.

.

.

.

.

.

.

.

.Perusahaan-perusahaan milik Belanda yang berada di wilayah Republik Indonesia yang akan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah dikenakan nasionalisasi dan dinyatakan menjadi milik yang penuh dan bebas Negara Republik Indonesia.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Prinsip hukum adat masih dijunjung tinggi: ³wie zaait. Karena tidak bertentangan dengan ketertiban umum. die maait´. karena pada Pasal 2 telah dicantumkan dengan tegas ketentuanketentuan tentang ganti rugi. Bahwa nasionalisasi yang dilakukan RI adalah dalam rangka usaha melepaskan diri dari kekuasaan kolonial. perkebunan tersebut bukanlah eigendom Belanda. Berdasarkan UU no 86 th 1958. UU Nasionalisasi RI tidak ³barbarisch´. melainkan hak milik Pusat Perkebunan Negara (PPN) Baru. tidak terpenuhi syarat ³Inlandsbezeihungen´ .

.

Oleh karena itu. tidak ada sendi-sendi asasi Jerman yang dilanggar. Kompensasi yang bersifat ³adequate. sehingga ³ketertiban umum´ Jerman tidak dilanggar.Pendapat Oberlandsgericht Bremen Pihak Belanda kemudian mengajukan banding ke Oberlandsgericht Bremen tanggal 2 Agustus 1959. Jika diterapkan secara kaku. prompt. maka citacita luhur kemerdekaan yang antara lain memperbaiki perekonomian yang terpuruk pasca-kolonialisme hanya akan sia-sia akibat terkurasnya kas negara untuk membayar kompensasi sekaligus kepada pihak Belanda. Alasan ³ketertiban umum´ yang didalilkan pihak Belanda tidak dapat diterapkan karena dalam perkara ini Jerman tidak memiliki interest yang dilanggar. dan effective´ tidak bisa diterapkan secara kaku. . kompensasi yang wajib dibayarkan harus memperhatikan kondisi perekonomian dan kemampuan Indonesia.

Pemerintah berhak atas kuasa dan tanggung djawab sendiri menetapkan undang undang darurat untuk mengatur hal hal penjelenggaraan pemerintahan jang karena keadaan keadaan jang mendesak perlu diatur dengan segera. selama dan sekedar peraturan peraturan dan ketentuan ketentuan itu tidak ditjabut. hukum pidana sipil maupun hukum pidana militer. Pasal 142 ÔPeraturan peraturan undang undang dan ketentuan ketentuan tata usaha jang sudah ada pada tanggal 17 Agustus 1950 tetap berlaku dengan tidak berubah sebagai peraturanperaturan dan ketentuan ketentuan Republik Indonesia sendiri. susunan dan kekuasaan pengadilan diatur dengan undang undang dalam kitab kitab hukum ketjuali djil pengundng undang menganggap perlu untuk mengatur beberapa hal dalam undang undang tersendiri. Ô2. ditambah atau diubah oleh undang undang dan ketentuan ketentuan tata usaha atas kuasa Undang undang Dasar ini.Nasionalisasi Dilihat Dari UUDS 1950 Pasal 96 Ô1. . Undang undang darurat mempunjai kekuasaan dan deradjat undang undang. Pasal 102 Ô Hukum perdata dan hukum dagang. hukum atjara perdata dan hukum atjara pidana.

Nasionalisasi Dilihat Dari UUD 1945 ‡ ". Pembukaan UUD 1945 Alinea Ke-4 Pasal 33 ‡ Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. . dan Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa... Kemanusiaan yang adil dan beradab. kesejahteraan umum. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Persatuan Indonesia... ‡ Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasasi hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang .. ‡ Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat..

Adequate.Prompt. Effective The Hull Rule Prompt : tepat waktu Adequate : sebanding Effective : secara efektif Pengecualian di dalam kasus The Bremen Tobacco Case Keadaan Indonesia yang baru saja merdeka Dilakukan sesuai dengan peraturan nasional Indonesia Tidak mempengaruhi Negara Jerman secara langsung Tidak melanggar prinsip prompt. effective . adequate.

Tindakan Perlindungan Terhadap Nasionalisasi First Hickenlooper Amendment ‡ Tindakan perlindungan yang dilakukan Amerika terhadap kemungkinan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik WN AS oleh pemerintah dari negara²negara lain dengan cara pemberian sanksi atau berupa penghentian bantuan ke negara-negara tersebut .

DAMPAK NASIONALISASI BAGI INVESTASI ASING DI INDONESIA OLEH: Dea Claudia Gabriella Sirait 0806 0806 .

DAMPAK POSITIF Pengaturan Ekonomi dalam Negeri Alat emenu ke entingan Politik Bentuk kedaulatan Negara .

DAMPAK NEGATIF Menurunnya ekspor-impor perusahaan yang diambil alih Berkurangnya tenaga ahli Dapat mengakibatkan inflasi (jumlah uang yang beredar lebih) Kemandegan dalam sektor perniagaan jika perusahaan yang dinasionalisasi tidak ditaangani dengan baik Berkurangnya Investor Asing yang mau menanamkan modal di Indonesia .

Badan Nasionalisasi Perusahaan-perusahaan Belanda (BANAS) Badan Usaha Dagang (BUD) Badan Pengusaan Perusahaan Ppharmasi (BAPPPHAR) Pusat Perkebunan Negara Baru (PPN Baru) Badan Penguasaan Industri dan Tambang (BAPPIT) .

Dengan demikian produktivitas perusahaan.untuk menjamin koordinasi dalam pimpinan.." . kebijaksanaan dan pengawasan terhadap perusahaanperusahaan milik Belanda yang dikenakan nasionalisasi..perusahaan milik Belanda yang dikenakan nasionalisasi dapat tetap dipertahankan dan dipertinggi.Cont¶d Tujuan umum BANAS: .

Kompensasi dalam Nasionalisasi Jika terjadi nasionalisasi atau pengambilalihan hak kepemilikan maka pemerintah akan memberikan kompensasi yang jumlahnya ditetapkanberdasarkan harga pasar (pasal 7 ayat (2) UU nomor 25 tahun 2007) Jika terjadi sengketa mengenai kompensasi atau ganti rugi oleh Indonesia terhadap perusahaan asing yang berada di Nasionalisasi maka akan diselesaikan melalui arbitrase (Pasal 7 ayat (2) UU nomor 25 tahun 2007) .

Kesimpulan .