran 1 dan 2. Untuk itu tertib administrasi termasuk didalamnya adalah mempersiapkan adminsitrasi penyaluran bantuan sosial secara benar. Untuk kegiatan perluasan areal sawah diperlukan adanya rekomendasi dari Bupati/Walikota hal ini karena sekaligus berkaitan dengan penetapan lokasi areal sawah tersebut. Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial Penetapan kelompok penerima manfaat ditetapkan atas dasar hasil identifikasi CP/CL sehingga kelompok penerima manfaat bantuan sosial adalah benar-benar merupakan kelompok yang membutuhkan bantuan sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana tertuang dalam Pedoman Teknis masing-masing kegiatan. B.BAB IV PERSIAPAN ADMINISTRASI Pencapaian fisik kegiatan bantuan sosial melalui pola transfer uang sangat penting diikuti dengan persiapan administrasi secara baik dan benar. A.

Hal-hal mendasar dalam rangka penyusunan RUKK antara lain : 1. 3. Setelah dilakukan pembukaan rekening. volume/jumlah satuan. RUKK disusun secara musyawarah dengan bimbingan Koordinator Lapangan/Tim Teknis dan mendapatkan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).C. biaya pertemuan kelompok. tenaga sipil bangunan) manakala pekerjaan spesifik tersebut tidak mungkin dapat ditangani oleh anggota kelompok penerima manfaat bantuan sosial. Bank Pos atau Bank Pembangunan Daerah/BPD). langkah adminstrasi berikutnya adalah penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) yang disusun secara bersama-sama melalui musyawarah anggota kelompok dengan bimbingan Koordinator Lapangan atau Tim Teknis. 2. 4. jumlah dana dan sumber pendanaan kegiatan tersebut serta metode pelaksanaannya. RUKK adalah merupakan rencana usulan kegiatan kelompok yang disusun dalam bentuk tabel dan didalamnya mencantumkan mengenai uraian pekerjaan atau daftar pembelanjaan dalam kegiatan bantuan sosial. Blanko penarikan dana bantuan sosial pada Bank yang ditandatangani bersama sebagaimana dipersyaratkan. Rekening kelompok yang dimaksud merupakan rekening bersama antara Ketua Kelompok dengan Kepala Dinas Kabupaten/KOta. harga satuan. 13 . mengharuskan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial melakukan pembukaan rekening baru pada Bank yang dimaksud. Dalam penyusunan RUKK dimungkinkan untuk mengakomodir biaya-biaya pendukung seperti pembuatan papan nama di lapangan. Uraian pekerjaan dan daftar pembelanjaan dalam RUKK adalah mengacu pada rincian kegiatan masing-masing kegiatan sebagaimana dalam Pedoman Teknis. Pencairan dana yang masuk rekening. membayar tenaga khusus/ahli (seperti pembuatan desain sederhana. jenis dan spesifikasi barang. biaya pembelian alat tulis dan buku-buku catatan. penarikannya dipersyaratkan melalui bukti penarikan yang ditandatangani bersama oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota dan Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. biaya untuk dokumentasi. Pembukaan Rekening Kelompok dan Penyusunan RUKK Rekening kelompok diperlukan untuk menerima transfer dana dalam rangka kegiatan bantuan sosial ini. dalam bentuk rekening tabungan pada Bank Pemerintah terdekat (Kantor Cabang/Unit BRI. Selain itu dapat juga mengakomodir biaya sewa peralatan.

7. untuk itu keseluruhan pembelanjaan harus disertai dengan bukti pengeluaran uang/bon/ kuitansi. 6. Contoh Ringkasan Perjanjian Kerjasama sebagaimana dalam lampiran 8. lampiran 4 lampiran 5 dan lampiran 6. Keseluruhan realisasi pembelanjaan sebagaimana tercantum dalam RUKK beserta revisinya dipakai sebagai pertanggungjawaban kelompok dalam memanfaatkan dana bantuan yang diterimanya.5. RUKK beserta revisinya nantinya menjadi lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari naskah perjanjian kerjasama pemanfaatan dana bantuan sosial. Untuk kelengkapan dokumen sebagai dasar pembuatan/penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) perlu di buat Ringkasan Perjanjian Kerjasama. Contoh naskah perjanjian kerjasama pemanfaatan dana bantuan sosial sebagaimana dalam lampiran 7. Pembuatan dan Penandatanganan Naskah Kerjasama Kelompok penerima manfaat bantuan sosial perlu diikat dalam bentuk naskah perjanjian kerjasama pemanfaatan dana dan pelaksanaan kegiatan. Contoh RUKK sebagaimana dalam lampiran 3. Revisi dan penyesuaian RUKK dapat dilakukan apabila terdapat perubahan atau penyesuaian kegiatan di lapangan untuk mengakomodir adanya tambah kurang pekerjaan. kerjasama merupakan dana ikatan hukum yang oleh memayungi masyarakat pemanfaatan pemerintah (APBN) atau Perjanjian dan kelompok penggunaan masyarakat. Perjanjian kerjasama yang dimaksud adalah antara Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan harus mendapat persetujuan serta diketahui oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota. D. 14 . dengan syarat bahwa revisi RUKK ini dilaporkan serta mendapatkan persetujuan PPK.

Nama Bank (BRI Cabang/Unit. Keterangan lainnya berkaitan dengan mekanisme penggunaan dana dan operasional kegiatan di lapangan. Permohonan transfer dana bantuan sosial diajukan oleh Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial kepada pemegang anggaran (KPA) melalui tahapan sebagai berikut : 1. Nomor rekening kelompok. dan pemanfaatan serta Permohonan transfer dana ke KPPN dilakukan Mekanisme transfer ini menjelaskan tentang permohonan pencairan sampai dengan proses transfer ke rekening ketua 15 .BAB V PENCAIRAN DAN PEMANFAATAN DANA BANTUAN SOSIAL Hal yang paling pokok berkaitan dengan penyaluran dana bantuan sosial adalah menyangkut mekanisme transfer. Bank Pos atau BPD). Nama Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. Transfer Dana Bantuan Sosial Permohonan transfer dana ditujukan kepada KPPN dan dilakukan sekaligus 100% dari pagu dana bantuan sosial. sekaligus 100% dari pagu dana bantuan sosial. b. 2. d. Surat permohonan beserta RUKK oleh Koordinator Lapangan/Tim Teknis dilakukan penelitian serta penelaahan lebih lanjut menyangkut kebenaran dan keabsahannya. kelompok penerima manfaat bantuan sosial. mekanisme pencairan dana pembelanjaan dana bantuan sosial. Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial membuat surat Usulan/ Permohonan Pencairan Dana dilampiri dengan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) untuk diajukan kepada pemegang anggaran (KPA) melalui Koordinator Lapangan/Tim Teknis. A. surat permohonan beserta RUKK untuk selanjutnya diteruskan kepada PPK guna mendapatkan koreksi dan persetujuan. f. Jumlah dana bantuan sosial yang akan ditransfer dan kuitansi tanda terima uang yang telah ditandatangani oleh Ketua Kelompok. e. Mekanisme transfer ini menjelaskan tentang proses transfer ke rekening ketua kelompok penerima manfaat bantuan sosial. 3. Nama Ketua Kelompok dan Susunan Anggota Kelompok. Setelah dilakukan penelitian/penelaahan. Berkas surat permohonan pencairan dana setidaknya mencantumkan secara jelas meliputi : a. c.

penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). 2. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : PER 57/PB/2010 tentang Tatacara Penerbitan Surat Perintah Membayarkan dan Surat Pencairan Dana. 3. 4. Sedangkan mekanisme pembuatan/penerbitan SPP dan SPM mengikuti aturan yang berlaku sebagaimana tertuang dalam 1. Apabila surat permohonan beserta RUKK yang diajukan telah dianggap lengkap dan benar. SPM untuk selanjutnya diteruskan ke KPPN guna penerbitan SP2D. maka KPA memerintahkan Bendahara untuk mempersiapkan SPP.05/2010 tanggal 20 September 2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas Beban Anggaran Pendapatan Belanja pada Satuan Kerja.4. Penerbitan SPP dan SPM Berkas permohonan transfer dana bantuan sosial dari Ketua Kelompok Penerima Manfaat. untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar pemrosesan pembuatan/penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 170/PMK. Rincian mekanisme penerbitan SPP dan SPM melalui prosedur sebagai berikut : 1. Setelah SPP ditandatangani oleh KPA untuk selanjutnya diteruskan ke Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan SPM. berkas SPP diteliti atas kelengkapan data serta dokumen pendukungnya dan untuk selanjutnya sebagai dasar penerbitan SPM. Surat Edaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor : PER-66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Surat permohonan beserta RUKK yang sudah dikoreksi oleh PPK untuk selanjutnya diajukan ke KPA sebagai dasar untuk proses selanjutnya. 3. Contoh surat usulan/permohonan transfer dana bantuan sosial kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Kuitansi Tanda Terima Bantuan Sosial sebagaimana dalam lampiran 9 dan lampiran 10. 2. Oleh Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan SPM. 16 . B.

Dokumen SPM oleh Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan SPM diajukan ke KPPN melalui Petugas Loket Penerimaan Berkas SPM di KPPN untuk diperiksa kelengkapan berkasnya. mencatat dalam Daftar Pengawasan Penyelesaian SPM dan meneruskan check list serta kelengkapan berkas SPM ke Seksi Perbendaharaan untuk proses lebih lanjut dalam rangka penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). mengisi check list. Skema dan tata urutan pencairan dana bantuan sosial melalui mekanisme transfer uang digambarkan sebagai berikut : KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) 3 (RUKK) 4 (SPP) Pejabat Penguji Tagihan/ Penandatanganan SPM 5 (SPM) PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Bendahara KPPN 2 (RUKK) 6 (SP2D dan Transfer Dana Bansos) Korlap/Tim Teknis (Koordinator Lapangan/Tim Teknis) Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial 1 (RUKK) 17 . 2. SP2D digunakan sebagai dasar transfer dana bantuan sosial ke dalam rekening Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial.Sedangkan tata urutan dan mekanisme penerbitan SP2D oleh KPPN dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut : 1.

Dokumen SPM oleh Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan SPM diajukan ke KPPN guna penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). SP2D tersebut sebagai dasar transfer dana kepada Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. Ketua (RUKK) 2. Surat permohonan beserta RUKK oleh Koordinator Lapangan/Tim Teknis dilakukan penelitian/penalaahan lebih lanjut sebelum diteruskan ke PPK.Keterangan skema : 1. Kemudian penarikan dana bantuan sosial pada Bank yang ditunjuk dilakukan sebagai berikut : 1. Surat permohonan dan RUKK untuk selanjutnya diajukan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai dasar pembuatan/penerbitan SPP. SPP yang diterbitkan oleh KPA selanjutnya diajukan ke Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan SPM sebagai dasar penerbitan SPM. 18 . dengan catatan bahwa kelompok penerima manfaat dimungkinkan untuk melakukan penarikan sebagai uang muka kerja. Proses pencairan dana bantuan sosial dari Bank dapat dilakukan secara bertahap sesuaikan dengan Perjanjian Kerjasama. Penarikan/pencairan dana bantuan sosial pada bank yang telah ditunjuk hanya dapat dilakukan oleh Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial setelah bukti penarikan ditandatangani bersama dengan Kepala Dinas Kabupaten/Kota. 2. Kelompok kepada Penerima pemegang Manfaat Bantuan Sosial mengajukan melalui Surat Permohonan Pencairan Dana dilampiri Rencana Usulan Kegiatan Kelompok anggaran (KPA/PPK) Koordinator Lapangan/Tim Teknis. 3. 7. 4. 5. Proses transfer dana dari KPPN kepada rekening kelompok biasanya paling lama 5 (lima) hari setelah terbitnya SP2D. Pencairan selanjutnya dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan lapangan serta memperhatikan pertanggungjawaban pemanfaatan dana sebelumnya. 6. 3. PPK meneliti surat permohonan dan RUKK menyangkut kebenaran dan keabsahannya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 4. Pembelanjaan dana bantuan sosial mutlak harus dilengkapi dengan bukti pengeluaran berupa kuitansi/bon pembelanjaan. efisien dan efektif. Pemanfaatan dan Pembelanjaan Pemanfaatan dan pembelanjaan dana bantuan sosial dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1.C. agar sesegera mungkin dibelanjakan sesuai dengan peruntukannya (mengacu pada RUKK). 3. 19 . 2. Pemanfaatan dana pada dasarnya merupakan pembelanjaan dana bantuan sosial oleh Ketua Kelompok atau petugas yang ditunjuk sesuai dengan RUKK dengan prinsip transparan. maka dana bantuan sosial yang telah ditarik/dicairkan. Kuitansi/bon pembelanjaan untuk selanjutnya dicatat/dibukukan dan bukti-bukti tersebut diarsipkan dengan baik dan digunakan untuk keperluan pertanggungjawaban.

3. Ketentuan umum bentuk pertanggungjawaban fisik dituangkan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan antara Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial dan Koordinator Lapangan/Tim Teknis.BAB VI PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN A. Hal terpenting untuk diperhatikan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan antara lain : 1. Dokumen pengelolaan dan pemanfaatan paket bantuan sosial dituangkan dalam bentuk Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Paket Bantuan Sosial antara PPK dengan Ketua Kelompok 20 . Acuan teknis pelaksanaan fisik bantuan sosial adalah Pedoman Teknis masingmasing kegiatan. Contoh Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan sebagaimana dalam lampiran 11. Pelaksanaan Pekerjaan Fisik Realisasi pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan dalam bantuan sosial merupakan tahapan yang paling pokok dari proses penyaluran dana kepada kelompok penerima manfaat. RUKK adalah acuan pembelanjaan dan penggunaan dana bantuan sosial yang dilaksanakan oleh Kelompok penerima manfaat. Sebagai paket bantuan pemerintah. Pelaksanaan bantuan sosial dianggap selesai apabila pekerjaan lapangan telah seluruhnya dikerjakan sesuai dengan Pedoman Teknis yang dilaksanakan menggunakan acuan RUKK. B. yaitu paling lambat tanggal 31 Desember tahun yang bersangkutan. kelompok penerima manfaat mempunyai kewajiban untuk mengelola serta memanfaatkan bantuan yang diterimanya serta sanggup melakukan pemeliharaan. Adanya perubahan pelaksanaan fisik di lapangan (pekerjaan tambah kurang) sangat dimungkinkan terutama menyangkut realisasi RUKK dan dapat dilaksanakan dengan syarat dilaporkan serta mendapatkan persetujuan dari pemegang anggaran (KPA/PPK). 2. Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan ketentuan pokok penyelesaian fisik bantuan sosial adalah berdasarkan pada disiplin anggaran.

Dokumen pertanggungjawaban tersebut di atas dibuat dalam bendel/file. Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Paket Bantuan Sosial. pertanggungjawaban perlu disusun dalam bentuk tata urutan arsip meliputi : 1. Surat Permohonan Pencairan Dana Bantuan Sosial dari Ketua Kelompok Penerima Manfaat kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 2.Penerima Manfaat Bantuan Sosial Contoh Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Paket Bantuan Sosial sebagimana dalam lampiran 12. Dalam rangka pertanggungjawaban keuangan hal yang terpenting untuk disampaikan adalah: 1. 8. Bukti pelaksanaan pekerjaan fisik dalam bentuk dokumentasi dan foto-foto lengkap (sebelum. Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Fisik. 3. C. maka harus jelas perihal yang dilakukan revisi/perubahan antara lain terkait dengan: 21 . Pertanggungjawaban Keuangan Pertanggungjawaban baik fisik/teknis maupun adminsitrasi adalah merupakan tahapan terakhir dalam rangka pelaksanaan bantuan sosial baik melalui pola transfer uang maupun transfer barang/jasa. 6. Bukti penarikan/pencairan dana bantuan sosial oleh Ketua Kelompok dalam bentuk copy buku tabungan. Melalui pola transfer uang. 5. SK Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. sedangkan copy dokumen disimpan oleh Ketua Kelompok. Secara umum ketentuan pertanggungjawaban yang benar adalah tercapainya fisik/output kegiatan serta dipenuhinya ketentuan adminsitrasi keuangan. Naskah Perjanjian Kerjasama antara PPK dengan Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. kuitansi serta bukti sah lainnya. 9. Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK). Bukti pembelanjaan dana bantuan sosial dalam bentuk bon. sedang dan sesudah pekerjaan lapangan). 7. 4. dokumen asli diserahkan ke KPA/PPK melalui Koordinator Lapangan/Tim Teknis. Apabila terdapat revisi RUKK.

c. Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Barang/Jasa yang menjadi paket bantuan sosial antara PPK kepada Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial (contoh Berita Acara sebagaimana dalam Lampiran 11). Sedangkan pelaksanaan bantuan sosial melalui pola transfer barang/jasa. 22 . b. yaitu berupa administrasi pengadaan sesuai mekanisme dan tata urutan pengadaan barang/jasa. Kemungkinan perubahan jumlah satuan pembelanjaan.a. Bukti pemanfaatan paket bantuan sosial oleh kelompok penerima manfaat. Pertanggungjawaban yang berada pada Ketua Kelompok penerima manfaat bantuan sosial antara lain meliputi : a. 2. b. bentuk pertanggungjawabannya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pola transfer uang. 2. c. Kemungkinan perubahan harga satuan pembelanjaan. Kemungkinan perubahan uraian kegiatan/pembelanjaan. Pertanggungjawaban yang berada di KPA/PPK. Perlu juga di buat tabel realisasi pembelanjaan secara lengkap sesuai dengan bukti-bukti pembelanjaan berupa nota/bon/kuitansi. Bentuk pertanggungjawaban dengan pola transfer barang/jasa dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian yaitu : 1. Pelaporan kegiatan.

23 . Khusus bantuan sosial dalam bentuk transfer dana/uang. 6. mengingat bahwa bantuan sosial hakekatnya adalah proses penyaluran dana/uang ataupun barang/jasa kepada kelompok penerima manfaat. Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. Kunci terpenting proses pembinaan kegiatan bantuan sosial adalah terkait pada 10 (sepuluh) tahapan administrasi. Koordinator Lapangan/Tim Teknis diharapkan juga menjadi motivator dan fasilitator pelaksanaan bantuan sosial tersebut.BAB VII PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN KEGIATAN BANTUAN SOSIAL A. 3. Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota dan sampai ke Tingkat Kecamatan/Lapangan (Tim Teknis atau Koordinator Lapangan). Identifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL). 4. Pemanfaatan dan Pembelanjaan dana bantuan sosial. Pembinaan Pembinaan dalam rangka pelaksanaan bantuan sosial menjadi hal penting. Pencairan dana bantuan sosial. tepat waktu dan tepat sasaran. Dinas lingkup Pertanian Propinsi. Pembinaan yang dilaksanakan lebih cenderung merupakan bentuk pengawalan dan pendampingan menyangkut aspek teknis dan aspek administrasi. maka hal terpenting adalah agar realisasi penyaluran kepada kelompok penerima manfaat benar-benar tercapai sesuai target sehingga memenuhi kriteria tepat jumlah. mulai dari jajaran Tingkat Pusat (Ditjen PSP). Pembuatan dan penadatanganan naskah perjanjian kerjasama antara KPA/PPK dengan Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial. Pembinaan kegiatan bantuan sosial dilaksanakan oleh petugas secara berjenjang. sehingga bantuan sosial dapat tercapai sasarannya. 7. Untuk itu pengawalan dan pendampingan yang paling strategis adalah yang dilakukan oleh Koordinator Lapangan/Tim Teknis sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan petani/kelompoktani selaku penerima manfaat bantuan sosial. Pembukaan rekening kelompok dan penyusunan RUKK. 5. yaitu : 1. Pelaksanaan pekerjaan fisik. 2. 8. Transfer dana bantuan sosial. Selain melakukan pengawalan dan pendampingan.

Hasil musyawarah pemanfaatan sisa dana bantuan sosial digunakan sebagai bahan revisi RUKK dan harus segera dilaporkan kepada KPA melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mendapatkan persetujuan/pengesahan. identifikasi menyangkut peran Korlap atau Tim Teknis. Pertanggungjawaban keuangan. 9. B. 5. Kemudian satu hal yang perlu diketahui. 4. 8. antara lain dengan cara melakukan identifikasi dan inventarisasi arsip/data pada Satuan Kerja.9. 6. antara lain meliputi : 1. Pengendalian Pengendalian pelaksanaan bantuan sosial merupakan instrumen penting agar tercapai terget sasaran penyaluran dan kepeda kelompok penerima manfaat. Pengendalian penyaluran dana bantuan sosial dapat dilakukan melalui teknik sederhana. Untuk itu. Identifasi dan Inventarisasi Arsip/Data Identifikasi dan inventarisasi arsip dan data-data pelaksanaan bantuan sosial. 10. Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Paket Bansos (Ada/Tidak) 24 . 7. SK Pembentukan Korlap/Tim Teknis (Ada/Tidak) SK Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bansos (Ada/Tidak) Copy Buku Tabungan Kelompok (Ada/Tidak) Bendel RUKK dan Revisinya (Ada/Tidak) Naskah kerjasama PPK dengan Ketua Kelompok Bansos (Ada/Tidak) Bukti Penarikan Dana Bansos dari Bank (Ada/Tidak) Pemanfaatan Dana Bansos berupa Bon/Nota/Kuitansi (Ada/Tidak) Foto-foto Pelaksanaan Pekerjaan Fisik (Ada/Tidak) Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (Ada/Tidak) 10. identifikasi terhadap keterlibatan anggota kelompok penerima manfaat serta melakukan pengecekan fisik pekerjaan di lapangan. 3. Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan. bahwa dalam proses pembelanjaan dana bantuan sosial sangat dimungkinkan adanya efisiensi dimana terdapat sisa dana dimana fisik pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan telah dilaksanakan. Hal ini merupakan prestasi petani/kelompoktani penerima manfaat dalam melaksanakan kegiatannya. 2. sisa pembelanjaan dana bantuan sosial tersebut dapat saja dimanfaatkan oleh kelompok (melalui musyawarah) untuk kepentingan yang bersifat produktip.

Rapat pemanfaatan dana bansos serta persiapan kegiatan (Ya/Tidak) g. b. Keterlibatan Kelompok Penerima Manfaat Bansos 1. Rapat pemanfaatan dana bansos serta persiapan kegiatan (Ya/Tidak) g. Pengurusan pencairan dana bansos (Ya/Tidak) e. Penyampaian usulan pencairan dana ke PPK (Ya/Tidak) d. 2. SK Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Bansos (Ada/Tidak) Catatan rapat anggota kelompok (Ada/Tidak) 6. Pengurusan pencairan dana bansos (Ya/Tidak) e. Pembukaan rekening kelompok (Ya/Tidak) b. Rapat penyusunan RUKK (Ya/Tidak) c. 3. Proses pembelanjaan dana bansos (Ya/Tidak) h. Rapat penyusunan RUKK (Ya/Tidak) c. 7. Pengumpulan bukti-bukti pengeluaran dan pembelanjaan (Ya/Tidak) Pengesahan Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Bansos (Ya/Tidak) 2. Apakah Saudara memegang SK Penetapan sebagai Kelompok Sasaran Penerima Banos (Ya/Tidak) Apakah Saudara melakukan pembagian tugas dalam rangka pelaksanaan bansos (Ya/Tidak) Apakah Saudara tahu adanya Korlap/Tim Teknis Banos (Ya/Tidak) Apakah Korlap/Tim Teknis sering melakukan bimbingan pelaksanaan bansos (Ya/Tidak) Bimbingan dari Korlap/Tim Teknis terhadap Saudara dalam rangka kegiatan apa saja ? a. 5. 4. Penarikan dana ke Bank (Ya/Tidak) f. Pembukaan rekening kelompok (Ya/Tidak) b. Proses pembelanjaan dana bansos (Ya/Tidak) h.Identifikasi peran Korlap atau Tim Teknis 1. Bentuk pengawalan dan pendampingan oleh Korlap/Tim Teknis dilaksanakan pada kegiatan-kegiatan : a. Penyampaian usulan pencairan dana ke PPK (Ya/Tidak) d. Pengumpulan bukti-bukti pengeluaran dan pembelanjaan (Ya/Tidak) Apakah Saudara memiliki dokumen pertanggungjawaban berupa bendel arsip (Ya/Tidak) Bila nomor 6 jawabannya Ya. arsip tersebut terdiri dari apa saja? a. 25 . Penarikan dana ke Bank (Ya/Tidak) f.

.. f..... b.. c...... : ................. 2........................ e.... g............... Lokasi kegiatan Jenis pekerjaan bansos berupa Volume/spesifikasi pekerjaan a....... f.................. d..... 4..... : ......... Uraian hasil pengecekan lapangan : Berkaitan dengan capaian volume fisik pekerjaan Aktifitas dan peran Tim Teknis/Korlap Sharing pembiayaan dari kelompok/masyarakat atau lainnya Pemanfaatan dana yang mungkin tersisa Tanggapan masyarakat dan kelompok berkaitan dengan bantuan ini Kendala dan kesulitan-kesulitan di lapangan 26 ... e.c.................. 3...... d.. j. : ......... Bendel RUKK dan Revisinya (Ada/Tidak) Naskah kerjasama PPK dengan Ketua Kelompok Bansos (Ada/Tidak) Surat Permohonan Pencairan Dana (Ada/Tidak) Bukti Penarikan Dana Bansos dari Bank (Ada/Tidak) Bukti pemanfaatan Dana Bansos berupa Bon/Nota/Kuitansi (Ada/Tidak) Foto-foto Pelaksanaan Pekerjaan Fisik (Ada/Tidak) Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (Ada/Tidak) Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Bansos (Ada/Tidak) Cek Fisik Pekerjaan Bansos 1...... h............. i............

Sedangkan periode pelaporan disesuaikan dengan kebutuhan meliputi laporan bulanan. Laporan Asset (SIMAK-BMN) dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). c. b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara menegaskan bahwa laporan pertanggung jawaban keuangan dimaksud dinyatakan dalam bentuk Laporan Keuangan (SAI) yang setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran (LRA). 27 . Pelaporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan merupakan bahan evaluasi untuk perencanaan dan langkah tindaklanjut. Jenis Pelaporan Setiap Satuan Kerja (Satker) wajib menyusun dan menyampaikan : 1.BAB VIII PELAPORAN Laporan adalah penyajian data dan informasi suatu kegiatan yang telah/sedang/akan dilaksanakan sebagai indikator pelaksanaan kegiatan sesuai yang direncanakan. Tujuan dari pelaporan adalah : a. Untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan serta upaya tindaklanjut dalam pemecahan masalah. semester dan tahunan. Pembuatan dan penyampaian laporan adalah merupakan kewajiban bagi setiap Satuan Kerja (Satker) yang mendapatkan alokasi anggaran/kegiatan. A. Neraca. Untuk pengambilan kebijakan dan perencanaan dimasa datang. Untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan fisik dan keuangan dalam jangka waktu tertentu. Laporan Keuangan (SAI) Upaya konkrit dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi di lingkungan pemerintah mengharuskan / mewajibkan setiap pengelola keuangan negara (APBN) untuk menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dengan cakupan yang lebih luas dan tepat waktu. dan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yangb telah ditetapkan. triwulan. Laporan Arus Kas (LAK).

dan selanjutnya oleh Dinas lingkup Pertanian Propinsi dikonsolidasikan menjadi Rekapitulasi Laporan menggunakan Form PSP 02. Sedangkan Rekapitulasi Laporan manfaat kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian di tingkat propinsi dibuat menggunakan Form PSP 04.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara lebih lanjut memperjelas bahwa Laporan Keuangan harus disusun berdasarkan proses akuntansi (SAI) yang wajib dilaksanakan oleh setiap Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran. yang dibuat oleh setiap Satker Propinsi maupun Kabupaten/Kota. yang pedomannya mengacu kepada Peraturan Meneteri Keuangan Nomor:171/PMK. 2. Laporan Form PSP.210/7/2004 tentang Sistem Monitoring. Laporan Keuangan 28 .05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor: PER-51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian serta Laporan manfaat Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian dibuat oleh Dinas lingkup Pertanian Kabupaten / Kota (Dana Tugas Pembantuan) dengan menggunakan Form PSP 01 dan Form PSP 03. yang disempurnakan denganSurat Edaran Menteri Pertanian Nomor: 391/RC. Mekanisme Pelaporan 1. Laporan Sistem Monitoring dan Evaluasi (SIMONEV) SIMONEV adalah sistem pelaporan yang memuat perkembangan pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun keuangan. Evaluasi dan Pelaporan Program/Proyek. B. 3. Laporan Keuangan (SAI) Setiap Kuasa Pengguna Anggaran wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan (SAI) sesuai DIPA yang dikelolanya. Sesuai dengan SK Menteri Pertanian Nomor : 431/Kpts/RC.210/A/6/2005 bahwa setiap Satuan Kerja (Satker) wajib melaporkan kemajuan pelaksanaan kegiatan menggunakan SIMONEV.

Di tingkat propinsi. Laporan Form PSP Laporan Realisasi fisik dan keuangan (Form PSP 01) serta Laporan Manfaat kegiatan (Form PSP 03) dibuat oleh Kepala Bidang yang menangani kegiatan PSP di Kabupaten / Kota. Semester dan Tahunan dan disampaikan ke unit akuntansi yang lebih tinggi secara berjenjang. Di tingkat Propinsi. Laporan Keuangan disampaikan ke KPPN setempat (Rekonsiliasi setiap bulan) dan ke Eselon I Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. Laporan dikirimkan paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya. 2. laporan Form PSP 01 dikonsolidasikan menjadi laporan Form PSP 02 selanjutnya dikirimkan ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian diterima paling lambat setiap tanggal 10 bulan berikutnya. ke Eselon I Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian dengan tembusan ke Dinas lingkup Pertanian Propinsi terkait. Untuk Dana Dekonsentrasi. Triwulan. 29 . juga ke Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPAW)(Kantor Sekretariat di BPTP propinsi). Untuk Dana Tugas Pembantuan. juga ke Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPAW)(Kantor Sekretariat di BPTP setempat).(SAI) disusun menggunakan aplikasi SAI yang terdiri dari SAK dan SIMAK-BMN setiap Bulan. 3. laporan (Form A) di gabung menjadi Form B dan disampaikan ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian diterima paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya untuk digabung menjadi Form C. Laporan Keuangan disampaikan ke KPPN setempat (Rekonsiliasi setiap bulan). Laporan disampaikan ke Dinas lingkup Pertanian Propinsi terkait diterima paling lambat setiap tanggal 10 bulan berikutnya dengan tembusan disampaikan ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Laporan dikirimkan paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya. Laporan Form PSP 01 disampaikan ke Dinas lingkup Pertanian Propinsi terkait diterima paling lambat setiap tanggal 5 bulan berikutnya dengan tembusan disampaikan kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Laporan Sistem Monitoring dan Evaluasi (SIMONEV) Laporan SIMONEV dibuat oleh Kepala Bidang yang menangani kegiatan PSP di Kabupaten / Kota dengan menggunakan Fom A aplikasi SIMONEV.

D Lt. 8 Jl. (021) 7816086. 3 ragunan.id (untuk Lap. Pengiriman Laporan Pengiriman Laporan ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian ditujukan kepada alamat : Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dengan SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN PERTANIAN Kantor Pusat Departemen Pertanian. diterima paling lambat 10 hari kerja setelah berakhirnya tahun anggaran. SIMONEV dan Form PSP) SARANA 30 . 7816082. 7824828 Email : sai_pla@yahoo.com (untuk Lap.com (untuk Lap.Sedangkan laporan manfaat kegiatan dibuat menggunakan Form PSP 03. Di tingkat Propinsi. laporan Form PSP 03 dikonsolidasikan menjadi laporan Form PSP 04 selanjutnya dikirimkan ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Jakarta Selatan 12550 Tel. Keuangan/SAI) simonevpla@deptan. SIMONEV dan Form PSP) evapelpa@gmail. Harsono RM No.go. C. dan dikirimkan ke Dinas lingkup Pertanian Propinsi terkait diterima paling lambat 5 hari kerja setelah berakhirnya tahun anggaran dengan tembusan disampaikan kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Gd.

LAMPIRAN-LAMPIRAN .

. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4418). DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Menimbang : 1.... Kabupaten/Kota . Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 20......KEPUTUSAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN KEGIATAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN PADA DINAS . Nomor : ... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286). 5. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan bantuan sosial kegiatan ........... Tahun Anggaran ... Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4212) juncto Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 92.. TENTANG Lampiran 1 : PENETAPAN KOORDINATOR LAPANGAN/TIM TEKNIS BANTUAN SOSIAL KEGIATAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN PADA DINAS ..... 4... 1... Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial : 31 ...... 3... 6.... Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah... Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 73. KABUPATEN/KOTA ..... Mengingat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47.................. TAHUN ANGGARAN ... 2.......... 5... KABUPATEN KOTA ..... Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 No... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816)....... Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/PMK.... bahwa para personil yang ditunjuk dalam keputusan ini dipandang cakap dan mampu untuk melaksanakan tugas tersebut...... dengan keputusan Pejabat Pembuat Komitmen.........06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. dipandang perlu menunjuk Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas . 4355)..... Tambahan Lembaran Negara No. 2... 7..

.. Bahwa segala biaya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan tersebut dibebankan pada DIPA Tugas Pembantuan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas ....... Keputusan Menteri Pertanian Nomor . mengkoordinasikan dan memberi arahan teknis serta administratip dalam rangka pelaksanaan Bantuan Sosial dalam wilayah kerjanya.. Pejabat Penguji Tagihan/ Penandatangan SPM dan Bendahara Pengeluaran Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2011. tentang Penetapan Kuasa Pengguna Anggaran...8.. 12.. KEEMPAT : Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 32 .. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. di Kecamatan .410/12/2009 tentang Penugasan kepada Bupati/ Walikota dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2010. 3...410/12/2009 tentang Penugasan kepada Gubernur dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Dana Tugas Pembantuan Propinsi Tahun Anggaran 2010 atau Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/Permentan/ KU. 9.... Nama/NIP ... MEMUTUSKAN : Menetapkan KESATU : : KEDUA : KETIGA : Menunjuk Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas .. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 59/Permentan/ KU. Tahun Anggaran ....... Tahun Anggaran . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas .... di Kecamatan ........... Kabupeten/Kota ....... Nomor DIPA : ……............. di Kecamatan . Pejabat Pembuat Komitmen...... sebagai Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial Kegiatan ....... 13.. Peraturan lainnya yang terkait... Dalam melaksanakan tugasnya. 10.... sebagaimana dimaksud dalam diktum KEDUA bertanggungjawab dan wajib menyampaikan laporan atas pelaksanaan tugasnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14/Permentan/ OT. 11..........07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembanmtuan.140/1/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Untuk Pertanian TA 2010.......... sebagai Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial Kegiatan ... Nama/NIP .. 2.. sebagai Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial Kegiatan ... tanggal 31 Desember ... Memperhatikan : Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 156/PMK............. Nama/NIP ..... Bahwa Koordinator Lapangan/Tim Teknis sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU mempunyai tugas dan tanggungjawab mengatur. meliputi : 1.

......... NIP ........ 2........ Yang bersangkutan. : ........ KPPN …… 5. Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 33 ...... apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan Surat Keputusan ini maka akan ditinjau kembali untuk diadakan perbaikan maupun perubahan sebagaimana mestinya... Kabupaten/Kota ………… 4. SALINAN Keputusan ini disampaikan Kepada Yth : 1....... Pejabat Pembuat Komitmen.. Kepala Dinas ……... Propinsi ………… 3. Ditetapkan di Pada tanggal : ......KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan...... Kepala Dinas ……........ …………………. Direktur Jenderal PSP....

. Mengingat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47..... Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 No.. bahwa Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial yang ditetapkan dalam keputusan ini dipandang tepat dan mampu untuk menerima/mengelola bantuan serta melaksanakan kegiatannya.. KABUPATEN/KOTA . 7.................... 34 ....... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286)... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4212) juncto Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 92. TENTANG Lampiran 2 : PENETAPAN KELOMPOK PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL KEGIATAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN PADA DINAS .. 2. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Menimbang : 1... Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 2.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816).. 5..... TAHUN ANGGARAN ....... dengan keputusan Pejabat Pembuat Kom..... Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah......... Tambahan Lembaran Negara No..itmen.... Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/PMK.. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 73. Kabupaten/Kota . Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 20.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4418).... 3... KABUPATEN KOTA ..... 4. Nomor : ........ 5.... Tahun Anggaran ......... bahwa untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan bantuan sosial kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian dipandang perlu menetapkan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas . 4355)..............06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..KEPUTUSAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN KEGIATAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN PADA DINAS .. Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial : 1..... 6.

........8.. sebagaimana tercantum pada lampiran keputusan ini. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 59/Permentan/ KU.410/12/2009 tentang Penugasan kepada Bupati/ Walikota dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2010. Tahun Anggaran ..140/1/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Untuk Pertanian TA 2010.... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas . tentang Penetapan Kuasa Pengguna Anggaran.. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..... *) Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial bertugas memanfaatkan paket bantuan sesuai dengan peruntukan mempertanggungjawabkan atas pemanfaatannya kepada Pengguna Anggaran (KPA) melalui Pejabat Pembuat Komitmen **) untuk serta Kuasa (PPK).... Memperhatikan : Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 156/PMK..... Tahun Anggaran .... Keputusan Menteri Pertanian Nomor .. Tahun Anggaran ... 9..... Peraturan lainnya yang terkait. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14/Permentan/ OT.... Pejabat Pembuat Komitmen.. Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 35 .. 12.. Kabupaten/Kota . KEDUA : KETIGA : Biaya yang diakibatkan atas kegiatan bantuan sosial ini dibebankan pada DIPA Tugas Pembantuan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas .... tanggal 31 Desember .. Pejabat Penguji Tagihan/ Penandatangan SPM dan Bendahara Pengeluaran Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2011.410/12/2009 tentang Penugasan kepada Gubernur dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Dana Tugas Pembantuan Propinsi Tahun Anggaran 2010 atau Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/Permentan/ KU. 14.... 13. 11... MEMUTUSKAN : Menetapkan KESATU : : Menetapkan Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas ...... 10. Nomor DIPA : ……. Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial bertugas untuk membelanjakan dana yang dialokasikan sesuai dengan peruntukan serta mempertanggungjawabkan atas penggunaannya kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).........07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembanmtuan...

. ………………….............. Ditetapkan di Pada tanggal : ... 2.. Keterangan pada diktum Kedua : *) Untuk bantuan sosial dengan pola transfer uang.... KPPN …… 5...... Kepala Dinas ……..... SALINAN Keputusan ini disampaikan Kepada Yth : 1... NIP .... Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 36 .... Pejabat Pembuat Komitmen.. apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan Surat Keputusan ini maka akan ditinjau kembali untuk diadakan perbaikan maupun perubahan sebagaimana mestinya...KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan... **) Untuk bantuan sosial dengan pola transfer barang/jasa....... Yang bersangkutan.. Kepala Dinas …….. : . Direktur Jenderal PSP... Propinsi ………… 3..... Kabupaten/Kota ………… 4...........

. : ................................ NIP : …………… Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 37 ....………....... Nama Kelompok/ Ketua Kelompok Nama Kelompok ……………… Nama Ketua …………………… Dukuh/Dusun:……………… Desa :……………… Kecamatan :……………… Kabupaten :……………… II Dukuh/Dusun:……………… Desa :……………… Kecamatan :……………… Kabupaten :……………… Kegiatan ....….. Nilai/Volume .Lampiran Surat Keputusan Nomor Tanggal : : ……………………… : ……………………… No .............. I Lokasi Jenis Kegiatan/Bentuk Bansos/Nilai/Volume Kegiatan . Nilai/Volume ....... Nama Kelompok ……………… Nama Ketua …………………… III Dst Dst dst Ditetapkan di pada tanggal : ……………. ............................. Bentuk bansos .... PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………... Bentuk bansos ...

. HOK/Ha .. Pemanfaatan Sawah dan Saprotan . --------------------------------- Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 38 ....... . M3/HOK M3/HOK M3/HOK M3/HOK M3/HOK .... .... . .Penggalian dan Penimbunan Tanah ..Contoh RUKK Kegiatan Perluasan Areal Sawah N0.. . .Pembuatan Jaringan Irigasi Tingkat Usahatani (JITUT) . .. .... Manfaat Ketua Kelompok Kelompoktani Penerima -------------------------------Mengetahui/Menyetujui Pejabat Pembuat Komitmen.. HOK/Ha .. .. HOK/Ha ..Pembuatan rencana kerja dan RUKK..... .Perencanaan pelaksanaan Kegiatan dan Pembuatan Surat Kesanggupan untuk pelaksanaan kegiatan . Uraian Kegiatan/Pembelanjaan Persiapan . Land Leveling .Pendaftaran ulang. .. . HOK/Ha Kg Pkt Pkt HOK HOK 4... Konstruksi Perluasan Sawah a..Pembuatan Dokumentasi (Photo dan Video)... cabang dan ranting ..Pembuatan Direksi Kit dan Papan Nama .Pembabatan/Penebasan Semak belukar . Kali .Pemasangan Patok-patok batas pemilikan . . Sewa kepada pihak ketiga atau Kontrak) Koordinator Lapangan/ ……. Kali .Pemeriksaan Lapangan .Penanaman ..Pembelian Benih ...Pertemuan dengan Anggota Kelompok Tani . Org Total : *) Menjelaskan mengenai metode pelaksanaan (Dilaksanakan Oleh Kelompok...Pembelian Alsintan .. M3/HOK . .. Land Clearing . ... Unit Kali Kali Kali Kali 2... HOK/Ha ... HOK/Ha . b..Penyiapan Tanah Siap Tanam 3.../ Tim Teknis. ....Perawatan Pengawasan dan Monitoring Jumlah satuan Harga satuan (Rp...Pencabutan tunggul dan akar-akarnya. ... ..Pembuatan Pematang Batas Pemilikan ...Pemotongan/Perencekan dan Pengumpulan batang. 1..Pembersihan lahan.) Jumlah Dana (RP) Bansos APBD Swadaya Lampiran 3 : Ket *) Total ..Pembelian Pupuk.Pemadatan Lereng Talud teras.... M3/HOK .Pengolahan Tanah .....Pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) .Perataan Tanah . Obat-Obatan dll .Penebangan/Penumbangan Pohon-pohonan .

....Bangunan............ (sebutkan) Jumlah Satuan ......Perbaikan Kesuburan (aplikasi bahan organik/ pupuk dll) ...... .... Buah . (sebutkan) Penyediaan Sarana Produksi Pertanian Benih Urea SP-36 KCL Pestisida Bahan Organik Sabit Cangkul Lain-lain. HOK .Lain-lain..... Ketua Kelompoktani... ........ Total : *) Menjelaskan mengenai metode pelaksanaan (Dilaksanakan Oleh Kelompok..PengolahanlLahan sampai siap Tanam ............................ Mengetahui/Menyetujui Pejabat Pembuat Komitmen...... HOK ........... Sewa kepada pihak ketiga atau Kontrak) Koordinator Lapangan/ Tim Teknis...... Buah ...... Kg ... Saluran Irigasi dll) .. HOK .............. Harga Satuan (Rp) Jumlah Dana (Rp) APBD Swadaya Lampiran 4 : Ket *) Total Bansos 2 3 4 .......Pembukaan dan pembersihan Lahan . Konservasi. Kg .. Kg ./ Kelompok Penerima Manfaat ........ (sebutkan) Penanaman Pemeliharaan Penyiangan Aplikasi pupuk Aplikasi obat-obatan Panen Lain-lain.......... Kg .....Perbaikan sarana dan Prasarana (JUT. HOK ............. HOK .... Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 39 . Ltr .. ... HOK ........... HOK ............. HOK .. HOK ............ Kg ..Perbaikan galengan ...Contoh RUKK Pengembangan Optimasi Lahan No 1 Uraian Kegiatan/Pembelanjaan Pelaksanaan Fisik . HOK .........

....... Mengetahui/Menyetujui Pejabat Pembuat Komitmen....... (sebutkan) Jumlah Satuan .Rapat kelompok .......Pembuatan papan nama ............... .. Manfaat ......./ Kelompok Penerima .......... ...............Pembuatan desain sederhana .... M3 Zak M3 batang M M2 Total : *) Menjelaskan mengenai metode pelaksanaan (Dilaksanakan Oleh Kelompok....Pembuatan dokumentasi .................. .......... ....... Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 40 ................ *) Total Lampiran 5 : Bansos 2 3 ...Contoh RUKK Rehabilitasi JIDES No 1 Uraian Kegiatan/Pembelanjaan Persiapan .......... HOK . Sewa kepada pihak ketiga atau Kontrak) Koordinator Lapangan/ Tim Teknis.. Kali Buah Unit Kali Harga Satuan (Rp) Jumlah Dana (Rp) APBD Swadaya Ket............. . ..Lain-lain..... (sebutkan) Insentif Kerja Pengadaan Material Batu Pecah 2-3 PC (Zak 50 Kg) Pasir Besi tulang 6’ Kawat anyam Pintu air Lain-lain..... ... . .. ........ . Ketua Kelompoktani...............

.....Pertemuan dengan Anggota Kelompok Tani ........ Type.. kali ....... Kali ................ Sewa kepada pihak ketiga atau Kontrak) Koordinator Lapangan/ Tim Teknis...../ Kelompok Penerima ....Survey harga pasar .......... Mengetahui/Menyetujui Pejabat Pembuat Komitmen................. Kali Harga Satuan (Rp) Jumlah Dana (Rp) APBD Swadaya Lampiran 6 : Ket. *) Total Bansos 2 ... Merk .......... ...Lain-lain................ Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 41 ..Contoh RUKK Bantuan Kepemilikan Alat dan Mesin Pertanian No 1 Uraian Kegiatan/Pembelanjaan Persiapan ......................Pendaftaran ulang....................... (sebutkan) Pengadaan Alsin Jenis ............................................... Manfaat .....Perencanaan pelaksanaan Kegiatan dan Pembuatan Surat Kesanggupan untuk pelaksanaan kegiatan ..... Jumlah Satuan ....... Ketua Kelompoktani...... unit Total : *) Menjelaskan mengenai metode pelaksanaan (Dilaksanakan Oleh Kelompok... Spesifikasi .....

.................. Lampiran 7 : Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 42 .. Nama : …………………………………………………… Jabatan : Ketua Kelompoktani . 5............ selaku Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial ........ Nama : …………………………………………………… Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas ………… Kab/Kota .... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 20.Contoh Perjanjian Kerjasama PERJANJIAN KERJASAMA Nomor : ………………………… PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN BIDANG PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN PADA DINAS .. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama yang mengikat dan berakibat hukum bagi kedua belah pihak untuk melaksanakan pemanfaatan dana bantuan sosial berupa . untuk mendukung kegiatan ...... 2. 4..... Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah........ 3... Tambahan Lembaran Negara No.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286)..... untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... Alamat : …………………………….................. 4355).. Alamat : ……………………………..... dengan ketentuan sebagi berikut : PASAL 1 LANDASAN HUKUM PELAKSANAAN 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 No. dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kelompoktani ..... untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA............ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kuasa Pengguna Anggaran.......... Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47..... KAB/KOTA …………………… Dengan : KELOMPOK …………………………………………… Tentang : PEMANFAATAN DANA BANTUAN SOSIAL BERUPA …………………… DALAM RANGKA KEGIATAN ……………………………… Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : 1...................... untuk mendukung kegiatan .... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816).... 2.....

. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 156/PMK...... Peraturan Menteri Pertanian Nomor 59/Permentan/ KU.66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara... (sebutkan volumenya) untuk mendukung kegiatan ....... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4212) juncto Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 92... PASAL 3 LOKASI PEKERJAAN Pekerjaan bantuan sosial yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yaitu berada di Dusun .................. Pejabat Pembuat Komitmen. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 73...........410/12/2009 tentang Penugasan kepada Bupati/ Walikota dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2010.. 10.......... Pejabat Penguji Tagihan/ Penandatangan SPM dan Bendahara Pengeluaran Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2011........... 6......140/1/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Untuk Pertanian TA 2010....06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.............. 9.. PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PIHAK KEDUA sanggup melaksanakan pekerjaan sejak tanggal ditandatangani kontrak/perjanjian kerjasama yaitu tanggal . 12. 11..... Desa/Kelurahan .. 14....... sampai dengan tanggal ..... Keputusan Menteri Pertanian Nomor .... Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/PMK. tentang Penetapan Kuasa Pengguna Anggaran...... Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 43 ..410/12/2009 tentang Penugasan kepada Gubernur dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Dana Tugas Pembantuan Propinsi Tahun Anggaran 2010 atau Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/Permentan/ KU............ 7...07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembanmtuan.... (batas waktu pelaksanaan paling lambat tanggal 31 Desember tahun yang bersangkutan)..... PASAL 2 LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah setuju untuk menerima dan memanfaatkan paket dana bantuan sosial berupa ...5. sesuai dengan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) yang telah disetujui oleh Pejabat Pembuat komitmen (PPK)........ Kecamatan ... Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4418). 13.. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14/Permentan/ OT.. Kabupaten ... Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER.... Peraturan lainnya yang terkait............................. 8..

....... Pencairan Tahap Ketiga sebesar .. rupiah) dilaksanakan setelah PIHAK KEDUA mengajukan permohonan pencairan dana bantuan sosial Tahap Kedua kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan dilampiri rincian rencana penggunaan dana serta pertanggungjawaban penggunaan dana yang dicairkan pada Tahap Pertama berupa bon/kuitansi bukti pembelanjaan serta foto-foto pelaksanaan pekerjaan...................... = Rp .. % x Rp .. (terbilang : ........... Nomor DIPA : ......... dilaksanakan melalui Surat Perintah Membayar (SPM) yang disampaikan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) .... = Rp .. c............ Nomor Rekening : .............. Pembayaran dana bantuan sosial dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) Surat Perjanjian Kerjasama ini akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA sekaligus 100% dari jumlah dana bantuan sosial sebesar Rp ... (...... Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 44 .............. (...... b..... % x Rp ........) setelah perjanjian kerjasama ini ditandatangani...................... Jumlah dana bantuan sosial yang diterima oleh PIHAK KEDUA adalah sebesar Rp .... rupiah) PASAL 7 PEMBAYARAN 1........................... 2................. Pencairan Tahap Kedua sebesar ............... rupiah) dilaksanakan setelah PIHAK KEDUA mengajukan permohonan pencairan dana bantuan sosial Tahap Pertama kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan dilampiri rincian rencana penggunaan dana.. (........ % x Rp ........PASAL 5 PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN PIHAK KEDUA harus melaporkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan kepada PIHAK PERTAMA yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Lapangan/Tim Teknis serta dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan... Pencairan Tahap Pertama sebesar ........................ 3....... (terbilang : ........ Pencairan dana bantuan sosial oleh PIHAK KEDUA dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan pekerjaan dan harus mendapat persetujuan (contra sign) dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota.... PASAL 6 SUMBER DAN JUMLAH DANA 1. Tahapan pencairan dana bantuan sosial diatur sebagai berikut : a........ 2... Tanggal 31 Desember .................. rupiah) dilaksanakan setelah PIHAK KEDUA mengajukan permohonan pencairan dana bantuan sosial Tahap Ketiga kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan dilampiri rincian rencana penggunaan dana serta pertanggungjawaban penggunaan dana yang dicairkan pada Tahap Kedua berupa bon/kuitansi bukti pembelanjaan serta foto-foto pelaksanaan pekerjaan. Tahun Anggaran ... dengan cara pembayaran ke rekening PIHAK KEDUA pada Bank ..... = Rp ......... Sumber dana bantuan sosial yang diterima oleh PIHAK KEDUA adalah berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas ......

. PASAL 8 KEADAAN MEMAKSA ATAU FORCE MAJEURE 1. maka kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perselisihan ini kepada Pengadilan Negeri . misalnya : a. PASAL 11 Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 45 . Setiap terjadi peristiwa/keadaan memaksa atau force Majeure PIHAK KEDUA wajib melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 4 (empat) hari sejak kejadian/peristiwa tersebut.. angin topan... tsunami. = Rp .. PASAL 10 PERSELISIHAN 1... Pencairan Tahap Keempat sebesar .... (.. Apabila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA sehubungan dengan surat perjanjian kerjasama ini. Apabila dengan cara musyawarah belum dapat dicapai suatu penyelesaian.d.... PASAL 9 SANKSI Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan pemanfaatan dana bantuan sosial sesuai dengan Pasal 2 Surat Perjanjian ini. b.. Adanya peristiwa-peristiwa lain yang diajukan oleh PIHAK KEDUA yang didukung dengan bukti-bukti yang sah serta Surat Keterangan Instansi yang berwenang dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA. maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk memperoleh mufakat. huru hara atau peperangan yang mengakibatkan terhentinya atau terlambatnya pelaksanaan pekerjaan.. c... sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku... tanah longsor.. Adanya perubahan Peraturan Pemerintah ataupun Kebijakan Moneter oleh Pemerintah.. Adanya bencana alam seperti gempa bumi... % x Rp ............. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa atau force Majeure adalah suatu keadaan yang dapat menimbulkan akibat terhadap pelaksanaan pekerjaan yang tidak dapat diatasi baik oleh PIHAK PERTAMA maupun oleh PIHAK KEDUA karena diluar kesanggupannya dan atau diluar kewenangannya....... banjir. rupiah) dilaksanakan setelah PIHAK KEDUA mengajukan permohonan pencairan dana bantuan sosial Tahap Keempat kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan dilampiri rincian rencana penggunaan dana serta pertanggungjawaban penggunaan dana yang dicairkan pada Tahap Ketiga berupa bon/kuitansi bukti pembelanjaan serta foto-foto keseluruhan pelaksanaan pekerjaan.. 2. maka PIHAK PERTAMA berhak secara sepihak memutuskan hubungan kerjasama dengan PIHAK KEDUA yang mengakibatkan surat perjanjian kerjasama ini dinyatakan batal demi hukum dan PIHAK KEDUA diwajibkan mempertanggungjawabkan penggunaan dana bantuan sosial yang telah digunakannya serta menyerahkan sisa dana yang belum dimanfaatkan kepada PIHAK PERTAMA guna penyelesaiannya lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku... 2....

....... Segala lampiran yang melengkapi surat perjanjian kerjasama ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan mempunyai kekuatan hukum yang sama....... PIHAK PERTAMA ---------------------------Pejabat Pembuat _________________________ Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 46 .. Bea materai yang timbul karena pembuatan perjanjian kerjasama ini menjadi beban PIHAK PERTAMA..... PASAL 12 PENUTUP Surat Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab tanpa adanya paksaan dari manapun dan dibuat dalam rangkap 6 (enam) yang kesemuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk digunakan sebagaimana mestinya.. 2...... PIHAK KEDUA -------------------------------Ketua Kelompoktani Komitmen Mengetahui dan Menyetujui: Kepala Dinas.LAIN – LAIN 1. 3... Perubahan atas surat perjanjian kerjasama ini tidak berlaku kecuali terlebih dahulu dengan persetujuan kedua belah pihak.

.................... ................. a.............................. Kabupaten .................... Kelompoktani . .. Pejabat Pembuat Komitmen/ Lampiran 8: ( .............. sampai dengan.. ……………………………………......................Contoh Ringkasan Kontrak RINGKASAN KONTRAK Nomor dan tanggal DIPA Kode Kegiatan/Sub Kegiatan/MAK Nomor SPK/Kontrak Tanggal SPK/Kontrak Nama Pelaksana Alamat Pelaksana Nilai SPK/Kontrak rupiah) Uraian dan Volume Pekerjaan Cara Pembayaran Rekening pada Nomor Rekening ………………........................... Rp...................n : Mulai tanggal .. maka secara sepihak diputuskan hubungan kerjasama dan kontrak kerjasama dinyatakan batal demi hukum serta pelaksana diwajibkan mempertanggungjawabkan penggunaan dana bantuan sosial yang telah digunakannya..................................... Pembayaran sekaligus 100% Bank ............. Desa ............................. Jangka Waktu Pelaksanaan Bulan Penyelesaian Pekerjaan Ketentuan Sanksi : : : : : : : : : : : : : : …………………………………… ......................... (bulan penerbitan SPM) Apabila tidak dapat melaksanakan pemanfaatan dana bantuan sosial sebagaimana mestinya..................................... ....................(....20. Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 47 ............................................... ...............) NIP ................... Kecamatan ........................ ............................ ...........................

tanggal ......... Mengetahui : Koordinator Lapangan/Tim Teknis Ketua Kelompoktani ………………...... di ........ Lampiran 9: Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor : .. Selanjutnya dana tersebut akan digunakan sesuai dengan lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Surat Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani dan dana tersebut mohon dapat ditransfer ke rekening kami Nomor : ………………… pada Bank ………………………… Atas persetujuannya....... Dinas ...... dengan ini mengajukan permohonan pencairan dana bantuan sosial sebesar Rp ……………………………... tentang PEMANFAATAN PAKET DANA BANTUAN SOSIAL BERUPA ……………………………………… DALAM RANGKA KEGIATAN ……………………………………../ Kelompok Penerima Manfaat -------------------------------- ---------------------------------------- Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 48 ... kami ucapkan terimakasih.............. (terbilang : ……………………………………………………… rupiah) sesuai dengan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) dengan rekapitulasi sebagaimana dalam lampiran surat ini........................ selaku Kelompok Penerima Manfaat.. kami atas nama Kelompoktani …………….................Contoh Surat Permohonan Transfer Dana Bantuan Sosial Kepada Yth : Kuasa Pengguna Anggaran ......................................

. Kec..... : ................................ dalam rangka kegiatan ......../ tani -------------------------------- ---------------------------------------- Lembar persetujuan pembayaran : Setuju dibayar : Kuasa Pengguna Anggaran …………… Bendahara Satker -------------------------------- ----------------------------------- Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 49 ................... di Desa ............................... Terbilang Mengetahui : Koordinator Lapangan/Tim Teknis ………………............................................. sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor : ......................Contoh Kuitansi Tanda Terima Bantuan Sosial Sudah terima dari Uang sebanyak Untuk membayar : Kuasa Pengguna Anggaran Dana Tugas Pembantuan pada Dinas ..... Lampiran 10: : Dana bantuan sosial berupa ............................................. Yang menerima : Ketua Kelompok Kelompok Penerima Manfaat........... tanggal ...... .... : Rp .........................................................

..... Demikian Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.... PIHAK KEDUA Yang Melaksanakan.. _____________________ _____________________ Ketua Kelompok Mengetahui Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ NIP.....................................Contoh Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan PEKERJAAN ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… BERITA ACARA PEMERIKSAAN HASIL PEKERJAAN Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Lampiran 11 : Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : Nama Jabatan Alamat Nama Jabatan Alamat : …………………………………………………… : Koordinator Lapangan/Tim Teknis Bantuan Sosial Kecamatan ...................... dalam rangka kegiatan : ...................................... Rp ....... dengan ini menyatakan bahwa PIHAK KEDUA telah melaksanakan pekerjaan dengan baik berupa : Jenis Pekerjaan Paket Bantuan Sosial berupa Jumlah Dana Bansos Volume Pekerjaan Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Propinsi : : : : : : : : …………………………… .. untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA atau yang Melaksanakan Pekerjaan.......... : ……………………………………… ................................... untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU atau yang Memeriksa Hasil Pekerjaan...... : ………………………………………........ PIHAK KESATU Yang Memeriksa..... Korlap/Tim Teknis Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 50 .. : …………………………………………………… : Ketua Kelompok Tani ................... …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… Selanjutnya PIHAK KEDUA melaporkan pekerjaan yang telah diselesaikan kepada PIHAK KESATU dan PIHAK KESATU telah memeriksa hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA atas paket bantuan sosial berupa : ....... ................... untuk mendukung kegiatan . selaku Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial berupa : ......... dan pekerjaan dinyatak an telah selesai dengan baik dan lengkap....

....... Pejabat Pembuat Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial 51 ... dalam rangka kegiatan .. selaku Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Sosial berupa : ....... untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA atau yang Menerima Pengelolaan Paket Bantuan Sosial............................. : …………………………………………………… : Ketua Kelompok Tani .. : ……………………………………… ........... …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… Selanjutnya PIHAK KESATU menyerahkan hasil pekerjaan untuk dilakukan pengelolaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima hasil pekerjaan tersebut di atas dalam keadaan baik dan lengkap untuk dikelola dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya serta menyatakan sanggup melakukan pemeliharaan paket bantuan tersebut. Kabupaten/Kota ............... PIHAK KEDUA Yang Menerima......Contoh Berita Acara Serah Terima Pengelolaan PEKERJAAN ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PENGELOLAAN Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Lampiran 12 : Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : Nama Jabatan Alamat Nama Jabatan Alamat : …………………………………………………… : Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas . untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU atau yang Menyerahkan Paket Bantuan Sosial. : ……………………………………….. _____________________ _____________________ Ketua Kelompok Komitmen PIHAK KESATU Yang Menyerahkan.... Demikian Berita Acara Sertah Terima Pengelolaan Paket Bantuan Sosial ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya................ dengan ini menyatakan bahwa PIHAK KESATU telah menyelesaikan Paket Bantuan Sosial dengan baik berupa : Jenis Pekerjaan Paket Bantuan Sosial berupa Volume Pekerjaan Lokasi berada di Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Propinsi : : : : : : : : …………………………… ..........................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful