P. 1
ETIKA BISNIS

ETIKA BISNIS

|Views: 656|Likes:
Published by Juwita Lestari

More info:

Published by: Juwita Lestari on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

MAKALAH ETIKA BISNIS DAN KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS D I S U S U N Oleh

:
Arifin Lumban Tobing Devie Elseria Friska Syafrida Sinaga

Politeknik Negeri Medan Jurusan Akuntansi Prodi Perbankan dan Keuangan

ETIKA BISNIS

PENDAHULUAN

Sesuai dengan fungsinya baik secara mikro maupun makro, sebuah bisnis yang baik harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial. Nantinya, jika sebuah perusahaan memiliki etika dan tanggung jawab sosial yang baik, bukan hanya lingkungan makro dan mikronya saja yang akan menikmati keuntungan, tetapi juga perusahaan itu sendiri

Kata µetika¶ berasal dari kata Yunani ethos yang mengandung arti yang cukup luas yaitu, tempat yang biasa ditinggali, kandang, padang rumput, kebiasaan, adapt, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Bentuk jamak ethos adalah ta etha yang berarti adat kebiasaan. Arti jamak inilah yang digunakan Aristoteles (384-322 SM) untuk menunjuk pada etika sebagai filsafat moral. Kata µmoral¶ sendiri berasal dari kata latin mos (jamaknya mores) yang juga berarti kebiasaan atau adat. Kata µmoralitas¶ dari kata Latin µmoralis¶ dan merupakan abstraksi dari kata µmoral¶ yang menunjuk kepada baik buruknya suatu perbuatan. Dari asal katanya bisa dikatakan etika sebagai ilmu yang mempelajari tentang apa yang biasa dilakukan. Pendeknya, etika adalah ilmu yang secara khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral, bukan dari fisik, etnis dan sebagainya.

Definisi etika bisnis sendiri sangat beraneka ragam tetapi memiliki satu pengertian yang sama, yaitu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi/sosial, dan penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis (Muslich,1998:4). Ada juga yang mendefinisikan etika bisnis sebagai batasan-batasan sosial, ekonomi, dan hukum yang bersumber dari nilai-nilai moral masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto, 2005)

Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:

Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. pelayanan yang sama kepada konsumen. baik internal maupun eksternal perusahaan. 3. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya. Prinsip tidak berniat jahat Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Prinsip kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. dan lain-lain 5. Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. Padahal. Prinsip keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Prinsip otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. 4. Prinsip hormat pada diri sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. 2. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuhmusuhnya.1. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. Kejujuran yang ekstrim. kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Contohnya. .

sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika. MORAL DAN EKTIKA DALAM DUNIA BISNIS Moral Dalam Dunia Bisnis Sejalan dengan berakhirnya pertemuan para pemimpin APEC di Osaka Jepang dan dengan diperjelasnya istilah untuk menjadikan Asia Pasifik ditahun 2000 menjadi daerah perdagangan yang bebas sehingga baik kita batas dunia akan semakin "kabur" (borderless) world. Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan.perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas. yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas. Hal ini jelas membuat semua kegiatan saling berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan (opportunity) dan keuntungan (profit). dll. menghindari sikap 5K (Katabelece. menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial. menciptakan persaingan yang sehat. Kadang kala untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tadi. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis. membayangkan eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar bebas dimasa mendatang. Kolusi. kita yakin jurang itu dapat dikurangi. menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan. pengembangan tanggung jawab sosial. serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. mempertahankan jati diri. serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi pada tahun 2000 an dapat diatasi. mempertahankan jati diri. Koneksi. Jika kita ingin mencapai target ditahun 2000. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri. Dalam menciptakan etika bisnis. dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa kita. menciptakan persaingan yang sehat. memaksa orang untuk menghalalkan segala cara mengindahkan ada pihak yang dirugikan atau tidak. Kemampuan berkompetisi seharusnya sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan. Kongkalikong. .

Jadi. Apakah hal ini dapat diwujudkan ? Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya. yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan keatas. jika dilakukan dengan jujur dan konsekwen. Umpamanya. Kenapa hal perlu ini dibicarakan? Isu yang mencuat adalah semakin pesatnya perkembangan informasi tanpa diimbangi dengan dunia bisnis yang ber "moral". dunia ini akan menjadi suatu rimba modern yang di kuat menindas yang lemah sehingga apa yang diamanatkan UUD 1945. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan . apakah itu dalam kegiatan mendapatkan keuntungan dalam ber-"bisnis". Jika kita ingin mencapai target pada tahun 2000 an. Pasal 33 dan GBHN untuk menciptakan keadilan dan pemerataan tidak akan pernah terwujud. moral sudah jelas merupakan suatu yang terpuji dan pasti memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. ada saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika. dalam melakukan transaksi. jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain.Dengan kondisi seperti ini. pelaku bisnis kita jelas akan semakin berpacu dengan waktu serta negara-negara lainnya agar terwujud suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji. Moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat dunia bisnis yang benar-benar menjamin tingkat kepuasan. Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. baik pada konsumen maupun produsen. Inilah yang merupakan tantangan bagi etika bisnis kita. yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan. Namun perlu kita pertanyakan apakah yang diharapkan oleh pemimpin APEC tersebut dapat terwujud manakala masih ada bisnis kita khususnya dan internasional umumnya dihinggapi kehendak saling "menindas" agar memperoleh tingkat keuntungan yang berlipat ganda. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis.

baik pengusaha. Etika Dalam Dunia Bisnis Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang. yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha. Jadi. masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ? Dunia bisnis. jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Tentu dalam hal ini.oleh pihak-pihak tertentu. dan serasi. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika. Dalam menciptakan etika bisnis. pemerintah. tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. antara lain ialah . Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. selaras.

tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. Disamping itu. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis. melainkan lebih kompleks lagi. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi. . Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda.Pengendalian diri Artinya. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan. Inilah etika bisnis yang "etis". Jadi. pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.

Menciptakan persaingan yang sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. dan sebaliknya. Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatankekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ³kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. Menghindari sifat 5K (Katabelece. tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Kongkalikong. Menerapkan konsep ³pembangunan berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang. harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah. . Koneksi.

Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini.Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. serta optimis salah satu kendala dalam menghadapi tahun 2000 dapat diatasi. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. . Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak. seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi. sementara ada "oknum". jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu.

Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Pasalnya. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Kalau sudah demikian. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari . Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. makin hari semakin meningkat. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. ingkar janji. Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Sebagai bagian dari masyarakat. Langkah apa yang harus ditempuh? Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. penyalur. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat.DUNIA BISNIS Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Tindakan mark up. pembeli. pemakai dan lain-lain. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara.

Akibatnya. ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan. Contoh lain adalah produk-produk hasil hutan yang mendapat protes keras karena pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan sumber alam yang sangat berharga. Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran terhadap upah buruh. ketika dunia usaha melaju pesat. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Hal lni menyebabkan beberapa produk nasional terkena batasan di pasar internasional. .

Adanya video clip yang menggambarkan bagaimana sebuah note book Dell meledak yang telah beredar di internet membuat perusahaan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut Dari kelima kasus di atas.nya. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Manipulasi laporan keuangan PT KAI Dalam kasus tersebut. 5.8 milyar antara Januari 2001 dan Maret 2002. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.1 juta. Dalam pembukuannya Worldcom mengumumkan laba sebesar USD 3. Dalam perkembangannya. para investor memilih untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya di bursa saham.Contoh Kasus Pelanggaran Etika Bisnis 1. Worldcom dan perusahaan-perusahaan besar di AS Worldcom terlibat rekayasa laporan keuangan milyaran dollar AS. Di era kompetisi yang ketat ini. Pada saat itu. Johnson & Johnson segera mengambil tindakan intuk mengatasi masalahnya. Kasus Baterai laptop Dell Dell akhirnya memutuskan untuk menarik dan mengganti baterai laptop yang bermasalah dengan biaya USD 4. termasuk keuntungan perusahaan. ada kesan permintaan maaf itu klise. terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. reputasi baik merupakan . Penipuan ini telah menenggelamkan kepercayaan investor terhadap korporasi AS dan menyebabkan harga saham dunia menurun serentak di akhir Juni 2002. Paradigma yang benar yaitu seharusnya perusahaan memperhatikan adanya hubungan sinergi antara etika dan laba. Dengan bertindak cepat dan melindungi kepentingan konsumennya. Skandal Enron. 2. 3. Kasus obat anti nyamuk Hit Pada kasus Hit. Hal itu bisa terjadi karena rekayasa akuntansi. Scott Sullifan (CFO) dituduh telah melakukan tindakan kriminal di bidang keuangan dengan kemungkinan hukuman 10 tahun penjara. Kasus Tylenol Johnson & Johnson Kasus penarikan Tylenol oleh Johnson & Johnson dapat dilihat sebagai bagian dari etika perusahaan yang menjunjung tinggi keselamatan konsumen di atas segalanga. 4. berarti perusahaan telah menjaga trust. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran. meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya. Hit merupakan contoh yang kurang baik dalam menangani masalahnya.

apabila perusahaan meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan maka akan berbuah keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan. Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang. dapat direstitusi atau ditarik kembali. membumbung tinggi sekitar 10 meter. 750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Kabupaten Sidoarjo. . tak kurang 10 pabrik harus tutup. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran.sebuah competitive advantage yang harus dipertahankan. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi. Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut. Karena itu. 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi. sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo. Dugaan penggelapan pajak IM3 diduga melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Etika terhadap komunitas masyarakat Tindakan Kejahatan Korporasi PT.Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi. 6. Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga.7 miliar. Lapindo Brantas (Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Sidoarjo. IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65. Kecamatan Porong. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah. Jawa Timur). Dalam jangka panjang. belum lagi jalan tol SurabayaGempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. demikian juga dengan tambak-tambak bandeng. hukum.

akibatnya dua pabrik BenQ. Namun karena penjualan tidak menunjang dan banyak produk yang dipulangkan oleh pembelinya karena bermasalah. Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global Merjer bisnis telepon genggam perusahaan BenQ dan Siemens menjadi BenQ-Mobile awalnya bagai angin harapan. Namun Lapindo Brantas akhirnya sepakat untuk membayarkan tuntutan ganti rugi kepada warga korban banjir Lumpur Porong.000 per meter persegi untuk sawah yang terendam lumpur. Etika terhadap buruh dan pekerja BenQ. Lapindo akan membayar Rp2.] .Hal ini sangat merugikan pihak buruh dan karyawan. terpaksa ditutup. Sidoarjo. Karena itu BenQ melakukan restrukturisasi dan mem-PHK sejumlah pekerja. dan Rp120. Para pekerja merasa hanya dijadikan bahan mainan perusahaan yang tidak serius. terutama bagi para pekerja pabrik di Jerman.Perusahaan terkesan lebih mengutamakan penyelamatan asset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan social yang ditimbulkan. di Meksiko dan Taiwan.5 juta per meter persegi untuk tanah pekarangan beserta bangunan rumah.

000. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan . B. Namun dalam melakukan PHK itu. pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi C. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur. Dalam kasus ini.kepada setiap siswa baru. perusahaan sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Setelah didesak oleh banyak pihak..Contoh Lainnya adalah : A. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut. A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar. sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Karena sikapnya itu. sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA.

Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. Dari kasus ini . begitu seterusnya. B yang tertarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah perusahaan property ternama di Yogjakarta tidak memberikan surat ijin membangun rumah dari developer kepada dua orang konsumennya di kawasan kavling perumahan milik perusahaan tersebut. Sementara konsumen kedua masih mempunyai kewajiban membayar kelebihan tanah. Namun setelah 2 bulan training. pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit D. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. sementara 30 konsumen lainnya sudah diberi izin dan rumah mereka sudah dibangun semuannya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja E. Konsumen pertama sudah memenuhi kewajibannya membayar harga tanah sesuai kesepakatan dan biaya administrasi lainnya. Yang aneh adalah di kawasan kavling itu hanya dua orang ini yang belum mengantongi izin pembangunan rumah. karena setiap kali akan membayar pihak developer selalu menolak dengan alasan belum ada ijin dari pusat perusahaan (pusatnya di Jakarta). Ketika dikonfirmasi. perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan. B tak kunjung diberangkatkan.fungsi. Alasan yang dikemukakan perusahaan itu adalah ingin memberikan pelajaran kepada dua konsumen tadi karena dua orang ini telah memprovokasi konsumen lainnya untuk melakukan penuntutan segera pemberian izin pembangunan rumah.

perusahaan kontraktor melakukan penurunan kualitas spesifikasi bangunan tanpa sepengetahuan perusahaan pengembang. namun tidak mendapatkan respon dari perusahaan.perusahaan property tersebut telah melanggar prinsip kewajaran (fairness) karena tidak memenuhi hak-hak stakeholder (konsumen) dengan alasan yang tidak masuk akal F. Dalam kasus ini kita dapat mengakategorikan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran prinsip empati pada nasabah karena sebenarnya pihak perusahaan dapat memberikan peringatan kepada nasabah itu dengan cara yang bijak dan tepat. X sudah memberitahukan kepada pihak perusahaan tentang keterlambatannya membayar angsuran. H. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah perusahaan x akan mengikuti tender yang ditawarkan oleh pemerintah. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor dapat dikatakan telah melanggar prinsip kejujuran karena tidak memenuhi spesifikasi bangunan yang telah disepakati bersama dengan perusahaan pengembang G. Selama menunggu tender di proses oleh panitia tender. yang menyatakan bahwa perusahaan X akan jadi pemenang tender . Contoh Pelanggaran dalam Praktek Sebuah perusahaan pengembang di Sleman membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah perumahan. pihak perusahaan x didatangi oleh ³oknum pemerintah´. Sesuai dengan kesepakatan pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada kontraktor. Contoh Pelanggaran dalam Praktek Seorang nasabah. Perusahaan tersebut sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ada dalam terder tersebut. Selang beberapa bulan kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan serius. dari perusahaan pembiayaan terlambat membayar angsuran mobil sesuai tanggal jatuh tempo karena anaknya sakit parah. Namun dalam pelaksanaannya. sebut saja X. Pihak perusahaan menagih dengan cara yang tidak sopan dan melakukan tekanan psikologis kepada nasabah. Beberapa minggu setelah jatuh tempo pihak perusahaan langsung mendatangi X untuk menagih angsuran dan mengancam akan mengambil mobil yang masih diangsur itu.

. Dalam hal ini pihak perusahaan X yang kemudian ³terpaksa´ memberikan sejumlah prosentase tertentu kepada panitia tender.seandainya memberikan sejumlah prosentasi tertentu dari tender tersebut kepada panitia.

. Kunci utama kesuksesan bisnis adalah reputasinya sebagai pengusaha yang memegang teguh integritas dan kepercayaan pihak lain.KESIMPULAN Dari pembahasan di atas kita tahu bahwa petilaku etis dan kepercayaan (trust) dapat mempengaruhi operasi perusahaan. Di Amerika. 4. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu: 1. Sanksi hukuman di Indonesia masih lemah jika dibandingkan dengan sanksi hukuman di AS. Perilaku tidak etis khususnya yang berkaitan dengan skandal keuangan berimbas pada menurunnya aktivitas dan kepercayaan investor terhadap bursa saham dunia yang mengakibatkan jatuhnya harga-harga saham. 5. karena itu para pelaku bisnis harus belajar untuk melihat prospek jangka panjang. Berkaca dari beberapa contoh kasus di atas. pelaku tindakan criminal di bidang keuangan dikenai sanksi hukuman 10 tahun penjara sedangkan di Indonesia hanya diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek. Dalam jangka panjang. etika semacam itu justru akan menguntungkan perusahaan. Product recall dapat dilihat sebagai bagian dari etika perusahaan yang menjunjung tinggikeselamatan konsumen. Memang. beretika dalam berbisnis tidak akan memberikan keuntungan dengan segera. 6. kita dapat melihat etika dan bisnis sebagai dua hal yang berbeda. Kemajuan teknologi informasi khususnya internet telah menambah kompleksitas kegiatan ³public relation´ dan ³crisis management´ perusahaan. 2. 3.

Ini bisa terjadi sikap para pengusaha kita.PENUTUP Pelanggaran etika bisnis itu dapat melemahkan daya saing hasil industri dipasar internasional. para pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan menghancurkan nama mereka sendiri dan negara. Disadari atau tidak. Pengabaian etika bisnis dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat. Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika bisnis membuat keprihatinan banyak pihak. . Lebih parah lagi bila pengusaha Indonesia menganggap remeh etika bisnis yang berlaku secara umum dan tidak pengikat itu. tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->