Suara mahasiswa 006 : Mengkritisi Clean and Good Governance di Indonesia

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, pErtahanan, pOlitik, saing, sUbsidi, sumber daya, teknologi, tEknologi iNformasi, uang on Thursday , 23 April 2009 at 1:14 pm

Pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good government) adalah idaman. Istilah yang semakin populer dalam beberapa dekade ini, semakin menjadi tuntutan, dalam kondisi dimana korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) lainnya begitu menggejala di berbagai belahan dunia. Kekecewaan terhadap performance pemerintahan di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju, telah mendorong berkembangnya tuntutan akan kehadiran pemerintahan yang baik dan bersih. Pemerintahan yang bersih umumnya berlangsung di negara yang masyarakatnya menghormati hukum. Pemerintahan yang seperti ini juga disebut sebagai pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik itu hanya bisa dibangun melalui pemerintahan yang bersih (clean government) dengan aparatur birokrasinya yang terbebas dari KKN. Dalam rangka mewujudkan clean government, pemerintah harus memiliki moral dan proaktif mewujudkan partisipasi serta check and balances. Tidak mungkin mengharapkan pemerintah sebagai suatu komponen dari proses politik memenuhi prinsip clean government dalam ketiadaan partisipasi. Good Governance adalah suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.” (World Bank). Good Governance hanya bermakna bila keberadaannya ditopang oleh lembaga yang melibatkan kepentingan publik. Jenis lembaga tersebut adalah sebagai berikut: 1. Negara a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable d. Menegakkan HAM e. Melindungi lingkungan hidup

Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat Namun untuk ringkasnya Good Governance pada umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik. Menjalankan industri b. serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip Good Governance. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik 2.Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM 3. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat. Meningkatkan standar hidup masyarakat e.Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat h. . Partisipasi Masyarakat. yaitu: 1. baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Masyarakat Madani a. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah e. Memelihara lingkungan hidup f. Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi b.f . Sektor Swasta a. Mentaati peraturan g. Sebagai sarana checks and balances pemerintah d. Mengembangkan SDM f. Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. Menciptakan lapangan kerja c. Menyediakan insentif bagi karyawan d. Mempengaruhi kebijakan publik c.

Sektor swasta lebih benyak berkecimpung dan menjadi penggerak aktivitas di bidang ekonomi. dan bila mungkin. konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. Dari prinsip-prinsip di atas. 3. Kesetaraan. 6. pengendali dan pengawasan. 5. Pengalaman dan kinerja birokrasi di berbagai negara telah melahirkan dua pandangan yang saling bertentangan terhadap birokrasi. 9. Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Efektifitas dan Efisiensi. sektor swasta dan organisasiorganisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau 4. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan. Tegaknya Supremasi Hukum. Pemerintahan yang baik dan bersih diukur dari performance birokrasinya.2. . Pandangan pertama melihat birokrasi sebagai kebutuhan. Sedangkan masyarakat merupakan obyek sekaligus subyek dari pemerintah maupun swasta. Berorientasi Kepada Konsensus. Visi Strategis. Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu. lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihakpihak yang berkepentingan. Peduli. 7. 8. Akuntabilitas. Pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia. maka dapat disimpulkan bahwa wujud daripada Good Governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab. Bentuk pertanggungjawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan. Sektor negara/pemerintah lebih banyak memainkan peran sebagai pembuat kebijakan. serta efisien dan efektif dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara domain-domain negara/pemerintah (state). sektor swasta (private sector) dan masyarakat (society). Para pengambil keputusan di pemerintah. Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat. termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. Transparansi. Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. Seluruh proses pemerintahan.

16/08/2001). maka birokrasi menjadi sebuah badan yang baik. Sebaliknya. dikuntit India dan Vietnam (Teten Masduki. Padahal secara konseptual. pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah korupsi. Dan. Transparansi Internasional telah memasukkan Indonesia sebagai bangsa yang terkorup keempat dimuka bumi. melihat birokrasi sebagai “musuh” bersama. Dengan begitu. Paraguay. yakni. Honduras. Faktor di luar birokrasilah yang akan menentukan wajah birokrasi menjadi baik atapun jahat. siaran pers Tranparansi Internasional. dilingkungan yang demikian kotor. 19/11/2001). Kamerun. misalnya. Praktek korupsi di Indonesia. Bung Hatta sudah mulai berteriak bahwa korupsi adalah budaya bangsa. Pandangan kedua. yaitu manusia yang menjalankan birokrasi dan sistem yang dipakai. Pada tahun 1998. yang kerjanya hanya mempersulit hidup rakyat. Korupsi Semakin Ganas. ditahun 2002. pada tahun 1950-an. cenderung kaku dan formalistis. Pada era Soekarno itulah kita kenal bahwa salah satu departemen yang kotor. (Kompas. Indonesia dari waktu ke waktu terkenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh Partnership for Governance Reform melaporkan bahwa hampir setengahnya (48 %) dari pejabat pemerintah diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi (Media Indonesia. hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong. melaporkan.yang akan mengefisiensikan dan mengefektifkan pekerjaan pemerintahan. Kompas. ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. sebagai sebuah organisasi pelaksana pemerintahan. dan sebagainya. 2001. setengah dari pejabat birokrasi melakukan praktek korupsi (uang). Sebuah identifikasi yang membuat bangsa kita tidak lagi punya hak untuk berjalan tanpa harus menunduk malu (Hamid Awaludin. menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. Artinya. masih harus . bila sistem (politik. tidak melayani. 15/04/2002). Tiga tahun kemudian. hanya manis di mulut tanpa political will yang memadai. sebuah organisasi internasional anti korupsi yang bermarkas di Berlin. justru Departemen Agama dengan skandal kain kafan. sebenarnya bukan saja terjadi pada dua-tiga dekade terakhir. birokrasi. Indikator buruknya kerja birokrasi pada umumnya berfokus pada terjadinya korupsi di dalam birokrasi tersebut. Artinya. sarangnya korupsi. bila birokrasi itu hidup di dalam sebuah sistem yang jelek. penuh dengan arogansi (yang bersembunyi di balik hukum). pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan selain itu. 24/09/1998). dimana birokrasi itu hidup dan bekerja. Saat itu. Maka hanya tinggal segelintir kecil saja aparat birokrasi yang mempertahankan kesucian dirinya. serta ditunggangi oleh para pejabat yang tidak jujur. pemerintahan dan sosial budaya) yang dipakai oleh suatu negara adalah baik dan para pejabat birokrasi juga orang-orang yang baik. Indonesia merupakan negara korup keenam terbesar di dunia setelah lima negara gurem. Di era pemerintahan Soekarno. Korupsi dan Reformasi “Good Governance”. hukumnya lemah. kain untuk membungkus mayat (kain kaci). maka birokrasi akan menjadi buruk dan menakutkan bagi rakyatnya. Tanzania dan Nigeria. lagi efektif. Belum lagi terhitung korupsi dalam bentuk penggunaan waktu kerja yang tidak semestinya. Kompas. Malah. adalah sebuah badan yang netral.

legislatif. 6. 7. Perkembangan terakhir upaya untuk mereformasi birokrasi mangambil bentuk jalur UU. sumber daya manusia. apakah birokrasi Indonesia akan mengalami perubahan yang signifikan? Sejarahnya. Bahkan di era pemerintahan sekarang ini. Kurangnya pendidikan. budaya kerja dan hubungan teknologi (Kompas. 4. Taufiq Effendi. Kemiskinan. Korupsi Semakin Ganas. Masalahnya. LP3ES. sehingga menimbulkan high cost economy di semua lini kehidupan. Kebijakan pemerintah untuk memberantas korupsi di semua lembaga baik eksekutif. Birokrasi yang buruk juga akan menyebabkan pelayanan yang jelek. RUU Etika Penyelenggaraan Negara. Peran departemen ini sangat dominan untuk urusan tersebut (Hamid Awaludin. mengumumkan akan mereformasi birokrasi melalui lima RUU. 5.diimpor. Faktor penyebab suburnya korupsi bukan faktor tunggal. bila lima RUU tersebut berhasil disahkan dan diterapkan. bukan saja disebabkan oleh harga minyak di pasaran dunia. birokrasi Indonesia . birokrasi masih berkutat dengan patron-klien dan korupsi. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Kolonialisme. Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memerikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi. RUU Kementrian Negara dan RUU Kepegawaian Negara. Tiadanya tindak hukuman yang keras. RUU Pelayanan Publik. dia merupakan multi faktor yang kompleks dan saling bertautan. Adapun lima RUU yang disiapkan tersebut meliputi: RUU Administrasi Pemerintahan. Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika. Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi. 1986) mencoba mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan suburnya korupsi sebagai berikut: 1. Dikatakan bahwa RUU ini disiapkan untuk menata sistem manajemen berbasis kinerja yang meliputi kelembagaan. tapi juga disebabkan oleh tidak efisiennya kerja Pertamina. maupun yudikatif tampaknya masih harus melalui jalan panjang karena hokum di negeri ini masih belum bisa ditegakkan secara penuh. 2. 8 Juni 2006). yaitu dengan mengajukan usulan RUU berkaitan dengan perbaikan birokrasi atau administrasi publik. Harga BBM yang terus menerus naik. Syed Hussein Alatas (Sosiologi Korupsi. 3. 16/08/2001). Kompas. Buruknya kinerja birokrasi bukan saja menggerogoti uang negara. tata laksana.

pertahanan . Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6. Penciptaan hukum yang mengikat yang mampu memberi penalti kepada warga negara sangat diperlukan karena tanpa itu sulit memberantas korupsi di birokrasi. pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. Hutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis. Namun. (INILAH. Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008).1 persen. Indonesia kini adalah negara berkembang menengah. dan tingginya angka pengangguran. Max Pohan. pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Pengalaman politisasi birokrasi di era Orde Baru menjadikan institusi ini tidak netral dan tidak professional. angka kemiskinan mencapai 24. Tengok saja. misalnya. pada tahun 1998 minus 13. mengatasi minimnya distribusi pendapatan.000 dijadikan indikator.4 persen. Indonesia berhasil melunasi hutang hingga sebesar 7. mengatakan.8 miliar dolar AS. sarana dan prasarana. Pemerintah mengklaim Indonesia bukan lagi negara berkembang yang miskin. perbaikan sistem penggajian dan perubahan yang mendasar yang berkaitan dengan orientasi PNS pada etika profesionalisme sangat relevan untuk diterapkan seiring dengan usulan kelima RUU tersebut. Dan pada 2008 tinggal 15. yang paling mendesak untuk diperbaiki seiring dengan reformasi birokrasi adalah reformasi hukum atau penegakan hukum. hingga tahun 2025 ada berbagai tantangan yang bakal dihadapi Indonesia.8 miliar dolar AS. Dengan kata lain. perubahan tersebut tidak selalunya berdampak positif bagi perkembangan birokrasi. utang Indonesia kepada IMF sebesar 9.2 persen. Tetapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Karena penciptaan UU sebagaimana yang diupayakan melalui kelima RUU di atas akan sia-sia bila tidak mengikat secara utuh aparat birokrasi.1 persen. peran birokrasi tampak kabur meskipun relatif tidak terpolitisasi sebagaimana era Orba. Sedangkan di pemerintahan sekarang ini. Pertumbuhan ekonomi.800-2. apakah kelima RUU tersebut cukup menjanjikan bila kultur lama birokrasi (yang hanya berorientasi kepada penguasa dan mengabaikan pelayanan publik) dan kepastian hukum di Indonesia juga tak diperbaiki? Artinya. tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16.mengalami perubahan dari periode ke periode. Cadangan devisa yang semula 33.1 persen. Pada tahun 2006. Pada tahun 1998. antara lain. Pada tahun 2004. Semua upaya tersebut akan bisa maksimal bila ditunjang oleh kepemimpinan yang kokoh (strong leadership) yang memahami pentingnya mereformasi birokrasi. tingkat kemiskinan. pada tahun 1998. Jakarta). Pendapatan per kapita US$ 1. Deputi Otda Bappenas. pada tahun 2008 naik menjadi 69. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang.7 persen.COM. dan justru melanggengkan sifat birokrasi patrimonial yang sarat dengan patron-klien. PR itu. antara lain tantangan sosial budaya dan kehidupan beragama. tantangan perekonomian.4 persen dari total penduduk Indonesia. Selain itu. Pada tahun 2004.1 miliar dolar AS. politik.

Meski banyak tantangan. namun menurut dia Indonesia juga punya modal dasar untuk pembangunan. salah satu jalur strategis bagi tercapainya good governance adalah dengan melakukan reformasi pemerintahan negara (governance reform) yang terfokus pada pihak eksekutif dan administrasi negara. birokrasi di Indonesia merupakan birokrasi yang menggurita. Upaya memperjelas masalah ini dapat dimulai dengan menghasilkan perundang-undangan tentang lembaga kepresidenan. bidang wilayah dan tata ruang serta SDA dan lingkungan hidup. Untuk itu.” katanya Jadi dapat disimpulkan. Kedua. maupun resistensi birokrasi lama. negara yang mandiri dan maju serta peranan yang meningkat di dunia internasional. hukum dan aparatur. yakni wilayahnya yang luas. pelayanan yang cepat. pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. dan etika pejabat harus ditingkatkan. ada beberapa strategi pencapaiannya: Pertama. Perkembangan sistem multipartai menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendirikan asosiasi politik dan menjatuhkan pilihannya secara bebas.dan keamanan. telah meningkatkan kredibilitas sistem pembentukan legislatif dan eksekutif. Dalam pengaturan itu ditentukan tentang otoritas politik. Penyelenggaraan pemilu oleh lembaga yang independen (KPU) dan pemantauan oleh masyarakat sipil (domestik dan international). melainkan juga di lembaga perwakilan rakyat dan peradilan. berdaya saing. usaha telah dijalankan untuk menghasilkan pemerintahan yang demokratik dan legitimate. maka pemerintahan yang demokratik akan dibajak oleh sistem birokrasi lama. rasa aman dan damai. jumlah penduduk yang besar serta perkembangan politik yang telah melalui tahap awal reformasi berupa demokratisasi dan desentralisasi. Keempat. Masalah-masalah yang muncul dalam penunjukan pejabat-pejabat politik (political appointess). Sasaran pokok pembangunan dalam 20 tahun ke depan antara lain terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia. dan akuntabilitas. Pelayanan yang lamban sudah menjadi ciri birokrasi kita (perhatikan layanan KTP. misalnya. demokratis yang berlandaskan hukum. Dalam sistem politik yang demokratik dan menghasilkan pemerintahan yang legitimate. baik karena ketidakjelasan pengaturan. Kultur keterbukaan. hak-hak dan kewajibannya. reformasi administrasi negara. pemasangan saluran telepon baru atau air minum). Etika . seharusnya diperjelas otoritas pemerintahan baru di hadapan birokrasi lama. Ketiga. tidak adanya dukungan legislatif. Jika tidak. Departemen. kultur dan etika birokrasi. Lembaga Non-Departemen. Mereka bukan hanya berada di lingkaran eksekutif seperti Sekretariat Negara. mencerminkan bahwa watak Indonesia sebagai negara birokrasi (beambtenstaat) masih menonjol. dan BUMN. kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. Tetapi hal ini belum memungkinkan. Seperti diketahui bersama. seharusnya wajar jika pemerintah berhak menentukan jabatan-jabatan tertentu dalam birokrasi negara.

jabatan menyangkut hal-hal seperti larangan perangkapan jabatan. juga pegawai negeri sipil-militer dengan pegawai BUMN). maupun berwatak yudisial melalui peradilan administrasi yang terbatas pada keputusan konkrit (beschikking). Sejarah perjuangan bangsa kita telah banyak memberikan pelajaran yang bermakna yang perlu mendapatkan perhatian sungguhsungguh dalam pengembangan “sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa”. birokrasi yang bersih dan baik. Membangun pemerintahan yang bersih dan baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini dapat dilakukan secara preventif maupun represif. dan secara umum berupa penyelenggaraan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip yang baik. pengawasan administrasi negara. berkolusi. dan berjuang maksimal untuk memberikan kontribusi terbaik dalam perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita bernegara di seluruh bumi pertiwi. dinasehati. saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama. Kelima. Dia akan menggerakkan segenap aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. yang harus diikuti atau diwujudkan dalam menghasilkan legislasi. Dia juga membutuhkan dukungan dari segenap aparat pemerintahan. peningkatan pelatihan. Hanya dengan pemilihan akan sistem yang terbaiklah. maka upaya membangun pemerintahan yang baik itu akan menemukan jalan yang jelas. Pemerintahan yang bersih dan baik. serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan. masyarakat dan sistem yang baik. mereka harus terus dijaga. pengawasan ini dapat berwatak politis. Masyarakat juga perlu didasarkan bahwa sistem yang baik dan pemimpin yang baik tidak bisa dibiarkan menjalankan pemerintahan sendiri. masalah sumber daya manusia yang memerlukan rekruitmen berdasarkan kualitas dan profesionalisme. Kedua. Keenam. Bangsa Indonesia. Indonesia belum memiliki ketentuan hukum dalam hal ini. ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Prof Dr Mustopadidjaja AR. seperti kejelasan job description. dan meningkatnya kesejahteraan (bandingkan antara gaji guru dengan pejabat esselon. Dalam hubungan itu. putra putri bangsa Indonesia senantisa menghargai perbedaan dan kemajemukan. penerimaan uang pelicin dan lain-lain. Sedangkan secara represif. . untuk generasi muda. pengawasan oleh atasan. diingatkan dengan cara yang baik. yaitu melalui DPR dan DPRD. promosi reguler berdasarkan merit system. dengan kata lain. Pengawasan preventif melekat pada sistem administrasi negara yang bersangkutan. senantiasa siap berkorban untuk mempertahankan Wilayah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai catatan akhir. haruslah dibangun secara sistematis dan terus menerus. hayati dan amalkan etos bangsa bernegara yang tersurat dan tersirat pada lambang negara yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika”.

sila Ketuhanan Yang Maha Esa menghikmati dan menjadi dasar keridlaan Tuhan atas sila-sila lainnya dari Pancasila. sesuai Pasal 37 UUD 1945. bangsa.com/2009/04/23/suara-mahasiswa-006-mengkritisi-clean-andgood-governance-di-indonesia/ . Kelima lakukan segala sesuatu dengan niat dan sebagai wujud ibadah dengan memadukan imtaq dan iptek sebagai kesatuan paradigma dalam melangsungkan ibadah bagi kemajuan masyarakat. sebab itu pengembangannya harus didasarkan pada ajaran Tuhan yang otentik. berbangsa. dan memiliki kemampuan “untuk memperbaiki yang salah dan menegakkan yang benar” dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar palsafah hidup bangsa bernegara. yang benar adalah benar”. perubahan-perubahan yang diperlukan dalam batang tubuh UUD diselenggarakan secara demokratis dan konstitusional. dan bernegara. Keempat. dan konstitusi negara. dan ummat manusia secara keseluruhan.Ketiga. http://mardoto. sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. negara. dengan keariefan dalam pengama-lannya yang menghargai perbedaan dan keragaman. sebagai bentuk peranserta aktif dalam upaya bersama mewujudkan cita-cita bangsa bernegara. yang perlu dipertahankan sebagai landasan hidup bermasyarakat.wordpress. sehingga berani mengatakan “yang salah adalah salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful