1

DAFTAR ISI
Contents
I.1 Latar Belakang Visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah memandirikan masyarakat untuk hidup sehat dengan misi membuat rakyat sehat. Guna mewujudkan visi dan misi tersebut berbagai program kesehatan telah dikembangkan termasuk pelayanan kesehatan di rumah. Pelayanan kesehatan di rumah merupakan program yang sudah ada dan perlu dikembangkan, karena telah menjadi kebutuhan masyarakat, Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dan memasyarakat serta menyentuh kebutuhan masyarakat yakni melalui pelayanan keperawatan Kesehatan di rumah atau Home Care. Berbagai faktor yang mendorong perkembangannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu melalui pelayanan keperawatan kesehatan di rumah. Hasil kajian Depkes RI tahun 2000 diperoleh hasil : 97,7 % menyatakan perlu dikembangkan pelayanan kesehatan di rumah, 87,3 % mengatakan bahwa perlu standarisasi tenaga, sarana dan pelayanan, serta 91,9 % menyatakan pengelola keperawatan kesehatan di rumah memerluka ijin oprasional. Berbagai faktor yang mendorong perkembangan pelayanan keperawatan kesehatan dirumah atara lain : Kebutuhan masyarakat, perkembangan IPTEK bidang kesehatan, tersedianya SDM kesehatan yang mampu memberi pelayanan kesehatan di rumah. Home care ini sangat cocok jika diberikan kepada pasien dengan penyakit kronis yang tak kunjung sembuh........................1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................1 1.3 Tujuan...................................................................................................................................1

.......................................................................2 BAB II.................................................................................................................................2 TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................................2
Home Care..................................................................................................................................2

2.2.7 Asuhan Keperawatan Hipertensi.......................................................................12 2.2.7.1 Pengkajian.............................................................................................................12 2.2.7.2 Diagnosa, Kriteria hasil dan Intervensi Keperawatan............................................13

1

perkembangan IPTEK bidang kesehatan. tersedianya SDM kesehatan yang mampu memberi pelayanan kesehatan di rumah.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penyusunan makalah ini adalah 1. Home care ini sangat cocok jika diberikan kepada pasien dengan penyakit kronis yang tak kunjung sembuh. sarana dan pelayanan. Berbagai faktor yang mendorong perkembangan pelayanan keperawatan kesehatan dirumah atara lain : Kebutuhan masyarakat. Menjelaskan tentang konsep hipertensi 1 . Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dan memasyarakat serta menyentuh kebutuhan masyarakat yakni melalui pelayanan keperawatan Kesehatan di rumah atau Home Care. Bagaimana konsep hipertensi ? 3. Guna mewujudkan visi dan misi tersebut berbagai program kesehatan telah dikembangkan termasuk pelayanan kesehatan di rumah. Tentu saja akan membutuhkan biaya yang sangat besar.3 % mengatakan bahwa perlu standarisasi tenaga. Menjelaskan tentang konsep homecare 2. Berdasarkan hal di atas penulis tartarik untuk menyusun makalah tentang rencana perawatan homecare pada penderita hipertensi. Penyakit ini banyak diderita masyarakat dan membutuhkan perawatan yang intensif. serta 91. Salah satu penyakit kronis yang di diderita oleh masyarakat dan membutuhkan waktu yang lama untuk proses kesembuhannya adalah penyakit hipertensi.Perawatan Home Care Pada Pasien Hipertensi BAB I PENDAHULUAN I. Berbagai faktor yang mendorong perkembangannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu melalui pelayanan keperawatan kesehatan di rumah. 87. 1. karena telah menjadi kebutuhan masyarakat. mulai dari biaya transportasi hingga biaya untuk perawatan di rumah sakit.1 Latar Belakang Visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah memandirikan masyarakat untuk hidup sehat dengan misi membuat rakyat sehat.9 % menyatakan pengelola keperawatan kesehatan di rumah memerluka ijin oprasional.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang akin di bahas dalam makalah ini adalah : 1. Hasil kajian Depkes RI tahun 2000 diperoleh hasil : 97. Pelayanan kesehatan di rumah merupakan program yang sudah ada dan perlu dikembangkan. Bagaimana konsep home care ? 2.7 % menyatakan perlu dikembangkan pelayanan kesehatan di rumah. Bagaimana konsep home care pada penderita hipertensi ? 1.

bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan. Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit. 1980). atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah.1 Pengertian Home Care Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. perawat maternitas dan perawat medikal bedah. Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan keseatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan. direncanakan. di bidang kesehatan maupun non 2 .3. Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu. Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional.1. perawat psikiatri. 3. dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah : 1. dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (Warhola C. keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (discharge planning). Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga. Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula. Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya. mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Berdasarkan definisi di atas. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Home Care 2. Menjelaskan tentang konsep homecare pada penderita hipertensi. perawat gerontologi. 2. dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada.

5. 2.kesehatan (Depkes. Perawatan kesehatan di rumah adalah spektrum kesehatan yang luas dari pelayanan sosial yang ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC. 3.1. 3 .3 Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang dikenal masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. 1994). Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan. 2002). Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit.1. Biaya kesehatan akan lebih terkendali. 4. Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan membatasi kehidupan manusia. merasakan bahwa perawatan klien yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan menjadi beban bagi manajemen. 2. Misalnya pasien kanker stadium akhir yang secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan. Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah adalah : 1. 4. Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasus-kasus penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama. sekunder dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga. rehabilitasi atau perawatan paliatif. karena seseorang tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan. 2.2 Pelayanan keperawatan Home Care Meliputi : Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer. 5. Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut keperawatan di rumah. Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit. Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang diperlukan. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya. sehingga dapat mempercepat kesembuhan (Depkes. Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila dirawat di institusi pelayanan kesehatan. 2. 2. 2002).4 Tujuan Perawatan Kesehatan Home Care Perawatan kesehatan di rumah bertujuan : 1. Misalnya pasien pasca stroke yang mengalami komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan waktu relatif lama.1. 3.

2. Sedangkan kasus dengan kondisi khusus. • Klien dengan diabetes. • Tarif pelayanan kesehatan Perawatan Kesehatan di Rumah untuk golongan masyarakat yang pembayarannya dijamin oleh pihak penjamin (asuransi kesehatan. • Klien dengan gangguan kesehatan mental. • Klien dengan penyakit gagal jantung.1. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan 2. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial Menurut Rice R (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di rumah meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasus-kasus khusus yang di jumpai di komunitas. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan 7. • Tarif pelayanan kesehatan Perawatan Kesehatan di Rumah harus mencakup 4 . Pendidikan. • Klien dengan gangguan oksigenasi.5 Ruang Lingkup Keperawatan Home Care Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah dapat di kelompokkan sebagai berikut : 1.dll) ditetapkan atas dasar saling membantu melalui suatu ikatan tertulis. 2. • Klien dengan HIV/AIDS. mengacu pada prinsipprinsip yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan sebagai berikut : • Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. meliputi : • Klien dengan post partum. pelatihan dan penyuluhan kesehatan 6. • Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi. • Klien dengan gangguan fungsi perkemihan.1. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik 3.6 Pembiayaan dan Pola Tarif Kebijaksanaan Tarif dalam Perawatan Kesehatan di rumah. • Klien dengan kondisi terminal. Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit adalah: • Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis. JPKM. • Klien dengan kondisi usia lanjut. • Tarif pelayanan kesehatan Perawatan Kesehatan di Rumah harus memperhatikan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat. • Klien dengan gangguan fungsi persyarafan. • Penetapan tarif pelayanan kesehatan Perawatan Kesehatan di Rumah meskipun dimungkinkan untuk mencari laba namun harus secara seimbang memperhatikan kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah dengan azas gotong royong. • Klien dengan perlukaan kronis. • Klien dengan terapi cairan infus di rumah. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik 4. Pelayanan informasi dan rujukan 5.

alat kesehatan.000 2. konsultasi per telepon dan sarana komunikasi lainnya.000 8.000. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan meliputi konsultasi asuhan dan tindakan keperawatan serta tindakan medik yang dilimpahkan.Rp 50. Jenis Pelayanan yang dikenakan tarif meliputi : • Jasa pelayanan kesehatan dan non kesehatan. 3.000. 4.000 – 60. tindakan perbaikan lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan terapeutik Contoh daftar tarif jasa perawatan TINDAKAN TARIF 1 X TINDAKAN 1. Terapi wicara. Pelayanan Penunjang Medik (Laboratorium. Angkat jahitan 45.000 7. Radiologi. Pemantauan CVA 50. Kegiatannya meliputi sewa peralatan medik. Pemantauan DM 30. fasilitas. penetapan tarif ditetapkan berdasarkan pertimbangan antara lain kategori tindakan dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks/canggih. transportasi klien. peralatan keperawatan dan alat kesehatan lainnya.000 6.000 5. • Jenis Pelayanan yang dikenakan tarif dalam Perawatan Kesehatan di Rumah Selain memperhatikan kebijakan yang telah disebutkan. Pemantauan Hipertensi 35. obat dan bahan habis pakai yang digunakan langsung terhadap klien baik dengan sistem sewa maupun membeli. Selain itu pertimbangan klasifikasi pelayanan dari yang biasa atau sederhana sampai dengan yang dapat dikategorikan mewah... Pelayanan medik meliputi : konsultasi dan tindakan medik 2.0000 3.seluruh unsur pelayanan secara proporsional. Semua itu dapat dijadikan pertimbangan dalam memperhitungkan tarif yang layak. Pemantauan KKP 50. Fisioterapis. refraksionis. Nebulizier 35. Rawat luka 45.000 4. Pelayanan Penunjang Non Medik meliputi konsultasi oleh petugas sosial profesional dan pelayanan psikologi dan jiwa.000 – 50.000.5 . Adalah imbalan yang diterima pelaksanaan pelayanan atas jasa yang diberikan kepada klien dalam rangka pelayanan meliputi : 1.Rp 30. • Jasa pelayanan sarana/prasarana Adalah imbalan-imbalan yang diterima oleh pengelola atas pemakaian sarana. Penanganan nyeri 50. dll) meliputi konsultasi dan tindakan penunjang medik.000 Contoh Rincian biaya Perawatan luka gangren Bahan habis pakai Alat/bahan Jasa perawat • Kassa steril 2 box Pinset anatomi Jasa perawat dan transport • H2O2 1 btl Pinset cirurgie • Na Cl 1 fls Gunting verban • Verban roll 2 bj Gunting nekrotomi • Spuit 5 cc 2 bj Bak instrumen • Handscoen 1 ps • Biaya perawatan alat Rp 10.

- 6 .000.• Biaya keseluruhan untuk perawatan luka gangren 1 kali tindakan sebesar Rp 90.

manusia. Analisa eksternal juga harus melihat pesaing yang ada di sekitar daerah tersebut baik jumlah. keluarga masih memerlukan bantuan layanan keperawatan. 2. Sebagaimana layaknya layanan kesehtan swasta tentu tidak berorientasi not for profit services.000 • Set angkat jahitan 35.1. Institusi swasta dalam bentuk praktik mandiri baik perorangan maupun kelompok yang menyelenggarakan pelayanan home care dengan menerima imbalan jasa baik secara langsung dari klien maupun pembayaran melalui pihak ketiga (asuransi). bayi. Perencanaan berdasarkan kebutuhan pasar mengharuskan kita untuk melakukan analisa eksternal dan internal. maka sudah dapat diperkirakan bahwa pasar membutuhkan layanan keperawatan yang berhubungan dengan masalah reproduksi.000 Contoh daftar tarif transport No Transport Tarif • Dalam kota Pasuruan 5. bayi serta balita. Analisa eksternal memperhitungkan kecenderungan kebutuhan pasar baik jenis maupun jumlahnya.7 Jenis Institusi Pelayanan Homecare Ada beberapa jenis institusi yang dapat memberikan layanan homecare antara lain Institusi pemerintah Di Indonesia pelayanan home care yang telah lama berlangsung dilakukan adalah dalam bentuk perawatan kasus/keluarga resiko tinggi (baik ibu. Klien yang dilayani oleh puskesmas biasanya adalah kalangan menengah ke bawah.000-40. jenis maupun kondisinya. Di Amerika hal ini dilakukan oleh visiting nurse. Hospital home care. Misalnya bila kita berada di daerah yang penduduknya kebanyakan berusia produktif.000 • Set oksigen + isi 1 m3 60.000 • Nebulizier 40. Merupakan perawatan lanjutan pada klien yang telah dirawat di rumah sakit. baik untuk satu jenis layanan maupun layanan yang bervariasi.000 • Set DM 20.000/km 2. 7 .Contoh daftar tarif sewa alat : No Alat Tarif • Set rawat luka 30.000 – 20. maka dilanjutkan di rumah.000 – 30. Analisa eksternal memperhitungkan kecenderungan kebutuhan pasar mengharuskan kita untuk melakukan analisa eksternal dan internal. misalnya bala keselamatan yang melakukan kunjungan rumah kepada keluarga yang membutuhkan sebagai wujud pengabdian pada Tuhan.000 • Set hipertensi 10.8 Bagaimana Merencanakan Institusi Homecare Swasta Institusi home care swasta baik didirikan secara individu maupun kelompok.1.000 • Luar Kota Pasuruan 30.000 – 25. Analisa internal memperhitungkan tentang ketersediaan sumber (alam. Untuk itu diperlukan perencanaan yang berdasarkan kebutuhan pasar. balita maupun lansia) yang dilaksanakan oleh tenaga keperawatan puskesmas (digaji oleh pemerintah). Institusi sosial yang melaksanakan pelayanan home care dengan sukarela dan tidak memungut biaya Biasanya dilakukan oleh LSM atau organisasi keagamaan dengan penyandang dananya dari donatur.

3. untuk mendapatkan informasi. manager pelayanan.1.9 Mekanisme Perawatan Kesehatan Di Rumah Pasien/ klien yang memperoleh pelayanan keperawatan di rumah dapat merupakan rujukan dari klinik rawat jalan. Selalu tepat janji. namun pasien/ klien dapat langsung menghubungi agensi pelayanan keperawatan di rumah atau praktek keperawatan per orangan untuk memperoleh pelayanan. dan membuat perencanaan. maupun puskesmas . Mekanisme yang harus di lakukan adalah sebagai berikut: 1. Komitmen personal merupakan persyaratan mutlak yang harus dimiliki untuk mengawali suatu bisnis baru. Secara periodic koordinator kasus akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan apakah sudah sesuai dengan kesepakatan. jenis peralatan. membuat keputusan. Selanjutnya klien akan menerima pelayanan dari pelaksana pelayanan keperawatan dirumah baik dari pelaksana pelayanan yang dikontrak atau pelaksana yang direkrut oleh pengelola perawatan dirumah. kesepakatan juga mencakup jenis pelayanan. Kemudahan meliputi kemudahan untuk dihubungi. Selanjutnya apabila dokter telah menetapkan bahwa klien layak dirawat di rumah. sangat penting untuk membina hubungan saling percaya antara masyarakat dengan institusi home care swasta 3. Mengembangkan hubungan kerjasama secara internal dan eksternal untuk memperbaiki kualitas layanan. yang didalamnya ada pimpinan home care. dan jenis sistem pembayaran. Agar pelanggan loyal terhadap suatu institusi home care maka home care harus memperhatikan hal berikut : 1. akan menentukan masalahnya.dana ) baik yang aktual maupun potensial. kemudian bersama-sama klien dan keluarga. Perizinan Mekanisme perizinan pendirian home care sebagai berikut : Berbadan hukum yg 8 . unit rawat inap rumah sakit. membuat kesepakatan mengenai pelayanan apa yang akan diterima oleh klien. maka di lakukan pengkajian oleh koordinator kasus yang merupakan staf dari pengelola atau agensi perawatan kesehatan dirumah.Fase Keperawatan Home Care 1. serta jangka waktu pelayanan. kebutuhan dan harapan klien. Pasien / klien pasca rawat inap atau rawat jalan harus diperiksa terlebih dahulu oleh dokter untuk menentukan apakah secara medis layak untuk di rawat di rumah atau tidak.1. 2. Sesuai standar yang telah ditetapkan. 2. Selain ketersediaan dana juga perlu dianalisa komitmen personal yang ada terhadap rencana pembentukan institusi home care. Pelayanan dikoordinir dan dikendalikan oleh koordinator kasus. 4. Fase persiapan Struktur organisasi. dan kemudahan untuk membuat janji. koordinator kasus dan pelaksana pelayanan.10 Fase. Hal ini merupakan ciri profesional Bersifat responsif terhadap keluhan. 2. setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga pelaksana pelayanan harus diketahui oleh koordinator kasus. 4. manager administrasi. 2.

Kolektor melak kunjungan ke klg untuk penyelesaian administrasi. Sistem ini harus lebih berorientasi pada kepentingan perawat pelaksana bukan keuntungan manajemen semata. Ijin usaha e. suction dan juga peralatan komputer dan perlengkapan kantor. radiologi dan juga dinas sosial. Ijin lingkungan d. perawatan bayi. meliputi format register. tindakan.Transportasi terutama untuk perawat home care dan juga transportasi pasien bila sewaktu-waktu perlu rujukan ke rumah sakit atau tempat pelayanan lainnya. meliputi set alat yang sering dipakai seperti perawatan luka. laboratorium. Fase pasca kunjungan Evaluasi pelayanan home care pada pasien/keluarga dengan : • angket • pertelepon 9 . 2. Fase terminasi Perawat menyelesaikan tugas sesuai kontrak yg disepakati surveyor menyerahkan rekap peralatan dan biaya selama perawatan.ditetapkan dlm akte notaris Mengajukan ijin usaha Home care kepada Dinkes Kab/Kota setempat dg melampirkan : a. Surat Perjanjian kerjasama antara profesi lain seperti misalnya fisioterapi. pengkajian. Ijin persyaratan tenaga meliputi ijin praktek profesi dan sertifikasi home care Daftar tarif dibuat berdasarkan dengan memperhatikan standar harga di wilayah tempat berdirinya home care dengan memperhatikan golongan ekonomi lemah Sarana dan Prasarana. evaluasi dari perawat ataupun dari pasien/keluarga. Persyaratan tata ruang bangunan meliputi : • ruang direktur • ruang menajemen pely • gudang sarana dan peralatan • sarana komunikasi • sarana transportasi f. 3. Sistem penggajian bisa dalam bentuk bulanan atau dibuat dalam setiap kali selesai merawat pasien. aksigen. dokter. 4. Rekomendasi dari PPNI b. Form informed consent. Format askep. meliputi persetujuan tindakan dari pasien dan keluarga. Fase implementasi Case manager menugaskan surveyor untuk melakukan pengkajian kebutuhan klien dan perawat pelaksana untuk merawat klien. Hasil pengkajian awal sebagai referensi untuk merencanakan kebutuhan klien selanjutnya dan dibuat kesepakatan dengan keluarga (waktu. biaya dan sistem perawatan yg dipilih). persetujuan pembiayaan dan keikutsertaaan dalam perawatan. Surveyor memantau pelaksanaan pelayanan keperawatan oleh perawat pelaksana. Ijin lokasi bangunan c. rekap alat/bahan yang terpakai. Sistem gaji/upah personil home care. nebulizier.

Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah.• lewat email • Kunjungan Mengenai : pelayanan perawatan.1 Pengertian Hipertensi Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mm Hg atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon.3 Patofisiologi Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke sel jugularis. sarana.2. Hipertensi Esensial (Primer) Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika. Penggunaan kontrasepsi oral yaitu pil. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah. 10 . lingkungan. b. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: a. maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen.1996). b. obesitas.2.Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkan retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanan darah. Gangguan endokrin dll. sehingga terjadi kenaikan tekanan darah. Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na.2. dll 2. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen. 1996). L. 2.2 Etilogi. merokok dan stress. Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu: a. c. Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. komunikasi. 2. Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang abnormal dengan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolic lebih dari 90 mmHg. (Barbara Hearrison 1997). Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.2 Hipertensi 2. Dan apabila diteruskan pada ginjal. susunan saraf simpatik. Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua serta pelabaran pembuluh darah. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg atau lebih. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ organ seperti jantung. hiperaktivitas. Stress Lingkungan d. system rennin angiotensin. efek dari eksresi Na.Rogen. Hipertensi Sekunder Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal.

jogging. Tidak menimbulakn intoleransi.obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi seperti golongan diuretic. 11 . sakit kepala. rasa berat ditengkuk. gagal ginjal. Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat diakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.2. lemah dan lelah. encelopati f. muka pucat suhu tubuh rendah. c. CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral. 2.2. Hb/Ht: untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan (viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti : hipokoagulabilitas. glukosa. d. Penatalaksanaan Non Farmakologis. a. Memungkinkan penggunaan obat secara oral. 4. Mempunyai efektivitas yang tinggi. gagal jantung. peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi. pusing/migrain. golongan antagonis kalsium. Diet Pembatasan atau pengurangan konsumsi garam. pecahnya pembuluh darah otak. Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan. epistaksis.2. Test diagnostic. 3.2. mata berkunang kunang. golongan penghambat konversi rennin angitensin. EKG : Dapat menunjukan pola regangan. Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal. b. Urinalisa : darah. Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien. dimana luas. b.5 Komplikasi Organ organ tubuh sering terserang akibat hipertensi anatara lain mata berupa perdarahan retina bahkan gangguan penglihatan sampai kebutaan. Penurunan BB dapat menurunkan tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan kadar adosteron dalam plasma. Golongan obat . e. 5. mengisaratkan disfungsi ginjal dan ada DM. bersepeda atau berenang. 6. golongan betabloker. sukar tidur. 2. Secara garis besar terdapat bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu: 1. Aktivitas. protein. 2. 1. 3. Penatalaksanaan Farmakologis. BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.4 Manifestasi Klinis Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah meningkatkan tekanan darah > 140/90 mmHg. 2.6 Penatalaksanaan Medis Penanggulangan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis penatalaksanaan: a. Memungkinkan penggunaan jangka panjang. anemia.

nafas pendek. radialis.7 Asuhan Keperawatan Hipertensi 2. efek. kulit pucat. perubahan keterjagaan. Tanda: Status mental. berdenyu. yang berkaitan dengan pekerjaan. Aktivitas/ Istirahat. perbaikan ginjal. Neurosensori Genjala: Keluhan pening pening/pusing. penyempitan continue perhatian. Pernafasan Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea. riwayat merokok. f. h. penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler. batuk dengan/tanpa pembentukan sputum.1 Pengkajian a. Tanda : Kenaikan TD. otot muka tegang. pembesaran jantung. b. h. proses piker. i.2. Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyi nafas tambahan (krakties/mengi). 12 . penglihatan kabur. sianosis. hipotensi postural. Gejala :Riwayat perubahan kepribadian. letih. Eliminasi Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayat penyakit ginjal pada masa yang lalu. tikikardi. d. perubahan irama jantung. jugularis.2. Makanan/cairan Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam.7. sakit kepala. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal. Nadi denyutan jelas dari karotis. g.. murmur stenosis valvular. aterosklerosis. gaya hidup monoton. pola/isi bicara. 2. sianosis. lemak serta kolesterol. Tanda : Frekuensi jantung meningkat.g. Integritas Ego.) e. keuangan.sakit kepala. mual. takipnea.dispnea. Gejala : kelemahan. pernafasan menghela. penurunan keuatan genggaman tangan. subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontan setelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia. gelisah. Sirkulasi Gejala : Riwayat Hipertensi. Tanda :Letupan suasana hat. epistakis). Nyeri/ ketidaknyaman Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung). tangisan meledak. ansietas. Keamanan Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan. Poto dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup. orientasi. adanya edema. suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisian kapiler mungkin lambat/ bertunda. glikosuria. distensi vena jugularis. ortopnea. peningkatan pola bicara. factor stress multiple hubungan. muntah dan perubahan BB akhir akhir ini (meningkat/turun) Riwayat penggunaan diuretic Tanda: Berat badan normal atau obesitas. c. episode palpitasi.

dingin. Faktor faktor etnik seperti: orang Afrika-amerika. mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapat diterima. batasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal. 3. Dignosa 2 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan O2. (dapat mengindikasikan gagal jantung. 2. mengi dapat mengindikasikan kongesti paru sekunder terhadap terjadinya atau gagal jantung kronik). (membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis.deuritik. (S4 umum terdengar pada pasien hipertensi berat karena adanya hipertropi atrium. Observasi tekanan darah (perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keterlibatan / bidang masalah vaskuler). Kriteria Hasil : Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / beban kerja jantung . Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. 2. suhu. meningkatkan relaksasi). 5. Catat keberadaan.j.7. Pembelajaran/Penyuluhan Gejala: Faktor resiko keluarga: hipertensi. Berikan lingkungan yang nyaman. kelembaban. 8. tenang. Amati warna kulit. 4. panduan imajinasi dan distraksi. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan vasokontriksi pembuluh darah. penggunaan alcohol/obat. dan masa pengisian kapiler (adanya pucat. perkembangan S3 menunjukan hipertropi ventrikel dan kerusakan fungsi. Asia Tenggara. penyakit jantung. Catat adanya demam umum / tertentu. Intervensi : 1. kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambat mencerminkan dekompensasi / penurunan curah jantung).2. Kolaborasi dengan dokter dlam pembrian therafi anti hipertensi. Kriteria hasil dan Intervensi Keperawatan Diagnosa 1 . 7. DM. kerusakan ginjal atau vaskuler). mencerminkan efek dari vasokontriksi (peningkatan SVR) dan kongesti vena). Dunyut pada tungkai mungkin menurun. 6. Kriteria Hasil : 13 . kurangi aktivitas / keributan ligkungan.2 Diagnosa. (dapat menurunkan rangsangan yang menimbulkan stress. aterosporosis. sehingga akan menurunkan tekanan darah). adanya krakels. penggunaan pil KB atau hormone lain. Rencana pemulangan : bantuan dengan pemantau diri TD/perubahan dalam terapi obat. kualitas denyutan sentral dan perifer (Denyutan karotis.jugularis. memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentang normal pasien. membuat efek tenang. (menurunkan tekanan darah). Anjurkan teknik relaksasi. radialis dan femoralis mungkin teramati / palpasi.

batuk panjang. 2. atau nyeridada. (Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas dan mencegah kelemahan). aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja/ jantung). Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan. mengungkapkan metode yang memberikan pengurangan. menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya. berkeringat. Pertahankan tirah baring selama fase akut. mengikuti regiment farmakologi yang diresepkan. pijat punggung dan leher serta teknik relaksasi. Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi. 3. (Stabilitas fisiologis pada istirahat penting untuk memajukan tingkat aktivitas individual). Hilangkan / minimalkan aktivitas vasokontriksi yang dapat meningkatkan sakit kepala : mengejan saat BAB. (teknik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen). (Meminimalkan stimulasi / meningkatkan relaksasi). efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya). (Konsumsi oksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. Kriteria Hasil : Melaporkan nyeri / ketidak nyamanan tulang / terkontrol. misalnya : kompres dingin pada dahi. Intervensi : 1. (Parameter menunjukan respon fisiologis pasien terhadap stress. (Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dengan menghambat / memblok respon simpatik. Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala. pusing atau pingsan.dan membungkuk. (Meminimalkan penggunaan oksigen dan aktivitas yang berlebihan yang memperberat 14 . Intervensi : 1. (Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala pada adanya peningkatkan tekanan vakuler serebral). kelelahan berat dan kelemahan. 4. 2. 5. Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas. Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter : frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat. catat peningkatan TD. dipsnea. frekwensi nadi. Diagnosa 3 Gangguan rasa nyaman nyeri : sakit kepela berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler cerebral. 4.Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan. TD stabil. 3. Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan/kelelahan. Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. peningkatan perhatian pada aktivitas dan perawatan diri. melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur. Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatan tiba-tiba pada kerja jantung).

(Penurunan masukan kalori seseorang sebanyak 500 kalori per hari secara teori dapat menurunkan berat badan 0. pola hidup monoton. makanan lunak. (motivasi untuk penurunan berat badan adalah internal. hindari makanan 15 . Intruksikan dan Bantu memilih makanan yang tepat . (menurunkan kerja miocard sehubungan dengan kerja pencernaan). keyakinan budaya.kondisi klien). Kriteria Hasil : klien dapat mengidentifikasi hubungan antara hipertensi dengan kegemukan. stroke. kerena disproporsi antara kapasitas aorta dan peningkatan curah jantung berkaitan dengan masa tumbuh). melakukan / memprogram olah raga yang tepat secara individu. (mengidentivikasi kekuatan / kelemahan dalam program diit terakhir. menunjukan perubahan pola makan. penyakit ginjal.5 kg per minggu. anti ansietas. 2.garam dan gula sesuai indikasi. membantu untuk memfokuskan perhatian pada factor mana pasien telah / dapat mengontrol perubahan). (Kegemukan adalah resiko tambahan pada darah tinggi. (Kesalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya aterosklerosis dan kegemukan yang merupakan predisposisi untuk hipertensi dan komplikasinya. (Analgetik menurunkan nyeri dan menurunkan rangsangan saraf simpatis). Tetapkan keinginan klien menurunkan berat badan.5 kg / minggu. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik. (memberikan data dasar tentang keadekuatan nutrisi yang dimakan dan kondisi emosi saat makan. Biarkan klien itirahat selama 1 jam setelah makan. Membantu dalam menentukan kebutuhan inividu untuk menyesuaikan / penyuluhan). 5. 7. Diagnosa 4 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi in adekuat. gagal jantung. Beri cairan. kelebihan masukan garam memperbanyak volume cairan intra vaskuler dan dapat merusak ginjal yang lebih memperburuk hipertensi). 6. 6. Intervensi : 1. Individu harus berkeinginan untuk menurunkan berat badan. Misalnya : penurunan berat badan 0. diazepam dll. Dorong klien untuk mempertahankan masukan makanan harian termasuk kapan dan dimana makan dilakukan dan lingkungan dan perasaan sekitar saat makanan dimakan. Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan lemak. bila tidak maka program sama sekali tidak berhasil). 4. misalnya. 3. Tetapkan rencana penurunan BB yang realistic dengan klien. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet. Penurunan berat badan yang lambat mengindikasikan kehilangan lemak melalui kerja otot dan umumnya dengan cara mengubah kebiasaan makan). 5. Kaji pemahaman klien tentang hubungan langsung antara hipertensi dengan kegemukan.

keju. peningkatan keletihan. penurunan toleransi sakit kepala. (pengenalan terhadap stressor adalah langkah pertama dalam mengubah respon seseorang terhadap stressor). (Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol penting dalam mencegah perkembangan aterogenesis). 2. Kaji keefektipan strategi koping dengan mengobservasi perilaku. menyatakan kesadaran kemampuan koping / kekuatan pribadi. Kolaborasi dengan ahli gizi sesuai indikasi. Bantu klien untuk mengidentifikasi dan mulai merencanakan perubahan hidup yang perlu. (Mekanisme adaptif perlu untuk megubah pola hidup seorang.jeroan). 4. kerusakan konsentrasi. 5. mengatasi hipertensi kronik dan mengintegrasikan terafi yang diharuskan kedalam kehidupan sehari-hari). (Perubahan yang perlu harus diprioritaskan secara realistic untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya). Dorong klien untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup. Misalnya : kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian. daging dll) dan kolesterol (daging berlemak. (keterlibatan memberikan klien perasaan kontrol diri yang berkelanjutan. kuning telur. peka rangsangan. (Fokus perhtian klien pada realitas situasi yang relatif terhadap pandangan klien tentang apa yang diinginkan. Libatkan klien dalam perencanaan perwatan dan beri dorongan partisifasi maksimum dalam rencana pengobatan.dengan kejenuhan lemak tinggi (mentega. dan dapat menigkatkan kerjasama dalam regiment teraupetik. Etika kerja keras. Bantu untuk menyesuaikan ketibang membatalkan tujuan diri / keluarga. kebutuhan untuk kontrol dan focus keluar dapat mengarah pada kurang perhatian pada kebutuhan-kebutuhan personal). Memperbaiki keterampilan koping. (Manifestasi mekanisme koping maladaptive mungkin merupakan indicator marah yang ditekan dan diketahui telah menjadi penentu utama TD diastolic). telur. produk kalengan. Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya. Diagnosa 6 Kurang pengetahuan mengenai kondisi penyakitnya berhubungan dengan kurang Kriteria hasil 16 . 6. Intervensi : 1. ketidak mampuan untuk mengatasi / menyelesaikan masalah. (Memberikan konseling dan bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual). Catat laporan gangguan tidur. Tanyakan pertanyaan seperti : apakah yang anda lakukan merupakan apa yang anda inginkan ?. mengidentifikasi potensial situasi stress dan mengambil langkah untuk menghindari dan mengubahnya. Diagnosa 5 Inefektif koping individu berhubungan dengan mekanisme koping tidak efektif. Kriteria Hasil : Mengidentifikasi perilaku koping efektif dan konsekkuensinya. es krim. keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan. harapan yang tidak terpenuhi. 3. persepsi tidak realistic. 8.

intoleransi aktivitas dapat teratasi. 2. (kesalahan konsep dan menyangkal diagnosa karena perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minimal klien / orang terdekat untuk mempelajari penyakit. 2. diet tinggi lemak jenuh. 4.1 Fase Persiapan Struktur organisasi Pimpinan homecare: Manajer adminstrasi: 1. 2.2. 2.1. dan minum alcohol (lebih dari 60 cc / hari dengan teratur) pola hidup penuh stress. Format askep home care No register: ………… Nama pasien: 17 . maka perubahan perilaku tidak akan dipertahankan). pola hidup monoton.tanda dan gejala. Kaji tingkat pemahaman klien tentang pengertian. dan akibat lanjut.2. Mengidentifikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang perlu diperhatikan. 2.2.penyebab. Pelaksana Pelayanan:1. 2. klien dapat mengontrol pemasukan / intake nutrisi. (Faktor-faktor resiko ini telah menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi dan penyakit kardiovaskuler serta ginjal). Manajer Pelayanan: 1. Bila klien tidak menerima realitas bahwa membutuhkan pengobatan kontinu. Koordinator kasus: 1. (mengidentivikasi tingkat pegetahuan tentang proses penyakit hipertensi dan mempermudah dalam menentukan intervensi). 2. rasa sakit kepala berkurang bahkan hilang. penyebab. Intervensi : 1. dan akibat lanjut) melalui penkes. pengobatan. Mempertahankan TD dalam parameter normal.3 Evaluasi Keperawatan Resiko penurunan jantung tidak terjadi. klien dapat menggunakan mekanisme koping yang efektif dan tepat.7. kemajuan dan prognosis.3 Rencana Perawatan Home Care Hipertensi 2. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor-faktor resiko kardivaskuler yang dapat diubah. 3. misalnya : obesitas. Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat. (Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan klien tentang proses penyakit hipertensi). klien paham mengenai kondisi penyakitnya. dan kolesterol. Jelaskan pada klien tentang proses penyakit hipertensi (pengertian. pencegahan.pencegahan. 2. Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regiment pengobatan. pengobatan. tanda dan gejala.3. merokok.

ortopnea. tangisan meledak.. Asia Tenggara.dispnea. ansietas. letih. i. orientasi. pernafasan menghela. penggunaan alcohol/obat. epistakis). yang berkaitan dengan pekerjaan. pola/isi bicara. otot muka tegang. sakit kepala. penurunan keuatan genggaman tangan. Nadi denyutan jelas dari karotis. Pengkajian a. lemak serta kolesterol. Aktivitas/ Istirahat. Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyi nafas tambahan (krakties/mengi). kulit pucat. Tanda: Status mental. batuk dengan/tanpa pembentukan sputum. penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler. muntah dan perubahan BB akhir akhir ini (meningkat/turun) Riwayat penggunaan diuretic Tanda: Berat badan normal atau obesitas. radialis. nafas pendek. f. penglihatan kabur. d. Faktor faktor etnik seperti: orang Afrika-amerika. g. peningkatan pola bicara. Tanda :Kenaikan TD. Sirkulasi Gejala :Riwayat Hipertensi. riwayat merokok. Integritas Ego. b. j. sianosis. gaya hidup monoton. suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisian kapiler mungkin lambat/ bertunda. Neurosensori Gejala: Keluhan pening pening/pusing. berdenyu. murmur stenosis valvular. c. takipnea. subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontan setelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia. Pernafasan Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea. Eliminasi Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayat penyakit ginjal pada masa yang lalu. gelisah. tikikardi. Nyeri/ ketidaknyaman Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung). jugularis. aterosporosis. episode palpitasi. penggunaan pil KB atau hormone lain. h.sakit kepala. distensi vena jugularis. perubahan irama jantung. proses piker. Pembelajaran/Penyuluhan Gejala: Faktor resiko keluarga: hipertensi. mual. penyempitan continue perhatian. penyakit jantung.) e. Rencana pemulangan : bantuan dengan pemantau diri TD/perubahan dalam terapi obat. perubahan keterjagaan. efek.Umur: 1. 18 . adanya edema. factor stress multiple hubungan. Keamanan Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan. keuangan. hipotensi postural. Gejala :Riwayat perubahan kepribadian. DM. Makanan/cairan Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam. aterosklerosis. sianosis. Tanda :Letupan suasana hati. Tanda :Frekuensi jantung meningkat. Gejala : kelemahan. glikosuria.

Catat adanya demam umum / tertentu. kelelahan berat dan kelemahan. pusing atau pingsan. Catat keberadaan. Intervensi : 1. (Parameter menunjukan respon fisiologis pasien terhadap stress. 3. kualitas denyutan sentral dan perifer (Denyutan karotis. radialis dan femoralis mungkin teramati / palpasi. Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. 4. frekwensi nadi. melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur.jugularis. (dapat menurunkan rangsangan yang menimbulkan stress. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan vasokontriksi pembuluh darah. kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambat mencerminkan dekompensasi / penurunan curah jantung). Kolaborasi dengan dokter dlam pembrian therafi anti hipertensi. (adanya pucat. mencerminkan efek dari vasokontriksi (peningkatan SVR) dan kongesti vena). peningkatan perhatian pada 19 . kerusakan ginjal atau vaskuler). membuat efek tenang. memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentang normal pasien. 2. Dignosa 2 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. Kriteria Hasil : Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan. atau nyeridada. kelembaban. sehingga akan menurunkan tekanan darah).deuritik. catat peningkatan TD. Anjurkan teknik relaksasi. mengi dapat mengindikasikan kongesti paru sekunder terhadap terjadinya atau gagal jantung kronik). aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja / jantung). suhu. 6. Amati warna kulit. panduan imajinasi dan distraksi. dingin. Intervensi : 1. (S4 umum terdengar pada pasien hipertensi berat karena adanya hipertropi atrium. berkeringat. Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter : frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat. Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan / kelelahan. dan masa pengisian kapiler. Observasi tekanan darah (perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keterlibatan / bidang masalah vaskuler). Kriteria Hasil : Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / beban kerja jantung . Dunyut pada tungkai mungkin menurun. Kriteria hasil dan Intervensi Keperawatan Diagnosa 1 . mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapat diterima. (dapat mengindikasikan gagal jantung. 7. TD stabil.2. ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan O2. adanya krakels. perkembangan S3 menunjukan hipertropi ventrikel dan kerusakan fungsi. (menurunkan tekanan darah). 5. Diagnosa. 2. dipsnea.

makanan lunak. Beri cairan. menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya.dan membungkuk. 5. Biarkan klien itirahat selama 1 jam setelah makan. (teknik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen). Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan. Diagnosa 4 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi in adekuat. mengikuti regiment farmakologi yang diresepkan. Kriteria Hasil : 20 . Diagnosa 3 Gangguan rasa nyaman nyeri : sakit kepela berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler cerebral. pijat punggung dan leher serta teknik relaksasi. misalnya : kompres dingin pada dahi. Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. diazepam dll. mengungkapkan metode yang memberikan pengurangan. Kriteria Hasil : Melaporkan nyeri / ketidak nyamanan tulang / terkontrol. 3. Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas. (Stabilitas fisiologis pada istirahat penting untuk memajukan tingkat aktivitas individual). Hilangkan / minimalkan aktivitas vasokontriksi yang dapat meningkatkan sakit kepala : mengejan saat BAB. (Meminimalkan penggunaan oksigen dan aktivitas yang berlebihan yang memperberat kondisi klien). Pertahankan tirah baring selama fase akut. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik. (Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas dan mencegah kelemahan). 4. (menurunkan kerja miocard sehubungan dengan kerja pencernaan). Intervensi : 1. 6. (Konsumsi oksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. pola hidup monoton. (Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala pada adanya peningkatkan tekanan vakuler serebral). Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dengan menghambat / memblok respon simpatik. Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatan tibatiba pada kerja jantung). anti ansietas. 2. 5.aktivitas dan perawatan diri. 4. batuk panjang. Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi. (Meminimalkan stimulasi / meningkatkan relaksasi). Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala. keyakinan budaya. 3. (Analgetik menurunkan nyeri dan menurunkan rangsangan saraf simpatis). efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya).

Misalnya : penurunan berat badan 0. (motivasi untuk penurunan berat badan adalah internal. Dorong klien untuk mempertahankan masukan makanan harian termasuk kapan dan dimana makan dilakukan dan lingkungan dan perasaan sekitar saat makanan dimakan. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet. (Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol penting dalam mencegah perkembangan aterogenesis). keju. (memberikan data dasar tentang keadekuatan nutrisi yang dimakan dan kondisi emosi saat makan. hindari makanan dengan kejenuhan lemak tinggi (mentega. 3. (Kesalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya aterosklerosis dan kegemukan yang merupakan predisposisi untuk hipertensi dan komplikasinya. Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan lemak. (Memberikan konseling dan bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual). membantu untuk memfokuskan perhatian pada factor mana pasien telah / dapat mengontrol perubahan). bila tidak maka program sama sekali tidak berhasil). es krim.klien dapat mengidentifikasi hubungan antara hipertensi dengan kegemukan. 8. melakukan / memprogram olah raga yang tepat secara individu. 5. mengidentifikasi potensial situasi stress dan mengambil langkah untuk menghindari dan mengubahnya. Membantu dalam menentukan kebutuhan inividu untuk menyesuaikan / penyuluhan). produk kalengan. misalnya. menunjukan perubahan pola makan.jeroan). Kaji pemahaman klien tentang hubungan langsung antara hipertensi dengan kegemukan. Kolaborasi dengan ahli gizi sesuai indikasi. Intervensi : 1.5 kg per minggu. (Kegemukan adalah resiko tambahan pada darah tinggi. Intruksikan dan Bantu memilih makanan yang tepat . telur. Individu harus berkeinginan untuk menurunkan berat badan. Kriteria Hasil : Mengidentifikasi perilaku koping efektif dan konsekkuensinya. 4. kuning telur. persepsi tidak realistic. harapan yang tidak terpenuhi. (mengidentivikasi kekuatan / kelemahan dalam program diit terakhir.garam dan gula sesuai indikasi. daging dll) dan kolesterol (daging berlemak. gagal jantung.5 kg / minggu. kelebihan masukan garam memperbanyak volume cairan intra vaskuler dan dapat merusak ginjal yang lebih memperburuk hipertensi). Penurunan berat badan yang lambat mengindikasikan kehilangan lemak melalui kerja otot dan umumnya dengan cara mengubah kebiasaan makan). stroke. (Penurunan masukan kalori seseorang sebanyak 500 kalori per hari secara teori dapat menurunkan berat badan 0. kerena disproporsi antara kapasitas aorta dan peningkatan curah jantung berkaitan dengan masa tumbuh). 7. Tetapkan rencana penurunan BB yang realistic dengan klien. menyatakan kesadaran kemampuan koping / kekuatan pribadi. Tetapkan keinginan klien menurunkan berat badan. 2. penyakit ginjal. 21 . Diagnosa 5 Inefektif koping individu berhubungan dengan mekanisme koping tidak efektif. 6.

ketidak mampuan untuk mengatasi / menyelesaikan masalah. Bila klien tidak menerima 22 . 3. merokok.Intervensi : 1. misalnya : obesitas. Catat laporan gangguan tidur. Dorong klien untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup. Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat. dan kolesterol. Tanyakan pertanyaan seperti : apakah yang anda lakukan merupakan apa yang anda inginkan ?. penurunan toleransi sakit kepala. Memperbaiki keterampilan koping. peningkatan keletihan. Misalnya : kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian. pola hidup monoton. Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya. Bantu untuk menyesuaikan ketibang membatalkan tujuan diri / keluarga. Mengidentifikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang perlu diperhatikan. kemajuan dan prognosis. dan minum alcohol (lebih dari 60 cc / hari dengan teratur) pola hidup penuh stress. diet tinggi lemak jenuh. 6. Bantu klien untuk mengidentifikasi dan mulai merencanakan perubahan hidup yang perlu. Diagnosa 6 Kurang pengetahuan mengenai kondisi penyakitnya berhubungan dengan kurangn Kriteria hasil 1. (kesalahan konsep dan menyangkal diagnosa karena perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minimal klien / orang terdekat untuk mempelajari penyakit. keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan. 2. (Mekanisme adaptif perlu untuk megubah pola hidup seorang. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor-faktor resiko kardivaskuler yang dapat diubah. 4. (Fokus perhtian klien pada realitas situasi yang relatif terhadap pandangan klien tentang apa yang diinginkan. kebutuhan untuk kontrol dan focus keluar dapat mengarah pada kurang perhatian pada kebutuhan-kebutuhan personal). 2. Kaji keefektipan strategi koping dengan mengobservasi perilaku. dan dapat menigkatkan kerjasama dalam regiment teraupetik. mengatasi hipertensi kronik dan mengintegrasikan terafi yang diharuskan kedalam kehidupan sehari-hari). Intervensi : 1. (Perubahan yang perlu harus diprioritaskan secara realistic untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya). Mempertahankan TD dalam parameter normal. kerusakan konsentrasi. 5. Libatkan klien dalam perencanaan perwatan dan beri dorongan partisifasi maksimum dalam rencana pengobatan. (Faktor-faktor resiko ini telah menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi dan penyakit kardiovaskuler serta ginjal). Etika kerja keras. Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regiment pengobatan. 2. peka rangsangan. (pengenalan terhadap stressor adalah langkah pertama dalam mengubah respon seseorang terhadap stressor). (Manifestasi mekanisme koping maladaptive mungkin merupakan indicator marah yang ditekan dan diketahui telah menjadi penentu utama TD diastolic). (keterlibatan memberikan klien perasaan kontrol diri yang berkelanjutan.

Kaji tingkat pemahaman klien tentang pengertian. REKAP ALAT / BAHAN YANG TERPAKAI 1. Fase implementasi Rencana kebutuhan klien Waktu : Biaya: Pemantauan Hipertensi 35. Infus set 6. 2. Penimbang berat badan 4.2. EVALUASI 1.3.000 1 x tindakan Daftar tarif sewa alat 23 . pengobatan. Stetoskop 3.tanda dan gejala.realitas bahwa membutuhkan pengobatan kontinu. Evaluasi pasien / keluarga FORMAT INFORM CONCENT Persetujuan dari pasien dan keluarga Persetujuan pembiayaan dan keikutsertaaan dalam perawatan Persetujuan sistem gaji/upah personil home care. Obat-obatan Dll…………………………. maka perubahan perilaku tidak akan dipertahankan). Evalusi Perawat 2.2. pengobatan. dan akibat lanjut) melalui penkes. 3. (Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan klien tentang proses penyakit hipertensi). penyebab. Jelaskan pada klien tentang proses penyakit hipertensi pengertian. 4. Tensi meter 2.pencegahan. 3. tanda dan gejala. (mengidentivikasi tingkat pegetahuan tentang proses penyakit hipertensi dan mempermudah dalam menentukan intervensi). 4. penyebab. dan akibat lanjut. Spuit 5. pencegahan.

000 Set oksigen + isi 1 m3 60.000 Penanganan nyeri 50.000 – 20.500 – 15.Set hipertensi 10.000 2 Luar Kota kepanjen 20.000 Tarif transportasi 1 Dalam kota kepanjen 1.000/km 24 .

biaya transpor dan biaya lainlain yang terkait dengan penjaga yang sakit.2 Saran Bagi perawat Perawat yang menjalankan perawatan home care hendaknya sudah memiliki SIP. harus kompeten dalam bidangnya. membantu dalam proses tindakan keperawatan. penderita hipertensi memerlukan pengawasan tekanan darah. Kedua adalah home care swasta (agency) yang dikelola oleh swasta atau suatu agency dan didirikan oleh yayasan atau lembaga lain yang sudah disyahkan dengan akta notaris. Pertama adalah hospital home care yang dikelola oleh rumah sakit dan kebanyakan pasien yang dilayani adalah pasien pasca rawat di rumah sakit tersebut. keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi.1 Kesimpulan Dari pembahasn di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa. 3. dan dapat bersifat kooperatif dalam menerima informasi dari perawat.Keduanya merupakan bentuk pelayanan kesehatan masa depan karena dengan home care. 25 . home care merupakan bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu. pembatasan diet dan panorama BB. manicotti anjuran dari perawa. Pada kasus penyakit hipertensi kebanyakan pasien aman untuk untuk di rawat. Perawatan di rumah selain dapat mengurangi kecemasan juga dapat menghemat biaya dari beberapa segi misal biaya kamar. dan tersier.Tetapi perlu diingat bahwa pasien yang dapat layananhome care adalah pasien yang secara medis dinyatakan aman untuk dirawat di rumah dengan kondisi rumah yang memadai. dan pengawasan keteraturan minum obat. Pelayanan keperawatan Home care terdiri dari tiga yaitu primer. Bagi pasien dan keluarga Hendaknya pasien dan keluarga dapat bersifat terbuka terhadap perawat home care. sekunder. pasien dapat dirawat dirumahnya sendiri dengan ditemani oleh anggota keluarga yang lain sehingga kecemasan pasien dapat diminimalkan. Institusi home care dibedakan menjadi dua. bertanggung jawab terhadap tugasnya.BAB III PENUTUP 3.