Suara mahasiswa 006 : Mengkritisi Clean and Good Governance di Indonesia

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, pErtahanan, pOlitik, saing, sUbsidi, sumber daya, teknologi, tEknologi iNformasi, uang on Thursday , 23 April 2009 at 1:14 pm

Pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good government) adalah idaman. Istilah yang semakin populer dalam beberapa dekade ini, semakin menjadi tuntutan, dalam kondisi dimana korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) lainnya begitu menggejala di berbagai belahan dunia. Kekecewaan terhadap performance pemerintahan di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju, telah mendorong berkembangnya tuntutan akan kehadiran pemerintahan yang baik dan bersih. Pemerintahan yang bersih umumnya berlangsung di negara yang masyarakatnya menghormati hukum. Pemerintahan yang seperti ini juga disebut sebagai pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik itu hanya bisa dibangun melalui pemerintahan yang bersih (clean government) dengan aparatur birokrasinya yang terbebas dari KKN. Dalam rangka mewujudkan clean government, pemerintah harus memiliki moral dan proaktif mewujudkan partisipasi serta check and balances. Tidak mungkin mengharapkan pemerintah sebagai suatu komponen dari proses politik memenuhi prinsip clean government dalam ketiadaan partisipasi. Good Governance adalah suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.” (World Bank). Good Governance hanya bermakna bila keberadaannya ditopang oleh lembaga yang melibatkan kepentingan publik. Jenis lembaga tersebut adalah sebagai berikut: 1. Negara a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable d. Menegakkan HAM e. Melindungi lingkungan hidup

Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat Namun untuk ringkasnya Good Governance pada umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik. Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip Good Governance. Masyarakat Madani a.f . Mentaati peraturan g. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah e. serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. Sektor Swasta a. Memelihara lingkungan hidup f. Meningkatkan standar hidup masyarakat e. Menyediakan insentif bagi karyawan d. Menjalankan industri b. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan.Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM 3. yaitu: 1. Partisipasi Masyarakat. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik 2. .Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat h. Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi b. Mengembangkan SDM f. Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. Menciptakan lapangan kerja c. baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Mempengaruhi kebijakan publik c. Sebagai sarana checks and balances pemerintah d. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat.

9. Pandangan pertama melihat birokrasi sebagai kebutuhan. 3. Sedangkan masyarakat merupakan obyek sekaligus subyek dari pemerintah maupun swasta.2. Para pengambil keputusan di pemerintah. Pengalaman dan kinerja birokrasi di berbagai negara telah melahirkan dua pandangan yang saling bertentangan terhadap birokrasi. termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. 6. . sektor swasta dan organisasiorganisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Berorientasi Kepada Konsensus. sektor swasta (private sector) dan masyarakat (society). 5. Transparansi. pengendali dan pengawasan. Pemerintahan yang baik dan bersih diukur dari performance birokrasinya. 7. Pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia. Akuntabilitas. lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihakpihak yang berkepentingan. Peduli. maka dapat disimpulkan bahwa wujud daripada Good Governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab. Visi Strategis. Sektor negara/pemerintah lebih banyak memainkan peran sebagai pembuat kebijakan. Sektor swasta lebih benyak berkecimpung dan menjadi penggerak aktivitas di bidang ekonomi. Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan. serta efisien dan efektif dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara domain-domain negara/pemerintah (state). Kesetaraan. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Dari prinsip-prinsip di atas. Tegaknya Supremasi Hukum. Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. dan bila mungkin. dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau 4. Bentuk pertanggungjawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan. Efektifitas dan Efisiensi. 8. Seluruh proses pemerintahan. Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu.

Pada era Soekarno itulah kita kenal bahwa salah satu departemen yang kotor. penuh dengan arogansi (yang bersembunyi di balik hukum). Di era pemerintahan Soekarno. Tanzania dan Nigeria. Indonesia merupakan negara korup keenam terbesar di dunia setelah lima negara gurem. yaitu manusia yang menjalankan birokrasi dan sistem yang dipakai. birokrasi. lagi efektif. 16/08/2001). Pada tahun 1998. Dan. sebagai sebuah organisasi pelaksana pemerintahan. justru Departemen Agama dengan skandal kain kafan. ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. pada tahun 1950-an. Maka hanya tinggal segelintir kecil saja aparat birokrasi yang mempertahankan kesucian dirinya. Korupsi dan Reformasi “Good Governance”. sebenarnya bukan saja terjadi pada dua-tiga dekade terakhir. hanya manis di mulut tanpa political will yang memadai. Bung Hatta sudah mulai berteriak bahwa korupsi adalah budaya bangsa. dikuntit India dan Vietnam (Teten Masduki. Saat itu. maka birokrasi menjadi sebuah badan yang baik. setengah dari pejabat birokrasi melakukan praktek korupsi (uang). Belum lagi terhitung korupsi dalam bentuk penggunaan waktu kerja yang tidak semestinya. menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. Artinya. melaporkan. Indikator buruknya kerja birokrasi pada umumnya berfokus pada terjadinya korupsi di dalam birokrasi tersebut. Padahal secara konseptual. maka birokrasi akan menjadi buruk dan menakutkan bagi rakyatnya. dilingkungan yang demikian kotor. 15/04/2002). (Kompas. kain untuk membungkus mayat (kain kaci). 19/11/2001). serta ditunggangi oleh para pejabat yang tidak jujur. Malah.yang akan mengefisiensikan dan mengefektifkan pekerjaan pemerintahan. Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh Partnership for Governance Reform melaporkan bahwa hampir setengahnya (48 %) dari pejabat pemerintah diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi (Media Indonesia. misalnya. pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah korupsi. ditahun 2002. Kamerun. bila sistem (politik. yang kerjanya hanya mempersulit hidup rakyat. tidak melayani. Indonesia dari waktu ke waktu terkenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. bila birokrasi itu hidup di dalam sebuah sistem yang jelek. Sebuah identifikasi yang membuat bangsa kita tidak lagi punya hak untuk berjalan tanpa harus menunduk malu (Hamid Awaludin. pemerintahan dan sosial budaya) yang dipakai oleh suatu negara adalah baik dan para pejabat birokrasi juga orang-orang yang baik. Paraguay. hukumnya lemah. Korupsi Semakin Ganas. siaran pers Tranparansi Internasional. pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan selain itu. 24/09/1998). yakni. adalah sebuah badan yang netral. dan sebagainya. Tiga tahun kemudian. Artinya. Honduras. Faktor di luar birokrasilah yang akan menentukan wajah birokrasi menjadi baik atapun jahat. sarangnya korupsi. melihat birokrasi sebagai “musuh” bersama. Transparansi Internasional telah memasukkan Indonesia sebagai bangsa yang terkorup keempat dimuka bumi. Praktek korupsi di Indonesia. Sebaliknya. sebuah organisasi internasional anti korupsi yang bermarkas di Berlin. cenderung kaku dan formalistis. hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong. masih harus . dimana birokrasi itu hidup dan bekerja. Pandangan kedua. Dengan begitu. Kompas. Kompas. 2001.

Kemiskinan. Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memerikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi. sumber daya manusia. RUU Etika Penyelenggaraan Negara. budaya kerja dan hubungan teknologi (Kompas. Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi. tapi juga disebabkan oleh tidak efisiennya kerja Pertamina. Tiadanya tindak hukuman yang keras. Faktor penyebab suburnya korupsi bukan faktor tunggal. 8 Juni 2006). Kompas. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Kolonialisme. 4. Harga BBM yang terus menerus naik. birokrasi masih berkutat dengan patron-klien dan korupsi. bukan saja disebabkan oleh harga minyak di pasaran dunia. Peran departemen ini sangat dominan untuk urusan tersebut (Hamid Awaludin. yaitu dengan mengajukan usulan RUU berkaitan dengan perbaikan birokrasi atau administrasi publik. apakah birokrasi Indonesia akan mengalami perubahan yang signifikan? Sejarahnya.diimpor. birokrasi Indonesia . mengumumkan akan mereformasi birokrasi melalui lima RUU. RUU Kementrian Negara dan RUU Kepegawaian Negara. Dikatakan bahwa RUU ini disiapkan untuk menata sistem manajemen berbasis kinerja yang meliputi kelembagaan. Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika. legislatif. LP3ES. Syed Hussein Alatas (Sosiologi Korupsi. 2. 7. bila lima RUU tersebut berhasil disahkan dan diterapkan. Bahkan di era pemerintahan sekarang ini. RUU Pelayanan Publik. Birokrasi yang buruk juga akan menyebabkan pelayanan yang jelek. Perkembangan terakhir upaya untuk mereformasi birokrasi mangambil bentuk jalur UU. Masalahnya. 3. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi. Korupsi Semakin Ganas. 6. 16/08/2001). tata laksana. Adapun lima RUU yang disiapkan tersebut meliputi: RUU Administrasi Pemerintahan. Buruknya kinerja birokrasi bukan saja menggerogoti uang negara. 5. 1986) mencoba mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan suburnya korupsi sebagai berikut: 1. Kurangnya pendidikan. maupun yudikatif tampaknya masih harus melalui jalan panjang karena hokum di negeri ini masih belum bisa ditegakkan secara penuh. sehingga menimbulkan high cost economy di semua lini kehidupan. Taufiq Effendi. dia merupakan multi faktor yang kompleks dan saling bertautan. Kebijakan pemerintah untuk memberantas korupsi di semua lembaga baik eksekutif.

dan justru melanggengkan sifat birokrasi patrimonial yang sarat dengan patron-klien. misalnya. Pemerintah mengklaim Indonesia bukan lagi negara berkembang yang miskin.mengalami perubahan dari periode ke periode.8 miliar dolar AS. angka kemiskinan mencapai 24. Pada tahun 2006. Karena penciptaan UU sebagaimana yang diupayakan melalui kelima RUU di atas akan sia-sia bila tidak mengikat secara utuh aparat birokrasi. peran birokrasi tampak kabur meskipun relatif tidak terpolitisasi sebagaimana era Orba. Pendapatan per kapita US$ 1. Jakarta). pertahanan . pada tahun 1998 minus 13.1 persen. PR itu. tantangan perekonomian. hingga tahun 2025 ada berbagai tantangan yang bakal dihadapi Indonesia.000 dijadikan indikator. Pengalaman politisasi birokrasi di era Orde Baru menjadikan institusi ini tidak netral dan tidak professional. Sedangkan di pemerintahan sekarang ini. (INILAH. yang paling mendesak untuk diperbaiki seiring dengan reformasi birokrasi adalah reformasi hukum atau penegakan hukum. Indonesia berhasil melunasi hutang hingga sebesar 7. politik. Penciptaan hukum yang mengikat yang mampu memberi penalti kepada warga negara sangat diperlukan karena tanpa itu sulit memberantas korupsi di birokrasi. mengatakan. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang.COM.1 persen. dan tingginya angka pengangguran. Pada tahun 2004. Tengok saja. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6. Semua upaya tersebut akan bisa maksimal bila ditunjang oleh kepemimpinan yang kokoh (strong leadership) yang memahami pentingnya mereformasi birokrasi. tingkat kemiskinan. pada tahun 2008 naik menjadi 69. Dan pada 2008 tinggal 15.1 miliar dolar AS. pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. perbaikan sistem penggajian dan perubahan yang mendasar yang berkaitan dengan orientasi PNS pada etika profesionalisme sangat relevan untuk diterapkan seiring dengan usulan kelima RUU tersebut.800-2.8 miliar dolar AS. antara lain. tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16. Pada tahun 2004. apakah kelima RUU tersebut cukup menjanjikan bila kultur lama birokrasi (yang hanya berorientasi kepada penguasa dan mengabaikan pelayanan publik) dan kepastian hukum di Indonesia juga tak diperbaiki? Artinya.7 persen. Dengan kata lain. utang Indonesia kepada IMF sebesar 9. antara lain tantangan sosial budaya dan kehidupan beragama. mengatasi minimnya distribusi pendapatan. Hutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis. Selain itu. perubahan tersebut tidak selalunya berdampak positif bagi perkembangan birokrasi.1 persen. Namun.4 persen dari total penduduk Indonesia. Deputi Otda Bappenas. Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008). pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. pada tahun 1998.4 persen. Tetapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.2 persen. Cadangan devisa yang semula 33. Pertumbuhan ekonomi. Indonesia kini adalah negara berkembang menengah. Pada tahun 1998. sarana dan prasarana. Max Pohan.

pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. Ketiga. Upaya memperjelas masalah ini dapat dimulai dengan menghasilkan perundang-undangan tentang lembaga kepresidenan. Lembaga Non-Departemen. reformasi administrasi negara. mencerminkan bahwa watak Indonesia sebagai negara birokrasi (beambtenstaat) masih menonjol. Meski banyak tantangan. Masalah-masalah yang muncul dalam penunjukan pejabat-pejabat politik (political appointess). bidang wilayah dan tata ruang serta SDA dan lingkungan hidup. Dalam sistem politik yang demokratik dan menghasilkan pemerintahan yang legitimate.” katanya Jadi dapat disimpulkan. dan etika pejabat harus ditingkatkan. pelayanan yang cepat. baik karena ketidakjelasan pengaturan. seharusnya diperjelas otoritas pemerintahan baru di hadapan birokrasi lama. Sasaran pokok pembangunan dalam 20 tahun ke depan antara lain terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia. usaha telah dijalankan untuk menghasilkan pemerintahan yang demokratik dan legitimate. Keempat. Pelayanan yang lamban sudah menjadi ciri birokrasi kita (perhatikan layanan KTP. hak-hak dan kewajibannya. jumlah penduduk yang besar serta perkembangan politik yang telah melalui tahap awal reformasi berupa demokratisasi dan desentralisasi. Etika . Untuk itu. Perkembangan sistem multipartai menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendirikan asosiasi politik dan menjatuhkan pilihannya secara bebas. Seperti diketahui bersama. Kedua. Mereka bukan hanya berada di lingkaran eksekutif seperti Sekretariat Negara. ada beberapa strategi pencapaiannya: Pertama. kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. pemasangan saluran telepon baru atau air minum). dan BUMN. kultur dan etika birokrasi. Dalam pengaturan itu ditentukan tentang otoritas politik. maka pemerintahan yang demokratik akan dibajak oleh sistem birokrasi lama. Departemen. negara yang mandiri dan maju serta peranan yang meningkat di dunia internasional. namun menurut dia Indonesia juga punya modal dasar untuk pembangunan. telah meningkatkan kredibilitas sistem pembentukan legislatif dan eksekutif. demokratis yang berlandaskan hukum. rasa aman dan damai. seharusnya wajar jika pemerintah berhak menentukan jabatan-jabatan tertentu dalam birokrasi negara. birokrasi di Indonesia merupakan birokrasi yang menggurita. misalnya.dan keamanan. Kultur keterbukaan. hukum dan aparatur. maupun resistensi birokrasi lama. melainkan juga di lembaga perwakilan rakyat dan peradilan. Penyelenggaraan pemilu oleh lembaga yang independen (KPU) dan pemantauan oleh masyarakat sipil (domestik dan international). Jika tidak. dan akuntabilitas. berdaya saing. Tetapi hal ini belum memungkinkan. yakni wilayahnya yang luas. tidak adanya dukungan legislatif. salah satu jalur strategis bagi tercapainya good governance adalah dengan melakukan reformasi pemerintahan negara (governance reform) yang terfokus pada pihak eksekutif dan administrasi negara.

berkolusi. Keenam. diingatkan dengan cara yang baik. Kedua. yang harus diikuti atau diwujudkan dalam menghasilkan legislasi. Hal ini dapat dilakukan secara preventif maupun represif. Masyarakat juga perlu didasarkan bahwa sistem yang baik dan pemimpin yang baik tidak bisa dibiarkan menjalankan pemerintahan sendiri. pengawasan oleh atasan. haruslah dibangun secara sistematis dan terus menerus. untuk generasi muda. masyarakat dan sistem yang baik. Pemerintahan yang bersih dan baik. Kelima. penerimaan uang pelicin dan lain-lain. Dalam hubungan itu. dan secara umum berupa penyelenggaraan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip yang baik. seperti kejelasan job description. dinasehati. Sedangkan secara represif. pengawasan administrasi negara. Sejarah perjuangan bangsa kita telah banyak memberikan pelajaran yang bermakna yang perlu mendapatkan perhatian sungguhsungguh dalam pengembangan “sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa”. Hanya dengan pemilihan akan sistem yang terbaiklah. maka upaya membangun pemerintahan yang baik itu akan menemukan jalan yang jelas. juga pegawai negeri sipil-militer dengan pegawai BUMN). dan meningkatnya kesejahteraan (bandingkan antara gaji guru dengan pejabat esselon. mereka harus terus dijaga. peningkatan pelatihan. . dan berjuang maksimal untuk memberikan kontribusi terbaik dalam perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita bernegara di seluruh bumi pertiwi. Bangsa Indonesia. pengawasan ini dapat berwatak politis. Sebagai catatan akhir. ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Prof Dr Mustopadidjaja AR. yaitu melalui DPR dan DPRD. hayati dan amalkan etos bangsa bernegara yang tersurat dan tersirat pada lambang negara yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika”. saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama.jabatan menyangkut hal-hal seperti larangan perangkapan jabatan. Dia akan menggerakkan segenap aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. Membangun pemerintahan yang bersih dan baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Dia juga membutuhkan dukungan dari segenap aparat pemerintahan. dengan kata lain. senantiasa siap berkorban untuk mempertahankan Wilayah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. putra putri bangsa Indonesia senantisa menghargai perbedaan dan kemajemukan. maupun berwatak yudisial melalui peradilan administrasi yang terbatas pada keputusan konkrit (beschikking). birokrasi yang bersih dan baik. Pengawasan preventif melekat pada sistem administrasi negara yang bersangkutan. masalah sumber daya manusia yang memerlukan rekruitmen berdasarkan kualitas dan profesionalisme. Indonesia belum memiliki ketentuan hukum dalam hal ini. promosi reguler berdasarkan merit system. serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan.

yang benar adalah benar”. sehingga berani mengatakan “yang salah adalah salah. negara. dengan keariefan dalam pengama-lannya yang menghargai perbedaan dan keragaman. sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. dan konstitusi negara. dan memiliki kemampuan “untuk memperbaiki yang salah dan menegakkan yang benar” dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. perubahan-perubahan yang diperlukan dalam batang tubuh UUD diselenggarakan secara demokratis dan konstitusional. berbangsa.Ketiga. dan bernegara. yang perlu dipertahankan sebagai landasan hidup bermasyarakat. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar palsafah hidup bangsa bernegara.wordpress. sebagai bentuk peranserta aktif dalam upaya bersama mewujudkan cita-cita bangsa bernegara. Keempat. sila Ketuhanan Yang Maha Esa menghikmati dan menjadi dasar keridlaan Tuhan atas sila-sila lainnya dari Pancasila. bangsa.com/2009/04/23/suara-mahasiswa-006-mengkritisi-clean-andgood-governance-di-indonesia/ . dan ummat manusia secara keseluruhan. sesuai Pasal 37 UUD 1945. Kelima lakukan segala sesuatu dengan niat dan sebagai wujud ibadah dengan memadukan imtaq dan iptek sebagai kesatuan paradigma dalam melangsungkan ibadah bagi kemajuan masyarakat. http://mardoto. sebab itu pengembangannya harus didasarkan pada ajaran Tuhan yang otentik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful