LAPORAN PROYEK AKHIR

RANCANG BANGUN DAN UJI UNJUK KERJA POMPA GEAR PADA SUHU FLUIDA 70 0C (Redesign and Perfomance Test for Gear Pump at 70 Degrees Celcius of Fluids Temperature)

Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam Menyelesaikan Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Disusun Oleh : HARY KURNIANTO L0E 004 433

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008
1

2

Kata kunci : Gear pump. This research has been conclusion that circling.83 m. temperature (input and output) are analyzed every three minutes. performance 3 .05 % great at 90 stroked valve and 32 Hz frequency.905 cP dipanaskan hingga suhu 70 0C menggunakan heater dan suhunya dijaga oleh thermostat. efisiensi Redesign and Perfomance Test for Gear Pump at 70 Degrees Celcius of Fluids Temperature Abstract The purpose of this research is cognizant of characteristic. frekuensi 32 Hz sebesar 61. The results for this research were: 1) Head optimum of pump system was 21. frekuensi 50 Hz yaitu 21. Setelah itu katup dijaga pada bukaan (stroke) 90 derajat dan putaran pompa diatur menggunakan inverter pada frekuensi 32 Hz dinaikkan hingga 50 Hz dengan selang 3 Hz. frequency. Bahan kerja adalah oli bekas dengan viskositas 77. frekuensi.05 % sedang 3) Efisiensi Mekanis cenderung tertinggi pada bukaan katup 90. Valve are opened on 90 stroke and frequency inverter operated on 32 Hz up to 50 Hz take a rest 3 Hz. and type of this flow is laminar. 2) Relative Volumetric Performance was taken a 61. tekanan ( input dan output). and pressure of each valve stroked as greater as developing of frequency.07 % great at 90 stroked valve and 50 Hz frequency. Variable for this research are frequency motor and stroke of valve. Putaran (motor listrik dan pompa). frekuensi 50 Hz sebesar 32. Material worked is ex lubricant which 77. Circling (electric motor and pump). Hasil percobaan yang diperoleh adalah : 1) Head sistem pompa tertinggi dicapai pada bukaan katup 45. debit dan tekanan dalam berbagai bukaan katup semakin meningkat serta alirannya bersifat laminar. debit (input dan output). Semakin tinggi frekuensi maka putaran. stroke.83 m height at 45 stroked valve and 50 Hz frequency.905 cP viscosity then heated from atmospheric to 70 0C by used heater and temperature of lubricant is guarded on 70 0C by used thermostat.Rancang Bangun dan Uji Unjuk Kerja Pompa Gear pada Suhu Fluida 70 0C Abstrak Tujuan pelaksanaan tugas akhir ini adalah mengetahui karakteristik dan fenomena proses transfer fluida serta mencari kondisi operasi yang optimum dari Gear Pump. keywords: Gear pump.capacity (input and output). head. and performance by operated Gear Pump. 3) Relative Mechanic Performance was taken a 32. head. capacity. 2) Efisiensi Volumetris cenderung tertinggi pada bukaan katup 90. transfer of fluid. 07 %. stroke. Variabel dalam percobaan ini adalah frekuensi motor listrik (analog putaran pompa) dan bukaan katup. pressure (input and output). serta suhu (input dan output) dianalisa tiap tiga menit.

Tim dosen penguji Tugas Akhir.KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul “RANCANG BANGUN DAN UJI UNJUK KERJA POMPA GEAR PADA SUHU FLUIDA 70 0C” dengan baik. MP selaku dosen wali.Syech Qomar. 7. Oleh karena keterbatasan penyusun. Bapak Seno Darmanto.sehingga merupakan salah satu syarat kelulusan pada Program Studi Diploma III Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. sintesis. 5. 3. ST selaku dosen pembimbing tugas akhir. Rekan-rekan angkatan 2004 Program Studi Diploma III Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Semarang. 9. MT . Mei 2008 Penyusun 4 . maka laporan tugas akhir ini banyak kekurangannya. 6. selaku Ketua Program Diploma III Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. 4. dan sistemik sebagai bekal lulusan. 8. Bapak Bambang Setyoko. ST. Penyusunan laporan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa berfikir secara analisis. 2. Bapak Ir. Keluarga tercinta yang terus membantu dan memberi restu serta do’a selama ini. Sandjojo Hadmodjo. sehingga penyusun sangat berterima kasih apabila ada saran atau kritik yang sifatnya membangun. Bapak Ir. Namun bagaimanapun penyusun berharap laporan ini bermanfaat bagi semua fihak. Bapak dan Ibu dosen beserta staff Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang. Bapak Ir. Ucapan terima kasih disampaikan kepada : 1.Sutomo. Semua pihak yang telah membantu selama pelaksanaan dan penyusunan laporan tugas akhir ini. selaku dosen pembimbing tugas akhir.Msi selaku Ketua Program Studi Diploma III Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. 10.

Dik Shinta yang memberikan warna baru dalam kehidupan ini. Teman-teman sekelompok yang selalu semangat dan membantu hingga terselesaikannya laporan tugas akhir ini. Seluruh penghuni kos “Wisma Condet” (bapak dan ibu kos. Kakak dan adik yang selalu membantu dan memberikan semangat selama ini. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu menyayangi. 7. 2. Wahyu. 4. “Thank’s a lot” atas pinjaman alatnya. memberikan doa restu serta dukungannya selama ini. Dion. Seluruh dan staff PSD III Teknik Mesin UNDIP Semarang yang telah membantu dan memberikan pembelajaran. 6. 5. “Solidarity forever”.MOTTO “ Janganlah merasa takut karena pertolongan Allah SWT sangatlah dekat” “ Hidup hanya sekali dan harus berarti serta berguna bagi diri dan orang lain” “ Ganbate Kudasai “ “ Sura Dira Jaya Diningrat Lebur Dening Pangestuti “ “ Struggle For Life “ “ Ingatlah lima perkara sebelum datang lima perkara “ “ Tidak ada ciptaan di dunia ini yang sia-sia. Teman-teman angkatan 2004 PSD III Teknik Mesin UNDIP semarang “tidak senasib tapi seperjuangan”. 3. Danang. ketekunan adalah kekuatan anda “ PERSEMBAHAN Laporan ini penulis persembahkan kepada : 1. 8. serta Budi) yang telah membantu dan menemani selama ini. Wawan yang telah membatu selama ini. hingga laporan ini selesai. Wawan. 5 . Agung.

. Fenomena Yang Terjadi Didalam Pompa .1..............5.4................ Daya Pompa..................1............... 2................... 2....................................................................5............................... 2............................................................................................................................1.......................................................................................................... BAB II DASAR TEORI 2..........2.............................................. 1.....................................................5..4..................................................... Kurva Perfomance ..... Head Sistem Pompa .........................4............................. 6 .........4...... 1.................................... Efisiensi Pompa .............1................DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Pengesahan .. 2...............................................................................4.................5..........1................................... 2... 2....... Pompa................................ 1...........................1......................... Daftar Isi .......3..1...............................1...................................................................1.......................... 2.1..............................3..............1........... Daftar Tabel............. Definisi Pompa ...............6......1............. Perbedaan Tekanan Pompa..2.....1.........................4........................... Kata Pengantar............ Kavitasi .................... Metedologi Penyusunan Laparan .......................... BAB I PENDAHULUAN 1.............2.5.... Tujuan................4................................................1..................... Sistematika Penyusunan Laporan.1......................................................................... 2............................... Jenis-jenis Pompa Rotary ....................................... Latar Belakang ... 2......... Karakteristik Pompa Rotary ........................ Abstrak ...............................2......... 1......................................................................... 2..................... Klasifikasi Pompa ........................... 2....................................... Perumusan Masalah.. Motto Dan Persembahan ................................................. 2........................................................1......... Surjing (Surging) ........... 2...............................................................................................4.................................1..........................4............1.............3......................... Debit Pompa ... Daftar Gambar ......

................................................ 4............................................... LAMPIRAN ................5.....................................................................................................2.....5.................1............ Bagian-Bagian Utama Alat Uji ........... Pengambilan Data Awal.. Diagram Pipa Dan Instrumen ...........................................1.....................3............................. Diagram Pipa Dan Instrumen ......................................... 4..5........1........ Spesifikasi Pompa .... 3.........4...............1............... DAFTAR PUSTAKA......................................... 3... Pengujian Alat ................................ 3........................... Tujuan Dan Sasaran Alat Uji Laboratorium........................................ BAB IV METEDOLOGI PERCOBAAN 4.. 4....................... 4......................... Variabel Yang Diamati.................................................................. 6............ Alat Ukur Yang Dipakai...4.............................................................................BAB III PERANCANGAN ALAT UJI GEAR PUMP 3......................................................................................................................................... BAB V ANALISA UNJUK KERJA GEAR PUMP BAB VI PENUTUP 6.......... Pengambilan Data.................. 7 ............................... 4..................................................3... 4... 4....... Saran ..............2.........2..................... Kesimpulan...............................................................3......5.................................................................. Pengambilan Data .................................................2.................. Format Tabel Hasil Percobaan ..................... 4........................ Persiapan ..............6....................................

Ada berbagai macam jenis pompa untuk viskositas tinggi. seperti: fluida yang digunakan tidak diijinkan mengandung benda padat atau mempunyai viskositas yang sangat tinggi. aplikasi proses metering. kapasitas. memompa aliran yang bertekanan rendah. arah pemompaanya bisa dibalik. putarannya tinggi. gear pump mempunyai beberapa kelemahan. serta pengaruh suhu pada aliran fluidanya. bahan bakar dan pemberian minyak pelumas. cairanya harus relatif bersih. berguna untuk mengetahui kemampuan maksimal dan 8 . tidak ada beban bearing yang bergantung diatas dan merupakan jenis pompa rotary yang paling sederhana sehingga menghemat tempat dan ringan. Oleh sebab itu tujuan dalam percobaan nantinya adalah untuk menghitung dan mengetahui faktor-faktor karakteristik tersebut. Kelebihan dari Gear pump ini tidak memerlukan head yang tinggi jika dibanding dengan pompa sentrifugal. Latar Belakang Pompa viskositas tinggi digunakan untuk memindahkan cairan yang memiliki kekentalan (viskositas) yang tinggi dari tempat satu ke tempat yang lain. Hal ini.BAB I PENDAHULUAN 1. Seperti daya input. Jenis pompa yang digunakan adalah gear pump dengan tipe roda gigi luar (eksternal gear pump). Namun. yang biasa digunakan untuk memompa cairan yang berviskositas tinggi misalnya oli yang mempunyai kekentalan SAE 20w50. dapat memompa cairan yang mengandung uap dan gas. effisiensi pompa. pada waktu pengoperasiannya tidak bising. hidrolik. pompa tidak dapat dioperasikan dengan saluran tertutup karena akan mengakibatkan kerusakan. clearance antara bagianbagian yang berputar harus sekecil-kecilnya dan cairan yang mengandung uap atau gas akan mengakibatkan korosi Percobaan di laboratorium dilaksanakan untuk mengetahui performance pompa itu sendiri. pompa ganda (mixing dan blending). tekanan dan head. Jenis pompa ini dalam aplikasinya dapat digunakan sebagai pengendali laju alir volume cairan dengan viskositas yang bervariasi. Salah satu jenis pompa untuk viskositas tinggi adalah gear pump. Gear pump merupakan jenis pompa rotary. daya output.1.

Metedologi Penyusunan Laporan Pada tugas akhir ini metode penyusunan laporan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. diperlukan beberapa hal.2. 2. thermometer. heater. Fluida yang digunakan adalah oli bekas dengan tingkat kekentalan sekitar 16. Studi Kepustakaan Diperlukan guna mendapatkan acuan-acuan sebagai dasar teori dalam penyusunan laporan Tugas Akhir.4. serta efisiensi pompa sehingga lebih lanjut karakteristik gear pump dianalisa dengan menentukan: Hubungan antara frekuensi dengan putaran pompa Hubungan antara frekuensi dengan debit pompa Hubungan antara frekuensi dengan tekanan pompa Hubungan antara frekuensi dengan head sistem pompa Hubungan antara frekuensi dengan efisiensi pompa 1. thermostat dan tachometer.619cp–77. 1. daya yang dibutuhkan pompa. 3.4 Mpa. Tekanan (P). Alat ukur Alat ukur yang diperlukan antara lain: manometer (vacuum gauge dan pressure gaug). Fluida yang digunakansuhu 700C.2 – 0.905cp. 9 . Instaslasi pompa Instalasi pompa dengan kapasitas pompa sekitar 5. Selain itu juga untuk mengetahui banyaknya daya yang dibutuhkan. 1. Tujuan Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan Tugas akhir ini adalah: Rancang bangun dan rekayasa alat uji untuk mengetahui karakteristik pompa gear pump terhadap perubahan yang menghasilkan data-data dari Debit (Q). putaran motor listrik 1330 rpm serta tekanan 0.3.5 gpm. inverter. flow meter. suhu (0C) dan dapat menghitung head. Perumusan Masalah Agar bisa mendapatkan performance pompa tersebut. antara lain : 1. Putaran (n).minimal dari pompa itu sendiri yang dipergunakan sewaktu pemakaian pompa tersebut.

bagian-bagian Instalasi alat uji gear pump beserta fungsinya masing-masing. dan sistematika penulisan laporan. Sistematika Penyusunan Laporan Bab I Pendahuluan Pada bab ini berisi tentang latar belakang pemilihan judul tugas akhir dan permasalahannya. tujuan penelitian. kapasitas pompa. kurva perfomance serta fenomena yang terjadi didalam pompa.5. jenis-jenis pompa rotari. Bab V Penutup Dalam bab penutup terdiri dari kesimpulan dan saran. Bab IV Pengujian Alat Dalam bab ini berisi tentang langkah-langkah pengujian. persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum pengujian yang meliputi persiapan alat dan media. Head. struktur alat uji gear pump. Metode Percobaan Digunakan untuk memperoleh data-data percobaan pada Alat Uji gear pump sebagai pembahasan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir. karakteristik pompa. Bab II Dasar Teori Dalam bab ini diuraikan tentang pengertian-pengertian dasar tentang pompa rotary. daya pompa yang dibutuhkan. petunjuk serta pengarahan dari dosen pembimbing dalam penyusunan laporan Tugas Akhir. pengambilan data percobaan pengaruh perubahan putaran pompa terhadap perfomance pompa dan pengaruh perubahan suhu terhadap perfomance pompa. Hasil dari percobaan nantinya akan di bentuk grafik kerja pompa. Bab III Perancangan Alat Uji Gear Pump Bab ini berisi mengenai tahap-tahap pembuatan alat uji dan sasaran alat uji gear pump. metodologi. diagram pipa dan instrumen. Metode Observasi/Pengamatan Digunakan untuk memperoleh kondisi/perubahan fluida dari hasil percobaan dan dibandingkan dengan kondisi secara teori.2. dan putaran pompa. Metode Konsultasi Digunakan untuk mendapatkan bimbingan. tekanan pompa. pengolahan data hasil percobaan dan pembahasannya. Bagian kesimpulan berisi tentang hasil dari pembuatan alat uji coba gear pump dan hal-hal yang dibutuhkan 10 . Debit pompa. 1. 3. 4. efisiensi pompa dengan rumus-rumus yang dipergunakan .

Daftar pustaka Lampiran 11 .agar alat uji coba sentrifugal dapat bekerja dengan baik. Sedangkan bagian saran berisi tentang saran penulis laporan agar alat uji gear pump dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan pembuatan alat ini yaitu untuk mengetahui kinerja gear pump.

POMPA 2. cam. yang berpoerasi dalam ruang bebas yang sempit.2. pemompaannya yang utama disebabkan oleh pergerakan yang relatif diantara gerakan memutar dan tetap dari komponen pompa. 3.1. Dalam menjalankan fungsinya tersebut. yaitu[5]: 1. Pompa reciprocating Pompa reciprocating adalah unit perpindahan positif yang mana mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas pada pergerakan piston atau plunyer sepanjang langkahnya. Klasifikasi Pompa Berdasarkan kelasnya.1. 12 . sekrup dan lain-lain. pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi gerak dan tekanan pada fluida. Definisi Pompa Pompa adalah jenis mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan fluida melalui pipa dari suatu tempat ke tempat lain. pompa dibagi menjadi tiga bagian.1. Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan per satuan waktu dan tinggi energi angkat.1.BAB II DASAR TEORI 2. 2. Biasanya terdiri dari rumah pompa yang diam yang mempunyai roda gigi. baling-baling. Pompa sentrifugal Pompa sentrifugal pada dasarnya terdiri dari satu impeller atau lebih yang dilengkapi dengan sudu-sudu pada poros yang dipasangkan pada poros yang berputar dan diselubungi dengan casing berbentuk volut. piston. 2. Pompa rotary Pompa rotary adalah unit perpindahan positif yang mana. segmen.

Perputaran poros menyebabkan eksentrik menjebak cairan di dalam pompa. Pompa jenis ini terdiri dari lengan eksentrik dan lengan bercelah pada bagian atasnya.POMPA Sentrifugal Rotary Reciprocating Ikat Diffuser Aliran campur Aliran aksial Turbin vertical Turbin regenerative Baling-baling Kumparan blok Roda gigi Skrup Kuping Cam dan piston Piston rotary Tenaga Diafragma Aksi langsung Gambar 2. Segmen. Klasifikasi pompa berdasarkan kelasnya. maka cairan akan keluar dari rumah pompa melalui lubang luar pompa (output). Baling-baling.1. 2. Jenis-jenis Pompa Rotary Jenis pompa rotary terdiri dari beberapa bagian.3. Apabila putaran berlanjut. Pompa Kam dan Piston Pompa ini disebut juga dengan pompa plunyer rotary. Kam (cam). 13 .1. yaitu: Rumah pompa yang diam mempunyai roda gigi. Piston. Jenis-jenis pompa rotary sebagai berikut ini [4] : 1. sekrup dan lain sebagainya yang beroperasi dalam ruang bebas (clearance) yang sempit.

Pompa Roda Gigi Luar (External Gear Pump) Gambar 2. Pompa kam dan piston 2. heliks ganda atau gigi lurus.Gambar 2. Pompa roda gigi luar (External Gear Pump) [6] Profil gigi pada umumnya adalah tipe involute karena mudah pembuatannya dan mengkoreksinya untuk menghindarkan interferensi pada kedua roda gigi. Cara kerja pompa roda gigi luar berdasarkan pemindahan cairan berada di antara celah-celah gigi dan casing dari sisi isap menuju ke sisi tekan ketika roda gigi berputar. Kemudian cairan ini akan berputar dan ditekan keluar apabila geriginya bersatu lagi. Roda gigi dapat berupa gigi heliks tunggal.3. Apabila gerigi roda gigi berpisah pada sisi hisap.2. 14 . Beberapa desain mempunyai lubang fluida yang radial pada roda gigi bebas dari bagian atas dan akar gerigi sampai ke lubang dalam roda gigi. cairan akan mengisi ruangan yang ada diantara gerigi tersebut. Jumlah gigi yang lebih sedikit akan mengurangi kompresi cairan yang terdapat celah-celah yang berhubungan.

e) Cairan yang mengandung uap atau gas dapat mengakibatkan erosi permukaaan f) Karena cairan yang dipompa berfungsi juga sebagai pelumasan.4. d) Poros harus diberi seal. menghemat tempat Dapat memompa cairan yang mengandung uap dan gas Kelemahan pemakaian pompa roda gigi : a) Cairan harus reklatif bersih b) Pompa tidak dapat diopersikan dengan saluran tekan tertutup mengakibatkan kerusakan. yaitu menghindarkan tekanan yang berlebihan yang akan membebani bantalan secara berlebihan dan menimbulkan kebisingan. maka pompa tidapat dioperasikan dalam keadaan kosong. 15 . Gambar 2.Ini akan memungkinkan cairan melakukan jalan pintas dari satu gigi ke gigi lainnya. c) Clearance antara bagian-bagian yang berputar harus sekecil-kecilnya. Cara kerja Pompa roda gigi luar (External Gear Pump)[7] Keuntungan pemakaian roda gigi [3]: a) b) c) d) e) f) Self priming (menghisap sendiri) Kapasitas konstan pada putaran tertentu Aliran hampir kontinyu Arah pemompaannya dapat dibalik Ringan. g) Tidak diijikan fluidanya benda padat.

Pompa cuping 5. tergantung pada cairan yang dipompakan. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah stator atau lapisan heliks dalam. 16 . Gambar 2. diserempakkan oleh roda gigi luarnya. Rotor terbuat dari logam dan heliks terbuat dari karet keras. Pompa dua sekrup atau tiga sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas. Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap pompa. Pompa roda gigi dalam (Internal gear pump) 4. Gambar 2. Pompa Roda Gigi Dalam (Internal gear pump) Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan dengan roda gigi luar yang bebas. Pompa Cuping Pompa jenis ini mirip dengan pompa jenis gerigi dan dalam aksinya mempunyai rotor dua atau lebih pada masing-masing rotornya.6.5. Putaran rotor tadi.3. Pompa Sekrup Pompa ini mempunyai satu atau lebih rotor yang berputar di dalam rumah pompa.

menjebak cairan dan memaksanya ke luar pipa buang pompa.7.8. Pompa sekrup 6. Pompa Blok Kumparan Pompa blok kumparan mempunyai rotor bulat yang digerakkan dalam rumah pompa konsentrik. Cairan yang terjebak di antara dua baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa. Didalam rotor tadi. balok kumparan dan piston saling 17 .9. Pompa Baling Pompa baling terdapat beberapa macam. Pompa baling geser 7. antara lain: a) Pompa baling berayun Pompa baling berayun ini akan keluar bila rotor berputar. Pompa baling berayun b) Pompa Baling Bergeser Pompa baling bergeser menggunakan baling-baling yang dipertahankan untuk tetap menekan lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Gambar 2. Gambar 2.Gambar 2.

berputar eksentrik yang ditempatkan oleh pena bebas yang menghasilkan isapan dari sisi buang. Karakteristik pompa rotary dapat dicari dengan menghitung head sistem pompa. Head Sistem Pompa Gambar 2. Pompa blok kumparan 2.4.11. Karakteristik Pompa Rotary Dalam perencanaan instalasi pompa. Gambar 2. perbedaan tekanan pompa.4.1.10. 2. Head sistem pompa Dari gambar diatas kita dapat menentukan head total pompa dari persamaan dibawah ini [5]: H = ha + Δhp + h1 + vd 2g 2 18 . daya pompa dan efisiensi pompa. kita harus mengetahui karakteristik dari pompa itu sendiri agar didapatkan kemampuan yang optimum. debit pompa.1.1.

Δhp = hp2 .Dimana: H ha : Head total pompa (m) : Head statis total (m) : Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan cairan (m). 19 . katup.hp1 h1 : Berbagai kerugian head di pipa.8 m/s2) Δhp 2.S Dimana: Q k S D N = Debit pompa (m3/menit) = 0.1. Debit Pompa Debit Pompa pompa adalah Banyaknya jumlah cairan yang dialirkan oleh pompa per satuan waktu melalui penampungan saluran keluar dimana kondisi operasi ini yang dinyatakan dalam rumus berikut ini [2]: Q = k. Displacement pompa adalah jumlah keseluruhan fluida dari volume OTI ke OTO selama 1 putaran roda gigi penggerak. sambungan.belokan. dll (m). h1 = hld + hls v2/2g : Head kecepatan keluar (m) g : Percepatan gravitasi (9.4.2.N – S Q = Qd .03471 = Slip. Jumlah cairan yang bocor dari OTO volume ke OTI (m3/menit) = displacement (m3) = putaran pompa (rpm) Qd = displacement debit (m3/menit).D.

Dimensi displacement external gear pump D = 2πkZ ( Dimana. untuk menghitung debit menggunakan rumus sebagai berikut [3]: Q = 60 ηv Vg n ηv = Dimana.12. D K Z = Displacement (ft3/revolution) =1 = Lebar roda gigi (ft) ) R1 = Jarak minimal Roda gigi Penggerak (ft) R2 = jarak maksimal Roda Gigi yang digerakkan (ft) Atau dalam buku referensi lainnya . Q = Kapasitas Pompa (m3/jam) ηv = Efisiensi volumetris Vg = Volume dari celah roda gigi (m3) n = Putaran pompa (rpm) 20 .R1 Inlet OTI OTO Outlet R2 Gambar 2.

Vg = π.13. perbedaan antara tekanan masuk/suction (Ps) dengan tekanan keluar/discharge (Pd).b Dimana.4. Hal ini dapat dinyatakan dalam rumus seperti berikut ini [2]: Ptd = Ps – Pd Dimana: Ptd Pd Ps = Perbedaan tekanan pompa (Kg/cm2) = Tekanan keluar pompa/discharge (Kg/cm2) = Tekanan masuk pompa/suction (Kg/cm2) 21 . Vg = Volume dari celah roda gigi (m3) dd = Diameter Lingkar kaki (m) da = Diameter Lingkar Kepala (m) b = lebar gigi (m) Dd Da Gambar 2.db) . dd (da .3. Perbedaan Tekanan Pompa Perbedaan tekanan pompa merupakan. Penampang roda gigi 2.1.

Dimana. Daya output adalah tenaga yang diperlukan untuk cairan yang digerakan oleh pompa yang diberikan pada saat kondisi berlangsung. hal tersebut mempunyai hubungan yang dinyatakan sebagai berikut [2]: Ehp = driver and transmisision power loss + Php Php = pump power loss + Php Dimana.2. Ehp Php Whp Q Ptd = total daya input (Kw) = daya input (Kw) = daya output (Kw) = kapasitas (m3/s) = perbedaan tekanan (bar) Atau dalam referensi buku lain adalah unutuk menghitung daya pompa adalah sebagai berikut ini [5] : Pm = Dimana. Pm = Daya motor lisrik (Kw) P α = Daya pompa (Kw) = Faktor cadangan.4. ηt = Efisiensi transmisi.28 perbandingan cabangan[5].5.4.1.1.4. Efisiensi Pompa Efisiensi total adalah persentase dari daya input total dengan efisiensi output total [1] : 22 . diambil dari tabel 2. Daya Pompa Total daya input adalah daya total yang diperlukan oleh penggerak pompa atau penggerak primer pompa selama kondisi beroperasi. diambil dari tabel 2. 2. Daya input adalah tenaga yang dialirkan ke poros penggerak oleh penggerak pompa yang diberikan selama kondisi operasi.29 efisiensi transmisi [5].

E0 Whp Ehp = efisiensi total = daya output (kw) = daya input total (kw) Efisiensi mekanik dalah perbandingan daya output pompa dengan daya input pompa [1] : Dimana. Ep Whp Php = efisiensi mekanik = daya output (kw) = daya input (kw) Atau dalam referensi buku lain adalah untuk menghitung efisiensi mekanis pompa adalah sebagai berikut ini [4] : ηp Dimana. = = ηm = efisiensi mekanis (%) P = daya pompa (Kw) Q = debit output (m3/jam) Pd = tekanan output absolute (kg/cm2) ε = factor cadangan daya 23 .Dimana. r = ε P Dimana. Pw P = daya cairan (Kw) = daya pompa (Kw) = Untuk daya cairan. menggunakan rumus sebagai berikut ini[3]: Vg = ω.

1. Kurva Qd.0 E = viskositas cairan yang dipompa dalam derajat Engler Vg = kecepatan keliling roda gigi (m/s) r = jari-jari lingkaran kepala (m) Efisiensi volumetrik adalah persentase dari kapasitas [2] : Dimana. N dan v konstan (2) 24 . Ev D Q N = efisiensi Volumetrik =displacement (m3) = kapasitas (m3/s) = putaran pompa (rpm) Atau dalam referensi buku lain adalah untuk menghitung efisiensi volumetris pompa adalah sebagai berikut ini [3] : ηv = Dimana. Q = Kapasitas Pompa (m3/jam) ηv = Efisiensi volumetris Vg = Volume dari celah roda gigi (m3) n = Putaran pompa (rpm) 2. Q dan S dengan Ptd.14.4.6. Kurva Performance Gambar 2.

Gambar 2. Ptd dan v konstan Gambar 2.16. Q dan S dengan N dan Ptd 25 .15. Kurva Qd. Q dan S dengan N. Kurva dari Qd.

5.1.1. Dalam gambar 2. sehingga pompa tidak dapat berjalan dengan baik. Kavitasi akan timbul bila tekanannya rendah. c) Tidak dibenarkan untuk memperkecil aliran dengan menghambat aliran di sisi isap. timbulnya suara dan getaran. bagian yang mudah mengalami kavitasi adalah sisi isapnya. b) Pipa isap dibuat sependek mungkin. Jika pompa mengalami kavitasi maka akan timbul suara berisik dan getaran. kurva sistem A memotong B. Terjadinya surjing dipengaruhi oleh bentuk kurva H-Q dari sistem pipa. kurva A memotong kurva di KA dengan sudut θA yang besar. Kavitasi Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang mengalir. kurva B memotong 26 . Cara mencegah kavitasi: a) Ketinggian letak pompa terhadap permukaan zat cair cair harus dibuat serendah mungkin. Pada pompa misalnya.18 memperlihatkan kurva sistem A dan B. maka akan timbul gelemnung-gelembung uap zat cair.2. Jika pompa dijalankan dalam keadaan kavitasi terus-menerus maka permukaan dinding saluran disekitar kavitasi akan mengalami kerusakan. Karena kavitasi sangat merugikan maka akan menyebakan turunnya perfomansi.1.2. Hal ini menandakan pompa bekerja dengan stabil. serta rusaknya pompa[5]. Tempat-tempat yang bertekanan rendah dan/atau yang berkecepatan tinggi di dalam aliran.5. Hali ini dapat pada zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa maupun di dalam pipa. karena tekanannya berkurang sampai dibawah tekanan uap jenuhnya.5. Apabila zat cair mendidih. sangat rawan terhadap terjadinya kavitasi.1. Selain itu perfomansi pompa akan menurun secara tiba-tiba. Permukaan dinding bisa berlubang-lubang akibat dari gelembung-gelembung uap pecah pada dinding secara terus menerus. Fenomena Yang Terjadi Didalam Pompa 2. 2. Peristiwa ini disebut erosi kavitasi . Surjing (surging) Surjing adalah perubahan laju aliran terus-menerus secara periodik dan penunjukan manometer pressure gauge serta vacuum gauge disisi isap pompa memperlihatkan adanya fluktuasi tekananan dalam keadaan tertentu gejalanya seperi orang bernafas. d) Pompa tidak dibuat head terlalu berlebihan.

Laju aliran akan berfluktuasi di sekitar titik kerja ini yang berarti mengalami surjing[5]. 27 .kurva di KB dengan sudut θB yang kecil. Gambar 2. Kurva Head sistem dan Kurva Head-Kapasitas Surjing akan terjadi pada kondisi dan situasi berikut : a) Pompa mempunyai H-Q naik sampai suatu puncak dan jika aliran diperbesar terus maka kurva H-Q akan turun kembali b) Pada jalur pipa ada tangki zat cair atau fasa gas di dalam aliran.17. Hal ini mengakibatkan pompa tidak B stabil.

Kesimpulan Rancang bangun dan uji unjuk kerja instalasi gear pump diharapkan dapat memberikan karakteristik gear pump. 3. tekanan pompa. Setiap sambungan diusahakan tidak terjadi kebocoran. head sistem pompa. Dalam pemilihan pompa rotary diusahakan fluida yang digunakan mempunyai viskositas tinggi (tergantung spesifikasi pompa) supaya tidak overload motor penggerak. Dan berdasarkan pengolahan data dapat ditarik beberapa hal berhubungan dengan gear pump sebagai berikut: 1. Selanjutnya Berkurangnya bukaan katup cenderung menaikkan tekanan pompa dan head sistem pompa.2. head sistem pompa dan efisiensi pompa. 2. Bukaan katup mempengaruhi debit pompa. Apabila menggunakan putaran maksimal sebaiknya jangan melebihi putaran sesuai spesifikasi yang tertera pada pompa gear.BAB VI PENUTUP 6. dan efisiensi mekanis pompa.1. 28 . Selanjutnya Kenaikan frekuensi (analogi putaran pompa) cenderung menurunkan efisiensi volumetris pompa. 6. Kenaikan frekuensi (analogi putaran pompa) cenderung meningkatkan debit aliran pompa. Dalam melakukan variasi bukaan katup sebaiknya jangan terlalu banyak menutup bukaan katup. Frekuensi (analogi putaran pompa) mempengaruhi debit pompa. tekanan pompa. Saran 1. tekanan pompa. 2. Berkurangnya bukaan katup cenderung menurunkan debit aliran pompa. 4. efisiensi pompa. head sistem pompa dan efisiensi pompa.

Sularso. ”Pompa & Kompressor”.Prada. P.Ir.MSME. 1998. Karassick. Yogyakarta.J..L.. I. 29 . Prajito.MT. 1996 7. Edwards. 2. T. Jakarta. Purwanto.DR.E. 5.W. “Pump Handbook”. W. “Petunjuk praktikum laboratorium teknik kimia 1”. Dr. Prof. 1983. PT. 1986. “External Gear Pumps”. Viking Pump. 2002. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.G. McGraw Hill Book Company. USA. Hicks. Fraser. PT.DAFTAR PUSTAKA 1.1983 6. “Handout Pompa Putar”. 4.Wartawan. W. Ir. T. Erlangga. PT. Jakarta. 3. Krutzsh. ”Teknologi Pemakaian Pompa.C. P. 2007. “Pengetahuan dasar & Cara Penggunaan Minyak Pelumas”. Jakarta. A. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Diponegoro. Semarang. HaruoTakahara. Gramedia.dkk. H.E. Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful