KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT,berkat Rahmat dan HidayahNya penulis akhirnya

dapat menyelesaikan asuhan kebidanan yang berjudul “ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.’J’ GIP0000Ab000 A/T/H dengan CPD ( Cephalus Pelvis Disproporposional / panggul sempit ) di RSUD Waluyo Jati“.Tugas Akhir ini penulis buat untuk memenuhi tugas pada akhir pendidikan di Amanah Husada. Penulis membuat Tugas Akhir ini berdasarkan sumber yang relevan yang penulis peroleh dari bukubuku pustaka dan searching di internet.. Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Siska eka Chandra selaku manager di amanah husada , ibu sukristianti Selaku kabag.pendidikan , ibu Dewi selaku pembimbing di lapangan , ibu puspita selaku dosen pembimbing serta teman-teman dan berbagai pihak yang ikut membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari dalam Tugas Akhir ini banyak terdapat kekurangan,untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. Penulis berharap agar Tugas Akhir ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaiman mestinya.

Probolinggo,1 Mei 2011 Penulis

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah atas limpahan rahmat dan hidayahNya, sehingga penyusunan Tugas Akhir ini yang berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ny. “J” G1P0000Ab000 dengan CPD ( Cephalus Pelvix Disproporsional ) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan ” dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Tugas Akhir ini merupakan laporan individu selama melakukan praktik klinik di Ruang Bersalin RSUD Waluyo Jati Kraksaan pada tanggal 23 April 2011 – 14 Mei 2011 Pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1. Dr. Slamet Riyadi Yuwono, DTMH. MARS selaku Direktur RSU Dr. Soetomo

.. 7. Semoga laporan ini bermanfaat bagi yang terkait.Psi. S. H. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna oleh karena itu mohon agar laporan ini menjadi sempurn. MM. Soetomo Surabaya 5. Sitti Arras.Keb. Sos selaku Pembimbing Pendidikan Program Studi Kebidanan Sutomo Surabaya 6.Pd. Semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini.. Fitri yang telah bersedia menjadi responden dalam penyusunan laporan praktik klinik ini. Ny. Amd. Endang Sulistijani. Hj.Kes selaku Kepala Unit Rawat Jalan Hamil II RSU Dr. Amd. SST.Pd selaku Kepala Program Studi Kebidanan Sutomo Surabaya 4. Muchson.Keb.. M. Moch. Msc selaku Direktur Politeknik Kesehatan Surabaya 3.Surabaya 2. Nortje Aswandono. S. ..

dan os pubis. os iskium. Diagnosis ini tidak harus berdampak masa depan seorang wanita melahirkan keputusan.com/2010/06/08/makalah-cpd/ ) Panggul sempit dapat didefinisikan secara anatomi dan secara obstetri.iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium.wordpress. (http://rumahkitabro. ( http://istanareload. DEFINISI CPD adalah tidak ada kesesuaian antara kepala janin dengan bentuk dan ukuran panggul.CPD ( Cephalo Pelvik Disproportion ) A. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit. itu dimasukkan ke dalam catatan medis wanita sebelum ia bahkan buruh. tetapi lain kali. Dibelakang terdapat artikulasio sakro. Os koksa dapat dibagi menjadi os ilium. . disebut simfisis. Sebuah misdiagnosis of CPD account untuk banyak yang tidak perlu dilakukan bedah caesar di Amerika Utara dan di seluruh dunia setiap tahunnya. Banyak tindakan dapat diambil oleh ibu hamil untuk meningkatkan peluangnya untuk melahirkan melalui vagina.wordpress. Tulang – tulang ini satu dengan lainnya berhubungan.com/2010/11/asuhan-keperawatan-cephalo-pelvik. Cephalopelvic Disproportion (CPD) adalah diagnosa medis digunakan ketika kepala bayi dinyatakan terlalu besar untuk muat melewati panggul ibu. ( http://somelus.Dibawah terdapat artikulasio sakro-koksigea yang menghubungkan os sakrum (tl panggul)dan os koksigis(tl. Di depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri. janin yang besar ataupun kombinasi keduanya.com/2009/05/21/cephalopelvic-disproportion-cpd/ ) Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina.html) Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Secara anatomi berarti panggul yang satu atau lebih ukuran diameternya berada di bawah angka normal sebanyak 1 cm atau lebih.tungging). diagnosis ini dibuat setelah wanita telah bekerja keras selama beberapa waktu. Pengertian secara obstetri adalah panggul yang satu atau lebih diameternya kurang sehingga mengganggu mekanisme persalinan normal. Sering kali. dan os koksigis.com/2010/05/14/panggul-sempit/ B. os sakrum.blogspot. UKURAN PANGGUL DAN PENYEBAB TERJADINYA CPD ANATOMI PANGGUL Tulang – tulang panggul terdiri dari os koksa.wordpress. ( http://iqvita.

Secara fungsional.Pada wanita. disebut juga dengan false pelvis. dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os koksigis itu dapat ditekan ke belakang. panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor. di luar kehamilan artikulasio ini hanya memungkinkan pergeseran sedikit. tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar.misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih kurang 2.Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan pada saat partus. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis.5 cm. Bagian yang .

sehingga bermakna penting pada distosia setelah kepala engagement. Kelainan his : inersia uteri / kelemahan his . kandung kemih. Konjugata obstetrika merupakan konjugata yang paling penting yaitu jarak antara bagian tengah dalam simfisis dengan promontorium. Etiologi CPD (Cephalus Pelvix Disproporsional ) Distosia adalah persalinan yang sulit dan ditandai oleh terlalu lambatnya kemajuan persalinan. rektum. Konjugata vera yaitu jarak dari pinggir atas simfisis ke promontorium yang dihitung dengan mengurangi konjugata diagonalis 1. Jarak antara kedua spina ini yang biasa disebut distansia interspinarum merupakan jarak panggul terkecil yaitu sebesar 10. Ukuran Panggul 1.5 cm.5 cm. Dengan jari tetap menempel pada promontorium. jarak dari ujung sacrum ke tengah-tengah distensia tuberum atau diameter sagitalis posterior (7. Distosia dapat disebabkan oleh kelainan pada servik.5 cm). panjangnya lebih kurang 11 cm. tulang panggul ibu atau obstruksi lain di jalan lahir. janin.4 .5 cm. Kelainan kekuatan (power) yaitu kontraktilitas uterus dan upaya ekspulsif ibu. dan pada wanita terdapat uterus dan ovarium. Pada ruang pelvis juga kita temui diafragma pelvis yang dibentuk oleh muskulus levator ani dan muskulus koksigeus. 3. konjugata diagonalis dapat diukur dengan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan menyusur naik ke seluruh permukaan anterior sacrum. Konjugata diagonalis adalah jarak dari pinggir bawah simfisis ke promontorium. Selisih antara konjugata vera dengan konjugata obstetrika sedikit sekali.5 cm). uterus. Pada ruang yang dibentuk oleh pelvis mayor terdapat organ –organ abdominal selain itu pelvis mayor merupakan tempat perlekatan otot – otot dan ligamen ke dinding tubuh. Sedangkan pada ruang yang dibentuk oleh pelvis minor terdapat bagian dari kolon. Panggul Tengah (Pelvic Cavity) Ruang panggul ini memiliki ukuran yang paling luas. a. Pintu Bawah Panggul Pintu bawah panggul bukanlah suatu bidang datar namun terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama yaitu garis yang menghubungkan tuber isciadikum kiri dan kanan. 2. Jarak antara ujung jari pada promontorium sampai titik yang ditandai oleh jari telunjuk merupakan panjang konjugata diagonalis. serta pinggir atas simfisis. tangan di vagina diangkat sampai menyentuh arcus pubis dan ditandai dengan jari telunjuk tangan kiri. promontorium teraba sebagai penonjolan tulang. Pintu Atas Panggul Pintu atas panggul dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacrum. a. dan jarak antara pinggir bawah simpisis ke ujung sacrum (11.5 cm. b. Secara klinis. Kelainan ini oleh ACOG dibagi menjadi tiga yaitu: 1.terletak dibawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis. Diameter sagital posterior.3. jarak antara sacrum dengan garis diameter interspinarum berukuran 4. Diameter anteroposterior setinggi spina isciadica berukuran 11.5 cm). Terdapat penyempitan setinggi spina isciadika. linea innominata. Pengukuran klinis panggul tengah tidak dapat diperoleh secara langsung. Pintu bawah panggul yang dapat diperoleh melalui pengukuran klinis adalah jarak antara kedua tuberositas iscii atau distansia tuberum (10.

yaitu: 1. penyempitan pintu atas panggul biasanya didefinisikan sebagai konjugata diagonal yang kurang dari 11. osteomalasia. Panggul ini digolongkan menjadi empat.4 Setiap penyempitan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul dapat menyebabkan distosia saat persalinan. Diagnostik. neoplasma. Distosia akan lebih berat pada kesempitan kedua diameter dibandingkan sempit hanya pada salah satu diameter. Kelainan panggul karena kelainan pada kaki: koksitis. pintu bawah panggul. Dengan demikian. Pada panggul sempit ada kemungkinan kepala tertahan oleh pintu atas panggul. 2. misalnya letak lintang. sehingga sangat sulit bagi janin bila melewati pintu atas panggul dengan diameter anteroposterior kurang dari 10 cm. Ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil karena pengaruh gizi. Dari penelitian Thoms pada 362 nullipara diperoleh rerata berat badan anak lebih rendah (280 gram) pada wanita dengan panggul sempit dibandingkan wanita dengan panggul sedang atau luas. Kelainan panggul karena kelainan tulang belakang: kifosis. Diameter anteroposterior pintu atas panggul sering diperkirakan dengan mengukur konjugata diagonal secara manual yang biasanya lebih panjang 1. Wanita dengan tubuh kecil kemungkinan memiliki ukuran panggul yang kecil. panggul asimilasi.Mengert (1948) dan Kaltreider (1952) membuktikan bahwa kesulitan persalinan meningkat pada diameter anteroposterior kurang dari 10 cm atau diameter transversal kurang dari 12 cm. atrofi. Kelainan yang melibatkan janin (passenger). Setelah selaput ketuban pecah. split pelvis. atau panggul yang menyempit seluruhnya. penyempitan dapat terjadi pada pintu atas panggul. Akibatnya ketuban dapat pecah pada pembukaan kecil dan terdapat resiko prolapsus funikuli. sehingga gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi uterus secara langsung menekan bagian selaput ketuban yang menutupi serviks. Kelainan karena gangguan pertumbuhan intrauterine: panggul Naegele. 3. Pola Kelainan Persalinan.3. skoliosis. hidrosefalus. fraktur. Kriteria dan Metode Penanganannya Pola Persalinan Kriteria Diagnostik Penanganan yang dianjurkan Penanganan Khusus Panggul dengan ukuran normal tidak akan mengalami kesukaran kelahiran pervaginam pada janin dengan berat badan yang normal. misalnya panggul sempit. Selain panggul sempit dengan ukuran yang kurang dari normal. lingkungan atau hal lain sehingga menimbulkan kesulitan pada persalinan pervaginam. a. namun juga memiliki kemungkinan janin kecil.5 cm. tidak terdapat tekanan kepala terhadap serviks dan segmen bawah rahim sehingga kontraksi menjadi inefektif dan pembukaan berjalan lambat atau tidak sama sekali. kekuatan mengejan yang kurang misalnya pada hernia atau sesak nafas. Panggul sempit yang penting pada obstetric bukan sempit secara anatomis namun panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. nekrosis.5-9. 3. Penyempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit apabila diameter anterioposterior terpendeknya (konjugata vera) kurang dari 10 cm atau apabila diameter transversal terbesarnya kurang dari 12 cm.4 . spondilolistesis. atrofi atau kelumpuhan satu kaki.5 cm.8 cm. pintu tengah panggul. Kelainan karena kelainan tulang dan/ sendi: rakitis. Diameter biparietal janin berukuran 9. pembukaan yang berlangsung lambat dapat menjadi prognosa buruk pada wanita dengan pintu atas panggul sempit. luksasio koksa. 4. letak dahi. juga terdapat panggul sempit lainnya. tumor yang mempersempit jalan lahir. Jadi.b. 2. panggul Robert. penyakit pada sendi sakroiliaka dan sendi sakrokoksigea. Kelainan jalan lahir (passage).

Pada nulipara normal aterm. Ukuran terpenting yang hanya dapat ditetapkan secara pasti dengan pelvimetri roentgenologik ialah distansia interspinarum. Dari anamnesa persalinan terdahulu juga dapat diperkirakan kapasitas panggul.5 cm atau kurang. kemungkinan panggul sempit adalah kecil. Apabila ukuran ini kurang dari 9. Hal ini disebabkan arkus pubis yang sempit. Penyempitan panggul tengah Dengan sacrum melengkung sempurna. lebih mudah. Pada wanita dengan panggul sempit terdapat presentasi wajah dan bahu tiga kali lebih sering dan prolaps tali pusat empat sampai enam kali lebih sering dibandingkan wanita dengan panggul normal atau luas. Apabila pada persalinan terdahulu berjalan lancar dengan bayi berat badan normal.5 cm. Kemungkinan penyempitan pintu tengah panggul apabila diameter interspinarum ditambah diameter sagitalis posterior panggul tangah adalah 13. namun biayanya mahal. melainkan menuju ramus iskiopubik sehingga perineum teregang dan mudah terjadi robekan. foramen isciadikum cukup luas. d. Pengukuran panggul (pelvimetri) merupakan salah satu cara untuk memperoleh keterangan tentang keadaan panggul. Adanya penyempitan pintu atas panggul menyebabkan kepala janin megapung bebas di atas pintu panggul sehingga dapat menyebabkan presentasi janin berubah. Penyempitan pintu tengah panggul lebih sering dibandingkan pintu atas panggul. Disproporsi kepala janin dengan pintu bawah panggul tidak terlalu besar dalam menimbulkan distosia berat. Penyempitan pintu tengah panggul belum dapat didefinisikan secara pasti seperti penyempitan pada pintu atas panggul. Pelvimetri radiologis dapat memberi gambaran yang jelas dan mempunyai tingkat ketelitian yang tidak dapat dicapai secara klinis. kurang dari 900 sehingga oksiput tidak dapat keluar tepat di bawah simfisis pubis. dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. Hal ini berperan penting dalam menimbulkan robekan perineum. Perkiraan Kapasitas Panggul Sempit Perkiraan panggul sempit dapat diperoleh dari pemeriksaan umum dan anamnesa.Hal ini menyebabkan terhentunya kepala janin pada bidang transversal sehingga perlu tindakan forceps tengah atau seksio sesarea. Penyempitan pintu bawah panggul terjadi bila diameter distantia intertuberosum berjarak 8 cm atau kurang. Pemeriksaan ini dapat memberikan pengukuran yang tepat dua diameter penting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitu diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika. Pada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normal ada kemungkinan memiliki kapasitas panggul sempit. Penyempitan pintu bawah panggul biasanya disertai oleh penyempitan pintu tengah panggul. c. dan spina isciadika tidak menonjol ke dalam. Adapun pelvimetri luar tidak memiliki banyak arti. namun bukan berarti seorang wanita dengan tinggi badan yang normal tidak dapat memiliki panggul sempit. Misalnya pada tuberculosis vertebra. Selain itu juga dapat dilakukan . poliomyelitis. b. dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi. Pelvimetri dengan CT scan dapat mengurangi pajanan radiasi. kifosis. Tetapi pemeriksaan ini memiliki bahaya pajanan radiasi terutama bagi janin sehingga jarang dilakukan. perlu diwaspadai kemungkinan kesukaran persalinan apalagi bila diikuti dengan ukuran diameter sagitalis posterior pendek. tingkat keakuratan lebih baik dibandingkan radiologis. Melalui pelvimetri dalama dengan tangan dapat diperoleh ukuran kasar pintu atas dan tengah panggul serta memberi gambaran jelas pintu bawah panggul. bagian terbawah janin biasanya sudah masuk dalam rongga panggul sebelum persalinan. Penyempitan Pintu Bawah Panggul Pintu bawah panggul bukan suatu bidang datar melainkan dua segitiga dengan diameter intertuberosum sebagai dasar keduanya.

penggunaan alat ultrasonic juga dapat mengukur secara teliti apabila terdapat bayi dengan tubuh besar dan kepala besar. Untuk menentukan besarnya janin secara klinis bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. serta daya akomodasi yaitu volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan. Biasanya untuk berat janin 40005000 gram pada panggul normal tidak terdapat kesulitan dalam proses melahirkan. daya akomodasi. Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena biaya yang mahal. hal tersebut masih diragukan. Kesulitan dalam persalinan biasanya terjadi karena kepala janin besar atau kepala keras yang biasanya terjadi pada postmaturitas tidak dapat memasuki pntu atas panggul. yang dapat menyebabkan bayi besar adalah ibu hamil yang makan banyak. akan tetapi karena lebarnya bahu mengakibatkan terjadinya macet dalam melahirkan bagian janin yang lain. Kadangkadang bayi besar baru dapat kita ketahui apabila selama proses melahirkan tidak terdapat kemajuan sama sekali pada proses persalinan normal dan biasanya disertai oleh keadaan his yang tidak kuat. Berat badan neonatus lebih dari 4000gram dinamakan bayi besar. Dari pelvimetri dengan pencitraan dapat ditentukan jenis panggul. postmaturitas. letak muka. Janin dapat meninggal selama proses persalinan dapat terjadi karena terjadinya asfiksia dikarenakan selama proses kelahiran kepala anak sudah lahir. Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala. e. atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul. termasuk moulage karena faktor tersebut tidak dapar diketahui sebelum persalinan.pemeriksaan dengan MRI dengan keuntungan antara lain tidak ada radiasi. biasanya tidak menimbulkan terjadinya kesulitan dalam proses melahirkan janin yang beratnya kurang dari 4500gram. Metode Muller Munro Kerr dilakukan dengan satu tangan memegang kepala janin dan menekan kepala ke arah rongga panggul. tidak bisa pada letak sungsang.3%. Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu yang mengalami diabetes mellitus. dan pada grande multipara. Pada metode Osborn. luas bidang panggul. dan berat badan lahir yang melihi 4500gram adalah 0. PENATALAKSANAAN CPD (Cephalus Pelvix Disproporsional ) Persalinan Percobaan Setelah dilakukan penilaian ukuran panggul serta hubungan antara kepala janin dan panggul dapat diperkirakan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginan dengan selamat dapat dilakukan persalinan percobaan. Factor keturunan memegang peranan penting sehingga dapat terjadi bayi besar. Pada panggul normal. Cara ini merupakan tes terhadap kekuatan his. satu tangan menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidak. Selain itu.4%. Pada kehamilan yang aterm dengan presentasi kepala dapat dilakukan pemeriksaan dengan metode Osborn dan metode Muller Munro Kerr. pencitraan janin yang lengkap. sedang dua jari tangan yang lain masuk ke vagina untuk menentukan seberapa jauh kepala mengikuti tekanan tersebut dan ibu jari yang masuk ke vagina memeriksa dari luar hubungan antara kepala dan simfisis. Untuk kasus seperti ini sangat dibutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui apakah terjadi sefalopelvik disproporsi. C. pengukuran panggul akurat. ukuran pangul yang sebenarnya. Selain itu. Frekuensi berat badan lahir lebih dari 4000gram adalah 5. Janin yang besar Normal berat neonatus pada umumnya 4000gram dan jarang ada yang melebihi 5000gram. Sedangkan penarikan kepala janin yang terlalu kuat ke bawah dapat mengakibatkan terjadinya cedera pada nervus brakhialis dan muskulus sternokleidomastoideus. atau kelainan letak lainnya. Bahu yang lebar selain dapat ditemukan pada janin yang memiliki berat badan lebih juga dapat dijumpai pada anensefalus. kapasitas panggul. . letak dahi.

Kraniotomi. Bila cara tersebut masih juga belum berhasil. Trial of labour serupa dengan persalinan percobaan di atas.4 Seksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa waktu) dilakukan karena peralinan perobaan dianggap gagal atau ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin sedangkan syarat persalinan per vaginam belum dipenuhi. sedangkan test of labour sebenarnya adalah fase akhir dari trial of labour karena baru dimulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam kemudian. setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah kepala tidak masuk PAP dalam 2 jam meskipun his baik. Kemudian bahu depan diputar ke diameter miring dari panggul untuk melahirkan bahu depan. sebaiknya dilakukan episiotomy medioateral yang cukup luas. Persalinan percobaan ada dua macam yaitu trial of labour dan test of labour. sehingga menjadi bahu depan dimana sebelumnya merupakan bahu belakang dan lahir dibawah simfisis. yang biasanya diikuti oleh kranioklasi. Persalinan percobaan dihentikan apabila pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannnya. Seksio Sesarea Seksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan kehamilan aterm. Seksio juga dapat dilakukan pada kesempitan panggul ringan apabila ada komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan letak janin yang tak dapat diperbaiki. keadaan ibu atau anak kurang baik. terdiri atas perforasi kepala janin. Simfisiotomi Tindakan ini dilakukan dengan memisahkan panggul kiri dan kanan pada simfisis. dan berusaha melahirkan janin dengan menggerakkan dimuka dadanya. kepala ditarik curam kebawah dengan hati-hati dan tentunya dengan kekuatan terukur. atau disproporsi sephalopelvik yang nyata. Apabila dalam proses kelahiran kepala bayi sudah keluar sedangkan dalam melahirkan bahu sulit. Untuk melahirkan lengan kiri. penolong menggunakan tangan kanannya. serta pada forceps yang gagal. Tindakan ini sudah tidak dilakukan lagi.Ketentuan lainnya adalah umur keamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu karena kepala janin bertambah besar sehingga sukar terjadi moulage dan ada kemungkinan disfungsi plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan. Saat ini test of labour jarang digunakan karena biasanya pembukaan tidak lengkap pada persalinan dengan pangul sempit dan terdapat kematian anak yang tinggi pada cara ini. Keberhasilan persalinan percobaan adalah anak dapat lahir sontan per vaginam atau dibantu ekstraksi dengan keadaan ibu dan anak baik. Kleidotomi . dan sebaliknya. sehingga janin dapat dengan mudah lahir pervaginam. Pada keadaan ini dilakukan seksio sesarea. kemudian hidung dan mulut janin dibersihkan. Pada janin yang besar kesulitan dalam melahirkan bahu tidak akan selalu dapat diduga sebelumnya. Kraniotomi dan Kleidotomi Kraniotomi adalah suatu tindakan yang memperkecil ukuran kepala janin dengan cara melubangi tengkorak janin dan mengeluarkan isi tengkorak. dapat dilakukan pemutaran badan bayi di dalam rongga panggul. Bila hal tersebut tidak berhasil. penolong memasukkan tangannya kedalam vagina. ada lingkaran bandl.

klavikula dan jika perlu klavikula belakang digunting.5 cm dilakukan SC primer 3. dan selanjutnya kelahiran anak dengan berkurangnya lebar bahu tidak mengalami kesulitan. pasti tidak disebabkan oleh faktor panggul. atau ditolong dengan secio caesaria sekunder atas indikasi obstetric lainnya 2. 3. 4. Besarnya janin.5 – 10 cm dilakukan partus percobaan yang kemungkinan berakhir dengan partus spontan atau dengan ekstraksi vakum. Bila konjugata vera 11 cm. CV = 6 -8. PENATALAKSANAAN Sebenarnya panggul hanya merupaka salah satu faktor yang menentukan apakah anak dapat lahir spontan atau tidak. dan bila ada kesulitan persalinan. akan tetapi dialami kesulitan untuk melahirkan bahu karena terlalu lebar. Pada janin yang telah mati dapat dilakukan kraniotomi atau kleidotomi. CV 8. His atau tenaga yang mendorong anak. 5. 2. 1. dapat dipastikan partus biasa.5 cm dan anak cukup bulan tidak mungkin melewati panggul tersebut. Dibawah perlindungan spekulum dan tangan kiri penolong dalam vagina. Apabila panggul sangat sempit sehingga janin tetap tidak dapat dilahirkan. tidak akan timbul luka pada jalan lahir. presentasi dan posisi janin Bentuk panggul Umur ibu dan anak berharga Penyakit ibu . maka dilakukan seksio sesarea. Setelah janin meninggal. Apabila tindakan dilakukan dengan hati-hati.Tindakan ini dilakukan setelah janin pada presentasi kepala dilahirkan. disamping banyak faktor lain yang memegang peranan dalam prognosa persalinan. Untuk CV kurang dari 8. D. CV = 6 cm dilakukan SC primer mutlak. Disamping hal-hal tersebut diatas juga tergantung pada : 1. tidak ada keberatan untuk melakukan kleidotomi (memotong klavikula) pada satu atau kedua klavikula.

Jika ini adalah pilihan mereka. Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Jakarta. janin yang besar ataupun kombinasi keduanya. mereka harus mencari dokter atau bidan yang mendukung keputusan ini. Prawirohardjo S dkk.PENUTUP KESIMPULAN Cephalopelvic Disproportion (CPD) adalah diagnosa medis digunakan ketika kepala bayi dinyatakan terlalu besar untuk muat melewati panggul ibu. Edisi Ketiga. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 637-647 . Umumnya cephalopelvic Disproportion adalah memutuskan kasus per kasus pada saat melahirkan. atau yang memiliki anomali panggul mungkin masih vagina menyampaikan. 1986 : 102 – 115. Ilmu Kebidanan. DAFTAR PUSTAKA 1. Beberapa wanita dengan kondisi seperti rakhitis. pada saat tenaga kerja hal yang dapat berubah dengan cepat jika tenaga kerja tidak kemajuan dalam periode waktu tertentu. Bahkan dengan dukungan dari dokter.

Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Reinhard dan Reinhard Pabst. Balai Penerbit FKUI Cetakan ketujuh.264. Sjahrial. EGC. Jakarta.Ekstremitas Bawah . Radiologi diagnostik. 2001 7. Mochtar R.2007. Hanifa Wiknjosastro. Norwalk. Djamaloeddin.2006. 2001 4. Ali. Edisi Kedua. E Iwan.Liliana Sugiarto. 21th ed.2. Putz. Pelvis. Sinopsis Obstetri. Buku Panduan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. William Obstetrics. Jakarta. 6 – 13 dan 113. Baziad. Sarwono Prawirohardjo. Appleton and Lange. Abdul Bari Saifuddin dan Trijatmo Rachimhadhi. Yayasan Bina Pustaka. Disproporsi Sefalo Pelvic. jilid 2. . 323-328 3. Anatomi Panggul dan Isinya dan Haid dan Siklusnya. Current Obstetric and Ginecology Diagnosis and Treatment. K Sukanto.Sobotta: Atlas Anatomi Manusia edisi 22. 1999: 75-82. Erdjan Akbar. 1.Ilmu Kandungan. Handaya dkk. 1994 5. 2002: M-56 6. 8th ed. editor R. Singapore. Jakarta:EGC. Mc Graw-Hill.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful