P. 1
Auksin Ppt Bdp Unila1

Auksin Ppt Bdp Unila1

|Views: 828|Likes:
Published by Salma Almira

More info:

Published by: Salma Almira on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Materi Kuliah Pertumbuhan & Perkembangan Tanaman Jurusan BDP FP UNILA Dosen: Dr.

Agus Karyanto

Hormon tanaman = fitohormon
• Senyawa organik yang diproduksi tanaman • Disintesis dan ditranslokasikan menuju tempat beraktivitas • Aktif dalam konsentrasi rendah ( mol, ppm). Auxin occurs in cells in concentrations of 10-8 – 10-6 Mol/l • Transduksi sinyal – suatu molekul yang berperan sebagai sinyal untuk mengatur pertumbuhan & perkembangan tanaman

1

Hormon (misalnya auksin)

Reseptor hormon

Transduksi sinyal

Ekpresi gen

Tanggapan pertumbuhan & perkembangan tanaman (misalnya perakaran)

• Hormon tanaman adalah senyawa organik, senyawa berbasis karbon yang diproduksi oleh tanaman, dan aktif pada konsentrasi yang sangat rendah. Hormon tanaman mengontrol proses fisiologis terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hormon disintesis pada suatu bagain tanaman dan ditranslokasikan ke bagian lain dimana terjadi aktivitas tertentu. Hormon tidak memiliki fungsi sebagai nutrisi di dalam tanaman.

2

• Pengatur pertumbuhan tanaman memiliki karakteristik yang sama sebagaimana hormon dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Bedanya adalah bahwa pengatur pertumbuhan tanaman tidak disintesis di dalam tanaman itu sendiri dan tidak memiliki semua kriteria yang ada pada hormon tanaman. ABA) 3 . senyawa perangsang pengakaran. Dua pengatur pertumbuhan tanaman yang penting adalah yang seperti auksin dan yang memiliki aktivitas anti-giberelin. perontok daun. GA) • Etilen (Ethylene) Asam Absisat (Abscisic Acid. dan beberapa senyawa yang digunakan dalam kultur jaringan. Pengatur Pertumbuhan Tanaman (Plant growth regulators atau “PGR”) • Diproduksi secara buatan (sintetik) • Diproduksi secara organik (fitohormon) • Lima kelompok utama PGR: • Auksin (Auxins) • Sitokinin (Cytokinins) • Giberelin (Gibberellins. Berbagai pengatur pertumbuhan tanaman adalah buatan (sintetis). misalnya herbisida.

• Koleoptil adalah daun khusus yang muncul dari buku pertama yang melindungi epikotil pada biji yang sedang berkecambah sampai muncul ke permukaan tanah.Auksin (auxins) • Kata auxin yang diperkenalkan pertama kali oleh Fritz Went pada thn 1926 sebenarnya diadopsi dari kata auxein dalam bahasa Yunani (Greek) yang berarti “tumbuh”. Dalam bukunya "The Power of Movement in Plants" thn 1880. Sejarah penemuan auksin • Auksin merupakan hormon tanaman yang pertama kali ditemukan • Charles Darwin merupakan pioner dalam penelitian hormon tanaman. • Auksin adalah kumpulan beberapa senyawa kimia yang mampu menginduksi pemanjangan sel pada batang dan/atau memiliki aktivitas fisiologis seperti asam indol asetat (IAA. namun karakter ini dianggap sebagai prasyarat utama bagi “semua” auksin. 4 . • Auksin biasanya mempengaruhi proses-proses lain selain pemanjangan sel batang. beliau menjelaskan pengaruh cahaya dalam pergerakan koleoptil rumput kanari (Phalaris canariensis). indole acetic acid) yaitu auksin pertama yang berhasil diisolasi.

Namun demikian. 5 . • Charles Darwin menyimpulkan bahwa ujung koleoptil adalah jaringan yang berperan untuk merespons cahaya dan memproduksi sinyal yang ditranslokasikan menuju ke bagian bawah koleoptil dimana terjadi tanggapan fisiologis (terjadi pembengkokan). maka koleoptil akan membengkok ke arah datangnya cahaya. Ternyata tidak terjadi pembengkokan koleoptil.Sejarah penemuan auksin • Jika cahaya dari samping menyinari koleoptil. • Dia kemudian memotong ujung koleoptil dan memaparkan sisa koleoptil ke arah cahaya untuk melihat apakah terjadi respon. jika ujung koleoptil dibiarkan terbuka dan bagian tepat di bawah ujung ditutupi. maka tidak terjadi pembengkokan (koleoptil tumbuh lurus ke atas). maka koleoptil akan membengkok ke arah datangnya cahaya. Jika ujung koleoptil ditutup dengan aluminium foil.

Fitting mempelajari pergerakan sinyal pada sisi terang & sisi gelap koleoptil. 6 .Percobaan awal fototropisme (membengkoknya koleoptil sebagai respons terhadap cahaya) kemudian mengarah pada penemuan hormon auksin Light Control Opaque cap Opaque collar Transparent cap Gelatin Block Mica sheet Tip removed Sejarah penemuan auksin • Th 1885. namun hasilnya belum maksimal • Th 1913. Salkowski menemukan senyawa indole3-acetic acid (IAA) dalam media fermentasi • Th 1907. Boysen-Jensen memodifikasi percobaan Fitting dengan menyisipkan mika untuk menghambat transport sinyal dan menyimpulkan bahwa translokasi auskin ke arah bawah terjadi pada sisi gelap.

Setelah ditempeli agar. di sisi manapun ujung koleoptil ditetakkan. • Th 1926. jika ujung dibuang dan diganti baru maka pertumbuhan berlanjut. Hasil penelitiannya menujukkan bahwa pembengkokan batang adalah proporsional dengan jumlah fitohormon dalam balok-agar. 7 . pertumbuhan berlanjut. Hasilnya. pembengkokan mengarah ke sisi lainnya. • Th 1928. menyinari ujung koleoptil.Sejarah penemuan auksin (2) • Th 1918. • Th 1925. • Uji ini kemudian dikenal sebagai “the avena curvature test” dan fitohormon yang berhasil diisolasi diberi nama auksin. Soding melanjutkan ide Paal. mahasiswa pasca dari Belanda bernama Fritz Went mempublikasikan hasil penelitian tentang bagaimana dia mengisolasi suatu senyawa perangsang tumbuh dengan meletakkan balok-agar di bawah ujung koleoptil beberapa lama dan kemudian memindahkan balok-agar tersebut ke koleoptil Avena yang telah dibuang pucuknya. Paal meyakinkan penemuan BoysenJensen dengan memotong ujung koleoptil dalam gelap. mengganti ujung koleoptil tanaman dengan ujung koleoptil yang telah disinari namun meletakkannya hanya pada satu sisi. Jika ujung koleoptil dipotong pertumbuhan lambat. Went mengembangkan metode untuk mengkuantifikasi fitohormon ini.

Ujung dipotong Diletakkan pada balok-agar selama 1. Percobaan Fritz Went penemuan auksin 8 . Pertumbuhan berlanjut.4 jam Taruh balok-agar pada koleoptil.

Tryptophan . in some plants. Tryptophan – (dekarboksilasi)tryptamine – (oksidasi dan deaminasi)indoleacetaldehyde – (oksidasi)indoleacetic acid 3. As recently as 1991. suatu senyawa dianggap sebagai auksin adalah jika disintesis oleh tanaman dan memiliki aktivitas yang mirip dengan IAA Biosintesis & Metabolisme Auksin Secara kimia. 1. dan diduga ada 3 mekanisme konversi triptofan menjadi IAA. IAA sangat mirip dengan asam amino triptofan. IAA can be produced via a tryptophan-independent mechanism.(transaminasi)indolepyruvic acid – (dekarboksilasi)indoleacetaldehyde – (oksidasi)indoleacetic acid. Other experiments have shown that. 2. 9 . • Th 1954. This mechanism is poorly understood.• Fritz Went sering dianggap sebagai penemu auksin. • Kemudian Kogl berhasil mengisolasi senyawa lain dari urine yang memiliki struktur dan fungsi seperti auxin A. • Secara umum. para ahli fisiologi tanaman menyusun karakteristik kelompok auksin. but has been proven using trp(-) mutants. Istilah ini berasal dari auxein (Yunani) yang artinya untuk tumbuh. this mechanism is actually the preferred mechanism of IAA biosynthesis. namun sebenarnya Kogl dan Haagen-Smit lah yang berhasil mempurifikasi senyawa auxentriolic acid (auxin A) dari urine manusia pd th 1931. salah satunya adalah indole-3 acetic acid (IAA) yang awalnya ditemukan oleh Salkowski pd th 1885. this 3rd mechanism has evolved.

Struktur triptofan & IAA tryptophan Indoleacetic acid. • Konjugat IAA dan auksin sintetik seperti 2. IAA Degradasi IAA oleh IAA oksidase • Oksidasi IAA oleh enzim IAA oksidase menyebabkan kehilangan gugus karboksil (COOH) dan menghasilkan 3-methyleneoxindole. 10 .4-D tidak dapat dirusak oleh enzim IAA oksidase.

& naphthalines. dan merupakan bentuk auksin alami paling aktif. IAA juga mudah didegradasi oleh enzim IAA oksidase Jenis Auksin • Berdasarkan sintesisnya. auksin dapat dibagi menjadi indoles. • IAA membangkitkan sebagian besar efek auksin pada tanaman utuh. auksin dapat dibagi menjadi auksin alami & sintetik. phenylacetic acid (PAA) dan indole-3-butyric acid (IBA). Auksin alami selain IAA adalah 4-chloro-indoleacetic-acid.IAA • Jenis auksin yang paling penting adalah indole3-acetic acid (IAA). Selain itu. molekul IAA secara kimia bersifat labil dalam larutan (air) sehingga IAA tidak dapat diaplikasikan secara komersial sebagai zat pengatur pertumbuhan tanaman.4dichlorophenoxyacetic acid (2. Namun demikian. Contoh auksin sintetik meliputi 1naphthaleneacetic acid (NAA).4-D). 2. 11 . phenols. dll • Berdasarkan struktur dasar molekulnya.

4-D) a -Naphthalene acetic acid (a -NAA) 2-Methoxy-3.4-dichlorophenoxyacetic acid (2.Stuktur molekul auksin alami Indole-3-acetic acid (IAA) 4-chloroindole-3-acetic acid (4-CI-IAA) 2.6-dichlorobenzoic acid (dicamba) 12 .phenylacetic acid (PAA) Struktur sintetik auksin Indole-3-butyric acid (IBA) 2.

5-Trichlorophenoxyacetic acid (2.Auksin sintetik (lanjutan) 4-Amino-3.6trichloropicolinic acid (tordon or picloram) 2.5-T) a -(p-Chlorophenoxy)isobutyric acid (PCIB. an antiauxin) Biosintesis & karakteristik auksin • • • • Pada jaringan meristem pucuk dan akar Pada daun muda Pada daun tua dalam jumlah yang sangat sedikit Pada akar yang tua juga dalam jumlah yang sangat sedikit • Ditransportasikan dari apeks pucuk ke bagian bawah (pangkal) tanaman. 13 .4.5.4.

Gulma berdaun lebar (dikotil) seperti dandelion jauh lebih peka terhadap auksin dibandingkan dengan tanaman monokotil seperti rumput dan serealia.4. dan untuk mencegah buah jatuh sebelum waktunya • Apabila diaplikasikan dengan dosis tinggi. Kelebihan etilen dapat menghambat pemanjangan pertumbuhan.5-trichlorophenoxyacetic acid (2. auksin menstimulir produksi etilen.5-T) dapat digunakan sebagai herbisida.4. menyenbabkan absisi daun.4-D and 2.Aplikasi auksin • Auksin sering digunakan untuk merangsang inisiasi pertumbuhan akar dan merupakan bahan aktif untuk penyediaan bibit setek secara komersiil. Beberapa auksin sintetik seperti 2. dan pada dosis tinggi bahkan dapat mematikan tanaman. Auksin juga dapat digunakan untuk merangsang pembungaan yang seragam. memacu perkebangan buah. 14 .

atau pembesaran kearah yang sama (isodiametric expansion) seperti pada pertumbuhan buah. pertumbuhan buah). mengandung lignin. Dinding sel sangat kuat dan mencegah pembesaran volume sel secara tiba-tiba. dan. mulai dari tingkat sel sampai organ dan selanjutnya ke seluruh bagian tanaman. Mekanisme Kerja Auksin A.Aktivitas Hormon Auksin • Auksin mengkoordinasi perkembangan pada semua tingkat tanaman. Pada contoh lain. Tergantung pada jaringan tertentu. Pada beberapa kasus (pertumbuhan koleoptil) pembesaran sel yang dirangsang auksin terjadi tanpa didahului pembelahan sel. pembesaran lateral (seperti pada pembengkakan akar). pembesaran sel tidak dapat terjadi. 15 . auksin dapat mendorong pemanjangan aksis (seperti pada pucuk). pembelahan dan pembesaran sel karena auksin mungkin terjadi secara bertahap pada jaringan yang sama (inisiasi akar. Pada tumbuhan hidup. dan pada beberapa kasus. Pada Tingkat Sel • Pada tingkat sel. auksin penting bagi pertumbuhan sel dengan mempengaruhi baik pembelahan maupun pemanjangan sel. Dinding sel tanaman terbuat dari selulosa dan protein. nampak bahwa auksin dan hormon tanaman lainnya hampir selalu berinteraksi untuk menentukan pola perkembangan tanaman. tanpa konstribusi auksin.

terutama dari pertambahan ukuran valuola. Diagram “Acid-growth theory” 16 . Pengasaman daerah dinding sel akan mengaktifkan enzim yang dikenal sebagai ekspansin. sehingga menurunkan pH di sekeliling sel tersebut. Ketika sebagian dinding sel terdegradasi akibat kinerja auksin. yaitu memecah ikatanikatan yang menyatukan selulosa sebagai penyusun dinding sel. sehingga akan membuat dinding sel menjadi lunak (tidak kaku). auksin diduga secara langsung merangsang tahap awal pemanjangan sel dengan mendorong sel-sel terkait untuk secara aktif mentransport ion hidrogen ke luar dari sel. maka dinding sel yang tidak kaku lagi itu akan membesar akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel.• Menurut “acid growth theory” (teori pertumbuhan asam).

Pada tingkat Organ Petumbuhan dan pembelahan sel tanaman secara bersama-sama akan berakibat pada pertumbuhan jaringan. Tanpa pengaturan dan pengorganisasian melalui hormon. Organisasi Tanaman • Sebagaimana peran auksin dalam pembentukan organ maka auksin juga diperlukan untuk perkembangan tanaman secara utuh. pertumbuhan akar sebagai respons terhadap graviatsi (gravitropisme). sebagai contoh batang berbelok ke arah cahaya (fototropisme).B. Pengaruh auksin dimulai pada pembentukan embrio tanaman yaitu distribusi auksin akan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya dari kutub sel dan kemudian membentuk tunas untuk organ berikutnya. Sepanjang hidup tanaman. auksin membantu tanaman dalam menjaga polaritas dari pertumbuhan dan mengenali dimana pertumbuhan ditujukan untuk membentuk cabang (atau suatu organ). 17 . Pertumbuhan sel akan menentukan ukuran tanaman. tanaman mungkin hanya akan memperbanyak diri menjadi sel yang sama struktur dan fungsinya. dan pertumbuhan jaringan tertentu akan berkontribusi terhadap berkembangnya organ tanaman. namun demikian ketidakseimbangan laju pertumbuhan secara lokal dapat menghasilkan pembengkokan. perputaran dan arah yang tidak normal. C. dan tropisme yang lainnya.

Hal ini berdasarkan pada peranan membran plasma dalam mengatur pergerakan auksin dari satu sel ke sel lain di bawahnya Polar transport of auxin 18 . tetapi untuk transport jarak dekat ada suatu sistem unik yang terkoordinasi sebagai transport polar dari sel ke sel. Pembuangan tunas apikal dan hormon auksin akan mendorong pembentukan tunas lateral yang semula dorman. Distribusi auksin yang tidak merata • Auksin ditranslokasikan dari pucuk ke pangkal tanaman (basipetal). Transport polar auksin bersifat searah dan sangat teratur.• Prinsip penting dari organisasi tanaman berdasarkan pada distribusi auksin adalah fenomena dominansi apikal. Transport jarak jauh berlangsung dalam pembuluh floem. Perilaku ini banyak dimanfaatkan dalam pemangkasan untuk mendapatkan bentuk tanaman seperti yang dikehendaki. Arti dominansi apikal secara harfiah adalah dimana auksin yang dihasilkan oleh tunas apikal (pucuk) menyebar ke arah bawah dan menghambat perkembangan tunas lateral (samping) sehingga tunas samping tidak menyaingi tunas pucuk dalam kebutuhan cahaya dan hara. Tunas antara tangkai daun dan batang akan menghasilkan pucuk baru untuk bersaing menjadi pemenang pertumbuhan.

Rasio auksin: sitokinin sangat penting dalam organogenesis (pembentukan organ dari jaringan dalam kultur jaringan tanaman). Auksin juga menstimulir pembelahan sel jika sitokinin juga ada. Auksin menstimulir pemanjangan sel dengan cara merangsang bekerjanya enzim elastin untuk melonggarkan dinding sel. Pembentukan akar adventif. 4. konsentrasi auksin tinggi (yang dapat berakibat pada pembentukan etilen) dapat menyebabkan gugurnya bunga betina pada beberapa spesies Cucurbitaceae. sedangkan rasio auksin: sitokinin rendah akan merangsang pembentukan tunas. Pembuangan ujung akar akan menyebabkan penghambatan pembentukan akar sekunder. 3. Pemanjangan sel. Auksin merangsang pembentukan akar baru dengan mematahkan dominansi apikal akar yang diinduksi oleh sitokinin. Pertumbuhan dan perkembangan akar. konsentrasi auksin yang tinggi akan menghambat pemanjangan akar. 5. namun demikian pada konsetrasi auksin yang tinggi akan merangsang pembentukan etilen. 19 . Auksin berperan dalam gerak tumbuhan misalnya fototropisme. 2.Pengaruh Auksin 1. Konsentrasi auksin yang rendah dapat menghambat pembentukan etilen. misalnya pada setek. geotropisme. Biosintesis Etilen. Auksin menginduksi pembentukan dan organisasi floem dan xilem. hidrotropisme dan perubahan perkembangan lainnya. Respons pelukaan. Namun demikian. dirangsang oleh auksin. Jika tanaman terluka. Adanya perbedaan konsentrasi auksin pada salah satu sisi pucuk atau akar akan menyebabkan perbedaan laju pertumbuhan pada salah satu sisi pucuk/akar tersebut sehingga menyebabkan pembengkokan pucuk/akar. Dominasi apikal (sudah dibahas sebelumnya) 6. auksin akan menstimulir diferensiasi sel dan regenerasi jaringan pembuluh. Jika giberelin juga ada maka pengaruhnya akan semakin besar. Oleh karena itu. Rasio auksin: sitokinin tinggi akan merangsang tumbuhnya akar.

2.4-D masih banyak digunakan untuk memberantas gulma golongan dikotil. Pada buah tanpa fertilisasi. herbisida berbahan aktif 2. Sampai sekarang.Pertumbuhan buah.4. ***** 20 . namun 2.4-D masih digunakan dan dianggap aman. pertumbuhan buah terhenti.5-T. Auksin menunda senesens buah dan diperlukan untuk pertumbuhan buah. When removed the strawberry does not develop (Raven.4. aplikasi auksin merangsang terjadinya buah partenokarpi. 1992). aplikasi eksogenous auksin menstimulir pertumbuhan buah meskipun biji telah dibuang.5-T telah dilarang oleh EPA (Environmental Protection Agency) di USA sejak tahun 1979. Auksin berperan dalam inisiasi pembuangaan pada famili Bromeliaceae. auxin applied • Above describes the effect of auxin on strawberry development. 7. jika biji strawberi dibuang. Misalnya. Auksin sebagai herbisida.4-D dan 2. The achenes produce auxin. 8. Pembungaan. Senyawa perontok daun jeruk (defoliant agent) dulunya adalah campuran antara 2. Normal development Seed removed Seed removed.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->