A.

Bahasa Sebagai Alat Berinteraksi Sosial
Bahasa sebagai alat berinteraksi sosial dapat dikaji dari 2 sisi, yaitu sebagai berikut : 1/. Kajian internal,maksudnya kajian yang dilakukan terhadap struktur bahasa itu sendiri atau unsur yang dikaji dalam bahasa itu sendiri. 2/. Kajian eksternal,yaitu kajian yang berhubungan dengan faktor-faktor atau hal-hal yang ada di luar bahasa. Contoh : faktor sosial dan faktor kejiwaan Kajian Ekternal bahasa menghasilkan disiplin ilmu baru yang merupakan kajian antara dua bidang ilmu bahasa dengan istilah lainnya adalah linguistik, sedangkan ilmu yang mempelajari itu ilmu kemasyarakatan adalah sosiologi. Contoh : faktor sosial. Ilmu yangmempelajari kejiwaan disebut “psikologi” sedangkan bahasa yang dipelajari itu “linguistik” jadi dari kedua tersebut digabung menjadi psikolinguistik. Pembelajaran bahasa sebagai salah satu yang kompleks terjadi pada manusia selain berkenaan dengan masalah bahasa itu sendiri juga dengan masalah kegiatan berbahasa. Kegiatan bahasa bukan hanya berlangsung secara mekanistik tetapi juga berlangsung secara mentalistik artinya kegiatan bahasa itu berkaitan dengan proses atau mental yang lebih indentik dari hasil otak. Dalam istilah ada 2 macam ilmu yang harus diluruskan yaitu psikologi dan linguistik. 1. Psikologi Secara umum psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang objek kegiatannya adalah jiwa manusia. Bidang kajian psikolinguistik ini sangat abstrak dari waktu ke waktu pola pikir manusia selalu berkembang. Seiring dengan waktu itu pengertian psikolinguistik pun mengalami perubahan atau perkembangan antara lain : 1. Psikologi mentalistik, melahirkan aliran psikologi kesadaran, kajian proses akal manusia dengan cara mengintropeksi diri. Tujuannya adalah mengkaji proses akal manusia dengan cara mengintropeksi diri olh karena psikologi, kajian ini disebut juga psikologi “intropresionisme”. 2. Psikologi behaviolistik, yakni melahirkan psikologi baru yang merupakan suatu prilaku sikap. Tujuan psikologi ini adalah mencoba mengkaji prilaku manusia yang berubah reaksi bila terjadi sesuatu rangsangan seperti rangsangan yang menyenangkan dan rangsangan menyakitkan hati. 3. Psikologi kognitif, yakni mengkaji proses kognitif manusia secara ilmiah. Akal dari pikiran dan berpikiran manusia yang bertanggung jawab mengatur pengalaman dan perilaku manusia. Hal yang utama dikaji oleh psikologi kognitif adalah bagaimana cara manusia memperoleh, menafsirkan, mengatur, menyimpan, mengeluarkan dan menggunakan pengetahuannya termasuk dalam kognitif berbahasa. Psikologi bukan hanya berkaitan dengan “bahasa” sebagai bagian dari kehidupan manusia, tetapi berkaitan jauh lebih luas dari manusia oleh karena itu muncul berbagai cabang yang berinduk dari psikologi antara psikologi sosial, psikologi perkembangan anak, psikologi komunikasi.

