Percobaan tetes minyak milikan dilakukan oleh Robert A Milikan (1868 – 1953).

Dalam percobaannya ia berhasil menemukan harga muatan electron secara akurat dan menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit. Elektron mempunyai peran penting dalam mempelajari gejala kelistrikan dan kemagnetan. Dalam eksperimen ini, kita menyemprotkan minyak dalam bentuk hujan tetes-tetes minyak dari atomizer. Setelah diamati hujan tetes-tetes minyak tersebut tampak seperti bintang kecil-kecil yang jatuh perlahan-lahan yang dipengaruhi gaya gravitasi dengan kecepatan yang bergantung pada massanya, viskositas udara dan gaya stokes.

Selanjutnya tetesan minyak di beri muatan dengan beda potensial yang cukup tinggi berkisar 300 volt – 450 volt. Besar muatan tetes minyak akan mempengaruhi gerakan atau kecepatannya. Hal ini dapat diamati jika tetes minyak bergerak turun berbeda kecepatannya jika bergerak ke atas, begitupun saat bergerak bebas tanpa muatan. Sehingga ada tiga kecepatan yang dialami oleh butir tetes minyak berdasarkan arah geraknya, ini bergantung oleh gaya yang mempengaruhinya. Besar kecepatan bintik minyak dapat dihitung dengan menggunakan persamaan gerak lurus beraturan. y = v.t ( 1 ) dengan waktu tempuh dan jarak tempuh diketahui dari hasil percobaan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah percobaan sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh kecepatan turun dan kecepatan naik terhadap harga muatan tetes minyak?” Tujuan percobaan Percobaan ini bertujuan untuk menentukan muatan satuan elektron (e) dan menunjukkan sifat diskrit muatan electrón BAB II KAJIAN TEORI Dalam percobaan tetes minyak Millikan, gerakan kecepatan bintik minyak dapat dibuat dalam tiga keadaan, yaitu gerak ke bawah karena pengaruh gaya berat, gerak searah gaya berat dengan pengaruh gaya berat dan medan listrik, serta gerak berlawan arah gaya berat dengan pengaruh medan listrik dan gaya berat. Keadaan pertama adalah gerak bintik minyak karena pengaruh gaya gravitasi. Pada kondisi ini bintik minyak bergerak dengan kecepatan konstan. Walaupun dalam kondisi yang sering kita jumpai di lingkungan kita bahwa benda yang bergerak ke bawah karena pengaruh gravitasi akan bergerak berubah beraturan. Hal ini disebabkan gaya gesekan udara sangat kecil dibandingkan dengan gaya tarik bumi, sehingga gaya gesekannya dapat diabaikan. Lain halnya pada percobaan tetes minyak Milikan, gaya gesekan fluida dalam hai ini udara dengan bintik minyak sangat mempengaruhi laju bintik minyak tersebut. Hal ini disebabkan oleh sifat kekentalan (viskositas) fluida tersebut dalam hal ini adalah udara. Viskositas pada fluida pada dasarnya merupakan gaya gesekan antara

maka plat bagian atas bermuatan negatif dan plat bagian bawah bermuatan posisif. maka pada saat tertentu akan mencapai laju konstan. dan yang bergerak ke bawah bermuatan negatif. Sehingga tetes minyak yang bergerak ke atas bermuatan positif. Komponen gaya-gaya yang bekerja pada bintik minyak digambarkan seperti di bawah ini. Tetapi jika ada bintik minyak yang bergerak ke bawah ke plat negatif. maka bintik minyak itu bermuatan positif.lapisan-lapisan yang bersisian pada fluida saat lapisan-lapisan tersebut bergerak. Pada bagian ini akan dijelaskan gerak bintik minyak tanpa pengaruh medan listrik. Jika bintik minyak telah nampak dan sudah ada sudah bintik minyak yang termuati. rvη π Ff = 6 ( 2 ) dimana: = viskositas fluidaη r = radius bintik minyak v = kecepatan Gerak ke bawah tanpa medan listrik Setelah minyak disemprotkan dengan atomiser ke dalam ruang antar kedua plat kapasitor. maka dipindahkan kembali Ionisation Source Lever diatur ke posisi OFF. resultan gaya yang bekerja pada tetesan minyak saat itu sama dengan nol. besar gaya gesekan fluida dirumuskan dengan. . maka bintik minyak tersebut bermuatan negatif. maka tetesan minyak yang jatuh pada awalnya mengalami percepatan. Jika bintik minyak bergerak ke atas ke arah plat positif. Sesuai hukum Stokes. Secara rinci gaya gesek dalam fluida dijelaskan dalam hukum Stokes. Sebaliknya jika saklar Plate Changing Switch diputar ke arah negatif. Keterangan: Ff = gaya gesek antara tetesan minyak dengan udara FA = gaya angkat ke atas (Archimedes) w = gaya berat tetesan minyak Berdasarkan hukum gerak Newton. maka untuk mengetahui apakah sudah bermuatan diputar posisi Plate Charging Switch ke arah positif. Setelah bintik minyak nampak dalam ruang antara kedua plat. Karena adanya gaya gesek yang menghambat gerakan yaitu viskositas udara. Dalam waktu yang bersamaan atur posisi Ionisation Source Lever ke ON untuk memberikan muatan pada bintik minyak saat melewati Droplet Hole Cover yaitu ruang antara kedua pelat kapasitor yang telah di beri muatan.

F = 0Σ ( 3 ) F_f + F_A.w=0 6πηrv + □(□(4/3)) πr^3 ρ_f g. tetapi kecepatannya konstan. Ini tergantung dari jenis muatannya. Gaya-gaya yang bekerja pada bintik minyak digambarkan seperti berikut. Keterangan: FE = gaya listrik antara keping dengan tetes minyak bermuatan negatif FA = gaya angkat ke atas (Archimedes) w = gaya berat tetesan minyak Walaupun tetes minyak tidak diam.□(□(4/3)) πr^3 ρ_m g=0 6πηrv= □(□(4/3)) πr^3 g(ρ_m-ρ_f ) Dari hubungan ini diturunkan persamaan untuk menghitung jari-jari bintik minyak sebagai berikut: r^2=9/2 ηv/(ρ_m-ρ_f )g r =√(9/2 ηv/(ρ_m-ρ_f )g) (4) Bintik minyak bergerak ke atas Bintik minyak dapat bergerak ke atas karena pengaruh medan listrik. Jika dipilih muatan bergerak keatas dan plat bagian atas bermuatan positif. maka terjadi gaya tarik pada bintik minyak yang bermuatan negatif. Gaya ini akan melawan besar gaya berat dan gaya Stokes dalam fluida. . Sehingga resultan gaya yang bekerja pada tetesan minyak saat itu sama dengan nol. Hal ini dapat terjadi karena bintik minyak yang telah bermuatan akan mendapat gaya listrik berupa gaya tolak atau gaya tarik.

Gaya-gaya tersebut diuraikan seperti gambar berikut. Gaya yang melawan kedua gaya tersebut adalah gaya Stokes dan gaya angkat Archimedes. kecepatan tetes minyak juga konstan. Sehingga resultan gaya yang bekerja pada tetesan minyak saat itu sama dengan nol.Berdasarkan hukum gerak Newton: F = 0Σ F_E + F_A 〖.F〗_f=0 Vq/d+□(□(4/3)) πr^3 ρ_m g.F_A 〖. Keterangan: FE = gaya listrik antara keping dengan tetes minyak bermuatan negatif FA = gaya angkat ke atas (Archimedes) w = gaya berat tetesan minyak Seperti pada keadaan kedua di atas. Berdasarkan hukum gerak Newton: F = 0Σ F_E+w.□(□(4/3)) πr^3 ρ_m g=0 Sehingga diperoleh persamaan untuk menentukan besar muatan tetes minyak yang bergerak ke atas adalah: q=6πηrvd/V+(4πr^3 gd)/3V (ρ_m-ρ_f ) ( 5 ) Bintik minyak bergerak ke bawah dengan medan listrik Gerakan bintik minyak ke bawah dengan pengaruh medan listrik kecepatan lebih besar.F〗_f-w=0 Vq/d+ □(□(4/3)) πr^3 ρ_f g-6πηrv. Karena hukum Stokes tidak berlaku jika kecepatan benda yang bergerak dalam suatu fluida seperti pada tetesan minyak .□(□(4/3)) πr^3 ρ_f g-6πηrv=0 Sehingga diperoleh persamaan untuk menentukan besar muatan tetes minyak yang bergerak ke bawah karena pengaruh medan listrik adalah: q=6πηrvd/V+(4πr^3 gd)/3V (ρ_f-ρ_m ) ( 6 ) Untuk menghitung besar muatan bintik minyak berdasarkan persamaan (5) dan (6) dibutuhkan sebuah faktor koreksi (k). karena disamping gaya listrik juga bekerja gaya berat yang arahnya sama.

Memilih satu bintik minyak pada teleskop.1 cm/s atau 10-3 m/s. Menyalakan lampu halogen kemudian mengamati apakah skala sudah nampak jelas jika diamati melalui teleskop.m) p = Tekanan barometric (mHg) r = jari-jari bintik minyak BAB III METODE EKSPERIMEN Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan adalah: Satu set Millikan oil drop apparatus Transformator 12 volt DC untuk lampu halogen Power Supply Minyak non-votatile (Squibb #5597 mineral oil. dan tanpa muatan.04 – 0.20 x 10-3 Pa. rapat massa 886 kgm-3) Atomizer Stopwatch Multimeter Tissue Cara Kerja Sebelum melakukan eksperimen. Menghubungkan power supply ke aliran sumber tegangan dan diatur hingga mencapai 350 – 500 volt. dan bergerak ke bawah tanpa medan.5 mm) dalam 3 keadaan yaitu bergerak keatas. bergerak ke bawah. Diusahakan mengambil data lebih dari satu kali dalam 3 keadaan tersebut dengan bintik minyak yang sama. k= 1/(1+b/pr) ( 7 ) dengan: b = konstanta (8. Menghubungkan multimeter ke thermistor connection untuk mengukur hambatan thermistor. Pada percobaan ini kecepatan bintik minyak rata-rata berada pada rentang 0. plat kapasitor dibersihkan yaitu menggosoknya dengan tissue. misalnya 5 skala (0. .001 cm/s. Faktor koreksi tersebut dihitung dengan persamaan (7) di bawah ini. Mengukur waktu yang digunakan bintik minyak dalam menempuh jarak tertentu. sambil menggerakkan Plate Charging Switch ke posisi muatan positif (+).dalam udara lebih kecil dari 0. Negatif (-). Diperkirakan telah terjadi ionisasi maka Ionisation Source lever di kembalikan ke posisi OFF. Menyemprotkan tetes minyak ke dalam Dropplet Viewing Chamber secara tegak lurus. Mengamati kehadiran bintikk minyak dan memberikan ionisasi dengan menggerakkan Ionisation Source lever ke posisi ON.

7 18.2 5.4 10.2 .2 5.5 22.5 III 8. hambatan.1 7.4 5.4 20.4 5.4 30.1 28.5 5.8 5.6 20.4 II 19.765 x 106 ohm Tabel Pengamatan Jarak Tempuh dalam Medan Listrik = 0.1 29.3 26.7 25. beda potensial Variabel manipulasi : waktu Variabel respon : muatan bintik minyak BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Percobaan V = 375 volt P = 767 mmHg R = 1.4 5.1 8.1 13.7 23.9 5.8 5.1 29. Identifikasi Variabel Variabel kontrol : tekanan.2 4.3 6.5 5.1 21.3 8.5 8.2 5.5 mm = 5 x 10-4 m Jarak Tempuh tanpa Medan Listrik = 0.4 25.5 IV 8.Mengulangi kembali kegiatan 9 dengan memilih bintik minyak yang lain sampai 7 bintik minyak yang berbeda.6 V 12.5 mm = 5 x 10-4 m Tetesan Minyak Waktu Tempuh Tetesan Minyak (s) Dalam Medan Listrik Tanpa Medan Listrik Ke Atas Ke Bawah Jatuh Bebas I 7.1 10.1 7.1 29.5 26.

Berdasarkan hasil interpolasi diperoleh suhu pada percobaan adalah 30.(1.2 26.8760 x 10-5 Nsm-2 Sehingga dilakukan interpolasi untuk menentukan viscositas udara pada suhu 30.1749 kgm-3ρ Dengan menggunakan persamaan di bawah melalui analisis Microsoft Excel.76) x 1^0 T=30. trata = (t_1+t_2+t_3+ … +t_n)/n v= y/t ̅ .16/760.8720+0.2 5.303.4 trata(s) 10.004)x〖10〗^(-5) 〖Nsm〗^(-2) η=(1.765) x 1^0 T=31-(0.7 11.24 atau T=273.T) ρ=1.5 7.0008)x〖10〗^(-5) 〖Nsm〗^(-2) 〖η=1.16+30. dengan y = 5 x 10-4 m Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas I 7.8728 x 10^(-5) Nsm〗^(-2) Penentuan massa jenis udara berdasarkan Appendix Density of Air ρ=ρ_0 (P.774 x 106 Ω dan 310 = 1.1 21.2929767.2 22.2 0C.774-1.4 25.40 23.5 7. diperoleh waktu tempuh rata-rata dan kecepatan untuk setiap bintik minyak seperti pada table berikut.10.2 x0.2 0C = 303.2 6.9 5.3 Analisa Data Menentukan suhu tetes minyak berdasarkan besar hambatan yang terbaca pada thermistor.36 K Penentuan Viscositas Udara berdasarkan suhu pada saat percobaan.765 MΩ. sehingga harus digunakan interpolasi untuk mencari suhunya jika hambatan sebesar 1.6 28.8 22.9 20. T=31.4 VI 17.3 8.736)/(1.36 = 1.2-31)/(31-30) x0.3 8.765-1.1 21.16)/(760. Hasil pengukuran thermistor diperoleh hambatan sebesar 1. Dari grafik hubungan Viscositas of Dry Air terhadap temperatur diperoleh: Suhu 300C = 1.1 10.4 5.20C.8720+(30.8720 x 10-5 Nsm-2 dan Suhu 310C = 1.5 5.7 25.273.004)x〖10〗^(-5) 〖Nsm〗^(-2) η=(1.5 5.87 .736 x 106 Ω.273.60 5. Berdasarkan tabel Thermistor Resistance Table nilai tersebut berada pada rentang 300 – 310 yaitu: 300 = 1.8720+0.6 11.1 13. η=(1.765 x 106 Ω.7 VII 11.

27 v(m/s) 2.25E-05 Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas III 8. Untuk menghitung jari-jari bintik minyak digunakan persamaan di bawah ini .2 5.5 8.52E-05 2.4 20.25E-05 2.2 26.21E-05 Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas VII 11.09 x 10-5 Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas II 19.8E-05 1.38E-05 Menghitung jari-jari bintik minyak.8 5.87 22.8 22.97 27.3 8.5 5.97 v(m/s) 4.1 28.10 26.23 5.5 26.40 8.1 29.03 5.72 x 10-5 9.02E-05 9.41E-05 9.27 6.3 8.5 7.3 trata(s) 11.18E-05 1.3 26.7 18.54E-05 9.25 v(m/s) 5.3 6.6 11.18 29.5 22.6E-05 8.9E-05 Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas IV 8.79E-05 Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas VI 17.4 trata(s) 10.4 10.26 x 10-5 2.2 4.09E-05 2.1 7.2 5.4 5.v(m/s) 4.5 trata(s) 19.2 10.38 v(m/s) 6.6 28.7 trata(s) 14.2 22.65 v(m/s) 3.5 7.5 trata(s) 9.66E-05 1.7 11.00 v(m/s) 4.1 7.4 30.8 5.1 29.00 22.2 6.5 5.7E-05 Tetesan Minyak tKe Atas tKe Bawah tJatuh Bebas V 12.6 20.1 21.50 21.3 8.87E-05 7.2 5.6 trata(s) 8.30 5.47E-05 6.9 20.7 23.1 8.1 29.35 5.4 5.2 5.

79 III 4.67E-07 0.79E-05 4.1749 kgm-3ρ g = 9.17E-07 0.78 II 4.07E-07 0.51E-07 II 2.76 V 4. Sehingga untuk menghitung muatan bintik harus dikalikan dengan faktor koreksi sesuai dengan hasil perhitungan pada tabel di bawah ini. k= 1/(1+b/pr) b = konstanta (8.25E-05 4.67E-07 III 1.3E-07 0. Hasil perhitungan dengan computer diperlihatkan seperti table di bawah.63E-07 0.3E-07 IV 1.20 x 10-3 Pa.51E-07 0.m) p = Tekanan barometric (1. sehingga persamaannya seperti di bawah ini.77 IV 4. tetapi harus dikalikan dengan sebuah faktor koreksi pada persamaan (7).01 x 105 Pa) r = jari-jari bintik minyak Tetesan Minyak r(m) K I 4.77 VI 4.79 Menghitung muatan bintik minyak Untuk menghitung besar muatan setiap bintik digunakan persamaan (5) dan (6). Bintik minyak bergerak ke atas: q=k(6πηrvd/V+(4πr^3 gd)/3V (ρ_m-ρ_f ) ) Bintik minyak bergerak ke bawah: q=k(6πηrvd/V+(4πr^3 gd)/3V (ρ_f-ρ_m ) ) Dengan menggunakan kedua persamaan tersebut dan nilai-nilai setiap besaran .78 VII 4.7E-05 4.9E-05 4.81E-07 0.8728 x 10^(-5)η Nsm^(-2) m =ρ 886 kgm-3 f = 1.38E-05 4.21E-05 4.07E-07 V 1.8 ms-2 Tetesan Minyak vt(m/s) r(m) I 2. r =√(9/2 ηv/(ρ_m-ρ_f )g) = 1.17E-07 VI 2.09E-05 4.81E-07 Menghitung faktor koreksi Pada percobaan ini kecepatan bintik minyak yang diperoleh seperti pada perhitungan di atas berada pada orde 10-5 m/s.dengan kondisi bintik minyak bergerak tanpa medan listrik.63E-07 VII 2.

73E-19 1. gaya Stokes yang merupakan gaya penghambat. tetesan minyak akan mengalami percepatan sehingga kecepatannya bertambah.78E-19 1.49E-19 1. Dengan demikian gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hanya gaya berat atau gaya gravitasi dan gaya dorong yang arahnya berlawanan dengan gaya berat.75E-19 V 1. Seiring dengan bertambahnya kecepatan.06E-19 1. maka hasil yang diperoleh seperti pada tabel berikut: Tetesan Minyak qke atas(C) qke bawah(C) qrata-rata(C) I 1. sehingga setelah tegangannya dihilangkan maka tetesan minyak tersebut akan turun atau jatuh pada saat tetesan minyak tersebut jatuh. Untuk metode keseimbangan.39E-19 VI 1. Tetesan minyak dalam medan listrik dipengaruhi oleh beberapa gaya yaitu gaya berat.86E-19 1.53E-19 1.84E-19 1. Oleh karena itu kecepatan tetesan minyak tersebut akan konstan.28E-19 1.78E-19 1.85E-19 Pembahasan Prinsip yang digunakan pada percobaan milikan adalah pengaruh gaya gravitasi dan gaya listrik pada partikel bermuatan (tetesan minyak). gaya dorong dan gaya elektrostatis. Kemudian tetesan minyak akan mengalami resultan gaya ke bawah.28E-19 VII 1.24E-19 1.84E-19 IV 1. karena tetesan minyak tersebut merupakan partikel bermuatan.73E-19 1. Pada saat gaya gravitasi sama dengan gaya listrik maka tetesan minyak tersebut akan mengambang.66E-19 1. Oleh karena itu.78E-19 II 1.89E-19 1. Medan listrik tersebut ditimbulkan dari beda potensial antara elektroda positif (atas) dan elektroda negatif (bawah) yang diberikan pada pelat kondensator. Tetesan minyak yang dihamburkan dalam ruang pengamatan dipengarahi oleh medan listrik. gaya Stokes akan membesar dan pada suatu ketika akan terjadi keseimbangan antara ketiga gaya tersebut. Percobaan ini menggunakan dua metode yaitu metode statis (keseimbangan) dan metode dinamis. laju tetesan minyak tersebut nol. berdasarkan pengamatan nilai beda potensial dan lamanya waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk menempuh jarak y yang .47E-19 III 1. resultan ketiga gaya tersebut nol.dianalisis melalui computer yaitu Microsoft Excel.82E-19 1. Dari sini tegangan dan kecepatan tetesan minyak tersebut dapat diketahui.

(5) tetes minyak V = 1. Oleh karena itu. (2) tetes minyak II = 1.diperoleh bervariasi.6. (3) tetes minyak III = 1.75 x 10-19 C.84 x 10-19 C. . Nilai-nilai tersebut menyebar disekitar nilai muatan electron berdasarkan referensi yang ada. (4) tetes minyak IV = 1.39 x 10-19 C.47 x 10-19 C.85 x 10-19 C.28 x 1019 C. (6) tetes minyak VI = 1.10-19 C.6 x 10-19 C. yaitu 1. dapat disimpulkan bahwa satu elektronnya adalah 1. dan (7) tetes minyak VII = 1. Berdasarkan perhitungan dapat diperoleh nilai muatan rata-rata dari setiap tetesan minyak adalah: (1) tetes minyak I = 1.78 x 10-19 C. muatan sebesar ini merupakan muatan elementer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful