P. 1
Makalah Kebj. Fiskal-uas

Makalah Kebj. Fiskal-uas

|Views: 485|Likes:
Published by ElianaMendoza

More info:

Published by: ElianaMendoza on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Upaya pemeliharaan kestabilan ekonomi makro berada di dalam lingkup tugas kebijakan ekonomi makro, yaitu kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan nilai tukar. Sementara itu, upaya pengembangan infrastruktur ekonomi berada di dalam lingkup tugas kebijakan ekonomi mikro, seperti kebijakan di bidang industri, perdagangan, pasar modal, perbankan, dan sektor keuangan lainnya. Dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan ekonomi makro, terdapat empat kebijakan umum yang diambil selama periode sebelum krisis, yaitu: • • • Menerapkan kebijakan fiskal/anggaran berimbang untuk menghindari penggunaan hutang domestik dalam pembiayaan pengeluaran pemerintah. Menerapkan kebijakan moneter yang berhati-hati yang menjaga agar pertumbuhan likuiditas sesuai dengan pertumbuhan permintaan riil. Menjaga agar nilai tukar rupiah selalu berada pada posisi yang realistis. Pada awalnya ini dilakukan melalui kebijakan devaluasi setiap kali situasi ekonomi menuntut demikian. Kemudian, kemudian sejak tahun 1986 hal ini dilakukan melalui penyesuaian sasara nilai tukar rupiah secara harian yang ditujukan untuk memelihara daya saing industri-industri berorientasi ekspor dan sekaligus agar perkembangan nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. • Mempertahankan kebijakan lalu lintas modal (devisa) bebas sejak tahun 1971. Kebijakan ini telah membantu menarik investasi asing dan membuat perekonomian Indonesia dapat dengan relatif cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi di pasar internasional. Dalam mengatur perekonomian, pemerintah membuat suatu daftar anggaran yang disebut APBN. Yang memuat sumber penerimaan dan jenis-jenis pengeluaran negara untuk pembayaran. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam memengaruhi perekonomian melalui pengeluaran dan penerimaan dalam APBN. Kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian, khususnya
1

Perekonomian Indonesia.

• Mendukung sasaran Pembangunan tahun 2009.Anggaran belanja negara terdiri dari penerimaan atas pajak pengeluaran pemerintah (goverment expenditure) transfer pemerintah (government transfer) government transfer Biaya transfer pemerintah merupakan pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang tidak menghasilkan balas jasa secara langsung. Dirumuskan : Y = C + I + G Sebagai rencana kerja dan keuangan tahunan Pemerintah. • • Fokus dari Alokasi Anggaran Negara 2009 Mendukung pelaksanaan tema pembangunan 2009 yaitu: KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN PENINGKATAN KEMISKINAN. Salah satu pengaruh penerapan kebijakan fiskal adalah pada pendapatan nasional. APBN mengemban fungsi : • Otorisasi negara • Perencanaan • : sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan Pengawasan : sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara : sebagai dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pelaksanaan dengan ketentuan. Pada sistem perekonomian yang tertutup (tidak ada perdagangan internasional) maka pendapatan nasional (Y) dapat tersusun atas konsumsi (C). yaitu : • Mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% . Contoh pemberian beasiswa kepada mahasiswa. pengeluaran pemerintah (G). investasi (I). bantuan bencana alam dan sebagainya.

kesehatan. reformasi birokrasi. antara lain : • • Peningkatan stimulus melalui pembangunan infrastruktur Pengalokasian anggaran subsidi yang lebih tepat sasaran untuk menjaga stabilitas harga dan perlindungan kesejahteraan masyarakat • • Perlindungan sosial.8. • Peningkatan upaya anti korupsi. • Amandemen UU PPN Di bidang Belanja Negara. antara lain : • Pemberian pajak ditanggung pemerintah (DTP) : PPh panas bumi dan bunga obligasi internasional. serta pemantapan demokrasi. infrastruktur. Percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. pertahanan dan keamanan dalam negeri.0% . dan PNPM Peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan pensiunan Krisis ekonomi global telah mempengaruhi perekonomian Indonesia secara signifikan. diantaranya melalui pendidikan.• • • Menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 12% -14% Menurunkan tingkat pengangguran menjadi 7. Di bidang Pendapatan Negara. dalam bentuk: • • Penurunan ekspor Penurunan tingkat produksi 3 . dan energi.0% Mendukung Prioritas RKP 2009: • • Peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan. PPN BBM bersubsidi. PPN minyak goreng. PPN impor (PDRI) dan bea masuk impor (PDRI).

Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. dan terjadinya lonjakan jumlah pengangguran dunia. Sepanjang tahun 2008. dan memicu terjadinya krisis ekonomi. negara-negara ASEAN juga terpengaruh krisis global. Indonesia meskipun telah membangun momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Dampak negatif yang paling cepat dirasakan sebagai akibat dari krisis perekonomian global adalah pada sektor keuangan melalui aspek sentimen psikologis maupun akibat merosotnya likuiditas global. situasi ini dapat merusak fundamental perekonomian. Jepang. dan second round effectnya akan mulai dirasakan meningkat intensitasnya pada tahun 2009. bahkan akan meningkat intensitasnya pada tahun 2009. Maka. Krisis keuangan global yang mulai berpengaruh secara signifikan dalam triwulan III tahun 2008. Hal ini menyebabkan pasar valas di negara-negara maju maupun berkembang cenderung bergejolak di tengah ketidakpastian yang meningkat. Pemerintah dan DPR sepakat untuk merumuskan langkah penyesuaian melalui program stimulus fiskal. Hongkong. Australia. Penurunan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar 50 persen. nilai tukar rupiah telah terdepresiasi . diperkirakan akan berdampak negatif pada kinerja ekonomi makro Indonesia dalam tahun 2009 baik di sisi neraca pembayaran. Sebagai negara dengan perekonomian terbuka. Krisis finansial global yang menyebabkan menurunnya kinerja perekonomian dunia secara drastis pada tahun 2008 dan diperkirakan masih akan terus berlanjut. Kekhawatiran atas dampak negatif pelemahan ekonomi global terhadap perekonomian di negara-negara emerging markets dan fenomena flight to quality dari investor global di tengah krisis keuangan dunia dewasa ini. terjadinya penurunan kapasitas produksi. telah memberikan tekanan pada mata uang seluruh dunia. Bagi negara-negara berkembang dan emerging markets. dan depresiasi nilai tukar rupiah disertai dengan volatilitas yang meningkat. selain menyebabkan volume perdagangan global pada tahun 2009 merosot tajam. neraca sektor riil dan APBN. untuk meminimalkan efek negatif dari krisis ekonomi global.• • Penurunan pertumbuhan ekonomi Peningkatan pengangguran dan kemiskinan Negara-negara lainnya seperti China. New zealand. juga akan berdampak pada banyaknya industri besar yang terancam bangkrut. termasuk Indonesia dan mengeringkan likuiditas dolar Amerika Serikat di pasar domestik banyak negara. tidak akan terlepas dari dampak negatif pelemahan ekonomi dunia tersebut.

dan rencana merumahkan tenaga kerja pada industri perkayuan dan industry perkebunan. dan upaya pengurangan kemiskinan. lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 7. tetapi juga akan mengurangi pendapatan devisa dari penghasilan mereka di luar negeri (remittances). Selain itu. Hal ini tidak saja akan menambah berat tekanan pada pasar tenaga kerja di Indonesia. 2. resesi global juga akan mengakibatkan PHK atas sebagian dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. peningkatan pengangguran tenaga kerja dan jumlah masyarakat miskin merupakan dampak berikutnya yang akan segera dialami oleh perekonomian nasional akibat krisis perekonomian global.1 persen . Data tiga bulan terakhir menunjukkan ekspor melemah sangat cepat hingga pertumbuhan diperkirakan akan stagnan (nol persen) atau bahkan negatif (-3. Berbagai kondisi tersebut di atas diperkirakan akan berpengaruh signifikan terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi. antara lain berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio.2 Tujuan Tujuan dari menulis makalah mengenai Kebijakan Fiskal terkait dengan Krisis Global adalah : 1. penyediaan kesempatan kerja. menyusul kemudian rencana PHK pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan kertas.0 persen dengan titik estimasi paling optimis pada 4.5 persen.sebesar 17. sehingga pada akhirnya rasionalisasi tenaga kerja sulit dihindari.0 persen) terutama disebabkan (1) perlambatan2 investasi yang diperkirakan mencapai 5.5 persen. Mengetahui tujuan stimulus Fiskal 3. Kecenderungan penurunan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4. dan (2) kinerja ekspor yang melambat dari perkiraan sebelumnya 7. Saat ini. Mengetahui definisi instrument dan pokok-pokok Kebijakan Fiskal serta hubungan Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. 1. Mengetahui Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal yang dijadikan stimulus fiskal 5 .0 persen). Penurunan ekspor tersebut juga akan diikuti oleh penurunan produksi. Dengan berbagai perkembangan tersebut. fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) telah terjadi pada industri-industri yang berorientasi ekspor. Kecenderungan volatilitas nilai tukar rupiah tersebut masih akan berlanjut hingga tahun 2009 dengan masih berlangsungnya upaya penurunan utangutang (deleveraging) dari lembaga keuangan global.0 – 5.8 persen menjadi paling tinggi 5.7 persen (lebih rendah dari titik estimasi awal sebesar 5.9 persen. dan pemulangan mereka ke Indonesia.

Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. 2. Anggaran Berimbang (Balanced Budget) . Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran : 1. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif. Mengetahui Instrumen untuk mengatasi krisis global dengan stimulus fiskal BAB II PEMBAHASAN 2. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output.1 Definisi/ Pengertian Kebijakan Fiskal Serta penjelasannya Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.4. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. 3. namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.

PKH dan berbagai subsidi lainnya) Melanjutkan stimulus fiskal melalui pembangunan infrastruktur. BOS. Jamkesmas. Raskin. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin. pertanian dan energi.Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Indonesia tahun 2010 Meneruskan/meningkatkan seluruh program kesejahteraan rakyat (PNPM. serta proyek padat karya Mendorong pemulihan dunia usaha termasuk melalui pemberian insentif perpajakan dan bea masuk Meneruskan reformasi birokrasi Memperbaiki Alutsista Menjaga anggaran pendidikan 20% Kebijakan Transfer ke Daerah Tahun 2010 Mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah serta antar-daerah DAU tahun 2010 sebesar 26% dari PDN neto Mendukung kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan nasional yang menjadi urusan daerah Mengalokasikan DBH Cukai Hasil Tembakau kepada daerah penghasil cukai hasil tembakau dan daerah penghasil tembakau Prioritas DAK untuk membantu daerah-daerah yang kemampuan keuangan daerahnya relatif rendah Dana Penyesuaian diprioritaskan untuk gaji guru PNS Daerah Hubungan kebijakan Fiskal dengan kebiijakan Moneter dan Desentralisasi Koordinasi KebijakanMoneter dan Fiskal – Pemantapan koordinasi untuk menjaga sasaran bersama 7 .

dan PPN. PMN dalam rangka KUR 3. kenaikan PTKP. Sinkronisasi UU Penanaman Modal Tahun2007 dengan berbagai peraturan daerah & Juklak UU PenanamanModal Penyusunan rancangan perubahan UU No. belanja sosial dan subsidi 2. peningkatan alokasi langsung ke RTS dalam APBN 2009 2.l.3 Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal yang Dijadikan Stimulus fiskal . PPh pasal 21 dan 25. Menangani dampak PHK melalui peningkatan anggaran belanja infrastruktur (termasuk PNPM). Memperbaiki daya saing dan daya tahan sektor usaha a.2 Tujuan Stimulus Fiskal 1.– –    Harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal untuk mengoptimalkan pertumbuhan Mengendalikan likuiditas perekonomian dengan mengupayakan: Suku bunga yang secara riil mampu menjaga kepercayaan terhadap Rupiah Mengurangi tekanan inflasi Penyediaan insentif untuk mendukung percepatan sektor riil Meningkatkan efektifitas dan efisiensi belanja sebagai stimulus pembangunan Memperbaiki pelaksanaan anggaran di daerah-daerah untuk mendukung percepatan pembangunan Percepatan persetujuan APBD Pelaporan dan penggunaan belanja APBD Peningkatan kepastian hukum dan keserasian peraturan pusat dan daerah diprioritaskan Penegakan hukum persaingan usaha.l. subsidi energi dan air bersih. Mempertahankan kesejahteraan masyarakat (daya beli) a. melalui : penurunan tarif pajak PPh OP. kenaikan gaji PNS/TNI Polri/Guru/Dosen/ Pensiunan/Tunjangan Veteran. Melalui : penurunan tarif PPh Badan. pemberian fasilitas DTP untuk bea masuk. 5/1999 untuk membangun sistem pasar yang lebih sehat Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Desentralisasi - 2.

Kenaikan defisit dibiayai dari: i. Anggaran 1.0 T) 2. propinsi.Tambahan pinjaman program 2. 56.5% PDB 3. Merupakan bagian dari Program/Kegiatan rencana strategis pembangunan 2009    Kegiatan sudah memiliki desain atau dapat menyiapkan desain secara cepat Kegiatan tersebut sudah tidak tersangkut dengan masalah tanah. terdiri dari stimulus keringanan perpajakan dan kepabeanan (Rp.4 T). Defisit APBN 2009 meningkat dari 1% PDB menjadi 2.1. serta stimulus belanja negara dan pembiayaan (Rp. dan kabupaten/ kota akan menjadi faktor pengurang 9 . Penalti Anggaran stimulus yang tidak berhasil direalisasikan oleh Kementerian negara/Lembaga. Hasilnya seketika dan dapat diselesaikan dalam tahun 2009. Administratif a.Pembiayaan utang dari penarikan pinjaman siaga iii. Memenuhi sasaran Inpres Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi 2008-2009   Harus melengkapi sistem jaringan infrastruktur agar lebih efisien. 17.SILPA 2008 ii.3 T. Dipastikan dapat diserap pada tahun 2009. Stimulus fiskal sebesar Rp 73. b. Penetapan Kriteria Program/kegiatan    Menciptakan lapangan kerja yang signifikan.

dan (c) menangani dampak PHK dan mengurangi tingkat pengangguran dengan belanja infrastruktur padat karya. PPN DTP. Kebijakan stimulus fiskal dilakukan melalui tiga cara dan sekaligus untuk tiga tujuan: (a) mempertahankan dan/atau meningkatkan daya beli masyarakat untuk dapat menjaga laju pertumbuhan konsumsi di atas 4 persen atau mendekati 4. pemberian fasilitas bea masuk DTP. guna menyelamatkan perekonomian nasional tahun 2009 dari krisis global. dan penyertaan modal negara (PMN) dalam rangka kredit usaha rakyat dan penjaminan ekspor. c. penurunan harga solar. belanja negara. Peningkatan daya beli masyarakat dilakukan melalui penurunan tarif PPh Orang Pribadi dan kenaikan penghasilan tidak kena pajak.4 Mengatasi dampak Krisis Global Melalui Program Stimulus Fiskal APBN 2009 Dalam rangka memperkecil dampak negatif dari krisis keuangan global. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal. PPh pasal 21 dan 25 DTP. kenaikan gaji PNS. (b) mencegah PHK dan meningkatkan daya tahan dan daya saing usaha menghadapi krisis ekonomi dunia. program dan kegiatan stimulus fiskal APBN 2009 dilaporkan dalam LKPP 2009 2. antara lain dengan memperluas program stimulus ekonomi melalui APBN 2009. Peningkatan daya saing dan daya tahan usaha dan ekspor ditempuh melalui penurunan tarif PPh Badan dan perusahaan terbuka. Pelaporan :  Program stimulus fiskal disampaikan dalam laporan pelaksanaan APBN semester I 2009  Pelaksanaan kebijakan. pemberian subsidi harga untuk obat generik dan minyak goreng. dan pemberian BLT. dan PPN untuk produk akhir ditanggung Pemerintah (DTP).7 persen. Penciptaan . potongan tarif listrik untuk industri. serta defisit dan pembiayaan anggaran.bagi alokasi anggaran tahun 2010. TNI. dan penyesuaian berbagai besaran pendapatan negara. guru/dosen. melakukan perubahan terhadap beberapa asumsi ekonomi makro yang dirasakan sudah tidak lagi realistis. Polri dan pensiunan. penurunan harga BBM.

apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: a. pelabuhan pasar. penghematan belanja negara dalam rangka peningkatan efisiensi. krisis sistemik dalam sistem keuangan dan perbankan nasional yang membutuhkan tambahan dana penjaminan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). penurunan pertumbuhan ekonomi di bawah asumsi dan deviasi asumsi ekonomi makro lainnya yang menyebabkan turunnya pendapatan negara. guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 23 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN Tahun 2009. b. kenaikan biaya utang. khususnya imbal hasil Surat Berharga Negara. dengan tetap menjaga sasaran program/kegiatan prioritas yang tetap harus tercapai. pergeseran anggaran belanja antarprogram. pembangkit dan transmisi listrik. 11 . rehabilitasi jalan usaha tani. secara signifikan.lapangan kerja dan pencegahan/pengamanan dampak PHK dilakukan melalui penambahan anggaran untuk infrastruktur yang terkait dengan bencana alam. instalasi pengolahan air minum. Langkah-langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal tersebut diusulkan kepada Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk dibahas bersama dan disetujui. serta meletakkan dasar-dasar yang lebih kuat dan memperkokoh sendi-sendi perekonomian nasional. dan/atau c. serta pembangunan infrastruktur pergudangan pangan. 2. Hal ini dilakukan dengan meneruskan reformasi di seluruh instansi departemen. dan/atau antarjenis belanja dalam satu kementerian negara/lembaga dan/atau antarkementerian negara/ lembaga. jaringan kereta api. Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan langkahlangkah: 1. pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2009. antarkegiatan. 3. Selain ditujukan untuk meredam dampak krisis global. yang menyatakan sebagai berikut: “Dalam keadaan darurat. perumahan rakyat. dan/atau meningkatnya belanja negara secara signifikan. 3 proyek tahun jamak. langkah-langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal tersebut juga dimaksudkan untuk mempersiapkan fondasi yang lebih kuat dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Prognosa pertumbuhan ekonomi paling rendah 1% (satu persen) di bawah asumsi. Posisi nominal dana pihak ketiga di perbankan nasional menurun secara drastis.000 per dolar Amerika Serikat. keadaan darurat tersebut terjadi apabila: 1.” Sesuai dengan penjelasan Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN Tahun 2009. dan 5. Berdasarkan penilaian (assessment) dan pemantauan yang dilakukan secara intensif terhadap dampak krisis keuangan global terhadap prospek perekonomian nasional. serta pagu alokasi anggaran yang telah ditetapkan dalam APBN 2009 dipandang sudah tidak realistis lagi. 3. asumsi pertumbuhan ekonomi diperkirakan minimal 1. dapat disimpulkan bahwa beberapa asumsi ekonomi makro dan berbagai besaran. asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) diperkirakan mengalami deviasi lebih dari 43.7 persen. penerbitan Surat Berharga Negara melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN tahun yang bersangkutan.8 persen. tercermin dalam (a) tidak adanya yield penawaran yang dimenangkan dalam benchmark Pemerintah dalam 2 (dua) kali lelang berturut-turut. Ketiga. dan/atau (b) terjadi kecenderungan peningkatan yield sekurang-kurangnya sebesar 300 basis points (bps) dalam 1 (satu) bulan. Kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) yang menyebabkan tambahan biaya penerbitan SBN secara signifikan. Prognosa tersebut dihitung berdasarkan realisasi indikator ekonomi makro tahun 2008 2.400 per dolar Amerika Serikat seperti ditetapkan dalam APBN 2009 menjadi Rp11. penarikan pinjaman siaga dari kreditur bilateral maupun multilateral. yaitu dari Rp9. yaitu dari perkiraan semula sebesar US$80 per barel seperti ditetapkan dalam APBN 2009 menjadi sekitar US$45 per barel. .0 persen. sasaran. Pertama. dan proyeksi APBN 2009 setelah ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008. sedangkan prognosa indikator ekonomi makro lainnya mengalami deviasi paling rendah sebesar 10% (sepuluh persen) dari asumsinya.0 persen menjadi maksimal 4. deviasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang diperkirakan mencapai lebih dari 17.4. Kedua.3 persen lebih rendah dari yang ditetapkan dalam APBN 2009 sebesar 6.

Dengan perubahan yang terjadi. Sementara itu. Oleh karena itu. untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran yang lebih besar akibat meningkatnya defisit tersebut maka perlu dilakukan penyesuaian pembiayaan untuk menutup kenaikan defisit anggaran dalam tahun 2009. berupa penurunan penerimaan migas. khususnya DBH migas diperkirakan juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. berupa penurunan beban subsidi. mengacu pada ketentuan dalam ayat (2) Pasal 23 UU Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN tahun 2009 maka pelaksanaan dari langkah-langkah penyesuaian APBN tahun 2009 tersebut akan disampaikan Pemerintah ke DPR dalam Laporan Semester I pelaksanaan APBN dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2009. serta pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri. pelemahan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing akan berpengaruh pada komponen APBN. terutama penurunan harga minyak mentah Indonesia dan depresiasi nilai tukar rupiah. belanja negara. seperti penerimaan pinjaman luar negeri. Di samping sebagai dampak dari perubahan asumsi makro. perubahan belanja negara tersebut juga sebagai akibat dari perluasan program stimulus fiskal. baik di sisi pendapatan negara maupun belanja Negara tersebut maka defisit anggaran diperkirakan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. dan dana bagi hasil migas. penurunan harga minyak yang sangat drastis akan berpengaruh pada sisi pendapatan negara. baik pendapatan negara. Di lain pihak. Selanjutnya. dan juga pada sisi belanja negara. belanja negara maupun pembiayaan anggaran yang memiliki kandungan (content) valuta asing. baik belanja pemerintah pusat. terutama subsidi energi dan bunga utang maupun transfer ke daerah. khususnya subsidi energi.Penurunan pertumbuhan ekonomi akan ditransmisikan ke dalam turunnya penerimaan pajak dan dividen BUMN dalam APBN. Di sisi lain. 13 .

Menangani dampak PHK melalui peningkatan anggaran belanja infrastruktur (termasuk PNPM). kenaikan gaji PNS/TNI Veteran. Polri/Guru/Dosen/ peningkatan alokasi Pensiunan/Tunjangan 2009 2.4 T). melalui : penurunan tarif pajak PPh OP. Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. PMN dalam rangka KUR 3. Mempertahankan kesejahteraan masyarakat (daya beli) a. serta stimulus belanja negara dan pembiayaan (Rp.BAB III KESIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari makalah ini adalah: 1. belanja sosial dan subsidi langsung ke RTS dalam APBN 3. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak 2. .l.3 T. Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Anggaran 1. Melalui : penurunan tarif PPh Badan. Tujuan dari Stimulus Fiskal adalah : 1. pemberian fasilitas DTP untuk bea masuk. subsidi energi dan air bersih. 56. Memperbaiki daya saing dan daya tahan sektor usaha a. Stimulus fiskal sebesar Rp 73. dan PPN. kenaikan PTKP.l. terdiri dari stimulus keringanan perpajakan dan kepabeanan (Rp. PPh pasal 21 dan 25.

0 T) 2.5% PDB 3.SILPA 2008 ii. propinsi. Penetapan Kriteria Program/kegiatan    Menciptakan lapangan kerja yang signifikan. Defisit APBN 2009 meningkat dari 1% PDB menjadi 2. dan kabupaten/ kota akan menjadi faktor pengurang bagi alokasi anggaran tahun 2010. Merupakan bagian dari Program/Kegiatan rencana strategis pembangunan 2009    Kegiatan sudah memiliki desain atau dapat menyiapkan desain secara cepat Kegiatan tersebut sudah tidak tersangkut dengan masalah tanah. Dipastikan dapat diserap pada tahun 2009. Memenuhi sasaran Inpres Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi 2008-2009   Harus melengkapi sistem jaringan infrastruktur agar lebih efisien. c. Pelaporan : 15 .17. b. Penalti Anggaran stimulus yang tidak berhasil direalisasikan oleh Kementerian negara/Lembaga.Tambahan pinjaman program - Administratif a.Pembiayaan utang dari penarikan pinjaman siaga iii. Hasilnya seketika dan dapat diselesaikan dalam tahun 2009. Kenaikan defisit dibiayai dari: i.

. program dan kegiatan stimulus fiskal APBN 2009 dilaporkan dalam LKPP 2009 4. Kebijakan stimulus fiskal harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.7 persen. belanja negara. (b) mencegah PHK dan meningkatkan daya tahan dan daya saing usaha menghadapi krisis ekonomi dunia. serta defisit dan pembiayaan anggaran. Kebijakan stimulus fiskal dilakukan melalui tiga cara dan sekaligus untuk tiga tujuan: (a) mempertahankan dan/atau meningkatkan daya beli masyarakat untuk dapat menjaga laju pertumbuhan konsumsi di atas 4 persen atau mendekati 4. dan (c) menangani dampak PHK dan mengurangi tingkat pengangguran dengan belanja infrastruktur padat karya. Program stimulus fiskal disampaikan dalam laporan pelaksanaan APBN semester I 2009  Pelaksanaan kebijakan. Instrumen untuk mengatasi krisis global dengan stimulus fiskal  Memperluas program stimulus ekonomi melalui APBN 2009  Melakukan perubahan terhadap beberapa asumsi ekonomi makro yang dirasakan sudah tidak lagi realistis  Penyesuaian berbagai besaran pendapatan negara. Keberhasilan kebijakan stimulus fiskal akan memberikan pondasi bagi kondisi ekonomi tahun 2010.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->