antropologi dan sosial. mendiskusikan disiplin ilmu baru yakni psikolinguistik. 2/. misalnya: dalam pengajaran bahasa penyusunan kamus dll. perbandingan linguistik adalah 1/. tetapi belum tentu mahir menggunakan sebaliknya orang yang mahir menggunakan beberapa bahasa tetapi bukan linguis disebut “Paliglot”. John Karol 2. Josepsh Greensbeng 5. Linguistik makro => eksternal tediri dari mental atau kejiwaan. Linguistik terapan adalah merupakan aplikasi kaidah linguistik dalam kegiatan praktis. Menurut kajian objeknya linguistik dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu : a. alirannya. maupun hasil kerjanya. . sintaksis. 3/. George Miler 4. Kalau hanya stu bahasa disebut “Ekabahasawan” atau “Monoglot”. morfologi. Meneliti para pembicara atau pengguna bahasa membentuk atau membangun kalimat-kalimat bahasa tersebut 2/.2. Psikolingustik adalah psikologi yang diorientasikan secara linguistik. Keberadaan bahasa dapat hadir dalam segala aktivitas manusia oleh karena itu bidang kajian linguistik pun sangat luas dibuat berdasarkan berbagai criteria atau pandangan secara umum. Linguistik teoritis adalah teori-teori linguistik. b. b. b. Psikolinguistik adalah suatu ilnu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara. Floge Lounsbug 6. baik tokoh-tokohnya. Istilah ini disejajarkan dengan “Multibahasawan”. Linguistik Linguistik secara umum dijelaskan ilmu bahasa atau ilmu yang menempatkan bahasa sebagai objek yaitu orang menguasai bidang kajian linguistik disebut “Linguis”. yaitu terdiri dari sbb: a. dan wacana. Sebuah lembaga ilmu sosial di Amerika mengandung dan mempertemukan 3 orang yang berlatar belakang linguistik dan 3 orang yang berlatar belakang psikologi (1952) dalam rangka mengadakan konferensi interdisipliner. 3/. James Jenkis 3. Thomas Sebeok Hasil pertemuan keenam itu melahirkan beberapa hal antara lainb pengertian psikolinguistik itu sendiri 1/. Menurut tujuan kajian adalah sbb : a. Sejarah linguistik adalah linguistik yang mengkaji perkembangan linguistik. keenam orang itu adalah sbb : 1. Linguistik mikro => internal terdiri dari fonologi. Menurut keberadaan linguistik itu sendiri. Psikolinguistik adalah telaah tentang hubungan antara kebutuhan-kebutuhan untuk berekpresi dan berkomunikasi. Linguistik sejarah adalah linguistik yang mengkaji perkembangan dan perubahan suatu bahasa atau beberapa bahasa baik melalui proses perbandingan ataupun tidak.

Resepsi bunyi ujar Kalau kita mendengar suatu ujaran secepat itu pula kita harus mengubah rentetan bunyi ujar itu menjadi sebuah informasi kedalam suatu konsep yang dapat kita pahami.Penerima I disebut fungsi bahasa. yaitu sbb : 1/. Tidak ada yang lebih baik kalau ingin ingatan dan daya ingat akan lebih baik. . Medium I Medium II Keterangan : . narkoba atau karena ada gangguan fisik otak. B. 2/. Untuk mencapai pemahaman ada beberapa langkah yang menggunakan pengetahuan baik pengetahuan linguistik itu sendiri dan dilakukan dengan pengetahuan lainnya. penerima. Masukkan input . . b.Medium I disebut udara. Bagaimana jika otak dalam usia muda sudah tidak steril lagi. Kualitas wadah atau otak adalah kualitas otak itu sendiri kualitasnya ini ada dua macam yaitu terdiri dari kualitas asal dari muli lahir yang keturunannya bagus dan kulitas bentukan.hal kriteria keseharian . Pendengar Pendengar harus memakai strategi khusus dalam mengartikan bunyi-bunyi ujar menjadi kesan-kesan yang bermakna Osgood Sedeok mengambarkan denah proses komunikasi lisan. Misalnya rusak otak faktor minuman keras. Ingatan atau Daya Ingat berkata Ingatan merupakan bagian penting dalam memahami atau menyimak pesan dari saat pertama didengar sampai mungkin beberapa tahun kemudian ada pula pendapat yang mengatakan.hal ilmiah .Kotak I disebut unit pembicara. Ada pendapat juga yang mengatakan.hal sastra dll.Ada beberapa hal yang paling penting tidak memiliki relevensinya untuk dibicarakan : a. Kemampuan mengingat atau apa yang pernah diingat atau yang pernah dipelajari sangat dipengaruhi oleh kuantitas mengingat dan kualitas wadah atau otak. Tipe bahasa yang digunakan Apakah sumber informasi berujuk pada hal-hal bersifat informasi atau tidak. Subtansinya : . usia muda juga bukan jaminan. Menurut Clank and Clark ada beberapa hal yang mempengaruhi ingatan. dan medium pengirim. Contoh : Unit pembicara  Unit pendengar. “Ingatan merupakan arsip fakta-fakta atau pengetahuan umum yang dipelajari seseorang”. Menyingkapi dua persoalan diatas bahwa ingatan ditempatkan pada suatu wadah yaitu”otak”. Kecuali dengan mengaplikasikan kontivitas proses mengingat dan memelihara kualitas wadah atau otak. Pada umumnya usia muda lebih mudah mengingatnya dibandingkan dengan usia lanjut.

. Kemudian responden diuji dengan kalimat diceritakan untuk dinilai benar atau salah. kalau seseorang mendengar atau membaca suatu wacana dia akan mencatat isi atau pesan kedalam buku catatannya. Misalnya : kalimat aktif dan pasif hasil yang ditemukan bahwa kalau sesuatu ada cerita diperdengarkan kepada responden dan setelah diperdengarkan kita lskuksn evaluasi. P. Mengingat jangka pendek  dalam mengingat jangka pendek seseorang akan lebih mudah mengingat maksimal kata atau frase. Hal itu membrikan bukti bahwa rentang waktu untuk menginga wacana antara yang barudiperdengarkan dengan beberapa waktu yang lalu akan menghasilkan sesuatuyang berbeda.Bagaimana sumber infomasi yang kita dengar dapat kita terima dengan proses masukkan yaitu melalui mendengar dan membaca. Penyimpanan / Storage Para ahli membedakan dua konsep dalam hal penyimpanan dalam mengingat yaitu : 1/. Responden menghasilkan nilai yang baik uraian ini masuk kedalam kata gori ingatan jangka pendek sebaliknya. Masukkan ( Input ) Secara umum pada tahap ini. “Ingatan” melewati 3 tahapan yaitu : 1. 3/. Bahwa tahap masukkan ini dapat diperoleh dengan dua cara sbb: a/. b/. Dari sisi psikolinguistik “Ingatan” membuat tuntutan (clain) mengenai peristiwa yang sudah lampau dengan mengadakan suatu proses rekontruksi ditinjau dari strukturnya. 3. 2. Hasil ( output) Dalam suatu penelitian pada tahun 1974. Secara psikolinguistik. Waktu mendengar atau membaca Waktu berkaitan dengan kondisi diibaratkan situasi gadu atau berisik. mental dan pengetahuan linguistik. O. orang yang mendengarkan atau membaca hanya dengan mengadakan interprestasi ( pemahaman / penalaran ) isi pesan yang diterimanya lalu menyimpannya kedalam ingatan uraian ini ada hubungannya dengan kesimpulan para peneliti. 2/. Tahap menghapal  Penekanannya adalah strukur luar bahasa yang tidak mengubah substansi pesan. peneliti memutarkan rekaman suatu cerita kepada para responden. Keluaran atau output Kuantitas kita mengeluarkan ingatan kita. Jika hal itu dilaksanakan beberapa minggu kemudian hasilnya akan berbeda. Tahap pemahaman  Struktur dalam bahasa ( sari pati inti sari) pengalaman. Mengingat jangka panjang  Seorang lebih mudah menjadi maksimal 4 kata yang diturunkan dari teori struktur kalimat tunggal sederhana yaitu S. 4/. dan K.

B. 1. Adapun tahap linguistik terjadi pada tahap pemerolehan pada sang anak adalah sbb. Tahap satu kata satu frase ( Holophastie stage) Tahap ini ditandai anak mulai menggunakan serangkaian bunyi secara berulang untuk makna yang sama. 2.PEMEROLEHAN BAHASA Setiap anak yang normal proses pemerolehan bahasa 1 (B1) bahasa yang pertama yang diidentikan dngan bahasa itu ada lagi yang menyebutkannya bahasa daerah atau bahasa yang dikenal untuk dipakai. Dari kedua pendapat itu yang pertama katanya bukan tahap pemerolehan bahasa dengan argumen bahwa tahap pralinguistik tidak dianggap sebagai bahasa karena yang termasuk pada tahap itu seperti suara tangisan. B2 anak berenam anak bahasa indonesiasetelah B2 yaitu Bn (B3). Pendapat Chomsky itu dipermasalahkan Clark and Clark. Tahap pengocehan / babbing stage Pada tahap ini anak mengucapkan sejumlah kata atau bunyi ujaran sebagaian besar tidak bermakna. Persoalan itu muncul karena adanya bedaan pandangan antara Chomsky dengan suatu aliran yang mengatakan bahwa bahasa itu dipelajari sebagai hasil dari pengalaman yang memiliki kesamaan dengan keterampilan lainnya. Bn anak indoneia bermacam-macam adalah banyak bahasa atau bahasa yang dikuasai dalam suatu bidang yang disukai. rengekan dll. Alat Pemerolehan Bahasa Seperti yang disebut pada uraian sebelumnya bahwa anak yang normal menerima B1 1-5th yang didapatnya untuk didengarnya dari lingkungan sekitar. dan tahap linguistik. Berbeda dengan teori “Chomsky” 1965 dia mengatakan bahwa anak yang memperoleh B1 bukan karena anak memperoleh rangsangan atau setimuler dan lalu direspon tetapi olrh karena setiap anak atau orang telah dilengkapi seperangkat alat yang memungkinkannya memperoleh B1. Setelah itu anak mulai masuk ke dunia pendidikan . Chomsky mengatakan bahwa suatu alat yaitu : LAD // \\ Langguange Algans Atau alat pemerolehan bahasa antara anak yang satu dengan yang lain memiliki kwantitas berbeda. Tahun ke-5 (B2)  bahasa ke-2. Tahap dalam Pemerolehan B1 Ada pendapat yang mengatakan bahwa tahap pemerolehan B1 terbagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pralinguistik.Tahap ini menurut temuan bahasa khususnya B1 terjadi pada usia 6 bulan sampai dengan 1 tahun. A. misalnya berjalan. Pada usia tahap ini anak sudah mengerti bahwa bunyi ujar itu . Berkisar antara tahun pertama sampai dengan tahun ke-5. Sebagian kecil menyerupai makna / penggalan kata dan yang bermakna munkin hanya kebetulan saja .

Sudah mendekati sempurna bahkan sempurna. dalam memperoleh B1 tidak sama apa yang menjadi penyebab perlu dilakukan penelitian sekarang. Apa yang menjadi temuan para ahli itu akan menjadi temuan kita. Sementara dari contoh yang ditampilkan itu anak sudah tahu bentuk kalimat tanya. Kalimat yang terlahir masih lebih mencerminkan kondisi apa yang sedang terjadi pada saat itu dengan kata lain. artinya sesuatu itu akan berlaku dengan sendirinya manakalah Si anak sudah sampai pada usia tertentu. misalnya ada teori yang mengatakan seorang pelajar yang cerdas dan lancer berbahasanya adalah yang mereka meneliti bentuk mata yang agak menonjol kedepan. Salah satu sarana untuk meneliti kemampuan dan proses mental yang terjadi pada perkembangan anak. Sejak kira-kira 1 abad yang lalu telah ada asumsi bahwa ada kaitan langsung antara bahasa dan kotak yang selalu dicari jawabannya hingga sekarang ini adalah dimana pusat-pusat didalam otak manusi untuk kemampuan dan perlakuan yang disebut lokalisasi. Bahkan saya temukan juga pada usia anak 10 bulan.berkaitan dengan bunyi makna. Manusia adalah bahasa studi yang memusatkan perhatian pada dasar-dasar bahasa dan peralatan otak yang mendasari perolehan dan penggunaan bahasa adalah “Neoro linguistik”. Biologi dan Bahasa Dari hasil beberapa eksperimen menunjukkan bahwa tahap-tahap yang dijalani anak dalam memperoleh B1 banyak persamaan nya dengan tahap anak dibelahan atau dinegara lainnya. 3. Banyak teori yang telah dikemukakan itupun sebaliknya banyak yang menentang. Tahap ini berdasarkan temuan para ahli yang terjadi pada usia lebih 2 tahun. Kalau mau disamakan proses pemerolehan B1 sama seperti cara anak dalam ”perjalanan” yakni secara alamiah. hal ini terjadi pada salah satu dialog / cuplikan ini : X (orang tua) : “Ayuk dag apo?” Y : “ Ayuk aen “  Ayuk sedang bermain S P 4. Tahap dua kata satu frase Seorang anak mulai mengucapkan dua kata paling tidak berusia 2th. Sebutan istilah lain tahap k23 ini “satu kata dengan satu frase / kalimat” artinya bahwa satu kata yang diucapkan anak merupakan satu konsep yang lengkap. tidak diketahui orang lain dan orang tuanya. Menurut Paul Broca kemampuan berbicara kita berpusat pada otak sebelah kiri. bentuk kalimat masih berbentuk sekarang belum bentuk lampau atau orang yang akan dating. Tetapi terkadang bunyi ujar yang diucapkan anak umum. Namun setelah dibandingkan dangan temuan beberapa yang lahir didapat sesuatu kesimpulan bahwa kemampuan anak pada usia itu. misalnya : “Ma maem” konsep lengkap untuk orang dewasa. Dalam laporan temuannya juga dikatakan luka ataub sakit bagian depan (anterior) otak sebelah . Tahap menyerupai telegram Bila seorang anak sudah menggunakan lebih dari dua kata maka Si anak dapat dikatakan sudah mulai menguasai kalimat-kalimat lengkap dan sintaksis sudah jelas biasanya. dan kalimat perintah. Mungkin hanya diketahui oleh orang tuanya saja.

Dapat dianggap sebagai dua macam tampilan dari dua hal yang sama dengan istilah “dua sisi mata uang yang sama” 4/. termasuk katagori atau kelompok-kelompok kognitif. Hubungan diantaranya sangat erat.dalam arti kata akan tahu adanya pikiran kalau tifak ada Bahasa. Kalau ada hubungan manakah yang pertama Menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu kita pinjamkan pendapat para ahli bahwa: 1/. Kaitannya dengan bahasa dapat kita bedakan atas empat kategori yang dipakai untuk mengungkapkan sitem perkerabatan sudah banyak dikaji oleh para ahli antar pologi . 3/. Daerah otak yang menyebabkan gangguan ini adalah “Wernick’s Apasia “. Sebaliknya kalau ada kerusakan pada otak bagian belakang posterior maka pembicara mengucapkan bunyi-bunyi bahasa dengan lancar sampai tidak terputus.Berbedakah bahasa dan pikiran atau merupakan hal yang sama 2/. Kalau merupakan hal yang berbeda adakah hubungan antaranya 3/. Oleh karena itu terganggug maka terjadi pula gangguan berbahasa mungkin lupa atau lamban dalam berbahasa. Bahasa dan pikiran merupakan hal yang berbeda. Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa perkembangan fungsi verbal terletak pada otak sebelah kiri. Bagaimana jelasnya hubungan bahasa dan pikiran menurut pendapat para ahli paling tidak: 1. Kategori kognitif pemahaman terhadap pengetahuan melalui bahasa melampaui beberapa proses yaitu informasi  Penyimpangan  Penemuan kembali Konsep dari tiga persoalan ini tadi. Konsep-konsep kognitif yangb diproses pemikiran disebut kategori atau kelompok-kelompok kognitif. 2/. Bahasa dan Pikiran Hubungan bahasa dan pikiran merupakan satu permasalahan paling tidak ada beberapa pertanyaan yang kita ajukan antara lain: 1/. Bahasalah yang pertama. Penyakit seperti ini dikalangan ahli niorologi disebut penyakit Broca’s Apasia.kiri manusia mengakibatkan artikulasi kata kurang terang atau berbicara menjadi tidak lancar. Hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa burung Beo memiliki kemripan otak dengan manusia dan kenyataannya menunjukkan bahwa melalui proses latihan burung beo dapat menirukan bahasa manusia. Orang yang mengalami gangguan seperti ini kehilangan kemampuan pernah aman. Kategori ini adalah termasuk kategori kognitif yang difokuskan kategori bahasa. Dan daerah otak sebelah kiri jauh lebih penting dan berperan menghasillkan bahasa.

Kata ganti orang juga membedakan antara bilangan peserta percakapan. Adik vs adik ipar  Demikian juga perbedaan jenis kelamin membedakan istilah kekerabatan. Misalnya: (!). bapak. Menurut Greenberng bahwa setiap bahasa membedakan tiga dasar atau prinsip yaitu : 1/. Misalnya : Ayah vs Ibu. Hela (menantu laki-laki) vs Parumaen (menantu perempuan). (3). Jenis kelamin  Semua bahasa memerlukan generasi. Untuk orang ketiga (dia. dalam bahasa Batak ”Anak(Anak laki-laki) vs Boru (anak perempuan)”. anda dll). thay. beliau. aku). (2). he. saudara.“Borling” (1970) telah mengungkapkan istilah untuk menyebut hubungan perkerabatan misalnya “Uncle” yang dalam budaya Inggris dapat dipakai untuk menyebutkan sbb : (1). dan cucu. Hubungan darah 3/. Untuk pembicara atau kata ganti orang pertama (saya. anak. Relefansinya untuk psikolinguistik bahwa perbedaan istilah dan kata-kata yang dipakai adalah berkaitan dengan presepsi(pikiran sebagai hasil tanggapan). Dalam bahasa Indonesia rangkaian itu disebut tunggal dan jamak. Saudara laki-laki Ayah. Suami saudara laki-laki Ibu. Ibu vs Ibu mertua (2).”  Semua bahasa yang membedakan kerabat darah dari pihak suami / istri. Misalnya : Didalam bahasa Indonesia : (1). Untuk lawan bicara atau orang kedua (engkau. (3). Suami saudara laki-laki Ayah. dan mereka). 2. Kata ganti orang Tidak berbeda dengan kata-kata yangnlain. “tetapi ada juga yang tidak membedakan antara bapak dengan saudara laki-laki ayah”. you. (4). Atas hal-hal itu. we. kata ganti orang juga diperlukan untuk berkomunikasi dengan seama. Ada pula yang mempunyai satu istilah bagi keempat istilah “Kakek-Nenek ( 2 dari Ayah 2 dari Ibu). kamu. I dan he bentuk tunggal. Misalnya : Kakek. misalnya tidak cocok kalau lawan bicara seusia dengan pembicara digunakan kata ganti kamu sebaliknyaanda atau saudara. Clark and Clark melaporkan bahwa ada bahasa yang mempunyai hanya ada 4 kata ganti orang dan ada pula sampai 15 yaitu : I. (2). Saudara laki-laki Ibu.dan thay untuk orang ketga. Generasi 2/. . we untuk jamak(frulal). Misalnya : Saudara  Saudara sekalian atau saudara-saudara.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.