P. 1
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007

|Views: 4|Likes:
Published by risyanmt

More info:

Published by: risyanmt on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2011

pdf

text

original

Dengan dikeluarkannya Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian dilanjutkan dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, maka pemerintah memandang perlu untuk menetapkan standar standar lainnya guna mendukung pelaksanaan reformasi dibidang pendidikan yang berlandaskan amanat para pendiri bangsa. Salah satu standar yang di keluarkan oleh pemerintah adalah standar tentang Kepala Sekolah / Madrasah yang tertuang didalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007. Dalam aturan ini pemerintah memandang perlu adanya standar penentuan kualifikasi seseorang untuk dapat diangkat sebagai kepala sekolah atau madrasah, antara lain kualifikasi umumnya adalah : - Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma IV kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi. - Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah usia setinggi-tinggi nya adalah 56 tahun. - Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun menurut jenjang sekolah masing masing, kecuali TK/RA memiliki peng alaman mengajar sekurang kurangnya 3 tahun. - Memiliki pangkat serendah rendah nya III/c bagi PNS dan bagi non PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yaya san atau lembaga yang berwenang. Sedangkan kualifikasi khusus ditentukan menurut jenjang lembaga pendidikannya, yang meliputi : - Berstatus sebagai guru - Mempunyai sertifikat sebagai guru - Memiliki sertifikat kepala sekolah. Selain kualifikasi umum dan khusus tersebut, untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah / madrasah dituntut harus memiliki kompetensi sebagai berikut : KEPRIBADIAN, artinya : - Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mu lia dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas disekolah. - Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. - Memiliki keinginan yang kuat di dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah. - Bersifat terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. - Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. - Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. MANAGERIAL, artinya : - Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan. - Mengembangkan sekolah sesuai dengan kebutuhan. - Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal. - Mengelola perubahan dan penge-mbangan sekolah menuju organi sasi pembelajaran yang efektif.

Mengelola hubungan antara seko lah dan masyarakat dalam rangka mencari dukungan ide.Pantang menyerah dan selalu mencari solusi yang terbaik da-lam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan pro-duksi/jasa sekolah sebagai sum-ber belajar peserta didik. . .. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pro gram kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat.Menciptakan inovasi yang bergu na bagi sekolah.Mengelola guru dan staf dalam rangka pemberdayaan sumber da ya manusia secara optimal.Menciptakan budaya dan iklim se kolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesional isme guru. . .Mengelola keuangan sekolah se suai dengan prinsip pengelolaan yang akuntable. . .Mengelola unit layanan khusus dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peser ta didik disekolah. artinya : .Mengelola ketatausahaan seko-lah dalam mendukung pencapai-an tujuan sekolah. .Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tu gas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendaya gunaan secara optimal. SUPERVISI.Berpartisipasi dalam kegiatan so sial kemasyarakatan. .Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah. . artinya: . . serta meren canakan tindak lanjutnya.Mengelola sistim informasi seko-lah dalam rangka penyusunan pro gram dan pengambilan keputus-an. . transparan dan e fisien.Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka pening katan profesionalisme guru. . . . sumber belajar dan pembeayaan.Melakukan monitoring. . .Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru dan penempatan pengemba ngan kapasitas peserta didik. SOSIAL. artinya : . .Bekerja keras untuk mencapai ke berhasilan sekolah sebagai orga nisasi pembelajaran yang efektif. .Memanfaatkan kemajuan teknolo gi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah.Memiliki kepekaan sosial terha-dap orang atau kelompok lain.Mengelola pengembangan kuriku lum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.Melaksanakan supervisi akade-mik terhadap guru dengan meng gunakan pendekatan dan super visi yang tepat. . . KEWIRAUSAHAAN.

(Tim Redaksi) http://www.Demikian hal hal penting yang perlu diketahui oleh semua pihak tentang kualifikasi kepala sekolah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dalam usaha memajukan pendidikan.mediapendidikan.info/2010/09/permendiknas-nomor-13-tahun2007.html . Masyarakat diharapkan dapat mengam bil hikmahnya dalam rangka menjalankan mendukung semua program pendidikan secara nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->