P. 1
Tesis Pendidikan Didi Supriadi73 Uniku BAB 123

Tesis Pendidikan Didi Supriadi73 Uniku BAB 123

|Views: 11,447|Likes:
Published by Didi Supriadi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Didi Supriadi on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2015

pdf

text

original

Banyak faktor yang mempengaruhi kenerja diantaranya menurut Mathis

dan Jackson (2001:308), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kerja

organisasi:

1) Jumlah kerja

2) Kualitas kerja

3) Kecocokan dengan rekan kerja

4) Kehadiran

5) Masa bakti

6) Fleksibilitas

Kinerja Guru akan menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan

komponen sekolah baik kepala sekolah, fasilitas kerja, guru, karyawan, maupun

anak didik. Pidarta (1995) dalam Saerozi (2005: 2) mengemukakan ada beberapa

faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya

yaitu :

1) Kepemimpinan kepala sekolah,

2) Fasilitas kerja,

3) Harapan-harapan, dan

4) Kepercayaan personalia sekolah.

16

Menurut Robert L. Mathis dan John H. Jackson (2001 : 82) faktor-faktor

yang mempengaruhi kinerja individu tenaga kerja, yaitu:

1) Kemampuan mereka,

2) Motivasi,

3) Dukungan yang diterima,

4) Keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan

5) Hubungan mereka dengan organisasi.

Menurut Lower dan Porter (1968) dalam Indra Wijaya (1989), faktor-

faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut adalah:

1) Faktor motivasi

Motivasi adalah dorongan, baik dari dalam maupun dari luar diri manusia

untuk menggerakkan dan mendorong sikap dan tingkah lakunya dalam

bekerja. Semakin tinggi motivasi seseorang, akan semakin kuat dorongan

yang timbul untuk bekerja lebih giat sehingga dapat meningkatkan

kinerjanya.

2) Faktor kepuasan kerja

Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau

tidak menyenangkan karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Semakin tinggi tingkat kepuasan kerja maka semakin senang karyawan

dalam melaksanakan pekerjaannya yang pada akhirnya dapat

meningkatkan kinerjanya.

3) Faktor kondisi fisik pekerjaan

17

Kondisi kerja yang kurang baik dapat menyebabkan rendahnya prestasi

kerja karyawan. Lingkungan kerja yang secara fisik merupakan bagian

dari kondisi kerja hendaknya tertata dengan baik sehingga tidak

menyebabkan adanya perasaan was-was karyawan dalam melaksanakan

tugasnya. Apabila karyawan merasa terganggu dalam melaksanakan

tugasnya, maka kinerjanya akan rendah. Sebaliknya, jika karyawan merasa

tenang dan nyaman dalam melaksanakan tugas, maka kinerjanya akan

meningkat.

4) Faktor kemampuan kerja karyawan

Kemampuan kerja karyawan dalam melaksanakan tugas yang dibebankan

sangat perlu diperhatikan. Karyawan harus memiliki kemampuan yang

cukup baik kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik

(intelektual/mental).

Sedangkan menurut Bernardin dalam Robbins (1996:260), ada enam

kriteria dalam bekerja diantaranya :

1) Kualitas kerja

Dimana hasil aktivitas yang dilakukan mendekati sempurna dalam arti

menyesuaikan beberapa cara yang ideal dari penampilan aktivitas ataupun

memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan di suatu aktivitas kualitas kerja

diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan

serta kesempurnaan tugas terhadap ketrampilan dan kemampuan

karyawan.

2) Kuantitas

18

Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan, dinyatakan dalam istilah

seperti jumlah unit, jumlah siklus aktifitas yang diselesaikan karyawan,

dan jumlah aktivitas yang dihasilkan.

3) Ketepatan waktu

Ketepatan waktu adalah tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal

waktu yang diinginkan dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output

serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan

waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang

diselesaikan diawal waktu sampai menjadi output.

4) Efektivitas

Efektivitas merupakan tingkat penggunaan Sumber Daya Organisasi

(tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud

menaikkan keuntungan dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya,

efektifitas kerja, persepsi karyawan dalam menjalankan tugas, efektivitas

penyelesaian tugas yang ditentukan perusahaan

5) Kemandirian.

Kemandirian adalah tingkat dimana seorang karyawan dapat melakukan

fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan, bimbingan dari pengawas, atau

keterlibatan pengawas mencampuri kerja karyawan untuk menghindari

hasil yang merugikan. Kemandiriaan akan diukur dari persepsi karyawan

terhadap tugas dalam melakukan fungsi kerjanya masing-masing

karyawan sesuai dengan tanggung jawab karyawan itu sendiri.

6) Komitemen Kerja.

19

Komitemen Kerja merupakan tingkat dimana karyawan mempunyai

komitmen kerja dengan perusahaan dan tanggung jawab karyawan

terhadap perusahaan. Pengukuran dengan menggunakan persepsi

karyawan dalam membina hubungan dengan perusahaan dan tanggung

jawab, loyalitas terhadap perusahaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->