Kasus Ahmadiyah Bukan Soal Kebebasan Beragama, Tapi Penodaan Agama

Oleh: Ali Mustofa Akbar Di tengah kegaduhan situasi politik Indonesia yang tak menentu, tiba-tiba mencuat kasus seputar Ahmadiyah. Bentrokan kembali terjadi antara warga dengan jemaat Ahmadiyah. Kali ini terjadi di Pandeglang, Banten. Patut disayangkan kenapa bentrokan ini bisa terjadi. Padahal sejatinya hal ini bisa dihindarkan bilamana pemerintah mau bertindak tegas terhadap Ahmadiyah. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa Ahmadiyah merupakan ajaran yang sesat dan menyesatkan. Hal ini pun sudah ditegaskan oleh MUI. Begitu pula dengan hasil keputusan Bakorpakem Indonesia serta Majma¶Al-Fiqh AlIslami OKI. Hasil Fatwa MUI Sidang paripurna Lengkap Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia Pada tanggal 4 Maret 1984 memutuskan : Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah negara Republik Indonesia yang berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I No.JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (tambahan Berita Negara tanggal 31-3-1953 No.26 ) bagi umat Islam menimbulkan: Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam. Perpecahan khususnya dalam hal ubudiyah (shalat), bidang Munakahat dan lain-lain. Bahaya bagi ketertiban dan keamanan Negara. Maka dengan alas-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I. tersebut. Menyerukan: Agar Majelis Ulama Indonesia , Majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, para Ulama dan Dai di seluruh Indonesia menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jemaat Ahmadiyah Qadiyani yang berada di luar Islam. Bagi mereka yang telanjur mengikuti Jemaat Ahmadiyah Qadiyani supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar. Kepada seluruh umat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya, sehingga tidak terpengaruh dengan faham yang sesat itu Di beberapa Negara lain, Ahmadiyah telah dinyatakan keluar dari Islam. Pemerintah Malaysia misalnya telah melarang ajaran Qadiani dan dianggap kafir sejak tanggal 18 Juni 1975. Kerajaan Brunei juga telah melarang ajaran Ahmadiyah berkembang di negara Brunei Darussalam. Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa Ahmadiyah kafir dan tidak boleh memasuki tanah haram. Sedangkan di Pakistan telah dinyatakan bahwa Ahmadiyah adalah termasuk kelompok minoritas non-muslim, sama kedudukannya dengan agama Nasrani, Sikh, dll.

dan bahwa aku adalah seorang nabi ³Dzilli ³ (nabi mendapat wahyu dan syariat) dan ³Buruzi´ (nabi yang tidak membawa syariat). Dan setiap muslim harus mematuhiku dalam masalah-masalah agama. ataupun tidak mengakui wahyu yang aku terima dari Tuhan. tetapi tidak menjadikanku hakim dalam memutuskan masalahnya. Kemudian dirubah oleh Mirza Ghulam Ahmad dalam kitab sucinya Tadzkirah dengan berbunyi: ³Dan kami tidak mengutus engkau ±wahai Mirza ghulam Ahmad. Padahal sesuai dengan prinsip akidah Islam bahwa jelas tidak ada nabi maupun Rasul setelah Muhammad Saw. hal. Al-Anbiya¶: 107). Sebagaimana Firman Allah SWT: ³Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Semisal diantaranya: Pertama. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. sudah semestinya pemerintah supaya menindak tegas Ahmadiyah untuk melindungi akidah rakyatnya dengan cara membubarkan organisasi tersebut kemudian pemeluknya diminta untuk kembali ke jalan yang benar. ³Kerasulan dan kenabian telah terputus. hal. Perlu juga diketahui bersama. . melainkan sebuah bentuk penodaan Agama. ataupun tidak mengakuiku sebagai al masih yang dijanjikan. Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Nabi kemudian diyakini oleh pengikutnya. Solusi untuk Ahmadiyah Maka untuk menghindari terjadinya kekacauan yang tidak diinginkan lagi. Semisal ayat Al-Qur¶an yang berbunyi: ³Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad).kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam´ (Kitab Tadzkirah. bahwa Ahmadiyah bukanlah tentang kebebasan beragama. Bukhari).Kasus Ahmadiyah Bukan tentang Kebebasan Beragama Kami hanya ingin mengingatkan kepada beberapa pihak yang mengaitkan Ahmadiyah dengan kebebasan beragama. maka dia akan mendapat azab di akhirat kelak karena dia telah menolak apa yang seharusnya dia terima. sebagaimana al Quran dan taurat adalah kalam Allah.634 ). dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu´ (Qs. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam´ (QS. sebagian lagi menganggap sebagai pembaharu meski Misza sendiri mengaku sebagai nabi. tidak ada rasul maupun nabi sesudahku´ (HR. 4 ). Al-Ahzab 40). Mereka mengakui sebagai agama Islam namun ajarannya telah mengobok-obok prinsip-prinsip Islam. (Tuhfat an-Nadwah. Atau Ahmadiyah di tetapkan sebagai pihak non-Islam. Serta terapkan syariah Islam secara kaffah untuk Indonesia yang lebih damai dan maju. Mengacak-acak Al-Qur¶an. (HR. Siapa saja yang mengetahui kabarku tentang diriku. Meyakini ada nabi sesudah Muhammad SAW. Begitu pula dengan hadits Rasulullah SAW: ³Tidak ada nabi sesudahku´. Dalam kitab Tuhfatut an-Nadwah Mirza Ghulam Ahmad berkata: ³Seperti yang aku katakan berkali-kali bahwa apa yang aku bacakan kepadamu adalah benarbenar kalam Allah. karena itu. Tirmidzi) Kedua.

Tapi Penodaan Agama Oleh: Ali Mustofa Akbar Di tengah kegaduhan situasi politik Indonesia yang tak menentu. Menyerukan: Agar Majelis Ulama Indonesia . Patut disayangkan kenapa bentrokan ini bisa terjadi. Hasil Fatwa MUI Sidang paripurna Lengkap Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia Pada tanggal 4 Maret 1984 memutuskan : Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah negara Republik Indonesia yang berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman R. Bagi mereka yang telanjur mengikuti Jemaat Ahmadiyah Qadiyani supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar. Maka dengan alas-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman R. bahwa Ahmadiyah merupakan ajaran yang sesat dan menyesatkan. Kali ini terjadi di Pandeglang. Kepada seluruh umat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya. Majelis Ulama Daerah Tingkat I. Kerajaan . tersebut. Kasus Ahmadiyah Bukan Soal Kebebasan Beragama.I. Begitu pula dengan hasil keputusan Bakorpakem Indonesia serta Majma¶Al-Fiqh AlIslami OKI.³Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala. Padahal sejatinya hal ini bisa dihindarkan bilamana pemerintah mau bertindak tegas terhadap Ahmadiyah. Bukhari). Perpecahan khususnya dalam hal ubudiyah (shalat). tiba-tiba mencuat kasus seputar Ahmadiyah. sehingga tidak terpengaruh dengan faham yang sesat itu Di beberapa Negara lain. Daerah Tingkat II. Pemerintah Malaysia misalnya telah melarang ajaran Qadiani dan dianggap kafir sejak tanggal 18 Juni 1975. para Ulama dan Dai di seluruh Indonesia menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jemaat Ahmadiyah Qadiyani yang berada di luar Islam. Banten. Bentrokan kembali terjadi antara warga dengan jemaat Ahmadiyah. dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)´ ( HR. Ahmadiyah telah dinyatakan keluar dari Islam.26 ) bagi umat Islam menimbulkan: Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam. Sebagaimana sudah diketahui. bidang Munakahat dan lain-lain. Bahaya bagi ketertiban dan keamanan Negara.JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (tambahan Berita Negara tanggal 31-3-1953 No.I No. Wallahu a¶lamu bis-shawaab. Hal ini pun sudah ditegaskan oleh MUI.

Padahal sesuai dengan prinsip akidah Islam bahwa jelas tidak ada nabi maupun Rasul setelah Muhammad Saw. (HR. sebagian lagi menganggap sebagai pembaharu meski Misza sendiri mengaku sebagai nabi. Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa Ahmadiyah kafir dan tidak boleh memasuki tanah haram. Dalam kitab Tuhfatut an-Nadwah Mirza Ghulam Ahmad berkata: ³Seperti yang aku katakan berkali-kali bahwa apa yang aku bacakan kepadamu adalah benarbenar kalam Allah. ³Kerasulan dan kenabian telah terputus.kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam´ (Kitab Tadzkirah. Meyakini ada nabi sesudah Muhammad SAW. sama kedudukannya dengan agama Nasrani. Sedangkan di Pakistan telah dinyatakan bahwa Ahmadiyah adalah termasuk kelompok minoritas non-muslim. Al-Ahzab 40). ataupun tidak mengakui wahyu yang aku terima dari Tuhan. Kasus Ahmadiyah Bukan tentang Kebebasan Beragama Kami hanya ingin mengingatkan kepada beberapa pihak yang mengaitkan Ahmadiyah dengan kebebasan beragama. hal. Al-Anbiya¶: 107). dll. dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu´ (Qs. Mengacak-acak Al-Qur¶an. tidak ada rasul maupun nabi sesudahku´ (HR. Solusi untuk Ahmadiyah . Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Nabi kemudian diyakini oleh pengikutnya. sebagaimana al Quran dan taurat adalah kalam Allah. karena itu. 4 ). Begitu pula dengan hadits Rasulullah SAW: ³Tidak ada nabi sesudahku´. Semisal ayat Al-Qur¶an yang berbunyi: ³Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad). Mereka mengakui sebagai agama Islam namun ajarannya telah mengobok-obok prinsip-prinsip Islam. Bukhari). Sebagaimana Firman Allah SWT: ³Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Semisal diantaranya: Pertama. melainkan sebuah bentuk penodaan Agama. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam´ (QS. Kemudian dirubah oleh Mirza Ghulam Ahmad dalam kitab sucinya Tadzkirah dengan berbunyi: ³Dan kami tidak mengutus engkau ±wahai Mirza ghulam Ahmad. hal. maka dia akan mendapat azab di akhirat kelak karena dia telah menolak apa yang seharusnya dia terima. ataupun tidak mengakuiku sebagai al masih yang dijanjikan. bahwa Ahmadiyah bukanlah tentang kebebasan beragama.Brunei juga telah melarang ajaran Ahmadiyah berkembang di negara Brunei Darussalam. Perlu juga diketahui bersama.634 ). Tirmidzi) Kedua. Siapa saja yang mengetahui kabarku tentang diriku. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. (Tuhfat an-Nadwah. Sikh. Dan setiap muslim harus mematuhiku dalam masalah-masalah agama. tetapi tidak menjadikanku hakim dalam memutuskan masalahnya. dan bahwa aku adalah seorang nabi ³Dzilli ³ (nabi mendapat wahyu dan syariat) dan ³Buruzi´ (nabi yang tidak membawa syariat).

Solusi kedua adalah membubarkan Ahmadiyah. Serta terapkan syariah Islam secara kaffah untuk Indonesia yang lebih damai dan maju. sangat lemah. sudah semestinya pemerintah supaya menindak tegas Ahmadiyah untuk melindungi akidah rakyatnya dengan cara membubarkan organisasi tersebut kemudian pemeluknya diminta untuk kembali ke jalan yang benar. Amin.Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada kejanggalan pada kasus kekerasan yang terjadi pada Jamaah Ahmadyah pada Minggu (6/2) di Cikeusik.( http://www. Ia menduga ada rekayasa dalam kasus kekerasan yang menimpa warga Ahmadiyah di Pandeglang sehingga pihaknya membentuk tim investigasi.tempointeraktif." kata Komisioner Komnas HAM M. Dengan begitu umat Islam tak akan merasa dilecehkan lagi karena Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. "Ada kejanggalan yang terjadi dalam kasus Pandeglang. dan sok diplomatis. Solusi yang ditawarkan pemerintah masih abu2 dan tidak menyelesaikan apapun. Sangat menggambarkan peminpinnya dan partai yang diusungnya. Banten. Kamis. maka terjadilah aksi anarkis. Bila menurutnya cara kekerasan yang tepat. Masalahanya adalah." katanya. Atau Ahmadiyah di tetapkan sebagai pihak non-Islam.. dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)´ ( HR. Ridha Saleh di Jakarta. Jika tidak. bertele2. Menjadi masalah negara karena ternyata kasus ini berlarut-larut dan sering berujung bentrok. (http://www. kata Ridha. Di negara sekuler seperti Indonesia ini. Perlu ketegasan dari pemerintah.detiknews. Komnas HAM akan memanggil kapolri dan petinggipetinggi lainnya yang berkaitan dengan kasus ini untuk mendapatkan informasi kebijakan apa yang . seperti biasa. ³Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala. "Secepatnya tim investigasi akan menyelidiki kasus tersebut. justru harus dipertanyakan lagi keimanannya. Untuk menyelidiki kasus tersebut. kasus ahmadiyah menjadi masalah intern agama islam. setiap orang akan bertindak sesuai dengan yang dipahaminya.Maka untuk menghindari terjadinya kekacauan yang tidak diinginkan lagi. Pemerintahan SBY pun. Semoga masyarakat bisa membaca keadaan ini dan tidak akan terjerumus lagi di pemilupemilu berikutnya. penakut.com/read/2011/02/08/082551/1562227/10/kasus-ahmadiyah-pertaruhankredibilitas-polri-di-mata-dunia) Seorang muslim pasti akan terusik bila ada orang atau sekelompok orang yang menistakan agamanya. Kabupaten Pandeglang. pisahkan Ahmadiyah dari Islam dengan membuat agama baru. Bukhari). di mana jumlah pasukan pengamanan tidak berimbang dengan jumlah massa dan aparat kepolisian telah mengetahui rencana aksi itu dua hari sebelumnya. Wallahu a¶lamu bis-shawaab.html) Jakarta (ANTARA News) . Solusinya mudah..com/hg/citizen/2011/02/15/122. tapi sepertinya konflik-konflik semacam ini memang dipelihara entah dengan maksud apa dan oleh siapa.

Jawa Tengah. mengatakan. sejumlah aktivis yang mendatangi kantor Komnas HAM. . pengalihan isu adalah kebohongan pemerintah terhadap bangsa dan negara yang diangkat oleh tokoh lintas agama. Kasus di Monas tujuannya untuk mengubur isu dan gerakan perlawanan terhadap kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).com ² Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Slamet Riyadi. Haris Azhar.dibuat dalam menyelesaikan kasus tersebut. menunjukkan kegagalan pihak tertentu. Karena memang ada yang main di situ." katanya. <a href='http://ads3. yang meminta Komnas HAM memanggil Presiden SBY. Dia menilai pemerintah harus bertanggungjawab. diduga kuat sebagai pengalihan isu.kompasads. Aktivis Petisi 28.com/new/www/delivery/ck. dan LBH Jakarta di kantor Imparsial. sedangkan kekerasan agama di Cikeusik dan Temanggung mengubur isu kebohongan.cb=INSERT_R ANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.cb=INSERT_R ANDOM_NUMBER_HERE&amp.antaranews. Ia menilai ada kemiripan motif antara kasus kekerasan agama di Cikeusik dan Temanggung dengan kasus konflik Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dengan Front Pembela Islam (FPI). memanfaatkan kelemahan dan ketidaktegasan aparatur hukum. Jakarta. Hartsa Mashirul. korupsi. KontraS. Banten dan kerusuhan di Temanggung. Paling efektif ya dengan cara kekerasan atas nama agama. Pandeglang.kompasads. Minggu (13/2/2011). Hartsa mengecam tindakan pemerintah yang dinilainya melakukan pembiaran atas kekerasan yang menewaskan tiga orang Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik. menilai penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di sejumlah daerah didorong kepentingan politik suatu pihak.com/new/www/delivery/avw. dan isu rencana pemerintah melarang konsumsi premium kepada kelas menengah.php?n=a3126491&amp." ujar Haris dalam jumpa pers bersama Imparsial. "Untuk mengalihkan isu vertikal caranya dengan menciptakan konflik horizontal.php?zoneid=951&amp. Ahmadiyah hanya dijadikan bahan untuk mempraktikkan politik kekerasan. Sementara itu. Kapolri dan Menko Polhukam menuding penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik.(*)( http://www. di Monas pada 1 Juni 2008.com/berita/245533/komnas-ham-kasus-ahmadiyahjanggal) JAKARTA. KOMPAS.n=a3126491' border='0' alt='' /></a> "Selain ada orang yang ingin menjual agendanya.

dalam peristiwa Cikeusik. Jaringan Masyarakat Sipil telah mencatat tindak kekerasan yang terjadi jauh sebelum tragedi Cikeusik yang berujung pada kejahatan luar biasa. . informasi sumber kepolisian mengatakan bahwa banyak sedikitnya pasukan pengamanan di Cikeusik turut ditentukan oleh pemerintah daerah. aktor politik yang bermain dalam politik kekerasan tersebut bukan hanya dalam skala lokal atau daerah. Pandeglang. Haris menduga. sudah dijanjikan oleh aktor politik di sana untuk menarik simpati masyarakat.di.Kasus. Kasus Ahmadiyah tidak hanya terfokus pada tragedi Cikeusik. Dia mengakui. kepentingan politik lokal kemungkinan besar juga bermain. Kendati demikian. lanjut Haris. Menurut dia. Selasa (8/3)." kata Dewan Pembina Kontras. Jaringan Masyarakat Sipil untuk perlindungan warga negara mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk tetap berada pada jalur yang dimandatkan UU No. meski banyak pihak-pihak yang menginginkan Komnas HAM untuk tidak terlampau jauh dalam melakukan penanganan kasus Ahmadiyah. "Tidak mungkin dipimpin pemimpin lokal yang kelasnya pengajian.26/2000 tentang Pengadilan HAM dalam menangani kasus-kasus bernuansa kebebasan beragama. Saat peristiwa di Cikeusik misalnya. Selain itu. penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik.Ahmadiyah) akarta. Banten. "Kelihatan sekali ada janji-janji politik pemimpin lokal membubarkan Ahmadiyah. Usman Hamid. (http://nasional. namun demikian Komnas HAM harus tetap dapat bergerak lebih jauh dalam melakukan penelaan lebih dalam pada tragedi Cikeusik. Bukan aktor politik lokal karena ngak mungkin sebanyak itu.kompas." katanya.Balik. CyberNews.Kekerasan. Baik lokal maupun nasional seolah menjalin kerja sama yang menguntungkan. di Kantor Komnas HAM." tandasnya. khususnya Ahmadiyah.com/read/2011/02/13/17401269/Politik. dugaan kearah kejahatan ini tidak bisa dipungkiri melihat eskalasi kekerasan yang cukup meningkat hingga 3 kali lipat pasca dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama tiga Menteri di Tahun 2008. "Ini penting mengingat institut Komnas HAM hadir sebagai jembatan untuk mempromosikan nilai-nilai HAM yang seharusnya dihormati oleh seluruh masyarakat Indonesia. pemerintah daerah setempat dalam kerusuhan Cikeusik. Dijanjikan kalau saya jadi pemimpin. lanjut Haris. Usman menambahkan. Komnas HAM telah banyak melakukan pemeriksaan dan pemanggilan beberapa orang saksi khususnya dari pihak Ahmadiyah sendiri.39/1999 tentang HAM dan UU No. Haris ragu jika tokoh lokal mampu menggerakkan massa hingga ribuan orang. Menurut dia. Jakarta. Pasalnya. "Jadi pemda dan Muspida di sana juga berperan. namun juga dalam skala nasional." ungkapnya.Dikatakan Haris. Ini merupakan langkah awal bagi Komnas HAM untuk dapat bergerak lebih jauh dalam melakukan penelaan lebih dalam pada tragedik Cikeusik. Pembubaran Ahmadiyah itu seperti pembangunan jembatan. berperan dalam penjagaan keamanan terhadap Ahmadiyah. saya akan bubarkan Ahmadiyah.

Akibatnya." ujar mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) . kalau tiba-tiba ada seseorang diangkat menjadi nabi lain dalam Islam. tidak ingin ikut campur dalam persoalan ini.Eskalasi kekerasan ini akan terus berlanjut dan meluas dengan meningkatnya peraturan-peraturan daerah paska Cikeusik yang bermunculan yang melarang keberadaan Ahmadiyah di sejumlah wilayah provinsi lain. seperti Katholik dan Protestan. "Dengan kondisi tersebut. termasuk politisasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin mendompleng isu ini sehingga makin memperkeruh suasana. "Kalaupun Romo Benny Susetyo membela-bela Ahmadiyah itu kan dia menggunakan nama Yayasan Setara. namun isunya bisa menjadi sangat besar dengan adanya ikut campur dari kalangan tersebut. agar tidak dipolitisasi pihak-pihak tertentu yang ingin mendompleng. karena mereka juga akan marah jika ada bagian dari mereka. ." paparnya. Agama lain. yang mendukung dibiarkannya penyebaran ajaran Ahmadiyah itu hanyalah Jaringan Islam Liberal (JIL) atau LSM yang mengatasnamakan HAM (hak asasi manusia). CyberNews. lanjut dia.com/v1/index. pengikut Ahmadiyah hanya segelintir orang saja di Indonesia. KH Hasyim Muzadi. mengatakan penyebaran ajaran Ahmadiyah harus segera dihentikan. "Orang Islam tidak mungkin tidak marah. kejahatan tersebut berpotensi mengarah pada kejahatan genosida. yang misalnya tidak mengakui Yesus. bukan mengatasnamakan agama Katholik." jelasnya. di tengah-tengah masyarakat isu tersebut terus menerus menimbulkan dan menjadi sumber konflik di masyarakat." katanya. karena mereka tidak merasa memiliki Islam. mengingat adanya siar kebencian yang sudah berlangsung saat ini. Menurut dia. serta ajaran yang mengubah-ubah Al-Quran. Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS). ( Budi Yuwono / CN27 / JBSM ) (http://suaramerdeka. "Ajaran ini sangat rawan memicu terjadinya kemarahan masyarakat. Menurut Hasyim. Agama Katholik tidak mungkin intervensi untuk memperkeruh suasana.php/read/news/2011/03/08/79698/Pengadilan-HAM-Untuk-KasusAhmadiyah) Hasyim Muzadi: Kasus Ahmadiyah Rawan Dipolitisasi Jakarta.Minggu (6/3).

penegasan pelarangan penyebaran Ahmadiyah itu seharusnya dilakukan tidak hanya oleh pemerintah pusat. tetapi juga pemerintah-pemerintah daerah.php/read/news/2011/03/06/79549) . ( Ant / CN28 ) (http://suaramerdeka.Hasyim juga menekankan.com/v1/index.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful