makalah

´hipertensiµ

Kelompok 1: 1. Rahayu dewanti 2. Yuli rostina 3. Arif hidayat 4. Kristian 5. Heri kuswanto
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN 2010

Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu: y Hipertensi Esensial (Primer) Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika. (Barbara Hearrison 1997) Etiologi Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah. Penggunaan kontrasepsi oral yaitu pil. lingkungan. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen.1996). 1996). hiperaktivitas. Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah. y Stress Lingkungan. y Hipertensi SekunderDapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal.HIPERTENSI Pengertian Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon. Danapabila diteruskan pada ginjal. systemrennin angiotensin.Rogen. L. efek dari eksresi Na. maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen. susunan saraf simpatik. Patofisiologi Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke seljugularis. y Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan darah meningkat. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg ataulebih. y Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran pembuluh darah. sehingga terjadi kenaikan tekanan darah. merokok dan stress. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: y Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atautransport Na. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.Selain itu juga dapat . obesitas. Gangguan endokrin dll.

encelopati  EKG : Dapat menunjukan pola regangan. mengisaratkan disfungsi ginjal danada DM. protein. peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi. jogging.pembesaran jantung.meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkanretensi natrium.  Photo dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup.  Urinalisa : darah. Penurunan BB dapat menurunkan tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan kadar adosteron dalam plasma. Penatalaksanaan  Penatalaksanaan Non Farmakologis DietPembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanandarah. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah :  Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg  Sakit kepala  Epistaksis  Pusing / migrain  Rasa berat ditengkuk  Sukar tidur  Mata berkunang kunang  Lemah dan lelah  Muka pucat  Suhu tubuh rendah Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laborat  Hb/Ht : untuk mengkaji hubungan dari sel -sel terhadap volume cairan(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti : hipokoagulabilitas.bersepeda atau berenang.  Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapatdiakibatkan oleh pengeluara n kadar ketokolamin.  CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral.perbaikan ginjal. glukosa. anemia. dimana luas.  IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal.  BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ organ seperti jantung.  Penatalaksanaan Farmakologis . Aktivitas Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesua ikan denganbatasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan.

tangisan meledak.  Neurosensori 1.  Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal. tikikardi.  Tidak menimbulakn intoleransi.  Memungkinkan penggunaan jangka panjang. takipnea. Tanda :Frekuensi jantung meningkat. nafas pendek. Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam. episode palpitasi. Gejala :Riwayat Hipertensi. gelisah. yang berkaitan dengan pekerjaan. Genjala: Keluhan pening pening/pusing. perubahan irama jantung. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Hipertensi 1. Gejala :Riwayat perubahan kepribadian. factor stress multiple(hubungan. letih. golongan antagonis kalsium. suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisiankapiler mu ngkin lambat/ bertunda.  Integritas Ego 1.  Memungkinkan penggunaan obat secara oral. adanya edema. Pengkajian Aktivitas/ Istirahat Gejala : kelemahan. sianosis. distensi vena jugularis.  Eliminasi 1. mual. Tanda :Letupan suasana hat. 2. 2. murmur stenosis valvular. Nadi denyutan jelas dari karotis.golongan penghambat konversi rennin angitensin. Makanan/cairan 3. Tanda: Berat badan normal atau obesitas.  Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara . ansietas.  Golongan obat ± obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi sepertigolongan diuretic. lemak serta kolesterol. jugularis.. glikosuria. gaya hidup monoton. keuangan. 2. Tanda :Kenaikan TD.Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:  Mempunyai efektivitas yang tinggi. sakit kepala. penyempitan continue perhatian. berdenyu. aterosklerosis.radialis. muntah dan perubahan BB akhir akhir ini(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic 4.  Sirkulasi 1.kulit pucat. otot muka tegang. penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler. pernafasan menghela. golongan betabloker. peningkatan pola bicara. Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayatpenyakit ginjal pada masa yang lalu).

ortopnea. mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapatditerima. gunakan manset dan tehnik yang tepat.  Pernafasan 1. 2. iskemia miokard.spontansetelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia. IV. penglihatan kabur. Diagnosa Keperawatan yang Muncul I. hipertropi ventricular. ginjal. jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi. iskemia miokard. . Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyinafas tambahan (krakties/mengi). Gangguan rasa nyaman : nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral. vasokonstriksi. Tanda: Status mental. Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload.  Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. 2. 3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.efek. perubahan keterjagaan. Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung). ukur pada kedua tangan. pola/isi bicara. ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2. proses piker. II. Tujuan : Afterload tidak meningkat. Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan. : Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload.epistakis). Nyeri/ ketidaknyaman 4.sakitkepala. suhu dan masa pengisian kapiler. tidak terjadi vasokonstriksi.  Intervensi Diagnosa Keperawatan 1. riwayat merokok. memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentangnormal pasien. Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea. tidak terjadi iskemia miokard. penurunan keuatan genggaman tangan. kualitas denyutan sentral dan perifer. kurangi aktivita s. Keamanan 4.  Berikan lingkungan tenang.  Amati warna kulit. III. hipotensi postural. 3. Intervensi :  Pantau TD. hipertropi ventricular.  Catat edema umum. orientasi. Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral. kelembaban. batuk dengan/tanpa pembentukan sputum. Kriteria Hasil : Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / bebankerja jantung . sianosis. nyaman.dispnea. vasokonstriksi.  Catat keberadaan.

y Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. Kriteria Hasil : Pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala dan tampak . aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja/ jantung). aktivitas pengali han  Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah  Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi  Kolaborasi untuk pemberian obat -obatan sesuai indikasi. ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2. Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi  Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan  Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher  Anjurkan tehnik relaksasi. Tujuan : Aktivitas pasien terpenuhi. panduan imajinasi.(Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas danmencegah kelemahan). Kriteria Hasil :Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan. y Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi.pusig atau pingsan. Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatantiba -tiba pada kerja jantung). menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya. Diagnosa Keperawatan 3. Diagnosa Keperawatan 2. y Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas. TD stabil. atau nyeridada.melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur. kelelahan berat dan kelemahan. (teknik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen). : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan u mum. catat peningkatanTD. peningkatan perhatian padaaktivitas dan perawatan diri. berkeringat. dipsnea. (Stabilitas fisiologis pada istirahatpenting untuk memajukan tingkat aktivitas individual). y Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan / kelelahan. (Parameter menunjukan respon fisiologis pasienterhadap stress. Intervensi : y Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter :frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat. : Gangguan rasa nyaman : nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral Tujuan : Tekanan vaskuler serebral tidak meningkat. (Konsumsioksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. frekwensi nadi.

Penerbit Arcan. Tekanan darah Tinggi : Mengapa terjadi.  Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin. tehnik relaksasi. hindari kelelahan. BUN. 1999 Kodim Nasrin. Penerbit Buku Kedokteran. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 1996 Brunner & Suddarth. Jakarta.com. Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskuler. tidur. y Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan.  Beri tindakan yang menyenangkan sesuai indikasi seperti kompres es. Diagnosa keperawatan 4: Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral. nilai -nilai laboratorium dalam bata s normal. 1995 Semple Peter. Edisi III. . tinggikan kepala tempat tidur. Bagaimana mengatasinya ?. 2003 Smith Tom. 2002 Chung.nyaman. DAFTAR PUSTAKA Doengoes. duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia. Hipertensi : Tekanan Darah Tinggi . Penerbit Hipokrates. jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi. EGC. Tujuan : Sirkulasi tubuh tidak terganggu. y Pantau elektrolit.  Beri obat analgesia dan sedasi sesuai pesanan. Intervensi : y Pertahankan tirah baring. Jakarta. Penerbit Arcan. Edward. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan pasien. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2. y Ukur masukan dan pengeluaran. y Pertahankan cairan dan obat -obatan sesuai pesanan. posisi nyaman. tidak ada keluhan sakit kepala.  Batasi aktivitas. Lany. y Amati adanya hipotensi mendadak. EGC. Alih Bahasa : Meitasari Tjan drasa Jakarta. Jakarta. ginjal. et all. lingkungan yang tenang. Kriteria Hasil : Pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yang membaik seperti ditunjukkan dengan : TD dalam batas yang dapat diterima. Hipertensi : Pedoman Klinis Diagnosis dan Terapi. 2001 Sobel. Barry J. kreatinin sesuai pesanan. 2000 Gunawan. y Ambulasi sesuai kemampuan. Tekanan Darah Tinggi. Hipertensi : Yang Besar Yang Diabaikan. pusing. bimbingan imajinasi. sedikit penerangan  Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan. hindari konstipasi. Intervensi :  Pertahankan tirah baring. Marilynn E.K. @ tempointeraktif. Jakarta.

1995 Tucker. Edisi V. 1995 Marvyn.diterjemahkan oleh Petrus Andryanto. Jakarta. diagnosis dan evaluasi . et all . Jakarta. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. S. Buku Kedokteran EGC. Hipertensi : Pengendalian lewat vitamin. Penerbit Arcan.M. 1998 re . Leonard. Standar Perawatan Pasien : Proses Keperawatan. gizi dan diet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful