P. 1
Konsep Clean and Good Government

Konsep Clean and Good Government

|Views: 305|Likes:
Published by masluqi

More info:

Published by: masluqi on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

Suara mahasiswa 006 : Mengkritisi Clean and Good Governance di Indonesia

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, pErtahanan, pOlitik, saing, sUbsidi, sumber daya, teknologi, tEknologi iNformasi, uang on Thursday , 23 April 2009 at 1:14 pm

Pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good government) adalah idaman. Istilah yang semakin populer dalam beberapa dekade ini, semakin menjadi tuntutan, dalam kondisi dimana korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) lainnya begitu menggejala di berbagai belahan dunia. Kekecewaan terhadap performance pemerintahan di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju, telah mendorong berkembangnya tuntutan akan kehadiran pemerintahan yang baik dan bersih. Pemerintahan yang bersih umumnya berlangsung di negara yang masyarakatnya menghormati hukum. Pemerintahan yang seperti ini juga disebut sebagai pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik itu hanya bisa dibangun melalui pemerintahan yang bersih (clean government) dengan aparatur birokrasinya yang terbebas dari KKN. Dalam rangka mewujudkan clean government, pemerintah harus memiliki moral dan proaktif mewujudkan partisipasi serta check and balances. Tidak mungkin mengharapkan pemerintah sebagai suatu komponen dari proses politik memenuhi prinsip clean government dalam ketiadaan partisipasi. Good Governance adalah suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.” (World Bank). Good Governance hanya bermakna bila keberadaannya ditopang oleh lembaga yang melibatkan kepentingan publik. Jenis lembaga tersebut adalah sebagai berikut: 1. Negara a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable d. Menegakkan HAM e. Melindungi lingkungan hidup

Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi b. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah e. Mempengaruhi kebijakan publik c. Memelihara lingkungan hidup f. baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka.Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat h. Masyarakat Madani a. Partisipasi Masyarakat. Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip Good Governance. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik 2. serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Menjalankan industri b.f . yaitu: 1. Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat Namun untuk ringkasnya Good Governance pada umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik. Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. . Sektor Swasta a. Meningkatkan standar hidup masyarakat e. Menyediakan insentif bagi karyawan d. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat. Menciptakan lapangan kerja c. Mengembangkan SDM f.Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM 3. Sebagai sarana checks and balances pemerintah d. Mentaati peraturan g.

5. Transparansi. Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. Sedangkan masyarakat merupakan obyek sekaligus subyek dari pemerintah maupun swasta. Akuntabilitas. Berorientasi Kepada Konsensus. budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. Seluruh proses pemerintahan. Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihakpihak yang berkepentingan. . termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. 8. Pemerintahan yang baik dan bersih diukur dari performance birokrasinya. konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau 4. dan bila mungkin. pengendali dan pengawasan. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Para pengambil keputusan di pemerintah. Pengalaman dan kinerja birokrasi di berbagai negara telah melahirkan dua pandangan yang saling bertentangan terhadap birokrasi. Pandangan pertama melihat birokrasi sebagai kebutuhan. Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. sektor swasta (private sector) dan masyarakat (society). Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu. Visi Strategis. maka dapat disimpulkan bahwa wujud daripada Good Governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab. sektor swasta dan organisasiorganisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Bentuk pertanggungjawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan. Efektifitas dan Efisiensi. Pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia. serta efisien dan efektif dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara domain-domain negara/pemerintah (state). 6. Peduli. Tegaknya Supremasi Hukum.2. Sektor swasta lebih benyak berkecimpung dan menjadi penggerak aktivitas di bidang ekonomi. 9. 3. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan. 7. Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat. Sektor negara/pemerintah lebih banyak memainkan peran sebagai pembuat kebijakan. Dari prinsip-prinsip di atas. Kesetaraan.

hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong. dan sebagainya. Kompas. Indikator buruknya kerja birokrasi pada umumnya berfokus pada terjadinya korupsi di dalam birokrasi tersebut. ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. Maka hanya tinggal segelintir kecil saja aparat birokrasi yang mempertahankan kesucian dirinya. Kompas. sebagai sebuah organisasi pelaksana pemerintahan. sebenarnya bukan saja terjadi pada dua-tiga dekade terakhir. Tiga tahun kemudian. serta ditunggangi oleh para pejabat yang tidak jujur. 2001. Artinya. Dengan begitu. menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. bila birokrasi itu hidup di dalam sebuah sistem yang jelek. 19/11/2001). Tanzania dan Nigeria. Praktek korupsi di Indonesia. Artinya. Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh Partnership for Governance Reform melaporkan bahwa hampir setengahnya (48 %) dari pejabat pemerintah diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi (Media Indonesia. setengah dari pejabat birokrasi melakukan praktek korupsi (uang). dimana birokrasi itu hidup dan bekerja. (Kompas. misalnya. pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah korupsi. Honduras. dikuntit India dan Vietnam (Teten Masduki. maka birokrasi akan menjadi buruk dan menakutkan bagi rakyatnya. Faktor di luar birokrasilah yang akan menentukan wajah birokrasi menjadi baik atapun jahat. Padahal secara konseptual. Dan. penuh dengan arogansi (yang bersembunyi di balik hukum). hukumnya lemah. bila sistem (politik. Di era pemerintahan Soekarno. yakni. pemerintahan dan sosial budaya) yang dipakai oleh suatu negara adalah baik dan para pejabat birokrasi juga orang-orang yang baik. Bung Hatta sudah mulai berteriak bahwa korupsi adalah budaya bangsa. Sebaliknya. 24/09/1998). Indonesia merupakan negara korup keenam terbesar di dunia setelah lima negara gurem. Transparansi Internasional telah memasukkan Indonesia sebagai bangsa yang terkorup keempat dimuka bumi. yaitu manusia yang menjalankan birokrasi dan sistem yang dipakai. maka birokrasi menjadi sebuah badan yang baik. melihat birokrasi sebagai “musuh” bersama. ditahun 2002. pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan selain itu. melaporkan. yang kerjanya hanya mempersulit hidup rakyat. Sebuah identifikasi yang membuat bangsa kita tidak lagi punya hak untuk berjalan tanpa harus menunduk malu (Hamid Awaludin. adalah sebuah badan yang netral. Malah. Indonesia dari waktu ke waktu terkenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. Pada tahun 1998. hanya manis di mulut tanpa political will yang memadai. dilingkungan yang demikian kotor. justru Departemen Agama dengan skandal kain kafan. masih harus . sebuah organisasi internasional anti korupsi yang bermarkas di Berlin. Pandangan kedua. lagi efektif. Saat itu. tidak melayani. siaran pers Tranparansi Internasional. Belum lagi terhitung korupsi dalam bentuk penggunaan waktu kerja yang tidak semestinya. Korupsi dan Reformasi “Good Governance”.yang akan mengefisiensikan dan mengefektifkan pekerjaan pemerintahan. Korupsi Semakin Ganas. Paraguay. Kamerun. kain untuk membungkus mayat (kain kaci). pada tahun 1950-an. birokrasi. Pada era Soekarno itulah kita kenal bahwa salah satu departemen yang kotor. cenderung kaku dan formalistis. sarangnya korupsi. 15/04/2002). 16/08/2001).

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. 5. birokrasi Indonesia . 7. sumber daya manusia. bukan saja disebabkan oleh harga minyak di pasaran dunia. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi. LP3ES. Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memerikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi. legislatif.diimpor. sehingga menimbulkan high cost economy di semua lini kehidupan. Dikatakan bahwa RUU ini disiapkan untuk menata sistem manajemen berbasis kinerja yang meliputi kelembagaan. Kemiskinan. Kolonialisme. bila lima RUU tersebut berhasil disahkan dan diterapkan. budaya kerja dan hubungan teknologi (Kompas. dia merupakan multi faktor yang kompleks dan saling bertautan. RUU Etika Penyelenggaraan Negara. Masalahnya. Buruknya kinerja birokrasi bukan saja menggerogoti uang negara. 4. Birokrasi yang buruk juga akan menyebabkan pelayanan yang jelek. Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi. Perkembangan terakhir upaya untuk mereformasi birokrasi mangambil bentuk jalur UU. Kurangnya pendidikan. tapi juga disebabkan oleh tidak efisiennya kerja Pertamina. 2. birokrasi masih berkutat dengan patron-klien dan korupsi. 1986) mencoba mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan suburnya korupsi sebagai berikut: 1. yaitu dengan mengajukan usulan RUU berkaitan dengan perbaikan birokrasi atau administrasi publik. 16/08/2001). Kompas. maupun yudikatif tampaknya masih harus melalui jalan panjang karena hokum di negeri ini masih belum bisa ditegakkan secara penuh. Tiadanya tindak hukuman yang keras. Adapun lima RUU yang disiapkan tersebut meliputi: RUU Administrasi Pemerintahan. RUU Pelayanan Publik. Korupsi Semakin Ganas. mengumumkan akan mereformasi birokrasi melalui lima RUU. Syed Hussein Alatas (Sosiologi Korupsi. Harga BBM yang terus menerus naik. 3. 6. Kebijakan pemerintah untuk memberantas korupsi di semua lembaga baik eksekutif. Faktor penyebab suburnya korupsi bukan faktor tunggal. tata laksana. Peran departemen ini sangat dominan untuk urusan tersebut (Hamid Awaludin. Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika. 8 Juni 2006). apakah birokrasi Indonesia akan mengalami perubahan yang signifikan? Sejarahnya. RUU Kementrian Negara dan RUU Kepegawaian Negara. Taufiq Effendi. Bahkan di era pemerintahan sekarang ini.

Karena penciptaan UU sebagaimana yang diupayakan melalui kelima RUU di atas akan sia-sia bila tidak mengikat secara utuh aparat birokrasi. Semua upaya tersebut akan bisa maksimal bila ditunjang oleh kepemimpinan yang kokoh (strong leadership) yang memahami pentingnya mereformasi birokrasi. antara lain tantangan sosial budaya dan kehidupan beragama. Pendapatan per kapita US$ 1.000 dijadikan indikator. Namun. Dengan kata lain. pada tahun 2008 naik menjadi 69.1 persen. dan justru melanggengkan sifat birokrasi patrimonial yang sarat dengan patron-klien. Pada tahun 1998. angka kemiskinan mencapai 24. Pada tahun 2006. Pertumbuhan ekonomi. perbaikan sistem penggajian dan perubahan yang mendasar yang berkaitan dengan orientasi PNS pada etika profesionalisme sangat relevan untuk diterapkan seiring dengan usulan kelima RUU tersebut. Pemerintah mengklaim Indonesia bukan lagi negara berkembang yang miskin. Indonesia kini adalah negara berkembang menengah. Tetapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. yang paling mendesak untuk diperbaiki seiring dengan reformasi birokrasi adalah reformasi hukum atau penegakan hukum. sarana dan prasarana.1 persen.800-2. Selain itu. pada tahun 1998 minus 13. Max Pohan. Pada tahun 2004. Dan pada 2008 tinggal 15. tantangan perekonomian. apakah kelima RUU tersebut cukup menjanjikan bila kultur lama birokrasi (yang hanya berorientasi kepada penguasa dan mengabaikan pelayanan publik) dan kepastian hukum di Indonesia juga tak diperbaiki? Artinya. pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. peran birokrasi tampak kabur meskipun relatif tidak terpolitisasi sebagaimana era Orba. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. Hutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis. mengatakan. Sedangkan di pemerintahan sekarang ini. Deputi Otda Bappenas. pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. Jakarta). utang Indonesia kepada IMF sebesar 9. mengatasi minimnya distribusi pendapatan.1 persen. tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16. (INILAH. politik. Indonesia berhasil melunasi hutang hingga sebesar 7. PR itu. antara lain.4 persen. Pada tahun 2004. Tengok saja.COM.1 miliar dolar AS. pertahanan .mengalami perubahan dari periode ke periode. pada tahun 1998.2 persen. Pengalaman politisasi birokrasi di era Orde Baru menjadikan institusi ini tidak netral dan tidak professional. hingga tahun 2025 ada berbagai tantangan yang bakal dihadapi Indonesia. misalnya.4 persen dari total penduduk Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008). tingkat kemiskinan.8 miliar dolar AS. Penciptaan hukum yang mengikat yang mampu memberi penalti kepada warga negara sangat diperlukan karena tanpa itu sulit memberantas korupsi di birokrasi.8 miliar dolar AS.7 persen. perubahan tersebut tidak selalunya berdampak positif bagi perkembangan birokrasi. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6. Cadangan devisa yang semula 33. dan tingginya angka pengangguran.

dan keamanan. Ketiga. dan akuntabilitas. misalnya. Kultur keterbukaan. maupun resistensi birokrasi lama. salah satu jalur strategis bagi tercapainya good governance adalah dengan melakukan reformasi pemerintahan negara (governance reform) yang terfokus pada pihak eksekutif dan administrasi negara. pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. seharusnya diperjelas otoritas pemerintahan baru di hadapan birokrasi lama. Pelayanan yang lamban sudah menjadi ciri birokrasi kita (perhatikan layanan KTP. baik karena ketidakjelasan pengaturan. berdaya saing. tidak adanya dukungan legislatif. negara yang mandiri dan maju serta peranan yang meningkat di dunia internasional. Keempat. mencerminkan bahwa watak Indonesia sebagai negara birokrasi (beambtenstaat) masih menonjol.” katanya Jadi dapat disimpulkan. Masalah-masalah yang muncul dalam penunjukan pejabat-pejabat politik (political appointess). yakni wilayahnya yang luas. seharusnya wajar jika pemerintah berhak menentukan jabatan-jabatan tertentu dalam birokrasi negara. Jika tidak. hak-hak dan kewajibannya. telah meningkatkan kredibilitas sistem pembentukan legislatif dan eksekutif. Perkembangan sistem multipartai menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendirikan asosiasi politik dan menjatuhkan pilihannya secara bebas. melainkan juga di lembaga perwakilan rakyat dan peradilan. maka pemerintahan yang demokratik akan dibajak oleh sistem birokrasi lama. Lembaga Non-Departemen. Departemen. ada beberapa strategi pencapaiannya: Pertama. kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. bidang wilayah dan tata ruang serta SDA dan lingkungan hidup. dan etika pejabat harus ditingkatkan. Mereka bukan hanya berada di lingkaran eksekutif seperti Sekretariat Negara. demokratis yang berlandaskan hukum. jumlah penduduk yang besar serta perkembangan politik yang telah melalui tahap awal reformasi berupa demokratisasi dan desentralisasi. birokrasi di Indonesia merupakan birokrasi yang menggurita. Untuk itu. Upaya memperjelas masalah ini dapat dimulai dengan menghasilkan perundang-undangan tentang lembaga kepresidenan. hukum dan aparatur. Dalam pengaturan itu ditentukan tentang otoritas politik. Tetapi hal ini belum memungkinkan. reformasi administrasi negara. usaha telah dijalankan untuk menghasilkan pemerintahan yang demokratik dan legitimate. pemasangan saluran telepon baru atau air minum). Penyelenggaraan pemilu oleh lembaga yang independen (KPU) dan pemantauan oleh masyarakat sipil (domestik dan international). rasa aman dan damai. Seperti diketahui bersama. dan BUMN. kultur dan etika birokrasi. Dalam sistem politik yang demokratik dan menghasilkan pemerintahan yang legitimate. namun menurut dia Indonesia juga punya modal dasar untuk pembangunan. Kedua. pelayanan yang cepat. Etika . Meski banyak tantangan. Sasaran pokok pembangunan dalam 20 tahun ke depan antara lain terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia.

berkolusi. saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama. Sedangkan secara represif. mereka harus terus dijaga. maupun berwatak yudisial melalui peradilan administrasi yang terbatas pada keputusan konkrit (beschikking). putra putri bangsa Indonesia senantisa menghargai perbedaan dan kemajemukan. diingatkan dengan cara yang baik. Hal ini dapat dilakukan secara preventif maupun represif. Dia akan menggerakkan segenap aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. Sejarah perjuangan bangsa kita telah banyak memberikan pelajaran yang bermakna yang perlu mendapatkan perhatian sungguhsungguh dalam pengembangan “sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa”. Dia juga membutuhkan dukungan dari segenap aparat pemerintahan. dan secara umum berupa penyelenggaraan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip yang baik. Kelima. peningkatan pelatihan. seperti kejelasan job description. Bangsa Indonesia. maka upaya membangun pemerintahan yang baik itu akan menemukan jalan yang jelas. Keenam. dengan kata lain. pengawasan oleh atasan. Dalam hubungan itu. Pengawasan preventif melekat pada sistem administrasi negara yang bersangkutan. yaitu melalui DPR dan DPRD. ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Prof Dr Mustopadidjaja AR.jabatan menyangkut hal-hal seperti larangan perangkapan jabatan. masyarakat dan sistem yang baik. birokrasi yang bersih dan baik. dan berjuang maksimal untuk memberikan kontribusi terbaik dalam perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita bernegara di seluruh bumi pertiwi. dan meningkatnya kesejahteraan (bandingkan antara gaji guru dengan pejabat esselon. penerimaan uang pelicin dan lain-lain. dinasehati. Indonesia belum memiliki ketentuan hukum dalam hal ini. senantiasa siap berkorban untuk mempertahankan Wilayah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hanya dengan pemilihan akan sistem yang terbaiklah. pengawasan ini dapat berwatak politis. Kedua. juga pegawai negeri sipil-militer dengan pegawai BUMN). masalah sumber daya manusia yang memerlukan rekruitmen berdasarkan kualitas dan profesionalisme. hayati dan amalkan etos bangsa bernegara yang tersurat dan tersirat pada lambang negara yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika”. pengawasan administrasi negara. yang harus diikuti atau diwujudkan dalam menghasilkan legislasi. Pemerintahan yang bersih dan baik. Sebagai catatan akhir. promosi reguler berdasarkan merit system. untuk generasi muda. Membangun pemerintahan yang bersih dan baik bukanlah pekerjaan yang mudah. . serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan. Masyarakat juga perlu didasarkan bahwa sistem yang baik dan pemimpin yang baik tidak bisa dibiarkan menjalankan pemerintahan sendiri. haruslah dibangun secara sistematis dan terus menerus.

com/2009/04/23/suara-mahasiswa-006-mengkritisi-clean-andgood-governance-di-indonesia/ . sila Ketuhanan Yang Maha Esa menghikmati dan menjadi dasar keridlaan Tuhan atas sila-sila lainnya dari Pancasila. http://mardoto. dan bernegara. sebab itu pengembangannya harus didasarkan pada ajaran Tuhan yang otentik. dan konstitusi negara. negara. sehingga berani mengatakan “yang salah adalah salah. sebagai bentuk peranserta aktif dalam upaya bersama mewujudkan cita-cita bangsa bernegara. berbangsa. yang perlu dipertahankan sebagai landasan hidup bermasyarakat. dan memiliki kemampuan “untuk memperbaiki yang salah dan menegakkan yang benar” dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. bangsa. perubahan-perubahan yang diperlukan dalam batang tubuh UUD diselenggarakan secara demokratis dan konstitusional. dengan keariefan dalam pengama-lannya yang menghargai perbedaan dan keragaman. dan ummat manusia secara keseluruhan. Keempat. Kelima lakukan segala sesuatu dengan niat dan sebagai wujud ibadah dengan memadukan imtaq dan iptek sebagai kesatuan paradigma dalam melangsungkan ibadah bagi kemajuan masyarakat. yang benar adalah benar”.Ketiga.wordpress. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar palsafah hidup bangsa bernegara. sesuai Pasal 37 UUD 1945.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->