1

KELOMPOK 1 BIOTEKNOLOGI Nama NPM Tanda Tangan

Dosen Bioteknologi,

Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd.

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyakit kencing manis (diabetes mellitus/DM) memiliki jumlah penderita yang cukup banyak di Indonesia. Penyakit ini berkembang karena pola makan dan gaya hidup yang salah. Misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, jarang berolahraga, dan sebagainya. Penderita kencing manis diperkirakan akan terus meningkat. Kalau dulu sebagian besar pengidapnya adalah usia tua, kini mereka yang berusia muda. Bahkan anak-anak pun, bisa terkena penyakit ini. Diperkirakan DM, di antara penyakit-penyakit noninfeksi, menjadi penyebab kematian paling tinggi di negara maju seperti Amerika Serikat. Pada penderita kencing manis, fungsi insulin di dalam tubuhnya terganggu. Padahal fungsi insulin sangat penting, untuk memasukkan gula dari dalam darah ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Karena itu, pada penderita DM gula tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tetap beredar di dalam darah. Hal ini dapat diketahui dari kadar gula darah yang semakin meningkat.

Ada dua tipe kencing manis. Bentuknya adalahglaukoma (peningkatan tekanan bola mata) dan katarak (kekeruhan pada lensa mata). DM yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah atau kapiler. Bagian tubuh yang tidak mendapat aliran darah tersebut akan mengalami kematian akibat kekurangann zat asam. Untuk mencegah terjadinya kencing manis. dan sering buang air kecil. Fungsi kelenjar ini mengatur metabolisme glukosa menjadi energi. Tanda atau gejala awal diabetes antara lain rasa haus yang berlebihan.3 Untuk menyembuhkan penyakit ini penderita diberi obat berupa insulin. Kencing manis atau dikenal dengan penyakit gula (diabetes mellitus-DM) adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah. Kebocoran inilah yang menyebabkan pembengkakan jaringan. rasa lapar. Kerusakan ini akan menyebabkan sumbatan yang bisa mengganggu aliran darah ke jaringan. DM tipe-1 terjadi karena kekurangan insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta di pankreas di dalam tubuh. Di antaranya memeriksakan diri secara teratur ke dokter. Selain itu juga mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di hati dan otot. yaitu tipe 1 dan 2. Fungsi insulin yang disuntikkan ini adalah mengembalikan fungsi insulin di dalam tubuh yang mengalami gangguan. Sedangkan DM tipe-2 terjadi karena insulin di dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik. yaitu sebuah kelenjar yang letaknya di belakang lambung. diet rendah gula. bila kelebihan berat badan maka sebaiknya diturunkan hingga ke posisi normal. DM bisa menyebabkan komplikasi pada organ tubuh yang lain. ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Jika tidak segera ditangani. . Salah satunya adalah mata. Kerusakan dinding kapiler juga bisa menyebabkan kebocoran cairan dan darah dari kapiler.

4 Dulu penderita diabetes melitus diobati dengan memberikan suntikan dengan insulin sapi atau babi. Insulin bervariasi dari satu organisme ke organisme lainnya. tapi aktivitasnya tetap sama. dan sapi mempunyai perbedaan dalam susunan asam aminonya. Insulin pada manusia. Selain itu. dan sapi (beef) Spesies Manusia Babi Sapi A8 Thr Thr Ala A10 Ile Ile Val B28 Pro Pro Pro B29 Lys Lys Lys B30 Thr Ala Ala Insulin manusia dan insulin babi hanya beda 1 asam amino yaitu pada B30. 1 babi yang diekstraksi insulinnya hanya cukup untuk 1 orang selama 3 hari padahal saat ini ada ± 60 juta orang di dunia yang menderita diabetes tergantung insulin dan diduga meningkat 5-6 % per tahunnya. Perbedaan susunan asam amino pada insulin manusia. A10. insulin sapi dan babi tidak cocok dengan manusia karena ada beberapa asam amino dari insulin sapi atau babi yang tidak sama dengan insulin manusia. babi (pork). semakin banyak sapi atau babi yang harus tersedia guna diambil insulinnya. dan B30 sehingga pemakaian insulin babi kurang imunogenik dibandingkan insulin sapi. Maka dari itu sekarang banyak dikembangkan teknologi rekombinan untuk mendapatkan insulin. . Tubuh penderita menolak insulin sapi atau babi itu karena tidak sesuai. Insulin yang diperoleh dari sumber sumber tersebut efektif bagi manusia karena indentik dengan insulin manusia. Tapi masalahnya. Semakin banyak penderita. sedangkan insulin manusia dan insulin sapi beda 3 asam amino yaitu pada A8. babi. namun hal ini tidak membedakan aktivitasnya. Pada mulanya sumber insulin untuk penggunaan klinis pada manusia diperoleh dari pancreas sapi atau babi.

yaitu pembawa gen asing yang akan disisipkan. hampir mendekati yang kita inginkan (menyerupai insulin yang dihasilkan sel -pankreas). berperan dalam memperbanyak plasmid. kemudian disambungkan ke dalam plasmid bakteri. Bakteri E. . Pada proses penyisipan gen diperlukan tiga faktor utama yaitu 1. Kimera itu dimasukkan ke dalam sel target E. Enzim ini disebut enzim endonuklease retriksi. enzim endonuklease retriksi yaitu enzim endonuklease yang dapat memotong ADN pada posisi dengan urutan basa nitrogen tertentu. 3. Enzim. Jumlah generasi yang banyak. Karakteristik bakteri yang menjadi organisme pilihan untuk memproduksi insulin memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut. y Lebih ekonomis. y y y y Memiliki rentang umur pendek. Vektor. untuk dikembangbiakkan. Gen insulin manusia dari pulau Langerhans diambil. membentuk kimera (DNA rekombinasi). berperan untuk memotong dan menyambung plasmid. coli . Susunan genetik bakteri yang lebih mudah dimodifikasi. biasanya berupa plasmid. yaitu lingkaran kecil AND yang terdapat pada bakteri. Bakteri. makin banyak plasmid yang direplikasi makin banyak pula gen asing yang dicopy sehingga terjadi cloning gen. 2. Plasmid diambil dari bakteri dan disisipi dengan gen asing. coli ini dikultur. y Menghasilkan produk.5 Permasalahan ini akhirnya dapat diatasi melalui rekombinasi DNA. Plasmid di dalam tubuh bakteri akan mengalami replikasi atau memperbanyak diri. Lingkungan luar bakteri dapat dengan mudah dimodifikasi untuk mempengaruhi ekspresi gen.

. 1. Bagaimana cara pembuatan insulin dengan memanfaatkan mikroorganisme? 2. 1. Mengetahui cara pembuatan insulin dengan memanfaatkan mikroorganisme.3 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut. Mengetahui cara pemberian insulin pada penderita diabetes mellitus.2 Rumusan Masalah Ada pun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut. Bagaimana cara pemberian insulin pada penderita diabetes mellitus? 1. 2.6 1.

7 BAB II PEMBAHASAN 2. Hal ini telah dicapai dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan. yaitu sel bakteri E. sejumlah sistem kekebalan tubuh pasien menghasilkan antibodi terhadap insulin babi dan sapi yang berusaha menetralkan dan mengakibatkan respon inflamasi pada tempat injeksi.1 Sejarah Insulin Sejak Banting dan Best menemukan hormon insulin pada tahun 1921. telah diterapi dengan menggunakan insulin yang berasal dari kelenjar pankreas hewan. . Akibatnya. Faktor-faktor ini menyebabkan peneliti mempertimbangkan untuk membuat Humulin dengan memasukkan gen insulin ke dalam vektor yang cocok. untuk memproduksi insulin yang secara kimia identik dan dapat secara alami diproduksi. Selain itu efek samping dari insulin sapi dan babi ini adalah kekhawatiran adanya komplikasi jangka panjang dari injeksi zat asing yang rutin. coli . pasien diabetes mellitus yang mengalami peningkatan kadar gula darah disebabkan gangguan produksi insulin. namun komposisinya sedikit berbeda. Meskipun insulin sapi dan babi mirip dengan insulin manusia.

DNA yang membentuk kromosom. insulin adalah protein kecil sederhana yang terdiri dari 51 asam amino. Bakteri Gram negatif. Kode genetik untuk insulin ditemukan dalam DNA di bagian atas lengan pendek dari kromosom kesebelas yang berisi 153 basa nitrogen (63 dalam rantai A dan 90 dalam rantai B). Ada empat basa nitrogen . coli yang telah dilemahkan. 30 di antaranya merupakan satu rantai polipeptida. fosfat dan nitrogen. Kedua rantai dihubungkan oleh ikatan disulfida. penghuni alami saluran pencernaan manusia 2. dan 21 lainnya yang membentuk rantai kedua. terdiri dari dua heliks terjalin yang dibentuk dari rantai nukleotida.8 Para peneliti membuat insulin manusia rekombinan dengan struktur yang identik dengan insulin manusia menggunakan vektor bakteri E. masing-masing terdiri dari gula deoksiribosa. Escherrichia coli.2 Struktur Insulin Secara kimia.

dapat berupa obat buatan manusia atau dikenal juga sebagai sebutan insulin eksogen. Rantai A terdiri dari 21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino.5-8. Hormon insulin yang diproduksi oleh tubuh kita dikenal juga sebagai sebutan insulin endogen. sitosin dan guanin. Namun. Molekul insulin disusun oleh 2 rantai polipeptida A dan B yang dihubungkan dengan ikatan disulfida. disaat inilah tubuh membutuhkan hormon insulin dari luar tubuh. Gambar: Struktur Insulin Insulin adalah suatu hormon polipetida yang diproduksi dalam sel-sel kelenjar Langerhaens pankreas.0 mmol/liter). ketika kalenjar pankreas mengalami gangguan sekresi guna memproduksi hormon insulin.9 yang berbeda yaitu adenin. Kekurangan insulin dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes mellitus tergantung insulin (diabetes tipe 1). timin. Insulin berperan penting dalam regulasi kadar gula darah (kadar gula darah dijaga 3. . Sintesis protein tertentu seperti insulin ditentukan oleh urutan dasar tersebut yang diulang. Insulin terdiri dari 51 asam amino.

Memasukkan plasmid rekombinan kedalam bakteri E. 5. kemudian enzim DNA ligase memperkuat ikatan ini sehingga dihasilkan molekul DNA rekombinan / plasmid rekombinan yang bagus. Mengidentifikasi dan mengisolasi gen penghasil insulin dari sel pancreas manusia.10 2. 1. DNA ini kemudian dilepaskan dari mRNA. . Sementara itu. di dalam serangkaian tabung reaksi atau cawan petri. Mula-mula mRNA yang telah disalin dari gen penghasil insulin diekstrak dari sel pancreas. 2. Di dalam sel bakteri ini plasmid engadakan replikasi. Melepaskan salinan gen penghasil insulin tersebut dengan cara memotong kromosom secara khusus menggunakan enzim restriksi. Enzim DNA polymerase digunakan untuk melengkapi DNA rantai tunggal menjadi rantai ganda. gen penghasil insulin manusia (dalam bentuk c-DNA) disiapkan untuk dipasangkan pada plasmid yang terbuka tersebut.3 Proses Pembuatan Insulin Proses pembutan insulin dengan teknik DNA rekombinan adalah sebagai berikut. b. Memasang gen penghasil insulin ke dalam cincin plasmid. ikatan yang terjadi masih lemah. Mengekstrak plasmid dari sel bakteri. a. yang merupakan gen penghasil insulin. 4. c. kemudian membuka plasmid dari sel bakteri dengan menggunakan enzim restriksi yang lain. Mula-mula. coli. d. Enzim ini menggunakan mRNA sebagai cetakan untuk membentuk DNA berantai tunggal. disebut DNA komplementer (cDNA). Kemudian enzim transcriptase ditambahkan pada mRNA bersamaan dengan nukleotida penyusun DNA. 3.

11 6. Melalui rekayasa genetika dapat dihasilkan E. coli yang akan berkembang biak dengan cepat menghasilkan klon-klon bakteri yang mengandung plasmid rekombinan penghasil insulin. coli yang merupakan penghasil insulin dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat. . Mengultur bakteri E.

adalah pabrik yang digunakan dalam rekayasa genetika insulin. Ketika bakteri berreproduksi. coli . E. coli strain mutan yang sedikit mengandung enzim ini. gen insulin direplikasi bersama dengan plasmid. Hal tersebut dapat dicegah dengan cara menggunakan E.12 Escherrichia coli (E. Pada E. Untuk membuat bakteri memproduksi insulin. gen insulin perlu terikat pada enzim ini. coli seketika memproduksi enzim yang dengan cepat mendegradasi protein asing seperti insulin. Bgalaktosidase adalah enzim yang mengontrol transkripsi gen. coli ). . penghuni saluran pencernaan manusia.

Pada tahap ini. hanya mengenali rangkaian nukleotida tertentu. Urutan DNA yang diperlukan dapat ditentukan karena komposisi asam amino dari kedua rantai telah dipetakan. misal salah satunya rangkaian kode untuk insulin. Plasmid rekombinan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sel E. Hal tersebut memungkinkan peneliti untuk memutuskan pasangan basa nitrogen tertentu dan menghapus bagian DNA yang berisi kode genetik dari kromosom sebuah organisme sehingga dapat memproduksi insulin. Enzim restriksi bertindak seperti pisau bedah biologi. yang dibawa dalam plasmid vektor tersebut. coli. metionin. . Enam puluh tiga nukleotida yang diperlukan untuk mensintesis rantai A dan sembilan puluh untuk rantai B. Antikodon menggabungkan asam amino. Gen sintetik rantai A dan B kemudian secara terpisah dimasukkan ke dalam gen untuk enzim bakteri. ditambah kodon pada akhir setiap rantai yang menandakan pengakhiran sintesis protein. Langkah pertama pembuatan humulin adalah mensintesis rantai DNA yang membawa sekuens nukleotida spesifik yang sesuai karakteristik rantai polipeptida A dan B dari insulin. Sedangkan DNA ligase adalah suatu enzim yang berfungsi sebagai perekat genetik dan pengelas ujung nukleotida.13 Enzim restriksi secara alami diproduksi oleh bakteri. B-galaktosidase. sangat penting untuk memastikan bahwa kodon gen sintetik kompatibel dengan Bgalaktosidase. kemudian ditempatkan di setiap awal rantai yang memungkinkan pemindahan protein insulin dari asam amino sel bakteri itu.

14 Foto mikroskop elektron plasmid bakteriE. coli Praktis penggunaan teknologi DNA rekombinan dalam sintesis insulin manusia membutuhkan jutaan salinan plasmid bakteri yang telah digabungkan dengan gen insulin dalam rangka untuk menghasilkan insulin. . Protein yang terbentuk. Gen insulin diekspresikan bersama dengan sel mereplikasi galaktosidase-B di dalam sel yang sedang menjalani mitosis. bergabung ke salah satu rantai insulin A atau B. sebagian terdiri dari B-galaktosidase. Rantai insulin A dan rantai B kemudian diekstraksi dari fragmen B-galaktosidase dan dimurnikan.

menghasilkan Humulin murni (insulin manusia sintetis). .15 Kedua rantai dicampur dan dihubungkan kembali dalam reaksi yang membentuk jembatan silang disulfida.

4 Pemberian Insulin pada Penderita Diabetes Mellitus Pemberian injeksi insulin secara teratur dalam meningkatkan kadar insulin dalam darah penderita dapat meminimumkan komplikasi. Pemberian insulin kepada penderita diabetes hanya bisa dilakukan dengan cara suntikan. Disini insulin akan bekerja menormalkan kadar gula darah (blood glucose) dan merubah glucose menjadi energi. jika diberikan melalui oral insulin akan rusak didalam lambung. insulin akan diserap kedalam aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh. Pengobatan ini hanya mungkin dilaksanakan bila insulin tersedia dalam jumlah besar dengan kemurnian dan mutu yang baik. Beberapa merk dagang insulin .16 2. Setelah disuntikan.

Insulin akan lebih cepat diserap apabila daerah suntikkan digerak-gerakkan. Penyuntikkan insulin pada satu daerah yang sama dapat mengurangi variasi penyerapan. Bila kadar glukosa darah tinggi. lalu baru pindah ke daerah yang lain. sebaiknya disuntikkan di daerah perut dimana penyerapan akan lebih cepat. Penyuntikkan insulin selalu di daerah yang sama dapat merangsang terjadinya perlemakan dan menyebabkan gangguan penyerapan insulin.5cm) dari daerah sebelumnya. hindarilah penyuntikkan pada daerah perut. . Secara urutan. Daerah suntikkan sebaiknya berjarak 1inchi (+ 2. lengan atas dan paha.17 Perlu diperhatikan daerah mana saja yang dapat dijadikan tempat menyuntikkan insulin. Namun bila kondisi kadar glukosa pada darah rendah. Lakukanlah rotasi di dalam satu daerah selama satu minggu. area proses penyerapan paling cepat adalah dari perut.

Semakin tinggi dosisnya maka semakin cepat aksinya. kecuali pada penderita autoimun. Pada pemberian intravena aksinya cepat. Dosis.51 cm). Dapat juga menggunakan implant pad dada yang dapat mensuplai insulin sedikit demi sedkit. Jika digunakan insulin dari luar dikhawatirkan terjadi reaksi antigen antibodi maupun perusakan lain. 4. pad transdermal atau secara subkutan maka pada otot terjadidegradasi insulin 20-25%. Kehadiran antibodi insulin. . Aktivitas fisik. Tempat injeksi. 3. 2. Jarum untuk injeksi insulin kecil sekali dan pendek (0. Hal ini terutama pada penggunaan hewan sebagai insulin.18 Kerja insulin dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya : 1. Pada umumnya insulin diberikan dengan injeksi menembus kulit. Kebanyakan insulin diinjeksikan pada perut (intrperional). Makanya harus diperhitungkan untuk mendapatkan dosis yang tepat. Semakin banyak aktivitas fisik yang kita lakukan maka kita perlu energi (dari glukosa) yang semakin besar sehingga tidak perlu aksi insulin yang ekstra untuk mengubah glukosa menjadi glikogen (insulin yang diperlukan semakin sedikit).

serta adanya produk yang dihasilkan dari hasil ekstraksi dan pemurnian. . 3. Pembuatan insulin dengan menggunakan teknik DNA rekombinan merupakan salah satu contoh Bioteknologi karena memenuhi beberapa syarat. coli) yang dimanfaatkan sebagai vektor karena adanya DNA plasmid. pendayagunaan secara teknologi dan industri. Agen biologi yang digunakan adalah mikroorganisme (bakteri E. dapat dibuat beberapa kesimpulan antara lain: 1. 2. Produk yang dihasilkan adalah berupa hormon insulin yang dapat diproduksi secara industri dan dimanfaatkan untuk pengobatan diabetes mellitus. yaitu adanya agen biologi.19 BAB III KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas.

Universitas Syiah Kuala Darussalam.littletree. 2010. 2009. DC.00 WIB. Banda Aceh.com/2010/12/11/pembuatan-insulinmanusia-dengan-teknik-dna-rekombinan/ diunduh pada 26 April 2011 pukul 09. 1994.pdf.au/dna. http://www. Pembuatan Insulin Manusia dengan Teknik Rekombinan sebagai Salah Satu Pengembangan Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan.wordpress. Insulin. Washington. MedStar.00 WIB. Membuat Insulin Manusia dengan Teknik Rekombinan. Produksi Insulin Menggunakan Bakteri.blogspot.pdf. 2010.htm diunduh pada 26 April 2011 pukul 09. Wijaya. Tof. Rosalia. Health The MedStar Diabetes Institute. http://myhealing. Recombinant DNA Technology in the Synthesis of Human. http://juharrywijaya.com.00 WIB. Ilanit.com/2009/10/produksi-insulinmenggunakan-bakteri-e. (no years).html diunduh pada 26 April 2011 pukul 09.20 DAFTAR PUSTAKA Almazini. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful