Suara mahasiswa 006 : Mengkritisi Clean and Good Governance di Indonesia

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, pErtahanan, pOlitik, saing, sUbsidi, sumber daya, teknologi, tEknologi iNformasi, uang on Thursday , 23 April 2009 at 1:14 pm

Pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good government) adalah idaman. Istilah yang semakin populer dalam beberapa dekade ini, semakin menjadi tuntutan, dalam kondisi dimana korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) lainnya begitu menggejala di berbagai belahan dunia. Kekecewaan terhadap performance pemerintahan di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju, telah mendorong berkembangnya tuntutan akan kehadiran pemerintahan yang baik dan bersih. Pemerintahan yang bersih umumnya berlangsung di negara yang masyarakatnya menghormati hukum. Pemerintahan yang seperti ini juga disebut sebagai pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik itu hanya bisa dibangun melalui pemerintahan yang bersih (clean government) dengan aparatur birokrasinya yang terbebas dari KKN. Dalam rangka mewujudkan clean government, pemerintah harus memiliki moral dan proaktif mewujudkan partisipasi serta check and balances. Tidak mungkin mengharapkan pemerintah sebagai suatu komponen dari proses politik memenuhi prinsip clean government dalam ketiadaan partisipasi. Good Governance adalah suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.” (World Bank). Good Governance hanya bermakna bila keberadaannya ditopang oleh lembaga yang melibatkan kepentingan publik. Jenis lembaga tersebut adalah sebagai berikut: 1. Negara a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable d. Menegakkan HAM e. Melindungi lingkungan hidup

Menyediakan insentif bagi karyawan d. Meningkatkan standar hidup masyarakat e. . Partisipasi Masyarakat. Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat Namun untuk ringkasnya Good Governance pada umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik. Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip Good Governance. Sebagai sarana checks and balances pemerintah d. baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. Menciptakan lapangan kerja c. Menjalankan industri b. Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi b. Mentaati peraturan g.f .Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM 3. Memelihara lingkungan hidup f. Mengembangkan SDM f. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat. serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. Mempengaruhi kebijakan publik c. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik 2. yaitu: 1.Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat h. Masyarakat Madani a. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah e. Sektor Swasta a.

2. 5. Tegaknya Supremasi Hukum. dan bila mungkin. Sektor swasta lebih benyak berkecimpung dan menjadi penggerak aktivitas di bidang ekonomi. 8. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Pemerintahan yang baik dan bersih diukur dari performance birokrasinya. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan. Para pengambil keputusan di pemerintah. Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu. Dari prinsip-prinsip di atas. Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. 6. Peduli. pengendali dan pengawasan. Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat. Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. Seluruh proses pemerintahan. Transparansi. 9. Berorientasi Kepada Konsensus. sektor swasta (private sector) dan masyarakat (society). Visi Strategis. Akuntabilitas. serta efisien dan efektif dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara domain-domain negara/pemerintah (state). Pandangan pertama melihat birokrasi sebagai kebutuhan. Efektifitas dan Efisiensi. Pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia. Kesetaraan. Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihakpihak yang berkepentingan. Sedangkan masyarakat merupakan obyek sekaligus subyek dari pemerintah maupun swasta. dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau 4. budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. . termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. Bentuk pertanggungjawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan. maka dapat disimpulkan bahwa wujud daripada Good Governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab. Pengalaman dan kinerja birokrasi di berbagai negara telah melahirkan dua pandangan yang saling bertentangan terhadap birokrasi. 3. sektor swasta dan organisasiorganisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. Sektor negara/pemerintah lebih banyak memainkan peran sebagai pembuat kebijakan. 7.

24/09/1998). cenderung kaku dan formalistis. Dengan begitu. sebenarnya bukan saja terjadi pada dua-tiga dekade terakhir. Artinya. setengah dari pejabat birokrasi melakukan praktek korupsi (uang). siaran pers Tranparansi Internasional. Korupsi dan Reformasi “Good Governance”. Sebaliknya. yang kerjanya hanya mempersulit hidup rakyat. melaporkan. Saat itu. hanya manis di mulut tanpa political will yang memadai. penuh dengan arogansi (yang bersembunyi di balik hukum). pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan selain itu. Belum lagi terhitung korupsi dalam bentuk penggunaan waktu kerja yang tidak semestinya. Tiga tahun kemudian. Sebuah identifikasi yang membuat bangsa kita tidak lagi punya hak untuk berjalan tanpa harus menunduk malu (Hamid Awaludin. Pandangan kedua. Maka hanya tinggal segelintir kecil saja aparat birokrasi yang mempertahankan kesucian dirinya. bila sistem (politik. Kamerun. birokrasi. misalnya. Tanzania dan Nigeria. kain untuk membungkus mayat (kain kaci). Artinya. maka birokrasi akan menjadi buruk dan menakutkan bagi rakyatnya. pemerintahan dan sosial budaya) yang dipakai oleh suatu negara adalah baik dan para pejabat birokrasi juga orang-orang yang baik. Transparansi Internasional telah memasukkan Indonesia sebagai bangsa yang terkorup keempat dimuka bumi. Padahal secara konseptual. 2001. ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. lagi efektif. Kompas. justru Departemen Agama dengan skandal kain kafan. dikuntit India dan Vietnam (Teten Masduki. Kompas. yakni. Honduras. hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong. masih harus . serta ditunggangi oleh para pejabat yang tidak jujur. sebuah organisasi internasional anti korupsi yang bermarkas di Berlin. Pada era Soekarno itulah kita kenal bahwa salah satu departemen yang kotor. Korupsi Semakin Ganas. pada tahun 1950-an.yang akan mengefisiensikan dan mengefektifkan pekerjaan pemerintahan. maka birokrasi menjadi sebuah badan yang baik. Di era pemerintahan Soekarno. Pada tahun 1998. Indonesia dari waktu ke waktu terkenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. hukumnya lemah. Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh Partnership for Governance Reform melaporkan bahwa hampir setengahnya (48 %) dari pejabat pemerintah diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi (Media Indonesia. ditahun 2002. Indonesia merupakan negara korup keenam terbesar di dunia setelah lima negara gurem. Faktor di luar birokrasilah yang akan menentukan wajah birokrasi menjadi baik atapun jahat. Praktek korupsi di Indonesia. 16/08/2001). (Kompas. tidak melayani. dan sebagainya. adalah sebuah badan yang netral. Paraguay. bila birokrasi itu hidup di dalam sebuah sistem yang jelek. pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah korupsi. melihat birokrasi sebagai “musuh” bersama. menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. Indikator buruknya kerja birokrasi pada umumnya berfokus pada terjadinya korupsi di dalam birokrasi tersebut. sarangnya korupsi. dilingkungan yang demikian kotor. Bung Hatta sudah mulai berteriak bahwa korupsi adalah budaya bangsa. 19/11/2001). Dan. sebagai sebuah organisasi pelaksana pemerintahan. 15/04/2002). Malah. dimana birokrasi itu hidup dan bekerja. yaitu manusia yang menjalankan birokrasi dan sistem yang dipakai.

4. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. LP3ES. dia merupakan multi faktor yang kompleks dan saling bertautan. Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi. Birokrasi yang buruk juga akan menyebabkan pelayanan yang jelek. legislatif. RUU Kementrian Negara dan RUU Kepegawaian Negara. Kompas. yaitu dengan mengajukan usulan RUU berkaitan dengan perbaikan birokrasi atau administrasi publik. birokrasi masih berkutat dengan patron-klien dan korupsi. sumber daya manusia. maupun yudikatif tampaknya masih harus melalui jalan panjang karena hokum di negeri ini masih belum bisa ditegakkan secara penuh. bukan saja disebabkan oleh harga minyak di pasaran dunia. 1986) mencoba mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan suburnya korupsi sebagai berikut: 1. 16/08/2001). 7. Kebijakan pemerintah untuk memberantas korupsi di semua lembaga baik eksekutif. Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika. Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memerikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi. Faktor penyebab suburnya korupsi bukan faktor tunggal. RUU Pelayanan Publik. Peran departemen ini sangat dominan untuk urusan tersebut (Hamid Awaludin. tapi juga disebabkan oleh tidak efisiennya kerja Pertamina. bila lima RUU tersebut berhasil disahkan dan diterapkan. 6. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi. tata laksana. 8 Juni 2006). sehingga menimbulkan high cost economy di semua lini kehidupan. Buruknya kinerja birokrasi bukan saja menggerogoti uang negara.diimpor. 2. Bahkan di era pemerintahan sekarang ini. Tiadanya tindak hukuman yang keras. Syed Hussein Alatas (Sosiologi Korupsi. Harga BBM yang terus menerus naik. Masalahnya. Dikatakan bahwa RUU ini disiapkan untuk menata sistem manajemen berbasis kinerja yang meliputi kelembagaan. birokrasi Indonesia . Adapun lima RUU yang disiapkan tersebut meliputi: RUU Administrasi Pemerintahan. mengumumkan akan mereformasi birokrasi melalui lima RUU. budaya kerja dan hubungan teknologi (Kompas. 3. Kolonialisme. 5. Taufiq Effendi. apakah birokrasi Indonesia akan mengalami perubahan yang signifikan? Sejarahnya. Kemiskinan. RUU Etika Penyelenggaraan Negara. Kurangnya pendidikan. Korupsi Semakin Ganas. Perkembangan terakhir upaya untuk mereformasi birokrasi mangambil bentuk jalur UU.

800-2.COM. peran birokrasi tampak kabur meskipun relatif tidak terpolitisasi sebagaimana era Orba.1 persen. Dan pada 2008 tinggal 15. pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. perubahan tersebut tidak selalunya berdampak positif bagi perkembangan birokrasi. Hutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis. dan justru melanggengkan sifat birokrasi patrimonial yang sarat dengan patron-klien. pertahanan . Tetapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Indonesia berhasil melunasi hutang hingga sebesar 7. pada tahun 2008 naik menjadi 69. Pemerintah mengklaim Indonesia bukan lagi negara berkembang yang miskin. PR itu. mengatakan. utang Indonesia kepada IMF sebesar 9. Tengok saja.mengalami perubahan dari periode ke periode. Penciptaan hukum yang mengikat yang mampu memberi penalti kepada warga negara sangat diperlukan karena tanpa itu sulit memberantas korupsi di birokrasi. antara lain tantangan sosial budaya dan kehidupan beragama. Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008). dan tingginya angka pengangguran. pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Dengan kata lain. antara lain. Karena penciptaan UU sebagaimana yang diupayakan melalui kelima RUU di atas akan sia-sia bila tidak mengikat secara utuh aparat birokrasi. Deputi Otda Bappenas. Semua upaya tersebut akan bisa maksimal bila ditunjang oleh kepemimpinan yang kokoh (strong leadership) yang memahami pentingnya mereformasi birokrasi. tingkat kemiskinan. Pada tahun 2004. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang.2 persen. apakah kelima RUU tersebut cukup menjanjikan bila kultur lama birokrasi (yang hanya berorientasi kepada penguasa dan mengabaikan pelayanan publik) dan kepastian hukum di Indonesia juga tak diperbaiki? Artinya. mengatasi minimnya distribusi pendapatan. Pengalaman politisasi birokrasi di era Orde Baru menjadikan institusi ini tidak netral dan tidak professional. Pada tahun 2006.4 persen.1 persen. Jakarta). Cadangan devisa yang semula 33. Namun. Pada tahun 1998. pada tahun 1998. politik.1 persen.1 miliar dolar AS. Sedangkan di pemerintahan sekarang ini.8 miliar dolar AS. tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16. misalnya.4 persen dari total penduduk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi. pada tahun 1998 minus 13.8 miliar dolar AS. Pada tahun 2004.7 persen. Indonesia kini adalah negara berkembang menengah. (INILAH. perbaikan sistem penggajian dan perubahan yang mendasar yang berkaitan dengan orientasi PNS pada etika profesionalisme sangat relevan untuk diterapkan seiring dengan usulan kelima RUU tersebut. yang paling mendesak untuk diperbaiki seiring dengan reformasi birokrasi adalah reformasi hukum atau penegakan hukum. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6. tantangan perekonomian. Max Pohan. Selain itu. Pendapatan per kapita US$ 1. hingga tahun 2025 ada berbagai tantangan yang bakal dihadapi Indonesia.000 dijadikan indikator. angka kemiskinan mencapai 24. sarana dan prasarana.

dan etika pejabat harus ditingkatkan. rasa aman dan damai. melainkan juga di lembaga perwakilan rakyat dan peradilan. Lembaga Non-Departemen.dan keamanan. dan akuntabilitas. ada beberapa strategi pencapaiannya: Pertama. Keempat. berdaya saing. Penyelenggaraan pemilu oleh lembaga yang independen (KPU) dan pemantauan oleh masyarakat sipil (domestik dan international). maupun resistensi birokrasi lama. Kultur keterbukaan. hukum dan aparatur. Masalah-masalah yang muncul dalam penunjukan pejabat-pejabat politik (political appointess). dan BUMN. misalnya. Etika . jumlah penduduk yang besar serta perkembangan politik yang telah melalui tahap awal reformasi berupa demokratisasi dan desentralisasi. Ketiga. bidang wilayah dan tata ruang serta SDA dan lingkungan hidup. Kedua. negara yang mandiri dan maju serta peranan yang meningkat di dunia internasional. seharusnya diperjelas otoritas pemerintahan baru di hadapan birokrasi lama. hak-hak dan kewajibannya. demokratis yang berlandaskan hukum. Departemen. Tetapi hal ini belum memungkinkan. Upaya memperjelas masalah ini dapat dimulai dengan menghasilkan perundang-undangan tentang lembaga kepresidenan. baik karena ketidakjelasan pengaturan. Dalam pengaturan itu ditentukan tentang otoritas politik. maka pemerintahan yang demokratik akan dibajak oleh sistem birokrasi lama. telah meningkatkan kredibilitas sistem pembentukan legislatif dan eksekutif. pemasangan saluran telepon baru atau air minum). usaha telah dijalankan untuk menghasilkan pemerintahan yang demokratik dan legitimate. Sasaran pokok pembangunan dalam 20 tahun ke depan antara lain terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia. Seperti diketahui bersama. kultur dan etika birokrasi.” katanya Jadi dapat disimpulkan. kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. Untuk itu. namun menurut dia Indonesia juga punya modal dasar untuk pembangunan. salah satu jalur strategis bagi tercapainya good governance adalah dengan melakukan reformasi pemerintahan negara (governance reform) yang terfokus pada pihak eksekutif dan administrasi negara. mencerminkan bahwa watak Indonesia sebagai negara birokrasi (beambtenstaat) masih menonjol. pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. birokrasi di Indonesia merupakan birokrasi yang menggurita. tidak adanya dukungan legislatif. Mereka bukan hanya berada di lingkaran eksekutif seperti Sekretariat Negara. Dalam sistem politik yang demokratik dan menghasilkan pemerintahan yang legitimate. Pelayanan yang lamban sudah menjadi ciri birokrasi kita (perhatikan layanan KTP. pelayanan yang cepat. Perkembangan sistem multipartai menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendirikan asosiasi politik dan menjatuhkan pilihannya secara bebas. Jika tidak. seharusnya wajar jika pemerintah berhak menentukan jabatan-jabatan tertentu dalam birokrasi negara. Meski banyak tantangan. reformasi administrasi negara. yakni wilayahnya yang luas.

peningkatan pelatihan. yaitu melalui DPR dan DPRD. yang harus diikuti atau diwujudkan dalam menghasilkan legislasi. seperti kejelasan job description. Dalam hubungan itu. . birokrasi yang bersih dan baik. senantiasa siap berkorban untuk mempertahankan Wilayah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. maupun berwatak yudisial melalui peradilan administrasi yang terbatas pada keputusan konkrit (beschikking). putra putri bangsa Indonesia senantisa menghargai perbedaan dan kemajemukan. maka upaya membangun pemerintahan yang baik itu akan menemukan jalan yang jelas. dengan kata lain. pengawasan ini dapat berwatak politis. dinasehati. Indonesia belum memiliki ketentuan hukum dalam hal ini. haruslah dibangun secara sistematis dan terus menerus. Membangun pemerintahan yang bersih dan baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Pengawasan preventif melekat pada sistem administrasi negara yang bersangkutan. penerimaan uang pelicin dan lain-lain. pengawasan oleh atasan. juga pegawai negeri sipil-militer dengan pegawai BUMN). Kedua. untuk generasi muda. Keenam. Sejarah perjuangan bangsa kita telah banyak memberikan pelajaran yang bermakna yang perlu mendapatkan perhatian sungguhsungguh dalam pengembangan “sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa”. hayati dan amalkan etos bangsa bernegara yang tersurat dan tersirat pada lambang negara yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika”. pengawasan administrasi negara.jabatan menyangkut hal-hal seperti larangan perangkapan jabatan. Masyarakat juga perlu didasarkan bahwa sistem yang baik dan pemimpin yang baik tidak bisa dibiarkan menjalankan pemerintahan sendiri. Kelima. ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Prof Dr Mustopadidjaja AR. Hal ini dapat dilakukan secara preventif maupun represif. Sebagai catatan akhir. masyarakat dan sistem yang baik. serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan. Dia juga membutuhkan dukungan dari segenap aparat pemerintahan. Hanya dengan pemilihan akan sistem yang terbaiklah. diingatkan dengan cara yang baik. dan meningkatnya kesejahteraan (bandingkan antara gaji guru dengan pejabat esselon. dan secara umum berupa penyelenggaraan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip yang baik. Pemerintahan yang bersih dan baik. Sedangkan secara represif. berkolusi. Bangsa Indonesia. dan berjuang maksimal untuk memberikan kontribusi terbaik dalam perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita bernegara di seluruh bumi pertiwi. saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama. Dia akan menggerakkan segenap aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. masalah sumber daya manusia yang memerlukan rekruitmen berdasarkan kualitas dan profesionalisme. mereka harus terus dijaga. promosi reguler berdasarkan merit system.

sila Ketuhanan Yang Maha Esa menghikmati dan menjadi dasar keridlaan Tuhan atas sila-sila lainnya dari Pancasila.wordpress. bangsa. yang perlu dipertahankan sebagai landasan hidup bermasyarakat. Keempat. sehingga berani mengatakan “yang salah adalah salah. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar palsafah hidup bangsa bernegara.com/2009/04/23/suara-mahasiswa-006-mengkritisi-clean-andgood-governance-di-indonesia/ . sesuai Pasal 37 UUD 1945. dan konstitusi negara. http://mardoto. sebab itu pengembangannya harus didasarkan pada ajaran Tuhan yang otentik. perubahan-perubahan yang diperlukan dalam batang tubuh UUD diselenggarakan secara demokratis dan konstitusional. dengan keariefan dalam pengama-lannya yang menghargai perbedaan dan keragaman. Kelima lakukan segala sesuatu dengan niat dan sebagai wujud ibadah dengan memadukan imtaq dan iptek sebagai kesatuan paradigma dalam melangsungkan ibadah bagi kemajuan masyarakat. berbangsa.Ketiga. dan memiliki kemampuan “untuk memperbaiki yang salah dan menegakkan yang benar” dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. dan bernegara. dan ummat manusia secara keseluruhan. sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. yang benar adalah benar”. sebagai bentuk peranserta aktif dalam upaya bersama mewujudkan cita-cita bangsa bernegara. negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful