Suara mahasiswa 006 : Mengkritisi Clean and Good Governance di Indonesia

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, pErtahanan, pOlitik, saing, sUbsidi, sumber daya, teknologi, tEknologi iNformasi, uang on Thursday , 23 April 2009 at 1:14 pm

Pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good government) adalah idaman. Istilah yang semakin populer dalam beberapa dekade ini, semakin menjadi tuntutan, dalam kondisi dimana korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) lainnya begitu menggejala di berbagai belahan dunia. Kekecewaan terhadap performance pemerintahan di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju, telah mendorong berkembangnya tuntutan akan kehadiran pemerintahan yang baik dan bersih. Pemerintahan yang bersih umumnya berlangsung di negara yang masyarakatnya menghormati hukum. Pemerintahan yang seperti ini juga disebut sebagai pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik itu hanya bisa dibangun melalui pemerintahan yang bersih (clean government) dengan aparatur birokrasinya yang terbebas dari KKN. Dalam rangka mewujudkan clean government, pemerintah harus memiliki moral dan proaktif mewujudkan partisipasi serta check and balances. Tidak mungkin mengharapkan pemerintah sebagai suatu komponen dari proses politik memenuhi prinsip clean government dalam ketiadaan partisipasi. Good Governance adalah suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.” (World Bank). Good Governance hanya bermakna bila keberadaannya ditopang oleh lembaga yang melibatkan kepentingan publik. Jenis lembaga tersebut adalah sebagai berikut: 1. Negara a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable d. Menegakkan HAM e. Melindungi lingkungan hidup

Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat. Mengembangkan SDM f. Menjalankan industri b. Sektor Swasta a. Meningkatkan standar hidup masyarakat e. Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi b. Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat Namun untuk ringkasnya Good Governance pada umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik. Partisipasi Masyarakat. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Mentaati peraturan g. . yaitu: 1. baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah e. Menyediakan insentif bagi karyawan d.Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat h. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik 2. serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. Memelihara lingkungan hidup f.f . Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip Good Governance.Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM 3. Sebagai sarana checks and balances pemerintah d. Menciptakan lapangan kerja c. Masyarakat Madani a. Mempengaruhi kebijakan publik c.

Efektifitas dan Efisiensi. Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat. Transparansi. termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. sektor swasta dan organisasiorganisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Pemerintahan yang baik dan bersih diukur dari performance birokrasinya. Peduli. sektor swasta (private sector) dan masyarakat (society). Tegaknya Supremasi Hukum. Seluruh proses pemerintahan. maka dapat disimpulkan bahwa wujud daripada Good Governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab. lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihakpihak yang berkepentingan. Sektor negara/pemerintah lebih banyak memainkan peran sebagai pembuat kebijakan. dan bila mungkin. Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu. konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. 8. Berorientasi Kepada Konsensus. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan.2. 6. Pengalaman dan kinerja birokrasi di berbagai negara telah melahirkan dua pandangan yang saling bertentangan terhadap birokrasi. Pandangan pertama melihat birokrasi sebagai kebutuhan. . Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Kesetaraan. dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau 4. Akuntabilitas. Para pengambil keputusan di pemerintah. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Sektor swasta lebih benyak berkecimpung dan menjadi penggerak aktivitas di bidang ekonomi. Sedangkan masyarakat merupakan obyek sekaligus subyek dari pemerintah maupun swasta. Visi Strategis. Pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia. 9. 5. budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. 7. pengendali dan pengawasan. Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. 3. Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. serta efisien dan efektif dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara domain-domain negara/pemerintah (state). Dari prinsip-prinsip di atas. Bentuk pertanggungjawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan.

15/04/2002). 2001. yakni. yaitu manusia yang menjalankan birokrasi dan sistem yang dipakai. birokrasi. pada tahun 1950-an. Belum lagi terhitung korupsi dalam bentuk penggunaan waktu kerja yang tidak semestinya. Korupsi Semakin Ganas. dilingkungan yang demikian kotor. adalah sebuah badan yang netral. Padahal secara konseptual. Indonesia dari waktu ke waktu terkenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. Honduras. masih harus . Transparansi Internasional telah memasukkan Indonesia sebagai bangsa yang terkorup keempat dimuka bumi. Pada era Soekarno itulah kita kenal bahwa salah satu departemen yang kotor. 19/11/2001). Pandangan kedua. hanya manis di mulut tanpa political will yang memadai. tidak melayani. siaran pers Tranparansi Internasional. lagi efektif. Kamerun. melaporkan. pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan selain itu. Bung Hatta sudah mulai berteriak bahwa korupsi adalah budaya bangsa. serta ditunggangi oleh para pejabat yang tidak jujur. melihat birokrasi sebagai “musuh” bersama. Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh Partnership for Governance Reform melaporkan bahwa hampir setengahnya (48 %) dari pejabat pemerintah diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi (Media Indonesia. kain untuk membungkus mayat (kain kaci). maka birokrasi akan menjadi buruk dan menakutkan bagi rakyatnya. Tiga tahun kemudian. dan sebagainya. penuh dengan arogansi (yang bersembunyi di balik hukum). Kompas. Sebuah identifikasi yang membuat bangsa kita tidak lagi punya hak untuk berjalan tanpa harus menunduk malu (Hamid Awaludin. Faktor di luar birokrasilah yang akan menentukan wajah birokrasi menjadi baik atapun jahat. 16/08/2001). Dengan begitu. bila sistem (politik. sebenarnya bukan saja terjadi pada dua-tiga dekade terakhir. Dan. ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. Di era pemerintahan Soekarno. Artinya. 24/09/1998). Indikator buruknya kerja birokrasi pada umumnya berfokus pada terjadinya korupsi di dalam birokrasi tersebut. Pada tahun 1998. dimana birokrasi itu hidup dan bekerja. Sebaliknya. Malah. Artinya. pemerintahan dan sosial budaya) yang dipakai oleh suatu negara adalah baik dan para pejabat birokrasi juga orang-orang yang baik. dikuntit India dan Vietnam (Teten Masduki. misalnya. sarangnya korupsi. Indonesia merupakan negara korup keenam terbesar di dunia setelah lima negara gurem. Saat itu. yang kerjanya hanya mempersulit hidup rakyat. Tanzania dan Nigeria. Kompas. Paraguay. Korupsi dan Reformasi “Good Governance”. maka birokrasi menjadi sebuah badan yang baik. cenderung kaku dan formalistis. sebuah organisasi internasional anti korupsi yang bermarkas di Berlin. bila birokrasi itu hidup di dalam sebuah sistem yang jelek. (Kompas. menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah korupsi. setengah dari pejabat birokrasi melakukan praktek korupsi (uang). hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong. Maka hanya tinggal segelintir kecil saja aparat birokrasi yang mempertahankan kesucian dirinya.yang akan mengefisiensikan dan mengefektifkan pekerjaan pemerintahan. ditahun 2002. justru Departemen Agama dengan skandal kain kafan. Praktek korupsi di Indonesia. hukumnya lemah. sebagai sebuah organisasi pelaksana pemerintahan.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika. Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memerikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi. 2. Kemiskinan. tapi juga disebabkan oleh tidak efisiennya kerja Pertamina. Adapun lima RUU yang disiapkan tersebut meliputi: RUU Administrasi Pemerintahan. Buruknya kinerja birokrasi bukan saja menggerogoti uang negara.diimpor. Kompas. maupun yudikatif tampaknya masih harus melalui jalan panjang karena hokum di negeri ini masih belum bisa ditegakkan secara penuh. 16/08/2001). birokrasi Indonesia . tata laksana. Tiadanya tindak hukuman yang keras. Faktor penyebab suburnya korupsi bukan faktor tunggal. budaya kerja dan hubungan teknologi (Kompas. sumber daya manusia. Peran departemen ini sangat dominan untuk urusan tersebut (Hamid Awaludin. Korupsi Semakin Ganas. dia merupakan multi faktor yang kompleks dan saling bertautan. Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi. 3. 4. Masalahnya. RUU Pelayanan Publik. bukan saja disebabkan oleh harga minyak di pasaran dunia. Syed Hussein Alatas (Sosiologi Korupsi. Kebijakan pemerintah untuk memberantas korupsi di semua lembaga baik eksekutif. Taufiq Effendi. Birokrasi yang buruk juga akan menyebabkan pelayanan yang jelek. legislatif. 6. Harga BBM yang terus menerus naik. yaitu dengan mengajukan usulan RUU berkaitan dengan perbaikan birokrasi atau administrasi publik. Bahkan di era pemerintahan sekarang ini. LP3ES. birokrasi masih berkutat dengan patron-klien dan korupsi. Dikatakan bahwa RUU ini disiapkan untuk menata sistem manajemen berbasis kinerja yang meliputi kelembagaan. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi. 5. bila lima RUU tersebut berhasil disahkan dan diterapkan. sehingga menimbulkan high cost economy di semua lini kehidupan. mengumumkan akan mereformasi birokrasi melalui lima RUU. apakah birokrasi Indonesia akan mengalami perubahan yang signifikan? Sejarahnya. Kurangnya pendidikan. 8 Juni 2006). RUU Etika Penyelenggaraan Negara. Kolonialisme. RUU Kementrian Negara dan RUU Kepegawaian Negara. Perkembangan terakhir upaya untuk mereformasi birokrasi mangambil bentuk jalur UU. 7. 1986) mencoba mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan suburnya korupsi sebagai berikut: 1.

8 miliar dolar AS. perbaikan sistem penggajian dan perubahan yang mendasar yang berkaitan dengan orientasi PNS pada etika profesionalisme sangat relevan untuk diterapkan seiring dengan usulan kelima RUU tersebut. Pengalaman politisasi birokrasi di era Orde Baru menjadikan institusi ini tidak netral dan tidak professional. utang Indonesia kepada IMF sebesar 9. Max Pohan. Pendapatan per kapita US$ 1. pada tahun 2008 naik menjadi 69. Indonesia berhasil melunasi hutang hingga sebesar 7. peran birokrasi tampak kabur meskipun relatif tidak terpolitisasi sebagaimana era Orba. Deputi Otda Bappenas. Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008).1 persen.800-2. mengatakan. Penciptaan hukum yang mengikat yang mampu memberi penalti kepada warga negara sangat diperlukan karena tanpa itu sulit memberantas korupsi di birokrasi.4 persen dari total penduduk Indonesia. angka kemiskinan mencapai 24. misalnya. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. Karena penciptaan UU sebagaimana yang diupayakan melalui kelima RUU di atas akan sia-sia bila tidak mengikat secara utuh aparat birokrasi. perubahan tersebut tidak selalunya berdampak positif bagi perkembangan birokrasi. Namun. pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan.8 miliar dolar AS. Selain itu. pada tahun 1998 minus 13. Pemerintah mengklaim Indonesia bukan lagi negara berkembang yang miskin. Pada tahun 2004.1 persen. antara lain tantangan sosial budaya dan kehidupan beragama. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6. PR itu.000 dijadikan indikator. Pertumbuhan ekonomi. Tetapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Tengok saja. Sedangkan di pemerintahan sekarang ini.7 persen. pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. yang paling mendesak untuk diperbaiki seiring dengan reformasi birokrasi adalah reformasi hukum atau penegakan hukum. Jakarta). antara lain. Indonesia kini adalah negara berkembang menengah.1 miliar dolar AS. Cadangan devisa yang semula 33. apakah kelima RUU tersebut cukup menjanjikan bila kultur lama birokrasi (yang hanya berorientasi kepada penguasa dan mengabaikan pelayanan publik) dan kepastian hukum di Indonesia juga tak diperbaiki? Artinya. Dan pada 2008 tinggal 15. tantangan perekonomian.1 persen.4 persen. hingga tahun 2025 ada berbagai tantangan yang bakal dihadapi Indonesia. Pada tahun 1998. dan tingginya angka pengangguran. politik. tingkat kemiskinan. Dengan kata lain.mengalami perubahan dari periode ke periode. Pada tahun 2004.2 persen. mengatasi minimnya distribusi pendapatan. dan justru melanggengkan sifat birokrasi patrimonial yang sarat dengan patron-klien. sarana dan prasarana. Hutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis. Pada tahun 2006. pada tahun 1998. (INILAH. pertahanan .COM. tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16. Semua upaya tersebut akan bisa maksimal bila ditunjang oleh kepemimpinan yang kokoh (strong leadership) yang memahami pentingnya mereformasi birokrasi.

kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. Departemen. rasa aman dan damai. Keempat. maupun resistensi birokrasi lama. maka pemerintahan yang demokratik akan dibajak oleh sistem birokrasi lama. Tetapi hal ini belum memungkinkan. jumlah penduduk yang besar serta perkembangan politik yang telah melalui tahap awal reformasi berupa demokratisasi dan desentralisasi. Mereka bukan hanya berada di lingkaran eksekutif seperti Sekretariat Negara. kultur dan etika birokrasi. Dalam sistem politik yang demokratik dan menghasilkan pemerintahan yang legitimate. yakni wilayahnya yang luas. Ketiga. telah meningkatkan kredibilitas sistem pembentukan legislatif dan eksekutif. mencerminkan bahwa watak Indonesia sebagai negara birokrasi (beambtenstaat) masih menonjol. hukum dan aparatur. Seperti diketahui bersama. namun menurut dia Indonesia juga punya modal dasar untuk pembangunan. Dalam pengaturan itu ditentukan tentang otoritas politik. melainkan juga di lembaga perwakilan rakyat dan peradilan. Meski banyak tantangan. pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.” katanya Jadi dapat disimpulkan. misalnya. Pelayanan yang lamban sudah menjadi ciri birokrasi kita (perhatikan layanan KTP. seharusnya wajar jika pemerintah berhak menentukan jabatan-jabatan tertentu dalam birokrasi negara. Etika . ada beberapa strategi pencapaiannya: Pertama. Untuk itu. baik karena ketidakjelasan pengaturan. birokrasi di Indonesia merupakan birokrasi yang menggurita. reformasi administrasi negara. Perkembangan sistem multipartai menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendirikan asosiasi politik dan menjatuhkan pilihannya secara bebas. dan BUMN. tidak adanya dukungan legislatif. Sasaran pokok pembangunan dalam 20 tahun ke depan antara lain terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia. demokratis yang berlandaskan hukum. Upaya memperjelas masalah ini dapat dimulai dengan menghasilkan perundang-undangan tentang lembaga kepresidenan. Kultur keterbukaan. usaha telah dijalankan untuk menghasilkan pemerintahan yang demokratik dan legitimate. berdaya saing. dan etika pejabat harus ditingkatkan. hak-hak dan kewajibannya. Penyelenggaraan pemilu oleh lembaga yang independen (KPU) dan pemantauan oleh masyarakat sipil (domestik dan international). pemasangan saluran telepon baru atau air minum). Lembaga Non-Departemen. Jika tidak. Kedua. bidang wilayah dan tata ruang serta SDA dan lingkungan hidup. Masalah-masalah yang muncul dalam penunjukan pejabat-pejabat politik (political appointess). seharusnya diperjelas otoritas pemerintahan baru di hadapan birokrasi lama. salah satu jalur strategis bagi tercapainya good governance adalah dengan melakukan reformasi pemerintahan negara (governance reform) yang terfokus pada pihak eksekutif dan administrasi negara. dan akuntabilitas.dan keamanan. pelayanan yang cepat. negara yang mandiri dan maju serta peranan yang meningkat di dunia internasional.

jabatan menyangkut hal-hal seperti larangan perangkapan jabatan. saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama. berkolusi. Kedua. pengawasan ini dapat berwatak politis. dinasehati. Hanya dengan pemilihan akan sistem yang terbaiklah. penerimaan uang pelicin dan lain-lain. seperti kejelasan job description. Kelima. serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan. yang harus diikuti atau diwujudkan dalam menghasilkan legislasi. masalah sumber daya manusia yang memerlukan rekruitmen berdasarkan kualitas dan profesionalisme. putra putri bangsa Indonesia senantisa menghargai perbedaan dan kemajemukan. senantiasa siap berkorban untuk mempertahankan Wilayah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. birokrasi yang bersih dan baik. Hal ini dapat dilakukan secara preventif maupun represif. Dia akan menggerakkan segenap aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. dan secara umum berupa penyelenggaraan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip yang baik. ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Prof Dr Mustopadidjaja AR. Dia juga membutuhkan dukungan dari segenap aparat pemerintahan. juga pegawai negeri sipil-militer dengan pegawai BUMN). Masyarakat juga perlu didasarkan bahwa sistem yang baik dan pemimpin yang baik tidak bisa dibiarkan menjalankan pemerintahan sendiri. mereka harus terus dijaga. pengawasan administrasi negara. Bangsa Indonesia. diingatkan dengan cara yang baik. Sedangkan secara represif. masyarakat dan sistem yang baik. haruslah dibangun secara sistematis dan terus menerus. dan berjuang maksimal untuk memberikan kontribusi terbaik dalam perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita bernegara di seluruh bumi pertiwi. hayati dan amalkan etos bangsa bernegara yang tersurat dan tersirat pada lambang negara yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika”. peningkatan pelatihan. Sebagai catatan akhir. Dalam hubungan itu. maupun berwatak yudisial melalui peradilan administrasi yang terbatas pada keputusan konkrit (beschikking). Indonesia belum memiliki ketentuan hukum dalam hal ini. Pengawasan preventif melekat pada sistem administrasi negara yang bersangkutan. dan meningkatnya kesejahteraan (bandingkan antara gaji guru dengan pejabat esselon. promosi reguler berdasarkan merit system. Keenam. untuk generasi muda. dengan kata lain. maka upaya membangun pemerintahan yang baik itu akan menemukan jalan yang jelas. Sejarah perjuangan bangsa kita telah banyak memberikan pelajaran yang bermakna yang perlu mendapatkan perhatian sungguhsungguh dalam pengembangan “sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa”. Pemerintahan yang bersih dan baik. pengawasan oleh atasan. yaitu melalui DPR dan DPRD. . Membangun pemerintahan yang bersih dan baik bukanlah pekerjaan yang mudah.

com/2009/04/23/suara-mahasiswa-006-mengkritisi-clean-andgood-governance-di-indonesia/ . sila Ketuhanan Yang Maha Esa menghikmati dan menjadi dasar keridlaan Tuhan atas sila-sila lainnya dari Pancasila. dan memiliki kemampuan “untuk memperbaiki yang salah dan menegakkan yang benar” dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Kelima lakukan segala sesuatu dengan niat dan sebagai wujud ibadah dengan memadukan imtaq dan iptek sebagai kesatuan paradigma dalam melangsungkan ibadah bagi kemajuan masyarakat. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar palsafah hidup bangsa bernegara. negara. dengan keariefan dalam pengama-lannya yang menghargai perbedaan dan keragaman. dan konstitusi negara.wordpress. dan ummat manusia secara keseluruhan. http://mardoto. sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. bangsa. dan bernegara.Ketiga. berbangsa. sebab itu pengembangannya harus didasarkan pada ajaran Tuhan yang otentik. sebagai bentuk peranserta aktif dalam upaya bersama mewujudkan cita-cita bangsa bernegara. yang perlu dipertahankan sebagai landasan hidup bermasyarakat. perubahan-perubahan yang diperlukan dalam batang tubuh UUD diselenggarakan secara demokratis dan konstitusional. yang benar adalah benar”. Keempat. sesuai Pasal 37 UUD 1945. sehingga berani mengatakan “yang salah adalah salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful