PANDUAN PENGAJARAN MEMBACA UNTUK SISWA BIPA

DISUSUN OLEH DRA. LILIANA MULIASTUTI,M.PD. DRA. EUIS SULASTRI, M.PD.

BAB I PENDAHULUAN

A. RASIONAL
Pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) berbeda dengan pengajaran bahasa Indonesia bagi siswa Indonesia. Berdasarkan kompetensinya, siswa BIPA biasanya diklasifikasikan atas tiga tingkatan, yakni siswa tingkat dasar, menengah, dan mahir. Siswa BIPA tingkat dasar adalah siswa asing yang belum memiliki kemampuan berbahasa Indonesia atau baru memiliki sedikit kemampuan dasar berbahasa Indonesia. Siswa tingkat menengah adalah siswa BIPA yang sudah menguasai percakapan sehari-hari dalam bahasa Indonesia. Siswa tingkat mahir adalah siswa BIPA yang sudah menguasai empat ketrampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dengan baik. Setelah selesai tingkat mahir, siswa BIPA diharapkan sudah dapat studi lanjut di Indonesia.

Sebagai sebuah sistem pengajaran, pengajaran BIPA memiliki masukan (input), proses, dan keluaran (out put) yang berbeda dengan pengajaran bahasa Indonesia untuk orang Indonesia. Pada unsur masukan, siswa BIPA berasal dari berbagai negara sehingga memiliki berbagai B1, memiliki berbagai profesi, dan tujuan belajar berbeda. Oleh karena itu, pengajar BIPA harus memerhatikan karakteristik siswa yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap siswa BIPA memiliki bahasa ibu atau bahasa pertama (B1) yang

dikuasainya. Struktur bahasa pertama tersebut tentu akan berpengaruh terhadap proses belajar bahasa Indonesia. Dalam hal ini bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa asing atau B2 bagi mereka. Mengingat hal tersebut, maka tak heran jika siswa asing akan banyak melakukan interferensi ketika belajar bahasa masuknya unsur-unsur B1 ketika siswa asing belajar B2. saujana.sg 1 Indonesia. Interferensi adalah

Mengingat hal di atas, dalam proses belajar mengajar BIPA metode, teknik, dan media yang digunakan pengajar harus dipertimbangkan dengan matang. Apa lagi, jika pembelajaran dilakukan di negara asal siswa. Metode, teknik, dan media yang digunakan harus dapat meminimalkan interferensi dan verbalisme. Pada pengajaran bahasa pun menjadi perhatian

Indonesia untuk orang Indonesia, metode, teknik, dan media

pengajar. Namun, dalam pengajaran BIPA, pengajar harus lebih selektif lagi mengingat karakteristik yang beragam tadi. Di samping itu, materi budaya Indoneia sangat diperlukan bagi para siswa BIPA untuk mencegah keterkejutan budaya. Materi ini biasanya tidak diperlukan bagi siswa-siswa Indonesia.

Setelah selesai program tersebut,

para siswa BIPA diharapkan memiliki empat

keterampilan berbahasa Indonesia dan kebudayaan Indonesia. Namun, keluaran yang dihasilkan akan sangat tergantung pada proses yang telah terjadi. Keluaran dari program BIPA yang diselenggarakan hanya untuk mengisi liburan musim panas atau dingin tentu akan berbeda dengan program BIPA yang diselenggarakan untuk para siswa asing yang akan studi di Indonesia. Dengan demikian, keluaran program BIPA akan sangat beragam, tergantung pada tujuan siswa belajar BIPA.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengajaran membaca untuk siswa BIPA akan berbeda dengan mengajar membaca untuk siswa Indonesia. Berdasarkan tingkat kemampuan siswa, pengajaran membaca untuk siswa BIPA dapat diklasifikasikan atas pengajaran membaca untuk siswa BIPA tingkat dasar, menengah, dan mahir. Berdasarkan kebutuhannya, pengajaran membaca tersebut dapat diklasifikasikan atas pengajaran membaca untuk tujuan sekadar dapat membaca berbagai informasi di Indonesia, untuk studi, bekerja, riset, dan lain-lain.

Penyelenggara program BIPA bersama pengajar harus dapat mengakomodasi keunikan pengajaran BIPA tersebut. Buku ini akan membahas prinsip-prinsip pengajaran BIPA yang dikaitkan dengan pengajaran membaca, jenis-jenis materi membaca beserta pengembangannya, metode, teknik, dan media yang dapat digunakan pengajar dalam mengajar membaca.

saujana.sg 2

B. PRASYARAT
Sebagaimana telah dibicarakan di atas, belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing pada kebanyakan orang asing dapat dikategorikan sebagai belajar bahasa kedua. Jadi, pengajaran BIPA berbeda dengan pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama (B1). Pengajaran BIPA lebih kompleks dan rumit karena siswa asing yang akan belajar dapat berasal dari berbagai negara.

Pengajar BIPA harus memiliki kompetensi berbahasa Indonesia dan kompetensi sebagai pengajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Tanpa kompetensi tersebut, pengajar akan banyak menemui kendala. Untuk itu, pengajar BIPA selayaknya harus berlatar belakang pendidikan bahasa Indonesia. Karena, para siswa asing tersebut ingin belajar bahasa Indonesia bukan hendak belajar terjemahan. Pengguna buku ini sangat diharapkan telah menguasai bahasa Indonesia mengingat akan menjadi pengajar BIPA. Tanpa kompetensi diterapkan. tersebut, materi yang telah ditulis akan sulit dipahami apa lagi

C. PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU
Buku ini merupakan buku ketiga dari lima buku yang dipersiapkan untuk para

pengajar BIPA. Buku I merupakan panduan pengajaran menyimak, buku II panduan pengajaran berbicara, buku IV merupakan sebagai suplemen tata bahasa. panduan pengajaran menulis, dan buku V

Kelima paket buku tersebut sebaiknya dibaca berurutan

agar pemahaman pengajar menjadi komprehensif.

Buku III ini terdiri atas empat bab, bab pertama berisi rasional, prasyarat, cara menggunakan buku, dan tujuan akhir dari buku ini. Bab kedua menguraikan tentang

prinsip-prinsip pengajaran BIPA dan jenis-jenis membaca. Pada bab ketiga, para pembaca dapat mencermati contoh materi membaca untuk tingkat dasar dengan lima tema. Selanjutnya, bagaimana metode, teknik, dan media yang dapat digunakan pengajar BIPA dalam mengajar membaca dapat ditemui pada bab empat. Mengingat buku ini disusun secara prosedural, pembaca diharapkan membaca secara bertahap dimulai dengan bab I, saujana.sg 3

dan seterusnya. Dengan demikian, materi-materi yang disajikan dapat dipahami secara komprehensif.

Untuk mengetahui referensi yang dapat dibaca oleh para pengajar BIPA sebagai acuan penyusunan buku ini, pembaca dapat membaca daftar pustaka di akhir buku ini.

D. TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari buku ini, para pembaca diharapkan dapat mengajar membaca untuk siswa BIPA baik tingkat dasar, menengah, maupun mahir. Di samping itu, secara khusus, pengajar BIPA diharapkan dapat:

a) memahami prinsip-prinsip pengajaran membaca untuk siswa BIPA, b) mengidentifikasi jenis-jenis membaca yang dibutuhkan untuk siswa BIPA tingkat dasar, menengah, dan mahir, c) mengembangkan materi membaca sesuai kebutuhan siswa BIPA tingkat dasar,

menengah, dan mahir dengan memperhatikan prinsip pengembangan materi, dan d) menjelaskan metode, teknik, dan media disiapkan guru. pengajaran membaca sesuai materi yang

saujana.sg 4

BAB II PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN MEMBACA DAN JENIS-JENIS MEMBACA UNTUK SISWA BIPA

A. PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN MEMBACA
Pengajaran BIPA memiliki karakteristik yang berbeda dengan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asli. Salah satu pembedanya adalah dari segi pembelajarnya. Pembelajar BIPA adalah pembelajar yang telah memiliki bahasa pertama dan memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Berdasarkan tujuannya, pelajar BIPA juga memiliki beragam tujuan. Ada pelajar yang bertujuan hanya untuk berwisata, bekerja, studi di Indonesia, atau sebagai peneliti. Di samping itu, usia pembelajar yang beragam harus menjadi perhatian dalam pembelajaran BIPA. Pendekatan yang digunakan pengajar BIPA pada siswa asing berusia remaja tentu berbeda dengan yang berusia setengah baya. Perbedaan pendekatan ini pun akan berimbas pada metode, teknik, dan media yang digunakan. Tempat kegiatan pembelajaran dilakukan juga sangat mempengaruhi keberhasilan pengajaran. Jika pembelajaran dilakukan di Indonesia, maka siswa asing dapat langsung mempraktikkan di luar kelas hal-hal yang telah dipelajarinya di dalam kelas. Pengajar juga dapat menggunakan metode langsung dengan membawa siswa asing ke tempat-tempat penting untuk pembelajaran (pasar, rumah sakit, apotek, dll). Hal ini tidak mungkin dilakukan di negara asing tempat siswa. Berdasarkan uraian di atas dapat disintesakan bahwa pengajaran BIPA merujuk pada kegiatan pengajaran bahasa Indonesia bagi orang asing dari berbagai negara dan memiliki latar belakang bahasa dan usia, profesi, kompetensi, dan tujuan belajar berbeda. Faktor-faktor tersebut di atas harus menjadi pertimbangan para pengajar ketika

memilih materi. Dalam buku ini hanya akan dibicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran membaca. Sebagaimana pengajaran keterampilan lain, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan materi membaca untuk siswa BIPA: a) tujuan siswa BIPA belajar bahasa Indonesia, b) gradasi kesulitan materi, c) variasi materi, d) konteks materi, dan saujana.sg 5

cerpen. Wacana yang dipersiapkan untuk materi membaca siswa BIPA tingkat dasar harus menggunakan kalimat-kalimat tunggal. Materi membaca untuk siswa yang belajar bahasa Indonesia dengan tujuan hanya berwisata tentu akan berbeda dengan materi untuk siswa yang bertujuan untuk studi. Jenis wacana tersebut dapat pula diklasifikasikan atas bentuknya seperti: wacana dialog. atau drama. Misalnya. brosur. wacana iklan. Untuk mereka. diksi yang bermakna abstrak. dan argumentasi. wacana yang digunakan pengajar tentu sudah lebih sulit. tabel. gradasi kesulitan materi. wacana yang dipersiapkan pengajar sudah dapat menggunakan kalimat kompleks. indeks. dan menghindari penggunaan imbuhan kompleks. pengumuman. membaca menu. tiket. Contoh dalam pembelajaran membaca. surat-surat resmi. bekerja. menu. Yang harus diingat oleh pengajar adalah isi wacana saujana. Prinsip ketiga adalah variatif. Materi harus disusun mulai dari mudah ke sulit dan konkret ke abstrak.sg 6 . pidato. Tingkat kesulitan materi membaca untuk siswa BIPA tingkat dasar akan berbeda dengan materi untuk tingkat menengah dan mahir. dan budaya). kebahasaan. petunjuk. Materi yang terlalu sulit atau terlalu mudah akan berimbas kepada motivasi siswa BIPA.e) integrasi materi (materi berbahasa. diagram. materi yang disusun harus memperhatikan gradasi kesulitan. Selanjutnya. Dengan demikian. dan sebagainya. diksi yang mudah dilafalkan dan dipahami. bagan. pengajar tidak hanya melatih siswa membaca wacana narasi. Prinsip kedua. Siswa yang belajar BIPA dengan tujuan dapat berkomunikasi ketika berwisata di Indonesia. Yang dibutuhkan mereka adalah membaca petunjuk arah. Hal tersebut tentu berbeda dengan siswa BIPA yang bertujuan akan bekerja di Indonesia. ceramah. Variasi dilakukan baik pada pemilihan jenis keterampilan dan pilihan tema. membaca artikel tempat-tempat wisata. deskripsi. diksi bermakna konotasi. pada siswa BIPA tingkat mahir. dan wacana lain yang relevan. dan berbagai imbuhan kompleks sudah dapat digunakan pada wacana tersebut (baca pula buku suplemen tata bahasa). Materi yang tidak bervariasi akan menimbulkan kejenuhan. Kalimat-kalimat majemuk. dan sebagainya. atau menjadi peneliti di Indonesia. Prinsip pertama yang harus menjadi perhatian adalah tujuan siswa belajar BIPA. pengumuman resmi. pengajar harus mempersiapkan wacana yang relevan dengan dunia bekerja. artikel. tentunya tidak membutuhkan materi membaca pemahaman puisi. surat perjanjian kerja. tetapi juga jenis wacana lain. persuasi. dan imbuhan kompleks. Untuk siswa BIPA tingkat menengah.

Untuk menghindari kebosanan siswa dan mengakomodasi berbagai kebutuhan siswa. Oleh karena itu. Tema-tema pun harus disesuaikan dengan kompetensi siswa. Tema harus mulai dari konkret ke abstrak. tema dapat disiapkan bervariasi pula. Siswa asing yang belajar di Indonesia tentunya akan melakukan kegiatan berkenalan.sg 7 . selain membantu siswa memahami materi juga dapat membantu siswa asing memahami realitas kehidupan masyarakat Indonesia. dan sebagainya. Prinsip keempat. wacana yang diberikan dapat berbentuk dialog antara pedagang dan pembeli. dan sebagainya. bagaimana budaya masyarakat Indonesia dalam pergaulan pun dapat dimasukkan dalam materi-materi tersebut. Misalnya. bertetangga. dalam pengembangan materi harus ada tema yang mengikat keseluruhan materi. pada tema jual beli. Pemberian konteks memudahkan pengajar untuk mengintegrasikan berbagai materi. jika bertamu ke tetangga. Hal tersebut akan menjadi lebih jelas dengan membaca prinsip berikut. Hal ini terkait dengan prinsip kelima. Tingkat Dasar Perkenalan Keluarga Kegiatan Seharihari Kegemaran Transportasi Profesi Tingkat Menengah Kesehatan Jenjang Pendidikan di Indonesia Kegiatan Ekonomi Imigrasi Kegiatan di kantor Bencana Alam Tingkat Mahir Gaya Hidup Kesenian Indonesia Sains dan Teknologi Biografi Perekonomian Politik Hukum Variasi tema di atas. menengah. siswa dapat memahami apa yang harus diucapkannya jika berkenalan. Oleh karena itu. dan mahir.harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Pada tema profesi. wacana yang diberikan dapat berbentuk narasi tentang kegiatan seorang dokter atau profesi lain. saujana. alternatif Berikut ini adalah tema-tema yang dapat diberikan untuk tingkat dasar. Materi yang dikembangkan harus dikaitkan dengan konteks agar bermakna. Melalui tema-tema tersebut. aktivitas di lingkungannya. Perhatikan tingkat kekonkretan dan variasi tema tersebut. konteks materi. bepergian dengan alat transportasi di Indonesia.

kurikuler. c) Memperhatikan minat siswa. dalam hal ini kebudayaan Indonesia. i) Menggunakan sumber-sumber belajar lain di dalam kelas. saujana. pengajaran membaca harus diintegrasikan dengan tiga keterampilan berbahasa lain. morfologi. Yang tidak kalah pentingnya pula adalah budaya masyarakat pengguna bahasa tersebut. Di samping itu. pengajar BIPA harus dapat mengintegrasikan tiga hal tersebut dalam pengembangan materi. berikut ini akan diuraikan jenis-jenis membaca dan bagaimana mengembangkannya sesuai prinsip-prinsip di atas akan diuraikan pada bab III. Ciri-ciri materi yang baik mengandung hal-hal berikut. Ketidaktahuan siswa tentang budaya Indonesia dapat menimbulkan salah paham. materi kebahasaan. Ketidaktahuan siswa tentang tata bahasa Indonesia akan menimbulkan pula kekacauan berbahasa. d) Memperhatikan pengembangan kegiatan komunikasi.). dan menulis. dan budaya Indonesia. Belajar berbahasa merujuk kepada belajar empat keterampilan berbahasa: menyimak. a) Sesuai tujuan (instruksional. tentunya dibutuhkan pengetahuan tentang fonologi. membaca. materi pengajaran yang baik menurut Breen and Candlin adalah materi yang bermanfaat bagi pembelajar.sg 8 . Dalam belajar empat keterampilan tersebut. h) Memperhatikan cara penyajian. j) Menggambarkan situasi belajar-mengajar di dalam kelas. g) Jelas apa yang telah dan akan dipelajari .Prinsip terakhir yang wajib diperhatikan adalah integrasi materi. f) Mengandung keleluasaan menentukan pilihan. dst. Dengan demikian. berbicara. dan semantik bahasa yang sedang dipelajari. Dengan demikian. Belajar berbahasa tidak sama dengan belajar tentang bahasa. k) Mengandung evaluasi terhadap prosedur dan isi pelajaran. e) Memperhatikan cara belajar dan konsep siswa tentang bahasa. Agar Anda dapat mengembangkan materi ajar BIPA dengan tepat. b) Ada tugas yang dikerjakan siswa . sintaksis.

diantaranya adalah : a) menggunakan ucapan yang tepat. g) membaca dengan penuh perasaan. sikap. c) menggunakan intonasi suara yang wajar. b) menggunakan frase yang tepat. h) membaca dengan tidak terbata-bata. tanpa ada desis apapun.sg 9 . proses membaca menurut Tarigan dapat dibedakan sebagai berikut. baik yang berupa pikiran. b) membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah berbagai kemampuan. 1. JENIS-JENIS MEMBACA Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya suara pembaca waktu melakukan kegiatan membaca. 2. e) menguasai tanda-tanda baca. l) membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri. saujana. k) membaca dengan tanpa terus-menerus melihat bahan bacaan. d) dalam posisi sikap yang baik. f) membaca dengan terang dan jelas. kecepatan bergantung pada bahan bacaan yang dibacanya. Membaca Nyaring Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis.Membaca Dalam Hati Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. perasaan. ekspresif. ataupun pengalaman penulis. tanpa bibir bergerak. i) j) mengerti serta memahami bahan bacaan yang dibacanya. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut: a) membaca tanpa bersuara.B.

e) mengerti dan memahami bahan bacaan.sg 10 . Yang dilakukan seseorang ketika membaca survei adalah sebagai berikut: a) memeriksa judul bacaan/buku. Membaca ekstensif meliputi : (a) Membaca Survei (Survey Reading) Membaca survei adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada. Kegiatan membaca survei merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif. (c)Membaca Dangkal (Superficial Reading) saujana. kata pengantar. h) dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan. c) memeriksa indeks dan apendiks(jika ada). Secara garis besar.c) membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring. d) tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk. f) dituntut kecepatan mata dalam membaca. daftar isi dan malihat abstrak(jika ada). g) membaca dengan pemahaman yang baik. Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut : (1) Membaca Ekstensif Membaca ekstensif adalah membaca secara luas. membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (1) membaca ekstensif dan (2) membaca intensif. (b) Membaca Sekilas Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat.

makna antar baris. membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan. mendalam. tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari. makna antar baris. c) Membaca Kritis Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana. yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. saujana. serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. dan pola-pola fiksi (patterns of fiction). (2) Membaca Intensif Membaca intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. d) Membaca Ide Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari. baik makna baris-baris.Membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran. maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai. b) Membaca Pemahaman Membaca pemahaman adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards). dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan. e) Membaca Kreatif Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menangkap makna tersurat. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan. resensi kritis (critical review). Yang termasuk dalam membaca intensif adalah : (a) Membaca Telaah Isi : a) Membaca Teliti Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas. kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang. memperoleh. evaluatif.sg 11 . maupun makna balik baris.

Semua jenis membaca di atas dapat diterapkan dalam pengajaran BIPA. Namun demikian.sg 12 . BIPA DASAR Membaca Nyaring Membaca dalam Hati Ekstensif X Intensif membaca teliti membaca pemahaman membaca bahasa membaca sastra (sederhana) BIPA MENENGAH Membaca dalam Hati Ekstensif survei Intensif membaca teliti membaca pemahaman membaca kritis membaca bahasa membaca sastra (sederhana) BIPA MAHIR Membaca dalam Hati Ekstensif survei sekilas dangkal Intensif membaca teliti membaca pemahaman membaca kritis membaca Ide membaca kreatif membaca bahasa membaca sastra Membaca Nyaring Membaca Nyaring √ √ √ Keterangan: √ = diberikan/diajarkan X = tidak diberikan/diajarkan saujana. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra. Berikut ini contoh peta jenis membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa BIPA. b) Membaca Sastra (Literary Reading) Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra.(b) Membaca Telaah Bahasa : a) Membaca Bahasa (Foreign Language Reading) Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary). pengajar harus menetapkan jenis membaca yang tepat sesuai kemampuan siswa BIPA.

Meskipun demikian.sg 13 . pengajar jangan melupakan prinsip pengajaran dari mudah ke sulit dan konkret ke abstrak. Siswa BIPA tingkat dasar belum dapat diberikan pelatihan membaca ekstensif mengingat mereka memiliki keterbatasan kosakata. Untuk pelajar BIPA tingkat menengah dan mahir. jenis membaca yang diberikan semakin sulit dan kompleks mengingat penguasaan kosa kata mereka sudah lebih tinggi daripada siswa dasar. saujana. Isi wacana untuk setiap jenjang tentunya harus disesuaikan dengan prinsip tersebut.Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pengajaran jenis-jenis membaca pada siswa BIPA harus memperhatikan kompetensi siswa.

Sebagai pengajar. Kata tanya : siapa. Berikut ini adalah contoh peta materi hasil analisis untuk tingkat dasar dengan lima tema.sg 14 .Perkenalan Membaca Paragraf identitas diri Menulis Identitas diri Menyimak Dialog perkenalan Berbicara Mengenalkan diri sendiri dan orang lain Tata Bahasa Pola kalimat tunggal Kata ganti orang pertama : aku. Tema 1. Berdasarkan peta tersebut dapat disusun materi BIPA tingkat dasar untuk lima tema. Yang harus Anda ingat adalah tidak ada buku yang sempurna dan tepat untuk semua siswa maupun pengajar. Berikut ini adalah contoh pengembangan materi secara terintegrasi antara membaca. Setelah itu.BAB III PENGEMBANGAN MATERI MEMBACA UNTUK SISWA BIPA Untuk menambah pemahaman Anda tentang materi berikut. Anda pun dapat mengembangkan materi sendiri dengan memerhatikan prinsip-prinsip yang telah diuraikan pada bab II. Anda harus memetakan materi sesuai kebutuhan siswa tersebut. tata bahasa. menengah. Kata ganti orang ketiga : ia. dan Indonesia untuk siswa BIPA tingkat dasar. Anda dapat membaca survei berbagai buku teks yang telah terbit bagi siswa BIPA dasar. Kata ganti orang kedua : kamu. saya. dan apakah. dan mahir. Pengajar harus dapat memilih dan memilah sesuai kebutuhan. Jika Anda akan mengembangkan materi sendiri. apa. Pola kalimat Interogatif Catatan Budaya Basa-Basi budaya Tema Membaca Menulis Menyimak Berbicara Tata Bahasa Catatan Budaya saujana. Hal tersebut dilakukan untuk mencermati bagaimana para penulis buku mengembangkan materi BIPA. anda. Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan siswa BIPA Anda. mereka. dia.

bank.Transporta -si Surat . dan iklan. Fasilitas Umum Paragraf . dll).sg 15 . lalu.2.Aktivitas Sehari-hari Dialog . saujana. Mendengarkan berita sederhana tentang peraturan yang ada di fasilitas umum. cuaca di negara sendiri Berita cuaca Menceritakan cuaca yang ada di negara sendiri Pola kalimat tunggal dengan imbuhan berPola kalimat interogatif Pola kalimat tunggal dengan imbuhan meNPembentukan kata kerja meNPola kalimat majemuk dengan kata sambung kemudian. dan. Bercerita tentang pengalaman di fasilitas umum (bandara.dan tanpa imbuhan diPola kalimat tunggal dengan imbuhan –an sebagai pembentuk kata benda Kegiatan di Indonesia pada dua musim 4. terminal. Transportasi di Jakarta 5. Mendengarkan tentang dialog salah satu alat transprtasi yang ada di Indonesia yang dibacakan oleh pengajar. II. gambar Membuat kalimat larangan atau himbauan yang lazim digunakan dalam fasilitas umum. Permainan anak-anak di pelabuhan Bakauheni Dari pemetaan di atas. gambar. Anda dapat mengembangkan materi membaca dan catatan budaya seperti di bawah ini! Sedangkan pengembangan materi ketiga keterampilan lain dapat dibaca pada Buku I. tabel Membuat kalimat dari kata-kata sulit yang ditemukan dalam paragraf yang telah dibaca. rumah sakit. dialog. Keluarga Paragraf keluarga Ciri fisik dan sifat keluarga Dialog mengenai ciri-ciri fisik dan sifat (kepribadian) Menceritakan keluarga sendiri Pola kalimat tunggal dengan imbuhan berKepemilikan Pola kalimat negatif dengan tidak dan bukan Bhineka Tunggal Ika 3. Praktik berbicara ketika akan pergi ke tempat tujuan tertentu (penumpang dan sopir taksi). dan IV. tetapi Pola kalimat tunggal dengan frase preposisional dan ada Pola kalimat tunggal dengan keterangan yang mendampingi kata sifat Perbandingan Pola kalimat perintah Pola kalimat tunggal dengan imbuhan pedan peNPola kalimat pasif imbuhan di.

Kata-kata Baru Carilah arti kata-kata baru di bawah ini menggunakan kamus! 1. Jakarta Pusat. serta menggunakan suara yang jelas dan terang. siswa diharapkan dapat: • membacakan wacana perkenalan dengan suara nyaring menggunakan ucapan yang tepat. Teman akrab saya Danang dan Wayan. intonasi dan suara yang wajar.TEMA 1 PERKENALAN Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari pelajaran ini. Wayan orang Bali. akrab : : : : : : saujana. Umur saya enam belas tahun. Saya tinggal di Jalan Salemba nomor 30. teman 2. belajar 3. tinggal 6. Teman-teman memanggil saya Gilang. Danang orang Jawa. Hobi saya main futsal dan melukis. Saya sekolah di SMA Kusuma Bangsa Jakarta. dan • menjawab pertanyaan dengan tepat. tinggal 4. Latihan 1 A.sg 16 . Saya tinggal bersama orang tua. belajar 5. Hobi mereka juga main futsal. Wacana1 Bacalah paragraf di bawah ini dengan suara nyaring! Namaku Gilang Nama saya Gilang Tiara. Kemana saja kami selalu bersama.

Siapa nama lengkap Gilang? 2. Kelas berapa Gilang sekarang? 3.7. Jawab pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. hobi 8. melukis 10. Dengan siapa Gilang tinggal? 5.sg 17 . Dimanakah Gilang tinggal? 4. futsal 9. Siapa teman akrab Gilang? saujana. Orang tua : : : : B.

Ibu mengajar mata pelajaran apa? : Bahasa Indonesia.sg 18 . guru baru di sini. nama Ibu. Anak-anak. Ibu. Ibu baru saja pindah ke Jakarta. : Selamat pagi. Bu! : Perkenalkan. : Sebelumnya Ibu mengajar dimana? : Di Bandung. Gilang Bu Guru Lili Bu Guru : Maaf Bu. saujana. Nilam Puspita.Wacana 2 Bu Guru Baru Di sekolah Gilang hadir seorang guru baru. Dia memperkenalkan diri di hadapan siswanya. Wayan Bu Guru : Berapa lama Ibu mengajar di sana? : Lima tahun. Bu Guru Murid Bu Guru : Selamat pagi.

5. Ibu mengajar mata pelajaran ___________? : Bahasa Indonesia. ramah. Ibu. : Sebelumnya Ibu mengajar ____________? : Di Bandung. Anak-anak. Ibu baru saja pindah ke Jakarta. Nilam Puspita. ____________________? Kami dua bersaudara. Nilam Puspita. ____________________? Nama Ibu. ____________________? Nama saya. Isilah bagian kosong dengan menggunakan kata tanya yang tepat! Bu Guru Murid Bu Guru : Selamat pagi. Gilang Tiara Bu. 2. Catatan Budaya Orang Indonesia dikenal dengan keramahannya. : Selamat pagi.sg 19 . Gilang Bu Guru Lili Bu Guru : Maaf Bu. Bu! : Perkenalkan.. B. Wayan Bu Guru : ____________ Ibu mengajar di sana? : Lima tahun. ____________________? Ibu berasal dari Bandung. dan saujana.Latihan 2 A. 6. ____________________? Ya kami suka pada pelajaran bahasa Indonesia. nama Ibu. ____________________? Ibu mengajarkan bahasa Indonesia. Buatlah kalimat tanya berdasarkan jawaban yang telah disediakan. 1. Setiap turis yang datang atau berlibur ke Indonesia mereka akan mengatakan kalau orang Indonesia baik. 3. 4. Contoh : Hobi Anda apa? Hobi saya bermain futsal. guru baru di sini.

dilakukan untuk menambah keakraban atau kekerabatan. tidak terlalu mengharapkan diberikan oleh-oleh.murah senyum. Kebiasaan masyarakat Indonesia adalah selalu basa-basi kepada teman atau orang yang belum dikenal. Orang yang bertanya itu. Basabasi itu dilakukan hanya untuk sekadar tahu dan orang yang menjawabnya pun tidak harus menjawab dengan pasti.?” Orang yang berkata itu hanya basa-basi kepada orang yang akan pergi jauh. basa-basi yang biasa dikatakan “Jangan lupa bawa oleh-oleh ya.. Selain itu. bisa dijawab hanya dengan senyum saja. Hal itu. bisa saja hal itu dianggap sebagai orang yang selalu ingin tahu kegiatan orang lain. Namun. Mungkin untuk orang asing hal itu adalah hal yang tidak sopan. Basa-basi yang biasa dikatakan oleh orang Indonesia adalah “Mau ke mana?”. saujana. bagi orang Indonesia itulah tanda keakraban.sg 20 .

membaca teks lagu. Kami tak pernah bertengkar.sg 21 . membaca gambar struktur keluarga dengan cermat. Nenek tidak berkacamata.TEMA 2 KELUARGA Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari pelajaran ini. saujana. Saya memanggilnya Bibi. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! Keluargaku Nama saya Shila . Kami hidup rukun dan damai. Paman dan bibi mempunyai dua orang anak laki-laki. Dia lahir di Bandung. Kakak saya bernama Syifa. Kakek saya berkacamata. Dia bernama Sekar. Ibu lahir di Yogya. membaca gambar anggota tubuh dengan cermat. Kami keluarga besar. siswa diharapkan dapat: • • • • • membaca narasi tentang susunan keluarga di dalam hati. Bibi menikah dengan Paman Amir Lubis. Wacana 1 Bacalah wacana di bawah ini dalam hati. Mereka sayang kepada saya. Ayah kami bernama Asep. Ibu kami bernama Sari. Dia cantik. Ibu mempunyai seorang adik. dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Saya anak kedua dari dua bersaudara. Saya masih mempunyai kakek dan nenek.

Keluarga Shila tak pernah __________________ saujana. Kakak Shila bernama ______________ 2. Ayah Shila bernama __________________ 3. kakek 7. rukun 14. Kakek Shila bernama ____________. 9. Kakek dan Nenek sayang kepada _____________. kakak 3. ibu 6. ayah 5. adik 4. bertengkar 16. berkacamata : : : : : : : : : : : : : : : : B.sg 22 . Ibu Shila berasal dari ____________ 6. menikah 12. Ibu Shila bernama_____________ 5. cucu 9. damai 15.Latihan 1 A. nenek 8. Isilah bagian yang dikosongkan dengan kata yang tepat! 1. Pak Suherman memakai _______________ 8. Kata-kata Baru Carilah arti kata-kata berikut di dalam kamus! 1. bersaudara 2. bibi 11. 7. paman 10. cantik 13. Ayah Shila berasal dari _________________ 4.

6.10.sg 23 . Syifa ___________ anak Bu Suherman. Anak Paman ____________ tiga. Keluarga Shila hidup rukun dan ____________ C. Syifa ___________ cucu Sari. Ayah ____________ berambut panjang. 8. 3. Ibu ____________ berkacamata. 10. Contoh : Shila bukan anak laki-laki. 7. Shila ___________ kakak Syifa. 1. Nenek _________ pernah marah kepada cucu. Shila ___________ anak Pak Suherman. Kakek ____________ berjanggut. 9. 4. saujana. Isi bagian yang kosong menggunakan kata bukan dan tidak. 2. Keluarga Shila __________ pernah bertengkar. 5.

sg 24 .Wacana 2 Bacalah gambar susunan keluarga berikut dengan cermat! Susunlah gambar keluarga Anda. Jodohkanlah pernyataan di sebelah kiri dengan jawaban di sesuai isi bacaan! sebelah kanan 1. kakek g. Shila memanggil Umar Lubis________ 10. cucu f. lalu bacakan di depan kelas! Keluarga Shila Latihan 2 A. Syifa memanggil Amir Lubis_______ 8. Shila memanggil Bu Suherman ________ 2. Shila memanggil Syifa ________ 4. nenek h. bibi j. ayah e. adik b. sepupu i. ibu d. paman Amir Lubis Paman Syifa Sepupu Shila (Aku) Gilang Sepupu Gading Sepupu saujana. kakak c. Syifa memanggil Sekar________ 9. Shila memanggil Sari________ 6. SYifa memanggil Pak Suherman _______ 3. Pak Suherman memanggil Shila________ Sari Ibu Sekar Bibi a. Syifa memanggil Shila ________ 5. Shila memanggil Asep________ 7.

sg 25 .Wacana 3 Bacalah nama-nama anggota tubuh kita ini dengan cermat! Inilah Tubuh Kita saujana.

Menendang menggunakan 5. Membaca menggunakan 8. Menulis menggunakan 3. Mencium menggunakan 2. jodohkanlah gambar anggota tubuh berikut sesuai fungsinya menggunakan tanda panah ( ) 1.Latihan 3 A.sg 26 . Melihat menggunakan 4. Memegang menggunakan 6. Setelah Anda membaca gambar anggota tubuh di atas. Mendengar menggunakan 7. Tertawa menggunakan saujana.

sekarang mari kita berlatih menyanyi. Setelah Anda mengenal nama-nama anggota tubuh.B.sg 27 . Bacalah notasi lagu di bawah ini kemudian lanjutkan dengan menggunakan tiga kata anggota tubuh tersebut dalam kalimat ! saujana.

berkulit hitam. Selanjutnya. berkulit putih. suku saujana. Siapakah yang berambut keriting? CATATAN BUDAYA Indonesia sangat dikenal dengan keragamannya. Kakak Shila bertubuh gemuk. ( ) Kakak Shila bertubuh kurus. suku Padang. dan berambut lurus. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat! 1. 4. ( ) Shila berambut keriting.Wacana 3 Baca wacana di bawah ini dengan cermat. ( ) Kakak Shila berkulit hitam 5. Latihan 3 A. 3. suku Jawa. Shila bertubuh kurus. Jawablah B bila benar dan S bila salah! 1. Siapakah yang berambut lurus? 4. Siapakah yang berbadan kurus? 2. Ibu Shila bertubuh kurus. B. ( ) Shila bertubuh gemuk.sg 28 . ada suku Sunda. dan berambut lurus. Keragaman tersebut di antaranya suku bangsanya yang berbeda-beda. Siapakah yang berbadan gemuk? 5. 2. ( ) Ibu Shila berkulit kuning. berkulit hitam dan berambut kriting. jawablah tepat! pertanyaan dengan Bagaimana Mereka Keluarga Shila mempunyai ciri yang berbeda-beda. Ayah Shila bertubuh gemuk. berkulit putih. Siapakah yang berkulit kuning? 3. dan berambut kriting.

Batak. Jumlahnya juga ratusan. saujana. Katolik. Jumlahnya ada enam Kristen . agama yaitu: Islam.sg 29 . dll. Jumlahnya hingga ratusan suku. Bangsa Indonesia juga menganut agama yang berbeda-beda. Budha. dan Konghuchu. Penamaan suku tersebut atas dasar daerah kelahiran dan garis keturunan. Hindu. Setiap daerah mempunyai bahasa masing-masing. Demikian juga keragaman bahasa dan agama.

: Apa yang kamu makan? : Soto.TEMA 3 AKTIVITAS SEHARI HARI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari pelajaran ini. membaca iklan dengan cermat. Bu. Bu. : Setelah itu ke mana lagi? : Kursus komputer. Wacana 1 Bacalah wacana di bawah ini dengan cermat! Aktivitasku Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu : Mengapa hari ini pulang terlambat. dan menjawab pertanyaan dengan tepat. : Setelah kursus. : Sekarang. kamu mandi kemudian beristirahat sebentar! Jangan lupa makan terlebih dahulu. : Pulang sekolah pukul berapa. Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang : Sudah. : Ya sudah. : Di mana kamu makan. saujana. Bu.00. Bu. lekas mandi! : Baik. Bu. : Pukul 14.sg 30 . Nak? : Hari ini Gilang banyak kegiatan. Bu. Bu. Bu. Nak? : Di warung nasi. lalu ke mana? : Diajak Cecep bermain main futsal. siswa diharapkan dapat : • • • membaca dialog tentang kegiatan sehari-hari dengan cermat.

Di mana Gilang makan? 7. Apa kegiatan Gilang setelah pulang sekolah? 4. apa sajakah aktivitas Gilang hari ini? Tunjukkanlah dengan tanda panah ( ) dari Gilang pergi hingga pulang kembali! Tuliskan pula nama kegiatannya di bawah gambar! saujana.Latihan 1 A. Dengan siapa Gilang bermain futsal? 5. Menurut wacana tersebut.sg 31 . Setelah mandi. Mengapa Gilang pulang terlambat? 2. Apa yang pertama ditanyakan Ibu kepada Gilang? 3. Apakah Gilang pulang ke rumah sesudah makan? 6. Gilang disuruh apa oleh ibunya? B. Apa yang Gilang makan? 8. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat! 1.

Jika berminat. saujana.sg 32 . Tersedia paket contoh. hubungi Ibu Lala pada nomor telepon: 081222099001.Wacana 3 Membaca Iklan Bacalah iklan di bawah ini kemudian jawablah pertanyaan dengan benar! Dicari agen cinderamata untuk seluruh wilayah Indonesia.

saujana. air yang dibutuhkan itu berasal dari air hujan karena itu sawah tersebut dikenal dengan istilah sawah tadah hujan. Dalam satu tahun sawah tersebut dapat panen sampai dua kali.sg 33 .pada saat musim hujan mulai menanam padi. Para petani mulai menanam bibit padi di tempat yang telah disediakan baik itu miliknya ataupun milik orang lain. Jadi. Istilah untuk menanam bibit padi yaitu nandur sedangkan istilah untuk menuai hasil padi disebut panen.

ojek motor. bus kota. kapan mau ke Jakarta? O iya. siswa diharapkan dapat: • • • membacakan surat dengan suara nyaring menggunakan ucapan yang tepat. sekarang kita bisa berkeliling Jakarta naik Trans Jakarta lho! Perjalanan bisa lebih cepat karena pakai jalur khusus yang disebut busway. naiki dulu: Ongkosnya juga murah. Sudah lupa ya. pada teman-teman di Jakarta? Bagaimana keadaan kamu di Malaysia? Sudah punya teman banyak belum? Omong-omong. dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Wacana 1 Bacalah surat berikut dengan suara nyaring! Jakarta. metromini. intonasi dan suara yang wajar. kereta api. Apa kabar? Sudah tiga tahun kita tidak bertemu.TEMA 4 TRANSPORTASI Setelah mempelajari pelajaran ini.sg 34 . dan ojek sepeda? Semua masih ada. bajaj. 28 Oktober 2009 Teruntuk Sahabatku. taksi. kecuali becak. sesekali masih bisa saujana. serta menggunakan suara yang jelas dan terang. kalau kamu ke Jakarta. Kamu masih ingat tidak kendaraan yang biasa kita mikrolet. Tidak akan kepanasan lagi karena ber-AC. Kalau delman. membaca tabel dengan baik. di Negeri Jiran Andi tersayang.

delman dipakai untuk kendaraan hias.kita lihat.sg 35 . Kendaraan ini kelihatan saat-saat perayaan tertentu. Biasanya. terutama di Monas. Ditunggu di Jakarta ya. Salam untuk semua keluarga. Sahabatmu. Gilang Tiara Mari Kita Mengenal Alat Transportasi di Jakarta Kereta api Mikrolet Ojek motor Trans Jakarta Taksi Ojek sepeda Bus reguler Kancil Delman Metromini Bajaj Becak saujana.

jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. ) Becak lebih cepat daripada bajaj. Di mana Wayan berada sekarang? 6. ( 2. ( 3. Siapa yang dikirimi surat? 4. ( 4. Alat transportasi apa yang sudah tidak beroperasi lagi di Jakarta? B. ( 5. ( ) Bajaj beroda empat.Kopaja Bemo Helicak (sudah tidak beroperasi lagi) Latihan 1 A.sg 36 . Apa nama kendaraan yang baru ada? 7. saujana. Kendaraan apa saja yang masih ada di Jakarta? 8. Setelah membaca surat dan mengetahui alat transportasi di Jakarta. Di mana Andi berada? 2. ) Ojek motor tidak ada di Jakarta. ) Delman lebih lambat daripada bus. Siapa yang mengirim surat? 5. Setelah mengamati gambar transportasi di atas dan membaca teks surat sebelumnya. tulislah B jika pernyataan benar dan tulislah S jika pernyataan salah di tempat yang tersedia! 1. Kapan surat itu dibuat? 3. ) Taksi menggunakan kuda.

10 00.35 04.07 03.40 02.Wacana 2 Bacalah tabel di bawah ini dengan cermat! JADWAL KEBERANGKATAN KERETA API TURANGGA BANDUNG – SURABAYA PULANG PERGI KA 38 Datang Berangkat 19.24 07.57 03.14 23.40 04.57 22. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1.38 07. Pukul berapa Kereta Api Turangga nomor 37 sampai di Bandung? 6.20 08. 01.00 18. Pukul berapa Kereta Api Turangga nomor 38 berangkat dari Bandung? 7.32 21.41 19.27 20.30 20.45 18.40 00.24 08.26 06.02 03.18 23. Pukul berapa Kereta Api Turangga nomor 38 sampai di Surabaya? saujana.50 05.sg 37 .55 05.52 22.28 08. Apa isi informasi yang terdapat dalam tabel tersebut? 2. Ke mana tujuan keberangkatan Kereta Api Turangga nomor 37? 4.25 Bandung STASIUN Surabaya Kota Surabaya Gubeng Mojokerto Kertosono Madiun Solobalapan Yogyakarta Kutoarjo Gombong Kroya Banjar Tasikmalaya Bandung KA 37 Datang 17.03 02.10 Berangkat 17.00 21.06 Ls.05 01.44 19.40 07.42 22.29 Tasikmalaya Banjar Kroya Gombong Kutoarjo Yogyakarta Solobalapan Madiun Kertosono Mojokerto Surabaya Gubeng Surabaya Kota Latihan 2 A.22 06. Ke mana tujuan keberangkatan Kereta Api Turangga nomor 38? 3.36 03.33 03.48 00.47 22.52 18.36 02. Pukul berapa Kereta Api Turangga nomor 37 berangkat dari Surabaya? 5.

namun aku berbahagia karena bisa bertemu dengan Pamanku tercinta.sg 38 . 08. kereta api akan berhenti beberapa ___________. Bus dapat berhenti di mana saja sesuai dengan keinginan penumpang. Pilihlah sebuah kata atau angka untuk mengisi bagian kosong dalam cerita. Sungguh melelahkan. Begitu juga dengan bus. tidak harus berhenti di setiap halte. Dari Bandung aku naik Kereta Api Turangga nomor ____________. Jawaban harus sesuai dengan informasi yang terdapat dalam tabel jadwal kereta api di atas! Pilihan jawaban : a. kereta ini melewati beberapa ________________. berikutnya Tasik Malaya k.25 g. Untuk sampai ke Surabaya. Surabaya Kota Aku pergi berlibur ke rumah Paman di Surabaya.32 f. Di stasiun-stasiun tersebut.Kereta Api Turangga berangkat dari Stasiun Bandung pukul _____________. Setelah kuhitung. saujana. stasiun-stasiun yang dilewati kereta api berjumlah _____. 37 c. 19. Di Jakarta halte tidak berfungsi dengan baik. menit h. CATATAN BUDAYA Di Indonesia terdapat halte untuk menunggu bus. stasiun i. Akhirnya aku sampai juga di stasiun terakhir yaitu _______________.B. 38 d.00 e. 13 b. 08. aku tiba di stasiun pukul ________________. Keretaku tepat waktu. Para penumpang dapat menunggu bus di mana saja sesuai yang mereka mau. j. Kemudian kereta api akan melanjutkan perjalanannya menuju stasiun ______________.

intonasi dan suara yang wajar. dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Kita harus dapat mengantisipasi waktu jika akan menggunakan bus. : Silakan lihat-lihat Bu! saujana. Para penumpang dapat membayar langsung ongkos pada orang yang membantu supir yang biasa disebut “kenek” atau “kondektur”. membaca foto dengan baik. Selain itu. membaca wacana eksposisi dengan baik. serta menggunakan suara yang jelas . Wacana 1 Bacalah dialog berikut berikut dengan suara nyaring! Berbelanja Batik di Tanah Abang Shila Pedagang : Bu. TEMA 5 FASILITAS UMUM Tujuan Pembelajaran Setelah selesai membaca diharapkan siswa dapat : • • • • membacakan dialog dengan suara nyaring menggunakan ucapan yang tepat.Jam keberangkatan bus di Jakarta tidak menentu. bus di Jakarta tidak menggunakan tiket.sg 39 . baju batik di toko ini bagus-bagus.

Pak? : Yang ini murah Bu. Apa yang akan dibelinya? 3. Lebih murah mana batik cap dengan batik tulis? saujana. harganya sudah pas. : Baik Bu.sg 40 . Latihan 1 Setelah membaca wacana di atas. Ada berapa jenis batik yang disebutkan pedagang? 4.Modelnya baru semua. Bu. Dimanakah Ibu dan Shila berbelanja? 2. Pak? : Kalau ini batik cap. Bu. Yang lebih bagus. hanya tujuh puluh ribu rupiah. : Bagus ya Bu. Harganya lebih mahal. : Ini batik mana ya. Yang ini berapa harganya. Pak? : Yang ini batik Pekalongan. : Iya. Pedagang Ibu Pedagang Ibu Pedagang Shila Ibu Pedagang Shila Pedagang : Pilih yang mana Bu? : Boleh saya lihat yang dipakai boneka? : Boleh. Berapa harga batik tulis yang disebutkan pedagang? 5. Ibu Pedagang : Yang batik cap ini boleh kurang harganya. bahannya halus. terima kasih. batik tulis. Ini kan Pasar Tanah Abang.Pak? : Wah. Jadi sudah harga grosir. Ibu Pedagang : Ya sudah. jawablah pertanyaan berikut! 1. : Yang ini termasuk jenis batik apa. saya pilih yang ini saja.

sg 41 . Apakah Anda ingin berkunjung ke sana? Jika ya. jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Dari mana batik tulis yang dibeli Ibu? Wacana 2 Amati gambar di bawah ini dengan cermat! Di Pasar Tanah Abang Latihan 2 A. Setelah Anda mengamati foto tersebut. Apa yang dijual oleh orang-orang tersebut? 3. Siapa orang-orang yang berada di foto tersebut? 2. Apa yang dicari oleh orang-orang tersebut? 4. Bagaimana suasana dalam foto tersebut? 5.6. Mengapa sebagian orang duduk-duduk di tangga? 6. untuk apa? saujana.

Tempat pelatihan ini termasuk terkenal dan setia dikunjungi oleh berbagai kalangan. Bangunan ini sudah berganti fungsi beberapa kali sebelum digunakan sebagai bangunan museum. Di bagian belakang bangunan tua itu ada sebuah pendopo yang berfungsi sebagai tempat pelatihan membatik.sg 42 . tempat ini juga menjadi pusat bagi para peminat batik untuk belajar membatik. Jakarta Pusat. Terletak di Jalan K. Selain itu.Wacana 3 Bacalah wacana di bawah ini dalam hati Museum Tekstil Gedung museum tekstil berdiri tidak jauh dari Pasar Tanah Abang. Sebagai tempat bersejarah. 4. baik pengunjung lokal maupun internasional. museum ini memiliki koleksi kain tradisional Indonesia yang sangat bervariasi. saujana. Bangunan ini berasal dari sebuah bangunan rumah tinggal seorang Perancis dari abad ke 19.S. Tubun No.

id/imgres?imgurl) Latihan 3 A. Anak-anak menyelam ke dalam laut sampai berhasil menemukan uang koin yang sudah saujana. Apa yang dapat dilihat di dalam Museum Tekstil? 4. setiap penumpang dapat melemparkan uang kepingan atau koin kepada anak-anak kecil yang sedang berenang tepat di samping kapal yang mereka tumpangi. Apa yang terdapat di belakang pendopo? CATATAN BUDAYA Setiap pelabuhan di Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri.co. Lampung. Dahulu gedung itu merupakan rumah tinggal siapa? 3. Kegiatan apa yang dapat dilakukan pengunjung di Museum Tekstil? 5.google. Para penumpang akan melemparkan uang koin ke laut lalu anak-anak yang berenang di samping kapal akan berebut mengambil uang koin dari para penumpang.Di belakang Museum (gedung utama) ada sebuah taman yang berisi pepohonan yang merupakan penghasil warna alami bagi tekstil. Di mana gedung Museum Tekstil berada? 2. Asyik lho! dikutip dengan pengubahan dari:(http://images. Nah menarik bukan? Mau tahu lebih jauh? Datang saja ke sana. Taman ini tentunya merupakan tempat menarik untuk belajar tentang pembuatan warna alami yang lebih ramah lingkungan.sg 43 . Begitu halnya dengan Pelabuhan Bakauheni. Pada pelabuhan ini. Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai isi dengan wacana di atas! 1.

dari pendekatan aural-oral dapat tumbuh metode mimikri-memorisasi (mimom). Setelah ada salah satu anak yang mendapatkan uang itu maka anak tersebut akan cepat-cepat muncul ke permukaan laut dan menunjukkan uang tersebut kepada para penumpang.dilempar para penumpang. Metode dalam dunia pengajaran adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu. Jadi. merupakan kebiasaan masyarakat daerah tersebut untuk mencari uang sekaligus menghibur para penumpang kapal. dan Media Pengajaran Istilah metode (bahasa Yunani) berasal dari methodos=jalan/cara. dan repetisi .sg 44 . Teknik. metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan sedangkan pendekatan bersifat filosofis. Teknik dalam Nababan didefinisikan sebagai tingkat yang menguraikan prosedurprosedur tersendiri dan terperinci tentang cara pengajaran dalam kelas. TEKNIK. Misalnya. Berbagai cara dan alat yang digunakan oleh guru ketika mengajar suatu materi dapat dikatakan merupakan saujana. Pada hakikatnya metode terdiri atas 4 langkah: seleksi. gradasi. BAB IV METODE. Pengertian Metode. presentasi. Hal ini. MEDIA PENGAJARAN MEMBACA A. metode pola-pola praktis (pattern practise).

bahwa ketiga istilah di atas berbeda-beda tetapi saling berhubungan satu sama lain.sg 45 . Media hendaknya dapat dimanipulasi. pengajar harus menggunakan berbagai teknik pengajaran dengan bantuan media. Contoh. Gagne dalam Sadiman (1990) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. usaha dan cara yang digunakan guru dalam mencapai tujuan langsung dalam pelaksanaan pengajaran. Metode di sini diartikan cara penyajian materi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan instruksional kompetensi yang telah ditentukan. Sementara itu. Dalam bab ini. Media menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Association Education) adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. misalnya buku. metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting.Jelaslah. untuk memperjelas kata kursi. Terutama pada kelas dasar. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication) di Amerika membatasi media “sebagai segala bentuk dan saluran untuk menyampaikan pesan atau informasi”.bagian dari teknik.Suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara pengajar menggunakan metode pembelajaran. teknik merupakan daya upaya. pengajar juga sangat membutuhkan media sebagai alat untuk memperjelas. Bniggs dalam Sadiman (1990) menyatakan bahwa media adalah semua alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. dapat dilihat. Siswa BIPA yang sama sekali tidak mengenal bahasa Indonesia akan sangat membutuhkan media. metode pengajaran membaca BIPA mengandung pengertian berbagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa BIPA. Dalam pengajaran BIPA. pengajar dapat menunjuk langsung pada kursi yang ada di ruang kelas. Sebuah praktik mengajar dilandasi oleh pendekatan tertentu yang melahirkan suatu metode dan dipraktikkan dengan menggunakan teknik tertentu. metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. dan dibaca. dan kaset. Dengan demikian. film. Dengan kata lain. saujana. Untuk itu. didengar. Ini berarti. Metode dalam perencanaan pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional.

1. diagram. dan media yang dapat digunakan dalam pengajaran membaca siswa BIPA.sg 46 . dan mengembangkan perolehan pengalaman siswa berdasarkan bentuk dan isi bacaan secara ekstensif. teks iklan. Pertanyaan tidak selalu harus diikat oleh pertanyaan seperti yang ada dalam buku teks. DAN MEDIA Berikut ini akan diulas beberapa metode. adalah sebagai berikut. artikel pada surat kabar. tabel. teks pada benda otentik. TEKNIK. teknik. Guru bisa menambahkan pertanyaan sesuai dengan konteks kehidupan siswa maupun permasalahan lain yang aktual. pengajar dapat menggunakan media visual seperti gambar. Setelah siswa membaca guru melakukan tanya jawab tentang isi bacaan. membaca kritis. dll. Kegiatan itu bisa berupa menjelaskan makna kata-kata sulit dengan menggunakan kamus.Tujuan utama pengajaran membaca untuk siswa BIPA adalah membekali siswa kecepatan dan ketepatan membaca serta memahami maknanya. 3) Guru memberikan tugas latihan yang ditujukan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan siswa sejalan dengan kegiatan membaca yang telah dilakukannya. foto. Metode Membaca Langsung ( Direct Reading Activities) Metode ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca secara komprehensif. peta. Metode ini dapat diterapkan pada materi wacana yang termuat pada semua tema di atas. saujana. membacakan judul teks. membuat ikhtisar bacaan. B. 1) Guru mengemukakan tujuan pembelajaran. poster. pengajar harus selalu menjadi contoh yang tepat. dan peribahasa dalam bacaan.APLIKASI METODE. ungkapan. mempelajari penggunaan struktur. 2) Guru meminta siswa membaca dalam hati. wacana harus diseleksi sehingga sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Untuk dapat melatih pemahaman membaca. Di samping itu. Untuk melatih kecepatan dan ketepatan membaca. agar tidak salah persepsi dalam memahami makna wacana. bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan judul bacaan sebagai pembangkitan pengalaman dan pengetahuan siswa serta mengemukakan hal-hal pokok yang perlu dipahami siswa dalam membaca. Adapun tahapan pengajarannya.

pendapat yang tidak relevan dengan fakta. Setelah membuat pertanyaan. penggunaan ungkapan. 1) Guru menjelaskan tujuan pengajaran. mendapat ide pokok. Recite. dan mengembangkan kemampuan membaca kritis dan komprehansif. guru dan siswa melakukan kegiatan membaca paragraf pertama bacaan 3) Setelah membaca paragraf pertama bacaan. siswa melakukan kegiatan membaca (read). Tahapan kegiatan yang dilakukan guru. Read. Review) Tujuan penggunaan metode ini. 3) Pascamembaca : Siswa melakukan review. maupun kegiatan lanjutan lain yang secara kreatif bisa dikembangkan oleh guru. guru meminta siswa meramalkan kemungkinan isi paragraf berikutnya. misalnya membahas kesesuaian pertanyaan dengan isi bacaan. Guru dan siswa melakukan kegiatan membaca dalam hati. Pertanyaan dapat langsung memanfaatkan pertanyaan pada tahap pramembaca. 2) Proses membaca. dan peramalan lanjut berkenaan dengan isi bacaan. melatih kemampuan membaca cepat.sg 47 . memahami alasan pengambilan kesimpulan isi bacaan. saujana. Questions. dan cara yang dilakukan siswa untuk memecahkan masalah 2) Guru dan siswa melakukan pemecahan masalah. Sambil membaca.Question) Metode ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan membaca komprehensif. Tujuan pertanyaan ini. Guru dapat melakukan langkah-langkah berikut ini. misalnya menemukan fakta. Metode Membaca-Tanya Jawab /MTJ atau Request (Reading.2. Paragraf yang dibaca bisa satu paragraf atau lebih bergantung pada kemungkinan waktu yang tersedia. 3. adalah untuk membentuk konsentrasi siswa dan membangkitkan pengetahuan dan pengalaman awalnya. diuraikan berikut ini. Metode SQ3R (Survey. untuk membentuk kebiasaan siswa berkonsentrasi dalam membaca. siswa membuat jawaban pertanyaan dan catatan ringkas yang relevan (recite). problem yang harus dipecahkan siswa. Untuk memecahkan masalah tersebut. melatih daya peramalan berkenaan dengan isi bacaan. dan sebagainya. Setelah itu guru meminta siswa membuat pertanyaan tentang bacaan (questions). 1) Tahap Persiapan : Guru meminta siswa membaca teks secara cepat (survey).

1) Menemukan kata atau kalimat dalam teks sebagai jawaban dari pertanyaan. Adapun jawabannya dapat diperoleh siswa melalui cara berikut. 1) Guru meminta siswa membaca judul teks bacaan. 3) Bagian lanjut bacaan yang belum dibaca/ditanyakan ditutup dulu dengan kertas. Pertanyaan dapat disusun oleh guru atau dapat memanfaatkan daftar pertanyaan yangn ada dalam bacaan. Apabila mungkin. 4. Setelah membaca dalam hati guru mengajukan pertanyaan. siswa diminta memperhatikan gambar.4) Tahap terakhir. 5. dan subjudul secara cepat. adalah tanya jawab dan pembahasan jawaban pertanyaan. guru menanyakan: Kepada siapa Gilang mengirim surat? saujana. Selanjutnya dapat dilakukan menjawab pertanyaan tentang isi bacaan atau kagiatan yang lain. Setelah itu guru bertanya kepada siswa sebagai pembangkit prediksi dan penciptaan konsentrasi saat membaca. Pertanyaan tersebut misalnya Apa kira-kira isi paragraf selanjutnya? Mengapa Kalian membuat pemikiran demikian?  2) Guru meminta siswa untuk membaca dalam hati satu atau dua paragraf bacaan dengan berkonsentrasi untuk menemukan kebenaran/kesalahan peramalan yang dilakukan semula. Metode Penghubungan Pertanyaan-Jawaban /PPJ atau QAR (Questions-Answer Relationship) Metode ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memperoleh berbagai informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan berbagai bidang. Adapun langkah-langkah kegiatannya sebagai berikut. Contoh dengan menggunakan materi wacana surat pada tema 4.sg 48 . Metode Membaca dan Berpikir Secara Langsung/MBL atau DRTA (Direct Reading Thinking Activities) Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk melatih siswa berkonsentrasi dan berpikir keras guna memahami isi bacaan secara serius. Apa kira-kira isi paragraf berikutnya? Mengapa Kalian memperkirakan demikian?  4) Langkah seperti tersebut di atas dilakukan sampai dengan bacaan itu habis/selesai dibaca.

tahap kegiatan yang dilakukan. dan cara yang perlu dilakukan siswa untuk memecahkan masalah. misalnya pengamatan dan wawancara diberikan dalam bentuk tugas untuk dilaporkan pada pertemuan berikutnya. Contoh: Bagaimana hubungan Gilang dengan dengan temannya tersebut? Jawaban tidak dapat ditemukan dalam teks.sg 49 . tetapi pemahaman tersebut berkaitan dengan pemahaman yang tersirat. 6. mengelompokkan. problem yang mesti dipecahkan siswa. misalnya bacaan cerita saujana. Contoh pertanyaannya Apakah teman Gilang pernah tinggal di Jakarta? Pemahaman isi teks merupakan bahan penemuan jawaban. dilakukan kegiatan tanya jawab dan pembahasan. adalah 1) Guru mengemukakan tujuan pengajarannya. Masalah yang dipecahkan siswa adalah memahami dan menjawab pertanyaan dalam berbagai jenis dan tingkatannya. memetakan isi bacaan.2) Jawaban ada dalam teks tetapi harus menghubung-hubungkan kata atau kalimat pada bagian “bagian yang berbeda. merefleksikan kembali berbagai pengalaman dan pengetahuan dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi. untuk menjawab pertanyaan itu diperlukan adanya hubungan dialogis antara pemahaman isi teks dengan pengalaman dan pengetahuan pembaca. Setelah kegiatan membaca selesai. Metode Pengelompokan dan Pemetaan Isi Bacaan/ PPIB atau GMA (Group Mapping Activities) Metode ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menyusun dan memahami bagan. Untuk menemukan jawaban pertanyaan harus menghubung hubungkan sesuatu yang dinyatakan penulis.Dengan demikian. Contoh pertanyaan Mengapa dengan Trans Jakarta perjalanan lebih cepat? Mengapa dengan kendaraan lain lebih lambat? Berdasarkan gambaran pilihan jenis pertanyaan seperti di atas. 3) Pertanyaan yang penemuan jawabannya memerlukan berbagai sumber dan berbagai kegiatan lain. 2) Siswa melakukan kegiatan membaca dalam hati. Pengerjaan tugas seyogyanya dikerjakan secara kelompok.

Adapun tahapan pembelajarannya. kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa. persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. 1) Persiapan : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa. 1. situasi atau benda tertentu. Sebagai metode penyajian. 3) Selanjutnya siswa diminta mengemukakan pemahaman isi bacaan. guru pun dapat menggunakan metode konvensional yang secara umum digunakan pula untuk mengajarkan materi lain. sebagai berikut. Tahap Pelaksanaan • Langkah pembukaan: aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memerhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan. saujana. Berdasarkan bagan yang disusun. siswa diminta mengemukakan satuan kelompok isinya secara lisan. misalnya plot dalam bentuk bagan. Berikut ini adalah langkah-langkah menggunakan metode demonstrasi secara umum. 2) Proses Membaca : Siswa membaca dalam hati tanpa diinterupsi oleh guru dalam waktu yang ditentukan. baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Di samping metode khusus membaca di atas.sg 50 . Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses. dan kemukakan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh siswa. Siswa lain diminta menanggapi.dan memetakan isi bacaan secara umum. misalnya siswa ditugaskan untuk melafalkan bunyi-bunyi yang dilafalkan pengajar sesuai wacana. Tahap persiapan: • • rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir. demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh pengajar. misalnya siswa diminta membuat diagram plot cerita.

Danang orang Jawa. dibacakan guru . Menugasi siswa membaca teks Membaca teks bergantian saujana. Jakarta Pusat. Umur saya enam belas tahun. ada baiknya pengajar dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya. Hobi saya main futsal dan melukis. pengajar dapat menggunakan teknik mengajar sebagai berikut. Di dalam kelas. Langkah penutup: Apabila demonstrasi selesai dilakukan. Wayan orang Bali. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Membaca nyaring teks per kalimat Meniru per kalimat teks yang dengan lafal dan intonasi yang tepat. dibaca oleh guru. 3. Saya sekolah di SMA Kusuma Bangsa Jakarta. Saya tinggal di Jalan Salemba nomor 30. 2. Nama saya Gilang Tiara.sg 51 . Saya tinggal bersama orang tua. Teman-teman memanggil saya Gilang. Hobi mereka juga main futsal. Teman akrab saya Danang dan Wayan. semua siswa diantisipasi agar mengikuti jalannya demonstrasi dengan menyejukkan dengan menghindari suasana yang memerhatikan reaksi seluruh siswa. Pengajar BIPA Siswa BIPA yang Membaca nyaring teks dengan lafal Menyimak teks dan intonasi yang tepat. Sekarang. 1. perhatikan teks di bawah ini yang dikutip dari bab III. No. Selain memberikan tugas yang relevan.• Langkah pelaksanaan: kelas dikondisikan menjadi menegangkan. Kemana saja kami selalu bersama. dan • memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkegiatan secara aktif sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu. proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran.

simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep. Selanjutnya. pertanyaan pada latihan 2. melafalkan guru tidak menyatakan”salah” tetapi guru memberi contoh yang benar dan meminta siswa mengikuti contoh tersebut. 6. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya. bahasa pembelajar dan mengerjakan latihan 1. atau keterampilan tertentu. basa-basi di Indonesia. Guru membimbing siswa memahami Siswa berlatih menjawab makna pertanyaan pada latihan 2. Dari uraian di atas terlihat bahwa langkah 1-2 merupakan demonstrasi untuk pengenalan bunyi kata-kata dan intonasi dalam bahasa Indonesia. Jika siswa salah tepat. prinsip. Pelajaran ditutup dengan tugas dari guru diintegrasikan dengan pengajaran keterampilan menulis. Guru menutup pelajaran dengan Siswa mencermati/mencatat memberikan tugas latihan membaca tugas yang diberikan guru. misalnya menulis wacana tadi disesuaikan dengan identitas siswa. Metode Simulasi Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau berbuat seakanakan. pengajar dapat memberikan informasi tentang kebudayaan seperti tata cara bersalaman di Indonesia atau Informasi tersebut dapat dibantu dengan media gambar. kepada siswa. 4. Jenis-jenis simulasi • Sosiodrama saujana. Setelah tema perkenalan selesai.sg 52 . langkah 4 dan 5 merupakan langkah agar siswa memahami makna kata-kata tersebut secara leksikal dan gramatikal.secara bergantian tanpa diberi contoh dengan lafal dan intonasi yang terlebih dahulu. 2. Sebagai metode mengajar. Guru menugasi siswa untuk mencari Mencari makna kata yang makna kata-kata yang tidak dipahami tidak dipahami pada kamus dan mengerjakan latihan 1. 5. Langkah 3 merupakan tahap siswa mempraktikkan yang telah didemonstrasikan guru.

narkoba. atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada realitas. pengajar hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan. menemukan konsep diri. menyatakan reaksi terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya. gambaran keluarga yang otoriter. para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian. pengajar menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi. Psikodrama biasanya digunakan untuk terapi. permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja. • Psikodrama Psikodrama adalah metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan-permalahan psikologis. dan pengajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.Sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial. Sosiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah-masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya. yaitu agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong siswa berpikir dalam menyelesaikan masalah yang sedang disimulasikan. serta waktu yang disediakan. khususnya pada siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi. Langkah-Langkah Simulasi Persiapan simulasi: • • • • menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai oleh simulasi. simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak. Penutup: saujana. • Role playing Role playing atau bermain peran adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah. Pelaksanaan simulasi: • • • • simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran. pengajar memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan. mengkreasi peristiwaperistiwa aktual. dan lain sebagainya.sg 53 . peranan yang harus dimainkan oleh para pemeran.

Pengajaran dapat dilakukan dengan teknik sebagai berikut. Bu. Nak? : Hari ini Gilang banyak kegiatan. : Sekarang. Bu. : Pukul 14. Namun demikian. Nak? : Di warung nasi. Bu. Bu. siswa membaca teks sambil memainkan peranannya. Hanya saja. lalu kemana? : Diajak Cecep bermain main futsal Bu. kamu mandi kemudian beristirahat sebentar! Jangan lupa makan terlebih dahulu. Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang : Sudah.sg 54 . Bu. Bu. : Setelah kursus. Aktivitasku Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu Gilang Ibu : Mengapa hari ini pulang terlambat. Simulasi lebih banyak dilakukan dalam pengajaran berbicara. saujana. : Ya sudah.• melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita yang disimulasikan. Pengajar harus mendorong agar siswa dapat memberikan kritik dan tanggapan terhadap proses pelaksanaan simulasi. Perhatikan contoh berikut. : Pulang sekolah pukul berapa. dan • merumuskan kesimpulan. Untuk mengajarkan membaca dialog di bawah ini yang dikutip dari tema 3. pengajar dapat menggunakan metode simulasi dengan jenis bermain peran. pada pengajaran ini. metode tersebut dapat pula dilakukan dalam pengajaran membaca. : Apa yang kamu makan? : Soto. Bu : Dimana kamu makan.00. : Setelah itu kemana lagi? : Kursus komputer. lekas mandi! : Baik.

. Jika ada kata-kata yang tidak dipahami siswa. DAFTAR PUSTAKA Burmeister. Media yang digunakan dalam metode ini sangat tergantung pada tema yang dibahas dalam dialog. Massachusetts Addison-Wesley Publishing Company. 1978 Reading Strategies for Middle and Secondary School Teachers. 4. mengamati simulasi dari kedua siswa yang ditunjuk. guru dengan tema yang sama. kelompok siswa memahami dialog yang telah dipersiapkan. 2. Guru menugasi siswa lain untuk Setiap siswa secara berkelompok mensimulasikan dialog-dialog berusaha membaca dialog yang lain yang telah dipersiapkan telah dipersiapkan guru. Guru membimbing setiap Siswa berlatih per kelompok. lafal dan intonasi yang tepat. tersebut untuk disimulasikan pada pertemuan selanjutnya. Pengajar BIPA Siswa BIPA Membaca nyaring teks dengan Menyimak teks yang dibacakan guru lafal dan intonasi yang tepat. . tetapi guru memberi contoh yang benar dan meminta siswa mengikuti contoh tersebut. Lou E. Jika siswa salah melafalkan Siswa lain mengamati simulasi dan guru tidak menyatakan”salah” memerhatikan masukan guru. 1.No. 3. guru dapat menggunakan media gambar atau benda otentik untuk menjelaskannya. Menugasi siswa lain untuk Siswa lain mengamati simulasi . 6. saujana.sg 55 . 7. Guru menutup pelajaran dengan Siswa mencermati/mencatat tugas memberikan tugas latihan yang diberikan guru. 5. Memberi tugas kepada dua Siswa yang bertugas sebagai Gilang siswa untuk berperan sebagai dan Ibu membaca dialog dengan Gilang dan ibu.

Tarigan. Goodman. An Introduction to Second Language Acquisition Research. Heinemann.. Jakarta: Dirjen Dikti. 1972. Gorys.sg 56 . Nyoman dan Denise Finney. Jakarta: Gajah Mada University. Larsen-Freeman & Long. Jakarta: Pusat Bahasa. Analisis Pengajaran Bahasa. Carolyn. Kenneth (1989). & Burke. Postsmouth. Tarigan. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Sartinah.. 1999. Reading in Billingual Classroom: Literacy and Biliteracy.H. Goodman. S. Richard C. Bandung: Angkasa. L. Rosslyn. 1996. NH. M. Doroty. Setiadi. Access to Second Language Acquisition. Keraf. NA. Pranowo. Katonah. Prosiding KIPBIPA IV. Nigel (1987). Michael (1991). “Pengajaran Baca Tulis Permulaan untuk Penutur Asing”(Makalah KIPBIPA III) Bandung. New York. (1996). (1994). saujana. Mardjono. Jakarta: Depdikbud. Developing Literacy : A Whole-Child View. Scholastic Inc. New York. L. 1979. National Clearinghouse for Bilingual Education. Ray (1996). D. E. Heinemann. Toronto: MacGraw-Hill Ryerson Ltd. David. Reutzel. Flores: Nusa Indah. Henry Guntur. J. Yetta. Bandung: Angkasa. Komposisi. Hamid. Proses Belajar Mengajar Bahasa. Membaca Ekspresif. IKIP Bandung. 1987. Logan. Inc. 1979. Henry Guntur. Fuad Abdul. Riswanda. Hall. & Freeman. Yvonne. The Emergence of Literacy. Watson. Longman. (1989). 1983. Prinsip-Prinsip Pengajaran Bahasa dan Sastra. Reading Stategies : Focus on Comprehension.Freeman. Creative Communication.. 2001. Nh. Owen Publishers. Riasa.